KALIMAT DEKLARATIF (Minggu ke-1 dan 2)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I LOGIKA KALIMAT

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) DAN BUKU DIKTAT PENGANTAR LOGIKA MATEMATIKA DAN HIMPUNAN

NEGASI KALIMAT DAN KALIMAT MAJEMUK (Minggu ke-3)

matematika PEMINATAN Kelas X PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN EKSPONEN K13 A. PERSAMAAN EKSPONEN BERBASIS KONSTANTA

BAB III KUANTOR kuantor, 1. Kuantor Universal 3. Kuantor Eksistensial

Logika & Himpunan 2013 LOGIKA MATEMATIKA. Oleh NUR INSANI, M.SC. Disadur dari BUDIHARTI, S.Si.

Mahasiswa memahami kuantifikasi dan simbolisme logika. 2) Mahasiswa dapat menyebutkan hubungan antara kuantor eksistensial dan kuantor

PERNYATAAN (PROPOSISI)

1 INDUKSI MATEMATIKA

KUANTOR (Minggu ke-7)

BAB 2 PENGANTAR LOGIKA PROPOSISIONAL

I. PERNYATAAN DAN NEGASINYA

Modul ke: Logika Matematika. Proposisi & Kuantor. Fakultas FASILKOM BAGUS PRIAMBODO. Program Studi SISTEM INFORMASI.

LOGIKA MATEMATIKA (Pendalaman Materi SMA)

KONSEP DASAR LOGIKA MATEMATIKA. Riri Irawati, M.Kom Logika Matematika - 3 sks

SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK SEKOLAH DASAR KELAS II SEMESTER 1 TEMA: PERISTIWA

MATEMATIKA DISKRIT. Logika

SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK SEKOLAH DASAR KELAS II SEMESTER 1 TEMA: DIRI SENDIRI

MATEMATIKA 1. Pengantar Teori Himpunan

Unit 5 PENALARAN/LOGIKA MATEMATIKA. Wahyudi. Pendahuluan

Persamaan dan Pertidaksamaan Linear

MATEMATIKA BISNIS. Himpunan. Muhammad Kahfi, MSM. Modul ke: Fakultas Ekonomi Bisnis. Program Studi Manajemen.

BAB I TAUTOLOGI DAN PRINSIP-PRINSIP PEMBUKTIAN

Matematika Industri I

LOGIKA MATEMATIKA. LA - WB (Lembar Aktivitas Warga Belajar) MATEMATIKA PAKET C TINGKAT V DERAJAT MAHIR 1 SETARA KELAS X

B. Proposisi (Pernyataan) yaitu kalimat yang mempunyai nilai salah atau benar tetapi tidak sekaligus keduanya

PENDAHULUAN INDUKSI MATEMATIKA Di dalam Matematika, sebuah pernyataan atau argumen dan bahkan sebuah rumus sekalipun tidak hanya sekedar dibaca.

Bahan kuliah Matematika Diskrit. Himpunan. Oleh: Didin Astriani P, M.Stat. Fakultas Ilkmu Komputer Universitas Indo Global Mandiri

BAB I DASAR-DASAR LOGIKA

BAB II TAUTOLOGI DAN PRINSIP-PRINSIP PEMBUKTIAN

BAB III INDUKSI MATEMATIKA

BAB III INDUKSI MATEMATIKA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Logika. Modul 1 PENDAHULUAN

PERTEMUAN 5. Teori Himpunan

LOGIKA MATEMATIKA LOGIKA. Altien Jonathan Rindengan, S.Si, M.Kom

B. Proposisi (Pernyataan) yaitu kalimat yang mempunyai nilai salah atau benar tetapi tidak sekaligus keduanya

Beberapa Uji Keterbagian Bilangan Bulat

Mengenal Bilangan Bulat

Logika Predikat. Contoh Soal. Toni Bakhtiar. September Departemen Matematika IPB. Toni Bakhtiar Logika Predikat September / 11

Selamat datang di Perkuliahan LOGIKA MATEMATIKA Logika Matematika Teori Himpunan Teori fungsi

BAB I BILANGAN. Skema Bilangan. I. Pengertian. Bilangan Kompleks. Bilangan Genap Bilangan Ganjil Bilangan Prima Bilangan Komposit

A. UNSUR - UNSUR ALJABAR

ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan

MATEMATIKA EKONOMI 1. Oleh : Muhammad Imron H

LOGIKA PREDIKAT. Altien Jonathan Rindengan, S.Si, M.Kom

PERTEMUAN Logika Matematika

HIMPUNAN (Pengertian, Penyajian, Himpunan Universal, dan Himpunan Kosong) EvanRamdan

Unit 6 PENALARAN MATEMATIKA. Clara Ika Sari Budhayanti. Pendahuluan. Selamat belajar, semoga Anda sukses.

PTI 206 Logika. Semester I 2007/2008. Ratna Wardani

LEMBAR KERJA SISWA. Semester Ganjil STANDAR ISI KTSP. Nama :... Kelas :... Sekolah :...

BAB V BILANGAN BULAT

Himpunan dan Fungsi. Modul 1 PENDAHULUAN

RUMUS-RUMUS TAUTOLOGI. (Minggu ke-5 dan 6)

INF-104 Matematika Diskrit

NOTASI ILMIAH DAN ANGKA PENTING

BAB V HIMPUNAN. Himpunan adalah kumpulan benda-benda atau obyek yang mempunyai definisi yang jelas.

Contoh-contoh soal induksi matematika

Pertemuan 1. Pendahuluan Proposisi Jenis-Jenis Proposisi

BILANGAN CACAH. b. Langkah 1: Jumlahkan angka satuan (4 + 1 = 5). tulis 5. Langkah 2: Jumlahkan angka puluhan (3 + 5 = 8), tulis 8.

PENERAPAN AKSIOMA KETERBAGIAN DALAM PEMBELAJARAN KONSEP AKAR PANGKAT DUA DI KELAS VII SMP Oleh : Andi Syamsuddin*

Modul ke: Logika Matematika. Himpunan. Fakultas FASILKOM. Bagus Priambodo. Program Studi SISTEM INFORMASI.

Logika, Himpunan, dan Fungsi

LOGIKA. /Nurain Suryadinata, M.Pd

HIMPUNAN MATEMATIKA. Program Studi Agroteknologi Universitas Gunadarma

Pola (1) (2) (3) Banyak segilima pada pola ke-15 adalah. A. 235 C. 255 B. 250 D Yang merupakan bilangan terbesar adalah. A. C. B. D.

[HIMPUNAN] MODUL MATEMATIKA SMP KELAS VII KURIKULUM 2013 RAJASOAL..COM. istiyanto

D) 1 A) 3 C) 5 B) 4 D) 6

Pengantar Analisis Real

MATEMATIKA EKONOMI 1 HIMPUNAN BILANGAN. Dosen : Fitri Yulianti, SP. MSi

TEORI HIMPUNAN. Yusman, SE., MM.

MODUL PERKULIAHAN EDISI 1 MATEMATIKA DISKRIT

Logika Matematika. Logika Matematika. Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah. September 26, 2012

Nama Peserta : No Peserta : Asal Sekolah : Asal Daerah :

Soal Beserta Pembahasan Kunci Jawaban Matematika PDGK4108

LEMBAR AKTIVITAS SISWA PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK

Solusi Pengayaan Matematika Edisi 14 April Pekan Ke-2, 2006 Nomor Soal:

Lembar Kerja Mahasiswa 1: Teori Bilangan

Indikator/ Materi Soal.

(a) 32 (b) 36 (c) 40 (d) 44

Modul 6 SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL

1.3 Pembuktian Tautologi dan Kontradiksi. Pernyataan majemuk yang selalu bernilai benar bagaimanapun nilai proposisi

BAB VI BILANGAN REAL

Matematika

PROGRAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 1

GLOSSARIUM. A Akar kuadrat

LOGIKA DAN ALORITMA. Pertemuan II:

II. SISTEM BILANGAN RIIL. Handout Analisis Riil I (PAM 351)

Logika Pembuktian. Matematika Informatika 3 Onggo

MATEMATIKA BISNIS. Pendahuluan: 1. Kontrak Perkuliahan 2. Himpunan. Sitti Rakhman, SP., MM. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen

SOAL DAN PEMBAHASAN KOMPETISI MATEMATIKA PASIAD IX 2013 TINGKAT SMP BABAK PENYISIHAN (SOAL 1-15)

B I L A N G A N 1.1 SKEMA DARI HIMPUNAN BILANGAN. Bilangan Kompleks. Bilangan Nyata (Riil) Bilangan Khayal (Imajiner)

BAB 3 FUNGSI. f : x y

LOGIKA MATEMATIKA. d. 6 + a > -4 e. 7 adalah faktor dari 63. c. 4 x 6 2. Tentukan variabel dan himpunan penyelesaian dari: a.

Tingkat-tingkat Berpikir Mahasiswa... (M. Andy Rudhito)

PROPOSISI. Novy SetyaYunas. Pertemuan 4

Dasar Logika Matematika

Mahdhivan Syafwan. PAM 123 Pengantar Matematika

Ukuran Statistik Bagi Data

1. Memahami pengertian proposisi dan predikat. 3. Memahami penggunaan penghubung dan tabel kebenaran

Transkripsi:

KALIMAT DEKLARATIF (Minggu ke-1 dan 2) 1

1 Kalimat Definisi 1.1 Kalimat dikatakan lengkap jika paling sedikit memuat subyek dan predikat. Contoh: 1. Toni makan L 2. Menulis buku TL 3. Setiap hari matahari terbit di sebelah timur L Definisi 1.2 Kalimat dikatakan memiliki arti jika kalimat tersebut dapat dipahami maksudnya dalam pembicaraan, tertulis maupun lesan. 2

1. Senja hampir usai. Contoh Kalimat: 2. Dari masing-masing buku keluar akar. 3. Barang siapa meniru, memalsukan uang kertas dan/atau dengan sengaja menyimpan uang yang patut diduga palsu. 4. Jangan menyontek! 5. Apakah anda sudah makan? 6. Si X tidak masuk sekolah. 7. Astaga Apakah anda tahu maksud kalimat di atas? 3

2 Semesta Pembicaraan Di bidang Matematika setiap simbol, kata atau kalimat harus mempunyai arti yang tunggal Alasan: 1. Kalimat yang mempunyai arti, 2. Kalimat terbuka, 3. Kalimat yang bisa ditentukan nilai kebenarannya (pernyataan) Semesta Pembicaraan (universum/universe of discourse): himpunan semua obyek-obyek yang berada atau yang dibentangkan di dalam pembicaraan 4

Kira-kira apa semesta pembicaraannya? 1. Amir lebih kecil daripada setiap anggota 2. Ada anggota yang lebih kecil daripada 1. 5

Latihan 1 1. Tentukan semesta pembicaraannya agar persamaan x 2 x 2 = 0 mempunyai 1.1 Tepat satu penyelesaian 1.2 Tepat dua penyelesaian 2. Tentukan semesta pembicaraannya agar persamaan x 2 +1 = 0 mempunyai penyelesaian. 3. Semesta pembicaraan himpunan semua bilangan nyata. Didefinisikan x : bilangan bulat terbesar yang lebih kecil daripada x x : bilangan bulat terkecil yang lebih besar daripada x. Tentukan apakah kalimat-kalimat berikut ini benar atau salah : 3.1 Ada x yang merupakan bilangan asli 3.2 Semua x merupakan bilangan bulat tidak positif 3.2 Semua x memenuhi x + x 2 = x 3.3 Ada x yang memenuhi x x = 0 6

2.1 Kalimat Deklaratif Definisi 2.1 Kalimat yang dapat ditentukan nilainya, yaitu bernilai salah atau benar disebut kalimat deklaratif (pernyataan). Kalimat dikatakan bernilai benar jika mempunyai kesesuaian antara isi pernyataan dengan fakta yang sesungguhnya. Jika tidak sesuai dikatakan salah. 7

Perhatikan ungkapan-ungkapan berikut ini: 1. Sifat ujian: Buku Tertutup. 2. Astaga. 3. Bumi berputar pada porosnya. 4. Presiden Indonesia dipilih setiap empat tahun sekali. 5. Carilah fakta untuk membuktikan, bahwa kesaksiannya bohong. 6. Selama ini bilangan 2 selalu hidup rukun dengan bilangan 3. 7. Besok hujan atau tidak hujan. Manakah yang merupakan kalimat deklaratif? 8

2.2 Konstanta Dan Variabel Definisi 2.2 Lambang suatu anggota tertentu dari semesta pembicaraannya disebut konstanta. Contoh: 1. Ani adalah mahasiswi angkatan 2010 yang paling pandai. 2. Lima puluh habis dibagi 5. 3. Jangan bergurau merupakan kalimat tidak lengkap 4. x 2 + 3 x + 1 9

Definisi 2.3 Lambang yang menjadi simbol dari sebarang anggota di dalam semesta pembicaraannya disebut variabel. Lambang ini dapat berupa huruf x, atau dan sebagainya. Semestanya disebut daerah jelajah (range). Contoh: 1. Anak-anak menyukai kegiatan piknik. 2. Bilangan asli n merupakan ganjil atau genap. 3. Kalimat yang memuat subyek dan predikat disebut kalimat lengkap 4. x 2 + 3 x + 1 10

Perhatikan: x merupakan bilangan negatif, S P : himpunan semua bilangan bulat. x : variabel Misalnya x 5 atau x 2: 1. 5 merupakan bilangan negatif 2. 2 merupakan bilangan negatif. Kalimat pertama bernilai salah, kalimat ke-2 bernilai benar. 11

Definisi 2.4 Kalimat lengkap yang bukan kalimat tanya, tapi tidak bisa ditentukan benar atau salahnya disebut kalimat terbuka. Contoh: S P : himpunan semua bilangan nyata, tentukan jenis kalimat: 1. x < z < y 2. Untuk setiap pasangan x dan y jika x < y, maka terdapat z yang memenuhi x < z < y. 12

Latihan 2 Tentukan apakah kalimat-kalimat berikut ini merupakan kalimat terbuka atau kalimat deklaratif. Jika kalimat deklaratif apakah bernilai benar atau salah. 1. Kalimat berikut semestanya himpunan semua manusia: 1.1 Tono lebih tinggi daripada Tini 1.2 Balita lebih rentan terhadap penyakit daripada lansia 1.3 Si x lebih pandai daripada si y. 2. Kalimat berikut semestanya himpunan semua bilangan nyata 2.1 xy < x 2 2.2 x 2 x 2 = 0 2.3 x + ( x) = 0 = x + x 2.4 x 2 + 4x 12 0 13