Simulasi Antrian Jaringan Multi Server Menggunakan Metode Open Jackson

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Simulasi Antrian Jaringan Multi Server Menggunakan Metode Open Jackson"

Transkripsi

1 IJCCS, Vol.7, No.2, July 2013, pp. 177~188 ISSN: Simulasi Antrian Jaringan Multi Server Menggunaan Metode Open Jacson I Wan Supriana* 1, Subanar 2 1 Jurusan Ilmu Komputer, FMIPA UNUD, Denpasar 3 Jurusan Ilmu Komputer dan Eletronia, FMIPA UGM, Yogarta * 1 [email protected], 2 [email protected] Abstra Antrian paet data pada jaringan omputer memilii model antrian jaringan, dimana proses transmisi ng rumit sehingga dapat diselesaian secara analiti. Pemodelan dan simulasi diperluan untu menyelesaian masalah antrian jaringan. Model antrian dalam penelitian ini adalah jaringan terbua dengan analisis paet data menggunaan model server tunggal. Watu pelanan paet memilii distribusi Esponensial dan distribusi Erlang ng digunaan sebagai pembanding. Jia watu pelanan paet data menggunaan distribusi Esponensial maa model menjadi M/M/1, sedangan watu pelanan paet data menggunaan distribusi Erlang dengan parameter m dan µ, maa model menjadi M/E [m] /1. Penelitian ini menggunaan metode open Jacson untu melauan simulasi antrian jaringan guna menghitung nilai arateristi jaringan. Pengujian sistem simulasi menggunaan pacet switching networ pada server jaringan omputer Jurusan Ilmu Komputer Universitas Udana untu mengetahui performansi sistem ng menggunaan distribusi watu pelanan berbeda. Hasil pengujian menunjuan bahwa watu pelanan distribusi Esponensial memilii arateristi ng lebih bai dari distribusi Erlang pada parameter m-erlang 2. Kata unci antrian jaringan, distribusi,sistem performansi, multi server. Abstract Queue data pacet at computer networ having a networ queueing model, with complicated transmission process so that it can not be solved analytically. Modeling and simulation are needed to resolve the issue queue networ. Queueing model in this research is an open networ with the analysis of data pacet using a single server model. Service time pacet has Exponential distribution and Erlang used as comparison. If the service time of data pacet using the Exponential distribution, then the model become M/M/1, whereas the service time using the Erlang distribution with parameter m and µ, then the model becomes M/E [m] /1. This research uses an open Jacson method to perform queueing networ simulations to calculate the characteristics of networ queueing system. Examination of simulation system uses data pacets on a computer networ server of Department Computer Science University of Udana to determine system performance using with different service time distribution. The result of examination indicate that service time of Exponential distribution has better characteristic then Erlang distribution at parameter m-erlang 2. Keywords queueing networ, distribution, system performance, multiple server Received June 1 st,2013; Revised July 1 st, 2013; Accepted July 15 th, 2013

2 178 ISSN: M 1. PENDAHULUAN eningatn lalu lintas aliran paet data pada jaringan omputer ng diimbangi dengan peningatan pelanan aan menimbulan antrian terhadap paet data sampai tersedian sarana untu proses pelanan. Antrian ng terjadi memilii model jaringan dimana paet data aan dilani oleh beberapa node sampai paet tersebut e tujuan. Berbagai model pendeatan telah dilauan untu mengaji masalah antrian jaringan seperti BCMP dalam [1], Gordon dan Newell dalam [2] serta antrian jaringan Jacson dalam [3]. Jacson memberian definisi ng lebih bai dari elas antrian jaringan BCMP dan elas antrian jaringan Gordon dan Newell. Model antrian jaringan Jacson memberian distribusi esetimbangan gabungan sebagai produ dari distribusi esetimbangan antrian individu. Teni-teni penyelesaian ng optimal seperti analiti dan teori antrian ng memilii formula ng telah ditetapan digunaan untu menyelesaian masalah antrian jaringan. Antrian paet data pada jaringan omputer memilii proses transmisi ng sangat omples sehingga memunginan dianalisis secara analiti, maa dari itu diperluan suatu pemodelan dan simulasi ng mempresentasian sistem guna mengamati prilau dari sistem dengan tujuan memperiraan dan ahirn meningatan inerja sistem. Pemodelan dan simulasi digunaan untu memperiraan situasi antrian sesungguhn, sehingga elauan antrian dapat dianalisis. Dengan model sistem antrian maa aan dapat dimunginan untu menentuan uuran performansi sebagai isu ng disebaban oleh situasi antrian ng terait dengan masalah ecepatan pelanan. Analisis terhadap model antrian ng tepat aan memunginan penyebab antrian diidentifiasi dan aibat-aibatn dapat diminimalisasi. Dalam penelitian ini, pendeatan simulasi dengan metode open Jacson dilauan untu menyelesaian masalah antrian jaringan. Antrian jaringan Jacson memodelan paet data dari lingungan esternal tiba e jaringan membentu proses Poisson ng memilii disiplin antrian FCFS dan berpindah dengan probabilisti e node beriutn setelah selesai dierjaan di node sebelumn dengan lanan tertentu. Antrian jaringan Jacson memilii sifat beresinambungan di setiap node ng memberian lanan untu masing-masing antrian ng independen satu sama lain sehingga memunginan untu menganalisis setiap node secara terpisah dengan menggunaan watu pelanan berdistribusi berbeda. Beberapa penelitian ng pernah dilauan dan ng terait dengan penelitian ng dilauan seperti, penelitian ng dilauan [4] tentang antrian paet switching pada jaringan omputer menggunaan model manajemen dan ontrol orientasi emacetan untu menganalisis sistem. [5] tentang model antrian jaringan dengan blocing pada analisis aliran antrian pasien dalam sistem pelanan esehatan mental dengan metode numeri. [6] tentang dinamic importance sampling untu antrian jaringan itu mengatasi buffer overflow dalam stabilitas antrian jaringan Jacson dengan metode analiti. [7] tentang pengaturan esternal ng terjadi pada antrian jaringan tempat wisata menggunaan model antrian jaringan Jacson dengan metode analiti.penelitian ng dilauan [8] tentang simulasi antrian multiple server dengan pola edatangan pelanggan secara berelompo. Digunaan Pemodelan dan simulasi untu menyelesaian masalah antrian dengan watu pelanan pelanggan didistribusian secara Esponensial dan Erlang ng digunaan sebagai pembanding. Permasalahan ng dibahas pada penelitian ini adalah bagaimana membuat pemodelan dan simulasi dengan menerapan metode open Jacson pada antrian jaringan multi server guna mengetahui arateristi sistem dimana watu pelanan paet data didistribusian Esponensial dan Erlang ng digunaan sebagai pembanding. IJCCS Vol. 7, No. 2, July 2013 :

3 IJCCS ISSN: METODE PENELITIAN 2.1 Model Sistem Antrian Jaringan Antrian jaringan ng dibahas dalam penelitian ini adalah antrian jaringan terbua dengan metode open Jacson ng mensimulasian paet data switching networ pada server jaringan omputer Jurusan Ilmu Komputer Universitas Udana untu menentuan arateristi sistem ng memilii pola antrian paet data model jaringan. Model sistem memilii interonesi aliran data pada etiga server itu mail server, web server dan ripository server ng ditunjuan pada Gambar 1. Dengan λ merupaan tingat edatangan, µ tingat pelanan, jumlah node, r tingat edatangan esternal dan p ij merupaan probabilitas paet dari node i e node j. p 1 d p 21 p 22 p p p 2d p 13 p 23 3 p 32 p 31 3 p 3d p 33 r 3 r 1 r 2 Gambar 1. Aliran data model sistem antrian jaringan Performansi Model Sistem Antrian Jaringan Model sistem antrian jaringan Jacson memilii sifat steady state sehingga untu menguur performansi jaringan menggunaan persamaan beriut; 1. Probabilitas jaringan antrian p(n) menunjuan efetifitas dan efisiensi dari antrian dengan persamaan beriut: K p( n) (1 ) i1 i n i i, i i (5) i Dimana ρ i utilitas node i dan n i paet pada node i 2. Stabilitas sistem antrian jaringan apabila memenuhi persamaan sebagai beriut:. p ( n). (6) 3. Karateristi paet data pada masing-masing node dihitung dengan persamaan beriut: Watu tunggu paet dalam antrian pada node i (watu dimulai pelanan watu edatangan paet) (7) Watu tunggu paet pada node i (watu selesai pelanan watu edatangan paet) (8) Rerata watu tunggu paet dalam antrian pada node i watutunggu paet data dalam antrian (9) Total paet data Rerata watu tunggu paet data dalam node i Simulasi Antrian Jaringan Multi Server Menggunaan Metode Open... (I Wan Supriana)

4 180 ISSN: watu tunggu paet data dalam node i Total paet data Rerata jumlah paet data dalam antrian pada node i watu tunggu paet data dalam antrian Durasi Rerata jumlah paet dalam node i watu tunggu paet data dalam node i Durasi 4. Karateristi sistem antrian jaringan dihitung dengan persamaan beriut: Rerata watu tunggu paet data dalam antrian pada sistem jaringan Rata rata watu tunggu paet data dalam antrian pada nodei 1 (13) Bann node i Rerata watu tunggu paet data pada node di dalam sistem jaringan i Rata rata watu tunggu paet data dalam nodei 1 (14) Bann node Rerata jumlah paet data dalam sistem jaringan i Rata rata jumlah paet data dalam nodei 1 (15) Bann node Rerata watu pelanan paet data dalam sistem jaringan Jumlah watu pelanan nodei i1 (16) Total paet data Probabilitas node sistem jaringan sibu i1 Jumlah watu pelanan nodei Bann node * Durasi Uji Kerandoman Uji erandoman paet data menggunaan runs test of randomness ng menguji apaah bilangan random ng dihasilan benar-benar random berdasaran [9], maa persamaan ng harus dipenuhi sebagai beriut: r r (18) lower r upper Dengan α = 0.05 (5% level of significance) 2n 1 16n 29 r lower 1.96* (19) n 1 16n 29 r upper 1.96* (20) 3 90 Jumlah r ditentuan dengan membandingan data random pertama dengan edua, edua dengan etiga dan seterusn sampai n data random. Hasil pembandingan setiap data dberi tanda (+) jia datan nai dan tanda (-) jia datan menurun. r dihitung dengan menjumlahan hasil pembandingan data random Penyelesaian dengan Simulasi Simulasi digunaan untu menjabaran atau mempredisi bagaimana sebuah sistem aan mengoprasian suatu pilihan ng ditentuan untu controllable input dan nilai ng aan (10) (11) (12) (17) IJCCS Vol. 7, No. 2, July 2013 :

5 IJCCS ISSN: dihasilan secara random untu probabilistic input. Alur proses simulasi dijelasan pada Gambar 2. Tahapan-tahapan proses simulasi secara umum diuraian sebagai beriut: 1. Masuan parameter controllable input ng berupa bann node dan durasi simulasi serta untu masing-masing node controllable input berupa tingat edatangan, tingat pelanan dan jumlah paet internal sistem. 2. Lauan pengujian terhadap controllable input untu stabilitas sistem pada saat pertama diproses. 3. Lauan proses simulasi 4. Sistem mengenerate edatangan paet data dari esternal sistem. 5. Generate bilangan random seban total paet dari internal dan esternal sistem. 6. Sistem melauan proses pengujian bilangan random. 7. Sistem melauan proses pelanan paet dengan distribusi Esponensial dan distribusi Erlang. 8. Sistem melauan proses routing paet data. 9. Hasil ahir simulasi adalah arateristi sistem berdasaran distribusi watu pelanan paet. mulai Controllable Input UjiInput = Accept Probabilistic Input Proses Simulasi i=i+1 Pembangitan bilangan aca distribusi Uji erandoman bilangan aca distribusi dengan run test Random = Accept Kedatangan paet data dari internal dan esternal sistem pada masing-masing node Pelanan paet data distribusi Esponensial dan Erlang Routing paet data dari masing-masing node PaetKeluar Paet data eluar sistem antrian jaringan pada node i i Durasi MasDurasi Hitung arateristi jaringan selesai Gambar 2. Flowchart sistem simulasi antrian jaringan 2.2 Model Sistem Antrian Jaringan Berdasaran model ng telah didisain dirancang langah-langah dalam setiap proses simulasi ng diuraian sebagai beriut: Simulasi Antrian Jaringan Multi Server Menggunaan Metode Open... (I Wan Supriana)

6 182 ISSN: Proses Input Parameter Proses input parameter sistem ng merupaan proses awal memulai simulasi dijelasan dengan langah-langah sebagai beriut: 1. Menentuan controllable input sistem. 2. Lauan proses perhitungan controllable input untu menentuan distribusi probabilitas steady state dengan persamaan (5). 3. Lauan pengujian stabilitas sistem pada masing-masing node dengan persamaan (6). 4. Proses simulasi berjalan etia stabilitas sistem dipenuhi oleh seluruh node Proses Generate Bilangan Random Distribusi Poisson Proses generate bilangan random distribusi Poisson digunaan untu menentuan pembangitan bilangan random Poisson dan pembangitan paet data dari esternal sistem, dengan langah-langah proses sebagai beriut: 1. Tentuan tingat edatangan dari controllable input. 2. Lauan proses perhitungan f e dengan F f. 3. Generate bilangan random distribusi seragam U(0,1). 4. Bandingan bilangan random distribusi seragam dengan F, jia labih besar lauan proses reursif distribusi Poisson, jia maa ceta nilai x dengan ejadian suses per unit. x 5. Lauan proses perhitungan Poisson dengan persamaan beriut: e x! 6. Lauan proses penjumlahan total Poisson pada proses (5). 7. Lauan proses penjumlahan x untu menghitung total paet esternal sistem pada proses (4). 8. Bilangan random Poisson dihitung dengan menjumlahan total Poisson dibagi dengan paet data internal sistem, proses ng sama dilauan tiap node Proses Generate Bilangan Random Distribusi Esponensial Proses ini digunaan dalam perhitungan service time pelanan distribusi Esponensial dengan langah-langah sebagai beriut: 1. Tentuan tingat pelanan setiap node. 2. Generate bilangan random distribusi seragam U(0,1). 3. Lauan proses perhitungan nilai x dengan persamaan beriut: 1 x ln(1 U) 4. Generate bilangan random distribusi Esponensial dengan persamaan beriut: BilRandE x 1 e. 5. Lauan proses (c) sampai (d) pada tiap paet data dalam seluruh node jaringan Proses Generate Bilangan Random Distribusi Erlang Proses ini digunaan dalam perhitungan service time pelanan distribusi Erlang dengan langah-langah sebagai beriut: 1. Tentuan tingat pelanan setiap node. 2. Tentuan bilangan random distribusi Esponensial (r N ) ng sudah digenerate. N 3. Lauan proses perhitungan nilai x dengan persamaan beriut: x ( 1 r i ) 4. Generate bilangan random distribusi Erlang dengan persamaan beriut: 1 BilRandEr ln( x) 5. Lauan proses (c) sampai (d) pada tiap paet data dalam seluruh node jaringan. i1 N IJCCS Vol. 7, No. 2, July 2013 :

7 IJCCS ISSN: Proses Uji Kerandoman Pengujian bilangan random menggunaan metode runs test dengan langah-langah proses sebagai beriut: 1. Ambil data random ng sudah di generate. 2. Tandai data dengan (+) jia data nai dan (-) jia data menurun. 3. Hitung jumlah runs dari data ng sudah di tandai. 4. Hitung nilai r lower dengan persamaan (19). 5. Hitung nilai r upper dengan persamaan (20). 6. Lauan proses pengecean dengan ondisi rlower r rupper, jia memenuhi ondisi tersebut maa data random diterima oleh sistem Proses Kedatangan Paet Data Proses edatangan paet terdiri dari internal dan esternal sistem ng dijelasan pada Gambar 3. Langah-langah proses edatangan adalah sebagai beriut: 1. Tentuan tingat edatangan paet data. 2. Tentuan edatangan esternal sistem ng di generate pada generator distribusi Poisson. 3. Tentuan edatangan internal sistem dimana pada proses awal edatangan internal sistem ditentuan dari controllable input ng selanjutn ditentuan berdasaran routing paet. 4. Generate bilangan random distribusi seragam untu proses perhitungan inter arrival time (iat). 5. Lauan proses perhitungan iat, Jia edatangan untu pelanan distribusi Erlang maa nilai rate menjadi stage*λ, sedangan untu distribusi Esponensial nilai raten tetap itu sebesar λ. 6. Lauan proses perhitungan arrival time (at) dengan menjumlahan iat. 7. Lauan proses (a) sampai (f) pada tiap node. Mulai Durasi, j = j +1 Generate random InterArrivalTime RInterArrivaTime = Rand(U) U = random uniform, i = 0, RInterArrivalTime = 0 i = i +1 Laju edatangan paet data pada node i = λ (i) Kedatangan = Esponensial Rate Erlang m * Bangitan paet data untu edatangan esternal sistem pada node i PDEsternal = JumPaetE Bangitan paet data untu edatangan internal sistem pada node i PDInternal Total paet data dari esternal dan internal sistem N = PDEsternal + PDInternal IAT = Hitung Inter Arrival Time 1 * Log(RInterArrivalTime) Hitung Arrival Time ArrivalTime = ArrivalTime + IAT j = 0, ArrivalTime = 0 j N i Selesai Gambar 3. Flowchart edatangan paet data Simulasi Antrian Jaringan Multi Server Menggunaan Metode Open... (I Wan Supriana)

8 184 ISSN: Proses Pelanan Distribusi Esponensial Proses ini digunaan untu melani seluruh paet data ng mengantri pada node dengan watu pelanan distribusi Esponensial. Gambar 4 menjelasan alur proses pelanan. Langah-langah dalam pelanan paet diuraian sebagai beriut: 1. Tentuan tingat pelanan setiap node. 2. Lauan proses perhitungan start service time (sst), apabila at lebih besar dari complate time (ct) maa sst adalah at dan jia maa sst adalah ct. 3. Lauan proses perhitungan waiting time (wt) itu mengurangan sst dengan st. 4. Ambil bilangan random ng sudah di generate pada generator bilangan random distribusi Esponensial. 5. Lauan proses perhitungan service time (st) dengan persamaan beriut: 1 ln( BilRandE ) 6. Lauan proses perhitungan complate time (ct) itu menjumlaha sst dengan st. 7. Lauan proses perhitungan time in system itu mengurangan ct dengan at. 8. Lauan proses (b) sampai (g) seban total paet. 9. Lauan proses perhitungan nilai arateristi node. 10. Lauan proses (a) sampai (h) pada tiap node. 11. Lauan proses perhitungan nilai arateristi sistem antrian jaringan pada seluruh node dalam jaringan. Mulai, i = 0, j = 0, CT = 0, AT =0, i = i +1 Laju pelanan paet data pada node i = i j = j +1 Inter arrival time (IAT) dan arrival time (AT) dari proses edatangan paet data AT > CT Node i menganggur, service paet data SST = AT Node i sibu, paet data antri SST = CT Menghitung watu tunggu paet e j WT = SST - AT Bilangan random distribusi Esponensial (BilRandE) Menghitung service time paet e j 1 ST = *Ln(RSTime) BilRandE = 0 Menghitung Complation time paet e j CT = SST + ST Menghitung time in system paet e j SystemTime = CT - AT j N Hitung arateristi node i i Hitung arateristi jaringan Selesai Gambar 4. Flowchart pelanan distribusi Esponensial IJCCS Vol. 7, No. 2, July 2013 :

9 IJCCS ISSN: Proses Pelanan Distribusi Erlang Proses ini digunaan untu melani seluruh paet data ng menunggu dalam sistem node dengan watu pelanan distribusi Erlang. Langah-langah dalam proses pelanan adalah sama dengan distribusi Esponensial. Tetapi service time ng digunaan dalam distribusi Erlang menggunaan stage untu mengeuivalenan mean dengan distribusi Esponensial, dengan persamaan 1 st *ln( BilRandEr ). Gambar 5 menjelasan alur proses m * pelanan distribusi Erlang. Mulai, i = 0, j = 0, CT = 0, AT =0, i = i +1 Laju pelanan paet data pada node i = i Bilangan random distribusi Erlang (BilRanEr) j = j +1 Inter arrival time (IAT) dan arrival time (AT) dari proses edatangan paet data AT > CT Node i menganggur, service paet data SST = AT Node i sibu, paet data antri SST = CT Menghitung watu tunggu paet e j WT = SST - AT Menghitung service time paet e j ST = 1 *Ln(BilRandE) m * Menghitung Complation time paet e j CT = SST + ST Menghitung time in system paet e j SystemTime = CT - AT j N Hitung arateristi node i i Hitung arateristi jaringan Selesai Gambar 5. Flowchart pelanan distribusi Erlang Proses Routing Paet Proses routing dilauan setelah paet data menerima lanan pada node ng diunjungi, proses ini menentuan aliran paet berdasaran eputusan routing dan tingat edatangan pada masing-masing node. Langah-langah proses routing diuraian sebagai beriut: 1. Tentuan probabilitas routing masing-masing node. 2. Lauan proses rotasi dengan merandom tujuan paet. 3. Lauan proses penentuan persamaan total tingat edatangan. 4. Tingat edatangan esternal sistem ditentuan pada generator bilangan random distribusi Poisson. Simulasi Antrian Jaringan Multi Server Menggunaan Metode Open... (I Wan Supriana)

10 186 ISSN: i 5. Tingat edatangan internal dihitung dengan persamaan: p j1 ( n, i) ( n) 6. Persamaan total tingat edatangan pada tiap node dihitung dengan menjumlahan tingat edatangan esternal dengan internal sistem itu menggunaan persamaan (1). 7. Lauan proses perhitungan untu menyelesaian persamaan total tingat edatangan dengan proses penyelesaian menggunaan eliminasi Gauss. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Sistem pemodelan dan simulasi diimplementasian dengan program Delphi 7. Pengujian dilauan dengan controllabel input ng terdiri dari: Data controllable input dengan durasi 30 menit 1. Data controllable input dengan durasi 1 jam 2. Data controllable input dengan durasi 1.5 jam 3. Data controllable input dengan durasi 2 jam 4. Data controllable input dengan durasi 2.5 jam 5. Data controllable input dengan durasi 3 jam 6. Data controllable input dengan durasi 3.5 jam 7. Data controllable input dengan durasi 4 jam Controllable input pada masing-masing durasi disimulasi dengan parameter m-erlang 2 dan 3. Senario pengujian dilauan dengan menentuan pada n berapa proses simulasi dapat dihentian agar mendapat output ng representatif. Nilai ng digunaan untu analisis data hasil simulasi dengan menghitung confidence interval dan confidence value ng dalam pengujian ini menggunaan 95% dengan tigat error sebesar 5%. Analisis data hasil simulasi dilauan dengan mengambil hasil proses simulasi sampai confidence interval terpenuhi. Tahap selanjutn menghitung nilai rata-rata dan menentuan perubahan tingat pelanan terhadap masing-masing arateristi antara distribusi Erlang dengan distribusi Esponensial pada tiap parameter m-erlang.. Semain besar tingat pelanan ng dihasilan maa arateristi sistem dari proses pelanan diataan semain bai. Untu menentuan arateristi antrian jaringan maa dihitung rata-rata arateristi seluruh durasi pada distribusi Esponensial dan distribusi Erlang. Tabel 1. Perbandingan rata-rata pelanan Karate risti jaringan m_erlang=2 m_erlang=2 Ep Erl Ep Erl Wq Ws Ls St Utilitas Ratarata Berdasaran Tabel 1 rata-rata pelanan distribusi Esponensial lebih bai dari pelanan distribusi Erlang pada parameter m-erlang=2 itu distribusi Esponensial sebesar sedangan distribusi Erlang sebesar dan pada parameter m-erlang=3 distribusi Esponensial sebesar sedangan distribusi Erlang sebesar Semain besar nilai parameter m-erlang menyebaban rata-rata arateristi distribusi Erlang semain meningat, hal ini berarti bahwa pelanan aan semain menurun. Dari hasil pengujian ng dilauan secara rata-rata distribusi Esponensial lebih bai dari distribusi Erlang untu setiap penambahan parameter m-erlang. IJCCS Vol. 7, No. 2, July 2013 :

11 IJCCS ISSN: Tabel 2. Perbandingan rata-rata arateristi Karateristi jaringan Rata-rata Karateristi Esponensial Erlang Wq Ws Ls St Utilitas Rata-rata Hasil pengujian berdasaran rata-rata arateristi seluruh durasi simulasi dan input parameter m-erlang pada Tabel 2 dijelasan sebagai beriut: rata-rata watu tunggu paet data dalam antrian pada sistem jaringan (Wq) distibusi Esponensial sebesar dan distribusi Erlang sebesar , rata-rata watu tunggu paet data pada node di dalam sistem jaringan (Ws) distibusi Esponensial sebesar dan distribusi Erlang sebesar , rata-rata jumlah paet dalam sistem jaringan (Ls) distibusi Esponensial sebesar dan distribusi Erlang sebesar , rata-rata watu pelanan paet data dalam sistem jaringan (St) distibusi Esponensial sebesar dan distribusi Erlang sebesar dan probabilitas node sistem jaringan sibu (Utilitas) distibusi Esponensial sebesar dan distribusi Erlang sebesar Rata-rata seluruh arateristi distribusi Esponensial sebesar sedangan distribusi Erlang sebesar Salah satu contoh grafi perbandingan arateristi distribusi Esponensial dengan distribusi Erlang berdasaran controllable input 30 menit ditunjuan pada Gambar 6. Gambar 6. Grafi perbandingan durasi 30 menit Model simulasi ng dibangun memperlihatan logia implementasi sudah sesuai dengan logia diagram alur dari masing-masing proses. Berdasaran hasil pengujian ng dilauan, model sistem simulasi dapat menentuan arateristi sistem ng aan digunaan sebagai bahan pertimbangan dalam manajemen jaringan edepann. Simulasi Antrian Jaringan Multi Server Menggunaan Metode Open... (I Wan Supriana)

12 188 ISSN: KESIMPULAN Terdapat beberapa esimpulan ng dapat disampaian terhadap hasil pemodelan dan simulasi antrian jaringan paet data adalah: 1. Pemodelan dan simulasi ng digunaan untu penentuan arateristi sistem antrian jaringan dengan watu pelanan distribusi Esponensial dan distribusi Erlang berpengaruh terhadap nilai arateristi antrian jaringan. Rata-rata arateristi distribusi Esponensial sebesar sedangan distribusi Erlang sebesar pada input parameter m-erlang 2 dan Metode open Jacson dapat digunaan dalam pemodelan dan simulasi dengan menerapan watu pelanan paet data berdistribusi Esponensial dan Erlang. Watu pelanan distribusi Esponensial memberian rata-rata pelanan lebih bai dari distribusi Erlang pada input parameter m-erlang=2 dan input parameter m-erlang=3. Hasil ini menunjuan bahwa semain meningat nilai parameter m-erlang menyebaban rata-rata pelanan distribusi Erlang semain besar, hal ini berarti tingat pelanan distribusi Erlang aan semain menurun dibandingan distribusi Esponensial. 3. Hasil ng diperoleh dari model ng dibangun secara rata-rata arateristi sistem antrian jaringan menunjuan watu pelanan distribusi Esponensial lebih bai dari watu pelanan distribusi Erlang pada input parameter m-erlang 2. DAFTAR PUSTAKA [1] Basett, F., Chandy, K.M., Muntz, R.R. and Palacios, F.G., 1975, Open, closed and mixed networs of queue with different classes of customers, J. ACM. 22, [2] Gordon, W.J. and Newell, G.F., 1967, Closed Queueing System with Exponential Server in Operations Research 15 (2), [3] Jacson, J.R., 1963, Jobshop-lie queueing systems, Manag, Sci. 10, [4] Lam, S. S., dan Wong, J. W., 1982, Queueing Networ Model of Pacet Switching Networ, Ed.2, North-Holland, Canada. [5] Koizumi, N., 2002, Queueing Networ Model With Blocing: Analysis Of Congested Patients Flows In Mental Health System, Disertasi, University of Pennsylvania, Pennsylvania. [6] Sezer, A.D., 2005, Dynamic Importance Sampling for Queueing Networ, Dissertasi, Division of Applied Mathematics at Brown University, Rhode Island. [7] Darmawan, G., 2009, Pengaturan Kedatangan Esternal Optimal Pada Antrian Jaringan Jacson, Seminar Nasional Matematia 2009 FMIPA Universitas Negeri Jember. Jember. [8] Simamora, R.J., 2010, Simulasi Antrian Multiple Server Dengan Pola Kedatangan Berelompo, Tesis, Program Pasca Sarjana Ilmu Komputer, Universitas Gadjah Mada, Yogarta. [9] Hoover, S.V., and Perry, R.F., 1989, Simulation A Problem Solving Approach, Digital Equipment Corporation & Northeastern University. IJCCS Vol. 7, No. 2, July 2013 :

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Gambar 3.1 Bagan Penetapan Kriteria Optimasi Sumber: Peneliti Determinasi Kinerja Operasional BLU Transjaarta Busway Di tahap ini, peneliti

Lebih terperinci

SIMULASI ANTRIAN DENGAN MODEL M [X] /EM/C

SIMULASI ANTRIAN DENGAN MODEL M [X] /EM/C SIMULASI ANTRIAN DENGAN MODEL M [X] /EM/C Roni Jhonson Simamora Program Studi D3 Manajemen Informatika Universitas Methodist Indonesia [email protected] Abstract Queue associated with all aspects of

Lebih terperinci

BAB IV PERHITUNGAN HARGA PREMI BERDASARKAN FUNGSI PERMINTAAN PADA TITIK KESETIMBANGAN

BAB IV PERHITUNGAN HARGA PREMI BERDASARKAN FUNGSI PERMINTAAN PADA TITIK KESETIMBANGAN BAB IV PERHITUNGAN HARGA PREMI BERDASARKAN FUNGSI PERMINTAAN PADA TITIK KESETIMBANGAN Berdasaran asumsi batasan interval pada bab III, untu simulasi perhitungan harga premi pada titi esetimbangan, maa

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Model Loglinier adalah salah satu asus husus dari general linier model untu data yang berdistribusi poisson. Model loglinier juga disebut sebagai suatu model statisti

Lebih terperinci

MODEL SISTEM ANTRIAN

MODEL SISTEM ANTRIAN BB V MODEL SISTEM TRI ada teori antrian, suatu model antrian digunaan untu memperiraan suatu situasi antrian sesungguhnya, sehingga elauan antrian dapat dianalisa secara matemati. Dengan model sistem antrian

Lebih terperinci

MODEL REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY UNTUK MEMPREDIKSI TAGIHAN AIR PDAM

MODEL REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY UNTUK MEMPREDIKSI TAGIHAN AIR PDAM MODEL REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY UNTUK MEMPREDIKSI TAGIHAN AIR PDAM 1,2 Faultas MIPA, Universitas Tanjungpura e-mail: [email protected], email: [email protected] Abstract

Lebih terperinci

VARIASI NILAI BATAS AWAL PADA HASIL ITERASI PERPINDAHAN PANAS METODE GAUSS-SEIDEL

VARIASI NILAI BATAS AWAL PADA HASIL ITERASI PERPINDAHAN PANAS METODE GAUSS-SEIDEL SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS Peningatan Kualitas Pembelajaran Sains dan Kompetensi Guru melalui Penelitian & Pengembangan dalam Menghadapi Tantangan Abad-1 Suraarta, Otober 016 VARIASI NILAI BATAS

Lebih terperinci

BAB III PENENTUAN HARGA PREMI, FUNGSI PERMINTAAN, DAN TITIK KESETIMBANGANNYA

BAB III PENENTUAN HARGA PREMI, FUNGSI PERMINTAAN, DAN TITIK KESETIMBANGANNYA BAB III PENENTUAN HARGA PREMI, FUNGSI PERMINTAAN, DAN TITIK KESETIMBANGANNYA Pada penelitian ini, suatu portfolio memilii seumlah elas risio. Tiap elas terdiri dari n, =,, peserta dengan umlah besar, dan

Lebih terperinci

SISTEM ANTRIAN PELAYANAN BONGKAR MUAT KAPAL DI TERMINAL BERLIAN PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA

SISTEM ANTRIAN PELAYANAN BONGKAR MUAT KAPAL DI TERMINAL BERLIAN PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA SISTEM ANTRIAN PELAYANAN BONGKAR MUAT KAPAL DI TERMINAL BERLIAN PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Ruhana Khabibah, Hery Tri Sutanto 2, Yuliani Puji Astuti 3 Jurusan Matematia, Faultas Matematia dan Ilmu

Lebih terperinci

Aplikasi diagonalisasi matriks pada rantai Markov

Aplikasi diagonalisasi matriks pada rantai Markov J. Sains Dasar 2014 3(1) 20-24 Apliasi diagonalisasi matris pada rantai Marov (Application of matrix diagonalization on Marov chain) Bidayatul hidayah, Rahayu Budhiyati V., dan Putriaji Hendiawati Jurusan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Antrian Sistem antrian adalah merupakan keseluruhan dari proses para pelanggan atau barang yang berdatangan dan memasuki barisan antrian yang seterusnya memerlukan pelayanan

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN SIMULASI ANTRIAN PAKET DENGAN MODEL ANTRIAN M/M/N DI DALAM SUATU JARINGAN KOMUNIKASI DATA

PERANCANGAN DAN SIMULASI ANTRIAN PAKET DENGAN MODEL ANTRIAN M/M/N DI DALAM SUATU JARINGAN KOMUNIKASI DATA PERANCANGAN DAN SIMULASI ANTRIAN PAKET DENGAN MODEL ANTRIAN M/M/N DI DALAM SUATU JARINGAN KOMUNIKASI DATA Idatriska P 1, R. Rumani M 2, Asep Mulyana 3 1,2,3 Gedung N-23, Program Studi Sistim Komputer,

Lebih terperinci

BAB II. Landasan Teori

BAB II. Landasan Teori BAB II Landasan Teori Antrian merupakan waktu tunggu yang dialami pelanggan untuk mencapai tujuan, dikarenakan jumlah pelanggan melebihi kapasitas layanan yang tersedia. Waktu tunggu yang terlalu lama

Lebih terperinci

PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL SUTRIANI HIDRI

PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL SUTRIANI HIDRI PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL SUTRIANI HIDRI Jurusan Matematia, FMIPA, Universitas Negeri Maassar Email: [email protected] Abstra. Pada artiel ini dibahas

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Sistem pelayanan multiple (multiple-server system) atau biasa disebut multiserver single queue merupakan baris antrian tunggal yang dilayani

Lebih terperinci

BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK

BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK Proses pengenalan dilauan dengan beberapa metode. Pertama

Lebih terperinci

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA 1 Latar Belaang PENDAHULUAN Sistem biometri adalah suatu sistem pengenalan pola yang melauan identifiasi personal dengan menentuan eotentian dari arateristi fisiologis dari perilau tertentu yang dimilii

Lebih terperinci

PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL. Sutriani Hidri. Ja faruddin. Syafruddin Side, ABSTRAK

PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL. Sutriani Hidri. Ja faruddin. Syafruddin Side, ABSTRAK PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL Syafruddin Side, Jurusan Matematia, FMIPA, Universitas Negeri Maassar email:[email protected] Info: Jurnal MSA Vol. 3

Lebih terperinci

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 15 BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1Relasi Dispersi Pada bagian ini aan dibahas relasi dispersi untu gelombang internal pada fluida dua-lapisan.tinjau lapisan fluida dengan ρ a dan ρ b berturut-turut merupaan

Lebih terperinci

Implementasi Algoritma Pencarian k Jalur Sederhana Terpendek dalam Graf

Implementasi Algoritma Pencarian k Jalur Sederhana Terpendek dalam Graf JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No., (203) ISSN: 2337-3539 (230-927 Print) Implementasi Algoritma Pencarian Jalur Sederhana Terpende dalam Graf Anggaara Hendra N., Yudhi Purwananto, dan Rully Soelaiman Jurusan

Lebih terperinci

Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1

Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1 Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1 M Munawar Yusro, Nurul Hidayat, Maharani 2 Abstrak Sistem antrian merupakan faktor yang penting

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA ALGORITMA FOLD-GROWTH DAN FP-GROWTH PADA PENGGALIAN POLA ASOSIASI

ANALISIS KINERJA ALGORITMA FOLD-GROWTH DAN FP-GROWTH PADA PENGGALIAN POLA ASOSIASI Seminar Nasional Apliasi Tenologi Informasi 26 (SNATI 26) ISSN: 97-522 Yogyaarta, 7 Juni 26 ANALISIS KINERJA ALGORITMA FOLD-GROWTH DAN FP-GROWTH PADA PENGGALIAN POLA ASOSIASI Rully Soelaiman, Ni Made Arini

Lebih terperinci

APLIKASI PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF RADIAL BASIS FUNCTION DENGAN METODE PEMBELAJARAN HYBRID

APLIKASI PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF RADIAL BASIS FUNCTION DENGAN METODE PEMBELAJARAN HYBRID APLIKASI PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF RADIAL BASIS FUNCTION DENGAN METODE PEMBELAJARAN HYBRID Ferry Tan, Giovani Gracianti, Susanti, Steven, Samuel Luas Jurusan Teni Informatia, Faultas

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Dalam pelayanan ada beberapa faktor penting pada sistem antrian yaitu pelanggan dan pelayan, dimana ada periode waktu sibuk maupun periode dimana pelayan menganggur. Dan waktu dimana

Lebih terperinci

DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT TEORITIS 1. Distribusi Seragam Diskrit

DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT TEORITIS 1. Distribusi Seragam Diskrit DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT TEORITIS 1 TI2131 TEORI PROBABILITAS MINGGU KE-9 Distribusi Seragam Disrit Jia sebuah variabel random X mengambil nilai x 1, x 2,, x dengan probabilitas yang sama, maa distribusi

Lebih terperinci

UJI BARTLETT. Elty Sarvia, ST., MT. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung. Scheffe Multiple Contrast Procedure

UJI BARTLETT. Elty Sarvia, ST., MT. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung. Scheffe Multiple Contrast Procedure 8/9/01 UJI TUKEY UJI DUNCAN UJI BARTLETT UJI COCHRAN UJI DUNNET Elty Sarvia, ST., MT. Faultas Teni Jurusan Teni Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung Macam Metode Post Hoc Analysis The Fisher

Lebih terperinci

Neural Network menyerupai otak manusia dalam dua hal, yaitu:

Neural Network menyerupai otak manusia dalam dua hal, yaitu: 2.4 Artificial Neural Networ 2.4.1 Konsep dasar Neural Networ Neural Networ (Jaringan Saraf Tiruan) merupaan prosesor yang sangat besar dan memilii ecenderungan untu menyimpan pengetahuan yang bersifat

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTU NILAI INTERVAL KADAR LEMAK TUBUH MENGGUNAKAN REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTU NILAI INTERVAL KADAR LEMAK TUBUH MENGGUNAKAN REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTU NILAI INTERVAL KADAR LEMAK TUBUH MENGGUNAKAN REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY Tedy Rismawan dan Sri Kusumadewi Laboratorium Komputasi dan Sistem Cerdas, Jurusan Teni

Lebih terperinci

Penentuan Nilai Ekivalensi Mobil Penumpang Pada Ruas Jalan Perkotaan Menggunakan Metode Time Headway

Penentuan Nilai Ekivalensi Mobil Penumpang Pada Ruas Jalan Perkotaan Menggunakan Metode Time Headway Rea Racana Jurnal Online Institut Tenologi Nasional Teni Sipil Itenas No.x Vol. Xx Agustus 2015 Penentuan Nilai Eivalensi Mobil Penumpang Pada Ruas Jalan Perotaan Menggunaan Metode Time Headway ENDI WIRYANA

Lebih terperinci

Teori Antrian. Prihantoosa Pendahuluan. Teori Antrian : Intro p : 1

Teori Antrian. Prihantoosa  Pendahuluan.  Teori Antrian : Intro p : 1 Pendahuluan Teori Antrian Prihantoosa [email protected] [email protected] Last update : 14 November 2009 version 1.0 http://openstat.wordpress.com Teori Antrian : Intro p : 1 Tujuan Tujuan : Meneliti

Lebih terperinci

BAB III DESAIN DAN APLIKASI METODE FILTERING DALAM SISTEM MULTI RADAR TRACKING

BAB III DESAIN DAN APLIKASI METODE FILTERING DALAM SISTEM MULTI RADAR TRACKING Bab III Desain Dan Apliasi Metode Filtering Dalam Sistem Multi Radar Tracing BAB III DESAIN DAN APLIKASI METODE FILTERING DALAM SISTEM MULTI RADAR TRACKING Bagian pertama dari bab ini aan memberian pemaparan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. sebuah teknik yang baru yang disebut analisis ragam. Anara adalah suatu metode

II. TINJAUAN PUSTAKA. sebuah teknik yang baru yang disebut analisis ragam. Anara adalah suatu metode 3 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Ragam (Anara) Untu menguji esamaan dari beberapa nilai tengah secara sealigus diperluan sebuah teni yang baru yang disebut analisis ragam. Anara adalah suatu metode

Lebih terperinci

PEMODELAN TRAFIK UNTUK JARINGAN WIRELESS

PEMODELAN TRAFIK UNTUK JARINGAN WIRELESS BB VI PEMODELN RFI UNU JRINGN WIRELESS eori trafi yang diembangan untu jaringan wireline ternyata tida dapat langsung diapliasian untu jaringan wireless seluler. Pada jaringanjaringan untu teleomuniasi

Lebih terperinci

Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1

Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1 Pengembangan Simulasi Komputer Model Antrian Nasabah Untuk Menganalisa Unjuk Kerja Layanan Teller Bank 1 M Munawar Yusro, Nurul Hidayat, Maharani 2 Abstrak Sistem antrian merupakan faktor yang penting

Lebih terperinci

khazanah Sistem Klasifikasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation informatika

khazanah Sistem Klasifikasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation informatika hazanah informatia Jurnal Ilmu Komputer dan Informatia Sistem Klasifiasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunaan Jaringan Syaraf Tiruan Bacpropagation Yusuf Dwi Santoso *, Suhartono Program

Lebih terperinci

khazanah Sistem Klasifikasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation informatika

khazanah Sistem Klasifikasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation informatika hazanah informatia Jurnal Ilmu Komputer dan Informatia Sistem Klasifiasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunaan Jaringan Syaraf Tiruan Bacpropagation Yusuf Dwi Santoso *, Suhartono Departemen

Lebih terperinci

Unnes Journal of Mathematics

Unnes Journal of Mathematics UJM 3 (1) (2014) Unnes Journal of Mathematics http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujm ANALISIS PROSES ANTRIAN MULTIPLE CHANNEL SINGLE PHASE DI LOKET ADMINISTRASI DAN RAWAT JALAN RSUP Dr. KARIADI SEMARANG

Lebih terperinci

ANALISIS SISTEM PELAYANAN DI STASIUN TAWANG SEMARANG DENGAN METODE ANTRIAN

ANALISIS SISTEM PELAYANAN DI STASIUN TAWANG SEMARANG DENGAN METODE ANTRIAN ANALISIS SISTEM PELAYANAN DI STASIUN TAWANG SEMARANG DENGAN METODE ANTRIAN SKRIPSI Oleh: NURSIHAN 24010210110001 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2015 ANALISIS

Lebih terperinci

Penggunaan Induksi Matematika untuk Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Ekspresi Reguler

Penggunaan Induksi Matematika untuk Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Ekspresi Reguler Penggunaan Indusi Matematia untu Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Espresi Reguler Husni Munaya - 353022 Program Studi Teni Informatia Seolah Teni Eletro dan Informatia Institut Tenologi Bandung,

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI SISTEM ANTRIAN JARINGAN JACKSON PADA RUMAH SAKIT

IMPLEMENTASI SISTEM ANTRIAN JARINGAN JACKSON PADA RUMAH SAKIT IMPLEMENTASI SISTEM ANTRIAN JARINGAN JACKSON PADA RUMAH SAKIT 1 Varisa Puspaningrum, 1 Rico Andrian, 2 Wamiliana 1 Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Unila 2 Jurusan Matematika FMIPA Unila ABSTRACT Meet the patient's

Lebih terperinci

Proses Keputusan Markovian

Proses Keputusan Markovian Proses Keputusan Marovian 1 Pengantar Proses eputusan Marovian adalah proses eputusan stoasti/probabilistidimana banyanya state adalah hingga (finit). Melibatan dua buah matris: matris transisi (P) dan

Lebih terperinci

PENGENDALIAN MOTOR DC MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION

PENGENDALIAN MOTOR DC MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION PENGENDALIAN MOTOR DC MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Wahyudi, Sorihi, dan Iwan Setiawan. Jurusan Teni Eletro Faultas Teni Universitas Diponegoro Semarang e-mail : [email protected].

Lebih terperinci

Kata Kunci : Multipath, LOS, N-LOS, Network Analyzer, IFFT, PDP. 1. Pendahuluan

Kata Kunci : Multipath, LOS, N-LOS, Network Analyzer, IFFT, PDP. 1. Pendahuluan Statisti Respon Kanal Radio Dalam Ruang Pada Freuensi,6 GHz Christophorus Triaji I, Gamantyo Hendrantoro, Puji Handayani Institut Tenologi Sepuluh opember, Faultas Tenologi Industri, Jurusan Teni Eletro

Lebih terperinci

MODEL MATEMATIKA KONSENTRASI OKSIGEN TERLARUT PADA EKOSISTEM PERAIRAN DANAU

MODEL MATEMATIKA KONSENTRASI OKSIGEN TERLARUT PADA EKOSISTEM PERAIRAN DANAU MDEL MATEMATIKA KNSENTRASI KSIGEN TERLARUT PADA EKSISTEM PERAIRAN DANAU Sutimin Jurusan Matematia, FMIPA Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto SH Tembalang, Semarang 5075 E-mail: [email protected]

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Statisti Inferensia Tujuan statisti pada dasarnya adalah melauan desripsi terhadap data sampel, emudian melauan inferensi terhadap data populasi berdasaran pada informasi yang

Lebih terperinci

ANALISIS MODEL WAKTU ANTAR KEDATANGAN DAN WAKTU PELAYANAN PADA BAGIAN PENDAFTARAN INSTALASI RAWAT JALAN RSUP Dr. KARIADI SEMARANG

ANALISIS MODEL WAKTU ANTAR KEDATANGAN DAN WAKTU PELAYANAN PADA BAGIAN PENDAFTARAN INSTALASI RAWAT JALAN RSUP Dr. KARIADI SEMARANG ANALISIS MODEL WAKTU ANTAR KEDATANGAN DAN WAKTU PELAYANAN PADA BAGIAN PENDAFTARAN INSTALASI RAWAT JALAN RSUP Dr. KARIADI SEMARANG Vita Dwi Rachmawati 1, Sugito 2, Hasbi Yasin 3 1 Alumni Jurusan Statistika

Lebih terperinci

ANALISIS MODEL JUMLAH KEDATANGAN DAN WAKTU PELAYANAN BAGIAN LABORATORIUM INSTALASI RAWAT JALAN RSUP Dr. KARIADI SEMARANG

ANALISIS MODEL JUMLAH KEDATANGAN DAN WAKTU PELAYANAN BAGIAN LABORATORIUM INSTALASI RAWAT JALAN RSUP Dr. KARIADI SEMARANG ANALISIS MODEL JUMLAH KEDATANGAN DAN WAKTU PELAYANAN BAGIAN LABORATORIUM INSTALASI RAWAT JALAN RSUP Dr. KARIADI SEMARANG Rany Wahyuningtias 1, Dwi Ispriyanti 2, Sugito 3 1 Alumni Jurusan Statistika FSM

Lebih terperinci

PENCARIAN JALUR TERPENDEK MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT

PENCARIAN JALUR TERPENDEK MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT Seminar Nasional Apliasi Tenologi Informasi 2007 (SNATI 2007) ISSN: 1907-5022 Yogyaarta, 16 Juni 2007 PENCARIAN JALUR TERPENDEK MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT I ing Mutahiroh, Indrato, Taufiq Hidayat Laboratorium

Lebih terperinci

PROGRAM SIMULASI UNTUK REALISASI STRUKTUR TAPIS INFINITE IMPULSE RESPONSE UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL SIGNAL PROCESSING

PROGRAM SIMULASI UNTUK REALISASI STRUKTUR TAPIS INFINITE IMPULSE RESPONSE UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL SIGNAL PROCESSING Konferensi asional Sistem dan Informatia 28; Bali, ovember 15, 28 KS&I8-44 PROGRAM SIMULASI UTUK REALISASI STRUKTUR TAPIS IFIITE IMPULSE RESPOSE UTUK MEDIA PEMBELAJARA DIGITAL SIGAL PROCESSIG Damar Widjaja

Lebih terperinci

ANALISIS ANTRIAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI MONTE CARLO. Fajar Etri Lianti ABSTRACT

ANALISIS ANTRIAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI MONTE CARLO. Fajar Etri Lianti ABSTRACT ANALISIS ANTRIAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI MONTE CARLO Fajar Etri Lianti Mahasiswa Program Studi S1 Matematika Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau Kampus

Lebih terperinci

( s) PENDAHULUAN tersebut, fungsi intensitas (lokal) LANDASAN TEORI Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang

( s) PENDAHULUAN tersebut, fungsi intensitas (lokal) LANDASAN TEORI Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang Latar Belaang Terdapat banya permasalahan atau ejadian dalam ehidupan sehari hari yang dapat dimodelan dengan suatu proses stoasti Proses stoasti merupaan permasalahan yang beraitan dengan suatu aturan-aturan

Lebih terperinci

ANALISA SIFAT-SIFAT ANTRIAN M/M/1 DENGAN WORKING VACATION

ANALISA SIFAT-SIFAT ANTRIAN M/M/1 DENGAN WORKING VACATION ANALISA SIFAT-SIFAT ANTRIAN M/M/1 DENGAN WORKING VACATION Oleh: Desi Nur Faizah 1209 1000 17 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

Lebih terperinci

BAB III METODE SCHNABEL

BAB III METODE SCHNABEL BAB III METODE SCHNABEL Uuran populasi tertutup dapat diperiraan dengan teni Capture Mar Release Recapture (CMRR) yaitu menangap dan menandai individu yang diambil pada pengambilan sampel pertama, melepasan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Fuzzy 2.1.1 Dasar-Dasar Teori Fuzzy Secara prinsip, di dalam teori fuzzy set dapat dianggap sebagai estension dari teori onvensional atau crisp set. Di dalam teori crisp

Lebih terperinci

ALGORITMA PENYELESAIAN PERSAMAAN DINAMIKA LIQUID CRYSTAL ELASTOMER

ALGORITMA PENYELESAIAN PERSAMAAN DINAMIKA LIQUID CRYSTAL ELASTOMER ALGORITMA PENYELESAIAN PERSAMAAN DINAMIKA LIQUID CRYSTAL ELASTOMER Oleh: Supardi SEKOLAH PASCA SARJANA JURUSAN ILMU FISIKA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012 1 PENDAHULUAN Liquid Crystal elastomer (LCE

Lebih terperinci

TEORI KINETIKA REAKSI KIMIA

TEORI KINETIKA REAKSI KIMIA TORI KINTIK RKSI KII da (dua) pendeatan teoreti untu menjelasan ecepatan reasi, yaitu: () Teori tumbuan (collision theory) () Teori eadaan transisi (transition-state theory) atau teori omples atif atau

Lebih terperinci

ADAPTIVE NOISE CANCELING MENGGUNAKAN ALGORITMA LEAST MEAN SQUARE (LMS) Anita Nardiana, SariSujoko Sumaryono ABSTRACT

ADAPTIVE NOISE CANCELING MENGGUNAKAN ALGORITMA LEAST MEAN SQUARE (LMS) Anita Nardiana, SariSujoko Sumaryono ABSTRACT Jurnal Teni Eletro Vol. 3 No.1 Januari - Juni 1 6 ADAPTIVE NOISE CANCELING MENGGUNAKAN ALGORITMA LEAST MEAN SQUARE (LMS) Anita Nardiana, SariSujoo Sumaryono ABSTRACT Noise is inevitable in communication

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Masalah untu mencari jalur terpende di dalam graf merupaan salah satu masalah optimisasi. Graf yang digunaan dalam pencarian jalur terpende adalah graf yang setiap sisinya

Lebih terperinci

CONTOH STUDI KASUS ANTRIAN

CONTOH STUDI KASUS ANTRIAN CONTOH STUDI KASUS ANTRIAN ABSTRAKSI Teori Antrian merupakan teori yang menyangkut studi matematis dari antrian-antrian dan barisbaris penengguan, yang formasinya merupakn suatu fenomena biasa yang terjadi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Graf adalah kumpulan simpul (nodes) yang dihubungkan satu sama lain

BAB II LANDASAN TEORI. Graf adalah kumpulan simpul (nodes) yang dihubungkan satu sama lain 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Graf 2.1.1 Definisi Graf Graf adalah umpulan simpul (nodes) yang dihubungan satu sama lain melalui sisi/busur (edges) (Zaaria, 2006). Suatu Graf G terdiri dari dua himpunan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 24 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pendahuluan Ilmu pengetahuan tentang bentuk antrian, yang sering disebut sebagai teori antrian (queueing theory) merupakan sebuah bagian penting operasi dan juga alat yang sangat

Lebih terperinci

Deret Pangkat. Ayundyah Kesumawati. June 23, Prodi Statistika FMIPA-UII

Deret Pangkat. Ayundyah Kesumawati. June 23, Prodi Statistika FMIPA-UII Keonvergenan Kesumawati Prodi Statistia FMIPA-UII June 23, 2015 Keonvergenan Pendahuluan Kalau sebelumnya, suu suu pada deret ta berujung berupa bilangan real maa ali ini ita embangan suu suunya dalam

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang penulis lakukan di PT Plaza Toyota Green Garden dapat disimpulkan kebijakan pengelolaan antrian pelanggan secara kualitatif

Lebih terperinci

ANALISIS ANTRIAN DENGAN MODEL SINGLE CHANNEL SINGLE PHASE SERVICE PADA STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) I GUSTI NGURAHRAI PALU

ANALISIS ANTRIAN DENGAN MODEL SINGLE CHANNEL SINGLE PHASE SERVICE PADA STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) I GUSTI NGURAHRAI PALU JIMT Vol. 12 No. 2 Desember 2016 (Hal 125-138) ISSN : 2450 766X ANALISIS ANTRIAN DENGAN MODEL SINGLE CHANNEL SINGLE PHASE SERVICE PADA STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) I GUSTI NGURAHRAI PALU 1

Lebih terperinci

ANALISIS VARIASI PARAMETER BACKPROPAGATION ARTIFICIAL NEURAL NETWORK TERHADAP PENGENALAN POLA DATA IRIS

ANALISIS VARIASI PARAMETER BACKPROPAGATION ARTIFICIAL NEURAL NETWORK TERHADAP PENGENALAN POLA DATA IRIS Jurnal Teni dan Ilmu Komputer ANALISIS VARIASI PARAMETER BACKPROPAGATION ARTIFICIAL NEURAL NETWORK TERHADAP PENGENALAN POLA DATA IRIS AN ANALYSIS OF THE VARIATION PARAMETERS OF THE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK

Lebih terperinci

( x) LANDASAN TEORI. ω Ω ke satu dan hanya satu bilangan real X( ω ) disebut peubah acak. Ρ = Ρ. Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang

( x) LANDASAN TEORI. ω Ω ke satu dan hanya satu bilangan real X( ω ) disebut peubah acak. Ρ = Ρ. Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang LANDASAN TEORI Ruang Contoh Kejadian dan Peluang Suatu percobaan yang dapat diulang dalam ondisi yang sama yang hasilnya tida dapat dipredisi secara tepat tetapi ita dapat mengetahui semua emunginan hasil

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Antrian Teori antrian pertama kali disusun oleh Agner Krarup Erlang yang hidup pada periode 1878-1929. Dia merupakan seorang insinyur Demark yang bekerja di industri telepon.

Lebih terperinci

PELABELAN FUZZY PADA GRAF. Siti Rahmah Nurshiami, Suroto, dan Fajar Hoeruddin Universitas Jenderal Soedirman.

PELABELAN FUZZY PADA GRAF. Siti Rahmah Nurshiami, Suroto, dan Fajar Hoeruddin Universitas Jenderal Soedirman. JMP : Volume 6 Nomor, Juni 04, hal. - PELABELAN FUZZY PADA GRAF Siti Rahmah Nurshiami, Suroto, dan Fajar Hoeruddin Universitas Jenderal Soedirman email : [email protected] ABSTRACT. This paper discusses

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder bersifat runtun waktu (time series)

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder bersifat runtun waktu (time series) III. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunaan data seunder bersifat runtun watu (time series) dalam periode tahunan dan data antar ruang (cross section). Data seunder tersebut

Lebih terperinci

Pengaruh Proses Stemming Pada Kinerja Analisa Sentimen Pada Review Buku

Pengaruh Proses Stemming Pada Kinerja Analisa Sentimen Pada Review Buku Jurnal Hasil Penelitian LPPM Untag Surabaya Januari 2018, Vol. 03, No. 01, hal 55-59 jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jhp17 E-ISSN : 2502-8308 P-ISSN : 2579-7980 Pengaruh Proses Stemming Pada Kinerja Analisa

Lebih terperinci

Uji Alternatif Data Terurut Perbandingan antara Uji Jonckheere Terpstra dan Modifikasinya Ridha Ferdhiana 1 Statistics Peer Group

Uji Alternatif Data Terurut Perbandingan antara Uji Jonckheere Terpstra dan Modifikasinya Ridha Ferdhiana 1 Statistics Peer Group Uji Alternatif Data Terurut Perbandingan antara Uji Joncheere Terpstra dan Modifiasinya Ridha Ferdhiana Statistics Peer Group Jurusan Matematia FMIPA Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Aceh, 23 email:

Lebih terperinci

Tanggapan Waktu Alih Orde Tinggi

Tanggapan Waktu Alih Orde Tinggi Tanggapan Watu Alih Orde Tinggi Sistem Orde-3 : C(s) R(s) ω P ( < ζ (s + ζω s + ω )(s + p) Respons unit stepnya: c(t) βζ n n < n ζωn t e ( β ) + βζ [ ζ + { βζ ( β ) cos ( β ) + ] sin ζ ) ζ ζ ω ω n n t

Lebih terperinci

KENDALI LOGIKA FUZZY DENGAN METODA DEFUZZIFIKASI CENTER OF AREA DAN MEAN OF MAXIMA. Thiang, Resmana, Wahyudi

KENDALI LOGIKA FUZZY DENGAN METODA DEFUZZIFIKASI CENTER OF AREA DAN MEAN OF MAXIMA. Thiang, Resmana, Wahyudi KENDALI LOGIKA FUZZY DENGAN METODA DEFUZZIFIKASI CENTER OF AREA DAN MEAN OF MAXIMA Thiang, Resmana, Wahyudi Jurusan Teni Eletro, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalanerto 121-131 Surabaya Email : [email protected],

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengolahan Data Data yang telah berhasil diumpulan oleh penulis di BB BIOGEN diperoleh hasil bobot biji edelai dengan jumlah varietas yang aan diuji terdiri dari 15

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Kendali Lup [1] Sistem endali dapat diataan sebagai hubungan antara omponen yang membentu sebuah onfigurasi sistem, yang aan menghasilan tanggapan sistem yang diharapan.

Lebih terperinci

ANALISIS DAN SIMULASI SISTEM ANTRIAN PADA BANK ABC

ANALISIS DAN SIMULASI SISTEM ANTRIAN PADA BANK ABC Saintia Matematika ISSN: 2337-9197 Vol. 2, No. 2 (2014), pp. 147 162. ANALISIS DAN SIMULASI SISTEM ANTRIAN PADA BANK ABC Faradhika Arwindy, Faigiziduhu Buulolo, Elly Rosmaini Abstrak. Kejadian antrian

Lebih terperinci

SIMULASI ANTRIAN PELAYANAN NASABAH BANK MENGGUNAKAN METODE HYPEREXPONENTIAL

SIMULASI ANTRIAN PELAYANAN NASABAH BANK MENGGUNAKAN METODE HYPEREXPONENTIAL SIMULASI ANTRIAN PELAYANAN NASABAH BANK MENGGUNAKAN METODE HYPEREXPONENTIAL Akim Manaor Hara Pardede,Novriyenni 2,Rudi Hartono 3 STMIK KAPUTAMA Jl. Veteran, No. 4A-9A, Binjai, 2074, Sumatera Utara Email

Lebih terperinci

ANALISA SISTEM ANTRIAN PADA LOKET PENERIMAAN INVOICE

ANALISA SISTEM ANTRIAN PADA LOKET PENERIMAAN INVOICE LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISA SISTEM ANTRIAN PADA LOKET PENERIMAAN INVOICE (Studi Kasus Pada Distribution Center Mini Market X) Diajukan Guna Untuk Melengkapi Persyaratan Kelulusan Progran Strata Satu (S1)

Lebih terperinci

SIMULASII ANTRIAN PELAYANAN BERKELOMPOK OLEH BANYAK SERVER T E S I S AKIM MANAOR HARA PARDEDEE

SIMULASII ANTRIAN PELAYANAN BERKELOMPOK OLEH BANYAK SERVER T E S I S AKIM MANAOR HARA PARDEDEE SIMULASII ANTRIAN PELAYANAN BERKELOMPOK OLEH BANYAK SERVER T E S I S AKIM MANAOR HARA PARDEDEE 117038013 PROGRAM STUDI S2 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA

Lebih terperinci

Sesi XVI METODE ANTRIAN (Queuing Method)

Sesi XVI METODE ANTRIAN (Queuing Method) Mata Kuliah :: Riset Operasi Kode MK : TKS 4019 Pengampu : Achfas Zacoeb Sesi XVI METODE ANTRIAN (Queuing Method) e-mail : [email protected] www.zacoeb.lecture.ub.ac.id Hp. 081233978339 Pendahuluan Teori

Lebih terperinci

OPTIMALISASI SISTEM ANTRIAN PELANGGAN PADA PELAYANAN TELLER DI KANTOR POS (STUDI KASUS PADA KANTOR POS CABANG SUKOREJO KENDAL)

OPTIMALISASI SISTEM ANTRIAN PELANGGAN PADA PELAYANAN TELLER DI KANTOR POS (STUDI KASUS PADA KANTOR POS CABANG SUKOREJO KENDAL) OPTIMALISASI SISTEM ANTRIAN PELANGGAN PADA PELAYANAN TELLER DI KANTOR POS (STUDI KASUS PADA KANTOR POS CABANG SUKOREJO KENDAL) Diyan Mumpuni 1, Bambang Irawanto 2, Dr. Sunarsih 3 1,2,3 Jurusan Matematika

Lebih terperinci

Makalah Seminar Tugas Akhir. Aplikasi Kendali Adaptif pada Pengendalian Plant Pengatur Suhu dengan Self Tuning Regulator (STR)

Makalah Seminar Tugas Akhir. Aplikasi Kendali Adaptif pada Pengendalian Plant Pengatur Suhu dengan Self Tuning Regulator (STR) Maalah Seminar ugas Ahir Apliasi Kendali Adaptif pada Pengendalian Plant Pengatur Suhu dengan Self uning Regulator (SR) Oleh : Muhammad Fitriyanto e-mail : [email protected] Maalah Seminar ugas Ahir Apliasi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Metode Pengambilan Sampling 2.1.1. Populasi Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang, objek, transaksi, atau kejadian dimana kita tertarik untuk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Di aman searang sebuah adal yang tersusun rapi merupaan ebutuhan bagi setiap individu. Namun masalah penyusunan sebuah adal merupaan sebuah masalah umum yang teradi,

Lebih terperinci

4. 1 Spesifikasi Keadaan dari Sebuah Sistem

4. 1 Spesifikasi Keadaan dari Sebuah Sistem Dalam pembahasan terdahulu ita telah mempelajari penerapan onsep dasar probabilitas untu menggambaran sistem dengan jumlah partiel ang cuup besar (N). Pada bab ini, ita aan menggabungan antara statisti

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Antrian 2.1.1 Definisi Antrian Antrian adalah suatu garis tunggu dari nasabah yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayanan. Kejadian garis tunggu timbul disebabkan

Lebih terperinci

BEBERAPA SIFAT HIMPUNAN KRITIS PADA PELABELAN AJAIB GRAF BANANA TREE. Triyani dan Irham Taufiq Universitas Jenderal Soedirman

BEBERAPA SIFAT HIMPUNAN KRITIS PADA PELABELAN AJAIB GRAF BANANA TREE. Triyani dan Irham Taufiq Universitas Jenderal Soedirman JMP : Volume 4 Nomor 2, Desember 2012, hal. 271-278 BEBERAPA SIFAT HIMPUNAN KRITIS PADA PELABELAN AJAIB GRAF BANANA TREE Triyani dan Irham Taufiq Universitas Jenderal Soedirman [email protected] ABSTRACT.

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI PERUBAHAN POLA CURAH HUJAN MELALUI PERIODOGRAM STANDAR. Gumgum Darmawan Statistika FMIPA UNPAD

IDENTIFIKASI PERUBAHAN POLA CURAH HUJAN MELALUI PERIODOGRAM STANDAR. Gumgum Darmawan Statistika FMIPA UNPAD JMP : Vol. 9 No. 1, Juni 17, hal. 13-11 ISSN 85-1456 IDENTIFIKASI PERUBAHAN POLA CURAH HUJAN MELALUI PERIODOGRAM STANDAR Gumgum Darmawan Statistia FMIPA UNPAD [email protected] Budhi Handoo Statistia

Lebih terperinci

Model Antrian pada Sistem Pembayaran di Golden Pasar Swalayan Manado. A Model Queue at The Payment System at Golden Supermarket Manado

Model Antrian pada Sistem Pembayaran di Golden Pasar Swalayan Manado. A Model Queue at The Payment System at Golden Supermarket Manado Model Antrian pada Sistem Pembayaran di Golden Pasar Swalayan Manado Marni Sumarno 1, Yohanes Langi 2, Luther Latumakulita 3 1 Program Studi Matematika, FMIPA, UNSRAT Manado, [email protected] 2

Lebih terperinci

UNY. Modul Praktikum Teori Antrian. Disusun oleh : Retno Subekti, M.Sc Nikenasih Binatari, M.Si Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY

UNY. Modul Praktikum Teori Antrian. Disusun oleh : Retno Subekti, M.Sc Nikenasih Binatari, M.Si Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY UNY Modul Praktikum Teori Antrian Disusun oleh : Retno Subekti, M.Sc Nikenasih Binatari, M.Si Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY Daftar Halaman : Halaman Muka... Bagian I. Mengenal Model Antrian...

Lebih terperinci

BAB III MODEL KANAL WIRELESS

BAB III MODEL KANAL WIRELESS BAB III MODEL KANAL WIRELESS Pemahaman mengenai anal wireless merupaan bagian poo dari pemahaman tentang operasi, desain dan analisis dari setiap sistem wireless secara eseluruhan, seperti pada sistem

Lebih terperinci

DESAIN SENSOR KECEPATAN BERBASIS DIODE MENGGUNAKAN FILTER KALMAN UNTUK ESTIMASI KECEPATAN DAN POSISI KAPAL

DESAIN SENSOR KECEPATAN BERBASIS DIODE MENGGUNAKAN FILTER KALMAN UNTUK ESTIMASI KECEPATAN DAN POSISI KAPAL DESAIN SENSOR KECEPAAN BERBASIS DIODE MENGGUNAKAN FILER KALMAN UNUK ESIMASI KECEPAAN DAN POSISI KAPAL Alrijadjis, Bambang Siswanto Program Pascasarjana, Jurusan eni Eletro, Faultas enologi Industri Institut

Lebih terperinci

Teori Antrian. Riset Operasi TIP FTP UB Mas ud Effendi

Teori Antrian. Riset Operasi TIP FTP UB Mas ud Effendi Teori Antrian Riset Operasi TIP FTP UB Mas ud Effendi Bentuk Umum Teori Antrian Pelayanan Tunggal Pelayanan Multipel Pendahuluan Banyak waktu dihabiskan untuk menunggu oleh manusia, produk, dll Penyediaan

Lebih terperinci

Pemodelan Sistem Antrian Satu Server Dengan Vacation Queueing Model Pada Pola Kedatangan Berkelompok

Pemodelan Sistem Antrian Satu Server Dengan Vacation Queueing Model Pada Pola Kedatangan Berkelompok SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 Pemodelan Sistem Antrian Satu Server Dengan Vacation Queueing Model Pada Pola Kedatangan Berkelompok Sucia Mentari, Retno Subekti, Nikenasih

Lebih terperinci

BAB 3 PEMBAHASAN. Tabel 3.1 Data Jumlah dan Rata-Rata Waktu Pelayanan Pasien (menit) Waktu Pengamatan

BAB 3 PEMBAHASAN. Tabel 3.1 Data Jumlah dan Rata-Rata Waktu Pelayanan Pasien (menit) Waktu Pengamatan BAB 3 PEMBAHASAN 3.1. Uji Kesesuaian Distribusi Dalam penelitian ini kedatangan pasien diasumsikan berdistribusi Poisson dan waktu pelayanan diasumsikan berdistribusi Eksponensial. Untuk menguji kebenarannya

Lebih terperinci

PENENTUAN MODEL ANTRIAN BUS ANTAR KOTA DI TERMINAL MANGKANG. Dwi Ispriyanti 1, Sugito 1. Abstract

PENENTUAN MODEL ANTRIAN BUS ANTAR KOTA DI TERMINAL MANGKANG. Dwi Ispriyanti 1, Sugito 1. Abstract PENENTUAN MODEL ANTRIAN BUS ANTAR KOTA DI TERMINAL MANGKANG Dwi Ispriyanti 1, Sugito 1 1 Staf Pengajar Jurusan Statistika FMIPA UNDIP Abstract In daily activities, we often face in a situation of queueing.

Lebih terperinci

Analisis Sistem Antrian Pada Pelayanan Poli Kandungan Dan Ibu Hamil Di Rumah Sakit X Surabaya

Analisis Sistem Antrian Pada Pelayanan Poli Kandungan Dan Ibu Hamil Di Rumah Sakit X Surabaya Analisis Sistem Antrian Pada Pelayanan Poli Kandungan Dan Ibu Hamil Di Rumah Sakit X Surabaya Zarah Ayu Annisa 1308030058 Dosen Pembimbing : Dra. Sri Mumpuni R., MT PENDAHULUAN Antrian Meningkatnya kebutuhan

Lebih terperinci