KINETIKA REAKSI BERKATALIS PADAT
|
|
|
- Indra Tedjo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 INETI ESI ETLIS DT Sub oo ahasan: Setum ezim inetia; esamaan eceatan easi: inetia emuaan (Suface inetics); Difusi-dan- easi Simultan di Dalam oi atalis adat Fato eefetifan atiel atalis; Efe anas Selama easi; Metode Eseimen untu Menentuan esamaan eceatan easi SETUM EZIM INETI Tinjaulah sebuah sistem easi heteogen antaa eatan dengan sebuah atalis adat yang beoi: atalis adat odu easi (Lihat embali matei uliah sebelumnya tentang taha-taha teonesinya eatan menjadi odu easi untu sistem heteogen ini) Secaa eseluuhan (atau global), eceatan easi sistem ini ditentuan oleh:. inetia emuaan (suface inetics) atau eistiwa yang tejadi di emuaan atalis, bai emuaan dalam (oi) mauun emuaan lua atalis. eistiwa ini tedii atas: (a) adsosi eatan e emuaan, (b) easi di emuaan, dan (c) desosi odu dai emuaan atalis e alian bul.. Tahanan difusi melalui oi atalis adat (atau disebut juga tahanan difusi intenal) 3. Tahanan difusi melalui film batas anta-fase (atau disebut juga tahanan difusi estenal) dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman
2 4. ΔT atiel atalis adat, yani gadien suhu di dalam atiel atalis yang disebaban oleh tejadinya eleasan anas yang besa atau absosi selama easi. 5. ΔT film batas anta-fase, yani gadien suhu antaa emuaan lua atalis adat dengan alian bul. ebeaa asus untu enyedehanaan: Untu enyedehanaan, ΔT atiel dan ΔT film diasumsian mendeati nol (daat diabaian, atau ondisi diasumsian isotemal). Untu sistem easi fase gas yang melibatan atalis beoi (oous catalyst aticle), ada umumnya: (a) jia easi belangsung lambat, maa inetia easi eseluuhan hanya ditentuan oleh fato () (b) jia easi belangsung cuu ceat, maa inetia easi eseluuhan ditentuan oleh fato () dan (). Untu sistem easi fase cai yang melibatan atalis beoi, ada umumnya: (a) jia easi belangsung lambat, maa inetia easi eseluuhan ditentuan oleh fato () dan () (b) jia easi belangsung cuu ceat, maa inetia easi eseluuhan ditentuan oleh fato (), (), dan (3). Untu sistem easi yang melibatan catalyst coated suface, fato () dan (3) yang menentuan eceatan easi eseluuhan. Dalam banya asus, ecobaan atau eseimen inetia easi sistem ini diatu (atau diondisian) sedemiian ua sehingga fato inetia emuaan yang menjadi enentu eceatan easi eseluuhan. ESMN ECETN ESI: INETI EMUN (SUFCE INETICS) Dasa: eceatan easi dituunan atau dijabaan dengan mengambil asumsi bahwa easi beatalis adat belangsung ada sisi-sisi atif (actie sites) atau usat dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman
3 atif (actie centes) yang tedaat ada emuaan atalis. Tiga taha yang belangsung di emuaan: () adsosi eatan e emuaan, moleul eatan beiatan secaa imiawi dengan sebuah sisi atif atalis, () easi di emuaan (daat beua meanisme single-site mauun meanisme dual-sites), dan (3) desosi odu dai emuaan atif atalis (etiga taha ini sama dengan taha 3, 4, dan 5 ada matei uliah sebelumnya tentang 7 taha teonesinya eatan menjadi odu easi) etiga taha tesebut di atas diasumsian mencaai esetimbangan. eatan (adsobat) teadso secaa imiawi (chemisotion) e emuaan atif atalis (actie site, S) yang diiuti dengan tejadinya easi di emuaan. eistiwa adsosi secaa imia ini daat disajian dalam esamaan easi imia: a S S d Fenomena adsosi dan desosi imia tesebut dideati dengan menggunaan isotem adsosi. Isotem adsosi meuaan hubungan antaa teanan asial dengan onsentasi atau fasi zat yang teadso di emuaan adsoben, ada esetimbangan dan ada suhu T tetentu. ebeaa ilmuwan telah menjabaan teoi isotem adsosi, seeti Langmui, Feundlich, Temin, unaue, Emmet, dan Telle. Dalam banya asus, isotem adsosi yang diemuaan oleh Langmui yang biasa digunaan (aena elatif sedehana). (Untu lebih jelasnya, silahan nda baca dan elajai subbab 6. dan 6.3, halaman 7-9 (Hill, 977, n Intoduction to Chemical Engineeing inetics and eacto Design, New Yo: John Wiley & Sons, Inc.)) dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 3
4 Isotem dsosi Langmui sumsi-asumsi yang diambil oleh Langmui: () Setia titi ada emuaan atif atalis (acties sites) memunyai eatifan yang sama dalam mengadsosi adsobat. Setia actie site hanya mengaomodasi satu sesies tunggal teadso. () Tida ada inteasi anta moleul-moleul teadso. (3) adatan atau emuaan hanya daat mengadsosi dengan satu laisan saja (monolaye, buan multilaye). (4) Jenis moleul adsobat tetentu memunyai meanisme adsosi dan bentu teadso yang tetentu. (5) dsosi bau aan belangsung jia moleul adsobat betumbuan dengan actie site di emuaan atalis yang osong atau tida ditemati oleh moleul adsobat tetentu. ctie sites yang osong ini biasa disebut acant sites. (6) eceatan atau laju desosi begantung eada onsentasi adsobat yang teadso di emuaan atalis adat. Catatan: Saudaa dihaaan daat membedaan istilah-istilah absosi (enyeaan), adsosi (enjeaan), adsoben, dan adsobat. Contoh-contoh enjabaan Isotem dsosi () dsosi untu zat tunggal Sema easi: S eceatan adsosi eceatan desosi a d S : ads a : des d ada esetimbangan : ads des atau: a d a d... (i) dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 4
5 dengan: a d Neaca emuaan atif atalis adat: atau: - ( )... (ii) Substitusian (ii) e (i), sehingga dieoleh:... (iii) eteangan: S acant sites emuaan atif atalis adat S moleul zat yang teadso di actie sites atalis adat a onstanta eceatan adsosi imia d onstanta eceatan desosi imia onstanta esetimbangan adsosi teanan asial Catatan: Jia easi beatalis adat melibatan fase easi beua caian atau lautan, maa teanan asial setia omonennya ( i ) daat digantian dengan onsentasi (C i ). fasi emuaan atif atalis adat yang osong (acant) fasi emuaan atif yang ditemati oleh () dsosi untu dua zat ( dan ) yang saling beometisi Sema easi: S S S S Dengan caa yang sama seeti enjabaan sebelumnya: dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 5
6 ada esetimbangan: Neaca emuaan atif atalis adat: atau: ( ) sehingga dieoleh: dan (3) dsosi untu zat tunggal yang disetai dengan disosiasi asus adsosi zat tunggal yang disetai dengan disosiasi ada umumnya tejadi ada moleul gas-gas beatom, seeti H, O, N Contoh: Untu gas H : H S HS Dengan caa yang sama seeti enjabaan sebelumnya: H ada esetimbangan: H H H H Neaca emuaan atif atalis adat: H H atau: - H H H ( H H ) H H dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 6
7 sehingga dieoleh: H H H H H Catatan: andingan dan cemati hasil enjabaan isotem adsosi untu etiga asus tesebut di atas. Silahan baca dan elajai eteangan lenganya di ab 6 (Hill, 977) Secaa umum, bentu isotem adsosi Langmui untu sejumlah n zat atau omonen ditentuan oleh: banyanya zat yang teadso di emuaan atif atalis, ondisi adsosinya (aaah disetai dengan disosiasi atau tida, teadsosi di emuaan secaa uat atau lemah), seta ebeadaan zat-zat yang besifat inet. Jia ada zat inet yang telibat dalam sistem easi, maa eistiwa adsosi zat inet tesebut haus diehitungan ula dalam enjabaan isotem adsosi. nalog dengan enjabaan esamaan eceatan easi bedasaan meanisme easi (yang telah dielajai ada matei uliah sebelumnya), bebeaa hal yang elu diehatian dan dicemati dalam enjabaan esamaan inetia emuaan (suface inetics) adalah: meanisme easi emuaan yang dieiaan belangsung, eesibilitas masing-masing taha easinya (di dalam meanisme), taha easi mana yang beean menjadi taha enentu atau engendali eceatan easi secaa eseluuhan, taha-taha easi mana yang belangsung eesibel (mencaai eadaan quasi equilibium), dan hubungan isotem adsosi Langmui untu asus sistem easi yang ditinjau. dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 7
8 Contoh-contoh enjabaan esamaan inetia emuaan Contoh #: easi fase gas beatalis adat: Meanisme easi edicted yang tejadi di emuaan atalis adat: (i) dsosi eatan : S S (ii) easi di emuaan : S S (iii) Desosi odu : S S S S S S (lambat) easi di emuaan atalis (taha (ii) yang belangsung lambat) meuaan taha engendali eceatan easi. etanyaan: esamaan eceatan easinya??? eceatan easi yang melibatan atalis adat daat dinyataan sebagai eceatan easi e satuan luas emuaan adatan ( ). Ingat embali bahwa: dni i '' S dt (S luas emuaan atalis) eceatan easi: taha yang lambat taha (ii) -... (.) edasaan meanisme easi, telihat bahwa semua eatan dan odu (,, dan ) teadso di emuaan atalis. Hubungan esetimbangan adsosi,, dan :... (.) dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 8
9 dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman (.3) (.4) Neaca emuaan atif atalis:... (.5) Substitusi (.), (.3), dan (.4) e (.5): ( )... (.6) sehingga:... (.7)... (.8)... (.9) Dengan demiian, esamaan inetia emuaan untu asus ini daat dieoleh dengan mensubstitusian (.6), (.7), (.8), dan (.9) e (.): - ( ) " atau: ( ) " dengan: onstanta esetimbangan taha easi di emuaan
10 Jia: dan " maa: ( ) Contoh #: easi fase gas beatalis adat: Meanisme easi edicted yang tejadi di emuaan atalis adat: (i) dsosi eatan : S S - S S (ii) easi di emuaan : S S (iii) Desosi odu : S S S S (lambat) S -5 S 5 easi di emuaan atalis (taha (ii) yang belangsung lambat) meuaan taha engendali eceatan easi. etanyaan: esamaan eceatan easinya??? eceatan easi: taha yang lambat taha (ii) 3... (.) edasaan meanisme easi, telihat bahwa semua eatan dan odu (,,, dan ) teadso di emuaan atalis. Hubungan esetimbangan adsosi untu: : dai taha (i)... (.) dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 0
11 dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman : dai taha (i)... (.3) : dai taha (iii) (.4) : dai taha (iii) (.5) Neaca emuaan atif atalis:... (.6) Substitusi (.), (.3), (.4), dan (.5) e (.6): ( )... (.7) sehingga:... (.8)... (.9)... (.0)... (.) Dengan demiian, esamaan inetia emuaan untu asus ini daat dieoleh dengan mensubstitusian (.8) dan (.9) e (.): 3 ( ) 3 "
12 Contoh #3: easi fase gas beatalis adat: Meanisme easi edicted yang tejadi di emuaan atalis adat: (i) dsosi eatan : S S (ii) easi di emuaan : S S - 3 (iii) Desosi odu : S S (lambat) Taha desosi odu easi dai emuaan atalis (taha (iii) yang belangsung lambat) meuaan taha engendali eceatan easi. etanyaan: esamaan eceatan easinya??? eceatan easi: taha yang lambat taha (iii) 3... (3.) edasaan meanisme easi, telihat bahwa eatan dan odu easi sama-sama teadso di emuaan atalis. Namun demiian, taha adsosi belangsung eesibel sedangan desosi belangsung ieesibel. Hubungan esetimbangan adsosi untu (taha (i)):... (3.) Taha easi di emuaan atalis (taha ()) belangsung eesibel. Hubungan esetimbangan taha ini:... (3.3) Neaca emuaan atif atalis:... (3.4) - Substitusi (3.) dan (3.3) e (3.4): ( ) dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman
13 sehingga: dan... (3.5)... (3.6)... (3.7) Dengan demiian, esamaan inetia emuaan untu asus ini daat dieoleh dengan mensubstitusian (3.7) e (3.): 3 " " 3 atau: ( ) 3 dengan: onstanta esetimbangan taha easi di emuaan inetia easi untu Dua eatan dan Dua odu easi Lima emunginan meanisme easi beatalis adat antaa (dua) eatan, dan, dan menghasilan (dua) odu easi, C dan D: C D I. (i) dsosi eatan : S S S S (ii) easi di emuaan : S S CS DS (iii)desosi odu : CS C S DS D S II. (i) dsosi eatan : S S (ii) easi di emuaan : S CS D (iii)desosi odu : CS C S dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 3
14 III. (i) dsosi eatan : S S (ii) easi di emuaan : S CS D (iii)desosi odu : CS C S IV. (i) dsosi eatan : S S (ii) easi di emuaan : S C DS (iii)desosi odu : DS D S V. (i) dsosi eatan : S S (ii) easi di emuaan : S C DS (iii)desosi odu : DS D S edasaan enggambaan 5 (lima) meanisme tesebut di atas, telihat bahwa ada: Meanisme I: semua (edua) eatan dan odu easi sama-sama teadso di emuaan atif atalis. Meanisme easi yang seeti ini disebut meanisme Langmui- Hinshelwood (L-H) atau meanisme Hougen-Watson. ada meanisme ini, taha easi antaa dua eatanteadso (di emuaan atif atalis) meuaan taha yang lambat, sehingga menjadi taha engendali atau taha enentu eceatan easi. Meanisme II, III, IV, dan V: hanya salah satu eatan dan salah satu odu easi yang teadso di emuaan. Meanisme seeti ini disebut meanisme Eley-ideal (E-). Latihan #: () Ulangi untu asus easi seeti ada contoh #, tetai taha easi di emuaan belangsung ieesibel (tida bolabali). Meanisme easi edicted yang tejadi di emuaan atalis adat: (i) dsosi eatan : S S - dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 4
15 (ii) easi di emuaan : S S S S (lambat) (iii) Desosi odu : S 3 S S -4 4 S easi di emuaan atalis (taha (ii) yang belangsung lambat) meuaan taha engendali eceatan easi. etanyaan: esamaan eceatan easinya??? () Ulangi untu asus easi seeti ada contoh #, tetai taha easi di emuaan belangsung eesibel (bola-bali). Meanisme easi edicted yang tejadi di emuaan atalis adat: (i) dsosi eatan : S S - S S - (ii) easi di emuaan : S S -3 3 S S (lambat) (iii) Desosi odu : S S S -5 S 5 easi di emuaan atalis (taha (ii) yang belangsung lambat) meuaan taha engendali eceatan easi. etanyaan: esamaan eceatan easinya??? (3) Dalam sebuah eseimen, easi catalytic-cacing cumene: Cumene oylene benzene C dengan atalis adat silia alumina ada suhu 950 o C dan mulamula hanya tedaat cumene, menghasilan data-data (initial ate, '' 0, esus total essue, tot ) sebagai beiut: dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 5
16 tot 4, 7 4,4,5 0,0835 0,0737 0,0733 0,065 0,05 '' 0 Untu menjelasan hasil eseimen tesebut, diusulanlah (meanisme) yang dieiaan tejadi untu easi ini, yani sebuah meanisme (meanisme single-site) dan meanisme (meanisme dual-sites). Meanisme (single-site): (i) adsosi eatan e emuaan atalis: C S CS - (ii) easi di emuaan atalis : CS S - (iii) desosi odu easi dai emuaan: -3 S S 3 Meanisme (dual-sites): (i) adsosi eatan e emuaan atalis: C S CS - (ii) easi di emuaan atalis: CS S -4 S S 4 (iii) desosi odu easi dai emuaan: S -3 3 S S -5 S 5 nggaan yang digunaan untu menuunan esamaan inetia easi beatalis ini adalah bahwa taha easi di emuaan (taha (ii)) meuaan taha enentu eceatan easi eseluuhan. dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 6
17 etanyaan: Di antaa edua eiaan meanisme tesebut di atas, meanisme manaah yang (lebih) onsisten tehada data eseimen, meanisme atau meanisme? etunju enyelesaian soal: (a) Tuunan atau jabaan esamaan laju/ eceatan easi ataliti (atau inetia emuaan) untu masing-masing meanisme. (b) aena eseimen menggunaan data-data initial ate ( '' ), maa daat diambil endeatan bahwa: 0 ada t 0: '' 0 C C0 tot 0, dan 0 (aena oylene () dan benzene () diangga belum semat tebentu ada saat-saat awal easi belangsung) (c) Linieisasian esamaan eceatan easi (yang telah disedehanaan bedasaan endeatan ada buti (b)) yang dieoleh. (d) Gunaan teni least-squaes dan/atau metode gafis (tehada lot linie yang besesuaian) untu mengamati dan menganalisis esesuaian antaa lot yang dihasilan dengan ecendeungan data eseimen. (e) eian esimulan atas hasil engamatan dan analisis Saudaa. (4) (a) Fo the decomosition of NH 3 () on t (as catalyst), what is the fom of the ate law, accoding to the Langmui-Hinshelwood model, if NH 3 (eactant) is wealy adsobed and H (oduct) is stongly adsobed on t? Exlain biefly. ssume that N does not affect the ate. (b) Do the following exeimental esults, obtained by Hinshelwood and u (95) in a constant-olume batch eacto at 4, suot the fom used in at (a)? dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 7
18 t (s) tot (a) 6,7 30,4 34, 36,3 38,5 40,0 4,7 tot is total essue, and only NH 3 is esent initially. Justify you answe quantitatiely, fo examle, by using the exeimental data in conjunction with the fom gien in at (a). Use atial essue as a measue of concentation. (Catatan: Soal nomo 4 ini meuaan soal nomo 8-0, halaman (Missen, 999)) DIFUSI-DN-ESI SIMULTN DI DLM OI TLIS DT FTO EEFETIFN TIEL TLIS etia difusi dan easi belangsung secaa simultan di dalam stutu adatan atalis beoi, maa aan tebentu gadien onsentasi eatan dan odu di seanjang oi. Dalam hal ini, daat ditinjau dua asus (eadaan), yani:. Jia oses difusi belangsung lebih ceat dibandingan dengan taha-taha oses yang tejadi di emuaan, maa eseluuhan bagian emuaan dalam atalis aan efetif dalam memomosian tejadinya easi. Hal ini disebaban moleul-moleul eatan aan teseba secaa meata ada stutu oi atalis, sebelum moleul eatan tesebut memunyai cuu watu untu beeasi. ada eadaan ini, hanya tedaat gadien onsentasi yang ecil di antaa emuaan lua dan dalam atiel, seta eceatan difusi moleul melalui oi aan sama dengan eceatan easi di dalam oi. Dalam hal ini, inetia yang teuu adalah inetia intinsi yang sebenanya (tue intinsic inetics).. Jia atalis sangat atif, maa banya moleul eatan yang teonesi menjadi odu easi sebelum moleul eatan tesebut memunyai cuu watu untu bedifusi e dalam stutu oi. da gadien onsentasi yang leba antaa emuaan lua dan dalam atiel. Di bagian tengah oi, dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 8
19 onsentasinya aan sangat endah dengan gadien onsentasi yang ecil, dan onsentasi odu easi aan sangat tinggi. Jia diamati, easi secaa eseluuhan aan belangsung ada laisan tiis bagian lua atiel atalis. Dalam hal ini, emuaan-dalam oi atalis disebut tida efetif atau uang efetif. eenaan dengan ondisi nomo, ada ondisi engoeasian steady-state, eceatan difusi eatan-e-dalam dan odu-easielua oi sama dengan eceatan easi yang tejadi di dalam oi. Dengan mengasumsian bahwa atiel atalis beada ada ondisi isotemal, maa eceatan easi ata-ata, secaa umum, aan menjadi lebih ecil dibandingan dengan eadaan jia tana adanya hambatan atau tahanan eindahan massa. Dengan demiian, inetia yang teuu buanlah tue intinsic inetics. Oleh aena itulah, sebuah fato eefetifan atiel atalis (η) (effectieness facto) didefinisian sebagai beiut: atau: atau: η η η actual ate fo the entie catalyst aticle ate ealuated at exteio suface conditions actual mean eaction ate within oe ate if not slowed by oe diffusion ate ate with diffusion without diffusion esis tan ce sehingga: ate with diffusion η. ate without diffusion esistance η menyataan fasi luas emuaan atalis yang efetif etia engauh easi dan eindahan massa intenal (difusi melalui oi atalis) saling beinteasi. dy/igsb/007/inetia easi beatalis adat/halaman 9
INTERPRETASI MOLEKULER KINETIKA REAKSI KIMIA
INTEPETASI MOLEKULE KINETIKA EAKSI KIMIA PENGAU KONSENTASI PADA PESAMAAN KEEPATAN EAKSI (ONENTATION-DEPENDENT TEM) easi Tunggal dan easi Ganda easi Tunggal (Single-eaction): Jia ada satu pesamaan stoiiometi
BAB III ANALISIS JALUR
BAB III ANALISIS JALUR. Pendahuluan Analisis Jalu adalah suatu eluasan dai model egesi yang digunaan untu menguji ecocoan dai matis oelasi tehada dua atau lebih model ausal yang sedang dibandingan dan
Reaksi Katalisis Heterogen
Reasi atalisis Heteogen ahan uliah eni Reasi imia Oleh of... lamet, M epatemen eni imia U eptembe 05 istem uliah enjelasan singat matei uliah isusi / oblem soling (E & OE) nteactie modules oftwae enduung
KINETIKA REAKSI KIMIA TIM DOSEN KIMIA DASAR FTP UB 2012
KINETIKA REAKSI KIMIA TIM DOSEN KIMIA DASAR FTP UB Konsep Kinetia/ Laju Reasi Laju reasi menyataan laju perubahan onsentrasi zat-zat omponen reasi setiap satuan watu: V [ M ] t Laju pengurangan onsentrasi
TEORI KINETIKA REAKSI KIMIA
TORI KINTIK RKSI KII da (dua) pendeatan teoreti untu menjelasan ecepatan reasi, yaitu: () Teori tumbuan (collision theory) () Teori eadaan transisi (transition-state theory) atau teori omples atif atau
KINETIKA MIKRO DEKOMPOSISI METANA MENJADI KARBON NANOTUBE PADA PERMUKAAN KATALIS Ni-Cu-Al
Reato, Vol. 13 No. 3, Juni 011, al. 148-154 INETIA IRO DEOOSISI ETANA ENJADI ARBON NANOTUBE ADA ERUAAN ATALIS Ni-Cu-Al aswasti embangun Dyah encana Wulan, Widodo Wahyu uwanto *), dan Yuswan uhaam Deatemen
BAB IV PERHITUNGAN HARGA PREMI BERDASARKAN FUNGSI PERMINTAAN PADA TITIK KESETIMBANGAN
BAB IV PERHITUNGAN HARGA PREMI BERDASARKAN FUNGSI PERMINTAAN PADA TITIK KESETIMBANGAN Berdasaran asumsi batasan interval pada bab III, untu simulasi perhitungan harga premi pada titi esetimbangan, maa
K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Kimia
K3 Revisi Antiremed Kelas Kimia Persiapan Penilaian Ahir Semester (PAS) Ganjil Doc. Name: RK3ARKIM0PAS Version : 06- halaman 0. Untu memperoleh onsentrasi Cl - =0,0 M, maa 50 ml larutan CaCl 0,5 M harus
Kurikulum 2013 Kelas 11 Kimia
Kuriulum 03 Kelas Kimia Persiapan UAS - Latihan Soal Doc. Name: K3ARKIM0UAS Version : 06-05 halaman 0. Untu memperoleh onsentrasi Cl - = 0,0 M, maa 50 ml larutan CaCl 0,5 M harus dienceran sampai 500 ml
BEBERAPA MODIFIKASI METODE NEWTON RAPHSON UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH AKAR GANDA. Supriadi Putra, M,Si
BEBERAPA ODIFIKASI ETODE NEWTON RAPHSON UNTUK ENYELESAIKAN ASALAH AKAR GANDA Suriadi Putra,,Si Laboratorium Komutasi Numeri Jurusan atematia Faultas atematia & Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kamus
Pemodelan Lintasan Komet pada Tata Surya dengan Variasi Massa dan Posisi Ria Ananda a, Joko Sampurno a*, Boni P. Lapanporo a
Pemodelan Lintasan Komet pada Tata Suya dengan Vaiasi Massa dan Posisi Ria Ananda a, Joo Sampuno a*, Boni P. Lapanpoo a a Podi Fisia, FMIPA Univesitas Tanjungpua Jalan Pof. D. Hadai Nawawi, Pontiana, Indonesia
DAFTAR ISI I. ALIRAN AIR DALAM TANAH (POMPA K) TEORI REMBESAN KONSOLIDASI DAN PENURUNAN STABILITAS LERENG. Mekanika Tanah II 0
DAFTA ISI I. ALIAN AI DALAM TANAH (POMPA K II. III. IV. TEOI EMBESAN KONSOLIDASI DAN PENUUNAN STABILITAS LEENG Meania Tanah II 0 I. ALIAN AI DALAM TANAH (POMPA K DEBIT AI SUMU MENENTUKAN DI LAPANGAN Ai
BAB III PENENTUAN HARGA PREMI, FUNGSI PERMINTAAN, DAN TITIK KESETIMBANGANNYA
BAB III PENENTUAN HARGA PREMI, FUNGSI PERMINTAAN, DAN TITIK KESETIMBANGANNYA Pada penelitian ini, suatu portfolio memilii seumlah elas risio. Tiap elas terdiri dari n, =,, peserta dengan umlah besar, dan
JUMLAH GRUP BAGIAN DALAM DARAB LANGSUNG GRUP SIKLIS BERHINGGA
PROSIDING ISBN : 978 979 65 9 4 JUMAH GRUP BAGIAN DAAM DARAB ANGSUNG GRUP SIKIS BERHINGGA A-6 MVAny Heawati Pogam Studi Matematia Univeita Sanata Dhama anyhea@ymailcom Abta Maalah yang aan dibutian dalam
Bahan Minggu II, III dan IV Tema : Kerangka acuan inersial dan Transformasi Lorentz Materi :
Bahan Minggu II, III dan IV Tema : Keranga auan inersial dan Transformasi Lorent Materi : Terdaat dua endeatan ang digunaan untu menelusuri aedah transformasi antara besaran besaran fisis (transformasi
BAB ELASTISITAS. Pertambahan panjang pegas
BAB ELASTISITAS 4. Elastisitas Zat Padat Dibandingan dengan zat cair, zat padat lebih eras dan lebih berat. sifat zat padat yang seperti ini telah anda pelajari di elas SLTP. enapa Zat pada lebih eras?
BAB IV SIMULASI PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK. tempuh gelombang ultrasonik antara waktu upstream dan downstream untuk
BAB IV SIMULASI PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN 4. Waktu Temuh Gelombang Ultasonik Tansit time ultasoni flowmete memanfaatkan adanya ebedaan waktu temuh gelombang ultasonik antaa waktu usteam dan downsteam
TEKNIK REAKSI KIMIA II LUQMAN BUCHORI, ST, MT
TENI RESI IMI II LUQMN UCHORI, ST, MT DFTR PUST. Levensiel,, O., 972, Chemical Reaction Engineering, second edition, John Wiley & Sons, New Yor. 2. Smith, J.M., 98, Chemical Engineering inetics, third
BAB I BUNGA TUNGGAL DAN DISKONTO TUNGGAL. Terminologi: modal, suku bunga, bunga, dan jangka waktu.
BAB I BUNGA TUNGGAL DAN DISKONTO TUNGGAL Terminologi: modal, suu bunga, bunga, dan janga watu. Modal adalah sejumlah uang yang disiman atau ditabung atau diinjam ada (dari) suatu Ban atau badan lain. Suu-bunga
4 Departemen Statistika FMIPA IPB
Suplemen Responsi Petemuan ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) 4 Depatemen Statistia FMIPA IPB Poo Bahasan Sub Poo Bahasan Refeensi Watu Ui Hipotesis Tiga Contoh atau Lebih Ui Fiedman (analisis agam dua-aah
UJI BILANGAN PRIMA DENGAN GENERATOR 6n 1 PRIME NUMBER TESTING USING GENERATORS 6n 1
Bimafia, 009,, 0-06 UJI BILANGAN PRIMA DENGAN GENERATOR 6n PRIME NUMBER TESTING USING GENERATORS 6n Musaid Dahlan * Staff Pengaja Pogam Studi Matematia, FKIP Univesitas Daussalam Ambon Diteima -0-09 Tebit
Kumpulan soal-soal level seleksi Kabupaten: Solusi: a a k
Kumpulan soal-soal level selesi Kabupaten: 1. Sebuah heliopter berusaha menolong seorang orban banjir. Dari suatu etinggian L, heliopter ini menurunan tangga tali bagi sang orban banjir. Karena etautan,
TINJAUAN KLASIK DAN RELATIVISTIK KESTABILAN ORBIT HAMPIR MELINGKAR DALAM MEDAN GAYA SENTRAL
ISSN: 141-0917 Junal Pengajaan MIPA, Vl. 6 N. Desembe 005 TINJAUAN KLASIK DAN RELATIVISTIK KESTABILAN ORBIT HAMPIR MELINGKAR DALAM MEDAN GAYA SENTRAL Oleh: Endi Suhendi dan Selly Feanie Juusan Pendidian
MODEL MATEMATIKA KONSENTRASI OKSIGEN TERLARUT PADA EKOSISTEM PERAIRAN DANAU
MDEL MATEMATIKA KNSENTRASI KSIGEN TERLARUT PADA EKSISTEM PERAIRAN DANAU Sutimin Jurusan Matematia, FMIPA Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto SH Tembalang, Semarang 5075 E-mail: [email protected]
MENENTUKAN KRITERIA PRIMA BERDASARKAN KONGRUEN LUCAS. Nani Anugrah Putri S 1, Sri Gemawati 2 ABSTRACT
MENENTUKAN KRITERIA PRIMA BERDASARKAN KONGRUEN LUCAS Nani Anugah Puti S Si Geawati 2 2 Poga Studi S Mateatia Juusan Mateatia Faultas Mateatia dan Ilu Pengetahuan Ala Univesitas Riau Kapus Bina Widya Peanbau
3.1 TEOREMA DASAR ARITMATIKA
3. TEOREMA DASAR ARITMATIKA Definisi 3. Suatu bilangan bulat > disebut (bilangan) rima, jia embagi ositif bilangan tersebut hanya dan. Jia bilangan bulat lebih dari satu buan bilangan rima disebut (bilangan)
( s) PENDAHULUAN tersebut, fungsi intensitas (lokal) LANDASAN TEORI Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang
Latar Belaang Terdapat banya permasalahan atau ejadian dalam ehidupan sehari hari yang dapat dimodelan dengan suatu proses stoasti Proses stoasti merupaan permasalahan yang beraitan dengan suatu aturan-aturan
INTEGRAL TENTU. x 3. a=x 1. x 2. c 1. c 2. panjang selang bagian terpanjang dari partisi P. INTEGRAL LIPAT DUA
INTEGAL TENTU Pehatian Gamba beiut: f D D a b a c c. n b Gamba Gamba P : panjang selang bagian tepanjang dai patisi P. Definisi: Misal f fungsi ang tedefinisi pada selang tetutup [a,b]. Jia lim n P i f
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Masalah untu mencari jalur terpende di dalam graf merupaan salah satu masalah optimisasi. Graf yang digunaan dalam pencarian jalur terpende adalah graf yang setiap sisinya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Statisti Inferensia Tujuan statisti pada dasarnya adalah melauan desripsi terhadap data sampel, emudian melauan inferensi terhadap data populasi berdasaran pada informasi yang
Optimasi Non-Linier. Metode Numeris
Optimasi Non-inier Metode Numeris Pendahuluan Pembahasan optimasi non-linier sebelumnya analitis: Pertama-tama mencari titi-titi nilai optimal Kemudian, mencari nilai optimal dari fungsi tujuan berdasaran
KINETIKA REAKSI HOMOGEN SISTEM BATCH. Kompetensi Materi Kuliah Ini-1. Kompetensi Materi Kuliah Ini-2 MATERI KULIAH. dengan Volume. Reaksi.
Kinetia dan Katalisis Semester Genap Tahun ademi 00/0 KINETIK EKSI HOMOGEN SISTEM BTH siti diyar holisoh IGS Budiaman POGM STUDI TEKNIK KIMI FTI UPN VETEN YOGYKT pril 0 MTEI KULIH Pengantar Sistem Batch
Mekanika Fluida 1. (Courtesy of Dr. Yogi Wibisono)
Mekanika Fluida (Coutesy of D. Yogi Wibisono) Manomete U: Dasa teoi a dan b daat sebagai tekanan fluida, atau a daat sebagai tekanan fluid dan b tekanan atmosfe Caian A dan B tak becamu a Z R b 5 4 3
Kumpulan soal-soal level seleksi provinsi: solusi:
Kumpulan soal-soal level selesi provinsi: 1. Sebuah bola A berjari-jari r menggelinding tanpa slip e bawah dari punca sebuah bola B berjarijari R. Anggap bola bawah tida bergera sama seali. Hitung ecepatan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Model Loglinier adalah salah satu asus husus dari general linier model untu data yang berdistribusi poisson. Model loglinier juga disebut sebagai suatu model statisti
KORELASI ANTARA DUA KELOMPOK VARIABEL KUANTITATIF DALAM ANALISIS KANONIK
Jurnal Pengaaran MIPA, Vol. 0 No. Desember 007 ISSN: -097 KORELASI ANARA DUA KELOMPOK VARIABEL KUANIAIF DALAM ANALISIS KANONIK Oleh : Dewi Rachmatin, S.Si., M.Si. Jurusan Pendidian Matematia FPMIPA Universitas
INTEGRAL NUMERIK KUADRATUR ADAPTIF DENGAN KAIDAH SIMPSON. Makalah. Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Metode Numerik. yang dibimbing oleh
INTEGRAL NUMERIK KUADRATUR ADAPTIF DENGAN KAIDAH SIMPSON Maalah Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Metode Numeri yang dibimbing oleh Dr. Nur Shofianah Disusun oleh: M. Adib Jauhari Dwi Putra 146090400111001
KINETIKA REAKSI NONKATALITIK FLUIDA-FLUIDA (GAS-CAIR)
KINETIK REKSI NONKTLITIK FLUI-FLUI (GS-IR) Reasi heterogen fuida-fuida meiuti:. Reasi gas-cair (G/L). Reasi cair-cair eberaa aasan diangsungannya reasi G/L:. Mendaatan rodu ahir yang berniai ebih tinggi,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bagian landasan teori ini aan dibahas materi-materi aa saja yang menunjang materi yang dibahas ada bab selanjutnya. Adaun materi-materi tersebut adalah analisis variansi, metode
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
15 BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1Relasi Dispersi Pada bagian ini aan dibahas relasi dispersi untu gelombang internal pada fluida dua-lapisan.tinjau lapisan fluida dengan ρ a dan ρ b berturut-turut merupaan
MATA KULIAH MATEMATIKA TEKNIK 2 [KODE/SKS : KD / 2 SKS] Ruang Vektor
MATA KULIAH MATEMATIKA TEKNIK [KODE/SKS : KD4 / SKS] Ruang Vetor FIELD: Ruang vetor V atas field salar K adalah himpunan ta osong dengan operasi penjumlahan vetor dan peralian salar. Himpunan ta osong
Materi. Menggambar Garis. Menggambar Garis 9/26/2008. Menggambar garis Algoritma DDA Algoritma Bressenham
Materi IF37325P - Grafia Komputer Geometri Primitive Menggambar garis Irfan Malii Jurusan Teni Informatia FTIK - UNIKOM IF27325P Grafia Komputer 2008 IF27325P Grafia Komputer 2008 Halaman 2 Garis adalah
Gambar 5. Siklus Stirling. Sekarang kita lihat empat tingkat siklus Stirling. Misalkan silinder mesin berisi
Siklus Stiling Silus ini ditemukan oleh Stiling, dimana tedii dai dua oses isotemal dan dua oses olume konstan Dua oses teakhi tejadi dengan bantuan sebuah egeneato untuk membuat siklus ini eesibel Diagam
log log. log q 1 log. log15
. Bentuk sedehana dai ( + ( 0 adalah. a. b. + c. 8 d. 8 + e. 8 + Soal Ujian Nasional Tahun 007 ( + ( 0 = ( + (. = ( + ( = + + = + 8. Jika log = a dan log = b, maka log 0 =. a. b. c. d. e. a ab a( b a b
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Segitiga Data 1. engetian Segitiga Dibeikan tiga buah titik A, B, dan C yang tidak segais. Titik A dihubungkan dengan titik B, titik B dihubungkan dengan titik C, dan titik C dihubungkan
TINJAUAN MODEL ELEY - RIDEAL PADA KINETIKA OKSIDASI KATALITIK GAS BUANG
TINJAUAN MODEL ELEY - RIDEAL PADA KINETIKA OKSIDASI KATALITIK GAS BUANG Widyastuti Faultas Teni,, Universitas Setia Budi, Jl. Letjen Sutoyo, Mojosongo, Telp. 071 85518, Fax 071 8575 Suraarta 5717; email
Soal-Jawab Fisika OSN x dan = min. Abaikan gesekan udara. v R Tentukan: a) besar kelajuan pelemparan v sebagai fungsi h. b) besar h maks.
Soal-Jawab Fisia OSN - ( poin) Sebuah pipa silinder yang sangat besar (dengan penampang lintang berbentu lingaran berjarijari R) terleta di atas tanah. Seorang ana ingin melempar sebuah bola tenis dari
ALGORITMA PENYELESAIAN PERSAMAAN DINAMIKA LIQUID CRYSTAL ELASTOMER
ALGORITMA PENYELESAIAN PERSAMAAN DINAMIKA LIQUID CRYSTAL ELASTOMER Oleh: Supardi SEKOLAH PASCA SARJANA JURUSAN ILMU FISIKA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012 1 PENDAHULUAN Liquid Crystal elastomer (LCE
Geometri Bintang Berotasi Pada Keadaan Ambang
Geometri Bintang Berotasi Pada Keadaan Ambang Iwan Setiawan dan Muhammad Farchani osyid Kelompo iset Kosmologi, Astrofisia, dan Fisia Matematia Jurusan Fisia Faultas Matematia dan Ilmu Pengetahuan Alam
Studi dan Analisis mengenai Hill Cipher, Teknik Kriptanalisis dan Upaya Penanggulangannya
Studi dan Analisis mengenai Hill ipher, Teni Kriptanalisis dan Upaya enanggulangannya Arya Widyanaro rogram Studi Teni Informatia, Institut Tenologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung Email: [email protected]
BAB IV APLIKASI PADA MATRIKS STOKASTIK
BAB IV : ALIKASI ADA MARIKS SOKASIK 56 BAB IV ALIKASI ADA MARIKS SOKASIK Salah satu apliasi dari eori erron-frobenius yang paling terenal adalah penurunan secara alabar untu beberapa sifat yang dimilii
RINGKASAN SKRIPSI MODUL PERKALIAN
RINGKASAN SKRIPSI MODUL PERKALIAN SAMSUL ARIFIN 04/177414/PA/09899 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM YOGYAKARTA 2008 HALAMAN PENGESAHAN
MODEL KINETIKA REAKSI BERTINGKAT UNTUK SINTESA BIODIESEL SKRIPSI
MODEL KINETIKA REAKSI BERTINGKAT UNTUK SINTESA BIODIESEL SKRIPSI Oleh M. AKBAR 04 02 06 0384 DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA GENAP 2007/2008 MODEL KINETIKA REAKSI BERTINGKAT
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang
BAB PENDAHULUAN. Latar belaang Metode analisis yang telah dibicaraan hingga searang adalah analisis terhadap data mengenai sebuah arateristi atau atribut (jia data itu ualitatif) dan mengenai sebuah variabel,
PELABELAN FUZZY PADA GRAF. Siti Rahmah Nurshiami, Suroto, dan Fajar Hoeruddin Universitas Jenderal Soedirman.
JMP : Volume 6 Nomor, Juni 04, hal. - PELABELAN FUZZY PADA GRAF Siti Rahmah Nurshiami, Suroto, dan Fajar Hoeruddin Universitas Jenderal Soedirman email : [email protected] ABSTRACT. This paper discusses
Deret Pangkat. Ayundyah Kesumawati. June 23, Prodi Statistika FMIPA-UII
Keonvergenan Kesumawati Prodi Statistia FMIPA-UII June 23, 2015 Keonvergenan Pendahuluan Kalau sebelumnya, suu suu pada deret ta berujung berupa bilangan real maa ali ini ita embangan suu suunya dalam
PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL SUTRIANI HIDRI
PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL SUTRIANI HIDRI Jurusan Matematia, FMIPA, Universitas Negeri Maassar Email: [email protected] Abstra. Pada artiel ini dibahas
9. Koordinat Polar. Sudaryatno Sudirham
Dapublic Nopembe 3 www.dapublic.com 9. Koodinat Pola Sudaatno Sudiham Sampai dengan bahaan ebelumna ita membicaaan fungi dengan uva-uva ang digambaan dalam oodinat udut-iu, -. Di bab ini ita aan melihat
SOLUSI KESTABILAN PADA MASALAH MULTIPLIKATIF PARAMETRIK (STABILITY SOLUTION OF PARAMETRIC MULTIPLICATIVE PROBLEMS)
Prosiding Semirata15 bidang MIPA BKS-PTN Barat Hal 357-36 SOLUSI KESTABILAN PADA MASALAH MULTIPLIKATIF PARAMETRIK STABILITY SOLUTION OF PARAMETRIC MULTIPLICATIVE PROBLEMS) Budi Rudianto 1, Narwen Jurusan
BAB III METODE SCHNABEL
BAB III METODE SCHNABEL Uuran populasi tertutup dapat diperiraan dengan teni Capture Mar Release Recapture (CMRR) yaitu menangap dan menandai individu yang diambil pada pengambilan sampel pertama, melepasan
BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK
BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK Proses pengenalan dilauan dengan beberapa metode. Pertama
KENDALI OPTIMAL PADA MASALAH INVENTORI YANG MENGALAMI PENINGKATAN
KENDALI OPTIMAL PADA MASALAH INVENTORI YANG MENGALAMI PENINGKATAN Pardi Affandi, Faisal, Yuni Yulida Abstra: Banya permasalahan yang melibatan teori sistem dan teori ontrol serta apliasinya. Beberapa referensi
FISIKA. Kelas X GETARAN HARMONIS K-13. A. Getaran Harmonis Sederhana
K-13 Kelas X FISIKA GETARAN HARMONIS TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari materi ini, amu diharapan memilii emampuan sebagai beriut. 1. Memahami onsep getaran harmonis sederhana pada bandul dan pegas
Aplikasi diagonalisasi matriks pada rantai Markov
J. Sains Dasar 2014 3(1) 20-24 Apliasi diagonalisasi matris pada rantai Marov (Application of matrix diagonalization on Marov chain) Bidayatul hidayah, Rahayu Budhiyati V., dan Putriaji Hendiawati Jurusan
Ade Reza Wijaya, Neva Satyahadewi, Setyo Wira Rizki INTISARI
Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Teaannya (Bimaste) Volume 06, No. 3(2017), hal 177 182. PERBANDINGAN METODE BENEFIT PRORATE TIPE CONSTANT DOLLAR DAN TIPE CONSTANT PERCENT PADA PENDANAAN PENSIUN MANFAAT
BAB IV METODE BELAJAR HEBBIAN
BAB IV MEODE BELAJAR HEBBIAN - Aturan Hebb meruaan salah satu huum embelajaran jaringan neural yang ertama. Diemuaan oleh Donald Hebb (949). Hebb lahir di Chester, Nova Scotia, ada ergantian abad. - Isinya
D. GAYA PEGAS. F pegas = - k x
D. GY EGS ESISIS. Elastisitas adalah : ecenderungan pada suatu benda untu berubah dala bentu bai panjang, lebar aupun tingginya, tetapi assanya tetap. Hal itu disebaban oleh gayagaya yang enean enarinya,
TEKNIK REAKSI KIMIA III SISTEM REAKSI BIOKIMIA. Oleh : Prof. Dr. Ir. SRI REDJEKI MT JURUSAN TEKNIK KIMIA FTI UPN Veteran JAWA TIMUR
TEKNIK EKSI KII III SISTE EKSI BIOKII Oleh : Prof. Dr. Ir. SI EDJEKI T JUUSN TEKNIK KII FTI UPN Veteran JW TIU Sistem easi Bioimia Terdiri dari : I. Fermentasi Enzym II. Fermentasi iroorganisme III. Fermentasi
Aliran Air Tanah Pada Sumur Tunggal. Yanto, S.T., M.S.E. Aliran air tanah pada sumur tunggal dapat dibagi menjadi 4 sub-divisi, yaitu:
Alian Ai Tanah Pada Sumu Tunggal Yanto, S.T., M.S.E. Alian ai tanah pada umu tunggal dapat dibagi menjadi 4 ub-divii, yaitu: (i) Alian mantap dan ta-mantap; (ii) Alian tetean dan ta-tetean Pada mata uliah
BAB 5 RUANG VEKTOR UMUM. Dr. Ir. Abdul Wahid Surhim, MT.
BAB 5 RUANG VEKTOR UMUM Dr. Ir. Abdul Wahid Surhim, MT. KERANGKA PEMBAHASAN. Ruang Vetor Nyata. Subruang. Kebebasan Linier 4. Basis dan Dimensi 5. Ruang Baris, Ruang Kolom dan Ruang Nul 6. Ran dan Nulitas
BAB 3 PRINSIP SANGKAR BURUNG MERPATI
BAB 3 PRINSIP SANGKAR BURUNG MERPATI 3. Pengertian Prinsip Sangar Burung Merpati Sebagai ilustrasi ita misalan terdapat 3 eor burung merpati dan 2 sangar burung merpati. Terdapat beberapa emunginan bagaimana
PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL. Sutriani Hidri. Ja faruddin. Syafruddin Side, ABSTRAK
PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL Syafruddin Side, Jurusan Matematia, FMIPA, Universitas Negeri Maassar email:[email protected] Info: Jurnal MSA Vol. 3
KAJIAN METODE BERBASIS MODEL PADA ANALISIS KELOMPOK DENGAN PERANGKAT LUNAK MCLUST
KAJIAN METODE BERBASIS MODEL PADA ANALISIS KELOMPOK DENGAN PERANGKAT LUNAK MCLUST Timbul Pardede ([email protected]) Jurusan Statisti FMIPA, Universitas Terbua ABSTRAK Metode Ward dan metode K-rataan
MEKANIKA TANAH HIDROLIKA TANAH DAN PERMEABILITAS MODUL 3
MEKANIKA TANAH MODUL 3 HIDROLIKA TANAH DAN PERMEABILITAS UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Setor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15224 Silus hidrologi AIR TANAH DEFINISI : air yang terdapat
LATAR BELAKANG MATEMATIS
8 II LATAR BELAKANG MATEMATIS Derii : Bab ini memberian gambaran tentang latar belaang matemati ang digunaan ada item endali eerti eramaan linear diferenial orde (atu), orde (dua), orde tinggi, tranformai
Tanggapan Waktu Alih Orde Tinggi
Tanggapan Watu Alih Orde Tinggi Sistem Orde-3 : C(s) R(s) ω P ( < ζ (s + ζω s + ω )(s + p) Respons unit stepnya: c(t) βζ n n < n ζωn t e ( β ) + βζ [ ζ + { βζ ( β ) cos ( β ) + ] sin ζ ) ζ ζ ω ω n n t
2. Menentukan koleksi inti ubi kayu dan mengevaluasi kebaikan koleksi inti yang diperoleh. METODE. Data
2 2. Menentuan olesi inti ubi ayu dan mengevaluasi ebaian olesi inti yang dieroleh. METODE Data Data yang digunaan dalam enelitian ini berasal dari Kelomo Peneliti Pengelolaan Sumberdaya Geneti (Kelti
PERTEMUAN 02 PERBEDAAN ANTARA SISTEM DISKRIT DAN SISTEM KONTINU
PERTEMUAN 2 PERBEDAAN ANTARA SISTEM DISKRIT DAN SISTEM KONTINU 2. SISTEM WAKTU DISKRET Sebuah sistem watu-disret, secara abstra, adalah suatu hubungan antara barisan masuan dan barisan eluaran. Sebuah
KINETIKA TRANSESTERIFIKASI BIODIESEL JARAK PAGAR. Luqman Buchori, Setia Budi Sasongko *)
KINETIKA TRANSESTERIFIKASI BIODIESEL JARAK PAGAR Luqman Buchori, Setia Budi Sasongo *) Abstract Biodiesel were produced by trans-etherification of castor oil with alcohol in the presence of NaOH catalyst.
GEOMETRI BERHINGGA ATAS GF(P N ) UNTUK MEMBENTUK ORTHOGONAL SERIES DESIGNS
Junal Sain & Matematia ISSN: 0854-0675 Volume 16 Nomo 3, Juli 008 Atiel Penelitian: 106-111 GEOMETRI BERHINGGA ATAS GF(P N ) UNTUK MEMBENTUK ORTHOGONAL SERIES DESIGNS Bambang Iawanto,Aniah Juuan Matematia
Pengaruh Sudut Keruncingan Dan Diameter Finial Franklin Terhadap Distribusi Medan Listrik Dan Tingkat Tegangan Tembus
Pengauh Sudut Keuncingan Dan Diamete Finial Fanlin Tehadap Distibusi Medan Listi Dan Tingat Tegangan Tembus Hay Soeotjo Dachlan, Moch. Dhofi, Vico Fenanda Absta Penangap peti meupaan bagian utama dai sistem
Penerapan Sistem Persamaan Lanjar untuk Merancang Algoritma Kriptografi Klasik
Penerapan Sistem Persamaan Lanjar untu Merancang Algoritma Kriptografi Klasi Hendra Hadhil Choiri (135 08 041) Program Studi Teni Informatia Seolah Teni Eletro dan Informatia Institut Tenologi Bandung,
Pemodelan Dan Eksperimen Untuk Menentukan Parameter Tumbukan Non Elastik Antara Benda Dengan Lantai
Pemodelan Dan Esperimen Untu enentuan Parameter Tumbuan Non Elasti Antara Benda Dengan Lantai Puspa onalisa,a), eda Cahya Fitriani,b), Ela Aliyani,c), Rizy aiza,d), Fii Taufi Abar 2,e) agister Pengajaran
( x) LANDASAN TEORI. ω Ω ke satu dan hanya satu bilangan real X( ω ) disebut peubah acak. Ρ = Ρ. Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang
LANDASAN TEORI Ruang Contoh Kejadian dan Peluang Suatu percobaan yang dapat diulang dalam ondisi yang sama yang hasilnya tida dapat dipredisi secara tepat tetapi ita dapat mengetahui semua emunginan hasil
MODEL SISTEM ANTRIAN
BB V MODEL SISTEM TRI ada teori antrian, suatu model antrian digunaan untu memperiraan suatu situasi antrian sesungguhnya, sehingga elauan antrian dapat dianalisa secara matemati. Dengan model sistem antrian
PENERAPAN DYNAMIC PROGRAMMING DALAM WORD WRAP Wafdan Musa Nursakti ( )
PENERAPAN DYNAMIC PROGRAMMING DALAM WORD WRAP Wafdan Musa Nursati (13507065) Program Studi Teni Informatia, Seolah Teni Eletro dan Informatia, Institut Tenologi Bandung Jalan Ganesha No. 10 Bandung, 40132
4. Metode Mekanika Statistik
4. Metode Mekanika Statistik Reesentatif ensemble ada bebeaa sistem Distibusi Kanonik Fungsi Patisi dan ntoi Sistem Kanonik Besa 4.1. Reesentatif nsemble ada Bebeaa Sistem Sistem teisolasi: Ada atikel
3. Sebaran Peluang Diskrit
3. Sebaran Peluang Disrit EL2002-Probabilitas dan Statisti Dosen: Andriyan B. Susmono Isi 1. Sebaran seragam (uniform) 2. Sebaran binomial dan multinomial 3. Sebaran hipergeometri 4. Sebaran Poisson 5.
PERSAMAAN DIFFERENSIAL PARSIAL DALAM KOORDINAT SILINDIRS PADA MASALAH KONDUKSI PANAS
PERSAMAAN DIFFERENSIAL PARSIAL DALAM KOORDINA SILINDIRS PADA MASALAH KONDUKSI PANAS Agung Hanayanto Absta Poses pepinahan panas/enegi melalui suatu meia at paat atau ai yang tejai aena onta langsung iantaa
BAB 2 TEORI PENUNJANG
BAB EORI PENUNJANG.1 Konsep Dasar odel Predictive ontrol odel Predictive ontrol P atau sistem endali preditif termasu dalam onsep perancangan pengendali berbasis model proses, dimana model proses digunaan
II. TINJAUAN PUSTAKA. sebuah teknik yang baru yang disebut analisis ragam. Anara adalah suatu metode
3 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Ragam (Anara) Untu menguji esamaan dari beberapa nilai tengah secara sealigus diperluan sebuah teni yang baru yang disebut analisis ragam. Anara adalah suatu metode
a home base to excellence Mata Kuliah : Perancangan Struktur Baja Kode : TSP 306 Tekuk Torsi Lateral Pertemuan 9, 10
ata Kuliah : Peancangan Stuktu Baja Kode : TSP 306 SKS : 3 SKS Tekuk Tosi ateal Petemuan 9, 10 TIU : ahasiswa daat meencanakan kekuatan elemen stuktu baja beseta alat sambungna TIK : ahasiswa daat menjelaskan
PENENTUAN FAKTOR SELEKTIFITAS PENISILIN G TERHADAP FENILASETAT SECARA EKSTRAKSI MEMBRAN CAIR EMULSI DENGAN MENGGUNAKAN CARRIER DIOKTILAMIN
PENENTUAN FAKTOR SELEKTIFITAS PENISILIN G TERHADAP FENILASETAT SECARA EKSTRAKSI MEMBRAN CAIR EMULSI DENGAN MENGGUNAKAN CARRIER DIOKTILAMIN Imam Santoso, Tritiyatma Hadinugraha Ningsih urusan Kimia, Faultas
VARIASI NILAI BATAS AWAL PADA HASIL ITERASI PERPINDAHAN PANAS METODE GAUSS-SEIDEL
SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS Peningatan Kualitas Pembelajaran Sains dan Kompetensi Guru melalui Penelitian & Pengembangan dalam Menghadapi Tantangan Abad-1 Suraarta, Otober 016 VARIASI NILAI BATAS
Penggunaan Induksi Matematika untuk Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Ekspresi Reguler
Penggunaan Indusi Matematia untu Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Espresi Reguler Husni Munaya - 353022 Program Studi Teni Informatia Seolah Teni Eletro dan Informatia Institut Tenologi Bandung,
CHAR A AC A TER E IS I T S IC I S S O F O
LECTURE 3: CARACTERISTICS OF ENZYME CATALYSIS Isoenzyme Enzymes that perform the same catalytic function in different body tissues or different organisms, but which have different sequences of amino acids
PENGUKURAN PENDAPATAN NASIONAL
PENGUKURAN PENDAPATAN NASIONAL A. PENDEKATAN PRODUKSI (PRODUCTION APPROACH) Menghitung besarnya pendapatan nasional dengan menggunaan pendeatan produsi didasaran atas perhitungan dari jumlah nilai barang-barang
