BAB III DATA DAN PENGOLAHAN DATA
|
|
|
- Doddy Sudirman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III DATA DAN PENGOLAHAN DATA 3.1 Daerah Stud Selat Lombok merupakan selat yang memsahkan Pulau Bal dan Pulau Lombok dan menghubungkan Laut Flores bagan Barat dengan Samudera Hnda. Panjang Selat Lombok sektar 60 km dengan kedalaman lebh dar 1000 m d bagan utara dan berkurang menjad m d daerah sll. Lebar Selat Lombok sektar 30 km d bagan utara dan menyempt menjad sektar 18 km d selatan karena terdapat Pulau Nusa Penda. Data yang dperoleh pada tugas akhr n adalah data arus yang ddapatkan dar moorng yang dlakukan dengan ADCP (Accoustc Doppler Current Profler) dan VMCM (Vector Measurng Current Meter) yang dtempatkan d dua ttk. Ttk pertama terletak pada E, S dengan kedalaman 921 meter dan ttk kedua terletak pada E, S dengan kedalaman 1147 meter yang keduanya terletak d Selat Lombok (Gambar 3.1). Poss Selat Lombok yang terletak d wlayah transs antara wlayah peraran Indonesa bagan barat dan bagan tmur merupakan poss yang strategs bag proses oseanograf peraran Indonesa karena masng-masng wlayah peraran Indonesa memlk karakterstk masng-masng. Msalnya saja wlayah peraran Indonesa bagan barat merupakan bagan dar Paparan Sunda yang memlk kedalaman kurang dar 75 meter dan dpengaruh curah hujan yang tngg yatu sektar 2-4 m/tahun (Wrytk, 1961; dalam Subago, 2004). Sementara tu wlayah peraran Indonesa bagan Tmur merupakan peraran dengan kedalaman ar lebh dar 1000 meter serta curah hujan tahunan yang relatf rendah yatu kurang dar 1,5 m/tahun. III-1
2 Gambar 3.1. Lokas Moorng (bulatan kunng), SPGA (slnder merah) dan stasun CTD+XBT (cncn puth) d Selat Lombok. Angka numerk menunjukkan nomer stasun. (Sumber: Draft laporan pelayaran INSTANT Rotaton Cruse 2005, Badan Rset Kelautan dan Perkanan, Departemen Kelautan dan Perkanan) 3.2 Bentuk Geometr Selat Lombok Topograf yang pentng dar Selat Lombok adalah Pulau Nusa Penda dan sll yang terletak antara Pulau Nusa Penda dengan pulau kecl d sebelah selatan mulut Selat Lombok. Pola arus yang terbentuk terdr dar superposs alran arus utama serta arus III-2
3 pasang surut. D atas kedalaman 100 m, kecepatan arus mencapa 1,5 m/s pada bagan tengah selat dan 3 m/s d daerah sll. Kedalaman Selat Lombok antara m d bagan selatannya, dmana salurannya terbag menjad dua oleh Pulau Nusa Penda, tempat adanya sll. Saluran d bagan baratnya, yatu Selat Badung, hanya memlk luas seperempat luas salurannya. Sebelah kanan pulau n memlk bentuk yang tdak beraturan dengan kedalaman maksmum 350 m dengan panjang 20 km dar Pulau Nuda Penda ke Pulau Lombok. N Aw Ce S Gambar 3.2 Peta Selat Lombok antara Pulau Bal dan Selat Lombok. Tanda panah menunjukkan lokas sll. Gambar sebelah kanan menunjukkan profl 3D dar sll. (Sumber: Nngsh, dkk., 2004). III-3
4 (A) (B) Gambar 3.3 Profl 3D batmetr Selat Lombok. (A) Dtnjau dar laut Flores. (B) Dtnjau dar Samudra Hnda. (Sumber : Nngsh, dkk., 2004) 3.3 Data Data pada tugas akhr n adalah data arus hasl pengamatan yang dlakukan dengan menggunakan moorng ADCP (Accoustc Doppler Current Profler) dan VMCM (Vector Measurng Current Meter) yang dmlk oleh Badan Rset Kelautan dan Perkanan, Departemen Kelautan dan Perkanan melalu program INSTANT ADCP (Accoustc Doppler Current Profler) merupakan teknolog pengukuran arus yang dapat mengukur kecepatan arus dalam 3 dmens (utara-selatan, tmur-barat, dan vertkal) serta menghtung besarnya volume alran per detk dengan sstem real tme processng. INSTANT 2005 Rotaton Cruse merupakan bagan dar rangkaan program rset INSTANT Program INSTANT (Internatonal Nusantara Stratfcaton and Transport) merupakan kerja sama rset antara Badan Rset Kelautan dan Perkanan Departemen Kelautan dan Perkanan (BRKP-DKP) dengan 4 nsttus asng yatu CSIRO- Australa, Lamont-Doherty Earth Observatory (LDEO) Unversty of Columba Amerka Serkat, NIOZ Royal Netherlands Insttute for Sea Research Belanda dan LODYC Unverstas Pars VI-Perancs. Program INSTANT n drancang untuk mempelajar dan memaham lebh mendalam varabltas transport dan karakterstk massa ar dar Samudera Pasfk ke Samudera Hnda melalu pengukuran yang berkesnambungan (contnous) dan bersamaan (coherent) pada jalur masuk dan keluar dar lntasan massa ar tersebut. III-4
5 Moorng d lakukan d Selat Lombok pada dua lokas yang berbeda, dan kedalaman yang bervaras. Panjang data (tme seres) dar setap kedalaman bervaras, mula dar tga bulan hngga satu setengah tahun. Konfguras nstrumen untuk masng-masng lokas dapat dlhat pada Gambar 3.4. (A) (B) Gambar 3.4 Konfguras nstrumen pada masng-masng lokas moorng d Selat Lombok. (A) Susunan nstrumen pada Stasun Barat. (B) Susunan nstrumen pada Stasun Tmur. III-5
6 Tabel 3.1. Lokas Moorng. Lokas Moorng Bujur Lntang Stasun Barat E S Stasun Tmur E S Tabel 3.2. Data Moorng Stasun Barat Alat yang Kedalaman Tanggal Tanggal Interval data Waktu Waktu dgunakan (m) mula berakhr mula berakhr ADCP Jan Jun ment 00:00 14:30 ADCP Jan Jun ment 00:00 14:30 ADCP Jan Jun ment 00:00 14:30 ADCP Jan Jun ment 00:00 14:30 ADCP Jan Jun ment 00:00 14:30 ADCP Jan Jun ment 00:00 14:30 VMCM Jan Me ment 04:00 01:45 VMCM Jan Jun ment 04:00 00:00 VMCM Jan Jun ment 04:00 05:30 Tabel 3.3. Data Moorng Stasun Tmur Alat yang Kedalaman Tanggal Tanggal Interval data Waktu Waktu Dgunakan (m) mula berakhr mula berakhr ADCP Jan Jun ment 04:00 04:00 ADCP Jan Jun ment 04:00 04:00 ADCP Jan Jun ment 04:00 04:00 ADCP Jan Jun ment 04:00 04:00 ADCP Jan Jun ment 04:00 04:00 ADCP Jan Jun ment 04:00 04:00 VMCM Jan Des ment 04:00 06:30 Aanderaa Jan Jun 05 2 jam 06:00 04:00 Dar semua data moorng yang terseda, hanya dplh beberapa data saja untuk dlakukan peneltan. Beberapa dar data-data n keadaannya tdak bak, yatu banyak terdapat data kosong. Data yang dpaka dalam peneltan n adalah: III-6
7 Tabel 3.4. Data arus yang dgunakan dalam peneltan tugas akhr Nama Moorng Kedalaman (m) Data (tahun 2004) Stasun barat Februar, Maret, Jul, Agustus (seluruhnya satu bulan penuh) Februar, Maret, Jul, Agustus (seluruhnya satu bulan penuh) Februar, Maret, Jul, Agustus (seluruhnya satu bulan penuh) 250 Februar, Maret, Jul, Agustus (seluruhnya satu bulan penuh) 350 Februar, Maret, Jul, Agustus (seluruhnya satu bulan penuh) 450 Februar, Maret, Jul, Agustus (seluruhnya satu bulan penuh) Stasun tmur Februar, Maret, Jul, Agustus (seluruhnya satu bulan penuh) Februar, Maret, Jul, Agustus (seluruhnya satu bulan penuh) Februar, Maret, Jul, Agustus (seluruhnya satu bulan penuh) Februar, Maret, Jul, Agustus (seluruhnya satu bulan penuh) Jul dan Agustus (seluruhnya satu bulan penuh) Februar dan Maret (seluruhnya satu bulan penuh) 350 Februar, Maret, Jul, Agustus (seluruhnya satu bulan penuh) 3.4 Pengolahan Data Pengolahan Data Arus Data observas arus dperoleh dalam bentuk deret waktu dar komponen arus tmur (u) dan utara (v) untuk masng-masng data arus. Data arus basanya dasumskan sebaga arus total yang merupakan penjumlahan dar arus pasang surut dan arus non pasang surut. Untuk mendapatkan arus pasang surut maka dterapkan analsa harmonk arus pasang surut (pasut) pada masng-masng komponen data arus observas. Analsa arus pasut dterapkan pada data deret waktu tap jam. Data arus dhaluskan dengan low passed flter dan memotong semua snyal yang memlk perode 2 jam atau lebh dar tu, kemudan d lakukan pencuplkan. Msalkan untuk data perlma belas ment, dlakukan pencuplkan satu tap empat data dan data pertga puluh ment d lakukan pencuplkan satu tap dua data untuk mendapatkan data deret waktu perjam. Data deret waktu perjam kemudan d analss lebh lanjut. III-7
8 Hasl pengolahan data arus total, arus pasang surut, arus tetap dan arus non pasang surut kemudan dtamplkan dalam bentuk: 1. Plot vektor arus pasang surut. 2. Plot vektor arus non pasang surut. Dalam hal n arus non pasang surut adalah: Arus non pasang surut = arus total arus pasang surut arus tetap. 3. Profl dagram vertkal arus tetap Analss Harmonk Arus Pasang Surut Tujuan utama dar analsa harmonk arus pasang surut adalah untuk mendapatkan nformas mengena parameter pasang surut (ampltudo dan beda phasa) d suatu tempat dar data pengamatan kecepatan arus yang dambl selama jangka waktu tertentu. Untuk analss harmonk n beberapa metode analss pasang surut yang cukup bak dan telah banyak dgunakan dantaranya adalah metode Admralty dan metode Least Square, pada tugas akhr n untuk analss pasang surut tersebut dgunakan metode Least Square dengan menggunakan program TIFA. Karena gejala arus pasut adalah perodk, maka kecepatannya dapat dnyatakan sebaga fungs dar waktu dan merupakan suatu deret harmonk dar M (jumlah) komponen arus pasut. Perhtungan analss harmonk arus pasang surut dlakukan untuk dua komponen arah, yatu arah tmur barat dan arah utara selatan (Al, 2004). Pada metode analss harmonk dengan cara Least Square besarnya kecepatan arus pasang surut d suatu tempat pada waktu tertentu, dapat dtulskan sebaga berkut: M ( σ t + V + u g ) u( t) = u 0 + f U 'cos 3.1 Dengan u 0 = komponen arus rata-rata arah tmur barat t = waktu pengamatan u (t) = kecepatan arus pasang surut komponen arah tmur barat σ t = kecepatan sudut dar komponen ke - (derajat/jam) V = phasa dar equlbrum tde d Greenwch pada jam har tengah III-8
9 f u = faktor koreks nodal untuk ampltudo = faktor koreks nodal untuk phasa U ' = ampltudo arus pasang surut komponen arah tmur barat untuk komponen ke -. f U ' = ampltudo sebenarnya arus pasang surut komponen arah tmur barat untuk komponen ke -. g = ketertnggalan phasa antara real tde d lokas pengamatan dengan equlbrum tde d Greenwch Program TIFA Salah satu metode yang dapat dgunakan untuk mendapatkan konstanta harmonk pasang surut dan arus pasang surut yang tepat dalam analss pasang surut adalah program TIFA (Tdal Insttute Flexble Analyss). Program TIFA adalah suatu program analss pasang surut yang dkembangkan oleh para ahl pasang surut dar Tde Insttute d Lverpool, England sejak akhr tahun 1970-an (Al, dkk., 1994). Pada dasarnya metode yang dgunakan dalam program TIFA adalah metode Least Square. Tdak sepert metode Least Square umumnya, dmana koreks nodal dlakukan setelah harga ampltudo dan phasa dar hasl perhtungan matrksnya dperoleh. Dalam program TIFA koreks nodal dlakukan terlebh dahulu sebelum dbentuk matrksnya. Keuntungan dar program TIFA adalah jumlah komponen bsa kta tentukan sendr dengan membuat fle komponen masukan, kemudan panjang data yang dpaka bsa berapa saja karena pada program TIFA terdapat dua program yatu program TAN untuk panjang data maksmum 6 bulan dan program TANS untuk panjang data 1 tahun atau lebh. Keuntungan lan dar progran TIFA adalah bsa mengatas masalah kekosongan (gap) data pada analss komponen harmonk pasang surut. Langkah kerja dar program TIFA adalah sebaga berkut (Had, 2000): Program blocks III-9
10 - mengubah fle.lev menjad fle.dat dengan maksmum blocks data 1500, tetap jka ada gap data langsung dbuat blocks baru. - Menyusun kembal fle TIF dengan kecepatan sudut yang memenuh perode snodk. - Fle TIF n adalah fle nput program TAN Program TAN - menghtung harga konstanta arus pasang surut. - menghtung arus pasang surut peramalan. - menghtung arus non pasang surut. Analss pasang surut dengan program TIFA untuk data jangka panjang menghaslkan komponen perode panjang, komponen utama serta berbaga komponen peraran dangkalnya. Program TAN menghaslkan ampltudo dan beda fasa untuk 38 komponen utama pasang surut. Konstanta harmonk arus pasang surut untuk stasun barat dan tmur dan masngmasng kedalaman dtamplkan pada Lampran A Perhtungan Arus Non Pasang Surut Arus total hasl pengukuran danggap sebaga gabungan antara arus pasang surut dan arus non pasang surut, sehngga arus non pasang surut dapat dperoleh dengan cara mengurang arus pasang surut dan arus tetap dar arus totalnya. Arus tetap adalah bagan dar arus non pasut. Karena arus merupakan besaran vektor, maka perhtungan dlakukan pada masng-masng arah vektor, yatu sebaga berkut: U V non pasut = U observas U pasut U tetap non pasut = Vobservas V pasut Vtetap 3.2 III-10
11 3.5 Tamplan Data Plot Vektor Arus Plot vektor arus adalah gambaran kecepatan dan arah yang dwakl oleh gars-gars, dengan panjang gars mewakl kecepatan arus dan arah gars mewakl arah arus. Setap gars mewakl satu kecepatan dan arah arus pada waktu tertentu. Plot vektor arus dgambarkan untuk arus pasang surut dan arus non pasang surut untuk setap kedalaman. Masng-masng kedalaman dtamplkan plot vektor arus selama satu bulan dengan nterval penggambaran gars untuk satu jam, maka dalam satu har akan terdapat 24 gars. Dalam plot vektor arus n, arus pasang surut dan arus non pasang surut dpsahkan penggambarannya dan dtamplkan untuk masng-masng kedalaman. Gambar 3.5 Contoh penggambaran vektor plot arus pasang surut Hasl Perhtungan Konstanta Harmonk Arus Pasang Surut Konstanta harmonk arus pasang surut yang dhtung dengan menggunakan program TAN dtamplkan dalam Lampran A. Nla Zo adalah nla Arus tetap. Kolom dengan nla A adalah nla ampltudo, dan kolom dengan nla g ketertnggalan phasa. Tabel 3.5 Contoh hasl perhtungan konstanta harmons arus pasang surut No Komp arus pasut Komponen U Komponen V A (cm/s) g (derajat) A (cm/s) g (derajat) 1 Mm Msf III-11
12 No Komp arus pasut Komponen U Komponen V A (cm/s) g (derajat) A (cm/s) g (derajat) 3 SIGMA Q O M P S K J OO MNS N MEU N NEU M LAMDA L T S K MSN SM MO M MK SK MN M SN MS S MN M MSN MS SM Z Plot Arus Tetap Terhadap Kedalaman. Untuk mengamat pola arus tetap terhadap kedalaman, penggambaran arus tetap dlakukan dengan cara membuat penampang vertkal plot arus tetap yang nlanya III-12
13 ddapatkan dar hasl perhtungan dengan program TAN (dalam tabel adalah nla Zo) dan arahnya ddapatkan berdasarkan hasl perhtungan. U Gambar 3.6 Contoh penggambaran plot arus tetap terhadap kedalaman stasun barat bulan Februar. III-13
IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI
IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI Pendahuluan o Ukuran dspers atau ukuran varas, yang menggambarkan derajat bagamana berpencarnya data kuanttatf, dntaranya: rentang, rentang antar kuartl, smpangan
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 5.1 Analsa Pemlhan Model Tme Seres Forecastng Pemlhan model forecastng terbak dlakukan secara statstk, dmana alat statstk yang dgunakan adalah MAD, MAPE dan TS. Perbandngan
BAB II TEORI ALIRAN DAYA
BAB II TEORI ALIRAN DAYA 2.1 UMUM Perhtungan alran daya merupakan suatu alat bantu yang sangat pentng untuk mengetahu konds operas sstem. Perhtungan alran daya pada tegangan, arus dan faktor daya d berbaga
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Hpotess Peneltan Berkatan dengan manusa masalah d atas maka penuls menyusun hpotess sebaga acuan dalam penulsan hpotess penuls yatu Terdapat hubungan postf antara penddkan
Interpretasi data gravitasi
Modul 7 Interpretas data gravtas Interpretas data yang dgunakan dalam metode gravtas adalah secara kualtatf dan kuanttatf. Dalam hal n nterpretas secara kuanttatf adalah pemodelan, yatu dengan pembuatan
Bab 2 AKAR-AKAR PERSAMAAN
Analsa Numerk Bahan Matrkulas Bab AKAR-AKAR PERSAMAAN Pada kulah n akan dpelajar beberapa metode untuk mencar akar-akar dar suatu persamaan yang kontnu. Untuk persamaan polnomal derajat, persamaannya dapat
SEARAH (DC) Rangkaian Arus Searah (DC) 7
ANGKAAN AUS SEAAH (DC). Arus Searah (DC) Pada rangkaan DC hanya melbatkan arus dan tegangan searah, yatu arus dan tegangan yang tdak berubah terhadap waktu. Elemen pada rangkaan DC melput: ) batera ) hambatan
IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM
IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM Perancangan Sstem Sstem yang akan dkembangkan adalah berupa sstem yang dapat membantu keputusan pemodal untuk menentukan portofolo saham yang dperdagangkan d Bursa
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Peneltan Peneltan n merupakan stud ekspermen yang telah dlaksanakan d SMA Neger 3 Bandar Lampung. Peneltan n dlaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.
Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
11 Bab 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perbankan adalah ndustr yang syarat dengan rsko. Mula dar pengumpulan dana sebaga sumber labltas, hngga penyaluran dana pada aktva produktf. Berbaga kegatan jasa
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4. PENGUJIAN PENGUKURAN KECEPATAN PUTAR BERBASIS REAL TIME LINUX Dalam membuktkan kelayakan dan kehandalan pengukuran kecepatan putar berbass RTLnux n, dlakukan pengujan dalam
Bab III Analisis Rantai Markov
Bab III Analss Ranta Markov Sstem Markov (atau proses Markov atau ranta Markov) merupakan suatu sstem dengan satu atau beberapa state atau keadaan, dan dapat berpndah dar satu state ke state yang lan pada
BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c
6 A PEMAHASA Pada bab sebelumnya telah dbahas teor-teor yang akan dgunakan untuk menyelesakan masalah program lner parametrk. Pada bab n akan dperlhatkan suatu prosedur yang lengkap untuk menyelesakan
REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear
REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA Regres Lnear Tujuan Pembelajaran Menjelaskan regres dan korelas Menghtung dar persamaan regres dan standard error dar estmas-estmas untuk analss regres lner sederhana
BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desan Peneltan Sebelum dlakukan peneltan, langkah pertama yang harus dlakukan oleh penelt adalah menentukan terlebh dahulu metode apa yang akan dgunakan dalam peneltan. Desan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di
III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak d Jl. Gn. Tanggamus Raya Way Halm, kota Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n adalah
Contoh 5.1 Tentukan besar arus i pada rangkaian berikut menggunakan teorema superposisi.
BAB V TEOEMA-TEOEMA AGKAIA 5. Teorema Superposs Teorema superposs bagus dgunakan untuk menyelesakan permasalahan-permasalahan rangkaan yang mempunya lebh dar satu sumber tegangan atau sumber arus. Konsepnya
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jens Peneltan Peneltan n merupakan peneltan yang bertujuan untuk mendeskrpskan langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran matematka berbass teor varas berupa Rencana
ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)
Suplemen Respons Pertemuan ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) 7 Departemen Statstka FMIPA IPB Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Referens Waktu Korelas Perngkat (Rank Correlaton) Bag. 1 Koefsen Korelas Perngkat
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Data terdr dar dua data utama, yatu data denyut jantung pada saat kalbras dan denyut jantung pada saat bekerja. Semuanya akan dbahas pada sub bab-sub bab berkut. A. Denyut Jantung
BAB III METODE PENELITIAN. menghasilkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pada materi Geometri dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jens Peneltan Peneltan n merupakan peneltan pengembangan yang bertujuan untuk menghaslkan Lembar Kegatan Sswa (LKS) pada mater Geometr dengan pendekatan pembelajaran berbass
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam pembuatan tugas akhr n, penulsan mendapat referens dar pustaka serta lteratur lan yang berhubungan dengan pokok masalah yang penuls ajukan. Langkah-langkah yang akan
Analisis Kecepatan Dan Percepatan Mekanisme Empat Batang (Four Bar Lingkage) Fungsi Sudut Crank
ISSN 907-0500 Analss Kecepatan Dan Percepatan Mekansme Empat Batang (Four Bar ngkage Fungs Sudut Crank Nazaruddn Fak. Teknk Unverstas Rau [email protected] Abstrak Pada umumnya analss knematka dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Manova atau Multvarate of Varance merupakan pengujan dalam multvarate yang bertujuan untuk mengetahu pengaruh varabel respon dengan terhadap beberapa varabel predktor
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah
BAB III METODE PENELITIAN A. Jens Peneltan Jens peneltan yang akan dgunakan dalam peneltan n adalah peneltan pengembangan (Research and Development). Peneltan Research and Development (R&D) n merupakan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Fuzzy Set Pada tahun 1965, Zadeh memodfkas teor hmpunan dmana setap anggotanya memlk derajat keanggotaan yang bernla kontnu antara 0 sampa 1. Hmpunan n dsebut dengan hmpunaan
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN DAN ANALISIS
28 BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN DAN ANALISIS 4.1 Kerangka Pemkran dan Hpotess Dalam proses peneltan n, akan duj beberapa varabel software yang telah dsebutkan pada bab sebelumnya. Sesua dengan tahapan-tahapan
P n e j n a j d a u d a u l a a l n a n O pt p im i a m l a l P e P m e b m a b n a g n k g i k t Oleh Z r u iman
OTIMISASI enjadualan Optmal embangkt Oleh : Zurman Anthony, ST. MT Optmas pengrman daya lstrk Dmaksudkan untuk memperkecl jumlah keseluruhan baya operas dengan memperhtungkan rug-rug daya nyata pada saluran
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dilakukan secara purposive atau sengaja. Pemilihan lokasi penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokas Peneltan Peneltan dlaksanakan d Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang pada bulan Februar hngga Me 2017. Pemlhan lokas peneltan dlakukan secara purposve
UKURAN LOKASI, VARIASI & BENTUK KURVA
UKURAN LOKASI, VARIASI & BENTUK KURVA MARULAM MT SIMARMATA, MS STATISTIK TERAPAN FAK HUKUM USI @4 ARTI UKURAN LOKASI DAN VARIASI Suatu Kelompok DATA berupa kumpulan nla VARIABEL [ vaabel ] Ms banyaknya
2.1 Sistem Makroskopik dan Sistem Mikroskopik Fisika statistik berangkat dari pengamatan sebuah sistem mikroskopik, yakni sistem yang sangat kecil
.1 Sstem Makroskopk dan Sstem Mkroskopk Fska statstk berangkat dar pengamatan sebuah sstem mkroskopk, yakn sstem yang sangat kecl (ukurannya sangat kecl ukuran Angstrom, tdak dapat dukur secara langsung)
METODE PENELITIAN. Penentuan lokasi dilakukan secara tertuju (purposive) karena sungai ini termasuk
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Tempat dan Waktu Peneltan Peneltan n dlakukan d Sunga Sak, Kota Pekanbaru, Provns Rau. Penentuan lokas dlakukan secara tertuju (purposve) karena sunga n termasuk dalam 13 sunga
BAB II DASAR TEORI DAN METODE
BAB II DASAR TEORI DAN METODE 2.1 Teknk Pengukuran Teknolog yang dapat dgunakan untuk mengukur konsentras sedmen tersuspens yatu mekank (trap sampler, bottle sampler), optk (optcal beam transmssometer,
BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER
BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER 5.1 Pembelajaran Dengan Fuzzy Program Lner. Salah satu model program lnear klask, adalah : Maksmumkan : T f ( x) = c x Dengan batasan : Ax b x 0 n m mxn Dengan
BAB V INTEGRAL KOMPLEKS
6 BAB V INTEGRAL KOMPLEKS 5.. INTEGRAL LINTASAN Msal suatu lntasan yang dnyatakan dengan : (t) = x(t) + y(t) dengan t rl dan a t b. Lntasan dsebut lntasan tutup bla (a) = (b). Lntasan tutup dsebut lntasan
Model Potensial Gravitasi Hansen untuk Menentukan Pertumbuhan Populasi Daerah
Performa (2004) Vol. 3, No.1: 28-32 Model Potensal Gravtas Hansen untuk Menentukan Pertumbuhan Populas Daerah Bambang Suhard Jurusan Teknk Industr, Unverstas Sebelas Maret, Surakarta Abstract Gravtaton
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PEELITIA 3.1. Kerangka Pemkran Peneltan BRI Unt Cbnong dan Unt Warung Jambu Uraan Pekerjaan Karyawan Subyek Analss Konds SDM Aktual (KKP) Konds SDM Harapan (KKJ) Kuesoner KKP Kuesoner KKJ la
Pendeteksian Data Pencilan dan Pengamatan Berpengaruh pada Beberapa Kasus Data Menggunakan Metode Diagnostik
Pendeteksan Data Penclan dan Pengamatan Berpengaruh pada Beberapa Kasus Data Menggunakan Metode Dagnostk Sally Indra 1, Dod Vonanda, Rry Srnngsh 3 1 Student of Mathematcs Department State Unversty of Padang,
BAB IX. STATISTIKA. CONTOH : HASIL ULANGAN MATEMATIKA 5 SISWA SBB: PENGERTIAN STATISTIKA DAN STATISTIK:
BAB IX. STATISTIKA. CONTOH : HASIL ULANGAN MATEMATIKA 5 SISWA SBB: PENGERTIAN STATISTIKA DAN STATISTIK: BAB IX. STATISTIKA Contoh : hasl ulangan Matematka 5 sswa sbb: 6 8 7 6 9 Pengertan Statstka dan
BAB I PENDAHULUAN. pembangunan dalam sektor energi wajib dilaksanakan secara sebaik-baiknya. Jika
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Energ sangat berperan pentng bag masyarakat dalam menjalan kehdupan seharhar dan sangat berperan dalam proses pembangunan. Oleh sebab tu penngkatan serta pembangunan
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN. data, dan teknik analisis data. Kerangka pemikiran hipotesis membahas hipotesis
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN Pada bab n akan durakan kerangka pemkran hpotess, teknk pengumpulan data, dan teknk analss data. Kerangka pemkran hpotess membahas hpotess pengujan pada peneltan, teknk pengumpulan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (1822 1911). Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang
BAB III METODE PENELITIAN. sebuah fenomena atau suatu kejadian yang diteliti. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad W (1998:140) adalah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peneltan Metode yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode deskrptf. Peneltan deskrptf merupakan peneltan yang dlakukan untuk menggambarkan sebuah fenomena atau suatu
BAB I PENDAHULUAN. Gambar I.1. Bentuk data mentah pasang surut secara visual. Data dengan Trend aneh. Data Diskontinyu. Data Spike
BAB I PENDAHULUAN.. Latar Belakang Pasang surut merupakan fenomena kenakan dan penurunan muka ar laut yang terjad dseluruh permukaan bum secara perodk karena pengaruh gaya tark menark matahar dan bulan,
BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jens dan Sumber Data Jens data yang dgunakan dalam peneltan n adalah data sekunder. Data yang dgunakan melput: (1) PDRB Kota Duma (tahun 2000-2010) dan PDRB kabupaten/kota
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen
3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desan Peneltan Metode yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode ekspermen karena sesua dengan tujuan peneltan yatu melhat hubungan antara varabelvarabel
JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 6. No. 2, 59-70, Agustus 2003, ISSN :
JURNA MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 6. No. 2, 59-70, Agustus 2003, ISSN : 1410-8518 MASAAH RUTE TERPENDEK PADA JARINGAN JAAN MENGGUNAKAN AMPU AU-INTAS Stud Kasus: Rute Peralanan Ngesrep Smpang ma Eko Bud
KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 115 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,
S A L I N A N KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 115 TAHUN 003 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menmbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal
ANALISIS BENTUK HUBUNGAN
ANALISIS BENTUK HUBUNGAN Analss Regres dan Korelas Analss regres dgunakan untuk mempelajar dan mengukur hubungan statstk yang terjad antara dua varbel atau lebh varabel. Varabel tersebut adalah varabel
BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat
BAB LANDASAN TEORI. 1 Analsa Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstk pada tahun 1877 oleh Sr Francs Galton. Galton melakukan stud tentang kecenderungan tngg badan anak. Teor Galton
Gambar 3.1 Diagram alir penelitian
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Dagram Alr Peneltan Materal Amorph Magnetk (Fe 73 Al 5 Ga 2 P 8 C 5 B 4 S 3 ) Ekspermen DfraksNeutron (I vs 2theta) Smulas Insalsas atom secara random Fungs struktur, F(Q) Perhtungan
BAB III LANDASAN TEORI. berasal dari peraturan SNI yang terdapat pada persamaan berikut.
BAB III LANDASAN TEORI 3. Kuat Tekan Beton Kuat tekan beban beton adalah besarna beban per satuan luas, ang menebabkan benda uj beton hanur bla dbeban dengan gaa tekan tertentu, ang dhaslkan oleh mesn
Didownload dari ririez.blog.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN Sebuah jarngan terdr dar sekelompok node yang dhubungkan oleh busur atau cabang. Suatu jens arus tertentu berkatan dengan setap busur. Notas standart untuk menggambarkan sebuah jarngan
BAB X RUANG HASIL KALI DALAM
BAB X RUANG HASIL KALI DALAM 0. Hasl Kal Dalam Defns. Hasl kal dalam adalah fungs yang mengatkan setap pasangan vektor d ruang vektor V (msalkan pasangan u dan v, dnotaskan dengan u, v ) dengan blangan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Matematka sebaga bahasa smbol yang bersfat unversal memegang peranan pentng dalam perkembangan suatu teknolog. Matematka sangat erat hubungannya dengan kehdupan nyata.
BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi.
BAB LANDASAN TEORI Pada bab n akan durakan beberapa metode yang dgunakan dalam penyelesaan tugas akhr n. Selan tu penuls juga mengurakan tentang pengertan regres, analss regres berganda, membentuk persamaan
PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Studi Kasus pada Data Inflasi Indonesia)
PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Stud Kasus pada Data Inflas Indonesa) Putr Noorwan Effendy, Amar Sumarsa, Embay Rohaet Program Stud Matematka Fakultas
PENGGUNAAN DINDING GESER SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA BANGUNAN BERTINGKAT 10 LANTAI
PENGGUNAAN DINDING GESER SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA BANGUNAN BERTINGKAT 10 LANTAI Reky Stenly Wndah Dosen Jurusan Teknk Spl Fakultas Teknk Unverstas Sam Ratulang Manado ABSTRAK Pada bangunan tngg,
BAB VII STABILITAS TEBING
BAB VII STABILITAS TEBING VII - BAB VII STABILITAS TEBING 7. TINJAUAN UMUM Perhtungan stabltas lereng/tebng dgunakan untuk perhtungan keamanan tebng dss-ss sunga yang terganggu kestablannya akbat adanya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Tibawa pada semester genap
5 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Lokas Dan Waktu Peneltan Peneltan n dlaksanakan d SMA Neger I Tbawa pada semester genap tahun ajaran 0/03. Peneltan n berlangsung selama ± bulan (Me,Jun) mula dar tahap
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK
BAB IV PEMBAASAN ASIL PENELITIAN PENGARU PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK TERADAP ASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS MATERI POKOK KERAGAMAN SUKU BANGSA DAN BUDAYA DI INDONESIA A. Deskrps Data asl Peneltan.
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and
III. METODE PENELITIAN A. Desan Peneltan Peneltan n merupakan peneltan pengembangan (Research and Development). Peneltan pengembangan yang dlakukan adalah untuk mengembangkan penuntun praktkum menjad LKS
BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian. variable independen dengan variabel dependen.
BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Peneltan Jens peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah peneltan deskrptf dengan analsa kuanttatf, dengan maksud untuk mencar pengaruh antara varable ndependen
RANGKAIAN SERI. 1. Pendahuluan
. Pendahuluan ANGKAIAN SEI Dua elemen dkatakan terhubung ser jka : a. Kedua elemen hanya mempunya satu termnal bersama. b. Ttk bersama antara elemen tdak terhubung ke elemen yang lan. Pada Gambar resstor
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskrps Data Hasl Peneltan Peneltan n menggunakan peneltan ekspermen; subyek peneltannya dbedakan menjad kelas ekspermen dan kelas kontrol. Kelas ekspermen dber
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Al-Azhar 1 Wayhalim Bandar Lampung. Populasi
3 III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SD Al-Azhar Wayhalm Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n adalah seluruh sswa kelas V yang terdr dar 5 kelas yatu V A, V B, V
berasal dari pembawa muatan hasil generasi termal, sehingga secara kuat
10 KARAKTRISTIK TRANSISTOR 10.1 Dasar Pengoperasan JT Pada bab sebelumnya telah dbahas dasar pengoperasan JT, utamannya untuk kasus saat sambungan kolektor-bass berpanjar mundur dan sambungan emtor-bass
BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek dalam penelitian ini adalah kebijakan dividen sebagai variabel
4 BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Peneltan Obyek dalam peneltan n adalah kebjakan dvden sebaga varabel ndependen (X) dan harga saham sebaga varabel dependen (Y). Peneltan n dlakukan untuk
.. Kekakuan Rangka batang Bdang (Plane Truss) BAB ANAISIS STRUKTUR RANGKA BATANG BIANG Struktur plane truss merupakan suatu sstem struktur ang merupakan gabungan dar seumlah elemen (batang) d mana pada
Pertemuan ke-4 Analisa Terapan: Metode Numerik. 4 Oktober 2012
Pertemuan ke-4 Analsa Terapan: Metode Numerk 4 Oktober Persamaan Non Non--Lner: Metode NewtonNewton-Raphson Dr.Eng. Agus S. Muntohar Metode Newton Newton--Raphson f( f( f( + [, f(] + = α + + f( f ( Gambar
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS SD
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 0 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS SD BAB V STATISTIKA Dra.Hj.Rosdah Salam, M.Pd. Dra. Nurfazah, M.Hum. Drs. Latr S, S.Pd., M.Pd. Prof.Dr.H. Pattabundu, M.Ed. Wdya
BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Analsa Regres Dalam kehdupan sehar-har, serng kta jumpa hubungan antara satu varabel terhadap satu atau lebh varabel yang lan. Sebaga contoh, besarnya pendapatan seseorang
BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. 1 Gorontalo pada kelas
9 BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3. Lokas dan Waktu Peneltan Peneltan n d laksanakan d Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. Gorontalo pada kelas VIII. Waktu peneltan dlaksanakan pada semester ganjl, tahun ajaran
BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai Analisis Pengaruh Kupedes Terhadap Performance
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokas dan Waktu Peneltan Peneltan mengena Analss Pengaruh Kupedes Terhadap Performance Busness Debtur dalam Sektor Perdagangan, Industr dan Pertanan dlaksanakan d Bank Rakyat
ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy
ANALISIS REGRESI Regres Lner Sederhana : Contoh Perhtungan Regres Lner Sederhana Menghtung harga a dan b Menyusun Persamaan Regres Korelas Pearson (Product Moment) Koefsen Determnas (KD) Regres Ganda :
MANAJEMEN LOGISTIK & SUPPLY CHAIN MANAGEMENT KULIAH 3: MERANCANG JARINGAN SUPPLY CHAIN
MANAJEMEN LOGISTIK & SUPPLY CHAIN MANAGEMENT KULIAH 3: MERANCANG JARINGAN SUPPLY CHAIN By: Rn Halla Nasuton, ST, MT MERANCANG JARINGAN SC Perancangan jarngan SC merupakan satu kegatan pentng yang harus
BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN
BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN III.1 Hpotess Berdasarkan kerangka pemkran sebelumnya, maka dapat drumuskan hpotess sebaga berkut : H1 : ada beda sgnfkan antara sebelum dan setelah penerbtan
Preferensi untuk alternatif A i diberikan
Bahan Kulah : Topk Khusus Metode Weghted Product (WP) menggunakan perkalan untuk menghubungkan ratng atrbut, dmana ratng setap atrbut harus dpangkatkan dulu dengan bobot atrbut yang bersangkutan. Proses
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam situs BAPEPAM dan berjumlah dua puluh delapan reksadana yang berasal dari dua
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Ruang Lngkup Peneltan Reksadana yang dgunakan dalam peneltan n adalah reksadana yang terdaftar dalam stus BAPEPAM dan berjumlah dua puluh delapan reksadana yang berasal
BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Pada peneltan n, penuls memlh lokas d SMA Neger 1 Bolyohuto khususnya pada sswa kelas X, karena penuls menganggap bahwa lokas
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Bandar Lampung. Populasi dalam
III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SMP Neger 3 Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n yatu seluruh sswa kelas VIII SMP Neger 3 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 0/03 yang
BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan dan kestablan ekonom, adalah dua syarat pentng bag kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa. Dengan pertumbuhan yang cukup, negara dapat melanjutkan pembangunan
PEMODELAN PASANG SURUT AIR LAUT DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN REGRESI NONPARAMETRIK POLINOMIAL LOKAL KERNEL
PEMODELAN PASANG SURUT AIR LAUT DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN REGRESI NONPARAMETRIK POLINOMIAL LOKAL KERNEL Tan Wahyu Utam, Indah Manfaat Nur Unverstas Muhammadyah Semarang, emal : [email protected]
BAB III METODE PENELITIAN. pembelajaran berupa RPP dan LKS dengan pendekatan berbasis masalah ini
BAB III METODE PENELITIAN A. Desan Peneltan Metode peneltan yang dgunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS dengan pendekatan berbass masalah n adalah metode pengembangan atau
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB PEDAHULUA. Latar Belakang Rsko ddentfkaskan dengan ketdakpastan. Dalam mengambl keputusan nvestas para nvestor mengharapkan hasl yang maksmal dengan rsko tertentu atau hasl tertentu dengan rsko yang
PROPOSAL SKRIPSI JUDUL:
PROPOSAL SKRIPSI JUDUL: 1.1. Latar Belakang Masalah SDM kn makn berperan besar bag kesuksesan suatu organsas. Banyak organsas menyadar bahwa unsur manusa dalam suatu organsas dapat memberkan keunggulan
BAB 2 ANALISIS ARUS FASA PADA KONEKSI BEBAN BINTANG DAN POLIGON UNTUK SISTEM MULTIFASA
BAB ANALISIS ARUS FASA PADA KONEKSI BEBAN BINTANG DAN POLIGON UNTUK SISTEM MULTIFASA.1 Pendahuluan Pada sstem tga fasa, rak arus keluaran nverter pada beban dengan koneks delta dan wye memlk hubungan yang
STATISTIK menyatakan kumpulan data, bilangan maupun non bilangan, yg disusun ke dlm tabeldiagram-grafik yang menggambarkan suatu persoalan.
PERTEMUAN 1 STATISTIK menyatakan kumpulan data, blangan maupun non blangan, yg dsusun ke dlm tabeldagram-grafk yang menggambarkan suatu persoalan. STATISTIKA lmu yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. penerapan Customer Relationship Management pada tanggal 30 Juni 2011.
44 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1 Penyajan Data Peneltan Untuk memperoleh data dar responden yang ada, maka dgunakan kuesoner yang telah dsebar pada para pelanggan (orang tua sswa) d Kumon
IMAGE CLUSTER BERDASARKAN WARNA UNTUK IDENTIFIKASI KEMATANGAN BUAH TOMAT DENGAN METODE VALLEY TRACING
IMAGE CLUSTER BERDASARKAN WARNA UNTUK IDENTIFIKASI KEMATANGAN BUAH TOMAT DENGAN METODE VALLEY TRACING M. Helmy Noor 1, Moh. Harad 2 Program Pasasarjana, Jurusan Teknk Elektro, Program Stud Jarngan Cerdas
BAB III METODE PENELITIAN. SMK Negeri I Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada
3 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Peneltan yang dlakukan oleh penelt berlokas d Kelas Ak 6, SMK Neger I Gorontalo. Penetapan lokas tersebut berdasarkan pada
PENANGANAN BAHAN PADAT S1 TEKNIK KIMIA FT UNS Sperisa Distantina
PENANGANAN BAHAN PAAT S1 TEKNIK KIMIA FT UNS Spersa stantna. SCREENING: MENENTUKAN UKURAN PARTIKEL Mater: Cara-cara menentukan ukuran partkel. Analss data ukuran partkel menggunakan screen shaker. Evaluas
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung dengan populasi siswa
III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlakukan d MTs Neger Bandar Lampung dengan populas sswa kelas VII yang terdr dar 0 kelas yatu kelas unggulan, unggulan, dan kelas A sampa dengan
UNSUR-UNSUR CUACA DAN IKLlM
UNSUR-UNSUR CUACA DAN KLlM HANDOKO Jurusan Geofska dan Meteorolog, FMlPA PB Cuaca adalah gambaran konds atmosfer jangka pendek (kurang dar 24 jam) pada suatu lokas tertentu. Pernyataan sepert "har n d
Teori Himpunan. Modul 1 PENDAHULUAN. impunan sebagai koleksi (pengelompokan) dari objek-objek yang
Modul 1 Teor Hmpunan PENDAHULUAN Prof SM Nababan, PhD Drs Warsto, MPd mpunan sebaga koleks (pengelompokan) dar objek-objek yang H dnyatakan dengan jelas, banyak dgunakan dan djumpa dberbaga bdang bukan
