RANGKAIAN SERI. 1. Pendahuluan
|
|
|
- Sukarno Tanuwidjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 . Pendahuluan ANGKAIAN SEI Dua elemen dkatakan terhubung ser jka : a. Kedua elemen hanya mempunya satu termnal bersama. b. Ttk bersama antara elemen tdak terhubung ke elemen yang lan. Pada Gambar resstor dan adalah ser karena keduanya mempunya ttk bersama yatu b. Ujung lan dar resstor dhubungkan ke ttk lan dalam rangkaan. Untuk alasan yang sama, batere E dan resstor adalah ser dengan termnal a ttk bersama, dan resstor dan batere adalah ser dengan termnal c sebaga ttk bersama. Dengan demkan ketga elemen tersebut adalah terhubung ser. Jka rangkaan pada Gambar (a) dmodfkas sedemkan rupa sehngga resstor 3 dtambahkan pada ttk bersama b sepert yang perlhatkan pada Gambar (b) maka dan tdak lag ser karena tdak terpenuh lag dua defns d atas sebaga rangkaan ser. Gambar. (a) angkaan ser; (b) konds dmana dan tdak ser angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 30
2 Arus dalam hubungan ser adalah sama Sebuah cabang dar suatu rangkaan memlk satu atau lebh elemen yang terhubung ser. Pada Gambar (a) adalah cabang dar suatu rangkaan, adalah cabang yang lan dan batere adalah merupakan cabang ketga. Perhatkan bahwa resstans total dar suatu rangkaan adalah resstans dlhat dar sumber ke dalam rangkaan kombnas sepert yang dtunjukkan pada Gambar. Gambar. esstans total dlhat dar sumber Untuk elemen rangkaan yang terhubung ser arusnya adalah sama maka tegangan masng-masng resstor dapat dhtung dengan menggunakan hukum Ohm, V = I., V = I.,..., V N = I. N...() Daya yang dkrm ke masng-masng resstor dapat dtentukan dengan menggunakan salah satu dar ketga persamaan berkut, untuk P V V I I...() Daya yang dkrm oleh sumber adalah : P = E. I...(3) Total daya yang d krm ke rangkaan resstf sama dengan total daya yang d dspas untuk elemen-elemen resstf yatu : P tot = P + P + P P N...(4) angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 3
3 . Sumber Tegangan Hubungan Ser Sumber tegangan dalam hubungan ser dperlhatkan pada Gambar 3, dmana pada Gambar 3(a) sumber tegangan salng memperkuat sehngga tegangan total sbb, E tot = E + E + E 3 = = 8 volt Sedangkan untuk Gambar 3(b) tegangan total adalah E tot = E + E 3 E = = 8 volt Gambar 3. Sumber tegangan total 3. Hukum Krchhoff Tentang Tegangan Pada Lntasan Tertutup Hukum Krchhoff untuk lntasan yang tertutup dapat dnyatakan sebaga berkut : Jumlah seluruh jatuh potensal /tegangan /beda potensal pada suatu jerat/loop sama denga nol. Secara matematk dapat dtulskan ( 0...(5) JP) loop JP adalah jatuh potensal, yatu beda potensal dar satu ttk ke ttk lannya. Postf bla kta berpndah dar ttk yang berpotensal lebh tngg angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 3
4 ke ttk yang potensalnya lebh rendah dan negatf bla sebalknya. Perhatkan Gambar 4 berkut n. Gambar 4. Beda potensal pada setap elemen dan jerat Menurut hukum Krchhoff, untuk jerat ABEFA berlaku: V AB + V BE + V EF + V FA = 0. Karena V AF = V, maka V FA = -V, sehnga persamaan menjad : V AB + V BE + V EF - V = 0 atau : V AB + V BE + V EF = V. Demkan juga berlaku untuk jerat ABDGFA berlaku : V AB + V B + V D + V DG + V GF + V FA = 0 Karena V D = V, V GF = -V 3 dan V FA = -V, maka : V AB + V B + V + V DG V 3 V = 0. atau V AB + V B + V DG = V + V 3 V. Demkan pula untuk setap jerat lannya dapat dtulskan hukum Krchhoff yang sesua untuk masng-masngnya. Sekarang kta gant elemen-elemen pasf pada rangkaan Gambar 4 dengan, L dan tertentu sepert pada Gambar 5. Untuk jerat ABEFA persamaan jerat akan berbentuk : t V ( 0 ) dt 4 4 V 0 0 atau V ( 0 ) t 0 dt 4 4 V angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 33
5 Untuk jerat BDEB persamaannya adalah : t d L V L V ( 0 ) dt 0 dt 0 atau d L dt L V ( 0 ) t 0 dt V Gambar 5. Jatuh potensal antar smpul dan arus cabang Untuk jerat DGFED persamaan hukum Krchhoff mengena beda potensal adalah : d L 3 3 V3 4 4 L 0 dt atau d dt L L V3 ontoh Tentukanlah tegangan yang tdak dketahu pada Gambar 6. ontoh Tentukanlah tegangan V dan V untuk rangkaan pada Gambar 7. angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 34
6 Gambar 6. ontoh 4. Aturan Pembag Tegangan Gambar 7. ontoh Metode pembag tegangan adalah suatu cara untuk menentukan tegangan tanpa mencar arus terlebh dahulu. Aturannya dapat dturunkan dar rangkaan pada Gambar 8. T = + dan I = E / T angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 35
7 angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 36 Gunakan hukum Ohm, T E T E I V dan T E T E I V Bentuk umum aturan pembag tegangan adalah :.E T x x V...(6) Gambar 8. Aturan pembag tegangan ontoh 3 Gunakan aturan pembag tegangan, untuk menentukan V dan V 3 untuk rangkaan ser pada Gambar 9.. Gambar 9. ontoh 3
8 5. Notas Sumber Tegangan dan Ground Smbol untuk hubungan dengan ground dperlhatkan pada Gambar 0 dmana beda potensal adalah 0 volt. Gambar 0. Potensal ground Bla Gambar dhubungkan dengan ground maka dapat dgambarkan sepert pada Gambar (a), (b), dan (c). Telah dketahu bahwa termnal negatf dar batere dan ujung resstor d hubungkan ke ground. Meskpun Gambar (c) menunjukkan tdak ada hubungan antara dua ground, namun keduanya terhubung sedemkan rupa sehngga muatan tetap dapat mengalr. Jka E= V, maka ttk a adalah postf V terhadap potensal ground dan V adalah ser dengan kombnas dan. Gambar. Tga cara menggambar rangkaan dc ser yang sama Sumber tegangan yang dperlhatkan pada Gambar (a) dan Gambar 3(a) dapat dllustraskan sepert pada Gambar (b) dan Gambar 3(b). angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 37
9 Gambar. Penempatan notas khusus untuk sumber tegangan dc dengan smbol standar Gambar 3. Penempatan notas untuk supla dc negatf dengan notas standar Notas Subskrp Ganda Tegangan dnyatakan antara dua ttk, sehngga memlk notas subskrp ganda dmana subskrp pertama sebaga potensal tertngg. Perhatkan Gambar 4(a), dua ttk a dan b yang ddefnskan sebaga tegangan pada resstor. Karena a adalah subskrp pertama untuk V ab, maka ttk a harus mempunya potensal yang lebh tngg dar pada ttk b, hal n memungknkan bla V ab bernla postf. Jka ternyata ttk b lebh potensal darpada ttk a maka V ab bernla negatf, sebagamana dtunjukkan pada Gambar 4(b). angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 38
10 Gambar 4. Defns tanda untuk notas subskrp ganda Notas Subskrp Tunggal Jka ttk b dar notas V ab dtentukan sebaga potensal ground (0 volt), maka notas subskrp tunggal dapat dgunakan yatu tegangan pada ttk a terhadap ground. Pada Gambar 5, V a adalah tegangan dar ttk a terhadap ground, yang bernla 0 V dan V b adalah tegangan dar ttk b terhadap ground yang nlanya 4 V pada tahanan 4 ohm. Gambar 5. Defns penggunaan notas subskrp tunggal 6. esstans Internal Sumber Tegangan Setap sumber tegangan apakah generator dc, batere, atau supla yang dgunakan pada laboratorum yang dperlhatkan pada Gambar 6(a) akan memlk resstans nternal dan rangkaan ekvalen ketga sumber tegangan tersebut dgambarkan sepert pada Gambar 6(b). angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 39
11 Gambar 6. (a) Sumber tegangan dc; (b) rangkaan ekvalen Sumber tegangan yang telah dbahas sebelumnya adalah sumber tegangan deal (tanpa resstans nternal) sepert yang dperlhatkan pada Gambar 7(a). Pada Gambar 7(b) dperhtungkan pengaruh dar resstans nternal, tegangan output akan E volt jka I L =0 (tanpa beban). Bla sebuah beban dhubungkan ke rangkaan sepert pada Gambar 7(c) tegangan output dar sumber tegangan akan menurun karena terjad drop tegangan pada resstans nternal. Dengan menerapkan hukum Krchhoff tentang beda potensal pada Gambar 7(c) maka dperoleh : E I L nt V L = 0 karena E = V NL maka, V NL I L nt V L = 0 dan V L = V NL I L nt...(7) Gambar 7. Sumber tegangan (a) deal, nt =0 (b) menentukan V NL (c) menentukan nt Jka nla nt tdak dketahu, maka dapat dtentukan dengan menyederhanakan persamaan (7) yatu : V V V I V NL L NL L L NL nt L...(8) IL IL IL IL angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 40
12 Gambar 8. V L versus I L untuk generator dc dengan nt = Ω Grafk tegangan output sebaga fungs arus tampak pada Gambar 8. Setap kenakan beban menyebabkan losses tegangan pada resstans nternal juga nak dan mengakbatkan tegangan pada termnal menurun. Arus maksmum yang dnyatakan sebaga I FL menyebabkan tegangan pada resstans nternal adalah V nt =(0)() = 0 V dan tegangan termnal akan menurun menjad 00 V, sedangkan dealnya dharapkan bahwa generator dc tetap memberkan tegangan 0 V dar ttk d bawah arus beban penuh hngga mencapa arus beban penuh. Konsekuens langsung dar losses tegangan output adalah losses daya yang d krm ke beban. Kalkan kedua ss pada persamaan (7) dengan I L dperoleh : I L V L = I L V NL - I L nt...(9) Daya beban output daya batere rug daya dalam bentuk panas 7. egulas Tegangan Idealnya untuk setap sumber tegangan dharapkan bahwa untuk range/daerah permntaan beban (I L ), tegangan tetap konstan. Dengan kata lan, jka sumber tegangan d set V, maka dngnkan tegangan termnal tetap konstan yatu sebesar V meskpun arus berubah-ubah. Untuk mengukur bagamana konds sumber tegangan terhadap konds deal dberkan oleh karakterstk regulas tegangan. egulas tegangan d defnskan sebaga supla antara batas konds tanpa beban dan konds beban penuh (Gambar 9) dan dapat dtulskan sepert persamaan berkut; angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 4
13 VNL VFL Voltage regulaton (V) % x00%...(0) V FL Gambar 9. Defns regulas tegangan Untuk konds deal V FL = V NL dan V (%) =0. Oleh karena tu semakn kecl regulas tegangan semakn kecl pula perubahan tegangan terhadap perubahan beban. egulas tegangan dapat dtulskan pula sebaga berkut : nt V (%) x00%...() L Dengan kata lan semakn kecl resstans nternal untuk beban sama, semakn kecl regulas dan lebh mendekat output yang deal. 8. Teknk Pengukuran Ammeter dtempatkan ser dengan cabang dmana arus ngn dukur (lhat Gambar 0) Gambar 0. Hubungan ser dar sebuah ammeter angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 4
14 Jka resstans meter mendekat atau melebh 0% dar (Gambar 0) maka akan berpengaruh pada pengukuran arus, karena kenyataannya bahwa resstans meter betambah dengan turunnya arus. Umumnya dapat dasumskan bahwa resstans nternal ammeter adalah cukup kecl dbandngkan resstans elemen rangkaan yang lan sehngga dapat dabakan. Untuk memperoleh pembacaan yang postf maka ammeter harus dhubungkan dengan arus masuk pada termnal + meter dan mennggalkan termnal sepert pada Gambar. Gambar. Hubungan ammeter untuk memperoleh pembacaan postf Voltmeter selalu dtempatkan paralel dengan elemen dmana tegangan akan d ukur. Pembacaan postf pada voltmeter dperoleh dengan menghubungkan termnal + ke ttk yang potensalnya lebh tngg dan termnal negatf dhubungkan ke potensal yang lebh rendah, sepert pada Gambar. Gambar. Hubungan voltmeter untuk memperoleh pembacaan postf angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 43
15 Untuk notas subskrp ganda, selalu jamper warna merah dhubungkan ke subskrp pertama dan jamper warna htam ke subskrp kedua. Untuk mengukur tegangan V ab pada Gambar 3, hubungkan jamper merah ke ttk a dan jamper htam ke ttk b. Untuk notas subskrp tunggal, jamper merah ke ttk subskrp tunggal dan jamper htam ke ground sepert pada Gambar 3 untuk V a dan V b. Gambar 3. Pengukuran tegangan dengan subskrp ganda dan subskrp tunggal esstans nternal dar supla tdak dapat d ukur dengan ohmmeter karena ada voltmeter. Tegangan tanpa beban dapat d ukur dengan menempatkan voltmeter sepert pada Gambar 4(a). esstans nternal voltmeter basanya cukup tngg sehngga arus yang dhaslkan kecl dan dapat dabakan. Ammeter dapat dtempatkan langsung pada supla sepert pada Gambar 4(b) untuk mengukur I S dan nt dapat dtentukan dengan menggunakan hukum Ohm : nt = E NL / I S. Karena resstans nternal dar supla sangat rendah maka hasl pengukuran akan dperoleh arus yang besar yang dapat merusak meter, supla dan akan berbahaya. Oleh sebab tu Gambar 4(b) tdak danjurkan. Pendekatan yang bak adalah menggunakan resstans beban yang akan menghaslkan arus supla kra-kra setengah dar nla nomnal maksmum dan mengukur tegangan termnal kemudan gunakan persamaan (8) untuk menentukan nt. angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 44
16 Gambar 4.(a) Mengukur tegangan tanpa beban E; (b) mengukur arus short-crcut angkaan Lstrk I by zaenab muslmn 45
SEARAH (DC) Rangkaian Arus Searah (DC) 7
ANGKAAN AUS SEAAH (DC). Arus Searah (DC) Pada rangkaan DC hanya melbatkan arus dan tegangan searah, yatu arus dan tegangan yang tdak berubah terhadap waktu. Elemen pada rangkaan DC melput: ) batera ) hambatan
BAB III HUKUM HUKUM RANGKAIAN
angkaan strk BAB III HUKUM HUKUM ANGKAIAN Hukum Ohm Jka sebuah penghantar atau resstans atau hantaran dlewat oleh sebuah arus maka pada kedua ujung penghantar tersebut akan muncul beda potensal, atau Hukum
Contoh 5.1 Tentukan besar arus i pada rangkaian berikut menggunakan teorema superposisi.
BAB V TEOEMA-TEOEMA AGKAIA 5. Teorema Superposs Teorema superposs bagus dgunakan untuk menyelesakan permasalahan-permasalahan rangkaan yang mempunya lebh dar satu sumber tegangan atau sumber arus. Konsepnya
BAB I Rangkaian Transient. Ir. A.Rachman Hasibuan dan Naemah Mubarakah, ST
BAB I angkaan Transent Oleh : Ir. A.achman Hasbuan dan Naemah Mubarakah, ST . Pendahuluan Pada pembahasan rangkaan lstrk, arus maupun tegangan yang dbahas adalah untuk konds steady state/mantap. Akan tetap
ELEKTRONIKA ANALOG. Bab 2 BIAS DC FET Pertemuan 5 Pertemuan 7. Oleh : ALFITH, S.Pd, M.Pd
ELEKTONKA ANALOG Bab 2 BAS D FET Pertemuan 5 Pertemuan 7 Oleh : ALFTH, S.Pd, M.Pd 1 Pemran bas pada rangkaan BJT Masalah pemran bas rkatan dengan: penentuan arus dc pada collector yang harus dapat dhtung,
berasal dari pembawa muatan hasil generasi termal, sehingga secara kuat
10 KARAKTRISTIK TRANSISTOR 10.1 Dasar Pengoperasan JT Pada bab sebelumnya telah dbahas dasar pengoperasan JT, utamannya untuk kasus saat sambungan kolektor-bass berpanjar mundur dan sambungan emtor-bass
Pertemuan Ke-6 DC Biasing Pada BJT. ALFITH, S.Pd,M.Pd
Pertemuan Ke-6 D asng Pada J ALFH, S.Pd,M.Pd Pemran bas pada rangkaan J Masalah pemran bas rkatan dengan: penentuan arus dc pada collector yang harus dapat dhtung, dpredks dan tdak senstf terhadap perubahan
BAB V TEOREMA RANGKAIAN
9 angkaan strk TEOEM NGKIN Pada bab n akan dbahas penyelesaan persoalan yang muncul pada angkaan strk dengan menggunakan suatu teorema tertentu. Dengan pengertan bahwa suatu persoalan angkaan strk bukan
BAB VB PERSEPTRON & CONTOH
BAB VB PERSEPTRON & CONTOH Model JST perseptron dtemukan oleh Rosenblatt (1962) dan Mnsky Papert (1969). Model n merupakan model yang memlk aplkas dan pelathan yang lebh bak pada era tersebut. 5B.1 Arstektur
AMPERMETER-VOLTMETER-AVOMETER
mpermeter, oltmeter dan vometer KEGITN BELJ 1. LNDSN TEOI MPEMETE-OLTMETE-OMETE Dalam Fska Dasar II pada pokok bahasan gaya magnetk dan momen gaya magnetk, telah dbahas mengena bagamana kumparan berarus
PENGUKURAN DAYA. Dua rangkaian yg dpt digunakan utk mengukur daya
Pengukuran Besaran strk (TC08) Pertemuan 4 PENGUKUN DY Pengukuran Daya dalam angkaan DC Daya lstrk P yg ddsaskan d beban jka dcatu daya DC sebesar E adl hasl erkalan antara tegangan d beban dan arus yg
ANALISIS BENTUK HUBUNGAN
ANALISIS BENTUK HUBUNGAN Analss Regres dan Korelas Analss regres dgunakan untuk mempelajar dan mengukur hubungan statstk yang terjad antara dua varbel atau lebh varabel. Varabel tersebut adalah varabel
ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)
Suplemen Respons Pertemuan ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) 7 Departemen Statstka FMIPA IPB Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Referens Waktu Korelas Perngkat (Rank Correlaton) Bag. 1 Koefsen Korelas Perngkat
BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL
BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL Analss sumbangan sektor-sektor ekonom d Bal terhadap pembangunan ekonom nasonal bertujuan untuk mengetahu bagamana pertumbuhan dan
IR. STEVANUS ARIANTO 1
KUT US LISTIK HUKUM OHM ESISTO/HMBTN NGKIN ESISTO SEI NGKIN ESISTO PEL NGKIN ESISTO SEGITIG-BINTNG LT UKU JEMBTN WHETSTONE LT UKU GLVNOMETE LT UKU VOLTMETE ENEGI LISTIK DY LISTIK GY GEK LISTIK (GGL) NGKIN
Analisis Rangkaian Listrik
Open ourse nalss angkaan Lstrk D Kawasan Waktu () Oleh: Sudaryatno Sudrham akupan ahasan Hukum-Hukum Dasar Kadah-Kadah angkaan Teorema angkaan Metoda nalss Dasar Metoda nalss Umum angkaan Pemroses Energ
BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c
6 A PEMAHASA Pada bab sebelumnya telah dbahas teor-teor yang akan dgunakan untuk menyelesakan masalah program lner parametrk. Pada bab n akan dperlhatkan suatu prosedur yang lengkap untuk menyelesakan
PERCOBAAN 8 RANGKAIAN INVERTING DAN NON INVERTING OP-AMP
PCOBAAN 8 ANGKAIAN INVTING DAN NON INVTING OP-AMP 8. Tujuan : ) Mendemonstraskan prnsp kerja dar rangkaan penguat nvertng dan non nvertng dengan menggunakan op-amp 74. 2) Investgas penguatan tegangan closed
P n e j n a j d a u d a u l a a l n a n O pt p im i a m l a l P e P m e b m a b n a g n k g i k t Oleh Z r u iman
OTIMISASI enjadualan Optmal embangkt Oleh : Zurman Anthony, ST. MT Optmas pengrman daya lstrk Dmaksudkan untuk memperkecl jumlah keseluruhan baya operas dengan memperhtungkan rug-rug daya nyata pada saluran
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Fuzzy Set Pada tahun 1965, Zadeh memodfkas teor hmpunan dmana setap anggotanya memlk derajat keanggotaan yang bernla kontnu antara 0 sampa 1. Hmpunan n dsebut dengan hmpunaan
BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan dan kestablan ekonom, adalah dua syarat pentng bag kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa. Dengan pertumbuhan yang cukup, negara dapat melanjutkan pembangunan
III PEMODELAN MATEMATIS SISTEM FISIK
34 III PEMODELN MTEMTIS SISTEM FISIK Deskrps : Bab n memberkan gambaran tentang pemodelan matemats, fungs alh, dagram blok, grafk alran snyal yang berguna dalam pemodelan sstem kendal. Objektf : Memaham
Bab III Analisis Rantai Markov
Bab III Analss Ranta Markov Sstem Markov (atau proses Markov atau ranta Markov) merupakan suatu sstem dengan satu atau beberapa state atau keadaan, dan dapat berpndah dar satu state ke state yang lan pada
2.1 Sistem Makroskopik dan Sistem Mikroskopik Fisika statistik berangkat dari pengamatan sebuah sistem mikroskopik, yakni sistem yang sangat kecil
.1 Sstem Makroskopk dan Sstem Mkroskopk Fska statstk berangkat dar pengamatan sebuah sstem mkroskopk, yakn sstem yang sangat kecl (ukurannya sangat kecl ukuran Angstrom, tdak dapat dukur secara langsung)
LAMPIRAN A PENURUNAN PERSAMAAN NAVIER-STOKES
LAMPIRAN A PENURUNAN PERSAMAAN NAVIER-STOKES Hubungan n akan dawal dar gaya yang beraks pada massa fluda. Gaya-gaya n dapat dbag ke dalam gaya bod, gaya permukaan, dan gaya nersa. a. Gaya Bod Gaya bod
BAB X RUANG HASIL KALI DALAM
BAB X RUANG HASIL KALI DALAM 0. Hasl Kal Dalam Defns. Hasl kal dalam adalah fungs yang mengatkan setap pasangan vektor d ruang vektor V (msalkan pasangan u dan v, dnotaskan dengan u, v ) dengan blangan
Sudaryatno Sudirham. Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Waktu
Sudaryatno Sudrham Analss Rangkaan Lstrk D Kawasan Waktu BAB 5 Model Prant Aktf, Doda, OP AMP Dengan mempelajar model prant aktf, kta akan mampu memformulaskan karakterstk arus-tegangan elemen aktf: sumber
BAB 1 RANGKAIAN TRANSIENT
BAB ANGKAIAN TANSIENT. Penahuluan Paa pembahasan rangkaan lstrk, arus maupun tegangan yang bahas aalah untuk kons steay state/mantap. Akan tetap sebenarnya sebelum rangkaan mencapa keaaan steay state,
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4. PENGUJIAN PENGUKURAN KECEPATAN PUTAR BERBASIS REAL TIME LINUX Dalam membuktkan kelayakan dan kehandalan pengukuran kecepatan putar berbass RTLnux n, dlakukan pengujan dalam
Teori Himpunan. Modul 1 PENDAHULUAN. impunan sebagai koleksi (pengelompokan) dari objek-objek yang
Modul 1 Teor Hmpunan PENDAHULUAN Prof SM Nababan, PhD Drs Warsto, MPd mpunan sebaga koleks (pengelompokan) dar objek-objek yang H dnyatakan dengan jelas, banyak dgunakan dan djumpa dberbaga bdang bukan
Q POWER ELECTRONIC LABORATORY EVERYTHING UNDER SWITCHED
Q POWE ELECTONIC LABOATOY EEYTHING UNDE SWITCHED PAKTIKUM ELEKTONIKA ANALOG 01 P-04 Dasar Opamp Smt. Genap 2015/2016 A. Tujuan Menngkatkan pemahaman dan keteramplan mahasswa tentang: 1. Unjuk kerja dan
BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jens dan Sumber Data Jens data yang dgunakan dalam peneltan n adalah data sekunder. Data yang dgunakan melput: (1) PDRB Kota Duma (tahun 2000-2010) dan PDRB kabupaten/kota
BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Analsa Regres Dalam kehdupan sehar-har, serng kta jumpa hubungan antara satu varabel terhadap satu atau lebh varabel yang lan. Sebaga contoh, besarnya pendapatan seseorang
A. 1,0 m/s 2 B. 1,3 m/s 2 C. 1,5 m/s 2 D. 2,0 m/s 2 E. 3,0 m/s 2
1. D bawah n adalah pernyataan mengena pengukuran : 1. mengukur adalah membandngkan besaran yang dukur dengan besaran sejens yang dtetapkan sebaga satuan 2. dalam setap pengukuran selalu ada kesalahan
Preferensi untuk alternatif A i diberikan
Bahan Kulah : Topk Khusus Metode Weghted Product (WP) menggunakan perkalan untuk menghubungkan ratng atrbut, dmana ratng setap atrbut harus dpangkatkan dulu dengan bobot atrbut yang bersangkutan. Proses
REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear
REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA Regres Lnear Tujuan Pembelajaran Menjelaskan regres dan korelas Menghtung dar persamaan regres dan standard error dar estmas-estmas untuk analss regres lner sederhana
II. TEORI DASAR. Definisi 1. Transformasi Laplace didefinisikan sebagai
II. TEORI DASAR.1 Transormas Laplace Ogata (1984) mengemukakan bahwa transormas Laplace adalah suatu metode operasonal ang dapat dgunakan untuk menelesakan persamaan derensal lnear. Dengan menggunakan
ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy
ANALISIS REGRESI Regres Lner Sederhana : Contoh Perhtungan Regres Lner Sederhana Menghtung harga a dan b Menyusun Persamaan Regres Korelas Pearson (Product Moment) Koefsen Determnas (KD) Regres Ganda :
Catatan Kuliah 12 Memahami dan Menganalisa Optimisasi dengan Kendala Ketidaksamaan
Catatan Kulah Memaham dan Menganalsa Optmsas dengan Kendala Ketdaksamaan. Non Lnear Programmng Msalkan dhadapkan pada lustras berkut n : () Ma U = U ( ) :,,..., n st p B.: ; =,,..., n () Mn : C = pk K
Didownload dari ririez.blog.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN Sebuah jarngan terdr dar sekelompok node yang dhubungkan oleh busur atau cabang. Suatu jens arus tertentu berkatan dengan setap busur. Notas standart untuk menggambarkan sebuah jarngan
MEREDUKSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR FUZZY PENUH DENGAN BILANGAN FUZZY TRAPESIUM
MEREDUKSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR FUZZY PENUH DENGAN BILANGAN FUZZY TRAPESIUM Tut Susant, Mashad, Sukamto Mahasswa Program S Matematka Dosen Jurusan Matematka Fakultas Matematka dan Ilmu Pengetahuan Alam
BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel
BAB LANDASAN TEORI. Analss Regres Regres merupakan suatu alat ukur yang dgunakan untuk mengukur ada atau tdaknya hubungan antar varabel. Dalam analss regres, suatu persamaan regres atau persamaan penduga
BAB II OPTIMALISASI PADA SISTEM KELISTRIKAN
BAB II OPTIMALISASI PADA SISTEM KELISTRIKAN. Penjadualan Optmal Pembangkt dan Penyaluran Daya Lstrk Setap Pembangkt tdak dtempatkan dengan jarak yang sama dar pusat beban, tergantung lokas pembangkt yang
MODUL 10 TEOREMA NORTON
MODUL 0 TEOEMA OTO 0. Teorema orton Pada teorema n berlaku bahwa: Suatu rangkaan lstrk dapat dsederhanakan dengan hanya terdr dar satu buah sumber arus yang dhubungkan secara paralel dengan sebuah tahanan
BAB V INTEGRAL KOMPLEKS
6 BAB V INTEGRAL KOMPLEKS 5.. INTEGRAL LINTASAN Msal suatu lntasan yang dnyatakan dengan : (t) = x(t) + y(t) dengan t rl dan a t b. Lntasan dsebut lntasan tutup bla (a) = (b). Lntasan tutup dsebut lntasan
Penerapan Metode Runge-Kutta Orde 4 dalam Analisis Rangkaian RLC
Penerapan Metode Runge-Kutta Orde 4 dalam Analss Rangkaan RLC Rka Favora Gusa JurusanTeknk Elektro,Fakultas Teknk,Unverstas Bangka Beltung [email protected] ABSTRACT The exstence of nductor and capactor
BAB 2 ANALISIS ARUS FASA PADA KONEKSI BEBAN BINTANG DAN POLIGON UNTUK SISTEM MULTIFASA
BAB ANALISIS ARUS FASA PADA KONEKSI BEBAN BINTANG DAN POLIGON UNTUK SISTEM MULTIFASA.1 Pendahuluan Pada sstem tga fasa, rak arus keluaran nverter pada beban dengan koneks delta dan wye memlk hubungan yang
TEORI KESALAHAN (GALAT)
TEORI KESALAHAN GALAT Penyelesaan numerk dar suatu persamaan matematk hanya memberkan nla perkraan yang mendekat nla eksak yang benar dar penyelesaan analts. Berart dalam penyelesaan numerk tersebut terdapat
Kata kunci : daya, bahan bakar, optimasi, ekonomis. pembangkitan yang maksimal dengan biaya pengoperasian unit pembangkit yang minimal.
Makalah Semnar Tugas Akhr MENGOPTIMALKAN PEMBAGIAN BEBAN PADA UNIT PEMBANGKIT PLTGU TAMBAK LOROK DENGAN METODE LAGRANGE MULTIPLIER Oleh : Marno Sswanto, LF 303 514 Abstrak Pertumbuhan ndustr pada suatu
BILANGAN RAMSEY SISI DARI r ( P, )
Charul Imron dan dy Tr Baskoro, Blangan Ramsey Ss BILANGAN RAMSY SISI DARI r ( P, ) (Ramsey Number from the Sde r ( P, ) ) Charul Imron dan dy Tr Baskoro Jurusan Matemátca, FMIPA ITS Surabaya [email protected]
BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desan Peneltan Sebelum dlakukan peneltan, langkah pertama yang harus dlakukan oleh penelt adalah menentukan terlebh dahulu metode apa yang akan dgunakan dalam peneltan. Desan
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Menurut teor molekuler benda, satu unt volume makroskopk gas (msalkan cm ) merupakan suatu sstem yang terdr atas sejumlah besar molekul (kra-kra sebanyak 0 0 buah molekul) yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Matematka sebaga bahasa smbol yang bersfat unversal memegang peranan pentng dalam perkembangan suatu teknolog. Matematka sangat erat hubungannya dengan kehdupan nyata.
Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
11 Bab 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perbankan adalah ndustr yang syarat dengan rsko. Mula dar pengumpulan dana sebaga sumber labltas, hngga penyaluran dana pada aktva produktf. Berbaga kegatan jasa
IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI
IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI Pendahuluan o Ukuran dspers atau ukuran varas, yang menggambarkan derajat bagamana berpencarnya data kuanttatf, dntaranya: rentang, rentang antar kuartl, smpangan
BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN. Pada prinsipnya model ini merupakan hasil transformasi dari suatu model
BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN A. Regres Model Log-Log Pada prnspnya model n merupakan hasl transformas dar suatu model tdak lner dengan membuat model dalam bentuk
Fisika Dasar I (FI-321)
Fska Dasar I (FI-31) Topk har n (mnggu 5) Usaha dan Energ Usaha dan Energ Energ Knetk Teorema Usaha Energ Knetk Energ Potensal Gravtas Usaha dan Energ Potensal Gravtas Gaya Konservatf dan Non-Konservatf
BAB 18. ARUS LISTRIK
DFTR ISI DFTR ISI...1 BB 18. RUS LISTRIK... 18.1 Sumber-Sumber rus Lstrk... 18. Hukum Ohm...4 18. Hambatan Jens Bahan...5 18.4 Daya Lstrk...6 18.5 rus Bolak-Balk...7 18.6 Qus 18...8 1 BB 18. RUS LISTRIK
BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER
BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER 5.1 Pembelajaran Dengan Fuzzy Program Lner. Salah satu model program lnear klask, adalah : Maksmumkan : T f ( x) = c x Dengan batasan : Ax b x 0 n m mxn Dengan
Fisika Dasar I (FI-321) Usaha dan Energi
Fska Dasar I (FI-31) Topk har n (mnggu 5) Usaha dan Energ Usaha Menyatakan hubungan antara gaya dan energ Energ menyatakan kemampuan melakukan usaha Usaha,,, yang dlakukan oleh gaya konstan pada sebuah
BAB 2 LANDASAN TEORI
2 LNDSN TEORI 2. Teor engamblan Keputusan Menurut Supranto 99 keputusan adalah hasl pemecahan masalah yang dhadapnya dengan tegas. Suatu keputusan merupakan jawaban yang past terhadap suatu pertanyaan.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskrps Data Hasl Peneltan Satelah melakukan peneltan, penelt melakukan stud lapangan untuk memperoleh data nla post test dar hasl tes setelah dkena perlakuan.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (1822 1911). Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dgunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (18 1911).Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang selanjutnya
Bab 2 AKAR-AKAR PERSAMAAN
Analsa Numerk Bahan Matrkulas Bab AKAR-AKAR PERSAMAAN Pada kulah n akan dpelajar beberapa metode untuk mencar akar-akar dar suatu persamaan yang kontnu. Untuk persamaan polnomal derajat, persamaannya dapat
III PEMBAHASAN. merupakan cash flow pada periode i, dan C. berturut-turut menyatakan nilai rata-rata dari V. dan
Pada bab n akan dbahas mengena penyelesaan masalah ops real menggunakan pohon keputusan bnomal. Dalam menentukan penlaan proyek, dapat dgunakan beberapa metode d antaranya dscounted cash flow (DF). DF
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 5.1 Analsa Pemlhan Model Tme Seres Forecastng Pemlhan model forecastng terbak dlakukan secara statstk, dmana alat statstk yang dgunakan adalah MAD, MAPE dan TS. Perbandngan
BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi.
BAB LANDASAN TEORI Pada bab n akan durakan beberapa metode yang dgunakan dalam penyelesaan tugas akhr n. Selan tu penuls juga mengurakan tentang pengertan regres, analss regres berganda, membentuk persamaan
BAB II TEORI ALIRAN DAYA
BAB II TEORI ALIRAN DAYA 2.1 UMUM Perhtungan alran daya merupakan suatu alat bantu yang sangat pentng untuk mengetahu konds operas sstem. Perhtungan alran daya pada tegangan, arus dan faktor daya d berbaga
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi
Daftar Is Daftar Is... Kata pengantar... BAB I...1 PENDAHULUAN...1 1.1 Latar Belakang...1 1.2 Rumusan Masalah...2 1.3 Tujuan...2 BAB II...3 TINJAUAN TEORITIS...3 2.1 Landasan Teor...4 BAB III...5 PEMBAHASAN...5
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2 Masalah Transportas Jong Jek Sang (20) menelaskan bahwa masalah transportas merupakan masalah yang serng dhadap dalam pendstrbusan barang Msalkan ada m buah gudang (sumber) yang
PROPOSAL SKRIPSI JUDUL:
PROPOSAL SKRIPSI JUDUL: 1.1. Latar Belakang Masalah SDM kn makn berperan besar bag kesuksesan suatu organsas. Banyak organsas menyadar bahwa unsur manusa dalam suatu organsas dapat memberkan keunggulan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Hpotess Peneltan Berkatan dengan manusa masalah d atas maka penuls menyusun hpotess sebaga acuan dalam penulsan hpotess penuls yatu Terdapat hubungan postf antara penddkan
DIMENSI PARTISI GRAF GIR
Jurnal Matematka UNAND Vol. 1 No. 2 Hal. 21 27 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematka FMIPA UNAND DIMENSI PARTISI GRAF GIR REFINA RIZA Program Stud Matematka, Fakultas Matematka dan Ilmu Pengetahuan Alam,
KORELASI DAN REGRESI LINIER. Debrina Puspita Andriani /
KORELASI DAN REGRESI LINIER 9 Debrna Puspta Andran www. E-mal : [email protected] / [email protected] 2 Outlne 3 Perbedaan mendasar antara korelas dan regres? KORELASI Korelas hanya menunjukkan sekedar hubungan.
BAB III FUNGSI MAYOR DAN MINOR. Pada bab ini akan dibahas konsep-konsep dasar dari fungsi mayor dan fungsi
BAB III FUNGSI MAYOR DAN MINOR Pada bab n akan dbahas konsep-konsep dasar dar fungs mayor dan fungs mnor dar suatu fungs yang terdefns pada suatu nterval tertutup. Pendefnsan fungs mayor dan mnor tersebut
BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE
BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE 6B.1 Pelathan ADALINE Model ADALINE (Adaptve Lnear Neuron) dtemukan oleh Wdrow & Hoff (1960) Arstekturnya mrp dengan perseptron Perbedaan
APLIKASI FUZZY LINEAR PROGRAMMING UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI LAMPU (Studi Kasus di PT. Sinar Terang Abadi )
APLIKASI FUZZY LINEAR PROGRAMMING UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI LAMPU (Stud Kasus d PT. Snar Terang Abad ) Bagus Suryo Ad Utomo 1203 109 001 Dosen Pembmbng: Drs. I Gst Ngr Ra Usadha, M.S Jurusan Matematka
Hukum Termodinamika ik ke-2. Hukum Termodinamika ke-1. Prinsip Carnot & Mesin Carnot. FI-1101: Termodinamika, Hal 1
ERMODINAMIKA Hukum ermodnamka ke-0 Hukum ermodnamka ke-1 Hukum ermodnamka k ke-2 Mesn Kalor Prnsp Carnot & Mesn Carnot FI-1101: ermodnamka, Hal 1 Kesetmbangan ermal & Hukum ermodnamka ke-0 Jka dua buah
(1.1) maka matriks pembayaran tersebut dikatakan mempunyai titik pelana pada (r,s) dan elemen a
Lecture 2: Pure Strategy A. Strategy Optmum Hal pokok yang sesungguhnya menad nt dar teor permanan adalah menentukan solus optmum bag kedua phak yang salng bersang tersebut yang bersesuaan dengan strateg
PRAKTIKUM 6 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Newton Raphson Dengan Modifikasi Tabel
PRAKTIKUM 6 Penyelesaan Persamaan Non Lner Metode Newton Raphson Dengan Modfkas Tabel Tujuan : Mempelajar metode Newton Raphson dengan modfkas tabel untuk penyelesaan persamaan non lner Dasar Teor : Permasalahan
BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN
BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN III.1 Hpotess Berdasarkan kerangka pemkran sebelumnya, maka dapat drumuskan hpotess sebaga berkut : H1 : ada beda sgnfkan antara sebelum dan setelah penerbtan
JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 4. No. 1, 33-40, April 2001, ISSN : KLASIFIKASI INTERAKSI GELOMBANG PERMUKAAN BERTIPE DUA SOLITON
JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 4. No., 33-40, Aprl 00, ISSN : 40-858 KLASIFIKASI INTERAKSI GELOMBANG PERMUKAAN BERTIPE DUA SOLITON Sutmn dan Agus Rusgyono Jurusan Matematka FMIPA UNDIP Abstrak Pada
BAB III HASILKALI TENSOR PADA RUANG VEKTOR. Misalkan V ruang vektor atas lapangan F. Suatu transformasi linear f L ( V, F )
28 BAB III HASILKALI TENSOR PADA RUANG VEKTOR III.1 Ruang Dual Defns III.1.2: Ruang Dual [10] Msalkan V ruang vektor atas lapangan F. Suatu transformas lnear f L ( V, F ) dkatakan fungsonal lnear (atau
Pendeteksian Data Pencilan dan Pengamatan Berpengaruh pada Beberapa Kasus Data Menggunakan Metode Diagnostik
Pendeteksan Data Penclan dan Pengamatan Berpengaruh pada Beberapa Kasus Data Menggunakan Metode Dagnostk Sally Indra 1, Dod Vonanda, Rry Srnngsh 3 1 Student of Mathematcs Department State Unversty of Padang,
Modulator dan Demodulator
Modulator dan Demodulator Modulas adalah suatu proses dmana parameter gelombang pembawa (carrer sgnal) frekuens tngg dubah sesua dengan salah satu parameter snyal nformas/pesan. Dalam hal n snyal pesan
PENGUAT TRANSISTOR. dimana A V adalah penguatan tegangan (voltage gain). Hal yang sama untuk penguat arus berlaku
13 PNGUA ANSSO 13.1 Mdel Setara Penguat Secara umum penguat (amplfer) dapat dkelmpkkan menjad 3 (tga), yatu penguat tegangan, penguat arus dan penguat transresstans. Pada dasarnya kerja sebuah penguat
UKURAN GEJALA PUSAT &
UKURAN GEJALA PUSAT & UKURAN LETAK UKURAN GEJALA PUSAT & LETAK Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengena suatu populas atau sampel Ukuran yang merupakan wakl kumpulan data mengena populas atau sampel
EL2005 Elektronika PR#01
EL2005 Elektronka PR#0 SOAL B C E G a. Buktkan bahwa n = ( ). b. Turunkan peramaan untuk A v = /. c. Htung nla n dan A v = / jka dberkan = 00 kω, = 00 Ω, = kω, dan = 00. d. Ulang oal (c) jka dberkan =
SISTEM LINEAR MAX-PLUS KABUR WAKTU INVARIANT AUTONOMOUS
SISTEM LINEAR MAX-PLUS KABUR WAKTU INVARIANT AUTONOMOUS A8 M. Andy Rudhto 1 1 Program Stud Penddkan Matematka FKIP Unverstas Sanata Dharma Kampus III USD Pangan Maguwoharjo Yogyakarta 1 e-mal: [email protected]
TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 4.
TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 4 KONSEP DASAR 2/40 Ada tga konsep dasar yang perlu dketahu untuk memaham pembentukan portofolo optmal, yatu: portofolo efsen dan portofolo optmal fungs utltas dan
BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian. variable independen dengan variabel dependen.
BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Peneltan Jens peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah peneltan deskrptf dengan analsa kuanttatf, dengan maksud untuk mencar pengaruh antara varable ndependen
DISTRIBUSI HASIL PENGUKURAN DAN NILAI RATA-RATA
DISTRIBUSI HASIL PENGUKURAN DAN NILAI RATA-RATA Dstrbus Bnomal Msalkan dalam melakukan percobaan Bernoull (Bernoull trals) berulang-ulang sebanyak n kal, dengan kebolehjadan sukses p pada tap percobaan,
3 METODE HEURISTIK UNTUK VRPTW
12 3 METODE HEURISTIK UNTUK VRPTW 3.1 Metode Heurstk Metode heurstk merupakan salah satu metode penentuan solus optmal dar permasalahan optmas kombnatoral. Berbeda dengan solus eksak yang menentukan nla
Bab 1 Ruang Vektor. R. Leni Murzaini/0906577381
Bab 1 Ruang Vektor Defns Msalkan F adalah feld, yang elemen-elemennya dnyatakansebaga skalar. Ruang vektor atas F adalah hmpunan tak kosong V, yang elemen-elemennya merupakan vektor, bersama dengan dua
