JIIA, VOLUME 1 No. 2, APRIL 2013

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V METODE PENELITIAN

KRITERIA INVESTASI DEPARTEMEN AGRIBISNIS FEM - IPB

IV. METODE PENELITIAN

JIIA, VOLUME 5 No. 1 FEBRUARI (Financial and Added Value Analysis of Micro and Small Scale Banana Chip Agroindustries in Metro City)

ANALISIS INVESTASI PENAMBANGAN PASIR DAN BATU DITINJAU DARI SEGI TEKNIS DAN BIAYA

JIIA, VOLUME 3 No. 4, OKTOBER 2015

ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI BUAH NAGA (HYLOCEREUS COSTARICANSIS) DI PEKANBARU (Studi di Kelurahan Sail Tenayan Raya Pekanbaru)

IV. METODOLOGI PENELITIAN. mencakup penyusunan proposal hingga penyusunan draft skripsi dilaksanakan di

Manajemen Keuangan. Idik Sodikin,SE,MBA,MM EVALUASI UNTUK MENENTUKAN KEPUTUSAN INVESTASI. Modul ke: 06Fakultas EKONOMI DAN BISNIS

Oleh: Deden Abdul Wahab*) dan Budi Dharmawan**) *) Dosen tetap Prodi Manajemen STIESA **) Dosen Tetap Unsud

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN IKAN SALAI PATIN SYSTEM LIQUID SMOKE

JURNAL EKONOMI DAN BISNIS VOLUME 15, NO. 1, FEB 2016 ISSN

Prospek Pengembangan Usahatani Jernang di Kabupaten (Farming Development Prospects jernang in Aceh Jaya)

III. METODE PENELITIAN. Usahatani belimbing karangsari adalah kegiatan menanam dan mengelola. utama penerimaan usaha yang dilakukan oleh petani.

BAB 2 TINJAUAN TEORI. Ramalan pada dasarnya merupakan dugaan atau perkiraan mengenai terjadinya suatu

IV METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Industri pengolahan adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan

BAB V ANALISA HASIL. Untuk mendapatkan jenis peramalan yang dinginkan terdapat banyak

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk yang

BAB 2 LANDASAN TEORI. pada masa mendatang. Peramalan penjualan adalah peramalan yang mengkaitkan berbagai

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

PENGUJIAN HIPOTESIS. Hipotesis Statistik : pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi.

Jurnal Perikanan (J. Fish. Sci.) IX (1): ISSN:

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang

IV. METODE PENELITIAN

KELAYAKAN FINANSIAL PEMBANGUNAN COLD STORAGE DI DESA SENAKEN KABUPATEN PASER

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2013 sampai Januari 2014

Perhitungan Finansial Penggemukan Sapi di Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama Kabupaten Tabanan

IV. METODE PENELITIAN. berdasarkan tujuan penelitian (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kota

JIIA, VOLUME 2, No. 1, JANUARI 2014

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. cuci mobil CV. Sangkara Abadi di Bumiayu. Metode analisis yang dipakai

IV. METODE PENELITIAN

B A B III METODE PENELITIAN. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah menganalisis perbandingan

IV. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

ANALISIS RETURN ON INVESTMENT PROYEK PEMBANGUNAN GOR KEROBOKAN TERHADAP PENGGUNAAN MODAL KERJA KONTRAKTOR

BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode peramalan merupakan bagian dari ilmu Statistika. Salah satu metode

Rumus-rumus yang Digunakan

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENAMBAHAN ARMADA TRANSPORTASI DAN PERBAIKAN SISTEM PERSEDIAAN PERGUDANGAN (STUDY KASUS PT

III. METODOLOGI PENELITIAN

STUDI ANALISIS PERAMALAN DENGAN METODE DERET BERKALA

III METODE PENELITIAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada lahan pertanaman padi (Oryza sativa L.) Kelompok

BAB 1 PENDAHULUAN. Analisis regresi menjadi salah satu bagian statistika yang paling banyak aplikasinya.

JIIA, VOLUME 2 No. 2, APRIL Yunica Safitri, Zainal Abidin, Novi Rosanti ABSTRACT

ANALISI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA AGROINDUSTRI TAHU STUDI KASUS DI KELURAHAN LABUH BARU BARAT KECAMATAN PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU

III. METODE PENELITIAN. Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTB, BPS pusat, dan instansi lain

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN

NILAI AKUMULASI ANUITAS AKHIR DENGAN ASUMSI DISTRIBUSI UNIFORM UNTUK m KALI PEMBAYARAN

BAHAN DAN METODE. Desa Pringgondani Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur, dengan areal

BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada lahan pertanaman jagung (Zea mays, L.) Kelompok

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua

V. PENGUJIAN HIPOTESIS

Charistantya Tegar Aganta Topowijono Zahroh Z.A Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

IV. METODOLOGI PENELITIAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN

Analisa Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Lhok Geulumpang, Aceh Jaya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Black dan Scholes (1973) menyatakan bahwa nilai aset mengikuti Gerak

ANALISIS BIAYA INVESTASI PADA PERUMAHAN GRIYA PANIKI INDAH

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL PASAR TRADISIONAL MODERN PLAJU PALEMBANG

V. PENGEMBANGAN MODEL KELAYAKAN FINANSIAL FUZZY

PENGUJIAN HIPOTESIS DUA RATA-RATA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Peramalan Jumlah Penduduk Kota Samarinda Dengan Menggunakan Metode Pemulusan Eksponensial Ganda dan Tripel Dari Brown

ANALISIS SENSITIVITAS PENENTUAN HARGA SEWA KAMAR PADA RUMAH SUSUN WARU GUNUNG KARANG PILANG SURABAYA

III. METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Penelitian tentang Potensi Ekowisata Hutan Mangrove ini dilakukan di Desa

III. METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian dilakukan di Provinsi Sumatera Barat yang terhitung

STUDI KELAYAKAN BISNIS. Investment Criteria Analysis. Arranged by : R. AGUS BAKTIONO UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA 2010

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian ditentukan guna menjawab

Analisis kelayakan finansial perluasan tambak budidaya udang vaname di Cantigi Indramayu

PENERAPAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM MEMPREDIKSI JUMLAH SISWA BARU (STUDI KASUS: SMK PEMDA LUBUK PAKAM)

ANALISA SISTEM ANTRIAN DENGAN METODE KOMPUTASI TURBO PASCAL

Prediksi Penjualan Sepeda Motor Merek X Di Kabupaten Dan Kotamadya Malang Dengan Metode Peramalan Hierarki

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di halaman Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung pada bulan Agustus 2011.

Bab IV Pemodelan Kelayakan Finansial Pengembangan Perumahan

JIIA, VOLUME 3 No. 2, APRIL 2015

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

Transkripsi:

ANALISIS FINANSIAL DAN SENSITIVITAS AGROINDUSTRI EMPING MELINJO SKALA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) (Fiacial ad Sesiiviy Aalysis of Empig Melijo Agroidusry i Micro, Small ad Medium Busiess (UMKM) Scale) Firia M., M. Irfa Affadi, Adia Nugraha Program Sudi Agribisis, Fakulas Peraia, Uiversias Lampug, Jl. Prof. Dr. Soemari Brojoegoro No. 1 Badar Lampug 35145, Telp. 08996489282, e-mail: m.firia@ymail.com ABSTRACT The research was coduced i Berug village of Gedog Taaa Sub-disric of Pesawara Regecy ad Rajabasa village of Rajabasa Sub-disric of Badar Lampug Ciy. The wo locaio were seleced purposively based o he cosideraio ha may empig melijo crafsme exised i hese villages i which melijo maerials sock were supplied sufficiely. The research used primary ad secodary daa of he 37 respodes. The daa was colleced i July uil Augus 2012 ad was aalyzed by fiacial feasibiliy he NPV, IRR, Ne B/C, Gross B/C, Payback Period, BEP ad sesiiviy. The resuls showed ha empig melijo agroidusries i Berug village ad i Rajabasa village were fiacially feasible o develop ad profiable, wih NPV 90.605.605,92 ad 25.974.416,60, IRR of 50,84 % ad 38,20 %, Ne B/C 7,34 ad 3,66, Gross B/C 1,13 ad 1,22, ad PP 5,36 ad 5,41. Keywords: agroidusry, empig melijo, feasibiliy, fiacial feasibiliy PENDAHULUAN Idoesia merupaka egara berkembag yag memiliki sumber daya alam yag berlimpah. Sumber daya alam ersebu merupaka fakor uama uuk umbuh kembagya sekor peraia di Idoesia. Sekor peraia ersebu bila diagai lebih serius sebearya aka mampu memberika sumbaga yag besar bagi perkembaga perekoomia Idoesia medaag. Salah sau peagaaya yaiu dega perkembaga perekoomia pada bisis peraia aau agribisis (Soekarawi, 1999). Agroidusri adalah bagia dari kegiaa agribisis yag membuuhka baha baku dalam proses kegiaaya. Perkembaga agroidusri ii era hubugaya dega keberadaa Usaha Mikro, Kecil da Meegah (UMKM). Agroidusri empig melijo skala UMKM di Lampug mempuyai poesi uuk dikembagka megiga jumlah pasoka baha baku melijo yag mecukupi da didukug dega keberadaa agroidusri empig melijo. Agroidusri empig melijo skala UMKM di Provisi Lampug merupaka salah sau sraegi uuk meghidupka perekoomia rakya karea agroidusri empig melijo ersebu saga pada karya. Leak Provisi Lampug yag sraegis karea merupaka pusa rasi kegiaa perekoomia aara Pulau Sumaera da Jawa diharapka dapa medukug prospek pegembaga empig melijo sebagai komodias agroidusri ekspor o migas (Bak Idoesia, 2008). Agroidusri empig melijo juga merupaka wujud keberpihaka kepada kelompok usaha ekoomi rakya. Pegraji empig melijo yag berada di Desa Berug Kecamaa Gedog Taaa Kabupae Pesawara merupaka salah sau kelompak usaha ekoomi rakya yag bergerak di bidag agroidusri empig melijo yag sudah perah erpilih uuk mewakili Provisi Lampug dalam ragka lomba HARGANAS (Hari Keluarga Nasioal) ke 15 da BBGRM (Bula Baki Goog Royog Masyaraka) ke 5 pada aggal 18 Jui 2008. Pada perlombaa igka Nasioal ersebu pegraji empig melijo di Desa Berug memperoleh perigka keempa. Selai Kabupae Pesawara, Koa Badar Lampug juga berpoesi uuk dikembagka agroidusri empig melijo. Keersediaa baha baku mejadi perimbaga bahwa agroidusri empig melijo dapa berkembag di Badar Lampug. Persebara Persebara agroidusri empig melijo di Koa Badar Lampug dapa diliha pada Tabel 1. 174

Tabel 1. Persebara agroidusri empig melijo di Koa Badar Lampug No. Keluraha Jumlah usaha 1 Rajabasa 17 2 Sukamaju 24 3 Negeri Olok Gadig 4 4 Bakug 8 5 Keeguha 5 Sumber: Dias Koperasi, UKM, Peridusria da Perdagaga Koa Badar Lampug, 2011 Pada Tabel 1 dapa diliha bahwa Keluraha Sukamaju, Negeri Olok Gadig, Bakug, da Keeguha merupaka bagia dari Kecamaa Teluk Beug Bara. Pegraji empig melijo yag berada di Kecamaa Teluk Beug Bara ergolog lebih maju dibadigka dega pegraji empig melijo yag berada di Keluraha Rajabasa. Hal ii disebabka pegraji empig melijo di Kecamaa Teluk Beug Bara serig medapaka baua daa da peyuluha megeai peigkaa keerampila da pegembaga agroidusri empig melijo. Jika diliha dari leak lokasi agroidusri empig melijo, maka Keluraha Rajabasa lebih sraegis karea berdekaa dega pasar da sumber baha baku empig melijo di Desa Hajimea Kecamaa Naar. Oleh karea iu dipilihlah Keluraha Rajabasa di Badar Lampug sebagai agroidusri empig melijo yag aka dibadigka dega agroidusri empig melijo di Desa Berug Kecamaa Gedog Taaa di Pesawara. Rumusa masalah dalam peeliia ii adalah bagaimaa kelayaka fiasial agroidusri empig melijo skala UMKM aara Desa Berug Kecamaa Gedog Taaa Kabupae Pesawara da Keluraha Rajabasa Kecamaa Rajabasa Koa Badar Lampug. Tujua dari peeliia ii adalah uuk megaalisis kelayaka fiasial agroidusri empig melijo skala UMKM aara Desa Berug Kecamaa Gedog Taaa Kabupae Pesawara da Keluraha Rajabasa Kecamaa Rajabasa Koa Badar Lampug. METODE PENELITIAN Peeliia ii mecakup agroidusri empig melijo di Desa Berug Kecamaa Gedog Taaa Kabupae Pesawara da Keluraha Rajabasa Kecamaa Rajabasa Koa Badar Lampug. Pegambila daa dilaksaaka pada bula Juli 2012. Peeliia dilakuka dega meode survei da pegamaa lagsug di lapaga. Daa yag diguaka dalam peeliia adalah daa primer da daa sekuder. Daa primer diperoleh dari produse empig melijo sebagai respode melalui wawacara dega megguaka kuesioer (dafar perayaa) yag elah dipersiapka. Daa sekuder diperoleh dari lembaga/isasi erkai, seperi Dias Peridusria da Perdagaga, Bada Pusa Saisik, Pemeriah Kecamaa Raja Basa da Gedog Taaa sera lembaga lai yag dapa meyediaka iformasi yag diperluka. Aalisis yag diguaka adalah aalisis kuaiaif. Aalisis ii diguaka uuk megeahui kelayaka fiasial yaki NPV, IRR, gross B/C raio, e B/C raio, PP, sera aalisis sesiivias. Aalisis Fiasial Kelayaka Usaha a. Ne prese value (NPV) Perhiuga e prese value merupaka ilai keuuga yag elah dipoog dega social opporuiy cos of capial sebagai discou facor (Kadariah, 2001). Secara maemais NPV dapa dirumuska sebagai : NPV B C 1 1... (1) NPV = Ne Prese Value; = Waku; B = Beefi (mafaa); C = Cos (biaya); i = Tigka buga bak yag berlaku. Dega krieria : a. Jika NPV > 0, maka kegiaa usaha layak uuk dilaksaaka; b. Jika NPV < 0, maka kegiaa usaha idak layak uuk dilaksaaka; c. Jika NPV = 0, maka kegiaa usaha dalam keadaa break eve poi. b. Ieral rae of reur (IRR) Ieral rae of reur merupaka suau igka buga yag meujukka ilai bersih sekarag (NPV) sama dega jumlah seluruh ivesasi proyek aau dega kaa lai, igka suku buga yag meghasilka NPV sama dega ol. Secara maemais IRR dapa dirumuska sebagai : 175

NPV1 IRR i1 i2 i1 (2) NPV1 NPV2 NPV 1 = Ne prese value posiif; NPV 2 = Ne prese value egaif; i 1 = Tigka discou rae yag meghasilka NPV 1; i 2 = Tigka discou rae yag meghasilka NPV 2; dega krieria: a. Jika IRR > i, maka kegiaa usaha layak uuk dilaksaaka; b. Jika IRR < i, maka kegiaa usaha idak layak uuk dilaksaaka; c. Jika IRR = i, maka kegiaa usaha dalam keadaa break eve poi. d. Gross beefi cos raio (Gross B/C raio) Gross beefi cos raio merupaka perbadiga aara jumlah prese value dari keuuga koor dega jumlah prese value dari biaya koor. Secara maemais Gross B/C raio dapa dirumuska sebagai : GrossB C 0 0 B C 1 i 1 i.(3) Krieria pada pegukura gross B/C raio adalah : a. Jika gross B/C raio > 1, maka kegiaa usaha layak uuk dilaksaaka; b. Jika gross B/C raio < 1, maka kegiaa usaha idak layak uuk dilaksaaka; c. Jika gross B/C raio = 1, maka kegiaa usaha dalam keadaa break eve poi. e. Ne beefi cos raio (Ne B/C raio) Ne beefi cos raio (Ne B/C raio) merupaka perbadiga aara e beefi yag elah dipoog fakor posiif dega e beefi yag elah dipoog egaif. Secara maemais e B/C raio dapa dirumuska sebagai: NeB C 0 0 B C C B 1 i 1 i (4) Krieria pada pegukura e B/C raio adalah: a. Jika e B/C raio > 1, maka kegiaa usaha layak uuk dilaksaaka; b. Jika e B/C raio < 1, maka kegiaa usaha idak layak uuk dilaksaaka; c. Jika e B/C raio = 1, maka kegiaa usaha dalam keadaa break eve poi. f. Payback period Payback period (PP) merupaka peilaia ivesasi suau proyek yag didasarka pada peluasa biaya ivesasi berdasarka mafaa bersih dari suau proyek. Secara maemais payback period dapa dirumuska sebagai : Ko PP 1 ahu...(5) Ab K o = Ivesasi awal; Ab = Mafaa bersih yag diperoleh dari seiap periode. Dega krieria : a. Jika payback period lebih pedek dari umur ekoomis usaha, maka proyek ersebu layak uuk dijalaka; b. Jika payback period lebih lama dari umur ekoomis usaha, maka proyek ersebu idak layak uuk dijalaka. Aalisis Sesiivias Aalisis sesiivias mecoba meliha realias suau proyek yag didasarka pada keyaaa bahwa proyeksi suau recaa proyek saga dipegaruhi usur-usur keidakpasia megeai apa yag aka erjadi di masa yag aka daag (Giiger, 1993). Perubaha NPV, gross B/C raio, e B/C raio, IRR da PP dapa erjadi karea adaya perubaha ereu, seperi keaika harga baha baku da peurua harga jual produk. Perubaha-perubaha yag aka dikaji pada aalisis sesiivias adalah : a. Keaika biaya produksi 5,38%, didapaka dari ilai raa-raa igka iflasi Bak Idoesia (BI) pada ahu 2011. b. Keaika harga baha baku sebesar 4,3% da 5,1%, didapaka dari igka flukuasi harga melijo di daerah peeliia. Laju kepekaa dihiug melalui rumus : Laju kepekaa = X 1 X 0 x 100% X Y 1 Y 0 x 100 % Y... (6) 176

X 1 X 0 = NPV/IRR/e B/C raio/pp seelah erjadi perubaha ; = NPV/IRR/e B/C raio/pp sebelum erjadi perubaha; X = Raa-raa perubaha NPV/IRR/e B/C raio/pp; Y = Harga jual/biaya produksi/produksi 1 seelah erjadi perubaha; Y = Harga jual/biaya produksi/produksi Y 0 sebelum erjadi perubaha; = Raa-raa perubaha harga jual/biaya produksi/produksi. HASIL DAN PEMBAHASAN Aalisis Fiasial Agroidusri Empig Melijo Krieria ivesasi yag diguaka dalam aalisis fiasial yaiu NPV, IRR, Gross B/C raio, Ne B/C raio, PP. Asumsi yag diguaka adalah agroidusri empig melijo memiliki umur ekoomis usaha sekiar 10 ahu yag didasarka pada umur ekoomis pabrik, bau ladasa, palu, ugku karea pabrik, bau ladasa, palu, ugku merupaka biaya ivesasi erbesar dari agroidusri empig melijo. Perhiuga aalisis fiasial megguaka igka suku buga sebesar 12 % (Kredi Usaha Rakya Riel Bak BRI). Biaya ivesasi adalah biaya yag biasaya dikeluarka sebelum usaha berjala da biasaya dikeluarka uuk membeli peralaa yag idak habis kurag dari sau ahu. Nilai ivesasi palig iggi erleak pada ivesasi pabrik. Peralaa yag diguaka dalam memproduksi empig melijo di Keluraha Rajabasa lebih sediki dibadigka di Desa Berug Kecamaa Gedog Taaa karea di Keluraha Rajabasa raa-raa haya memproduksi empig meah berukura kecil. Biaya ivesasi da peyusua disajika pada Tabel 5 pada bagia lampira. Biaya operasioal agroidusri empig melijo di Keluraha Rajabasa lebih sediki dibadigka oal biaya operasioal agroidusri di Desa Berug Kecamaa Gedog Taaa. Hal ii disebabka karea perbedaa kapasias produksi, sehigga biaya baha baku, baha peujag, biaya eaga kerja, biaya PBB, biaya plasik di Keluraha Rajabasa lebih sediki dibadigka di Desa Berug. Selai iu, agroidusri empig melijo di Keluraha Rajabasa idak megeluarka biaya operasioal rasporasi. Tabel 2. Biaya operasioal agroidusri empig melijo di Desa Berug da Keluraha Rajabasa, ahu 2012 No Biaya Desa Berug Kel. Rajabasa Operasioal Nilai (Rp) Nilai (RP) 1. Baha baku 29.824.250 10.260.764,71 2. Baha peujag 2.016.000 1.173.823,53 3. Teaga kerja 12.863.813,25 3.395.205,88 4. Plasik 193.800 68.470,59 5. Trasporasi 1.202.400-6. PBB 8.850 7.941,18 Toal Biaya 46.109.113,25 14.906.205,88 Agroidusri empig melijo di Keluraha Rajabasa idak megeluarka biaya operasioal rasporasi karea pemasara empig melijo di Keluraha Rajabasa sudah ada yag meampug, sehigga idak diperluka biaya rasporasi. Toal biaya operasioal agroidusri empig melijo di seiap daerah peeliia disajika pada Tabel 2. Hasil aalisis fiasial agroidusri empig melijo di Desa Berug da Keluraha Rajabasa dapa diliha pada Tabel 3. NPV meujukka bahwa peerimaa bersih agroidusri empig melijo lebih besar daripada oal biaya yag dikeluarka, ariya bahwa agroidusri empig melijo di Desa Berug Kecamaa Gedog Taaa Kabupae Pesawara meguugka da layak uuk dikembagka. Agroidusri yag memiliki ilai NPV lebih besar adalah agroidusri empig melijo di Desa Berug yag berari selisih biaya yag dikeluarka palig besar dibadigka dega agroidusri empig melijo di Keluraha Rajabasa. Keadaa ii disebabka oleh beberapa hal seperi jumlah permiaa da produksi yag iggi megakibaka pedapaa juga meigka. Agroidusri empig di Desa Berug merupaka agroidusri yag memiliki igka kelayaka lebih iggi karea agroidusri empig melijo ersebu dapa memperoleh pedapaa yag iggi. Tabel 3. Aalisis fiasial agroidusri empig melijo pada igka suku buga 12% (cf = 12%) di Desa Berug da Keluraha Rajabasa, ahu 2012 No. Uraia Nilai Nilai (Berug) (Rajabasa) 1. NPV (Rp) 90.605.605,92 25.974.416,60 2. IRR (%) 50,84 38,20 3. Gross B/C 1,13 1,22 4. Ne B/C 7,34 3,66 5. Payback Period (ahu) 5,36 5,41 177

Nilai IRR lebih besar dari igka suku buga yag berlaku pada saa peeliia yaiu 12 %. Nilai ii aka memberika reur o he capial ivesed sebesar ilai IRR pada masig-masig agroidusri empig melijo selama umur ekoomis ivesasi bagua. Hal ii juga meujukka bahwa agroidusri empig melijo di kedua daerah peeliia adalah meguugka da masih layak uuk diusahaka. Agroidusri empig di Desa Berug memiliki igka kelayaka lebih iggi karea agroidusri empig melijo ersebu dapa memperoleh pedapaa yag iggi dega meeka biaya ivesasi peralaa. Ne B/C raio membadigka aara peerimaa bersih dega biaya bersih yag elah diperhiugka ilaiya saa ii (prese value). Krieria kelayakaya adalah jika e B/C raio > 1, maka usaha layak uuk dikembagka. Berdasarka hasil perhiuga pada igka suku buga 12 % diperoleh ilai e B/C raio dari agroidusri empig melijo di Desa Berug sebesar 7,34 % yag berari seiap Rp 1.000,00 prese value dari egaif beefi usaha empig melijo, aka eruupi oleh posiif beefi sebesar Rp 7.340,00. Perhiuga e B/C raio agroidusri empig melijo di Keluraha Rajabasa sebesar 3,66 yag berari seiap Rp 1.000,00 prese value dari egaif beefi usaha empig melijo, aka eruupi oleh posiif beefi sebesar Rp 3.660,00. Hal ersebu meggambarka bahwa agroidusri empig melijo di masig-masig daerah peeliia meguugka da layak uuk diusahaka da dikembagka karea ilai e B/C raio > 1. Agroidusri empig melijo di Desa Berug memiliki ilai e B/C raio lebih besar dibadigka dega agroidusri empig melijo di Keluraha Rajabasa diakibaka karea ilai ivesasi yag kecil eapi megahasilka pedapaa (beefi) yag cukup besar melebihi ilai ivesasi yag dikeluarka pada saa medirika usaha. Agroidusri yag memiliki ilai e B/C raio yag eredah adalah agroidusri empig melijo di Keluraha Rajabasa yaiu 3,66, keadaa ii diakibaka produksi yag dihasilka masih redah sehigga beefi yag diperoleh juga idak iggi da perbadiga aara ivesasi da pedapaa juga idak besar. Aalisis gross B/C raio adalah aalisis yag membadigka aara peerimaa dega biaya yag masig-masig ilaiya elah di-prese value-ka. Berdasarka perhiuga pada igka suku buga 12 % diperoleh gross B/C raio agroidusri empig melijo di Desa Berug sebesar 1,13 %, ilai gross B/C raio 1,13 % ersebu dapa diarika bahwa seiap Rp1.000,00 biaya yag dikeluarka aka meghasilka peerimaa agroidusri empig melijo sebesar Rp1.130,00. Gross B/C raio agroidusri empig melijo di Keluraha Rajabasa sebesar 1,22, dapa diarika bahwa seiap Rp1.000,00 biaya yag dikeluarka aka meghasilka peerimaa agroidusri empig melijo sebesar Rp1.220,00. Hal ersebu meggambarka bahwa agroidusri empig melijo di masig-masig daerah meguugka da layak uuk diusahaka da dikembagka karea ilai Gross B/C raio > 1. Ne B/C raio da Gross B/C raio agroidusri empig melijo di Desa Berug da Keluraha Rajabasa meguugka da layak uuk diusahaka da dikembagka karea ilai e B/C raio > 1 da gross B/C raio > 1. Waku pegembalia ivesasi di Desa Berug da Keluraha Rajabasa elah memeuhi krieria layak sebab wakuya lebih cepa daripada umur ekoomis peralaa erlama yaki 10 ahu. Agroidusri empig melijo memiliki ilai IRR, NPV, da Ne B/C raio yag lebih besar dari krieria kelayaka. Hal ersebu meujukka bahwa secara keseluruha agroidusri empig melijo secara fiasial layak uuk diusahaka Aalisis Sesiivias Pada peeliia ii aalisis yag dilakuka uuk meguji apakah biaya produksi da harga baha baku agroidusri berpegaruh erhadap keberlagsuga usaha di masa yag aka daag adalah dega cara meguji kesesiifa usaha erhadap peigkaa biaya produksi sebesar 5,38 % da keaika harga baha baku sebesar 4,3 % di Desa Berug da 5,1 % di Keluraha Rajabasa. Perubaha biaya produksi sebesar 5,38% didasarka pada raa-raa igka iflasi ahu 2011. Peigkaaa harga baha baku 4,3 % da 5,1 % didasarka pada flukuasi harga yag erjadi di masig- masig empa peeliia. Laju kepekaa agroidusri empig melijo di Desa Berug Kecamaa Gedog Taaa Kabupae Pesawara da Keluraha Rajabasa Kecamaa Rajabasa Koa Badar Lampug < 1 yag berari idak sesiif erhadap perubaha yag erjadi. Laju kepekaa dapa diliha pada Tabel 4. 178

Tabel 4. Aalisis sesiivias agroidusri empig melijo di Desa Berug da Keluraha Rajabasa, 2012 Nama Daerah Desa Berug Keluraha Rajabasa Perubaha yag Mempegaruhi Biaya produksi aik 5,38 % Sebelum Perubaha Sesudah Perubaha Laju Kepekaa Keeraga NPV (Rp) 90.605.605,92 52.151.699,93 0,71 TS IRR (%) 50,84% 30,82% 0,64 TS Gross B/C 1,13 1,07 0,07 TS Ne B/C 7,34 2,76 1,19 S PP (ahu) 5,36 5,92 0,13 TS Biaya produksi aik 5,38 % NPV (Rp) 25.974.416,60 14.070.166,26 0,78 TS IRR (%) 38,20% 25,10% 0,54 TS Gross B/C 1,12 1,06 0,07 TS Ne B/C 3,66 2,18 0,67 TS PP (ahu) 5,41 6,81 0,30 TS Harga baha baku aik 4,3 % NPV (Rp) 90.605.605,92 72.820.013,06 0,23 TS IRR (%) 50,84% 41,25% 0,22 TS Desa Berug Gross B/C 1,13 1,1 0,03 TS Ne B/C 7,34 4,91 0,42 TS PP (ahu) 5,36 6,18 0,15 TS Harga baha baku aik 5,1 % NPV (Rp) 25.974.416,60 19.448.471,79 0,36 TS Keluraha IRR (%) 38,20% 31,20% 0,25 TS Rajabasa Gross B/C 1,12 1,09 0,03 TS Ne B/C 3,66 2,83 0,32 TS PP (ahu) 5,41 6,12 0,15 TS KESIMPULAN Berdasarka hasil aalisis yag elah dilakuka maka dapa diambil kesimpula bahwa agroidusri empig melijo di Desa Berug Kecamaa Gedog Taaa Kabupae Pesawara da Keluraha Rajabasa Kecamaa Rajabasa Koa Badar Lampug secara fiasial layak uuk dijalaka dega igka suku buga pijama sebesar 12% sera dapa eap layak pada saa keaika biaya produksi sebesar 5,38%, da keaika harga baha baku sebesar 4,3% da 5,1%. DAFTAR PUSTAKA Bak Idoesia. 2008. Pola Pembiayaa Usaha Kecil (PPUK). Bak Idoesia. Jakara. Giiger JP. 1993. Aalisa Proyek-proyek Peraia. UI Press. Jakara. Kadariah. 2001. Evaluasi Proyek Aalisis Ekoomis; Edisi 2001. LPFEUI. Jakara. Soekarawi. 1999. Agribisis Teori da Aplikasi. PT. Raja Grafido Persada. Jakara. 179

Tabel 4. Biaya ivesasi da peyusua agroidusri empig melijo di Desa Berug da Keluraha Rajabasa, ahu 2012 Desa Berug Keluraha Rajabasa Jeis Jumlah Harga Biaya UE Jumlah Harga Biaya UE Peyusua Peyusua (ui) (Rp/ui) (Rp) (Th) (ui) (Rp/ui) (Rp) (Th) Pabrik 1 1.885.000,00 1.885.000,00 10 188.500,00 1 1.760.294,12 1.760.294,12 10 1.760.29,41 Rige 3 10.791,67 32375,01 2 16.187,51 Bau ladasa 3 49.250,00 147.750,00 10 14.775,00 1 63.823,53 63.823,53 10 6.382,35 Palu 4 37.000,00 148.000,00 10 14.800,00 1 29.352,94 29.352,94 10 2.935,29 Sosok 3 5.538,46 16.615,38 1 16.615,38 10.500,00 Waja Besi 1 104.000,00 104.000,00 5 20.800,00 1 52.500,00 52.500,00 5 13.285,71 Waja aah 2 12.433,33 24.866,66 1 24.866,66 1 13.285,71 13.285,71 1 13.285,71 Serok 3 4.425,00 13.275,00 1 13.275,00 1 5.235,29 5.235,29 1 5.235,29 Tugku 2 19.750,00 39.500,00 10 3.950,00 1 19.911,76 19.911,76 10 1.991,18 Toal ivesasi 2.411.382,05 1.944.403,35 216.359,24 180