Hendra Gunawan. 23 April 2014

dokumen-dokumen yang mirip
Hendra Gunawan. 25 April 2014

PD Orde 2 Lecture 3. Rudy Dikairono

Nurdinintya Athari PERSAMAAN DIFFERENSIAL ORDE 2

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

Hendra Gunawan. 26 Februari 2014

Persamaan Diferensial

Fungsi F disebut anti turunan (integral tak tentu) dari fungsi f pada himpunan D jika. F (x) = f(x) dx dan f (x) dinamakan integran.

MA2111 PENGANTAR MATEMATIKA Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

Pecahan Parsial (Partial Fractions)

MODUL MATEMATIKA II. Oleh: Dr. Eng. LILYA SUSANTI

Persamaan Di erensial Orde-2

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Persamaan Diferensial Orde II

Hendra Gunawan. 5 Februari 2014

Persamaan diferensial adalah suatu persamaan yang memuat satu atau lebih turunan fungsi yang tidak diketahui.

Hendra Gunawan. 16 Oktober 2013

BAB 2 LANDASAN TEORI

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika. Persamaan Diferensial Orde II

Persamaan Diferensial

Persamaan Diferensial

PERSAMAAN DIFERENSIAL LINIER NON HOMOGEN

BAB 2 PERSAMAAN DIFFERENSIAL BIASA

MATEMATIKA TEKNIK 1 3 SKS TEKNIK ELEKTRO UDINUS

PERSAMAAN DIFERENSIAL I PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA

PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFFERENSIAL ORDE 2 - II

Pertemuan 1 dan 2 KONSEP DASAR PERSAMAAN DIFERENSIAL

Ringkasan Kalkulus 2, Untuk dipakai di ITB 1. Integral Lipat Dua Atas Daerah Persegipanjang

PERSAMAAN DIFFERENSIAL ORDE I. Nurdinintya Athari

BAB III PERSAMAAN DIFERENSIAL LINIER

BAB VIII PERSAMAAN DIFERENSIAL (PD)

KONSEP DASAR PERSAMAAN DIFERENSIAL

PERSAMAAN DIFERENSIAL (PD)

Hendra Gunawan. 13 September 2013

Metode Koefisien Tak Tentu untuk Penyelesaian PD Linier Homogen Tak Homogen orde-2 Matematika Teknik I_SIGIT KUSMARYANTO

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR. Menggunakan aturan suku banyak dalam penyelesaian masalah

Matematika Teknik I. Prasyarat : Kalkulus I, Kalkulus II, Aljabar Vektor & Kompleks

Persamaan Diferensial

Catatan Kuliah KALKULUS II BAB V. INTEGRAL

TEOREMA SISA 1. Nilai Sukubanyak Tugas 1

Persamaan Differensial Biasa

MA3231 Analisis Real

MA1201 KALKULUS 2A (Kelas 10) Bab 7: Teknik Pengintegral

yang tak terdefinisikan dalam arti keberadaannya tidak perlu didefinisikan. yang sejajar dengan garis yang diberikan tersebut.

POLINOM (SUKU BANYAK) Menggunakan aturan suku banyak dalam penyelesaian masalah.

Tinjauan Tentang Fungsi Harmonik. Oleh : Atmini Dhoruri Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. Kompetensi

Hendra Gunawan. 13 November 2013

BAB 1 PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDER SATU

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

BAB 5 TEOREMA SISA. Menggunakan aturan sukubanyak dalam penyelesaian masalah. Kompetensi Dasar

SUKU BANYAK. Secara umum sukubanyak atau polinom dalam berderajat dapat ditulis dalam bentuk berikut:

BAB I DASAR-DASAR PEMODELAN MATEMATIKA DENGAN PERSAMAAN DIFERENSIAL

Hendra Gunawan. 4 September 2013

Teorema Faktor. Misalkan P (x) suatu polynomial, (x k) merupakan faktor dari P (x) jika dan hanya jika P (k) = 0

BAB I PENDAHULUAN. Kompetensi

PERSAMAAN DIFFERENSIAL LINIER

BAB I PENGERTIAN DASAR

Persamaan Diferensial Orde Satu

MA5031 Analisis Real Lanjut Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

Hendra Gunawan. 18 September 2013

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

Aljabar Linear dan Matriks. Semester Pendek TA 2010/2011 S1 Teknik Informatika. Dosen Pengampu: Heri Sismoro, M.Kom.

ANALISA VARIABEL KOMPLEKS

Adalah : hubungan antara variabel bebas x, variabel

BAB II KAJIAN TEORI. pada penulisan bab III. Materi yang diuraikan berisi tentang definisi, teorema, dan

PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFFERENSIAL ORDE 1 - I

Matematika I: APLIKASI TURUNAN. Dadang Amir Hamzah. Dadang Amir Hamzah Matematika I Semester I / 70

matematika PEMINATAN Kelas X PERSAMAAN KUADRAT K-13 A. BENTUK UMUM PERSAMAAN KUADRAT

BAB I PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA ORDE SATU

MA3231 Analisis Real

MA2111 PENGANTAR MATEMATIKA Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

Sudaryatno Sudirham. Integral dan Persamaan Diferensial

BAB I PENDAHULUAN. Tahap-tahap memecahkan masalah dengan metode numeric : 1. Pemodelan 2. Penyederhanaan model 3.

Mata Kuliah :: Matematika Rekayasa Lanjut Kode MK : TKS 8105 Pengampu : Achfas Zacoeb

TEOREMA VIETA DAN JUMLAH NEWTON. 1. Pengenalan

Persamaan Diferensial

MA5031 Analisis Real Lanjut Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

BAB III PD LINIER HOMOGEN

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

Hendra Gunawan. 21 Maret 2014

MA1201 KALKULUS 2A Do maths and you see the world

BAB II PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA

Fungsi F disebut anti turunan (integral tak tentu) dari fungsi f pada himpunan D jika. F (x) = f(x) dx dan f (x) dinamakan integran.

Catatan Kuliah MA1123 Kalkulus Elementer I

AB = c, AC = b dan BC = a, maka PQ =. 1

BAB II AKAR-AKAR PERSAMAAN

PEMBINAAN TAHAP I CALON SISWA INVITATIONAL WORLD YOUTH MATHEMATICS INTERCITY COMPETITION (IWYMIC) 2010 MODUL ALJABAR

UJI KONVERGENSI. Januari Tim Dosen Kalkulus 2 TPB ITK

: 6. Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah.

LIMIT FUNGSI. A. Menentukan Limit Fungsi Aljabar A.1. Limit x a Contoh A.1: Contoh A.2 : 2 4)

3.2 Teorema-Teorema Limit Fungsi

MA1201 KALKULUS 2A (Kelas 10) Bab 7: Teknik Pengintegral

Pengintegralan Fungsi Rasional

Fungsi Peubah Banyak. Modul 1 PENDAHULUAN

Pembahasan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

SOLUSI PERSAMAAN DIFFERENSIAL

MA2111 PENGANTAR MATEMATIKA Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

MATEMATIKA SMK TEKNIK LIMIT FUNGSI : Limit Fungsi Limit Fungsi Aljabar Limit Fungsi Trigonometri

Ruang Vektor Real. Modul 1 PENDAHULUAN

BAB VI PENYELESAIAN DERET UNTUK PERSAMAAN DIFERENSIAL

JENIS JENIS FUNGSI 2. Gambar. Jenis Fungsi. mengandung banyak suku (polinom) dalam variabel bebas y = a 0 + a 1 x + a 2 x a n x n

Transkripsi:

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan Semester II, 2013/2014 23 April 2014

Kuliah ang Lalu 13.11 Integral Lipat Dua atas Persegi Panjang 13.2 Integral Berulang 13.3 33Integral Lipat Dua atas Daerah Bukan Persegi Panjang 13.4 Integral Lipat Dua dalam Koordinat Polar 13.5 Penggunaan Integral Lipat Dua 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 2

Kuliah Hari Ini 15.11 Persamaan Diferensial Linear Orde 2, Homogen 15.2 Persamaan Diferensial Linear Orde 2, Tak Homogen 15.3 Penggunaan Persamaan Diferensiali Orde 2 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 3

MA1201 MATEMATIKA 2A 15.1 PERSAMAAN DIFERENSIAL LINEAR ORDE 2, HOMOGEN Menentukan solusi umum dan solusi ikhusus persamaan diferensial linear orde 2 homogen 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 4

Persamaan Diferensial Orde 2 Banak masalah dalam fisika ang dapat dirumuskan sebagai persamaan diferensial orde 2, misalna gerak harmonik sederhana ang terjadi pada pegas bergetar/berosilasi. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 5

Bentuk Umum Persamaan Diferensial Biasa Orde n Misal = (x) () adalah dlhsuatu fungsi ang tidak diketahui rumusna, namun memenuhi suatu persamaan F( x,, (1),..., ( n) dengan (k) menatakan turunan ke k dari, dengan k = 1,, n. Persamaan ini disebut persamaan diferensial biasa (PDB) orde n. ) 0, 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 6

Contoh & Solusi (Umum) PDB 1. 2 cos x = 0 merupakan PDB orde 1. 2. + 3x 2 = 0 merupakan PDB orde 2. 3. + ( ) 2 + e x = 0 merupakan PDB orde 3. Fungsi = f(x) disebut solusi suatu PDB apabila PDB tsb menjadi kesamaan ketika dan turunanturunanna disubstitusikan ke dalam PDB tsb. Sebagai contoh, = 2 sin x + 5 merupakan suatu solusi (khusus) PDB orde 1 di atas. Solusi umum PDB orde 1 di atas adlh = 2 sin x + C, dengan C konstanta sembarang. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 7

PDB Linear Orde n PDB ang berbentuk ( n) a 1 ( x) ( n1)... a n1 ( x) (1) a n ( x) k( x) disebut PDB linear orde n. Perhatikan bahwa dan turunan turunannaturunanna memiliki pangkat 1 semuana. Karena itu, PDB orde 3 pada slide sebelumna bl bukan PDB linear, karena mengandung ( ) 2. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 8

PDB Linear Orde 2, dengan Koefisien Konstanta PDB linear orde2 berbentuk ' ' a ( x) ' a ( x) k( x). 1 2 Pada kesempatan ini, kita hana akan membahas PDB linear orde 2 dengan koefisien konstanta, ang berbentuk: ' ' a ' a k ( x ). 1 2 Jika k(x) = 0, maka PDB tsb disebut PDB homogen. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 9

Solusi Umum PDB Linear Orde 2, dengan Koefisien Konstanta Jika u 1 (x) dan u 2 (x) merupakan dua solusi PDB linear orde 2 homogen ' ' a ' a 1 2 ang saling bebas, maka solusi umum PDB tsb adalah 0 C u ( x) C u ( x), 1 1 2 2 dgn C 1 dan C 2 menatakan konstanta sembarang. [Verifikasinadipapan pp tulis!] 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 10

Persamaan Karakteristik Untuk mencari solusi PDB linear orde 2 homogen ' ' a ' a 1 2 [*] kita misalkan = e rx (mengapa?). Mk Maka, kita peroleh rx e 0, ( r 2 a r a2) e 1 Karena e rx 0, maka mestilah r 2 a r 1 a Persamaaninidisebut esa aa dsebutpersamaankarakteristik aa aa st untuk PDB di atas. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 11 2 0. 0.

Teorema A (Akar Real Berbeda) Jika persamaan karakteristik mempunai dua akar real berbeda, r 1 dan r 2, maka solusi umum PDB [*] ]adalah C e 1 C e 2, 1 2 dengan C 1 dan C 2 konstanta sembarang. r x r x 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 12

Contoh 1 Tentukan solusi umum PDB orde 2 ' ' 5' 6 Jawab: Persamaan karakteristik PDB ini adalah r 2 5 r 6 Persamaan ini mempunai akar r 1 = 2 dan r 2 = 3. Jadi solusi umum PDB di atas adalah C e 1 2x C e 2 0. 0. 3x. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 13

Contoh 1 (lanjutan) Jika diketahui informasi tambahan, misal sarat awal (0) = 0 dan (0) = 1, maka kita peroleh C 1 + C 2 = 0 2C 1 + 3C 2 = 1. (Persamaan kedua diperoleh dari = 2C 1 e 2x + 3C 2 e 3x.) Dari kedua persamaan tsb, kita dapatkan C 1 = 1 dan C 2 = 1. Jadi kita peroleh solusi khusus ang memenuhi sarat awal di atas, aitu = e 2x + e 3x. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 14

Teorema B (Akar Real Kembar) Jika persamaan karakteristik mempunai dua akar real kembar, r 1 = r 2, maka solusi umum PDB [*] []adalah C e 1 dengan C 1 dan C 2 konstanta sembarang. r 1 x C 2 xe r 1 x, 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 15

Contoh 2 Tentukan solusi khusus PDB orde 2 ' ' 4' 4 g memenuhi sarat batas (0) = 0 dan (1) = e 2. Jawab: Persamaan karakteristik PDB ini adalah r 2 4r Persamaan ini mempunai akar kembar r 1,2 = 2. Jadi solusi umum PDB di atas adalah C e 1 2x 4 C 2 0, 0. xe 2x. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 16

Contoh 2 (lanjutan) Substitusikan kedua sarat batas, kita peroleh C 1 = 0 C 1 e 2 + C 2 e 2 = e 2. Jadi C 1 = 0 dan C 2 = 1, sehingga solusi khusus ang kita cari adalah = xe 2x. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 17

Teorema C (Akar Kompleks) Jika persamaan karakteristik mempunai dua akar kompleks sekawan, r 1,2 = a ± bi, maka solusi umum PDB [*] ]adalah e ax ( 2 C1 cosbx C sin bx), dengan C 1 dan C 2 konstanta sembarang. Catatan: Di sini i = 1 menatakan bilangan imajiner ang memenuhi i 2 = 1. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 18

Contoh 3 Tentukan solusi umum PDB orde 2 ' ' 4' 5 Jawab: Persamaan karakteristik PDB ini adalah r 2 4 r 5 0. 0. Persamaan ini mempunai akar kompleks r 1,2 = 2 ± i. Jadi solusi umum PDB di atas adalah e 2x ( C cosx C 1 2 sinx). 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 19

Soal Dengan cara serupa, kita dapat menelesaikan PDB linear orde n ang homogen. 1. Tentukan solusi umum PDB orde 3 ' '' '' 20 ' 0. 2. Tentukan solusi umum PDB orde 4 (4) 0. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 20

MA1201 MATEMATIKA 2A 15.2 PERSAMAAN DIFERENSIAL LINEAR ORDE 2, TAK HOMOGEN Menentukansolusi khusus dan solusi umum persamaan diferensial linear orde 2 tak homogen 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 21

PDB Linear Orde 2, Tak Homogen PDB linear orde 2 tak homogen, dengan koefisien konstanta, secaraumum berbentuk ' ' a ' a 2 a a k x 1 k ( x ), dengan k(x) 0. Jika p adalah solusi khusus persamaan tak homogen di atas dan h adalah dlh solusi umum pers. homogen ' a ' a 0, ' 1 2 maka solusi umum persamaan tak homogen di atas adalah: = h + p. p Bagaimana mendapatkan p? 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 22

Metode Koefisien Tak Tentu Kita dapat memperoleh solusi khusus p dengan cara coba coba, dengan prinsip: 1. Jika k(x) polinom, maka p juga polinom. 2. Jika k(x) = a.e cx, maka p = Ae cx. 3. Jika k(x) = a.cos acosrx + b.sin bsinrx, maka p = A.cos rx + B.sin rx. Catatan. Bilangan A dan B merupakan koefisien ang harus dicari. Karena itu metode ini dikenal sebagai Metode Koefisien Tak Tentu. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 23

Contoh/Latihan 1 Tentukan solusi umum dari ' ' 5 ' 6 x. Jawab: Solusi persamaan homogenna adalah h = C 1 e 2x + C 2 e 3x. Untuk mencari solusi khusus, misalkan p = Ax + B (mengapa?). Maka p = A dan p = 0. Substitusikan ke PDB di atas: 5A + 6(Ax + B) = x. Jadi 6A = 1 dan 5A + 6B = 0, sehingga A = 1/6 dan B = 5/36. Jadi solusi umum PDB di atas adl = C 1 e 2x + C 2 e 3x + x/6 + 5/36. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 24

Contoh/Latihan 2 Tentukan solusi umum dari '' 4 ' 4 4 e Jawab: Solusi persamaan homogenna adalah h = C 1 e 2x + C 2 xe 2x. Untuk mencari solusi khusus, misalkan p = x. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 25

Contoh/Latihan 3 Tentukan solusi umum dari '' 5 ' 6 5 e Jawab: Solusi persamaan homogenna adalah h = C 1 e 2x + C 2 e 3x. Untuk mencari solusi khusus, misalkan p = 2x. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 26

Soal Tentukan solusi umum/khusus dari 1. 2. 3. ' ' 4' x; ( 0) 0, '(0) 1. ' ' 4 ' 5 sin x. 2x '' 4' 4 e. 2x '' 4' 4 e 1 4.. 4/23/2014 (c) Hendra Gunawan 27