III. METODE PENELITIAN
|
|
|
- Devi Kurnia
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 23 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waku dan Lokasi Peneliian dilaksanakan di iga empa berbeda. Unuk mengeahui ingka parisipasi masyaraka penelii mengambil sampel di RT 03/RW 04 Kelurahan Susukan dan RT 05/RW 08 Kelurahan Ciracas. Penenuan lokasi peneliian ini dienukan dengan purposive sampling (sengaja) dengan beberapa perimbangan yaiu erdapanya masyaraka yang memanfaakan sampah unuk usaha daur ulang sera erdapa kelompok masyaraka yang peduli kebersihan lingkungan dan pernah bekerjasama dengan beberapa LSM seperi JICA dan Bina Swadaya. Sedangkan unuk mengeahui kelayakan usaha kompos, penelii mengambil conoh sudi kasus di pabrik kompos Muu Elok RW 10 Perumahan Cipinang Elok Jakara Timur. Peneliian dilaksanakan pada bulan Agusus s.d bulan Sepember Ala dan Panduan Ala yang digunakan adalah ala ulis menulis, kamera digial, perangka lunak berupa sofware Microsof Excel 2007, sofware SPSS 15. Unuk wawancara digunakan panduan kuisioner (Lampiran 12) 3.3 Meode Pengumpulan Daa dan Pengambilan Sampel Jenis dan sumber daa Meode yang digunakan dalam peneliian ini adalah meode deskripif dengan jenis sudi kasus dan meode survey. Meode sudi kasus berujuan mempelajari laar belakang keadaan sekarang dan ineraksi lingkungan dari suau uni sosial, sedangkan meode survey merupakan meode yang digunakan unuk memperoleh faka-faka dari gejala-gejala yang ada sera mencari keerangan secara fakual insiusi sosial, ekonomi, dan pendidikan. Daa yang akan dikumpulkan berupa: jumlah penduduk, produksi sampah perumahan, sekor-sekor penghasil sampah erbesar, perauran daerah enang kebersihan, perilaku dan parisipasi masyaraka, manfaa ekonomi dari usaha daur ulang dan pengomposan. Unuk memudahkan pengumpulan daa maka kebuuhan daa, jenis dan sumber daa sera eknik pengumpulan daa disajikan pada Tabel 1.
2 24 Tabel 1 Dafar kebuuhan daa, jenis, sumber dan eknik pengumpulan daa Tujuan Peneliian Daa yang dibuuhkan Sumber Daa Teknik Pengumpulan Daa Mengeahui Perilaku dan Parisipasi Masyaraka Mengeahui Manfaa Ekonomi sera Kelayakan Usaha Daur Ulang dan Pengomposan Sampah Koa Mengeahui permasalahan sera pengaruh usaha daur ulang sampah dan pengomposan erhadap sisem pengelolaan sampah koa. 1. Karakerisik Masyaraka : a. Tingka pendidikan formal b. Jenis Pekerjaan c. Jumlah pendapaan/bln d. Lama meneap 2. Parisipasi Masyaraka : a. Keersediaan empa sampah di rumah b. Keerlibaan dalam pelaksanaan kebersihan lingkungan c. Keikuseraan memilah sampah d. Cara membuang sampah Rumah e. Hal yang dilakukan jika empa inggal koor f. Pendapa masyaraka erhadap pemisahan sampah organik dan anorganik g. Pengeahuan warga enang TPA 1. Karakerisik Pemulung (Dapa diliha pada lampiran 3) 2. Benuk usaha pemanfaaan sampah koa 3. Pemasaran produk 4. Nilai jual produk 1. Kelembagaan (Sisem organisasi formal pengelolaan sampah di Dinas Peramanan, Keindahan & Kebersihan) a. Srukur Organisasi b. Taa kerja c. Personil d. Sarana dan Prasarana e. Tingka Pelayanan f. Dasar Hukum dan Perauran Daerah enang Kebersihan, Keindahan dan Keeriban 2. Teknik Pengelolaan Sampah a. Sumber sampah b. Volume sampah/jumlah imbunan sampah c. Komposisi sampah d. Laju pengangkuan sampah dari TPS ke TPA e. Kapasias ampung dan perubahan kapasias ampung TPA, sera laju pemusnahan sampah di TPA 3. Pembiayaan Pengelolaan Sampah a. Besar reribusi yang diperoleh dari masyaraka 4. Kondisi Umum a. Leak geografis dan iklim di Jakara imur khususnya Kec. Ciracas b. Jumlah penduduk Daa Primer dari masyaraka RT 03/RW 04 Kelurahan Susukan dan RT 05/RW 08 Kelurahan Ciracas Daa Sekunder dari Kecamaan Ciracas Daa Sekunder Dari pemulung, lapak, pengusaha daur ulang dan pengomposan Daa sekunder dari Dinas Kebersihan dan Kecamaan Kuisioner dan Observasi Lapang Wawancara, buku kas proyek a.observasi Lapang b.sudi Pusaka c.wawancara
3 25 Daa primer diperoleh melalui wawancara dan observasi lapang. Daa sekunder diperoleh dari sudi kepusakaan yakni mengumpulkan daa yang elah menjadi arsip pengelola, melalui penelusuran informasi dari lembaga/insansi erkai (Dinas Kebersihan Jakara Timur, Kanor kecamaan, Kanor Kelurahan, Perpusakaan) dalam benuk laporan maupun buku Pengambilan sampel dan penenuan responden Kecamaan Ciracas merupakan salah sau kecamaan yang pengelolaan sampahnya berbasis masyaraka. Kecamaan Ciracas erleak di daerah Koamadya Jakara Timur. Kecamaan ini memiliki 5 Kelurahan yaiu Cibubur, Ciracas, Susukan, Kelapa Dua Wean dan Rambuan. Namun dari lima kelurahan ersebu hanya dua kelurahan yang erpilih yaiu kelurahan Susukan, kelurahan Ciracas. Dalam peneliian ini pengambilan sampel wilayah dilakukan secara purposive sampling yaiu pemilihan sampel berdasarkan beberapa krieria dianaranya yaiu erdapa sekelompok masyaraka peduli lingkungan sera pernah bekerjasama dengan LSM seperi JICA dan Bina Swadaya, erdapa pengusaha daur ulang dan masyaraka yang memiliki profesi bekerja sebagai pemulung dan pengumpul. Adapun wilayah kelurahan berdasarkan krieria yang disebukan di aas dapa diliha pada Tabel 2. Tabel 2 Kelurahan erpilih berdasarkan krierianya No. Perimbangan/Krieria Sampel Kelurahan Jumlah Responden 1. Masyaraka Peduli Lingkungan dan Pengusaha Daur Ulang 2. a. Pemulung b. Pengumpul a. Susukan a. 30 orang b. Ciracas b. 30 orang a. Cibubur a. 50 orang orang Meode dalam peneliian memerlukan responden yang erdiri dari 3 kaegori, perama: pemulung dan lapak, kedua: pihak pengusaha daur ulang (pengusaha kompos) dan masyaraka Kelurahan Susukan dan Kelurahan Ciracas, sedangkan kaegori keiga : Dinas Kebersihan. Penenuan responden unuk mengeahui parisipasi masyaraka di dua kelurahan dipilih berdasarkan sraified random sampling yaiu responden dibagi menjadi beberapa grup elemen yang disebu sraa dalam hal ini diliha dari ingka pendidikan dianaranya yaiu amaan SD sederaja, SMP-SMA sederaja dan perguruan inggi. Sau kelurahan sebanyak 30 responden, dari 30 responden ersebu akan di bagi sama banyak
4 26 yaiu unuk amaan SLTP ke bawah sebesar 10 orang, amaan SLTA 10 orang dan amaan perguruan inggi 10 orang. 3.4 Analisis Daa Daa kualiaif yang diperoleh di lapangan disajikan secara deskripif dan diberikan gambar hasil dokumenasi selama dilakukannya peneliian. Dari hasil daa kuaniaif yang didapa dilapangan akan dibua grafik, perhiungan skor, persenase, nilai raaan hasil. Analisis daa kuaniaif dihiung sebagai beriku: Penenuan Skoring Peringka Parisipasi Pengukuran unuk seiap indikaor akan diberikan bobo (kuanifikasi yang sesuai dengan besar skor). Keenuan pemboboan berdasarkan kaegori beriku : a. Nilai skor 1 = kaegori rendah b. Nilai skor 2 = kaegori sedang c. Nilai skor 3 = kaegori baik Selanjunya dilakukan penjumlahan dari seiap indikaor dari ke empa sub variabel ingka parisipasi masyaraka. Penenuan kaegori didasarkan pada jumlah skor yang dicapai dibandingkan dengan skor sandar. Penenuan skor sandar diperhiungkan dengan rumus : 1. Variabel Parisipasi Dari seiap jawaban peranyaan yang diberikan oleh responden diberi nilai aau skor 1 sampai 3. Pada skor 1-3 ersebu dapa diliha apakah parisipai masyaraka erhadap lingkungan maupun masalah sampah pada khususnya semakin inggi aau sebaliknya. Semakin inggi skor aau nilai yang diperoleh maka semakin baik juga. Misalnya saja peranyaan mengenai keikuseraan responden dalam kegiaan kerja baki dilingkungannya. Resonden yang menjawab idak pernah diberi skor 1, responden yang menjawab kadang-kadang diberi skor 2 sedangkan unuk responden yang menjawab selalu diberi skor 3.
5 27 2. Variabel Idenias Penenuan variabel idenias erdiri dari pendidikan, jenis pekerjaan, pendapaan dan lama meneap responden. Misalnya saja unuk jenis pekerjaan yang dimiliki responden. Unuk responden yang idak memiliki pekerjaan eap diberi skor 1, yang memiliki pekerjaan eap diberi skor 2 dan responden yang memiliki pekerjaan eap dan ambahan diberi skor Penghiungan Peringka Dalam menenukan range unuk Parisipasi ada 11 iem peranyaan yang digunakan oleh penulis, jumlah kaegori ada 3 dengan bobonya 1-3, kaegori (rendah = 1, sedang = 2 dan inggi = 3), sehingga skor eringgi yang diperoleh sebesar 32 dan skor erendah sebesar 11, dan dari penghiungan peringka diperoleh besaran range skor masing-masing kaegori adalah 7. Dengan demikian pengelompokan kaegori unuk parisipasi adalah sebagai beriku : Rendah Range nilai : Sedang Range nilai : Tinggi Range nilai : Analisis Nilai Parisipasi Masyaraka Terhadap Lingkungan dalam Pengelolaan Sampah Terpadu Unuk analisis nilai parisipasi masyaraka erhadap pengelolaan sampah insrumen yang digunakan adalah kuisioner berdasarkan variabel-variabel yang diamai yaiu dari aspek yang dapa diliha dalam Tabel 3.
6 28 Tabel 3 Variabel-variabel yang digunakan unuk megeahui parisipasi masyaraka No. Sub variabel Indikaor Skor 1. Tingka Pendidikan Formal a. SD b. SMP-SMA c. PT (Perguruan Tinggi) 2. Jenis Pekerjaan a. Tidak Punya Pekerjaan Teap b. Memiliki Pekerjaan Teap c. Memiliki Pekerjaan Teap dan ambahan 3. Jumlah Pendapaan per bulan a. Rp Rp b. Rp Rp c. > Rp Lama Meneap - 5 ahun b. 5 ahun- 15 ahun c. > 15 ahun 5. Inensias Keerlibaan dalam Kebersihan lingkungan 6. Keikuseraan dalam memilah sampah 7. Keersediaan empa sampah di rumah a. Tidak pernah mengikui b. Kadang- kadang c. Selalu a. Tidak pernah b. Kadang-kadang c. Selalu 8. Cara membuang sampah a. Tidak dipilah b. Dibakar c. Dipilah 9 Hal yang dilakukan Jika Tempa Tinggal Koor 10 Pengeahuan warga enang TPA 11 Pendapa warga erhadap pemilahan sampah organik dan anorganik a. Tidak ersedia b. Tersedia berupa kanong plasik/kardus c. Tersedia berupa bak semen/ bak plasik a. Mendiamkannya b. Mengajak eangga Kerjabaki c. Membersihkan Sendiri a. Tidak ahu b. Tahu c. Mengeri a. Tidak Seuju b. Seuju c. Sanga seuju Daa mengenai parisipasi masyaraka dalam pengelolaan dan penanganan sampah yang dikumpulkan dengan meode dafar kuisioner dianalisis menggunakan meode analisis saisik non paramerik Model Korelasi Spearman. Menuru Siegel (1992) kekuaan dan efisiensi penggunaan model korelasi rank Spearman adalah bahwa apabila dibandingkan dengan korelasi paramerik yang paling kua, r Pearson kira-kira 91 %. Arinya jika r s dipakai dengan suau sampel unuk menguji ada aau idaknya asosiasi dalam populasinya dan apabila anggapan unuan-unuan yang mendasari penggunaan dari r Pearson dipenuhi, yakni manakala populasi iu memiliki disribusi normal bivariae dan pengukuran seidaknya dalam pengerian skala inerval, maka r s 91 % sama ingka efisiensinya dengan r dalam menolak H 0. Kalau suau korelasi anara X dan Y
7 29 erdapa dalam populasi dengan 100 kasus rs akan menunjukkan korelasi iu pada ingka signifikansi yang sama dengan yang dicapai r dengan 91 kasus. Menuru Walpole (1992) Nilai r s biasanya deka dengan nilai r yang diperoleh berdasarkan pengukuran numerik dan diafsirkan secara sama pula. Nilai r s dapa erjadi dari -1 sampai +1. Nilai +1 aau -1 menunjukkan adanya hubungan anara X dan Y, anda plus dapa diarikan bahwa pemberian peringka iu sejalan, sedangkan anda minus berari bahwa pemberian peringka berolak belakang. Bila r s deka dengan nol, kia menyimpulkan bahwa kedua peubah idak berkorelasi. Variabel yang akan diamai erdiri dari : 1. Variabel pengaruh (Variabel bebas) yakni karakerisik masyaraka yaiu : pendidikan (X1), ingka pendapaan (X2), jenis pekerjaan (X3), lama waku meneap (X4). 2. Variabel erpengaruh (variabel idak bebas) yakni : Tingka parisipasi masyaraka dalam pengelolaan sampah (Y) Model formulasi korelasi peringka Spearman yang digunakan adalah (Siegel, 1992) : r s = 1-6 N 3 -N Keerangan : r s = koefisien korelasi rank spearman N = jumlah responden d i = selisih rangking anara variabel xi dan yi x i = rangking nilai variabel bebas y i = rangking nilai variabel ak bebas Unuk menghiung r s dibua dafar ke 60 responden sebagai subyek. Pada seiap subyek dicanumkan rangking-nya unuk seiap variabel X dan rangking-nya unuk variabel Y. Kemudian dienukan harga d i = perbedaan anara 2 kedua rangking. Seiap di dikuadrakan selanjunya semua harga d i dijumlahkan unuk mendapakan d 2 i kemudian harga ini dan harga N (banyaknya subyek) dimasukkan kedalam rumus pokok.
8 Analisis nilai finansial pemanfaaan sampah sera dampak posiifnya erhadap lingkungan Unuk analisis finansial pengelolaan sampah sera dampak posiifnya erhadap lingkungan, insrumen yang digunakan adalah kuisioner berdasarkan variabel-variabel yang diamai yaiu dari aspek ekonomi anara lain daa pembiayaan pengelolaan sampah (biaya variabel maupun biaya eap), biaya pembuaan sampah organik menjadi kompos, daa pemasaran kompos, laba aau keunungan dari penjualan bahan daur ulang, jenis, sumber sampah dan komposisi sampah dengan jumlah responden 50 orang yang berasal dari pemulung, 2 orang dari lapak. Penghiungan manfaa ekonomi dapa diliha pada Tabel 4. Selain iu juga unuk meliha nilai ekonomi dan keunungan yang diperoleh agar kegiaan perusahaan pengelola sampah layak dilaksanakan aau idak maka dilakukan penghiungan cashflow pada kompos Muu Elok dengan uraian (Tabel 5) dan rumus sebagai beriku. Tabel 4 Manfaa ekonomi sampah anorganik oleh pemulung No. Jenis barang bekas Volume (on) 1. - Keras - Plasik - Kare - Kaca - Logam - Kaleng - Bool - Kardus Jumlah Harga jual (Rp/kg) Nilai ekonomi bahan dauran sampah/on = Besar manfaa ekonomi yang diperoleh / hari = Manfaa ekonomi (Rp) Toal Manfaa Ekonomi (Rp) Volume Toal (on) Nilai ekonomi (Rp) X raaan dauran yang di dapa (on)/hari
9 31 Tabel 5 Biaya operasional daur ulang sampah organik menjadi kompos No I II III IV V Uraian Komponen Inflow 1. Nilai Produksi 2. Pinjaman 3. Nilai Sewa 4. Grans (banuan) 5. Salvage Value (nilai sisa) Toal Inflow Ouflow 1. Biaya Invesasi 2. Biaya Operasional 2.1 Biaya Variabel 2.2 Biaya Teap 3. Pembayaran Bunga Pinjaman 4. Pajak 5. Biaya Lainnya Toal Ouflow Ne Benefi = (I-II) DF Cash Flow 1 (1 i), dengan i = DR(%) PV Ne Benefi (NPV) = (III)(IV) a. Ne Presen Value (NPV) Keerangan : NPV n B C 0 /1 (1 i) Tahun 1 2. n B = Penerimaan (benefi) pada ahun ke- (Rp) C = Biaya (cos) pada ahun ke- (Rp) i = Discoun rae (%) = Umur usaha (ahun) Penilaian kelayakan finansial berdasarkan NPV: 1. NPV 0; maka usaha layak unuk dilaksanakan 2. NPV < 0; maka usaha idaka layak unuk dilaksanakan b. Ne Benefi-Cos Raio (Ne B/C) Keerangan : Ne B/C n 0 /1 n 0 /1 B (1 B (1 C i) C i) 0 0 B = C = Penerimaan (benefi) pada ahun ke- (Rp) Biaya (cos) pada ahun ke- (Rp)
10 32 i = Discoun rae (%) = Umur usaha (ahun) Penilaian kelayakan finansial berdasarkan Ne B/C: 1. Ne B/C 1; maka usaha layak unuk dilaksanakan. 2. Ne B/C < 1; maka usaha idak layak unuk dilaksanakan c. Inernal Rae of Reurn (IRR) NPV 1 IRR i1 x ( i2 i1) NPV 1 NPV 2 Keerangan : i1 = Discoun rae yang menghasilkan NPV posiif (%) i2 = Discoun rae yang menghasilkan NPV negaif (%) NPV1 = NPV yang bernilai posiif (Rp) NPV2 = NPV yang bernilai negaif (Rp) Penilaian kelayakan finansial berdasarkan IRR: 1. IRR discoun rae (suku bunga) yang berlaku; maka usaha layak unuk dilaksanakan. 2. IRR < discoun rae (suku bunga) yang berlaku; maka usaha idak layak unuk dilaksanakan. Kelayakan finansial diukur dengan melakukan perhiungan cash flow erhadap berbagai krieria invesasi yaiu NPV, IRR, NET B/C. Keseluruhan perhiungan ersebu dilakukan dengan menggunakan banuan sofware Microsof Excel edisi Analisis permasalahan dan pengaruh usaha pemanfaaan sampah Analisis erhadap permasalahan yang dihadapi sera pengaruh usaha pemanfaaan sampah akan disajikan secara deskripif yang menelaah enang masalah-masalah yang erjadi dalam pengelolaan dan pemanfaaan sampah perkoaan di Kecamaan Ciracas Jakara Timur. Mulai dari kelembagaan dinas kebersihannya, cara pengelolaan sampah yang sedang berlangsung saa ini mulai dari pengumpulan hingga pembuangan akhir sera parisipasi masyarakanya yang merupakan aspek pening dalam pengelolaan sampah erpadu berbasis masyaraka.
III. METODE PENELITIAN. Usahatani belimbing karangsari adalah kegiatan menanam dan mengelola. utama penerimaan usaha yang dilakukan oleh petani.
III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Usahaani belimbing karangsari adalah kegiaan menanam dan mengelola anaman belimbing karangsari unuk menghasilkan produksi, sebagai sumber
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilakukan di Dafarm, yaiu uni usaha peernakan Darul Fallah yang erleak di Kecamaan Ciampea, Kabupaen Bogor, Jawa Bara. Pemilihan lokasi
III METODE PENELITIAN
III METODE PENELITIAN 3.1 Waku dan Tempa Peneliian Peneliian mengenai konribusi pengelolaan huan rakya erhadap pendapaan rumah angga dilaksanakan di Desa Babakanreuma, Kecamaan Sindangagung, Kabupaen Kuningan,
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilaksanakan di PT Panafil Essenial Oil. Lokasi dipilih dengan perimbangan bahwa perusahaan ini berencana unuk melakukan usaha dibidang
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilaksanakan pada kasus pengolahan ikan asap IACHI Peikan Cia Halus (PCH) yang erleak di Desa Raga Jaya Kecamaan Ciayam, Kabupaen Bogor,
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Poensi sumberdaya perikanan, salah saunya dapa dimanfaakan melalui usaha budidaya ikan mas. Budidaya ikan mas yang erus berkembang di masyaraka, kegiaan budidaya
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Teoriis 3.1.1 Daya Dukung Lingkungan Carrying capaciy aau daya dukung lingkungan mengandung pengerian kemampuan suau empa dalam menunjang kehidupan mahluk hidup secara
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Peneliian Keinginan Kelompok Tani Duma Lori yang erdapa di Desa Konda Maloba dan masyaraka sekiar akan berdirinya penggilingan gabah di daerahnya, elah
III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk yang
III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengerian dan peunjuk yang digunakan unuk menggambarkan kejadian, keadaan, kelompok, aau
III. METODE PENELITIAN. Industri pengolahan adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan
40 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Baasan Operasional Konsep dasar dan baasan operasional pada peneliian ini adalah sebagai beriku: Indusri pengolahan adalah suau kegiaan ekonomi yang melakukan
Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi
Bab II Dasar Teori Kelayakan Invesasi 2.1 Prinsip Analisis Biaya dan Manfaa (os and Benefi Analysis) Invesasi adalah penanaman modal yang digunakan dalam proses produksi unuk keunungan suau perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN. tepat rencana pembangunan itu dibuat. Untuk dapat memahami keadaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Dalam perencanaan pembangunan, daa kependudukan memegang peran yang pening. Makin lengkap dan akura daa kependudukan yang esedia makin mudah dan epa rencana pembangunan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Produksi Produksi padi merupakan suau hasil bercocok anam yang dilakukan dengan penanaman bibi padi dan perawaan sera pemupukan secara eraur sehingga menghasilkan suau produksi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Peneliian Jenis peneliian kuaniaif ini dengan pendekaan eksperimen, yaiu peneliian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi erhadap objek peneliian sera adanya konrol.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Perumbuhan ekonomi merupakan salah sau ukuran dari hasil pembangunan yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Perumbuhan ersebu merupakan rangkuman laju-laju
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah persediaan merupakan masalah yang sanga pening dalam perusahaan. Persediaan mempunyai pengaruh besar erhadap kegiaan produksi. Masalah persediaan dapa diaasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Pemikiran Teoriis Pengerian proyek menuru Arifin yang dikuip dari Mariyanne (2006) adalah suau akivias di mana dikeluarkannya uang dengan harapan unuk mendapakan hasil
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah Dalam sisem perekonomian suau perusahaan, ingka perumbuhan ekonomi sanga mempengaruhi kemajuan perusahaan pada masa yang akan daang. Pendapaan dan invesasi merupakan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian dan Manfaa Peramalan Kegiaan unuk mempeirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang disebu peramalan (forecasing). Sedangkan ramalan adalah suau kondisi yang
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam pelaksanaan pembangunan saat ini, ilmu statistik memegang peranan penting
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Laar Belakang Dalam pelaksanaan pembangunan saa ini, ilmu saisik memegang peranan pening baik iu di dalam pekerjaan maupun pada kehidupan sehari-hari. Ilmu saisik sekarang elah melaju
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LADASA TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan (forecasing) adalah suau kegiaan yang memperkirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang. Meode peramalan merupakan cara unuk memperkirakan
ANALISIS DIRECT SELLING COST DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN Studi kasus pada CV Cita Nasional.
JURNAL ILMIAH RANGGAGADING Volume 7 No. 1, April 7 : 3-9 ANALISIS DIRECT SELLING COST DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN Sudi kasus pada CV Cia Nasional. Oleh Emmy Supariyani* dan M. Adi Nugroho *Dosen
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental Design dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Desain Peneliian Peneliian ini adalah peneliian Quasi Eksperimenal Design dengan kelas eksperimen dan kelas conrol dengan desain Prees -Poses Conrol Group Design
III. METODE PENELITIAN
26 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian perkembangan kinerja keuangan PT. Goodyear Indonesia Tbk dilakukan dengan maksud unuk mengeahui sejauh mana perkembangan usaha perusahan yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Pada dasarnya peramalan adalah merupakan suau dugaan aau perkiraan enang erjadinya suau keadaan di masa depan. Akan eapi dengan menggunakan meodemeode erenu peramalan
BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Perumbuhan ekonomi merupakan salah sau ukuran dari hasil pembangunan yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Perumbuhan ersebu merupakan rangkuman laju perumbuhan
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN EMBAHASAN 4.1 Karakerisik dan Obyek eneliian Secara garis besar profil daa merupakan daa sekunder di peroleh dari pusa daa saisik bursa efek Indonesia yang elah di publikasi, daa di
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Air merupakan kebuuhan pokok bagi seiap makhluk hidup di dunia ini ermasuk manusia. Air juga merupakan komponen lingkungan hidup yang pening bagi kelangsungan hidup
BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan
BAB 2 URAIAN EORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan aau memprediksi apa yang erjadi pada waku yang akan daang, sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN
A III METODE PEELITIA Salah sau komponen peneliian yang mempunyai ari pening dalam kaiannya dengan proses sudi secara komprehensif adalah komponen meode peneliian. Meode peneliian menjelaskan bagaimana
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekaan Peneliian Jenis peneliian yang digunakan dalam peneliian ini adalah peneliian evaluasi dan pendekaannya menggunakan pendekaan kualiaif non inerakif (non
BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Statistika. Salah satu metode
20 BAB 2 LADASA TEORI 2.1. Pengerian Peramalan Meode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Saisika. Salah sau meode peramalan adalah dere waku. Meode ini disebu sebagai meode peramalan dere waku karena
BAB 2 DASAR TEORI. Studi mengenai aspek teknis dan produksi ini sifatnya sangat strategis, sebab
13 BAB 2 DASAR TEORI 2.1 Aspek Teknis Sudi mengenai aspek eknis dan produksi ini sifanya sanga sraegis, sebab berkaian dengan kapasias proyek, lokasi, aa leak ala produksi, kajian aas bahan dan sumbernya,
BAB 1 PENDAHULUAN. tahun 1990-an, jumlah produksi pangan terutama beras, cenderung mengalami
11 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Laar Belakang Keahanan pangan (food securiy) di negara kia ampaknya cukup rapuh. Sejak awal ahun 1990-an, jumlah produksi pangan eruama beras, cenderung mengalami penurunan sehingga
BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Sumber Daya Alam (SDA) yang ersedia merupakan salah sau pelengkap ala kebuuhan manusia, misalnya anah, air, energi lisrik, energi panas. Energi Lisrik merupakan Sumber
HUMAN CAPITAL. Minggu 16
HUMAN CAPITAL Minggu 16 Pendahuluan Invesasi berujuan unuk meningkakan pendapaan di masa yang akan daang. Keika sebuah perusahaan melakukan invesasi barang-barang modal, perusahaan ini akan mengeluarkan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Capial Expendiure (Belanja Modal) Capial Expendiure aau juga dikenal dengan nama belanja modal adalah pengeluaran yang dilakukan perusahaan unuk mendapakan aau memperbarui ase
ANALISI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA AGROINDUSTRI TAHU STUDI KASUS DI KELURAHAN LABUH BARU BARAT KECAMATAN PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU
ANALISI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA AGROINDUSTRI TAHU STUDI KASUS DI KELURAHAN LABUH BARU BARAT KECAMATAN PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU Muhammad Irfan Asrori, Yusmini, dan Shorea Khaswarina Fakulas Peranian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Salah sau ujuan didirikannya perusahaan adalah dalam rangka memaksimalkan firm of value. Salah sau cara unuk mengukur seberapa besar perusahaan mencipakan
BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan
BAB II LADASA TEORI 2.1 Pengerian peramalan (Forecasing) Peramalan (Forecasing) adalah suau kegiaan yang mengesimasi apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang dengan waku yang relaif lama (Assauri,
BAB 1 PENDAHULUAN. Propinsi Sumatera Utara merupakan salah satu propinsi yang mempunyai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Propinsi Sumaera Uara merupakan salah sau propinsi yang mempunyai perkembangan yang pesa di bidang ransporasi, khususnya perkembangan kendaraan bermoor. Hal ini dapa
BAB 2 KINEMATIKA. A. Posisi, Jarak, dan Perpindahan
BAB 2 KINEMATIKA Tujuan Pembelajaran 1. Menjelaskan perbedaan jarak dengan perpindahan, dan kelajuan dengan kecepaan 2. Menyelidiki hubungan posisi, kecepaan, dan percepaan erhadap waku pada gerak lurus
JIIA, VOLUME 2, No. 1, JANUARI 2014
ANALISIS KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI KOPI LUWAK DI KECAMATAN BALIK BUKIT KABUPATEN LAMPUNG BARAT (The Financial Feasibiliy Analysis of Luwak Coffee Agroindusry a Balik Buki Disric of Wes Lampung Regency)
BAB I PENDAHULUAN. universal, disemua negara tanpa memandang ukuran dan tingkat. kompleks karena pendekatan pembangunan sangat menekankan pada
BAB I PENDAHULUAN A. Laar Belakang Disparias pembangunan ekonomi anar daerah merupakan fenomena universal, disemua negara anpa memandang ukuran dan ingka pembangunannya. Disparias pembangunan merupakan
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUSAHAAN MEBEL SINAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK.
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL MOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUAHAAN MEBEL INAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK. ii Rukayah*), Achmad yaichu**) ABTRAK Peneliian ini berujuan unuk
BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. Sedangkan ramalan adalah suau aau kondisi yang diperkirakan akan erjadi
BAB II TINJAUAN TEORITIS
BAB II TIJAUA TEORITIS 2.1 Peramalan (Forecasing) 2.1.1 Pengerian Peramalan Peramalan dapa diarikan sebagai beriku: a. Perkiraan aau dugaan mengenai erjadinya suau kejadian aau perisiwa di waku yang akan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS LEMBARAN KERJA SECARA KELOMPOK. Oleh: Yoyo Zakaria Ansori
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS LEMBARAN KERJA SECARA KELOMPOK Oleh: Yoyo Zakaria Ansori Peneliian ini dilaarbelakangi rendahnya kemampuan memecahkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan program sraegis Kemenerian Peranian dalam rangka mengurangi ingka kemiskinan,
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. dari bahasa Yunani yang berarti Demos adalah rakyat atau penduduk,dan Grafein
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian Demografi Keadaan penduduk sanga era kaiannya dengan demografi. Kaa demografi berasal dari bahasa Yunani yang berari Demos adalah rakya aau penduduk,dan Grafein adalah
Kelayakan Finansial Budidaya Jamur Tiram di Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang
Kelayakan Finansial Budidaya Jamur Tiram di Desa Sugihan, Kecamaan Tengaran, Kabupaen Semarang Nugraheni Renaningsih Fakulas Peranian Universias Veeran Bangun Nusanara Sukoharjo, Jl. Lejen S. Humardani
VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI ACTUAL SYSTEM USAGE (ASU) PADA PEMANFAATAN STUDENTSITE
VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI ACTUAL SYSTEM USAGE (ASU) PADA PEMANFAATAN STUDENTSITE Indra Nurhadi Program Sudi Manajemen Ekonomi, Fakulas Ekonomi, Universias Gunadarma Jl. Akses Kelapa Dua Cimanggis,
BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun
43 BAB METODE PEMUUAN EKPONENA TRPE DAR WNTER Meode pemulusan eksponensial elah digunakan selama beberapa ahun sebagai suau meode yang sanga berguna pada begiu banyak siuasi peramalan Pada ahun 957 C C
Analisis Model dan Contoh Numerik
Bab V Analisis Model dan Conoh Numerik Bab V ini membahas analisis model dan conoh numerik. Sub bab V.1 menyajikan analisis model yang erdiri dari analisis model kerusakan produk dan model ongkos garansi.
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa
BAB 2 TINJAUAN TEORITI 2.1. Pengerian-pengerian Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. edangkan ramalan adalah suau siuasi aau kondisi yang diperkirakan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. yang akan datang. Peramalan menjadi sangat penting karena penyusunan suatu
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan apa yang erjadi pada waku yang akan daang sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan pada waku yang
Analisis kelayakan finansial perluasan tambak budidaya udang vaname di Cantigi Indramayu
Jurnal Akuakulur Indonesia 9 (1), 77 83 (2010) Available : hp://journal.ipb.ac.id/index.php/jai hp://jurnalakuakulurindonesia.ipb.ac.id Analisis kelayakan finansial perluasan ambak budidaya udang vaname
MODEL PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA BANGLI
MODEL PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA BANGLI Pande N. Sari Saraswai 1, I G. B. Sila Dharma 2, I Gs. Keu Sudipa 2 Absrak : Pengangkuan sampah di Koa Bangli saa ini menggunakan pola individual langsung (door
20 Peneliian ini berujuan merumuskan sraegi pada model pengelolaan yang cocok unuk keberlanjuan perikanan angkap di daerah ersebu. Daa yang diambil be
19 3 METODOLOGI 3.1 Tempa dan Waku Peneliian Peneliian berjudul Model Pengelolaan Perikanan Pelagis secara Berkelanjuan di PPN Prigi, Trenggalek, Jawa Timur ini dilakukan di PPN Prigi, Kabupaen Trenggalek,
Analisis Finansial Usaha Penggemukan Sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) Jantan di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali
Tropical Animal Husbandry Vol. 1 (1), Okober 2012:43-51 ISSN 2301-9921 Analisis Finansial Usaha Penggemukan Sapi Peranakan Friesian Holsein (PFH) Janan di Kecamaan Selo Kabupaen Boyolali N. Diamojo, S.
BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu
BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II 3.1 Pendahuluan Daa dere waku adalah daa yang dikumpulkan dari waku ke waku unuk menggambarkan perkembangan suau kegiaan (perkembangan produksi, harga, hasil penjualan,
USULAN PENERAPAN METODE KOEFISIEN MANAJEMEN (BOWMAN S) SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PERENCANAAN PRODUKSI PRINTER TIPE LX400 PADA PT X
USULAN ENERAAN METODE KOEISIEN MANAJEMEN (BOMAN S) SEBAGAI ALTERNATI MODEL ERENCANAAN RODUKSI RINTER TIE LX400 ADA T X Hendi Dwi Hardiman Jurusan Teknik Manajemen Indusri - Sekolah Tinggi Manajemen Indusri
BAB 1 PENDAHULUAN. Kabupaten Labuhan Batu merupakan pusat perkebunan kelapa sawit di Sumatera
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Kabupaen Labuhan Bau merupakan pusa perkebunan kelapa sawi di Sumaera Uara, baik yang dikelola oleh perusahaan negara / swasa maupun perkebunan rakya. Kabupaen Labuhan
ASSESSMENT TECHNOLOGY DI DEPARTEMEN WORKSHOP PADA PT.TRIPANDU JAYA DENGAN METODE TEKNOMETRIK
ASSESSMENT TECHNOLOGY DI DEPARTEMEN WORKSHOP PADA PT.TRIPANDU JAYA DENGAN METODE TEKNOMETRIK Reno Indriariningias, Nachnul Anshori, dan R.Andi Surya Kusuma Teknik Indusri Universias Trunojoyo Madura Email:
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA
ISSN 5-73X PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR ISIKA SISWA Henok Siagian dan Iran Susano Jurusan isika, MIPA Universias Negeri Medan Jl. Willem Iskandar, Psr V -Medan
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Tahapan Pemecahan Masalah Tahapan pemecahan masalah berfungsi unuk memudahkan dalam mencari jawaban dalam proses peneliian yang dilakukan agar sesuai dengan arah
JIIA, VOLUME 2 No. 2, APRIL Yunica Safitri, Zainal Abidin, Novi Rosanti ABSTRACT
KINERJA DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI SABUT KELAPA PADA KAWASAN USAHA AGROINDUSTRI TERPADU (KUAT) DI KECAMATAN PESISIR SELATAN KABUPATEN PESISIR BARAT (Performance And Added Value of CocoFiber Agroindusry
BAB 2 LANDASAN TEORI
35 BAB LANDASAN TEORI Meode Dekomposisi biasanya mencoba memisahkan iga komponen erpisah dari pola dasar yang cenderung mencirikan dere daa ekonomi dan bisnis. Komponen ersebu adalah fakor rend (kecendrungan),
JIIA, VOLUME 5 No. 2, MEI 2017
KELAYAKAN USAHA DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI TEMPE (The Feasibiliy and Added Value of Tempe Agroindusry) Winani Puspa Arum, Sudarma Widjaya, Lina Marlina Jurusan Agribisnis, Fakulas Peranian, Universias
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL BUDIDAYA IKAN NILA WANAYASA PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA MEKARSARI
Analisis Jurnal Akuakulur Kelayakan Finansial Indonesia, Budidaya 6(1): 97 102 Ikan Nila (2007) Wanayasa Available : hp://journal.ipb.ac.id/index.php/jai 97 hp://jurnalakuakulurindonesia.ipb.ac.id Bulan
Peramalan Penjualan Sepeda Motor di Jawa Timur dengan Menggunakan Model Dinamis
JURNAL SAINS DAN NI POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Prin) D-224 Peramalan Penjualan Sepeda Moor di Jawa Timur dengan Menggunakan Model Dinamis Desy Musika dan Seiawan Jurusan Saisika,
x 4 x 3 x 2 x 5 O x 1 1 Posisi, perpindahan, jarak x 1 t 5 t 4 t 3 t 2 t 1 FI1101 Fisika Dasar IA Pekan #1: Kinematika Satu Dimensi Dr.
Pekan #1: Kinemaika Sau Dimensi 1 Posisi, perpindahan, jarak Tinjau suau benda yang bergerak lurus pada suau arah erenu. Misalnya, ada sebuah mobil yang dapa bergerak maju aau mundur pada suau jalan lurus.
KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL PENGEMBANGAN ANGKUTAN WISATA DI KOTA DENPASAR
Konferensi Nasional Teknik Sipil 10 Universias Ama Jaya Yogyakara, 26-27 Okober 2016 KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL PENGEMBANGAN ANGKUTAN WISATA DI KOTA DENPASAR Puu Ali Suhanaya 1, Dyah Ayu Lesari 1, 1 Jurusan
PEMBELAJARAN 5 STATISTIK NON PARAMETRIK
PEMBELAJARAN 5 STATISTIK NON PARAMETRIK Kompeensi Dasar paramerik. Mahasiswa memahami enang beberapa eknik analisis saisik non Indikaor Pencapaian Mahasiswa dapa: a. Menjelaskan, menghiung dan menerapkan
BAB I PENDAHULUAN. dibandingkan dengan perkotaan, baik secara ekonomi maupun dalam hal
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Laar Belakang Pedesaan di Indonesia biasanya memiliki ciri agak eringgal bila dibandingkan dengan perkoaan, baik secara ekonomi maupun dalam hal aspek lainnya, seperi: pembangunan,
BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian dunia telah menjadi semakin saling tergantung pada
BAB I PENDAHULUAN A. Laar Belakang Masalah Perekonomian dunia elah menjadi semakin saling erganung pada dua dasawarsa erakhir. Perdagangan inernasional merupakan bagian uama dari perekonomian dunia dewasa
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN TEMPAT KOST DENGAN METODE PEMBOBOTAN ( STUDI KASUS : SLEMAN YOGYAKARTA)
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN TEMPAT KOST DENGAN METODE PEMBOBOTAN ( STUDI KASUS : SLEMAN YOGYAKARTA) I Wayan Supriana Program Pascasarjana Ilmu Kompuer Fakulas MIPA Universias Gadjah Mada
PENGGUNAAN KONSEP FUNGSI CONVEX UNTUK MENENTUKAN SENSITIVITAS HARGA OBLIGASI
PENGGUNAAN ONSEP FUNGSI CONVEX UNU MENENUAN SENSIIVIAS HARGA OBLIGASI 1 Zelmi Widyanuara, 2 Ei urniai, Dra., M.Si., 3 Icih Sukarsih, S.Si., M.Si. Maemaika, Universias Islam Bandung, Jl. amansari No.1 Bandung
