I. PERNYATAAN DAN NEGASINYA
|
|
|
- Ade Tanuwidjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1
2 I. PERNYATAAN DAN NEGASINYA A. Pernyataan. Pernyataan adalah suatu kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah, tetapi tidak sekaligus keduanya. Benar atau salahnya suatu pernyataan dapat ditunjukkan dengan bukti, atau disesuaikan dengan kenyataan yang sesungguhnya, hukum atau aturan tertentu. Suatu pernyataan dinotasikan dengan huruf kecil p, q, r dan lain-lain 1. p : Jakarta ibukota Indonesia (bernilai benar atau B) 2. q : Presiden RI yang pertama adalah Abdurrahman Wahid (bernilai salah atau S) 3. r : = 10 (bernilai salah atau S) B. Negasi suatu Penyataan Negasi (ingkaran) adalah kalimat yang mengingkari atau menolak tentang suatu pernyataan. Negasi dari pernyataan p dinotasikan dengan p. Notasi p dibaca tidak p atau bukan p, atau tidak benar p Ketentuan : Jika pernyataan p bernilai benar, maka negasinya p bernilai salah, atau sebaliknya. Jadi nilai kebenaran dari negasi (ingkaran) suatu pernyataan selalu berlawanan dengan nilai kebenaran pernyataan semula. Tabel Kebenaran : p -p Keterangan : B S B = benar S B S = salah Contoh soal : 1. p : 3 x 4 = 12 (B) -p : 3 x 4 12 (S) 2. p : Jogjakarta ibukota Indonesia (...) -p : Jogjakarta bukan ibukota Indonesia (...) 3. Negasi dari atau ingkaran dari pernyataan x lebih besar dari y adalah... a. x < y b. x = y c. x y d. x y e. x y Jawab :... C. Kalimat Terbuka. Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum bisa ditentukan nilai benar atau salahnya, karena mengandung variabel. Variabel adalah lambang yang dapat menunjukkan anggota sebarang dari semesta pembicaraan. Kalimat terbuka bisa menjadi suatu pernyataan jika variabelnya diganti suatu konstanta dari semesta pembicaraannya. Konstanta adalah lambang untuk menunjukkan satu dan hanya satu anggota semesta pembicaraan. Anggota semesta pembicaraan yang jika menggantikan variabel dalam suatu kalimat terbuka menjadikan suatu pernyataan yang benar disebut penyelesaian dari kalimat terbuka tersebut. Himpunan yang terdiri dari semua penyelesaian suatu kalimat terbuka disebut himpunan penyelesaian kalimat terbuka tersebut. 2
3 1. Jika semesta pembicaraan adalah himpunan bilangan real R, maka himpunan penyelesaian persamaan x 2 1 = 0 adalah {-1, 1} 2. Jika x dan y adalah variabel pada himpunan bilangan cacah C, maka himpunan penyelesaian dari persamaan 2x + y = 6 adalah {(0,6), (1,4), (2,2), (3,0)}. II. PERNYATAAN MAJEMUK Pernyataan majemuk adalah pernyataan yang merupakan gabungan dari dua pernyataan atau lebih. Ada empat macam pernyataan majemuk yaitu konjungsi, disjungsi, implikasi dan biimplikasi. A. Konjungsi. Konjungsi adalah pernyataan majemuk yang menggunakan kata gabung dan yang disimbolkan dengan. Konjungsi dari pernyataan p dan q dinotasikan dengan p q yang dibaca p dan q. Konjungsi p q bernilai benar, jika p dan q keduanya benar. Dalam kondisi yang lainnya konjungsi p q bernilai salah. Tabel Kebenaran Konjungsi. p q p q B B B B S S S B S S S S Contoh Soal : Pernyataan di bawah ini bernilai benar atau salah? = 4 dan = 0 (...) 3. 5 x 1 = 5 dan 5 x 0 0 (...) 4. Bung Hatta lahir di Jakarta dan meninggal tidak di Jakarta (...) 5. Bung Hatta lahir di Medan dan meninggal di Jakarta (...). B. Disjungsi. Disjungsi adalah pernyataan majemuk yang menggunakan kata gabung atau yang disimbolkan dengan. Disjungsi dari pernyataan p dan q dinotasikan dengan p q yang dibaca p atau q. Disjungsi p q bernilai salah, jika p dan q keduanya salah. Dalam kondisi yang lainnya disjungsi p q bernilai benar. Tabel Kebenaran Disjungsi. p q p q B B B B S B S B B S S S 3
4 Contoh Soal : Pernyataan di bawah ini bernilai benar atau salah? 1. 0 adalah bukan bilangan prima atau 0 adalah elemen identitas untuk penjumlahan (...) atau (...) 3. Bung Hatta lahir di Jakarta atau meninggal di Jakarta (...) 4. Jogjakarta ada di pulau Jawa atau (...) C. Implikasi. Implikasi adalah pernyataan majemuk yang menggunakan kata gabung Jika... maka... yang disimbolkan dengan. Implikasi dari pernyataan p dan q dinotasikan dengan p q yang dibaca Jika p maka q. i. pernyataan p disebut anteseden (sebab) ii. pernyataan q adalah konsequen (akibat) Implikasi p q bernilai salah, jika anteseden benar dan konsequen salah. Dalam kondisi yang lainnya implikasi p q bernilai benar. Tabel Kebenaran Implikasi p q p q B B B B S S S B B S S B Contoh Soal : Pernyataan di bawah ini bernilai benar atau salah? 1. Jika Surabaya kota Pahlawan maka = 5 (...) 2. Jika Jakarta Ibukota Indonesia maka = 7 (...) 3. Jika x = 2 maka x 2 = 4 (...) 4. Jika x < 3 maka x 2 < 9 (...) D. Biimplikasi. Biimplikasi adalah pernyataan majemuk yang menggunakan kata gabung... jika dan hanya jika... yang disimbolkan dengan. Biimplikasi dari pernyataan p dan q dinotasikan dengan p q yang dibaca p jika dan hanya jika q, yang berarti jika p maka q dan jika q maka p Biimplikasi p q bernilai benar, jika p dan q kedua-duanya benar atau p dan q keduan-duanya salah. Dalam kondisi yang lainnya biimplikasi p q bernilai salah. Tabel Kebenaran biimplikasi p q p q B B B B S S S B S S S B 4
5 Contoh Soal : Pernyataan di bawah ini bernilai benar atau salah? = 6 jika dan hanya jika 4 = 6 2 (...) 2. x = 4 jika dan hanya jika x 2 = 16 (...) 3. 3 adalah bilangan ganjil jika dan hanya jika 3 2 = 9 (...) 4. Himpunan kosong jika dan hanya jika jimpunan yang mempunyai anggota (...) E. Konvers, Invers dan Kontraposisi. Dari suatu implikasi p q dapat dibentuk implikasi-implikasi baru yaitu : 1. q p yang disebut konvers dari p q. 2. p -q yang disebut invers dari p q 3. q -p yang disebut kontraposisi dari p q. Hubungan antara implikasi, konvers, invers dan kontraposisi dapat ditunjukkan dengan tabel kebenaran seperti terlihat di bawah ini. p Q -p -q Implikasi Konvers Invers Kontraposisi p q q p -p -q -q -p B B S S B B B B B S S B S B B S S B B S B S S B S S B B B B B B Nilai logisnya sama ( ekuivalen logis ) Dari tabel kebenaran di atas dapat kita ketahui bahwa : (i) implikasi senilai dengan kontraposisi dan dinotasikan p q -q -p (ii) konvers senilai dengan invers dan dinotasikan q p -p -q Contoh soal : 1. Diketahui pernyataan Jika Rini lulus ujian, maka Rini akan kawin, maka a. Konversnya :... b. Inversnya :... c. Kontraposisinya: Yang ekuivalen dengan pernyataan Jika laut pasang, maka tiang dermaga tenggelam adalah... (A) Jika laut surut, maka tiang dermaga tidak tenggelam. (B) Jika laut pasang, maka tiang dermaga tidak tampak. (C) Jika tidang dermaga tampak, maka laut tidak pasang. (D) Jika laut tidak pasang, maka tiang dermaga tidak tampak. (E) Jika laut tidak pasang, maka tiang dermaga tampak. 3. Kontraposisi dari p q adalah... (A) p -q (D) q p (B) q p (E) p -q (C) q -p 5
6 III. NEGASI DARI PERNYATAAN MAJEMUK Seperti halnya negasi dari suatu pernyataan tunggal, pernyataan majemuk juga dapat dibuat negasinya. b. Negasi dari konjungsi yaitu (p q) adalah p -q c. Negasi dari disjungsi yaitu (p q) adalah p -q d. Negasi dari implikasi yaitu (p q) adalah p -q e. Negasi dari biimplikasi yaitu (p q) adalah (-p q) dan (p -q) Contoh soal : 1. Negasi dari p -q adalah Negasi dari p q adalah Negasi dari p -q adalah Negasi dari pernyataan Hidup dan mati adalah Negasi dari pernyataan Surga atau neraka adalah Diketahui pernyataan implikasi p q, maka a. Negasi dari negasinya adalah... b. Negasi dari konversnya adalah... c. Negasi dari inversnya adalah... d. Negasi dari kontraposisinya adalah... IV. DUA PERNYATAAN MAJEMUK YANG EKUIVALEN (EKUIVALEN LOGIS) Dua pernyataan dikatakan ekuivalen (ekuivalen logis) jika untuk semua kemungkinan dari nilai-nilai kebenaran komponen-komponennya, kedua pernyataan majemuk itu mempunyai nilai kebenaran yang sama. Untuk menyelidiki ekuivalen atau tidak ekuivalennya dua pernyataan majemuk, kita menggunakan tabel kebenaran. Dua pernyataan majemuk P(p,q,...) dan Q(p,q,...) yang ekuivalen dinyatakan dengan lambang P(p,q,...) Q(p,q,...) a. Implikasi ekuivalen dengan kontraposisi atau p q -q -p b. Konvers ekuivalen dengan invers atau q p -p -q Beberapa pernyataan majeku yang ekuivalen adalah : 1. Hukum Komutatif : a. p q q p b. p q q p 2. Hukum Assosiatif a. (p q) r p (q r) b. (p q) r p (q r) 3. Hukum Distributif 6
7 a. p (q r) (p q) (p r) b. p (q r) (p r) (p r) 4. Hukum Absorbsi a. p (p q) p b. p (p q) p 5. Hukum De Morgan a. (p q) -p -q b. (p q) -p -q 6. Hukum Ekuivalensi a. p q -q -p b. (p q) p -q c. (p q) -p q V. PERNYATAAN BERKUANTOR DAN NEGASINYA A. Pernyataan Berkuantor Pernyataan berkuantor adalah suatu pernyataan yang mengandung kuantor yaitu suatu kata yang bermakna ada, baik dalam jumlah satu, beberapa banyak, maupun semua/setiap. 1. Ada bilangan genap yang merupakan bilangan prima. 2. Ada bebrapa x, sehinggan tan x = 1 3. Semua bilangan real kuadratnya ridak negatif. Ada dua macam kuantor : 1. Kuantor universal yaitu kuantor yang menyatakan semua atau setiap yang dilambangkan dengan yang dibaca untuk semua x A dibaca Untuk semua x anggota A - Untuk semua bilangan ganjil,kuadratnya adalah ganjil. 2. Kuantor eksistensial yaitu kuantor yang menyatakan ada, baik dalam jumlah satu atau beberapa banyak yang dilambangkan dengan yang dibaca ada beberapa x A yang dibaca Ada beberapa x anggota A - Ada beberapa x dan y sehingga x + y = x.y B. Negasi Pernyataan Berkuantor. 1. Negasi dari kuantor universal. Negasi dari pernyataan x A ( Untuk semua x anggota A) adalah x A (Ada x yang bukan anggota) 7
8 - Negasi dari pernyataan x R, jika x 2 < 1, maka x < 1 adalah x R, x 2 < 1 tetapi x 1 - Negasi dari x B, Jika x 2 = 1, maka x = 1 adalah x B, x 2 = 1 tetapi x 1 2..Negasi dari kuantor eksistensial. Negasi dari pernyataan x A (Ada x anggota A) adalah x A (Untuk semua x bukan anggota A) - Negasi dari x B, x + 3 = 5 adalah x, x Negasi dari x R, x 2 < 0 adalah x R, x 2 0 VI. PENARIKAN KESIMPULAN Salah satu tujuan yang penting dari pelajaran logika matematika adalah untuk memperoleh pengetahuan guna menguji argumentasi atau penarikan kesimpulan. Yang dimaksud dengan argumentasi dalam pembahasan ini adalah suatu penegasan bahwa dari beberapa pernyataan benar yang diketahui (disebut premis), melalui langkah-langkah logis, dapat diturunkan suatu pernyataan yang benar (disebut konklusi atau kesimpulan). Suatu argumentasi dikatakan berlaku atau sah jika dan hanya jika konjungsi dari premis-premisnya berimplikasi konklusi, yaitu bilamana semua premisnya benar, maka konklusinya juga benar. Ada 3 macam penarikan kesimpulan, yaitu : 1. Modus Ponens. Premis 1 : p q (benar) Premis 2 : p (benar) Konklusi : q (benar) 2. Modus Tollens. Premis 1 : p q (benar) Premis 2 : -q (benar) Konklusi : -p (benar) 3. Silogisma Premis 1 : p q (benar) Premis 2 : q r (benar) Konklusi : p r (benar) Buatlah kesimpulan dari pernyataan-pernyataan berikut : 1. Semua siswa SMUN 1 Rantau pandai dan rajin 8
9 Ali tidak pandai atau tidak rajin Ali minum obat bila akan ulangan Ali minum obat Jika adik tidak makan maka adik lapar Jika adik lapar maka adik menangis Jika bilangan itu ganjil, maka kuadratnya juga ganjil. 3 bilangan ganjil Jika saya diterima di SMAN 1 Rantau maka saya akan rajin belajar. Saya tidak rajin belajar. Kesimpulan yang sah adalah... (B) Saya sakit (C) Saya tidak beruntung (D) Saya diterima di SMAN 1 Rantau (E) Saya tidak diterima di SMAN 1 Rantau (F) Saya malas dan diterima di SMAN 1 Rantau. VII. PEMBUKTIAN SIFAT MATEMATIKA Suatu bukti dalam matematika adalah suatu argumentasi yang menunjukkan bahwa suatu pernyataan p q selalu benar (logis benar atau tautologi). Misalnya p adalah konjungsi premis-premis, dan q adalah konklusi suatu argumentasi. Dalam hal demikian p maupun q meungkin menyangkut beberapa pernyataan tunggal. Jadi harus ditunjukkan (dibuktikan) bahwa p q selalu benar bagaimanapun nilai kebenaran pernyataan komponen-komponennya. Ada beberapa cara untuk membuktikan atau menunjukkan kebenaran suatu argumentasi, diantaranya adalah bukti langsung, bukti tidak langsung dan induksi matematika. 1. Bukti Langsung. Diantara argumentasi aratu penarikan kesimpulan yang sudah kata bahas di atas, modus ponens dan silogisma adalah termasuk contoh bukti langsung. Buktikan bahwa untuk semua bilangan bulat n, jika n ganjil, maka n 2 juga ganjil!. 9
10 Penyelesaian : Misalkan p : n bilangan bulat ganjil, dan q : n 2 bilangan bulat ganjil. Harus dibuktikan bahwa p q bernilai benar. Bukti : Oleh karena n ganjil (p), maka dapat dimisalkan n = 2a + 1, dengan a bilangan bulat. Dengan demikian maka : n 2 = (2a + 1) 2 = 4a 2 + 4a + 1 = bilangan bulat ganjil (q) Terbuktilah apa yang harus dibuktikan, jadi p q bernilai benar. 2..Bukti Tidak Langsung. Ada dua macam bukti tidak langsung, yaitu bukti tidak langsung kontradiski dan bukti tidak langsung dengan kontraposisi. a. Bukti Tidak Langsung dengan Kontradiksi. Bukti tidak langsung dengan kontradiksi dilakukan dengan mengandaikan bahwa yang harus dibuktikan adalah salah. Melalui langkah-langkah logis diturunkan suatu kontradiksi (sesuatu yang dianggap benar dan salah sekaligus). Karena kontradiksi tidak boleh terjadi, maka pengandaian harus diingkar, sehingga benarlah apa yang harus dibuktikan. Buktikanlah bahwa untuk semua bilangan bulat n, jika n 2 ganjil, maka n ganjil. Penyelesaian: Misalkan p : n 2 bilangan bulat ganjil. Dan q : n bilangan bulat ganjil. Harus dibuktikan bahwa p q bernilai benar. Bukti : Andaikan bahwa q salah, atau q benar, yaitu n bukan bilangan bulat ganjil, maka n bilangan bulat genap. Dapat dimisalkan n = 2a, dengan a bilangan bulat. Dengan demikian, maka : n 2 = (2a) 2 = 4a 2 = bilangan bulat genap (-p) Terjadilah suatu kontradiksi : yang diketahui p benar, sedang dari langkahlangkah logis diturunkan p benar. Oleh karena kontradiksi tidak boleh terjadi, maka pengandaian harus diingkar, yang berarti q salah atau q benar. Terbuktilah apa yang harus dibuktikan. b. Bukti Tidak Langsung dengan Kontraposisi. Bukti tidak langsung dengan kontraposisi dilakukan sebagai berikut : 10
11 Misalkan kita hasrus membuktikan p q benar. Kita andaikan bahwa q benar. Kemudian melalui langkah-langkah logis diturunkan p benar. Jadi -q -p Oleh karena p q -q -p, maka jika q -p benar, p q juga benar. Dengan demikian terbuktilah bahwa p q benar. Sebagai contoh kita mengambil bukti pada contoh a di atas, dengan menguraikannya menurut langkah-langkah sebagai berikut : Diketahui : n 2 bilangan bulat ganjil : p Harus dibuktikan : n bilangan bulat ganjil : q Andaikan : n bukan bilangan bulat ganjil : -q Maka : n 2 bukan bilangan bulat ganjil : -p Langkah yang kita tempuh adalah q -p, kontraposisi dari p q. Oleh karena kedua pernyataan itu ekuivalen (ekuivalen logis), maka terbuktilah apa yang harus kita buktikan. Dengan demikian sebenarnya kedua cara itu ( cara dengan kontradiksi dan dengan kontraposisi) pada dasarnya sama. 3..Induksi Matematika. Salah satu cara pembuktian yang penting dalam matematika adalah dengan induksi matematika. Istilah induksi biasanya berarti rumusan umum yang disimpulkan dari sejumlah hal yang khusus. Induksi matematika, walaupun namanya demikian, sebenarnya merupakan cara penalaran deduktif, bukan induktif. Induksi matematika berkenaan dengan pernyataan-pernyataan yang mencakup bilangan asli. Prinsip Induksi Matematika. Misalkan P(n) adalah suatu pernyataan yang menyangkut bilangan asli n. Apabila P(1) benar, dan apabila P(k) benar maka P(k+1) juga benar. Maka P(n) benar untuk semua n. Berdasarkan prinsip di atas. Dengan mengetahui bahwa P(1) benar, sekarang kita buktikan bahwa P(2) pasti benar (dengan mengambil k = 1), dan bahwa P(3) pasti benar (dengan mengambil k = 2), dan bahwa P(4) pasti benar (dengan mengambil k = 3) dan seterusnya. Jelaslah bahwa bilangan asli manapun cepat atau lambat akan tercapai, sehingga kita dapat mengatakan bahwa P(n) berlaku untuk semua bilangan asli n. Secara skematik, langkah pembuktian dengan induksi matematika adalah sebagai berikut : Langkah 1 (basisi induksi) : P(1) Langkah 2 (langkah induksi) : P(k) P(k+1) Langkah 3 (kesimpulan) : Untuk semua n, P(n). 1. Buktikan bahwa (2n 1) = n 2, untuk semua bilangan asli n. 11
12 Penyelesaian: Misalkan P(n) adalah (2n-1) = n 2 Langkah 1 : P(1) benar, sebab 1 = 1 2 Langkah 2 : Apabila P(k) benar, yaitu apabila : (2k-1) = k 2 maka P(k+1) yaitu : (2k-1) + {2(k+1)-1} = (k+1) 2 k 2 + {2(k+1)-1} = (k+1) 2 k 2 + 2k = (k+1) 2 k 2 + 2k + 1 = (k+1) 2 sehingga P(k+1) benar Langkah 3 : Dengan demikian terbuktilah bahwa P(n) benar untuk semua n. 2. Buktikan bahwa n 3 + 5n habis dibagi oleh 6, untuk semua n. Penyelesaian : Misalkan P(n) adalah n 3 + 5n habis dibagi oleh 6 Langkah 1 : P(1) benar, sebab = 6 habis dibagi 6. Langkah 2 : Apabila P(k) benar yaitu : k 3 + 5k habis dibagi oleh 6, maka P(k+1) yaitu : (k+1) 3 + 5(k+1) = (k 3 + 3k 2 + 3k + 1) 5k + 5 = (k 3 + 5k) + (3k 2 + 3k) + 6 = (k 3 + 5k) + 3k(k+1) + 6 Karena k 3 + 5k habis dibagi 6 yaitu P(k) dan 3k(k+1) juga habis dibagi 6 dan 6 habis dibagi 6, maka P(k+1) = (k 3 + 5k) + 3k(k+1) + 6 habis dibagi oleh 6. Lanhkah 3 : Dengan demikian terbuktilah P(n) benar untuk semua n, yaitu n 3 + 5n habis dibagi oleh 6. SOAL-SOAL ULANGAN 1. Yang dimaksud dengan pernyataan adalah... a. Kalimat yang tidak mempunyai nilai benar atau salah. b. Kalimat yang mempunyai nilai benar saja. c. Kalimat yang mempunyai nilai salah saja. d. Kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah. e. Kalimat yang mengandung suatu variabel yang mempunyai nilai benar atau salah. 2. Di antara kalimat-kalimat berikut yang merupakan kalimat terbuka adalah... a. Suatu bilangan yang dapat dibagi 8 juga dapat dibagi 4. b. Carilah jumlah akar-akar persamaan kuadrat x 2 8x 12 = 0. 12
13 c. Sebutkan siapa Perdana Menteri India sekarang. d. x adalah bilangan yang lebih besar dari bilangan prima genap. e. Bunga mawar selalu berwarna merah. 3..Negasi dari pernyataan Ada siswa baru yang tidak ditatar P-4. a. Semua siswa baru tidak ditatar P-4 b. Semua siswa baru ditatar P-4 c. Tidak ada siswa baru yang ditatar P-4 d. Beberapa siswa baru ditatar P-4 e. Ada siswa baru yang ditatar P-4 4. p q... Tabel logika di samping ini adalah tabel kebenaran B B B dari... B S B a. konjungsi d. biimplikasi S B B b. disjungsi e. negasi S S S c. implikasi 5..Jika turun hujan maka air sungai meluap. Pernyataan majemuk di atas adalah suatu... a. konjungsi b. disjungsi c. implikasi d. biimplikasi e. negasi. 6..Pernyataan yang ekuivalen dengan Ani tidak malas atau pandai adalah... a. Ani malas dan tidak pandai. b. Ani malas dan pandai c. Jika Ani malas maka Ani pandai d. Jika Ani tidak malas maka Ani pandai. e. Jika Ani pandai maka Ani tidak malas. 7..Negasi dari pernyataan Jika tidak minum obat maka ia mabuk adalah... a. Ia tidak minum obat dan mabuk. d. Ia minum obat atau mabuk b. Ia minum obat dan tidak mabuk. e. Jika ia minum obat maka ia tidak mabuk. c. Ia tidak minum obat dan tidak mabuk. 8.. Kontraposisi dari p -q adalah... a. p q b. -p q c. -q p d. q p e. -q -p 9..Jika saya diterima di SMAN 1 Rantau maka saya akan rajin belajar. Saya tidak rajin belajar. Kesimpulan yang sah dari premis-premis di atas adalah... a. Saya sakit d. Saya tidak diterima di SMAN 1 Rantau b. Saya tidak beruntung e. Saya malas. c. Saya diterima di SMAN 1 Rantau 10..Menurut prinsip modus tollens penarikan kesimpulan adalah sebagai berikut... 13
14 a. p q b. p q c. p q d. p q e. p q p q r -p -q q r q r -q -p p r 11. Negasi dari pernyataan Ada bilangan bulat x sehingga x + 5 > 0 adalah... a. Tidak semua bilangan bulat x sehingga x + 5 > 0 b. Tidak ada satupun bilangan bulat x sehingga x + 5 > 0. c. Untuk semua bilangan bulat x sehingga x + 5 > 0 d. Ada bilangan bulat x sehingga x + 5 < 0 e. Untuk semua bilangan bulat x sehingga x Pernyataan p q ekuivalen dengan... a. p -q b. q p c. q -p d. q -p e. p q 13..Diantara pernyataan-pernyataan berikut yang bernilai benar adalah... a. Jika 3 x 5 = 15 maka 7 : 2 = 3 b. Jika A B = A maka B A. c. Jika 5 < 3 maka -3 < -5 d. Jika suatu bilangan adalah bilangan cacah, maka ia adalah bilangan asli. e. Jika A B =, maka A B = 14. p q (-p q) (p q) Nilai kebenaran dari pernyataan majemuk di B B... samping adalah... B S... a. B B S S d. B S S B S B... b. B S B S e. S B B S S S... c. S S S B 15.. Pernyataan yang setara dengan Jika Ali merokok, maka Ali sakit jantung atau sakit paru-paru adalah. a. Jika Ali sakit jantung atau sakit paru-paru, maka Ali merokok. b. Jika Ali tidak sakit jantung dan tidak sakit paru-paru, maka Ali tidak merokok. c. Jika Ali tidak merokok, maka Ali tidak sakit jantung dan sakit paru-paru. d. Jika Ali tidak sakit jantung atau tidak sakit paru-paru, maka Ali tidak merokok. e. Jika Ali tidak merokok, maka Ali tidak sakit jantung atau sakit paru-paru Tentukan nilai x agar 3x 3 = x 9 dan 2 bilangan prima menjadi konjungsi yang bernilai benar!. 17. Lengkapilah tabel kebenaran di bawah ini : p Q -p -q p -q q -p B B B S S B S S
15 18. Diketahui implikasi Jika Inem tidak datang,maka saya kecewa Tentukan : c. Konversnya. d. Inversnya e. Kontraposisinya. 19. Tulislah kesimpulan dari premis-premis berikut sebagai penarikan kesimpulan yang sah. a. Jika memakan biji-bijian maka termasuk unggas. Manusia makan biji-bijian Kesimpulan :... b. Jika hemat maka akan kaya. John melarat Kesimpulan : Tunjukkan ekuivalensi di bawah ini dengan tabel kebenaran! -(p -q) -p q 21. Buktikan dengan tabel kebenaran bahwa : p q {(-p q) (-q p)}! 22. Buatlah negasi dari ( x)( y){(x+y) 2 = x 2 2xy + y 2 } dan tuliskan cara membacanya beserta nilai kebenarannya. 23. Sah atau tidak penarikan kesimpulan di bawah ini! Jelaskan!. Premis 1 : Saya akan berlayar hari Rabu atau kamis yang akan datang. Premis 2 : Ternyata saya tidak jadi berlayar hari Rabu Kesimpulan : Saya berlayar hari Kamis. 24. Buktikan dengan bukti tidak langsung bahwa Untuk setiap bilangan real a dan b, jika ab = 0, maka a = 0 atau b = Buktikan dengan induksi matematika bahwa : n = n(n+1) berlaku untuk semua bilangan asli n. 15
16 DAFTAR PUSTAKA 1. Setrategi Memahami Matematika SMTA Seri B, 1991, Fata Asyari, dkk, Epsilon Group Bandung. 2. Matematika SMA Program ilmu-ilmu Fisik dan Ilmu-ilmu Biologi, 1991, Al Krismanto, Intan Pariwara 3. Matematika SMA 1, Wilson Simangunsong, Sukino, Drs. I Nyoman Susila, MSc, Erlangga, Matematik 1a, 2003, Tim Penyusun, Intan Pariwara. 5. Matematika 1a, 2005, Kartini dkk, Intan Pariwara 6. Matematika SMU Kelas 3 Program IPA, 2000, BK Noormandiri, Endar Sucipto, Erlangga. 16
LOGIKA MATEMATIKA. Tabel kebenarannya sbb : p ~ p B S S B
LOGIKA MATEMATIKA A. Pernyataan, kalimat terbuka, dan ingkaran pernyataan. 1. Pernyataan Pernyataan adalah kalimat yang mengandung nilai benar atau salah tetapi tidak sekaligus kedua-duanya. a. Hasil kali
Logika. Arum Handini Primandari, M.Sc. Ayundyah Kesumawati, M.Si.
Logika Arum Handini Primandari, M.Sc. Ayundyah Kesumawati, M.Si. Logika Matematika Kalimat Terbuka dan Tertutup Kalimat terbuka adalah kalimat yang tidak mengandung nilai kebenaran Contoh: Semoga kamu
LOGIKA MATEMATIKA (Pendalaman Materi SMA)
LOGIKA MATEMATIKA (Pendalaman Materi SMA) Disampaikan Pada MGMP Matematika SMA Provinsi Bengkulu Tahun Ajaran 2007/2008 Oleh: Supama Widyaiswara LPMP Bengkulu DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT
LOGIKA MATEMATIKA. d. 6 + a > -4 e. 7 adalah faktor dari 63. c. 4 x 6 2. Tentukan variabel dan himpunan penyelesaian dari: a.
LOGIKA MATEMATIKA A. Definisi 1). Pernyataan Pernyataan adalah suatu kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak sekaligus benar dan salah. Air laut rasanya asin, adalah bilangan prima, urabaya
Pernyataan adalah kalimat yang bernilai benar atau salah tetapi tidak sekaligus benar dan salah.
LOGIKA MATEMATIKA 1. Pernyataan Pernyataan adalah kalimat yang bernilai benar atau salah tetapi tidak sekaligus benar dan salah. Pernyataan dilambangkan dengan huruf kecil, misalnya p, q, r dan seterusnya.
LOGIKA MATEMATIKA. LA - WB (Lembar Aktivitas Warga Belajar) MATEMATIKA PAKET C TINGKAT V DERAJAT MAHIR 1 SETARA KELAS X
LA - WB (Lembar Aktivitas Warga Belajar) LOGIKA MATEMATIKA Oleh: Hj. ITA YULIANA, S.Pd, M.Pd MATEMATIKA PAKET C TINGKAT V DERAJAT MAHIR 1 SETARA KELAS X Created By Ita Yuliana 37 Logika Matematika Kompetensi
BAB 6 LOGIKA MATEMATIKA
A 6 LOGIKA MATEMATIKA A RINGKAAN MATERI 1. Pengertian Logika adalah suatu metode yang diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran (bentuk pemikiran yang masuk akal). Pernyataan adalah kalimat yang hanya
NAMA LAMBANG KATA PERNYATAAN LOGIKANYA PENGHUBUNG
LOGIKA MATEMATIKA A. PERNYATAAN DAN KALIMAT TERBUKA Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum dapat ditentukan nilai kebenarannya (benar dan salah). 1. Gadis itu cantik. 2. Bersihkan lantai itu. 3. Pernyataan/kalimat
LOGIKA MATEMATIKA I. PENDAHULUAN
LOGIKA MATEMATIKA I. PENDAHULUAN Logika adalah dasar dan alat berpikir yang logis dalam matematika dan pelajaran-pelajaran lainnya, sehingga dapat membantu dan memberikan bekal tambahan untuk menyampaikan
BAB I LOGIKA MATEMATIKA
BAB I LOGIKA MATEMATIKA A. Ringkasan Materi 1. Pernyataan dan Bukan Pernyataan Pernyataan adalah kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah, tetapi tidak sekaligus benar dan salah. (pernyataan disebut
BAHAN AJAR LOGIKA MATEMATIKA
1 BAHAN AJAR LOGIKA MATEMATIKA DI SUSUN OLEH : DRS. ABD. SALAM,MM KELAS X BM & PAR SMK NEGERI 1 SURABAYA LOGIKA MATEMATIKA Standar Kompetensi : Menerapkan logika matematika dalam pemecahan masalah yang
Modul Matematika X Semester 2 Logika Matematika
Modul Matematika X Semester 2 Logika Matematika Oleh : Markus Yuniarto, S.Si Tahun Pelajaran 2014 2015 SMA Santa Angela Jl. Merdeka No. 24 Bandung LOGIKA MATEMATIKA A. Standar Kompetensi : Menggunakan
6. LOGIKA MATEMATIKA
6. LOGIKA MATEMATIKA A. Negasi (Ingkaran) Negasi adalah pengingkaran terhadap nilai kebenaran suatu pernyataan. ~ p : tidak p p ~ p B S S B B. Operator Logika 1) Konjungsi adalah penggabungan dua pernyataan
4. LOGIKA MATEMATIKA
4. LOGIKA MATEMATIKA A. Negasi (Ingkaran) Negasi adalah pengingkaran terhadap nilai kebenaran suatu pernyataan. ~ p : tidak p p ~ p B S S B B. Operator Logika 1) Konjungsi adalah penggabungan dua pernyataan
Jadi penting itu baik, tapi jadi baik jauh lebih penting
LOGIKA MATEMATIKA Logika Matematika - Pernyataan, Nilai Kebenaran, dan Kalimat Terbuka - Pernyataan Majemuk - Konvers, Invers, dan Kontraposisi - Kuantor Universal dan Kuantor Eksistensial - Ingkaran dari
Unit 5 PENALARAN/LOGIKA MATEMATIKA. Wahyudi. Pendahuluan
Unit 5 PENALARAN/LOGIKA MATEMATIKA Wahyudi Pendahuluan D alam menyelesaikan permasalahan matematika, penalaran matematis sangat diperlukan. Penalaran matematika menjadi pedoman atau tuntunan sah atau tidaknya
Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gadjah Mada 1
2. ALJABAR LOGIKA 2.1 Pernyataan / Proposisi Pernyataan adalah suatu kalimat yang mempunyai nilai kebenaran (benar atau salah), tetapi tidak keduanya. Contoh 1 : P = Tadi malam BBM mulai naik (memiliki
Matematika Industri I
LOGIKA MATEMATIKA TIP FTP - UB Pokok Bahasan Proposisi dan negasinya Nilai kebenaran dari proposisi Tautologi Ekuivalen Kontradiksi Kuantor Validitas pembuktian Pokok Bahasan Proposisi dan negasinya Nilai
BAB I PENDAHULUAN. a. Apa sajakah hukum-hukum logika dalam matematika? b. Apa itu preposisi bersyarat?
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Secara etimologi, istilah Logika berasal dari bahasa Yunani, yaitu logos yang berarti kata, ucapan, pikiran secara utuh, atau bisa juga ilmu pengetahuan. Dalam arti
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Materi Pelajaran : Matematika Kelas/ Semester : X / 2 Pertemuan ke : 1,2 Alokasi Waktu : 5 x 45 menit Standar Kompetensi : Menerapkan logika matematika dalam pemecahan
LOGIKA. Arum Handini Primandari
LOGIKA Arum Handini Primandari LOGIKA MATEMATIKA KALIMAT TERBUKA DAN TERTUTUP Kalimat terbuka adalah kalimat yang tidak mengandung nilai kebenaran Contoh: Apakah kamu tahu pencipta lagu PPAP? Semoga ujian
1.3 Pembuktian Tautologi dan Kontradiksi. Pernyataan majemuk yang selalu bernilai benar bagaimanapun nilai proposisi
1.3 Pembuktian 1.3.1 Tautologi dan Kontradiksi Pernyataan majemuk yang selalu bernilai benar bagaimanapun nilai proposisi yang membentuknya disebut toutologi, sedangkan proposisi yang selalu bernilai salah
RUMUS LOGIKA MATEMATIKA DAN TABEL KEBENARAN
RUMUS LOGIKA MATEMATIKA DAN TABEL KEBENARAN Updated by Admin of Bahan Belajar Logika matematika merupakan salah satu materi pelajaran matematika dan cabang logika yang mengandung kajian matematis logika.
Logika Matematika. Logika Matematika. Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah. September 26, 2012
Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah September 26, 2012 Cara menentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk dengan menggunakan tabel kebenaran, yaitu dengan membagi beberapa bagian (kolom). Nilai kebenarannya
CBT Psikotes CBT UN SMA IPA SBMPTN. FPM Matematika. Tes Buta Warna
GENTA GROUP in PLAY STORE CBT UN SMA IPA Aplikasi CBT UN SMA IPA android dapat di download di play store dengan kata kunci genta group atau gunakan qr-code di bawah. CBT Psikotes Aplikasi CBT Psikotes
LOGIKA MATEMATIKA. Modul Matematika By : Syaiful Hamzah Nasution
LOGIKA MATEMATIKA Logika matematika mempunyai peranan mendasar dalam perkembangan teknologi computer. Karena logika digunakan dalam berbagai aspek di bidang computer seperti pemrograman, ersitektur computer,
BAB II TAUTOLOGI DAN PRINSIP-PRINSIP PEMBUKTIAN
BAB II TAUTOLOGI DAN PRINSIP-PRINSIP PEMBUKTIAN 2.1 Pendahuluan Pada bab ini akan dibicarakan rumus-rumus tautologi dan prinsip-prinsip pembuktian yang tidak saja digunakan di bidang matematika, tetapi
BAB I DASAR-DASAR LOGIKA
BAB I DASAR-DASAR LOGIKA 11 Pendahuluan Logika adalah suatu displin yang berhubungan dengan metode berpikir Pada tingkat dasar, logika memberikan aturan-aturan dan teknik-teknik untuk menentukan apakah
INGKARAN DARI PERNYATAAN
HAND-OUT Student Name : Subject : Matematika Wajib Grade/Class : / Toic : Logika Matematika Date : Teacher(s) : Mr. Daniel Kristanto Semester : 2 Parent s Signature : LOGIKA MATEMATIKA Kalimat logika matematika
Logika Matematika. Cece Kustiawan, FPMIPA, UPI
Logika Matematika 1. Pengertian Logika 2. Pernyataan Matematika 3. Nilai Kebenaran 4. Operasi Uner 5. Operasi Biner 6. Tabel kebenaran Pernyataan 7. Tautologi, Kontradiksi dan Kontingen 8. Pernyataan-pernyataan
LOGIKA MATEMATIKA. Pernyataan
LOGIKA MATEMATIKA 1 PERNYATAAN DAN UKAN PERNYATAAN A Pengertian logika Matematika Logika adalah ilmu untuk berpikir dan menalar dengan benar. Logika matematika (logika simbolik) adalah ilmu tentang penyimpulan
5. 1 Mendeskripsikan pernyataan dan bukan pernyataan (kalimat terbuka)
Sumber: Art and Gallery Standar Kompetensi 5. Menerapkan logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor Kompetensi Dasar 5. 1 Mendeskripsikan
Logika & Himpunan 2013 LOGIKA MATEMATIKA. Oleh NUR INSANI, M.SC. Disadur dari BUDIHARTI, S.Si.
LOGIKA MATEMATIKA Oleh NUR INSANI, M.SC Disadur dari BUDIHARTI, S.Si. Logika adalah ilmu yang mempelajari secara sistematis kaidah-kaidah penalaran yang absah/valid. Ada dua macam penalaran, yaitu: penalaran
Logika. Modul 1 PENDAHULUAN
Modul 1 Logika Drs. Sukirman, M.Pd. L PENDAHULUAN ogika merupakan salah satu bidang ilmu yang mengkaji prinsip-prinsip penalaran yang benar dan penarikan kesimpulan yang absah, baik yang bersifat deduktif
LOGIKA. /Nurain Suryadinata, M.Pd
Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah/SKS Program Studi Semester Dosen Pengampu : Matematika Diskrit : MAT-3615/ 3 sks : Pendidikan Matematika : VI (Enam) : Nego Linuhung, M.Pd /Nurain Suryadinata, M.Pd Referensi
PENGERTIAN. Proposisi Kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya. Nama lain proposisi: kalimat terbuka.
BAB 2 LOGIKA PENGERTIAN Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements). Proposisi Kalimat deklaratif yang
LOGIKA Matematika Industri I
LOGIKA TIP FTP UB Pokok Bahasan Pengertian Logika Pernyataan Matematika Nilai Kebenaran Operasi Uner Operasi Biner Tabel kebenaran Pernyataan Tautologi, Kontradiksi dan Kontingen Pernyataan-pernyataan
LOGIKA. Logika Nilai kebenaran pernyataan majemuk Ingkaran suatu pernyataan Penarikan kesimpulan. A. Pernyataan, Kalimat Terbuka, Ingkaran.
LOGIKA Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Memahami pernyataan dalam matematika dan ingkarannya, menentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk, serta mampu menggunakan prinsip logika matematika dalam pemecahan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK... Mata Pelajaran : Matematika Kelas : XI Program Keahlian : Akuntansi dan Penjualan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK... Mata Pelajaran : Matematika Kelas : XI Program Keahlian : Akuntansi dan Penjualan Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu
RUMUS-RUMUS TAUTOLOGI. (Minggu ke-5 dan 6)
RUMUS-RUMUS TAUTOLOGI (Minggu ke-5 dan 6) 1 1 Rumus-rumus tautologi Rumus 1.1 (Komutatif) 1. p q q p 2. p q q p Bukti: p q p q q p T T T T T F F F F T F F F F F F 2 Rumus 1.2 (Distributif) 1. p (q r) (p
Unit 6 PENALARAN MATEMATIKA. Clara Ika Sari Budhayanti. Pendahuluan. Selamat belajar, semoga Anda sukses.
Unit 6 PENALARAN MATEMATIKA Clara Ika Sari Budhayanti Pendahuluan D alam menyelesaikan permasalahan matematika, penalaran matematis sangat diperlukan baik di bidang aritmatika, aljabar, geometri dan pengukuran,
MODUL LOGIKA MATEMATIKA
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODUL LOGIKA MATEMATIKA AUTHOR: Navel Mangelep UNIVERSITAS NEGERI MANADO FAKULTAS MATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA KATA PENGANTAR Salah satu penunjang
Pertemuan 2. Proposisi Bersyarat
Pertemuan 2 Proposisi ersyarat Proposisi ersyarat Definisi 4 Misalkan p dan q adalah proposisi. Proposisi majemuk jika p, maka q disebut proposisi bersyarat (implikasi dan dilambangkan dengan p q Proposisi
NEGASI KALIMAT DAN KALIMAT MAJEMUK (Minggu ke-3)
NEGASI KALIMAT DAN KALIMAT MAJEMUK (Minggu ke-3) 1 1 Kata Penghubung Kalimat 1. Konjungsi: menggunakan kata penghubung: dan 2. Disjungsi: menggunakan kata penghubung: atau 3. Implikasi: menggunakan kata
LOGIKA MATEMATIKA LOGIKA. Altien Jonathan Rindengan, S.Si, M.Kom
LOGIKA MATEMATIKA LOGIKA Altien Jonathan Rindengan, S.Si, M.Kom Pendahuluan Untuk menemukan suatu gagasan baru dari informasi dan gagasan yang telah ada, diperlukan proses berpikir. Proses ini dikenal
PERNYATAAN MAJEMUK & NILAI KEBENARAN
PERNYATAAN MAJEMUK & NILAI KEBENARAN 1. Pernyataan Majemuk Perhatikan pernyataan hari ini hujan dan aku berjalan-jalan. Pernyataan tersebut terdiri dari dua pernyataan pokok/tunggal (prime sentence), yaitu
Modul ke: Logika Matematika. Proposisi & Kuantor. Fakultas FASILKOM BAGUS PRIAMBODO. Program Studi SISTEM INFORMASI.
Modul ke: 5 Logika Matematika Proposisi & Kuantor Fakultas FASILKOM BAGUS PRIAMBODO Program Studi SISTEM INFORMASI http://www.mercubuana.ac.id Materi Pembelajaran Kalkulus Proposisi Konjungsi Disjungsi
LOGIKA MATEMATIKA Menuju TKD 2014
LOGIKA MATEMATIKA Menuju TKD 2014 A. PERNYATAAN MAJEMUK Jenis-jenis pernyataan majemuk: 1. Konjungsi (^ = dan ) A: Hari ini Jowoki kampanye B: Hari ini Jowoki Umroh Konjungsi (A ^ B): Hari ini Jowoki kampanye
BAB VI. LOGIKA MATEMATIKA
BAB VI. LOGIKA MATEMATIKA Ingkaran, Disjungsi, Konjungsi, Implikasi, Biimplikasi : Konvers, Invers, Kontraposisi : Tabel Kebenaran : p q ~ p ~ q p q p q p q p q B B S S B B B B B S S B B S S S S B B S
Logika Matematika. Bab 1
Bab 1 Sumber: pkss.co.id Pada bab ini, Anda akan diajak untuk memecahkan masalah yang ber - hubungan dengan konsep, di antaranya mendeskripsikan pernyataan dan bukan pernyataan (kalimat terbuka), mendeskripsikan
LOGIKA MATEMATIKA. Oleh : Siardizal, S.Pd., M.Kom
LOGIKA MATEMATIKA Oleh : iardizal,.pd., M.Kom elamat datang di CD berprogram Menu Utama Info Guru Diskripsi Materi Pelajaran LOGIKA MATEMATIKA Kompetensi Dasar Materi Latihan oal 2 elamat datang di CD
ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan
(Semester I Tahun 2011-2012) Analysis and Geometry Group, FMIPA-ITB E-mail: [email protected]. http://personal.fmipa.itb.ac.id/hgunawan August 8, 2011 Di sekolah menengah telah dipelajari apa yang
Logika Matematika. Logika Matematika. Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah. September 26, 2012
Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah September 26, 2012 yang diharapkan Dasar: Menggunakan logika matematika. Indikator Esensial: 1 Mengidentifikasi suatu tautologi 2 Menentukan ingkaran suatu pernyataan
BAB IV LOGIKA A. Pernyataan B. Operasi uner
BAB IV LOGIKA A. Pernyataan Pernyataan adalah kalimat matematika tertutup yang benar atau yang salah, tetapi tidak kedua-duanya pada saat yang bersamaan. Pernyataan biasa dilambangkan dengan p, q, r,...
KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Wr. Wb.
KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr. Wb. Matematika tidak dapat terlepas dalam kehidupan manusia sehari-hari, baik saat mempelajari matematika itu sendiri maupun mata kuliah lainnya. Mata kuliah Pengantar
LOGIKA MATEMATIKA. Materi SMA/SMK/MA. kelas X
LOGIKA MATEMATIKA Materi SMA/SMK/MA kelas X Orang yang paling sempurna bukanlah orang dengan otak yang sempurna, melainkan orang yang dapat mempergunakan sebaiknya-baiknya dari bagian otaknya yang kurang
DASAR-DASAR LOGIKA. Pertemuan 2 Matematika Diskrit
DASAR-DASAR LOGIKA Pertemuan 2 Matematika Diskrit 25-2-2013 Materi Pembelajaran 1. Kalimat Deklaratif 2. Penghubung kalimat 3. Tautologi dan Kontradiksi 4. Konvers, Invers, dan Kontraposisi 5. Inferensi
PERTEMUAN KE 3 F T T F T F T F
PEREMUAN KE 3 E. DISJUNGSI EKSLUSI (Exclusive OR) Misalkan p dan q adalah proposisi. Exclusive or p dan q, dinyatakan dengan notasi, adalah proposisi yang bernilai benar bila hanya salah satu dari p dan
Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements).
Logika (logic) 1 Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements). Proposisi Kalimat deklaratif yang bernilai
PENALARAN DALAM MATEMATIKA
PENALARAN DALAM MATEMATIKA A. PENDAHULUAN Siswa belajar dimulai dari mengamati contoh-contoh atau fenomena Dari informasi-informasi yang diperoleh secara khusus siswa mencoba melakukan generalisasi secara
PENALARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF
Unit 6 PENALARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF Wahyudi Pendahuluan U nit ini membahas tentang penalaran induktif dan deduktif yang berisi penarikan kesimpulan dan penalaran indukti deduktif. Dalam penalaran induktif
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN MATEMATIKA BAB IX LOGIKA MATEMATIKA
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN MATEMATIKA BAB IX LOGIKA MATEMATIKA Dr. Djadir, M.Pd. Dr. Ilham Minggi, M.Si Ja faruddin,s.pd.,m.pd. Ahmad Zaki, S.Si.,M.Si Sahlan Sidjara,
KONSEP DASAR LOGIKA MATEMATIKA. Riri Irawati, M.Kom Logika Matematika - 3 sks
KONSEP DASAR LOGIKA MATEMATIKA Riri Irawati, M.Kom Logika Matematika - 3 sks Agenda 2 Pengantar Logika Kalimat pernyataan (deklaratif) Jenis-jenis pernyataan Nilai kebenaran Variabel dan konstanta Kalimat
BAB 4 PROPOSISI. 1. Pernyataan dan Nilai Kebenaran
BAB 4 PROPOSISI 1. Pernyataan dan Nilai Kebenaran Ilmu logika adalah berhubungan dengan kalimat-kalimat (argumen-argumen) dan hubungan yang ada diantara kalimat-kalimat tersebut. Tujuannya adalah memberikan
Logika Proposisi 1. Definisi 1. (Proposisi) Proposisi adalah kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya sekaligus.
Logika Proposisi 1 I. Logika Proposisi Logika adalah bagian dari matematika, tetapi pada saat yang sama juga merupakan bahasa matematika. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, ada kepercayaan bahwa
PROPOSISI MATEMATIKA SISTEM INFORMASI 1
PROPOSISI MATEMATIKA SISTEM INFORMASI 1 Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataan (statements). Proposisi Pernyataan atau kalimat
MODUL PERKULIAHAN EDISI 1 MATEMATIKA DISKRIT
MODUL PERKULIAHAN EDISI 1 MATEMATIKA DISKRIT Penulis : Nelly Indriani Widiastuti S.Si., M.T. JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG 2011 DAFTAR ISI Daftar Isi. 2 Bab 1 LOGIKA
VARIASI MODEL SILOGISME UNTUK PENGAMBILAN KESIMPULAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR
98 VARIASI MODEL SILOGISME UNTUK PENGAMBILAN KESIMPULAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Elly s Mersina Mursidik Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP
MATEMATIKA. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelas XI. To ali. Kelompok Penjualan dan Akuntansi. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
i MATEMATIKA Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelas XI Kelompok Penjualan dan Akuntansi To ali Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional ii Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Kurikulim MK Negeri 1 urabaya RENCANA PELAKANAAN PEMELAJARAN (RPP) Nama ekolah : MK Negeri 1 urabaya Program Keahlian : Mata Pelajaran : Matematika Kelas / emester : tandar Kompetensi : Menerapkan logika
Berdasarkan tabel 1 diperoleh bahwa p q = q p.
PEMAHAAN 1. Pengertian Kata LOGIKA mengacu pada suatu metode atau cara yang sistematis dalam berpikir (reasoning), dan terdapat dua sistem khusus yaitu : suatu metode dasar yang disebut dengan Kalkulus
PETA PERKULIAHAN MATA KULIAH : LOGIKA MATEMATIKA KODE MATA KULIAH : GD 321. SEMESTER : GANJIL (5) DOSEN : MAULANA, S.Pd., M.Pd.
Doc Logika Matematika PGSD Maulana 1 PETA PERKULIAHAN MATA KULIAH : LOGIKA MATEMATIKA KODE MATA KULIAH : GD 321 BOBOT SKS : 2 (DUA) TAHUN AKADEMIK : 2007/2008 PROGRAM : PGSD S-1 KELAS SEMESTER : GANJIL
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA PASAL 72 KETENTUAN PIDANA SANKSI PELANGGARAN
Logika Matematika 0 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA PASAL 72 KETENTUAN PIDANA SANKSI PELANGGARAN 1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak
BAB I TAUTOLOGI DAN PRINSIP-PRINSIP PEMBUKTIAN
BAB I TAUTOLOGI DAN PRINSIP-PRINSIP PEMBUKTIAN Pada bab ini akan dibicarakan rumus-rumus tautologi dan prinsip-prinsip pembuktian yang tidak saja digunakan di bidang matematika, tetapi juga dapat diterapkan
SISTEM BILANGAN BULAT
SISTEM BILANGAN BULAT A. Bilangan bulat Pengertian Bilangan bulat adalah bilangan yang tidak mempunyai pecahan desimal, misalnya 8, 21, 8765, -34, 0. Berlawanan dengan bilangan bulat adalah bilangan riil
p q p? q (p? q) -p -q (1) (2) (3) (4) (5) (6) B B B S S S B S S B S B S B S B B S S S B B B B B S S ( - p? - q ) B S (p? q) S
MAT. 02. Logika i Kode MAT.02 Logika p q p? q (p? q) -p -q (1) (2) (3) (4) (5) (6) B B B S S S B S S B S B S B S B B S S S B B B (p? q)? ( - p? - q ) B B S S ( - p? - q ) B S (p? q) S BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN
SILABUS. Menyimak pemahaman tentang bentuk pangkat, akar dan logaritma beserta keterkaitannya. Mendefinisikan bentuk pangkat, akar dan logaritma.
SILABUS Nama Sekolah : SMA PGRI 1 AMLAPURA Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : X Semester : 1 STANDAR KOMPETENSI: 1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma.
MATEMATIKA DASAR (Ekivalensi dan Kuantifikasi)
MATEMATIKA DASAR (Ekivalensi dan Kuantifikasi) Antonius Cahya Prihandoko Universitas Jember Indonesia Jember, 2015 Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 1 / 20
MATEMATIKA DISKRIT. Logika
MATEMATIKA DISKRIT Logika SILABUS KULIAH 1. Logika 2. Himpunan 3. Matriks, Relasi dan Fungsi 4. Induksi Matematika 5. Algoritma dan Bilangan Bulat 6. Aljabar Boolean 7. Graf 8. Pohon REFERENSI Rinaldi
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
Pilihlah jawaban yang paling tepat!. Terdapat 0 anggota klub bola voli. Akan dibentuk Tim Voli yang terdiri dari 6 orang. Banyaknya variasi Tim Bola Voli yang dapat di susun ada A. 0 B. 200 20 22 E. 20
Selamat datang di Perkuliahan LOGIKA MATEMATIKA Logika Matematika Teori Himpunan Teori fungsi
Selamat datang di Perkuliahan LOGIKA MAEMAIKA Logika Matematika eori Himpunan eori fungsi Dosen : Dr. Julan HERNADI PUSAKA : Kenneth H Rossen, Discrete mathematics and its applications, fifth edition.
Mahdhivan Syafwan. PAM 123 Pengantar Matematika
Mahdhivan Syafwan PAM 123 Pengantar Matematika APAKAH LOGIKA ITU PENTING? http://hukum.kompasiana.com/2012/03/31/dpr-menunda-sementara-kenaikan-bbm-bersubsidi-451248.html Pasal 7 Ayat 6 : Harga jual eceran
Konvers, Invers dan Kontraposisi
MODUL 5 Konvers, Invers dan Kontraposisi Represented by : Firmansyah,.Kom A. TEMA DAN TUJUAN KEGIATAN PEMELAJARAN 1. Tema Konvers, Invers dan Kontraposisi 2. Fokus Pembahasan Materi Pokok 1. Konvers, invers
LOGIKA (LOGIC) Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataanpernyataan
LOGIKA (LOGIC) Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataanpernyataan (statements). Proposisi kalimat deklaratif yang bernilai benar (true)
SILABUS. Menyimak pemahaman tentang bentuk pangkat, akar dan logaritma beserta keterkaitannya. Mendefinisikan bentuk pangkat, akar dan logaritma.
SILABUS Nama Sekolah : SMA NEGERI 6 PONTIANAK Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : X Semester : 1 STANDAR KOMPETENSI: 1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma.
Kata Pengantar. Tim Penyusun
i Kata Pengantar Matematika merupakan ilmu yang sangat berkaitan dengan kehidupan. Sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, matematika merupakan ilmu dasar yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam
MATEMATIKA DISKRIT LOGIKA
MATEMATIKA DISKRIT LOGIKA Logika Perhatikan argumen di bawah ini: Jika anda mahasiswa Informatika maka anda tidak sulit belajar Bahasa Java. Jika anda tidak suka begadang maka anda bukan mahasiswa Informatika.
LOGIKA SIMBOLIK. Bagian II. September 2005 Pengantar Dasar Matematika 1
LOGIKA IMOLIK agian II eptember 2005 Pengantar Dasar Matematika 1 LOGIKA Realitas Kalimat/ Pernyataan Logis LOGIKA eptember 2005 Pengantar Dasar Matematika 2 Apakah logika itu? Logika: Ilmu untuk berpikir
KUANTOR. A. Fungsi Pernyataan
A. Fungsi Pernyataan KUANTOR Definisi : Suatu fungsi pernyataan adalah suatu kalimat terbuka di dalam semesta pembicaraan (semesta pembicaraan diberikan secara eksplisit atau implisit). Fungsi pernyataan
K13 Revisi Antiremed Kelas 11
K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Latihan Soal Logika halaman 1 01. Misalkan p adalah pernyataan yang bernilai benar dan q adalah pernyataan yang benar. Dari tiga pernyataan berikut: (1) yang bernilai benar
KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS X ( 1 ) SEMESTER I
KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS X ( 1 ) SEMESTER I KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN: MATEMATIKA Sekolah : SMA/MA... Kelas : X Semester : I (SATU) KKM
Silabus. Kegiatan Pembelajaran Instrumen
NAMA SEKOLAH : MATA PELAJARAN : Matematika KELAS : XI STANDAR KOMPETENSI : Menerapkan logika matematka dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor KODE KOMPETENSI
B. Proposisi (Pernyataan) yaitu kalimat yang mempunyai nilai salah atau benar tetapi tidak sekaligus keduanya
A. emesta Pembicaraan yaitu himpunan semua objek yang dibicarakan a. 1 + 1 = 2 Jika semesta pembicaraannya adalah himpunan bilangan bulat, himpunan bilangan cacah, himpunan bilangan asli. b. x 2 1 = 0
EKUIVALENSI LOGIS. Dr. Julan HERNADI & (Asrul dan Enggar) Pertemuan 3 FONDASI MATEMATIKA. Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unmuh Ponorogo
Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unmuh Ponorogo Pertemuan 3 FONDASI MATEMATIKA Variasi bentuk implikasi Berangkat dari implikasi p q kita dapat membentuk tiga pernyataan implikasi relevan yang
VARIASI MODEL SILOGISME UNTUK PENGAMBILAN KESIMPULAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR
64 VARIASI MODEL SILOGISME UNTUK PENGAMBILAN KESIMPULAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Elly s Mersina Mursidik * Abstract Logical argumentations are required in communication and interactions
bab 1 Logika MATEMATIKA
bab 1 Logika MATEMATIKA, RINGKASAN MATERI A. PERNYATAAN DAN INGKARANNYA Pengertian Pernyataan Pernyataan adalah kalimat yang bernilai benar atau salah saja. Pernyataan biasanya dinotasikan dengan huruf
B. Proposisi (Pernyataan) yaitu kalimat yang mempunyai nilai salah atau benar tetapi tidak sekaligus keduanya
A. emesta Pembicaraan yaitu himpunan semua objek yang dibicarakan a. 1 + 1 = 2 Jika semesta pembicaraannya adalah himpunan bilangan bulat, himpunan bilangan cacah, himpunan bilangan asli. b. x 2 1 = 0
Tingkat 2 ; Semester 3 ; Waktu 44 menit
MK Negeri 3 Jakarta tandar Kompetensi H Menerapkan Logika Matematika Dalam Pemecahan Dalam Pemecahan Masalah Yang erkaitan Dengan Pernyataan Majemuk Dan Pernyataan erkuantor. Tingkat 2 ; emester 3 ; Waktu
A. KALIMAT MATEMATIKA, PERNYATAAN, KALIMAT TERBUKA DAN KALIMAT MAJEMUK.
Standar Kompetensi Menggunakan operasi dan sifat serta manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar dan logaritma, persamaan kuadratdan fungsi kuadrat, system persamaan
RPKPS MATA KULIAH PROGRAM STUDI MATEMATIKA JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UGM
RPKPS MATA KULIAH PROGRAM STUDI MATEMATIKA JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UGM 1 Judul, Kode, SKS Pengantar Logika Matematika Dan Himpunan, MMM 1201, 3 SKS 2 Silabus Semesta Pembicaraan, Kalimat Deklaratif, Ingkaran
