LOGIKA MATEMATIKA (Pendalaman Materi SMA)
|
|
|
- Susanti Sumadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LOGIKA MATEMATIKA (Pendalaman Materi SMA) Disampaikan Pada MGMP Matematika SMA Provinsi Bengkulu Tahun Ajaran 2007/2008 Oleh: Supama Widyaiswara LPMP Bengkulu DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN BENGKULU TAHUN 2007 Hal. 1
2 PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Kegiatan MGMP guru matematika SMA diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi guru matematika dalam mengelola pembelajaran matematika di kelas. Salah satu komponen penting yang menentukan keberhasilan pengelolaan proses belajar mengajar adalah pemahaman guru terhadap materi pelajaran. Logika Matematika merupakan salah satu pokok bahasan matematika SMA yang dirasakan sulit dipahami oleh para siswa. Mengingat hal tersebut guru matematika dituntut untuk memahami dan mampu mengajarkannya dengan baik. B. Deskripsi singkat Mata diklat Logika Matematika ini dimaksudkan untuk penyegaran pemahaman guru matematika SMA tentang bahan ajar Logika Matematika, yang meliputi, Pernyataan, Pernyataan Majemuk, Negasi pernyataan Majemuk, dan Penarikan Kesimpulan. untuk selanjutnya dapat menyajikan bahan ajar Logika Matematika dengan lebih baik. C. Kompetensi yang diharapkan: SK : Setelah mengikuti pembelajaran mata diklat program linear ini peserta diharapkan mampu memahami bahan ajar Logika Matematika dan mengajarkannya. KD : Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta mampu : 1 Mengajarkan nilai kebenaran suatu perntataan. 2 Menentuka nilai kebenaran suatu pernyataan majemuk. Hal. 2
3 3 Menarik kesimpulan atau argumentasi 4 Menerapkan logika matematika dalam pola fikir pada masalah dalam kehidupan sehari hari 5 Mengajarkan bahan ajar logika pada siswa SMA. D. Pokok Bahasan dan sub pokok bahasan 1. Pernyataan dan Kalimat Terbuka 2. Pernyataan Majemuk (Pernyataan Komposisi) 3. Ingkaran (Negasi) 4. Pernyataan Berkuantor. 5. Penarikan Kesimpulan (Argumentasi) E. Media Pembelajaran White board. OHT dan OHP Work sheet. F. Waktu : 8 jam 45 menit. Hal. 3
4 LOGIKA MATEMATIKA 1. Pernyataan dan kalimat terbuka. Dalam membicarakan sesuatu, orang memerlukan bahasa, salah satu unsur penting dalam bahasa adalah kalimat, yaitu rangkaian kata yang mempunyai arti dan disusun menurut aturan tertentu. Dalam matematika dikenal 2 macam kalimat yaitu : kalimat tertutup dan kalimat terbuka. Kalimat tertutup Pernyataan salah,tetapi Contoh : : Kalimat deklaratif dan pernyataan : Kalimat deklaratif yang mempunyai nilai benar atau tidak sama-sama benar dan salah 1. Jakarta Ibu kota Indonesia = 8 3. Semua bilangan prima adalah ganjil. 4. Ambillah barang itu! 5. Bunga itu sangat indah. Contoh (1) Adalah pernyataan yang bernilai benar (2) Pernyataan yang bernilai salah (3) Pernyataan yang bernilai salah (4) Bukan pernyataan ( bukan kalimat deklaratif) (5) Bukan pernyataan (Nilai kebenarannya tidak pasti) Kalimat terbuka Contoh : : Kalimat yang belum dapat di tentukan nilai kebenarannya ( biasanya menggunakan variabel / peubah) X = 6 2. X 2 + 4X + 4 = 0 Kalimat terbuka memuat variabel, yang akan berubah menjadi pernyataan jika variabelnya diganti oleh salah satu anggota semesta pembicaraan Contoh: 1. X 2 + 5X - 24 = 0 Kalimat tersebut menjadi pernyataan yang benar jika x diganti 8 atau 3, Himpunan {-8, 3} disebut himpunan penyelesaian dari kalimat terbuka X 2 + 4X + 4 = 0 Hal. 4
5 2. Pernyataan majemuk ( pernyataan komposisi) Suatu pernyataan tunggal dapat dinyatakan dalam lambang, misalnya p, q, r dan sebagainya. Dua pernyataan tunggal atau lebih dapat gabungkan menjadi satu pernyataan majemuk atau pernyataan komposisi dengan menggunakan kata hubung Logika tertentu. A. Konjungsi Dua pernyataan tunggal p dan q dapat di komposisi dengan menggunakan kata hubung dan untuk membentuk pernyataan majemuk yang di sebut Konjungsi dari p dan q. Konjungsi dari p dan q dilambangkan dengan p q (dibaca p dan q) Nilai kebenaran suatu konjungsi di tentukan oleh pernyataan pernyataan penyusunnya. Jika pernyataan p bernilai benar dan pernyataan q bernilai benar maka p q benar, jika tidak demikian maka p q bernilai salah. Ketentuan tersebut dapat dinyatakan dalam tabel kebenaran sebagai berikut: p q p q B B B B S S S B S S S S B. Disjungsi Dua pernyataan tunggal p dan q dapat di komposisi dengan menggunakan kata hubung atau untuk membentuk pernyataan majemuk yang di sebut Disjungsi dari p dan q. Disjungsi dari p dan q dilambangkan dengan p q (dibaca p atau q) Nilai kebenaran suatu disjungsi di tentukan oleh pernyataan pernyataan penyusunnya. Jika pernyataan p bernilai benar atau pernyataan q bernilai benar atau keduaduanya bernilai benar maka p q benar, jika tidak demikian maka p q bernilai salah. Dengan kata lain disjungsi dua pernyataan bernilai salah hanya jika kedua pernyataan penyusunnya bernilai salah. Ketentuan tersebut dapat dinyatakan dalam tabel kebenaran sebagai berikut: p q p q B B B B S B S B B S S S Hal. 5
6 C. Ingkaran atau Negasi Dari pernyataan tunggal p yang diketahui,dapat di buat pernyataan lain yang disebut ingkaran / negasi dari p dengan menempatkan perkataan tidak benar didepan pernyataan p atau dengan menyisipkan kata tidak di dalam pernyataan p.ingkaran dari pernyataan p dilambangkan dengan p Jika p bernilai benar maka P bernilai salah atau sebaliknya Contoh : 1. Jika P : habis dibagi 3 maka: p : tidakhabis dibagi 3 2. Jika p : Semua burung pandai terbang maka p : Tidak benar semua burung pandai terbang atau p : Beberapa burung tidak pandai terbang. 3. Jika p : maka p : atau p : ketentuan tentang nilai kebenaran dari ingkaran, disajikan dalam tabel berikut P B S p S B D. Implikasi atau pernyataan bersyarat Dua pernyataan tunggal p dan q dapat di komposisi dengan menggunakan kata hubung Jika. Maka. untuk membentuk pernyataan majemuk yang di sebut Implikasi atau pernyataan bersyarat. Implikasi : Jika p maka q dilambangkan dengan p q (dibaca Jika p maka q) Implikasi p q dapat juga dibaca sebagai : (i) p hanya jika q (ii) q jika p (iii) p syarat cukup bagi q (iv) q syarat perlu bagi p Dalam implikasi p q, pernyataan p disebut alasan atau sebab (antecedent), dan pernyataan q sering disebut kesimpulan atau akibat (Consequent) Nilai kebenaran suatu Implikasi di tentukan oleh pernyataan pernyataan penyususnnya. Jika pernyataan p bernilai benar dan pernyataan q bernilai salah maka p q bernilai salah, jika tidak demikian maka p q bernilai benar. Hal. 6
7 Ketentuan tersebut dapat dinyatakan dalam tabel kebenaran sebagai berikut: p q p q B B B B S S S B B S S B Contoh : 1. Jika = 5 maka 5 Bilangan prima (benar) 2. Jika 2+3 = 5 maka 5 bukan bilangan prima (salah) 1. Jika = 5 maka 5 bukan bilangan prima (benar) E. BiImplikasi atau Ekuivalensi (Implikasi dwi arah ). Kini kita sampai pada pemakaian kata hubung terakhir yang erat kaitannya dengan implikasi Dari dua pernyataan p dan q yang diketahui dapat dibuat pernyataan majemuk dalam bentuk p jika dan hanya jika q yang disebut dengan BiImplikasi atau ekuivalensi (Implikasi dwi arah ). Ekuivalensi P jika dan hanya jika q dinyatakan dengan lambang p q Ekuivalensi p q dapat juga dibaca : (i) jika p maka q dan jika q maka p (ii) p syarat perlu dan cukup bagi q (iii) q syarat perlu dan cukup bagi p Ekuivalensi p q menegaskan bahwa : jika p benar maka q benar dan jika p salah maka q salah Ketentuan tentang nilai kebenaran suatu BiImplikasi, disajikan dalam tabel berikut : p q p q B B B B S S S B S S S B Dari tabel kebenaran dapat kita ketahui bahwa : Hal. 7
8 Ekuivalensi p q benar jika, p dan q mempunyai nilai kebenaran yang sama, jika p dan q mempunyai nilai kebenaran yang berlawan maka Biimplikasi p q bernilai salah. Latihan I Tentukan nilai kebenaran dari tiap pernyataan berikut ini 1. Persamaan kuadrat yang akarnya 4 dan 3 adalah X 2 - X = Persamaan garis singgung kurva Y = X 2 1 dengan gradien 4 adalah Y = 4X Log 16 = 3 dan Cos 30 o = 1/ X 2 4X + 3 = 0 mempunyai akar real dan 9 = = 5 atau Cos 180 o = 0 5. Jika Persamaan kuadrat mempunyai dua akar berbeda maka nilai deskriminannya 0 6. Jika 7 bukan bilangan prima maka 7 bilangan ganjil jika dan hanya jika 7 bilangan genap 3. Pernyataan majemuk yang ekuivalen (ekuivalen Logis) Dua pernyataan majemuk disebut ekuivalen (ekuivalen logis ) jika untuk semua kemungkinan dari nilai kebenaran komponen-komponennya, kedua pernyataan majemuk itu mempunyai nilai kebenaran yang sama. Untuk menyelidiki ekuivalen atau tidaknya dua pernyataan majemuk kita menngunakan tabel kebenaran. Untuk menyatakan dua pernyataan ekuivalen dilambangkan dengan Contoh : 1. Kita tunjukkan dengan tabel kebenaran bahwa : a. (p q) ( p q ) b.. (p q) ( p q ) Disebut dalil De Morgan a. Tabel kebenaran untuk : (p q) ( p q ) p q p q p q (p q) ( p q ) B B S S B S S B S S B B S S S B B S B S S S S B B S B B Hal. 8 Nilai logisnya sama
9 Pada kolom ke enam dan ke tujuh terlihat bahwa pernyataan majemuk itu untuk semua nilai kemungkinan p dan q mempunyai nilai kebenaran yang sama. b. tabel kebenaran untuk (p q) ( p q ) p q p q (p q) (p q) ( p q ) B B S S B S S B S S B S B B S B B S S B B S S B B S B B Nilai logisnya sama Pada kolom ke enam dan ke tujuh terlihat bahwa pernyataan majemuk itu untuk semua nilai kemungkinan p dan q mempunyai nilai kebenaran yang sama. Contoh pemakaian : a. Ingkaran dari : Hari ini hujan dan angin bertiup kencang Adalah : Hari ini tidak hujan atau angin bertiup tidak kencang b. Ingkaran dari: = 5 atau 5 bilangan prima Adalah : dan 5 bukan bilangan prima 2. Kita tunjukkan dengan tabel kebenaran bahwa : (p q) ( p q ) Tabel kebenaran untuk (p q) ( p q ) sebagai berikut : p q q p q (p q) ( p q ) B B S B S S B S B S B B S B S B S S S S B B S S Nilai logisnya sama Dari tabel kolom kelima dan keenam terlihat bahwa kedua pernyataan majemuk di atas ekuivalen. Hal. 9
10 Contoh pemakaian : a. Ingkaran dari Jika hari hujan maka jalan basah Adalah : Hari hujan dan jalan tidak basah Atau hari hujan tetapi jalan tidak basah b. Ingkaran dari : Jika mandor tidak datang maka semua kuli senang Adalah : Mandor tidak datang tetapi ada kuli yang tidak senang 4. Konvers, Invers dan Kontraposisi Dari suati Implikasi p q dapat di susun pernyataan baru bentuk (i) q p yang disebut konvers dari p q (ii) p q yang disebut Invers dari p q (iii) q p yang di sebut Kontra posisi dari p q Hubungan antara konvers invers dan kontra posisi dapat ditunjukkan dengan tabel berikut ini. Implikasi Konvers Invers Kontraposis i p q p q p q q p p q q p B B S S B B B B B S S B S B B S S B B S B S S B S S B B B B B B Nilai logisnya sama Dar tabel dapat kita lihat bahwa p q q p q p p q contoh : Implikasi Jika = 7 maka 7 bilangan ganjil adalah ekuivalen dengan Jika 7 bukan bilangan ganjil maka Hal. 10
11 Latihan 2 1. Buatlah pernyataan ingkaran dari pernyataan majemuk berikut ini : a. Segitiga ABC adalah siku-siku dan sama kaki. b. Kuda binatang menyusui atau binatang memamah biak. c. Jika harga minyak naik maka semua harga barang naik. d. Jika x bilangan real dengan x < 2 maka X 2 < 4. e. Jika Amir naik kelas maka ia dibelikan sepeda. 2. Buatlah konvers. invers dan kontraposisi daritiap implikasi berikut. a. Jika n bilangan ganjil maka n 2 bilangan ganjil b. Jika X =5 maka X 2 = 25 c. Jika dua segitiga mempunyai besar sudut-sudut yang sama maka sisi sisi yang sesuai sebanding. d. Jika X + 1 = 0 maka X 2 = 1 e. X < 1 X 2 < 1 3. Tunjukkan dengan tabel kebenaran bahwa pernyataan majemuk berikut ekuivalen (ekuivalen logis). a. p q ( p q ) b. p (q r) (p q) ( p r) c. p q (p q) (q p) Rangkuman rumus-rumus Logika Formal Untuk p, q dan r pernyataan tunggal berlaku : 1. a. p q q p b. p q q p sifat Komutatif 2. a. (p q ) r p (q r) b. (p q ) r p (q r) sifat assosiatif 3.. a. p ( q r) (p q) (p r) b. p ( q r ) (p q) (p r) sifat distributif 4. a. p q p b. p q p Hal. 11
12 5. a. p q ( p q ) b. p q ( q p ) c. p q (p p ) 6. p q (p q) (q p) p q ( p p ) 7. a. (p q) ( p q ) b.. (p q) ( p q ) Disebut dalil De Morgan 8. ( p p 6.Pernyataan berkuantor Dalam pembicaraan terdahulu kita dapat mengubah kalimat terbuka menjadi pernyataan, dengan mengganti variabelnya dengan salah satu anggota semesta pembicaraan. Cara lain untuk mengubah kalimat terbuka menjadi pernyataan adalah dengan menggunakan kuantor, suatu ungkapan untuk menyatakan berapa banyak Misalkan p(x) suatu kalimat terbuka pada suatu himpunan semesta S kita dapat membuat pernyataan sebagai berikut : Untuk semua x anggota S berlaku p(x) pernyataan tersebut ditulis dengan lambang sebagai berikut : x S. p(x) di baca Untuk semua X anggota S berlaku p(x) lambang disebut kuantor Universal, dibaca untuk semua Dengan meletakkan kuantor di depan kalimat terbuka, diperoleh suatu pernyataan Contoh : 1. Jika p(x) : adalah X + 3 = 5 dengan semesta pembicaraan bilangan bulat B, maka x B. 2 + X = 5 dibaca semua x anggota bilangan bulat berlaku 2 + x = 5, merupakan pernyataan yang salah. Cara lain untuk mengubah kalimat terbuka menjadi pernyataan adalah dengan menambahkan perkataan ada atau beberapa Misalkan p(x) suatu kalimat terbuka pada suatu himpunan semesta S kita dapat membuat pernyataan sebagai berikut : Ada x anggota S berlaku p(x) Hal. 12
13 pernyataan tersebut ditulis dengan lambang sebagai berikut : x S. p(x) di baca Ada X anggota S berlaku p(x) lambang disebut kuantor eksistensial, dibaca ada atau beberapa dengan artian minimalmada satu anggota S yang memenuhi contoh: 2. Jika p(x) : adalah X + 3 = 5 dengan semesta pembicaraan bilangan bulat B, maka x B. 2 + X = 5 dibaca ada x anggota bilangan bulat berlaku 2 + x = 5, merupakan pernyataan yang benar. 7.Ingkaran pernyataan berkuantor Dari pernyataan berkuantor : x B. 2 + X = 5 dibaca semua x anggota bilangan bulat berlaku 2 + x = 5 dapat ditentukan negasinya yang dengan kalimat dapat dinyatakan : tidak benar semua x anggota bilangan bulat berlaku 2 + X = 5 ini mengandung artian ada anggota bilangan bulat yang tidak berelaku 2 + X = 5 sehingga dapat dilambangkan dengan kuantor : x B. 2 + X 5 Secara umum dapat dilambangkan sebagai berikut : ( x S). p(x) ( x S). p(x) ( x S). p(x) ( x S). p(x) Contoh : 1. Ingkaran dari : ( x B). 2 + X = 5 Adalah : ( x B). 2 + X 5 2. Ingkaran dari : ( x B). X 2 4X + 3 = 0 Adalah : ( x B). X 2 4X Hal. 13
14 Latihan Tentukan nilai kebenaran pernyataan pernyataan berikut : a. x R). X 2 + 2X + 3 = 0 b. x R). X 2 - X = 0 c. ( x R). X 2 = 9 X = 3 d. ( x B). ( y B). x < y 2. Gunakan kuantor untuk menyatakan pernyataan berikut a. X = 0 tidak mempunyai akar real b. Setiap bilangan bulat genap atau ganjil c. Setiap bilanga real x mempunyai invers perkalian. d. Untuk setiap bilangan real x ada bilangan real y sehingga x + y = 0 3.Buatlah ingkaran pernyataan berikut : a. ( x R). X 3 > X b. ( x Q). 2X 2 - X - 1 = 0 (Q Himpunan bilangan rasional) c. ( x R). ( y R). Cos x = Sin y d. ( x R).. X 2 > 1 dan X < 1 8.Penarikan kesimpulan (Argumentasi) Salah satu penerapan logika matematika adalah pada penarikan kesimpulan atau argumentasi berdasarkan beberapa premis yaitu pernyataan yang diketahui bernilai benar. Dengan menggunakan prinsip-prinsip logika dapat ditemukan kesimpulan dari premis-premis yang diajukan. Penarikan kesimpulan yang bernilai benar dinyatakan berlaku / sah / valid, yaitu jika semua premisnya benar maka kesimpulannya juga benar. Ada beberapa prinsiplogika yaitu ; 1. Modus Ponens Modus ponen adalah suatu argumentasi yang bentuknyadapat dinyatakan seperti di bawah ini: P q premis P premis q Konklusi Hal. 14
15 sah tidaknya suatu argmntasi,dapat dikaji menggunakan tabel kebenaran sebagai berikut p q p q (P q) p [(P q) p] q B B B B B B S S S B S B B S B S S B S B Suatu argumentasi dianggap sah atau valid jika argumen tersebut benar untuk setiap kemungkinan premisnya atau merupakan tautologi untuk semua nilai kebenaran premis-premisnya. Dari tabel dapat kita lihat bahwa pada kolom 5 bernilai benar untuk setiap nilai kebenaran premisnya. 2. Modus Tollens Modus Tollens adalah suatu argumentasi yang bentuknya dapat dinyatakan sebagai berikut: P q premis q premis p Konklusi Dengan menggunakan tabel dapat dibuktikan bahwa : Bentuk : [(P q) q ] p merukakan Tautologi 3. Silogisme Silogisme juga disebut sifat transitif dari implikasi, adalah suatu argumentasi yang bentuknya dapat dinyatakan sebagai berikut: P q premis q r premis P q konklusi Hal. 15
16 Latihan 4 A. Dengan menggunakan tabel selidiki keabsahan argumentasi berikut : 1. P q premis q premis p Konklusi 2. P q premis q r premis P q konklusi 3. p q premis p premis q konklusi B. Diketahui suatu pernyataan : 1. Hari ini turun hujan atau Ani pergi ke pasar 2. Jika Ani sedang sakit maka ia tidak pergi ke pasar Kesimpulan dari kedua pernyataan tersebut adalah : Hal. 16
Logika. Arum Handini Primandari, M.Sc. Ayundyah Kesumawati, M.Si.
Logika Arum Handini Primandari, M.Sc. Ayundyah Kesumawati, M.Si. Logika Matematika Kalimat Terbuka dan Tertutup Kalimat terbuka adalah kalimat yang tidak mengandung nilai kebenaran Contoh: Semoga kamu
BAB I LOGIKA MATEMATIKA
BAB I LOGIKA MATEMATIKA A. Ringkasan Materi 1. Pernyataan dan Bukan Pernyataan Pernyataan adalah kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah, tetapi tidak sekaligus benar dan salah. (pernyataan disebut
LOGIKA MATEMATIKA. LA - WB (Lembar Aktivitas Warga Belajar) MATEMATIKA PAKET C TINGKAT V DERAJAT MAHIR 1 SETARA KELAS X
LA - WB (Lembar Aktivitas Warga Belajar) LOGIKA MATEMATIKA Oleh: Hj. ITA YULIANA, S.Pd, M.Pd MATEMATIKA PAKET C TINGKAT V DERAJAT MAHIR 1 SETARA KELAS X Created By Ita Yuliana 37 Logika Matematika Kompetensi
NAMA LAMBANG KATA PERNYATAAN LOGIKANYA PENGHUBUNG
LOGIKA MATEMATIKA A. PERNYATAAN DAN KALIMAT TERBUKA Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum dapat ditentukan nilai kebenarannya (benar dan salah). 1. Gadis itu cantik. 2. Bersihkan lantai itu. 3. Pernyataan/kalimat
Jadi penting itu baik, tapi jadi baik jauh lebih penting
LOGIKA MATEMATIKA Logika Matematika - Pernyataan, Nilai Kebenaran, dan Kalimat Terbuka - Pernyataan Majemuk - Konvers, Invers, dan Kontraposisi - Kuantor Universal dan Kuantor Eksistensial - Ingkaran dari
LOGIKA MATEMATIKA. Tabel kebenarannya sbb : p ~ p B S S B
LOGIKA MATEMATIKA A. Pernyataan, kalimat terbuka, dan ingkaran pernyataan. 1. Pernyataan Pernyataan adalah kalimat yang mengandung nilai benar atau salah tetapi tidak sekaligus kedua-duanya. a. Hasil kali
BAB 6 LOGIKA MATEMATIKA
A 6 LOGIKA MATEMATIKA A RINGKAAN MATERI 1. Pengertian Logika adalah suatu metode yang diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran (bentuk pemikiran yang masuk akal). Pernyataan adalah kalimat yang hanya
LOGIKA. Arum Handini Primandari
LOGIKA Arum Handini Primandari LOGIKA MATEMATIKA KALIMAT TERBUKA DAN TERTUTUP Kalimat terbuka adalah kalimat yang tidak mengandung nilai kebenaran Contoh: Apakah kamu tahu pencipta lagu PPAP? Semoga ujian
I. PERNYATAAN DAN NEGASINYA
1 I. PERNYATAAN DAN NEGASINYA A. Pernyataan. Pernyataan adalah suatu kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah, tetapi tidak sekaligus keduanya. Benar atau salahnya suatu pernyataan dapat ditunjukkan
LOGIKA MATEMATIKA I. PENDAHULUAN
LOGIKA MATEMATIKA I. PENDAHULUAN Logika adalah dasar dan alat berpikir yang logis dalam matematika dan pelajaran-pelajaran lainnya, sehingga dapat membantu dan memberikan bekal tambahan untuk menyampaikan
BAHAN AJAR LOGIKA MATEMATIKA
1 BAHAN AJAR LOGIKA MATEMATIKA DI SUSUN OLEH : DRS. ABD. SALAM,MM KELAS X BM & PAR SMK NEGERI 1 SURABAYA LOGIKA MATEMATIKA Standar Kompetensi : Menerapkan logika matematika dalam pemecahan masalah yang
Modul Matematika X Semester 2 Logika Matematika
Modul Matematika X Semester 2 Logika Matematika Oleh : Markus Yuniarto, S.Si Tahun Pelajaran 2014 2015 SMA Santa Angela Jl. Merdeka No. 24 Bandung LOGIKA MATEMATIKA A. Standar Kompetensi : Menggunakan
RUMUS LOGIKA MATEMATIKA DAN TABEL KEBENARAN
RUMUS LOGIKA MATEMATIKA DAN TABEL KEBENARAN Updated by Admin of Bahan Belajar Logika matematika merupakan salah satu materi pelajaran matematika dan cabang logika yang mengandung kajian matematis logika.
5. 1 Mendeskripsikan pernyataan dan bukan pernyataan (kalimat terbuka)
Sumber: Art and Gallery Standar Kompetensi 5. Menerapkan logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor Kompetensi Dasar 5. 1 Mendeskripsikan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK... Mata Pelajaran : Matematika Kelas : XI Program Keahlian : Akuntansi dan Penjualan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK... Mata Pelajaran : Matematika Kelas : XI Program Keahlian : Akuntansi dan Penjualan Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu
Logika Matematika. Logika Matematika. Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah. September 26, 2012
Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah September 26, 2012 Cara menentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk dengan menggunakan tabel kebenaran, yaitu dengan membagi beberapa bagian (kolom). Nilai kebenarannya
LOGIKA Matematika Industri I
LOGIKA TIP FTP UB Pokok Bahasan Pengertian Logika Pernyataan Matematika Nilai Kebenaran Operasi Uner Operasi Biner Tabel kebenaran Pernyataan Tautologi, Kontradiksi dan Kontingen Pernyataan-pernyataan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Materi Pelajaran : Matematika Kelas/ Semester : X / 2 Pertemuan ke : 1,2 Alokasi Waktu : 5 x 45 menit Standar Kompetensi : Menerapkan logika matematika dalam pemecahan
LOGIKA. Logika Nilai kebenaran pernyataan majemuk Ingkaran suatu pernyataan Penarikan kesimpulan. A. Pernyataan, Kalimat Terbuka, Ingkaran.
LOGIKA Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Memahami pernyataan dalam matematika dan ingkarannya, menentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk, serta mampu menggunakan prinsip logika matematika dalam pemecahan
Pernyataan adalah kalimat yang bernilai benar atau salah tetapi tidak sekaligus benar dan salah.
LOGIKA MATEMATIKA 1. Pernyataan Pernyataan adalah kalimat yang bernilai benar atau salah tetapi tidak sekaligus benar dan salah. Pernyataan dilambangkan dengan huruf kecil, misalnya p, q, r dan seterusnya.
BAB I PENDAHULUAN. a. Apa sajakah hukum-hukum logika dalam matematika? b. Apa itu preposisi bersyarat?
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Secara etimologi, istilah Logika berasal dari bahasa Yunani, yaitu logos yang berarti kata, ucapan, pikiran secara utuh, atau bisa juga ilmu pengetahuan. Dalam arti
KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS X ( 1 ) SEMESTER I
KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS X ( 1 ) SEMESTER I KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN: MATEMATIKA Sekolah : SMA/MA... Kelas : X Semester : I (SATU) KKM
Unit 5 PENALARAN/LOGIKA MATEMATIKA. Wahyudi. Pendahuluan
Unit 5 PENALARAN/LOGIKA MATEMATIKA Wahyudi Pendahuluan D alam menyelesaikan permasalahan matematika, penalaran matematis sangat diperlukan. Penalaran matematika menjadi pedoman atau tuntunan sah atau tidaknya
Unit 6 PENALARAN MATEMATIKA. Clara Ika Sari Budhayanti. Pendahuluan. Selamat belajar, semoga Anda sukses.
Unit 6 PENALARAN MATEMATIKA Clara Ika Sari Budhayanti Pendahuluan D alam menyelesaikan permasalahan matematika, penalaran matematis sangat diperlukan baik di bidang aritmatika, aljabar, geometri dan pengukuran,
Matematika Industri I
LOGIKA MATEMATIKA TIP FTP - UB Pokok Bahasan Proposisi dan negasinya Nilai kebenaran dari proposisi Tautologi Ekuivalen Kontradiksi Kuantor Validitas pembuktian Pokok Bahasan Proposisi dan negasinya Nilai
Logika Matematika. Cece Kustiawan, FPMIPA, UPI
Logika Matematika 1. Pengertian Logika 2. Pernyataan Matematika 3. Nilai Kebenaran 4. Operasi Uner 5. Operasi Biner 6. Tabel kebenaran Pernyataan 7. Tautologi, Kontradiksi dan Kontingen 8. Pernyataan-pernyataan
Pertemuan 2. Proposisi Bersyarat
Pertemuan 2 Proposisi ersyarat Proposisi ersyarat Definisi 4 Misalkan p dan q adalah proposisi. Proposisi majemuk jika p, maka q disebut proposisi bersyarat (implikasi dan dilambangkan dengan p q Proposisi
LOGIKA MATEMATIKA LOGIKA. Altien Jonathan Rindengan, S.Si, M.Kom
LOGIKA MATEMATIKA LOGIKA Altien Jonathan Rindengan, S.Si, M.Kom Pendahuluan Untuk menemukan suatu gagasan baru dari informasi dan gagasan yang telah ada, diperlukan proses berpikir. Proses ini dikenal
Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gadjah Mada 1
2. ALJABAR LOGIKA 2.1 Pernyataan / Proposisi Pernyataan adalah suatu kalimat yang mempunyai nilai kebenaran (benar atau salah), tetapi tidak keduanya. Contoh 1 : P = Tadi malam BBM mulai naik (memiliki
6. LOGIKA MATEMATIKA
6. LOGIKA MATEMATIKA A. Negasi (Ingkaran) Negasi adalah pengingkaran terhadap nilai kebenaran suatu pernyataan. ~ p : tidak p p ~ p B S S B B. Operator Logika 1) Konjungsi adalah penggabungan dua pernyataan
PENGERTIAN. Proposisi Kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya. Nama lain proposisi: kalimat terbuka.
BAB 2 LOGIKA PENGERTIAN Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements). Proposisi Kalimat deklaratif yang
NEGASI KALIMAT DAN KALIMAT MAJEMUK (Minggu ke-3)
NEGASI KALIMAT DAN KALIMAT MAJEMUK (Minggu ke-3) 1 1 Kata Penghubung Kalimat 1. Konjungsi: menggunakan kata penghubung: dan 2. Disjungsi: menggunakan kata penghubung: atau 3. Implikasi: menggunakan kata
LOGIKA. /Nurain Suryadinata, M.Pd
Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah/SKS Program Studi Semester Dosen Pengampu : Matematika Diskrit : MAT-3615/ 3 sks : Pendidikan Matematika : VI (Enam) : Nego Linuhung, M.Pd /Nurain Suryadinata, M.Pd Referensi
BAB I DASAR-DASAR LOGIKA
BAB I DASAR-DASAR LOGIKA 11 Pendahuluan Logika adalah suatu displin yang berhubungan dengan metode berpikir Pada tingkat dasar, logika memberikan aturan-aturan dan teknik-teknik untuk menentukan apakah
LOGIKA MATEMATIKA Menuju TKD 2014
LOGIKA MATEMATIKA Menuju TKD 2014 A. PERNYATAAN MAJEMUK Jenis-jenis pernyataan majemuk: 1. Konjungsi (^ = dan ) A: Hari ini Jowoki kampanye B: Hari ini Jowoki Umroh Konjungsi (A ^ B): Hari ini Jowoki kampanye
1.3 Pembuktian Tautologi dan Kontradiksi. Pernyataan majemuk yang selalu bernilai benar bagaimanapun nilai proposisi
1.3 Pembuktian 1.3.1 Tautologi dan Kontradiksi Pernyataan majemuk yang selalu bernilai benar bagaimanapun nilai proposisi yang membentuknya disebut toutologi, sedangkan proposisi yang selalu bernilai salah
RUMUS-RUMUS TAUTOLOGI. (Minggu ke-5 dan 6)
RUMUS-RUMUS TAUTOLOGI (Minggu ke-5 dan 6) 1 1 Rumus-rumus tautologi Rumus 1.1 (Komutatif) 1. p q q p 2. p q q p Bukti: p q p q q p T T T T T F F F F T F F F F F F 2 Rumus 1.2 (Distributif) 1. p (q r) (p
Logika Matematika. ILFA STEPHANE, M.Si. September Teknik Sipil dan Geodesi Institut Teknologi Padang
ILFA STEPHANE, M.Si September 2012 Teknik Sipil dan Geodesi Institut Teknologi Padang Definisi 1 Logika adalah usaha dalam memutuskan ya atau tidaknya (whether or not) suatu keputusan yang sah. Oleh karena
BAB VI. LOGIKA MATEMATIKA
BAB VI. LOGIKA MATEMATIKA Ingkaran, Disjungsi, Konjungsi, Implikasi, Biimplikasi : Konvers, Invers, Kontraposisi : Tabel Kebenaran : p q ~ p ~ q p q p q p q p q B B S S B B B B B S S B B S S S S B B S
4. LOGIKA MATEMATIKA
4. LOGIKA MATEMATIKA A. Negasi (Ingkaran) Negasi adalah pengingkaran terhadap nilai kebenaran suatu pernyataan. ~ p : tidak p p ~ p B S S B B. Operator Logika 1) Konjungsi adalah penggabungan dua pernyataan
BAB IV LOGIKA A. Pernyataan B. Operasi uner
BAB IV LOGIKA A. Pernyataan Pernyataan adalah kalimat matematika tertutup yang benar atau yang salah, tetapi tidak kedua-duanya pada saat yang bersamaan. Pernyataan biasa dilambangkan dengan p, q, r,...
Logika Matematika. Bab 1
Bab 1 Sumber: pkss.co.id Pada bab ini, Anda akan diajak untuk memecahkan masalah yang ber - hubungan dengan konsep, di antaranya mendeskripsikan pernyataan dan bukan pernyataan (kalimat terbuka), mendeskripsikan
LOGIKA MATEMATIKA. Pernyataan
LOGIKA MATEMATIKA 1 PERNYATAAN DAN UKAN PERNYATAAN A Pengertian logika Matematika Logika adalah ilmu untuk berpikir dan menalar dengan benar. Logika matematika (logika simbolik) adalah ilmu tentang penyimpulan
Logika Matematika. Logika Matematika. Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah. September 26, 2012
Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah September 26, 2012 yang diharapkan Dasar: Menggunakan logika matematika. Indikator Esensial: 1 Mengidentifikasi suatu tautologi 2 Menentukan ingkaran suatu pernyataan
CBT Psikotes CBT UN SMA IPA SBMPTN. FPM Matematika. Tes Buta Warna
GENTA GROUP in PLAY STORE CBT UN SMA IPA Aplikasi CBT UN SMA IPA android dapat di download di play store dengan kata kunci genta group atau gunakan qr-code di bawah. CBT Psikotes Aplikasi CBT Psikotes
LOGIKA MATEMATIKA. d. 6 + a > -4 e. 7 adalah faktor dari 63. c. 4 x 6 2. Tentukan variabel dan himpunan penyelesaian dari: a.
LOGIKA MATEMATIKA A. Definisi 1). Pernyataan Pernyataan adalah suatu kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak sekaligus benar dan salah. Air laut rasanya asin, adalah bilangan prima, urabaya
MATEMATIKA. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelas XI. To ali. Kelompok Penjualan dan Akuntansi. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
i MATEMATIKA Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelas XI Kelompok Penjualan dan Akuntansi To ali Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional ii Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi
SILABUS. Menyimak pemahaman tentang bentuk pangkat, akar dan logaritma beserta keterkaitannya. Mendefinisikan bentuk pangkat, akar dan logaritma.
SILABUS Nama Sekolah : SMA NEGERI 6 PONTIANAK Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : X Semester : 1 STANDAR KOMPETENSI: 1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma.
MODUL PERKULIAHAN EDISI 1 MATEMATIKA DISKRIT
MODUL PERKULIAHAN EDISI 1 MATEMATIKA DISKRIT Penulis : Nelly Indriani Widiastuti S.Si., M.T. JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG 2011 DAFTAR ISI Daftar Isi. 2 Bab 1 LOGIKA
BAB II TAUTOLOGI DAN PRINSIP-PRINSIP PEMBUKTIAN
BAB II TAUTOLOGI DAN PRINSIP-PRINSIP PEMBUKTIAN 2.1 Pendahuluan Pada bab ini akan dibicarakan rumus-rumus tautologi dan prinsip-prinsip pembuktian yang tidak saja digunakan di bidang matematika, tetapi
Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements).
Logika (logic) 1 Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements). Proposisi Kalimat deklaratif yang bernilai
SILABUS. Menyimak pemahaman tentang bentuk pangkat, akar dan logaritma beserta keterkaitannya. Mendefinisikan bentuk pangkat, akar dan logaritma.
SILABUS Nama Sekolah : SMA PGRI 1 AMLAPURA Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : X Semester : 1 STANDAR KOMPETENSI: 1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma.
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN MATEMATIKA BAB IX LOGIKA MATEMATIKA
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN MATEMATIKA BAB IX LOGIKA MATEMATIKA Dr. Djadir, M.Pd. Dr. Ilham Minggi, M.Si Ja faruddin,s.pd.,m.pd. Ahmad Zaki, S.Si.,M.Si Sahlan Sidjara,
LOGIKA MATEMATIKA. Modul Matematika By : Syaiful Hamzah Nasution
LOGIKA MATEMATIKA Logika matematika mempunyai peranan mendasar dalam perkembangan teknologi computer. Karena logika digunakan dalam berbagai aspek di bidang computer seperti pemrograman, ersitektur computer,
VARIASI MODEL SILOGISME UNTUK PENGAMBILAN KESIMPULAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR
98 VARIASI MODEL SILOGISME UNTUK PENGAMBILAN KESIMPULAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Elly s Mersina Mursidik Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP
LOGIKA MATEMATIKA. Oleh : Siardizal, S.Pd., M.Kom
LOGIKA MATEMATIKA Oleh : iardizal,.pd., M.Kom elamat datang di CD berprogram Menu Utama Info Guru Diskripsi Materi Pelajaran LOGIKA MATEMATIKA Kompetensi Dasar Materi Latihan oal 2 elamat datang di CD
Berdasarkan tabel 1 diperoleh bahwa p q = q p.
PEMAHAAN 1. Pengertian Kata LOGIKA mengacu pada suatu metode atau cara yang sistematis dalam berpikir (reasoning), dan terdapat dua sistem khusus yaitu : suatu metode dasar yang disebut dengan Kalkulus
PERNYATAAN MAJEMUK & NILAI KEBENARAN
PERNYATAAN MAJEMUK & NILAI KEBENARAN 1. Pernyataan Majemuk Perhatikan pernyataan hari ini hujan dan aku berjalan-jalan. Pernyataan tersebut terdiri dari dua pernyataan pokok/tunggal (prime sentence), yaitu
Logika. Modul 1 PENDAHULUAN
Modul 1 Logika Drs. Sukirman, M.Pd. L PENDAHULUAN ogika merupakan salah satu bidang ilmu yang mengkaji prinsip-prinsip penalaran yang benar dan penarikan kesimpulan yang absah, baik yang bersifat deduktif
Modul ke: Logika Matematika. Proposisi & Kuantor. Fakultas FASILKOM BAGUS PRIAMBODO. Program Studi SISTEM INFORMASI.
Modul ke: 5 Logika Matematika Proposisi & Kuantor Fakultas FASILKOM BAGUS PRIAMBODO Program Studi SISTEM INFORMASI http://www.mercubuana.ac.id Materi Pembelajaran Kalkulus Proposisi Konjungsi Disjungsi
Silabus. Kegiatan Pembelajaran Instrumen
NAMA SEKOLAH : MATA PELAJARAN : Matematika KELAS : XI STANDAR KOMPETENSI : Menerapkan logika matematka dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor KODE KOMPETENSI
INGKARAN DARI PERNYATAAN
HAND-OUT Student Name : Subject : Matematika Wajib Grade/Class : / Toic : Logika Matematika Date : Teacher(s) : Mr. Daniel Kristanto Semester : 2 Parent s Signature : LOGIKA MATEMATIKA Kalimat logika matematika
LOGIKA MATEMATIKA. Materi SMA/SMK/MA. kelas X
LOGIKA MATEMATIKA Materi SMA/SMK/MA kelas X Orang yang paling sempurna bukanlah orang dengan otak yang sempurna, melainkan orang yang dapat mempergunakan sebaiknya-baiknya dari bagian otaknya yang kurang
MODUL LOGIKA MATEMATIKA
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODUL LOGIKA MATEMATIKA AUTHOR: Navel Mangelep UNIVERSITAS NEGERI MANADO FAKULTAS MATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA KATA PENGANTAR Salah satu penunjang
Bab 1 LOGIKA MATEMATIKA
LOGIKA MATEMATIKA ab 1 Dalam setiap melakukan kegiatan sering kita dituntut untuk menggunakan akal dan pikiran. Akal dan pikiran yang dibutuhkan harus mempunyai pola pikir yang tepat, akurat, rasional,
LOGIKA SIMBOLIK. Bagian II. September 2005 Pengantar Dasar Matematika 1
LOGIKA IMOLIK agian II eptember 2005 Pengantar Dasar Matematika 1 LOGIKA Realitas Kalimat/ Pernyataan Logis LOGIKA eptember 2005 Pengantar Dasar Matematika 2 Apakah logika itu? Logika: Ilmu untuk berpikir
Logika Proposisi 1. Definisi 1. (Proposisi) Proposisi adalah kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya sekaligus.
Logika Proposisi 1 I. Logika Proposisi Logika adalah bagian dari matematika, tetapi pada saat yang sama juga merupakan bahasa matematika. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, ada kepercayaan bahwa
PERTEMUAN KE 3 F T T F T F T F
PEREMUAN KE 3 E. DISJUNGSI EKSLUSI (Exclusive OR) Misalkan p dan q adalah proposisi. Exclusive or p dan q, dinyatakan dengan notasi, adalah proposisi yang bernilai benar bila hanya salah satu dari p dan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Kurikulim MK Negeri 1 urabaya RENCANA PELAKANAAN PEMELAJARAN (RPP) Nama ekolah : MK Negeri 1 urabaya Program Keahlian : Mata Pelajaran : Matematika Kelas / emester : tandar Kompetensi : Menerapkan logika
Kata Pengantar. Tim Penyusun
i Kata Pengantar Matematika merupakan ilmu yang sangat berkaitan dengan kehidupan. Sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, matematika merupakan ilmu dasar yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam
VARIASI MODEL SILOGISME UNTUK PENGAMBILAN KESIMPULAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR
64 VARIASI MODEL SILOGISME UNTUK PENGAMBILAN KESIMPULAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Elly s Mersina Mursidik * Abstract Logical argumentations are required in communication and interactions
KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Wr. Wb.
KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr. Wb. Matematika tidak dapat terlepas dalam kehidupan manusia sehari-hari, baik saat mempelajari matematika itu sendiri maupun mata kuliah lainnya. Mata kuliah Pengantar
Logika & Himpunan 2013 LOGIKA MATEMATIKA. Oleh NUR INSANI, M.SC. Disadur dari BUDIHARTI, S.Si.
LOGIKA MATEMATIKA Oleh NUR INSANI, M.SC Disadur dari BUDIHARTI, S.Si. Logika adalah ilmu yang mempelajari secara sistematis kaidah-kaidah penalaran yang absah/valid. Ada dua macam penalaran, yaitu: penalaran
Silabus. Tugas individu, tugas kelompok, kuis.
Silabus Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Program : X / TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN PERTANIAN Semester : GANJIL Sandar Kompetensi: 1. Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
125 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) JENJANG PENDIDIKAN : SMA KELAS : X MATA PELAJARAN : MATEMATIKA POKOK BAHASAN : LOGIKA MATEMATIKA ALOKASI WAKTU : 2 x 45 MENIT PERTEMUAN KE- : 1 STANDAR KOMPETENSI
LOGIKA MATEMATIKA Talisadika Maifa
22 BAB II LOGIKA MATEMATIKA Talisadika Maifa A. PENDAHULUAN Pembahasan mengenai logika sudah ada sejak lama bahkan sebelum manusia mengenal istilah logika itu sendiri. Menilik kembali kepada sejarahnya,
SILABUS PEMBELAJARAN
SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah :... Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Program : X / UMUM Semester : GENAP STANDAR KOMPETENSI: 4. Menggunakan logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan
Konvers, Invers dan Kontraposisi
MODUL 5 Konvers, Invers dan Kontraposisi Represented by : Firmansyah,.Kom A. TEMA DAN TUJUAN KEGIATAN PEMELAJARAN 1. Tema Konvers, Invers dan Kontraposisi 2. Fokus Pembahasan Materi Pokok 1. Konvers, invers
Paket Rumus Matematika Dasar
1 2 Paket Rumus Matematika Dasar (Bilangan dan Perbandingan, Deret Matematika, Himpunan dan Peluang, Bangun Datar dan Bangun Ruang) Bilangan Bilangan asli (A) A = {1,2,3,4, } Himpunan bagian A antara lain:
Tingkat 2 ; Semester 3 ; Waktu 44 menit
MK Negeri 3 Jakarta tandar Kompetensi H Menerapkan Logika Matematika Dalam Pemecahan Dalam Pemecahan Masalah Yang erkaitan Dengan Pernyataan Majemuk Dan Pernyataan erkuantor. Tingkat 2 ; emester 3 ; Waktu
KISI - KISI SOAL UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2010/2011
YAYASAN INSAN INDONESIA MANDIRI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SMK WIJAYA PUTRA Kompetensi Keahlian : Akuntansi, Multimedia, Teknik Kendaraan Ringan STATUS : TERAKREDITASI A Jalan Raya Benowo 1-3, (031) 7413061,
50. Mata Pelajaran Matematika Kelompok Akuntansi dan Pertanian untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) A.
50. Mata Pelajaran Matematika Kelompok Akuntansi dan Pertanian untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari
KONSEP DASAR LOGIKA MATEMATIKA. Riri Irawati, M.Kom Logika Matematika - 3 sks
KONSEP DASAR LOGIKA MATEMATIKA Riri Irawati, M.Kom Logika Matematika - 3 sks Agenda 2 Pengantar Logika Kalimat pernyataan (deklaratif) Jenis-jenis pernyataan Nilai kebenaran Variabel dan konstanta Kalimat
ULANGAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2009/2010. Hari, Tanggal : Senin, 17 Mei 2010 Waktu : WIB (120 menit)
PEMERINTAH KABUPATEN DEMAK DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA SMK NEGERI 1 DEMAK Jalan Sultan Trenggono No. 87 Telp/Fax : (0291) 685519 Demak (Email : [email protected]) ULANGAN SEMESTER GENAP TAHUN
p q p? q (p? q) -p -q (1) (2) (3) (4) (5) (6) B B B S S S B S S B S B S B S B B S S S B B B B B S S ( - p? - q ) B S (p? q) S
MAT. 02. Logika i Kode MAT.02 Logika p q p? q (p? q) -p -q (1) (2) (3) (4) (5) (6) B B B S S S B S S B S B S B S B B S S S B B B (p? q)? ( - p? - q ) B B S S ( - p? - q ) B S (p? q) S BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN
MATEMATIKA DISKRIT. Logika
MATEMATIKA DISKRIT Logika SILABUS KULIAH 1. Logika 2. Himpunan 3. Matriks, Relasi dan Fungsi 4. Induksi Matematika 5. Algoritma dan Bilangan Bulat 6. Aljabar Boolean 7. Graf 8. Pohon REFERENSI Rinaldi
KISI KISI LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR 2014
LKS SMK 214 Bidang : Matematika Teknologi KISI KISI LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR 214 1 Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep aljabar memaham, mengaplikasikan, menganalisai
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO. 05/2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO. 05/2 Nama Sekolah : SMK Diponegoro Lebaksiu Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : X / 2 Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (1 x pertemuan) Standar Kompetensi Kompetensi
KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR BAGAN
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...i UCAPAN TERIMA KASIH...ii ABSTRAK.iii DAFTAR ISI.iv DAFTAR TABEL.vi DAFTAR BAGAN ix DAFTAR GAMBAR...x DAFTAR LAMPIRAN.xi BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang Masalah..
ANALISIS KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) SMK DIPONEGORO LEBAKSIU TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Kompetensi Keahlian : TKR dan Farmasi Kelas : X Semester : 1 ANALISIS KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL () SMK DIPONEGORO LEBAKSIU TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Memecahkan
PENGEMBANGAN SILABUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013
PENGEMBANGAN SILABUS TAHUN PELAJARAN 01/013 NAMA SEKOLAH : SMK DIPONEGORO LEBAKSIU MATA PELAJARAN : MATEMATIKA KELAS / SEMESTER : X / 1 STANDAR KOMPETENSI : MEMECAHKAN MASALAH BERKAITAN DENGAN KONSEP OPERASI
MAKALAH RANGKUMAN MATERI LOGIKA MATEMATIKA : NURHIDAYAT NIM : DBC
MAKALAH RANGKUMAN MATERI LOGIKA MATEMATIKA Nama : NURHIDAYAT NIM : DC 113 055 JURUAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTA TEKNIK UNIVERITA PALANGKA RAYA 2013 A I PENGERTIAN Logika adalah dasar dan alat berpikir
1. Memahami pengertian proposisi dan predikat. 3. Memahami penggunaan penghubung dan tabel kebenaran
Modul 1 Logika Matematika Pendahuluan Pada Modul ini akan dibahas materi yang berkaitan dengan logika proposisi dan logika predikat, serta berbagai macam manipulasi didalamnya. Tujuan Instruksional Umum
RPKPS MATA KULIAH PROGRAM STUDI MATEMATIKA JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UGM
RPKPS MATA KULIAH PROGRAM STUDI MATEMATIKA JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UGM 1 Judul, Kode, SKS Pengantar Logika Matematika Dan Himpunan, MMM 1201, 3 SKS 2 Silabus Semesta Pembicaraan, Kalimat Deklaratif, Ingkaran
KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DKI JAKARTA MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
KISI-KISI PENLISAN JIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH KEJRAN (SMK) MATA PELAJARAN : MATEMATIKA KELAS : XII KELOMPOK : TEKLOGI, PERTANIAN DAN KESEHATAN KRIKLM : KTSP & JML : PILIHAN GANDA = 40, RAIAN = 5 BTIR
F/751/WKS1/ SMK NEGERI 2 WONOGIRI KISI-KISI PEMBUATAN SOAL UJIAN SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2011/2012
SMK NEGERI 2 WONOGIRI KISI-KISI PEMBUATAN SOAL UJIAN SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2011/2012 F/751/WKS1/6 01 07-07-2010 Mata Pelajaran/ Kompetensi : Matematika Tingkat : 3 Program Studi Keahlian : Semua
EKUIVALENSI LOGIS. Dr. Julan HERNADI & (Asrul dan Enggar) Pertemuan 3 FONDASI MATEMATIKA. Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unmuh Ponorogo
Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unmuh Ponorogo Pertemuan 3 FONDASI MATEMATIKA Variasi bentuk implikasi Berangkat dari implikasi p q kita dapat membentuk tiga pernyataan implikasi relevan yang
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA PASAL 72 KETENTUAN PIDANA SANKSI PELANGGARAN
Logika Matematika 0 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA PASAL 72 KETENTUAN PIDANA SANKSI PELANGGARAN 1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak
MATEMATIKA DISKRIT LOGIKA
MATEMATIKA DISKRIT LOGIKA Logika Perhatikan argumen di bawah ini: Jika anda mahasiswa Informatika maka anda tidak sulit belajar Bahasa Java. Jika anda tidak suka begadang maka anda bukan mahasiswa Informatika.
PENALARAN DALAM MATEMATIKA
PENALARAN DALAM MATEMATIKA A. PENDAHULUAN Siswa belajar dimulai dari mengamati contoh-contoh atau fenomena Dari informasi-informasi yang diperoleh secara khusus siswa mencoba melakukan generalisasi secara
