III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Hartanti Tan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 III METODE PENELITIAN 3.1 Waku dan Tempa Peneliian Peneliian mengenai konribusi pengelolaan huan rakya erhadap pendapaan rumah angga dilaksanakan di Desa Babakanreuma, Kecamaan Sindangagung, Kabupaen Kuningan, Jawa Bara. Peneliian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli Baasan Masalah Pada analisis usaha pengelolaan huan rakya, analisis biaya operasional dibaasi erhadap semua pengeluaran dalam pengelolaan huan rakya. Penerimaan ahunan kegiaan huan rakya hasil ebangan akhir (kayu) dan hasil non-kayu. Sisem pengelolaan huan rakya dibaasi dari persiapan, penanaman hingga pemasaran. Pendapaan dan pengeluaran peani yang dijadikan acuan daa diambil dari seahun erakhir (2010). 3.3 Bahan dan Ala Bahan yang dibuuhkan dalam melakukan kegiaan peneliian ini adalah lahan huan rakya. Selain iu kegiaan peneliian ini menggunakan daa pendukung yang diperoleh dari berbagai sumber, baik dari pemerinah daerah seempa maupun dari lembaga-lembaga non pemerinah yang memiliki daa mengenai huan rakya di Desa Babakanreuma, Kecamaan Sindangagung, Kabupaen Kuningan, Jawa Bara. Ala yang digunakan dalam peneliian ini adalah kuesioner, ala hiung, ala ulis, kamera digial, dan kompuer. 3.4 Asumsi Dasar dari Peneliian Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam peneliian ini, sebagai beriku: a. Semua harga inpu dan oupu yang digunakan dalam analisis ini berdasarkan harga yang berlaku selama ahun peneliian, dengan asumsi harga konsan selama umur proyek. b. Sumber modal seluruhnya adalah modal sendiri.
2 15 c. Suku bunga aau diskono yang digunakan adalah suku bunga yang berlaku saa peneliian dilaksanakan yaiu 6,5% (ekonomi makro Bank Indonesia) yang berlaku ahun d. Perekonomian Negara dalam keadaan sabil selama jangka waku analisis. e. Analisis dilakukan sesuai dengan prakek dan kebiasaan yang dilakukan oleh masyaraka. f. Pendapaan mulai dihiung keika lahan yang dianami sudah menghasilkan. g. Pendapaan yang dierima dihiung dari nilai raaannya. h. Pengeluaran dan pendapaan peani diliha pada jangka waku seahun erakhir. i. Anggoa rumah angga yang bekerja dinilai sebagai enaga kerja yang mendapa upah j. Tanaman diasumsikan bebas dari resiko erkena hama dan bencana alam. 3.5 Meode Pengumpulan Daa Dalam peneliian ini dikumpulkan daa primer dan daa sekunder. Daa dan informasi yang diperlukan dalam peneliian melipui : 1. Luas dan saus kepemilikan lahan dan jenis komodias yang diusahakan. 2. Jumlah produksi seiap komodias per sauan uni di ingka peani. 3. Harga jual seiap komodias per sauan uni di ingka peani. 4. Biaya yang dibuuhkan unuk seiap komodias seiap ahun. 5. Upah enaga kerja per HOK dan jumlah enaga kerja yang ersedia. 6. Penggunaan sarana produksi berupa bibi dan peralaan peranian. 7. Tahapan kegiaan pembangunan huan rakya. 8. Jumlah pendapaan yang didapa dari hasil kegiaan penjualan seiap komodias. Daa primer dikumpulkan dengan eknik pengamaan (observasi) secara langsung di lapangan dan wawancara (ersrukur dan bebas) yang dilakukan dengan eknik sraified random sampling erhadap rumah angga yang memiliki usaha huan rakya berdasarkan luas penguasaan lahannya. Sraifikasi lahan dibua berdasarkan luas kepemilikan lahan masyaraka yang dikeahui dari buku penduduk desa.
3 16 Sraifikasi kepemilikan lahan masyaraka desa yang dijadikan sampel erbagi menjadi 3 (iga) sraa yaiu : Sraa 1 : kepemilikan lahan < μ 1 Ha Sraa 2 : kepemilikan lahan μ 1 μ 2 Ha Sraa 3 : kepemilikan lahan > μ 2 Ha Adapun cara unuk mengeahui nilai dari μ iu sendiri dengan: μ = X ± Ζα 2. σ n dimana: X = [( X 1 )/n] ; nilai engah σ = σ 2 ; simpangan baku σ 2 2 = [ X i ( X i ) 2 /N]/N ; ragam variasi Dalam menenukan nilai minimal sampel responden yang dibuuhkan jika ukuran populasi dikeahui, dapa menggunakan rumus Slovin (1994) dalam Umar (2002) seperi beriku: n = N / 1 + N e 2 di mana n = ukuran sampel N = ukuran populasi e = kelonggaran keidakeliian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapa diolerir, dalam peneliian ini 16% unuk Desa Babakanreuma. Berdasarkan daa profil desa ahun 2007 yang diperoleh dari kanor kepala Desa Babakanreuma, Kecamaan Sindangagung, Kabupaen Kuningan, Jawa Bara. Jumlah peani huan rakya sebanyak 411 jiwa dari oal penduduk jiwa. Dari jumlah peani inilah didapakan 36 responden yang dijadikan sampel unuk daa peneliian ini. Dasar yang digunakan dalam pengambilan responden adalah luasan huan rakya yang digarap. Jumlah responden yang didapa dibagi ke dalam iga sraa yaiu sraa I mempunyai luasan lahan <0,35 Ha dengan jumlah responden 12 orang (33,33%), sraa II mempunyai luasan 0,35-0,63 Ha dengan jumlah responden 12 orang (33,33%), dan sraa III mempunyai luasan >0,63 Ha dengan jumlah 12 orang (33,33%). Daa sekunder merupakan daa yang diperlukan unuk mendukung kegiaan peneliian. Pada umumnya daa pendukung ini berupa keadaan lokasi
4 17 peneliian. Daa ini dikumpulkan dengan eknik mencaa daa yang sudah ada di insansi erkai dan sudi pusaka. 3.6 Analisis Daa 1. Krieria Pembagian Huan Rakya berdasarkan luas lahan. Berdasarkan daa responden yang diperoleh dari Desa Babakanreuma nilai raa-raa (nilai engah) luas lahan huan rakya 0,49 Ha dari 36 responden dengan nilai selang 0,35 Ha µ 0,63 Ha. Maka dalam peneliian ini huan rakya di Desa Babakanreuma dibagi menjadi 3 sraa dengan baasan luasan sebagai beriku : i. Sraa I : Luas lahan kurang dari 0,35 Ha ii. Sraa II : Luas lahan anara 0,35-0,63 Ha iii. Sraa III : Luas lahan lebih besar dari 0,63 Ha Unuk lebih jelasnya penenuan selang sraa dapa diliha pada lampiran Penerimaan dan Pendapaan Peani Huan Rakya. Penerimaan merupakan perkalian jumlah hasil produk dengan harga sauannya. Selanjunya pendapaan merupakan selisih oal penerimaan (oal revenue) dengan oal biaya yang dikeluarkan dalam usaha pengelolaan huan (oal cos). Pendapaan dienukan dengan cara membagi jenis pendapaan berdasarkan perolehannya. Misalnya perolehan pendapaan dari padi, dari huan rakya, jasa, dagang, dan pengelolaan huan rakya. Seelah iu membagi jenis pendapaannya ke dalam beberapa sraa, sesuai dengan pembagian huan rakya berdasarkan luas lahan. Seelah iu jumlahkan raa-raa dari masing-masing sraa. Secara sisemais unuk menenukan pendapaan diuliskan sebagai beriku : Pendapaan = TR-TC Keerangan : TR = Toal Revenue TC = Toal Cos 3. Analisis Daa Analisis daa menyangku analisis ingka pendapaan dan sumbangan masing-masing sekor ekonomi sebagai sumber pendapaan rumah angga yaiu huan rakya dan non huan rakya erhadap pendapaan rumah angga buruh dan
5 18 pekerja jasa dengan ujuan unuk meliha pengaruh kedua jenis usaha peani huan rakya. Adapun analisis yang digunakan adalah : a. Raa-raa Pendapaan dan Pengeluaran peani. Diperoleh dengan cara membagi anara pendapaan dan pengeluaran rumah angga dari para peani per ahun dari jenis usaha ersebu dengan banyaknya rumah angga responden. b. Raa-raa Pendapaan dan Pengeluaran Toal Rumah Tangga Peani. Diperoleh dengan menjumlahkan semua pendapaan dan pengeluaran rumah angga para peani dari berbagai jenis usaha yang ada di lokasi peneliian dengan banyaknya rumah angga responden. c. Konribusi Kegiaan. Sumber pendapaan peani huan rakya anara lain melipui : usaha ani, huan rakya, dan jasa. Dalam hal ini hanya membandingkan dua saja yaiu mencari pendapaan masyaraka dari usaha huan rakya dan peranannya erhadap pendapaan oal masyaraka. Hasil huan rakya biasanya dijadikan sebagai sumber penghasilan. Naninya diharapkan dapa membandingkan konribusi dari masing-masing kegiaan seperi mencari konribusi pendapaan dan pengeluaran responden huan rakya erhadap pendapaan dan pengeluaran oal raa-raa selama ahun Unuk mencari pendapaan rumah angga dari usaha berani: dp %d = x100% dp dl Keerangan: d = Persenase pendapaan dari huan rakya dp = Pendapaan dari huan rakya dl = Pendapaan dari luar huan rakya 4. Analisis Finansial pengelolaan huan rakya. Analisis dilakukan unuk menenukan layak aau idaknya pengelolaan huan rakya dengan meode analisa arus unai yang didiskono aau discounedcrierion.
6 19 a. Nilai Sekarang (Presen Value). Konsep nilai sekarang aau Presen Value merupakan konsep unuk mengeahui nilai uang sekarang dan akan daang. Dalam perhiungan PV ersebu dienukan discoun facor unuk menilai uang erhadap waku. Rumus discoun facor adalah : df = 1 (1 r) keerangan : df = discoun facor r = suku bunga Sehingga rumus unuk PV adalah PV = n 1 (1 keerangan : V r) V = Value pada ahun ke- b. Ne Persen Value (NPV). = jangka waku (hn) PV = presen value Ne Persen Value merupakan nilai sekarang dari manfaa aau pendapaan dan biaya aau pengeluaran. Dengan demikian apabila NPV bernilai posiif dapa diarikan juga sebagai besarnya keunungan yang diperoleh dari usaha. Sebaliknya NPV yang bernilai negaif menunjukan kerugian. NPV = n B C i) 1 (1 Keerangan : B = penerimaan (benefi) pada ahun ke- i = discoun rae yang berlaku (%) C = biaya (cos) pada ahun ke- n = umur proyek (ahun) 1. NPV>0 ; maka proyek mengunungkan dan dapa aau layak dilaksanakan. 2. NPV=0 ; maka proyek idak unung dan idak juga rugi, jadi erganung pada penilaian subyekif pengambilan kepuusan.
7 20 3. NPV<0 ; maka proyek ini merugikan karena keunungan lebih kecil dari biaya, jadi lebih baik idak dilaksanakan. c. Inernal Rae of Reurn (IRR). Inernal Rae of Reurn yaiu ingka suku bunga yang membua proyek akan mengembalikan semua invesasi selama umur proyek. Jika dinilai Inernal Rae of Reurn lebih kecil dari discoun rae maka NPV<0, arinya sebaiknya proyek iu idak dilaksanakan. Ini analisis finansial adalah membandingkan anara pendapaan dengan pengeluaran, dimana suau kegiaan aau usaha adalah feasible apabila pendapaan lebih besar dari pengeluaran. NPV1 IRR = i1 x( i2 i1 ) NPV NPV 1 2 Keerangan : i1 = discoun rae yang menghasilkan NPV posiif i2 = discoun rae yang menghasilkan NPV negaive NPV1 = NPV yang bernilai posiif NPV2 = NPV yang bernilai negaive 1. IRR > discoun rae yang berlaku ; maka kegiaan invesasi layak dijalankan. 2. IRR < discoun rae yang berlaku ; maka kegiaan invesasi idak layak dijalankan. d. Benefi Cos Raio (BCR). Benefi Cos Raio merupakan suau cara evaluasi proyek dengan membandingkan nilai sekarang seluruh hasil dengan nilai sekarang seluruh biaya proyek. BCR diperoleh dengan membagi jumlah pendapaan erdiskono dengan jumlah hasil diskono biaya. Apakah usaha ersebu sudah layak dilaksanakan aau idak, maka kia perlu menghiung nilai BCR usaha ersebu. Krieria usaha ersebu haruslah lebih besar dari 1 (sau). BCR = n 1 n 1 B (1 i) C (1 i)
8 21 Keerangan : B = penerimaan (benefi) pada ahun ke- C = biaya (cos) pada ahun ke- = umur proyek (ahun) i = discoun rae yang berlaku (%) 1. BCR > 1 ; maka proyek layak aau mengunungkan. 2. BCR < 1 ; maka proyek idak layak aau idak mengunungkan.
III. METODE PENELITIAN. Usahatani belimbing karangsari adalah kegiatan menanam dan mengelola. utama penerimaan usaha yang dilakukan oleh petani.
III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Usahaani belimbing karangsari adalah kegiaan menanam dan mengelola anaman belimbing karangsari unuk menghasilkan produksi, sebagai sumber
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilaksanakan di PT Panafil Essenial Oil. Lokasi dipilih dengan perimbangan bahwa perusahaan ini berencana unuk melakukan usaha dibidang
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilaksanakan pada kasus pengolahan ikan asap IACHI Peikan Cia Halus (PCH) yang erleak di Desa Raga Jaya Kecamaan Ciayam, Kabupaen Bogor,
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilakukan di Dafarm, yaiu uni usaha peernakan Darul Fallah yang erleak di Kecamaan Ciampea, Kabupaen Bogor, Jawa Bara. Pemilihan lokasi
III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk yang
III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengerian dan peunjuk yang digunakan unuk menggambarkan kejadian, keadaan, kelompok, aau
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Poensi sumberdaya perikanan, salah saunya dapa dimanfaakan melalui usaha budidaya ikan mas. Budidaya ikan mas yang erus berkembang di masyaraka, kegiaan budidaya
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Peneliian Keinginan Kelompok Tani Duma Lori yang erdapa di Desa Konda Maloba dan masyaraka sekiar akan berdirinya penggilingan gabah di daerahnya, elah
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Teoriis 3.1.1 Daya Dukung Lingkungan Carrying capaciy aau daya dukung lingkungan mengandung pengerian kemampuan suau empa dalam menunjang kehidupan mahluk hidup secara
III. METODE PENELITIAN. Industri pengolahan adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan
40 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Baasan Operasional Konsep dasar dan baasan operasional pada peneliian ini adalah sebagai beriku: Indusri pengolahan adalah suau kegiaan ekonomi yang melakukan
Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi
Bab II Dasar Teori Kelayakan Invesasi 2.1 Prinsip Analisis Biaya dan Manfaa (os and Benefi Analysis) Invesasi adalah penanaman modal yang digunakan dalam proses produksi unuk keunungan suau perusahaan.
HUMAN CAPITAL. Minggu 16
HUMAN CAPITAL Minggu 16 Pendahuluan Invesasi berujuan unuk meningkakan pendapaan di masa yang akan daang. Keika sebuah perusahaan melakukan invesasi barang-barang modal, perusahaan ini akan mengeluarkan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Produksi Produksi padi merupakan suau hasil bercocok anam yang dilakukan dengan penanaman bibi padi dan perawaan sera pemupukan secara eraur sehingga menghasilkan suau produksi
III. METODE PENELITIAN
23 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waku dan Lokasi Peneliian dilaksanakan di iga empa berbeda. Unuk mengeahui ingka parisipasi masyaraka penelii mengambil sampel di RT 03/RW 04 Kelurahan Susukan dan RT 05/RW
BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Perumbuhan ekonomi merupakan salah sau ukuran dari hasil pembangunan yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Perumbuhan ersebu merupakan rangkuman laju perumbuhan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Pemikiran Teoriis Pengerian proyek menuru Arifin yang dikuip dari Mariyanne (2006) adalah suau akivias di mana dikeluarkannya uang dengan harapan unuk mendapakan hasil
ANALISI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA AGROINDUSTRI TAHU STUDI KASUS DI KELURAHAN LABUH BARU BARAT KECAMATAN PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU
ANALISI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA AGROINDUSTRI TAHU STUDI KASUS DI KELURAHAN LABUH BARU BARAT KECAMATAN PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU Muhammad Irfan Asrori, Yusmini, dan Shorea Khaswarina Fakulas Peranian
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah Dalam sisem perekonomian suau perusahaan, ingka perumbuhan ekonomi sanga mempengaruhi kemajuan perusahaan pada masa yang akan daang. Pendapaan dan invesasi merupakan
Analisis kelayakan finansial perluasan tambak budidaya udang vaname di Cantigi Indramayu
Jurnal Akuakulur Indonesia 9 (1), 77 83 (2010) Available : hp://journal.ipb.ac.id/index.php/jai hp://jurnalakuakulurindonesia.ipb.ac.id Analisis kelayakan finansial perluasan ambak budidaya udang vaname
Kelayakan Finansial Budidaya Jamur Tiram di Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang
Kelayakan Finansial Budidaya Jamur Tiram di Desa Sugihan, Kecamaan Tengaran, Kabupaen Semarang Nugraheni Renaningsih Fakulas Peranian Universias Veeran Bangun Nusanara Sukoharjo, Jl. Lejen S. Humardani
BAB I PENDAHULUAN. tepat rencana pembangunan itu dibuat. Untuk dapat memahami keadaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Dalam perencanaan pembangunan, daa kependudukan memegang peran yang pening. Makin lengkap dan akura daa kependudukan yang esedia makin mudah dan epa rencana pembangunan
BAB 1 PENDAHULUAN. tahun 1990-an, jumlah produksi pangan terutama beras, cenderung mengalami
11 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Laar Belakang Keahanan pangan (food securiy) di negara kia ampaknya cukup rapuh. Sejak awal ahun 1990-an, jumlah produksi pangan eruama beras, cenderung mengalami penurunan sehingga
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Perumbuhan ekonomi merupakan salah sau ukuran dari hasil pembangunan yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Perumbuhan ersebu merupakan rangkuman laju-laju
III. METODE PENELITIAN
26 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian perkembangan kinerja keuangan PT. Goodyear Indonesia Tbk dilakukan dengan maksud unuk mengeahui sejauh mana perkembangan usaha perusahan yang
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL BUDIDAYA IKAN NILA WANAYASA PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA MEKARSARI
Analisis Jurnal Akuakulur Kelayakan Finansial Indonesia, Budidaya 6(1): 97 102 Ikan Nila (2007) Wanayasa Available : hp://journal.ipb.ac.id/index.php/jai 97 hp://jurnalakuakulurindonesia.ipb.ac.id Bulan
III KERANGKA PEMIKIRAN
III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Teori Risiko Produksi Dalam eori risiko produksi erlebih dahulu dijelaskan mengenai dasar eori produksi. Menuru Lipsey e al. (1995) produksi adalah suau kegiaan yang mengubah
BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan
BAB 2 URAIAN EORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan aau memprediksi apa yang erjadi pada waku yang akan daang, sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah persediaan merupakan masalah yang sanga pening dalam perusahaan. Persediaan mempunyai pengaruh besar erhadap kegiaan produksi. Masalah persediaan dapa diaasi
BAB 2 DASAR TEORI. Studi mengenai aspek teknis dan produksi ini sifatnya sangat strategis, sebab
13 BAB 2 DASAR TEORI 2.1 Aspek Teknis Sudi mengenai aspek eknis dan produksi ini sifanya sanga sraegis, sebab berkaian dengan kapasias proyek, lokasi, aa leak ala produksi, kajian aas bahan dan sumbernya,
BAB 1 PENDAHULUAN. Kabupaten Labuhan Batu merupakan pusat perkebunan kelapa sawit di Sumatera
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Kabupaen Labuhan Bau merupakan pusa perkebunan kelapa sawi di Sumaera Uara, baik yang dikelola oleh perusahaan negara / swasa maupun perkebunan rakya. Kabupaen Labuhan
JIIA, VOLUME 2, No. 1, JANUARI 2014
ANALISIS KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI KOPI LUWAK DI KECAMATAN BALIK BUKIT KABUPATEN LAMPUNG BARAT (The Financial Feasibiliy Analysis of Luwak Coffee Agroindusry a Balik Buki Disric of Wes Lampung Regency)
KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL PENGEMBANGAN ANGKUTAN WISATA DI KOTA DENPASAR
Konferensi Nasional Teknik Sipil 10 Universias Ama Jaya Yogyakara, 26-27 Okober 2016 KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL PENGEMBANGAN ANGKUTAN WISATA DI KOTA DENPASAR Puu Ali Suhanaya 1, Dyah Ayu Lesari 1, 1 Jurusan
BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Sumber Daya Alam (SDA) yang ersedia merupakan salah sau pelengkap ala kebuuhan manusia, misalnya anah, air, energi lisrik, energi panas. Energi Lisrik merupakan Sumber
JIIA, VOLUME 2 No. 2, APRIL Yunica Safitri, Zainal Abidin, Novi Rosanti ABSTRACT
KINERJA DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI SABUT KELAPA PADA KAWASAN USAHA AGROINDUSTRI TERPADU (KUAT) DI KECAMATAN PESISIR SELATAN KABUPATEN PESISIR BARAT (Performance And Added Value of CocoFiber Agroindusry
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian dan Manfaa Peramalan Kegiaan unuk mempeirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang disebu peramalan (forecasing). Sedangkan ramalan adalah suau kondisi yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Pada dasarnya peramalan adalah merupakan suau dugaan aau perkiraan enang erjadinya suau keadaan di masa depan. Akan eapi dengan menggunakan meodemeode erenu peramalan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. Sedangkan ramalan adalah suau aau kondisi yang diperkirakan akan erjadi
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam pelaksanaan pembangunan saat ini, ilmu statistik memegang peranan penting
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Laar Belakang Dalam pelaksanaan pembangunan saa ini, ilmu saisik memegang peranan pening baik iu di dalam pekerjaan maupun pada kehidupan sehari-hari. Ilmu saisik sekarang elah melaju
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN EMBAHASAN 4.1 Karakerisik dan Obyek eneliian Secara garis besar profil daa merupakan daa sekunder di peroleh dari pusa daa saisik bursa efek Indonesia yang elah di publikasi, daa di
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa
BAB 2 TINJAUAN TEORITI 2.1. Pengerian-pengerian Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. edangkan ramalan adalah suau siuasi aau kondisi yang diperkirakan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Capial Expendiure (Belanja Modal) Capial Expendiure aau juga dikenal dengan nama belanja modal adalah pengeluaran yang dilakukan perusahaan unuk mendapakan aau memperbarui ase
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LADASA TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan (forecasing) adalah suau kegiaan yang memperkirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang. Meode peramalan merupakan cara unuk memperkirakan
IV METODE PENELITIAN
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian yang dilakukan mengenai analisis perencanaan pengadaan una berdasarkan ramalan ime series volume ekspor una loin beku di PT Tridaya Eramina
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. dari bahasa Yunani yang berarti Demos adalah rakyat atau penduduk,dan Grafein
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian Demografi Keadaan penduduk sanga era kaiannya dengan demografi. Kaa demografi berasal dari bahasa Yunani yang berari Demos adalah rakya aau penduduk,dan Grafein adalah
ANALISIS DIRECT SELLING COST DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN Studi kasus pada CV Cita Nasional.
JURNAL ILMIAH RANGGAGADING Volume 7 No. 1, April 7 : 3-9 ANALISIS DIRECT SELLING COST DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN Sudi kasus pada CV Cia Nasional. Oleh Emmy Supariyani* dan M. Adi Nugroho *Dosen
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. yang akan datang. Peramalan menjadi sangat penting karena penyusunan suatu
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan apa yang erjadi pada waku yang akan daang sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan pada waku yang
ANALISIS FINANSIAL PENGOLAHAN SURIMI DENGAN SKALA MODERN DAN SEMI MODERN. Financial Analysis of Surimi Processing by Modern and Semi-Modern Scale
ANALISIS FINANSIAL PENGOLAHAN SURIMI DENGAN SKALA MODERN DAN SEMI MODERN Financial Analysis of Surimi Processing by Modern and Semi-Modern Scale Nazori Djazuli 1*, Mia Wahyuni, Daniel Moninja, Ari Purbayano
Analisis Finansial Usaha Penggemukan Sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) Jantan di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali
Tropical Animal Husbandry Vol. 1 (1), Okober 2012:43-51 ISSN 2301-9921 Analisis Finansial Usaha Penggemukan Sapi Peranakan Friesian Holsein (PFH) Janan di Kecamaan Selo Kabupaen Boyolali N. Diamojo, S.
Economic Rent Analysis of Timber Estate Log Production in Indonesia
ANALISIS PUNGUTAN RENTE EKONOMI KAYU BULAT HUTAN TANAMAN INDUSTRI DI INDONESIA Economic Ren Analysis of Timber Esae Log Producion in Indonesia Oleh/By: Transoo Handadhari, Achmad Sumiro, Sofyan P. Warsio
BAB 2 KINEMATIKA. A. Posisi, Jarak, dan Perpindahan
BAB 2 KINEMATIKA Tujuan Pembelajaran 1. Menjelaskan perbedaan jarak dengan perpindahan, dan kelajuan dengan kecepaan 2. Menyelidiki hubungan posisi, kecepaan, dan percepaan erhadap waku pada gerak lurus
BAB III. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tahapan perhitungan untuk menilai
BAB III PENILAIAN HARGA WAJAR SAHAM PAA SEKTOR INUSTRI BATUBARA ENGAN MENGGUNAKAN TRINOMIAL IVIEN ISCOUNT MOEL 3.. Pendahuluan Pada bab ini akan dijelaskan mengenai ahapan perhiungan unuk menilai harga
KELAYAKAN INDUSTRI KERUPUK JAMUR TIRAM DI KABUPATEN BOGOR ABSTRACT
KELAYAKAN INDUSTRI KERUPUK JAMUR TIRAM DI KABUPATEN BOGOR Purwoko dan Yandra Arkeman Deparemen Teknologi Indusri Peranian, Fakulas Teknologi Peranian, IPB ABSTRACT Oyser mushroom can be processed ino various
BAB II MATERI PENUNJANG. 2.1 Keuangan Opsi
Bab II Maeri Penunjang BAB II MATERI PENUNJANG.1 Keuangan.1.1 Opsi Sebuah opsi keuangan memberikan hak (bukan kewajiban) unuk membeli aau menjual sebuah asse di waku yang akan daang dengan harga yang disepakai.
III. METODE PENELITIAN
39 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waku dan Meode Peneliian Pada bab sebelumnya elah dibahas bahwa cadangan adalah sejumlah uang yang harus disediakan oleh pihak perusahaan asuransi dalam waku peranggungan
BAB I PENDAHULUAN. dibandingkan dengan perkotaan, baik secara ekonomi maupun dalam hal
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Laar Belakang Pedesaan di Indonesia biasanya memiliki ciri agak eringgal bila dibandingkan dengan perkoaan, baik secara ekonomi maupun dalam hal aspek lainnya, seperi: pembangunan,
MODEL OPTIMASI PENGGANTIAN MESIN PEMECAH KULIT BERAS MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS (PABRIK BERAS DO A SEPUH)
Journal Indusrial Servicess Vol. No. Okober 0 MODEL OPTIMASI PENGGANTIAN MESIN PEMECAH KULIT BERAS MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS (PABRIK BERAS DO A SEPUH) Abdul Gopar ) Program Sudi Teknik Indusri Universias
BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian dunia telah menjadi semakin saling tergantung pada
BAB I PENDAHULUAN A. Laar Belakang Masalah Perekonomian dunia elah menjadi semakin saling erganung pada dua dasawarsa erakhir. Perdagangan inernasional merupakan bagian uama dari perekonomian dunia dewasa
BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Statistika. Salah satu metode
20 BAB 2 LADASA TEORI 2.1. Pengerian Peramalan Meode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Saisika. Salah sau meode peramalan adalah dere waku. Meode ini disebu sebagai meode peramalan dere waku karena
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. bahasa Yunani yang berarti Demos adalah rakyat atau penduduk, dan Grafein adalah
37 BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian-pengerian Kependudukan sanga era kaiannya dengan demgrafi. Kaa demgrafi berasal dari bahasa Yunani yang berari Dems adalah rakya aau penduduk, dan Grafein adalah
x 4 x 3 x 2 x 5 O x 1 1 Posisi, perpindahan, jarak x 1 t 5 t 4 t 3 t 2 t 1 FI1101 Fisika Dasar IA Pekan #1: Kinematika Satu Dimensi Dr.
Pekan #1: Kinemaika Sau Dimensi 1 Posisi, perpindahan, jarak Tinjau suau benda yang bergerak lurus pada suau arah erenu. Misalnya, ada sebuah mobil yang dapa bergerak maju aau mundur pada suau jalan lurus.
KAJIAN AGRIBISNIS TAHU (Studi Kasus di Kabupaten Biak Numfor)
57 Buana Sains Vol 8 No 1: 57-66, 2008 KAJIAN AGRIBISNIS TAHU (Sudi Kasus di Kabupaen Biak Numfor) I Made Suaryadana 1,2) dan Eri Yusnia Arviani 2) 1) Dinas Peranian Kabupaen Biak Numfor 2) Program Pascasarjana,
JIIA, VOLUME 5 No. 2, MEI 2017
KELAYAKAN USAHA DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI TEMPE (The Feasibiliy and Added Value of Tempe Agroindusry) Winani Puspa Arum, Sudarma Widjaya, Lina Marlina Jurusan Agribisnis, Fakulas Peranian, Universias
ANALISIS FINANSIAL PENGUSAHAAN MINYAK KAYU PUTIH TRADISIONAL DI TAMAN NASIONAL WASUR, PAPUA
ANALISIS FINANSIAL PENGUSAHAAN MINYAK KAYU PUTIH TRADISIONAL DI TAMAN NASIONAL WASUR, PAPUA (Financial Analysis of Tradiional Cajupu Oil Refinery in Wasur Naional Park, Papua ) Oleh/By: Yonky Indrajaya,
SUPLEMEN 3 Resume Hasil Penelitian: Analisis Respon Suku Bunga dan Kredit Bank di Sumatera Selatan terhadap Kebijakan Moneter Bank Indonesia
SUPLEMEN 3 Resume Hasil Peneliian: Analisis Respon Suku Bunga dan Kredi Bank di Sumaera Selaan erhadap Kebijakan Moneer Bank Indonesia Salah sau program kerja Bank Indonesia Palembang dalam ahun 2007 adalah
20 Peneliian ini berujuan merumuskan sraegi pada model pengelolaan yang cocok unuk keberlanjuan perikanan angkap di daerah ersebu. Daa yang diambil be
19 3 METODOLOGI 3.1 Tempa dan Waku Peneliian Peneliian berjudul Model Pengelolaan Perikanan Pelagis secara Berkelanjuan di PPN Prigi, Trenggalek, Jawa Timur ini dilakukan di PPN Prigi, Kabupaen Trenggalek,
BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun
43 BAB METODE PEMUUAN EKPONENA TRPE DAR WNTER Meode pemulusan eksponensial elah digunakan selama beberapa ahun sebagai suau meode yang sanga berguna pada begiu banyak siuasi peramalan Pada ahun 957 C C
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan program sraegis Kemenerian Peranian dalam rangka mengurangi ingka kemiskinan,
BAB II TINJAUAN TEORITIS
BAB II TIJAUA TEORITIS 2.1 Peramalan (Forecasing) 2.1.1 Pengerian Peramalan Peramalan dapa diarikan sebagai beriku: a. Perkiraan aau dugaan mengenai erjadinya suau kejadian aau perisiwa di waku yang akan
USULAN PENERAPAN METODE KOEFISIEN MANAJEMEN (BOWMAN S) SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PERENCANAAN PRODUKSI PRINTER TIPE LX400 PADA PT X
USULAN ENERAAN METODE KOEISIEN MANAJEMEN (BOMAN S) SEBAGAI ALTERNATI MODEL ERENCANAAN RODUKSI RINTER TIE LX400 ADA T X Hendi Dwi Hardiman Jurusan Teknik Manajemen Indusri - Sekolah Tinggi Manajemen Indusri
BAB 2 LANDASAN TEORI
35 BAB LANDASAN TEORI Meode Dekomposisi biasanya mencoba memisahkan iga komponen erpisah dari pola dasar yang cenderung mencirikan dere daa ekonomi dan bisnis. Komponen ersebu adalah fakor rend (kecendrungan),
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Peneliian Jenis peneliian kuaniaif ini dengan pendekaan eksperimen, yaiu peneliian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi erhadap objek peneliian sera adanya konrol.
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUSAHAAN MEBEL SINAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK.
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL MOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUAHAAN MEBEL INAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK. ii Rukayah*), Achmad yaichu**) ABTRAK Peneliian ini berujuan unuk
ANALISA SENSITIVITAS KELAYAKAN USAHA PT. JASA MARINA INDAH DENGAN BEROPERASINYA GRAVING DOCK DWT
ANALISA SENSITIVITAS KELAYAKAN USAHA PT. JASA MARINA INDAH DENGAN BEROPERASINYA GRAVING DOCK 18.000 DWT Sukano Jamiko, Imam Pujo M Program Sudi S1 Teknik Perkapalan Fakulas Teknik Universias Diponegoro
BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan
BAB II LADASA TEORI 2.1 Pengerian peramalan (Forecasing) Peramalan (Forecasing) adalah suau kegiaan yang mengesimasi apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang dengan waku yang relaif lama (Assauri,
ANALISIS ECONOMIC ENGINEERING PADA INVESTASI HOTEL GRAND CENTRAL KOTA PEKANBARU. Arifal Hidayat
ANALISIS ECONOMIC ENGINEERING PADA INVESTASI HOTEL GRAND CENTRAL KOTA PEKANBARU Arifal Hidaya Analisis Economic Engineering ABSTRAK Tujuan uama dari peneliian ini adalah unuk menganalisa invesasi pembangunan
PERHITUNGAN VALUE AT RISK (VaR) DENGAN SIMULASI MONTE CARLO (STUDI KASUS SAHAM PT. XL ACIATA.Tbk)
Jurnal UJMC, Volume 3, Nomor 1, Hal. 15-0 pissn : 460-3333 eissn : 579-907X ERHITUNGAN VAUE AT RISK (VaR) DENGAN SIMUASI MONTE CARO (STUDI KASUS SAHAM T. X ACIATA.Tbk) Sii Alfiaur Rohmaniah 1 1 Universias
BAB 2 DASAR TEORI. Dewasa ini dengan meningkatnya pertumbuhan industri industri baik
BAB 2 DASAR TEORI 2.1 Tujuan Perusahaan Dewasa ini dengan meningkanya perumbuhan indusri indusri baik manufakur aaupun non manufakur menunu banyak pihak eruama pihak pihak yang berhubungan langsung dengan
II. TINJAUAN PUSTAKA. maupun lahan yang dikuasai oleh negara. Hutan rakyat tersusun dari satuan
II. TINJAUAN PUSTAKA Huan rakya adalah huan yang pengelolaannya dilaksanakan oleh organisasi masyaraka baik pada lahan individu, komunal (bersama), lahan ada, maupun lahan yang dikuasai oleh negara. Huan
