Pekerjaan : Pelajar kelas 2 Aliah.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pekerjaan : Pelajar kelas 2 Aliah."

Transkripsi

1 P U T U S A N NOMOR 429/PID/2013/PTBdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA; Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dibawah ini dalam perkara atas nama Terdakwa : Nama lengkap : ARI LUGISTA als ARI bin SUBAGJA. Tempat lahir : Karawang. Umur/Tgl lahir : 19 tahun/ 11 Oktober Jenis kelamin : Laki-laki. Kebangsaan : Indonesia. Tempat tinggal : Dsn Kondang Rt.04/04 Ds. Karang Jaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Agama : Islam. Pekerjaan : Pelajar kelas 2 Aliah. Terdakwa ditahan dengan jenis Penahanan Rumah Tahanan Negara berdasarkan surat perintah/ penetapan oleh : 1. Penyidik sejak tanggal 13 April 2013 sampai dengan tanggal 2 Mei Perpanjangan Penuntut Umum sejak tanggal 3 Mei 2013 sampai dengan tanggal 11 Juni Penuntut Umum sejak tanggal 11 Juni 2013 sampai dengan tanggal 30 Juni Hakim Pengadilan Negeri Karawang sejak tanggal 21 Juni 2013 sampai dengan tanggal 20 Juli Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Karawang sejak tanggal 21 Juli 2013 sampai dengan tanggal 18 September Perpanjangan Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat sejak tanggal 19 September 2013 sampai dengan tanggal 18 Oktober Perpanjangan Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat ke II sejak tanggal 19 Oktober 2013 sampai dengan tanggal 17 Nopember Perpanjangan penahanan oleh Hakim Majelis Pengadilan Tinggi Bandung sejak tanggal 4 Nopember 2013 sampai dengan 3 Desember Perpanjangan penahanan oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bandung sejak tanggal 4 Desember 2013 sampai dengan 1 Februari Halaman 1 dari 13 putusan No429/Pid/2013/PT Bdg

2 PENGADILAN TINGGI TERSEBUT; Telah membaca berkas perkara dan surat-surat yang bersangkutan serta turunan putusan Pengadilan Negeri Subang tanggal 30 Oktober 2013 Nomor 162/Pid.B/2013/PN Krw., dalam perkara terdakwa tersebut ; Menimbang, bahwa berdasarkan surat dakwaan Penuntut Umum Nomor Reg Perkara PDM 160/Krwng/06/2013 tanggal 12 Juni 2013 terdakwa didakwa dengan dakwaan sebagai berikut : DAKWAAN. PRIMAIR : Bahwa ia Terdakwa ARI LUGISTA Alias ARI Bin SUBAGJA secara bersama sama dengan saksi Kadis Alias Ladok Bin Suta (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Riky Ardian Alias Ole Bin Akum (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Agung Mardiansyah Alias Ace (terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Rian Febriansyah Alias Rian (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Muhammad Rizki Alias Bogel (terdakwa dalam berkas terpisah), Gunawan Alias Debleng (DPO), Ucok (DPO), Bayu (DPO), Gerger (DPO), Aris Alias Walang (DPO), Delu (DPO), Adi Alias Adot (DPO), Egi (DPO), Erik Alias Bawon (DPO), Ena Alias Aril (DPO), Salam Alias Denggol (DPO), Doni Alias Kubik (DPO), serta beberapa orang lagi yang tidak dikenal pada hari Minggu tanggal 07 April 2013 sekitar jam WIB atau setidak tidaknya pada suatu waktu masih dibulan April tahun 2013 bertempat di tepi jalan Dusun Salam Desa Karang Jaya Kec. Pedes Kab. Karawang atau setidak tidaknya pada suatu tempat masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Karawang telah dengan terang terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang jika kekerasan mengakibatkan maut. Perbuatan mana terdakwa lakukan dengan cara cara sebagai berikut : - Bahwa Pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas, pada saat korban Geri Suprista bersama dengan teman temannya yaitu saksi Kaharudinsyah, saksi Deni, saksi Andi, saksi Fauzi, Toha, Heri, Aldi dan Ale sedang berboncengan menggunakan 4 (empat) unit sepeda motor bermaksud untuk pulang kerumahnya masing masing sehabis bermain, dimana korban geri dan saksi Deni dibonceng oleh saksi Kaharudiansyah, yang pada saat korban dan para saksi melewati dijalan Salam, korban dan para saksi serta Toha, Heri, Aldi dan Ale dihentikan oleh Terdakwa bersama teman temannya yaitu saksi Kadis Alias Ladok Bin Suta (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Riky Ardian Alias Ole Bin Akum (Terdakwa dalam Halaman 2 dari 13 putusan No429/Pid/2013/PT Bdg

3 berkas terpisah), saksi Agung Mardiansyah Alias Ace (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Rian Febriansyah Alias Rian (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Muhammad Rizki Alias Bogel (terdakwa dalam berkas terpisah), dan Gunawan Alias Debleng (DPO), Ucok (DPO), Bayu (DPO), Gerger (DPO), Aris Alias Walang (DPO), Delu (DPO), Adi Alias Adot (DPO), Egi (DPO), Erik Alias Bawon (DPO), Ena Alias Aril (DPO), Salam Alias Denggol (DPO), Doni Alias Kubik (DPO), serta beberapa orang lagi yang tidak dikenal dimana saat itu saksi Agung Mardiansyah Alias Ace yang memegang senjata tajam sejenis samurai berlari menghampiri rombongan korban dan saksi Kaharudinsyah, saksi Deni, saksi Andi, saksi Fauzi, Toha, Heri, Aldi dan Ale ; - Bahwa melihat hal tersebut, saksi Kaharudinsyah, saksi Deni, saksi Andi, saksi Fauzi, Toha, Heri, Aldi dan Ale yang masih berada diatas sepeda motornya masing masing berusaha menghindari Terdakwa bersama teman temannya yaitu saksi Kadis Alias Ladok Bin Suta (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Riky Ardian Alias Ole Bin Akum (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Agung Mardiansyah Alias Ace (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Rian Febriansyah Alias Rian (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Muhammad Rizki Alias Bogel (Terdakwa dalam berkas terpisah), yang datang menghampiri dengan berusaha mencari jalan lain untuk menyelamatkan diri dimana saksi Kaharudiansyah yang membonceng saksi Deni dan korban Geri berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan sepeda motornya melewati sebuah gang, korban Geri dan saksi Deni melompat turun dari sepeda motor dan berusaha lari dari kejaran terdakwa dan teman teman terdakwa sedangkan saksi Kaharudiansyah sendiri terjatuh setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak pagar besi ; - Pada saat korban Geri hendak melarikan diri, bajunya ditarik dari belakang oleh saksi Muhammad Rizki Alias Bogel sehingga terjatuh dan langsung memukul serta menedang tubuh korban Geri yang saat itu tergeletak ditanah, dan pada saat itu pula terdakwa memukul tubuh korban Geri menggunakan sebilah bambu, saksi saksi Kadis Alias Ladok Bin Suta memukul tangan kiri korban Geri menggunakan besi dari bekas gagang pel lantai, saksi Riky Ardian Alias Ole Bin Akum memukul korban Geri menggunakan sebanyak 1 (satu) kali dibagian wajah, saksi Heru Alias Ceu membacok tubuh korban Geri menggunakan sebilah Golok kecil, sdr. Adi Alias Adot (DPO) dan sdr. Salam (DPO) memukul menggunakan sebilah Halaman 3 dari 13 putusan No429/Pid/2013/PT Bdg

4 bambu, saksi Rian Alias Bocil, sdr. Doni Alias Kubik (DPO), sdr. Ena Alias Aril (DPO) memukul wajah korban Geri dengan menggunakan tangan kosong, dan saksi Agung Mardiansyah Alias Ace membacok kaki kiri korban Geri dengan menggunakan sebilah senjata tajam yang terbuat dari besi bekas kursi dipipihkan / dibikin tipis hingga permukaannya tajam yang saksi Agung Mardiansyah Alias Ace pinjam dari sdr. Bayu (Terdakwa dalam Berkas terpisah) sehingga korban Geri tak mampu menyelamatkan diri karena mengalami luka bacokan dipunggung sebelah kanan, luka sobek / sayatan pada kaki sebelah kiri, memar pada bagian leher, memar dibagian telinga,, tangan kanan terlihat luka sobek / sayatan dan meninggal dunia pada saat dibawa ke rumah sakit; - Bahwa akibat perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa bersama saksi Kadis Alias Ladok Bin Suta, saksi Riky Ardian Alias Ole Bin Akum, saksi Agung Mardiansyah Alias Ace (terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Rian Febriansyah Alias Rian (terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Muhammad Rizki Alias Bogel (Terdakwa dalam berkas terpisah), dan, Gunawan Alias Debleng (DPO), Ucok (DPO), Bayu (DPO), Gerger (DPO), Aris Alias Walang (DPO), Delu (DPO), Adi Alias Adot (DPO), Egi (DPO), Erik Alias Bawon (DPO), Ena Alias Aril (DPO), Salam Alias Denggol (DPO), Doni Alias Kubik (DPO), serta beberapa orang lagi yang tidak dikenal tersebut, korban Geri Suprista berdasarkan Visum Et Repertum No. 06/SK-II/IV/2013 Pemeriksaan Atas Mayat GERI SUPRISTA Bin SUBAGJA tanggal 10 April 2013 yang dibuat oleh Dr. Hafifulsyah, Sp.F, dokter pemeriksa dari RSUD kelas B Non Pendidikan Pemkab. Karawang bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap korban GERI SUPRISTA Bin SUGABJA diterangkan terdapat luka luka berupa : 1. Pada kepala belakang sisi kiri terdapat benjolan keras seluas dua sentimeter kali satu sentimeter ; 2. pada daun telinga kanan bagian bawah terdapat luka terbuka tepi rata berukuran nol koma empat sentimeter kali nol koma dua sentimeter ; 3. pada daun telinga kiri bagian bawah terdapat luka terbuka tepi rata berukuran nol koma empat sentimeter kali nol koma dua sentimeter ; 4. pada dada kanan tiga sentimeter dari garis pertengahan depan tiga sentimeter diatas putting susu terdapat luka terbuka tepi rata berbentuk bulat dengan diameter nol koma tiga sentimeter ; 5. pada perut kanan bawah terdapat luka lecet gores berukuran empat sentimeter kali satu sentimeter ; Halaman 4 dari 13 putusan No429/Pid/2013/PT Bdg

5 6. pada perut kiri bawah terdapat luka terbuka tepi rata berbentuk bulat dengan diameter nol koma tiga sentimeter ; 7. pada lutut kiri terdapat luka lecet berukuran tiga sentimeter kali satu sentimeter ; 8. pada punggung kiri tiga sentimeter dibawah bahu terdapat luka terbuka tepi rata sepanjang satu sentimeter ; 9. pada tungkai atas kaki kiri sisi dalam dua sentimeter lipat lutut terdapat luka terbuka tepi rata kedua sudut luka tajam dasar tulang tampak pembuluh darah terputus dengan ukuran lima sentimeter kali tiga sentimeter. Dengan kesimpulan pada pemeriksaan mayat ditemukan luka terbuka pada daun telinga koma dada koma perut koma punggung kiri dan tungkai atas kaki kiri akibat kekerasan tajam. Selanjutnya pada pemeriksaan organ organ dalam tampak seluruh organ pucat (kehabisan darah). Sebagb kematian adalah kekerasan tajam pada tungkai atas kaki kiri yang menyebabkan terputusnya pembuluh darah besar sehingga terjadi pendarahan yang banyak (shock hipovolemik). Perbuatan Terdakwa tersebut diatas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHPidana. SUBSIDAIR Bahwa ia Terdakwa ARI LUGISTA Alias ARI Bin SUBAGJA secara bersama sama dengan saksi Kadis Alias Ladok Bin Suta (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Riky Ardian Alias Ole Bin Akum (terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Agung Mardiansyah Alias Ace (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Rian Febriansyah Alias Rian (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Muhammad Rizki Alias Bogel (Terdakwa dalam berkas terpisah), Gunawan Alias Debleng (DPO), Ucok (DPO), Bayu (DPO), Gerger (DPO), Aris Alias Walang (DPO), Delu (DPO), Adi Alias Adot (DPO), Egi (DPO), Erik Alias Bawon (DPO), Ena Alias Aril (DPO), Salam Alias Denggol (DPO), Doni Alias Kubik (DPO), serta beberapa orang lagi yang tidak dikenal pada hari Minggu tanggal 07 April 2013 sekitar jam WIB atau setidak tidaknya pada suatu waktu masih dibulan April tahun 2013 bertempat di tepi jalan Dusun Salam Desa Karang Jaya Kec. Pedes Kab. Karawang atau setidak tidaknya pada suatu tempat masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Karawang telah melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan Penganiayaan mengakibatkan mati. Perbuatan mana terdakwa lakukan dengan cara cara sebagai berikut : Halaman 5 dari 13 putusan No429/Pid/2013/PT Bdg

6 - Bahwa Pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas, pada saat korban Geri Suprista bersama dengan teman temannya yaitu saksi Kaharudinsyah, saksi Deni, saksi Andi, saksi Fauzi, Toha, Heri, Aldi dan Ale sedang berboncengan menggunakan 4 (empat) unit sepeda motor bermaksud untuk pulang kerumahnya masing masing sehabis bermain, dimana korban geri dan saksi Deni dibonceng oleh saksi Kaharudiansyah, yang pada saat korban dan para saksi melewati dijalan Salam, korban dan para saksi serta Toha, Heri, Aldi dan Ale dihentikan oleh terdakwa bersama teman temannya yaitu saksi Kadis Alias Ladok Bin Suta (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Riky Ardian Alias Ole Bin Akum (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Agung Mardiansyah Alias Ace (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Rian Febriansyah Alias Rian (terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Muhammad Rizki Alias Bogel (Terdakwa dalam berkas terpisah), dan Gunawan Alias Debleng (DPO), Ucok (DPO), Bayu (DPO), Gerger (DPO), Aris Alias Walang (DPO), Delu (DPO), Adi Alias Adot (DPO), Egi (DPO), Erik Alias Bawon (DPO), Ena Alias Aril (DPO), Salam Alias Denggol (DPO), Doni Alias Kubik (DPO), serta beberapa orang lagi yang tidak dikenal dimana saat itu saksi Agung Mardiansyah Alias Ace yang memegang senjata tajam sejenis samurai berlari menghampiri rombongan korban dan saksi Kaharudinsyah, saksi Deni, saksi Andi, saksi Fauzi, Toha, Heri, Aldi dan Ale ; - Bahwa melihat hal tersebut, saksi Kaharudinsyah, saksi Deni, saksi Andi, saksi Fauzi, Toha, Heri, Aldi dan Ale yang masih berada diatas sepeda motornya masing masing berusaha menghindari terdakwa bersama teman temannya yaitu saksi Kadis Alias Ladok Bin Suta (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Riky Ardian Alias Ole Bin Akum (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Agung Mardiansyah Alias Ace (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Rian Febriansyah Alias Rian (terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Muhammad Rizki Alias Bogel (Terdakwa dalam berkas terpisah), yang datang menghampiri dengan berusaha mencari jalan lain untuk menyelamatkan diri dimana saksi Kaharudiansyah yang membonceng saksi Deni dan korban Geri berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan sepeda motornya melewati sebuah gang, korban Geri dan saksi Deni melompat turun dari sepeda motor dan berusaha lari dari kejaran terdakwa dan teman teman terdakwa sedangkan saksi Kaharudiansyah sendiri terjatuh setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak pagar besi ; Halaman 6 dari 13 putusan No429/Pid/2013/PT Bdg

7 - Pada saat korban Geri hendak melarikan diri, bajunya ditarik dari belakang oleh saksi Muhammad Rizki Alias Bogel sehingga terjatuh dan langsung memukul serta menedang tubuh korban Geri yang saat itu tergeletak ditanah, dan pada saat itu pula terdakwa memukul tubuh korban Geri menggunakan sebilah bambu, saksi saksi Kadis Alias Ladok Bin Suta memukul tangan kiri korban Geri menggunakan besi dari bekas gagang pel lantai, saksi Riky Ardian Alias Ole Bin Akum memukul korban Geri menggunakan sebanyak 1 (satu) kali dibagian wajah, saksi Heru Alias Ceu membacok tubuh korban Geri menggunakan sebilah Golok kecil, sdr. Adi Alias Adot (DPO) dan sdr. Salam (DPO) memukul menggunakan sebilah bambu, saksi Rian Alias Bocil, sdr. Doni Alias Kubik (DPO), sdr. Ena Alias Aril (DPO) memukul wajah korban Geri dengan menggunakan tangan kosong, dan saksi Agung Mardiansyah Alias Ace membacok kaki kiri korban Geri dengan menggunakan sebilah senjata tajam yang terbuat dari besi bekas kursi dipipihkan / dibikin tipis hingga permukaannya tajam yang saksi Agung Mardiansyah Alias Ace pinjam dari sdr. Bayu (Terdakwa dalam Berkas terpisah) sehingga korban Geri tak mampu menyelamatkan diri karena mengalami luka bacokan dipunggung sebelah kanan, luka sobek / sayatan pada kaki sebelah kiri, memar pada bagian leher, memar dibagian telinga,, tangan kanan terlihat luka sobek / sayatan dan meninggal dunia pada saat dibawa ke rumah sakit; - Bahwa akibat perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa bersama saksi Kadis Alias Ladok Bin Suta, saksi Riky Ardian Alias Ole Bin Akum, saksi Agung Mardiansyah Alias Ace (Terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Rian Febriansyah Alias Rian (terdakwa dalam berkas terpisah), saksi Muhammad Rizki Alias Bogel (Terdakwa dalam berkas terpisah), dan, Gunawan Alias Debleng (DPO), Ucok (DPO), Bayu (DPO), Gerger (DPO), Aris Alias Walang (DPO), Delu (DPO), Adi Alias Adot (DPO), Egi (DPO), Erik Alias Bawon (DPO), Ena Alias Aril (DPO), Salam Alias Denggol (DPO), Doni Alias Kubik (DPO), serta beberapa orang lagi yang tidak dikenal tersebut, korban Geri Suprista berdasarkan Visum Et Repertum No. 06/SK-II/IV/2013 Pemeriksaan Atas Mayat GERI SUPRISTA Bin SUBAGJA tanggal 10 April 2013 yang dibuat oleh Dr. Hafifulsyah, Sp.F, dokter pemeriksa dari RSUD kelas B Non Pendidikan Pemkab. Karawang bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap korban GERI SUPRISTA Bin SUGABJA diterangkan terdapat luka luka berupa : Halaman 7 dari 13 putusan No429/Pid/2013/PT Bdg

8 1. Pada kepala belakang sisi kiri terdapat benjolan keras seluas dua sentimeter kali satu sentimeter ; 2. pada daun telinga kanan bagian bawah terdapat luka terbuka tepi rata berukuran nol koma empat sentimeter kali nol koma dua sentimeter ; 3. pada daun telinga kiri bagian bawah terdapat luka terbuka tepi rata berukuran nol koma empat sentimeter kali nol koma dua sentimeter ; 4. pada dada kanan tiga sentimeter dari garis pertengahan depan tiga sentimeter diatas putting susu terdapat luka terbuka tepi rata berbentuk bulat dengan diameter nol koma tiga sentimeter ; 5. pada perut kanan bawah terdapat luka lecet gores berukuran empat sentimeter kali satu sentimeter ; 6. pada perut kiri bawah terdapat luka terbuka tepi rata berbentuk bulat dengan diameter nol koma tiga sentimeter ; 7. pada lutut kiri terdapat luka lecet berukuran tiga sentimeter kali satu sentimeter ; 8. pada punggung kiri tiga sentimeter dibawah bahu terdapat luka terbuka tepi rata sepanjang satu sentimeter ; 9. pada tungkai atas kaki kiri sisi dalam dua sentimeter lipat lutut terdapat luka terbuka tepi rata kedua sudut luka tajam dasar tulang tampak pembuluh darah terputus dengan ukuran lima sentimeter kali tiga sentimeter. Dengan kesimpulan pada pemeriksaan mayat ditemukan luka terbuka pada daun telinga koma dada koma perut koma punggung kiri dan tungkai atas kaki kiri akibat kekerasan tajam. Selanjutnya pada pemeriksaan organ organ dalam tampak seluruh organ pucat (kehabisan darah). Sebagb kematian adalah kekerasan tajam pada tungkai atas kaki kiri yang menyebabkan terputusnya pembuluh darah besar sehingga terjadi pendarahan yang banyak (shock hipovolemik). Perbuatan Terdakwa tersebut diatas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 351 Ayat (3) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. Menimbang, bahwa Surat Tuntutan Pidana Penuntut Umum No.Reg.Perk:PDM 162/KRWNG/07/2013 yang dibacakan dalam persidangan pada hari Selasa, tanggal 2 Oktober 2013 yang pada pokoknya menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan menjatuhkan putusan sebagai berikut : Halaman 8 dari 13 putusan No429/Pid/2013/PT Bdg

9 1. Menyatakan ARI LUGISTA alias ARI bin SUBAGJA terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang jika kekerasan mengakibatkan maut melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUH Pidana. 2. Menjatuhkan Pidana terhadap ARI LUGISTA alias ARI bin SUBAGJA dengan pidana selama 3 (tiga ) tahun Penjara potong tahanan dengan perintah tetap berada dalam tahanan. 3. Menetapkan barang bukti berupa : a. 1 (satu ) unit sepeda motor Satria FU warna putih hitam Nopol T 5887 KP tahun 2012 No. Rangka : MH8BG41CACJ Nosin : G420ID89238 berikut kunci kontaknya, dikembalikan kepada pemiliknya yaitu BAYU IRWANSYAH. b. 1 (satu ) potong bambu bulat panjang sekitar 300 cm. c. 1 (satu ) potong bambu bulat panjang sekitar 287 cm yang pada ujungnya terdapat bercak darah. d. 1 (satu ) buah batu, dirampas untuk dimusnahkan. e. 1 (satu ) unit sepeda motor Honda Beat warna merah tanpa plat nomor, Nomor rangka MH 1JF22189K Nomor mesin : CF22e tahun 2009, dikembalikan kepada saksi Kaharudinsyah. 4. Menetapkan supaya Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp ,- ( seribu rupiah ), Menimbang, bahwa terhadap tuntutan tersebut Pengadilan Negeri Karawang No 162/PID./B/2013/PN.Krw. tanggal 30 Oktober 2013, yang amarnya berbunyi sebagai berikut : 1. Menyatakan Terdakwa ARI LUGISTA Alias ARI bin SUBAGJA, telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Terang-terangan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang mengakibatkan maut/mati 2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan Pidana Penjara selama 1 (satu ) tahun dan 7 ( tujuh ) bulan. 3. Menetapkan masa Penangkapan dan Penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa,dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan kepadanya. Halaman 9 dari 13 putusan No429/Pid/2013/PT Bdg

10 4. Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan. 5. Menetapkan barang bukti berupa : - 1 (satu ) unit sepeda motor Satria FU warna putih hitam Nopol T 5887 KP tahun 2012 No. Rangka : MH8BG41CACJ Nosin : G420ID89238 berikut kunci kontaknya, dikembalikan kepada pemiliknya yaitu BAYU IRWANSYAH. - 1 (satu ) potong bambu bulat panjang sekitar 300 cm. - 1 (satu ) potong bambu bulat panjang sekitar 287 cm yang pada ujungnya terdapat bercak darah. - 1 (satu ) buah batu, dirampas untuk dimusnahkan. - 1 (satu ) unit sepeda motor Honda Beat warna merah tanpa plat nomor, Nomor rangka MH 1JF22189K Nomor mesin : CF22e tahun 2009,dikembalikan kepada saksi Kaharudinsyah. 6. Membebani kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp ,- ( seribu rupiah ). Menimbang, bahwa terhadap putusan tersebut, Penasehat Hukum terdakwa menyatakan banding dihadapan Panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Karawang, dengan Akta permintaan banding No.11/Akta.Pid /2013/PN.Krw. yang menerangkan bahwa pada tanggal 04 Nopember 2013 telah mengajukan permintaan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Karawang No.162/PID/B/2013/PN.Krw. tanggal 30 Oktober 2013, yang mana pengajuan permintaan banding tersebut telah diberitahukan secara patut kepada Jaksa Penuntut Umum pada tanggal 6 Nopember 2013 ; Menimbang, bahwa terhadap putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum menyatakan banding dihadapan Panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Karawang, dengan Akta permintaan banding No.11/Akta.Pid/2011/PN.Krw. yang ditandatangani oleh Panitera Pengadilan Negeri Karawang yang menerangkan bahwa pada tanggal 6 Nopember 2013, telah mengajukan permintaan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Karawang No.162/PID/B/2013/PN.Krw. tanggal 30 Oktober 2013, yang mana pengajuan permintaan banding tersebut telah diberitahukan secara patut kepada Penasehat Hukum Terdakwa pada tanggal 12 Nopember 2013 ; Menimbang, bahwa Penasehat Hukum Terdakwa mengajukan Memori banding tertanggal 12 Nopember 2013, yang telah diterima di Kepaniteraan Halaman 10 dari 13 putusan No429/Pid/2013/PT Bdg

11 Pengadilan Negeri Karawang pada tanggal 12 Nopember 2013, dimana memori banding tersebut telah diberitahukan/ diserahkan secara patut kepada Jaksa Penuntut Umum pada tanggal 13 Nopember 2013 ; Menimbang, bahwa Jaksa Penutut Umum mengajukan Memori banding tertanggal Nopember 2013, yang telah diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Karawang pada tanggal 20 Nopember 2013, dimana memori banding tersebut telah diberitahukan/ diserahkan secara patut kepada Terdakwa pada tanggal 21 Nopember 2013 ; Menimbang, bahwa Jaksa Penuntut Umum mengajukan kontra memori banding tertanggal Nopember 2013, yang telah diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Karawang pada tanggal 20 Nopember 2013 dimana kontra memori banding tersebut telah diberitahukan/ diserahkan secara patut kepada Terdakwa pada tanggal 21 Nopember 2013 ; Menimbang, bahwa Penasehat Hukum Terdakwa mengajukan kontra memori banding tertanggal 25 Nopember 2013, yang telah diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Karawang pada tanggal 25 Nopember 2013 dimana kontra memori banding tersebut telah diberitahukan/ diserahkan secara patut kepada Jaksa Penuntut Umum pada tanggal 27 Nopember 2013 ; Menimbang, bahwa Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa telah diberi kesempatan untuk inzage (memeriksa berkas perkara) sebelum berkas perkara dikirim ke Pengadilan Tinggi Bandung dalam tenggang 7 hari terhitung mulai tanggal 15 Nopember 2013 sampai dengan tanggal 22 Nopember 2013; Menimbang, bahwa karena permintaan untuk pemeriksaan tingkat banding dari Penuntut Umum dan Terdakwa diajukan dalam tenggang waktu dan menurut tata cara serta syarat-syarat yang telah ditentukan oleh Undang- Undang, maka pengajuan permintaan banding tersebut secara formal dapat diterima ; Menimbang, bahwa Penuntut Umum dalam memori banding dan kontra memori banding pada pokoknya telah menyampaikan keberatan atas putusan yang telah dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Karawang mengenai lamanya pidana yang dijatuhkan belum memenuhi rasa keadilan; Menimbang, bahwa terhadap memori banding dan kontra memori banding Penuntut Umum tersebut Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat bahwa dalam hal lamanya pemidanaan terhadap terdakwa Majelis Hakim Tingkat Pertama telah mempertimbangkan dengan tepat dan benar dengan melihat tentang kadar kesalahan yang dilakukan oleh Terdakwa tersebut, oleh karena Halaman 11 dari 13 putusan No429/Pid/2013/PT Bdg

12 itu memori banding dan kontra memori banding dari Penuntut Umum tersebut patut dikesampingkan ; Menimbang, bahwa Penasehat Hukum Terdakwa dalam memori banding dan kontra memori banding berpendapat bahwa Terdakwa tidak bersalah oleh karena itu Terdakwa haruslah dibebaskan, dalam hal ini Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat tentang telah terbuktinya tindak pidana yang dijatuhkan terhadap Terdakwa telah dipertimbangkan oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama, dengan tepat dan benar dengan telah menguraikan semua alasan hukum tentang tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa tersebut dan memori banding Terdakwa hanyalah mengulangi tentang hal-hal yang telah dipertimbangkan oleh karenanya memori banding dan kontra memori banding Penasehat Hukum Terdakwa haruslah dikesampingkan ; Menimbang, bahwa setelah memperhatikan memori banding dan kontra memori banding Penuntut Umum dan Penasehat Hukum Terdakwa serta mempelajari dengan seksama berkas perkara Terdakwa maupun turunan resmi putusan Pengadilan Negeri Karawang Nomor 162/PID/B/2013/PN.Krw. tanggal 30 Oktober 2013, Majelis Hakim Tingkat Banding sependapat dengan seluruh pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama yang menjadi dasar putusan tersebut, sehingga pertimbangan hukum tersebut diambil alih dan dianggap sebagai pertimbangan Pengadilan Tinggi dalam memutus perkara ini ditingkat banding; Menimbang, bahwa berdasarkan seluruh uraian pertimbangan diatas, maka putusan Pengadilan Negeri Karawang Nomor 162/PID/B/2013/PN.Krw. tanggal 30 Oktober 2013 dapat dipertahankan dan haruslah dikuatkan ; Menimbang, bahwa oleh karena selama perkara terdakwa diperiksa di tingkat banding terdakwa ditahan, maka sesuai dengan ketentuan Pasal 22 ayat (4) KUHAP dan 242 KUHAP maka tahanan yang telah dijalankandan dipertihungkan dengan pidana yang dijalankan dan terdakwa diperintahkan tetap dalam tahanan; Menimbang, bahwa karena Terdakwa tetap dinyatakan bersalah dan harus dipidana, maka kepadanya pula haruslah dibebani untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan (sesuai ketentuan Pasal 222 ayat (1) KUHAP); Mengingat selain pada pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP dan pasal-pasal lainnya yang terkait dalam UU No.8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan lainnya yang bersangkutan; Halaman 12 dari 13 putusan No429/Pid/2013/PT Bdg

13 M E N G A D I L I : -- Menerima permintaan banding dari Penuntut Umum dan Terdakwa ; -- Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Karawang Nomor : 162/PID/B/2013/PN.Krw. tanggal 30 Oktober 2013 yang dimintakan banding tersebut; -- Menetapkan lamanya masa penahanan yang telah dijalankan oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan; -- Memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan; -- Membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan, yang ditingkat banding sebesar Rp.2.500,-- (dua ribu lima ratus rupiah); DEMIKIANLAH diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung pada hari : Kamis, tanggal 9 Januari 2014 oleh kami H. SYAMSUL ALI, SH MH. Hakim Tinggi sebagai Ketua Majelis H. NUZUARI SH MH dan ENOS RADJAWANE, SH masing-masing sebagai Hakim Anggota berdasarkan surat Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Bandung tanggal 4 Desember 2013 No. 429/Pen/Pid/2013/PT Bdg., putusan mana diucapkan pada hari itu juga dalam persidangan yang dinyatakan terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis dan didampingi Hakim Anggota tersebut dan dibantu oleh Ny. DENI SETIANI, SH., Panitera Pengganti tetapi tanpa dihadiri Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa. HAKIM ANGGOTA KETUA MAJELIS Ttd. Ttd. H. NUZUARI SH MH H. SYAMSUL ALI, SH MH Ttd. ENOS RADJAWANE, SH PANITERA PENGGANTI Ttd. Ny. DENI SETIANI, SH Halaman 13 dari 13 putusan No429/Pid/2013/PT Bdg

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara pidanadalam peradilan tingkat Banding, menjatuhkan Putusan seperti

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA,

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn.

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU;

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU; P U T U S A N Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA - 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN.

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl.

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Donggala yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan P U T U S A N NOMOR 129 / PID / 2015/ PT MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg.

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. Nomor P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara Pidana dalam tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana biasa dalam peradilan tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ;

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ; P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ---- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Tinggi Medan pidana dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 345/Pid.B/2014/PN.BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id PUTUSAN Nomor 354/Pid.B/2014/PN Sbg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:----------------------

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:---------------------- P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989 P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana pada Peradilan Tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ;

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ; P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 B A L I K P A P A N P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR :02 TAHUN 2012 TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap warga negara

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 157/ Pid.Sus/2015/ PN.Stb(NARKOTIKA) Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa Pengadilan Negeri Stabat yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 265/ Pid. B/ 2014/ PN. Stabat. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA -----------Pengadilan Negeri Stabat di Stabat mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING I. Mempelajari Berkas Perkara 1. Bentuk Dakwaan: a. Tunggal : Adalah tehadap Terdakwa hanya didakwakan satu perbuatan yang memenuhi Uraian dalam satu Pasal tertentu

Lebih terperinci

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa negara Republik Indonesia adalah negara hukum

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat banding dalam persidangan Majelis

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 241 / Pid.Sus / 2015 / PN Stb. (Narkotika). DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara pidana dengan acara biasa pada peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1 P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Perdata dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 272 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N No. 163/Pid.B/2014/PN.KBJ

P U T U S A N No. 163/Pid.B/2014/PN.KBJ P U T U S A N No. 163/Pid.B/2014/PN.KBJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Kabanjahe yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara biasa pada tingkat pertama telah

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA

I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA A. KEPANITERAAN PIDANA 1. Penyelesaian Perkara a. Pengadilan Negeri menerima

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Wonosari yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK

Lebih terperinci

1. PELAPORAN Proses pertama bisa diawali dengan laporan atau pengaduan ke kepolisian.

1. PELAPORAN Proses pertama bisa diawali dengan laporan atau pengaduan ke kepolisian. KASUS PIDANA UMUM CONTOH-CONTOH KASUS PIDANA: Kekerasan akibat perkelahian atau penganiayaan Pelanggaran (senjata tajam, narkotika, lalu lintas) Pencurian Korupsi Pengerusakan Kekerasan dalam rumah tangga

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara

Lebih terperinci

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: 1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar iah dalam tenggang waktu : a. 14 (empat belas)

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ]

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] BAB II TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Pasal 2 (1) Setiap orang yang melakukan perekrutan,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama

Lebih terperinci

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA SURAT EDARAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SE-004/J.A/11/1993 TENTANG PEMBUATAN SURAT DAKWAAN

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA SURAT EDARAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SE-004/J.A/11/1993 TENTANG PEMBUATAN SURAT DAKWAAN I. PENDAHULUAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA SURAT EDARAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SE-004/J.A/11/1993 TENTANG PEMBUATAN SURAT DAKWAAN Menurut hasil eksaminasi perkara terutama perkara-perkara

Lebih terperinci

BAB III. Obyek penelitian dalam bab ini adalah mengenai fakta yuridis yang diuraikan sebagai berikut :

BAB III. Obyek penelitian dalam bab ini adalah mengenai fakta yuridis yang diuraikan sebagai berikut : BAB III DUDUK PERKARA PUTUSAN PENGADILAN NEGERI NOMOR : 174/Pdt.G/2002/PN.Jkt.Tim JO. PUTUSAN PENGADILAN TINGGI JAKARTA NOMOR : 95/PDT/2003/PT.DKI DAN PUTUSAN KASASI MAHKAMAH AGUNG RI NOMOR : 3302 K/PDT/2003

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

Praditia Danindra Hakim pada Pengadilan Negeri Purbalingga. Abstract

Praditia Danindra Hakim pada Pengadilan Negeri Purbalingga. Abstract 119 PERAMPASAN DAN PENGEMBALIAN BARANG BUKTI ALAT ANGKUT TINDAK PIDANA ILLEGAL LOGGING DALAM MEWUJUDKAN RASA KEADILAN ( Studi Putusan di Pengadilan Negeri Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Pengadilan

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 08/PMK/2006 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM SENGKETA KEWENANGAN KONSTITUSIONAL LEMBAGA NEGARA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT, PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT, DAN PEMBERHENTIAN SEMENTARA, SERTA HAK JABATAN FUNGSIONAL JAKSA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik

Lebih terperinci

Wajib Lapor Tindak KDRT 1

Wajib Lapor Tindak KDRT 1 Wajib Lapor Tindak KDRT 1 Rita Serena Kolibonso. S.H., LL.M. Pengantar Dalam beberapa periode, pertanyaan tentang kewajiban lapor dugaan tindak pidana memang sering diangkat oleh kalangan profesi khususnya

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR : 04/PMK/2004 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA www.legalitas.org UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa anak adalah bagian dari generasi muda sebagai

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENANGANAN TERSANGKA ATAU TERDAKWA PENYALAH GUNA, KORBAN PENYALAHGUNAAN, DAN PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, enimbang: a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DEWAN KEHORMATAN PUSAT PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2007 TENTANG SUSUNAN DAN TATA LAKSANA KERJA MAJELIS KEHORMATAN

KEPUTUSAN DEWAN KEHORMATAN PUSAT PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2007 TENTANG SUSUNAN DAN TATA LAKSANA KERJA MAJELIS KEHORMATAN KEPUTUSAN DEWAN KEHORMATAN PUSAT PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2007 TENTANG SUSUNAN DAN TATA LAKSANA KERJA MAJELIS KEHORMATAN DEWAN KEHORMATAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA DEWAN KEHORMATAN

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENANGANAN PERKARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran.

PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran. PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran. Hal. : Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Surabaya, 26 Pebruari 2010 Dengan Hormat, Kepada

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-04 P A L E M B A N G P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-04 Palembang yang bersidang di Palembang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi. pidana atau tidak yang dilakukan terdakwa.

BAB I PENDAHULUAN. penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi. pidana atau tidak yang dilakukan terdakwa. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Alat bukti berupa keterangan saksi sangatlah lazim digunakan dalam penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi dimaksudkan untuk

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SE-KALIMANTAN TENGAH

STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SE-KALIMANTAN TENGAH STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SEKALIMANTAN TENGAH I. PENDAHULUAN Dalam Visi Mahkamah Agung Republik Indonesia yang dituangkan dalam Blue Print

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang mengadili perkara Harta Bersama pada tingkat banding

Lebih terperinci

HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER

HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER 1. Pendahuluan. HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER Oleh: Mayjen TNI Burhan Dahlan, S.H., M.H. Bahwa banyak yang menjadi materi perubahan dalam RUU Peradilan Militer yang akan datang,

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Nomor : 52/DJU/SK/HK.006/5/ Tahun 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN MAHKAMAH

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG [LN 2010/122, TLN 5164]

UNDANG-UNDANG NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG [LN 2010/122, TLN 5164] UNDANG-UNDANG NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG [LN 2010/122, TLN 5164] BAB II TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG Pasal 3 Setiap Orang yang menempatkan, mentransfer,

Lebih terperinci

RAMBU LALU LINTAS JALAN

RAMBU LALU LINTAS JALAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 4 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 4 TAHUN 2013 T E N T A N G RAMBU LALU LINTAS JALAN DISUSUN OLEH BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPETEN BONE PEMERINTAH

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ;

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ; P E N E T A P A N Nomor : 151 /Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama, telah menetapkan seperti

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2003 TENTANG PELAKSANAAN TEKNIS INSTITUSIONAL PERADILAN UMUM BAGI ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

PUTUSAN Nomor 18/PUU-XIII/2015 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

PUTUSAN Nomor 18/PUU-XIII/2015 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA SALINAN \ PUTUSAN Nomor 18/PUU-XIII/2015 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA [1.1] Yang mengadili perkara konstitusi pada tingkat pertama dan terakhir,

Lebih terperinci

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata permohonan dalam tingkat pertama,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa hutan, sebagai

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 156/Pdt/2015/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N Nomor 156/Pdt/2015/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. P U T U S A N Nomor 156/Pdt/2015/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Pengadilan Tinggi Bandung yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara perdata dalam peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Pemerintah berhubung dengan keadaan dalam dan luar negeri

Lebih terperinci

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA KETENTUAN UMUM Pengertian PASAL 1 1. Yang dimaksud dengan kode etik Panitera dan jurusita ialah aturan tertulis yang harus dipedomani oleh setiap Panitera dan jurusita dalam

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan upaya

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR: 05/PMK/2004 TENTANG PROSEDUR PENGAJUAN KEBERATAN ATAS PENETAPAN HASIL PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2004 MAHKAMAH

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA R.I NOMOR: PER.04/MEN/1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA MENTERI TENAGA KERJA,

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA R.I NOMOR: PER.04/MEN/1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA MENTERI TENAGA KERJA, MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA R.I NOMOR: PER.04/MEN/1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA MENTERI TENAGA KERJA, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksana pasal 19

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0 JABATAN : KOORDINATOR SECURITY A. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 1. Melakukan Rekrut anggota Security sesuai dengan kebutuhan, Yang telah di setujui warga melalui keputusan Ketua RT. 2. Sebagai jembatan komonikasi

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 MAHKAMAH AGUNG RI 2008 1 DAFTAR ISI Kata Pengantar... iii Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : KMA/032/SK/IV/2007

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL HSL RPT TGL 13 JULI 2009 PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENANGANAN TERSANGKA DAN/ATAU TERDAKWA PECANDU NARKOTIKA DAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA KE DALAM LEMBAGA REHABILITASI

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

KEJAKSAAN NEGERI JAKARTA PUSAT "UNTUK KEADILAN"

KEJAKSAAN NEGERI JAKARTA PUSAT UNTUK KEADILAN KEJAKSAAN NEGERI JAKARTA PUSAT "UNTUK KEADILAN" P E N D A P A T JAKSA PENUNTUT UMUM ATAS NOTA KEBERATAN/EKSEPSI TIM PENASEHAT HUKUM TERDAKWA POLLYCARPUS BUDIHARI PRIYANTO 1 BABI PENDAHULUAN Majelis Hakim

Lebih terperinci