SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP )

dokumen-dokumen yang mirip
PERBAIKAN KUALITAS CITRA MENGGUNAKAN HISTOGRAM LINEAR CONTRAST STRETCHING PADA CITRA SKALA KEABUAN

APLIKASI IMAGE THRESHOLDING UNTUK SEGMENTASI OBJEK

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP )

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP )

APLIKASI IMAGE THRESHOLDING UNTUK SEGMENTASI OBJEK

MAKALAH PENGOLAHAN CITRA DIGITAL. ( Histogram Citra ) Disusun Oleh : : 1. Agus Riyanto (2111T0238) 2. M. Yazid Nasrullah ( 2111T0233 )

Perbaikan Kualitas Citra

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA

PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

ANALISIS PERBANDINGAN HISTOGRAM EQUALIZATION DAN MODEL LOGARITHMIC IMAGE PROCESSING (LIP) UNTUK IMAGE ENHANCEMENT

Review Paper. Image segmentation by histogram thresholding using hierarchical cluster analysis

ANALISIS PETA KENDALI DEWMA (DOUBLE EXPONENTIALLY WEIGHTED MOVING AVERAGE)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP )

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Studi dan Analisis mengenai Hill Cipher, Teknik Kriptanalisis dan Upaya Penanggulangannya

CONTENT BASED IMAGE RETRIEVAL MENGGUNAKAN MOMENT INVARIANT, TEKSTUR DAN BACKPROPAGATION

Pengolahan Citra Digital: Peningkatan Mutu Citra Pada Domain Spasial

Operasi-operasi Dasar Pengolahan Citra Digital

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP )

BAB II LANDASAN TEORI

Optimasi Non-Linier. Metode Numeris

MODEL REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY UNTUK MEMPREDIKSI TAGIHAN AIR PDAM

Sesi 3 Operasi Pixel dan Histogram. : M. Miftakul Amin, S. Kom., M. Eng.

IMPLEMENTASI METODE RETINEX UNTUK PENCERAHAN CITRA

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

PENGEMBANGAN BUKU KOMIK FISIKA POKOK BAHASAN NEWTON BERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

BAB II LANDASAN TEORI. Pengolahan Citra adalah pemrosesan citra, khususnya dengan menggunakan

BAB II LANDASAN TEORI

PENGARUH HISTOGRAM EQUALIZATION UNTUK PERBAIKAN KUALITAS CITRA DIGITAL

PROGRAM SIMULASI UNTUK REALISASI STRUKTUR TAPIS INFINITE IMPULSE RESPONSE UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL SIGNAL PROCESSING

BAB III METODE PENELITIAN

Pertemuan 3 Perbaikan Citra pada Domain Spasial (1) Anny Yuniarti, S.Kom, M.Comp.Sc

PEBANDINGAN METODE ROBUST MCD-LMS, MCD-LTS, MVE-LMS, DAN MVE-LTS DALAM ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA

PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL. Sutriani Hidri. Ja faruddin. Syafruddin Side, ABSTRAK

Penempatan Optimal Phasor Measurement Unit (PMU) dengan Integer Programming

PELABELAN FUZZY PADA GRAF. Siti Rahmah Nurshiami, Suroto, dan Fajar Hoeruddin Universitas Jenderal Soedirman.

Kory Anggraeni

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Jasa Pengiriman Pos Kilat Khusus

Makalah Seminar Tugas Akhir

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ADAPTIVE NOISE CANCELING MENGGUNAKAN ALGORITMA LEAST MEAN SQUARE (LMS) Anita Nardiana, SariSujoko Sumaryono ABSTRACT

Variasi Spline Kubik untuk Animasi Model Wajah 3D

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PELAYANAN JASA PENGIRIMAN PAKET (KURIR) DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS FUZZY

BAB III METODE SCHNABEL

BAB III DESAIN DAN APLIKASI METODE FILTERING DALAM SISTEM MULTI RADAR TRACKING

Estimasi Harga Saham Dengan Implementasi Metode Kalman Filter

Proses memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia atau komputer

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS CONTRAST STRETCHING MENGGUNAKAN ALGORITMA EUCLIDEAN UNTUK MENINGKATKAN KONTRAS PADA CITRA BERWARNA

Estimasi Konsentrasi Polutan Sungai Menggunakan Metode Reduksi Kalman Filter dengan Pendekatan Elemen Hingga

INTEGRAL NUMERIK KUADRATUR ADAPTIF DENGAN KAIDAH SIMPSON. Makalah. Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Metode Numerik. yang dibimbing oleh

Materi. Menggambar Garis. Menggambar Garis 9/26/2008. Menggambar garis Algoritma DDA Algoritma Bressenham

PENINGKATAN KUALITAS CITRA DENGAN METODE FUZZY POSSIBILITY DISTRIBUTION

Pengaruh Proses Stemming Pada Kinerja Analisa Sentimen Pada Review Buku

BAB 3 METODE PENELITIAN

PENERAPAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MEMPEROLEH ASSOCIATION RULE ANTAR ITEMSET BERDASARKAN PERIODE PENJUALAN DALAM SATU TRANSAKSI

BAB IV APLIKASI PADA MATRIKS STOKASTIK

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP )

APLIKASI METODE FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING (FMCDM) UNTUK OPTIMALISASI PENENTUAN LOKASI PROMOSI PRODUK

Penggunaan Induksi Matematika untuk Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Ekspresi Reguler

PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL SUTRIANI HIDRI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Aplikasi diagonalisasi matriks pada rantai Markov

APLIKASI PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF RADIAL BASIS FUNCTION DENGAN METODE PEMBELAJARAN HYBRID

ANALISA STATIK DAN DINAMIK GEDUNG BERTINGKAT BANYAK AKIBAT GEMPA BERDASARKAN SNI DENGAN VARIASI JUMLAH TINGKAT

Estimasi Inflasi Wilayah Kerja KPwBI Malang Menggunakan ARIMA-Filter Kalman dan VAR-Filter Kalman

SISTEM ADAPTIF PREDIKSI PENGENALAN ISYARAT VOKAL SUARA KARAKTER. Abstrak

SISTEM ADAPTIF PREDIKSI PENGENALAN ISYARAT VOKAL SUARA KARAKTER

PENERAPAN ALGORITMA BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI MUSIK DENGAN SOLO INSTRUMEN

Aplikasi Analisis Korelasi Somers d pada Kepemimpinan dan Kondisi Lingkungan Kerja

PEMBIMBING : Dr. Cut Maisyarah Karyati, SKom, MM, DSER.

Ukuran Pemusatan Data

BAB II LANDASAN TEORI

Analisa Kinerja Kode Konvolusi pada Sistem Parallel Interference Cancellation Multi Pengguna aktif Detection

II. TINJAUAN PUSTAKA. sebuah teknik yang baru yang disebut analisis ragam. Anara adalah suatu metode

Deret Pangkat. Ayundyah Kesumawati. June 23, Prodi Statistika FMIPA-UII

Makalah Seminar Tugas Akhir

Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beasiswa SMK Menggunakan Metode Backpropagation

BAB I PENDAHULUAN. semakin berkembang. Semakin banyak penemuan-penemuan baru dan juga

PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH TEKNIK KONTROL ADAPTIF SUB POKOK BAHASAN PENGHAPUSAN DERAU

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MEMPERBAIKI CITRA DIGITAL

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

khazanah Sistem Klasifikasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation informatika

khazanah Sistem Klasifikasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation informatika

(IMAGE ENHANCEMENT) Peningkatan kualitas citra di bagi menjadi dua kategori yaitu :

Keragaman Struktur Tegakan Hutan Alam Sekunder The Variability of Stand Structure of Logged-over Natural Forest

MODUL V PENCACAH BINER ASINKRON (SYNCHRONOUS BINARY COUNTER)

BAB II LANDASAN TEORI

R(s) 1 G(s) 1 C(s) -H(s) Gambar Diagram aliran sinyal

KINETIKA REAKSI KIMIA TIM DOSEN KIMIA DASAR FTP UB 2012

PEMBUATAN ALBUM KENANGAN DALAM BENTUK DIGITAL MAGAZINE SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ( SMP ) NEGERI LIMA BOYOLALI

BAB 2 LANDASAN TEORI. dari sudut pandang matematis, citra merupakan fungsi kontinyu dari intensitas cahaya

PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE INTERPERSONAL DIFFERENCE BERBASIS GAUSSIAN MIXTURE MODEL DAN ANALISIS DISKRIMINAN

mungkin muncul adalah GA, GG, AG atau AA dengan peluang masing-masing

UJI BARTLETT. Elty Sarvia, ST., MT. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung. Scheffe Multiple Contrast Procedure

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

Transkripsi:

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP ) Mata Kuliah : Pengolahan Citra Digital Kode : IES 6323 Semester : VI Watu : 1x 3x 50 Menit Pertemuan : 7 A. Kompetensi 1. Utama Mahasiswa dapat memahami tentang sistem pengolahan citra digital dan hal yang terait secara umum. 2. Penduung Mahasiswa dapat memahami citra dan pengolahannya hususnya operasi-operasi untu meningatan mutu citra, sehingga lebih mudah diinterpretasian oleh mata manusia. B. Poo Bahasan Perbaian ualitas citra (Image Enhancement) C. Sub Poo Bahasan Lingup proses perbaian ualitas citra Histogram Citra Pengolahan Citra Digital/ Minarni, S. Si., MT 67

D. Kegiatan Belajar Mengajar Tahapan Kegiatan Pengajaran Kegiatan Pendahuluan 1. Mereview materi sebelumnya 2. Menjelasan materi-materi peruliahan yang aan dipelajari. Penyajian 1. Menjelasan tentang lingup proses perbaian ualitas citra 2. Menjelasan histogram citra Penutup 1. Mengajuan pertanyaan epada mahasiswa. 2. Memberian esimpulan. 3. Mengingatan aan ewajiban mahasiswa untu pertemuan selanjutnya. Kegiatan Mahasiswa Mendengaran dan memberian omentar Memperhatian, mencatat dan memberian omentar. Mengajuan pertanyaan. Memberian omentar. Mengajuan dan menjawab pertanyaan. Media & Alat Peraga Noteboo, LCD, Papan Tulis Noteboo, LCD, Papan Tulis Noteboo, LCD, Papan Tulis E. Evaluasi Evaluasi dilauan dengan cara memberian pertanyaan langsung dan tida langsung epada mahasiswa dan dengan memberian uis. Pengolahan Citra Digital/ Minarni, S. Si., MT 68

RENCANA KEGIATAN BELAJAR MINGGUAN (RKBM) Mata Kuliah : Pengolahan Citra Digital Kode : IES 6323 Semester : VI Watu : 1 x 3x 50 Menit Pertemuan : 7 Minggu Topi Metode Estimasi Media e- (Poo Bahasan) Pembelajaran Watu (Menit) 7 5.1 Lingup Proses Perbaian Kualitas Citra 5.2 Histogram Citra Ceramah, Disusi Kelas 1 x 3 x 50 Noteboo, LCD, Papan Tulis Pengolahan Citra Digital/ Minarni, S. Si., MT 69

BAB 5 PERBAIKAN KUALITAS CITRA Perbaian ualitas citra (image enhancement) merupaan salah satu proses dalam pengolahan citra (image preprocessing). Perbaian ualitas diperluan arena seringali citra yang dijadian obie pembahasan mempunyai ualitas yang buru, misalnya citra mengalami derau (noise) pada saat pengiriman melalui saluran transmisi, citra terlalu terang/gelap, citra urang tajam, abur, dan sebagainya. Melalui operasi pemrosesan awal inilah ualitas citra diperbaii sehingga citra dapat digunaan untu apliasi lebih lanjut, misalnya untu apliasi pengenalan (recognition) obje di dalam citra 5.1 Lingup Proses Perbaian Kualitas Citra Yang dimasud dengan perbaian ualitas citra adalah proses mendapatan citra yang lebih mudah diinterpretasian oleh mata manusia. Pada proses ini, ciriciri tertentu yang terdapat di dalam citra lebih diperjelas emunculannya. Secara matematis, image enhancement dapat diartian sebagai proses mengubah citra f(x,y) menjadi f '(x, y) sehingga ciri-ciri yang dilihat pada f(x, y) lebih ditonjolan. Proses-proses yang termasu e dalam perbaian ualitas citra: 1. Pengubahan ecerahan gambar (image brightness) 2. Peregangan ontras (contrast stretching) 3. Pengubahan histogram citra. 4. Pelembutan citra (image smoothing) 5. Penajaman (sharpening) tepi (edge). 6. Pewarnaan semu (pseudocolouring) 7. Pengubahan geometri 5.1.1 Pengubahan Kecerahan Gambar Untu membuat citra lebih terang atau lebih gelap dengan cara menambahan atau mengurangan sebuah onstanta epada setiap pisel di dalam citra. Seperti pada operasi aritmetia pada Bab 4. 5.1.2 Peregangan Kontras Pengolahan Citra Digital/ Minarni, S. Si., MT 70

Mengubah ontras dari suatu image dengan cara mengubah greylevel piselpisel pada citra menurut fungsi s = T(r) tertentu. r1 r2, s1 s2 r1 = r2, s1 = s2 tida ada perubahan r1 = r2, s1 = 0, s2 = 255 tresholding menjadi citra biner dengan ambang r1 Gambar 5.1 Peregangan Kontras 5.2 Histogram Citra Informasi penting mengenai isi citra digital dapat dietahui dengan membuat histogram citra. Histogram citra adalah grafi yang menggambaran penyebaran nilai-nilai intensitas pixel dari suatu citra atau bagian tertentu di dalam citra. Dari sebuah histogram dapat dietahui freuensi emunculan nisbi (relative) dari intensitas padacitra tersebut. Histogram juga dapat menunjuan banya hal tentang ecerahan (brigthness) dan ontras (contrast) dari sebuah gambar. Karena itu, histogram adalah alat bantu yang berharga dalam peerjaan pengolahan citra bai secara ualitatif maupun uantitatif. Pengolahan Citra Digital/ Minarni, S. Si., MT 71

Gambar 5.2 Tiga Jenis Histogram 5.2.1 Membuat Histogram Misalan citra digital memilii L derajat eabuan, yaitu dari nilai 0 sampai L 1 (misalnya pada citra dengan uantisasi derajat eabuan 8-bit, nilai derajat abuan dari 0 sampai 225). Secara matematis histogram citra dihitung dengan rumus: n 1 =,i = 0,1,.L 1 (5.1) n h 1 Yang dalam hal ini, n1 = jumlah pixel yang memilii derajat eabuan i n = jumlah seluruh pixel di dalam citra Plot h1 versus f1 dinamaan histogram. Gambar 5.3 adalah contoh sebuah histogram citra. Secara grafis histogram ditamplan dengan diagram batang. Perhatian dari persamaan 5.1 bahwa nilai n1 telah dinormalan dengan membaginya dengan n. nilai h1 berada dalam selang 0 sampai 1. Pengolahan Citra Digital/ Minarni, S. Si., MT 72

Gambar 5.3 Histogram citra Sebagai contoh, misalan matris dibawah ini menyataan citra digital yang beruuran 8 x 8 pixel dengan derajat eabuan, dari 0 sampai 15 (ada 16 buah derajat eabuan): 3 2 14 12 0 4 15 2 7 7 8 10 12 14 10 0 0 0 1 8 15 15 6 5 9 8 10 9 12 12 11 8 8 10 11 1 2 3 4 5 13 10 14 5 0 0 1 0 2 2 13 11 10 9 9 8 7 1 0 10 11 14 13 12 Tabel perhitungan perhitungan histogramnya ditunjuan pada Tabel 5.1. Mudah dilihat bahwa semain besar nilai n1 maa semain besar pula nilai h1. Pengolahan Citra Digital/ Minarni, S. Si., MT 73

Tabel 5.1 Perhitungan histogram ni hi=niln (n=6) 0 8 0.125 1 4 0.0625 2 5 0.07812-3) 3 2 0.03125 4 2 0.03125 5 3. 0.046875 6 1 0.015625 7 3 0.0,16875 8 6 0.09375 9 3 0.046875 10 7 0.109375 11 4 0.0625 12 5 0.078125 13 3 0.046875 14 4 0.0625 15 3 0.046875 Histogram untu contoh di atas ditunjuan oleh gambar 5.4. 0.14 0.12 0.125 0.109375 Probabilitas 0.1 0.08 0.06 0.04 0.02 0.078125 0.0625 0.03125 0.03125 0.046875 0.046875 0.015625 0.09375 0.0625 0.078125 0.0625 0.0625 0.046875 0.046875 Series2 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 level eabuan Gambar 5.4 Histogram Histogram citra banya memberian informasi penting sebagai beriut: 1. Nilai hi menyataan peluang (probability) pixel, P(i), dengan derajat eabuan i. Jumlah seluruh nilai hi sama dengan 1, atau Pengolahan Citra Digital/ Minarni, S. Si., MT 74

L 1 i= 0 h i = 1 Peluang suatu pixel memilii derajat eabuan lebih ecil atau sama dengan derajat eabuan tertentu adalah jumlah hi untu 0 i j, atau j P( i j) = h, 0 j L 1 i= 0 i 2. Punca histogram menunjuan intensitas pixel yang menonjol. Lebar dan punca menunjuan rentang ontras dari gambar. Citra yang mempunyai ontras terlalu terang (overexposed) atau terlalu gelap (underexposed) milii histogram yang sempit. Histogramnya terlihat hanya menggunaan setengah dari daerah derajat eabuan. Citra yang bai memilii histogram yang mengisi daerah derajat eabuan secara penuh dengan distribusi yang rata pada setiap nilai intensitas pixel. 5.2.2. Perataan Histogram (Histogram Equalization) Perataan histogram bertujuan memperoleh penyebaran histogram yang merata, sehingga derajat eabuan memilii jumlah pisel yang relatif sama. Algoritma Perataan Histogram Langah 1. Untu citra dengan derajat eabuan tertentu, hitunglah: n Pr ( r ) =, r =, 0 L-1 n L 1 L= Total Jumlah Derajat Keabuan n= Jumlah pisel dengan derajat eabuan e- n = Total jumlah pisel dalam citra Langah 2. Berdasar CDF (Cummulative Density Function), hitung bentu disret dari transformasi: s = T ( r ) = P r, 0 L-1 j= 0 r j Contoh. Misalan terdapat citra yang beruuran 64 x 64 dengan jumlah derajat eabuan (L) = 8 dan jumlah seluruh pisel (n) = 64 x 64 = 4096 pisel, dengan distribusi pisel seperti pada Tabel 5.2. Pengolahan Citra Digital/ Minarni, S. Si., MT 75

Tabel 5.2 Distribusi nilai pisel Dengan histogram citra seperti pada Gambar 5.5 Jumlah Pisel Pecahan Pisel Nilai Keabuan Nilai Keabuan Ternormalisasi Gambar 5.5 Kiri: Histogram citra berdasaran jumlah pisel; Kanan: Histogram citra berdasaran nilai eabuan ternormalisasi (Gambar diperoleh menggunaan Software MATLAB 7.0.4) Langah selanjutnya, menerapan transformasi diperoleh: s = T ( r ) = P r, sehingga j= 0 r j Pengolahan Citra Digital/ Minarni, S. Si., MT 76

Hasil transformasinya: r s 0 0 1/7 1 1/7 3/7 2 2/7 5/7 3 3/7 6/7 4 4/7 6/7 5 5/7 1 6 6/7 1 7 1 1 Terlihat dari contoh di atas hanya lima nilai intensitas yang terisi (1/7, 3/7, 5/7, 6/7, dan 1). Dengan transformasi ini, maa histogram citra output adalah sebagai beriut. Pengolahan Citra Digital/ Minarni, S. Si., MT 77

Dengan histogram citra hasil perataan pada Gambar 5.6 Jumlah Pisel Nilai Keabuan Gambar 5.6 Histogram Citra Hasil Perataan (Gambar diperoleh menggunaan Software MATLAB 7.0.4) Mesipun perataan histogram bertujuan menyebaran secara merata nilai nilai derajat eabuan, tetapi seringali histogram hasil perataan ida benar benar tersebar secara merata. Alasannya adalah derajat eabuan terbatas jumlahnya sehingga nilai intensitas baru hasil perataan merupaan pembulatan e derajat eabuan terdeat, dan jumlah pisel yang digunaan sangat terbatas. Latihan 5 Lauanlah proses perataan histogram pada citra di bawah ini yang beruuran 16 x 16 dengan jumlah derajat eabuan (L) adalah 8. Distribusi derajat eabuan pada citra di samping Derajat eabuan 0 1 2 3 4 5 6 7 Jumlah pisel 49 53 64 21 15 41 8 5 Pengolahan Citra Digital/ Minarni, S. Si., MT 78