Vol.2, No.1, Juni ISSN:
|
|
|
- Surya Hartono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ANALISIS PERHITUNGAN EKSTERNALITAS PADA PLTU MUARA KARANG DENGAN PENGGUNAAN FLUE GAS DESULPHURIZATION Fitriyanti Mayasari Jurusan Teni Eletro, Universitas Hasanuddin Abstra - Esternalitas dalam bidang energi adalah suatu dampa atau pengaruh egiatan yang dilauan dalam menghasilan ataupun menggunaan energi dan dampa ini tida diperhitungan oleh pelau atifitas dan piha yang terena dampa tersebut. Berdasaran pemberian ompensasi, terdapat dua onsep esternalitas dalam bidang energi, yaitu esternalitas terhadap dampa (damage cost) dan esternalitas terhadap investasi dan operasional pengendalian dampa (control cost). Penelitian ini aan menghitung besarnya esternalitas PLTU Muara Karang yang berbasis minya, dengan menggunaan model Robust Uniform World Model (RUWM) dan menganalisis penggunaan tenologi pengendali emisi Flue Gas Desulphurization (FGD) dalam mengontrol emisi SO2. Pemilihan FGD berdasaran pada besarnya jumlah emisi SO2 pada PLTU Muara Karang. Hasil analisis menunjuan, FGD berhasil menurunan Damage Cost dari 0,72 cent USD/Wh menjadi 0,29 cent USD/Wh, namun besarnya biaya investasi dan operasional peralatan (control cost) menyebaban Esternalitas PLTU Muara Karang dengan pemasangan FGD menjadi melonja dengan selisih sebesar ,9 USD/tahun terhadap Esternalitas sebelum penggunaan peralatan ini. Kata Kunci- Esternalitas, Control Cost, Damage Cost, Robust Uniform World Model, Flue Gas Desulfurization I. PENDAHULUAN Pembangit Listri mengambil porsi terbesar dalam penggunaan energi secara eseluruhan, energi yang sebagian besar menggunaan bahan baar fosil. Penggunaan energi berbahan baar fosil memberian banya dampa yang buru bagi lingungan, terutama arena emisi gas hasil pembaaran (NOx, SO2, CO2 dan PM) yang dihasilan aan disebaran e atmosfir. Dalam proses perencanaan suatu sistem tenaga listri, omponen perencanaan pembangitan meliputi biaya investasi, biaya operasi dan maintenance, emudian dilauan analisis untu menentuan besarnya tarif listri dan subsidi oleh pemerintah. Namun biaya tambahan yang memperhitungan fator lingungan tida diiutan dalam suatu perencanaan elistrian saat ini, padahal isu lingungan dan esehatan manusia merupaan fator yang harus mendapatan perhatian yang lebih. Hal inilah yang menyebaban munculnya Esternalitas, arena fator ini tida diperhitungan oleh pelau atifitas. Pilihannya emudian adalah mengadaan suatu tenologi pengontrol emisi yang secara langsung menurunan besarnya biaya esternal atau tetap melauan atifitas tanpa tenologi ini namun memberian ompensasi terhadap dampa yang diberian. Diperluan analisis terhadap selisih biaya esternal sebelum dan setelah pengadaan tenologi pengendali emisi dan besarnya nilai investasi tenologi tersebut. II. TINJAUAN PUSTAKA Esternalitas dapat diategorian menjadi dua onsep, berdasaran pemilihan cara ompensasi yang dilauan oleh piha yang menyebaban suatu dampa epada piha lain yaitu Esternalitas terhadap investasi suatu Abatement Technology atau disebut juga Control Cost, suatu onsep perhitungan esternalitas dengan memasuan investasi terhadap pengadaan tenologi yang berguna untu mengontrol dan mitigasi dampa negatif aibat egiatan pembangitan serta mencegah erusaan yang lebih jauh. Dan Esternalitas terhadap Biaya Dampa atau Damage Cost, merupaan suatu onsep esternalitas yang diperhitungan besarnya dampa dan biaya yang diaibatan oleh egiatan piha tertentu. Perhitungan biaya esternal PLTU Paiton menggunaan pendeatan Model Impacts Pathway Analysis (IPA) merupaan metode penyebaran dampa emisi yang terdiri atas beberapa tahapan seperti pada gambar beriut ini : Emisi Penyebaran dan Transformasi Resio Terpapar Rute Paparan Dampa Fisi Biaya Esternal Gambar 1. Bagan Metodologi dasar IPA Besarnya emisi ditentuan oleh jenis dan andungan bahan baar yang digunaan oleh pembangit sertadipengaruhi oleh arateristi cerobong pembangit tersebut. Karateristi emisi ditunjuan oleh jenis dan jumlah polutan yang diandungnya. Seluruh jenis polutan yang dieluaran dari tiap sumber emisi, harus diidentifiasi dan diestimasi jumlahnya. 38
2 Cara mengestimasi besarnya emisi setiap polutan dapat dilauan dengan memperiraan dari informasi sumber sejenis, yaitu sumber yang memilii bahan baar yang sama serta mengestimasi dengan menggunaan Fator Emisi (Emission Factor), yang merupaan periraan jumlah polutan yang aan diemisian oleh tiap unit omponen egiatan dari suatu sumber emisi. Nilai Fator Emisi banya digunaan sebagai dasar perhitungan Laju Emisi (Emission Rate) atau jumlah polutan yang diemisian per satuan watu, disimbolan dengan Q. Q = EF x A x ( 1 ) (1) Di mana, EF (Emission Factor) : Fator Emisi A (Rate of Activity) : Intensitas egiatan persatuan watu ER (Emission Reduction Efficiency) : efisiensi pengurangan polutan dari sistem pengendali emisi yang digunaan. Pengontrol Emisi Pengadaan tenologi pengendali emisi merupaan salah satu upaya yang dilauan produsen listri dalam menean besarnya laju emisi yang dihasilan, yang secara langsung menurunan besarnya Esternalitas. Tenologi pengendali emisi yang ebanyaan digunaan adalah terhadap polutan PM (Particulate Matter), SO2 dan NOx. Dalam industri pembangitan, tipe FGD yang paling banya dipaai adalah Wet Scrubber, arena memilii efisiensi yang tinggi dan menghasilan produ pengolahan berupa Gypsum sintesis yang memilii ualitas yang tinggi. (2.1) Gambar 3. Proses FGD Tipe Wet Lime dan Gypsum Gas buang aan memasui tani penyerapan, terjadi reasi di dalam tani yang juga diinjesian lime stone (batu apur) yang telah mengalami pengolahan terlebih dahulu dan disebut limestone slurry powder dengan onsetrasi sebesar 10 %. Proses dan reasi imia di dalam tani dapat diilustrasian pada gambar beriut. Gambar 4. Reasi Kimia dari Proses FGD Gambar 2. Pengendali Polutan dalam PLTU Tenologi pengendali emisi terhadap suatu polutan menggunaan tenologi dan metode yang terpisah. Suatu PLTU dapat memilii satu, dua atau eseluruhan tenologi tersebut, tergantung dari etersediaan dana investasi. Flue Gas Desulphurization (FGD) Flue Gas Desulphurization (FGD) atau dienal juga dengan Scrubber, merupaan suatu metode untu mengurangi polutan SO2 pada gas buang hasil pembaaran pembangit. Berdasaran produ hasil proses antara gas buang yang mengandung sulfur diosida dengan reagent atau bahan yang ditambahan e dalam proses agar terjadinya reasi imiawi, proses FGD dibagi menjadi 2 (dua), yaitu Wet Scrubber dan Dry Scrubber. Gas buang yang masu e dalam tan aan disemprotan udara, sehingga SO2 aan terosidasi menjadi SO3. Kemudian pencampuran SO3 dengan air H20 aan membentu sulfat (H2SO4) yang emudian bereasi dengan Ca(OH)2 dan membentu Gypsum. Keuntungan dari tipe FGD ini adalah efisiensi yang tinggi lebih dari 90 % dengan emampuan penyerapan Scrubber yang tinggi dan menghasilan produ Gypsum yang berualitas dan setara dengan Gypsum alami. Penentuan Dampa Loal dan Regional Berdasaran jara dari pusat pembangit, dampa dibagi menjadi Dampa Regional dan Dampa Loal, Dampa Regional diperoleh dari pemodelan Lagrangian dan Eulerian untu model RUWM (Robust Uniform World Model) dengan penurunan persamaan sebagai beriut : D = ERF ρ(x) C(x) dx dy (2) Dengan : D : Dampa Regional sepanjang receptor (x,y) 39
3 C(x) : C(x,Q) adalah onsentrasi pada permuaan arena emisi Q (x) : Kepadatan receptor ERF : Exposure Response Function Besarnya onsentrasi suatu polutan C(x) merupaan hubungan antara perpindahan flux total arena desposisi dan/atau arena transformasi, F(x) dan ecepatan deplesi (Depletion Velocity) dari polutan tersebut,. Dapat ditulisan C(x) = F(x) (4) Jia dimasuan pada persamaan untu mencari Dampa Regional, maa : D = ERF ρ F(x) dx dy Karena F(x) dx dy = Q atau disebut juga onservasi massa suatu polutan, sehingga persamaan tersebut menjadi sebagai beriut : ERF ρ Q D = x R Di mana : D : Dampa Regional dalam asus/tahun ERF : Fungsi ERF dalam asus/tahun.orang.µg/m 3 : Kerapatan Pendudu Regional dalam orang/m 2 : Depletion Velocity dalam cm/s R : Fator pengali dalam fungsi jara Polutan Primer Dietahui nilai R adalah sebagai beriut : R = exp exp dr + (5) (6) (7) III. EKSTERNALITAS PLTU MUARA KARANG PLTU Muara Karang merupaan bagian dari Unit Pembangitan (UP) Muara Karang. UP Muara Karang terdiri dari PLTU Muara Karang 2 x 200 MW menggunaan minya dan PLTGU berapasitas 508 MW yang berloasi di pantai utara Jaarta dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan ota Jaarta. UP Muara Karang yang aan dianalisis adalah PLTU Muara Karang yang berapasitas terpasang 200 MW, dengan Produsi Energi sebesar MWh/tahun. Besarnya emisi pada PLTU Muara Karang disajian pada tabel beriut : Tabel 1 Laju Emisi PLTU Muara Karang Jenis Polutan Koefisien Emisi (g/wh) Emission Rate PM 10 0,29 508,08 SO 2 2, ,64 NO x 0, ,4 Exposure Response Function Fungsi ERF digunaan untu menentuan dampa polutan tertentu terhadap esehatan manusia, beriut ini adalah jenis-jenis fungsi ERF yang ada di dalam Modul AIRPACTS dan dijustifiasi terhadap ondisi Indonesia. Penentuan nilai yang ada, dapat mewaili sensitifitas dan fator yang berbeda-beda pada tiap unit pembangitan. Bila persamaan R ini dimasuan e persamaan (6), maa persamaan Dampa menjadi : D = exp dr + exp D = exp exp dr + Dari persamaan di atas, maa omponen dampa esehatan terdari dari 2 (dua) yaitu dampa loal dan dampa regional, dengan exp dr =Dampa Loal exp = Dampa Regional (8) Polutan Seunder Dengan cara yang sama dan nilai R = 1,aan dihitung untu setiap fungsi ERF dan untu setiap polutan berdasaran data PLTU Paiton. Gambar 5. Fungsi ERF pada manusia, Material Bangunan dan Tanaman Pertanian. Terdapat 18 dampa fisi yang aan dianalisis untu seluruh polutan dengan masing-masing memilii 6 dampa fisi yang sama, yaitu Mortalitas Kronis, Mortalitas pada bayi, Mortalitas Aut, Penyait Jantung, Penyait Pernafasan dan Bronchitis Kronis. Setelah memperoleh besarnya dampa PLTU Muara Karang, maa menentuan besarnya Esternalitas dengan mengalian nilai dampa tersebut dengan suatu unit cost untu masing-masing dampa. Hasilnya diperlihatan pada tabel beriut. 40
4 Tabel 2 Hasil Perhitungan Esternalitas PLTU Muara Karang Fungsi ERF Loal Regional Polutan : PM10 1,33E+07 2,80E+06 1,61E+07 Infants < 1 1,10E+05 2,52E+04 1,35E+05 Acute Mortality, YOLL, entire populatin 1,32E+05 3,02E+04 1,62E+05 5,17E+03 1,18E+03 6,35E+03 8,65E+03 1,98E+03 1,06E+04 2,21E+06 5,07E+05 2,72E+06 Polutan : Nitrate n/a 9,70E+06 9,70E+06 n/a 8,73E+04 8,73E+04 n/a 1,05E+05 1,05E+05 n/a 4,10E+03 4,10E+03 n/a 4,13E+04 4,13E+04 n/a 1,76E+06 1,76E+06 Polutan : Sulfate n/a 4,03E+07 4,03E+07 n/a 3,63E+05 3,63E+05 n/a 4,23E+05 4,23E+05 n/a 1,71E+04 1,71E+04 n/a 2,85E+04 2,85E+04 n/a 7,30E+06 7,30E+06 1,57E+07 6,35E+07 7,93E+07 Esternalitas Damage Cost 0,0072 USD/Wh IV. PLTU MUARA KARANG DENGAN FLUE GAS DESULPHURIZATION Pemilihan pembatas emisi untu SO2 didasaran pada besarnya laju emisi SO2 pada PLTU Muara Karang ini, dibandingan dengan polutan lainnya, sehingga tenologi yang digunaan adalah Flue Gas Desulphirization yang memilii efisiensi yang tinggi (97%). Besar emisi ditunjuan pada tabel 3 dan besarnya damage cost PLTU Muara Karang setelah pemasangan FGD juga disajian pada tabel beriutnya. Table 3 Laju Emisi PLTU Muara Karang dengan dan tanpa FGD Polutan Laju Emisi Tanpa FGD Laju Emisi dengan FGD PM10 508,08 508,08 NOx 4.064, ,64 SO ,4 614,952 Table 4 Hasil Perhitungan Biaya Esternal PLTU Muara Karang ERF Function Local Regional Polutan : PM10 1,33E+07 2,80E+06 1,61E+07 Infants < 1 1,10E+05 2,52E+04 1,35E+05 Acute Mortality, YOLL, entire populatin 1,32E+05 3,02E+04 1,62E+05 5,17E+03 1,18E+03 6,35E+03 8,65E+03 1,98E+03 1,06E+04 2,21E+06 5,07E+05 2,72E+06 Polutan : Nitrate n/a 9,70E+06 9,70E+06 n/a 8,73E+04 8,73E+04 n/a 1,05E+05 1,05E+05 n/a 4,10E+03 4,10E+03 n/a 4,13E+04 4,13E+04 n/a 1,76E+06 1,76E+06 Polutan : Sulfate n/a 1,21E+06 1,21E+06 n/a 1,09E+04 1,09E+04 n/a 1,27E+04 1,27E+04 n/a 5,12E+02 5,12E+02 n/a 8,56E+02 8,56E+02 n/a 2,19E+05 2,19E+05 1,57E+07 1,65E+07 3,23E+07 Esternalitas Damage Cost 0,0029 USD/Wh Pemasangan FGD pada PLTU Muara Karang beraibat turunnya Esternalitas sebanya 0,43 cent USD/Wh. 41
5 Control Cost FGD Sema beriutnya adalah membandingan besar inverstasi pengadaan perangat FGD pada PLTU Muara Karang terhadap esternalitas yang berhasil dipangas. Tabel beriut memperlihatan perbandingan Esternalitas pembangitan yang meliputi Biaya Investasi dan Operasi (Control Cost) dan Esternalitas dalam bentu Damage Cost sebelum dan setelah pemasangan FGD. Tabel 5 Perbandingan Esternalitas PLTU Muara Karang sebelum dan setelah pemasangan FGD Tanpa FGD Dengan FGD Biaya Investasi ,2 FGD (USD/15) - Biaya Investasi ,6 FGD (USD/) Biaya Operasi FGD (USD/) ,0 Esternalitas - Damage Cost , ,8 (USD/) Esternalitas (USD/) , ,4 Dari tabel di atas, menunjuan tingginya Esternalitas PLTU Muara Karang setelah pemasangan FGD, apapun enaian ini diaibatan oleh besarnya biaya investasi dan operasi peralatan FGD yang merupaan Esternalitas dalam bentu control cost dan control cost tersebut lebih besar dibandingan damage cost yang berhasil ditean. [3] Community Reseach. (2003). External Cost : Reseach results on socio-enviromental damages due to electricity and transport. European Commision. [4] Kusumawati, W., Sugiono, A., Bongaerts, JC. (2010). Using the QUERI Model-Airpacts Program to Assess the External Cost of Three Power Plants in Indonesia with Three Different Energy Sources. IMRE Journal Volume 4 (1). [5] Mayasari, F, et.al (2012), Externality Assessment of Control Cost and Damage Cost of Electrical Steam Generation Study Case : PLTU Paiton, The 3rd MICEEI UNHAS [6] Mayasari, F, Dalimi, R. (2012), Perhitungan Esternalitas Pembangit Listri Tenaga Uap, Studi Kasus PLTU Paiton, Universitas Indonesia. [7] Molnar S., et.al. (2008). Estimation of External Cost of Electricity Generation Using ExternE Model. Bull. Of the Szent Istvan Univ. [8] Salimi, DH., Finahari, NF., Amitayani, ES. (2009). Analisis Biaya Esternal PLTU Batubara. Seminar Nasional V SDM Tenologi Nulir. [9] Schleisner Lotte. (2000). Comparison of Methodologies for Externality Assessment. [10] Spadaro, JV., Rabl, A. (2002). AIRPACTS MANUAL. International Atomic Energy Agency. [11] Spalding-Fecher, R., Matibe, DK. (2003). Electricity and Externalities in South Africa, Elsevier Energy Policy, 31, [12] Sugiono, Agus. (2007). Biaya Esternal dari Pembangit Listri Batubara. Paralel Session IIA : Energy and Enviroment. [13] Thopil, GA., Pouris, A. (2011). Externality Valuation in South Africa s Coal Based Electricity Generation Sector. IEEE Transection. V. KESIMPULAN Perhitungan Esternalitas PLTU Muara Karang sebelum pemasangan FGD sebesar 0,72 Cent USD/Wh atau sebesar ,5 USD/tahun, yang merupaan Esternalitas dalam bentu Damage Cost. Setelah penambahan peralatan FGD, omponen Esternalitas PLTU Muara Karang terdiri dari control cost (investasi dan operasional FGD) serta damage cost. Besarnya Esternalitas dalam bentu damage cost mengalami penurunan menjadi 0,29 Cent USD/Wh atau sebesar ,8 USD/tahun, namun Esternalitas total mengalami lonjaan hingga ,4 USD/tahun atau lebih ,9 USD/tahun. Hal ini diaibatan oleh tingginya biaya investasi dan operasional dari peralatan FGD ini. REFERENSI [1] Centre for Enegy Research. (2005), SO2, NOx, and Particle Control Technologies and Abatement Costs for the Mexican Electricity Sector, UNAM, Mexico. [2] Cichanowicz, JE. (2010) Current Capital Cost and Cost-Effectiveness of Power Plant Emissions Control Technologies. 42
BAB III METODE PENELITIAN (BAHAN DAN METODE)
BAB III METODE PENELITIAN (BAHAN DAN METODE) Tahapan-tahapan pengerjaan yang dilauan dalam penelitian ini adalah sebagai beriut : 1. Tahap Persiapan Penelitian Pada tahapan ini aan dilauan studi literatur
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Statisti Inferensia Tujuan statisti pada dasarnya adalah melauan desripsi terhadap data sampel, emudian melauan inferensi terhadap data populasi berdasaran pada informasi yang
BAB III METODE PENELITIAN (BAHAN DAN METODE)
BAB III METODE PENELITIAN (BAHAN DAN METODE) Tahapan-tahapan pengerjaan yang dilauan dalam penelitian ini adalah sebagai beriut : 1. Tahap Persiapan Penelitian Pada tahapan ini aan dilauan studi literatur
K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Kimia
K3 Revisi Antiremed Kelas Kimia Persiapan Penilaian Ahir Semester (PAS) Ganjil Doc. Name: RK3ARKIM0PAS Version : 06- halaman 0. Untu memperoleh onsentrasi Cl - =0,0 M, maa 50 ml larutan CaCl 0,5 M harus
Pengaruh Masuknya Penambahan Pembangkit Baru kedalam Jaringan 150 kv pada Kapasitas Circuit Breaker
Pengaruh Masunya Penambahan Pembangit Baru edalam Jaringan 150 V pada Kapasitas Circuit Breaer Emelia, Dian Yayan Suma Jurusan Teni Eletro Faultas Teni Universitas Riau Kampus Binawidya Km 12,5 Simpang
ANALISIS BIAYA EKSTERNAL PLTU BATUBARA
ANALISIS BIAYA EKSTERNAL PLTU BATUBARA DJATI H. SALIMY, IDA N. FINAHARI, ELOK S. AMITAYANI PUSAT PENGEMBANGAN ENERGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Kurikulum 2013 Kelas 11 Kimia
Kuriulum 03 Kelas Kimia Persiapan UAS - Latihan Soal Doc. Name: K3ARKIM0UAS Version : 06-05 halaman 0. Untu memperoleh onsentrasi Cl - = 0,0 M, maa 50 ml larutan CaCl 0,5 M harus dienceran sampai 500 ml
UNIVERSITAS INDONESIA PERHITUNGAN BIAYA EKSTERNAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP STUDI KASUS : PLTU PAITON TESIS FITRIYANTI MAYASARI
UNIVERSITAS INDONESIA PERHITUNGAN BIAYA EKSTERNAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP STUDI KASUS : PLTU PAITON TESIS FITRIYANTI MAYASARI 1006734855 FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO DEPOK JUNI 2012
Penentuan Nilai Ekivalensi Mobil Penumpang Pada Ruas Jalan Perkotaan Menggunakan Metode Time Headway
Rea Racana Jurnal Online Institut Tenologi Nasional Teni Sipil Itenas No.x Vol. Xx Agustus 2015 Penentuan Nilai Eivalensi Mobil Penumpang Pada Ruas Jalan Perotaan Menggunaan Metode Time Headway ENDI WIRYANA
Kata Kunci : Multipath, LOS, N-LOS, Network Analyzer, IFFT, PDP. 1. Pendahuluan
Statisti Respon Kanal Radio Dalam Ruang Pada Freuensi,6 GHz Christophorus Triaji I, Gamantyo Hendrantoro, Puji Handayani Institut Tenologi Sepuluh opember, Faultas Tenologi Industri, Jurusan Teni Eletro
BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Gambar 3.1 Bagan Penetapan Kriteria Optimasi Sumber: Peneliti Determinasi Kinerja Operasional BLU Transjaarta Busway Di tahap ini, peneliti
ANALISIS PETA KENDALI DEWMA (DOUBLE EXPONENTIALLY WEIGHTED MOVING AVERAGE)
Seminar Nasional Matematia dan Apliasinya, 1 Otober 17 ANALISIS PETA KENDALI DEWMA (DOUBLE EXPONENTIALLY WEIGHTED MOVING AVERAGE) DALAM PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI FJLB (FINGER JOINT LAMINATING BOARD)
BAB III PENENTUAN HARGA PREMI, FUNGSI PERMINTAAN, DAN TITIK KESETIMBANGANNYA
BAB III PENENTUAN HARGA PREMI, FUNGSI PERMINTAAN, DAN TITIK KESETIMBANGANNYA Pada penelitian ini, suatu portfolio memilii seumlah elas risio. Tiap elas terdiri dari n, =,, peserta dengan umlah besar, dan
Penempatan Optimal Phasor Measurement Unit (PMU) dengan Integer Programming
JURAL TEKIK POMITS Vol. 2, o. 2, (2013) ISS: 2337-3539 (2301-9271 Print) B-137 Penempatan Optimal Phasor Measurement Unit (PMU) dengan Integer Programming Yunan Helmy Amrulloh, Rony Seto Wibowo, dan Sjamsjul
ANALISIS GOVERNOR PADA PENGATURAN FREKWENSI PLTGU DI PT INDONESIA POWER UBP PRIOK
ANALISIS GOVERNOR PADA PENGATURAN FREKWENSI PLTGU DI PT INDONESIA POWER UBP PRIOK ACHMAD FAUZAN, 10402008 Jurusan Teni Eletro, Faultas Tenologi Industri, Universitas Gunadarma, Margonda Raya 100 Depo 1424
STUDI SISTEM TURBIN-KOMPRESOR DALAM SIKLUS TAK LANGSUNG PADA RGTT200K
STUDI SISTEM TURBIN-KOMPRESOR DALAM SIKLUS TAK LANGSUNG PADA RGTT200K Sri Sudadiyo PTRKN-BATAN, Kawasan PUSPIPTEK Gd. 80, Tangerang, 15310 ABSTRAK STUDI SISTEM TURBIN-KOMPRESOR DALAM SIKLUS TAK LANGSUNG
III DESKRIPSI DAN FORMULASI MASALAH PENGANGKUTAN SAMPAH DI JAKARTA PUSAT
III DESKRIPSI DAN FORMULASI MASALAH PENGANGKUTAN SAMPAH DI JAKARTA PUSAT 3.1 Studi Literatur tentang Pengelolaan Sampah di Beberapa Kota di Dunia Kaian ilmiah dengan metode riset operasi tentang masalah
PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL SUTRIANI HIDRI
PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL SUTRIANI HIDRI Jurusan Matematia, FMIPA, Universitas Negeri Maassar Email: [email protected] Abstra. Pada artiel ini dibahas
Peningkatan Keandalan Sistem Distribusi Tenaga Listrik 20 kv PT. PLN (Persero) APJ Magelang Menggunakan Static Series Voltage Regulator (SSVR)
1 Peningatan Keandalan Sistem Distribusi Tenaga Listri 20 V PT. PLN (Persero) APJ agelang enggunaan Static Series Voltage Regulator (SSVR) Putty Ia Dharmawati, Sjamsjul Anam, Adi Soeprijanto Jurusan Teni
MODEL MATEMATIKA KONSENTRASI OKSIGEN TERLARUT PADA EKOSISTEM PERAIRAN DANAU
MDEL MATEMATIKA KNSENTRASI KSIGEN TERLARUT PADA EKSISTEM PERAIRAN DANAU Sutimin Jurusan Matematia, FMIPA Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto SH Tembalang, Semarang 5075 E-mail: [email protected]
MEKANIKA TANAH REMBESAN DAN TEORI JARINGAN MODUL 4. UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Sektor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15224
MEKANIKA TANAH MODUL 4 REMBESAN DAN TEORI JARINGAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Setor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 154 PENDAHULUAN Konsep pemaaian oefisien permeabilitas untu
PERTEMUAN 02 PERBEDAAN ANTARA SISTEM DISKRIT DAN SISTEM KONTINU
PERTEMUAN 2 PERBEDAAN ANTARA SISTEM DISKRIT DAN SISTEM KONTINU 2. SISTEM WAKTU DISKRET Sebuah sistem watu-disret, secara abstra, adalah suatu hubungan antara barisan masuan dan barisan eluaran. Sebuah
BAB III METODE SCHNABEL
BAB III METODE SCHNABEL Uuran populasi tertutup dapat diperiraan dengan teni Capture Mar Release Recapture (CMRR) yaitu menangap dan menandai individu yang diambil pada pengambilan sampel pertama, melepasan
BAB IV PERHITUNGAN HARGA PREMI BERDASARKAN FUNGSI PERMINTAAN PADA TITIK KESETIMBANGAN
BAB IV PERHITUNGAN HARGA PREMI BERDASARKAN FUNGSI PERMINTAAN PADA TITIK KESETIMBANGAN Berdasaran asumsi batasan interval pada bab III, untu simulasi perhitungan harga premi pada titi esetimbangan, maa
MAT. 12. Barisan dan Deret
MAT.. Barisan dan Deret i Kode MAT. Barisan dan Deret U, U, U3,..., Un,... Un a + (n-)b U + U +..., Un +... n?? Sn? BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT
MANAJEMEN DISTRIBUSI MULTI PRODUK BERDASARKAN BOBOT PROSENTASE PENJUALAN DAN EFISIENSI BIAYA DISTRIBUSI (STUDI KASUS DI PT THAMRIN BROTHERS)
Seminar Nasional Apliasi Tenologi Informasi 2011 (SNATI 2011) ISSN: 1907-5022 Yogyaarta, 17-18 Juni 2011 MANAJEMEN DISTRIBUSI MULTI PRODUK BERDASARKAN BOBOT PROSENTASE PENJUALAN DAN EFISIENSI BIAYA DISTRIBUSI
PENERAPAN ALGORITMA GENETIK UNTUK OPTIMASI TRANSFER DAYA PADA SISTEM SENSOR GAS METANA
Jurnal Neutrino Vol., No. April 010 108 PENERAPAN AGORITMA GENETIK UNTUK OPTIMAI TRANFER DAYA PADA ITEM ENOR GA METANA. Muthmainnah 1), Melania uweni Muntini ). Abstra: Pada penguuran perubahan gejala
Pemodelan Dan Eksperimen Untuk Menentukan Parameter Tumbukan Non Elastik Antara Benda Dengan Lantai
Pemodelan Dan Esperimen Untu enentuan Parameter Tumbuan Non Elasti Antara Benda Dengan Lantai Puspa onalisa,a), eda Cahya Fitriani,b), Ela Aliyani,c), Rizy aiza,d), Fii Taufi Abar 2,e) agister Pengajaran
BAB III MODEL KANAL WIRELESS
BAB III MODEL KANAL WIRELESS Pemahaman mengenai anal wireless merupaan bagian poo dari pemahaman tentang operasi, desain dan analisis dari setiap sistem wireless secara eseluruhan, seperti pada sistem
PENENTUAN FAKTOR SELEKTIFITAS PENISILIN G TERHADAP FENILASETAT SECARA EKSTRAKSI MEMBRAN CAIR EMULSI DENGAN MENGGUNAKAN CARRIER DIOKTILAMIN
PENENTUAN FAKTOR SELEKTIFITAS PENISILIN G TERHADAP FENILASETAT SECARA EKSTRAKSI MEMBRAN CAIR EMULSI DENGAN MENGGUNAKAN CARRIER DIOKTILAMIN Imam Santoso, Tritiyatma Hadinugraha Ningsih urusan Kimia, Faultas
KINETIKA TRANSESTERIFIKASI BIODIESEL JARAK PAGAR. Luqman Buchori, Setia Budi Sasongko *)
KINETIKA TRANSESTERIFIKASI BIODIESEL JARAK PAGAR Luqman Buchori, Setia Budi Sasongo *) Abstract Biodiesel were produced by trans-etherification of castor oil with alcohol in the presence of NaOH catalyst.
II. TINJAUAN PUSTAKA. sebuah teknik yang baru yang disebut analisis ragam. Anara adalah suatu metode
3 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Ragam (Anara) Untu menguji esamaan dari beberapa nilai tengah secara sealigus diperluan sebuah teni yang baru yang disebut analisis ragam. Anara adalah suatu metode
BAB III DESAIN DAN APLIKASI METODE FILTERING DALAM SISTEM MULTI RADAR TRACKING
Bab III Desain Dan Apliasi Metode Filtering Dalam Sistem Multi Radar Tracing BAB III DESAIN DAN APLIKASI METODE FILTERING DALAM SISTEM MULTI RADAR TRACKING Bagian pertama dari bab ini aan memberian pemaparan
SISTEM ADAPTIF PREDIKSI PENGENALAN ISYARAT VOKAL SUARA KARAKTER. Abstrak
SISTEM ADAPTIF PREDIKSI PENGENALAN ISYARAT VOKAL SUARA KARAKTER Oleh : Pandapotan Siagia, ST, M.Eng (Dosen tetap STIKOM Dinamia Bangsa Jambi) Abstra Sistem pengenal pola suara atau yang lebih dienal dengan
HUBUNGAN PENERAPAN KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DENGAN PERILAKU MEROKOK MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA SEMARANG
Volume, Nomor, Juli 6 (ISSN: 56-6) HUBUNGAN PENERAPAN KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DENGAN PERILAKU MEROKOK MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA SEMARANG Firnanda Zia Azmi *) Tinu Istiarti **) Kusyogo Cahyo
SISTEM ADAPTIF PREDIKSI PENGENALAN ISYARAT VOKAL SUARA KARAKTER
SISTEM ADAPTIF PREDIKSI PENGENALAN ISYARAT VOKAL SUARA KARAKTER Pandapotan Siagian, ST, M.Eng Dosen Tetap STIKOM Dinamia Bangsa - Jambi Jalan Sudirman Theoo Jambi Abstra Sistem pengenal pola suara atau
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian yang aan dilauan meruju epada beberapa penelitian terdahulu yang sudah pernah dilauan sebelumnya, diantaranya: 1. I Gst. Bgs. Wisuana (2009)
khazanah Sistem Klasifikasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation informatika
hazanah informatia Jurnal Ilmu Komputer dan Informatia Sistem Klasifiasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunaan Jaringan Syaraf Tiruan Bacpropagation Yusuf Dwi Santoso *, Suhartono Program
PENCARIAN JALUR TERPENDEK MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT
Seminar Nasional Apliasi Tenologi Informasi 2007 (SNATI 2007) ISSN: 1907-5022 Yogyaarta, 16 Juni 2007 PENCARIAN JALUR TERPENDEK MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT I ing Mutahiroh, Indrato, Taufiq Hidayat Laboratorium
Makalah Seminar Tugas Akhir. Aplikasi Kendali Adaptif pada Pengendalian Plant Pengatur Suhu dengan Self Tuning Regulator (STR)
Maalah Seminar ugas Ahir Apliasi Kendali Adaptif pada Pengendalian Plant Pengatur Suhu dengan Self uning Regulator (SR) Oleh : Muhammad Fitriyanto e-mail : [email protected] Maalah Seminar ugas Ahir Apliasi
Estimasi Konsentrasi Polutan Sungai Menggunakan Metode Reduksi Kalman Filter dengan Pendekatan Elemen Hingga
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS ol. 2, No.1, (2013) 2337-3520 (2301-928X Print) 1 Estimasi Konsentrasi Polutan Sungai Menggunaan Metode Redusi Kalman Filter dengan Pendeatan Elemen Hingga Muyasaroh, Kamiran,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Fuzzy 2.1.1 Dasar-Dasar Teori Fuzzy Secara prinsip, di dalam teori fuzzy set dapat dianggap sebagai estension dari teori onvensional atau crisp set. Di dalam teori crisp
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTU NILAI INTERVAL KADAR LEMAK TUBUH MENGGUNAKAN REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTU NILAI INTERVAL KADAR LEMAK TUBUH MENGGUNAKAN REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY Tedy Rismawan dan Sri Kusumadewi Laboratorium Komputasi dan Sistem Cerdas, Jurusan Teni
PENGEMBANGAN BUKU KOMIK FISIKA POKOK BAHASAN NEWTON BERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
PENGEMBANGAN BUKU KOMIK FISIKA POKOK BAHASAN NEWTON BERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Farida Huriawati 1), Purwandari 1,2), Intan Permatasari 1,3) 1,2,3 Program Studi Pendidian
Optimasi Non-Linier. Metode Numeris
Optimasi Non-inier Metode Numeris Pendahuluan Pembahasan optimasi non-linier sebelumnya analitis: Pertama-tama mencari titi-titi nilai optimal Kemudian, mencari nilai optimal dari fungsi tujuan berdasaran
BAB VII. RELE JARAK (DISTANCE RELAY)
BAB VII. RELE JARAK (DISTANCE RELAY) 7.1 Pendahuluan. Rele jara merespon terhadap banya inputsebagai fungsi dari rangaian listri yang panjang (jauh) antara loasi rele dengan titi gangguan. Karena impedansi
ANALISIS KONTRIBUSI TEKNIK ALOKASI KANAL DDCA/PC DALAM MENEKAN PROBABILITAS KEGAGALAN PANGGILAN DAN MENINGKATKAN KAPASITAS SISTEM PADA CDMA
1 ANALISIS KONTRIBUSI TEKNIK ALOKASI KANAL DDCA/PC DALAM MENEKAN PROBABILITAS KEGAGALAN PANGGILAN DAN MENINGKATKAN KAPASITAS SISTEM PADA CDMA Yuni Mariana, L2F099654 Jurusan Teni Eletro, Faultas Teni,
KINETIKA REAKSI KIMIA TIM DOSEN KIMIA DASAR FTP UB 2012
KINETIKA REAKSI KIMIA TIM DOSEN KIMIA DASAR FTP UB Konsep Kinetia/ Laju Reasi Laju reasi menyataan laju perubahan onsentrasi zat-zat omponen reasi setiap satuan watu: V [ M ] t Laju pengurangan onsentrasi
khazanah Sistem Klasifikasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation informatika
hazanah informatia Jurnal Ilmu Komputer dan Informatia Sistem Klasifiasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunaan Jaringan Syaraf Tiruan Bacpropagation Yusuf Dwi Santoso *, Suhartono Departemen
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Masalah untu mencari jalur terpende di dalam graf merupaan salah satu masalah optimisasi. Graf yang digunaan dalam pencarian jalur terpende adalah graf yang setiap sisinya
Studi Eksperimen Karakteristik Pengeringan Batubara Terhadap Variasi Sudut Blade Pada Swirling Fluidized Bed Coal Dryer
Studi Esperimen Karateristi Pengeringan Batubara Terhadap Variasi Sudut Blade Pada Swirling Fluidized Bed Coal Dryer Ahmad Sefrio dan Prabowo Teni Mesin, Faultas Tenologi Industri, Institut Tenologi Sepuluh
TEORI KINETIKA REAKSI KIMIA
TORI KINTIK RKSI KII da (dua) pendeatan teoreti untu menjelasan ecepatan reasi, yaitu: () Teori tumbuan (collision theory) () Teori eadaan transisi (transition-state theory) atau teori omples atif atau
MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR
1 MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR PENGENALAN POLA GEOMETRI WAJAH MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PERAMBATAN BALIK Muhamad Tonovan *, Achmad Hidayatno **, R. Rizal Isnanto ** Abstra - Pengenalan waah adalah
PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL. Sutriani Hidri. Ja faruddin. Syafruddin Side, ABSTRAK
PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL Syafruddin Side, Jurusan Matematia, FMIPA, Universitas Negeri Maassar email:[email protected] Info: Jurnal MSA Vol. 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tabel 2.1 Kelompok Aplikasi Mesin Refrigerasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Mesin Refrigerasi Refrigerasi adalah suatu proses penyerapan panas dari suatu zat atau produ sehingga temperaturnya berada di bawah temperatur lingungan Mesin refrigerasi atau
VI. PEMILIHAN MODA (Modal Split/Choice)
VI. PEMILIHAN MODA (Modal Split/Choice) 6.. UMUM Tujuan: Mengetahui proporsi pengaloasian perjalanan e berbagai moda transportasi. Ada dua emunginan situasi yang dihadapi dalam meramal pemilihan moda:
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Kendali Lup [1] Sistem endali dapat diataan sebagai hubungan antara omponen yang membentu sebuah onfigurasi sistem, yang aan menghasilan tanggapan sistem yang diharapan.
BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK
BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK Proses pengenalan dilauan dengan beberapa metode. Pertama
Kinetika Reaksi pada Pembuatan Glifosat dari N-PMIDA (Neophosphonomethyl Iminodiacetic Acid) dan H 2 O 2 dengan Katalisator Pd/Al 2 O 3
45 Jurnal Reayasa Proses, ol. 3, No., 009 Kinetia Reasi pada Pembuatan Glifosat dari N-PMIDA (Neophosphonomethyl Iminodiacetic Acid dan H O dengan Katalisator Pd/Al O 3 Irmawaty Sinaga, *, Edia Rahayuningsih,
Analisis Pengaruh Peralatan Laboratorium Terhadap Kualitas Daya Pada Laboratorium Elektroteknika Dasar
3 Analisis Pengaruh Peralatan Laboratorium Terhadap Kualitas Daya Pada Laboratorium Eletrotenia Dasar Jamhir slami Pranata Laboratorium Pendidian (PLP) Ahli Muda Laboratorium Eletrotenia Dasar Faaultas
Variasi Spline Kubik untuk Animasi Model Wajah 3D
Variasi Spline Kubi untu Animasi Model Wajah 3D Rachmansyah Budi Setiawan (13507014 1 Program Studi Teni Informatia Seolah Teni Eletro dan Informatia Institut Tenologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
ISSN : e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2892
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2892 PENENTUAN RUTE ARADA ENGGUNAKAN ALOGARITA TABU SEARCH PADA HOOGENUS FLEET VEHICLE ROUTING PROBLE WITH TIE WINDOWS DI PT.
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
15 BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1Relasi Dispersi Pada bagian ini aan dibahas relasi dispersi untu gelombang internal pada fluida dua-lapisan.tinjau lapisan fluida dengan ρ a dan ρ b berturut-turut merupaan
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Jasa Pengiriman Pos Kilat Khusus
Jurnal Teni Industri, Vol.1, No., Juni 013, pp.96-101 ISSN 30-495X Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Jasa Pengiriman Pos Kilat Khusus Apriyani 1, Shanti Kirana Anggaraeni,
AKURASI MODEL PREDIKSI METODE BACKPROPAGATION MENGGUNAKAN KOMBINASI HIDDEN NEURON DENGAN ALPHA
AKURASI MODEL PREDIKSI METODE BACKPROPAGATION MENGGUNAKAN KOMBINASI HIDDEN NEURON DENGAN ALPHA Aris Puji Widodo, Suhartono 2, Eo Adi Sarwoo 3, dan Zulfia Firdaus 4,2,3,4 Departemen Ilmu Komputer/Informatia,
PENGUKURAN PENDAPATAN NASIONAL
PENGUKURAN PENDAPATAN NASIONAL A. PENDEKATAN PRODUKSI (PRODUCTION APPROACH) Menghitung besarnya pendapatan nasional dengan menggunaan pendeatan produsi didasaran atas perhitungan dari jumlah nilai barang-barang
MEKANIKA TANAH HIDROLIKA TANAH DAN PERMEABILITAS MODUL 3
MEKANIKA TANAH MODUL 3 HIDROLIKA TANAH DAN PERMEABILITAS UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Setor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15224 Silus hidrologi AIR TANAH DEFINISI : air yang terdapat
Biaya Eksternal dari Pembangkit Listrik Batubara
Paralel Session IIA: Energy and Environment Biaya Eksternal dari Pembangkit Listrik Batubara Agus Sugiyono Peneliti BPPT Abstrak Dalam ilmu ekonomi lingkungan, dampak lingkungan merupakan salah satu bentuk
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder bersifat runtun waktu (time series)
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunaan data seunder bersifat runtun watu (time series) dalam periode tahunan dan data antar ruang (cross section). Data seunder tersebut
ANALISIS UNJUK KERJA MESIN SEPEDA MOTOR 4 TAK DENGAN PENAMBAHAN TURBULATOR PADA INTAKE MANIFOLD
ANALISIS UNJUK KERJA MESIN SEPEDA MOTOR 4 TAK DENGAN PENAMBAHAN TURBULATOR PADA INTAKE MANIFOLD Abstra Setyawan Beti Wibowo, Soeadgihardo Siswantoro Program Diploma Teni Mesin, Seolah VoasiUniversitas
PERENCANAAN JUMLAH TENAGA PERAWAT DI RSUD PAMEKASAN MENGGUNAKAN RANTAI MARKOV
PERENCANAAN JUMLAH TENAGA PERAWAT DI RSUD PAMEKASAN MENGGUNAKAN RANTAI MARKOV Nama Mahasiswa : Husien Haial Fasha NRP : 1207 100 011 Jurusan : Matematia FMIPA-ITS Dosen Pembimbing : Drs. Suharmadi, Dipl.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Model Loglinier adalah salah satu asus husus dari general linier model untu data yang berdistribusi poisson. Model loglinier juga disebut sebagai suatu model statisti
Keragaman Struktur Tegakan Hutan Alam Sekunder The Variability of Stand Structure of Logged-over Natural Forest
JMHT Vol. XIV, (2): 81-87, Agustus 28 ISSN: 215-157X Keragaman Strutur Tegaan Hutan Alam Seunder The Variability of Stand Structure of Logged-over Natural Forest Abstract Muhdin 1*, Endang Suhendang 1,
EFISIENSI EKONOMI DAN SKALA USAHA TEKNOLOGI BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon. F) DI SULAWESI SELATAN
EFISIENSI EKONOMI DAN SKALA USAHA TEKNOLOGI BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon. F) DI SULAWESI SELATAN Ali Musa Pasaribu Program Pasca Sarjana Magister Administrasi Publi, FISIP Universitas Hang Tuah,
DESAIN SENSOR KECEPATAN BERBASIS DIODE MENGGUNAKAN FILTER KALMAN UNTUK ESTIMASI KECEPATAN DAN POSISI KAPAL
DESAIN SENSOR KECEPAAN BERBASIS DIODE MENGGUNAKAN FILER KALMAN UNUK ESIMASI KECEPAAN DAN POSISI KAPAL Alrijadjis, Bambang Siswanto Program Pascasarjana, Jurusan eni Eletro, Faultas enologi Industri Institut
Modifikasi ACO untuk Penentuan Rute Terpendek ke Kabupaten/Kota di Jawa
187 Modifiasi ACO untu Penentuan Rute Terpende e Kabupaten/Kota di Jawa Ahmad Jufri, Sunaryo, dan Purnomo Budi Santoso Abstract This research focused on modification ACO algorithm. The purpose of this
PEMISAHAN BANYAK SUMBER SUARA MESIN MENGGUNAKAN ANALISIS KOMPONEN INDEPENDEN (ICA) UNTUK DETEKSI KERUSAKAN. B.T. Atmaja, A.S. Aisyah, dan D.
PEMISAHAN BANYAK SUMBER SUARA MESIN MENGGUNAKAN ANALISIS KOMPONEN INDEPENDEN (ICA) UNUK DEEKSI KERUSAKAN B.. Atmaja, A.S. Aisyah, dan D. Arifianto Jurusan eni Fisia,Faultas enologi Industri, Institut enologi
APLIKASI METODE FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING (FMCDM) UNTUK OPTIMALISASI PENENTUAN LOKASI PROMOSI PRODUK
APLIKASI METODE FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING (FMCDM) UNTUK OPTIMALISASI PENENTUAN LOKASI PROMOSI PRODUK Novhirtamely Kahar, ST. 1, Nova Fitri, S.Kom. 2 1&2 Program Studi Teni Informatia, STMIK
ANALISIS VARIANSI (ANOVA)
ANALISIS VARIANSI (ANOVA) ANOVA = Analisis Varians (Anava) = Analisis Ragam = Sidi Ragam Diperenalan oleh R.A. Fisher (195) disebut uji F pengembangan dari uji t dua sampel bebas (independent samples t
PENGENDALIAN MOTOR DC MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION
PENGENDALIAN MOTOR DC MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Wahyudi, Sorihi, dan Iwan Setiawan. Jurusan Teni Eletro Faultas Teni Universitas Diponegoro Semarang e-mail : [email protected].
Penggunaan Induksi Matematika untuk Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Ekspresi Reguler
Penggunaan Indusi Matematia untu Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Espresi Reguler Husni Munaya - 353022 Program Studi Teni Informatia Seolah Teni Eletro dan Informatia Institut Tenologi Bandung,
Desain Kontroler Tunggal Untuk Meredam Osilasi Multi Frekuensi Pada Sistem Skala Besar
J. of Math. and Its Appl. ISSN: 1829-605X Vol. 1, No. 1 (2004), 1 7 Desain Kontroler Tunggal Untu Meredam Osilasi Multi Freuensi Pada Sistem Sala Besar Mardlijah Jurusan Matematia Institut Tenologi Sepuluh
Perhitungan Kehilangan Pratekan Total dengan Memakai Teori Kemungkinan ABSTRAK
Jurnal APLIKASI Volume 5, Nomor 1, Agustus 2008 Perhitungan Kehilangan Pratean Total dengan Memaai Teori Kemunginan M. Sigit Darmawan Dosen Jurusan Diploma Teni Sipil, FTSP - ITS Email: [email protected]
ANALISA STATIK DAN DINAMIK GEDUNG BERTINGKAT BANYAK AKIBAT GEMPA BERDASARKAN SNI DENGAN VARIASI JUMLAH TINGKAT
Jurnal Sipil Stati Vol. No. Agustus (-) ISSN: - ANALISA STATIK DAN DINAMIK GEDUNG BERTINGKAT BANYAK AKIBAT GEMPA BERDASARKAN SNI - DENGAN VARIASI JUMLAH TINGKAT Revie Orchidentus Francies Wantalangie Jorry
PERHITUNGAN KEHILANGAN PRATEKAN (LOSS OF PRESTRESS) AKIBAT SUSUT DAN RANGKAK PADA BETON DENGAN MEMPERHITUNGKAN VARIABILITAS SIFAT-SIFAT BETON
PERHITUNGAN KEHILANGAN PRATEKAN (LOSS OF PRESTRESS) AKIBAT SUSUT DAN RANGKAK PADA BETON DENGAN MEMPERHITUNGKAN VARIABILITAS SIFAT-SIFAT BETON M. Sigit Darmawan Dosen Diploma Teni Sipil ITS Email: [email protected]
OSN 2014 Matematika SMA/MA
Soal 5. Suatu barisan bilangan asli a 1, a 2, a 3,... memenuhi a + a l = a m + a n untu setiap bilangan asli, l, m, n dengan l = mn. Jia m membagi n, butian bahwa a m a n. Solusi. Andaian terdapat bilangan
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Keranga Pemiiran Pemerintah ahir-ahir ini sering dihadapan pada masalah persediaan pupu bersubsidi yang daya serapnya rendah dan asus elangaan di berbagai loasi di Indonesia.
PENENTUAN FAKTOR KALIBRASI ACCELEROMETER MMA7260Q PADA KETIGA SUMBU
PENENTUAN FAKTOR KALIBRASI ACCELEROMETER MMA7260Q PADA KETIGA SUMBU Wahyudi 1, Adhi Susanto 2, Sasongo P. Hadi 2, Wahyu Widada 3 1 Jurusan Teni Eletro, Faultas Teni, Universitas Diponegoro, Tembalang,
BAB ELASTISITAS. Pertambahan panjang pegas
BAB ELASTISITAS 4. Elastisitas Zat Padat Dibandingan dengan zat cair, zat padat lebih eras dan lebih berat. sifat zat padat yang seperti ini telah anda pelajari di elas SLTP. enapa Zat pada lebih eras?
BAB 3 METODE PENELITIAN
36 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Disain Penelitian Jenis penelitian yang digunaan adalah penelitian desriptif, yaitu penelitian terhadap fenomena atau populasi tertentu yang diperoleh peneliti dari subye
HUBUNGAN SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWATAN BAYI SEHARI-HARI PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMPEL PABUPATEN KENDAL ABSTRAK
HUBUNGAN SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWATAN BAYI SEHARI-HARI PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMPEL PABUPATEN KENDAL Afifah *), Indri Subeti **) *) Mahasiswa Abid Unisa **)Dosen Abid Unisa ABSTRAK
Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beasiswa SMK Menggunakan Metode Backpropagation
Seminar Nasional e 9: Reayasa Tenologi Industri dan Informasi Sistem Penduung Keputusan Penerima Beasiswa SMK Menggunaan Metode Bacpropagation Teti Rohaeti 1, Yoyon Kusnendar Suprapto 2, Eo Mulyanto 3
