IV. METODE PENELITIAN
|
|
|
- Yandi Irawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilakukan di Dafarm, yaiu uni usaha peernakan Darul Fallah yang erleak di Kecamaan Ciampea, Kabupaen Bogor, Jawa Bara. Pemilihan lokasi peneliian dilakukan secara sengaja (purposive) menginga Darul Fallah adalah salah sau pelaku usaha yang relaif baru dalam indusri minuman olahan susu fermenasi yogur. Waku peneliian dilakukan pada bulan Okober sampai November Jenis dan Sumber Daa Daa yang digunakan dalam peneliian ini berasal dari daa primer dan daa sekunder. Daa primer merupakan daa hasil wawancara dan observasi langsung di lapangan. Sedangkan daa sekunder diperoleh dari insansi yang erkai dengan peneliian ini seperi Badan Pusa Saisik, sera jurnal dan arikel elekronik yang erkai dengan peneliian ini. Unuk informasi ambahan yang mendukung peneliian ini menggunakan lieraur-lieraur yang relevan dengan objek permasalahan Meode Pengolahan dan Analisis Daa Daa dan informasi yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan kalkulaor Casio fx-350tl dan Microsof Excel Analisis daa dilakukan secara kualiaif dan kuaniaif melipui ahap pengolahan daa dan inerpreasi daa secara deskripif. Analisis kualiaif digunakan unuk mengeahui keragaan usaha Dafarm pada kondisi saa ini. Analisis kelayakan usaha dibagi menjadi analisis kelayakan non finansial dan analisis kelayakan finansial. Analisis kelayakan non finansial mengkaji berbagai aspek mulai dari aspek pasar, aspek eknis, aspek manajemen, aspek sosial ekonomi dan lingkungan sera aspek hukum. Analisis kuaniaif dilakukan unuk mengkaji kelayakan usaha Dafarm secara finansial. Meode yang digunakan dalam analisis kuaniaif adalah analisis kelayakan finansial dan analisis swiching value.
2 4.4. Analisis Kelayakan Non Finansial Pada peneliian ini, analisis kelayakan non finansial akan mengkaji kelayakan usaha dari berbagai aspek seperi aspek pasar, aspek eknis, aspek manajemen, aspek hukum, dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. Dalam aspek pasar, variabel-variabel yang akan dianalisis melipui jumlah perminaan, harga jual produk, penawaran, pemasaran, dan srukur persaingan. Pada aspek eknis, variabel-variabel yang dianalisis melipui kondisi fisik, eknologi, keerampilan, loaksi usaha Dafarm, dan proses pembuaan yaghur. Pada aspek manajemen, variabel-variabel yang akan dianalisis melipui benuk organisasi, srukur organisasi, deskripsi jabaan, personil kunci, dan jumlah enaga kerja yang digunakan. Pada aspek hukum, variabel yang dianalisis adalah benuk badan usaha dan izin usaha. Sedangkan unuk aspek sosial ekonomi dan lingkungan akan dikaji pengaruh usaha Dafarm erhadap lingkungan dan masyaraka sekiar. 4.5 Analisis Kelayakan Invesasi Suau usaha dapa dikaakan layak apabila elah memenuhi krieria kelayakan invesasi. Unuk mengeahui kelayakan usaha Dafarm akan diliha melalui krieria kelayakan invesasi. Adapun krieria kelayakan invesasi yang akan digunakan dalam peneliian ini anara lain Ne Presen Value (NPV), Inernal Rae Reurn (IRR), Ne Benefi and Cos Raio (Ne B/C) dan Payback Period (PBP) Ne Presen Value (NPV) Ne Presen Value (NPV) suau proyek adalah selisih anara nilai sekarang (presen value) dari manfaa erhadap arus biaya. NPV juga dapa diarikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang diimbulkan oleh invesasi. Dalam menghiung NPV dibuuhkan informasi mengenai ingka suku bunga yang relevan. Rumus perhiungan NPV adalah sebagai beriku : n B C NPV = 0 1 i 30
3 Keerangan : B = manfaa yang diperoleh seiap ahun C = biaya yang dikeluarkan seiap ahun n = jumlah ahun i = ingka bunga (diskono) Krieria invesasi berdasarkan NPV yaiu : 1) NPV = 0, arinya proyek ersebu mampu memberikan ingka pengembalian sebesar modal sosial Opporuniies Cos fakor produksi normal. Dengan kaa lain, proyek ersebu idak unung maupun rugi. 2) NPV > 0, arinya suau proyek dinyaakan mengunungkan dan dapa dilaksanakan. 3) NPV < 0, arinya proyek ersebu idak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan, aau dengan kaa lain proyek ersebu merugikan dan sebaiknya idak dilaksanakan Ne Benefi and Cos Raio (Ne B/C Rasio) Ne Benefi and Cos Raio (Ne B/C Rasio) merupakan angka perbandingan anar jumlah nilai sekarang yang bernilai posiif dengan jumlah nilai sekarang yang bernilai negaif. Adapun rumus perhiungan Ne B/C yaiu : Keerangan : n B C 0 1 i Ne B/C = Dimana B 0 C n B C B 0 C 0 1 i B = manfaa yang diperoleh seiap ahun C = biaya yang dikeluarkan seiap ahun n = jumlah ahun i = ingka bunga (diskono) Krieria invesasi berdasarkan Ne B/C rasio adalah : 1) Ne B/C = 1, maka NPV = 0, arinya proyek idak unung aaupun rugi 2) Ne B/C > 1, maka NPV > 0, arinya proyek ersebu mengunungkan 3) Ne B/C < 1, maka NPV < 0, arinya proyek ersebu merugikan 31
4 Inernal Rae of Reurn (IRR) IRR yaiu ingka raa-raa keunungan inernal ahunan bagi perusahaan yang melakukan invesasi dan dinyaakan dalam sauan persen. Tingka IRR mencerminkan ingka suku bunga maksimal yang dapa dibayar oleh proyek unuk sumberdaya yang digunakan. Suau invesasi dianggap layak apabila memiliki nilai IRR lebih besar daripada ingka suku bunga yang berlaku, demikian juga sebaliknya invesasi akan dianggap idak layak apabila nilai IRR lebih kecil daripada ingka suku bunga yang berlaku. Rumus IRR yaiu : NPV ' IRR = i i i NPV NPV Keerangan : i = Discoun rae yang menghasilkan NPV posiif i = Discoun rae yang menghasilkan NPV negaif NPV = NPV yang bernilai posiif NPV = NPV yang bernilai negaif ' Payback Period Payback Period digunakan unuk meliha jangka waku pengembalian suau invesasi yang dikeluarkan melalui pendapaan bersih ambahan yang diperoleh dari usaha Dafarm. Semakin kecil Payback Period menunjukkan semakin cepa jangka waku pengembalian suau invesasi dan semakin kecil risiko yang dihadapi oleh invesor. Rumus unuk menghiung Payback Period yaiu : Payback Period = Keerangan: I Ab I = Besarnya invesasi yang dibuuhkan A b = Benefi bersih yang dapa diperoleh seiap ahunnya 4.6. Analisis Sensiivias Analisis sensiivias dilakukan unuk meliha dampak dari suau keadaan yang berubah dari hasil suau analisis. Tujuan analisis sensiivias adalah unuk meliha kembali hasil analisis suau kegiaan invesasi aau akivias ekonomi, 32
5 apakah ada perubahan dan apabila erjadi kesalahan aau adanya perubahan di dalam perhiungan biaya aau manfaa. Analisis ini perlu dilakukan karena dalam berinvesasi, perhiungan didasarkan pada proyek-proyek yang mengandung keidakpasian enang apa yang akan erjadi di waku yang akan daang (Giinger, 1986). Menuru Giinger (1986) suau variasi pada analisis sensiivias adalah nilai penggani (swiching value). Pada analisis sensiivias secara langsung memilih sejumlah nilai yang dengan nilai ersebu dapa dilakukan perubahan erhadap masalah yang dianggap pening pada analisis proyek dan kemudian dapa menenukan pengaruh perubahan ersebu erhadap daya arik proyek. Dalam peneliian ini, analisis kepekaan digunakan apabila erjadi perubahan pada kenaikan harga inpu aau bahan baku dan penurunan jumlah penjualan Defenisi Operasional 1) Usaha pembuaan yoghur adalah pengolahan susu sapi menjadi yoghur unuk meningkakan nilai ambah susu. 2) Pendapaan adalah dana yang diperoleh dari jumlah penjualan produk dikalikan dengan harga. 3) Biaya adalah dana yang dikeluarkan unuk menghasilkan produk. 4) Invesasi adalah dana yang dikeluarkan unuk memulai suau usaha. 5) Penyusuan adalah pengurangan nilai invesasi karena pemakaian barangbarang invesasi ersebu unuk menjalankan usaha dan biasanya dihiung dalam sauan ahun. 6) Produksi per ahun adalah jumlah produk yang bisa dihasilkan dalam sau ahun. 7) Skenario usaha adalah rencana aau pola yang akan dierapkan pada suau usaha yang melipui biaya dan manfaa. 8) Umur usaha adalah perkiraan lamanya usaha akan berjalan yang dihiung berdasarkan umur ekonomis erlama dari barang invesasi. 9) Inflow adalah jumlah dana yang diperoleh oleh suau usaha baik dari hasil penjualan aau dari sumber lainnya. 10) Ouflow adalah jumlah dana yang dikeluarkan oleh suau usaha unuk membiayai seluruh kegiaan usaha. 33
6 11) Saluran disribusi adalah media aau jalan yang diempuh oleh suau usaha unuk menyampaikan produknya ke angan konsumen. 12) Nilai sisa adalah sisa nilai invesasi pada akhir ahun kesepuluh yang dikurangi dengan akumulasi penyusuannya. 13) Biaya reinvesasi adalah invesasi ulang unuk menggani invesasi yang elah habis masa pakainya aau yang mengalami kerusakan. 14) Biaya operasional adalah dana yang dikeluarkan unuk menjalankan suau usaha. Terdiri dari biaya eap dan biaya variabel. 15) Biaya eap adalah biaya yang selalu dikeluarkan dalam jumlah yang sama meskipun perusahaan idak melakukan kegiaan produksi. 16) Biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan unuk melakukan kegiaan produksi yang jumlahnya erganung dari besarnya produksi yang dihasilkan. 17) Sauan ernak (ST) adalah sauan yang digunakan unuk menenukan populasi ernak dimana sau ST seara dengan sau ekor ernak dewasa aau seara dua ekor ernak muda aau seara empa ekor pede aau anakan Asumsi-asumsi unuk Analisis Finansial Unuk melakukan perhiungan analisis finansial, digunakan beberapa asumsi sebagai beriku: 1) Umur proyek usaha pembuaan yoghur di Dafarm diperoleh berdasarkan umur ekonomis dari mesin inkubaor dan mesin paseurisasi. Peneapan mesin inkubaor dan mesin paseurisasi sebagai variable yang dijadikan lamanya umur proyek karena usaha pembuaan yoghur sanga berganung pada kedua mesin ersebu. Kedua mesin ersebu memiliki umur ekonomis selama 10 ahun. 2) Biaya invesasi dikeluarkan pada ahun 2007 dan 2008, eapi karena invesasi perama dilakukan diakhir ahun 2007 dan invesasi erbanyak erjadi pada ahun 2008, maka awal perhiungan aau ahun perama invesasi diasumsikan dimulai dari ahun ) Perusahaan elah mulai beroperasi dan menghasilkan produk sejak ahun perama invesasi. 4) Perusahaan beroperasi 12 bulan dalam sau ahun. 34
7 5) Biaya yang dikeluarkan unuk usaha ini erdiri dari biaya invesasi dan biaya operasional. Biaya invesasi dikeluarkan pada ahun perama proyek dan biaya reinvesasi dikeluarkan unuk peralaan-peralaan yang elah habis umur ekonomisnya. 6) Modal yang digunakan dalam usaha ini berasal dari modal sendiri dan hibah dari Deparemen Peranian berupa dana LM3 (Lembaga Mandiri dan Mengakar di Masyaraka). 7) Penenuan harga yang digunakan dalam perhiungan adalah harga yang berlaku pada saa peneliian dilakukan dan diasumsikan konsan hingga umur proyek berakhir. 8) Penyusuan barang invesasi menggunakan meode garis lurus. Perhiungan beban penyusuan dilakukan unuk perhiungan laba rugi yang akan menghasilkan besarnya pajak penghasilan yang harus dibayar oleh pemilik usaha seiap ahunnya. 9) Perhiungan besarnya pajak penghasilan berdasarkan Pasal 21 Undang-undang PPh ahun 2009 enang Penghasilan Kena Pajak unuk Wajib Pajak Pribadi. 10) Tingka keberhasilan pembuaan yoghur adalah sebesar 90 persen. Penenuan besarnya ingka keberhasilan berdasarkan pengalaman usaha selama ini. 11) Tingka suku bunga yang digunakan dalam analisis adalah ingka suku bunga deposio raa-raa Bank Indonesia pada bulan November 2009, yaiu sebesar 6,5 persen. Tingka suku bunga diasumsikan konsan selama masa umur proyek. 12) Harga jual yoghur yang dipakai erdiri dari 6 harga yang erdiri dari 3 harga unuk kemasan 45 ml (Rp 300, Rp 350, dan Rp 500 unuk masing-masing saluran perama, kedua dan keiga) dan 3 harga unuk kemasan 80 ml (Rp 600, Rp 700, Rp 1000 unuk masing-masing saluran perama, kedua dan keiga). 13) Upah enaga kerja borongan adalah sebesar Rp 20 unuk seiap pengisian 1 sik yoghur. Tenaga kerja borongan hanya bekerja seiap kali proses produksi dilakukan. Proses produksi biasanya dilakukan 3 kali seminggu. 14) Pada analisis finansial skenario II, jumlah inpu produksi seiap bulannya meningka 16 persen dari skenario I dan diasumsikan konsan hingga akhir umur proyek. 35
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilaksanakan pada kasus pengolahan ikan asap IACHI Peikan Cia Halus (PCH) yang erleak di Desa Raga Jaya Kecamaan Ciayam, Kabupaen Bogor,
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilaksanakan di PT Panafil Essenial Oil. Lokasi dipilih dengan perimbangan bahwa perusahaan ini berencana unuk melakukan usaha dibidang
III. METODE PENELITIAN. Usahatani belimbing karangsari adalah kegiatan menanam dan mengelola. utama penerimaan usaha yang dilakukan oleh petani.
III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Usahaani belimbing karangsari adalah kegiaan menanam dan mengelola anaman belimbing karangsari unuk menghasilkan produksi, sebagai sumber
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Poensi sumberdaya perikanan, salah saunya dapa dimanfaakan melalui usaha budidaya ikan mas. Budidaya ikan mas yang erus berkembang di masyaraka, kegiaan budidaya
III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk yang
III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengerian dan peunjuk yang digunakan unuk menggambarkan kejadian, keadaan, kelompok, aau
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Peneliian Keinginan Kelompok Tani Duma Lori yang erdapa di Desa Konda Maloba dan masyaraka sekiar akan berdirinya penggilingan gabah di daerahnya, elah
III METODE PENELITIAN
III METODE PENELITIAN 3.1 Waku dan Tempa Peneliian Peneliian mengenai konribusi pengelolaan huan rakya erhadap pendapaan rumah angga dilaksanakan di Desa Babakanreuma, Kecamaan Sindangagung, Kabupaen Kuningan,
III. METODE PENELITIAN. Industri pengolahan adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan
40 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Baasan Operasional Konsep dasar dan baasan operasional pada peneliian ini adalah sebagai beriku: Indusri pengolahan adalah suau kegiaan ekonomi yang melakukan
Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi
Bab II Dasar Teori Kelayakan Invesasi 2.1 Prinsip Analisis Biaya dan Manfaa (os and Benefi Analysis) Invesasi adalah penanaman modal yang digunakan dalam proses produksi unuk keunungan suau perusahaan.
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Teoriis 3.1.1 Daya Dukung Lingkungan Carrying capaciy aau daya dukung lingkungan mengandung pengerian kemampuan suau empa dalam menunjang kehidupan mahluk hidup secara
BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Produksi Produksi padi merupakan suau hasil bercocok anam yang dilakukan dengan penanaman bibi padi dan perawaan sera pemupukan secara eraur sehingga menghasilkan suau produksi
III. METODE PENELITIAN
23 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waku dan Lokasi Peneliian dilaksanakan di iga empa berbeda. Unuk mengeahui ingka parisipasi masyaraka penelii mengambil sampel di RT 03/RW 04 Kelurahan Susukan dan RT 05/RW
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Pemikiran Teoriis Pengerian proyek menuru Arifin yang dikuip dari Mariyanne (2006) adalah suau akivias di mana dikeluarkannya uang dengan harapan unuk mendapakan hasil
Analisis kelayakan finansial perluasan tambak budidaya udang vaname di Cantigi Indramayu
Jurnal Akuakulur Indonesia 9 (1), 77 83 (2010) Available : hp://journal.ipb.ac.id/index.php/jai hp://jurnalakuakulurindonesia.ipb.ac.id Analisis kelayakan finansial perluasan ambak budidaya udang vaname
III. METODE PENELITIAN
26 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian perkembangan kinerja keuangan PT. Goodyear Indonesia Tbk dilakukan dengan maksud unuk mengeahui sejauh mana perkembangan usaha perusahan yang
JIIA, VOLUME 2, No. 1, JANUARI 2014
ANALISIS KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI KOPI LUWAK DI KECAMATAN BALIK BUKIT KABUPATEN LAMPUNG BARAT (The Financial Feasibiliy Analysis of Luwak Coffee Agroindusry a Balik Buki Disric of Wes Lampung Regency)
BAB I PENDAHULUAN. tepat rencana pembangunan itu dibuat. Untuk dapat memahami keadaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Dalam perencanaan pembangunan, daa kependudukan memegang peran yang pening. Makin lengkap dan akura daa kependudukan yang esedia makin mudah dan epa rencana pembangunan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LADASA TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan (forecasing) adalah suau kegiaan yang memperkirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang. Meode peramalan merupakan cara unuk memperkirakan
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL BUDIDAYA IKAN NILA WANAYASA PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA MEKARSARI
Analisis Jurnal Akuakulur Kelayakan Finansial Indonesia, Budidaya 6(1): 97 102 Ikan Nila (2007) Wanayasa Available : hp://journal.ipb.ac.id/index.php/jai 97 hp://jurnalakuakulurindonesia.ipb.ac.id Bulan
ANALISI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA AGROINDUSTRI TAHU STUDI KASUS DI KELURAHAN LABUH BARU BARAT KECAMATAN PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU
ANALISI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA AGROINDUSTRI TAHU STUDI KASUS DI KELURAHAN LABUH BARU BARAT KECAMATAN PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU Muhammad Irfan Asrori, Yusmini, dan Shorea Khaswarina Fakulas Peranian
HUMAN CAPITAL. Minggu 16
HUMAN CAPITAL Minggu 16 Pendahuluan Invesasi berujuan unuk meningkakan pendapaan di masa yang akan daang. Keika sebuah perusahaan melakukan invesasi barang-barang modal, perusahaan ini akan mengeluarkan
BAB 2 DASAR TEORI. Studi mengenai aspek teknis dan produksi ini sifatnya sangat strategis, sebab
13 BAB 2 DASAR TEORI 2.1 Aspek Teknis Sudi mengenai aspek eknis dan produksi ini sifanya sanga sraegis, sebab berkaian dengan kapasias proyek, lokasi, aa leak ala produksi, kajian aas bahan dan sumbernya,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Perumbuhan ekonomi merupakan salah sau ukuran dari hasil pembangunan yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Perumbuhan ersebu merupakan rangkuman laju-laju
BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Perumbuhan ekonomi merupakan salah sau ukuran dari hasil pembangunan yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Perumbuhan ersebu merupakan rangkuman laju perumbuhan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Capial Expendiure (Belanja Modal) Capial Expendiure aau juga dikenal dengan nama belanja modal adalah pengeluaran yang dilakukan perusahaan unuk mendapakan aau memperbarui ase
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah Dalam sisem perekonomian suau perusahaan, ingka perumbuhan ekonomi sanga mempengaruhi kemajuan perusahaan pada masa yang akan daang. Pendapaan dan invesasi merupakan
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN EMBAHASAN 4.1 Karakerisik dan Obyek eneliian Secara garis besar profil daa merupakan daa sekunder di peroleh dari pusa daa saisik bursa efek Indonesia yang elah di publikasi, daa di
Kelayakan Finansial Budidaya Jamur Tiram di Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang
Kelayakan Finansial Budidaya Jamur Tiram di Desa Sugihan, Kecamaan Tengaran, Kabupaen Semarang Nugraheni Renaningsih Fakulas Peranian Universias Veeran Bangun Nusanara Sukoharjo, Jl. Lejen S. Humardani
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian dan Manfaa Peramalan Kegiaan unuk mempeirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang disebu peramalan (forecasing). Sedangkan ramalan adalah suau kondisi yang
BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan
BAB 2 URAIAN EORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan aau memprediksi apa yang erjadi pada waku yang akan daang, sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan
Analisis Finansial Usaha Penggemukan Sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) Jantan di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali
Tropical Animal Husbandry Vol. 1 (1), Okober 2012:43-51 ISSN 2301-9921 Analisis Finansial Usaha Penggemukan Sapi Peranakan Friesian Holsein (PFH) Janan di Kecamaan Selo Kabupaen Boyolali N. Diamojo, S.
BAB 1 PENDAHULUAN. tahun 1990-an, jumlah produksi pangan terutama beras, cenderung mengalami
11 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Laar Belakang Keahanan pangan (food securiy) di negara kia ampaknya cukup rapuh. Sejak awal ahun 1990-an, jumlah produksi pangan eruama beras, cenderung mengalami penurunan sehingga
KELAYAKAN INDUSTRI KERUPUK JAMUR TIRAM DI KABUPATEN BOGOR ABSTRACT
KELAYAKAN INDUSTRI KERUPUK JAMUR TIRAM DI KABUPATEN BOGOR Purwoko dan Yandra Arkeman Deparemen Teknologi Indusri Peranian, Fakulas Teknologi Peranian, IPB ABSTRACT Oyser mushroom can be processed ino various
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. dari bahasa Yunani yang berarti Demos adalah rakyat atau penduduk,dan Grafein
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian Demografi Keadaan penduduk sanga era kaiannya dengan demografi. Kaa demografi berasal dari bahasa Yunani yang berari Demos adalah rakya aau penduduk,dan Grafein adalah
JIIA, VOLUME 5 No. 2, MEI 2017
KELAYAKAN USAHA DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI TEMPE (The Feasibiliy and Added Value of Tempe Agroindusry) Winani Puspa Arum, Sudarma Widjaya, Lina Marlina Jurusan Agribisnis, Fakulas Peranian, Universias
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Air merupakan kebuuhan pokok bagi seiap makhluk hidup di dunia ini ermasuk manusia. Air juga merupakan komponen lingkungan hidup yang pening bagi kelangsungan hidup
BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. Sedangkan ramalan adalah suau aau kondisi yang diperkirakan akan erjadi
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam pelaksanaan pembangunan saat ini, ilmu statistik memegang peranan penting
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Laar Belakang Dalam pelaksanaan pembangunan saa ini, ilmu saisik memegang peranan pening baik iu di dalam pekerjaan maupun pada kehidupan sehari-hari. Ilmu saisik sekarang elah melaju
BAB 1 PENDAHULUAN. Propinsi Sumatera Utara merupakan salah satu propinsi yang mempunyai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Propinsi Sumaera Uara merupakan salah sau propinsi yang mempunyai perkembangan yang pesa di bidang ransporasi, khususnya perkembangan kendaraan bermoor. Hal ini dapa
ANALISIS FINANSIAL PENGOLAHAN SURIMI DENGAN SKALA MODERN DAN SEMI MODERN. Financial Analysis of Surimi Processing by Modern and Semi-Modern Scale
ANALISIS FINANSIAL PENGOLAHAN SURIMI DENGAN SKALA MODERN DAN SEMI MODERN Financial Analysis of Surimi Processing by Modern and Semi-Modern Scale Nazori Djazuli 1*, Mia Wahyuni, Daniel Moninja, Ari Purbayano
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah persediaan merupakan masalah yang sanga pening dalam perusahaan. Persediaan mempunyai pengaruh besar erhadap kegiaan produksi. Masalah persediaan dapa diaasi
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUSAHAAN MEBEL SINAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK.
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL MOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUAHAAN MEBEL INAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK. ii Rukayah*), Achmad yaichu**) ABTRAK Peneliian ini berujuan unuk
BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan
BAB II LADASA TEORI 2.1 Pengerian peramalan (Forecasing) Peramalan (Forecasing) adalah suau kegiaan yang mengesimasi apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang dengan waku yang relaif lama (Assauri,
JIIA, VOLUME 2 No. 2, APRIL Yunica Safitri, Zainal Abidin, Novi Rosanti ABSTRACT
KINERJA DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI SABUT KELAPA PADA KAWASAN USAHA AGROINDUSTRI TERPADU (KUAT) DI KECAMATAN PESISIR SELATAN KABUPATEN PESISIR BARAT (Performance And Added Value of CocoFiber Agroindusry
BAB II LANDASAN TEORI. Persediaan dapat diartikan sebagai barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Persediaan Persediaan dapa diarikan sebagai barang-barang yang disimpan unuk digunakan aau dijual pada masa aau periode yang akan daang. Persediaan erdiri dari bahan
KAJIAN AGRIBISNIS TAHU (Studi Kasus di Kabupaten Biak Numfor)
57 Buana Sains Vol 8 No 1: 57-66, 2008 KAJIAN AGRIBISNIS TAHU (Sudi Kasus di Kabupaen Biak Numfor) I Made Suaryadana 1,2) dan Eri Yusnia Arviani 2) 1) Dinas Peranian Kabupaen Biak Numfor 2) Program Pascasarjana,
KELAYAKAN PENGUSAHAAN PALA DI JAWA BARAT
KELAYAKAN PENGUSAHAAN PALA DI JAWA BARAT Bedy Sudjarmoko Balai Peneliian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Indusri Indonesian Spice and Indusrial Crop Research Insiue ABSTRAK Jawa Bara merupakan salah sau
BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Sumber Daya Alam (SDA) yang ersedia merupakan salah sau pelengkap ala kebuuhan manusia, misalnya anah, air, energi lisrik, energi panas. Energi Lisrik merupakan Sumber
IV METODE PENELITIAN
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian yang dilakukan mengenai analisis perencanaan pengadaan una berdasarkan ramalan ime series volume ekspor una loin beku di PT Tridaya Eramina
BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Statistika. Salah satu metode
20 BAB 2 LADASA TEORI 2.1. Pengerian Peramalan Meode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Saisika. Salah sau meode peramalan adalah dere waku. Meode ini disebu sebagai meode peramalan dere waku karena
BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian dunia telah menjadi semakin saling tergantung pada
BAB I PENDAHULUAN A. Laar Belakang Masalah Perekonomian dunia elah menjadi semakin saling erganung pada dua dasawarsa erakhir. Perdagangan inernasional merupakan bagian uama dari perekonomian dunia dewasa
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL PUPUK ORGANIK RESIDU BIOGAS DARI DIVERSIFIKASI USAHA TERNAK
HABITAT Volume XXII, No. 1, Bulan April 2011 ISSN: 0853-5167 STUDI KELAYAKAN FINANSIAL PUPUK ORGANIK RESIDU BIOGAS DARI DIVERSIFIKASI USAHA TERNAK (FINANCIAL FEASIBILITY STUDIES OF ORGANIC FERTILIZER FROM
BAB III. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tahapan perhitungan untuk menilai
BAB III PENILAIAN HARGA WAJAR SAHAM PAA SEKTOR INUSTRI BATUBARA ENGAN MENGGUNAKAN TRINOMIAL IVIEN ISCOUNT MOEL 3.. Pendahuluan Pada bab ini akan dijelaskan mengenai ahapan perhiungan unuk menilai harga
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan program sraegis Kemenerian Peranian dalam rangka mengurangi ingka kemiskinan,
BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu
BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II 3.1 Pendahuluan Daa dere waku adalah daa yang dikumpulkan dari waku ke waku unuk menggambarkan perkembangan suau kegiaan (perkembangan produksi, harga, hasil penjualan,
ANALISIS DIRECT SELLING COST DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN Studi kasus pada CV Cita Nasional.
JURNAL ILMIAH RANGGAGADING Volume 7 No. 1, April 7 : 3-9 ANALISIS DIRECT SELLING COST DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN Sudi kasus pada CV Cia Nasional. Oleh Emmy Supariyani* dan M. Adi Nugroho *Dosen
BAB 2 LANDASAN TEORI. Pengangguran atau tuna karya merupakan istilah untuk orang yang tidak mau bekerja
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Pengangguran Pengangguran aau una karya merupakan isilah unuk orang yang idak mau bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. yang akan datang. Peramalan menjadi sangat penting karena penyusunan suatu
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan apa yang erjadi pada waku yang akan daang sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan pada waku yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Pada dasarnya peramalan adalah merupakan suau dugaan aau perkiraan enang erjadinya suau keadaan di masa depan. Akan eapi dengan menggunakan meodemeode erenu peramalan
BAB II MATERI PENUNJANG. 2.1 Keuangan Opsi
Bab II Maeri Penunjang BAB II MATERI PENUNJANG.1 Keuangan.1.1 Opsi Sebuah opsi keuangan memberikan hak (bukan kewajiban) unuk membeli aau menjual sebuah asse di waku yang akan daang dengan harga yang disepakai.
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Tahapan Pemecahan Masalah Tahapan pemecahan masalah berfungsi unuk memudahkan dalam mencari jawaban dalam proses peneliian yang dilakukan agar sesuai dengan arah
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang. Ramalan adalah sesuau kegiaan siuasi aau kondisi yang diperkirakan akan erjadi
KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL PENGEMBANGAN ANGKUTAN WISATA DI KOTA DENPASAR
Konferensi Nasional Teknik Sipil 10 Universias Ama Jaya Yogyakara, 26-27 Okober 2016 KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL PENGEMBANGAN ANGKUTAN WISATA DI KOTA DENPASAR Puu Ali Suhanaya 1, Dyah Ayu Lesari 1, 1 Jurusan
20 Peneliian ini berujuan merumuskan sraegi pada model pengelolaan yang cocok unuk keberlanjuan perikanan angkap di daerah ersebu. Daa yang diambil be
19 3 METODOLOGI 3.1 Tempa dan Waku Peneliian Peneliian berjudul Model Pengelolaan Perikanan Pelagis secara Berkelanjuan di PPN Prigi, Trenggalek, Jawa Timur ini dilakukan di PPN Prigi, Kabupaen Trenggalek,
BAB 2 LANDASAN TEORI
35 BAB LANDASAN TEORI Meode Dekomposisi biasanya mencoba memisahkan iga komponen erpisah dari pola dasar yang cenderung mencirikan dere daa ekonomi dan bisnis. Komponen ersebu adalah fakor rend (kecendrungan),
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa
BAB 2 TINJAUAN TEORITI 2.1. Pengerian-pengerian Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. edangkan ramalan adalah suau siuasi aau kondisi yang diperkirakan
PEMODELAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP $US MENGGUNAKAN DERET WAKTU HIDDEN MARKOV SATU WAKTU SEBELUMNYA 1. PENDAHULUAN
PEMODELAN NILAI UKAR RUPIAH ERHADAP $US MENGGUNAKAN DERE WAKU HIDDEN MARKOV SAU WAKU SEBELUMNYA BERLIAN SEIAWAY, DIMAS HARI SANOSO, N. K. KUHA ARDANA Deparemen Maemaika Fakulas Maemaika dan Ilmu Pengeahuan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekaan Peneliian Jenis peneliian yang digunakan dalam peneliian ini adalah peneliian evaluasi dan pendekaannya menggunakan pendekaan kualiaif non inerakif (non
BAB II TINJAUAN TEORITIS
BAB II TIJAUA TEORITIS 2.1 Peramalan (Forecasing) 2.1.1 Pengerian Peramalan Peramalan dapa diarikan sebagai beriku: a. Perkiraan aau dugaan mengenai erjadinya suau kejadian aau perisiwa di waku yang akan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Peneliian Jenis peneliian kuaniaif ini dengan pendekaan eksperimen, yaiu peneliian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi erhadap objek peneliian sera adanya konrol.
BAB 1 PENDAHULUAN. Kabupaten Labuhan Batu merupakan pusat perkebunan kelapa sawit di Sumatera
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Kabupaen Labuhan Bau merupakan pusa perkebunan kelapa sawi di Sumaera Uara, baik yang dikelola oleh perusahaan negara / swasa maupun perkebunan rakya. Kabupaen Labuhan
Aplikasi Metode Seismik 4D untuk Memantau Injeksi Air pada Lapangan Minyak Erfolg
Aplikasi Meode Seismik 4D unuk Memanau Injeksi Air pada Lapangan Minyak Erfolg Prillia Aufa Adriani, Gusriyansyah Mishar, Supriyano Absrak Lapangan minyak Erfolg elah dieksploiasi sejak ahun 1990 dan sekarang
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. bahasa Yunani yang berarti Demos adalah rakyat atau penduduk, dan Grafein adalah
37 BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian-pengerian Kependudukan sanga era kaiannya dengan demgrafi. Kaa demgrafi berasal dari bahasa Yunani yang berari Dems adalah rakya aau penduduk, dan Grafein adalah
BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun
43 BAB METODE PEMUUAN EKPONENA TRPE DAR WNTER Meode pemulusan eksponensial elah digunakan selama beberapa ahun sebagai suau meode yang sanga berguna pada begiu banyak siuasi peramalan Pada ahun 957 C C
BAB I PENDAHULUAN. dibandingkan dengan perkotaan, baik secara ekonomi maupun dalam hal
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Laar Belakang Pedesaan di Indonesia biasanya memiliki ciri agak eringgal bila dibandingkan dengan perkoaan, baik secara ekonomi maupun dalam hal aspek lainnya, seperi: pembangunan,
Oleh : Debrina Puspita Andriani Teknik Industri Universitas Brawijaya /
4 Oleh : Debrina Puspia Andriani Teknik Indusri Universias Brawijaya e-mail : [email protected] / [email protected] www.debrina.lecure.ub.ac.id O. Dasar perhiungan depresiasi 2. Meode-meode depresiasi.
BAB I PENDAHULUAN. universal, disemua negara tanpa memandang ukuran dan tingkat. kompleks karena pendekatan pembangunan sangat menekankan pada
BAB I PENDAHULUAN A. Laar Belakang Disparias pembangunan ekonomi anar daerah merupakan fenomena universal, disemua negara anpa memandang ukuran dan ingka pembangunannya. Disparias pembangunan merupakan
USULAN PENERAPAN METODE KOEFISIEN MANAJEMEN (BOWMAN S) SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PERENCANAAN PRODUKSI PRINTER TIPE LX400 PADA PT X
USULAN ENERAAN METODE KOEISIEN MANAJEMEN (BOMAN S) SEBAGAI ALTERNATI MODEL ERENCANAAN RODUKSI RINTER TIE LX400 ADA T X Hendi Dwi Hardiman Jurusan Teknik Manajemen Indusri - Sekolah Tinggi Manajemen Indusri
III KERANGKA PEMIKIRAN
III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Teori Risiko Produksi Dalam eori risiko produksi erlebih dahulu dijelaskan mengenai dasar eori produksi. Menuru Lipsey e al. (1995) produksi adalah suau kegiaan yang mengubah
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Defenisi Persediaan Persediaan adalah barang yang disimpan unuk pemakaian lebih lanju aau dijual. Persediaan dapa berupa bahan baku, barang seengah jadi aau barang jadi maupun
