Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd"

Transkripsi

1 Pertemua Ke-

2 Komparasi berasal dari kata compariso (Eg) yag mempuyai arti perbadiga atau pembadiga. Tekik aalisis komparasi yaitu salah satu tekik aalisis kuatitatif yag diguaka utuk meguji hipotesis tetag ada atau tidakya perbedaa atar variabel atau sampel (rata-rata) yag diteliti. Jika ada perbedaa, apakah perbedaa itu sigifika ataukah perbedaa itu haya kebetula saja (by chace)

3 3 Dalam peelitia komparasioal yag melakuka pembadiga atar rata-rata dua variabel, dapat megguaka uji-t atau t-test da Khi Kuadrat (Chi Square). Uji-t atau t-test adalah salah satu test statistik yag diperguaka utuk meguji kebeara atau kepalsua hipotesis ol/ihil (Ho) yag meyataka bahwa di atara dua buah mea (rata-rata) sampel yag diambil secara radom dari populasi yag sama tidak terdapat perbedaa yag sigifika.

4 4 Aalisis komparasi satu rata-rata variabel bebas dikeal dega ujit/ oe sample t-test da uji-z. Tujua Uji-T atau Uji-Z adalah utuk megetahui perbedaa variabel yag dihipotesiska. Rumus uji-t da uji-z, yaitu : a). Apabila stadar deviasi diketahui da > 30 megguaka rumus Z hitug sebagai berikut : Sumber: Walpole & Myer (995:358) Di maa : Z hitug : harga yag dihitug da meujukka ilai stadar deviasi pada distribusi ormal (tabel Z). x : rata-rata ilai yag diperoleh dari hasil pegumpula data. µ o : rata-rata ilai yag dihipotesiska σ : stadar deviasi populasi yag telah diketahui N : jumlah populasi peelitia Z hitug x o N

5 5 b). Apabila stadar deviasi sampel tidak diketahui da 30 megguaka rumus t hitug sebagai berikut : x o thitug dega dk - S Sumber: Walpole & Myer (995:358) Di maa : t hitug : harga yag dihitug da meujukka ilai stadar deviasi pada distribusi t (tabel t). x : rata-rata ilai yag diperoleh dari hasil pegumpula data. µ o : rata-rata ilai yag dihipotesiska S : stadar deviasi sampel yag telah diketahui : jumlah sampel peelitia

6 6 Lagkah-lagkah uji-t/ oe sample t-test: ). Meetuka hipotesis peelitia ). Meetuka hipotesis statistik 3). Mecari t hitug 4). Meetuka kriteria pegujia da tetuka juga posisi pegujia pihak kiri, pihak kaa atau uji dua pihak. 5). Mecari t tabel dega cara tetuka α (0,0 atau 0,05) da dk =. 6). Membadigka t hitug dega t tabel 7). Mearik kesimpula

7 Cotoh : Seorag dose melakuka peelitia utuk megetahui, apakah ilai ujia mahasiswa pada mata kuliah yag diampuya memiliki rata-rata 70. Diduga: a). Rata-rata ilai mahasiswa palig tiggi 70. b). Rata-rata ilai mahasiswa palig redah 70. c). Rata-rata ilai mahasiswa tidak sama dega 70. Utuk tujua peelitia tersebut, diambil secara acak ilai dari 5 orag mahasiswa sebagai berikut: Diasumsika data berdistribusi ormal, ujilah dugaa tersebut! 7

8 Peyelesaia : Sebelum dilakuka perumusa hipotesis, idetifikasi da hitug ilai yag ada. Diketahui: µ o = 70, selajutya meghitug rata-rata da stadar deviasi: x X S X ( X ) x ,08 S (80) ,47 8

9 Peyelesaia : Peyelesaia poit (a) uji pihak kiri : ). Meetuka hipotesis peelitia Ho : Rata-rata ilai mahasiswa sama dega 70. Ha : Rata-rata ilai mahasiswa palig tiggi 70. ). Meetuka hipotesis statistik Ho : µ o = 70 Ha : µ o < 70 9

10 3). Mecari t hitug Peyelesaia : t hitug x o 7,08 7,08 t 0, 95 S hitug,47,49 5 0

11 Peyelesaia : 4). Meetuka kriteria pegujia Taraf sigifikasi (α) = 0,05 Derajat kebebasa (dk) = = 5 = 4 Kriteria pegujia pihak kiri : Jika t hitug - t tabel maka Ho diterima. Jika t hitug < - t tabel maka Ho ditolak.

12 Peyelesaia : 5). Mecari t tabel dega cara tetuka α da dk =. Dega (α) = 0,05 da (dk) = 4, uji satu pihak sehigga diperoleh t tabel = -,7 (pihak kiri). Daerah peolaka Ho α = 0,05 Daerah Peerima Ho -,7 0 0,95 Uji Pihak Kiri

13 Peyelesaia : 6). Membadigka t hitug dega t tabel Teryata t hitug > t tabel atau 0,95 >,7 maka Ho diterima da Ha ditolak 7). Mearik kesimpula Ho : Rata-rata ilai mahasiswa sama dega 70. Ha : Rata-rata ilai mahasiswa palig tiggi 70. Jadi rata-rata ilai mahasiswa sama dega 70 dapat diterima. 3

14 Peyelesaia : Peyelesaia poit (b) uji pihak kaa : ). Meetuka hipotesis peelitia Ho : Rata-rata ilai mahasiswa sama dega 70. Ha : Rata-rata ilai mahasiswa palig redah 70. ). Meetuka hipotesis statistik Ho : µ o = 70 Ha : µ o > 70 4

15 3). Mecari t hitug Peyelesaia : t hitug x o 7,08 7,08 t 0, 95 S hitug,47,49 5 5

16 Peyelesaia : 4). Meetuka kriteria pegujia Taraf sigifikasi (α) = 0,05 Derajat kebebasa (dk) = = 5 = 4 Kriteria pegujia pihak kiri : Jika t hitug +t tabel maka Ho diterima. Jika t hitug > +t tabel maka Ho ditolak. 6

17 Peyelesaia : 5). Mecari t tabel dega cara tetuka α da dk =. Dega (α) = 0,05 da dk = 4 uji satu pihak sehigga diperoleh t tabel =,7 Daerah Peerima Ho 0 0,95,7 Daerah peolaka Ho α = 0,05 7 Uji Pihak Kaa

18 Peyelesaia : 6). Membadigka t hitug dega t tabel Teryata t hitug < + t tabel atau 0,95 <,7 maka Ho diterima da Ha ditolak 7). Mearik kesimpula Ho : Rata-rata ilai mahasiswa sama dega 70. Ha : Rata-rata ilai mahasiswa palig redah 70. Jadi rata-rata ilai mahasiswa sama dega 70 dapat diterima. 8

19 Peyelesaia : Peyelesaia poit (c) uji dua pihak : ). Meetuka hipotesis peelitia Ho : Rata-rata ilai mahasiswa sama dega 70. Ha : Rata-rata ilai mahasiswa tidak sama dega 70. ). Meetuka hipotesis statistik Ho : µ o = 70 Ha : µ o 70 9

20 3). Mecari t hitug Peyelesaia : t hitug x o 7,08 7,08 t 0, 95 S hitug,47,49 5 0

21 Peyelesaia : 4). Meetuka kriteria pegujia Taraf sigifikasi (α) = 0,05 Derajat kebebasa (dk) = = 5 = 4 Kriteria pegujia pihak kiri : Jika t hitug t tabel maka Ho diterima. Jika t hitug > t tabel maka Ho ditolak.

22 Peyelesaia : 5). Mecari t tabel dega cara tetuka α da dk =. Dega α/ = 0,05 da dk = 4 uji dua pihak sehigga diperoleh t tabel =,49 Daerah peolaka Ho Daerah peolaka Ho α = 0,05 Daerah Peerima Ho -,49 0 0,95,49 α = 0,05 Uji Dua Pihak

23 Peyelesaia : 6). Membadigka t hitug dega t tabel Teryata t hitug < t tabel atau 0,95 <,7 maka Ho diterima da Ha ditolak 7). Mearik kesimpula Ho : Rata-rata ilai mahasiswa sama dega 70. Ha : Rata-rata ilai mahasiswa tidak sama dega 70. Jadi rata-rata ilai mahasiswa sama dega 70 dapat diterima. 3

24 4

25 Komparasi Dua Sampel Tujua uji-t dua sampel adalah utuk membadigka (membedaka) apakah kedua rata-rata sampel tersebut sama atau berbeda. Guaya utuk meguji kemampua geeralisasi (sigifikasi hasil peelitia yag berupa perbadiga dua rata-rata sampel). 5

26 Komparasi Dua Sampel Komparasi dua sampel dibagi :. Sampel berkorelasi/ berpasaga Sampel yag bekorelasi adalah sampel dega subyek yag sama, amu megalami dua perlakuka atau pegukura yag berbeda. Cotoh: ilai pre-test da post-test, membadigka kemampua sebelum da sesudah traiig, ilai mid semester da ilai UAS, dll. 6

27 Komparasi Dua Sampel. Sampel tidak berkorelasi (idepede). Sampel idepede adalah sampel yag tidak berkaita satu sama lai. Cotoh: membadigka hasil tes SPMB ditijau dari lulusa SMA da SMK, membadigka peghasila petai da elaya, dll. 7

28 Uji Statistik Komparasi dua sampel Tigkat Data Korelasi Betuk Komparasi Idepede Iterval Rasio Ordial Nomial Uji-T dua sampel parametrik Uji-Tada Wilcoxso Mc. emar Uji-T dua sampel parametrik Uji-Media Uji-U Kolmogorov Smirov Wald-Wolfowitz Fisher Exact Chi Kuadrat Sampel 8

29 Idepedet Sample T-test Utuk data berdistribusi ormal da variasi homoge: t Di maa : x x S S hitug Sp. x : rata-rata sampel ke- : rata-rata sampel ke- : stadar deviasi sampel ke- : stadar deviasi sampel ke- : jumlah sampel ke- : jumlah sampel ke- - x dega : Sp S ( -) S dk = + Sumber: Walpole & Myer (995:358) ( -) Hipotesis Statistik: H o : µ = µ H : µ µ µ > µ µ < µ 9

30 Idepedet Sample T-test Selai megguaka rumus tersebut, utuk data berdistribusi ormal da variasi homoge dapat juga megguaka rumus berikut: Di maa : x x σ σ : rata-rata sampel ke- : rata-rata sampel ke- : variasi sampel ke- : variasi sampel ke- : jumlah sampel ke- : jumlah sampel ke- t hitug ( ) ( ) - x - x. Hipotesis Statistik: H o : µ = µ H : µ µ µ > µ µ < µ 30

31 Idepedet Sample T-test Utuk data berdistribusi ormal da variasi tidak homoge: Dega dk: 3 S S x - x t' S S S S dk Sumber: Walpole & Myer (995:358) Hipotesis Statistik: H o : µ = µ H : µ µ µ > µ µ < µ

32 Paired Sample T-test Paired Sample T-test diguaka utuk megetahui perbedaa dua rata-rata, di maa kedua rata-rata merupaka subyek yag sama da berhubuga. Rumus statistik yag diguaka: t hitug d - μ S d 0 Keteraga: dega dk: Sumber: Walpole & Myer (995:355) d = rata-rata sampel berpasaga S d = Stadar deviasi Hipotesis Statistik: H o : µ d = µ 0 H : µ d µ 0 µ d > µ 0 µ d < µ 0 3

33 Paired Sample T-test Paired Sample T-test bisa juga megguaka rumus berikut: t hitug dega dk: + Di maa : x x S : rata-rata sampel ke- : rata-rata sampel ke- S : variasi sampel ke- S : variasi sampel ke- S x - x r. S. S Hipotesis Statistik: H o : µ = µ H : µ µ µ > µ µ < µ Sumber: Sugiyoo (0:59) S : stadar deviasi sampel ke- S : stadar deviasi sampel ke- : jumlah sampel ke- : jumlah sampel ke- 33

34 Utuk meguji hipotesis dega paired sample t-test megguaka kriteria sebagai berikut: Jika t hitug t tabel maka Ho diterima. Jika t hitug > t tabel maka Ho ditolak. Atau utuk: Paired Sample T-test Uji satu pihak: t hitug > t α maka Ho ditolak t hitug t α maka Ho diterima Uji dua pihak : t hitug > t α/ maka Ho ditolak t hitug t α maka Ho diterima 34

35 35

36 Judul: Perbedaa Kemampua Komuikasi Matematis Megguaka Metode A dega Metode B Siswa Kelas X SMA Abu-Abu Tahu Pelajara 03/ Pada peelitia tersebut kelas eksperime (X ) megguaka metode A da kelas kotrol (X ) megguaka metode B, jumlah siswa masig-masig kelas adalah 30 orag. Data seperti pada tabel di sampig. Ujilah apakah ada perbedaa kemampua komuikasi matematis megguaka metode A dega metode B pada siswa kelas X SMA Abu-Abu tahu pelajara 03/04 tersebut! Resp. Hasil Belajar Matematika Metode A (X) Metode B (X) Resp. Hasil Belajar Matematika Metode Metode A B (X) (X)

37 Peyelesaia : Lagkah : Meetuka hipotesis peelitia ; Ho : Tidak terdapat perbedaa kemampua komuikasi matematis megguaka metode A dega metode B siswa Kelas X SMA Abu-Abu tahu pelajara 03/04. Ha : Terdapat perbedaa kemampua komuikasi matematis megguaka metode A dega metode B siswa Kelas X SMA Abu-Abu tahu pelajara 03/04. 37

38 Lagkah : Meetuka hipotesis statistik Ho : µ = µ Ha : µ µ Lagkah 3 : Meetuka kriteria pegujia hipotesis dua pihak Jika t hitug t tabel maka Ho diterima Jika t hitug > t tabel maka Ho ditolak 38

39 Lagkah 4 : Mecari ilai t hitug Terlebih dahulu idetifikasi ilai yag sudah ada, da hitug ilai rata-rata da stadar deviasi setiap kelompok sampel. Bisa dihitug secara maual atau megguaka program komputer. 39

40 Lajuta... Selajutya, ilai-ilai tersebut dimasuka ke dalam uji-t: Sp S ( -) S ( -) Sp (4,94) (30 -) (,57) (30 -) Sp 68,595,984 40

41 t hitug Sp. x - x Lajuta... Selajutya, ilai-ilai tersebut dimasuka ke dalam uji-t: t hitug 79,47-60,37, ,697 4

42 Lagkah 5 : Mecari t tabel Taraf sigifikasi (α) = 0,05, uji dua pihak dk = + = = 58 Sehigga diperoleh t tabel =,00 dicari dega iterpolasi megguaka rumus sebagai berikut : ( C - C ) C C 0 0.( B - B0 ( B - B ) Cotoh iterpolasi: Click Here! 0 ) 4

43 Lagkah 6 : Membadigka t hitug dega t tabel Kriteria pegujia hipotesis: Jika t hitug t tabel maka Ho diterima Jika t hitug > t tabel maka Ho ditolak Teryata : Nilai t hitug > t tabel atau 5,697 >,00 maka Ho ditolak da Ha diterima. 43

44 Uji Hipotesis dega Kurva Normal Baku Daerah peolaka Ho α = 0,05 Daerah peolaka Ho Daerah Peerima Ho - α α = 0,05 -,00 0,00 5,679 Uji Dua Pihak 44

45 Lagkah 7 : Mearik kesimpula Ha : Terdapat perbedaa kemampua komuikasi matematis megguaka metode A dega metode B siswa Kelas X SMA Abu-Abu tahu pelajara 03/04 di terima. Ho : Tidak terdapat perbedaa kemampua komuikasi matematis megguaka metode A dega metode B siswa Kelas X SMA Abu-Abu tahu pelajara 03/04 ditolak. Jadi : ada perbedaa kemampua komuikasi matematis megguaka metode A dega metode B siswa Kelas X SMA Abu-Abu tahu pelajara 03/04, dega demikia hasil ii dapat digeeralisasika utuk populasi. 45

46 46

47 Judul: Pegaruh Model Kooperatif Tipe Number Head Together (NHT) terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IX SMAN Meragi Tahu Pelajara 03/04. Pada peelitia ii megambil dua kelas sebagai sampel, satu kelas megguaka model NHT sebagai kelas eksperime da satu kelas megguaka pembelajara kovesioal sebagai kelas kotrol. Rekapitulasi data kedua kelas dari hasil peelitia tersebut, sebagai berikut: 47

48 No. Hasil Belajar Kelas Eksperime (X) Kelas Kotrol (X) No. Hasil Belajar Kelas Eksperime (X) Kelas Kotrol (X) Ujilah hipotesis yag meyataka bahwa hasil belajar matematika yag megguaka model NHT lebih baik daripada yag megguaka pembelajara kovesioal siswa kelas IX SMAN Meragi Tahu Pelajara 03/04! Guaka α = 5% da asumsika data berdistribusi ormal da homoge. 48

49 Lagkah : Meetuka hipotesis peelitia Peyelesaia Ho : Hasil belajar matematika megguaka model kooperatif tipe Number Head Together (NHT) sama dega yag megguaka pembelajara kovesioal siswa kelas IX SMAN Meragi tahu pelajara 03/04. Ha : Hasil belajar matematika megguaka model kooperatif tipe Number Head Together (NHT) lebih baik daripada yag megguaka pembelajara kovesioal siswa kelas IX SMAN Meragi tahu pelajara 03/04. 49

50 Lagkah : Meetuka hipotesis statistik Ho : µ = µ Ha : µ µ Peyelesaia Lagkah 3 : Meetuka kriteria pegujia hipotesis satu pihak kaa Jika t hitug t tabel maka Ho diterima Jika t hitug > t tabel maka Ho ditolak 50

51 Peyelesaia Lagkah 4 : Mecari ilai t hitug Terlebih dahulu idetifikasi ilai yag sudah ada, da hitug ilai rata-rata da stadar deviasi setiap kelompok sampel. Bisa dihitug secara maual atau megguaka program komputer. 5

52 Selajutya, ilai-ilai tersebut dimasuka ke dalam uji-t: t hitug ( ) ( ) - x - x. Peyelesaia t hitug 7,0-59,68 (30 )(8,93) (8 )(0,995) t hitug,5,6 4,777 5

53 Peyelesaia Dega megguaka program SPSS: 53

54 Peyelesaia Lagkah 5 : Mecari t tabel Taraf sigifikasi (α) = 0,05, uji satu pihak dk = + = = 56 Sehigga diperoleh t tabel =,674 dicari dega iterpolasi. 54

55 Peyelesaia Lagkah 6 : Membadigka t hitug dega t tabel Kriteria pegujia hipotesis: Jika t hitug t tabel maka Ho diterima Jika t hitug > t tabel maka Ho ditolak Teryata : Nilai t hitug > t tabel atau 4,777 >,674 maka Ho ditolak da Ha diterima. 55

56 Peyelesaia Uji Hipotesis dega Kurva Normal Baku Daerah Peerima Ho Daerah peolaka Ho α = 0,05 0,674 4,777 56

57 57

58 Cotoh: Sebuah peelitia utuk megetahui kemampua pealara matematis mahasiswa pada mata kuliah Statistika Iferesial dilakuka pretest da postest. Sampel radom diambil sebayak 0 orag, diperoleh sata sebagai berikut: Kemampua Pealara matematis Prestest postest Ujilah, apakah ada perbedaa kemampua pealara matematis mahasiswa pada mata kuliah Statistika Iferesial sebelum da sesudah dilakuka tes! 58

59 Peyelesaia:. Meetuka hipotesis peelitia H o : Tidak terdapat perbedaa kemampua pealara matematis mahasiswa pada mata kuliah Statistika Iferesial sebelum da sesudah dilakuka tes. H : Tidak terdapat perbedaa kemampua pealara matematis mahasiswa pada mata kuliah Statistika Iferesial sebelum da sesudah dilakuka tes. 59

60 Peyelesaia:. Meetuka hipotesis statistik H o : µ = µ H : µ µ 3. Meetuka kriteria pegujia Jika t hitug t tabel maka Ho diterima Jika t hitug > t tabel maka Ho ditolak 60

61 Peyelesaia: 4. Mecari ilai t hitug Membuat tabel peolog: Resp. X X X X X X A B C D E F G H I J Jumlah X X X X X X

62 Peyelesaia: Sebelumya dicari ilai-ilai sebagai berikut: a. Rata-rata ilai x da x : x x X x X ,6 x 77,

63 Peyelesaia: b. Stadar deviasi S da S : S X ( X ) S X ( X ) S (546) S (77) S 74,4888 8,63 S 96,3 4,0 63

64 Peyelesaia: c. Mecari korelasi: r xy ( N. x N. xy ( x) ( x).( y) ).( N. y ( y) ). r xy 0.(4504) (546).(77) {0.(3048) (546) }.{0.(6) (77) }. r xy ,60 0,374 64

65 Peyelesaia: d. Mecari ilai t hitug : t t hitug hitug t hitug S S (74,489) 0 -,5 4,46 x - x r. 5,99 S. (96,3) 0 S 54,6-77, 8,36 4,0 (0,374)

66 Peyelesaia: Mecari ilai t hitug dega SPSS: 66

67 Peyelesaia: Mecari ilai t hitug dega rumus yag lai: Diketahui: d = -,5 S = 3,47 = 0 t hitug d - μ S d 0 t hitug -,5-0 3,47 0 5,99 67

68 Peyelesaia: 5. Mecari ilai t tabel Dega megguaka α = 0,05 dk = = 8 uji dua pihak diperoleh ilai t tabel =,0 6. Membadigka t hitug dega t tabel Teryata t hitug < t tabel atau -5,99 <,0 maka H o diterima da H ditolak. 68

69 Peyelesaia: 7. Mearik kesimpula Karea t hitug < t tabel atau -5,99 <,0 maka H o diterima da H ditolak, artiya tidak terdapat perbedaa kemampua pealara matematis mahasiswa pada mata kuliah Statistika Iferesial sebelum da sesudah dilakuka tes 69

70 Si Yu Neks Taem See You Next Time 70

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 1 Natar Lampung Selatan.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 1 Natar Lampung Selatan. 9 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi Da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di MTs Muhammadiyah Natar Lampug Selata. Populasiya adalah seluruh siswa kelas VIII semester geap MTs Muhammadiyah Natar Tahu Pelajara

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur III. METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilakuka di SMA Negeri Way Jepara Kabupate Lampug Timur pada bula Desember 0 sampai dega Mei 03. B. Populasi da Sampel Populasi dalam

Lebih terperinci

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 89 BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH Dalam upaya mearik kesimpula da megambil keputusa, diperluka asumsi-asumsi da perkiraa-perkiraa. Secara umum hipotesis statistik merupaka peryataa megeai distribusi probabilitas

Lebih terperinci

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan BAB III METODE PENELITAN. Tempat Da Waktu Peelitia Peelitia dilakuka di SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo dega subject Peelitia adalah siswa kelas VIII. Pemiliha SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo. Adapu

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I 7 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia Populasi dalam peelitia ii adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I Kotaagug Tahu Ajara 0-03 yag berjumlah 98 siswa yag tersebar dalam 3

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Racaga Peelitia 1. Pedekata Peelitia Peelitia ii megguaka pedekata kuatitatif karea data yag diguaka dalam peelitia ii berupa data agka sebagai alat meetuka suatu keteraga.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode kuatitatif dega eksperime semu (quasi eksperimet desig). Peelitia ii melibatka dua kelas, yaitu satu

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. dalam tujuh kelas dimana tingkat kemampuan belajar matematika siswa

METODE PENELITIAN. dalam tujuh kelas dimana tingkat kemampuan belajar matematika siswa 19 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Badar Lampug tahu pelajara 2009/2010 sebayak 279 orag yag terdistribusi dalam tujuh

Lebih terperinci

A. Pengertian Hipotesis

A. Pengertian Hipotesis PENGUJIAN HIPOTESIS A. Pegertia Hipotesis Hipotesis statistik adalah suatu peryataa atau dugaa megeai satu atau lebih populasi Ada macam hipotesis:. Hipotesis ol (H 0 ), adalah suatu hipotesis dega harapa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014.

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu da Tempat Peelitia Peelitia dilaksaaka dari bula Agustus-September 03.Peelitia ii dilakuka di kelas X SMA Muhammadiyah Pekabaru semester gajil tahu ajara 03/04. B. Subjek

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia adalah suatu cara ilmiah utuk medapatka data dega tujua tertetu. Peelitia yag megagkat judul Efektivitas Tekik Permaia Pioy Heyo dalam

Lebih terperinci

PENGUJIAN HIPOTESIS. Atau. Pengujian hipotesis uji dua pihak:

PENGUJIAN HIPOTESIS. Atau. Pengujian hipotesis uji dua pihak: PENGUJIAN HIPOTESIS A. Lagkah-lagkah pegujia hipotesis Hipotesis adalah asumsi atau dugaa megeai sesuatu. Jika hipotesis tersebut tetag ilai-ilai parameter maka hipotesis itu disebut hipotesis statistik.

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia Populasi dalam peelitia ii adalah semua siswa kelas I MIA SMA Negeri 5 Badar Lampug Tahu Pelajara 04-05 yag berjumlah 48 siswa. Siswa tersebut

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI.1 Aalisis Regresi Istilah regresi pertama kali diperkealka oleh seorag ahli yag berama Facis Galto pada tahu 1886. Meurut Galto, aalisis regresi berkeaa dega studi ketergatuga dari suatu

Lebih terperinci

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai PENGUJIAN HIPOTESIS Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai ilai-ilai parameter populasi,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seputih Agung. Populasi dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seputih Agung. Populasi dalam 19 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di SMP Negeri 1 Seputih Agug. Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Seputih Agug sebayak 248 siswa

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 20 Bandar Lampung, dengan populasi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 20 Bandar Lampung, dengan populasi 5 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di SMPN 0 Badar Lampug, dega populasi seluruh siswa kelas VII. Bayak kelas VII disekolah tersebut ada 7 kelas, da setiap kelas memiliki

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. diinginkan. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu

III. METODOLOGI PENELITIAN. diinginkan. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia merupaka suatu cara tertetu yag diguaka utuk meeliti suatu permasalaha sehigga medapatka hasil atau tujua yag diigika. Meurut Arikuto (99 :

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tujua Peelitia Peelitia ii bertujua utuk megetahui apakah terdapat perbedaa hasil belajar atara pegguaa model pembelajara Jigsaw dega pegguaa model pembelajara Picture ad Picture

Lebih terperinci

Penyelesaian: Variables Entered/Removed a. a. Dependent Variable: Tulang b. All requested variables entered.

Penyelesaian: Variables Entered/Removed a. a. Dependent Variable: Tulang b. All requested variables entered. 2. Pelajari data dibawah ii, tetuka depede da idepede variabel serta : a) Hitug Sum of Square for Regressio (X) b) Hitug Sum of Square for Residual c) Hitug Meas Sum of Square for Regressio (X) d) Hitug

Lebih terperinci

Mata Kuliah: Statistik Inferensial

Mata Kuliah: Statistik Inferensial PENGUJIAN HIPOTESIS SAMPEL KECIL Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP Email: asyahza@yahoo.co.id DEFINISI Pegertia Sampel Kecil Sampel kecil yag jumlah sampel kurag dari 30, maka ilai stadar deviasi (s)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI MIA SMA Negeri 1 Kampar,

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI MIA SMA Negeri 1 Kampar, 45 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat da Waktu Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di kelas I MIA MA Negeri Kampar, pada bula April-Mei 05 semester geap Tahu Ajara 04/05 B. ubjek da Objek Peelitia ubjek dalam

Lebih terperinci

BAB III METOE PENELITIAN. penelitian ini, hanya menggunakan kelas eksperimen tanpa adanya kelas

BAB III METOE PENELITIAN. penelitian ini, hanya menggunakan kelas eksperimen tanpa adanya kelas BAB III METOE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia ii adalah peelitia eksperime. Karea pada peelitia ii, haya megguaka kelas eksperime tapa adaya kelas cotrol. Peelitia ii megguaka pedekata kuatitatif.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peelitia Peelitia ii megguaka metode peelitia Korelasioal. Peelitia korelasioaal yaitu suatu metode yag meggambarka secara sistematis da obyektif tetag hubuga atara

Lebih terperinci

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto. Statistika

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto. Statistika Wed 6/0/3 ETIMAI (PENDUGAAN TATITIK) Ir. Tito Adi Dewato tatistika Deskriptif Iferesi Estimasi Uji Hipotesis Titik Retag Estimasi da Uji Hipotesis Dilakuka setelah peelitia dalam tahap pegambila suatu

Lebih terperinci

JENIS PENDUGAAN STATISTIK

JENIS PENDUGAAN STATISTIK ENDUGAAN STATISTIK ENDAHULUAN Kosep pedugaa statistik diperluka utuk membuat dugaa dari gambara populasi. ada pedugaa statistik dibutuhka pegambila sampel utuk diaalisis (statistik sampel) yag ati diguaka

Lebih terperinci

1. Uji Dua Pihak. mis. Contoh :

1. Uji Dua Pihak. mis. Contoh : . Uji Dua Pihak H 0 H a : : Cotoh : mis : mea kelas Lab mea kelas tapa lab Ho : Tidak ada perbedaa kemampua hasil belajar biologi siswa atara yag belajar melalui media laboratorium dega yag tidak. Ha :

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 6 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desai Peelitia Meurut Kucoro (003:3): Peelitia ilmiah merupaka usaha utuk megugkapka feomea alami fisik secara sistematik, empirik da rasioal. Sistematik artiya proses yag

Lebih terperinci

STATISTICS. Hanung N. Prasetyo Week 11 TELKOM POLTECH/HANUNG NP

STATISTICS. Hanung N. Prasetyo Week 11 TELKOM POLTECH/HANUNG NP STATISTICS Haug N. Prasetyo Week 11 PENDAHULUAN Regresi da korelasi diguaka utuk megetahui hubuga dua atau lebih kejadia (variabel) yag dapat diukur secara matematis. Ada dua hal yag diukur atau diaalisis,

Lebih terperinci

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 19 3 METODE PENELITIAN 3.1 Keragka Pemikira Secara rigkas, peelitia ii dilakuka dega tiga tahap aalisis. Aalisis pertama adalah megaalisis proses keputusa yag dilakuka kosume dega megguaka aalisis deskriptif.

Lebih terperinci

Ukuran Pemusatan. Pertemuan 3. Median. Quartil. 17-Mar-17. Modus

Ukuran Pemusatan. Pertemuan 3. Median. Quartil. 17-Mar-17. Modus -Mar- Ukura Pemusata Pertemua STATISTIKA DESKRIPTIF Statistik deskripti adalah pegolaha data utuk tujua medeskripsika atau memberika gambara terhadap obyek yag diteliti dega megguaka sampel atau populasi.

Lebih terperinci

REGRESI LINIER GANDA

REGRESI LINIER GANDA REGRESI LINIER GANDA Secara umum, data hasil pegamata Y bisa terjadi karea akibat variabelvariabel bebas,,, k. Aka ditetuka hubuga atara Y da,,, k sehigga didapat regresi Y atas,,, k amu masih meujukka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tujua Peelitia Tujua yag igi dicapai dalam peelitia ii adalah:. Utuk megetahui perbedaa hasil belajar atara model pembelajara tutor sebaya dalam kelompok kecil dega model pembelajara

Lebih terperinci

Makalah ANALISIS REGRESI DAN REGRESI GANDA

Makalah ANALISIS REGRESI DAN REGRESI GANDA 1 Makalah ANALISIS REGRESI DAN REGRESI GANDA Disusu oleh : 1. Rudii mulya ( 41610010035 ). Falle jatu awar try ( 41610010036 ) 3. Novia ( 41610010034 ) Tekik Idustri Uiversitas Mercu Buaa Jakarta 010 Rudii

Lebih terperinci

Statistika 2. Pengujian Hipotesis. 1. Pendahuluan. Topik Bahasan: Oleh : Edi M. Pribadi, SP., MSc.

Statistika 2. Pengujian Hipotesis. 1. Pendahuluan. Topik Bahasan: Oleh : Edi M. Pribadi, SP., MSc. Statistika Toik Bahasa: Pegujia Hiotesis Oleh : Edi M. Pribadi, SP., MSc. E-mail: edi_m@staff.guadarma.ac.id. Pedahulua Hiotesis eryataa yag meruaka edugaa berkaita dega ilai suatu arameter oulasi (satu

Lebih terperinci

SEBARAN t dan SEBARAN F

SEBARAN t dan SEBARAN F SEBARAN t da SEBARAN F 1 Tabel uji t disebut juga tabel t studet. Sebara t pertama kali diperkealka oleh W.S. Gosset pada tahu 1908. Saat itu, Gosset bekerja pada perusahaa bir Irladia yag melarag peerbita

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan kemampuan berpikir kreatif dengan menggunakan dua model

BAB III METODE PENELITIAN. dengan kemampuan berpikir kreatif dengan menggunakan dua model 3 BAB III METODE PENELITIAN A. Jei Peelitia Tujua peelitia ii yaki membadigka kemampua berpikir kriti dega kemampua berpikir kreatif dega megguaka dua model pembelajara yaitu model pembelajara berbai maalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum metode peelitia diartika sebagai cara ilmiah utuk medapatka data dega tujua da keguaa tertetu. Cara ilmiah berarti kegiata peelitia itu didasarka pada ciri-ciri keilmua,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metodologi peelitia berasal dari kata metode yag artiya cara yag tepat utuk melakuka sesuatu, da logos yag artiya ilmu atau pegetahua. Jadi metodologi artiya cara melakuka sesuatu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk pengampilan data dilakukan pada bulan Juli tahun 2013, tahun ajaran 2013/2014.

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk pengampilan data dilakukan pada bulan Juli tahun 2013, tahun ajaran 2013/2014. BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat da Waktu Peelitia Peelitia dilaksaaka di SMAN Siak Hulu pada kelas I IPA semester gajil. Utuk pegampila data dilakuka pada bula Juli tahu 03, tahu ajara 03/04. B. Objek

Lebih terperinci

Chapter 7 Student Lecture Notes 7-1

Chapter 7 Student Lecture Notes 7-1 Chapter 7 Studet Lecture Notes 7-1 DASAR-DASAR UJI Hipotesis: Hipo (di bawah) da Tesis (peryataa yag telah diuji) Hipotesis Statistik:suatu proposisi atau aggapa megeai parameter populasi yag dapat diuji

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN

III. METODELOGI PENELITIAN III. METODELOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia merupaka suatu cara tertetu yag diguaka utuk meeliti suatu permasalaha sehigga medapatka hasil atau tujua yag diigika, meurut Arikuto (998:73)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi,

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi, BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah peelitia korelasi, yaitu suatu metode yag secara sistematis meggambarka tetag hubuga pola asuh orag tua dega kosep

Lebih terperinci

BAB 6: ESTIMASI PARAMETER (2)

BAB 6: ESTIMASI PARAMETER (2) Bab 6: Estimasi Parameter () BAB 6: ESTIMASI PARAMETER (). ESTIMASI PROPORSI POPULASI Proporsi merupaka perbadiga atara terjadiya suatu peristiwa dega semua kemugkiaa peritiwa yag bisa terjadi. Besara

Lebih terperinci

1. Pendahuluan. Materi 3 Pengujuan Hipotesis

1. Pendahuluan. Materi 3 Pengujuan Hipotesis Materi 3 Pegujua Hiotesis. Pedahulua Hiotesis eryataa yag meruaka edugaa berkaita dega ilai suatu arameter oulasi (satu atau lebih oulasi) Kebeara suatu hiotesis diuji dega megguaka statistik samel hiotesis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi da objek peelitia Lokasi peelitia dalam skripsi ii adalah area Kecamata Pademaga, alasa dalam pemiliha lokasi ii karea peulis bertempat tiggal di lokasi tersebut sehigga

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilakukan bermaksud mengetahui Pengaruh Metode Discovery Learning

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilakukan bermaksud mengetahui Pengaruh Metode Discovery Learning 4 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii digologka ke dalam peelitia eksperime. Eksperime yag dilakuka bermaksud megetahui Pegaruh Metode Discovery Learig terhadap Kemampua Pemecaha

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yaitu BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode korelasioal, yaitu Peelitia korelasi bertujua utuk meemuka ada atau tidakya hubuga atara dua variabel atau

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di 4 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia ii adalah siswa kelas VIII (delapa) semester gajil di SMP Xaverius 4 Badar Lampug tahu ajara 0/0 yag berjumlah siswa terdiri dari

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Variabel X merupakan variabel bebas adalah kepemimpinan dan motivasi,

III. METODE PENELITIAN. Variabel X merupakan variabel bebas adalah kepemimpinan dan motivasi, 7 III. METODE PENELITIAN 3.1 Idetifikasi Masalah Variabel yag diguaka dalam peelitia ii adalah variabel X da variabel Y. Variabel X merupaka variabel bebas adalah kepemimpia da motivasi, variabel Y merupaka

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Bukit Kemuning Tahun Pelajaran

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Bukit Kemuning Tahun Pelajaran 6 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di SMP Negeri 3 Bukit Kemuig Tahu Pelajara 0/0. Populasi peelitia ii adalah seluruh kelas VII yag terdiri dari 4 kelas yaitu VII-A,

Lebih terperinci

Biostatistics UJI CHI-SQUARE UJI HIPOTESIS CHI-SQUARE

Biostatistics UJI CHI-SQUARE UJI HIPOTESIS CHI-SQUARE Biostatistics UJI CHI-SQUARE I N T A N Y U S U F H A B I B I E, S. G Z - Ilmu statistik tidak haya membatu kita utuk medeskripsika data secara rigkas, tapi juga dapat diguaka utuk meguji hipotesa. - Hipotesa

Lebih terperinci

9 Departemen Statistika FMIPA IPB

9 Departemen Statistika FMIPA IPB Supleme Resposi Pertemua ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351 9 Departeme Statistika FMIPA IPB Pokok Bahasa Sub Pokok Bahasa Referesi Waktu Pegatar Aalisis utuk Data Respo Kategorik Data respo kategorik Sebara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif, karena

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif, karena 7 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii merupaka jeis peelitia deskriptif-kuatitatif, karea melalui peelitia ii dapat dideskripsika fakta-fakta yag berupa kemampua siswa kelas VIII SMP

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif. Kerangka acuan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif. Kerangka acuan dalam penelitian ini adalah metode penelitian BAB II METODOLOGI PEELITIA 2.1. Betuk Peelitia Betuk peelitia dapat megacu pada peelitia kuatitatif atau kualitatif. Keragka acua dalam peelitia ii adalah metode peelitia kuatitatif yag aka megguaka baik

Lebih terperinci

STATISTIKA NON PARAMETRIK

STATISTIKA NON PARAMETRIK . PENDAHULUAN STATISTIKA NON PARAMETRIK Kelebiha Uji No Parametrik: - Perhituga sederhaa da cepat - Data dapat berupa data kualitatif (Nomial atau Ordial) - Distribusi data tidak harus Normal Kelemaha

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28 5 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Peelitia da Waktu Peelitia Sehubuga dega peelitia ii, lokasi yag dijadika tempat peelitia yaitu PT. Siar Gorotalo Berlia Motor, Jl. H. B Yassi o 8 Kota Gorotalo.

Lebih terperinci

Uji apakah ada perbedaan signifikan antara mean masing-masing laboratorium. Gunakan α=0.05.

Uji apakah ada perbedaan signifikan antara mean masing-masing laboratorium. Gunakan α=0.05. MA 8 STATISTIKA DASAR SEMESTER I /3 KK STATISTIKA, FMIPA ITB UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) Sei, Desember, 9.3.3 WIB ( MENIT) Kelas. Pegajar: Utriwei Mukhaiyar, Kelas. Pegajar: Sumato Wiotoharjo Jawablah pertayaa

Lebih terperinci

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua BAB IV METODE PENELITlAN 4.1 Racaga Peelitia Racaga atau desai dalam peelitia ii adalah aalisis komparasi, dua mea depede (paired sample) yaitu utuk meguji perbedaa mea atara 2 kelompok data. 4.2 Populasi

Lebih terperinci

PENGUJIAN HIPOTESA BAB 7

PENGUJIAN HIPOTESA BAB 7 PENGUJIAN IPOTESA BAB 7 Pedahulua ipotesis ( upo : lemah, Thesis : peryataa ) Diartika :. Peryataa yag masih lemah kebearaya da perlu dibuktika. Dugaa yag sifatya masih semetara ipotesis ii perlu utuk

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. kelas VIII semester ganjil SMP Sejahtera I Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011

III. METODE PENELITIAN. kelas VIII semester ganjil SMP Sejahtera I Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011 III. METODE PENELITIAN A. Latar Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia yag megguaka total sampel yaitu seluruh siswa kelas VIII semester gajil SMP Sejahtera I Badar Lampug tahu pelajara 2010/2011 dega

Lebih terperinci

BAB VIII MASALAH ESTIMASI SATU DAN DUA SAMPEL

BAB VIII MASALAH ESTIMASI SATU DAN DUA SAMPEL BAB VIII MASAAH ESTIMASI SAT DAN DA SAMPE 8.1 Statistik iferesial Statistik iferesial suatu metode megambil kesimpula dari suatu populasi. Ada dua pedekata yag diguaka dalam statistik iferesial. Pertama,

Lebih terperinci

REGRESI LINIER DAN KORELASI. Variabel bebas atau variabel prediktor -> variabel yang mudah didapat atau tersedia. Dapat dinyatakan

REGRESI LINIER DAN KORELASI. Variabel bebas atau variabel prediktor -> variabel yang mudah didapat atau tersedia. Dapat dinyatakan REGRESI LINIER DAN KORELASI Variabel dibedaka dalam dua jeis dalam aalisis regresi: Variabel bebas atau variabel prediktor -> variabel yag mudah didapat atau tersedia. Dapat diyataka dega X 1, X,, X k

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORITIS

BAB II TINJAUAN TEORITIS BAB II TINJAUAN TEORITIS.1 Pegertia-pegertia Lapaga pekerjaa adalah bidag kegiata dari pekerjaa/usaha/ perusahaa/kator dimaa seseorag bekerja. Pekerjaa utama adalah jika seseorag haya mempuyai satu pekerjaa

Lebih terperinci

BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL)

BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL) BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL) Setiap peelitia selalu berkeaa dega sekelompok data. Yag dimaksud kelompok disii adalah: Satu orag mempuyai sekelompok data, atau sekelompok orag mempuyai satu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PENDAHULUAN. Latar Belakag Didalam melakuka kegiata suatu alat atau mesi yag bekerja, kita megeal adaya waktu hidup atau life time. Waktu hidup adalah lamaya waktu hidup suatu kompoe atau uit pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian, terlebih dahulu menentukan desain

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian, terlebih dahulu menentukan desain BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desai Peelitia Dalam melakuka peelitia, terlebih dahulu meetuka desai peelitia yag aka diguaka sehigga aka mempermudah proses peelitia tersebut. Desai peelitia yag diguaka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Metodologi megadug maka yag lebih luas meyagkut prosedur da cara melakuka verifikasi data yag diperluka utuk memecahka atau mejawab masalah peelitia, termasuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendapat perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran TSTS (Two Stay

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendapat perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran TSTS (Two Stay A III METODOLOGI PENELITIAN Peelitia ii adalah peelitia eksperime yag dilakuka terhadap dua kelas, yaitu kelas eksperime da kotrol. Dimaa kelas eksperime aka medapat perlakua dega megguaka model pembelajara

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Sukardi, (2003:17) Metodologi penelitian adalah cara yang

III. METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Sukardi, (2003:17) Metodologi penelitian adalah cara yang 5 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Meurut Sukardi, (003:7) Metodologi peelitia adalah cara yag dilakuka secara sistematis megikuti atura-atura, direcaaka oleh para peeliti utuk memecahka permasalaha

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakag Permasalaha Matematika merupaka Quee ad servat of sciece (ratu da pelaya ilmu pegetahua). Matematika dikataka sebagai ratu karea pada perkembagaya tidak tergatug pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMA N 10 Pekanbaru, semester

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMA N 10 Pekanbaru, semester 3 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu da Tempat Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di kelas X MA N 0 Pekabaru, semester tahu ajara 03/04. Waktu pegambila data dilaksaaka pada bula eptember 03. B. Objek da

Lebih terperinci

DISTRIBUSI SAMPLING (Distribusi Penarikan Sampel)

DISTRIBUSI SAMPLING (Distribusi Penarikan Sampel) DISTRIBUSI SAMPLING (Distribusi Pearika Sampel) I. PENDAHULUAN Bidag Iferesia Statistik membahas geeralisasi/pearika kesimpula da prediksi/ peramala. Geeralisasi da prediksi tersebut melibatka sampel/cotoh,

Lebih terperinci

Pengujian Normal Multivariat T 2 Hotteling pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi IPM di Jawa Timur dan Jawa Barat Tahun 2007

Pengujian Normal Multivariat T 2 Hotteling pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi IPM di Jawa Timur dan Jawa Barat Tahun 2007 1 Peguia Normal Multivariat T Hottelig pada Faktor-Faktor yag Mempegaruhi IPM di Jawa Timur da Jawa Barat Tahu 007 Dedi Setiawa, Zuy Iesa Pratiwi, Devi Lidasari, da Sati Puteri Rahayu Jurusa Statistika,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa III. METODE PENELITIAN A. Settig Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia tidaka kelas yag dilaksaaka pada siswa kelas VIIIB SMP Muhammadiyah 1 Sidomulyo Kabupate Lampug Selata semester geap tahu pelajara

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. deskriptif kuantitatif bertujuan untuk menjelaskan hasil penelitian yang disajikan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. deskriptif kuantitatif bertujuan untuk menjelaskan hasil penelitian yang disajikan 3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia ii tergolog peelitia deskriptif kuatitatif. Peelitia deskriptif kuatitatif bertujua utuk mejelaska hasil peelitia yag disajika dalam betuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa 54 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia deskriptif dega pedekata kuatitatif karea bertujua utuk megetahui kompetesi pedagogik mahasiswa setelah megikuti mata kuliah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia yag dilakuka dalam peelitia ii adalah peelitia korelasioal. Peelitia korelasioal pada peelitia ii bertujua utuk megetahui adaya hubuga atara bakat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan deteksi dan tracking obyek dibutuhkan perangkat

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan deteksi dan tracking obyek dibutuhkan perangkat BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Kebutuha Sistem Sebelum melakuka deteksi da trackig obyek dibutuhka peragkat luak yag dapat meujag peelitia. Peragkat keras da luak yag diguaka dapat dilihat pada Tabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. objek penelitian yang penulis lakukan adalah Beban Operasional susu dan Profit

BAB III METODE PENELITIAN. objek penelitian yang penulis lakukan adalah Beban Operasional susu dan Profit BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Peelitia Objek peelitia merupaka sasara utuk medapatka suatu data. Jadi, objek peelitia yag peulis lakuka adalah Beba Operasioal susu da Profit Margi (margi laba usaha).

Lebih terperinci

Bab III Metoda Taguchi

Bab III Metoda Taguchi Bab III Metoda Taguchi 3.1 Pedahulua [2][3] Metoda Taguchi meitikberatka pada pecapaia suatu target tertetu da meguragi variasi suatu produk atau proses. Pecapaia tersebut dilakuka dega megguaka ilmu statistika.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jeis da Desai Peelitia Jeis peelitia ii adalah kuasi eskperime (Quasi-Experimetal Research). Kuasi eksperime merupaka sebuah eksperime semu dalam sebuah peelitia kerea melibatka

Lebih terperinci

Distribusi Sampling (Distribusi Penarikan Sampel)

Distribusi Sampling (Distribusi Penarikan Sampel) Distribusi Samplig (Distribusi Pearika Sampel) 1. Pedahulua Bidag Iferesia Statistik membahas geeralisasi/pearika kesimpula da prediksi/ peramala. Geeralisasi da prediksi tersebut melibatka sampel/cotoh,

Lebih terperinci

Statistika Inferensial

Statistika Inferensial Cofidece Iterval Ara Fariza Statistika Iferesial Populasi Sampel Simpulka (estimasi) tetag parameter Medapatka statistik Estimasi: estimasi titik, estimasi iterval, uji hipotesa 2 1 Proses Estimasi Populasi

Lebih terperinci

Pendugaan Parameter. Debrina Puspita Andriani /

Pendugaan Parameter. Debrina Puspita Andriani    / Pedugaa Parameter 7 Debria Puspita Adriai E-mail : debria.ub@gmail.com / debria@ub.ac.id Outlie Pedahulua Pedugaa Titik Pedugaa Iterval Pedugaa Parameter: Kasus Sampel Rataa Populasi Pedugaa Parameter:

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI ANALISIS DATA A. Dekripi Data Peelitia ii megguaka peelitia ekperime, ubyek peelitiaya dibedaka mejadi dua kela, yaitu kela kotrol da kela ekperime. Kela kotrol pada peelitia ii merupaka

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Disai Peelitia Tujua Jeis Peelitia Uit Aalisis Time Horiso T-1 Assosiatif survey Orgaisasi Logitudial T-2 Assosiatif survey Orgaisasi Logitudial T-3 Assosiatif survey Orgaisasi

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilakuka di Kawasa Patai Ayer, Kabupate Serag Provisi Bate. Lokasi ii dipilih secara segaja atau purposive karea Patai Ayer merupaka salah

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN. Metodelogi adalah sekumpulan prosedur yang terdokumentasi. dalam penelitian. Soekidjo Notoatmodjo, (2002:29)

III. METODELOGI PENELITIAN. Metodelogi adalah sekumpulan prosedur yang terdokumentasi. dalam penelitian. Soekidjo Notoatmodjo, (2002:29) III. METODELOGI PENELITIAN A. Metodelogi Peelitia Metodelogi adalah sekumpula prosedur yag terdokumetasi medefiisika siklus pemecaha masalah atau pegembagaya da meetuka bagaimaa sistem aka dibagu metodelogi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia yag diguaka adalah peelitia kuasi eksperime. Meurut Suharsimi Arikuto (000: 7) peelitia eksperime merupaka peelitia yag dimaksudka utuk megetahui

Lebih terperinci

Efektivitas Model Pengajaran Langsung Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas VIII SMP Kristen Dende. Rubianus. Abstrak

Efektivitas Model Pengajaran Langsung Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas VIII SMP Kristen Dende. Rubianus. Abstrak Efektivitas Model Pegajara Lagsug Dalam Pembelajara Matematika Pada iswa Kelas VIII MP Kriste Dede Rubiaus Abstrak Model pegajara lagsug merupaka suatu pedekata megajar yag dapat membatu siswa mempelajari

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian TINJAUAN PUSTAKA Pegertia Racaga peelitia kasus-kotrol di bidag epidemiologi didefiisika sebagai racaga epidemiologi yag mempelajari hubuga atara faktor peelitia dega peyakit, dega cara membadigka kelompok

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A III METODE PENELITIAN A. TUJUAN PENELITIAN erdasarka rumusa masalah di atas maka secara operasioal tujua peelitia ii adalah utuk megetahui efektivitas pemberia tugas da resitasi terhadap hasil matematika

Lebih terperinci

BAB 7 MOMEN, KEMIRINGAN DAN KERUNCINGAN

BAB 7 MOMEN, KEMIRINGAN DAN KERUNCINGAN BAB 7 MOMEN, KEMIRINGAN DAN KERUNCINGAN A. Mome Misalka diberika variable x dega harga- harga : x, x,., x. Jika A = sebuah bilaga tetap da r =,,, maka mome ke-r sekitar A, disigkat m r, didefiisika oleh

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 8 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode ex post facto. Ada dua variabel dalam proses peelitia ii yaitu variabel bebas (variabel ) adalah

Lebih terperinci

Masih ingat beda antara Statistik Sampel Vs Parameter Populasi? Perhatikan tabel berikut: Ukuran/Ciri Statistik Sampel Parameter Populasi.

Masih ingat beda antara Statistik Sampel Vs Parameter Populasi? Perhatikan tabel berikut: Ukuran/Ciri Statistik Sampel Parameter Populasi. Distribusi Samplig (Distribusi Pearika Sampel). Pedahulua Bidag Iferesia Statistik membahas geeralisasi/pearika kesimpula da prediksi/ peramala. Geeralisasi da prediksi tersebut melibatka sampel/cotoh,

Lebih terperinci

Distribusi Pendekatan (Limiting Distributions)

Distribusi Pendekatan (Limiting Distributions) Distribusi Pedekata (Limitig Distributios) Ada 3 tekik utuk meetuka distribusi pedekata: 1. Tekik Fugsi Distribusi Cotoh 2. Tekik Fugsi Pembagkit Mome Cotoh 3. Tekik Teorema Limit Pusat Cotoh Fitriai Agustia,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Bandar

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Bandar 7 III. METDE PENELITIAN A. Populai Peelitia Populai peelitia ii yaitu eluruh iwa kela MA Negeri Badar Lampug dega ampel kela, pada emeter geap Tahu Pelajara 0/0. B. ampel Peelitia Tekik pegambila ampel

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 12

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 12 7 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri Badar Lampug Semester Geap Tahu Pelajara 0/0, yag terdiri dari 9 kelas. Dalam peelitia

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. disengaja ditimbulkan oleh peneliti (Arikunto, 2006:3). Dengan cara ini peneliti sengaja

METODOLOGI PENELITIAN. disengaja ditimbulkan oleh peneliti (Arikunto, 2006:3). Dengan cara ini peneliti sengaja III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode eksperime. Eksperime adalah cara utuk mecari hubuga sebab akibat atara dua faktor yag disegaja

Lebih terperinci