KINETIKA REAKSI BERKATALIS PADAT

dokumen-dokumen yang mirip
INTERPRETASI MOLEKULER KINETIKA REAKSI KIMIA

BAB III ANALISIS JALUR

Reaksi Katalisis Heterogen

KINETIKA REAKSI KIMIA TIM DOSEN KIMIA DASAR FTP UB 2012

TEORI KINETIKA REAKSI KIMIA

KINETIKA MIKRO DEKOMPOSISI METANA MENJADI KARBON NANOTUBE PADA PERMUKAAN KATALIS Ni-Cu-Al

BAB IV PERHITUNGAN HARGA PREMI BERDASARKAN FUNGSI PERMINTAAN PADA TITIK KESETIMBANGAN

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Kimia

Kurikulum 2013 Kelas 11 Kimia

BEBERAPA MODIFIKASI METODE NEWTON RAPHSON UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH AKAR GANDA. Supriadi Putra, M,Si

Pemodelan Lintasan Komet pada Tata Surya dengan Variasi Massa dan Posisi Ria Ananda a, Joko Sampurno a*, Boni P. Lapanporo a

DAFTAR ISI I. ALIRAN AIR DALAM TANAH (POMPA K) TEORI REMBESAN KONSOLIDASI DAN PENURUNAN STABILITAS LERENG. Mekanika Tanah II 0

BAB III PENENTUAN HARGA PREMI, FUNGSI PERMINTAAN, DAN TITIK KESETIMBANGANNYA

JUMLAH GRUP BAGIAN DALAM DARAB LANGSUNG GRUP SIKLIS BERHINGGA

Bahan Minggu II, III dan IV Tema : Kerangka acuan inersial dan Transformasi Lorentz Materi :

BAB ELASTISITAS. Pertambahan panjang pegas

BAB IV SIMULASI PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK. tempuh gelombang ultrasonik antara waktu upstream dan downstream untuk

TEKNIK REAKSI KIMIA II LUQMAN BUCHORI, ST, MT

BAB I BUNGA TUNGGAL DAN DISKONTO TUNGGAL. Terminologi: modal, suku bunga, bunga, dan jangka waktu.

4 Departemen Statistika FMIPA IPB

UJI BILANGAN PRIMA DENGAN GENERATOR 6n 1 PRIME NUMBER TESTING USING GENERATORS 6n 1

Kumpulan soal-soal level seleksi Kabupaten: Solusi: a a k

TINJAUAN KLASIK DAN RELATIVISTIK KESTABILAN ORBIT HAMPIR MELINGKAR DALAM MEDAN GAYA SENTRAL

MODEL MATEMATIKA KONSENTRASI OKSIGEN TERLARUT PADA EKOSISTEM PERAIRAN DANAU

MENENTUKAN KRITERIA PRIMA BERDASARKAN KONGRUEN LUCAS. Nani Anugrah Putri S 1, Sri Gemawati 2 ABSTRACT

3.1 TEOREMA DASAR ARITMATIKA

( s) PENDAHULUAN tersebut, fungsi intensitas (lokal) LANDASAN TEORI Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang

INTEGRAL TENTU. x 3. a=x 1. x 2. c 1. c 2. panjang selang bagian terpanjang dari partisi P. INTEGRAL LIPAT DUA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Optimasi Non-Linier. Metode Numeris

KINETIKA REAKSI HOMOGEN SISTEM BATCH. Kompetensi Materi Kuliah Ini-1. Kompetensi Materi Kuliah Ini-2 MATERI KULIAH. dengan Volume. Reaksi.

Mekanika Fluida 1. (Courtesy of Dr. Yogi Wibisono)

Kumpulan soal-soal level seleksi provinsi: solusi:

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KORELASI ANTARA DUA KELOMPOK VARIABEL KUANTITATIF DALAM ANALISIS KANONIK

INTEGRAL NUMERIK KUADRATUR ADAPTIF DENGAN KAIDAH SIMPSON. Makalah. Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Metode Numerik. yang dibimbing oleh

KINETIKA REAKSI NONKATALITIK FLUIDA-FLUIDA (GAS-CAIR)

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

MATA KULIAH MATEMATIKA TEKNIK 2 [KODE/SKS : KD / 2 SKS] Ruang Vektor

Materi. Menggambar Garis. Menggambar Garis 9/26/2008. Menggambar garis Algoritma DDA Algoritma Bressenham

Gambar 5. Siklus Stirling. Sekarang kita lihat empat tingkat siklus Stirling. Misalkan silinder mesin berisi

log log. log q 1 log. log15

BAB II LANDASAN TEORI

TINJAUAN MODEL ELEY - RIDEAL PADA KINETIKA OKSIDASI KATALITIK GAS BUANG

Soal-Jawab Fisika OSN x dan = min. Abaikan gesekan udara. v R Tentukan: a) besar kelajuan pelemparan v sebagai fungsi h. b) besar h maks.

ALGORITMA PENYELESAIAN PERSAMAAN DINAMIKA LIQUID CRYSTAL ELASTOMER

Geometri Bintang Berotasi Pada Keadaan Ambang

Studi dan Analisis mengenai Hill Cipher, Teknik Kriptanalisis dan Upaya Penanggulangannya

BAB IV APLIKASI PADA MATRIKS STOKASTIK

RINGKASAN SKRIPSI MODUL PERKALIAN

MODEL KINETIKA REAKSI BERTINGKAT UNTUK SINTESA BIODIESEL SKRIPSI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

PELABELAN FUZZY PADA GRAF. Siti Rahmah Nurshiami, Suroto, dan Fajar Hoeruddin Universitas Jenderal Soedirman.

Deret Pangkat. Ayundyah Kesumawati. June 23, Prodi Statistika FMIPA-UII

PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL SUTRIANI HIDRI

9. Koordinat Polar. Sudaryatno Sudirham

SOLUSI KESTABILAN PADA MASALAH MULTIPLIKATIF PARAMETRIK (STABILITY SOLUTION OF PARAMETRIC MULTIPLICATIVE PROBLEMS)

BAB III METODE SCHNABEL

BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK

KENDALI OPTIMAL PADA MASALAH INVENTORI YANG MENGALAMI PENINGKATAN

FISIKA. Kelas X GETARAN HARMONIS K-13. A. Getaran Harmonis Sederhana

Aplikasi diagonalisasi matriks pada rantai Markov

Ade Reza Wijaya, Neva Satyahadewi, Setyo Wira Rizki INTISARI

BAB IV METODE BELAJAR HEBBIAN

D. GAYA PEGAS. F pegas = - k x

TEKNIK REAKSI KIMIA III SISTEM REAKSI BIOKIMIA. Oleh : Prof. Dr. Ir. SRI REDJEKI MT JURUSAN TEKNIK KIMIA FTI UPN Veteran JAWA TIMUR

Aliran Air Tanah Pada Sumur Tunggal. Yanto, S.T., M.S.E. Aliran air tanah pada sumur tunggal dapat dibagi menjadi 4 sub-divisi, yaitu:

BAB 5 RUANG VEKTOR UMUM. Dr. Ir. Abdul Wahid Surhim, MT.

BAB 3 PRINSIP SANGKAR BURUNG MERPATI

PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL. Sutriani Hidri. Ja faruddin. Syafruddin Side, ABSTRAK

KAJIAN METODE BERBASIS MODEL PADA ANALISIS KELOMPOK DENGAN PERANGKAT LUNAK MCLUST

MEKANIKA TANAH HIDROLIKA TANAH DAN PERMEABILITAS MODUL 3

LATAR BELAKANG MATEMATIS

Tanggapan Waktu Alih Orde Tinggi

2. Menentukan koleksi inti ubi kayu dan mengevaluasi kebaikan koleksi inti yang diperoleh. METODE. Data

PERTEMUAN 02 PERBEDAAN ANTARA SISTEM DISKRIT DAN SISTEM KONTINU

KINETIKA TRANSESTERIFIKASI BIODIESEL JARAK PAGAR. Luqman Buchori, Setia Budi Sasongko *)

GEOMETRI BERHINGGA ATAS GF(P N ) UNTUK MEMBENTUK ORTHOGONAL SERIES DESIGNS

Pengaruh Sudut Keruncingan Dan Diameter Finial Franklin Terhadap Distribusi Medan Listrik Dan Tingkat Tegangan Tembus

Penerapan Sistem Persamaan Lanjar untuk Merancang Algoritma Kriptografi Klasik

Pemodelan Dan Eksperimen Untuk Menentukan Parameter Tumbukan Non Elastik Antara Benda Dengan Lantai

( x) LANDASAN TEORI. ω Ω ke satu dan hanya satu bilangan real X( ω ) disebut peubah acak. Ρ = Ρ. Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang

MODEL SISTEM ANTRIAN

PENERAPAN DYNAMIC PROGRAMMING DALAM WORD WRAP Wafdan Musa Nursakti ( )

4. Metode Mekanika Statistik

3. Sebaran Peluang Diskrit

PERSAMAAN DIFFERENSIAL PARSIAL DALAM KOORDINAT SILINDIRS PADA MASALAH KONDUKSI PANAS

BAB 2 TEORI PENUNJANG

II. TINJAUAN PUSTAKA. sebuah teknik yang baru yang disebut analisis ragam. Anara adalah suatu metode

a home base to excellence Mata Kuliah : Perancangan Struktur Baja Kode : TSP 306 Tekuk Torsi Lateral Pertemuan 9, 10

PENENTUAN FAKTOR SELEKTIFITAS PENISILIN G TERHADAP FENILASETAT SECARA EKSTRAKSI MEMBRAN CAIR EMULSI DENGAN MENGGUNAKAN CARRIER DIOKTILAMIN

VARIASI NILAI BATAS AWAL PADA HASIL ITERASI PERPINDAHAN PANAS METODE GAUSS-SEIDEL

Penggunaan Induksi Matematika untuk Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Ekspresi Reguler

CHAR A AC A TER E IS I T S IC I S S O F O

PENGUKURAN PENDAPATAN NASIONAL

Transkripsi:

INETI ESI ETLIS DT Sub oo ahasan: Setum ezim inetia; esamaan eceatan easi: inetia emuaan (Suface inetics); Difusi-dan- easi Simultan di Dalam oi atalis adat Fato eefetifan atiel atalis; Efe anas Selama easi; Metode Eseimen untu Menentuan esamaan eceatan easi SETUM EZIM INETI Tinjaulah sebuah sistem easi heteogen antaa eatan dengan sebuah atalis adat yang beoi: atalis adat odu easi (Lihat embali matei uliah sebelumnya tentang taha-taha teonesinya eatan menjadi odu easi untu sistem heteogen ini) Secaa eseluuhan (atau global), eceatan easi sistem ini ditentuan oleh:. inetia emuaan (suface inetics) atau eistiwa yang tejadi di emuaan atalis, bai emuaan dalam (oi) mauun emuaan lua atalis. eistiwa ini tedii atas: (a) adsosi eatan e emuaan, (b) easi di emuaan, dan (c) desosi odu dai emuaan atalis e alian bul.. Tahanan difusi melalui oi atalis adat (atau disebut juga tahanan difusi intenal) 3. Tahanan difusi melalui film batas anta-fase (atau disebut juga tahanan difusi estenal) dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman

4. ΔT atiel atalis adat, yani gadien suhu di dalam atiel atalis yang disebaban oleh tejadinya eleasan anas yang besa atau absosi selama easi. 5. ΔT film batas anta-fase, yani gadien suhu antaa emuaan lua atalis adat dengan alian bul. ebeaa asus untu enyedehanaan: Untu enyedehanaan, ΔT atiel dan ΔT film diasumsian mendeati nol (daat diabaian, atau ondisi diasumsian isotemal). Untu sistem easi fase gas yang melibatan atalis beoi (oous catalyst aticle), ada umumnya: (a) jia easi belangsung lambat, maa inetia easi eseluuhan hanya ditentuan oleh fato () (b) jia easi belangsung cuu ceat, maa inetia easi eseluuhan ditentuan oleh fato () dan (). Untu sistem easi fase cai yang melibatan atalis beoi, ada umumnya: (a) jia easi belangsung lambat, maa inetia easi eseluuhan ditentuan oleh fato () dan () (b) jia easi belangsung cuu ceat, maa inetia easi eseluuhan ditentuan oleh fato (), (), dan (3). Untu sistem easi yang melibatan catalyst coated suface, fato () dan (3) yang menentuan eceatan easi eseluuhan. Dalam banya asus, ecobaan atau eseimen inetia easi sistem ini diatu (atau diondisian) sedemiian ua sehingga fato inetia emuaan yang menjadi enentu eceatan easi eseluuhan. ESMN ECETN ESI: INETI EMUN (SUFCE INETICS) Dasa: eceatan easi dituunan atau dijabaan dengan mengambil asumsi bahwa easi beatalis adat belangsung ada sisi-sisi atif (actie sites) atau usat dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman

atif (actie centes) yang tedaat ada emuaan atalis. Tiga taha yang belangsung di emuaan: () adsosi eatan e emuaan, moleul eatan beiatan secaa imiawi dengan sebuah sisi atif atalis, () easi di emuaan (daat beua meanisme single-site mauun meanisme dual-sites), dan (3) desosi odu dai emuaan atif atalis (etiga taha ini sama dengan taha 3, 4, dan 5 ada matei uliah sebelumnya tentang 7 taha teonesinya eatan menjadi odu easi) etiga taha tesebut di atas diasumsian mencaai esetimbangan. eatan (adsobat) teadso secaa imiawi (chemisotion) e emuaan atif atalis (actie site, S) yang diiuti dengan tejadinya easi di emuaan. eistiwa adsosi secaa imia ini daat disajian dalam esamaan easi imia: a S S d Fenomena adsosi dan desosi imia tesebut dideati dengan menggunaan isotem adsosi. Isotem adsosi meuaan hubungan antaa teanan asial dengan onsentasi atau fasi zat yang teadso di emuaan adsoben, ada esetimbangan dan ada suhu T tetentu. ebeaa ilmuwan telah menjabaan teoi isotem adsosi, seeti Langmui, Feundlich, Temin, unaue, Emmet, dan Telle. Dalam banya asus, isotem adsosi yang diemuaan oleh Langmui yang biasa digunaan (aena elatif sedehana). (Untu lebih jelasnya, silahan nda baca dan elajai subbab 6. dan 6.3, halaman 7-9 (Hill, 977, n Intoduction to Chemical Engineeing inetics and eacto Design, New Yo: John Wiley & Sons, Inc.)) dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 3

Isotem dsosi Langmui sumsi-asumsi yang diambil oleh Langmui: () Setia titi ada emuaan atif atalis (acties sites) memunyai eatifan yang sama dalam mengadsosi adsobat. Setia actie site hanya mengaomodasi satu sesies tunggal teadso. () Tida ada inteasi anta moleul-moleul teadso. (3) adatan atau emuaan hanya daat mengadsosi dengan satu laisan saja (monolaye, buan multilaye). (4) Jenis moleul adsobat tetentu memunyai meanisme adsosi dan bentu teadso yang tetentu. (5) dsosi bau aan belangsung jia moleul adsobat betumbuan dengan actie site di emuaan atalis yang osong atau tida ditemati oleh moleul adsobat tetentu. ctie sites yang osong ini biasa disebut acant sites. (6) eceatan atau laju desosi begantung eada onsentasi adsobat yang teadso di emuaan atalis adat. Catatan: Saudaa dihaaan daat membedaan istilah-istilah absosi (enyeaan), adsosi (enjeaan), adsoben, dan adsobat. Contoh-contoh enjabaan Isotem dsosi () dsosi untu zat tunggal Sema easi: S eceatan adsosi eceatan desosi a d S : ads a : des d ada esetimbangan : ads des atau: a d a d... (i) dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 4

dengan: a d Neaca emuaan atif atalis adat: atau: - ( )... (ii) Substitusian (ii) e (i), sehingga dieoleh:... (iii) eteangan: S acant sites emuaan atif atalis adat S moleul zat yang teadso di actie sites atalis adat a onstanta eceatan adsosi imia d onstanta eceatan desosi imia onstanta esetimbangan adsosi teanan asial Catatan: Jia easi beatalis adat melibatan fase easi beua caian atau lautan, maa teanan asial setia omonennya ( i ) daat digantian dengan onsentasi (C i ). fasi emuaan atif atalis adat yang osong (acant) fasi emuaan atif yang ditemati oleh () dsosi untu dua zat ( dan ) yang saling beometisi Sema easi: S S S S Dengan caa yang sama seeti enjabaan sebelumnya: dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 5

ada esetimbangan: Neaca emuaan atif atalis adat: atau: - - - ( ) sehingga dieoleh: dan (3) dsosi untu zat tunggal yang disetai dengan disosiasi asus adsosi zat tunggal yang disetai dengan disosiasi ada umumnya tejadi ada moleul gas-gas beatom, seeti H, O, N Contoh: Untu gas H : H S HS Dengan caa yang sama seeti enjabaan sebelumnya: H ada esetimbangan: H H H H Neaca emuaan atif atalis adat: H H atau: - H H H ( H H ) H H dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 6

sehingga dieoleh: H H H H H Catatan: andingan dan cemati hasil enjabaan isotem adsosi untu etiga asus tesebut di atas. Silahan baca dan elajai eteangan lenganya di ab 6 (Hill, 977) Secaa umum, bentu isotem adsosi Langmui untu sejumlah n zat atau omonen ditentuan oleh: banyanya zat yang teadso di emuaan atif atalis, ondisi adsosinya (aaah disetai dengan disosiasi atau tida, teadsosi di emuaan secaa uat atau lemah), seta ebeadaan zat-zat yang besifat inet. Jia ada zat inet yang telibat dalam sistem easi, maa eistiwa adsosi zat inet tesebut haus diehitungan ula dalam enjabaan isotem adsosi. nalog dengan enjabaan esamaan eceatan easi bedasaan meanisme easi (yang telah dielajai ada matei uliah sebelumnya), bebeaa hal yang elu diehatian dan dicemati dalam enjabaan esamaan inetia emuaan (suface inetics) adalah: meanisme easi emuaan yang dieiaan belangsung, eesibilitas masing-masing taha easinya (di dalam meanisme), taha easi mana yang beean menjadi taha enentu atau engendali eceatan easi secaa eseluuhan, taha-taha easi mana yang belangsung eesibel (mencaai eadaan quasi equilibium), dan hubungan isotem adsosi Langmui untu asus sistem easi yang ditinjau. dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 7

Contoh-contoh enjabaan esamaan inetia emuaan Contoh #: easi fase gas beatalis adat: Meanisme easi edicted yang tejadi di emuaan atalis adat: (i) dsosi eatan : S S (ii) easi di emuaan : S S (iii) Desosi odu : S S S S S S (lambat) easi di emuaan atalis (taha (ii) yang belangsung lambat) meuaan taha engendali eceatan easi. etanyaan: esamaan eceatan easinya??? eceatan easi yang melibatan atalis adat daat dinyataan sebagai eceatan easi e satuan luas emuaan adatan ( ). Ingat embali bahwa: dni i '' S dt (S luas emuaan atalis) eceatan easi: taha yang lambat taha (ii) -... (.) edasaan meanisme easi, telihat bahwa semua eatan dan odu (,, dan ) teadso di emuaan atalis. Hubungan esetimbangan adsosi,, dan :... (.) -3 3-4 4 - - dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 8

dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 9 3 3... (.3) 4 4... (.4) Neaca emuaan atif atalis:... (.5) Substitusi (.), (.3), dan (.4) e (.5): ( )... (.6) sehingga:... (.7)... (.8)... (.9) Dengan demiian, esamaan inetia emuaan untu asus ini daat dieoleh dengan mensubstitusian (.6), (.7), (.8), dan (.9) e (.): - ( ) " atau: ( ) " dengan: onstanta esetimbangan taha easi di emuaan

Jia: dan " maa: ( ) Contoh #: easi fase gas beatalis adat: Meanisme easi edicted yang tejadi di emuaan atalis adat: (i) dsosi eatan : S S - S S (ii) easi di emuaan : S S (iii) Desosi odu : S S S S (lambat) S -5 S 5 easi di emuaan atalis (taha (ii) yang belangsung lambat) meuaan taha engendali eceatan easi. etanyaan: esamaan eceatan easinya??? eceatan easi: taha yang lambat taha (ii) 3... (.) edasaan meanisme easi, telihat bahwa semua eatan dan odu (,,, dan ) teadso di emuaan atalis. Hubungan esetimbangan adsosi untu: : dai taha (i)... (.) -4 4-3 dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 0

dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman : dai taha (i)... (.3) : dai taha (iii) 4 4... (.4) : dai taha (iii) 5 5... (.5) Neaca emuaan atif atalis:... (.6) Substitusi (.), (.3), (.4), dan (.5) e (.6): ( )... (.7) sehingga:... (.8)... (.9)... (.0)... (.) Dengan demiian, esamaan inetia emuaan untu asus ini daat dieoleh dengan mensubstitusian (.8) dan (.9) e (.): 3 ( ) 3 "

Contoh #3: easi fase gas beatalis adat: Meanisme easi edicted yang tejadi di emuaan atalis adat: (i) dsosi eatan : S S (ii) easi di emuaan : S S - 3 (iii) Desosi odu : S S (lambat) Taha desosi odu easi dai emuaan atalis (taha (iii) yang belangsung lambat) meuaan taha engendali eceatan easi. etanyaan: esamaan eceatan easinya??? eceatan easi: taha yang lambat taha (iii) 3... (3.) edasaan meanisme easi, telihat bahwa eatan dan odu easi sama-sama teadso di emuaan atalis. Namun demiian, taha adsosi belangsung eesibel sedangan desosi belangsung ieesibel. Hubungan esetimbangan adsosi untu (taha (i)):... (3.) Taha easi di emuaan atalis (taha ()) belangsung eesibel. Hubungan esetimbangan taha ini:... (3.3) Neaca emuaan atif atalis:... (3.4) - Substitusi (3.) dan (3.3) e (3.4): ( ) dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman

sehingga: dan... (3.5)... (3.6)... (3.7) Dengan demiian, esamaan inetia emuaan untu asus ini daat dieoleh dengan mensubstitusian (3.7) e (3.): 3 " " 3 atau: ( ) 3 dengan: onstanta esetimbangan taha easi di emuaan inetia easi untu Dua eatan dan Dua odu easi Lima emunginan meanisme easi beatalis adat antaa (dua) eatan, dan, dan menghasilan (dua) odu easi, C dan D: C D I. (i) dsosi eatan : S S S S (ii) easi di emuaan : S S CS DS (iii)desosi odu : CS C S DS D S II. (i) dsosi eatan : S S (ii) easi di emuaan : S CS D (iii)desosi odu : CS C S dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 3

III. (i) dsosi eatan : S S (ii) easi di emuaan : S CS D (iii)desosi odu : CS C S IV. (i) dsosi eatan : S S (ii) easi di emuaan : S C DS (iii)desosi odu : DS D S V. (i) dsosi eatan : S S (ii) easi di emuaan : S C DS (iii)desosi odu : DS D S edasaan enggambaan 5 (lima) meanisme tesebut di atas, telihat bahwa ada: Meanisme I: semua (edua) eatan dan odu easi sama-sama teadso di emuaan atif atalis. Meanisme easi yang seeti ini disebut meanisme Langmui- Hinshelwood (L-H) atau meanisme Hougen-Watson. ada meanisme ini, taha easi antaa dua eatanteadso (di emuaan atif atalis) meuaan taha yang lambat, sehingga menjadi taha engendali atau taha enentu eceatan easi. Meanisme II, III, IV, dan V: hanya salah satu eatan dan salah satu odu easi yang teadso di emuaan. Meanisme seeti ini disebut meanisme Eley-ideal (E-). Latihan #: () Ulangi untu asus easi seeti ada contoh #, tetai taha easi di emuaan belangsung ieesibel (tida bolabali). Meanisme easi edicted yang tejadi di emuaan atalis adat: (i) dsosi eatan : S S - dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 4

(ii) easi di emuaan : S S S S (lambat) (iii) Desosi odu : S 3 S S -4 4 S easi di emuaan atalis (taha (ii) yang belangsung lambat) meuaan taha engendali eceatan easi. etanyaan: esamaan eceatan easinya??? () Ulangi untu asus easi seeti ada contoh #, tetai taha easi di emuaan belangsung eesibel (bola-bali). Meanisme easi edicted yang tejadi di emuaan atalis adat: (i) dsosi eatan : S S - S S - (ii) easi di emuaan : S S -3 3 S S (lambat) (iii) Desosi odu : S S S -5 S 5 easi di emuaan atalis (taha (ii) yang belangsung lambat) meuaan taha engendali eceatan easi. etanyaan: esamaan eceatan easinya??? (3) Dalam sebuah eseimen, easi catalytic-cacing cumene: Cumene oylene benzene C dengan atalis adat silia alumina ada suhu 950 o C dan mulamula hanya tedaat cumene, menghasilan data-data (initial ate, '' 0, esus total essue, tot ) sebagai beiut: -3-4 4 dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 5

tot 4, 7 4,4,5 0,0835 0,0737 0,0733 0,065 0,05 '' 0 Untu menjelasan hasil eseimen tesebut, diusulanlah (meanisme) yang dieiaan tejadi untu easi ini, yani sebuah meanisme (meanisme single-site) dan meanisme (meanisme dual-sites). Meanisme (single-site): (i) adsosi eatan e emuaan atalis: C S CS - (ii) easi di emuaan atalis : CS S - (iii) desosi odu easi dai emuaan: -3 S S 3 Meanisme (dual-sites): (i) adsosi eatan e emuaan atalis: C S CS - (ii) easi di emuaan atalis: CS S -4 S S 4 (iii) desosi odu easi dai emuaan: S -3 3 S S -5 S 5 nggaan yang digunaan untu menuunan esamaan inetia easi beatalis ini adalah bahwa taha easi di emuaan (taha (ii)) meuaan taha enentu eceatan easi eseluuhan. dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 6

etanyaan: Di antaa edua eiaan meanisme tesebut di atas, meanisme manaah yang (lebih) onsisten tehada data eseimen, meanisme atau meanisme? etunju enyelesaian soal: (a) Tuunan atau jabaan esamaan laju/ eceatan easi ataliti (atau inetia emuaan) untu masing-masing meanisme. (b) aena eseimen menggunaan data-data initial ate ( '' ), maa daat diambil endeatan bahwa: 0 ada t 0: '' 0 C C0 tot 0, dan 0 (aena oylene () dan benzene () diangga belum semat tebentu ada saat-saat awal easi belangsung) (c) Linieisasian esamaan eceatan easi (yang telah disedehanaan bedasaan endeatan ada buti (b)) yang dieoleh. (d) Gunaan teni least-squaes dan/atau metode gafis (tehada lot linie yang besesuaian) untu mengamati dan menganalisis esesuaian antaa lot yang dihasilan dengan ecendeungan data eseimen. (e) eian esimulan atas hasil engamatan dan analisis Saudaa. (4) (a) Fo the decomosition of NH 3 () on t (as catalyst), what is the fom of the ate law, accoding to the Langmui-Hinshelwood model, if NH 3 (eactant) is wealy adsobed and H (oduct) is stongly adsobed on t? Exlain biefly. ssume that N does not affect the ate. (b) Do the following exeimental esults, obtained by Hinshelwood and u (95) in a constant-olume batch eacto at 4, suot the fom used in at (a)? dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 7

t (s) 0 0 60 0 40 360 70 tot (a) 6,7 30,4 34, 36,3 38,5 40,0 4,7 tot is total essue, and only NH 3 is esent initially. Justify you answe quantitatiely, fo examle, by using the exeimental data in conjunction with the fom gien in at (a). Use atial essue as a measue of concentation. (Catatan: Soal nomo 4 ini meuaan soal nomo 8-0, halaman (Missen, 999)) DIFUSI-DN-ESI SIMULTN DI DLM OI TLIS DT FTO EEFETIFN TIEL TLIS etia difusi dan easi belangsung secaa simultan di dalam stutu adatan atalis beoi, maa aan tebentu gadien onsentasi eatan dan odu di seanjang oi. Dalam hal ini, daat ditinjau dua asus (eadaan), yani:. Jia oses difusi belangsung lebih ceat dibandingan dengan taha-taha oses yang tejadi di emuaan, maa eseluuhan bagian emuaan dalam atalis aan efetif dalam memomosian tejadinya easi. Hal ini disebaban moleul-moleul eatan aan teseba secaa meata ada stutu oi atalis, sebelum moleul eatan tesebut memunyai cuu watu untu beeasi. ada eadaan ini, hanya tedaat gadien onsentasi yang ecil di antaa emuaan lua dan dalam atiel, seta eceatan difusi moleul melalui oi aan sama dengan eceatan easi di dalam oi. Dalam hal ini, inetia yang teuu adalah inetia intinsi yang sebenanya (tue intinsic inetics).. Jia atalis sangat atif, maa banya moleul eatan yang teonesi menjadi odu easi sebelum moleul eatan tesebut memunyai cuu watu untu bedifusi e dalam stutu oi. da gadien onsentasi yang leba antaa emuaan lua dan dalam atiel. Di bagian tengah oi, dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 8

onsentasinya aan sangat endah dengan gadien onsentasi yang ecil, dan onsentasi odu easi aan sangat tinggi. Jia diamati, easi secaa eseluuhan aan belangsung ada laisan tiis bagian lua atiel atalis. Dalam hal ini, emuaan-dalam oi atalis disebut tida efetif atau uang efetif. eenaan dengan ondisi nomo, ada ondisi engoeasian steady-state, eceatan difusi eatan-e-dalam dan odu-easielua oi sama dengan eceatan easi yang tejadi di dalam oi. Dengan mengasumsian bahwa atiel atalis beada ada ondisi isotemal, maa eceatan easi ata-ata, secaa umum, aan menjadi lebih ecil dibandingan dengan eadaan jia tana adanya hambatan atau tahanan eindahan massa. Dengan demiian, inetia yang teuu buanlah tue intinsic inetics. Oleh aena itulah, sebuah fato eefetifan atiel atalis (η) (effectieness facto) didefinisian sebagai beiut: atau: atau: η η η actual ate fo the entie catalyst aticle ate ealuated at exteio suface conditions actual mean eaction ate within oe ate if not slowed by oe diffusion ate ate with diffusion without diffusion esis tan ce sehingga: ate with diffusion η. ate without diffusion esistance η menyataan fasi luas emuaan atalis yang efetif etia engauh easi dan eindahan massa intenal (difusi melalui oi atalis) saling beinteasi. dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 9