GELANGGANG HEREDITER

dokumen-dokumen yang mirip
BEBERAPA SIFAT TERKAIT SUBMODUL SEMIPRIMA

BAB III MODUL INJEKTIF

BAB III PEMBAHASAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai ring embedding dan faktorisasi. tunggal pada ring komutatif tanpa elemen kesatuan.

BAB III HASILKALI TENSOR PADA RUANG VEKTOR. Misalkan V ruang vektor atas lapangan F. Suatu transformasi linear f L ( V, F )

DIMENSI PARTISI GRAF GIR

HUBUNGAN DAERAH DEDEKIND DENGAN GELANGGANG HNP

UJI PRIMALITAS. Sangadji *

Teori Himpunan. Modul 1 PENDAHULUAN. impunan sebagai koleksi (pengelompokan) dari objek-objek yang

BAB III FUNGSI MAYOR DAN MINOR. Pada bab ini akan dibahas konsep-konsep dasar dari fungsi mayor dan fungsi

Bab 1 Ruang Vektor. R. Leni Murzaini/

BILANGAN RAMSEY SISI DARI r ( P, )

Dekomposisi Nilai Singular dan Aplikasinya

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang dan Permasalahan

Suprapto 1, Sri Wahyuni 2, Indah Emilia Wijayanti 2, Irawati 3

PELABELAN TOTAL SISI TAK BERATURAN PADA GRAF GABUNGAN BIPARTIT LENGKAP

SEMI RING POLINOM ATAS ALJABAR MAX-PLUS

KAITAN ANTARA SUPLEMEN SUATU MODUL DAN EKSISTENSI AMPLOP PROYEKTIF MODUL FAKTORNYA DALAM KATEGORI σ[m]

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PADA GRAF PRISMA BERCABANG

PELABELAN CORDIAL DAN GRACEFUL PADA ARBITRARY SUPERSUBDIVISION GRAF PATH DAN STAR

PELABELAN HARMONIS GANJIL PADA GABUNGAN GRAF ULAR DAN GRAF ULAR BERLIPAT

SISTEM LINEAR MAX-PLUS KABUR WAKTU INVARIANT AUTONOMOUS

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)

ALJABAR LINIER LANJUT

TRANSITIF KLOSUR DARI GABUNGAN DUA RELASI EKUIVALENSI PADA SUATU HIMPUNAN DENGAN STRUKTUR DATA DINAMIS

TUGAS MATA KULIAH TEORI RING LANJUT MODUL NOETHER

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK

II. TEORI DASAR. Definisi 1. Transformasi Laplace didefinisikan sebagai

APLIKASI PERKONGRUENAN DALAM MENYELESAIKAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA PEUBAH. Yuni Yulida dan Muhammad Ahsar K

PELABELAN TOTAL SISI AJAIB SUPER PADA GRAF CORONA-LIKE UNICYCLIC

SEARAH (DC) Rangkaian Arus Searah (DC) 7

RANGKAIAN SERI. 1. Pendahuluan

BAB 2 LANDASAN TEORI

Extra 4 Pengantar Teori Modul

PELABELAN GRACEFUL DAN FELICITOUS PADA GRAF LINTASASN P n, UNTUK n BILANGAN ASLI SKRIPSI. Oleh: RIZAL ABADI NIM

81 Bab 6 Ruang Hasilkali Dalam

Jurnal Pendidikan Matematika & Matematika

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH

BAB X RUANG HASIL KALI DALAM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi

BAB I Rangkaian Transient. Ir. A.Rachman Hasibuan dan Naemah Mubarakah, ST

Catatan Kuliah 12 Memahami dan Menganalisa Optimisasi dengan Kendala Ketidaksamaan

Kecocokan Distribusi Normal Menggunakan Plot Persentil-Persentil yang Distandarisasi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR KOMPLEKS MENGGUNAKAN METODE DEKOMPOSISI QR TUGAS AKHIR

Tinjauan Algoritma Genetika Pada Permasalahan Himpunan Hitting Minimal

JMP : Volume 5 Nomor 1, Juni 2013, hal SPEKTRUM PADA GRAF REGULER KUAT

Solusi Termodinamika Bab VIII

MEREDUKSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR FUZZY PENUH DENGAN BILANGAN FUZZY TRAPESIUM

Sifat-sifat Operasi Perkalian Modular pada Graf Fuzzy

BAB I PENDAHULUAN. Analisis regresi merupakan metode statistika yang digunakan untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENERAPAN PROGRAM LINIER KABUR DALAM ANALISIS SENSITIVITAS PROGRAM LINIER

STATISTICAL STUDENT OF IST AKPRIND

BAB 2 ANALISIS ARUS FASA PADA KONEKSI BEBAN BINTANG DAN POLIGON UNTUK SISTEM MULTIFASA

BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ALJABAR WEYL, CONTOH GELANGGANG NOETHER DAN PRIM

Hukum Termodinamika ik ke-2. Hukum Termodinamika ke-1. Prinsip Carnot & Mesin Carnot. FI-1101: Termodinamika, Hal 1

(1.1) maka matriks pembayaran tersebut dikatakan mempunyai titik pelana pada (r,s) dan elemen a

berasal dari pembawa muatan hasil generasi termal, sehingga secara kuat

BAB I PENDAHULUAN. dan. 0. Uji fungsi distribusi empiris yang populer, yaitu uji. distribusi nol

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

APLIKASI METODE SINGULAR VALUE DECOMPOSITION(SVD) PADA SISTEM PERSAMAAN LINIER KOMPLEKS

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 8 Bandar Lampung. Populasi dalam

Bab III Analisis Rantai Markov

P(A S) = P(A S) = P(B A) = dengan P(A) > 0.

LAPORAN PERCOBAAN. Bandul Sederhana OLEH : KOMANG SUARDIKA ( )

PROPERTY DAN PERDAGANGAN SEBAGAI SEKTOR DOMINAN PADA DATA BURSA SAHAM. DENGAN Principal Component Analysis (PCA)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV PEMBAHASAN MODEL

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB

Bab III Reduksi Orde Model Sistem LPV

PRAKTIKUM 6 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Newton Raphson Dengan Modifikasi Tabel

BAB III ANALISIS DISKRIMINAN. Analisis diskriminan (discriminant analysis) merupakan salah satu metode

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN

LAPORAN PENELITIAN. Pola Kecenderungan Penempatan Kunci Jawaban Pada Soal Tipe-D Melengkapi Berganda. Oleh: Drs. Pramono Sidi

BAB III SKEMA NUMERIK

BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN

BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL

IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI

MEMAHAMI HAKIKAT MANAJEMEN PENGETAHUAN (KNOWLEDGE MANAGEMENT): Oleh: Uwes A. Chaeruman

STATISTIKA. Rumus : 1. Menentukan banyaknya data/responden dari diagram lingkaran:

Transkripsi:

GELANGGANG HEREDITER TEDUH WULANDARI Departemen Matematka, Fakultas Matematka dan Imu Penetahuan Alam, Insttut Pertanan Boor Jl. Raya Pajajaran, Kampus IPB Baranansan, Boor, Indonesa Abstract. Tulsan n membahas menena dens dan contoh dar elanan heredter. Penulsan n merupakan sebuah observas. Key words: elanan heredter 1. Pendahuluan Tulsan n berskan menena dens dan contoh dar elanan heredter. Penulsan n merupakan sebuah observas.sebelum membahas menena elanan heredter akan dbahas terlebh dahulu menena barsan eksak dan modul projekt. 2. Dens Gelanan Heredter Konsep barsan eksak dar R-modul dan homomorsma modul serta hubunan keduanya denan jumlah lansun akan banyak dunakan pada tulsan n. Berkut dens menena barsan eksak dar R- modul. Msalkan R suatu elanan, barsan dar R-modul dan homorsma R-modul berkut +1... M 1 M M+1... dsebut barsan eksak pada M jka Im = ker +1. Barsan tersebut dsebut barsan eksak jka setap barsan pada M merupakan barsan eksak. Berdasarkan dens tersebut dapat dperoleh 1. Barsan 0 M 1 M merupakan barsan eksak jka dan hanya jka bersat satu-satu. 2. Barsan M M 2 0 merupakan barsan eksak jka dan hanya jka bersat pada 3. Barsan 0 M 1 M M2 0 dsebut barsan eksak jka dan hanya jka bersat satu-satu, bersat pada dan Im = ker. 51

52 TEDUH WULANDARI Jka barsan 0 M 1 M M2 0 merupakan barsan eksak maka barsan tersebut dsebut jua barsan eksak pendek dan barsan tersebut dsebut barsan eksak terpsah jka barsan tersebut barsan eksak dan Im = ker merupakan suku lansun dar M. Berkut teorema menena barsan eksak terpsah. Teorema 1. Jka barsan 0 M 1 M M2 0 merupakan barsan eksak pendek dar R-modul maka pernyataan berkut ekuvalen 1. Ada homomorsma α : M M 1 sedemkan sehna α = 1 M1 2. Ada homomorsma β : M 2 M sedemkan sehna β = 1 M2 3. Barsan datas adalah barsan eksak splt dan M = Im ker α = ker Im β = M1 M 2 Alur pembuktan adalah sebaa berkut Lankah 1 1 2 dan 3 Lankah 2 2 1 dan 3 Lankah 3 3 1 dan 2 Bukt. Lankah 1. Msalkan ada homomorsma α : M M 1 sedemkan sehna α = 1 M1 dan x M. Perhatkan bahwa α x α x = α x α α x = α x α x = 0 sehna x α x ker α. Msalkan y = x α x ker α maka x = y + α x denan x M,y ker α dan α x Im. Karena x sebaran anota M maka M = ker α + Im. Msalkan a = b ker α Im maka 0 = α a = α b = α b = b sehna 0 = 0 = a akbatnya ker α Im = 0 jad M = ker α Im. Pernyataan 3 terpenuh. Karena bersat pada maka untuk setap u M 2 ada x M sedemkan sehna x = u. Tetap karena tdak bersat satu-satu maka ada kemunknan terdapat y M sedemkan sehna y = u. Sehna β ddenskan denan β : M 2 M u x α x denan x = u Akan dperlhatkan bahwa β terdens denan bak. Msalkan a, b M 2 denan a = b, karena bersat pada maka ada u,v M sedemkan

JMA, VOL. 3, NO.2, DESEMBER, 2004,51-62 53 sehna u = a dan v = b. Karena a = b maka u = a = v sehna u v = 0. Akbatnya u v ker = Im sedankan β a β b = u α u v α v ker α = u v + α u α v Im Akbatnya β a β b ker α Im sehna β a β b = 0. Jad β terdens denan bak. Akan dperlhatkan β = 1 M2. Msalkan x M 2, karena bersat pada maka ada u M sedemkan sehna u = x β x = u α u = u α u karena Im = ker = u 0 = x Jad β = 1 M2 sehna pernyataan 2 terpenuh. Lankah 2. Denan cara yan sama denan lankah 1 dapat dtunjukkan bahwa 2 1 dan 3 Lankah 3. Msalkan M = M 1 M 2 maka barsan eksak datas menjad 0 M 1 M1 M 2 M2 0 a a + 0 a + b b Denskan α : M 1 M 2 M 1 dan β : M 2 M 1 M 2 a + b a b 0 + b Akan dperlhatkan bahwa α = 1 M1 dan β = 1 M2. Ambl x M 1 dan y M 2 α x = α x dan β y = β y = α x + 0 = 0 + y = x = y Jad α = 1 M1 dan β = 1 M2 sehna pernyataan 2 dan pernyataan 3 terpenuh. Sebelum masuk ke modul projekt perhatkan sat berkut n. Sat 2. Msalkan R suatu elanan, setap modul atas R merupakan peta homomorsma dar suatu R-modul bebas. Bukt. Msalkan M modul atas R dan {m } I merupakan hmpunan pembanun ba M. Msalkan, untuk setap, F merupakan suatu modul bebas atas R denan bass {e }. Msalkan F = I F maka F merupakan modul bebas atas R denan bass {e } I. Denskan : F M e m

54 TEDUH WULANDARI Jelas merupakan homomorsma yan bersat pada. Jad Im = M sehna setap modul atas R merupakan peta homomorsma dar suatu R-modul bebas. Msalkan M modul atas elanan R, modul M dkatakan modul projekt jka untuk setap daram homomorsma modul atas R A M h B 0 Gambar 1. Daram 1 modul projekt denan barsan homomorsma A B 0 eksak, terdapat homomorsma : M A sehna h =. Hubunan antara modul projekt dan modul bebas dapat dlhat berkut n. Msalkan M suatu modul bebas atas elanan R denan bass X. Pandan daram homomorsma pada Gambar 1 denan suatu epmorsma. Untuk menunjukkan M merupakan modul projekt, akan dtunjukkan bahwa ada homomorsma : M A sedemkan sehna h =. Msalkan X = {x } =1 dapat dperoleh h x B untuk setap. Karena bersat pada maka ada a x A sedemkan sehna a x = h x untuk setap. Denskan pemetaan : F A x a x merupakan homomorsma. Ambl sebaran y F, karena X bass ba M maka y = r x denan r R untuk setap. y = r x = r x = r x = r a x = r a x = r h x = h r x = h y sehna dperoleh = h. Jad M merupakan modul projekt. Untuk mempermudah pemerksaan apakah suatu modul merupakan modul projekt, dapat dunakan teorema berkut n.

JMA, VOL. 3, NO.2, DESEMBER, 2004,51-62 55 Teorema 3. Msalkan R elanan dan M R-modul. berkut ekuvalen 1. Modul M merupakan modul projekt. Pernyataan 2. Setap barsan eksak 0 A B M 0 adalah barsan eksak terpsah. 3. Terdapat F modul bebas atas R dan N modul atas R sedemkan sehna F = N M Bukt. 1 2 Msalkan M modul projekt dan 0 A B M 0 barsan eksak. Perhatkan daram pada Gambar 2, M 1 M B M 0 Gambar 2. Daram 2 modul projekt karena M modul projekt maka ada β : M B sedemkan sehna β = 1 M berdasarkan Teorema 1 barsan eksak d atas merupakan barsan eksak terpsah. 2 3 Msalkan setap barsan eksak 0 A B M 0 merupakan barsan eksak terpsah. Karena M R-modul berdasarkan Sat 2 terdapat F modul bebas atas R dan epmorsma : F M sedemkan sehna Im = M. Msalkan N = ker, karena ker F maka dapat ddenskan : N F a a yan merupakan monomorsma sehna dapat dperoleh 0 N F M 0 denan Im = ker sehna barsan tersebut merupakan barsan eksak, berdasarkan hpotess dperoleh barsan tersebut adalah barsan eksak terpsah sehna dperoleh F = N M. 3 1 Msalkan terdapat F modul bebas atas R dan N modul atas R sedemkan sehna F = N M akbatnya ada h : F N M yan somorsma. Msalkan π M : N M M dan M : M N M a + b b b 0 + b sehna π M M = 1 M. Perhatkan daram yan terdapat pada Gambar 3

56 TEDUH WULANDARI h F N M 6 h 1 β π M M α 7 M Gambar 3. Daram 3 modul projekt Denskan α = h 1 M dan β = π M h. Akan dtunjukkan bahwa β α = 1 M. Msalkan b M, tuls 0 + b N M. Karena h bersat pada maka ada x F sedemkan sehna h x = 0 + b β α b = β α x = β h 1 M b = β h 1 M b = β h 1 0 + b = β x = π M h x = π M h x = π M 0 + b = b Jad β α = 1 M. Perhatkan daram pada Gambar 4, β F α k U M γ V 0 Gambar 4. Daram 4 modul projekt Karena F modul bebas maka F modul projekt. Akbatnya ada : F U sedemkan sehna = γ β. Akan dperlhatkan bahwa ada k : M U sedemkan sehna k = γ. Denskan k = α, msalkan m M k m = k m = α m = α m = α m = γ β α m = γ β α m = γ β α m = γ m Jad k = γ, akbatnya M modul projekt.

JMA, VOL. 3, NO.2, DESEMBER, 2004,51-62 57 Msalkan R suatu elanan, modul V R dkatakan modul heredter jka V R dan setap submodulnya modul projekt. Dan R dkatakan elanan heredter kanan jka setap deal kanan dar R merupakan modul projekt atas R, denan kata lan modul R R merupakan heredter. Jka R merupakan elanan heredter kanan dan elanan Heredter kr maka R dkatakan heredter. 3. Contoh Gelanan Heredter Berkut contoh menena elanan heredter Contoh 4. Msalkan Z elanan nteer, Q lapanan hasl ba dar Z dan R subrn dar M 2 Q denan Z Q R = R merupakan heredter kanan tetap bukan heredter kr. Penyelesaan. Ada 2 tahap penyelesaan, pertama menunjukkan R adalah heredter kanan dan yan kedua menunjukkan R bukan heredter kr. Msalkan N = dan V =. 0 0 0 0 Tahap pertama. N dan V merupakan deal kanan dar R karena r1 r untuk sebaran 2 0 n1 R dan sebaran N, menakbatkan 2 0 n1 r 0 r 3 0 0 0 n1 r1 r = 3, karena Q lapanan 0 0 0 r 3 0 0 0 n1 r dan n 1,r 3 Q maka n 1 r 3 Q akbatnya 3 N demkan 0 0 jua untuk V. Akan dtunjukkan bahwa N dan V merupakan deal mnmal d R. Msalkan T deal kanan dar R denan 0 T N dan 0 t r1 r msalkan T, 2 R. Karena T deal kanan dar 0 0 0 r 3 0 t r1 r R maka 2 0 tr3 = T sehna aar T N 0 0 0 r 3 0 0 satu-satunya plhan untuk t adalah 0, sehna T = 0 akbatnya N merupakan deal kanan mnmal. Demkan jua denan V. Jad N dan V merupakan deal kanan mnmal dar R. Selanjutnya akan dtunjukkan bahwa V R merupakan modul projekt. Perhatkan daram pada Gambar 5, ambl v V R maka h v B, karena bersat pada maka a A sedemkan sehna a = h v sehna dapat ddenskan pemetaan : V R A R v a denan a = h v Akan dtunjukkan terdens denan bak, msalkan v, w V denan v = w maka h v = h w B R karena bersat pada maka ada

58 TEDUH WULANDARI V R v h A R a B R hv 0 Gambar 5. Daram 5 modul projekt a,b A R sedemkan sehna a = h v dan b = h w akbatnya a = h v = h w = b berdasarkan dens dperoleh a = v = w = b, sehna a = b. Jad terdens denan bak. Akan dtunjukkan bahwa merupakan homomorsma, msalkan u,v V maka h u,hv B, karena bersat pada maka ada a,b A sedemkan sehna a = h u dan b = h v akbatnya u = a dan v = b. Perhatkan berdasarkan dens, dperoleh dan untuk r R a + b = a + b = h u + h v = h u + v u + v = a + b berdasarkan dens, dperoleh = u + b ar = ar = h ur = h ur ur = ar = u r Jad merupakan homomorsma. Akan dtunjukkan bahwa = h, v = v = b = h v sehna = h. Jad V R merupakan modul projekt. Jelas V R = N R, karena pemetaan : N R V R 0 q 0 0 0 0 0 q

JMA, VOL. 3, NO.2, DESEMBER, 2004,51-62 59 merupakan somorsma. Sehna N R jua merupakan modul projekt. Karena V R dan N R merupakan modul projekt maka ada F R dan G R modul bebas dan C R dan D R sedemkan sehna F = V C dan G = N D, akbatnya F + G = V C + N D = V + N C + D karena F + G jua merupakan modul bebas maka V + N jua merupakan modul projekt. Selanjutnya akan dtunjukkan bahwa deal kanan dar R yan memuat N + V tetap tdak sama denan N + V jua merupakan modul projekt. Sebelumnya perhatkan hal berkut, setap deal kanan dar R yan memuat N+V tetap tdak sama denan zz Q N + V akan memlk bentuk denan 0 z Z karena z q1 r1 r untuk N + V I, msalkan I dan 2 R 0 q 2 0 r 3 z q1 r1 r dperoleh 2 zr1 zr = 2 + q 1 r 3 I, sehna 0 q 2 0 r 3 0 q 2 r 3 I merupakan deal kanan dar R. Jelas I R = RR karena pemetaan : I R R R za b a b 0 c 0 c merupakan suatu somorsma. Karena R R merupakan modul bebas maka R R modul projekt sehna I R jua merupakan modul projekt. Tahap terakhr untuk menunjukkan R Heredtary kanan adalah menunjukkan deal kanan yan memuat N atau V tetap tdak sama denan N atau V merupakan modul projekt. Msalkan I deal kanan dar R denan N I sehna I N = 0, akbatnya I +N merupakan deal kanan yan memuat N. Perhatkan daram pada Gambar 6. I + N + n h A a B h + n 0 Gambar 6. Daram 6 modul projekt Ambl + n I + N maka h + n B, karena bersat pada maka a A sedemkan sehna a = h + n sehna dapat

60 TEDUH WULANDARI ddenskan pemetaan : I + N A + n a denan a = h + n Akan dtunjukkan terdens denan bak, msalkan 1 +n 1, 2 +n 2 V denan 1 + n 1 = 2 + n 2 maka h 1 + n 1 = h 2 + n 2 B R karena bersat pada maka ada a,b A R sedemkan sehna a = h 1 + n 1 dan b = h 2 + n 2 akbatnya a = h 1 + n 1 = h 2 + n 2 = b berdasarkan dens dperoleh a = 1 + n 1 = 2 + n 2 = b, sehna a = b. Jad terdens denan bak. Akan dtunjukkan bahwa merupakan homomorsma, msalkan 1 +n 1, 2 +n 2 I+N maka h 1 + n 1,h 2 + n 2 B, karena bersat pada maka ada a,b A sedemkan sehna a = h 1 + n 1 dan b = h 2 + n 2 akbatnya 1 + n 1 = a dan 2 + n 2 = b. Perhatkan a + b = a + b berdasarkan dens, dperoleh dan untuk r R = h 1 + n 1 + h 2 + n 2 = h 1 + n 1 + 2 + n 2 1 + n 1 + 2 + n 2 = a + b ar = ar berdasarkan dens, dperoleh = 1 + n 1 + 2 + n 2 = h 1 + n 1 r = h 1 + n 1 r 1 + n 1 r = ar = 1 + n 1 r Jad merupakan homomorsma. Akan dtunjukkan bahwa = h, 1 + n 1 = 1 + n 1 = a = h 1 + n 1 sehna = h. Jad I + N merupakan modul projekt, sehna setap deal kanan dar R merupakan modul projekt, akbatnya R merupakan Herdtary kanan. Tahap kedua. Telah dperlhatkan bahwa N merupakan deal kanan, denan cara yan sama dapat dperlhatkan bahwa N jua merupakan deal kr, sehna N merupakan deal dua ss d R. Demkan jua denan V, dapat dtunjukkan bahwa V merupakan deal dua ss,

JMA, VOL. 3, NO.2, DESEMBER, 2004,51-62 61 sehna A = N+V merupakan deal dua ss d R. Akan dperlhatkan bahwa n=1nr = A = AR, perhatkan bahwa Z Q Z Q 1R 2R 3R... = 1 2 Z Q 2Z Q = = = N + V = A Z Q 3 3Z Q...... karena A merupakan deal d R maka A = Ar untuk setap r R sehna A = AR. Jad n=1nr = A = AR. Selanjutnya akan dperlhatkan bahwa jka F modul kr atas R yan bebas maka n=1nf = AF. Msalkan F merupakan modul kr atas R yan bebas denan X = {x } I bass ba F. Perhatkan bahwa 1F 2F 3F... = I = I = I Z Q Z Q x 2 Z Q I Z Q 3 I x I I x = AF 2Z Q 3Z Q x x... x x... Jad n=1nf = AF. Selanjutnya akan dperlhatkan bahwa R bukan merupakan heredter kr. Untuk menunjukkan R bukan heredter kr cukup denan menunjukkan ada deal kr dar R yan bukan modul projekt. Andakan R N modul projekt maka ada F modul kr atas R yan bebas dan R W sedemkan sehna F = N W, perhatkan bawah N = n=1nn n=1nf = AF sehna AF = AN AW akbatnya untuk setap y AF, y dapat dtuls dalam y = a + b denan a AN dan b AW. Msalkan 0 a1 0 n1 0 b1 0 a1 a = dan b = w denan, 0 a 2 0 0 0 b 2 0 a 2

62 TEDUH WULANDARI 0 b1 0 n1 A, 0 b 2 0 0 0 a1 y = a + b = = 0 0 0 0 N dan w W sehna 0 n1 0 b1 + w 0 a 2 0 0 0 b 2 0 b1 + w 0 + AW = AW 0 b 2 sehna AF = AW kontradks denan F = N W dan N 0. Jad haruslah R N bukan modul projekt, akbatnya R bukanlah heredter kr. Datar Pustaka [1] Adkns, Wllam A & Wentraub Steveh H, Alebra An Aprroach va Module Theory, Sprner-Verla, New York, 1992 [2] Hersten, I.N., Noncommutatve Rns, The Carus Mathematcal Monohraphs number teen, The Mathematcal Assocaton o Amerca. [3] Lam, T.Y., A Frst Course n Noncommutatve Rns, Sprner-Verla, New York, 1991. [4] Lan, Sere, Alebra, Thrd Edton, Addson Wesley, New York, 1991. [5] Passman, Donald S, A Course n Rn Theory, Wadsworth & Brooks, Calorna, 1991.