ANALISA SISTEM ANTRIAN DENGAN METODE KOMPUTASI TURBO PASCAL

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang

BAB 2 TINJAUAN TEORI. Ramalan pada dasarnya merupakan dugaan atau perkiraan mengenai terjadinya suatu

BAB 2 LANDASAN TEORI. pada masa mendatang. Peramalan penjualan adalah peramalan yang mengkaitkan berbagai

BAB V ANALISA HASIL. Untuk mendapatkan jenis peramalan yang dinginkan terdapat banyak

PENGUJIAN HIPOTESIS. Hipotesis Statistik : pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi.

KRITERIA INVESTASI DEPARTEMEN AGRIBISNIS FEM - IPB

BAB 3 METODE PENELITIAN

MODIFIKASI METODE DEKOMPOSISI ELZAKI (MMDE) UNTUK PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL TAK LINEAR

V. PENGUJIAN HIPOTESIS

NILAI AKUMULASI ANUITAS AKHIR DENGAN ASUMSI DISTRIBUSI UNIFORM UNTUK m KALI PEMBAYARAN

BAB III PENAKSIR DERET FOURIER. Dalam statistika, penaksir adalah sebuah statistik (fungsi dari data sampel

ANALISIS INVESTASI PENAMBANGAN PASIR DAN BATU DITINJAU DARI SEGI TEKNIS DAN BIAYA

Rumus-rumus yang Digunakan

BAB V METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode peramalan merupakan bagian dari ilmu Statistika. Salah satu metode

B. DESKRIPSI SINGKAT MATA KULIAH

B A B III METODE PENELITIAN. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah menganalisis perbandingan

PERENCANAAN JUMLAH PRODUK MENGGUNAKAN METODE FUZZY MAMDANI BERDASARKAN PREDIKSI PERMINTAAN

PENERAPAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM MEMPREDIKSI JUMLAH SISWA BARU (STUDI KASUS: SMK PEMDA LUBUK PAKAM)

Sistim Komunikasi 1. Pertemuan 5 Konversi Analog ke Digital

Manajemen Keuangan. Idik Sodikin,SE,MBA,MM EVALUASI UNTUK MENENTUKAN KEPUTUSAN INVESTASI. Modul ke: 06Fakultas EKONOMI DAN BISNIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Black dan Scholes (1973) menyatakan bahwa nilai aset mengikuti Gerak

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL LINEAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRANSFORMASI ELZAKI

Kemampuan Penggunaan Kalimat pada Karangan Siswa Kelas VI MIMA III Miftahul Ulum Desa Gumelar Kecamatan Balung Kabupaten Jember

BAB 1 PENDAHULUAN. Analisis regresi menjadi salah satu bagian statistika yang paling banyak aplikasinya.

STUDI ANALISIS PERAMALAN DENGAN METODE DERET BERKALA

METODE TRANSFORMASI ELZAKI DALAM MENYELESAIKAN PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA LINEAR ORDE-N DENGAN KOEFISIEN KONSTANTA. Mahasiswa Program S1 Matematika 2

IV. METODE PENELITIAN

INTEGRAL TAK TENTU (pecahan rasional) Agustina Pradjaningsih, M.Si. Jurusan Matematika FMIPA UNEJ

Peramalan Jumlah Penduduk Kota Samarinda Dengan Menggunakan Metode Pemulusan Eksponensial Ganda dan Tripel Dari Brown

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Matematika merupakan suatu ilmu yang mempunyai obyek kajian

Beberapa Definisi Ruang Contoh Kejadian dan Peluang Definisi L.1 (Ruang contoh dan kejadian) . Definisi L.2 (Kejadian lepas )

JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28

TUGAS AKHIR. Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains pada Jurusan Matematika. Oleh: AFRIANTI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

II LANDASAN TEORI. of Portfolio Transactions (Almgren & Chriss 2000).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah:

BAB III ANALISIS LOOKBACK OPTIONS

BAB II TEORI DASAR. 2.1 Proses Stokastik Rantai Markov

ANALISIS SISTEM ANTRIAN PELAYANAN NASABAH DI PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK KANTOR CABANG UTAMA USU

IV. METODOLOGI PENELITIAN. mencakup penyusunan proposal hingga penyusunan draft skripsi dilaksanakan di

BAB VII RANDOM VARIATE DISTRIBUSI DISKRET

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 4

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam penulisan tugas akhir ini diperlukan teori-teori yang mendukung yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa

Penerapan Metode Optimasi Exponential Smoothing Untuk Peramalan Debit

I. DERET TAKHINGGA, DERET PANGKAT

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai

MENENTUKAN PERSEDIAAN BERAS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) BERDASARKAN RAMALAN PERMINTAAN PADA TAHUN 2012

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian

Prediksi Penjualan Sepeda Motor Merek X Di Kabupaten Dan Kotamadya Malang Dengan Metode Peramalan Hierarki

METODE PENELITIAN. dalam tujuh kelas dimana tingkat kemampuan belajar matematika siswa

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. matematika secara numerik dan menggunakan alat bantu komputer, yaitu:

PENENTUAN NILAI ANUITAS JIWA SEUMUR HIDUP MENGGUNAKAN DISTRIBUSI GOMPERTZ

MODEL KOREKSI KESALAHAN DENGAN METODE BAYESIAN PADA DATA RUNTUN WAKTU INDEKS HARGA KONSUMEN KOTA - KOTA DI PAPUA

PREDIKSI PRODUKSI JAGUNG DI JAWA TENGAH DENGAN ARIMA DAN BOOTSTRAP

simulasi selama 4,5 jam. Selama simulasi dijalankan, animasi akan muncul pada dijalankan, ProModel akan menyajikan hasil laporan statistik mengenai

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

PENGUJIAN HIPOTESIS DUA RATA-RATA

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teknik Industri Peramalan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

ANALISIS ANTRIAN ANGKUTAN UMUM BUS ANTAR KOTA REGULER DI TERMINAL ARJOSARI

6. Pencacahan Lanjut. Relasi Rekurensi. Pemodelan dengan Relasi Rekurensi

PREMI ASURANSI JIWA CONTINGENT DENGAN HUKUM DE MOIVRE. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Univeritas Riau Kampus Bina Widya Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

IV. METODE PENELITIAN. berdasarkan tujuan penelitian (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kota

ANALISIS WAKTU BAKU PELAYANAN KAPAL DI PELABUHAN PENYEBERANGAN LEMBAR Analysis on Time Service Standard in Harbour Ferry Lembar

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS

PROSIDING ISSN:

BAB III ANALISIS INTERVENSI. Analisis intervensi dimaksudkan untuk penentuan jenis respons variabel

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PEMBAHASAN. Pada BAB III ini akan dibahas mengenai bentuk program linear fuzzy

IV. METODE PENELITIAN

Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Waktu

JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 6. No. 2, 77-85, Agustus 2003, ISSN : DISTRIBUSI WAKTU BERHENTI PADA PROSES PEMBAHARUAN

Jurnal Rekursif, Vol. 3 No. 1 Maret 2015, ISSN

BAB III METODE PENELITIAN

Probabilitas dan Statistika Teorema Bayes. Adam Hendra Brata

ANALISIS NUMERIK MODEL EPIDEMIK SIR (SUSCEPTIBLE, INFECTIOUS, RECOVERED) PADA PENYEBARAN PENYAKIT TUBERCULOSIS DI YOGYAKARTA SKRIPSI.

Transkripsi:

Aalisa Sisem Aria Dega Meode Kompuasi Turbo Pascal ANALISA SISTEM ANTRIAN DENGAN METODE KOMPUTASI TURBO PASCAL RINA OKTAVIYANTHI Uiversias Serag Raya, riaoka@usera.ac.id Absrak. Sisem aria yag erjadi di BRI cabag Ragkasbiug adalah model srukur aria Muli Chael Sigle Phase (MCSP), yaiu sisem yag erdiri dari suau barisa aria dega dua aau lebih fasilias pelayaa yag dilakuka secara beruu. Sedagka ahap pelayaaya erdiri dari sau ahap (sau fase) pelayaa, da ui-ui dalam aria dilayai haya berdasarka urua kedaaga, seiap ui diperlakuka dalam cara yag sama da ak erbaas pajagya aria. Peeliia ii memokuska pada dua hal yaiu: () bagaimaa megkaji variabel-variabel sisem aria da peeua sesiivias performace variabel-variabel ersebu dalam meghadapi perubaha desai dari sisem aria pada BRI cabag Ragkasbiug secara maemais, da (2) bagaimaa membua program dega Turbo Pascal uuk meyelesaika performace variabel-variabel sisem. Populasi da sampel adalah semua pelagga aau asabah yag masuk dalam sisem aria pada BRI Cabag Ragkasbiug. Daa yag dikumpulka adalah bayakya kedaaga asabah per hari selama 5 hari pegambila daa da daa pelayaa asabah dimulai pada saa asabah masuk sampai dega selesai pegambila aau peyeora secara uai. Dari hasil pegguaa program Turbo Pascal dega asumsi kedaaga asabah berdisribusi Poisso da waku pelayaa asabah berdisribusi Ekspoesial, diperoleh () raa-raa igka kedaaga (per 5 hari) () per jam adalah 3, (2) raa-raa igka pelayaa (per 5 hari) () per jam adalah 280, (3) raa-raa jumlah idividu dalam aria adalah 0.0000455, (4) raa-raa jumlah idividu dalam sisem oal adalah.077, (5) raa-raa waku dalam aria adalah 0.000778, (6) raa-raa waku dalam sisem oal adalah 66, (7) persease raa-raa igka keguaa fasilias layaa adalah 5.82%, (8) persease raa-raa probabilias idak ada idividu dalam aria adalah 33.08%, da (9) persease raa-raa probabilias meuggu dalam aria 0.0643%. Kaa kuci: kompuasi, eori aria, urbo pascal. Pedahulua. Dewasa ii bak merupaka salah sau ui pelayaa umum yag saga peig. Jasa pelayaa bak ii berhubuga dega kepuasa asabah. Masalah aria dapa mejadi salah sau fakor peeu kepuasa asabah. Muculya masalah aria ii meuru Cogdill [] disebabka

( 0 oleh kebuuha aka layaa melebihi kemampua (kapasias) pelayaa aau fasilias pelayaa, sehigga asabah yag daag idak segera medapa layaa disebabka kesibuka pelayaa. Pada pelayaa rasaksi uai (pegambila da peyeora secara uai) di BRI cabag Ragkasbiug, aria adalah hal yag idak dapa dihidarka. Jika diijau dari model srukur aria da fasilias pelayaa, maka sisem aria yag erjadi di BRI cabag Ragkasbiug adalah model srukur aria Muli Chael Sigle Phase (MCSP). Seperi yag diugkapka oleh Perros [2], MCSP yaiu sisem yag erdiri dari suau barisa aria dega dua aau lebih fasilias pelayaa yag dilakuka secara beruu. Sedagka jika diliha dari ahap pelayaaya, erdiri dari sau ahap (sau fase) pelayaa, da ui-ui dalam aria dilayai haya berdasarka urua kedaaga, seiap ui diperlakuka dalam cara yag sama da ak erbaas pajagya aria. Karea pekerjaa dasar pelayaa pada bak iilah yag kemudia medasari bayak peelii melakuka iovasi uuk meigkaka ideks kepuasa asabah. Salah sau cara yag dapa diguaka uuk memecahka masalah aria adalah dega eori aria. Teori aria adalah eori yag meyagku sudi maemais da baris-baris peuggua. Secara umum, eori aria berkaia dega pemodela maemaika da aalisis sysem [3]. Formasi ii merupaka feomea yag serig erjadi jika kebuuha aka suau pelayaa melebihi kapasias fasilias pelayaa yag ersedia. Namu dega kemajua ilmu pegeahua da ekologi saa ii, bayak peelii yag megguaka kelebiha ekologi uuk melakuka aalisa [4]. Tak erkecuali dalam masalah aria ii, pegaalisaa dapa megguaka meode kompuasi dega baua Turbo Basic, Foxpro Fordos da Visual Foxpro aau yag laiya. Hal ersebu medorog peulis uuk megaalisa daa yag diperoleh dega megguaka meode kompuasi berbaua program Turbo Pascal. Program Turbo Pascal dipilih karea bahasa Pascal adalah bahasa pemrograma igka iggi (high level laguage) yag cukup popular da ersrukur (srucured programmig laguage) medekai bahasa mausia sehigga lebih mudah dipahami dibadigka dega bahasa pemrograma laiya, seperi bahasa C, bahasa Assembler, da lai sebagaiya [5]. Adapu yag mejadi ujua peeliia ii, yaki:. Uuk megaalisa da memperbaiki performace variablelvariabel sisem,,,, p, p, p w, p), sera peeua sesiivias performace variabel-variabel dalam meghadapi perubaha-perubaha desai sisem (,, S, ). 2. Membua program dega Turbo Pascal uuk meyelesaika performace variabel-variabel sysem. A. Hakeka Teori Aria Aalisis aria memberika iformasi probabilias yag diamaka operaig characerisic, yag dapa membau megambil kepuusa dalam meracag fasilias pelayaa aria uuk megaasi permiaa pelayaa yag flukuaif secara radom da mejaga keseimbaga aara biaya pelayaa da biaya meuggu [6]. Aria (a ueue) adalah suau garis (waiig lie) uggu dari asabah (saua) yag memerluka layaa dari sau aau lebih pelayaa (fasilias pelayaa) [3]. Sudi maemaikal dari kejadia aau gejala garis uggu ii disebu eori aria. Kejadia garis uggu imbul disebabka oleh kebuuha aka layaa melebihi kemampua (kapasias) pelayaa aau fasias layaa, sehigga asabah yag daag idak bisa segera medapa layaa disebabka kesibuka pelayaa [7].

3 Ria Okaviyahi B. Kosep-kosep Dasar Teori Aria Kosep dasar eori aria meuru Buzaco [8] da Subagio [9] dapa dibedaka aas empa bagia, yaiu: () ujua, (2) eleme pokok dalam sisim aria, (3) srukur aria, da (4) model aria.. Tujua. Tujua dasar model-model aria adalah uuk memiimumka oal dua biaya, yaiu biaya lagsug yag imbul karea peyediaa fasilias pelayaa da biaya idak lagsug yag imbul karea para idividu harus meuggu uuk dilayai. 2. Eleme-eleme Pokok dalam Sisem Aria. (a) Aria yag memua laggaa aau saua-saua yag memerluka pelayaa, da (b) Fasilas pelayaa yag memua pelayaa da salura pelayaa. 3. Srukur Aria Ada 4 model srukur aria yag umum erjadi dalam seluruh sisem aria [2] [7] [9] [0], yaiu: a. Sigle Chael Sigle Phase Sisem ii adalah yag palig sederhaa. Sisem ii erdiri dari aria da sau fase pelayaa (Gambar) b. Muli Chael Sigle Phase Sisem ii erdiri sau barisa aria da dua aau lebih fasilias pelayaa yag dilaksaaka secara beruu (Gambar2) Gambar. Aria uggal, pelayaa uggal Gambar 2. Aria uggal, pelayaa gada sejajar c. Sigle Chael Muli Phase Sisem ii erdiri dari sau aria uggal da beberapa fase pelayaa. Seiap saua daag dari sau aria uggal da megalami beberapa kali pelayaa secara beruu (Gambar3). d. Muli Chael Muli Phase Sisem ii erdiri dari beberapa barisa da beberapa fase pelayaa (Gambar4). Gambar 3. Aria uggal, pelayaa gada dalam seri Gambar 4. Aria gada, pelayaa gada 4. Model-model Aria a) Model M/M//I/I Model ii biasaya dipakai pada sisem aria sigle chael sigle phase yag mempuyai aria uggal dega melalui sau fasilias pelayaa. 3

Populasi (I) Aria (M) Fasilias pelayaa (M/) Sumber ak erbaas Tigka kedaaga FCFS Kepajaga aria ak erbaas (I) Tigka pelayaa keluar Gambar 5. Model aria M/M//I/I Rumus yag diguaka dalam megaalisis model ii adalah sebagai beriku: 2 ( ) ( ) ( ) ( ) ( )( ) P b) Model M/M/S/I/I Model ii biasaya dipakai pada sisem aria muli chael sigle phase yag mempuyai aria uggal dega melalui beberapa fasilias pelayaa. Fasilias pelayaa (M/S) Populasi (I) Aria (M) Tigka pelayaa Sumber ak erbaas Tigka kedaaga FCFS Kepajaga aria ak erbaas (I) Tigka pelayaa Rumus yag diguaka dalam megaalisis model ii adalah sebagai beriku: P s () p0 s ( ) ( ) s 0! s!( ) s (2) p w Gambar 6. Model aria M/M/S/I/I s P0 s! s s ( ) Po ( s )!( ( s ) 2 P o s ( ) 2 s ( s!)( ( )) s (3) (4) (5)

Ria Okaviyahi 5 5 (6) (7) c) Model M/M/I/I/F Model ii ideik dega model, dega perbedaa bahwa kepajaga aria adalah erbaas. Gambar 7. Model aria M/M/I/I/F Uuk megaalisis model ii megguka rumus sebagai beriku: s s ) ( P d) Model M/M/S/F/I Model empa adalah sama dega model 2, dega perbedaa bahwa model ii mempuyai populasi yag erbaas. Gambar 8.Model aria M/M/S/F/I Uuk megaalisis model ii megguka rumus sebagai beriku: Sumber ak erbaas Tigka kedaaga Tigka pelayaa FCFS Kepajaga aria erbaas (F) Populasi (I) Aria (M) Fasilias Pelayaa (M/I) Tigka kedaaga FCFS Kepajaga aria ak erbaas (I) Sumber ak erbaas Tigka pelayaa Tigka pelayaa Populasi (F) Aria (M) Fasilias Pelayaa (M/S)

X T T U ( T U) N ( T U) N F N ( F) N J H H FNX J NF ( X ) Diliha dari sisem aria yag erjadi pada BRI cabag Ragkasbiug adalah srukur aria Muli Chael Sigle Phase (MCSP), yaiu sisem yag erdiri dari suau barisa aria da dua aau lebih fasilias pelayaa yag dilakuka secara beruu maka model aria yag dipakai peulis dalam peeliia ii adalah model M/M/S/I/I. C. Bahasa Pemrograma Bahasa pemrograma merupaka prosedur/ aa cara peulisa program. Loude (2003) meuurka megeai defiisi bahasa pemrograma, programmig is a oaio for commuicaig o a compuer wha we wa i o do [2]. Fugsi bahasa pemrograma adalah sebagai media uuk meyusu da memahami sera sebagai ala komuikasi aara pemrogram dega kompuer. Secara umum erdapa empa kelompok bahasa pemrograma [3], yaiu:. Objec Orieed Laguage (Visual dbase, Visual FoxPro, Delphi, Visual C) 2. High Level (seperi Pascal da Basic) 3. Middle Level (seperi Bahasa C) 4. Low Level (seperi Bahasa Assembly) Pascal merupaka salah sau bahasa pemrograma igka iggi. Pemrograma igka iggi meadaka bahwa Pascal bayak megguaka bahasa mausia dalam peulisa siaksya. Turbo Pascal merupaka program compiler. Compiler yaiu program yag meerjemahka ulisa berupa kode program mejadi bahasa mesi yag dapa dimegeri kompuer. Proses yag dilakuka disebu compile aau compilig [3]. Suau program dapa di-compile dega megguaka kombiasi ombol Al + F9. Semeara uuk mejalaka program, ombol yag diguaka adalah Crl + F9. Jika selama proses compile erdapa error aau kesalaha dalam peulisa program, maka Turbo Pascal aka memberiahuka leak kesalaha ersebu sehigga peggua dapa meperbaikiya di halama edior. Turbo Pascal merupaka bahasa yag case isesiive yag ariya peulisa dalam huruf kapial maupu huruf kecil idak dipermasalahka. Dalam bahasa Pascal erdapa beberapa jeis ipe daa yag biasa diguaka uuk sebuah variabel aau kosaa pada program. Secara umum, ipe daa dalam pemrograma Pascal adalah:. Tipe daa sederhaa, maksudya adalah ipe daa yag diguaka sadar (sadard daa ype) da ipe daa didefiisika peggua (user defied daa ype). 2. Tipe daa ersrukur (array, record, se, file) 3. Tipe daa peujuk Pegguaa program Turbo Pascal dalam peeliia ii dikareaka kelebiha-kelebihaya, yaiu:. Tipe daa sadar

7 Ria Okaviyahi 2. User defied daa ype, programer/ peggua dapa membua ipe daa lai yag diuruka dari ipe daa sadar. 3. Srogly-yped, programer/ peggua harus meeuka ipe daa dari suau variabel, da variabel ersebu idak dapa diperguaka uuk meyimpa ipe daa selai dari forma yag dieuka. 4. Tersrukur, memiliki siaks yag meugkika peulisa program dipecah mejadi fugsi-fugsi kecil (procedure da fucio) yag dapa diperguaka berulag-ulag. 5. Sederhaa da ekspresif, memiliki srukur sederhaa da saga medekai bahasa mausia (bahasa Iggris) sehigga mudah dipelajari da dipahami. Peeliia ii dilakuka pada BRI cabag Ragkasbiug yag pegambila daaya dilakuka selama 5 hari kerja. Dalam peeliia ii yag mejadi populasi da sampel adalah semua pelagga aau asabah yag masuk dalam sisem aria pada BRI cabag Ragkasbiug. Peeliia ii adalah peeliia maemaika yag ermasuk dalam kaegori pegembaga meode maemaika erapa yag dikombiasika dega aplikasi secara lagsug. Dega demikia meode yag diguaka adalah meode aalisis maemaik dega megguaka rumus-rumus model aria yag sesuai. Pada awalya perhiuga di lakuka secara meual (perhiuga biasa kemudia dega megguaka meode kompuasi. Dalam meode kompuasi ii, peelii megguaka bahasa pemrograma Turbo Pascal yaki ii merumuska lagkah-lagkah peyelesaia (algorima) dari iap-iap rumus model aria sehigga dapa dijalaka oleh kompuer. Uuk megumpulka daa yag diperluka dalam peeliia ii, peulis megguaka ekik pegumpula daa sebagai beriku: a. Observasi Dimaa peulis memperoleh daa dega cara megamai da mecaa secara lagsug daa yag diperluka (waku kedaaga, waku dimulaiya pelayaa da waku selesai pelayaa) dari seiap idividu dalam aria pada BRI cabag Ragkasbiug uuk seiap pelayaa. Seelah daa diperoleh, daa ersebu aka diaalisis dega lagkahlagkah sebagai beriku: a. Meeuka Parameer Parameer yag diperluka dalam aalisis daa aria melipui: ) jumlah idividu pada suau waku () 2) jumlah fasilias pelayaa (S) 3) raa-raa igka kedaaga per saua waku () 4) raa-raa igka pelayaa per saua waku () b. Meeuka Karakerisik Daa Seelah daa dikumpulka da dieuka parameer-paameerya, maka daa aka diaalisis secara maemaik uuk meeuka karakerisik variabel daa ersebu yag melipui : ) raa-raa jumlah idividu dalam aria ( ) 2) raa-raa jumlah idividu dalam sisem oal ( ) 3) raa-raa waku dalam aria ( ) 4) raa-raa waku dalam sisem oal ( ) 5) igka keguaa fasilias pelayaa (P) 6) probabilias idak ada idividu dalam aria (P 0 ) 7) probabilias meuggu dalam aria (P w ) 7

2. Hasil Hasil Uama a) Sisem Aria Da Solusi Yag Dilakuka Aria yag erjadi pada BRI cabag Ragkasbiug merupaka masalah yag serig erjadi bagi para asabah yag hedak melakuka rasaksi. Aria ii erjadi pada awal bula dimaa pada aggal-aggal ersebu merupaka saa-saa pegambila gaji/ daa pesiua da saa-saa dimaa para asabah bayak melakuka rasaksi pegirima maupu pegambila uag. Aria ii erjadi karea jumlah asabah yag daag seiap hari saga bayak dimaa jumlahya lebih dari 500 orag per hari (perdasarka daa pegamaa). Sedagka jumlah eller yag ersedia saga erbaas da idak diopimalka secara baik. Pada BRI cabag Ragkasbiug, seiap asabah yag daag khususya asabah yag melakuka peyeora uai da pearika uai meuggu uuk meerima pelayaa dari kasir, karea jumlah asabah yag daag seiap hari cukup bayak maka eller yag difugsika sebayak 7 eller (muli chael). b) Jumlah Kedaaga da Pelayaa Dari hasil observasi yag dilakuka oleh peelii selama 5 hari (2-6 Sepember 203) dimaa pada aggal ersebu jumlah kedaaga cukup besar maka diperoleh daa jumlah kedaaga sebagai beriku: Tabel. Daa Jumlah Kedaaga da Pelayaa Waku Observasi Jumlah Kedaaga (Ui) Jumlah yag Dilayai (Ui) Jumlah Peolaka (Balkig) (Ui) Hari I 392 334 58 Hari II 463 432 3 Hari III 564 480 84 Hari IV 37 299 8 Hari V 44 47 24 Jumlah 277 962 25 Raa-raa 435.4 392 7.67 (Daa diambil pada aggal 2-6 Sepember 203) Jumlah kedaaga asabah eriggi erjadi pada hari keiga (waku pegamaa) yaki sebayak 564 orag asabah da jumlah peolaka eriggi juga erjadi pada hari kedua yaki 84 orag. Sedagka jumlah kedaaga asabah eredah erjadi pada hari keempa (waku pegamaa) sebayak 37 orag da jumlah peolaka eredah juga erjadi pada hari keempa yaiu 8 orag. Dega demikia dapa dikeahui bahwa raa-raa jumlah kedaaga sebayak 435.4 orag per hari. Sedagka raa-raa jumlah asabah yag dilayai sebayak 392 per hari da yag keluar dari sisem sebelum meerima pelayaa sebayak 7.67 per hari. c) Raa-raa Tigka Kedaaga da Tigka Pelayaa Dari hasil raa-raa waku aar kedaaga da raa-raa waku pelayaa pada lampira, maka igka kedaaga da igka pelayaa pada 7 eller yag ada pada BRI cabag Ragkasbiug dapa diliha pada abel beriku: Tabel. 2 Raa-Raa Tigka Kedaaga da Tigka Pelayaa Waku Observasi Raa-Raa Tigka Kedaaga () (ui per jam) Raa-Raa Tigka Pelayaa () (ui per jam) Hari I 56 48 Hari II 66 62

9 Ria Okaviyahi Hari III 8 69 Hari IV 45 43 Hari V 63 60 Raa-raa 3 280 Berdasarka abel di aas maka erliha bahwa raa-raa igka kedaaga per hari palig iggi erjadi pada hari keiga yaiu sebayak 8 orag per jam dega raa-raa igka pelayaa per hari 69 orag per jam. Sedagka raa-raa igka kedaaga per hari palig redah erjadi pada hari keempa yaiu sebayak 45 orag per jam dega raaraa igka pelayaa per hari sebayak 43 ui per jam. Dega demikia dapa dijelaska bahwa raa-raa igka kedaaga dari 5 hari observasi (pegamaa) adalah 3 per jam per hari dega raa-raa igka pelayaa adalah 280 per jam per hari. Diliha dari srukur aria yag erjadi pada eller-eller pada BRI cabag Ragkasbiug adalah srukur aria muli chael sigle phase yaki sisem yag erdiri dari sau barisa aria da dilayai lebih dari sau fasilias pelayaa, maka rumus pada model aria pelayaa gada ii adalah M/M/S/I/I. Berdasarka hasil uraia di aas maka hasil aalisis daa dega meode kompuasi Turbo Pascal adalah sebagai beriku. Mulai Ipu Nilai : - λ - μ - S Proses : Masukka Rumus P = λ / (S * μ) Gambar 9. Flowchar Meghiug Nilai P Gambar 0. Hasil Ru Nilai P Hari 9

Mulai Ipu Nilai : - λ - μ - S - S- Proses : Masukka Rumus P o = / ( Σ [(λ / μ) /!])+( λ / μ) S / s! (- λ /(s* μ)) - 0 Gambar. Flowchar Meghiug Nilai P o Gambar2. Hasil Ru Nilai P o Hari Mulai Ipu Nilai : - λ - μ - s - P o Proses : Masukka Rumus P w = (λ / μ) S * Po / (S! [-( λ /(s * μ)) Gambar 3. Flowchar Meghiug Nilai P W

Ria Okaviyahi Gambar 4. Hasil Ru Nilai P W Hari Mulai Ipu Nilai : - λ - μ - S - P O Proses : Masukka Rumus N = λ* μ (λ / μ) S * P O / (S - )! *(S * μ) 2 r Gambar 5. Flowchar Meghiug Nilai Gambar 6. Hasil Ru Nilai Hari Gambar 7. Hasil Ru Nilai Hari Gambar 8. Hasil Ru Nilai Hari

Mulai Ipu Nilai : - λ - μ Proses : Masukka Rumus = + (λ / μ) Gambar 9. Flowchar Meghiug Nilai Mulai Ipu Nilai : - λ - μ - S - P O Proses : Masukka Rumus = P O * (λ / μ) S / μ *S*(S!)*(- (λ / (S*μ))) 2 Gambar 20. Flowchar Meghiug Nilai Mulai Ipu Nilai : - λ - μ Proses : Masukka Rumus = + ( / μ) Gambar 2. Flowchar Meghiug Nilai

3 Ria Okaviyahi Waku Observasi Gambar 2. Hasil Ru Nilai Hari Dega perhiuga yag sama, maka hasil aalisa daa pada hari perama sampai hari kelima dapa disajika dalam abel beriku : Tabel. 3 Hasil Aalisa Daa (ui) (deik) p (%) p 0 (%) 3 p w (%) (ui) (deik) Hari I 0.0000455.737 0.000937 75 6.77 30.92 0.05665 Hari II 0.0000236.078 0.000666 58 5.3 34.24 0.009346 Hari III 0.0000459.750 0.000653 53 6.79 30.88 0.05766 Hari IV 0.000028.0602 0.000952 84 5.5 34.64 0.00878 Hari V 0.000024.0576 0.00068 60 5. 34.73 0.008655 Raa-Raa 0.000036.077 0.000778 66 5.82 33.08 0.0643 Dari hasil aalisa daa pada abel di aas dapa dijelaska bahwa:. Raa-raa jumlah asabah dalam aria uuk seiap hari pelayaa adalah 0.000036 ui. Ariya bahwa dalam seiap hari pelayaa, raaraa jumlah asabah yag meuggu uuk medapaka pelayaa saga kecil aau idak erjadiya aria. 2. Raa-raa jumlah asabah dalam sisem uuk seiap hari pelayaa adalah.077 ui. Ariya bahwa haya ada sau orag asabah yag sedag berada dalam sisem da asabah ersebu semeara dilayai. 3. Raa-raa waku meuggu dalam aria uuk seiap hari pelayaa adalah 0.000778 deik 4. Raa-raa waku meuggu dalam sisem uuk seiap hari pelayaa adalah 66 deik 5. Raa-raa igka kesibuka kasir pada seiap hari pelayaa adalah 5.82 % dari wakuya 6. Probabilias idak ada asabah dalam sisem uuk seiap hari pelayaa adalah 33.08 % per hari 7. Probabilias meuggu dalam aria uuk seiap hari pelayaa adalah 0.0643 % per hari. Berdasarka hasil observasi yag dilakuka oleh peelii selama 5 hari meujukka bahwa ke ujuh eller ersebu selalu beroperasi pada seiap hari kerja. Namu demikia dalam membarika pelayaa kepada para asabah, keujuh eller ersebu idak bekerja secara opimal pada jam kerja. Hal ii diakibaka karea pada saa-saa ereu eller-eller ersebu melakuka sorir da juga melakuka kegiaa lai (seperi isiraha maka siag yag dilakuka secara bergaia oleh para eller). Hasil perhiuga yag meujukka bahwa,,, saga kecil da igka kesibuka kasir yag saga kecil yaki 5.82 % dega probabilias meuggu dalam aria seiap hari pelayaa adalah 0.0643 %. Hal ii erjadi karea waku-waku yag hilag dari beberapa orag eller ii diabaika, sehigga jumlah eller (S) eap diliha beroperasi peuh. Hal yag demikia meujukka bahwa rumus-rumus eori aria saga erbaas dalam megkaji masalah-masalah aria yag erjadi dalam kehidupa, sehigga ekik simulasi saga epa uuk diguaka. Dari hasil aalisa daa yag dilakuka meujukka bahwa raa-raa waku

meuggu dalam aria saga kecil. Hal ii saga idak sesuai dega keyaaa sebearya yag erjadi pada Kaor Bak BRI cabag Ragkasbiug, dimaa bayak asabah yag meuggu dalam waku yag cukup lama. Diliha jumlah eller yag ersedia yaki sebayak 7 eller, maka peambaha fasilias pelayaa buka merupaka sau-sauya jala uuk megaasi masalah aria yag erjadi di Kaor bak BRI cabag Ragkasbiug. Dega demikia, maka solusi yag seharusya diambil oleh pihak BRI cabag Ragkasbiug adalah dega megopimalka kierja dari ke 7 eller yag ada. Aalisis dari megopimalka 7 eller yag ada pada jam kerja (kas), karea dari hasil perhiuga dega 7 orag eller ersebu sudah meujuka raa-raa waku meuggu dalam aria bagi iap asabah pu saga kecil yaki 0.0643 %. 3. Kesimpula Berdasarka uraia-uraia pada bab-bab sebelumya maka peulis dapa mearik beberapa simpula sebagai beriku: ) Jika sisem bekerja dega megguaka 7 eller, amu idak diopimalka dega baik pada jam kerja (ada waku kosog yag idak diguaka), maka bayak asabah yag meuggu dalam waku yag cukup lama da ada beberap orag asabah yag meiggalka sisem sebelum dilayai. 2) Jika sisem bekerja dega megguaka 7 eller yag bekerja secara opimal pada jam kerja, maka igka kesibuka eller sebesar 5,50 % dari wakuya per hari, da raa-raa meuggu bagi iap asabah saga kecil aau diaggap idak ada ariya asabah yag daag idak megalami aria. 3) Performace variable-variabel aka lebih baik jika sisem pelayaa pada Kaor Bak BRI cabag Ragkasbiug difugsika 7 eller yag bekerja secara opimal. 4) Dalam megkaji masalah-masalah aria yag erjadi dalam kehidupa, peerapa rumus-rumus aria kadag kala idak sesuai dega keyaaa yag erjadi. Hal ii meujuka bahwa rumus aria mempuyai keerbaasa dalam megkaji masalah aria. 5) Perhiuga performace variabel sisem dapa dilakuka secara maual (perhiuga biasa) maupu dega meggguaka meode kompuasi dimaa perhiugaya dapa dilakuka dega cepa. Referesi [] Cogdil, T., Moicio, M, 2007, Aalysis of Teller Service Times i Reail Baks, CS-BIGS, Volume, Issue, pp. 5-25. [2] Perros, Harry, 200, ueuig Theory A Primer, Rerieved i: hp://www4.csu.edu/~hp/ssmeueueigtheory.pdf [Diuduh 8 Desember 203] [3] Cooper, Rober B., 2000, Ecyclopedia of Compuer Sciece Fourh Ediio, Los Ageles: Groves Dicioaries Ic. [4] Al-Jumaily, Ahmed S. A., Al-Jobori, Huda K. T., 20, Auomaic ueuig Model for Bakig Applicaios, Ieraioal Joural of Advaced Compuer Sciece ad Applicaios, Volume 2, No. 7. [5] Be-Ari, M., 2006, Udersadig Programig Laguages, Rehovo: Weizma Isiue of Sciece Copyrigh. [6] Tabari, M., Kaai, Y. G., Divkolaii, M. S., Moghaddam, R. T., 202,

5 Ria Okaviyahi Allpicaio of The ueuig Theory o Huma Resource Maageme, World Applied Scieces Joural, Volume 7, I ssue 9, pp 2-28. [7] Salligs, William, 2000, ueuig Aalysis: Hadbook, Uied Saes of America: Massachuses Isiue of Techology. [8] Buzaco, Joh A., 2003, ueuig Theory ad Is Applicaios, Caada: York Uiversiy. [9] Subagio, P., Asri, M., Hadoko, H.T., 200, Dasar-dasar Operaios Research, Edisi 2. Yogyakara: BPFE. [0] Nafees, Azma, 2007, ueuig Theory ad Is Applicaio: Aalysis of The Sales Checkou Operaio i ICA Supermake, Hogskola Dalara: Uiversiy of Dalara. [] Loude, Keeh C., 2003, Programmig Laguages: Priciple ad Pracice 2 d Ediio, Pacific Grove, Calif: Cegage Learig. [2] Isva, J., 20, Programmig Laguages, Hugaria: EHIB Copyrigh. 5