SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMINDAHAN TUGAS KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROFIE MATCHING (STUDI KASUS: PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III MEDAN)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMINDAHAN TUGAS KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROFIE MATCHING (STUDI KASUS: PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III MEDAN)"

Transkripsi

1 elita Infrmatika udi Darma, Vlume : IV, mr:, Agustus ISS : 945 SISEM EDUUG EUUSA EMIDAHA UGAS ARYAWA DEGA MEGGUAA MEODE ROIE MACHIG (SUDI ASUS:. EREUA USAARA III MEDA) Muhammad Ardiansyah Damanik (9775) Mahasiswa rgram Studi eknik Infrmatika SMI udi Darma Medan Jl. Sisingamangaraja. 8 Sp. imun Medan http : // ASRA emindahan tugas karyawan dengan dukungan sistem pendukung keputusan merupakan salah satu implementasi perkembangan teknlgi infrmasi. enelitian ini menggunakan metde prfile matching dalam sistem pendukung keputusan. riteria yang digunakan pada sistem pendukung keputusan pemindahan tugas karyawan ini adalah : intelektual dan sikap kerja. Hasil penelitian ini adalah menghasilkan urutan rangking dari caln karyawan yang memiliki kinerja yang baik yang telah diseleksi, dan utput dari aplikasi tersebut dapat membantu pengambil keputusan (decissin maker) dalam memilih alternatif pemindahan tugas karyawan. ata unci : Sistem endukung eputusan, rfile Matching,, indah ugas.. endahuluan.. atar elakang emajuan dan kualitas suatu perusahaan dalam mencapai tujuan sangat dipengaruhi leh sumber daya manusia di dalam suatu rganisasi perusahaan tersebut. emindahan tugas sangat perlu dilakukan sebagai perencanaan karir pegawai dan juga untuk meremajakan suatu psisi jabatan. Ditentukannya suatu kriteriakriteria dalam pemindahan tugas karyawan tidak terlepas dari tujuan agar karyawan yang akan dipindahkan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. erkadang prses pemindahan tugas dan perencanaan karir di dalam suatu perusahaan hanya berdasarkan dari beberapa aspek saja yaitu tingkat pendidikan, lamanya waktu bekerja dan glngan. amun beberapa aspek tersebut tidaklah cukup untuk menpang berhasilnya suatu pengambilan keputusan yang tepat. Dengan sistem pengambilan keputusan yang baik maka akan menghasilkan suatu pengambilan keputusan yang baik pula. enelitian ini penulis lakukan di. erkebunan usantara III, diharapkan mewakili prblem yang penulis teliti. Salah satu masalah yang penulis teliti adalah tentang pemindahan tugas yang sesuai dengan kriteria yang ada. Jika terjadi rencana pemindahan tugas pada sektr daerah tertentu maka pemilihan pegawai yang tepat untuk dipsisikan dalam daerah tersebut dapat dilakukan dengan menganalisis karyawankaryawan sesuai dengan kriteria jabatan dan daerah yang akan dipimpin. restasi dan ptensi pegawai dapat terlihat ketika pegawai tersebut telah berkmpetisi sesuai dengan tugas dan pekerjaan yang dimilikinya. Agar pegawai dapat melaksanakan tugas dan peran pada jabatan di daerah yang didudukinnya secara tepat dan prduktif, pegawai harus memiliki beberapa kriteria seperti pengetahuan, ketrampilan, sikap dan perilaku yang baik. Sistem pengambilan keputusan ini dibangun untuk membantu perusahaan dalam prses pemindahan tugas karyawan yang memiliki kinerja baik. aryawan yang berkinerja baik akan dipindah tugaskan guna menjaga keseimbangan antara tenaga kerja dengan kmpsisi pekerjaan atau jabatan... erumusan Masalah Adapun rumusan masalah sistem pendukung keputusan pemindahan tugas karyawan sebagai berikut :. agaimana prses pemindahan tugas karyawan pada III?. agaimana menerapkan metde rfile Matching dalam sistem pendukung keputusan pemindahan tugas karyawan?. agaimana merancang sistem pendukung keputusan pemindahan tugas karyawan pada III dengan menggunakan metde rfile Matching?.. atasan Masalah Dalam penelitian ini penulis membatasi permasalahan yang akan dibahas, yaitu :. emindahan tugas karyawan untuk karyawan yang berkinerja baik.. Ditujukan untuk karyawan yang berkedudukan sebagai Manager.. Sistem yang dibuat akan lebih bersifat untuk membantu perusahaan. 4. emindahan tugas karyawan karena alasan alih tugas prduktif. Sistem endukung eputusan emindahan ugas aryawan Dengan Menggunakan Metde rfie Matching (Studi asus:. erkebunan usantara III Medan). Oleh : Muhammad Ardiansyah Damanik

2 elita Infrmatika udi Darma, Vlume : IV, mr:, Agustus ISS : Sistem pendukung keputusan dengan menggunakan bahasa pemrgraman Visual asic.e 8..4 ujuan dan Manfaat enelitian.4.. ujuan enelitian Adapun tujuan penulis membuat sistem pendukung keputusan pemindahan tugas karyawan yang dilakukan pada.erkebunan usantara III (erser) Medan, yaitu :. Untuk mengetahui prses pemindahan tugas karyawan pada.erkebunan usantara III (erser) Medan. Untuk menerapkan metde rfile Matching dalam Sistem endukung eputusan pemindahan tugas karyawan dengan menggunakan metde rfile Matcing.. Untuk merancang Sistem endukung engambilan eputusan pemindahan tugas karyawan pada.erkebunan usantara III (erser) Medan..4. Manfaat enelitian Adapun manfaat sistem pendukung keputusan emindahan ugas aryawan ini adalah:. Membantu perusahaan dalam prses pemindahan tugas karyawan.. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi Direktur Utama dalam prses pengambilan keputusan pemindahan tugas karyawan. Dapat mengptimalkan kinerja Direktur Utama dalam pengambilan keputusan pemindahan tugas karyawan.. andasan eri.. Sistem Suatu kesatuan prsedur atau kmpnen yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya, bekerja bersamasama sesuai dengan aturan yang diterapkan sehingga membentuk suatu tujuan yang sama, di mana dalam sebuah sistem bila terjadi satu bagian saja yang tidak bekerja atau rusak maka suatu tujuan bisa terjadi kesalahan hasilnya atau utputnya. Sistem merupakan kumpulan elemen yang saling berkaitan yang bertanggung jawab memprses masukan (input) sehingga menghasilkan keluaran (utput) (usrini, nsep Dan Aplikasi Sistem endukung eputusan,, 7).. rfile Matching rfile Matching merupakan suatu prses yang sangat penting dalam manajemen SDM di mana terlebih dahulu ditentukan kmpetensi (kemampuan) yang diperlukan leh suatu jabatan. mpetensi kemampuan tersebut haruslah dapat dipenuhi leh pemegang atau caln yang akan dinilai kinerjanya. Dalam prses rfile Matching secara garis besar merupakan prses membandingkan antara kmpetensi individu ke dalam kmpetensi jabatan sehingga dapat diketahui perbedaan kmpetensinya (disebut juga gap), Semakin kecil gap yang dihasilkan maka bbt nilainya semakin besar berarti memiliki peluang lebih besar untuk karyawan menempati psisi tersebut (urban dan Arnsn, 995)... enyelesaian emindahan ugas aryawan dengan Metde rfile Matching Untuk menganalisis karyawan yang sesuai dengan kriteria tertentu dilakukan dengan metde rfile Matching, di mana dalam prses ini terlebih dahulu kita menentukan kmpetensi (kemampuan) yang diperlukan leh suatu jabatan. Dalam prses rfile Matching secara garis besar merupakan prses membandingkan antara kmpetensi individu ke dalam kmpetensi pemindahan tugas sehingga dapat diketahui perbedaan kmpetensinya (disebut juga gap). ersyaratan wajib karyawan untuk menjadi kandidat yang akan diajukan untuk dipilih dan ditentukan karyawan mana yang memenuhi kriteria adalah di mana hasil pint kerja harus memenuhi syarat wajib dan syarat tersebut adalah hasil pint tersebut dapat dilihat melalui hasil kinerjanya selama bekerja di perusahan tersebut, dan untuk lebih jelasnya kriteria pint dapat dijelaskan sebagai berikut:. Hasil kinerja sangat tidak memuaskan. Hasil kinerja tidak memuaskan. Hasil kinerja cukup memuaskan 4. Hasil kinerja memuaskan 5. Hasil kinerja sangat memuaskan (Sumber : urban dan Arnsn, 995).4. erhitungan Gap mpetensi Setelah prses pemilihan kandidat, prses berikutnya adalah menentukan kandidat mana yang paling cck menduduki tempat sebagai karyawan yang memiliki kinerja yang baik yang diajukan leh perusahaan. Dalam kasus ini penulis menggunakan perhitungan pemetaan gap kmpetensi di mana yang dimaksud dengan gap disini adalah beda antara prfile pemindahan tugas dengan prfil karyawan atau dapat ditunjukkan pada rumus di bawah ini (usrini, M.m, nsep Dan Aplikasi Sistem endukung eputusan, 56, 7). : Gap = rfil aryawan rfil Jabatan.. (). erancangan.. erhitungan emetaan GA mpetensi Dalam kasus ini penulis menggunakan perhitungan pemetaan gap kmpetensi di mana yang dimaksud dengan gap di sini adalah beda antara prfil penilaian kinerja dengan prfile karyawan atau dapat ditunjukkan pada rumus di bawah ini: Sistem endukung eputusan emindahan ugas aryawan Dengan Menggunakan Metde rfie 4 Matching (Studi asus:. erkebunan usantara III Medan). Oleh : Muhammad Ardiansyah Damanik

3 elita Infrmatika udi Darma, Vlume : IV, mr:, Agustus ISS : erhitungan emetaan GA mpetensi erdasarkan AspekAspek Untuk perhitungan pemilihan karyawan pengumpulan gapgap yang terjadi itu sendiri pada tiap aspeknya mempunyai perhitungan yang berbedabeda, tergantung pada jumlah dan pengelmpkkan kriteria yang ada pada aspekaspek tersebut. berikut pada tabel : abel : eterangan Sub Aspek riteria riteria eterangan Sub riteria Aspek apasitas p : endidikan Intelektual VI : Verbalisasi Ide S : Sistematika erfikir SR : enalaran dan Slusi Real : nsentrasi : gika raktis : leksibilitas erfikir I : Imajinasi reatif A : Antisipasi IQ : tensi ecerdasan Aspek Sikap erja : ama ekerja J : etelitian dan anggung Jawab H : ehatihatian E : Etika D : Drngan erprestasi V : Vitalitas dan erencana Di mana nilai aspek sub kriterianya adalah sebagai berikut : abel : ilai Aspek sub kriterianya ilai Sub riteria : idak Memenui Syarat : urang : Cukup 4 : aik 5 : Sangat aik prfil penilaian kinerja untuk masingmasing aspeknya dimana dalam aspek kapasitas intelektual ini berjumlah subaspek, kemudian pinpin tersebut dikumpulkan menjadi (dua) tabel yang terdiri dari: field () dan field (+), nilai field ini didapatkan dari sub aspek karyawan sub aspek nilai kinerja, field () untuk menempatkan jumlah dari nilai gap yang bernilai psitif. Sebagai cnth, kita berikan sub aspek pada karyawan untuk nilai aspek kapasitas intelektual. abel : apasitas Intelektual Untuk engelmpkan Gap ID_aryaw an V I S S R rfile Mutasi I. Sikap erja erikut perhitungan untuk field gap pada aspek sikap kerja. abel 4 : Sikap erja Untuk engelmpkan Gap ID_aryawan J H E D V rfile Mutasi g a p A IQ G a p 6 8 Untuk lebih jelasnya perhitungan pemetaan gap kmpetensi akan dipaparkan untuk tiap aspeknya, adapun aspekaspeknya yaitu meliputi :. Aspek apasitas Intelektual ada aspek ini, setelah dilakukan prses perhitungan gap antara prfil karyawan dan abel 5 : eterangan bt nilai gap Seli bt eterangan sih ilai 5 idak ada selisih (kmpetensi sesuai dengan yang dibutuhkan 4,5 mpetensi individu kelebihan tingkat/level Sistem endukung eputusan emindahan ugas aryawan Dengan Menggunakan Metde rfie 5 Matching (Studi asus:. erkebunan usantara III Medan). Oleh : Muhammad Ardiansyah Damanik Setelah didapatkan tiap gap masingmasing karyawan maka tiap prfil karyawan diberi bbt nilai dengan patkan tabel bbt nilai gap seperti yang dapat dilihat pada tabel 5 : 4 mpetensi individu kekurangan tingkat/level 4,5 mpetensi individu kelebihan tingkat/level 5 mpetensi individu kekurangan tingkat/level 6,5 mpetensi individu kelebihan tingkat/level

4 elita Infrmatika udi Darma, Vlume : IV, mr:, Agustus ISS : mpetensi individu kekurangan tingkat/level 8 4,5 mpetensi individu kelebihan 4 tingkat/level 9 4 mpetensi individu kekurangan 4 tingkat / level iap karyawan akan memiliki tabel bbt nilai seperti cnthcnth tabel yang ada di bawah ini. Dengan cnth tabel bbt nilai karyawan dan dengan acuan pada tabel bbt nilai gap, maka karyawan dengan subsub aspek intelektual, sikap kerja dan sikap perilaku akan memiliki hasil dengan bbt nilai gap seperti terlihat pada tabel 6 sampai dengan tabel 7 : abel 6 : Hasil bt ilai Gap apasitas Intelektual ID_ary awan VI S S R eterangan bt ilai Gap I A , , , ,5 Cnth hasil pemetaan gap kmpetensi Sikap erja abel 7 : Hasil bt ilai Gap Sikap erja ID_aryawan J H eterangan bt ilai Gap 4, , 4,5 5 4, 4,5 E D V erhitungan dan engelmpkan Cre dan Hariant 4, 4,4 Secndary actr 4 Setelah menentukan bbt nilai gap untuk ketiga 4, 4 aspek yaitu aspek kapasitas intelektual, sikap kerja dan perilaku dengan cara yang sama. emudian. tiap Rahma 4,,8 aspek dikelmpkkan menjadi (dua) kelmpk n 4 yaitu kelmpk Cre actr dan Secndary actr. Untuk perhitungan cre factr dapat ditunjukkan pada rumus di bawah ini:. Aspek Sikap erja C = Σ C (I, s, p)...() Untuk penghitungan cre factr dan secndary factr untuk aspek sikap kerja, cara Sistem endukung eputusan emindahan ugas aryawan Dengan Menggunakan Metde rfie 6 Matching (Studi asus:. erkebunan usantara III Medan). Oleh : Muhammad Ardiansyah Damanik I Q Σ IC eterangan: C : ilai ratarata cre factr C(i, s, p) : Jumlah ttal nilai cre factr (Intelektual, Sikap kerja, erilaku) IC : Jumlah item cre factr Sedangkan untuk perhitungan secndary factr dapat ditunjukkan pada rumus di bawah ini: CS = Σ S (I, s, p)...() Σ IS eterangan: S : ilai ratarata secndary factr S(i, s, p) : Jumlah ttal nilai secndary factr (Intelektual, Sikap kerja, erilaku) IS : Jumlah item secndary factr Untuk lebih jelasnya pengelmpkan bbt nilai gap dapat dilihat pada cnth perhitungan aspek kapasitas intelektual, sikap kerja dan perilaku sebagai berikut :. Aspek apasitas Intelektual Untuk penghitungan cre factr dan secndary factr untuk aspek kapasitas intelektual, dengan terlebih dahulu menentukan subaspek mana yang menjadi cre factr dari aspek kapasitas intelektual (subaspek yaitu,, 5, 8 dan 9) maka subaspek sisanya akan menjadi secndary factr. emudian nilai cre factr dan secndary factr ini dijumlahkan sesuai rumus dan hasilnya dapat dilihat pada tabel 4. berikut cara pengerjaannya misal dengan mengambil cnth perhitungan pada sub aspek berikut : C= = = 4,4 S= = = 4,4 C= 4, ,5+ = = 4, S = = = 4 C= 5 + 4, ,5+ = = 4,4 S= = 9 =,8 abel 8 : bt ilai Gap Aspek apasitas Intelektual ID_ar yawan V I S S R I A IQ C S

5 elita Infrmatika udi Darma, Vlume : IV, mr:, Agustus ISS : 945 pengerjaan sama dengan aspek kapasitas intelektual. erlebih dahulu menentukan subaspek mana yang menjadi cre factr dari aspek kapasitas intelektual (sub aspek yaitu, dan 5) maka subaspek sisanya akan menjadi secndary factr. C = 4, =,5 = 4,5 S = = = 4 C= ,5 =,5 = 4,5 S=, =,5 =,5 C=5 + +4,5 =,5 = 4,6 S= 4, =,5 = 4,6 abel 9: bt ilai Gap Aspek Sikap erja ID_arya wan J H D V C S 4,5 4 4,5,5.. erhitungan ilai tal Dari hasil perhitungan dari tiap aspek di atas kemudian dihitung nilai ttal berdasar presentasi dari cre dan secndary yang diperkirakan berpengaruh terhadap kinerja tiaptiap prfil. Cnth perhitungan dapat dilihat pada rumus di bawah ini: (i, s, p) = (x)%c(i, s, p) (x)%s(i, s, p)...(4) eterangan: (i,s,p) : (Intelektual, Sikap erja, erilaku) (i,s,p) : ilai ttal dari aspek C(i,s,p) : ilai ratarata cre factr S(i,s,p) (x)% 4, 6 4,6 : ilai ratarata secndary factr : ilai persen yang diinputkan Untuk lebih jelasnya penghitungan nilai ttal terlebih dahulu menentukan nilai persen yang diinputkan yaitu cre factr 6% dan secndary factr 4%. emudian nilai cre factr dan secndary factr ini dijumlahkan sesuai rumus dan hasilnya dapat dilihat pada cnth perhitungan aspek kapasitas intelektual, aspek kerja dan aspek perilaku.. Aspek apasitas Intelektual i = (6% x 4,4)(4% x 4,4) =,64 +,76 = 4,4 i = (6% x 4,)(4% x 4) =,5 +,6 = 4, i = (6% x 4,4)(4% x,8) =,64 +,5 = 4,6 abel : ilai tal Gap Aspek apasitas Intelektual ID_aryawan C S i 4,4 4,4 4,4 4, 4 4, 4,4,8 4,6. Aspek Sikap erja s = (6% x 4,5) (4% x 4) =,7 +,6 = 4, s = (6% x 4,5) (4% x,5) =,7 +,4 = 4, s = (6% x 4,6) (4% x 4,6) =,496 +,664 = 4,6 abel : ilai tal Gap Aspek Sikap erja ID_aryawan C S s 4,5 4 4, 4,5,5 4, 4,6 4,6 4,6.4. erhitungan enentuan Hasil Akhir atau Ranking Hasil akhir dari prses ini adalah ranking dari karyawan yang akan dinilai kinerjanya. enentuan ranking mengacu pada hasil perhitungan tertentu. erhitungan tersebut dapat ditunjukkan pada rumus di bawah ini: Ha = (x)%i + (x)%s + (x)%p...(5) eterangan: Ha : Hasil Akhir i : ilai apasitas Intelektual s : ilai Sikap erja p : ilai erilaku (x)% : ilai ersen yang diinputkan Sebagai cnth dari rumus untuk perhitungan hasil akhir di atas maka hasil akhir dari karyawan dengan sub aspek H dengan nilai persen = 4%, 6%. Dapat dilihat pada prses di bawah ini : Hasil akhir = (4% x 4,4) + (6% x 4,) =,76 +,58 = 4,4 Hasil akhir = (4%x4,) + (6% x 4,) =,648 +,46 = 4,8 Hasil akhir = (4% x4,6) + (6% x 4,6) =,664 +,496 = 4,6 rses di atas dapat dilihat pada tabel : Sistem endukung eputusan emindahan ugas aryawan Dengan Menggunakan Metde rfie 7 Matching (Studi asus:. erkebunan usantara III Medan). Oleh : Muhammad Ardiansyah Damanik

6 elita Infrmatika udi Darma, Vlume : IV, mr:, Agustus ISS : 945 abel : Hasil Akhir ID_aryawan i s Ha 4,4 4, 4,4 4, 4, 4,8 4,6 4,6 4,6 4. engujian Sistem engujian terhadap sistem dilakukan untuk mengetahui sejauh mana sistem infrmasi yang dirancang dapat mengatasi masalah, serta untuk mengetahui hubungan antar kmpnen sistem.. rm gin rm gin adalah frm yang digunakan leh user dengan menginputkan nama pengguna beserta passwrd yang sesuai. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gambar : rm Input Data aryawan 4. Menentukan rses erankingan rses perankingan digunakan untuk menginputkan hasil akhir dari masingmasing karyawan yang telah di nilai sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. hasil perankingan dapat dilihat pada gambar 4 berikut ini: Gambar : rm gin. rm Menu Utama rm Menu utama adalah antar muka (interface) yang digunakan sebagai frm induk atau frm utama. rm menu utama ini akan selalu ditampilkan saat prgram dijalankan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar Gambar 4: rses erankingan 5. ampilan Data aryawan ampilan data karyawan digunakan untuk melihat hasil dari penilaian kinerja karyawan. hasil perankingan dapat dilihat pada gambar 5 berikut ini: Gambar : rm Menu Utama. rm Menu Input rm input data karyawan digunakan untuk menginputkan data karyawan dan menyimpannya ke dalam database. data yang ada di database dapat ditampilkan kembali pada frm seperti terlihat pada gambar berikut ini: Gambar 5 : ampilan Data erankingan eterangan: Dilihat dari evaluasi dan hasil yang diperleh dari tabel diatas maka sistem menyarankan bahwa yang terpilih untuk dipindah tugaskan adalah alternatif () dengan nilai yang paling besar. Sistem endukung eputusan emindahan ugas aryawan Dengan Menggunakan Metde rfie 8 Matching (Studi asus:. erkebunan usantara III Medan). Oleh : Muhammad Ardiansyah Damanik

7 elita Infrmatika udi Darma, Vlume : IV, mr:, Agustus ISS : esimpulan dan Saran 5.. esimpulan Analisa metde digunakan untuk perusahaan yang menggunakan sistem yang sudah terkmputerisasi dalam penglahan data, namun dalam penglahan pemindahan tugas karyawan ini belum menggunakan kmputerisasi, melainkan dilakukan secara sederhana, belum ada aplikasi khusus untuk mengella prses pemindahan tugas karyawan. Setelah melakukan analisis, perancangan, implementasi beserta pengujian, maka diperleh kesimpulan sebagai berikut :. rses pemindahan tugas karyawan pada. erkebunan nusantara III medan belum dilakukan secara efektif dan efisien sehingga perlu adanya sistem yang baru untuk mempermudah dalam pengambilan keputusan.. embuatan sistem baru tentunya agar diterapkan kedalam perusahaan dalam prses pemindahan tugas karyawan.. Sistem pendukung keputusan pemindahan tugas karyawan yang dirancang diharapkan dapat membantu perusahaan dalam prses pemindahan karyawan. [7]. //pengertianmicrsf access.html, 7, Mei,. Saran enulis memberikan beberapa saran yang mungkin dapat membantu dalam pengembangan dari skripsi ini yaitu. Sebaiknya dalam prses pemindahan tugas karyawan dilakukan untuk semua karyawan sehingga karyawan dapat lebih meningkatkan kualitas kerja nya.. Dalam pemindahan tugas karyawan bisa ditambahkan metde yang lain, karena pada saat ini sudah banyak Metde lain yang bisa diimplementasikan ke dalam S yang digunakan untuk mengambil sebuah keputusan.. erancangan aplikasi sebaiknya lebih mudah agar dimengerti leh pengguna dalam menginputkan data pemindahan tugas karyawan. DAAR USAA []. usrini, nsep Dan Aplikasi Sistem endukung eputusan, enerbit Andi Ygyakarta, 7 []. Hermawan, erancangan Sistem endukung eputusan, enerbit Elex Media mputind, Jakarta, 5. [].. erkebunan usantara III (erser) Medan [4]. Muhammad Sadeli, Visual basic.et, enerbit Maxicm, alembang, 9 [5] http//repsitry.usu.ac.idbitstream Chapter%I.pdf, 5 Mei [6]. 8///apaitubasisdata/, 7, Mei, Sistem endukung eputusan emindahan ugas aryawan Dengan Menggunakan Metde rfie 9 Matching (Studi asus:. erkebunan usantara III Medan). Oleh : Muhammad Ardiansyah Damanik

MODUL 6 (SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN) (PROFILE MATCHING) PENCOCOKAN PROFIL

MODUL 6 (SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN) (PROFILE MATCHING) PENCOCOKAN PROFIL MODUL 6 (SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN) (PROFILE MATCHING) PENCOCOKAN PROFIL Maksud dari pencocokan profil (profile matching) adalah sebuah mekanisme pengambilan keputusan dengan mengasumsikan bahwa terdapat

Lebih terperinci

DSS - Wiji Setiyaningsih, M.Kom

DSS - Wiji Setiyaningsih, M.Kom DSS - Wiji Setiyaningsih, M.Kom.::ProfileMatching::. adalah sebuah mekanisme pengambilan keputusan dengan mengasumsikan bahwa terdapat tingkat variabel prediktor yang ideal yang harus dipenuhi oleh subyek

Lebih terperinci

E-journal Teknik Informatika, Volume 5, No. 1 (2015), ISSN :

E-journal Teknik Informatika, Volume 5, No. 1 (2015), ISSN : E-jurnal Teknik Infrmatika, Vlume 5, N. 1 (2015), ISSN : 2301-8364 1 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA BEASISWA DENGAN METODE TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION DI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN EVALUASI KINERJA MAHASISWA DENGAN METODE PROFILE

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN EVALUASI KINERJA MAHASISWA DENGAN METODE PROFILE SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN EVALUASI KINERJA MAHASISWA DENGAN METODE PROFILE Didik Warasto Magister Fakultas Teknik Informatika - UII Jl. Kaliurang Km. 14.5, Kec. Sleman,Daerah Istimewa Yogyakarta 55184

Lebih terperinci

Rancang Bangun dan Analisis Decision Support System Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process untuk Penilaian Kinerja Karyawan

Rancang Bangun dan Analisis Decision Support System Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process untuk Penilaian Kinerja Karyawan 91 Rancang Bangun dan Analisis Decisin Supprt System Menggunakan Metde Analytical Hierarchy Prcess untuk Penilaian Kinerja Karyawan Ysep Agus Prant, M.Aziz Muslim dan Rini Nur Hasanah Abstrak - Decisin

Lebih terperinci

APLIKASI PEMBENTUKAN KELAS DENGAN K-MEANS CLUSTERING SEBAGAI ALAT BANTU PEMILIHAN SISWA KELAS UNGGULAN DI MAN 3 KEDIRI SKRIPSI

APLIKASI PEMBENTUKAN KELAS DENGAN K-MEANS CLUSTERING SEBAGAI ALAT BANTU PEMILIHAN SISWA KELAS UNGGULAN DI MAN 3 KEDIRI SKRIPSI APLIKASI PEMBENTUKAN KELAS DENGAN K-MEANS CLUSTERING SEBAGAI ALAT BANTU PEMILIHAN SISWA KELAS UNGGULAN DI MAN 3 KEDIRI SKRIPSI Diajukan Untuk Penulisan Skripsi Guna Memenuhi Syarat guna Memperleh Gelar

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 4, No. 2. September 2015 ISSN X

JSIKA Vol. 4, No. 2. September 2015 ISSN X JSI Vl, N September 0 ISSN -7X Rancang Bangun plikasi elayanan ugas khir di SIO Surabaya Heni Rsalina ) antjawati Sudarmaningtyas ) Sulistiwati ) rgram Studi/Jurusan Sistem Infrmasi SI SIO Surabaya Jl

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. menginginkan adanya pelaporan yang dapat dilakukan secara berkala tiap periode.

BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. menginginkan adanya pelaporan yang dapat dilakukan secara berkala tiap periode. BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM Berasarkan hasil survey yang penulis lakukan pada saat kerja praktek di PT Semen Gresik, secara garis besar saat ini pada divisi diklat khususnya seksi perencanaan telah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sangat membutuhkan alat pengukur kemiringan kendaraan terhadap media yang

BAB I PENDAHULUAN. sangat membutuhkan alat pengukur kemiringan kendaraan terhadap media yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kendaraan bermtr ataupun tak bermtr, khususnya kendaraan rda dua sangat membutuhkan alat pengukur kemiringan kendaraan terhadap media yang dilaluinya. Karena

Lebih terperinci

PENGAMBILAN CONTOH BENIH TEBU G2 DALAM BENTUK BUDSET DI KP. PASURUAN P3GI KAB. PASURUAN. Oleh : Nur Fatimah, S. TP PBT Pertama BBPPTP Surabaya

PENGAMBILAN CONTOH BENIH TEBU G2 DALAM BENTUK BUDSET DI KP. PASURUAN P3GI KAB. PASURUAN. Oleh : Nur Fatimah, S. TP PBT Pertama BBPPTP Surabaya PENGAMBILAN CONTOH BENIH TEBU G2 DALAM BENTUK BUDSET DI KP. PASURUAN P3GI KAB. PASURUAN I. Prfil P3GI Oleh : Nur Fatimah, S. TP PBT Pertama BBPPTP Surabaya Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indnesia (P3GI)

Lebih terperinci

TPL 203 TEKNOLOGI PENGEMBANGAN APLIKASI WEB TUGAS BESAR T.A

TPL 203 TEKNOLOGI PENGEMBANGAN APLIKASI WEB TUGAS BESAR T.A TPL 203 TEKNOLOGI PENGEMBANGAN APLIKASI WEB TUGAS BESAR T.A. 2011-2012 UMUM Tugas besar ini terdiri dari dua jenis, yaitu tugas besar versi utama dan tugas besar versi standard. Tugas ini dikerjakan satu

Lebih terperinci

BAB IV. Deskripsi Kerja Praktek. perancangan sistem pengoahan data yang baik dengan analisa yang matang, maka

BAB IV. Deskripsi Kerja Praktek. perancangan sistem pengoahan data yang baik dengan analisa yang matang, maka BAB IV Deskripsi Kerja Praktek 1.1. Analisis Sistem Menurut Kendall (2006:7), Analisa dan Perancangan Sistem dipergunakan untuk menganalisis, merancang, dan mengimplementasikan peningkatanpeningkatan fungsi

Lebih terperinci

JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: Vol. 5 No. 2 Februari 2013

JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: Vol. 5 No. 2 Februari 2013 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN EVALUASI KINERJA KARYAWAN UNTUK PROMOSI JABATAN STRUKTURAL PADA BIMBINGAN BELAJAR SCIENCEMASTER MENGGUNAKAN METODE GAP KOMPETENSI (PROFILE MATCHING) Arif Lukman Hidayat 1,Tito

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merupakan istilah atau masalah baru. Manajemen berasal dari kata to manage

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merupakan istilah atau masalah baru. Manajemen berasal dari kata to manage BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia 2.1.1 Pengertian Manajemen Istilah manajemen dalam kehidupan masyarakat dewasa ini bukanlah merupakan istilah atau masalah baru. Manajemen berasal

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat 101 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan : Terdapat hubungan yang mderat antara persepsi tentang perilaku seksual pada tayangan

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENEMPATAN KARYAWAN BERDASARKAN TEST DOMINANT-INFLUENCE-STEADY-COMPLIANCE (DISC) MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENEMPATAN KARYAWAN BERDASARKAN TEST DOMINANT-INFLUENCE-STEADY-COMPLIANCE (DISC) MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING F.5 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENEMPATAN KARYAWAN BERDASARKAN TEST DOMINANT-INFLUENCE-STEADY-COMPLIANCE (DISC) MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING Irma Setiawati *, Gunawan Abdillah, Asep Id Hadiana Jurusan

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM BAB IV PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan ini dibuat untuk

Lebih terperinci

PEMBUATAN APLIKASI PEMINDAI UANG KERTAS DENGAN ALGORITMA VIOLA-JONES

PEMBUATAN APLIKASI PEMINDAI UANG KERTAS DENGAN ALGORITMA VIOLA-JONES Seminar Nasinal Teknlgi Infrmasi dan Multimedia 2016 PEMBUATAN APLIKASI PEMINDAI UANG KERTAS DENGAN ALGORITMA VIOLA-JONES Sidik Hadi Kurniadi1), Akhmad Adi Edvant2) 1), 2) Teknik Infrmatika STMIK AMIKOM

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Teknik Elektro, Busono Soerowirdjo, Ph.D

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Teknik Elektro, Busono Soerowirdjo, Ph.D KATA PENGANTAR Dalam era infrmasi ini, tantangan yang dihadapi Prgram Studi Teknik Elektr Fakultas Teknlgi Industri Universitas Gunadarma dirasakan semakin menuntut langkah-langkah strategis agar Studi

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Membuat Database. IMPLEMENTASI Implement asi aplikasi. Uji coba interface. Evaluasi. aplikasi

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Membuat Database. IMPLEMENTASI Implement asi aplikasi. Uji coba interface. Evaluasi. aplikasi BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Sistem Tahap ini merupakan implementasi dari analisa dan desain sistem yang telah dibuat. Implementasi yang dibuat berdasarkan kebutuhan RSU Haji Surabaya

Lebih terperinci

BAB 3. TINJAUAN PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI

BAB 3. TINJAUAN PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI ETIKA PROFESI : Etika dan Prfesinalisme Pekerja di Bidang Teknlgi Infrmasi BAB 3. TINJAUAN PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI K utipan di samping adalah jawaban familiar yang diberikan Sebuah leh I

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Psikologi, Retnaningsih, SPsi., MPsi.

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Psikologi, Retnaningsih, SPsi., MPsi. KATA PENGANTAR Dalam era infrmasi ini, tantangan yang dihadapi Prgram Studi Psiklgi Fakultas Psiklgi Universitas Gunadarma dirasakan semakin menuntut langkah-langkah strategis agar Studi Psiklgi tetap

Lebih terperinci

PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AGRIBISNIS PERDESAAN (PNPM AP)

PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AGRIBISNIS PERDESAAN (PNPM AP) PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AGRIBISNIS PERDESAAN (PNPM AP) PETUNJUK OPERASIONAL MONITORING & EVALUASI KEGIATAN PELATIHAN BDSP LEMBAGA/INDIVIDU Pelaksanaan kegiatan PNPM Agribisnis Perdesaan

Lebih terperinci

BAB IV KURIKULUM PROGRAM STUDI

BAB IV KURIKULUM PROGRAM STUDI BAB IV KURIKULUM PROGRAM STUDI 4.1 PRODI MATEMATIKA 4.1.1 Visi Prdi Matematika Menjadi pusat pengkajian dan pengembangan ilmu matematika terkemuka pada tahun 2025 yang mensinergikan ilmu pengetahuan dan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Diploma Tiga Teknik Komputer, Muhammad Subali, ST, MT

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Diploma Tiga Teknik Komputer, Muhammad Subali, ST, MT KATA PENGANTAR Dalam era infrmasi ini, tantangan yang dihadapi Prgram Studi Teknik Kmputer Prgram Diplma Tiga Teknlgi Infrmasi Universitas Gunadarma dirasakan semakin menuntut langkah-langkah strategis

Lebih terperinci

Jenis Informasi yang Terbuka dan Dikecualikan

Jenis Informasi yang Terbuka dan Dikecualikan Jenis Infrmasi yang Terbuka dan Dikecualikan Kelmpk Infrmasi Publik yang diatur dalam UU KIP mencakup Infrmasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala; Infrmasi Publik yang wajib diumumkan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI CONTOH LAPORAN TUGAS BESAR IMK. Aplikasi Rekruitasi Pegawai IT Telkom DAFTAR ISI Pendahuluan Gambaran Umum Aplikasi...

DAFTAR ISI CONTOH LAPORAN TUGAS BESAR IMK. Aplikasi Rekruitasi Pegawai IT Telkom DAFTAR ISI Pendahuluan Gambaran Umum Aplikasi... DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 2 Pendahuluan... 3 Gambaran Umum Aplikasi... 3 User Interface Gal Setting... 4 1. Karakteristik Pengguna... 5 Psychlgical Characteristics... 5 Knwledge and Experience... 5 Jb and

Lebih terperinci

PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN a. Penilaian Praktikum: 1. Penilaian praktikum terdiri dari 2 kelmpk nilai: tugas kelmpk dinilai leh pembimbing asistensi yang bersangkutan

Lebih terperinci

DATA & INFORMASI DALAM SISTEM INFORMASI BISNIS ASIH ROHMANI,M.KOM

DATA & INFORMASI DALAM SISTEM INFORMASI BISNIS ASIH ROHMANI,M.KOM DATA & INFORMASI DALAM SISTEM INFORMASI BISNIS ASIH ROHMANI,M.KOM PENGERTIAN DATA Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. PENGERTIAN DATA Data adalah deskripsi

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT PADA PNPM MANDIRI KOTA BANJARMASIN

PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT PADA PNPM MANDIRI KOTA BANJARMASIN Vol. XI Nomor 1 Maret 2016 - Jurnal Teknologi Informasi ISSN : 1907-20 PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT PADA PNPM MANDIRI KOTA BANJARMASIN Seradi Angkasa, SE,

Lebih terperinci

SISTEM REKOMENDASI PENERIMAAN BEASISWA PRESTASI DAN MISKIN MENGGUNAKAN PROFILE MATCHING HALAMAN JUDUL

SISTEM REKOMENDASI PENERIMAAN BEASISWA PRESTASI DAN MISKIN MENGGUNAKAN PROFILE MATCHING HALAMAN JUDUL SISTEM REKOMENDASI PENERIMAAN BEASISWA PRESTASI DAN MISKIN MENGGUNAKAN PROFILE MATCHING HALAMAN JUDUL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom) Pada

Lebih terperinci

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN PENDEKATAN MODEL SQC (STATISTICAL QUALITY CONTROL) (APLIKASI MODEL PADA PERUSAHAAN FURNITURE)

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN PENDEKATAN MODEL SQC (STATISTICAL QUALITY CONTROL) (APLIKASI MODEL PADA PERUSAHAAN FURNITURE) PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN PENDEKATAN MODEL SQC (STATISTICAL QUALITY CONTROL) (APLIKASI MODEL PADA PERUSAHAAN FURNITURE) Sutrisn Badri, Rmadhn Prgram Studi Manajemen Fakultas Eknmi-Universitas

Lebih terperinci

Rudi Hartoyo (0911870)

Rudi Hartoyo (0911870) PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENETUKAN STATUS KARYAWAN KONTRAK SALES PROMOTION GIRL MENJADI KARYAWAN TETAP DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING Rudi Hartoyo (0911870) Mahasiswa Program Studi

Lebih terperinci

PROPOSAL ASSESSMENT. Appraisal & interview, success rate 35% Materi tes yang terukur dan realistis. Multiple Assessment, success rate 76%

PROPOSAL ASSESSMENT. Appraisal & interview, success rate 35% Materi tes yang terukur dan realistis. Multiple Assessment, success rate 76% PROPOSAL ASSESSMENT PENDAHULUAN P ersaingan antar perusahaan menjadi semakin marak dewasa ini, leh karena itu perusahaan dituntut untuk lebih tangguh dalam mencapai tujuan rganisasi dan dalam menghadapi

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA

RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA 2007 2011 DIREKTORAT DIPLOMA TIGA TEKNOLOGI INFORMASI PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA UNIVERSITAS GUNADARMA 2007 Rencana Strategis Prgram Studi

Lebih terperinci

Sistem Pendukung Keputusan untuk Investasi Perumahan Area Malang Menggunakan Algoritma Bayesian

Sistem Pendukung Keputusan untuk Investasi Perumahan Area Malang Menggunakan Algoritma Bayesian 13 Sistem Pendukung Keputusan untuk Investasi Perumahan Area Malang Menggunakan Algritma Bayesian Mhammad Taufan AZ, Sunary dan Wijn Abstrak Faktr yang menjadi pertimbangan dalam menentukan keputusan untuk

Lebih terperinci

TIPS dan TRIK RECODE & AUTOMATIC RECODE

TIPS dan TRIK RECODE & AUTOMATIC RECODE TIPS dan TRIK RECODE & AUTOMATIC RECODE 1. RECODE Perintah ini berfungsi untuk memberi kde ulang (recde) kepada suatu variabel berdasar kriteria tertentu. Recde bisa dilakukan: Kasus: Dalam variabel yang

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Teknik Sipil, Andi Tenrisukki Tenriajeng, ST, MT

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Teknik Sipil, Andi Tenrisukki Tenriajeng, ST, MT KATA PENGANTAR Dalam era infrmasi ini, tantangan yang dihadapi Prgram Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarma dirasakan semakin menuntut langkah-langkah strategis

Lebih terperinci

BAB 1 Pengenalan Pemrograman Komputer

BAB 1 Pengenalan Pemrograman Komputer BAB 1 Pengenalan Pemrgraman Kmputer 1.1 Tujuan Bagian ini akan membahas dasar dasar kmpnen dari kmputer meliputi hardware (perangkat keras) dan sftware (perangkat lunak). Kami juga akan menyertakan gambaran

Lebih terperinci

Software Requirement (Persyaratan PL)

Software Requirement (Persyaratan PL) Sftware Requirement ( PL) Arna Fariza 1 Rekayasa Perangkat Lunak Tujuan Memperkenalkan knsep persyaratan user dan sistem Menjelaskan persyaratan fungsinal dan nnfungsinal Menjelaskan bagaimana persyaratan

Lebih terperinci

WAKTU. Problem. Potensi Problem. Berpindah dari tindakan setelah kejadian ke tindakan sebelum kejadian. 1. FMEA (Failure Mode Effect Analysis)

WAKTU. Problem. Potensi Problem. Berpindah dari tindakan setelah kejadian ke tindakan sebelum kejadian. 1. FMEA (Failure Mode Effect Analysis) 1. FMEA (Failure Mde Effect Analysis) 1.1. Kenapa FMEA Mengacu pada sistem evlusi mutu yang terfkus pada sistem pencegahan (mengatasi masalah sebelum masalah tersebut terjadi), maka Teknlgi mutu yang berkembang

Lebih terperinci

BAB I P E N D A H U L U A N

BAB I P E N D A H U L U A N BAB I P E N D A H U L U A N A. Dasar Pemikiran Bahwa sebagai salah satu upaya untuk memajukan kebudayaan daerah, Perpustakaan, Kearsipan, dan Dkumentasi merupakan wahana pelestarian kekayaan budaya, serta

Lebih terperinci

TIPS dan TRIK RASIO STATISTIK

TIPS dan TRIK RASIO STATISTIK TIPS dan TRIK RASIO STATISTIK Optin RATIO adalah fasilitas baru yang mulai diperkenalkan pada SPSS versi 11.5. Fasilitas ini pada dasarnya berfungsi menyediakan ringkasan statistik yang berupa rasi-rasi.

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN PROGRAM DIPLOMA TIGA (D.III)

SYARAT DAN KETENTUAN PROGRAM DIPLOMA TIGA (D.III) SYARAT DAN KETENTUAN PROGRAM DIPLOMA TIGA (D.III) BAB I TERTIB PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PASAL 1 Ketentuan Pendaftaran 1. Caln mahasiswa BSI adalah lulusan SLTA dengan nilai rata-rata lebih besar sama

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN NILAI SISWA PADA SMP SWASTA BAKTI MEDAN

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN NILAI SISWA PADA SMP SWASTA BAKTI MEDAN SISEM INFORMASI PENGOLAHAN NILAI SISWA PADA SMP SWASA BAKI MEDAN Sulindawaty #1 dan Herriyance #2 # Program Studi Sistem Informasi, SMIK riguna Dharma 1 sulindawaty@yahoo.com, 2 herriyance_usu@yahoo.com

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Terkadang dalam proses belajar mengajar di sebuah universitas pasti memiliki kendala. Salah satunya adalah adanya jadwal kuliah yang kosong, hal ini biasanya

Lebih terperinci

INSPEKTORAT. Laporan Keuangan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2013

INSPEKTORAT. Laporan Keuangan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2013 INSPEKTORAT Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Lapran Keuangan Untuk Peride Yang Berakhir 31 Desember 2013 Jalan Pramuka N. 33 Jakarta 13120 KATA PENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang

Lebih terperinci

Teknik Analisis Informasi dengan Metode/Teknik PRA

Teknik Analisis Informasi dengan Metode/Teknik PRA 7 Teknik Analisis Infrmasi dengan Metde/Teknik PRA TEKNIK ANALISA MASING-MASING METODE/TEKNIK PRA Seperti yang telah dijelaskan pada tulisan Gambaran Umum Metde/Teknik PRA, sebenarnya tidak ada suatu bentuk

Lebih terperinci

bab i Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka disusun rumusan

bab i Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka disusun rumusan bab i Pendahuluan A. Latar Belakang Penyelenggaraan pembelajaran merupakan salah satu tugas utama guru, dimana pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit Umum Bina Sehat (Bina Sehat) berdiri sejak tahun Pada

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit Umum Bina Sehat (Bina Sehat) berdiri sejak tahun Pada BAB I PENDAHULUAN 1.1 Sejarah Perusahaan Rumah Sakit Umum Bina Sehat (Bina Sehat) berdiri sejak tahun 1992. Pada saat itu, Bina Sehat yang berlkasi di Jalan Raya Dayeuhklt n. 325 Kabupaten Bandung, masih

Lebih terperinci

AKURASI DAN MACAM ANGGARAN

AKURASI DAN MACAM ANGGARAN Pertemuan 6 AKURASI DAN MACAM ANGGARAN Halaman 1 dari Pertemuan 6 6.1 Ciri ciri dan Penyebab Perkiraan Biaya yang Kurang Akurat Anggaran pryek dihasilkan dari perkiraan biaya kmpnen-kmpnennya dengan memperhatikan

Lebih terperinci

TIPS dan TRIK BASIC TABEL

TIPS dan TRIK BASIC TABEL TIPS dan TRIK BASIC TABEL BASIC TABLES Tujuan dari Basic Tables adalah memberikan gambaran (deskripsi) dasar tentang suatu data, seperti berapa rata-rata data tersebut, standar deviasinya, variansnya dan

Lebih terperinci

BAB 4 NORMALISASI DATA

BAB 4 NORMALISASI DATA 1 BAB 4 NORMALISASI DATA Perancangan basis data diperlukan, agar kita bisa memiliki basis data yang kmpak dan efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, cepat dalam pengaksesan dan mudah dalam pemanipulasian

Lebih terperinci

PEMBUATAN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PROSES KENAIKAN JABATAN DAN PERENCANAAN KARIR PADA PT. X

PEMBUATAN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PROSES KENAIKAN JABATAN DAN PERENCANAAN KARIR PADA PT. X PEMBUATAN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PROSES KENAIKAN JABATAN DAN PERENCANAAN KARIR PADA PT. X Andreas Handojo, Djoni H.Setiabudi Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Informatika,

Lebih terperinci

SILABUS. Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa

SILABUS. Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa SILABUS Nama Seklah : SMA 78 Jakarta Mata Pelajaran : Pendidikan Kewargaan Kelas/Semester : X/I Standar Kmpetensi :1. Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik (NKRI) Alkasi waktu : 8 X 45 Menit

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Teknik Mesin, Dr. Syahbudin

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Teknik Mesin, Dr. Syahbudin KATA PENGANTAR Dalam era infrmasi ini, tantangan yang dihadapi Prgram Studi Teknik Mesin Fakultas Teknlgi Industri Universitas Gunadarma dirasakan semakin menuntut langkah-langkah strategis agar Studi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem Pendukung Keputusan 1. Definisi Sistem Pendukung Keputusan Pada dasarnya pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis suatu masalah dengan pengumpulan fakta,

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN SISWA PENERIMA BEASISWA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN SISWA PENERIMA BEASISWA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN SISWA PENERIMA BEASISWA Oleh Jumadi mas.ajum@gmail.com Abastrak Beasiswa adalah pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN EVALUASI KINERJA KARYAWAN UNTUK PROMOSI JABATAN

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN EVALUASI KINERJA KARYAWAN UNTUK PROMOSI JABATAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN EVALUASI KINERJA KARYAWAN UNTUK PROMOSI JABATAN Kusrini 1, Awaluddin M. 2 ABSTRACT Problem which often happen in course of assessment of employees performance is subyektif decision

Lebih terperinci

KODE ETIK KONTEN MULTIMEDIA INDONESIA

KODE ETIK KONTEN MULTIMEDIA INDONESIA Kde Etik Knten Multimedia Indnesia Departemen Kmunikasi dan Infrmatika, RI KODE ETIK KONTEN MULTIMEDIA INDONESIA (Dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Kmunikasi dan Infrmatika, Republika Indnesia - Draft

Lebih terperinci

DESAIN SISTEM I. PENGERTIAN DESAIN SISTEM II. TAHAPAN DAN PROSES DESAIN

DESAIN SISTEM I. PENGERTIAN DESAIN SISTEM II. TAHAPAN DAN PROSES DESAIN DESAIN SISTEM I. PENGERTIAN DESAIN SISTEM Desain system adalah prses pengembangan spesifikasi system baru berdasarkan rekmendasi hasil analisis system.dalm tahap desain,tim kerja desain harus merancang

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN UNTUK EVALUASI KINERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING PADA CV. SANGGAR PUNOKAWAN BERBASIS DESKTOP

PERANCANGAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN UNTUK EVALUASI KINERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING PADA CV. SANGGAR PUNOKAWAN BERBASIS DESKTOP PERANCANGAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN UNTUK EVALUASI KINERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING PADA CV. SANGGAR PUNOKAWAN BERBASIS DESKTOP NASKAH PUBLIKASI diajukan oleh Amirulita Rahma 12.12.7112

Lebih terperinci

APLIKASI SOFTWARE PERPUSTAKAAN DIGITAL

APLIKASI SOFTWARE PERPUSTAKAAN DIGITAL APLIKASI SOFTWARE PERPUSTAKAAN DIGITAL Prpsal Sftware PERPUSTAKAAN DIGITAL Sistem Infrmasi Perpustakaan adalah sebuah sftware perpustakaan praktis yang telah teruji keandalannya serta telah digunakan leh

Lebih terperinci

Fungsi Program Pos & Inventori Klinik, Salon & Spa Sistem GATRASoft

Fungsi Program Pos & Inventori Klinik, Salon & Spa Sistem GATRASoft Fungsi Prgram Ps & Inventri Klinik, Saln & Spa Sistem GATRASft - 081315511936 Pencatatan penjualan pelayanan/jasa & barang. Pencatatan penjualan pelayanan/jasa per visit dan paket. Pencatatan inventri

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA Pembentukan Arsitektur Perbankan Indnesia (API) dilatarbelakangi leh krisis mneter tahun 1997 yang menimbulkan dampak negatif bagi industri perbankan

Lebih terperinci

SILABUS PROFESI PENDIDIK KEJURUAN

SILABUS PROFESI PENDIDIK KEJURUAN Revisi : 00 Tgl : Npember Hal 1 dari 7 MATAKULIAH : PRAKTIKUM BASIS DATA KODE MATAKULIAH : (3 SKS PRAKTIKUM) SEMESTER : SATU DOSEN PENGAMPU : TIM I. DESKRIPSI MATAKULIAH Mata kuliah ini bertujuan untuk

Lebih terperinci

Dindin Nugraha. I. Otomatiskan Semuanya. Lisensi Dokumen:

Dindin Nugraha. I. Otomatiskan Semuanya. Lisensi Dokumen: Kuliah Umum IlmuKmputer.Cm Cpyright 2003 IlmuKmputer.Cm Pengantar Pengellaan Sistem Dindin Nugraha dinesea@lycs.cm Lisensi Dkumen: Cpyright 2003 IlmuKmputer.Cm Seluruh dkumen di IlmuKmputer.Cm dapat digunakan,

Lebih terperinci

KEAMANAN KOMPUTER. Mengapa Keamanan Komputer Sangat Dibutuhkan?

KEAMANAN KOMPUTER. Mengapa Keamanan Komputer Sangat Dibutuhkan? KEAMANAN KOMPUTER Mengapa Keamanan Kmputer Sangat Dibutuhkan? Infrmatin Based Sciety menyebabkan infrmasi menjadi sangat penting dan menuntut kemampuan untuk mengakses dan menyediakan infrmasi secara tepat

Lebih terperinci

PEMANFATAN INFORMASI TEKNOLOGI DALAM PENENTUAN BEASISWA SISWA KURANG MAMPU

PEMANFATAN INFORMASI TEKNOLOGI DALAM PENENTUAN BEASISWA SISWA KURANG MAMPU EMANFATAN INFORMASI TEKNOLOGI DALAM ENENTUAN BEASISWA SISWA KURANG MAMU Dian Sulistyo, 2 Sri Winiarti rogram Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta diyan22@gmail.com,

Lebih terperinci

UPAH MINIMUM SEBAGAI JARING PENGAMAN, BUKAN SEBAGAI UPAH STANDAR Oleh:

UPAH MINIMUM SEBAGAI JARING PENGAMAN, BUKAN SEBAGAI UPAH STANDAR Oleh: UPAH MINIMUM SEBAGAI JARING PENGAMAN, BUKAN SEBAGAI UPAH STANDAR Oleh: GIBSON SIHOMBING, SE., MMl A. PENDAHULUAN Definisi upah menurut UU N. 13/2003: IJpah adatah hak pekerja/buruh yang dinyatakan dalam

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perusahaan dapat berjalan dengan optimal jika karyawan suatu perusahaan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Sumber Daya Manusia merupakan salah satu

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK REKOMENDASI PROMOSI JABATAN MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING DAN ELECTRE

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK REKOMENDASI PROMOSI JABATAN MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING DAN ELECTRE Sistem Pendukung Keputusan untuk Rekomendasi Promosi Jabatan... (Nashrullah dkk.) SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK REKOMENDASI PROMOSI JABATAN MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING DAN ELECTRE Muhammad Irfan

Lebih terperinci

BLUE PRINT SISTEM APLIKASI E-GOVERNMENT

BLUE PRINT SISTEM APLIKASI E-GOVERNMENT BLUE PRINT SISTEM APLIKASI E-GOVERNMENT DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA JAKARTA 2004 Daftar Isi 1. Pendahuluan... 8 2. Referensi... 9 3. Maksud dan Tujuan... 9 4. Sistem Pemerintahan

Lebih terperinci

Desain Software. Arna Fariza PENS. Rekayasa Perangkat Lunak. Materi. Apakah desain software itu? Apakah modularisasi itu? Model

Desain Software. Arna Fariza PENS. Rekayasa Perangkat Lunak. Materi. Apakah desain software itu? Apakah modularisasi itu? Model Desain Sftware Arna Fariza PENS 1 Materi Apakah desain sftware itu? Apakah mdularisasi itu? Mdel 2 Apakah Desain Sftware itu? Desain adalah prses mengubah persyaratan sistem ke dalam prduk yang lengkap

Lebih terperinci

Standar dan Manajemen Keamanan Komputer

Standar dan Manajemen Keamanan Komputer Jurnal Teknlgi Infrmasi DINAMIK Vlume XI, N. 2, Juli 2006 :134-142 ISSN : 0854-9524 Standar dan Manajemen Keamanan Kmputer Herny Februariyanti Fakultas Teknlgi Infrmasi, Universitas Stikubank Semarang

Lebih terperinci

PENERAPAN SANKSI DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X (PERSERO) KLATEN

PENERAPAN SANKSI DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X (PERSERO) KLATEN PENERAPAN SANKSI DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X (PERSERO) KLATEN TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Memperleh Sebutan Vkatin Ahli Madya ( A. Md. ) dalam

Lebih terperinci

Membuat Dokumen Massal dengan Konsep Mail Merge

Membuat Dokumen Massal dengan Konsep Mail Merge Membuat Dkumen Massal dengan Knsep Mail Merge Oleh: Hasan Busr hasanbusr@gmail.cm http://x-ser.blgspt.cm Lisensi Dkumen: Cpyright 2003-2007 IlmuKmputer.Cm Seluruh dkumen di IlmuKmputer.Cm dapat digunakan,

Lebih terperinci

TEKNOSI, Vol. 02, No. 03, Desember Pekerjaan Online. Jl. Siwalankerto , Surabaya 60236, Indonesia

TEKNOSI, Vol. 02, No. 03, Desember Pekerjaan Online. Jl. Siwalankerto , Surabaya 60236, Indonesia TEKNOSI, Vl. 02, N. 03, Desember 2016 149 Penerapan Web Services untuk Layanan Infrmasi Pekerjaan Online Adi Wibw 1, Kartika Gunadi 2, Benny Hartn Sants 3 1,2,3 Teknik Infrmatika, Fakultas Teknlgi Industri,

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Bangun Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pengendalian DBD pada

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Bangun Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pengendalian DBD pada BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas tentang identifikasi permasalahan, analisis permasalahan, slusi permasalahan dan perancangan sistem dalam Rancang Bangun Sistem Infrmasi

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN PELAKSANAAN TATA KELOLA TERINTEGRASI KONGLOMERASI KEUANGAN CIPTADANA

LAPORAN TAHUNAN PELAKSANAAN TATA KELOLA TERINTEGRASI KONGLOMERASI KEUANGAN CIPTADANA LAPORAN TAHUNAN PELAKSANAAN TATA KELOLA TERINTEGRASI KONGLOMERASI KEUANGAN CIPTADANA TAHUN 2015 LAPORAN TAHUNAN PELAKSANAAN TATA KELOLA TERINTEGRASI KONGLOMERASI KEUANGAN CIPTADANA TAHUN 2015 Knglmerasi

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI SISTEM SELEKSI LOMBA SMP NEGERI 1 KARANGREJO DENGAN METODE PROFILE MATCHING

IMPLEMENTASI SISTEM SELEKSI LOMBA SMP NEGERI 1 KARANGREJO DENGAN METODE PROFILE MATCHING IMPLEMENTASI SISTEM SELEKSI LOMBA SMP NEGERI 1 KARANGREJO DENGAN METODE PROFILE MATCHING SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom) Pada Progam Studi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Sejak komputer ditemukan, para peneliti telah berpikir adakah kemungkinan agar

BAB 2 LANDASAN TEORI. Sejak komputer ditemukan, para peneliti telah berpikir adakah kemungkinan agar BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Machine Learning Sejak kmputer ditemukan, para peneliti telah berpikir adakah kemungkinan agar kmputer dapat belajar. Jika kita mengerti bagaimana cara memprgram kmputer agar mereka

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS SISTEM

BAB III ANALISIS SISTEM BAB III ANALISIS SISTEM 3.1 Analisis Masalah Analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbaharui. Proses analisis sistem adalah

Lebih terperinci

MANAJEMEN STRATEGIS DAN KEWIRAUSAHAAN

MANAJEMEN STRATEGIS DAN KEWIRAUSAHAAN MANAJEMEN STRATEGIS DAN KEWIRAUSAHAAN Apapun pun tujuan Anda, pertumbuhan bisnis atau memenangkan permainan bla, strategi harus menjadi kerangka kerja Anda. Strategi tidak bleh ditentukan leh taktik yang

Lebih terperinci

PENERAPAN SISTEM INFORMASI UNTUK MANAJEMEN DATA MINERAL

PENERAPAN SISTEM INFORMASI UNTUK MANAJEMEN DATA MINERAL PENERAPAN SISTEM UNTUK MANAJEMEN DATA MINERAL Teguh Prayg Peneliti Pusat Teknlgi Sumber Daya Mineral BPPT yg@webmail.bppt.g.id Abstract Mineral rmatin System (SIM) is an added value and integrated base

Lebih terperinci

Pelatihan Web Fakultas (menggunakan cms wordpress)

Pelatihan Web Fakultas (menggunakan cms wordpress) Pelatihan Web Fakultas (menggunakan cms wrdpress) 1. Tampilan Frnt End Tampilan Frnt End default yang diberikan untuk web fakultas / prdi UAD menggunakan cms wrdpress adalah seperti dibawah ini : 2. Lgin

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN (GBPP)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN (GBPP) GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN (GBPP) Matakuliah : Lgika Fuzzy Kde : TSK-710 Teri : 2 sks Praktikum : - Deskripsi Matakuliah Standar Kmpetensi Prgram Studi : Himpunan Fuzzy dan Lgika Fuzzy: mtivasi,

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA MANUAL REGISTRASI REGISTRASI REGISTRASI

KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA MANUAL REGISTRASI REGISTRASI REGISTRASI KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA MANUAL REGISTRASI NASION REGISTRASI NAL PMKM REGISTRASI SEKAPUR SIRIH i DAFTAR ISI SEKAPUR SIRIH... I DAFTAR ISI...II DAFTAR GAMBAR...III

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGENAL MINAT SISWA PADA BIDANG EKSTRAKULIKULER SEKOLAH DENGAN METODE TOPSIS

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGENAL MINAT SISWA PADA BIDANG EKSTRAKULIKULER SEKOLAH DENGAN METODE TOPSIS SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGENAL MINAT SISWA PADA BIDANG EKSTRAKULIKULER SEKOLAH DENGAN METODE TOPSIS Zufrianto Wibowo (0911180) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika STMIK Budi Darma Medan Jl.

Lebih terperinci

Operator / Administrator Program Studi

Operator / Administrator Program Studi Petunjuk Penggunaan Aplikasi Registrasi Online Uji Kmptensi Tenaga Kesehatan (Jenjang D3 Perawat) http://ukperawat.dikti.g.id/ Operatr / Administratr Prgram Studi Versi 1.1 PANITIA UJI KOMPETENSI NASIONAL

Lebih terperinci

PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD DENGAN MEDIA POHON MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN KPK KELAS VI SD NEGERI 004 BALAI

PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD DENGAN MEDIA POHON MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN KPK KELAS VI SD NEGERI 004 BALAI 27,J-TEQI,Tahun III, Nmr 2, Npember 2012 ENERAAN COOERATIVE LEARNING TIE STAD DENGAN MEDIA OHON MATEMATIA DALAM EMBELAJARAN ELAS VI SD NEGERI 004 BALAI Aah Wasi ah Guru SD Negeri 007 Ranai Natuna Abstrak:

Lebih terperinci

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK N. 2 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Lapran Arus Kas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) N. 2 tentang Lapran Arus Kas disetujui dalam Rapat Kmite Prinsip Akuntansi

Lebih terperinci

Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat 1 *

Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat 1 * Fitur Pemeringkatan ICRA Indnesia Maret 2014 Metdlgi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat 1 * Tinjauan sekilas Industri real estate memiliki tingkat vlatilitas dan siklus yang tinggi dan kinerjanya

Lebih terperinci

Nomor : 690/QM/XII/2012 Lampiran : 1 (satu) berkas Perihal : Pemberitahuan Bimbingan Teknis Menyusun Inventory System/Sistem Persediaan Rumah Sakit

Nomor : 690/QM/XII/2012 Lampiran : 1 (satu) berkas Perihal : Pemberitahuan Bimbingan Teknis Menyusun Inventory System/Sistem Persediaan Rumah Sakit Nmr : 690/QM/XII/2012 Lampiran : 1 (satu) berkas Perihal : Pemberitahuan Bimbingan Teknis Menyusun Inventry System/Sistem Persediaan Rumah Sakit Kepada Yth : Direktur Rumah Sakit Seluruh Indnesia di tempat

Lebih terperinci

Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat *

Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat * Fitur Pemeringkatan ICRA Indnesia Maret 2015 Metdlgi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat * Tinjauan sekilas Industri real estat memiliki tingkat vlatilitas dan siklus yang tinggi dan kinerjanya berkrelasi

Lebih terperinci

Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2 Nomer 2/JKPTB/15 (2015): 57-63

Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2 Nomer 2/JKPTB/15 (2015): 57-63 Pendidikan Teknik Bangunan Vl 2 mer 2/JKPTB/15 (2015): 57-63 Penerapan Mdel Pembelajaran Kperatif Metde The Learning Cell dengan Pendekatan Scientific pada Mata Pelajaran Surveying terhadap Belajar Siswa

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI KARYAWAN UNTUK PENENTUAN JABATAN TERTENTU DENGAN METODE PROFILE MATCHING. Stefanus Suban Danang Aditya Nugraha

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI KARYAWAN UNTUK PENENTUAN JABATAN TERTENTU DENGAN METODE PROFILE MATCHING. Stefanus Suban Danang Aditya Nugraha SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI KARYAWAN UNTUK PENENTUAN JABATAN TERTENTU DENGAN METODE PROFILE MATCHING Stefanus Suban Danang Aditya Nugraha 1 Sistem Informasi, Universitas Kanjuruhan Malang, stefsuban@ymail.com

Lebih terperinci

Technology Solution PENDAHULUAN

Technology Solution PENDAHULUAN 1 PENDAHULUAN INAMO tech merupakan penyedia Jasa Knsultansi dalam bidang Teknlgi Infrmasi yang telah berpengalaman dan diakui sejak tahun 2013 leh perusahaan dari kalangan besar maupun kecil, berasal dari

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. Kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, serta

BAB II KAJIAN TEORI. Kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, serta BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Pengertian Kinerja Kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, serta kemampuan kerja yang didasari leh pengetahuan, sikap, keterampilan dan mtivasi dalam menghasilkan

Lebih terperinci

OTOMATISASI SISTEM REKOMENDASI LAYANAN KESEHATAN UNTUK BEROBAT BERBASIS WEBGIS

OTOMATISASI SISTEM REKOMENDASI LAYANAN KESEHATAN UNTUK BEROBAT BERBASIS WEBGIS OTOMATISASI SISTEM REKOMENDASI LAYANAN KESEHATAN UNTUK BEROBAT BERBASIS WEBGIS Subari dan G Frendi Gunawan Prgram Studi Teknik Infrmatika Seklah Tinggi Infrmatika & Kmputer Indnesia subari@stiki.ac.id,

Lebih terperinci