VI. PEMILIHAN MODA (Modal Split/Choice) 6.. UMUM Tujuan: Mengetahui proporsi pengaloasian perjalanan e berbagai moda transportasi. Ada dua emunginan situasi yang dihadapi dalam meramal pemilihan moda: a. Moda yang ditinjau telah beroperasi (revealed preference method, RP). Dalam asus ini survei dilauan berdasaran prilau pangsa pasar, misalnya atas dasar zona-zona asal/tujuan yang ada, dan menghubungannya dengan besaran-besaran yang menerangan tentang atribut masing-masing moda. b. Moda yang ditinjau tida harus ada (Stated preference method, SP). Dalam asus ini survei dilauan berdasaran pertanyaan andaian (hipotesis) yang dihubungan dengan atribut-atribut moda yang baru. Metoda ini banya digunaan dalam riset pasar. 6.. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA Fator yang dapat mempengaruhu pemilihan moda dapat dielompoan menjadi tiga: a. Ciri pengguna jalan: Pemilian endaraan, semain tinggi pemilian endaraan pribadi semain ecil pula etergantungan pada angutan umum. Pemilian SIM VI -
Strutur rumah tangga (pasangan muda, eluarga dengan ana, pensiun, bujangan, dan lain-lain. Pendapatan; semain tinggi pendpatan semain besar peluang menggunaan endaraan pribadi. Fator lain: eharusan menggunaan endaraan pribadi e tempat beerja, eperluan mengantar ana seolah. b. Ciri pergeraan: Tujuan pergeraan: di negara maju, pergeraan e tempat beerja biasaya lebih mudah menggunaan angutan umum (arena murah dan tepat watu, nyaman, aman). Tetapi di negara berembang, orang lebih cenderung menggunaan endaraan pribadi arena angutan umum tida tepat watu dan tida nyaman. Watu terjadinya pergeraan. Jara perjalanan: semain jauh perjalanan semain cenderung menggunaan angutan umum. c. Ciri fasilitas moda transportasi: Kuantitatif: Watu tempuh, ongos, etersediaan ruang dan tarif parir. Kualitatif: Kenyamanan, eamanan, eandalan. d. Ciri ota atau zona: jara dari pusat ota dan epadatan pendudu. VI -
6.3. MODEL PEMILIHAN MODA DAN KAITANNY DENGAN MODEL LAIN JENIS JENIS JENIS 3 JENIS 4 G - MS G G G MS D D D - MS D MS A A A A G : bangitan pergeraan MS : Pemilihan moda A : Pemilihan rute D : Sebaran pergeraan Masa lalu banya digunaan model jenis dan yaitu menempatan pemilihan moda bersama eputusan sama dan setelah bangitan pergeraan. Model ini menunjuan variabel pemilihan moda dapat delasan oleh arateristi unit bangitan, misal uuran rumah tangga atau arateristi perorangan. Namun, model jenis dan diatas mengaibatan suarnya penyertaan atribut perjalanan dan moda di dalam model arena asumsi perilaunya dalam hal ini menganggap bahwa tarian zona tujuan tida memilii VI - 3
pengaruh apapun terhadap pemilihan moda. Sehingga meningatan pelayanan angutan umum, membatasi parir di pusat ota tida aan berpengaruh terhadap pemilihan moda. Model jenis disebut juga sebagai Trip-end Modal Split. Karaetristi umum Trip-end Modal Split adalah: Banya menggunaan variabel zona atau rumah tangga, misal: pemilian endaraan, erapatan pemuiman Uuran arateristi sistem transportasi dinyataan dengan indes daya hubung Pre-distribusi. Model jenis 3, pemilihan moda dilauan bersamaan dengan distribusi perjalanan dan merupaan cara yang sering digunaan dalam prate peramalan angutan perotaan. Model ini termasu dalam ategori model sintesis arena tida langsung epada data esisting yang diperoleh dari unit yang diaji. Blac (98) menjelasan sebagai beriut: Qˆ id () ˆ + exp( β{ tid () tid () }) Q ( m) m id Q ˆ () id ˆ ( m) Q id t id ( ) t id ( m) pergeraa dari i pergeraa dari i hambatan pergeraa dari i e d dengan moda hambatan pergeraa dari i e d dengan moda m e d dengan moda e d dengan moda m β parameter model gravity VI - 4
Model jenis 4 disebut juga Trip Interchange Modal Split (post distribution). Pemilihan moda dilauan setelah distribusi, hal ini menguntungan arena dapat menyertaan arateristi perjalanan dan modanya edalam model. Salah satu elemahan yang terdapat dalam model ini adalah modelnya hanya dapat digunaan bagi merea yang memilii pilihan, dalam hal ini hanya choice rider (bagi merea yang memilii mobil). Pada enyataannya pemilihan moda bisa merupaan pemilihan beberapa moda angutan umum yang tersedia. Umumnya model ini dinyataan dalam urva pembagian (diversion curve) yang berbentu urva S T / T,0 0,5 C - C Contoh model jenis IV: MS t I + I t a b MS t persentase yang menggunaan angutan umum I t I a b hambatan transportasi dari i e d dengan angutan umum hambatan transportasi dari i e d dengan mobil pribadi fator yang dialibrasi dari data survei. VI - 5
6.4. TINGKAT PENYEDERHANAAN Dalam pemilihan moda, informasi yang dimodelan dapat didasaran atas: Zona (model agregat) Data agregat zona tida dapat menggambaran arateristi rumah tangga secara teliti. Dalam Trip Interchange model split (jenis 4), pemilihan moda dipasa harus dalam bentu agregat arena arateristi rumah tangga telah terlanjur dimasuan dalam pre-dsitribusi. Data rumah tangga dan atau individu (model disagregat) Model disagregat lebih mendeati e sumber pengambil eputusan (individu), namum lebih rumit dan suar untu dialibrasi. 6.5. MODEL SINTESIS Kedua model yang diuraian sebelumnya (trip-end dan trip-interchange), penurunan modelnya langsung didasaran dari unit yang diaji (model empiris). Saat ini diembangan model buatan, yaitu: Model ombinasi sebaran pergeraan dan pemilihan moda Model trip-interchange berperilau Model multimoda 6.5. Model ombinasi sebaran pergeraan dan pemilihan moda Pendeatan entropi-masimum dapat digunaan untu mendapatan model ombinasi sebaran pergeraan dan pemilihan moda secara simultan. Memasmuman log W{ T } ( T log T T ) i j Dengan batasan O j T 0 i e VI - 6
Dd i T 0 C C i j T 0 Permasalahn tersebut mempunyai sulosi: dimana: P T T C β T P A O B D exp T T i i j exp j ( βc ) exp( βc ) ( βc ) + exp( βc ) proporsi yang menggunaan moda dari e i e j total perjalanan dari i e j jumlah perjalanan dari i e j dengan menggunaan moda ongos dari i e j menggunaan moda parameter alibrasi, penentu penyebaran pemilihan Persamaan diatas dienal dengan fungsi logit. Beberapa sifat persamaan ini adalah: Kurvanya berbentu huruf S, seperti urva pembagian empiris. Bila C C ; maa P P 0,5 Bila C >> C ; P mendeati. Model persamaan diatas dapat diembangan untu beberapa moda: P T T exp ( βc ) ( βc ) exp 6.5. Model trip interchange berperilau Kalau dalam model trip interchange sebelumnya penurunan persamaan maupun urva pembagian didasaran langsung semata-mata epada data VI - 7
survei zona, dalam model berperilau dilauan modifiasi dengan menggunaan fungsi logit sebagai bentu dasar dalam pembagian proporsi pemaai moda. Fungsi logit distribusi gumbel Bila menggunaan distribusi normal fungsi probit. Contoh: Ada dua moda, mobil dan angutan umum, ongos perjalanan: - mobil C - angutan umum C + δ δ model penalty (etidanyamanan, urang aman, dll). Dengan menggunaan fungsi logit, dapat diturunan sbb: P P + exp P P ( β ( C + δ C )) exp( β ( C + δ C )) + exp( β ( C + δ C )) proporsi pemaai mobil P exp P exp ( β ( C + δ C )) ( β ( C + δ C )) Dengan logaritmi natural dapat disederhanaan menjadi: ln P β + P ( C C ) βδ Persamaan tersebut mirip dengan persamaan linier. dimana: Y ax + b ln P P ( C C ) βδ β + X ( ) C C a β b βδ Y dan X diperoleh dari informasi survei. VI - 8
CONTOH: Dari hasil survey agregasi pemilihan moda diantara 5 pasang zona diperoleh data sbb: Zona P (%) P (%) C C 5 49,0 8,0 57 43 5,8 3, 3 80 0 5,9 4,7 4 7 9 8, 6,4 5 63 37,0 8,5 P P C C : proporsi pengguna endaraan pribadi : proporsi pengguna endaraan angutan umum : biaya menggunaan endaraan pribadi : biaya menggunaan endaraan angutan umum Bila model pemilihan moda yang digunaan adalah model logit, dimana: P + exp( β ( C + δ C ) Solusi: Tentuan nilai parameter β dan δ Ln P/(- P) -3 C - C - Dari grafi diperoleh nilai parameter β 0,7 dan δ 3,5 VI - 9
Hari hasil survey agregasi pemilihan moda diantara 6 pasang zona diperoleh data sbb: Zona P (%) P (%) C C 53 47 4.. 6 38 4.0.6 3 66 34 3.8. 4 68 3 3.4.9 5 70 30 3.0.0 6 7 8.5. P P C C : proporsi pengguna endaraan pribadi : proporsi pengguna endaraan angutan umum : biaya menggunaan endaraan pribadi : biaya menggunaan endaraan angutan umum Bila model pemilihan moda yang digunaan adalah model logit, dimana: P + exp( β ( C + δ C ) Tentuan nilai parameter β dan δ VI - 0