BAB III. Obyek penelitian dalam bab ini adalah mengenai fakta yuridis yang diuraikan sebagai berikut :

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III. Obyek penelitian dalam bab ini adalah mengenai fakta yuridis yang diuraikan sebagai berikut :"

Transkripsi

1 BAB III DUDUK PERKARA PUTUSAN PENGADILAN NEGERI NOMOR : 174/Pdt.G/2002/PN.Jkt.Tim JO. PUTUSAN PENGADILAN TINGGI JAKARTA NOMOR : 95/PDT/2003/PT.DKI DAN PUTUSAN KASASI MAHKAMAH AGUNG RI NOMOR : 3302 K/PDT/2003 Obyek penelitian dalam bab ini adalah mengenai fakta yuridis yang diuraikan sebagai berikut : III.1 Duduk Perkara Sebelum Pengajuan Gugatan Di Pengadilan Semula adalah tanah Girik C No.139 persil 20 Blok S.III luas ± m2 atas nama Miah binti Palil terletak di Jl. Sunan Giri, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur yang fisiknya dikuasai oleh ahli waris. Kemudian fisik tanah tersebut dilepaskan haknya kepada PT. Arhiza Utama Corporation berdasarkan Akte Jual Beli No. 68, tanggal 24 April 1997 yang dibuat dihadapan Ny. Machmudah Rijanto, SH., Notaris/Pejabat Pembuat Akte Tanah. Ketika diajukan permohonan hak ke Kantor Pertanahan Jakarta Timur oleh pihak PT. Arhiza Utama Corporation, ternyata diatas tanah tersebut telah ada sertipikat Hak Milik No. 45/Rawamangun, luas 2457 m2, Gambar Situasi No tanggal 14 Agustus 1989 atas nama Insinyur Aon Nurofik. Berdasarkan kejadian tersebut, pihak dari PT. Arhiza Utama Corporation melaporkan dan mengajukan keberatan kepada Badan Pertanahan Nasional Pusat Bidang Pengawasan melalui Surat Permohonan PT.Arhiza Utama Corporation tanggal 26 Januari 1998 No.098/AUC/PRO/I /98. BPN Pusat memerintahkan BPN wilayah Jakarta Timur untuk melakukan pemeriksaan atas kebenaran dari surat permohonan PT. Arhiza Utama Corporation agar segera ditindak lanjuti. 49

2 50 berikut : Hasil dari pemeriksaan tersebut, diperoleh keterangan-keterangan sebagai Sesuai Surat Keterangan Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Timur tanggal 18 Agustus 1998 No. 337/600/III/PT/JT/1998, bahwa Warkah M.45/Rawamangun tercatat atas nama Insinyur Aon Nurofik tersebut belum ditemukan dan masih dalam pencarian. Seharusnya Warkah Pendaftaran Tanah mudah diperoleh setiap saat diperlukan, terlebih jika terjadi sengketa/permasalahan atas penerbitan sertifikatnya. Berdasarkan laporan dari kepala kantor BPN Jakarta Timur tersebut, BPN Pusat membentuk tim dan melakukan pemeriksaan langsung yang dibawahi oleh Deputi Pengawasan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, diperoleh keterangan sebagai berikut : 1. Surat Pernyataan dari K.H. Muslich tanggal , dalam pasal 1 antara lain menyatakan bahwa KH. Muslich telah melepaskan dan menyerahkan hak atas bidang-bidang tanahnya kepada pemerintah DKI Jakarta yaitu girik C No. 314 persil 20 Blok S-III seluas M2 terletak di Jl. Sunan Giri, kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur (sekarang menjadi pasar Ceremai yang dikelola oleh PEMDA DKI Jakarta cq PD. Pasar Jaya). 2. Surat Kantor Urusan Agama kepada Camat Pulo Gadung No. K2/HJ-4/2/139/1997 tanggal 9 September 1997, bahwa tanah seluas M2 yang berasal dari sebagian girik C No. 314 dan girik C No. 315 telah dilepaskan haknya (diwakafkan) oleh KH. Muslich ke Masjid AL-Hidayah. 3. Surat Walikota Jakarta Timur No. 7126/1.711 tanggal yang ditujukan kepada Kepala Polres Metro Jakarta Timur, bahwa bidang tanah girik C No. 314 dan No. 315 masing-masing seluas M2 dan seluas M2 telah dibebaskan oleh PEMDA DKI Jakarta dari sdr. KH. Muslich untuk pembangunan Pasar Sunan Giri berdasarkan Surat Pernyataan tanggal 12 Mei 1975, akan tetapi hingga saat ini surat-surat asli berupa girik C No. 314 dan No. 315 belum

3 51 diserahkan kepada PEMDA DKI Jakarta, fisik tanah tersebut dikuasai oleh PD. Pasar Jaya. 4. Surat Walikota Jakarta Timur No. 4938/ , tanggal yang ditujukan kepada sdr. KH. Muslich perihal penyerahan girik asli fisik tanah Pasar Sunan Giri. 5. Surat Keterangan dari Kepala Kelurahan Utan Kayu Selatan No. 02/ /97 tanggal , menerangkan untuk wajib pajak an. Mi binti Palil girik No. 139 persil No. 20 S-II Yang luasnya ± 0218 da (2.180 M2) berasal dari Kelurahan Utan Kayu Selatan dan lokasi tanah tersebut berada di Jl. Sunan Giri, kelurahan Rawamangun, Kec. Pulo Gadung. Terlampir Peta Rincik gambar lokasi tanah girik C No. 139 dan girik C No. 314 asal dari girik C No. 25 berada dilokasi yang berbeda. 6. Surat keterangan tentang penjelasan Ny. Bunyani binti Buang tanggal , bahwa yang bersangkutan tidak pernah menjual tanah milik Miah binti Palil di Jl. Sunan Giri Rt.008/015, girik C No. 139 Kelurahan Rawamangun dan tidak pernah berhubungan dengan tanah tersebut dari dulu sampai sekarang. 7. Surat Keterangan Milik Adat dari Kantor Iuran Pembangunan Daerah Jakarta tanggal 17 April 1973 No.Ipd.2942/6/R/1973, tanah milik adat C.No.139 persil 20 S.III adalah atas nama Miah binti Palil, luas M2 terletak di desa Djatirawamangun/Utan Kayu, Kecamatan Matraman (sekarang dikenal Jl.Sunan Giri, Kelurahan Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kotamadya Jakarta Timur). 8. Sesuai penjelasan/keterangan Lurah Utan Kayu Selatan tanggal 15 September 1997 No.146/ /1997, tanah milik adat Girik C No.314 sebagaian persil 20 Blok S.III atas nama Bunyani binti Buang luas M2 semula adalah bagian dari tanah Girik C No. 25 tercatat atas nama H.Kotek yang kemudian dipecah menjadi Girik C No.270 persil 20 S.III atas nama H. Sa ari bin Kotek dan

4 kemudian Girik tersebut dimutasi tanggal 7 Oktober 1957 menjadi atas nama Bunyani binti Buang. 9. Tanah Girik tersebut dijual kepada KH.Muslich sesuai dengan kwitansi tahun 1964 dan kemudian K.H.Muslich melepaskan hak dan fisiknya (levering) kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta sesuai dengan surat pernyataan tanggal 12 Mei 1975 yang dibuat dihadapan dan disaksikan Walikota Jakarta Timur, Camat Pulogadung dan Lurah Jatirawamangun. Tujuan Pemerintah DKI Jakarta membeli tanah tersebut untuk dibangun Pasar. 10. Sesuai surat Pemerintah DKI Jakarta cq Walikota Jakarta Timur No.4938/ tertanggal 6 Oktober 1992, telah meminta Girik C No.314 yang ditujukan kepada KH.Muslich untuk kelengkapan data-data administrasinya, namun KH. Muslich tidak juga menyerahkannya. Penerbitan Akte Jual Beli terhadap fisik tanah Girik C No. 314 atas nama Bunyani binti Buang menurut penjelasan H.Marwi bin H.Mat menyatakan, bahwa Akte Jual Beli tersebut disodorkan kepadanya adalah untuk mengurus tanah Girik C No.314 yang akan disertipikatkan untuk kepentingan Pasar Sunan Giri. Girik C No.314 yang telah dilepaskan oleh KH.Muslich tersebut kepada Pemerintah DKI Jakarta kemudian dihidupkan kembali, seolah-olah ia membeli tanah Girik C No.314 dari H.Marwi bin H. Mat dengan Akte Jual Beli No.09/ /1989 tertanggal 24 Mei Dengan dasar Akte Jual Beli tersebut kemudian KH. Muslich mensertifikatkan tanah Girik C No. 314 tersebut dan terbitlah sertipikat Hak Milik No.45. Sertipikat Hak milik No.45/Rawamangun semula tertulis an. Bunyani binti Buang dan Mohamad Nur, diterbitkan tanggal berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor wilayah BPN Propinsi DKI Jakarta tanggal No /97/09-05/45/M/1990 dengan luas M2 sebagaimana diuraikan dalam Gambar Situasi No.1665/1989 tanggal terletak di Jl. Sunan Giri, Pulo Gadung, Jakarta Timur, diproses melalui pengakuan hak atas tanah milik adat yang berasal dari girik C No. 314 seb. Persil S-III yang telah berubah menjadi girik C No. 913 persil 20 S-III. 52

5 Pada saat pendaftaran tanah untuk pertama kali di BPN Jakarta Timur tanggal , sekaligus dicatat pendaftaran peralihan haknya ke atas nama K.H. Muslich berdasarkan akta jual beli No. 09/ /1989 tanggal yang dibuat oleh dan dihadapan Pejabat Pembuat Akte Tanah R. Soemanjat Enoch, Camat Pulo Gadung. Kemudian atas Sertipikat M.45/Rawamangun tercatat atas nama K.H. Muslich telah terjadi mutasi/perubahan pemegang hak : 1. Pada tanggal dicatat peralihan haknya keatas nama Abdul Salim Wirawan berdasarkan Akta Jual Beli No. 282/IV/JB/HM/1990 Pulo Gadung tanggal yang dibuat oleh dan dihadapan Pejabat Pembuat Akte Tanah H. Zawir Simon,SH. 2. Pada tanggal dicatat peralihan haknya ke atas nama Ir. Aon Nurofik berdasarkan akta Jual Beli No. 0031/I/JB/HM/1991/Pulogadung, tanggal yang dibuat oleh dan dihadapan Pejabat Pembuat Akte Tanah H. Zawir Simon,SH. Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional menerbitkan Surat Keputusan Nomor : 14 -VIII Tanggal 12 Mei 1999 Tentang Pembatalan Sertifikat Hak Milik No. 45/Rawamangun tercatat atas nama Insinyur Aon Nurofik, terletak di Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Kotamadya Jakarta Tinmur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Alasan pembatalan Sertifikat Hak Milik No. 45/Rawamangun tersebut, karena adanya cacat data fisik, yaitu letak obyek tanah serta batas dan luas bidang tanah dalam sertifikat tidak sesuai dalam daftar buku tanah, sehingga harus dicabut. Mengenai pencabutan data fisik dari daftar buku tanah adalah kewenangan mutlak Badan/Pejabat Tata Usaha Negara yang dalam hal ini adalah Badan Pertanahan Nasional dan mengenai penilaian terhadap status hukum bidang tanah adalah kewenangan Peradilan umum. Jadi ada titik singgung antara kebijakan Badan/Pejabat Tata Usaha Negara dengan peradilan umum. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. 53 III.2 Duduk Perkara Sesuai Putusan Pengadilan

6 54 III.2.1 Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor : 174/Pdt.G/2002/PN.Jkt.Tim. Duduk perkara dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor : 174/Pdt.G/2002/PN.Jkt.Tim. tanggal 3 Oktober 2002 adalah sebagai berikut : 1. Penggugat adalah pemilik sah sebidang tanah yang terletak di Jalan Sunan Giri No. 5, Rawamangun, Jakarta Timur seperti dapat dibuktikan dengan Sertifikat Hak Milik No.45/Rawamangun yang untuk selanjutnya disebut tanah sengketa; 1 2. Dari Sertifikat Hak Milik No.45/Rawamangun tersebut dapat diketahui riwayat dari tanah sengketa sebagai berikut : - Berasal dari bekas Girik adat No. 314 yang pemegang haknya adalah Bunyani bin Buang dan Muhamad Nur; - Oleh Bunyani bin Buang dan Muhamad Nur tanah sengketa dijual kepada Kyai Haji Muslich; - Oleh Kyai Haji Muslich tanah sengketa dijual kepada Abdul Salim Wirawan; 3. Oleh karena Penggugat merupakan pembeli ketiga dan pembeli yang beritikad baik menurut hukum Penggugat harus dilindungi; 2 4. Tanpa hak atau tanpa dasar hukum atas permohonan Tergugat I, Tergugat II telah menerbitkan Surat Keputusan No.14 VIII 1999 tanggal 12 Mei 1999 tentang Pembatalan Pendaftaran Hak Milik No. 45/Rawamangun tercatat atas nama Penggugat; 5. Pertimbangan Tergugat II untuk membatalkan Sertifikat Hak Milik No. 45/Rawamangun antara lain adalah Tanah Hak Milik No. 45/Rawamangun tersebut setelah diadakan pengembalian batas ternyata berada di atas tanah 1 Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur No. 174/Pdt.G/2002/PN.Jkt.Tim. Tanggal 3 Oktober 2002, butir 2, hal.5. 2 Ibid, butir 4, hal. 6.

7 55 milik adat C No. 139 persil No. 20 Blok S.III luas M2 atas nama Miah binti Palil yang selanjutnya dialihkan kepada R. Bonny Probowicaksono qq PT. Arhiza Utama Corporation dan berdasarkan surat Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kodya Jakarta Timur tanggal 30 Juli 1997 No. 01/BA/P2K/JT/97 ditegaskan bahwa tanah girik C No. 314 seb, Persil No. 20 Blok S. III kini C 913 seb. Persil No. 20 yang selanjutnya menjadi Hak Milik No. 45/Rawamangun berada di lokasi lain; 3 6. Apabila benar, quod non, telah pernah diadakan pengukuran pengembalian batas, seharusnya Penggugat sebagai pihak yang memiliki hak atas tanah sengketa yang telah didaftarkan dan diterbitkan Sertifikat Hak Milik No. 45/Rawamangun dipanggil dan diberitahu tentang pengembalian batas, dengan maksud agar Penggugat dapat memberikan penjelasan-penjelasan atau bantahan-bantahan untuk membela dan mempertahankan hak-hak Penggugat, akan tetapi hal tersebut tidak dilakukan oleh Tergugat IV; 7. Oleh karena surat Putusan Tergugat II No. 14-VIII-1999 tanggal 12 juli 1999 telah memiliki kekuatan hukum, Penggugat telah mengajukan gugatan Tata Usaha Negara terhadap Tergugat II di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta pada tanggal 18 Oktober 1999, terdaftar dibawah register No. 137/G.TUN/1999/PTUN-JKT; 8. Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta memberi putusan atas gugatan Penggugat Gugatan Penggugat tidak dapat diterima dengan pertimbangan bahwa pengajuan gugatan telah diajukan melampaui batas waktu yang ditentukan oleh Undang-Undang; 9. Pokok perkara belum dipertimbangkan dan diberi putusan, maka Penggugat masih tetap memiliki hak atas tanah yang terletak di jalan Sunan Giri No. 5, Rawamangun Jakarta Timur, dan tidak kehilangan hak untuk mengajukan gugatan secara perdata; 3 Ibid, butir 11, hal. 7.

8 Terhadap sertifikat tanah yang telah dibatalkan oleh BPN Pusat berdasarkan Surat Keputusan Nomor : 14 VIII 1999 tanggal 12 Mei 1999, Ir. Aon Nurofik mengajukan gugatan Tata Usaha Negara ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta yang terdaftar dalam register Perkara No. 137/G.TUN/1999/PTUN-JKT. Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta tersebut dalam Pertimbangan Hukumnya menyatakan gugatan Penggugat telah lewat waktu dan memutuskan gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima. Atas Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta tersebut, Penggugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta yang kemudian memutuskan menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta No. 137/G.TUN/1999/PTUN- JKT. tanggal 20 Maret Atas putusan banding tersebut, Penggugat tidak menggunakan upaya hukum kasasi. Tampaknya setelah usahanya mengajukan gugatan Tata Usaha Negara gagal, Ir. Aon Nurofik mengajukan gugatan kembali melalui Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang terdaftar dalam perkara No. 175/Pdt.G/2000/PN.Jkt.Tim. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur tersebut selanjutnya memutus bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Timur tidak berwenang mengadili perkara tersebut. Atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur tersebut, Ir. Aon Nurofik mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta yang terdaftar dalam register perkara No. 350/Pdt/2001/PT.DKI. yang kemudian memutuskan menguatkan putusan Pengadilan Jakarta Timur No. 175/Pdt.G/2000/PN.Jkt.Tim. tanggal 31 Januari Atas putusan banding tersebut, Ir. Aon Nurofik tidak menyatakan kasasi. Tampaknya Ir.Aon Nurofik belum puas dengan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur tersebut, sehingga ia mengajukan gugatan kembali yang terdaftar dalam register perkara No. 174/Pdt.G/2002/PN.Jkt.Tim. Dalam perkara tersebut, Penggugat telah mengajukan tuntutan (petitum) sebagai berikut : 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya; 2. Menyatakan Sertifikat Hak Milik atas nama Penggugat No. 45/Rawamangun sah menurut hukum; 3. Menyatakan Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III, Tergugat IV dan Tergugat V telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum; 56

9 4. Menyatakan SK Tergugat II No. 14 VIII 1999 tanggal 12 Mei 1999 berikut surat-surat yang diterbitkan oleh tergugat II dan Tergugat IV tidak memiliki kekuatan Hukum (buiten effekt stellen); 5. Menghukum Tergugat I dan siapa saja yang memperoleh limpahan darinya untuk mengosongkan Tanah Sengketa dan menyerahkan kepada Penggugat dalam tenggang waktu 8 (delapan) hari setelah putusan diucapkan; 6. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan; 7. Menghukum para Tergugat secara tanggung renteng untuk membayar ganti rugi kepada Penggugat: Pencemaran nama baik sebesar Rp ,-(satu miliar rupiah) Kehilangan kesempatan atau terhalangnya untuk membangun bangunan diatas tanah sengketa sebesar Rp ,-(lima ratus juta rupiah); 8. Menyatakan putusan ini dapat dilaksanakan lebih dahulu meskipun ada bantahan, banding maupun kasasi; 9. Memerintahkan Turut Tergugat untuk mematuhi putusan ini; 10. Biaya menurut hukum; Atau, dengan putusan lain yang adil menurut hukum. Atas gugatan Ir. Aon Nurofik tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memberikan Pertimbangan hukum sebagaimana termuat pada halaman 56 putusan tersebut, yaitu sebagai berikut : - Menimbang, bahwa atas eksepsi yang menyangkut kompetensi absolut tersebut dalam dupliknya Penggugat menyatakan oleh karena yang diputus Pengadilan Tata Usaha Negara dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur belum menyangkut pokok perkara maka Penggugat merasa masih memilik hak atas tanah sengketa dan mempunyai hak pula untuk mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri; - Menimbang, bahwa setelah mempelajari gugatan, Majelis Hakim menyimpulkan bahwa persoalan pokok dalam gugatan ini adalah adanya Surat Keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor : 14-VIII-1999 tanggal 12 Mei 1999 tentang Pembatalan Pendaftaran Hak Milik Nomor 45/Rawamangun tercatat atas nama Ir. Aon Nurofik, oleh karenanya Penggugat dalam petitum gugatan angka IV minta agar Surat Keputusan tersebut dinyatakan tidak memiliki kekuatan hukum; 57

10 - Menimbang, bahwa oleh karena persoalan pokok dalam gugatan ini menyangkut keputusan tata usaha negara, dan kenyataannya persoalan pokok gugatan ini telah pula pernah diselesaikan melalui peradilan tata usaha negara maka majelis hakim berkesimpulan Pengadilan Negeri Jakarta Timur tidak berwenang memeriksa perkara ini; - Menimbang, bahwa dari seluruh pertimbangan diatas majelis hakim berpendapat bahwa Eksepsi para Tergugat beralasan sehingga harus dikabulkan; - Menimbang, bahwa oleh karena Eksepsi dikabulkan maka Majelis Hakim tidak akan mempertimbangkan pokok perkara. MENGADILI : - Menyatakan menerima Eksepsi para Tergugat; - Menyatakan Pengadilan Negeri Jakarta Timur tidak berwenang memeriksa perkara ini; - Membebankan kepada Penggugat untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp ,-(satu juta dua ratus lima puluh sembilan ribu rupiah); III.2.2 Putusan Pengadilan Tinggi DKI Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor : 174/PDT.G/2002/PN.Jkt.Tim tanggal 3 Oktober 2002, Penggugat melakukan upaya hukum banding di Pengadilan Tinggi Jakarta yang terdaftar dalam perkara Nomor : 95/PDT/PT.DKI dan diputus pada tanggal 30 April Atas upaya hukum banding tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta memberikan pertimbangan hukum sebagai berikut: - Menimbang, bahwa setelah Pengadilan Tinggi mempelajari dengan seksama berkas perkara terdiri dari Berita Acara Sidang Peradilan Tingkat Pertama, surat-surat bukti dan surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini salinan resmi putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur tanggal 3 Oktober 2002, No. 174/Pdt.G/2002/PN.Jkt.Tim, memori banding dari Pembanding semula Penggugat dan kontra memori banding dari Terbanding I semula Tergugat I, maka Pengadilan Tinggi berpendapat pertimbangan dan putusan hakim tingkat pertama sudah tepat dan benar serta beralasan hukum; - Menimbang bahwa oleh karenanya pertimbangan hukum hakim tingkat pertama tersebut oleh Pengadilan Tinggi diambil alih dan dijadikan pertimbangannya sendiri dalam memutuskan perkara ini. 58

11 59 Berdasarkan pertimbangan hukum tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta memutus perkara dengan amar putusan sebagai berikut 4 : MENGADILI - Menerima permohonan banding yang diajukan oleh Pembanding semula Penggugat; - Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur tanggal 3 Oktober 2002 No. 174/Pdt.G/2002/PN.Jkt.Tim, yang dimohonkan banding tersebut; - Menghukum Pembanding Semula Penggugat untuk membayar biaya perkara ini dalam kedua tingkat peradilan yang untuk peradilan tingkat banding saja ditetapkan sebesar Rp ,- (seratus lima puluh ribu rupiah). III.2.3 Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Terhadap Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor : 95/PDT/PT.DKI tanggal 30 April 2003 yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor : 174/PDT.G/2002/PN.Jkt.Tim tanggal 3 Oktober 2002 diajukan upaya hukum kasasi oleh Pemohon kasasi dahulu Penggugat/ Pembanding. Mahkamah Agung RI telah memutus perkara tersebut dengan Nomor: 3302 K/PDT/2003 pada tanggal 24 September Berdasarkan dalil-dalil Penggugat sebagaimana yang diuraikan Penggugat sebagai dasar gugatannya pada perkara yang telah diputus oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor : 174/PDT.G/2002/PN.Jkt.Tim. tanggal 3 Oktober 2002, Judex Iuris (Majelis Hakim Agung tingkat kasasi Mahkamah Agung RI) mengambil alih dalil tersebut dan menjadikannya sebagai kesimpulan sendiri terhadap dalil-dalil Pemohon kasasi dahulu Penggugat/Pembanding, sebagai berikut 5 : A. Bahwa formulasi gugatan jelas-jelas menguraikan adanya suatu obyek yang disengketakan (obyek litis) mengenai suatu hak keperdataan yang dilanggar oleh para Tergugat asli; B. Bahwa Tergugat asli terdiri (sebagian besar) adalah badan hukum privat dan perorangan; 4 Putusan Pengadilan Tinggi DKI Nomor : 95/PDT/PT.DKI tanggal 30 April 2003, hal Ibid, hal. 15.

12 C. Bahwa pengujian obyek sengketa adalah mengenai alat bukti kepemilikan, hak keperdataan yang dalam hal ini adalah alat bukti pemilikan atas bidang tanah sengketa; D. Bahwa melalui Pengadilan Tata Usaha Negara yang pembuktiannya berkaitan dengan pembuktian hak kepemilikan atas tanah, maka gugatan atas sengketa tersebut harus terlebih dahulu diajukan melalui Peradilan Umum (Pengadilan Negeri). Dengan memberikan Pertimbangan hukum sebagaimana diuraikan diatas, Yudex Iuris (hakim Agung Kasasi) memberikan putusan dengan amar sebagai berikut 6 : MENGADILI : Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : Ir. AON NUROFIK yang dalam hal ini diwakili oleh kuasanya Euis Mulyati, SH. Advokat/Pengacara dan Konsultan Hukum tersebut. Membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta Tanggal 30 April 2003 No. 95/PDT/2003/PT.DKI. yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Tanggal 3 Oktober 2002 No. 174/PDT.G/2002/PN.Jkt.Tim. MENGADILI SENDIRI: - Menyatakan Pengadilan Negeri Jakarta Timur berwenang untuk memeriksa pokok perkara; - Memerintahkan Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk memeriksa pokok perkara; - Menghukum Termohon Kasasi membayar perkara dalam semua tingkat peradilan, yang dalam tingkat kasasi ini ditetapkan sebanyak Rp ,- (Lima Ratus Ribu Rupiah). Pertimbangan Hukum Yudex Iuris (Majelis Hakim Kasasi Mahkamah Agung RI) pada putusan tersebut mengindikasikan bahwa telah terjadi kesalahan dalam penerapan hukum formil oleh yudex facti (Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dan Pengadilan Tinggi Jakarta). Berdasarkan fakta yuridis tersebut diatas, penulis akan menguraikan dan menganalisa permasalahan tersebut pada Bab IV berikutnya Ibid, hal. 17.

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ;

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ; P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 272 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 2 TAHUN 1978 TENTANG BIAYA PENDAFTARAN TANAH MENTERI DALAM NEGERI,

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 2 TAHUN 1978 TENTANG BIAYA PENDAFTARAN TANAH MENTERI DALAM NEGERI, PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 2 TAHUN 1978 TENTANG BIAYA PENDAFTARAN TANAH MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang Mengingat : bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memperlancar

Lebih terperinci

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: 1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar iah dalam tenggang waktu : a. 14 (empat belas)

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 156/Pdt/2015/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N Nomor 156/Pdt/2015/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. P U T U S A N Nomor 156/Pdt/2015/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Pengadilan Tinggi Bandung yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara perdata dalam peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Wonosari yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada

Lebih terperinci

PARTNERS. * Hengki M. Sibuea, Founder dan Senior Partner pada Kantor Hukum HENGKI SIBUEA &

PARTNERS. * Hengki M. Sibuea, Founder dan Senior Partner pada Kantor Hukum HENGKI SIBUEA & PENERAPAN RASA KEADILAN YANG BERTENTANGAN DENGAN JUMLAH YANG SUDAH DISEPAKATI ADALAH PERTIMBANGAN YANG KELIRU Oleh: Hengki M. Sibuea * Topik tersebut merupakan pertimbangan hukum Majelis Hakim Kasasi pada

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PERDATA PENDAFTAAN KASASI

BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PERDATA PENDAFTAAN KASASI BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PERDATA PENDAFTAAN KASASI Pemohan Kasasi Mengajukan kasasi pada Meja 3 dan memberikan Memori Kasasi (wajib) Kasasi dan menunjuk Juru Sita Pengganti Mengirim Kontra Memori Kasasi

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 08/PMK/2006 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM SENGKETA KEWENANGAN KONSTITUSIONAL LEMBAGA NEGARA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 MAHKAMAH AGUNG RI 2008 1 DAFTAR ISI Kata Pengantar... iii Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : KMA/032/SK/IV/2007

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1 P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Perdata dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa di dalam era perdagangan global, sejalan dengan konvensi-konvensi

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata permohonan dalam tingkat pertama,

Lebih terperinci

TATA CARA DAN MEKANISME PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DALAM PERKARA PERDATA PELAYANAN PERKARA PRODEO

TATA CARA DAN MEKANISME PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DALAM PERKARA PERDATA PELAYANAN PERKARA PRODEO TATA CARA DAN MEKANISME PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DALAM PERKARA PERDATA PELAYANAN PERKARA PRODEO Syarat-Syarat Berperkara Secara Prodeo 1. Anggota masyarakat yang tidak mampu secara ekonomis dapat mengajukan

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL PERATURAN METERI NEGARA AGRARIA/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 9 TAHUN 1999 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN DAN PEMBATALAN HAK ATAS TANAH NEGARA

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Nomor : 52/DJU/SK/HK.006/5/ Tahun 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN MAHKAMAH

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat banding dalam persidangan Majelis

Lebih terperinci

PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran.

PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran. PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran. Hal. : Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Surabaya, 26 Pebruari 2010 Dengan Hormat, Kepada

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA,

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 1 TAKAH RAKERPTA 2012 Pasal 91A UU NO. 50 TAHUN 2009 (1) Dalam menjalankan tugas peradilan, peradilan agama dapat menarik biaya perkara. (2) Penarikan biaya

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG TATA CARA PERMOHONAN, PEMERIKSAAN, DAN PENYELESAIAN BANDING MEREK

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG TATA CARA PERMOHONAN, PEMERIKSAAN, DAN PENYELESAIAN BANDING MEREK PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG TATA CARA PERMOHONAN, PEMERIKSAAN, DAN PENYELESAIAN BANDING MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ;

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ; P E N E T A P A N Nomor : 151 /Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama, telah menetapkan seperti

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara pidanadalam peradilan tingkat Banding, menjatuhkan Putusan seperti

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KETUA MAHKAMAH AGUNG PERATURAN MAHKAMAH AGUNG Nomor : 02 Tahun 2009 TENTANG BIAYA PROSES PENYELESAIAN PERKARA DAN PENGELOLAANNYA PADA MAHKAMAH AGUNG DAN BADAN PERADILAN YANG BERADA DI BAWAHNYA KETUA MAHKAMAH

Lebih terperinci

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KANDANGAN NOMOR : W15 - A4/ 028 / HK.05 / I / 2011 TENTANG PANJAR BIAYA PERKARA

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KANDANGAN NOMOR : W15 - A4/ 028 / HK.05 / I / 2011 TENTANG PANJAR BIAYA PERKARA NO. I LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KANDANGAN NOMOR : W15 - A4/ 028 / HK.05 / I / 2011 TENTANG PANJAR BIAYA PERKARA URAIAN Panjar Biaya Perkara Tingkat Pertama JUMLAH KETERANGAN 1. Gugatan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 1 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB)

CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB) CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB) Pada hari ini ( ) tanggal [( ) ( tanggal dalam huruf )] ( bulan dalam huruf ) tahun [( ) ( tahun dalam huruf )], kami yang bertanda

Lebih terperinci

PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA

PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA I.A. Prosedur Dan Proses Penyelesaian Perkara Cerai Talak PROSEDUR Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon (suami) atau kuasanya : 1. a. Mengajukan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan P U T U S A N NOMOR 129 / PID / 2015/ PT MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn.

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA

LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA 1 LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA oleh : Ali M. Haidar I. PENDAHULUAN Tulisan ini disajikan hanyalah sebagai ulangan dan bahkan cuplikan dari berbagai tulisan tentang

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1977 TENTANG PERWAKAFAN TANAH MILIK (LNRI. No. 38, 1977; TLNRI No. 3107)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1977 TENTANG PERWAKAFAN TANAH MILIK (LNRI. No. 38, 1977; TLNRI No. 3107) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1977 TENTANG PERWAKAFAN TANAH MILIK (LNRI. No. 38, 1977; TLNRI No. 3107) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa wakaf adalah suatu lembaga

Lebih terperinci

EKSEKUSI PUTUSAN YANG BERKEKUATAN HUKUM TETAP

EKSEKUSI PUTUSAN YANG BERKEKUATAN HUKUM TETAP EKSEKUSI PUTUSAN YANG BERKEKUATAN HUKUM TETAP 1. Putusan yang berkekuatan hukum tetap adalah putusan Pengadilan Agama yang diterima oleh kedua belah pihak yang berperkara, putusan perdamaian, putusan verstek

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA

I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA A. KEPANITERAAN PIDANA 1. Penyelesaian Perkara a. Pengadilan Negeri menerima

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Perbaikan Tgl. 28-02-2012 MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM NOMOR : 1/DJU/OT.01.03/I/2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

SOP PENYELESAIAN PERKARA PERDATA GUGATAN

SOP PENYELESAIAN PERKARA PERDATA GUGATAN PENGADILAN NEGERI KOLAKA PENGADILAN NEGERI KOLAKA Kepaniteraan Perdata Jln. Pemuda No. 175 Kolaka (0405) 2321012 Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan Oleh SOP PENYELESAIAN

Lebih terperinci

Bayyinah, yang artinya satu yang menjelaskan. Secara terminologis

Bayyinah, yang artinya satu yang menjelaskan. Secara terminologis BAB II PEMBUKTIAN DAN PENGAKUAN DALAM HUKUM ACARA PERDATA A. Pembuktian 1. Pengertian Pembuktian Secara etimologis pembuktian dalam istilah arab disebut Al- Bayyinah, yang artinya satu yang menjelaskan.

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, KOMISI INFORMASI Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang mengadili perkara Harta Bersama pada tingkat banding

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA

BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA A. Deskripsi Normatif Pengadilan Agama Surabaya Pengadilan Agama Surabaya dibentuk

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

HAK UJI MATERIIL DI BAWAH UNDANG-UNDANG 1. Oleh: H. Ujang Abdullah, S.H., M.Si 2

HAK UJI MATERIIL DI BAWAH UNDANG-UNDANG 1. Oleh: H. Ujang Abdullah, S.H., M.Si 2 HAK UJI MATERIIL DI BAWAH UNDANG-UNDANG 1 Oleh: H. Ujang Abdullah, S.H., M.Si 2 I. Pendahuluan Mahkamah Agung sebagai lembaga yang melaksanakan Kekuasaan Kehakiman adalah merupakan Pengadilan Negara Tertinggi

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2OO8 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA MAHKAMAH AGUNG DAN BADAN PERADILAN YANG BERADA DI BAWAHNYA

Lebih terperinci

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN MEDAN 2011 DAFTAR ISI BAB I PERDATA A. PERDATA UMUM... 1 B. PERDATA KHUSUS 1. PERMOHONAN PERNYATAAN PAILIT DAN PKPU...

Lebih terperinci

PERADILAN TATA USAHA NEGARA Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 Tanggal 29 Desember 1986 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

PERADILAN TATA USAHA NEGARA Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 Tanggal 29 Desember 1986 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, PERADILAN TATA USAHA NEGARA Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 Tanggal 29 Desember 1986 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, Menimbang : a. bahwa negara Republik Indonesia sebagai

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PERADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA

STANDAR PELAYANAN PERADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA STANDAR PELAYANAN PERADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA JAKARTA 2014 STANDAR PELAYANAN PERADILAN DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA I. KETENTUAN UMUM A. Dasar Hukum 1. Undang-undang

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR: 05/PMK/2004 TENTANG PROSEDUR PENGAJUAN KEBERATAN ATAS PENETAPAN HASIL PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2004 MAHKAMAH

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

PEMBATALAN PERJANJIAN CESSIE OLEH BADAN PENYEHATAN PERBANKAN NASIONAL (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 3025.

PEMBATALAN PERJANJIAN CESSIE OLEH BADAN PENYEHATAN PERBANKAN NASIONAL (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 3025. SKRIPSI PEMBATALAN PERJANJIAN CESSIE OLEH BADAN PENYEHATAN PERBANKAN NASIONAL (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 3025.K/Pdt/2001) AN ANNULMENT OF CESSIE AGREEMENT BY INDONESIAN BANK RESTRUCTURING

Lebih terperinci

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA - 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat

Lebih terperinci

Lampiran Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor : 15 Tahun 2012 Tanggal : 25 Oktober 2012

Lampiran Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor : 15 Tahun 2012 Tanggal : 25 Oktober 2012 18 Lampiran Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor : 15 Tahun 2012 Tanggal : 25 Oktober 2012 TANDA TERIMA BERKAS PERMOHONAN Nomor :..*) Nama Pemohon :... Berkas yang sudah diserahkan terdiri dari

Lebih terperinci

JURNAL ILMIAH PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK ATAS SERTIFIKAT YANG HILANG (STUDI DI BPN KOTA MATARAM)

JURNAL ILMIAH PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK ATAS SERTIFIKAT YANG HILANG (STUDI DI BPN KOTA MATARAM) 1 JURNAL ILMIAH PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK ATAS SERTIFIKAT YANG HILANG (STUDI DI BPN KOTA MATARAM) Oleh : R. SUSETIYO KUKUH K D1A009070 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MATARAM MATARAM 2013 2 Halaman

Lebih terperinci

PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT)

PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) DR FRANSISCUS XAVERIUS ARSIN, SH DAERAH KERJA KOTAMADYA JAKARTA BARAT SK Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor : 3-XA-2004 Tanggal 4 Maret 2004 Ruko Makaliwe Office Park,

Lebih terperinci

KOMISI INFORMASI PROVINSI BANTEN PUTUSAN. Nomor: 813/X/KI BANTEN-PS/2014 KOMISI INFORMASI PROVINSI BANTEN N 1. IDENTITAS. Terhadap

KOMISI INFORMASI PROVINSI BANTEN PUTUSAN. Nomor: 813/X/KI BANTEN-PS/2014 KOMISI INFORMASI PROVINSI BANTEN N 1. IDENTITAS. Terhadap KOMISI INFORMASI PROVINSI BANTEN PUTUSAN Nomor: 813/X/KI BANTEN-PS/2014 < > KOMISI INFORMASI PROVINSI BANTEN N 1. IDENTITAS A v N [1.1] Komisi Informasi Provinsi Banten yang memeriksa, memutus dan menjatuhkan

Lebih terperinci

Pedoman Bantuan Hukum di Pengadilan Negeri

Pedoman Bantuan Hukum di Pengadilan Negeri Pedoman Bantuan Hukum di Pengadilan Negeri Daftar Isi KATA PENGANTAR... 1 Lampiran A: SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SE-KALIMANTAN TENGAH

STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SE-KALIMANTAN TENGAH STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SEKALIMANTAN TENGAH I. PENDAHULUAN Dalam Visi Mahkamah Agung Republik Indonesia yang dituangkan dalam Blue Print

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH Saya yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama :.. Tempat, Tgl Lahir :.. Pekerjaan :.. Alamat :.... Nomor KTP :.. Dalam hal ini bertindak

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 1991 Tentang : Ganti Rugi Dan Tata Cara Pelaksanaannya Pada Peradilan Tata Usaha Negara

Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 1991 Tentang : Ganti Rugi Dan Tata Cara Pelaksanaannya Pada Peradilan Tata Usaha Negara Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 1991 Tentang : Ganti Rugi Dan Tata Cara Pelaksanaannya Pada Peradilan Tata Usaha Negara Oleh : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 43 TAHUN 1991 (43/1991) Tanggal : 5

Lebih terperinci

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap.

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap. DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN Anggaran Dasar Lama NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan terbatas ini

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENANGANAN PERKARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR : 04/PMK/2004 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM

Lebih terperinci

Pengajuan Keberatan, Banding, dan Peninjauan Kembali Tagihan Bea Masuk

Pengajuan Keberatan, Banding, dan Peninjauan Kembali Tagihan Bea Masuk Pengajuan Keberatan, Banding, dan Peninjauan Kembali Tagihan Bea Masuk ABSTRAK Importir yang tidak setuju atas penetapan tarif dan/atau nilai pabean oleh pihak pabean sehingga mengakibatkan tambah bayar

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 790 TAHUN : 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH JURNAL

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH JURNAL PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH JURNAL Oleh : LALU BUHARI HAMNI D1A OO8 254 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MATARAM 2012 PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH JURNAL Oleh:

Lebih terperinci

yang dibahas dalam makalah singkat ini adalah mengenai alat bukti tertulis.

yang dibahas dalam makalah singkat ini adalah mengenai alat bukti tertulis. PEMBUKTIAN. PENERAPAN ALAT BUKTI TERTULIS DALAM PEMERIKSAAN PERKARA Dalam Hukum Acara Perdata menjadi kewajiban bagi kedua belah pihak yang berperkara untuk membuktikan. Pembuktian ini untuk meyakinkan

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DALAM KEBERHASILAN MEDIASI DI PENGADILAN

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DALAM KEBERHASILAN MEDIASI DI PENGADILAN DALAM KEBERHASILAN MEDIASI DI PENGADILAN Firmansyah, S.H., LL.M. TM Luthfi Yazid, S.H., LL.M. Comparative Study of Judicial System between Japan and Indonesia 2007 - Jepang MEDIASI DI PENGADILAN (Court-Annexed

Lebih terperinci

PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA. Nomor : 011. Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011)

PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA. Nomor : 011. Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011) PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA Nomor : 011 Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011) Berhadapan dengan saya, RAFLES DANIEL, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,

Lebih terperinci

PERANAN HAKIM TERHADAP LAHIRNYA PUTUSAN PENGADILAN YANG MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA (Studi Kasus Putusan No. 191/Pdt.G/2010/PN.

PERANAN HAKIM TERHADAP LAHIRNYA PUTUSAN PENGADILAN YANG MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA (Studi Kasus Putusan No. 191/Pdt.G/2010/PN. PERANAN HAKIM TERHADAP LAHIRNYA PUTUSAN PENGADILAN YANG MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA (Studi Kasus Putusan No. 191/Pdt.G/2010/PN.Mks) Rezki Erawati. S Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 345/Pid.B/2014/PN.BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat pertama

Lebih terperinci

PUTUSAN Nomor 18/PUU-XIII/2015 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

PUTUSAN Nomor 18/PUU-XIII/2015 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA SALINAN \ PUTUSAN Nomor 18/PUU-XIII/2015 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA [1.1] Yang mengadili perkara konstitusi pada tingkat pertama dan terakhir,

Lebih terperinci

KEKUATAN PEMBUKTIAN AKTA DI BAWAH TANGAN YANG TELAH MEMPEROLEH LEGALITAS DARI NOTARIS. Oleh : Lusy K.F.R. Gerungan 1

KEKUATAN PEMBUKTIAN AKTA DI BAWAH TANGAN YANG TELAH MEMPEROLEH LEGALITAS DARI NOTARIS. Oleh : Lusy K.F.R. Gerungan 1 KEKUATAN PEMBUKTIAN AKTA DI BAWAH TANGAN YANG TELAH MEMPEROLEH LEGALITAS DARI NOTARIS Oleh : Lusy K.F.R. Gerungan 1 A. PENDAHULUAN Notaris dengan kewenangan yang diberikan oleh perundang-undangan itu,

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PELIMPAHAN KEWENANGAN PEMBERIAN HAK ATAS TANAH DAN KEGIATAN PENDAFTARAN TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

MENGENAL JAKSA PENGACARA NEGARA

MENGENAL JAKSA PENGACARA NEGARA MENGENAL JAKSA PENGACARA NEGARA Sumber gambar: twicsy.com I. PENDAHULUAN Profesi jaksa sering diidentikan dengan perkara pidana. Hal ini bisa jadi disebabkan melekatnya fungsi Penuntutan 1 oleh jaksa,

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:----------------------

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:---------------------- P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan

Lebih terperinci