ANALISIS KELAYAKAN USAHA PUPUK ORGANIK (PO) CURAH. Oleh : CECEP PARDANI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GALUH CIAMIS

Save this PDF as:

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS KELAYAKAN USAHA PUPUK ORGANIK (PO) CURAH. Oleh : CECEP PARDANI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GALUH CIAMIS"

Transkripsi

1 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PUPUK ORGANIK (PO) CURAH Oleh : CECEP PARDANI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GALUH CIAMIS e-mal : DEVI SUTRIANA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GALUH CIAMIS e-mal : Abstrak Tujua dar peelta adalah utuk megetahu : (1) Kelayaka fasal usaha pupuk orgak curah pada Kelompok Ta Serag Kug d Desa Salakara Kecamata Sukadaa Kabupate Cams, (2) Jagka waktu yag dperluka utuk megembalka seluruh modal yag dvestaska pada usaha pupuk orgak curah Kelompok Ta Serag Kug d Desa Salakara Kecamata Sukadaa Kabupate Cams. Metode yag dguaka dalam peelta adalah metode stud kasus pada Kelompok Ta Serag Kug yag berada d Desa Salakara Kecamata Sukadaa Kabupate Cams. Pearka sampel dlakuka secara purposve. Aalss yag dguaka dalam peelta adalah aalss kelayaka usaha/fasal yatu dega megguaka rumus NPV, IRR, Net B/C da Payback Perods. Hasl aalss meujukka : 1. Nla NPV sebesar Rp ,- berart respode memperoleh keutuga pada tgkat buga 12 perse sebesar Rp ,-. Nla Net B/C sebesar 1,43 berart setap 1,00 modal yag dtaam pada usaha pupuk orgak curah aka memperoleh mafaat sebesar 1,43. Nla IRR yag dperoleh sebesar 28 perse, berart tgkat buga bak maksmum yag mampu dbayar oleh respode sebesar 28 perse per tahu atau lebh besar dar tgkat buga 12 perse. Dlhat dar la NPV, Net B/C da IRR maka usaha pupuk orgac curah d Desa Salakara layak utuk dusahaka, karea la NPV ya lebh dar 0, Net B/C lebh dar 1, da IRR ya lebh besar dar tgkat buga bak yag berlaku. 2. Jagka waktu pegembala modal yag dvestaska dalam kegata usaha pupuk orgak curah pada kelompok ta d Desa Salakara yatu 2 tahu 5 bula 21 har. Kata Kuc : Aalss kelayaka usaha/fasal, NPV, IRR, Net B/C da Payback Perods. PENDAHULUAN Pembagua Pertaa yag tagguh,efektf da efse perlu dtgkatka dalam mecptaka pembagua asoal dalam ragka pegkata Swasembada paga yag berkelajuta dalam ragka Kedaulata Paga. Pembagua pertaa dapat dartka sebaga peyebara dar ovas tekolog pertaa bag para peta, sehgga dharapka produktvtas usaha pertaa dapat megkat. Agrodustr merupaka usaha utuk megkatka efses sektor pertaa hgga mejad kegata yag sagat produktf melalu proses modersas pertaa. Modersas d sektor dustr dalam sekala asoal dapat megkatka peermaa la tambah sehgga pedapata ekspor aka lebh besar (Saragh, 2004). Sstem agrbss terdr dar beberapa subsstem : 1) Subsstem pegadaa da peyalura saraa produks da peralata pertaa, 2) Subsstem usahata, 3) Subsstem pegolaha hasl pertaa, 4) Subsstem peujag, 5) Subsstem dstrbus da pemasara. Pegguaa pupuk orgak dharapka dapat meeka baya produks da Halama 203

2 medukug kelestara lgkuga. Pupuk orgak sagat bak dalam memperbak struktur taah dmaa sumber utama baha orgak dapat berasal dar lapuka ssa-ssa taama, hewa, da mausa. Berdasarka data d Kabupate Cams, terdapat 5 kelompokta yag megusahaka pupuk orgak yag tersebar d 5 Kecamata. No Tabel 1. Kelompokta Pupuk Orgak d Kabupate Cams Tahu 2014 Nama Kelompokta Serag kug Tr jaya Trta jaya Kauroha Sar mukt Sumber makmur Alamat Rata-rata Produks (kg/bula) Ds. Salakara Kec. Sukadaa Ds. Stumadala Kec. Sukadaa Ds. Karagpawta Kec. Padaherag Ds. Srajaya Kec. Rajadesa Ds. Kawase Kec. Bajarsar Ds. Kaso Kec. Tambaksar Jumlah Sumber : Das Pertaa Taama Paga Kabupate Cams, Peraj aka memperoleh pedapata (keutuga) apabla peermaa yag dperoleh lebh besar dar baya produks yag dkeluarka, sedagka peermaa merupaka perkala atara jumlah produks dega harga jual (Rahadja da Maurug, 2008). Pegkata pedapata pupuk orgak dapat terjad apabla drg dega pegkata tekolog da mutu walaupu dbutuhka vestas yag cukup besar. Umur ekooms adalah jagka waktu pemafaataya secara ekooms atau umur dar suatu aset yag berakhr hgga secara ekoom pegguaa aset tersebut tdak megutugka lag secara ekoom, walaupu secara teks aset tersebut mash dapat dguaka (Prabowo, 2006). Salah satu fugs aalss fasal adalah utuk megetahu berapa lama modal yag kta vestaska aka kembal, seberapa cost beeft yag kta rah dega korbaa cost yag telah kta keluarka. Idetfkas Masalah Berdasarka uraa pada latar belakag, maka masalah-masalah yag dapat ddetfkaska adalah sebaga berkut : 1. Bagamaa kelayaka fasal pupuk orgak yag dusahaka, Berapa lama jagka waktu yag dperluka utuk megembalka seluruh modal yag dvestaska kelompok ta Serag Kug d Desa Salakara Kecamata sukadaa Kabupate Cams? Tujua Peelta Peelta dlaksaaka dega tujua utuk megetahu : 1) Kelayaka fasal pupuk orgak yag dusahaka, Jagka waktu yag dperluka utuk megembalka seluruh modal yag dvestaska oleh kelompok ta Serag Kug d Desa Salakara Kecamata Sukadaa Kabupate Cams. Keguaa Peelta Hasl peelta dharapka dapat bermafaat da bergua bag : 1. Peelt, agar megetahu kelayaka fasal pada usaha pupuk orgak. 2. Pegusaha, sebaga baha pertmbaga dalam meetapka perecaaa da lagkah-lagkah kegata selajutya dalam megelola usahaya. 3. Pemertah atau stas terkat, sebaga baha masuka da pertmbaga dalam meetuka kebjaka utuk pegembaga agrodustr d pedesaa. Halama 204

3 Aalss Kelayaka Usaha Pupuk Orgak (PO) Curah CECEP PARDANI DAN DEVI SUTRIANA 4. Peelt la, sebaga formas awal dalam pelaksaaa peelta selajutya. Keragka Pemkra Pada pupuk orgak baya produks yag dguaka dbag mejad dua baga, yatu baya vestas da baya operasoal. Meurut Husa da Muhamad (2008), baya vestas adalah seluruh baya yag dkeluarka sejak persapa laha sampa dega usahata tersebut berjala, sedagka baya operasoal adalah seluruh baya yag dkeluarka selama proses produks berlagsug, artya secara rut baya tersebut harus dkeluarka. Selajutya Husa da Muhamad (2008) meyataka, bahwa ada beberapa aalss yag basa dguaka dalam evaluas proyek, yatu: 1) Aalss Fasal (Facal Aalyss) 2) Aalss Ekoom (Ecoomc Aalyss). Alat ukur yag dguaka utuk meetuka apakah suatu proyek layak atau tdak utuk dusahaka dsebut krtera vestas yag terdr dar Net Preset Value (NPV), Net Beeft Of Cost Rato (Net B/C) da Iteral Rate Of Retur (IRR). Sedagka utuk megukur kecepata kembalya modal yag dvestaska dguaka Payback Perod yatu jagka waktu kembalya modal yag dvestaska melalu keutuga yag dperoleh dar suatu proyek (Husa da Muhamad, 2008) METODE PENELITIAN Jes Peelta Jes peelta yag dguaka dalam peelta adalah stud kasus pada kelompokta Serag Kug d Desa Salakara Kecamata Sukadaa Kabupate Cams. Meurut Dael 2002, stud kasus merupaka peelta pada objek yag aka dtelt lebh terarah atau terfokus pada sfat tertetu yag tdak berlaku umum. Operasoalsas Varabel Meyamaka da memperjelas pemahama dalam peelta, maka varabel-varabel yag aka dtelt dapat doperasoalsaska sebaga berkut : 1. Baya adalah korbaa sumber ekoom yag dukur dalam satua uag yag telah terjad atau kemugka aka terjad utuk tujua tertetu da dla dalam satua 2. Baya vestas adalah seluruh baya yag dkeluarka mula proyek tersebut dlaksaaka sampa proyek tersebut mula berjala (beroperas). Yag dla dalam satua rupah, yag melput: Pedra bagua pabrk, dhtug berdasarka luas bagua, yag dyataka dalam satua meter perseg, da dla dalam satua Pembela mes da alat, dhtug dalam satua ut da dla dalam satua Pedaftara Perusahaa yag melput Surat Iz usaha Perdagaga (SIUP) da Sertfkas Produks Paga Idustr Rumah tagga (SPPIRT), dhtug dalam satua ut, da dla dalam satua 3. Baya Operasoal adalah seluruh baya yag dkeluarka selama proses produks tu berlagsug, artya secara rut baya harus dkeluarka. Baya operasoal terdr dar: a. Pembela baha baku a) Kotora Sap, Dedak kasar, Hjaua, dhtug dalam satua kwtal da dla dalam satua b) Mkro orgasme, dhtug dalam satua lter da dla dalam satua b. Pembela baha bakar, dhtug dalam satua lter, da dla dalam satua c. Karug plastk, dhtug dalam satua buah da dla dalam satua d. Pembela beag, dhtug dalam satua rol da dla dalam satua e. Pembela ol, dhtug dalam satua lter da dla dalam satua f. Teaga kerja, dhtug berdasarka Har Orag Kerja (HOK), da dla dalam satua g. Pajak bum da bagua, dhtug dalam satua tahu da dla dalam satua Halama 205

4 h. Pajak usaha dhtug dalam satua tahu da dla dalam satua. Perbaka mes dhtug dalam satua 4. Peermaa adalah jumlah produks dkalka dega harga satua produks, yag dla dalam satua rupah per tahu. 5. Pedapata adalah selsh atara peermaa dega baya da dla dalam satua rupah per tahu. 6. Net Preset Value (NPV) adalah selsh atara peermaa dega pegeluara yag dla dega la sekarag. 7. Net Beeft Cost (B/C) Rato adalah perbadga atara beeft bersh dega baya bersh. 8. Iteral Rate of Retur (IRR) adalah kemampua suatu proyek utuk meghaslka suatu returs atau tgkat keutuga yag dcapaya. 9. Payback Perods adalah jagka waktu kembalya vestas yag telah dkeluarka melalu keutuga yag dperoleh dar pupuk orgak. 10. Buga bak yag dhtug adalah buga bak yag berlaku d bak BRI Ut Clat. Asums yag dguaka dalam peelta adalah Harga put da output tetap selama perode aalss, Semua hasl produks habs terjual, Harga produk adalah harga yag berlaku pada saat peelta.,perode aalss sesua dega umur ekooms mes yatu 4 tahu. Tekk Pegumpula Data Data yag dkumpulka dalam peelta terdr dar data prmer da data sekuder. Tekk Pearka Sampel Tekk pegambla sampel dlakuka secara segaja ( Purposve Samplg) terhadap kelompokta Serag Kug d Desa Salakara Kecamata Sukadaa Kabupate Cams. Meurut Sugoo (2006), Purposve Samplg adalah tekk pearka sampel yag dlakuka secara segaja (segaja dplh berdasarka tujua tertetu dar peelt). Racaga Aalss Data Utuk megetahu bagamaa kelayaka fasal pupuk orgak pada kelompok ta Serag Kug, dapat dhtug dega megguaka metode-metode meurut Husa da Muhammad (2005) sebaga berkut : 1) Net Preset Value (NPV) NPV atau NPV atau 1 1 NB NB (1 ) (1 ) Keteraga : NB NPV= Net beeft B = C Beeft N BCost 1 1 C = Baya Ivestas + Baya operasoal B = Beeft yag telah ddsko = Dsko faktor = tahu (waktu) Krtera: NPV> 0 (ol) Usaha/proyek layak (feasble) utuk dlaksaaka NPV < 0 (ol) Usaha/proyek tdak layak (feasble) utuk dlaksaaka NPV = 0 (ol) Usaha/proyek berada dalam keadaa BEP 2) Net Beeft Cost Rato N B ( ) 1 Net B/C N B ( ) Keteraga : 1 Net B/C = Net Beeft Cost Rato N (+) = Net Beeft yag telah ddsko postf N ( ) = Net Beeft yag telah ddsko egatf Krtera : Net B/C> 1 (satu) berart proyek (usaha) layak dkerjaka Net B/C < 1 (satu) berart proyek tdak layak dkerjaka Net B/C = 1 (satu) berart cash flows = cash out flows (BEP) atau TR=TC 1 Iteral Rate of Retur NPV1 IRR 1 ( NPV NPV 2 ) 2 1 Halama 206

5 Aalss Kelayaka Usaha Pupuk Orgak (PO) Curah CECEP PARDANI DAN DEVI SUTRIANA Keteraga : IRR = Iteral Rate of Retur 1 = Tgkat buga ( dscout rate) pertama dmaa dperoleh NPV postf 2 = Tgkat buga ( dscout rate) kedua dmaa dperoleh NPV egatf NPV 1 = NPV pertama yag bela postf NPV 2 = NPV kedua yag berla egatf Krtera : IRR> SOCC maka proyek dkataka layak IRR = SOCC berart proyek pada BEP IRR< SOCC dkataka bahwa proyek tdak layak. SOCC = Socal Opportuty Cost of Captal/tgkat buga releva Payback Perods (PP) Utuk meghtug lama perode yag dperluka dalam megembalka uag yag telah dvestaska dar alra kas masuk tahua yag dhaslka oleh proyek, maka megguaka rumus sebaga berkut, Sulyato (2010). PP T p 1 AkumulaskasmasuksebelumPP Keteraga : AruskasbershpadaPP PP = Payback Perods T p-1 = Tahu sebelum terdapat PP x1tahu Tempat da Waktu Peelta Peelta dlaksaaka d kelompokta Serag Kug d Desa Salakara Kecamata Sukadaa Kabupate Cams. HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaa Umum Daerah Peelta Desa Salakara merupaka salah satu desa d Kecamata Sukadaa Kabupate Cams, terletak sektar 2 klometer dar Ibukota Kecamata Sukadaa.Secara geografs batasbatas wlayah Desa Salakara adalah Sebelah Utara berbatasa dega Desa Mekarsar Kecamata Cpaku.,Sebelah Tmur berbatasa dega Desa Cparg Kecamata Sukadaa.,Sebelah Selata berbatasa dega Desa Karagampel Kecamata Baregbeg, Sebelah Barat berbatasa dega Desa Sukadaa Kecamata Sukadaa. Aalss Kelayaka Usaha Pupuk Orgak 1. Baya Ivestas Baya vestas yag dhtug dalam peelta melput pedra bagua pabrk, pembela mes da peralata laya. Tabel 6. Baya Ivestas Usaha Pupuk Orgak No Jes Baya Jumlah Persetase Ivestas (Rp) (%) 1 Pedra bagua ,69 Pabrk 2 Pembela ,31 mes da peralata laya Jumlah ,00 Sumber : Perusahaa Pupuk Orgak 2. Baya Operasoal Baya operasoal yag dkeluarka utuk usaha pupuk orgak d kelompokta Serag Kug setap tahuya relatf sama, pegguaa baya operasoal yatu utuk pembela baha baku, upah taaga kerja, baha bakar. Peermaa Peermaa merupaka hasl perkala atara jumlah produk dega harga jual produk tersebut. Peermaa dalam usaha pupuk orgak d kelompok ta Serag Kug dperoleh dar pejuala hasl produks pupuk orgak. Total peermaa selama 4 tahu yatu sebesar Rp ,- da mula meghaslka pada tahu pertama. Aalss Kelayaka Fasal Usaha pupuk orgak d Desa Salakara Kecamata Sukadaa Kabupate Cams secara aalss ekoom dapat dketahu dega meghtug NPV, Net B/C, da IRR, Halama 207

6 Tabel 7. NPV, Net B/C da IRR pada Usaha Pupuk Orgak yag Dusahaka Kelompok ta Serag Kug d Desa Salakara Kecamata Sukadaa. No Uraa Jumlah Net Preset Value (NPV) 12 % Net Beeft of Cost Rato (Net B/C) Iteral Rate of Retur (IRR) Rp ,00 1,43 28 % Suatu usaha dkataka layak (megutugka) jka la NPV usaha tersebut lebh besar dar 0 (NPV>0). Nla NPV lebh besar dar 0 yatu pada tgkat suku buga 12%. Maka dapat dsmpulka bahwa usaha pupuk orgak d Desa Salakara megutugka da layak utuk dusahaka. Kelayaka usaha dtjau dar Net B/C dkataka layak atau bermafaat bla la Net B/C lebh besar dar 1 (Net B/C> 1). la Net B/C lebh besar dar 1 yatu 1,43. Dsmpulka bahwa usaha pupuk orgak d Desa Salakara layak utuk dteruska da la IRR sebesar 28%, hal meujukka bahwa usaha pegolaha teh layak utuk d teruska, karea laya lebh besar dar SOCC ( Socal Opportuty Cost of Captal) yatu sebesar 12%. Payback Perods Payback Perods buka merupaka krtera kelayaka, amu Payback Perods dartka sebaga jagka waktu kembalya vestas yag telah dkeluarka, melalu keutuga yag dperoleh suatu proyek. Hal basaya dguaka oleh pemlk modal utuk megukur berapa lama kemampua proyek dapat megembalka pjama. Semak cepat Payback Perods, semak bak utuk dusahaka. Dar hasl peelta, bahwa jagka waktu tercapaya Payback Perods pada usaha pupuk orgak d Desa Salakara adalah 2 tahu 5 bula 21 har. PENUTUP Berdasarka hasl peelta da pembahasa, maka dar peelta tetag pupuk orgak curah d kelompok ta Serag Kug Desa Salakara Kecamata Sukadaa Kabupate Cams dapat dtark kesmpula bahwa: Usaha pupuk orgak curah d kelompok ta Serag Kug Desa Salakara megutugka da layak utuk dlajutka, dega la NPV yag dperoleh pada tgkat buga 12% sebesar , la Net B/C sebesar 1,43 da IRR sebesar 28 perse, Jagka waktu yag dbutuhka utuk dapat megembalka modal yag dvestaska pada usaha pupuk orgak curah d kelompokta Serag Kug Desa Salakara Kecamata Sukadaa Kabupate Cams adalah 2 tahu 5 bula 21 har Berdasarka kesmpula tersebut, Usaha Pupuk Orgak Kelompok Ta Serag Kug d Desa Salakara Kecamata Sukadaa sebakya dteruska dega megkatka la vestasya karea berdasarka hasl aalss usaha pupuk orgak tersebut layak dusahaka. Peraj, dharapka tetap kosste terhadap kualtas, kotutas, da kuattas agar perusahaa berjala dega bak. DAFTAR PUSTAKA Ajaya, E da Tr Haryato Geograf Utuk Kelas X SMA/MA. Jakarta: pusat perbukua, Departeme Peddka Nasoal. Bala Peyuluha Pertaa Perkaa da Kehutaa (BP3K) Kecamata Sukadaa, Programa Peyuluha Pertaa. Kabupate Cams. Desa Salakara, Moograf Desa Salakara. Sukadaa. Das Pertaa Taama Paga Kabupate Cams, Lapora Tahua Cams. Husa, S. da Muhamad, S Stud Kelayaka Proyek. Ut Peerbt da percetaka. Yogyakarta. Prabowo Akutas perpajaka terapa.pt. Grasdo. Jakarta. Rahardja, P. da Maurug, M Pegatar Ilmu Ekoom (Mkroekoom da Makroekoom) Eds Ketga. Fakultas Ekoom Uverstas Idoesa. Jakarta. Halama 208

7 Aalss Kelayaka Usaha Pupuk Orgak (PO) Curah CECEP PARDANI DAN DEVI SUTRIANA Saragh B, Agrbss. Paradgma Pembagua Ekoom Berbass Pertaa. Loj Grafka Grya Saraa. Bogor., Membagu Pertaa Dalam Perspektf Agrobss Dalam Ruag. Raja Grafdo Persada. Jakarta. Sugoo Metode Peelta Bss. AlfaBeta. Badug. Sulyato Stud Kelayaka Bss. ANDI. Yogyakarta. Halama 209

8 Halama 210

NPV DAN IRR IR. ASEP TOTO KARTAMAN, MENG

NPV DAN IRR IR. ASEP TOTO KARTAMAN, MENG DAN IRR IR. ASEP TOTO KARTAMAN, MENG SEMESTER PENDEK SEMESTER TAHUN AKADEMIK 03-04 Prod Tekk Idustr Fakultas Tekk Uverstas Pasuda Badug 04 PERHITUNGAN KELAYAKAN INVESTASI. Net Preset Value () merupaka

Lebih terperinci

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN DODOL SIRSAK

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN DODOL SIRSAK ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN DODOL SIRSAK (Aoa murcata) (Stud Kasus d Desa Sgapara Kecamata Sgapara Kabupate Taskmalaya) Oleh: Ga Ekayaa 1, Soetoro 2, Mochamad Ramda 3 1,3 Fakultas Pertaa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT. Mulya Agro Bioteknologi yang terletak

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT. Mulya Agro Bioteknologi yang terletak BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokas da Waktu Peelta Peelta dlakuka d PT. Mulya Agro Botekolog yag terletak Perumaha Tegalgodo Asr Blok H III No. 10 Kecamata Karagploso, Kabupate Malag. Pemlha lokas peelta

Lebih terperinci

Analisis Kriteria Investasi TUJUAN

Analisis Kriteria Investasi TUJUAN Aalss Krtera Ivestas TUJUAN Setelah mempelajar Bab dharapka mahasswa dapat memaham: Apakah gagasa usaha (proyek) yag drecaaka dapat memberka mafaat (beeft), bak dlhat dar facal beeft maupu socal beeft.

Lebih terperinci

Analisis Kriteria Investasi

Analisis Kriteria Investasi Uverstas Guadarma TUJUAN Setelah mempelajar Bab dharapka mahasswa dapat memaham: Apakah gagasa usaha (proyek) yag drecaaka dapat memberka mafaat (beeft), bak dlhat dar facal beeft maupu socal beeft. Pelaa

Lebih terperinci

STUDI KELAYAKAN: ASPEK FINANSIAL. F.Hafiz Saragih SP, MSc

STUDI KELAYAKAN: ASPEK FINANSIAL. F.Hafiz Saragih SP, MSc STUDI KELAYAKAN: ASPEK FINANSIAL F.Hafz Saragh SP, MSc Pajak Baya bag perusahaa/ usahata, sehgga merupaka peguraga dar beeft Subsd FINANSIAL Peguraga baya bag perusahaa/ usahata, sehgga merupaka tambaha

Lebih terperinci

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE (Studi Kasus pada Perajin Tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar)

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE (Studi Kasus pada Perajin Tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar) ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE (Stud Kasus pada Peraj Tempe d Keluraha Bajar Kecamata Bajar Kota Bajar) Oleh: Hel Oktavyat 1, Soetoro 2, Cecep Parda 3 1) Mahasswa Fakultas Pertaa

Lebih terperinci

WAKTU PERGANTIAN ALAT BERAT JENIS WHEEL LOADER DENGAN METODE LEAST COST

WAKTU PERGANTIAN ALAT BERAT JENIS WHEEL LOADER DENGAN METODE LEAST COST Koferes Nasoal Tekk Spl 3 (KoNTekS 3) Jakarta, 6 7 Me 009 WAKTU PERGANTIAN ALAT BERAT JENIS WHEEL LOADER DENGAN METODE LEAST COST Maksum Taubrata Program Stud Tekk Spl, Uverstas Krste Maraatha Badug Jl.

Lebih terperinci

Dasar Ekonomi Teknik: Matematika Uang. Ekonomi Teknik TIP FTP UB

Dasar Ekonomi Teknik: Matematika Uang. Ekonomi Teknik TIP FTP UB Dasar Ekoom Tekk: Matematka Uag Ekoom Tekk TIP TP UB Bahasa lra Kas (Cash low Tme Value of Moey Buga Ekvales Cash low Tata alra uag masuk da keluar per perode waktu pada suatu perusahaa lra kas aka terjad

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Waktu da Tempat Peelta megea la ekoom koflk mausa da gajah dlaksaaka selama 2 bula mula dar bula Jul hgga Agustus 2009. Pegambla data lapaga dlaksaaka d Desa Lubuk Kembag

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana yang variabel bebasnya ( X ) berpangkat paling tinggi satu.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana yang variabel bebasnya ( X ) berpangkat paling tinggi satu. BAB LANDASAN TEORI. Regres Ler Sederhaa Regres ler sederhaa yag varabel bebasya ( berpagkat palg tgg satu. Utuk regres ler sederhaa, regres ler haya melbatka dua varabel ( da. Persamaa regresya dapat dtulska

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Tilamuta Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Tilamuta Kabupaten BAB III METODE PENELITIAN 3. Tempat da Waktu Peelta 3.. Tempat Tempat peelta dlaksaaka d SMP Neger 4 Tlamuta Kabupate Boalemo pada sswa kelas VIII. 3.. Waktu Peelta dlaksaaka dalam waktu 3 bula yatu dar

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN

IV METODE PENELITIAN IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi da Waktu Peelitia Lokasi peelitia dilakuka di PT. Bak Bukopi, Tbk Cabag Karawag yag berlokasi pada Jala Ahmad Yai No.92 Kabupate Karawag, Jawa Barat da Kabupate Purwakarta

Lebih terperinci

MUTUALLY EXCLUSIVE ALTERNATIVE PROJECT UNTUK ANALISIS KELAYAKAN USAHA INDUSTRI KECIL

MUTUALLY EXCLUSIVE ALTERNATIVE PROJECT UNTUK ANALISIS KELAYAKAN USAHA INDUSTRI KECIL Jural Sstem Tekk Idustr Volume 6, No. Jul 005 MUTUALLY EXCLUSIVE ALTERNATIVE PROJECT UNTUK ANALISIS KELAYAKAN USAHA INDUSTRI KECIL A Had Arf Fakultas Ekoom Uverstas Malkussaleh Abstrak: Pembagua asoal

Lebih terperinci

3.1 Biaya Investasi Pipa

3.1 Biaya Investasi Pipa BAB III Model Baya Pada model baya [8] d tugas akhr, baya tahua total utuk megoperaska jarga ppa terdr dar dua kompoe, yatu baya operasoal da baya vestas. Baya operasoal terdr dar baya operasoal ppa da

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. perkiraan (prediction). Dengan demikian, analisis regresi sering disebut sebagai

BAB 2 LANDASAN TEORI. perkiraan (prediction). Dengan demikian, analisis regresi sering disebut sebagai BAB LANDASAN TEORI. Kosep Dasar Aalss Regres Aalss regres regressso aalyss merupaka suatu tekk utuk membagu persamaa da megguaka persamaa tersebut utuk membuat perkraa predcto. Dega demka, aalss regres

Lebih terperinci

Angka Banding Manfaat dan Biaya

Angka Banding Manfaat dan Biaya METODE ANALISIS PERENCANAAN 2 Mater 3 : TPL 311 Oleh : Ke Marta Kaskoe Agka Badg Mafaat da Baya Dalam proyek pembagua, perlu dketahu apa mafaat dar proyek tersebut? Bagamaa keutuga ekoom atau keutuga sosal

Lebih terperinci

PERTEMUAN III PERSAMAAN REGRESI TUJUAN PRAKTIKUM

PERTEMUAN III PERSAMAAN REGRESI TUJUAN PRAKTIKUM PERTEMUAN III PERSAMAAN REGRESI TUJUAN PRAKTIKUM 1 Megetahu perhtuga persamaa regres ler Meggambarka persamaa regres ler ke dalam dagram pecar TEORI PENUNJANG Persamaa Regres adalah persamaa matematka

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana merupakan bagian regresi yang mencakup hubungan linier

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana merupakan bagian regresi yang mencakup hubungan linier BAB LANDASAN TEORI. Regres Ler Sederhaa Regres ler sederhaa merupaka baga regres yag mecakup hubuga ler satu peubah acak tak bebas dega satu peubah bebas. Hubuga ler da dar satu populas dsebut gars regres

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial. 1.2 Populasi dan Sampel

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial. 1.2 Populasi dan Sampel BAB I PENDAHULUAN 1.1 Statstka Deskrptf da Statstka Iferesal Dewasa d berbaga bdag lmu da kehdupa utuk memaham/megetahu sesuatu dperluka dat Sebaga cotoh utuk megetahu berapa bayak rakyat Idoesa yag memerluka

Lebih terperinci

Di dunia ini kita tidak dapat hidup sendiri, tetapi memerlukan hubungan dengan orang lain. Hubungan itu pada umumnya dilakukan dengan maksud tertentu

Di dunia ini kita tidak dapat hidup sendiri, tetapi memerlukan hubungan dengan orang lain. Hubungan itu pada umumnya dilakukan dengan maksud tertentu KORELASI 1 D dua kta tdak dapat hdup sedr, tetap memerluka hubuga dega orag la. Hubuga tu pada umumya dlakuka dega maksud tertetu sepert medapat kergaa pajak, memperoleh kredt, memjam uag, serta mta pertologa/batua

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PENDAHULUAN. Latar Belakag Sampa saat, model Regres da model Aalss Varas telah dpadag sebaga dua hal ag tdak berkata. Meskpu merupaka pedekata ag umum dalam meeragka kedua cara pada taraf permulaa,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah regresi pertama kali diperkenalkan oleh Francis Galton. Menurut Galton,

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah regresi pertama kali diperkenalkan oleh Francis Galton. Menurut Galton, BAB LANDASAN TEORI Pegerta Regres Istlah regres pertama kal dperkealka oleh Fracs Galto Meurut Galto, aalss regres berkeaa dega stud ketergatuga dar suatu varabel yag dsebut varabel tak bebas (depedet

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN ARUS KAS PT DUTA PERTIWI TBK DAN PT KAWASAN INDUSTRI JABABEKA TBK

ANALISIS PERBANDINGAN ARUS KAS PT DUTA PERTIWI TBK DAN PT KAWASAN INDUSTRI JABABEKA TBK ANALISIS PRBANDINGAN ARUS KAS PT DUTA PRTIWI TBK DAN PT KAWASAN INDUSTRI JABABKA TBK (Rsk ad Cash Flow Aalyss) Oleh/By: Sutart da Sr Bawoo Dose Akadem Maajeme Kesatua da STI Kesatua ABSTRAK Perusahaa megguaka

Lebih terperinci

EKONOMI TEKNIK. Ekuivalensi

EKONOMI TEKNIK. Ekuivalensi EKONOMI TEKNIK Ekuvales Ekuvales Ekuvales = Nla uag yag sama pada waktu yag berbeda. Jumlah uag berbeda pada waktu berbeda dapat berla ekooms sama. Cotoh = harga bes Rp 4.5, (25), Rp 5.5, (29), da Rp 6.5

Lebih terperinci

FMDAM (2) TOPSIS TOPSIS TOPSIS. Charitas Fibriani

FMDAM (2) TOPSIS TOPSIS TOPSIS. Charitas Fibriani FMDAM (2) Chartas Fbra Techque for Order Preferece by Smlarty to Ideal Soluto () ddasarka pada kosep dmaa alteratf terplh yag terbak tdak haya memlk jarak terpedek dar solus deal postf, amu juga memlk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Proyeksi pada dasarnya merupakan suatu pikiran atau taksiran mengenai. proyeksi bibit kelapa sawit untuk 5 tahun yang akan datang.

BAB I PENDAHULUAN. Proyeksi pada dasarnya merupakan suatu pikiran atau taksiran mengenai. proyeksi bibit kelapa sawit untuk 5 tahun yang akan datang. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakag Proyeks pada dasarya merupaka suatu pkra atau taksra megea terjadya suatu kejada (la dar suatu varabel) utuk waktu yag aka datag sepert proyeks bbt kelapa sawt utuk

Lebih terperinci

BAB 2 : BUNGA, PERTUMBUHAN DAN PELURUHAN

BAB 2 : BUNGA, PERTUMBUHAN DAN PELURUHAN Jl. Raya Wagu Kel. Sdagsar Kota Bogor Telp. 0251-8242411, emal: prohumas@smkwkrama.et, webste : www.smkwkrama.et BAB 2 : BUNGA, PERTUBUHAN DAN PELURUHAN PENGERTIAN BUNGA Buga adalah jasa dar smpaa atau

Lebih terperinci

8. MENGANALISIS HASIL EVALUASI

8. MENGANALISIS HASIL EVALUASI 8. MENGANALISIS HASIL EVALUASI Tujua : Mampu megaalsa tgkat kesukara hasl evaluas utuk megkatka hasl proses pembelajara Kegata megaals hasl evaluas merupaka upaya utuk memperbak programprogram pembelajara

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Statistik merupakan cara cara tertentu yang digunakan dalam mengumpulkan,

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Statistik merupakan cara cara tertentu yang digunakan dalam mengumpulkan, BAB TINJAUAN TEORITIS 1 Kosep Dasar Statstka Statstk merupaka cara cara tertetu yag dguaka dalam megumpulka, meyusu atau megatur, meyajka, megaalsa da member terpretas terhadap sekumpula data, sehgga kumpula

Lebih terperinci

PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP PENDAPATAN PENGRAJIN INDUSTRI KECIL TEMPE DI DESA SAMBAK KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG

PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP PENDAPATAN PENGRAJIN INDUSTRI KECIL TEMPE DI DESA SAMBAK KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP PENDAPATAN PENGRAJIN INDUSTRI KECIL TEMPE DI DESA SAMBAK KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG Asa Kurat Peddka Ekoom, FKIP Uverstas Muhammadah Purworejo asachaca8@ahoo.com

Lebih terperinci

BAB 2. Tinjauan Teoritis

BAB 2. Tinjauan Teoritis BAB Tjaua Teorts.1 Regres Lear Sederhaa Regres lear adalah alat statstk yag dperguaka utuk megetahu pegaruh atara satu atau beberapa varabel terhadap satu buah varabel. Varabel yag mempegaruh serg dsebut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB METODE PENELTAN 3.1 Tempat da Waktu Peelta Peelta dlaksaaka d areal/wlaah koses huta PT. Sarmeto Parakata Tmber, Kalmata Tegah pada bula Aprl sampa dega Me 007. 3. Baha da Alat Baha ag dguaka utuk

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI. Model regresi linier sederhana merupakan sebuah model yang hanya terdiri dari satu peubah terikat dan satu peubah penjelas:

ANALISIS REGRESI. Model regresi linier sederhana merupakan sebuah model yang hanya terdiri dari satu peubah terikat dan satu peubah penjelas: ANALISIS REGRESI Pedahulua Aalss regres berkata dega stud megea ketergatuga satu peubah (peubah terkat) terhadap satu atau lebh peubah laya (peubah pejelas). Jka Y dumpamaka sebaga peubah terkat da X1,X,...,X

Lebih terperinci

Penurunan Persamaan Perpetuitas dan Anuitas

Penurunan Persamaan Perpetuitas dan Anuitas SEMINR NSIONL MTEMTIK DN PENDIDIKN MTEMTIK UNY 2016 Peurua Persamaa Perpetutas da utas T - 6 Bud Fresdy Fakultas Ekoom da Bss Uverstas Idosa bstrak Mahasswa bss da akutas, debtor bak, da vestor memerluka

Lebih terperinci

BAB 6 PRINSIP INKLUSI DAN EKSKLUSI

BAB 6 PRINSIP INKLUSI DAN EKSKLUSI BB 6 PRINSIP INKLUSI DN EKSKLUSI Pada baga aka ddskuska topk berkutya yatu eumeras yag damaka Prsp Iklus da Eksklus. Kosep dalam bab merupaka perluasa de dalam Dagram Ve beserta oepras rsa da gabuga, amu

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang apa yang paling

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang apa yang paling BAB LANDASAN TEORI Kosep Dasar Aalss Regres Aalss regres adalah suatu proses memperkraka secara sstemats tetag apa yag palg mugk terjad dmasa yag aka datag berdasarka formas yag sekarag dmlk agar memperkecl

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Kota Bogor. Kecamatan Bogor Barat. Purposive. Kelurahan Cilendek Barat RW 05 N1= 113. Cluster random sampling.

METODE PENELITIAN. Kota Bogor. Kecamatan Bogor Barat. Purposive. Kelurahan Cilendek Barat RW 05 N1= 113. Cluster random sampling. METODE PENELITIAN Desa, Tempat da Waktu Peelta Peelta megguaka desa cross sectoal study. Lokas peelta d Kota Bogor. Pemlha lokas peelta secara purposve dega pertmbaga merupaka salah satu kecamata dega

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PENDAHULUAN. Latar Belakag Dalam pemodela program ler, semua parameter yag dguaka dalam model dasumska dapat dketahu secara past. Parameter-parameter terdr dar koefse batasa ( ) a, la kuattas batasa

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Evaluasi Pengajaran

TINJAUAN PUSTAKA Evaluasi Pengajaran TINJAUAN PUSTAKA Evaluas Pegajara Evaluas adalah suatu proses merecaaka, memperoleh da meyedaka formas yag sagat dperluka utuk membuat alteratf- alteratf keputusa. Dalam hubuga dega kegata pegajara evaluas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. melakukan smash sebelum dan sesudah latihan power otot lengan adalah sebagai

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. melakukan smash sebelum dan sesudah latihan power otot lengan adalah sebagai BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Deskrps Peelta Berdasarka hasl peelta, d peroleh data megea kemempua sswa melakuka smash sebelum da sesudah latha power otot lega adalah sebaga berkut : Tabel.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA.1 Pedahulua Sebelum membahas megea prosedur peguja hpotess, terlebh dahulu aka djelaska beberapa teor da metode yag meujag utuk mempermudah pembahasa. Adapu teor da metode tersebut

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Metode numerik merupakan suatu teknik atau cara untuk menganalisa dan menyelesaikan masalah masalah di dalam bidang rekayasa teknik dan

PENDAHULUAN Metode numerik merupakan suatu teknik atau cara untuk menganalisa dan menyelesaikan masalah masalah di dalam bidang rekayasa teknik dan Aalsa Numerk Baha Matrkulas PENDAHULUAN Metode umerk merupaka suatu tekk atau cara utuk megaalsa da meyelesaka masalah masalah d dalam bdag rekayasa tekk da sa dega megguaka operas perhtuga matematk Masalah-masalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu da tempat peelta Dalam upaya pelaksaaa peelta,maka peelt melakukaya pada : 1. Tempat Peelta Gua memperoleh data yag dperluka dalam peulsa Skrps yag berjudul Pembetuka

Lebih terperinci

UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK

UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK MODUL 4 UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK. Pedahulua Utuk medapatka gambara yag lebh jelas tetag sekumpula data megea sesuatu persoala, bak megea sampel atau pu

Lebih terperinci

UKURAN GEJALA PUSAT (UGP)

UKURAN GEJALA PUSAT (UGP) UKURAN GEJALA PUSAT (UGP) Pegerta: Rata-rata (average) alah suatu la yag mewakl suatu kelompok data. Nla dsebut juga ukura gejala pusat karea pada umumya mempuya kecederuga terletak d tegah-tegah da memusat

Lebih terperinci

PERTEMUAN 14-MPC 2 PRAKTIK. Oleh: Adhi Kurniawan SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK

PERTEMUAN 14-MPC 2 PRAKTIK. Oleh: Adhi Kurniawan SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK PERTEMUAN 4-MPC PRAKTIK Oleh: Adh Kurawa SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK Double Samplg Utuk Peduga Beda, Rato, Regres Msalka, pada kods tertetu, kta g megguaka dfferece estmator, rato estmator, atau regresso

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dilakukan secara purposive atau sengaja. Pemilihan lokasi penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dilakukan secara purposive atau sengaja. Pemilihan lokasi penelitian BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokas Peneltan Peneltan dlaksanakan d Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang pada bulan Februar hngga Me 2017. Pemlhan lokas peneltan dlakukan secara purposve

Lebih terperinci

TAKSIRAN UMUR SISTEM DENGAN UMUR KOMPONEN BERDISTRIBUSI SERAGAM. Sudarno Jurusan Matematika FMIPA UNDIP

TAKSIRAN UMUR SISTEM DENGAN UMUR KOMPONEN BERDISTRIBUSI SERAGAM. Sudarno Jurusan Matematika FMIPA UNDIP JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 7. No. 1, 11-19, Aprl 004, ISSN : 1410-8518 TAKSIRAN UMUR SISTEM DENGAN UMUR KOMPONEN BERDISTRIBUSI SERAGAM Sudaro Jurusa Matematka FMIPA UNDIP Abstrak Sstem yag dbetuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jes Peelta Dalam pelta peelt megguaka racaga eksperme. Eksperme adalah observas dbawah kods buata (artfcal codto), dmaa kods tersebut dbuat da d atur oleh s peelt. Dega

Lebih terperinci

TEKNIK SAMPLING. Hazmira Yozza Izzati Rahmi HG Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas

TEKNIK SAMPLING. Hazmira Yozza Izzati Rahmi HG Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas TEKNIK SAMPLING Hazmra Yozza Izzat Rahm HG Jurusa Matematka FMIPA Uverstas Adalas Defs Suatu cotoh gerombol adalah suatu cotoh acak sederhaa dmaa setap ut pearka cotoh adalah kelompok atau gerombol dar

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. yang hidup dan berguna bagi masyarakat, maupun bagi peneliti sendiri

III. METODE PENELITIAN. yang hidup dan berguna bagi masyarakat, maupun bagi peneliti sendiri III. METODE PEELITIA A. Metodolog Peelta Metodolog peelta adalah cara yag dlakuka secara sstemats megkut atura-atura, recaaka oleh para peeltutuk memecahka permasalaha yag hdup da bergua bag masyarakat,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 1 Pegerta Regres Istlah regres pertama kal dperkealka oleh Fracs Galto Meurut Galto, aalss regres berkeaa dega stud ketergatuga dar suatu varabel yag dsebut tak bebas depedet varable,

Lebih terperinci

BAB III UKURAN PEMUSATAN DATA

BAB III UKURAN PEMUSATAN DATA BAB III UKURAN PEMUSATAN DATA A. Ukura Gejala Pusat Ukura pemusata adalah suatu ukura yag meujukka d maa suatu data memusat atau suatu kumpula pegamata memusat (megelompok). Ukura pemusata data adalah

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN MEOOLOGI PENELIIAN empat da Waktu Peelta Peelta dlaksaaka d P Bukt Raya Mudsa, Kabupate Sawah Luto/Sjujug, Props Sumatera Barat. Peelta dlakuka dua tahap selama 3 bula yatu bula Maret sampa dega bula Me

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. regresi berkenaan dengan studi ketergantungan antara dua atau lebih variabel yaitu

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. regresi berkenaan dengan studi ketergantungan antara dua atau lebih variabel yaitu BAB TINJAUAN TEORITIS. Pegerta Aalsa Regres Istlah regres pertama kal dperkealka oleh Fracs Galto. Meurutya, aalss regres berkeaa dega stud ketergatuga atara dua atau lebh varabel yatu varabel yag meeragka

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR SEMESTER STATISTIKA DAN PROBABILITAS

UJIAN AKHIR SEMESTER STATISTIKA DAN PROBABILITAS Tgg tekaa [m] UJIAN AKHIR SEMESTER STATISTIKA DAN PROBABILITAS Se, 11 Desember 017 100 met [ Boleh membuka buku Tdak boleh memaka komputer ] SOAL 1 [SO A-3, BOBOT NILAI 50%] Sebuah PDAM melakuka pegukura

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. cuci mobil CV. Sangkara Abadi di Bumiayu. Metode analisis yang dipakai

BAB III METODE PENELITIAN. cuci mobil CV. Sangkara Abadi di Bumiayu. Metode analisis yang dipakai 20 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jeis Peelitia Peelitia ii merupaka aalisis tetag kelayaka ivestasi usaha cuci mobil CV. Sagkara Abadi di Bumiayu. Metode aalisis yag dipakai adalah metode aalisis kuatitatif

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Statistik merupakan cara cara tertentu yang digunakan dalam mengumpulkan,

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Statistik merupakan cara cara tertentu yang digunakan dalam mengumpulkan, BAB II TINJAUAN TEORITIS.1 Kosep Dasar Statstka Statstk merupaka cara cara tertetu yag dguaka dalam megumpulka, meyusu atau megatur, meyajka, megaalsa da member terpretas terhadap sekumpula data, sehgga

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR SEMESTER STATISTIKA DAN PROBABILITAS

UJIAN AKHIR SEMESTER STATISTIKA DAN PROBABILITAS UJIAN AKHIR SEMESTER STATISTIKA DAN PROBABILITAS Se, 19 Desember 016 100 met [ Boleh membuka buku Tdak boleh memaka komputer ] SOAL 1 [SO A-3, BOBOT NILAI 40%] Hasl pegukura sampel d beberapa sekolah da

Lebih terperinci

BAB 1 ERROR PERHITUNGAN NUMERIK

BAB 1 ERROR PERHITUNGAN NUMERIK BAB ERROR PERHITUNGAN NUMERIK A. Tujua a. Memaham galat da hampra b. Mampu meghtug galat da hampra c. Mampu membuat program utuk meelesaka perhtuga galat da hampra dega Matlab B. Peragkat da Mater a. Software

Lebih terperinci

PENERAPAN BARISAN DAN DERET

PENERAPAN BARISAN DAN DERET PENERPN BRIN DN DERET. MODEL PERKEMBNGN UH Jka perkembaga varabel-varabel tertetu dalam kegata usaha (msalya: produks, baya, pedapata, pegguaa teaga kerja, peaama modal) berpola sepert barsa artmetka,

Lebih terperinci

3. METODOLOGI PENELITIAN

3. METODOLOGI PENELITIAN 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu da Tempat Peelta dlakuka mula taggal 13 Me sampa dega 19 Agustus 007d perara Teluk Lasogko, Kabupate Buto, Sulawes Teggara. Lokas dplh dega pertmbaga bahwa perara merupaka

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokas da Waktu Peelta Peelta dlaksaaka d Tambu Bekas, Jawa Barat, dega pertmbaga bahwa Kota Bekas merupaka kota sedag, dega kemudaha akses da juga memlk jumlah peduduk yag cukup

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. komparatif. Dalam penelitian ini, desain yang digunakan adalah pre test-post

III. METODE PENELITIAN. komparatif. Dalam penelitian ini, desain yang digunakan adalah pre test-post III. METODE PENELITIAN A. Metode Peelta Metode yag dguaka dalam peelta adalah metode eksperme komparatf. Dalam peelta, desa yag dguaka adalah pre test-post test desg (desa tes awal-tes akhr) sepert tabel

Lebih terperinci

ANALISIS INDEKS DISTURBANCES STORM TIME DENGAN KOMPONEN H GEOMAGNET

ANALISIS INDEKS DISTURBANCES STORM TIME DENGAN KOMPONEN H GEOMAGNET Prosdg Semar Nasoal Peelta, Peddka da Peerapa MIPA Fakultas MIPA, Uverstas Neger Yogyakarta, 6 Me 9 ANALISIS INDEKS DISTURBANCES STORM TIME DENGAN KOMPONEN H GEOMAGNET Sty Rachyay Pusat Pemafaata Sas Atarksa,

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.. Tempat da Waktu Peelta Peelta megea Kepuasa Kosume Restora Ayam Goreg Fatmawat, dlaksaaka pada bula November tahu 008 hgga Jauar tahu 009. Restora Ayam Goreg Fatmawat Hotel

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE. Lokasi dan Waktu Penelitian. Tabel 3 Lokasi, ukuran, tahun pembuatan, dan tahun pengukuran PUP Kayu Bawang di Propinsi Bengkulu.

BAHAN DAN METODE. Lokasi dan Waktu Penelitian. Tabel 3 Lokasi, ukuran, tahun pembuatan, dan tahun pengukuran PUP Kayu Bawang di Propinsi Bengkulu. BAHAN DAN METODE Lokas da Waktu Peelta Peelta dlaksaaka d huta rakyat kayu bawag yag terdapat d 3 kecamata d Kabupate Begkulu Utara, Props Begkulu (Tabel 3, Gambar 5). Pembuata PUP dlakuka pada tahu 005

Lebih terperinci

Penarikan Contoh Gerombol (Cluster Sampling) Departemen Statistika FMIPA IPB

Penarikan Contoh Gerombol (Cluster Sampling) Departemen Statistika FMIPA IPB Pearka Cotoh Gerombol (Cluster Samplg) Departeme Statstka FMIPA IPB Radom samplg (Revew) Smple radom samplg Stratfed radom samplg Rato, regresso, ad dfferece estmato Systematc radom samplg Cluster radom

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pengambilan sampel dari suatu populasi, diperlukan suatu

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pengambilan sampel dari suatu populasi, diperlukan suatu BAB II LADASA TEORI Dalam pegambla sampel dar suatu populas, dperluka suatu tekk pegambla sampel yag tepat sesua dega keadaa populas tersebut. Sehgga sampel yag dperoleh adalah sampel yag dapat mewakl

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN. 4.1 Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian

IV METODE PENELITIAN. 4.1 Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian IV METODE PENELITIAN 4.1 Peetua Lokas da Waktu Peelta Peelta tetag evaluas kemtraa dlakuka d PT. GE dega peta mtra d Kabupate Kuga. Pegambla lokas peelta dlakuka secara segaja (puposve) dega pertmbaga

Lebih terperinci

ANALISA WAKTU BAKU PRODUKSI DOMPET DENGAN PENDEKATAN PETA TANGAN KIRI DAN TANGAN KANAN PADA CV. XYZ DI PASURUAN

ANALISA WAKTU BAKU PRODUKSI DOMPET DENGAN PENDEKATAN PETA TANGAN KIRI DAN TANGAN KANAN PADA CV. XYZ DI PASURUAN ANALISA WAKTU BAKU PRODUKSI DOMPET DENGAN PENDEKATAN PETA TANGAN KIRI DAN TANGAN KANAN PADA CV. XYZ DI PASURUAN Hasa Bashor 1), Rosyatul Umam ) 1) Dose Tekk dustr Fakultas Tekk Uverstas Yudharta Pasurua

Lebih terperinci

Jurnal Sketsa Bisnis Vol. 2 No. 1 Agustus 2015 Page 18

Jurnal Sketsa Bisnis Vol. 2 No. 1 Agustus 2015 Page 18 ANALISA WAKTU BAKU PRODUKSI DOMPET DENGAN PENDEKATAN PETA TANGAN KIRI DAN TANGAN KANAN PADA CV. XYZ DI PASURUAN Hasa Bashor 1), Rosyatul Umam ) 1) Dose Tekk dustr Fakultas Tekk Uverstas Yudharta Pasurua

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORITIS. yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama.

BAB 2 LANDASAN TEORITIS. yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama. BAB 2 LANDASAN TEORITIS 2.1 Pegerta Peramala Peramala ( forecastg ) adalah kegata memperkraka atau mempredkska apa yag aka terjad pada masa yag aka datag dega waktu yag relatf lama. Sedagka ramala adalah

Lebih terperinci

ANALISIS KORELASI DAN REGRESI (LINEAR)

ANALISIS KORELASI DAN REGRESI (LINEAR) ANALISIS KORELASI DAN REGRESI (LINEAR) Hubuga atara dua kejada dapat dyataka dega hubuga dua varabel Apabla dua varabel da mempuya hubuga, maka la varabel yag sudah dketahu dapat dperguaka utuk memperkraka/meaksr.

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada lahan pertanaman Padi sawah tadah hujan (Oryza

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada lahan pertanaman Padi sawah tadah hujan (Oryza III. METODELOGI PENELITIAN 3.1. Tempat da Waktu Peelitia Peelitia dilaksaaka pada laha pertaama Padi sawah tadah huja (Oryza Sativa L.) di Kelompok Tai Karya Tai I Desa Karag Rejo Kecamata Jati Agug Kabupate

Lebih terperinci

Diterima: 30 Januari 2009; Disetujui: 6 Oktober 2009 ABSTRACT

Diterima: 30 Januari 2009; Disetujui: 6 Oktober 2009 ABSTRACT Bulet PSP, Vol. XVIII, No.3, Desember 2009 KERAGAAN DAN PERAN MODAL VENTURA TERHADAP PERIKANAN TANGKAP DI KOTA TEGAL, JAWA TENGAH Aalyss of the Veture Captal Ifluece to the Performace of Capture Fsheres

Lebih terperinci

PERAN SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN DALAM PEREKONOMIAN PROVINSI SUMATERA UTARA

PERAN SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN DALAM PEREKONOMIAN PROVINSI SUMATERA UTARA PERAN SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN DALAM PEREKONOMIAN PROVINSI SUMATERA UTARA Oktavata Br Bagu 1 da Mautu Parula Hutagaol 1 1 Departeme Ilmu Ekoom, Fakultas Ekoom da Maaeme, Isttut Pertaa Bogor Artkel dterma

Lebih terperinci

PENGARUH TATA LETAK DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN MAKARONI ANUGRAH TASIKMALAYA JURNAL

PENGARUH TATA LETAK DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN MAKARONI ANUGRAH TASIKMALAYA JURNAL PENGARUH TATA LETAK DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN MAKARONI ANUGRAH TASIKMALAYA JURNAL Utuk Memeuh Salah Satu Syarat dalam Memperoleh Gelar Sarjaa

Lebih terperinci

11/10/2010 REGRESI LINEAR SEDERHANA DAN KORELASI TUJUAN

11/10/2010 REGRESI LINEAR SEDERHANA DAN KORELASI TUJUAN // REGRESI LINEAR SEDERHANA DAN KORELASI. Model Regres Lear. Peaksr Kuadrat Terkecl 3. Predks Nla Respos 4. Iferes Utuk Parameter-parameter Regres 5. Kecocoka Model Regres 6. Korelas Utrwe Mukhayar MA

Lebih terperinci

BAB 5. ANALISIS REGRESI DAN KORELASI

BAB 5. ANALISIS REGRESI DAN KORELASI BAB 5. ANALISIS REGRESI DAN KORELASI Tujua utama aalss regres adalah mecar ada tdakya hubuga ler atara dua varabel: Varabel bebas (X), yatu varabel yag mempegaruh Varabel terkat (Y), yatu varabel yag dpegaruh

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relative lama.

BAB 2 LANDASAN TEORI. yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relative lama. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pegerta Peramala Peramala ( forecastg ) adalah kegata memperkraka atau mempredkska apa yag aka terjad pada masa yag aka datag dega waktu yag relatve lama. Sedagka ramala adalah

Lebih terperinci

JIIA, VOLUME 3 No. 2, APRIL 2015

JIIA, VOLUME 3 No. 2, APRIL 2015 DETERMINAN KEPUTUSAN PETANI TERHADAP KONVERSI LAHAN SAWAH MENJADI PERMUKIMAN (Determats of Farmers Decso for Rce-Feld Coverso to Housg) Umyat Kulsum, Bustaul Arf, Zaal Abd Jurusa Agrbss, Fakultas Pertaa,

Lebih terperinci

PENAKSIR RATIO-CUM-PRODUCT YANG EFISIEN UNTUK RATA-RATA POPULASI PADA SAMPLING ACAK SEDERHANA MENGGUNAKAN KOEFISIEN VARIASI DAN KOEFISIEN KURTOSIS

PENAKSIR RATIO-CUM-PRODUCT YANG EFISIEN UNTUK RATA-RATA POPULASI PADA SAMPLING ACAK SEDERHANA MENGGUNAKAN KOEFISIEN VARIASI DAN KOEFISIEN KURTOSIS PEASIR RATIO-UM-PRODUT AG EFISIE UTU RATA-RATA POPULASI PADA SAMPLIG AA SEDERHAA MEGGUAA OEFISIE VARIASI DA OEFISIE URTOSIS Lza armata *, Arsma Ada, Frdaus Mahasswa Program S Matematka Dose Jurusa Matematka

Lebih terperinci

Menghitung Kinerja Investasi

Menghitung Kinerja Investasi Meghtug Kerja Ivestas Dalam perjalaa vestas, la suatu asset bsa berubah dar waktu ke waktu akbat perubaha kods pasar. Sela tu, sebaga baga dar proses vestas, vestor perlu mematau da megevaluas kerja vestas

Lebih terperinci

PEMANFAATAN LAYANAN REFERENSI DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS UDAYANA

PEMANFAATAN LAYANAN REFERENSI DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS UDAYANA PEMAFAATA LAYAA REFERESI DI UPT PERPUSTAKAA UIVERSITAS UDAYAA I KADEK OKA SULAKSAA FAKULTAS ILMU SOSIAL DA ILMU POLITIK UIVERSITAS UDAYAA DEPASAR EMAIL : kasulaksaa22@gmal.cm ABSTRACT The research s a

Lebih terperinci

PENGARUH MODAL KERJA DAN KREDIT YANG DISALURKAN TERHADAP LABA OPERASIONAL (Study Kasus Pada PT. BPR Mitra Kopjaya Mandiri Manonjaya Tasikmalaya)

PENGARUH MODAL KERJA DAN KREDIT YANG DISALURKAN TERHADAP LABA OPERASIONAL (Study Kasus Pada PT. BPR Mitra Kopjaya Mandiri Manonjaya Tasikmalaya) PENGARUH MODAL KERJA DAN KREDIT YANG DISALURKAN TERHADAP LABA OPERASIONAL (Study Kasus Pada PT. BPR Mtra Kopjaya Madr Maojaya Taskmalaya) Ie Yulat (083403036) Emal : eyulat57@yahoo.com Program Stud Akutas

Lebih terperinci

M E T O D O L O G I. Waktu dan Lokasi Penelitian

M E T O D O L O G I. Waktu dan Lokasi Penelitian M E T O D O L O G I Waktu da Lokas Peelta Peelta dlaksaaka pada bula Maret 004 sampa September 006 d Kabupate Gresk Jawa Tmur yag berada pada poss atara 6 o 49-7 o 05 Ltag Selata da 11 o 9-11 o 40 Bujur

Lebih terperinci

Penelitian Operasional II Teori Permainan TEORI PERMAINAN

Penelitian Operasional II Teori Permainan TEORI PERMAINAN Peelta Operasoal II Teor Permaa 7 2 TEORI PERMAINAN 2 Pegatar 2 Krtera Tekk Permaa : () Terdapat persaga kepetga datara pelaku (2) Setap pema memlk stateg, bak terbatas maupu tak terbatas (3) Far Game

Lebih terperinci

Uji Statistika yangb digunakan dikaitan dengan jenis data

Uji Statistika yangb digunakan dikaitan dengan jenis data Uj Statstka yagb dguaka dkata dega jes data Jes Data omal Ordal Iterval da Raso Uj Statstka Koefse Kotges Rak Spearma Kedall Tau Korelas Parsal Kedall Tau Koefse Kokordas Kedall W Pearso Korelas Gada Korelas

Lebih terperinci

III BAHAN/OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 ekor sapi Pasundan

III BAHAN/OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 ekor sapi Pasundan III BAHAN/OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Baha da Alat Peelta 3.1.1. Baha Peelta Objek yag dguaka dalam peelta adalah 50 ekor sap Pasuda jata da beta dewasa dega umur -3 tahu da tdak butg utuk meghdar

Lebih terperinci

3 METODOLOGI 3.1 Pemilihan Lokasi dan Waktu Penelitian

3 METODOLOGI 3.1 Pemilihan Lokasi dan Waktu Penelitian 3 METODOLOGI 3 Pemlha Lokas da Waktu Peelta Peelta dlakuka selama 5 bula, mula bula Agustus 2004 sampa Jauar 2005, berlokas d Kabupate Raja Ampat, Provs Ira Jaya Barat (Gambar 2) Sehubuga dega bayakya

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 6, No. 3. Tahun 2016 ISSN X

JSIKA Vol. 6, No. 3. Tahun 2016 ISSN X Pegukura Kualtas Webste Bada Kepegawaa Negara Kator Regoal II Dega Megguaka Metode WebQual 4.0. Flemo Edw Haraja 1) Patjawat Sudarmagtyas 2) Marya Mujayaa Program Stud/Jurusa Sstem Iformas Isttut Bss da

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3. Metode Pemecaha Masalah Metodolog peelta merupaka tahap-tahap dalam suatu peelta yag harus dtetapka atau dlakuka terlebh dahulu sebelum melakuka pecara solus masalah

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan strategi umum yang di anut dalam

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan strategi umum yang di anut dalam III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelta Metode peelta merupaka strateg umum yag d aut dalam pegumpula data da aalss data yag dperluka, gua mejawab persoala yag dhadap. Meurut Arkuto (006 : 3) peelta

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti oleh penulis, maka metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti oleh penulis, maka metode 4 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode da Desa Peelta Berdasarka permasalaha yag aka dtelt oleh peuls, maka metode peelta yag dguaka yatu metode deskrptf komparatf (descrptvecomparatve). Sebagamaa yag

Lebih terperinci

IV. METODOLOGI PENELITIAN. wilayah (local spesific) yang berbeda satu dengan lainnya (heterogen). Penetapan

IV. METODOLOGI PENELITIAN. wilayah (local spesific) yang berbeda satu dengan lainnya (heterogen). Penetapan IV. METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Lokas da Waktu Peelta Peelta dlakuka d Provs Maluku karea lokas peelta meggambarka tetag wlayah kepulaua dega kapastas atau potes lokal wlayah (local spesfc) yag berbeda

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Gambar 3.2. Ilustrasi Tabel Input-Output (3 Sektor) Alokasi Permintaan Output Antara Permintaan F 1

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Gambar 3.2. Ilustrasi Tabel Input-Output (3 Sektor) Alokasi Permintaan Output Antara Permintaan F 1 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.. Tabel Iput-Output 3... Keragka Umum Tabel Iput-Output Sebaga lustras tabel I-O, msalka haya ada tga sektor dalam suatu perekooma yatu sektor produks, 2 da 3. Tabel trasaks

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian sangat diperlukan dalam sebuah penelitian untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian sangat diperlukan dalam sebuah penelitian untuk BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelta Metode peelta sagat dperluka dalam sebuah peelta utuk memaham suatu objek peelta da utuk medapatka sejumlah formas tetag masalah pokok yag aka dpecahka. Ada

Lebih terperinci

STATISTIKA A. Definisi Umum B. Tabel Distribusi Frekuensi

STATISTIKA A. Definisi Umum B. Tabel Distribusi Frekuensi STATISTIKA A. Des Umum. Pegerta statstk Statstk adalah kumpula akta yag berbetuk agka da dsusu dalam datar atau tabel yag meggambarka suatu persoala. Cotoh: statstk kurs dolar Amerka, statstk pertumbuha

Lebih terperinci