BAB IV GENERATOR BILANGAN RANDOM

dokumen-dokumen yang mirip
PEMBANGKIT BILANGAN ACAK (Random Number Generator)

BAHASAN ALGORITME ARITMETIK GF(3 ) Telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam mengonstruksi field GF(3 )

PEMBANGKIT BILANGAN ACAK

BAB III m BAHASAN KONSTRUKSI GF(3 ) dalam penelitian ini dapat dilakukan dengan mengacu pada konsep perluasan filed pada Bab II bagian 2.8.

MATRIKS DALAM LABORATORIUM oleh : Sugata Pikatan

BAB III UJI STATISTIK PORTMANTEAU DALAM VERIFIKASI MODEL RUNTUN WAKTU

Definisi 3.3: RUANG SAMPEL KONTINU Ruang sampel kontinu adalah ruang sampel yang anggotanya merupakan interval pada garis bilangan real.

BAB 2 LANDASAN TEORI

1 1. POLA RADIASI. P r Dengan : = ½ (1) E = (resultan dari magnitude medan listrik) : komponen medan listrik. : komponen medan listrik

PEMBANGKIT BILANGAN RANDOM RANDON NUMBER GENERATOR (RNG)

KAJIAN METODE ZILLMER, FULL PRELIMINARY TERM, DAN PREMIUM SUFFICIENCY DALAM MENENTUKAN CADANGAN PREMI PADA ASURANSI JIWA DWIGUNA

SIFAT-SIFAT OPERASI ARITMATIKA, DETERMINAN DAN INVERS PADA MATRIKS INTERVAL TUGAS AKHIR. Oleh : NURSUKAISIH

BAB II LANDASAN TEORI

ISSN WAHANA Volume 67, Nomer 2, 1 Desember 2016

BAB I PENDAHULUAN. segi kuantitas dan kualitasnya. Penambahan jumlah konsumen yang tidak di ikuti

Penentuan Akar-Akar Sistem Persamaan Tak Linier dengan Kombinasi Differential Evolution dan Clustering

PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA GENETIKA DAN ALGORITMA HEURISTIK RAJENDRAN UNTUK PENJADUALAN PRODUKSI JENIS FLOW SHOP

Diberikan sebarang relasi R dari himpunan A ke B. Invers dari R yang dinotasikan dengan R adalah relasi dari B ke A sedemikian sehingga

BAB I PENDAHULUAN. dalam skala prioritas pembangunan nasional dan daerah di Indonesia

LEMBAR SOAL UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2008/2009

KEBERADAAN SOLUSI PERSAMAAN DIOPHANTIN MATRIKS POLINOMIAL DAN PENYELESAIANNYA MENGGUNAKAN TITIK-TITIK INTERPOLASI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II METODOLOGI PENELITIAN

PERBANDINGAN BAGAN KENDALI MULTIVARIAT

MAKALAH SISTEM BASIS DATA

matematika K-13 PEMBAGIAN HORNER DAN TEOREMA SISA K e l a s

PERHITUNGAN INTEGRAL FUNGSI REAL MENGGUNAKAN TEKNIK RESIDU

PENGARUH POSISI BEBAN DAN MOMEN INERSIA TERHADAP PUTARAN KRITIS PADA MODEL POROS MESIN KAPAL

DISTRIBUSI DUA PEUBAH ACAK

KAJIAN PERBANDINGAN KINERJA GRAFIK PENGENDALI CUMULATIVE SUM

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

Perancangan Sistem Tracking Quadrotor untuk Sebuah Target Bergerak di Darat Menggunakan Sistem Fuzzy

Sistem Linear Max-Plus Interval Waktu Invariant

IMPLEMENTASI LINEAR CONGRUENT METHOD (LCM) PADA GAME HANGAROO BERBASIS ANDROID

Getaran adalah gerakan bolak-balik dalam suatu interval waktu tertentu. Getaran berhubungan dengan gerak osilasi benda dan gaya yang berhubungan

PENGGUNAAN METODE HOMOTOPI PADA MASALAH PERAMBATAN GELOMBANG INTERFACIAL

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan di bidang-bidang lain, seperti sosial, politik, dan budaya. perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin.

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang, Indonesia

IV. METODE PENELITIAN

PEMBENTUKAN SEL-SEL MESIN UNTUK MENDAPATKAN PENGURANGAN JARAK DAN BIAYA MATERIAL HANDLING DENGAN METODE HEURISTIK DI PT. BENGKEL COKRO BERSAUDARA

Perbandingan Mean Squared Error (MSE) Metode Prasad-Rao dan Jiang-Lahiri-Wan Pada Pendugaan Area Kecil

BAB II PENYEARAH DAYA

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penggunaan Media Manik-Manik Untuk Meningkatkan Kemampuan Belajar Matematika Anak Tunagrahita. Maman Abdurahman SR dan Hayatin Nufus

By. Risa Farrid Christianti, S.T.,M.T.

TERMODINAMIKA TEKNIK II

Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi

LEMBAR SOAL UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2008/2009

Soal-Soal dan Pembahasan Matematika IPA SBMPTN/SNMPTN 2008

(R.4) PENGUJIAN DAN PEMODELAN ASOSIASI DUA VARIABEL KATEGORIK MULTI-RESPON DENGAN METODE BOOTSTRAP DAN ALGORITMA GANGE

Simulasi dan Analisis Kinerja Prediktor Smith pada Kontrol Proses yang Disertai Tundaan Waktu

Implementasi Histogram Thresholding Fuzzy C-Means untuk Segmentasi Citra Berwarna

MODUL PERTEMUAN KE 6 MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN

IMPLEMENTASI PANORAMIC IMAGE MOSAIC DENGAN METODE 8 PARAMETER PERSPECTIVE TRANSFORMATION

Perbandingan Bilangan Dominasi Jarak Satu dan Dua pada Graf Hasil Operasi Comb

BAB III ESTIMASI PARAMETER PADA MODEL REGRESI LOGISTIK 2-LEVEL. Model hirarki 2-level merupakan model statistik yang digunakan untuk

Bab III S, TORUS, Sebelum mempelajari perbedaan pada grup fundamental., dan figure eight terlebih dahulu akan dipelajari sifat dari grup

BILANGAN PRIMA : PERKEMBANGAN DAN APLIKASINYA

MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR ANALISIS TEKSTUR MENGGUNAKAN METODE TRANSFORMASI PAKET WAVELET Rosanita Listyaningrum*, Imam Santoso**, R.

PERBANDINGAN METODE KEMUNGKINAN MAKSIMUM DAN BAYES DALAM MENAKSIR KEMAMPUAN PESERTA TES PADA RANCANGAN TES ADAPTIF ABSTRAK

Kecepatan atom gas dengan distribusi Maxwell-Boltzmann (1) Oleh: Purwadi Raharjo

PEMILIHAN KRITERIA DALAM PEMBUATAN KARTU KREDIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY AHP

BENTUK GELOMBANG AC SINUSOIDAL

ANALISIS EMPIRICAL ORTHOGONAL FUNCTION (EOF) BERBASIS EIGEN VALUE PROBLEM (EVP) PADA DATASET SUHU PERMUKAAN LAUT INDONESIA

BUKU 3 PEDOMAN PENGAWAS/PEMERIKSA BADAN PUSAT STATISTIK

Solusi Treefy Tryout OSK 2018

Sistem Informasi Manajemen Penjualan Pada Koperasi Pegawai Negeri Kantor

FITUR LENGTH OF EDGE DAN MOMENT INVARIAN UNTUK GESTURE RECOGNITION DENGAN MENGGUNAKAN KINECT UNTUK KONTROL LAMPU

III. METODE PENELITIAN

Persamaan Schrödinger dalam Matriks dan Uraian Fungsi Basis

PEMODELAN BILANGAN ACAK DAN PEMBANGKITANNYA. Pemodelan & Simulasi

OPTIMISASI SISTEM TRANSPORTASI MINYAK TITIK TUANG TINGGI: STUDI KASUS LAPANGAN X

Kriptografi Visual Menggunakan Algoritma Berbasiskan XOR dengan Menyisipkan pada K-bit LSB Gambar Sampul

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PREDIKSI PERKEMBANGAN FISIK KOTA (Studi Kasus Kota Singaraja-Bali)

BAB IV ANALISIS HASIL PENGUKURAN

Estimasi Sinyal Quantitative Ultrasound QUS dengan Algoritma Space Alternate Generalized Expectation (SAGE)

MODEL MATEMATIKA SISTEM PERMUKAAN ZAT CAIR

BAB I PENDAHULUAN. History Analysis), metode respon spektrum (Response Spectrum Method), dangaya

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE ANALISIS

Analisis Pengaruh Pipa Kapiler yang Dililitkan pada Line Suction Terhadap Performansi Mesin Pendingin 1)

PERANCANGAN SISTEM KOMPUTERISASI PROSES PINJAMAN DAN ANGSURAN PINJAMAN ANGGOTA KOPERASI ( STUDI KASUS PADA KOPERASI AMANAH SEJAHTERA SEMARANG )

JSIKA Vol. 5, No. 5. Tahun 2016 ISSN X

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN FISIKA 2017

GERAK SATU DIMENSI. Sugiyanto, Wahyu Hardyanto, Isa Akhlis

METODE METODE PENGUJIAN UNTUK HIPOTESIS BERGANDA INTAN PERMATA SARI

Perhitungan Tahanan Kapal dengan Metode Froude

Implementasi Sistem Keamanan Data dengan Menggunakan Teknik Steganografi End of File (EOF) dan Rabin Public Key Cryptosystem

6. OPTIKA FOURIER 6.1. ANALISIS FOURIER

BAB 4 KAJI PARAMETRIK

Tuning Parameter Linear Quadratic Tracking Menggunakan Algoritma Genetika untuk Pengendalian Gerak Lateral Quadcopter

karya yang terampil, ahli, dan memiliki motivasi yang tinggi serta bermental ideologi

Detail Tugas Besar Mata Kuliah Pemodelan dan Simulasi

BAHAN KUIS PRA-UTS MEKANIKA, Oktober 2011

SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) 2007 Bidang studi : FISIKA Tingkat : SMA Waktu : 4 jam

GETARAN PEGAS SERI-PARALEL

Transkripsi:

BAB IV GENERATOR BILANGAN RANDOM 4.1. Generator Bilangan Rando dan Fungsi Distribusi Pada siulasi seringkali dibutuhkan bilangan-bilangan yang ewakili keadaan siste yang disiulasikan. Biasanya, kegiatan diulai dengan engupulkan data pengaatan. Naun deikian, data hasil pengaatan tidak dapat dipakai langsung untuk siulasi sebab jika deikian aka siulasi dilakukan terhadap perforansi siste pada saat yang telah dilapaui padahal tujuan studi siulai adalah untuk engkaji keadaan siste pada saat yang akan datang. Maka, biasanya setelah banyak data pengaatan diperoleh, data dianalisis untuk diketahui distribusi statistiknya. Setelah endapat distribusi yang paling cocok sesuai dengan data sapel, hargaharga yang ewakili siste dibangkitkan dengan generator. Rando Nuber Generator adalah suatu algorita yang digunakan untuk enghasilkan urutan-urutan atau sequence dari angka-angka sebagai hasil dari perhitungan dengan koputer yang diketahui distribusinya sehingga angka-angka tersebut uncul secara rando dan digunakan terus enerus. Salah satu generator terpenting yang akan dipakai untuk seua generator bilangan rando lain adalah generator bilangan rando terdistribusi unifor (yang epunyai probabilitas saa untuk suatu daerah harga tertentu). 4.. Generator Bilangan Rando Terdistribusi Unifor Cara pebangkitan bilangan rando ula-ula dipakai adalah secara anual, dengan : Melepar kartu, dadu, bola yang diberi noor. Meutar piringan bernoor Mengabil noor sebarang dari buku telepon, data sensus, dll. Karena sapel yang dibutuhkan seringkali banyak, aka ulai dipikirkan esinesin yang dapat enghasilkan bilangan rando, yang terkenal adalah ERNIE (Electric Rando Nuber Indicator Equient) dan alat eletronik yang dikeluarkan oleh RAND Corp. Peodelan &Siulasi : Generator Bil Rando 18

Munculnya koputer eungkinkan untuk endapatkan sapel, dengan cara : 1. Mula-ula dengan enyipan hasil pebangkitan esin dala tabel, cara ini eakan banyak eori karena siulasi seringkali ebutuhkan data yang bahkan sapai jutaan banyaknya.. Pebangkitan bilangan rando elalui ruus-ruus aritatika, yang akan dibahas selanjutnya. Biasanya setiap kopilator enyertakan generator bilangan rando Kriteria generator bilangan rando dengan ruus aritatika yang baik adalah sbb : Hasil pebangkitannya adalah bilangan-bilangan yang terdistribusi unifor antara 0 1 dan tak ada korelasi satu saa lain (dense/density Probabilitas Distribusi). Perforansinya cepat dan tidak eerlukan banyak eori koputer (efficient). Harus apu ereproduksi sederetan bilangan yang persis saa (unifor), karena dala siulasi dibutuhkan untuk engeksekusi odel yang berbeda-beda dengan data yang saa untuk ebandingkan odel-odel yang ewakili persoalan nyata yang saa. Sapel data yang identik juga dibutuhkan dala tahapan verifikasi dan debugging dari progra koputer yang ewakili odel tersebut. Mapu enghasilkan beberapa strea (deret) yang independent, setiap deret biasanya dipakai untuk ewakili hal yang berbeda, isalnya deret yang satu ewakili waktu antar kedatangan sedangkan yang lain untuk ewakili waktu pelayanan. Generator Bilangan Rando Terdistribusi Unifor : 1. Metoda MID-SQUARE Bilangan rando dengan etoda ini dibangkitkan dengan cara : - abil Z 0 sebuah bilangan yang terdiri dari 4 digit - kuadratkan Z 0, sehingga diperoleh bilangan 8 digit - abil 4 digit ditengah dari hasil kuadrat tsb. - pakai 4 digit tengah tersebut untuk ebangkitkan bilangan berikutnya. Jika tidak diperoleh bilangan 8 digit (karena 4 digit tengah engandung nol diawal), aka buat enjadi 8 digit dengan enabahkan nol di depan. Peodelan &Siulasi : Generator Bil Rando 19

Contoh : I Z Z U 0 718 5158114 1 5811 3376771 0,5811 7677 5893639 0,7677 3. Metoda LCG (Linear Conguential Generator)/Additive RNG Yang ditulis dengan ruus : Z i = (a Z i-1 + c) odulo Diana : a : faktor pengali, nilainya harus lebih besar dari Biasanya dinyatakan dengan syarat : a 100 a 100 c : faktor penjulah, c harus berangka ganjil apabila bernilai pangkat dua. Tidak boleh nilai berkelipatan dari. : odulo, harus bilangan pria atau bilangan tidak terbagikan. Z 0 : nilai awal, harus angka integer, ganjil dan cukup besar. Untuk eulai harus dipunyai Z 0 yang disebut benih, dan terlihat seperti pada contoh bahwa bilangan terbangkit adalah bilangan rando yang sebenarnya berulang, sesuai dengan peilihan faktor pengali dan faktor penjulah. Contoh : = 16, a = 5, c = 3, Z 0 = 7 aka diperoleh 7,6,1,8,11,10,5,1,15,14,9,0,3,,13,4,7,6,1,8,... pada contoh di atas terlihat bahwa setelah 16 bilangan, aka deret berulang. Pengulangan ini tidak dapat dihindarkan, naun diharapkan agar deret yang didapat epunyai periode yang panjang karena untuk siulasi dibutuhkan banyak sekali bilangan. Bilangan-bilangan rando yang dibangkitkan dikatakan epunyai periode penuh, jika periodenya saa dengan (p <= ). Jika c = 0 aka generator disebut ultiplikatif. Peodelan &Siulasi : Generator Bil Rando 0

3. Metoda Multiplikatif ruus : Z i = a * Z i-1 odulo Diana : : erupakan satu angka integer yang cukup besar dan erupakan satu kata (word) dari yang dipakai pada koputer. Contoh : Dala koputer IBM 360/370 siste sebuah kata adalah 3 bits panjangnya, berarti angka integer yang terbesar dala satu kata koputer adalah : 3-1 1 = 31-1 = 147488647, aka nilai harus lebih satu integer, atau : = 3-1 + 1 =.147.488.648 Untuk esin koputer siste 1130/1800 IBM dikenal dengan 16 bits words aka untuk eilih adalah : = 16-1 = 3.768 Untuk icrokoputer dengan 8 bits, aka = 8-1 = 18 a : konstanta ultiplier, harus tepat Peilihan nilai a harus bilangan pria terhadap, a juga harus bilangan ganjil. Peilihan yang terbaik adalah dengan ruus : a = b/ ± 3 yang lebih endekat pada ketepatan. Untuk siste IBM 1130/1800 dengan 16 bits akan diperoleh a = 16/ ± 3 = 59 Untuk icrokoputer dengan 8 bits akan diperoleh a = 8/ ± 3 = 19 Z 0 : Seed, pria terhadap, dapat diabil sebarang bilangan ganjil dan cukup besar. Peodelan &Siulasi : Generator Bil Rando 1

4. Metoda General Congruent ruus : Z i = g( Z i-1, Z i-,...) odulo Diana : g adalah kuadratik : Z i = (a 1 * Z i-1 + a * Z i- + c) od g adalah fungsi linier : Z i = (a 1 * Z i-1 + a * Z i- +... + a n * Z i-n ) od g adalah fungsi Fibonacci : Z i = Z i-1 + * Z i- 4.3. Bilangan Rando Terdistribusi Kontinu dan Tidak Unifor Uunya siulasi ebutuhkan sederetan bilangan rando yang diturunkan dari distribusi yang kontinu dan tidak unifor. Beberapa etoda yang dipakai kebanyakan berdasarkan penggunaan dari sekupulan bilangan rando yang terdistribusi unifor. Metoda yang sering digunakan adalah : 1. Metoda transforasi invers (inverse transforation ethod). Metoda penolakan (rejection ethod) A. Metoda Transforasi Invers Jika diketahui : a. μ (i = 1,,...) adalah bilangan rando terdistribusi unifor antara 0 1 b. F -1 () adalah inverse dari fungsi distribusi kuulatif untuk suatu variabel rando, aka X 1 = F -1 (μ 1 ) adalah sapel rando dari variabel yang epunyai fungsi distribusi kuulatif F() Contoh : Diberikan fungsi kepadatan F() = a (1 ), 0 < < 1 = 0, untuk yang lain Peodelan &Siulasi : Generator Bil Rando

aka : F() = 0 a( a(1 ) ) Harga a = supaya f ( ) d 1 (dari definisi fungsi distribusi kuulatif). Untuk μ = F(), aka cari dari fungsi invers : a( ) 1 (1 ) 1 karena adalah rando antara 0 1 aka deikian juga halnya dengan 1 μ sehingga ruus di atas dapat disederhanakan 1 1 dengan engabil 5 bilangan rando dari generator sebagai input aka outputnya adalah : μ 0,1009 0,683 0,3754 0,3873 0,084 0,7098 0,0901 0,6998 0,180 0,64 Maka output di atas adalah bilangan rando dengan fungsi kepadatan f() diaksud Peodelan &Siulasi : Generator Bil Rando 3