DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Transkripsi

1 Salinan P U T U S A N Nomor: 459/Pdt.G/2010/PAME BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada tingkat pertama dalam persidangan Majelis telah menjatuhkan putusan dalam perkara Cerai Talak antara: Pemohon, umur 45 tahun, agama Islam, pendidikan SMP, pekerjaan Buruh, tempat kediaman di Kabupaten Muara Enim, yang dalam hal ini diwakili oleh kakak kandung yang beralamat di Kabupaten Muara Enim, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 11 Oktober 2010; Selanjutnya disebut: Pemohon; M E L A W A N Termohon, umur 29 tahun, agama Islam, pendidikan SMP, pekerjaan Ibu rumah tangga, tempat kediaman di Kabupaten Muara Enim; Selanjutnya disebut: Termohon; Pengadilan Agama tersebut; Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Agama Muara Enim Nomor: 459/Pdt.G/2010/PAME tanggal 23 Agustus 2010 tentang Penunjukan Majelis Hakim untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut; Telah membaca dan mempelajari surat-surat dalam berkas perkara; Telah mendengar keterangan para pihak berperkara dan telah memeriksa alat-alat bukti di persidangan; TENTANG DUDUK PERKARANYA Menimbang, bahwa Pemohon telah mengajukan surat permohonannya tertanggal 1 Juli 2010 yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Muara Enim dengan Nomor: 459/Pdt.G/2010/PAME. tertanggal 2 Juli 2010, dengan alasan-alasan sebagai berikut:

2 1. Bahwa Pemohon dan Termohon adalah suami isteri sah, akad nikah dilaksanakan di Talang Ubi, pada tanggal 7 Desember 2003, berwalikan Ayah kandung Termohon, dengan maskawin berupa emas ½ (setengah) suku tunai, disaksikan oleh dua orang saksi khusus dan setelah akad nikah Pemohon ada mengucapkan sighat taklik talak, status perkawinan Jejaka dan Perawan, perkawinan tersebut tercatat pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Talang Ubi, dengan Kutipan Akta Nikah Nomor: 374/32/IX/2003, tanggal 15 September 2003, Seri PH; 2. Bahwa setelah akad nikah Pemohon dan Termohon berumah tangga di Talang Ubi, Termohon ikut Pemohon tinggal di rumah Pemohon, tidak berpindahpindah, telah bergaul sebagai suami isteri dan telah mendapatkan keturunan 1 (satu) orang anak laki-laki nama:anak, umur 6 tahun; 3. Bahwa rumah tangga Pemohon dan Termohon selama dalam perkawinan cukup rukun dan damai meskipun ada perselisihan pendapat namun tidak menjadi pertengkaran dalam rumah tangga, akan tetapi akhir-akhir dari pernikahan tepatnya pada tanggal 13 Agustus 2010 rumah tangga tidak ada kerukunan dan tidak ada kedamaian lagi yang disebabkan diketahui Termohon pacaran lagi dengan laki-laki lain yang sudah punya isteri, hal ini Pemohon ketahui dikarenakan isteri laki-laki tersebut datang menemui Pemohon dan Termohon yang menceritakan hal-hal yang telah Termohon lakukan dengan suaminya, bahkan orang tua Termohon sendiri sudah mengetahui terhadap perbuatan Termohon, lalu Pemohon menanyakan kebenaran berita tersebut dan ingin tahu apa yang diinginkan oleh Termohon, atas pertanyaan Pemohon tersebut, Termohon tidak terima dan marah-marah dan sampai terjadinya perselisihan dan pertengkaran yang memuncak, setelah pertengkaran itu Termohon langsung pergi meninggalkan Pemohon pulang ke rumah orang tuanya, dan sejak saat itu juga antara Pemohon dan Termohon telah terjadi pisah rumah, yang hingga sekarang ini sudah kurang lebih 5 hari lamanya; 4. Bahwa selama pisah rumah antara Pemohon dan Termohon tidak pernah bertemu satu sama lain untuk mengajak rukun kembali, pihak keluarga Pemohon pernah mengadakan pertemuan dengan keluarga Termohon, namun bukan untuk merukunkan, melainkan untuk menyerahkan Termohon kepada orang tuanya, dengan demikian menurut Pemohon tujuan perkawinan untuk membina rumah 2

3 tangga bahagia, sejahtera dan kekal tidak mungkin akan dapat terwujud, ikatan perkawinan sudah pecah, oleh sebab itu Pemohon ajukan Cerai Talak ini; 5. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Pemohon mohon kiranya Majelis Hakim Pengadilan Agama Muara Enim dapat segera memanggil dan memeriksa kedua belah pihak di muka persidangan dalam waktu secepatnya dan dapat memberikan putusan hukum sebagai berikut: 1. Menerima dan mengabulkan Permohonan Pemohon; 2. Memberi izin kepada Pemohon untuk mengikrarkan talak terhadap Termohon; 3. Membebankan semua biaya perkara ini kepada Pemohon sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditetapkan Pemohon dan Termohon telah hadir di persidangan; Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah berupaya dengan sungguhsungguh mendamaikan Pemohon dan Termohon agar rukun kembali dalam sebuah rumah tangga akan tetapi upaya tersebut tidak berhasil; Menimbang, bahwa sebelum pemeriksaan perkara dilanjutkan baik Pemohon maupun Termohon telah melaksanakan Mediasi pada tanggal 18 Oktober yang dipandu oleh Hakim Mediator Drs. M. LEKAT namun tidak berhasil; Menimbang, bahwa selanjutnya dibacakan permohonan Pemohon yang isinya tetap dipertahankan oleh Pemohon; Menimbang, bahwa atas permohonan Pemohon, Termohon telah mengajukan jawaban secara lisan pada tanggal 1 Nopember 2010 yang pada pokoknya sebagai berikut: - Bahwa benar Termohon isteri sah dari Pemohon, akad nikah dilaksanakan di Talang Ubi pada tanggal 30 Desember 2003 dengan status Termohon janda sedangkan Pemohon duda dan pernikahan tersebut merupakan pernikahan kedua antara pemohon dan Termohon; - Bahwa benar Termohon dan Pemohon telah dikaruniai 1 (satu) orang anak yang, namun pada pernikahan pertama antara Termohon dan Pemohon, keduanya juga dikaruniai 1 (satu) orang anak sehingga anak-anak Termohon dan Pemohon berjumlah 2 (dua) orang dan anak-anak tersebut ada pada Termohon; 3

4 - Bahwa tidak benar Termohon berselingkuh, yang benar adalah Termohon ditugaskan oleh Lurah setempat bersama 2 (dua) orang warga lain yang salah satunya bernama Syamsudin untuk mengurusi makan tukang-tukang yang sedang mengerjakan proyek daerah; - Bahwa benar pada tanggal 13 Agustus 2010 isteri Syamsudin menemui Termohon di rumah dan ketika itu ada ayah Termohon, isteri Syamsudin tersebut menuduh Termohon telah berselingkuh dengan suaminya padahal antara Termohon dengan Syamsudin hanya rekan kerja, setelah Termohon memberi penjelasan, isteri Syamsudin masih tidak percaya dan menantang Termohon untuk menemuinya di rumahnya dan tantangan tersebut Termohon penuhi karena memang antara Termohon dengan Syamsudin tidak ada hubungan apa-apa; - Bahwa benar penyebab tidak rukun adalah masalah tempat tinggal dan setiap terjadi perselisihan dan pertengkaran Termohon pulang ke rumah orang tua Termohon namun hal itu dilakukan Termohon untuk menenangkan diri; - Bahwa Pemohon juga menuduh Termohon berduaan dengan laki-laki lain di Gedung Gelora dan hal tersebut sudah Termohon bantah namun antara Termohon dengan Pemohon malah terjadi pertengkaran dan berakhir dengan Pemohon mengusir Termohon sambil berkata ingin menceraikan Termohon namun Termohon tidak mau pergi; - Bahwa kemudian Termohon dan Pemohon bersama-sama menemui Lurah, namun di depan Lurah Pemohon menghina Termohon dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar dan karenanya akhirnya Termohon pergi meninggalkan kediaman bersama dan pulang ke rumah orang tua Termohon sehingga sejak itu antara Termohon dengan Pemohon telah pisah rumah yang hingga sekarang sudah berjalan 2 bulan; - Bahwa selama pisah rumah tersebut antara Termohon dan Pemohon tidak pernah bertemu dan juga tidak ada musyawarah keluarga untuk merukunkan Termohon dan Pemohon; - Bahwa Termohon tidak keberatan diceraikan oleh Pemohon, asalkan Pemohon membayar nafkah kedua orang anak Termohon dan Pemohon yang belum dibayar sejak September 2010 sebesar Rp ,- (lima ratus ribu rupiah) dan selanjutnya Pemohon memberikan nafkah untuk kedua orang anak tersebut setiap bulan sebesar Rp ,- (lima ratus ribu rupiah); 4

5 Menimbang, bahwa terhadap jawaban Termohon tersebut maka Pemohon telah mengajukan Replik secara lisan yang intinya sebagai berikut: - Bahwa Pemohon tidak akan menanggapi jawaban Termohon tersebut, hanya pemohon ingin menambahkan bahwa selama membina rumah tangga, setiap kali pulang kerja, Termohon tidak pernah ada di rumah sehingga jika Pemohon mau minum kopi maka Pemohon pergi ke tempat kakak Pemohon, selain itu Pemohon dan Termohon tidur saling membelakangi yang hal tersebut sudah berlangsung selama ½ bulan; - Bahwa benar anak Pemohon dan Termohon ada 2 orang, satu orang anak adalah anak hasil perkawinan Pemohon dan Termohon ketika menikah dengan status jejaka dan perawan, sedangkan anak adalah anak dari perkawinan kedua Pemohon dan Termohon dengan status duda dan janda; - Bahwa terhadap tuntutan Termohon, Pemohon tidak mengajukan keberatan; Menimbang, bahwa atas Replik Pemohon tersebut maka Termohon tidak mengajukan Duplik dan tetap bertahan dengan jawabannya semula; Menimbang, bahwa untuk memperkuat dalil-dalil permohonannya, Pemohon telah menyampaikan bukti-bukti tertulis berupa: 1. Foto copy Kutipan Akta Nikah Nomor: 374/32/IX/2003, tanggal 15 September 2003 yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Talang Ubi, telah dicocokkan dengan aslinya ternyata cocok dan telah dilegalisir serta telah diberi meterai cukup, diberi kode (P.1); Menimbang, bahwa terhadap bukti tertulis yang diajukan oleh Pemohon tersebut Termohon tidak mengajukan keberatan; Menimbang, bahwa di samping itu Pemohon telah menghadirkan saksi-saksi ke persidangan masing-masing bernama: 1. Saksi 1, umur 45 tahun, agama Islam, pekerjaan Buruh, tempat tinggal di Kabupaten Muara Enim, telah memberikan keterangan di bawah sumpah yang pada pokoknya sebagai berikut: Bahwa hubungan saksi dengan Pemohon adalah sebagai keponakan Pemohon dan kenal dengan Termohon; Bahwa benar Pemohon dan Termohon adalah suami isteri yang menikah secara baik-baik serta direstui keluarga kedua belah pihak dan pada waktu mereka menikah saksi hadir; 5

6 Bahwa setelah menikah Pemohon ikut Termohon tinggal dengan orang tua Termohon dan terakhir Termohon ikut Pemohon tinggal di rumah milik Pemohon, tidak pernah pindah-pindah; Bahwa Pemohon dan Termohon telah dikaruniai 2 (dua) orang anak yang sekarang ikut dengan Termohon; Bahwa setahu saksi rumah tangga Pemohon dan Termohon rukun-rukun saja tetapi pada tanggal 13 Agustus 2010 Termohon didatangi seorang perempuan yang mengatakan dirinya sebagai isteri laki-laki bernama Syamsudin, ketika itu terjadi ribut-ribut dan saling jambak karena perempuan tersebut telah menuduh Termohon berselingkuh dengan suaminya. Setelah kejadian tersebut antara Pemohon dan Termohon bertengkar yang menyebabkan Termohon pulang ke rumah orang tuanya dengan membawa seluruh barang-barang miliknya; Bahwa saksi melihat dan mendengar sendiri kejadian tersebut karena kebetulan saat itu saksi berada di rumah sebelah tempat kejadian; Bahwa setahu saksi tidak ada penyebab lain Pemohon dan Termohon tidak rukun lagi; Bahwa Pemohon bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan antara Rp ,- sampai Rp ,- perhari; Bahwa setelah Termohon pergi, selama pisah rumah Pemohon pernah dipanggil keluarga Termohon untuk dirukunkan kembali dengan Termohon akan tetapi tidak berhasil karena Pemohon bersikeras tidak mau lagi dengan Termohon; Bahwa saksi sudah tidak sanggup lagi untuk merukunkan Pemohon dan Termohon, dan menurut saksi Pemohon dan Termohon sudah sulit untuk dirukunkan kembali; Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut Pemohon telah membenarkan dan tidak mengajukan keberatan sedangkan Termohon menyatakan keberatan terhadap keterangan saksi mengenai saksi yang mengatakan bahwa pada waktu isteri Syamsudin datang, saksi berada di rumah sebelah tempat kejadian; 2. Saksi 2, umur 49 tahun, agama Islam, pekerjaan Tukang jahit, tempat tinggal di Kabupaten Muara Enim, telah memberikan keterangan di bawah sumpah yang pada pokoknya sebagai berikut: 6

7 Bahwa hubungan saksi dengan Termohon sebagai paman Termohon dan saksi kenal dengan Pemohon; Bahwa benar Termohon dan Pemohon adalah suami isteri yang menikah dengan status janda duda dan pada waktu mereka menikah saksi hadir; Bahwa Pemohon dan Termohon telah dikaruniai anak 1 orang ketika menikah yang pertama lalu Pemohon dan Termohon bercerai, setahun kemudian Pemohon dan Termohon menikah lagi dan dikaruniai 1 orang anak sehingga semuanya berjumlah 2 orang dan semuanya ikut Termohon; Bahwa setelah menikah Pemohon dan Termohon membina rumah tangga di Talang Ubi di rumah milik Pemohon; Bahwa setahu saksi rumah tangga Pemohon dan Termohon rukun-rukun saja tetapi pada tanggal 13 Agustus 2010 Termohon telah dituduh oleh Pemohon berselingkuh dengan laki-laki yang bernama Syamsudin; Bahwa Pemohon dan Termohon tidak serumah lagi sejak tanggal 17 Agustus 2010, Termohon telah diusir oleh Pemohon dari tempat kediaman bersama; Bahwa setahu saksi pernah ada musyawarah keluarga satu kali dan yang mewakili dari pihak Pemohon adalah Satiman akan tetapi tidak berhasil karena Pemohon bersikeras ingin menceraikan Termohon; Bahwa saksi sudah tidak sanggup untuk merukunkan Pemohon dan Termohon; Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut Pemohon dan Termohon telah membenarkan dan tidak mengajukan keberatan; Menimbang, bahwa Pemohon menyampaikan kesimpulan lisan yang menyatakan tetap dengan permohonannya dan tetap ingin menceraikan Termohon serta tidak ada bukti lain yang akan disampaikan dan mohon kepada Majelis agar perkaranya diputus sedangkan Termohon menyampaikan kesimpulan lisan yang pada pokoknya tetap sebagaimana jawabannya; Menimbang, bahwa untuk mempersingkat uraian dalam putusan, ditunjuk segala sesuatu yang tercantum dalam Berita Acara Persidangan sebagai bagian tidak terpisahkan dari putusan ini; TENTANG HUKUMNYA DALAM KONPENSI; 7

8 Menimbang, bahwa maksud dan tujuan permohonan Pemohon adalah sebagaimana dimaksud di atas; Menimbang, bahwa Pemohon telah hadir di persidangan dan Pemohon telah meneguhkan dalil-dalil permohonannya; Menimbang, bahwa Termohon telah hadir dalam persidangan dan atas permohonan Pemohon tersebut Termohon telah mengajukan jawaban sebagaimana terurai di atas; Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah berupaya mendamaikan dengan cara memberikan saran dan nasehat kepada Pemohon agar bersabar dan rukun kembali dengan Termohon sesuai dengan ketentuan Pasal 82 ayat (1) Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 serta perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 jo. Pasal 31 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 dan Pasal 143 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam, akan tetapi tidak berhasil; Menimbang, bahwa di samping itu baik Pemohon maupun Termohon telah melaksanakan mediasi pada tanggal 18 Oktober 2010 yang dipandu oleh Hakim Mediator Drs. M. LEKAT namun tidak berhasil maka telah terpenuhi PERMA Nomor 1 Tahun 2008; Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Pemohon yang dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi, serta bukti P.1 terbukti bahwa antara Pemohon dan Termohon terikat dalam perkawinan yang sah, akad nikah tanggal 30 Agustus 2003 tercatat pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Talang Ubi dan selama dalam perkawinan tersebut telah dikaruniai 1 (satu) orang anak serta tidak pula terbukti antara Pemohon dan Termohon telah bercerai dan ini merupakan pernikahan kedua Pemohon dengan Termohon karena sebelumnya antara Pemohon dan Termohon telah pernah menikah dan dikaruniai 1 (satu) orang anak kemudian bercerai; Menimbang, bahwa yang menjadi alasan Pemohon menceraikan Termohon pada pokoknya terurai dalam posita permohonannya dan ditambahkan di persidangan yang pada pokoknya rumah tangga Pemohon dan Termohon tidak harmonis yang disebabkan Termohon menjalin hubungan dengan laki-laki lain yang sudah beristeri dan Termohon melalaikan kewajibannya sebagai seorang isteri, dan puncaknya sejak Agustus 2010 Pemohon dan Termohon berpisah tempat tinggal hingga sekarang oleh karena itu Pemohon sudah tidak tahan lagi dan ingin menceraikan Termohon 8

9 sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam; Menimbang, bahwa untuk dapat melakukan perceraian berdasarkan alasan tersebut di atas, maka berdasarkan ketentuan Pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 76 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989 dan Pasal 134 Kompilasi Hukum Islam, harus dibuktikan unsur-unsur alasan berdasarkan ketentuan sebagai berikut: - Ada tidaknya perselisihan dan pertengkaran serta bagaimana bentuknya; - Apakah penyebab perselisihan dan pertengkaran tersebut akan berpengaruh secara prinsipil terhadap keutuhan rumah tangga; - Apakah antara suami isteri benar-benar tidak ada harapan untuk rukun kembali dalam rumah tangga; Menimbang, bahwa untuk kepentingan hal-hal tersebut di atas, Majelis Hakim telah mendengarkan keterangan saksi keluarga dan orang dekat Pemohon sebagaimana dimaksud Pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 134 Kompilasi Hukum Islam; Menimbang, bahwa mengenai adanya perselisihan dan pertengkaran maka dapat dibuktikan dengan fakta-fakta sebagai berikut: - Bahwa Pemohon dan Termohon menikah tanggal 30 Agustus 2003 dan ini merupakan pernikahan kedua antara Pemohon dan Termohon; - Bahwa pada pernikahan pertama Pemohon dan Termohon dikaruniai 1 (satu) orang anak dan pada pernikahan kedua Pemohon dan Termohon juga dikaruniai 1 (satu) orang anak sehingga anak Pemohon dan Termohon berjumlah 2 (dua) orang; - Bahwa Pemohon dan Termohon semula hidup rukun kemudian antara Pemohon dan Termohon sering terjadi pertengkaran dan perselisihan yang disebabkan kurangnya saling pengertian saling percaya di antara Pemohon dan Termohon; - Bahwa selanjutnya Pemohon dan Termohon telah berpisah sejak Agustus 2010 dan keduanya sudah tidak menjalankan kewajiban sebagai suami isteri; - Bahwa di depan sidang Termohon membantah sebagian permohonan Pemohon dan mengakui sebagian lainnya; - Bahwa benar antara Pemohon dan Termohon terjadi pertengkaran dan perselisihan namun tidak benar penyebabnya karena Termohon menjalin 9

10 hubungan dengan laki-laki lain dan Termohon melalaikan kewajibannya sebagai seorang isteri; - Bahwa menurut Termohon penyebab pertengkaran dan perselisihan adalah karena Pemohon cemburu buta kepada Termohon ditambah Pemohon telah mengeluarkan kata-kata yang membuat Termohon sakit hati dan akhirnya Pemohon dan Termohon berpisah tempat tinggal; - Bahwa Termohon tidak keberatan dicerai oleh Pemohon asalkan tuntutannya dipenuhi; Menimbang, bahwa dari fakta-fakta tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa telah terjadi perselisihan yang terus-menerus antara Pemohon dan Termohon dan berakibat pecahnya rumah tangga Pemohon dan Termohon terbukti Pemohon dan Termohon telah berpisah tempat tinggal dan keduanya tidak mungkin dipersatukan kembali; Menimbang, bahwa berdasarkan pemeriksaan di persidangan baik dari dalil Pemohon maupun jawaban Termohon dan keterangan saksi-saksi Pemohon masingmasing bernama: Saksi 1 dan Saksi 2 semuanya menerangkan bahwa rumah tangga Pemohon dengan Termohon pada awalnya baik dan rukun namun kemudian terjadi perselisihan dan pertengkaran; - Bahwa menurut saksi-saksi penyebab perselisihan antara Pemohon dan Termohon adalah karena Termohon dituduh berselingkuh dengan laki-laki lain; - Bahwa saat ini Pemohon dan Termohon telah berpisah sejak Agustus 2009 dan keduanya sudah tidak menjalankan kewajiban sebagai suami isteri; - Bahwa keluarga Pemohon dan Termohon pernah bermusyawarah untuk merukunkan Pemohon dan Termohon namun tidak berhasil; Menimbang, bahwa berdasarkan penjelasan Pemohon dan jawaban Termohon yang dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi di atas sumpah yang satu sama lain saling melengkapi dan saling berkaitan, terbukti Pemohon dan Termohon telah berpisah sejak Agustus 2009 dan antara Pemohon dengan Termohon sulit untuk dirukunkan kembali; Menimbang, bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Majelis berkesimpulan tujuan rumah tangga membentuk keluarga bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974) dan atau keluarga sakinah, mawadah dan rohmah (Pasal 3 Kompilasi Hukum 10

11 Islam) telah tidak terwujud dalam rumah tangga Pemohon dan Termohon, sebab berdasarkan kenyataan di atas patut disimpulkan bahwa rumah tangga tersebut telah pecah sedemikian rupa sehingga tidak ada harapan untuk rukun lagi dalam rumah tangga, dengan demikian alasan perceraian yang didalilkan Pemohon dalam permohonannya telah terbukti dan beralasan hukum sesuai dengan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam; Menimbang, bahwa oleh karena permohonan Pemohon telah beralasan hukum dan upaya mendamaikan kedua belah pihak tidak berhasil maka sesuai dengan ketentuan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 70 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 serta perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 maka permohonan Pemohon untuk diizinkan menceraikan Termohon patut diterima dan dikabulkan; Menimbang, bahwa Majelis perlu mengetengahkan keterangan yang tersebut dalam kitab Iqna III halaman 402 yang berbunyi: ءاسنلاب ةدعلاو لاجرلاب قالطلا Artinya: Talak itu ada di pihak suami dan iddah di pihak isteri ; DALAM REKONPENSI; Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Rekonpensi yang diajukan oleh Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi sebagaimana tersebut di atas; Menimbang, bahwa apa yang menjadi pertimbangan dalam Konpensi menjadi dasar dalam pertimbangan Rekonpensi; Menimbang, bahwa di depan persidangan Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi menyatakan bahwa dirinya tidak keberatan dicerai oleh Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi dengan syarat Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi membayar nafkah (biaya pemeliharaan) kedua anak Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi dan Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi yang Anak 1 (umur 10 tahun) dan Anak 2 (umur 6 tahun) yang belum dibayar sejak bulan September 2010 sampai Oktober 2010 sebesar Rp ,- (lima ratus ribu rupiah) perbulan dan untuk selanjutnya Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi diberi 11

12 kewajiban untuk memberikan biaya pemeliharaan kedua anak tersebut setiap bulan sebesar Rp ,- (lima ratus ribu rupiah); Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi tersebut, Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi memberikan jawaban yang intinya Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi tidak keberatan memenuhi tuntutan Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi tersebut; Menimbang, bahwa berdasarkan gugatan Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi dan jawaban Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi, maka Majelis menemukan fakta-fakta sebagai berikut: 1. Bahwa Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi dan Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi menikah pada tanggal 30 Agustus 2003 dan ini merupakan pernikahan Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi dengan Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi yang kedua; 2. Bahwa selama menikah, Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi dan Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi telah dikaruniai 2 (dua) orang anak yang masing-masing bernama: a. Anak 1, umur 10 tahun; b. Anak 2, umur 6 tahun, sekarang kedua anak tersebut ikut dengan Termohon; Menimbang, bahwa berdasarkan hal-hal tersebut Majelis Hakim memberikan pertimbangan sebagai berikut: Menimbang, bahwa anak wajib dipelihara dan dididik oleh kedua orang tuanya, kewajiban mana berlaku terus meskipun perkawinan antara kedua orang tuanya putus (vide Pasal 45 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974); Menimbang, bahwa dalam hal terjadinya perceraian sepanjang yang menyangkut anak ada beberapa ketentuan: a. Pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya; b. Pemeliharaan anak yang sudah mumayyiz diserahkan kepada anak untuk memilih di antara ayah ibunya sebagai pemegang hak hadhonah; c. Biaya pemeliharaan ditanggung oleh ayahnya (vide Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam); Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 105 huruf (c) Kompilasi Hukum Islam tersebut di atas, meskipun anak Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi 12

13 dan Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi berada dalam asuhan Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi, tetapi Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi tetap berkewajiban memberi nafkah (biaya pemeliharaan) sesuai dengan kesanggupan dan kebutuhan hidup minimum anak; Menimbang, bahwa terhadap tuntutan Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi mengenai biaya pemeliharaan anak yang belum dibayar oleh Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi untuk bulan September 2010 dan Oktober 2010 sebesar Rp ,- (lima ratus ribu rupiah) perbulan, di depan sidang Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi menyatakan kesanggupannya untuk membayar tuntutan Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi tersebut; Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas maka Majelis Hakim sepakat untuk mengabulkan gugatan Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi dengan menetapkan biaya pemeliharaan anak-anak Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi yang bernama Anak 1 (umur 10 tahun) dan Anak 2 (umur 6 tahun) yang belum dibayar oleh Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi kepada Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi selama 2 bulan (September 2010-Oktober 2010) sebesar Rp ,- (satu juta rupiah); Menimbang, bahwa demikian pula terhadap tuntutan Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi mengenai nafkah (biaya pemeliharaan) kedua anak tersebut selanjutnya sebesar Rp ,- (lima ratus ribu rupiah) setiap bulannya, Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi juga menyatakan kesanggupannya untuk membayar kepada Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi yang besarnya sebagaimana diminta oleh Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi; Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas maka Majelis Hakim juga sepakat untuk mengabulkan gugatan Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi dengan menetapkan agar Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi memberikan nafkah (biaya pemeliharaan) anak-anak Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi dengan Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi berdasarkan kebutuhan hidup minimum, kepatutan, dan keadilan, setiap bulan sebesar Rp ,- (lima ratus ribu rupiah) sampai anak-anak tersebut dewasa (21 tahun); Menimbang, bahwa dengan demikian Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi dihukum untuk membayar: 13

14 a. Biaya pemeliharaan anak-anak Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi dan Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi yang belum dibayar oleh Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi selama 2 bulan (September 2010-Oktober 2010) sebesar Rp ,- (satu juta rupiah); b. Biaya pemeliharaan kedua anak tersebut selanjutnya setiap bulan sebesar Rp ,- (lima ratus ribu rupiah) sampai kedua anak tersebut dewasa (21 tahun); Menimbang, bahwa mengenai semua alat bukti yang tidak dipertimbangkan satu persatu sepanjang ada kaitan dan relevansi dengan pokok perkara ini dianggap telah dipertimbangkan, sedangkan alat bukti yang tidak relevan dengan pokok perkara ini tidak perlu dipertimbangkan; DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI; Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 89 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 serta perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009, maka seluruh biaya perkara dibebankan kepada Pemohon Konpensi/Tergugat Rekonpensi; Mengingat semua pasal peraturan perundang-undangan yang berlaku serta dalil-dalil hukum Islam yang berhubungan dengan perkara ini; M E N G A D I L I DALAM KONPENSI; 1. Mengabulkan Permohonan Pemohon; 2. Memberi izin kepada Pemohon (Nama Pemohon) untuk menjatuhkan talak satu raj'i terhadap Termohon (Nama Termohon) di depan sidang Pengadilan Agama Muara Enim; DALAM REKONPENSI; 1. Mengabulkan gugatan Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi; 2. Menetapkan: 2.1. biaya pemeliharaan anak-anak Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi dan Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi yang bernama Anak 1 umur 10 tahun dan Anak 2 umur 6 tahun yang belum dibayar oleh Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi kepada Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi selama 2 bulan (September-Oktober) sebesar Rp ,- (satu juta rupiah); 14

15 2.2. biaya pemeliharaan kedua anak tersebut: 1. Anak 1 umur 10 tahun; 2. Anak 2 umur 6 tahun; yang harus dibayar oleh Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi kepada Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi sebesar Rp ,- (lima ratus ribu rupiah) perbulan terhitung sejak putusan ini dibacakan sampai kedua anak tersebut dewasa (21 tahun); 3. Menghukum Tergugat Rekonpensi/Pemohon Konpensi untuk membayar biaya pemeliharaan kedua anak sebagaimana tercantum dalam diktum angka 2.1 dan 2.2 tersebut di atas kepada Penggugat Rekonpensi/Termohon Konpensi; DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI; Membebankan kepada Pemohon Konpensi/Tergugat Rekonpensi membayar biaya perkara sebesar Rp ,- (dua ratus lima puluh satu ribu rupiah); Demikianlah putusan ini dijatuhkan dalam permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Agama Muara Enim pada hari Jum at tanggal 29 Oktober 2010 Masehi bertepatan dengan tanggal 21 Dzulqo dah 1431 Hijriyah oleh kami Drs. RUSYIDI AN, SH. sebagai Hakim Ketua, Drs. H. RISKULLAH, SH. dan UMMU HAFIZHAH, SHI, SE, MA masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan ini pada hari Senin tanggal 1 Nopember 2010 Masehi bertepatan dengan tanggal 24 Dzulqo dah 1431 Hijriyah dibacakan oleh Hakim Ketua dalam persidangan terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh Hakim-Hakim Anggota tersebut dan dibantu oleh Dra. NOVIE SULASTRIE sebagai Panitera Sidang serta dihadiri oleh Pemohon/Kuasanya dan Termohon; HAKIM KETUA, Ttd. Drs. RUSYIDI AN, SH. HAKIM ANGGOTA, Ttd. HAKIM ANGGOTA, Ttd. Drs. H. RISKULLAH, SH. UMMU HAFIZHAH, SHI, SE, MA PANITERA SIDANG, 15

16 Ttd. Dra. NOVIE SULASTRIE Perincian biaya: 1. Pendaftaran = Rp ,- 2. Biaya Proses = Rp ,- 3. Panggilan: P = 1 X Rp ,- = Rp ,- T = 3 X Rp ,- = Rp ,- 4. Redaksi = Rp ,- 5. Meterai = Rp ,- Jumlah = Rp ,- Untuk Salinan Panitera Pengadilan Agama Muara Enim Drs. Lukmanto 16

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Wonosari yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn

P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Bengkulu Kelas I A yang mengadili perkara perdata pada tingkat pertama

Lebih terperinci

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata permohonan dalam tingkat pertama,

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ;

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ; P E N E T A P A N Nomor : 151 /Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama, telah menetapkan seperti

Lebih terperinci

KUMULASI PERMOHONAN ITSBAT NIKAH DENGAN ASAL USUL ANAK. A. Penggabungan Gugatan dalam HIR, RBg

KUMULASI PERMOHONAN ITSBAT NIKAH DENGAN ASAL USUL ANAK. A. Penggabungan Gugatan dalam HIR, RBg KUMULASI PERMOHONAN ITSBAT NIKAH DENGAN ASAL USUL ANAK (Dalam Persfektif Hukum Positif di Indonesia) Oleh: Drs.H.Abdul MUJIB AY,M.H. (Wakil Ketua PA Tanah Grogot Kalimantan Timur) A. Penggabungan Gugatan

Lebih terperinci

ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009

ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009 ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009 Oleh Drs. H. Jojo Suharjo ( Wakil Ketua Pengadilan Agama

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ;

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ; P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA

BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA A. Deskripsi Normatif Pengadilan Agama Surabaya Pengadilan Agama Surabaya dibentuk

Lebih terperinci

PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA

PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA I.A. Prosedur Dan Proses Penyelesaian Perkara Cerai Talak PROSEDUR Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon (suami) atau kuasanya : 1. a. Mengajukan

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA

LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA 1 LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA oleh : Ali M. Haidar I. PENDAHULUAN Tulisan ini disajikan hanyalah sebagai ulangan dan bahkan cuplikan dari berbagai tulisan tentang

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat banding dalam persidangan Majelis

Lebih terperinci

PENYERAHAN UANG IWADH DALAM PRAKTIK ACARA PERADILAN AGAMA. Oleh : Mahruddin Andry ( Pegawai PA. Sidikalang )

PENYERAHAN UANG IWADH DALAM PRAKTIK ACARA PERADILAN AGAMA. Oleh : Mahruddin Andry ( Pegawai PA. Sidikalang ) PENYERAHAN UANG IWADH DALAM PRAKTIK ACARA PERADILAN AGAMA Oleh : Mahruddin Andry ( Pegawai PA. Sidikalang ) Pendahulan. Salah satu alasan perceraian para pencari keadilan dalam berperkara di Pengadilan

Lebih terperinci

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: 1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar iah dalam tenggang waktu : a. 14 (empat belas)

Lebih terperinci

SOAL SEMESTER GANJIL ( 3.8 )

SOAL SEMESTER GANJIL ( 3.8 ) SOAL SEMESTER GANJIL ( 3.8 ) Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Kompetensi Dasar : Pernikahan dalam Islam ( Hukum, hikmah dan ketentuan Nikah) Kelas : XII (duabelas ) Program : IPA IPS I. Pilihlah

Lebih terperinci

BAB III PERTIMBANGAN DAN PENETAPAN HAKIM SERTA AKIBAT HUKUM DARI DISPENSASI NIKAH DI BAWAH UMUR AKIBAT HAMIL DI LUAR NIKAH DI PA AMBARAWA

BAB III PERTIMBANGAN DAN PENETAPAN HAKIM SERTA AKIBAT HUKUM DARI DISPENSASI NIKAH DI BAWAH UMUR AKIBAT HAMIL DI LUAR NIKAH DI PA AMBARAWA BAB III PERTIMBANGAN DAN PENETAPAN HAKIM SERTA AKIBAT HUKUM DARI DISPENSASI NIKAH DI BAWAH UMUR AKIBAT HAMIL DI LUAR NIKAH DI PA AMBARAWA A. Gambaran Umum Pengadilan Agama Ambarawa. 1. Sejarah Singkat

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

PENCABUTAN VERSUS PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN AGAMA DALAM PERKARA BANDING

PENCABUTAN VERSUS PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN AGAMA DALAM PERKARA BANDING PENCABUTAN VERSUS PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN AGAMA DALAM PERKARA BANDING Makalah disajikan untuk bahan Diskusi Hakim sekoordinator Bojonegoro Oleh Dra. Hj.Laila Nurhayati, MH Hakim Pengadilan Agama

Lebih terperinci

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 1 TAKAH RAKERPTA 2012 Pasal 91A UU NO. 50 TAHUN 2009 (1) Dalam menjalankan tugas peradilan, peradilan agama dapat menarik biaya perkara. (2) Penarikan biaya

Lebih terperinci

...Humas Kanwil Kemenag Prov. Jabar

...Humas Kanwil Kemenag Prov. Jabar PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2007 TENTANG PENCATATAN NIKAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA Menimbang : bahwa untuk memenuhi tuntutan perkembangan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 B A L I K P A P A N P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 08/PMK/2006 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM SENGKETA KEWENANGAN KONSTITUSIONAL LEMBAGA NEGARA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PERDATA PENDAFTAAN KASASI

BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PERDATA PENDAFTAAN KASASI BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PERDATA PENDAFTAAN KASASI Pemohan Kasasi Mengajukan kasasi pada Meja 3 dan memberikan Memori Kasasi (wajib) Kasasi dan menunjuk Juru Sita Pengganti Mengirim Kontra Memori Kasasi

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara pidanadalam peradilan tingkat Banding, menjatuhkan Putusan seperti

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA,

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

PERANAN HAKIM TERHADAP LAHIRNYA PUTUSAN PENGADILAN YANG MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA (Studi Kasus Putusan No. 191/Pdt.G/2010/PN.

PERANAN HAKIM TERHADAP LAHIRNYA PUTUSAN PENGADILAN YANG MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA (Studi Kasus Putusan No. 191/Pdt.G/2010/PN. PERANAN HAKIM TERHADAP LAHIRNYA PUTUSAN PENGADILAN YANG MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA (Studi Kasus Putusan No. 191/Pdt.G/2010/PN.Mks) Rezki Erawati. S Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 272 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DALAM KEBERHASILAN MEDIASI DI PENGADILAN

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DALAM KEBERHASILAN MEDIASI DI PENGADILAN DALAM KEBERHASILAN MEDIASI DI PENGADILAN Firmansyah, S.H., LL.M. TM Luthfi Yazid, S.H., LL.M. Comparative Study of Judicial System between Japan and Indonesia 2007 - Jepang MEDIASI DI PENGADILAN (Court-Annexed

Lebih terperinci

yang dibahas dalam makalah singkat ini adalah mengenai alat bukti tertulis.

yang dibahas dalam makalah singkat ini adalah mengenai alat bukti tertulis. PEMBUKTIAN. PENERAPAN ALAT BUKTI TERTULIS DALAM PEMERIKSAAN PERKARA Dalam Hukum Acara Perdata menjadi kewajiban bagi kedua belah pihak yang berperkara untuk membuktikan. Pembuktian ini untuk meyakinkan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 345/Pid.B/2014/PN.BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat pertama

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan P U T U S A N NOMOR 129 / PID / 2015/ PT MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

LAUNCHING STANDAR FORMAT BAS DAN PUTUSAN MELALUI WEBSITE BADILAG

LAUNCHING STANDAR FORMAT BAS DAN PUTUSAN MELALUI WEBSITE BADILAG LAUNCHING STANDAR FORMAT BAS DAN PUTUSAN MELALUI WEBSITE BADILAG Dalam upayameningkatkankualitas SDM dan faktor lain yang menunjang pelaksanaan tugas aparatur Peradilan Agama, khususnya di bidang teknis

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG 1946 NOMOR 22 TENTANG PENCATATAN NIKAH, NIKAH, TALAK DAN RUJUK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.

UNDANG-UNDANG 1946 NOMOR 22 TENTANG PENCATATAN NIKAH, NIKAH, TALAK DAN RUJUK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. UNDANG-UNDANG 1946 NOMOR 22 TENTANG PENCATATAN NIKAH, NIKAH, TALAK DAN RUJUK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Menimbang : 1) bahwa peraturan pencatatan nikah, talak dan rujuk seperti yang diatur di dalam Huwelijksordonnantie

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id PUTUSAN Nomor 354/Pid.B/2014/PN Sbg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan

Lebih terperinci

PENERAPAN ASAS SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN SERTA ASAS MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA PENCARI KEADILAN DI PERADILAN AGAMA

PENERAPAN ASAS SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN SERTA ASAS MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA PENCARI KEADILAN DI PERADILAN AGAMA PENERAPAN ASAS SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN SERTA ASAS MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA PENCARI KEADILAN DI PERADILAN AGAMA Oleh : Drs.H. Zainir Surzain., S.H., M.Ag I. PENDAHULUAN Peradilan agama adalah

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, KOMISI INFORMASI Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:----------------------

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:---------------------- P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan

Lebih terperinci

IZIN PERCERAIAN ANGGOTA TNI/POLRI Oleh Drs. Herman Supriyadi (Wakil Ketua Pengadilan Agama Sarolangun - PTA Jambi)

IZIN PERCERAIAN ANGGOTA TNI/POLRI Oleh Drs. Herman Supriyadi (Wakil Ketua Pengadilan Agama Sarolangun - PTA Jambi) IZIN PERCERAIAN ANGGOTA TNI/POLRI Oleh Drs. Herman Supriyadi (Wakil Ketua Pengadilan Agama Sarolangun - PTA Jambi) PENDAHULUAN Pada saat melaksanakan akad nikah setiap pasangan tentulah berharap, berkeinginan

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Nomor : 52/DJU/SK/HK.006/5/ Tahun 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN MAHKAMAH

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap warga negara

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR : 04/PMK/2004 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn.

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya. A.1. Perkawinan Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, perseorangan, maupun kelompok. Dengan jalan perkawinan

Lebih terperinci

SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS PERMOHONAN PENGUCAPAN IKRAR TALAK KARENA TERJADI PERSELISIHAN TERUS MENERUS. (Studi Putusan Nomor : 6588/Pdt.G/2013/PA.

SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS PERMOHONAN PENGUCAPAN IKRAR TALAK KARENA TERJADI PERSELISIHAN TERUS MENERUS. (Studi Putusan Nomor : 6588/Pdt.G/2013/PA. SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS PERMOHONAN PENGUCAPAN IKRAR TALAK KARENA TERJADI PERSELISIHAN TERUS MENERUS (Studi Putusan Nomor : 6588/Pdt.G/2013/PA.Jr) JURIDICAL REVIEW PETITION TO PLEDGE BECAUSE OF THE CONTINUOUS

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989 P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana pada Peradilan Tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

JURNAL ILMIAH AKIBAT HUKUM AKTA BUKU NIKAH YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT-SYARAT PERKAWINAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974

JURNAL ILMIAH AKIBAT HUKUM AKTA BUKU NIKAH YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT-SYARAT PERKAWINAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 1 JURNAL ILMIAH AKIBAT HUKUM AKTA BUKU NIKAH YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT-SYARAT PERKAWINAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 Oleh : DESFANI AMALIA D1A 009183 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MATARAM MATARAM

Lebih terperinci

PUTUSAN NOMOR 52/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

PUTUSAN NOMOR 52/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PUTUSAN NOMOR 52/PUU-VIII/2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA [1.1] Yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara konstitusi pada tingkat pertama

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR: 05/PMK/2004 TENTANG PROSEDUR PENGAJUAN KEBERATAN ATAS PENETAPAN HASIL PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2004 MAHKAMAH

Lebih terperinci

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA - 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat

Lebih terperinci

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA KETENTUAN UMUM Pengertian PASAL 1 1. Yang dimaksud dengan kode etik Panitera dan jurusita ialah aturan tertulis yang harus dipedomani oleh setiap Panitera dan jurusita dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana biasa dalam peradilan tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

PERADILAN TATA USAHA NEGARA Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 Tanggal 29 Desember 1986 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

PERADILAN TATA USAHA NEGARA Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 Tanggal 29 Desember 1986 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, PERADILAN TATA USAHA NEGARA Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 Tanggal 29 Desember 1986 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, Menimbang : a. bahwa negara Republik Indonesia sebagai

Lebih terperinci

TATA CARA DAN MEKANISME PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DALAM PERKARA PERDATA PELAYANAN PERKARA PRODEO

TATA CARA DAN MEKANISME PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DALAM PERKARA PERDATA PELAYANAN PERKARA PRODEO TATA CARA DAN MEKANISME PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DALAM PERKARA PERDATA PELAYANAN PERKARA PRODEO Syarat-Syarat Berperkara Secara Prodeo 1. Anggota masyarakat yang tidak mampu secara ekonomis dapat mengajukan

Lebih terperinci

BAB III. Obyek penelitian dalam bab ini adalah mengenai fakta yuridis yang diuraikan sebagai berikut :

BAB III. Obyek penelitian dalam bab ini adalah mengenai fakta yuridis yang diuraikan sebagai berikut : BAB III DUDUK PERKARA PUTUSAN PENGADILAN NEGERI NOMOR : 174/Pdt.G/2002/PN.Jkt.Tim JO. PUTUSAN PENGADILAN TINGGI JAKARTA NOMOR : 95/PDT/2003/PT.DKI DAN PUTUSAN KASASI MAHKAMAH AGUNG RI NOMOR : 3302 K/PDT/2003

Lebih terperinci

SURAT - EDARAN Nomor : 2 Tahun 1979

SURAT - EDARAN Nomor : 2 Tahun 1979 No : MA/Pemb./0294/1979 Jakarta, 7 April 1979. Lampiran : Hal : Pengangkatan anak. Kepada Yang Terhormat, 1. Saudara-saudara Ketua, Wakil Ketua, Hakim-hakim Pengadilan Tinggi. 2. Saudara-saudara Ketua,

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 MAHKAMAH AGUNG RI 2008 1 DAFTAR ISI Kata Pengantar... iii Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : KMA/032/SK/IV/2007

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Perbaikan Tgl. 28-02-2012 MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM NOMOR : 1/DJU/OT.01.03/I/2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN

Lebih terperinci

Tanah, dan Kepemilikan Harta Benda lainnya

Tanah, dan Kepemilikan Harta Benda lainnya Pemahaman Progresif tentang Hak Perempuan atas Waris, Kepemilikan Tanah, dan Kepemilikan Harta Benda lainnya Beberapa Istilah Penting terkait dengan Hak Perempuan atas Waris dan Kepemilikan Tanah: Ahli

Lebih terperinci

PROSES PEMBUKTIAN DAN PENGGUNAAN ALAT-ALAT BUKTI PADA PERKARA PERDATA DI PENGADILAN. Oleh : Deasy Soeikromo 1

PROSES PEMBUKTIAN DAN PENGGUNAAN ALAT-ALAT BUKTI PADA PERKARA PERDATA DI PENGADILAN. Oleh : Deasy Soeikromo 1 PROSES PEMBUKTIAN DAN PENGGUNAAN ALAT-ALAT BUKTI PADA PERKARA PERDATA DI PENGADILAN 124 Oleh : Deasy Soeikromo 1 A. PENDAHULUAN Hukum acara, khususnya Hukum Acara Perdata, tidak terlalu mendapat perhatian

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN.

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING I. Mempelajari Berkas Perkara 1. Bentuk Dakwaan: a. Tunggal : Adalah tehadap Terdakwa hanya didakwakan satu perbuatan yang memenuhi Uraian dalam satu Pasal tertentu

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1 P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Perdata dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

Bentuk: UNDANG-UNDANG. Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 4 TAHUN 1961 (4/1961) Tanggal: 25 PEBRUARI 1961 (JAKARTA)

Bentuk: UNDANG-UNDANG. Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 4 TAHUN 1961 (4/1961) Tanggal: 25 PEBRUARI 1961 (JAKARTA) Bentuk: UNDANG-UNDANG Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 4 TAHUN 1961 (4/1961) Tanggal: 25 PEBRUARI 1961 (JAKARTA) Sumber: LN 1961/15; TLN NO. 2154 Tentang: PERUBAHAN ATAU PENAMBAHAN NAMA KELUARGA

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl.

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Donggala yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

WALIKOTAMADYA KEPALA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA

WALIKOTAMADYA KEPALA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta) Nomor 14 Tahun 1991 Seri B ----------------------------------------------------------------- PERATURAN DAERAH KOTAMADYA

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

BAB II ITSBAT NIKAH DAN SIDANG KELILING. itsbat berasal dari bahasa arab yaitu: ( (االثبات artinya penetapan dan

BAB II ITSBAT NIKAH DAN SIDANG KELILING. itsbat berasal dari bahasa arab yaitu: ( (االثبات artinya penetapan dan BAB II ITSBAT NIKAH DAN SIDANG KELILING A. Itsbat Nikah 1. Pengertian itsbat nikah Kata itsbat nikah berasal dari dua kata yaitu itsbat dan nikah, kata itsbat berasal dari bahasa arab yaitu: ( (االثبات

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU;

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU; P U T U S A N Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik

Lebih terperinci

Bayyinah, yang artinya satu yang menjelaskan. Secara terminologis

Bayyinah, yang artinya satu yang menjelaskan. Secara terminologis BAB II PEMBUKTIAN DAN PENGAKUAN DALAM HUKUM ACARA PERDATA A. Pembuktian 1. Pengertian Pembuktian Secara etimologis pembuktian dalam istilah arab disebut Al- Bayyinah, yang artinya satu yang menjelaskan.

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1977 TENTANG PERWAKAFAN TANAH MILIK (LNRI. No. 38, 1977; TLNRI No. 3107)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1977 TENTANG PERWAKAFAN TANAH MILIK (LNRI. No. 38, 1977; TLNRI No. 3107) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1977 TENTANG PERWAKAFAN TANAH MILIK (LNRI. No. 38, 1977; TLNRI No. 3107) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa wakaf adalah suatu lembaga

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KETUA MAHKAMAH AGUNG PERATURAN MAHKAMAH AGUNG Nomor : 02 Tahun 2009 TENTANG BIAYA PROSES PENYELESAIAN PERKARA DAN PENGELOLAANNYA PADA MAHKAMAH AGUNG DAN BADAN PERADILAN YANG BERADA DI BAWAHNYA KETUA MAHKAMAH

Lebih terperinci

RIVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN

RIVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN PENGADILAN AGAMA LAMONGAN RIVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN TAHUN 2010-2014 SURAT KEPUTUSAN PANITERA/SEKRETARIS PENGADILAN AGAMA LAMONGAN Nomor : W13-A7/003/OT.00/SK/I/2012 TENTANG

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010

P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010 PENGADILAN MILITER II-10 S E M A R A N G P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. PENGADILAN MILITER II-10 Semarang yang bersidang

Lebih terperinci

POKOK-POKOK PP. No. 10 TAHUN 1983 Jo PP. No. 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERKAWINAN DAN PERCERAIAN PNS

POKOK-POKOK PP. No. 10 TAHUN 1983 Jo PP. No. 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERKAWINAN DAN PERCERAIAN PNS POKOK-POKOK PP. No. 10 TAHUN 1983 Jo PP. No. 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERKAWINAN DAN PERCERAIAN PNS Pelaporan Perkawinan dan Perceraian: Setiap Perkawinan harus dilaporkan dlm tempo 1 tahun Setiap Perceraian

Lebih terperinci

KODE ETIK MEDIATOR Drs. H. HAMDAN, SH., MH. Pendahuluan. Terwujudnya keadilan yang cepat, sedarhana dan biaya ringan merupakan dambaan dari setiap

KODE ETIK MEDIATOR Drs. H. HAMDAN, SH., MH. Pendahuluan. Terwujudnya keadilan yang cepat, sedarhana dan biaya ringan merupakan dambaan dari setiap KODE ETIK MEDIATOR Drs. H. HAMDAN, SH., MH. Pendahuluan. Terwujudnya keadilan yang cepat, sedarhana dan biaya ringan merupakan dambaan dari setiap pencari keadilan dimanapun. Undang-Undang Nomor 48 Tahun

Lebih terperinci

JURNAL ILMIAH. PELAKSANAAN PENETAPAN KELAHIRAN ANAK BERUMUR DI ATAS 1 (SATU) TAHUN SECARA PRODEO (Studi di Pengadilan Negeri Mataram)

JURNAL ILMIAH. PELAKSANAAN PENETAPAN KELAHIRAN ANAK BERUMUR DI ATAS 1 (SATU) TAHUN SECARA PRODEO (Studi di Pengadilan Negeri Mataram) JURNAL ILMIAH PELAKSANAAN PENETAPAN KELAHIRAN ANAK BERUMUR DI ATAS 1 (SATU) TAHUN SECARA PRODEO (Studi di Pengadilan Negeri Mataram) Oleh : KADEK AGUS ARI WIJAYANA D1A009162 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS

Lebih terperinci

1. Meningkatkan kualitas pelayanan pengadilan bagi pencari keadilan dan masyarakat. 2. Meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga peradilan.

1. Meningkatkan kualitas pelayanan pengadilan bagi pencari keadilan dan masyarakat. 2. Meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga peradilan. MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN : Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 026/KMA/SK/II/2012 Tanggal : 9 Februari 2012 I. KETENTUAN UMUM A. Tujuan 1. Meningkatkan kualitas pelayanan pengadilan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang mengadili perkara Harta Bersama pada tingkat banding

Lebih terperinci

BAB II TIMBULNYA LEMBAGA PISAH MEJA DAN RANJANG DALAM PENGATURAN MENGENAI PERKAWINAN MENURUT KUH PERDATA (BW)

BAB II TIMBULNYA LEMBAGA PISAH MEJA DAN RANJANG DALAM PENGATURAN MENGENAI PERKAWINAN MENURUT KUH PERDATA (BW) BAB II TIMBULNYA LEMBAGA PISAH MEJA DAN RANJANG DALAM PENGATURAN MENGENAI PERKAWINAN MENURUT KUH PERDATA (BW) A. Pengertian Perpisahan Meja dan Ranjang Menurut KUH Perdata BW KUH Perdata (BW) tidak secara

Lebih terperinci