BB II DSR TEORI.. SISTEM REFRIGERSI Refrigerasi dan enyeju udara C (ir Conditioning) digunaan untu mendinginan suatu rodu atau lingungan gedung. Sistem refrigerasi atau enyeju udara C memindahan anas dari tangi reservoir energi rendah yang lebih dingin e tangi reservoir energi tinggi yang lebih hangat. Sema erja dari sistem refrigerasi daat dilihat ada Gambar.. Gambar. Sema Sistem Refrigerasi [3]... Sistem Refrigerasi Komresi Ua Silus refrigerasi omresi ua mengambil euntungan dari enyataan bahwa fluida yang berteanan tinggi ada suhu tertentu cenderung menjadi lebih dingin jia dibiaran mengembang. Jia erubahan teanan cuu tinggi, maa gas yang ditean aan menjadi lebih anas dariada lingungan (contoh udara diluar) dan gas yang mengembang aan menjadi lebih dingin dariada suhu dingin yang diehendai. Dalam asus ini, fluida digunaan untu mendinginan lingungan bersuhu rendah dan membuang anas e lingungan yang bersuhu tinggi. 6
7 Silus refrigerasi omresi ua memilii dua euntungan. ertama, sejumlah besar energi anas dierluan untu merubah cairan menjadi ua, dan oleh arena itu banya anas yang daat dibuang dari ruang yang disejuan. Kedua, sifat-sifat isothermal enguaan membolehan engambilan anas tana menaian suhu fluida erja. Hal ini berarti bahwa laju erindahan anas menjadi tinggi, sebab semain deat suhu fluida erja mendeati suhu seitarnya aan semain rendah laju erindahan anasnya [4]. Komonen-omonen utama sistem refrigerasi silus omresi ua terdiri dari [5] : a. Komresor Komresor adalah omonen yang meruaan jantung dari sistem refrigerasi. Komresor beerja menghisa ua refrigeran dari evaorator dan mendorongnya dengan cara omresi agar mengalir masu e ondenser. Karena omresor mengaliran refrigeran sementara iranti esansi membatasi alirannya, maa di antara edua omonen itu terbangitan erbedaan teanan, yaitu: di ondenser teanan refrigeran menjadi tinggi (high ressure H), sedangan di evaorator teanan refrigeran menjadi rendah (low ressure L). b. Kondensor Kondenser adalah omonen di mana terjadi roses erubahan fasa refrigeran, dari fasa ua menjadi fasa cair. Dari roses ondensasi (engembunan) yang terjadi di dalamnya itulah maa omonen ini mendaatan namanya. roses ondensasi aan berlangsung aabila refrigeran daat meleasan alor yang diandungnya. Kalor tersebut dileasan dan dibuang e lingungan. gar alor daat leas e lingungan, maa suhu ondensasi harus lebih tinggi dari suhu lingungan. Karena refrigeran adalah zat yang sangat mudah mengua, maa agar daat dia diondensasian haruslah dibuat berteanan tinggi. Maa, ondenser adalah bagian di mana refrigeran berteanan tinggi ( cond = high ressure H). c. Katu esansi atau ia ailer iranti ini berfungsi untu menurunan teanan dan temeratur refrigeran. ada dasarnya alat ini beerja seerti sebuah gerbang yang mengatur banyanya
8 refrigeran cair yang boleh mengalir dari ondenser e evaorator. Oleh sebab itu alat ini sering juga dinamaan refrigerant flow controller. roses yang berlangsung dalam iranti ini biasanya disebut throttling rocess. Besarnya laju aliran refrigeran meruaan salah satu fator yang menentuan besarnya aasitas refrigerasi. Untu sistem refrigerasi yang ecil, maa laju aliran refrigeran yang dierluan juga ecil saja. Sebalinya unit atau sistem refrigerasi yang besar aan memunyai laju aliran refrigeran yang besar ula. d. Evaorator Evaorator adalah omonen di mana cairan refrigeran yang masu e dalamnya aan mengua. roses enguaan (evaoration) itu terjadi arena cairan refrigeran menyera alor, yaitu yang meruaan beban refrigerasi sistem. Silus refrigerasi ditunjuan dalam Gambar. dan Gamabar.3 dan daat dibagi menjadi tahaan-tahaan beriut [3]: a.. Refrigeran dalam bentu ua masu menuju omresor dimana teanannya dinaian. Suhu emudian juga aan meningat, sebab bagian energi yang menuju roses omresi diindahan e refrigeran. Oleh arena itu omresor membutuhan erja W in. m h h (.) W in Dimana: m = laju aliran massa refrigerant (g/s) h = enthaly (j/g) b. 3. Suerheated gas berteanan tinggi lewat dari omresor menuju ondenser. Bagian awal roses refrigerasi menurunan anas suerheated gas sebelum gas ini diembalian menjadi bentu cairan. Refrigerasi untu roses ini biasanya dicaai dengan menggunaan udara atau air. enurunan suhu lebih lanjut terjadi ada eerjaan ia dan enerima cairan, sehingga cairan refrigeran didinginan e tingat lebih rendah etia cairan ini menuju alat esansi. Jadi laju erindahan anas dari ondensor e lingungan adalah.
9 Q out m h h 3 (.) c. 3 4. Cairan yang sudah didinginan dan berteanan tinggi melintas melalui eralatan esansi, yang mana aan mengurangi teanan dan mengendalian aliran menuju evaorator. roses ini terjadi secara adiabati sehingga tida ada anas yang eluar atauun masu. h 4 h 3 (.3) d. 4. Cairan refrigeran dalam evaorator menyera anas dari seitarnya, biasanya udara, air atau cairan roses lain. Selama roses ini cairan merubah bentunya dari cair menjadi gas, dan ada eluaran evaorator gas ini masu embali e omresor. Besarnya anas yang disera oleh evaorator disebut dengan aasitas refrigerasi atau beban endinginan Q in. m h h 4 (.4) Q in Gambar. Sema Silus Gambar.3 Diagram -h Silus Komresi Ua [3]. Komresi Ua [3].
0 Kondenser harus mamu membuang anas gabungan yang masu evaorator dan ondenser. Dengan ata lain: ( - ) + (4 - ) harus sama dengan ( - 3). Melalui alat esansi tida terdaat anas yang hilang mauun yang dieroleh. Sehingga daat ditulis ersamaan energi sebagai beriut: W Q Q (.5) in out in Koefisien inerja atau coeffient of erformance (CO) silus refrigersai ini meruaan erbandingan antara jumlah energi yang diterima sistem dari benda dingin Q in dengan erja neto yang diindahan edalam sistem W in oefisien inerja daat ditulisan sebagai [7]:. Dengan demiian Q W in in h h h h 4 (.6).. EJECTOR REFRIGERTION SYSTEM Tenologi ejector refrigeration telah lama dietahui dan diembangan, ertama ali ditemuan oleh Le Blance dan Charles arsons awal tahun 900 []. Ejector refrigeration namanya daat dialiasian menjadi sistem yang teat untu sistem refrigerasi sala besar ada situasi risis energi searang ini. Karena ejector refrigeration daat memanfaatan anas buang dari ower lants, ruang embaaran dan ada roses-roses industri lainnya dan digunaan untu menghaslian roses refrigerasi atau endinginan. Selain itu silus ejector refrigeration memilii onstrusi yang sederhana serta sediit bagian bergera sehingga secara eonomis lebih rendah biaya erawatan dan oerasionalnya dibanding silus omresi ua []. Tabel. adalah erbandingan biaya erawatan dan oerasional antara silus omresi ua dan silus ejector refrigeration yang dilauan oleh Nguyen [9].
Tabel. Tabel erbandingan Biaya Oerasi ntara Silus Komresi Ua dan Silus Ejector Refrigeration [9] Gambar.4 menunjuan sema dari silus ejector refrigeration. Boiler, ejector dan oma digunaan sebagai engganti omresor ada silus omresi ua. rosesnya berawal dari teanan dan temeratur tinggi yang dihasilan dari boiler disebut dengan rimary flow atau motive flow yang masu e ejector dengan eceatan suersonic. Sehingga menghasian teanan yang rendah dari fluida refrigeran didalam evaorator dan mengaibatan refrigeran mengua ada temeratur yang lebih rendah, lalu masu e ejector dan disebut secondary flow. Kemudian alor yang disera evaorator meruaan aasitas dari refrigerasi []. Jadi daat dilihat erformansi refrigerasi dari silus ini tergantung ada emamuan ejector meningatan flow rate refrigerasi yang melalui evaorator atau arameter ini biasa disebut entrainment ratio.
Gambar.4 Sema Ejector Refrigeration [].... Bagian-bagian Ejector Ejector memunyai emat bagian utama yaitu rimary nozzle, mixing chamber (suction chamber), constan-area section (throat) dan subsonic diffuser. ada Gambar.5 menjelasan bagian-bagian dari ejector. Gambar.5 Bagian-bagian Ejector [].
3 Berdasaran osisi dari ujung nozzle, desain ejector daat dilasifiasian menjadi dua ategori. Yang ertama untu osisi ujung nozzle ada constant-area mixing disebut constan-area mixing ejector, sehingga rimary flow dan secondary flow bertemu di constant-area section. Untu osisi ujung nozzle terleta di suction chamber yaitu didean constant-area section disebut constant-ressure mixing ejector, sehingga ercamuran antara rimary flow dan secondary flow terjadi di suction chamber dengan teanan onstan. Dan constant-ressure ejector memunyai inerja yang lebih bai serta lebih banya digunaan dariada constant-area ejector []. erbedaan dari dua ategori ejector tersebut daat dilihat ada Gambar.6. Gambar.6 Klasifiasi ejector berdasar osisi nozzle [].... Karateristi Oerasi Ejector Gambar.7 menunjuan rofil eceatan dan teanan seanjang ejector, daat dilihat ua berteanan tinggi () yang di sebut rimary fluid masu dan dierceat melalui nozzle (i), emudian eluar dengan eceatan suersonic (ii).
4 Dan menghasilan teanan rendah yang emudian menari ua dari evaorator yang disebut secondary flow (S) dan emudian bersama rimary fluid masu e mixing chamber yang ahirnya masu e throat (iv) dan terjadi normal shoc (v) sesaat sebelum eluar melalui subsonic diffuser. Gambar.7 rofil teanan dan eceatan seanjang ejector [].
5..3. erforma Ejector Refrigeration System Gambar.8 -h diagram ejector refrigeration system [7]. Gambar.8 meruaan -h diagram ejector refrigeration system. ada sistem refrigerasi ini, ejector berfungsi sebagai engganti omresor yaitu menaian teanan serta mensirulasian refrigerant dari evaorator menuju ondenser. Dengan demiian bahwa ejector membawa atau mengambil ua refrigeran dari evaorator. Kemamuan ejector untu mengambil ua refrigeran (secondary flow) daat dinyataan dengan entrainment ratio yaitu erbandingan antara laju aliran massa dari evaorator secondary flow m s dengan laju aliran massa dari boiler yang melalui nozzle rimary flowm [7]. m m s (.7)
6 Kemudian CO dari sistem ini daat dilihat ada ersamaan.8. (.8) Jadi CO dari sistem (.9) (.0) Jadi semain besar nilai entrainment ratio maa daat meningatan nilai aasitas endinginan sehingga nilai CO juga aan meningat. Selain itu ada dua arameter lagi yang biasa digunaan untu menunjuan erforma dari ejector, yaitu comression ratio [0] daat dilihat ada ersamaan. dan exansion ratio [0] daat dilihat ada ersamaan.. c CR (.) e b EXR (.) e ada constant-ressure ejector diasumsian bahwa aliran rimary dan secondary bercamur ada mixing chamber dengan teanan yang onstan. Disini timbul dua fenomena choing, yang ertama ada aliran rimer yang melintas eluar nozzle, dan choing yang edua ada aliran yang dibawa yaitu aibat erceatan dari aliran seunder menjadi suersoni di constant-area section. Dan entrainment ratio yang dihasilan bervariasi menurut erubahan bac ressure dengan secondary ressure (e) dan rimary ressure (m) teta. Sehingga inerja dari ejector daat dibagi menjadi tiga mode oerasional, mengacu ada bac ressure (c) [6].
7 Gambar.9 meruaan garis ondisi oerasi ada sebuah ejector, sehingga daat dietahui bahwa ada taanan bac ressure beraa inerja terbai dari ejector:. Double-choing atau critical mode ada c c*, yaitu rimary flow dan secondary flow eduanya choing dan entrainment ratio adalah onstan, = onstan.. Single-choing atau subcritical mode ada c* < c < co, yaitu hanya rimary flow saja yang terena choe and berubah menurut bac ressure (c). 3. Bac-flow atau malfunction mode ada c co, yaitu rimary flow dan secondary flow eduanya tida ada choe dan aliran secondary membali (malfunction), 0. Gambar.9 Kondisi oerasi ejector refrigeration system [6]..3.LIRN KOMRESIBEL Ketia suatu fluida bergera dengan erubahan densitas secara signifian maa aliran tersebut diataan aliran omresibel. da dua fenomena yang mungin terjadi ada aliran omresibel. Yang ertama adalah choing, dimana laju aliran masa ada duct dibatasi oleh onsdisi soni. Dan yang edua shoc waves, dimana roerti berubah ada aliran suersoni.
8.3. Mach Number arameter yang menjadi acuan utama untu menentuan suatu aliran omresibel atau tida, dilihat dari nilai Mach Number (Ma), yang didefinisian sebagai rasio antara eceatan aliran loal terhada eceatan suara loal [8]. Ma (.3) c Rentang nilai Mach Number daat dilasifiasian sebagai beriut [8]: a. Ma < 0.3: aliran diataan inomresibel, dimana erubahan densitas daiabaian. b. 0.3 < Ma < 0.8: aliran subsoni, dimana erubahan densitas sangat enting tetai tida ada shoc. c. 0.8 < Ma <.: aliran transoni, yaitu daerah antara subsoni dan suersoni dimana shoc ertama ali muncul. d.. < Ma < 3.0: aliran suersoni, terdaat gelombang shoc. e. 3.0 < Ma: aliran hiersoni, dimana shoc dan aliran berubah secara uat. Sedangan eceatan suara untu ada gas ideal sendiri meruaan fungsi dari temeratur dan didefinisian sebagai: c RT (.4) Dimana: = eceatan aliran (m/s) c = eceatan suara (m/s) = rasio sesifi anas c c v ada Tabel.. Sedangan untu eceatan suara ada beeraa material umum daat dilihat
9 Tabel.. Keceatan Suara ada Beberaa Material [8].3. Teori Gas Ideal enemuan teori gas ideal diawali ada tahun 66 Robert Boyle melauan exeriment dan menghasilan bahwa massa gas (jumlah mol) dan temeratur suatu gas dijaga onstan, sementara volume gas diubah ternyata teanan yang dieluaran gas juga berubah sedemiian hingga eralian antara teanan () dan volume (), selalu mendeati onstan. Dengan demiian suatu ondisi bahwa gas tersebut adalah gas semurna (ideal). onstan (.5) Kemudian ada tahun 80, J. Charles and J. Gay-Lussac, melauan exeriment dan menghasilan bahwa volume gas ada teanan rendah berbanding lurus dengan temeraturnya yaitu [3] : sebagai beriut : v RT (.6) Kemudian untu eadaan gas ada dua eadaan yang berbeda daat ditulis v T v T (.7)
0 Dimana: = teanan (a) T = temeratur (K) v = densitas (m 3 /g) R adalah onstanta gas R u R (Nm/gK), erbandingan antara onstanta gas M m universal R u =834 (Nm/mol.K) dengan massa moleul gas M m daat dilihat ada Tabel -..3.3 liran Isentroi a. ersamaan Kontinuitas ersamaan dasar: 0 t C d CS. d 0 sumsi: aliran steadi dan satu dimensional Menggunaan besaran salar yang biasa dalam bentu: m onstan (.8) b. ersamaan Momentum ersamaan dasar: Fs x F B x t C x d CS x. d dengan asumsi steadi, F B x =0 dan R x sebagai gaya tean dinding maa R x Dengan menggunaan besaran salar R x m m (.9)
c. Huum I Thermodinamia Q W s W shear W other e d e v. d t C CS dimana e u gz sumsi: - Q 0 - W s 0 - W 0 shear W other - gravitasi diabaian 0 u v u v Dengan mensubtitusian h u vdidaat h h h =onstan h 0 h (.0) Dimana h 0 adalah entali ondisi stagnasi yaitu ada eceatan nol [8]..3.4 liran Isentroi dengan erubahan rea Efe erubahan area dalam aliran isentroi berengaruh hususnya ada teanan dan eceatan. erubahan area (d) tersebut daat mengubah nilai teanan (d) dan eceatan (d) bai ositif mauun nagatif. d d M (.)
ada ersamaan. jia Ma<, area berubah aan menyebaban teanan berubah sesuai tanda erubahan area (jia d ositif berarti d ositif untu Ma<). Untu Ma>, maa erubahan area berlawanan dengan erubahan teanan. d d M (.) ada ersamaan. jia Ma<, erubahan area menyebaban eceatan berubah berlawanan tanda (jia d ositif berarti d negatif untu Ma<). Untu Ma>, erubahan area menyebaban erubahan eceatan sesuai dengan tanda [8]. Gambar.0 menjelasan tentang nozzle dan diffuser terhada bilangan Mach. Gambar.0 Efe bilangan mach ada nozzle dan diffuser [8]. erbandingan teanan terhada erubahan area daat dinyataan dengan ondisi stagnasi [8]: 0 M (.3)
3 Untu ondisi ritis dimana nilai bilangan Ma = daat dinyataan sebagai beriut 0 * M (.4) * M M (.5) Dimana: = area (m ) * = area ritis (m ) 0 = teanan stagnasi (a) * = teanan ritis (a).3.5 Converging Nozzle Gambar.a adalah converging nozzle dengan teanan masu 0 emudian aliran ditimbulan dengan menurunan teanan eluar dibawah 0 yaitu eadaan a samai e yang daat dilihat ada Gambar.b dan c. b dari Untu enurunan teanan b ada eadaan a dan b, teanan throat lebih besar dari teanan eluar ritis (teanan eluar ritis adalah teanan eluar maximum dimana eceatan throat masih dalam eadaan sonic) sehingga eceatan ada throat nozzle adalah subsonic. Dan laju aliran massa yang terjadi dibawah laju aliran massa maximum m max. Untu ondisi c teanan eluar sama dengan teanan ritis sehingga eceatan throat menjadi sonic. Dan laju aliran massa yang terjadi adalah laju aliran massa maximum m max. Kemudian etia b diturunan ada teanan dibawah yaitu ada eadaan d atau e, nozzle sudah tida mereson lagi erubahan teanan eluar arena sudah dalam eadaan choed ada laju aliran massa maximum ini. Dan aliran eluar dengan eceatan suersonic sehingga teanan eluar daat turun dari e.
4 Gambar. Karateristi aliran converging nozzle dengan berbagai teanan eluar..3.6 Converging-Diverging Nozzle Nozzle dengan bagian onverging dan diverging memunyai arateristi oerasi seerti ada Gambar.. Jia bac ressure (b) rendah maa daat terjadi aliran suersoni serta shoc ada bagian diverging. ada urva dan B bac ressure urang rendah untu membuat aliran soni di throat, dan aliran melintas secara subsoni. Untu urva C area rasio e t (erbandingan area bidang eluar nozzle e dan area throat t ) sama dengan rasio ritis e * yaitu bilangan Ma= ada throat, tetai aliran masih subsoni ada bidang eluar nozzle. Bac ressure antara C dan H ada throat aliran soni dan timbul shoc, mendeat bac ressure H ada diverging alirannya suersoni. Untu G dan I shoc timbul secara omle dan beruntun di bagian luar.
5 Gambar. Oerasi ada converging dan diverging nozzle [8]..4. NLIS STU DIMENSI DRI EJECTOR Gambar.3 Sema aliran di dalam ejector [6].
6 Gambar.3 adalah bentu aliran yang terjadi di dalam ejector. Ua eluar dari nozzle ada osisi, emudian menghisa dan mulai bercamur dengan secondary flow di y dan mengalami tean constant samai m dan ahirnya eluar dari throat ada osisi 3. Untu analisa satu dimensi rimary flow dari ejector adalah sebagai beriut, dengan teanan boiler b dan temeratur boiler Tb serta diameter throat nozzle t maa daat dietahui laju aliran masa yang eluar dari nozzle m yaitu [6]: m (.6) Beriut adalah teanan, masa jenis, temerature serta eceatan suara etia M= t * * T T * * a a / (.7) Jadi untu laju aliran massa ada saat M= dengan * RT maa * * t (.8) m m t RT (.9) / m t RT (.30) / Dengan RT asumsi yang dilauan untu membuat analisa : a. Fluida yang beerja adalah gas ideal dengan c dan adalah onstan. b. liran didalam ejector adalah steady dan satu dimensi. c. Energi ineti ada rimary dan secondary flow serta eluar diffuser ditiadaan. d. Untu enyederhanaan model satu dimensi, hubungan isentroi digunaan sebagai eriraan. Tetai sebagai catatan untu roses tida ideal, efe dari
7 gesean dan ehilangan saat ercamuran digunaan oefisien ada hubungan isentroi. Koefisien ini berhubungan dengan efisiensi isentroi dan membutuhan eserimen. e. Setelah eluar dari nozzle, rimary flow mengalir tana bercamur dengan secondary flow samai bagian y-y yaitu ada constant area section. f. Kedua aliran mulai bercamur ada bagian y-y dengan teanan yang seragam yaitu y=sy sebelum terjadinya shoc ada bagian s-s. g. liran ercamuran mengalami choced ada bagian y-y. h. Dinding bagian dalam ejector adalah adiabati, maa ersamaanya menjadi : t m (.3) T R ersamaan diatas adalah laju aliran massa yang eluar dari nozzle untu gas ideal, emudian untu suatu fluida omresibel lain dengan efisiensi isentrois tertentu B.J. Huang [6] menambahan fator efisiensi isentrois ( sehingga ersamaanya menjadi : ) edalam ersamaan, t b m (.3) T R Kemudian untu mencari teanan ada osisi yaitu ada saat eluar nozzle menggunaan ersamaan.33 di bawah ini : b M / (.33) Karena ejector ini adalah ejector constant ressure maa dan y sy m daat dietahui menggunaan ersamaan.34 dengan asumsi M [6]. sy sy e sy M sy / (.34)
8 Setelah didaatan ersamaan.35 digunaan untu mencari y sy m M y yaitu eceatan rimary flow ada osisi y. ( / ) M y ( / ) M y / (.35) Dua aliran mulai bercamur ada osisi y emudian seenuhnya bercamur ada osisi m emudian eceatan aliran daat dihitung dengan ersamaan.36 dengan = 0,84 [6] adalah friction loss. m m m m y m m s s sy (.36) Kemudian untu menghitung eceatan dan teanan ada osisi 3 menggunaan ersamaan.37 dan.38 dengan. C 3 M 3 / (.37) M 3 ( M m / ) M m ( / ) (.38).5. SIFT IR D BERBGI KEDN.5.. Diagram Fasa ir Gambar.4 adalah gambar tiga dimensi ermuaan -v-t dari air daat dilihat terdaat tiga daerah fasa air yaitu fasa adat, cair dan ua. ada daerah fase tunggal suatu eadaan daat ditentuan oleh setia asangan sifat yaitu : teanan, volume sesifi dan temeratur. Loasi diantara daerah fase tunggal meruaan daerah dua fase dimana terdaat dua fase dalam esetimbangan.
9 Gambar.4 ermuaan tiga dimensi -v-t dari air [3]. Sifat eadaan dari air daat diresentasian dalam diagram dua dimensi yaitu diagram T-v, -v dan -T seerti daat dilihat ada gambar dibawah ini. Dari diagram T-v daat dilihat misalan teanan air didalam suatu boiler dinaian samai Ma maa daat dietahui air didalam boiler aan mengua dengan temeratur yang lebih tinggi dari ada jia dianasan ada teanan atm begitu juga sebalinya, seerti terlihat ada Gambar.5. Gambar.5 Diagram T-v dari air [3].
30 ada Gambar.6, grafi -v bentunya menyeruai dengan grafi T-v tai temeratur T = onstan memunyai trend yang menurun. Gambar.6 Diagram -v dari air [3]. Kemudian grafi dibawah ini adalah grafi -T atau biasa disebut diagram fasa air arena disana terdaat tiga bagian fasa air yang diisahan oleh tiga garis. Garis sublimasi memisahan fasa adat dan fasa ua, garis elelehan memisahan fasa adat dan fasa cair emudian garis enguaan memisahan fasa cair dan ua. Tiga garis ini [3]. Gambar.7 Diagram T- dari air [3].
3 bertemu ada satu titi yang disebut titi triel (trile oint) yaitu titi dimana terdaat etiga ada suatu esetimbangan seerti terlihat ada Gambar.7..5.. Tabel Sifat Sifat thermodinami juga daat ditunjuan melalui tabel, untu setia zat biasanya ditunjuan dalam beeraa tabel seerti tabel suerheated vaor (ua suerheated), tabel comressed liquid (cair tean) dan saturated (eadaan jenuh). Tabel ini daat dilihat ada Lamiran..6. ORIFICE LTE FLOWMETER Orifice late adalah salah satu alat yang daat digunaan untu menguur laju aliran masa dari aliran. rinsi erjanya aliran melewati orifice late emudian aan mengecil dan membentu suatu daerah yang disebut vena contracta selanjutnya aan terjadi erbedaan teanan aliran amtara sebelum dan setelah melewati orifice late. Setelah itu laju aliran masa dari aliran dihitung menggunaan ersamaan bernouli dan ersamaan ontinyuitas. Gambar.8 adalah rofil eceatan dan teanan yang terjadi etia aliran melewati orifice late flowmeter. Gambar.8 Keceatan dan rofil ada orifice late flowmeter [8].
3 ersamaan otinyuitas : 0 d. d (.39) t C CS 0 D D 4 (.40) ersamaan Bernouli : gz gz (.4) (.4) Subtitusi ersamaan : Sehingga teoritis : (.43) Dan teoritis adalah : m teoritis m teoritis (.44)
33 ersamaan diatas urang aurat arena diabaian beeraa fator seerti gaya gese, oleh arena itu untu mengurangi etidasesuaian tersebut ditambahan satu oefisien baru yaitu Cd (discharge coefficient), dan β sehingga C d (.45) 4 m Untu nilai Cd SME mereomendasian ersamaan yang diembangan oleh ISO adalah sebagai beriut [9]: C d 0,09 4, 8,5 0,75 3 0,5959 0,03 0,84 9,7 Re F 4 0,0337 F (.46) D Dengan Re Gambar.9 Berbagai tie taing ada orifice flowmeter. sebagai beriut: Dan nilai F dan F berdasar ada osisi ta seerti ada Gambar.9 adalah Corner tas : F =0 F =0 D; /D tas : F =0,4333 F =0,47 Flange tas : F =/D (in) F =/D (in) (.47)
34 Kemudian jia fluida yang diuur adalah fluida omresibel maa ditambahan factor exansion Y untu mengurangi etidasesuaian yang diembangan oleh erry [], dimana adalah secific heat ratio, ersamaanya adalah sebagai beriut : r / 4 Y r 4 / r r (.48) Dengan r / sehingga ersamaan laju aliran masa ada orifice late untu fluida omresibel menjadi : YC d m (.49) 4