TEORI KESALAHAN (GALAT)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 4 PERHITUNGAN NUMERIK

Deret Taylor & Diferensial Numerik. Matematika Industri II

Bab 2 AKAR-AKAR PERSAMAAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Metode Numerik Analisa Galat & Deret Taylor. Teknik Informatika-Unitomo Anik Vega Vitianingsih

PEMAHAMAN METODE NUMERIK MENGGUNAKAN PEMPROGRMAN MATLAB (Studi Kasus : Metode Secant)

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN

METODE NUMERIK. INTERPOLASI Interpolasi Beda Terbagi Newton Interpolasi Lagrange Interpolasi Spline.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS SD

BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi.

BAB 2 LANDASAN TEORI

SEARAH (DC) Rangkaian Arus Searah (DC) 7

BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel

P n e j n a j d a u d a u l a a l n a n O pt p im i a m l a l P e P m e b m a b n a g n k g i k t Oleh Z r u iman

UKURAN LOKASI, VARIASI & BENTUK KURVA

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menjawab permasalahan yaitu tentang peranan pelatihan yang dapat

REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear

2.1 Sistem Makroskopik dan Sistem Mikroskopik Fisika statistik berangkat dari pengamatan sebuah sistem mikroskopik, yakni sistem yang sangat kecil

PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA

PRAKTIKUM 6 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Newton Raphson Dengan Modifikasi Tabel

IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran

SOLUTION INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI FISIKA

Pertemuan ke-4 Analisa Terapan: Metode Numerik. 4 Oktober 2012

BAB 1 PENDAHULUAN. dependen (y) untuk n pengamatan berpasangan i i i. x : variabel prediktor; f x ) ). Bentuk kurva regresi f( x i

ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy

RANGKAIAN SERI. 1. Pendahuluan

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. 1 Gorontalo pada kelas

BAB II TEORI ALIRAN DAYA

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB IX. STATISTIKA. CONTOH : HASIL ULANGAN MATEMATIKA 5 SISWA SBB: PENGERTIAN STATISTIKA DAN STATISTIK:

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENDAHULUAN Latar Belakang

MEREDUKSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR FUZZY PENUH DENGAN BILANGAN FUZZY TRAPESIUM

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di

DISTRIBUSI HASIL PENGUKURAN DAN NILAI RATA-RATA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung dengan populasi siswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Tibawa pada semester genap

BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN. Pada prinsipnya model ini merupakan hasil transformasi dari suatu model

Contoh 5.1 Tentukan besar arus i pada rangkaian berikut menggunakan teorema superposisi.

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN. data, dan teknik analisis data. Kerangka pemikiran hipotesis membahas hipotesis

Interpretasi data gravitasi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. penelitian, hal ini dilakukan untuk kepentingan perolehan dan analisis data.

BAB II LANDASAN TEORI

Preferensi untuk alternatif A i diberikan

ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERTEMUAN I PENGENALAN STATISTIKA TUJUAN PRAKTIKUM

ε adalah error random yang diasumsikan independen, m X ) adalah fungsi

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya

Configural Frequency Analysis untuk Melihat Penyimpangan pada Model Log Linear

ANALISIS REGRESI REGRESI NONLINEAR REGRESI LINEAR REGRESI KUADRATIK REGRESI LINEAR SEDERHANA REGRESI LINEAR BERGANDA REGRESI KUBIK

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian yaitu

BAB 2 LANDASAN TEORI. diteliti. Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populasi disebut ukuran populasi,

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA 2010 ANALISIS DISKRIMINAN DISKRIT UNTUK MENGELOMPOKKAN KOMPONEN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam situs BAPEPAM dan berjumlah dua puluh delapan reksadana yang berasal dari dua

Bab 5. Interpolasi dan Regresi

DIKTAT KULIAH ANALISIS NUMERIK ( CIV

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah regresi diperkenalkan oleh seorang yang bernama Francis Gulton dalam

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dilakukan secara purposive atau sengaja. Pemilihan lokasi penelitian

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 8 Bandar Lampung. Populasi dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL

PENDAHULUAN Metode numerik merupakan suatu teknik atau cara untuk menganalisa dan menyelesaikan masalah masalah di dalam bidang rekayasa teknik dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

SOLUSI TUGAS MATA KULIAH STATISTIKA II

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. penerapan Customer Relationship Management pada tanggal 30 Juni 2011.

UJI NORMALITAS X 2. Z p i O i E i (p i x N) Interval SD

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

KORELASI DAN REGRESI LINIER. Debrina Puspita Andriani /

BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. sebuah fenomena atau suatu kejadian yang diteliti. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad W (1998:140) adalah

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pengujian pada

BAB III SKEMA NUMERIK

Solusi Ujian 2 EL2005 Elektronika Sabtu, 3 Mei

LAMPIRAN A PENURUNAN PERSAMAAN NAVIER-STOKES

Bab 3 Analisis Ralat. x2 x2 x. y=x 1 + x 2 (3.1) 3.1. Menaksir Ralat

BAB III METODE PENELITIAN. berjumlah empat kelas terdiri dari 131 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas yang diambil dengan

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA

PEMAHAMAN METODE NUMERIK (STUDI KASUS METODE NEW-RHAPSON) MENGGUNAKAN PEMPROGRMAN MATLAB

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh

Transkripsi:

TEORI KESALAHAN GALAT Penyelesaan numerk dar suatu persamaan matematk hanya memberkan nla perkraan yang mendekat nla eksak yang benar dar penyelesaan analts. Berart dalam penyelesaan numerk tersebut terdapat kesalahan galat terhadap nla eksak. Keandalan suatu nla numerk dapat dtanda memaka konsep Angka Bena yatu angka yang dapat dpergunakan dengan past.

Angka n dperoleh dar sejumlah angka tertentu dtambah dengan satu taksran. Konsep angka bena mempunya dua terapan yatu : 1. Krtera untuk memernc seberapa jauh hampran aproksmas tersebut dapat dpercaya. 2. Tdak menyatakan blangan tertentu sepert π, e, atau 7 secara eksak memaka sejumlah berhngga blangan. Contoh : 7 = 2,645751311..

Macam macam kesalahan Kesalahan Bawaan Merupakan kesalahan dar nla data. Kesalahan n basanya terjad karena kekelruan dalam menyaln data, salah membaca skala atau kesalahan karena kurangnya pengertan mengena hukum - hukum sk dar data yang dukur. Kesalahan Pemotongan Kesalahan n terjad karena tdak dlakukannya perhtungan sesua dengan prosedur matematk yang benar

Kesalahan Pembulatan Merupakan kesalahan yang terjad karena tdak dperhtungkannya beberapa angka terakhr dar suatu blangan. Kesalahan n terjad apabla : Blangan perkraan dgunakan sebaga penggant blangan eksak. Suatu blangan dbulatkan pada poss ke n dengan membuat semua angka d sebelah kanan dar poss tersebut nol, sedang angka pada poss ke n tersebut tdak berubah atau dnakkan satu dgt yang tergantung apakah nla tersebut lebh kecl atau lebh besar dar setengah dar angka poss ke n.

Pengabaan dluar angka bena yang terjad karena kesalahan kesalahan tersebut dkenal dengan galat. Galat terbag menjad : 1. Galat pembulatan untuk menyatakan blangan eksak 2. Galat pemotongan untuk menyatakan prosedure matemats.

Galat yang berhubungan dengan perhtungan / pengukuran dcrkan dengan memperhatkan keteltan merupakan nla sejat yang dhtung / dukur dan ketepatan merupakan banyaknya angka bena yang menyatakan suatu nla atau sebaran dalam perhtungan berulang atau pengukuran nla yang telt. sehngga : Dmana : Nla sejat = aproksmas galat E t E t galat sejat = Nla sejat aproksmas

galat % Galat relat ε = nla 100 % Notas t merupakan nla sejat, sedangkan a merupakan aproksmas, selanjutnya galat aproksmas E a dnyatakan sebaga : aproksmas sekarang aproksmas sebelumnya

Deret Taylor Deret Taylor merupakan dasar untuk menyelesakan masalah dalam metode numerk, khususnya penyelesaan persamaan Derensal. Jka suatu ungs ƒx dketahu dttk X dan semua turunan dar ƒ terhadap X dketahu pada ttk tersebut, maka dengan deret Taylor dapat dnyatakan nla ƒ pada ttk X 1 yang terletak pada jarak X dar ttk X.

dmana : ƒx : ungs dttk I ƒx 1 : ungs dttk 1 ƒ, ƒ ƒ n : turunan pertama, kedua,,ke n X : jarak antara ƒx dan ƒx 1 R n : kesalahan pemotongan Memperhtungkan satu suku pertama order nol = 1

Memperhtungkan dua suku pertama order satu 1! ' 1 = Memperhtungkan tga suku pertama order dua 2! ' ' 1! ' 2 1 =

y order 2 order 1 order 0 1

Jka Tolerans galat e s yang d jnkan adalah : 0,5 10 2-n % untuk h = 1, maka deret Taylor dnyatakan sebaga :... 3 '" 2 " ' 1 h h h = 3! 2!. 1 h = n n n R n h!.... 1!. 1 1 = n h R n n n ξ

Contoh 1 : Tentukan krtera nla galat dar e memaka deret Maclaurne d bawah n palng sedkt 3 angka bena dmana = 0,5. e = 1... 2! 3! 2 3 n n! Penyelesaan : Htung krtera galat e s = 0,5 10 2-n % = 0,5 10 2-3 % = 0,05 %

Nla sejat e 0,5 = 1,648721271, hasl selanjutnya lhat table d bawah n: Suku Hasl e t % e a % 1 2 3 4 5 1 1,5 1,625 1,645833333 1,648437500 39,3 9,02 1,44 0,175 0,0172-33,3 7,69 1,27 0,158

Contoh 2 : Aproksmas Deret Taylor dar Polnom Gunakan uraan deret Taylor orde - nol sampa orde empat untuk ungs : ƒ = -0,1 4 0,15 3 0,5 2 0,25 1,2 Mula dar = 0 dengan h = 1 s / d 1 = 1. Ramalkan ungs tersebut. Penyelesaan : Μasukkan nla = 0 dan = 1 ke ƒ akan dperoleh nla ungsnya adalah ƒ0 = 1,2 dan ƒ1 = 0,2

Aproksmas deret Taylor dengan n = 0 adalah ƒ 1 ƒ 1,2; maka : E t = 0,2 1,2 = -1,0 Pada = 1, n = 1 dperoleh dar turunan pertama pada = 0; ƒ 0 = - 0,4.0 3 0,45.0 2 1.0 1 0,25 = - 0,25 aproksmas ordo ke 1 adalah : ƒ 1 1,2 0,25h dan ƒ1 0,95; maka E t = 0,2 0,95 = - 0,75

Lanjutkan untuk turunan kedua pada = 0 ƒ 0 = -1,2.0 2 0,9.0 1 1.0 = - 1 aproksmas ordo ke 2 adalah : ƒ 1 1,2 0,25h 0,5h 2 dan ƒ1 0,45; maka : E t = 0,2 0,45 = - 0,25

Untuk turunan ketga : ƒ 0 = - 2,4.0 1 0,9 = - 0,9; dan ƒ 1 1,2 0,25h 0,5h 2 0,15h 3 ƒ1 0,3; maka : E t = 0,2 0,3 = - 0,1 Untuk turunan keempat : ƒ 0 = -2,4; dan dan ƒ 1 1,2 0,25h 0,5h 2 0,15h 3 0,1h 4 dan ƒ1 0,2; maka E t = 0,2 0,2 = 0

Untuk turunan kelma adalah nol, sehngga : R 4 0 dan taksran eksak pada 1 1.