BAB II KAJIAN PUSTAKA 21 Manajemen Polusi Polusi yang diaibatan oleh suatu perusahaan arena tida adanya eteraitan antar area dalam proses produsi yang bai Hasil dari produsi tersebut adalam produ yang tida bai, pelayanan yang di bawah rata-rata, dan efisiensi operasional yang rendah Perusahaan yang efisien mempunyai sediit atau tida sama seali sampah hasil produsi (waste) Merea mengerti permintaan pelanggan dan mengerti fungsinya masing-masing Operasi perusahaan yang buru membuat pemborosan energi dan sumber daya Merea membuat pemborosan fisi dan psiologis Perbedaan tingatan, perbedaan fungsi dalam suatu organisasi seharusnya dalam satu tujuan untu memberi produtivitas dan euntungan dalam pengurangan polusi yang dihasilan Manajemen lingungan dapat menyediaan cara yang efetif untu menguur efisiensi dari suatu organisasi atau eurangannya (Das, 2009) 22 Desain untu Lingungan Pendeatan dari manajemen lingungan sudah dibuat, yaitu Desain untu Lingungan Biasanya disebut juga desain hijau, desain yang mengacu pada lingungan dan desain daur ulang Peneanan terhadap masalah lingungan menjadi permintaan penting dalam proses desain dimulai tahun 1970-an Namun pada tahun 1990-an, desain untu lingungan menjadi hal yang terpenting dalam omunitas desainer (Das, 2009) Desain untu lingungan menyediaan nilai tambah dengan : 1 Pengurangan biaya produsi, 2 Pengurangan pemborosan, 3 Kepuasan pelanggan terhadap elestarian lingungan, 4 Pengurangan beban-beban peraturan, 5 Sumber baru dari pendapatan dan euntungan, 6
6 Membuat budaya yang mengharapan perubahan Gambar 21 Green Design Life Cycle (Das, 2009) 1 Pengurangan Biaya Produsi Biaya dari bahan bau dan energi memberian ontribusi yang sangat berarti dalam total biaya produsi Desain untu lingungan mengurangi biaya produsi dengan : Pengurangan berat : meminimalan jumlah penggunaan bahan bau dengan menghindari desain yang berlebihan, Pengurangan jumlah pemborosan aibat pembuangan bahan sisa, Pemilihan dari bahan bau yang dapat digunaan ulang berdasaran datadata omersial (metal, engineering plastics), Mengadaptasi proses terbaru yang mengunaan sediit energi, 7
Menggunaan tenologi yang menggunaan energi rendah untu operasional 2 Pengurangan Pemborosan Dalam desain untu lingungan pemborosan buan untu dibuang, namun sebagai sumber daya yang belum digunaan Ada 2 pendeatan untu pengurangan pemborosan : Mengurangi sumber : gunaan proses terbaru yang dapat mengurangi pemborosan, Rubah pemborosan menjadi produ yang mempunyai nilai 3 Kepuasan Pelanggan terhadap Kelestarian Lingungan Peningatan pelanggan yang bertanya mengenai produ dan pelayanan yang tida memprodusi produ atau pemborosan Penyebab dari hal tersebut arena banya pelanggan, pribadi maupun omersial, berhadapan dengan biaya dan tanggung jawab untu menangani dan emudian membersihan sumber-sumber polusi Karena tempat pembuangan berurang, setiap perusahaan harus membuat produ yang lebih ramah lingungan dan bersih, jia ingin tetap menjalanan bisnisnya 4 Pengurangan Beban-Beban Peraturan Pemaaian energi yang tinggi tanpa adanya peraturan, peningatan secara signifian dalam penggunaan endaraan pribadi dan angutan masal, penebangan hutan secara sporadis, pemanasan global telah menurunan secara drastis tingat ualitas dari lingungan ita Banya negara secara tegas mengharusan adanya sistem manajemen lingungan seperti ISO 14000 5 Sumber Baru dari Pendapatan dan Keuntungan Desain untu lingungan memberian pondasi yang bai untu mengubah limbah menjadi produ yang lebih bernilai 6 Menciptaan Budaya yang Mengharapan Perubahan Desain untu lingungan mendorong orang untu memiiran embali siap manusia terhadap lingungannya Kedua alasan paling signifian bagi perubahan ini adalah biaya dan pelanggan (Das, 2009) 8
23 Polietilena (PE) Polietilena dibuat dengan jalan polimerisasi gas etilen, yang dapat diperoleh dengan memberi hydrogen gas pertolium pada pemecahan minya (nafta), gas alam atau asetilen Polimerisasi etilen ditunjuan pada reasi di bawah ini (Surdia, Saito, 1995) Gambar 22 Polimerisasi Polietilena (Surdia, 1995) Polietilena adalah bahan termoplasti yang transparan, berwarna putih, mempunyai titi leleh bervarisasi antara 110 0 C 137 0 C Umumnya polietilena bersifat resisten terhadap zat imia Pada suhu amar polietilena tida larut dalam pelarut organi dan anorgani Polietilena dapat terosidasi di udara pada temperatur tinggi dengan sinar ultraviolet Strutur rantai polietilena dapat berupa linier, bercabang atau beriatan silang (Billmeyer, 1984) Secara imia, polietilena sangat lembab Polimer ini tida larut dalam pelarut apapun pada suhu amar, tetapi mengembung oleh hidroarbon dan tetralorometana (arbon tetra lorida) Polietilena tahan terhadap asam dan basa, tetapi dapat dirusa oleh asam nitrat peat Polietilena tida tahan terhadap cahaya dan osigen (Cowd, 1991) Jenis polietilena yang banya digunaan adalah LDPE (Low Density Polyethylena) yang mempunyai rantai cabang dan HDPE (High Density Polyethylena) yang tida mempunyai cabang tetapi merupaan rantai utama yang lurus LDPE bersifat lentur, etahan listri yang bai, edap air, lebih luna dari HDPE, sifat absorbsi dan tembus cahaya urang bai HDPE memilii ecenderungan tida tahan terhadap perubahan cahaya sehingga mudah berubah warna oleh pengaruh cahaya matahari 9
231 Sifat-Sifat Fisia dan Meani Polietilena Tabel 21 Sifat Fisi dan Meani polietilena (Surdia, 1995) Sifat fisi dan meani LDPE rantai cabang Berat jenis (gr/cm 3 ) 0,91 0,94 HDPE 0,95 0,97 Titi leleh ( 0 C) 105 115 135 Keerasan 44 48 55 70 Kapasitas panas (j g -1 K -1 ) 1,916 1,916 Regangan (%) 150 600 12 700 Tegangan tari (N mm -2 ) 15,2 78,6 17,9 33,1 Modulus tari (N mm -2 ) 55,1 172 413 1034 Tegangan impa >16 0,8 14 Konstanta dieletri 2,28 2,32 Resitivitas (Ohm cm) 6 x 10 15 6 x 10 5 24 Estrusi Bahan Termoplasti Proses etrusi bahan termoplasti mempunyai prinsip yang hampir sama untu estrusi logam, hanya saja dalam mengestrusi bahan polimer tida lagi menggunaan ram seperti halnya estrusi logam, tetapi menggunaan sebuah screw Bahan bau yang digunaan dalam proses estrusi termoplasti ini juga berbeda dengan estrusi bahan logam Jia pada estrusi logam bahan bau yang dimasuan dalam bentu batangan, plat ataupun lembaran Pada estrusi polimer bahan bau yang digunaan adalah dalam bentu bijih plasti (pellet) Hasil produ dari proses estrusi termoplasti juga beranea ragam, seperti halnya pada estrusi logam Tetapi salah satu bentu produ yang paling mutahir adalah hasil produ yang berbentu ain (sheet) atau bentu film Dan hasil eluaran dari mesin estrusi ini 10
dapat diolah menjadi berbagai egunaan lain seperti antongan ataupun benang yang digunaan untu menganyam arung beras 25 Metodologi Six Sigma Strutur Six Sigma terdiri dari lima tahapan yang disingat DMAIC: Define, Analyze, Improve, Control Selain itu, esusesan implementasi Six Sigma ditentuan oleh ehadiran seorang (atau lebih) fasilitator yang memahami manajemen dan penggunaan statisti; fasilitator ini disebut dengan Blac Belt Namun yang terpenting di atas semua itu adalah team pelasana, yang sebainya terdiri dari anggota yang berasal dari berbagai tim/departemen yang saling terait (cross-functional team) Setiap tahap, mempunyai bagian-bagian yang mesti dilasanaan ataupun mempunyai jenis-jenis onsep statisti yang bisa dipaai, walaupun sebenarnya untu penggunaan statisti bisa cuup flesibel Implementasi dari Six Sigma meliputi 5 ativitas, yaitu define (D), measure (M) analyze (A), improve (I), control (C) atau lebih dienal dengan DMAIC 1) Define (D) Menentuan masalah (define) merupaan langah operasional pertama dalam program peningatan ualitas Six Sigma Dalam tahap ini perlu didefinisian beberapa hal terait dengan riteria pemilihan proye Six Sigma, peran dan tanggung jawab dari orang-orang yang aan terlibat dalam program Six Sigma, ebutuhan pelatihan untu orang-orang yang terlibat dalam proye Six Sigma, proses-proses unci dalam proye Six Sigma beserta pelanggannya, ebutuhan spesifi dari pelanggan, dan pernyataan tujuan proye Six Sigma Jadi, inti dari tahap ini adalah mengidentifiasi masalah dan tujuan proye Six Sigma Pada tahap define ada 2 hal yang perlu dilauan yaitu: 1 Mendefinisian proses inti perusahan, Proses inti adalah suatu rantai tugas, biasanya mencaup berbagai departemen atau fungsi yang mengiriman nilai (produ, jasa, 11
duungan, informasi) epada para pelanggan esternal Dalam hal pemilihan tema Six Sigma pertama-tama yang dilauan adalah mempertimbangan dan menjelasan tujuan dari suatu proses inti yang aan dievaluasi (Peter S Pende, 2000) 2 Mendefinisian ebutuhan spesifi ebutuhan pelanggan, Langah selanjutnya adalah mengidentifiasi pemain paling penting didalam semua proses, yani pelanggan, pelanggan bisa internal maupun esternal adalah tugas Blac Belt dan tim untu menentuan dengan bai apa yang diinginan pelanggan esternal Peerjaan ini membuat suara pelanggan (voice to customer - VOC) menjadi hal yang menantang Dalam hal mendefinisian ebutuhan spesifi dari pelanggan adalah memahami dan membedaan diantara dua ategori persyaratan ritis, yaitu persyaratan output dan persyartan pelayanan (Peter S Pende, 2000) 2) Measure (M) Menguur (measure) merupaan langah operasional edua dalam program peningatan ualitas Six Sigma pada tahap ini, terdapat tiga hal poo yang harus dilauan memilih atau menetuan arateristi ualitas (CTQ) unci yang berhubungan langsung dengan ebutuhan spesifi dari pelanggan Dalam langah yang edua dalam tahapan operasional pada program peningatan ualitas Six Sigma terdapat 3 hal poo yang dilauan yaitu: (Vincent Gaspersz, 2002: 72-198) a Menentuan arateristi ualitas unci, CTQ ditetapan berhubungan langsung dengan ebutuhan spesifi pelanggan yang diturunan secara langsung dari persyaratan - persayaratan output dan pelayanan arateristi ualitas sama dengan jumlah esempatan penyebab cacat (opportunities to failure) (Breyfogle III, Forest W, 1999: 140) b Mengembangan rencana pengumpulan data, Pada dasarnya penguuran arateristi ualitas dapat dilauan pada tiga tingat, yaitu: Rencana penguuran tingat proses, adalah menguur setiap langah atau ativitas dalam proses dan arateristi ualitas input yang diserahan oleh pemaso yang mengendalian dan mempengaruhi aratersiti ualitas output yang diinginan 12
Tujuan dari penguuran ini adalah mengidentifiasi setiap perilau yang mengatur setiap langah dalam proses Penguuran tingat output, menguur arateristi ualitas output yang dihasilan suatu proses dibandingan dengan arateristi ualitas yang diinginan pelanggan Rencana penguuran tingat outcome, menguur bagaimana bainya suatu produ atau jasa itu memenuhi ebutuhan spessifi dari pelanggan Jadi pada tingat ini adalah menguur epuasan pelanggan dalam menggunaan produ dan/atau jasa yang diserahan epada pelanggan (Vincent Gaspersz, 2002: 96) c) Penguuran baseline inerja, Peningatan ualitas six sigma yang telah ditetapan aan berfous pada upaya-upaya yang giat dalam peningatan ualitas menuju egagalan nol (zero defects) sehingga memberian epuasan total epada pelanggan Maa sebelum peningatan ualitas six sigma dimulai, ita harus mengetahui tingat inerja searang atau dalam terminologi Six Sigma disebut sebagai baseline inerja Setelah mengetahui baseline inerja maa emajuan peningatan-peningatan yang dicapai dapat diuur sepanjang masa berlau Six Sigma: Penguuran baseline inerja pada tingat proses, biasanya dilauan apabila itu terdiri dari beberapa sub proses Penguuran inerja pada tingat proses aan memberian bagian secara jelas dan onprehensif tentang segala sesuatu yang terjadi dalam sub proses itu Penguuran baseline inerja pada tingat output, dilauan secara langsung pada produ ahir yang aan diserahan pada pelanggan Penguuran dimasudan untu mengetahui sejauh mana output ahir dari proses itu untu memenuhi ebutuhan spesifi dari pelanggan, sebelum produ itu diserahan pada pelanggan Penguuran baseline inerja pada tingat outcome, dilauan secara langsung pada pelanggan yang menerima output (produ dan jasa) dari suatu proses Uuran hasil baseline inerja yang digunaan dalam Six Sigma adalah tingat DPMO (Defects Per Millions Oppurtunities) dan pencapaian tingat sigma (Vincent Gaspersz, 2002 : 99) 13
3) Analyze (A) Menganalisa (analyze) merupaan langah operasional etiga dalam program peningatan ualitas Six Sigma Pada tahap ini perlu dilauan bebrapa hal beriut menentuan stabilitas dan apabilitas/emampuan dari proses, menetapan target-target inerja dari arateristi ualitas unci (CTQ) yang aan ditingatan dalam proye Six Sigma, mengidentifiasi sumber-sumber dan aar penyebab ecacatan atau egagalan, dan mengonversian banya egagalan e dalam biaya egagalan ualitas Jadi, langah analyze digunaan untu menemuan aar masalah 4) Improve (I) Memperbaii (improve) merupaan langah operasional eempat dalam program peningatan ualitas Six Sigma Setelah dietahui sumber-sumber dan aar penyebab dari masalah ualitas, maa perlu dilauan penetapan rencana tindaan (action plans) Rencana-rencana tindaan aan mendesripsian tentang aloasi sumber-sumber daya serta prioritas dan atau alternatif yang dilauan dalam implementasi rencana tersebut Jadi, pada tahap ini aan diputusan apa yang harus dicapai (beraitan dengan target yang ditetapan), alasan egunaan (mengapa) rencana tindaan itu harus dilauan, dimana rencana tindaan itu aan diterapan atau dilauan, siapa yang aan menjadi penanggung jawab dari rencana tindaan tersebut, bagaimana melasanaan rencana tindaan itu, dan berapa besar biaya untu melasanaan rencana tindaan itu serta manfaat positif yang diterapan dari implementasi rencana tindaan itu Metode 5W-2H dapat digunaan pada tahap ini 5) Control (C) Kontrol (control) merupaan langah operasional terahir dalam proye peningatan ualitas Six Sigma Pada tahap ini hasil-hasil peningatan ualitas didoumentasian dan disebarluasan, prate-prate terbai yang suses dalam peningatan proses distandarisasian dan dijadian pedoman erja standar, serta epemilian atau tanggung jawab ditransfer dari tim Six Sigma pada pemili atau penanggung jawab proses Tujuan 14
dari tahap ini adalah untu meyainan bahwa modified process searang memampuan unci variabel untu tetap berada dalam range penerimaan yang telah ditetapan 26 Rancangan Percobaan Analisis ragam adalah suatu metode untu menguraian eragaman total data menjadi omponen-omponen yang menguur berbagai sumber eragaman Dalam suatu percobaan, tiga type jenis ertas ceta yang berbeda digunaan untu menceta sebuah brosur dengan menggunaan satu buah mesin ceta jenis Heidelberg Mesin ceta tersebut dijalanan dengan ecepatan yang sama dalam watu 30 menit Kita ingin menguji hipotesis nol bahwa etiga type jenis ertas tersebut secara rata-rata memberian jumlah hasil ceta yang sama Untu menguji apaah dua diantara etiga type jenis ertas tersebut memberian hasil yang berbeda nyata Dalam percobaan tersebut ita memperoleh dua omponen, yang pertama menguur eragaman yang disebaban oleh galat percobaan dan yang edua menguur eragaman yang disebaban oleh galat percobaan plus eragaman yang disebaban oleh perbedaan type jenis ertas Bila hipotesis nol benar, sehingga etiga type jenis ertas itu memberian hasil yang secara rata-rata sama, maa edua omponen itu masing-masing memberian nilai dugaan bagi galat percobaan Dengan demiian ita mendasaran uji ita pada perbandingan edua omponen tersebut dengan menggunaan sebaran F Teni analisis ragam digunaan sebagai suatu proses penguraian eragaman total data percobaan e dalam beberapa omponen yang menguur sumber-sumber eragaman data tersebut Penerapan langah itu bergantung pada rancangan percobaan yang yang digunaan untu membangitan data itu Dalam ebanyaan hal ilmuwan atau statistiawan memecahan masalah yang dihadapi dengan merencanaan percobaannya sesuai dengan rancangan-rancangan yang ada Yang paling sederhana di antara semua rancangan percobaan adalah rancangan aca lengap Rancangan ini dicirian dengan memberian perlauan secara aca pada seluruh bahan percobaan atau apabila semua fator yang mempengaruhi onsumen sudah 15
terpenuhi Bila perlauannya berupa tiga type jenis ertas ceta yang berbeda yang diceta pada mesin jenis yang sama dalam watu selama 30 menit, maa rancangannya diataan diaca secara lengap atau sempurna Bila ita mempuyai populasi Dari masing-masing populasi diambil contoh beruuran n, misalan pula bahwa populasi itu bebas dan menyebar normal dengan nilai tengah µ 1, µ 2,,µ 3 dan ragam sama σ 2 Kita ingin memperoleh cara dengan pengujian hipotesis H 0 : µ 1 = µ 2 = µ 3 H 1 : seurang-urangnya dua nilai tengah tida sama Misalan X ij adalah pengamatan e-j dari populasi e-i dan susunlah datanya seperti dalam tabel beriut ini : Tabel 22 Tabel Contoh Aca Populasi 1 2 i X 11 X 21 X i1 X 1 X 12 X 22 X i2 X 2 X 1n X 2n X in X n Total Nilai T 1 T 2 T i T T Tengah X 1 X 2 X i X X 16
Disini T i adalah total semua pengamatan dalam contoh dari populasi e-i, X i Adalah ratarata semua pengamatan dalam contoh dari populasi e-i, T adalah total semua n pengamatan, dan X adalah rata-rata semua n pengamatan Setiap pengamaan dapat ditulis dalam bentu X ij = µ i + ε ij Yang dalam hal ini ε ij adalah simpangan pengamatan e-j dalam contoh e-i dari nilai tengah populasi e-i Bentu lain yang lebih disuai bagi persamaan ini diperolah dengan mendistribusian µ i = µ + σ i, sedangan µ Adalah nilai tengah semua µ i ; artinya oleh arena itu ita dapat menulisan µ µ i i= = 1 xij = µ + α + i ij' dengan etentuan bahwa α = i= 1 i= 1 ( µ µ) = 0 sudah menjadi ebiasaan untu menyebut α i sebagai pengaruh populasi e-i Hipotesis nol bahwa semua nilai tengah populasi itu sama lawan alternatifnya bahwa seurang-urangnya dua nilai tengah tida sama, juga dapat dinyataan oleh hipotesis beriut setara H 0 : α 1 = α 2 = = α = 0 H 1 : seurang-urangnya satu α i tida sama dengan nol i 17
Uji ita aan didasaran pada perbandingan dua nilai dugaan yang bebas bagi ragam populasi σ 2 Niai dugaan itu dapat diperoleh dengan cara menguraian eragaman total menjadi dua omponen Ragam semua pengamatan bila semua pengamatan itu tida dielompo-elompoan diberian oleh rumus s 2 = n i= 1 j= 1 ( x ij n 1 x) 2 penjumlahan itu berarti bahwa ita menjumlahan semua emunginan suu, dan ini aan diperoleh dengan mengambil i dan j dari 1 sampai untu setiap nilai j dari 1 sampai n pembilang S 2 itu, yang disebut jumlah uadrat total, menguur eragaman total dalam data ita Keragaman total itu dapat diuraian melalui identitas beriut n 2 ( xij x) = n i= 1 j= 1 i= 1 ( x i x) 2 + n i= 1 j= 1 ( x ij 2 x) aan lebih memudahan bagi uraian selanjutnya bila suu-suu jumlah uadrat itu diberi notasi beriut: JKT = n i= 1 j= 1 ( x ij x) 2 = jumlah uadrat total, JKK = n i= 1 ( 2 xi x ) = jumlah uadrat untu nilai tengah olom, JKG = n i= 1 ( ) 2 xij xi = jumlah uadrat galat 18
persamaan Dengan demiian, identitas jumlah uadrat itu dapat dilambangan melauan JKT = JKK + JKG 27 Uji t Berpasangan (Paired t Test) Uji t berpasangan (Paired-Samples t Test) digunaan untu membandingan selisih dua purata (mean) dari dua sampel yang berpasangan dengan asumsi data terdistribusi normal Ada tiga bentu hipotesis untu uji-t dimana penggunaannya tergantung dari persoalan yang aan diuji : 1 Bentu uji hipotesis satu sisi (one-sided atau one-tailed test) untu sisi bawah (lower tailed) dengan hipotesis : H 0 : µ 1 µ 2 atau H 0 : µ D 0 H 1 : µ 1 < µ 2 atau H 1 : µ D < 0 di mana µ D = µ 1 - µ 2 2 Bentu uji hipotesis satu sisi (one-sided atau one-tailed test) untu sisi atas (upper tailed) dengan hipotesis : H 0 : µ 1 µ 2 atau H 0 : µ D 0 H 1 : µ 1 > µ 2 atau H 1 : µ D > 0 di mana µ D = µ 1 - µ 2 3 Bentu uji hipotesis dua sisi (two-sided atau two-tailed test) dengan hipotesis : H 0 : µ 1 = µ 2 atau H 0 : µ D = 0 H 1 : µ 1 µ 2 atau H 1 : µ D 0 di mana µ D = µ 1 - µ 2 Anda bebas menentuan mana yang µ 1 dan mana yang µ 2 19
28 Keuatan Meani Keuatan tari (σ t) adalah salah satu sifat dasar dari bahan polimer yang terpenting dan sering digunaan untu arateristi suatu bahan polimer Keuatan tari suatu bahan didefinisian sebagai besarnya beban masimum (F mas ) yang digunaan untu memutusan specimen bahan dibagi luas penampang awal (A o ) Tes euatan meani merupaan metode yang sering digunaan untu mengetahui arater euatan material Alat uji yang digunaan seperti gambar 23, yang terdiri dari satu batang tetap dan satu batang bergera dengan penjepitnya masing-masing Gambar 23 Alat Uji Keuatan Meani Plasti (Mar, 2006) Sampel uji untu tes euatan meani bisa berbentu dumbbell atau persegi panjang, seperti diperlihatan pada gambar 24 Gambar 24 Sampel Uji Keuatan Meani (Mar, 2006) Bila suatu bahan dienaan beban tari yang disebut tegangan (gaya per satuan luas), maa bahan aan mengalami perpanjangan (regangan) Kurva tegangan terhadap regangan merupaan gambaran arateristi dari sifat meani suatu bahan Disamping euatan 20
tari, sifat meani bahan juga diamati dari sifat emulurannya (ε) Hal ini dapat terlihat pada gambart 25 Gambar 25 Kurva Tegangan Regangan (Mar, 2006) 21