BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berdasarkan System Development Life Cycle (SDLC) metode waterfall yang

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berdasarkan System Development Life Cycle (SDLC) metode waterfall yang"

Transkripsi

1 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Berdasarkan System Develpment Life Cycle (SDLC) metde waterfall yang digunakan dalam pembuatan aplikasi penentuan harga jual, terdapat beberapa tahapan yang terdiri dari: 1. Analisis Sistem Tahapan analisis sistem dapat dilakukan dengan cara melakukan identifikasi masalah yang terjadi terhadap sistem saat ini. Dalam mengidentifikasi masalah yang terjadi dapat dilakukan beberapa langkah antara lain wawancara, studi lapangan, dan studi literatur. Hasil dari identifikasi masalah akan dilanjutkan dengan menganalisis penyebab dari timbulnya permasalahan tersebut, menganalisis kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk aplikasi yang akan dibuat sehingga dapat membantu dalam penyelesaian permasalahan tersebut. 2. Perancangan Sistem Tahapan selanjutnya adalah melakukan perancangan sistem dari aplikasi yang akan dibuat. Desain yang dibuat tidak hanya berupa tampilan dari aplikasi saja tetapi meliputi keseluruhan desain yang telah disesuaikan dengan analisis sistem pada tahapan awal. Sehingga, pada tahapan ini akan menghasilkan rancangan sistem yang digambarkan menggunakan Desain Arsitektur, Diagram Input- Prcess-Output, Cntext Diagram, Diagram Jenjang, Data Flw Diagram (DFD), Cnceptual Data Mdel (CDM), Physical Data Mdel (PDM), Kamus Data, User Interface Aplikasi, dan Rencana Uji Cba Aplikasi. 21

2 22 3. Implementasi Implementasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan hasil perancangan sistem menjadi aplikasi yang dapat digunakan leh perusahaan. Oleh karena itu, pada tahapan implementasi terdapat dua langkah yang terdiri dari pemberian kde prgram dan unit testing pada aplikasi. Pemberian kde prgram pada aplikasi bertujuan untuk membuat aplikasi berdasarkan hasil perancangan sistem pada tahapan sebelumnya. Setelah itu, aplikasi yang telah dibuat dilakukan unit testing. Unit testing merupakan pengujian dari setiap fungsi yang terdapat pada aplikasi sehingga dari pengujian tersebut dapat dilakukan pengecekan kesesuaian antara setiap fungsi yang terdapat pada aplikasi dengan spesifikasi kebutuhan fungsinal yang telah ditentukan. 4. Pengujian Sistem Dari pengujian sistem dapat diketahui apakah hasil dari implementasi sesuai dengan hasil analisis sistem dan perancangan sistem serta setiap fungsi yang terdapat pada aplikasi dan dapat saling terintegrasi dengan baik. Sehingga, dari pengujian tersebut dapat diketahui apakah aplikasi dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan serta tidak terdapat lagi errr ataupun bug pada aplikasi. Pengujian sistem dilakukan dengan cara menggunakan blackbx testing. 5. Evaluasi Evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengevaluasi beberapa indikatr yang digunakan untuk mencapai tujuan dari perancangan dan pembuatan aplikasi telah terpenuhi atau belum terpenuhi. Oleh karena itu, dilakukan pengujian sistem sebelum melakukan evaluasi untuk mengetahui beberapa indikatr tersebut telah terpenuhi atau belum terpenuhi.

3 23 Namun, pada bab ini hanya membahas tahapan analisis sistem dan perancangan sistem. Dimana, analisis sistem dilakukan dengan cara melakukan identifikasi masalah yang terjadi terhadap sistem saat ini. Hasil dari identifikasi masalah akan dilakukan menganalisis penyebab dari timbulnya permasalahan tersebut, menganalisis kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk aplikasi yang akan dibuat sehingga dapat membantu dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Sedangkan, perancangan sistem berisi rancangan dari aplikasi yang akan dibuat berdasarkan hasil analisis sistem yang telah dilakukan. 1.1 Analisis Sistem Dalam pembuatan aplikasi penentuan harga jual, terlebih dahulu menganalisis sistem yang akan dibangun dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi terhadap sistem saat ini, menganalisis penyebab dari timbulnya permasalahan tersebut, menganalisis kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk aplikasi yang akan dibuat sehingga dapat membantu dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Oleh karena itu, pada bagian analisis sistem terbagi menjadi dua bagian yaitu identifikasi masalah serta analisis kebutuhan. Untuk memperleh hasil analisis sistem yang benar dan tepat, analisis sistem dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data pendukung. Berikut ini dijelaskan beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan data-data tersebut: A. Wawancara Wawancara dilakukan kepada bagian penjualan pada UD Eka. Dalam wawancara tersebut membahas permasalahan saat ini pada perusahaan terkait dengan penentuan harga jual serta infrmasi-infrmasi yang diperlukan dalam

4 24 melakukan penelitian. Sehingga, aplikasi yang dibuat dapat memberikan slusi terhadap permasalahan yang terjadi saat ini. Untuk melakukan wawancara dengan memberikan beberapa daftar pertanyaan sehingga dari wawancara dapat menghasilkan infrmasi yang diperlukan untuk melakukan penelitian. Hasil wawancara tersebut dapat dilihat pada tabel 3.1. Tabel 3.1 Hasil Wawancara N Hasil Wawancara UD Eka merupakan perusahaan manufaktur yang memprduksi sepatu, sandal karet, serta bahan baku dasar pembuatan sepatu seperti sl dan hak. Perusahaan mempunyai target penjualan dua hingga tiga ribu kdi setiap bulan. Perusahaan dalam menentukan harga jual hanya memperhatikan dan mengikuti harga jual yang ditetapkan leh perusahaan pesaing. Infrmasi harga jual pesaing diperleh dari distributr. Dalam menentukan harga jual, perusahaan juga melakukan perhitungan terhadap biaya prduksi maupun biaya nn prduksi. Namun, dalam melakukan perhitungan terhadap biaya-biaya tersebut, perusahaan tidak mempunyai dasar perhitungan yang pasti. Dalam menentukan harga jual, perhitungan biaya prduksi maupun biaya nn prduksi hanya digunakan sebagai perbandingan dengan harga jual pesaing. Perusahaan memiliki beberapa aktiva lancar yang terdiri dari kas, piutang usaha, dan persediaan. Selain itu, perusahaan juga memiliki aktiva tetap yang terdiri dari kendaraan, bangunan, mesin, dan tanah. Dari aktiva yang dimiliki perusahaan, perusahaan belum melakukan perhitungan target pengembalian mdal dari aktiva tersebut. Sehingga perusahaan belum bisa menentukan persentase laba yang diharapkan.

5 25 B. Studi Lapangan Studi lapangan dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung mengenai prses bisnis penentuan harga jual yang terdapat pada perusahaan. Tujuan melakukan pengamatan untuk mendapatkan data tambahan yang belum didapatkan dari wawancara. Dari data-data yang telah didapatkan akan digunakan sebagai dasar dan pedman untuk mendapatkan gambaran secara umum dalam penentuan harga jual pada UD Eka. Data yang diperleh dari hasil studi lapangan disajikan dalam bentuk tabel 3.2. Tabel 3.2 Hasil Studi Lapangan Sumber Bagian Penjualan Perlehan Data Prses Bisnis Penjualan dan Penetapan Harga Jual Data Biaya Nn Prduksi Data Investasi C. Studi Literatur Studi literatur yang dilakukan dengan membaca serta mempelajari berbagai sumber infrmasi dan refrensi yang diperleh dari buku pendukung yang berkaitan dengan penentuan harga jual. Dimana sumber infrmasi dan refrensi tersebut terdiri dari: 1. Menurut Jgiyant pada buku Analisis dan Desain Sistem Infrmasi dapat diambil sebuah infrmasi yang berkaitan dengan metde pengembangan sistem yang dibuat. Dimana metde pengembangan sistem yang digunakan adalah System Develpment Life Cycle (SDLC) mdel waterfall.

6 26 2. Menurut Garrisn, Nreen, dan Brewer pada buku Akuntansi Manajerial dapat diambil sebuah infrmasi yang berkaitan dengan penjelasan mengenai biaya nn prduksi. 3. Menurut Sugiri pada buku Akuntansi Manajemen dapat diambil sebuah infrmasi yang berkaitan dengan: a. Aktiva apa saja yang dapat membentuk dasar investasi. Dari dasar investasi tersebut digunakan untuk perhitungan Return n Investment (ROI). b. Penjelasan secara singkat mengenai penentuan harga jual. c. Penjelasan mengenai biaya tetap dan biaya variabel. d. Metde yang digunakan pada penentuan harga jual. Dalam penelitian ini menggunakan metde Full Csting. e. Perhitungan dalam penentuan harga jual. Dimana, perhitungan tersebut dimulai dari perhitungan ROI, persentase laba yang diharapkan, dan perhitungan harga jual. 4. Menurut Semars dan Sasngk pada buku Akuntansi Suatu Pengantar dapat diambil sebuah infrmasi yang berkaitan dengan aktiva lancar dan aktiva tetap. 5. Menurut Rudiant pada buku Akuntansi Pengantar dapat diambil sebuah infrmasi yang berkaitan dengan penyusutan pada aktiva Identifikasi Masalah Penentuan harga jual pada UD Eka hanya memperhatikan dan mengikuti harga jual yang ditetapkan leh perusahaan pesaing. Apabila harga jual yang ditetapkan leh perusahaan pesaing tidak memiliki perbandingan yang cukup

7 27 signifikan dari hasil perhitungan biaya prduksi maupun nn prduksi maka perusahaan menentukan harga jual sesuai dengan harga yang ditetapkan leh perusahaan pesaing. Sedangkan, harga jual yang ditetapkan leh perusahaan pesaing memiliki perbandingan yang cukup signifikan dari hasil perhitungan biaya prduksi maupun nn prduksi maka perusahaan akan meningkatkan harga jual dari harga jual yang ditentukan leh perusahaan pesaing. Dalam melakukan perhitungan terhadap biaya prduksi maupun biaya nn prduksi, perusahaan tidak mempunyai dasar perhitungan yang pasti. Biaya prduksi dihitung berdasarkan harga pkk prduksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya verhead pabrik. Selain biaya prduksi, terdapat biaya nn prduksi yang dihitung berdasarkan biaya penjualan yang terdiri dari biaya pengiriman, kmisi tenaga penjual, serta biaya listrik dan telepn kantr pemasaran. Untuk pembebanan biaya pengiriman, dilakukan dengan cara membagi ttal biaya pengiriman peride lalu dengan jumlah prduk yang dikirim. Cnthnya, jika perusahaan dalam peride lalu mengeluarkan biaya pengiriman sebesar enam ratus ribu untuk tiga kendaraan, maka biaya tersebut dibagi dengan ttal barang yang dikirim sebesar tiga ribu kdi. Sehingga setiap kdi prduk yang dikirim memerlukan biaya pengiriman sebesar dua ratus rupiah. Untuk perhitungan kmisi tenaga penjual, biaya listrik, dan biaya telepn pada kantr pemasaran dilakukan dengan cara membagi masing-masing ttal biaya tersebut setiap bulan pada pride lalu dengan jam kerja. Cnthnya, jika perusahaan mengeluarkan biaya rata-rata pada peride lalu sebesar dua puluh juta setiap bulan pada peride lalu untuk masing-masing biaya listrik, biaya telepn, dan kmisi tenaga penjual, maka biaya tersebut dibagi dengan ttal jam kerja sebesar dua ratus

8 28 jam selama satu bulan. Sehingga, masing-masing biaya listrik, biaya telepn, dan kmisi tenaga penjual yang dibebankan sebesar seratus ribu setiap jam. Dari prses bisnis tersebut, terdapat permasalahan bahwa perusahaan tidak dapat melakukan perhitungan persentase laba yang diharapkan karena perusahaan dalam menentukan harga jual hanya mengikuti harga jual yang ditentukan leh perusahaan pesaing. Hal ini menyebabkan perusahaan tidak dapat menentukan harga jual secara tepat. Selain itu, perusahaan juga tidak dapat melakukan perhitungan target pengembalian mdal dari investasi yang dimiliki perusahaan (Return n Investment) karena perusahaan tidak dapat melakukan perhitungan persentase laba yang diharapkan. Menurut Mulyadi (2001), persentase laba yang diharapkan dihitung berdasarkan investasi perusahaan yang digunakan untuk memprduksi prduk. Padahal, perusahaan memiliki investasi dalam bentuk aktiva yang digunakan untuk memprduksi prduk. Dari aktiva tersebut, seharusnya digunakan perusahaan untuk melakukan perhitungan Return n Investment (ROI). Dari penjelasan tersebut digambarkan dalam bentuk dcument flw mengenai prses penentuan harga jual saat ini pada UD Eka. Gambaran dari dcflw dapat dilihat pada gambar 3.1.

9 29 Dcument Flw Penentuan Harga Jual Bagian Prduksi Bagian Penjualan Dsitributr Pemilik Data pengiriman peride lalu Jumlah prduk terjual Memeperkirakan biaya pengiriman prduk Lapran harga jual pesaing Memperkirakan biaya tenaga penjual A Data gaji karyawan peride lalu Jam perasinal perusahaan Memperkirakan biaya telepn dan listrik Tagihan biaya peride lalu Start Melaprkan harga pesaing Harga jual pesaing A Biaya pengiriman Biaya tenaga penjual Biaya telepn dan listrik Melakukan perbandingan Menghitung biaya nn prduksi Hasil perbandingan Biaya nn prduksi Menentukan harga jual Harga pkk prduksi Menghitung keseluruhan biaya Keseluruhan ttal biaya A End B Harga jual Gambar 3.1 Dcument Flw Penentuan Harga Jual Dari gambar dcument flw di atas, diketahui bahwa perusahaan memiliki beberapa permasalahan dalam menentukan harga jual. Salah satu cnth permasalahan yang terjadi bahwa saat ini perusahaan hanya mengikuti harga jual yang ditentukan leh perusahaan pesaing. Dari permasalahan tersebut, menyebabkan perusahaan tidak dapat menentukan harga jual secara tepat sehingga perusahaan juga tidak mengetahui perlehan laba yang diharapkan. Hasil pemetaan

10 30 masalah tersebut diberikan beberapa slusi penyelesaian masalah yang diimplementasikan pada aplikasi. Penjelasan lebih detil mengenai hasil pemetaan masalah beserta slusi penyelesaian masalah dijelaskan pada tabel 3.3. Tabel 3.3 Identifikasi Masalah IDENTIFIKASI PERMASALAHAN OPTIMASI SISTEM Masalah Dampak Target Sistem Batasan Sistem Harga jual yang Sistem yang dihasilkan leh sistem dibuat dapat Penentuan harga Tidak dapat untuk prduk sl dan menghasilkan jual hanya melakukan sandal. perhitungan berdasarkan perhitungan harga Sistem yang dibuat harga jual harga jual jual secara tepat berbasis desktp serta sesuai dengan pesaing. dan pasti. sistem ini dapat diakses metde full leh bagian penjualan csting. dan manajer penjualan. Tidak ada perhitungan terhadap target pengembalian mdal dari investasi yang dimiliki perusahaan. Tidak dapat melakukan perhitungan persentase laba yang diharapkan untuk setiap prduk dari investasi yang dimiliki perusahaan. Sistem ini dapat menghasilkan persentase laba yang diharapkan berdasarkan target pengembalian investasi. Untuk perhitungan laba yang diharapkan dan penetapan harga jual, sistem ini dapat diakses leh manajer penjualan. Untuk Infrmasi investasi dan target lamanya pengembalian investasi diperleh dari direktur Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan penjelasan tentang kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan leh sistem. Sehingga dari analisis kebutuhan tersebut digunakan

11 31 untuk memperbaiki permasalahan yang terdapat pada kndisi saat ini. Analisis kebutuhan dibagi menjadi dua bagian, antara lain: A. Kebutuhan Fungsinal Kebutuhan fungsinal merupakan penjelasan secara detil mengenai fungsifungsi yang diperlukan sistem. Kebutuhan fungsinal terdiri dari kebutuhan prses dan kebutuhan infrmasi. Dimana, kebutuhan prses merupakan berbagai macam prses yang diperlukan untuk menjalankan sistem. Sedangkan, kebutuhan infrmasi merupakan berbagai macam infrmasi yang dihasilkan dari setiap prses yang terdapat pada sistem. Penjelasan mengenai kebutuhan fungsinal dapat dilihat pada tabel 3.4. Tabel 3.4 Kebutuhan Fungsinal N Kebutuhan Fungsinal Spesifikasi Deskripsi Manajer penjualan dapat meningkatkan kapasitas prduksi apabila terjadi kenaikan hasil penjualan. Peningkatkan kapasitas Perhitungan prduksi dapat dilakukan dengan cara Kapasitas menghitung kapasitas prduksi maksimal. Prduksi Dengan meningkatkan kapasitas prduksi, 1 Kebutuhan Prses Maksimal dapat menekan biaya yang dibebankan kepada setiap prduk sehingga harga jual yang ditawarkan kepada pelanggan menjadi lebih murah. Prses ini digunakan leh manajer penjualan Perhitungan untuk melakukan perhitungan terhadap Return n target pengembalian mdal dari investasi Investment (ROI) yang dimiliki leh perusahaan. Dimana, lama investasi dari setiap aktiva ditentukan

12 32 N Kebutuhan Fungsinal Spesifikasi Deskripsi leh direktur. Dari hasil ROI tersebut, digunakan sebagai dasar perhitungan persentase laba yang diharapkan. Prses ini digunakan leh manajer penjualan untuk membebankan ttal keseluruhan setiap biaya nn prduksi tetap kepada setiap Perhitungan prduk dengan cara membagi ttal biaya nn Distribusi prduksi kepada setiap prduk berdasarkan Pembebanan peresentase waktu pemakaian mesin selama Biaya Nn memprduksi prduk. Sedangkan, Prduksi pembebanan biaya nn prduksi variabel dilakukan dengan cara membagi ttal biaya nn prduksi dengan jumlah estimasi seluruh prduk yang dijual. Prses ini digunakan leh manajer penjualan untuk menghitung laba yang diharapkan leh Perhitungan perusahaan sehingga dapat menutupi biaya- Persentase Laba biaya nn prduksi serta target yang Diharapkan pengembalian mdal dari investasi yang telah digunakan perusahaan dalam menjalankan kegiatan perasinal. Prses ini digunakan leh manajer penjualan untuk melakukan perhitungan terhadap Perhitungan harga jual berdasarkan persentase laba yang Harga Jual diharapkan dengan memperhatikan biaya nn prduksi dan target pengembalian mdal dari investasi yang dimiliki perusahaan. 2 Kebutuhan Infrmasi Data Kapasitas Prduksi Maksimal Dari prses perhitungan kapasitas prduksi maksimal, sistem dapat memberikan infrmasi mengenai kapasitas prduk

13 33 N Kebutuhan Fungsinal Spesifikasi Deskripsi maksimal yang dapat diprduksi berdasarkan hasil prduksi yang telah dilakukan. Dari infrmasi tersebut, manajer dapat memperkirakan tambahan jumlah yang dapat diprduksi. Dari prses perhitungan ROI, sistem dapat memberikan hasil ROI berdasarkan investasi yang dimiliki perusahaan. Infrmasi tersebut Lapran Return n Investment (ROI) digunakan leh direktur untuk mengetahui target laba yang digunakan untuk pengembalian mdal dari investasi yang dimiliki perusahaan. Dan juga, digunakan leh manajer penjualan sebagai dasar untuk menentukan persentase laba yang diharapkan. Dari prses pembebanan biaya nn prduksi setiap prduk, sistem dapat memberikan ttal biaya nn prduksi yang dibebankan Data Distribusi pada setiap prduk. Ttal pembebanan biaya Pembebanan tersebut dikelmpkkan menjadi biaya nn Biaya nn prduksi tetap dan biaya nn prduksi Prduksi variabel. Infrmasi tersebut digunakan leh manajer penjualan sebagai dasar untuk menentukan persentase laba yang diharapkan dari setiap prduk. Dari prses perhitungan persentase laba yang Lapran Laba diharapkan, sistem dapat memberikan yang Diharapkan lapran laba yang diharapkan. Infrmasi tersebut digunakan leh manajer penjualan

14 34 N Kebutuhan Fungsinal Spesifikasi Deskripsi sebagai dasar untuk menentukan harga jual dari setiap prduk. Dari prses perhitungan harga jual, sistem Lapran Harga Jual dapat memberikan lapran harga jual. Dari lapran tersebut manajer penjualan dapat meverifikasi harga jual dari setiap prduk yang dihasilkan leh sistem. B. Kebutuhan Nn Fungsinal Kebutuhan nn fungsinal merupakan penjelasan mengenai kemampuan maupun kinerja yang diberikan sistem dalam menghasilkan infrmasi yang diperlukan pengguna. Penjelasan mengenai kebutuhan nn fungsinal dapat dilihat pada tabel 3.5. Tabel 3.5 Kebutuhan Nn Fungsinal Spesifikasi Operatinal Security (Keamanan Sistem) Cultural and Plitical Kemampuan Aplikasi ini dapat dijalankan menggunakan kmputer persnal yang terdapat pada perusahaan. Aplikasi ini terhubung dengan aplikasi penentuan harga pkk prduksi untuk mendukung dalam perhitungan persentase laba yang diharapkan dan harga jual. Aplikasi ini dapat digunakan leh bagian penjualan dan manajer penjualan. Dimana, setiap pengguna diberikan hak akses sehingga dapat menjaga keamanan data yang terdapat dalam aplikasi penentuan harga jual. Nilai seluruh biaya ditampilkan pada aplikasi menggunakan nilai mata uang rupiah.

15 35 Spesifikasi Perfrma Kemampuan Pengantar bahasa yang digunakan pada aplikasi ini menggunakan bahasa Indnesia. Aplikasi ini memiliki kapasitas untuk menampung seluruh data yang dibutuhkan sebagai dasar penentuan harga jual maupun data yang dihasilkan leh sistem hingga empat tahun. Setelah pengguna melakukan lgin, aplikasi dapat berjalan lancar tanpa ada masalah, memiliki respn time 1-5 detik. Apabila aplikasi tidak dapat berjalan lancar karena terdapat masalah, memiliki respn time lebih dari 10 detik. 1.2 Perancangan Sistem Berdasarkan hasil analisis sistem, tahapan selanjutnya adalah melakukan perancangan sistem yang digambarkan menggunakan Desain Arsitektur, Diagram Input-Prcess-Output, Cntext Diagram, Diagram Jenjang, Data Flw Diagram (DFD), Cnceptual Data Mdel (CDM), Physical Data Mdel (PDM), Kamus Data, User Interface Aplikasi, dan Rencana Uji Cba Aplikasi Desain Arsitektur Desain arsitektur merupakan gambaran dari hubungan seluruh kmpnen perangkat keras maupun perangkat lunak yang terdapat pada aplikasi penentuan harga jual pada UD Eka. Dimana, spesifikasi perangkat keras maupun perangkat lunak tersebut dijelaskan pada bab selanjutnya. Tujuan dari pembuatan desain arsitektur untuk menyesuaikan anatara kebutuhan sistem, kmpnen sistem infrmasi, dan teknlgi pendukung. Gambaran dari desain arsitektur dapat dilihat pada gambar 3.2.

16 36 DATABASE SERVER BAGIAN PENJUALAN MANAJER PENJUALAN Gambar 3.2 Desain Arsitektur Aplikasi Penentuan Harga Jual Berdasarkan gambar di atas terdapat dua kmputer client yang diletakan pada bagian penjualan. Kmputer client yang pertama digunakan leh manajer penjualan untuk melakukan perhitungan harga jual. Sedangkan, kmputer client yang kedua digunakan leh bagian penjualan untuk melakukan pengellaan data yang berkaitan dengan perhitungan harga jual. Data yang dihasilkan dari aplikasi penentuan harga jual disimpan pada database server yang telah terhubung dengan dua kmputer client tersebut Diagram Input-Prcess-Output Pada diagram Input-Prcess-Output dijelaskan gambaran secara umum mengenai hubungan antara input, prses, dan utput yang diperlukan leh sistem yang akan dibuat. Dimana gambaran tersebut terlihat pada gambar 3.3.

17 37 IPO Diagram Input Prses Output Lapran Aktivitas Mesin Menghitung Kapasitas Prduksi Maksimal Data Kapasitas Prduksi Maksimal Data Aktiva Tetap Menghitung Return On Investment Lapran Return On Investment Data Aktiva Lancar Aplikasi Penentuan Harga Jual Pada UD Eka Data Biaya Nn Prduksi Data Harga Pkk Prduksi Menghitung Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Menghitung Persentase Laba yang Diharapkan Menghitung Harga Jual Data Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Tetap Data Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Variabel Lapran Laba yang Diharapkan Lapran Harga Jual Gambar 3.3 IPO Diagram Prses Penentuan Harga Jual A. Input 1. Lapran Aktivitas Mesin Lapran aktivitas mesin merupakan lapran yang digunakan untuk melaprkan aktivitas mesin yang digunakan selama kegiatan prduksi. Dimana, lapran tersebut diperleh dari hasil penelitian dengan judul Rancang Bangun Aplikasi Penentuan Harga Pkk Prduksi Menggunakan Metde Full Csting. Adapaun cnth lapran aktivitas mesin dapat dilihat pada tabel 3.6.

18 38 Tabel 3.6 Lapran Aktivitas Mesin Lapran Aktivitas Mesin Tanggal Prduksi : 01/04/2017 Jadwal Prduksi : JP01 Jumlah Prduksi: 100 Nama Prduk : Sl 489 Seri Aktivitas Mesin Kde Mesin Nama Mesin Jam Kerja Mesin (Jam) Lama Prduksi Setiap Kdi (Menit) M01 Mesin Injectin M02 Mesin Giling 3 20 M03 Mesin Pencacah 3 16 M04 Mesin Kmpresr Data Aktiva Lancar Aktiva lancar merupakan kas dan aktiva lancar lainnya yang digunakan perusahaan dalam menjalankan kegiatan perasinal. Dari aktiva lancar yang terdapat pada perusahaan, diharapkan dapat diubah menjadi uang tunai, dijual, atau digunakan dalam rentang waktu tidak lebih dari satu peride akuntansi. Adapun beberapa cnth dari aktiva lancar dapat dilihat pada tabel 3.7. Tabel 3.7 Data Aktiva Lancar Aktiva Lancar Aktiva Waktu Balik Mdal (Tahun) Ttal Kas (Uang Tunai) 5 Rp ,00 Piutang Usaha 2 Rp ,00 Persediaan 3 Rp ,00 Ttal Aktiva Lancar Rp

19 39 3. Data Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan aktiva yang tidak dikelmpkkan ke dalam aktiva lancar serta memiliki waktu penggunaan yang cukup lama yaitu lebih dari satu tahun penggunaan. Aktiva tetap yang dimiliki leh perusahaan seperti tanah, bangunan, kendaraan, dan peralatan yang digunakan untuk memprduksi sl maupun sandal. Nilai aktiva tetap yang digunakan untuk menghitung Return n Investment (ROI) adalah nilai buku dari aktiva tetap tersebut. Untuk memperleh nilai buku, dilakukan perhitungan biaya penyusutan terlebih dahulu dengan menggunakan rumus pada (3.1). Biaya Penyusutan = Harga Perlehan Nilai Sisa Umur Eknmis... (3.1) Setelah mengetahui biaya penyusutan, melakukan perhitungan nilai buku dari aktiva tetap menggunakan rumus pada (3.2). Nilai Buku = Harga Perlehan Akumulasi Penyusutan...(3.2) Keterangan: Biaya penyusutan = pengurangan nilai manfaat dari aktiva yang disebabkan adanya penggunaan aktiva selama peride umur manfaat dari aktiva tersebut. Nilai buku = nilai saat ini dari aktiva tetap. Harga perlehan = ttal biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tetap hingga aktiva tersebut dapat digunakan. Nilai sisa = harga jual dari aktiva tetap pada akhir masa manfaat dari aktiva itu. Umur eknmis = perkiraan umur aktiva tetap dapat digunakan. Akumulasi penyusutan = ttal dari biaya penyusutan untuk setiap tahunnya. Adapun beberapa cnth dari aktiva tetap dapat dilihat pada tabel 3.8.

20 40 Tabel 3.8 Data Aktiva Tetap Aktiva Tetap Aktiva Waktu Balik Mdal (Tahun) Harga Perlehan Nilai Buku Tanah 1000 m 2 10 Rp ,00 Rp ,00 Bangunan 10 Rp ,00 Rp ,00 Mbil Pick Up Rp ,00 Rp ,00 Mesin Injectin Rp ,00 Rp ,00 Cetakan Rp ,00 Rp ,00 Ttal Aktiva Tetap Rp ,00 4. Data Biaya Nn Prduksi Biaya nn prduksi merupakan salah satu jenis biaya yang tidak memiliki hubungan secara langsung dengan kegiatan prduksi serta hanya menjadi pendukung dari kegiatan prduksi. Adapun beberapa cnth dari biaya nn prduksi dapat dilihat pada tabel 3.9. Tabel 3.9 Data Biaya Nn Prduksi Biaya Nn Prduksi Nama Biaya Ttal Biaya Pengiriman Rp ,00 Biaya Listrik Kantr Pemasaran Rp ,00 Biaya Telepn Kantr Pemasaran Rp ,00 Biaya Penyusutan Aktiva Tetap Nn Pabrik Rp ,00 Kmisi Tenaga Penjual Rp ,00 Ttal Biaya Nn Prduksi Rp ,00 5. Data Harga Pkk Prduksi Harga pkk prduksi merupakan salah satu jenis biaya yang memiliki hubungan secara langsung dengan kegiatan prduksi seperti biaya bahan baku,

21 41 biaya tenaga kerja langsung, dan biaya verhead pabrik. Biaya-biaya tersebut diperleh dari hasil penelitian dengan judul Rancang Bangun Aplikasi Penentuan Harga Pkk Prduksi. Adapaun beberapa cnth data harga pkk prduksi yang dibebankan pada setiap prduk dapat dilihat pada tabel Tabel 3.10 Harga Pkk Prduksi Harga Pkk Prduksi Peride: April Nama Prduk: Sl 489 Seri Jumlah Prduksi (Kdi): 100 Lama Prduksi (Jam): 10 Jenis Biaya Nama Biaya Nilai Biaya Biaya Tenaga Kerja Harga Pkk Langsung Rp ,33 Prduksi Tetap Biaya Penyusutan Aktiva Tetap Pabrik Rp ,67 Biaya Reparasi Mesin Rp ,00 Biaya Bahan Baku Rp ,00 Harga Pkk Biaya Tenaga Kerja Prduksi Variabel Tidak Langsung Rp ,00 Biaya Bahan Penlng Rp ,00 Biaya Listrik Pabrik Rp ,00 Ttal Harga Pkk Prduksi Rp ,00 B. Prses 1. Menghitung Kapasitas Prduksi Maksimal Apabila terjadi kenaikan penjualan maka serang manajer dapat melakukan perhitungan kapasitas prduksi maksimal untuk menekan biaya yang

22 42 dibebankan sehingga harga jual yang ditawarkan kepada pelanggan menjadi lebih murah. Berdasarkan hasil penelitian menghitung kapasitas mesin ptimal, kapasitas prduksi dapat dimaksimalkan pada mesin yang memiliki lama prduksi setiap kdinya paling lama karena pada mesin tersebut terjadi penumpukan antrian prduksi paling banyak. Penyebab terjadinya penumpukan antrian prduksi adalah mesin yang digunakan untuk prses prduksi bekerja secara seri. Artinya, satu mesin dapat memprduksi satu kdi prduk secara bergantian sehingga sering terdapat waktu tunggu untuk satu kdi prduk selanjutnya yang akan masuk pada mesin tersebut. Apabila mesin yang memiliki lama prduksi paling lama diptimalkan prduksinya selama 24 jam maka terjadi tambahan prduksi lebih sedikit sehingga mesin yang lain dapat menyelesaikan tambahan prduksi tersebut serta tidak terdapat barang dalam prses. Jadi, untuk menghitung kapasitas prduksi maksimal pada mesin tersebut dapat menggunakan rumus di bawah ini. a. Tambahan Jam Mesin = Jam Mesin Optimal Jam Meisn... (3.3) b. Kapasitas Tambahan = Tambahan Jam Mesin 60 Menit Lama Prduksi Tiap Kdi... (3.4) c. Kapasitas Maksimal = Kapasitas Aktual + Kapasitas Tambahan. (3.5) Keterangan: Jam Mesin Optimal = ttal pemakaian mesin secara maksimal selama 24 jam. Jam Mesin = Waktu yang dibutuhkan leh mesin untuk memprduksi prduk berdasarkan lapran aktivitas mesin dari aplikasi penentuan harga pkk prduksi (satuan jam).

23 43 Lama Prduksi = Waktu yang dibutuhkan untuk memprduksi satu kdi prduk (satuan menit). Kapasitas Aktual = jumlah prduk yang diprduksi berdasarkan lapran aktivitas mesin dari aplikasi penentuan harga pkk prduksi (satuan kdi). Tambahn Jam Mesin = Waktu tambahan yang dibutuhkan untuk memprduksi prduk tambahan (satuan jam). Kapasitas Tambahan = jumlah tambahan prduk yang diprduksi (satuan kdi). 2. Menghitung Return n Investment (ROI) Perhitungan ROI merupakan perbandingan nilai investasi dengan berapa lama investasi yang digunakan dapat mengembalikan mdal sehingga dapat diketahui target laba yang digunakan untuk mengembalikan mdal dari investasi tersebut. Investasi tersebut terdiri aktiva lancar dan aktiva tetap. Untuk melakukan perhitungan dari prses ini, berdasarkan nilai saat ini dari aktiva lancar dan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Selain itu, perusahaan harus memiliki target berapa tahun dari setiap investasi yang berupa aktiva lancar maupun aktiva tetap tersebut dapat mengembalikan mdal. Adapun tahapan yang dilakukan untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut: a. Meghitung ROI Setiap Aktiva ROI = ( Investasi ) 12 Bulan...(3.6) n b. Menghitung ROI Jam Mesin ROI Jam Mesin = ROI TJPMSP... (3.7) c. Menghitung ROI Prduk ROI Prduk = ROI Jam Mesin Lama Prduksi Setiap Prduk.. (3.8)

24 44 Keterangan: Return n Investment (ROI) = target laba yang digunakan untuk pengembalian mdal dari investasi. n = berapa tahun dari setiap investasi yang dimiliki perusahaan dapat mengembalikan mdal (untuk mesin, memiliki maksimal umur selama lima tahun). Investasi = nilai sekarang dari aktiva lancar dan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. TJPMSP = Ttal Jam Pemakaian Mesin Seluruh Prduk. ROI Jam Mesin = Nilai ROI yang dibebankan pada setiap jam pemakaian mesin. ROI Prduk = Nilai ROI yang dibebankan pada setiap prduk. 3. Menghitung Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Sebelum melakukan perhitungan persentase laba yang diharapkan, dilakukan pembebanan biaya nn prduksi pada setiap prduk. Sebelumnya, biaya nn prduksi dikelmpkkan menjadi biaya nn prduksi tetap dan biaya nn prduksi variabel. Biaya nn prduksi tetap merupakan ttal biaya tidak berubah-ubah berapapun jumlah unit prduksi. Untuk distribusi pembebanan biaya nn prduksi tetap terhadap setiap prduk berdasarkan persentase jam pemakaian mesin yang digunakan untuk prses prduksi. Oleh karena itu, distribusi pembebanan biaya nn prduksi tetap dapat mengunakan rumus pada (3.9). Pembebanan Biaya Nn Prduksi Tetap = JPM TJPMSP NBNPT... (3.9)

25 45 Keterangan: JPM = Jam Pemakaian Mesin. TJPMSP = Ttal Jam Pemakaian Mesin Seluruh Prduk. NBNPT = Nilai Biaya Nn Prduksi Tetap. Sedangkan biaya nn prduksi variabel merupakan ttal biaya berubah-ubah berapapun jumlah unit prduksi. Untuk distribusi pembebanan biaya nn prduksi variabel terhadap setiap prduk, berdasarkan persentase jumlah hasil prduksi. Oleh karena itu, distribusi pembebanan biaya nn prduksi variabel dapat mengunakan rumus pada (3.10). Pembebanan Biaya Nn Prduksi Variabel = JHP JHPSP NBNPV... (3.10) Keterangan: JHP = Jumlah Hasil Prduksi (satuan kdi). JHPSP = Jumlah Hasil Prduksi Seluruh Prduk (satuan kdi). NBNPV = Nilai Biaya Nn Prduksi Variabel. 4. Menghitung Persentase Laba yang Diharapkan Untuk melakukan perhitungan dari prses ini, berdasarkan dari nilai Return n Investment (ROI) prduk dan ttal keseluruhan biaya nn prduksi untuk setiap prduk yang diperleh dari perhitungan sebelumnya. Selain itu, terdapat harga pkk prduksi yang juga digunakan dalam perhitungan laba yang diharapkan. Dimana, harga pkk prduksi tersebut diperleh dari hasil penelitian dengan judul Rancang Bangun Aplikasi Penentuan Harga Pkk Prduksi. Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung nilai persentase laba yang diharapkan (markup) adalah sebagai berikut. %Markup = ROI+ Biaya Nn Prduksi Vlume dalam unit HPP per unit... (3.11)

26 46 Keterangan: %Markup = peresentase laba yang diharapkan. Return n Investment (ROI) = target yang digunakan untuk pengembalian mdal dari investasi. Vlume dalam unit = ttal unit yang diprduksi. HPP = Harga Pkk Prduksi. Artinya, ttal dari keseluruhan biaya dari prduk yang selesai diprduksi Biaya nn prduksi = biaya yang tidak termasuk ke dalam biaya prduksi. 5. Menghitung Harga Jual Untuk melakukan perhitungan dari prses ini, berdasarkan hasil persentase markup dan harga pkk prduksi. Rumus yang digunakan untuk menghitung harga jual adalah sebagai berikut. Harga Jual = HPP + (%Markup HPP)...(3.12) C. Output 1. Data Kapasitas Prduksi Maksimal Data ini memberikan infrmasi mengenai kapasitas prduk maksimal yang dapat diprduksi berdasarkan hasil penelitian menghitung kapasitas mesin ptimal. Dari infrmasi tersebut, manajer dapat menekan biaya yang dibebankan kepada setiap prduk sehingga harga jual yang ditawarkan kepada pelanggan menjadi lebih murah. Cnth dari data kapasitas prduksi maksimal dapat dilihat pada tabel 3.11.

27 47 Tabel 3.11 Data Kapasitas Prduksi Maksimal Kapasitas Prduksi Maksimal Mesin: Mesin Injectin 2000 Nama Prduk : Sl 489 Seri Kapasitas Prduksi Maksimal Satuan : Kdi Jumlah Prduksi: 140 Kdi Lama Prduksi : 30 Menit/Kdi Lama Prduksi: 24 Jam Hasil Pelakasanaan Prduksi Rencana Tambahan Prduksi Lama Tambahan Tambahan Tanggal Jumlah Prduksi Prduksi Jumlah Prduksi Waktu Prduksi Prduksi (Kdi) (Jam) (Kdi) (Jam) 1/4/ Lapran Return n Investment (ROI) Return n Investment (ROI) yang dihasilkan berisi infrmasi hasil perbandingan nilai investasi dengan berapa lama setiap investasi yang digunakan dapat mengembalikan mdal. Sehingga, kmpnen yang terdapat pada infrmasi ROI terdiri dari nilai investasi untuk setiap aktiva lancar maupun aktiva tetap beserta berapa tahun setiap investasi tersebut dapat mengembalikan mdal. Cnth dari infrmasi ROI dapat dijelaskan pada tabel Tabel 3.12 Return n Investment Return n Investment Aktiva Waktu Balik Mdal (Tahun) Nilai Nilai ROI Kas (Uang Tunai) 5 Rp ,00 Rp ,67 Piutang Usaha 2 Rp ,00 Rp ,67 Persediaan 3 Rp ,00 Rp ,33 Tanah 1000 m 2 10 Rp ,00 Rp ,67 Bangunan 10 Rp ,00 Rp ,67

28 48 Return n Investment Aktiva Waktu Balik Mdal (Tahun) Nilai Nilai ROI Mbil Pick Up Rp ,00 Rp ,00 Mesin Injectin Rp ,00 Rp ,33 Cetakan Rp ,00 Rp ,22 Ttal ROI Rp ,56 Sedangkan, ROI yang dibebankan pada setiap prduk digunakan untuk menghitung persentase laba yang diharapkan dapat dijelaskan pada tabel Tabel 3.13 Return n Investment Prduk Return n Investment Prduk Nama Prduk: Sl 489 Seri Hasil Prduksi Masimal: 100 Kdi Lama Pemakaian Mesin 10 Jam Ttal Pemakaian Mesin Seluruh Prduk 60 Jam ROI Jam Mesin Rp ,59 ROI Prduk Rp ,93 3. Data Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Biaya nn prduksi setiap prduk yang dihasilkan berisi infrmasi hasil pembebanan setiap jenis biaya nn prduksi yang dibebankan kepada setiap prduk. Biaya nn prduksi yang dibebankan pada setiap prduk dikelmpkkan menjadi biaya nn prduksi tetap dan biaya nn prduksi variabel. Dimana, pembebanan biaya nn prduksi tetap dihitung berdasarkan persentase waktu pemakaian mesin selama memprduksi prduk. Sedangkan, pembebanan biaya nn prduksi variabel dihitung berdasarkan persentase

29 49 jumlah unit yang diprduksi. Hasil dari pembebanan biaya nn prduksi biaya variabel dan biaya tetap dapat dilihat pada tabel 3.14 dan tabel Tabel 3.14 Hasil Pembebanan Biaya Nn Prduksi Tetap Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Tetap Peride: April Nama Prduk : Sl 489 Seri Lama Prduksi (Jam): 10 Nama Biaya Nilai Pembebanan Biaya Biaya Penyusutan Aktiva Tetap Nn Pabrik Rp ,00 Kmisi Tenaga Penjual Rp ,00 Ttal Biaya Rp ,00 Tabel 3.15 Hasil Pembebanan Biaya Nn Prduksi Variabel Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Variabel Peride: April Nama Prduk : Sl 489 Seri Hasil Prduksi (Kdi): 100 Nama Biaya Nilai Pembebanan Biaya Biaya Pengiriman Rp ,00 Biaya Listrik Kantr Pemasaran Rp ,00 Biaya Telepn Kantr Pemasaran Rp ,00 Ttal Biaya Rp ,00 4. Lapran Laba yang Diharapkan Persentase laba yang diharapkan ditampilkan dalam bentuk lapran. Dimana lapran tersebut terdapat nama prduk, jumlah prduk, target pengembalian mdal investasi (Return n Investment) yang dibebankan pada setiap prduk, dan laba yang diharapkan dari prduk tersebut. Hasil dari laba yang diharapkan

30 50 digunakan sebagai dasar perhitungan harga jual. Cnth dari lapran laba yang diharapkan dijelaskan pada tabel Tabel 3.16 Laba yang Diharapkan Laba yang Diharapkan Nama Prduk: Sl 489 Seri Hasil Prduksi: 100 Kdi Return n Investment Prduk Rp ,93 Biaya Nn Prduksi Rp ,00 Harga Pkk Prduksi Rp ,00 Nilai Laba yang Diharapkan 0,54 Persentase Laba yang Diharapkan 54% 5. Lapran Harga Jual Hasil perhitungan harga jual ditampilkan dalam bentuk lapran. Dimana, lapran tersebut terdapat harga jual setiap prduk yang diperleh dari persentase laba yang diharapkan (markup) dan keseluruhan ttal harga pkk prduksi untuk setiap prduk. Hasil dari lapran harga jual dapat digunakan leh manajer penjualan untuk menentukan harga jual dari setiap prduk. Cnth dari lapran harga jual setiap prduk dijelaskan pada tabel Tabel 3.17 Harga Jual Setiap Prduk Harga Jual Nama Prduk: Sl 489 Seri Hasil Prduksi: 100 Kdi Tanggal: 31 April 2017 Harga Pkk Prduksi Rp Nilai Laba yang Diharapkan 54% Harga Jual Rp ,93 Harga Jual setiap Kdi Rp ,26

31 Cntext Diagram Cntext diagram merupakan tingkatan paling tinggi dalam Data Flw Diagram (DFD) yang menunjukkan gambaran dari sistem yang akan dibuat secara keseluruhan. Oleh karena itu, pada cntext diagram hanya terdapat satu prses utama yang dapat mewakili seluruh prses pada sistem. Dimana prses utama tersebut, saling terhubung dengan external entity dan aliran data. External entity dan aliran data dapat ditentukan dari hasil tahapan analisis sistem. External entity merupakan entitas yang berada di bagian luar dari sistem berupa rang, suatu rganisasi, dan sistem lain yang berada di luar sistem. External entity dapat memberikan aliran data ke prses utama ataupun menerima aliran data yang dihasilkan leh prses. Sedangkan, aliran data pada cntext diagram merupakan data yang mengalir antara prses utama dan external entity. Gambaran dari cntext diagram aplikasi penentuan harga jual pada UD Eka, dapat dilihat pada gambar 3.4. Data Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Tetap Bagian Penjualan Data Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Variabel Lama Investasi Direktur Data Investasi Data Biaya nn Prduksi Kapasitas Prduksi Maksim al 0 Aplikasi Penentuan Harga Jual Pada UD Eka + Lapran Return n Investment Lapran Laba yang Diharapkan Lapran Harga Jual Aplikasi Penentuan Harga Pkk Prduksi Lapran Aktivitas Mesin Data Harga Pkk Prduksi Tetap Data Harga Pkk Prduksi Variabel Gambar 3.4 Cntext Diagram Aplikasi Penentuan Harga Jual Pada UD Eka

32 52 Pada gambar 3.4, terdapat satu prses utama yaitu prses penentuan harga jual dan memiliki tiga external entity. Sistem tersebut dapat berjalan ketika direktur menentukan lama investasi terhadap aktiva yang dimiliki leh perusahaan. Prses utama tersebut saling terintegrasi dengan tiga external entity. Dan juga, antara prses utama dan setiap external entity terdapat beberapa aliran data yang mengalir. Dimana external entity tersebut terdiri dari: 1. Direktur Direktur merupakan seserang yang bertanggung jawab atas seluruh investasi yang dimiliki perusahaan dan menentukan target pengembalian investasi (Return n Investment). Oleh karena itu, direktur memberikan lama investasi terhadap aktiva yang dimiliki leh perusahaan kepada prses yang terdapat pada cntext diagram. Lama investasi tersebut diprses untuk menghitung Return n Investment. Hasil perhitungan Return n Investment digunakan sebagai dasar perhitungan laba yang diharapkan (markup). Selain itu, direktur menerima hasil perhitungan lapran laba yang diharapkan dan lapran harga jual. 2. Bagian Penjualan Bagian penjualan merupakan seserang yang bertanggung jawab atas pengellaan data master yang berkaitan dengan penentuan harga jual. Oleh karena itu, bagian penjualan memberikan data investasi dan data biaya nn prduksi kepada prses yang terdapat pada cntext diagram. Dimana, data biaya nn prduksi diprses untuk menghasilkan nilai pembebanan biaya nn prduksi setiap prduk yang digunakan untuk menghitung peresentase laba yang diharapkan (mark up). Dimana hasil pembenanan biaya tersebut dikelmpkkan menjadi biaya nn prduksi tetap dan biaya nn prduksi variabel. Sedangkan,

33 53 data investasi tersebut diprses untuk menghitung Return n Investment dengan menambahkan aliran data berupa lama investasi dari direktur. Hasil perhitungan Return n Investment akan diberikan kepada direktur. 3. Aplikasi Penentuan Harga Pkk Prduksi Aplikasi penentuan harga pkk prduksi merupakan aplikasi lain yang berada di bagian luar aplikasi yang dibuat. Aplikasi ini berfungsi untuk menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan selama kegiatan prduksi. Dimana, seluruh biaya tersebut digunakan untuk menghitung persentase laba yang diharapkan dan harga jual. Oleh karena itu, aplikasi tersebut memberikan data harga pkk prduksi tetap maupun variabel kepada prses yang terdapat pada cntext diagram. Selain itu, aplikasi tersebut memberikan lapran aktivitas mesin yang digunakan untuk menentukan kapasitas prduksi maksimal. Lapran tersebut akan diprses leh sistem serta menghasilkan data kapasitas prduksi maksimal yang akan diberikan leh aplikasi penentuan harga pkk prduksi Diagram Jenjang Diagram jenjang merupakan penjabaran dari seluruh prses yang terdapat pada sistem. Dari diagram jenjang, dapat digunakan sebagai pedman untuk menggambarkan Data Flw Diagram (DFD) pada leve-level selanjutnya. Pada cntext diagram yang telah digambarkan, terdapat prses utama yaitu prses penentuan harga jual. Dari prses utama tersebut dapat dijabarkan menjadi lima sub prses yang terdiri dari prses menghitung kapasitas prduksi maksimal, menghitung Return n Investment, menghitung distribusi pembebanan biaya nn prduksi, menghitung persentase laba yang diharapkan, dan menghitung harga jual.

34 54 Dari sub prses menghitung Return n Investment dapat dijabarkan lagi menjadi lima sub-sub prses yang terdiri dari menghitung penyusutan setiap aktiva, menghitung nilai buku setiap aktiva, menghitung Return n Investment setiap aktiva, menghitung Return n Investment jam mesin, dan menghitung Return n Investment prduk. Untuk sub prses menghitung distribusi pembebanan biaya nn prduksi, dapat dijabarkan lagi menjadi dua sub-sub prses yang terdiri dari menghitung distribusi pembebanan biaya nn prduksi tetap dan menghitung distribusi pembebanan biaya nn prduksi variabel. Gambaran dari diagram jenjang aplikasi penentuan harga jual pada UD Eka dapat dilihat pada gambar 3.5.

35 0 Aplikasi Penentuan Harga Jual Pada UD Eka 1 Menghitung Kapasitas Prduksi Maksimal 2 Menghitung Return n Investment 3 Menghitung Distribusi Pembebanan Biaya nn Prduksi 4 Menghitung Persentase Laba yang Diharapkan 5 Menghitung Harga Jual Menghitung Penyusutan Setiap Aktiva Menghitung Nilai Buku Setiap Aktiva Menghitung Return n Investment Setiap Aktiva Menghitung Return n Investment Jam Mesin Menghitung Return n Investment Prduk Menghitung Distribusi Pembebanan Biaya nn Prduksi Tetap Menghitung Distribusi Pembebanan Biaya nn Prduksi Variabel Gambar 3.5 Diagram Jenjang Aplikasi Penentuan Harga Jual Pada UD Eka 55

36 Data Flw Diagram (DFD) Level 0 Data Flw Diagram (DFD) level 0 merupakan gambaran lebih detil dari prses utama yang terdapat pada cntext diagram. Pembuatan Data Flw Diagram (DFD) level 0 dibuat berdasarkan diagram jenjang yang telah dibuat sebelumnya. Berdasarkan diagram jenjang, terdapat prses utama yaitu prses penenentuan harga jual. Dari prses tersebut, dijabarkan menjadi lima sub prses yang terdiri dari prses menghitung kapasitas prduksi maksimal, menghitung Return n Investment, menghitung distribusi pembebanan biaya nn prduksi, menghitung persentase laba yang diharapkan, dan menghitung harga jual. Dimana, lima sub prses tersebut digambarkan pada Data Flw Diagram (DFD) level 0 menghasilkan keluaran aliran data baru yang disimpan pada penyimpanan data (data stre) ataupun diberikan pada external entity. Gambaran dari Data Flw Diagram (DFD) level 0 penentuan harga jual, dapat dilihat pada gambar 3.6.

37 Estimasi Maksimal Unit Terjual Kapasitas Prduksi Maksimal 1 Menghitung Kapasitas Prduksi Maksimal Aplikasi Penentuan Harga Pkk Prduksi Lapran Aktivitas Mesin Jam Mesin Jam Pemakaian Mesin Nilai Aktiva Lancar Nilai Aktiva Tetap Biaya Penyusutan 2 Menghitung Return n Investment + Lapran Return n Investment Lama Investasi Nilai ROI Prduk Nilai ROI Jam Mesin Jumlah Prduksi Nilai Pembebanan By Nn Prd Tetap Nilai Pembebanan By Nn Prd Variabel Data Biaya nn Prduksi 3 Menghitung Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi + 18 Aset Nilai Biaya 22 Biay Nn Prduksi Nilai Buku Write Nilai Buku Read 19 Detil ROI 20 ROI Nama Biaya 21 Akun Biay Nn Prduksi Bagian Penjualan Data Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Tetap Data Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Variabel Direktur Data Investasi Data Harga Pkk Prduksi Variabel 4 ROI Prduk Data Harga Pkk Prduksi Tetap Nilai Ttal Pembebanan Biaya Nn Prduksi Menghitung Laba yang Diharapkan Persentase Mark Up Lapran Laba yang Diharapkan 24 Mark Up 23 Detil Biaya Nn Prd 5 Nilai Mark Up 17 Harga Jual Ttal HPP Nilai Harga Jual Menghitung Harga Jual Lapran Harga Jual Gambar 3.6 Data Flw Diagram (DFD) Level 0 57

38 58 Dari gambar 3.6, sistem tersebut dapat berjalan ketika direktur menentukan lama investasi terhadap aktiva yang dimiliki leh perusahaan. Penjelasan lebih detil mengenai setiap prses yang terdapat pada Data Flw Diagram (DFD) level 0 antara lain: 1. Menghitung Kapasitas Prduksi Maksimal Pada prses ini, aplikasi penentuan harga pkk prduksi memberikan aliran data berupa lapran aktivitas mesin. Data tersebut digunakan untuk menghitung kapasitas prduksi maksimal sehingga data tersebut diprses menghasilkan tambahan jumlah prduksi yang diprduksi. Hasil dari prses tersebut disimpan pada penyimpanan data yang terdapat pada sistem. Selain itu, prses tersebut menghasilkan sebuah data kapasitas prduksi maksimal yang diberikan kepada aplikasi penentuan harga pkk prduksi. 2. Menghitung Return n Investment Pada prses ini, aplikasi penentuan harga pkk prduksi, bagian penjualan, dan direktur memberikan aliran data berupa lama investasi, data investasi, dan jam pemakaian mesin serta menerima aliran data dari penyimpanan data yang terdiri dari nilai aktiva lancar dan nilai aktiva tetap. Data tersebut diprses untuk menghitung target pengembalian mdal dari investasi yang dimiliki leh perusahaan (Return n Investment). Dimana, investasi tersebut terdiri dari aktiva lancar dan aktiva tetap. Untuk melakukan prses ini, terlebih dahulu menghitung Return n Investment (ROI) dari setiap aktiva dengan cara membagi nilai dari setiap aktiva dengan jangka waktu berapa lama nilai dari setiap aktiva dapat mengembalikan mdal. Nilai aktiva tetap yang digunakan untuk menghitung ROI adalah nilai buku yang

39 59 diperleh dari hasil pengurangan antara nilai aktiva tetap dengan akumulasi penyusutan. Akumulasi penyusutan diperleh dari penyimpanan data yang berisi ttal biaya penyusutan aktiva tetap setiap tahunnya. Setelah mengetahui hasil ROI dari setiap aktiva, dilakukan prses perhitungan ROI jam mesin dengan cara membagi nilai ROI setiap aktiva dengan ttal jam kerja mesin selama satu bulan. Hasil dari ROI jam mesin digunakan untuk menghitung ROI prduk dengan cara mengkalikan keseluruhan ttal ROI jam mesin dengan lama prduksi untuk setiap prduk. Hasil dari perhitungan ROI prduk diberikan kepada direktur dan disimpan pada penyimpanan data. 3. Menghitung Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Pada prses ini, bagian penjualan memberikan aliran data biaya nn prduksi. Selanjutnya, aplikasi penentuan harga pkk prduksi memberikan aliran data jumlah prduksi sebagai dasar membebankan biaya nn prduksi variabel serta memberikan aliran data jam mesin sebagai dasar membebankan biaya nn prduksi tetap. Selain itu, prses ini menerima aliran data dari penyimpanan data yang terdiri dari nama biaya dan nilai biaya. Untuk mebebankan biaya nn prduksi tetap kepada setiap prduk, data tersebut diprses dengan cara membagi nilai biaya nn prduksi tetap berdasarkan lama pemakaian mesin selama memprduksi prduk. Sedangkan, pembebanan biaya nn prduksi variabel diprses dengan cara membagi nilai biaya nn prduksi variabel berdasarkan jumlah prduksi. Hasil dari pembagian biaya nn prduksi tersebut diberikan kepada bagian penjualan dan disimpan pada penyimpanan data untuk digunakan dalam prses menghitung persentase laba yang diharapkan.

40 60 4. Menghitung Laba yang Diharapkan Pada prses ini, aplikasi penentuan harga pkk prduksi memberikan aliran data harga pkk prduksi serta menerima aliran data dari penyimpanan data yang terdiri dari ttal biaya nn prduksi setiap prduk dan nilai ROI prduk. Data tersebut diprses dengan cara menjumlahkan nilai ROI prduk dengan biaya nn prduksi setiap prduk. Selanjutnya, hasil penjumlahan tersebut dibagi dengan ttal harga pkk prduksi. Hasil perhitungan laba yang diharapkan diberikan kepada direktur berupa lapran laba yang diharapkan serta disimpan pada penyimpanan data untuk digunakan dalam prses menghitung harga jual. 5. Menghitung Harga Jual Pada prses ini, aplikasi penentuan harga pkk prduksi memberikan aliran data harga pkk prduksi serta menerima aliran data dari penyimpanan data persentase laba yang diharapkan. Data tersebut diprses dengan cara mengkalikan persentase laba yang diharapkan dengan harga pkk prduksi. Hasil perkalian tersebut dijumlahkan dengan harga pkk prduksi sehingga akan diketahui hasil perhitungan harga jual. Hasil perhitungan harga jual dari setiap prduk akan diberikan kepada direktur berupa lapran harga jual serta harga jual tersebut disimpan pada penyimpanan data sebagai dasar menghitung target penjualan Data Flw Diagram (DFD) Level 1 Data Flw Diagram (DFD) level 1 merupakan gambaran lebih detil lagi dari setiap prses yang terdapat pada Data Flw Diagram (DFD) level 0. Pembuatan Data Flw Diagram (DFD) level 1 dibuat berdasarkan hasil penjabaran dari sub prses menjadi sub-sub prses pada diagram jenjang.

41 61 A. Data Flw Diagram (DFD) Level 1 Menghitung Return n Investment Gambar 3.7 Data Flw Diagram (DFD) Level 1 Menghitung Return n Investment Berdasarkan gambar 3.7, diberikan penjelasan mengenai setiap prses yang terdapat pada Data Flw Diagram (DFD) level 1 menghitung Return n Investment (ROI): 1. Menghitung Biaya Penyusutan Setiap Aktiva Prses ini digunakan untuk menghitung biaya penyusutan setiap aktiva tetap. Dimana, prses ini menerima aliran data dari penyimpanan data aktiva yang terdiri dari nilai sisa, umur eknmis, dan nilai aktiva tetap serta bagian penjualan memberikan aliran data investasi. Data tersebut diprses dengan cara mengurangi nilai aktiva tetap dengan nilai sisa yang dimiliki leh setiap aktiva

42 62 tetap. Hasil pengurangan tersebut dibagi dengan umur eknmis dari setiap aktiva tetap untuk mencari hasil dari biaya penyusutan. Biaya penyusutan setiap tahunnya diakumulasi atau dittal secara keseluruhan untuk mencari nilai buku dari setiap aktiva tetap. Hasil biaya penyusutan dan akumulasi penyusutan disimpan pada penyimpanan data untuk digunakan dalam prses selanjutnya. 2. Menghitung Nilai Buku Setiap Aktiva Prses ini digunakan untuk menghitung nilai buku atau nilai saat ini dari setiap aktiva tetap. Dimana, prses ini menerima aliran data dari penyimpanan data yang terdiri dari akumulasi penyusutan dan harga perlehan aktiva tetap. Data tersebut diprses dengan cara mengurangi harga perlehan dengan akumulasi penyusutan yang dimiliki leh setiap aktiva tetap. Hasil nilai buku untuk setiap aktiva tetap disimpan pada penyimpanan data untuk digunakan dalam prses selanjutnya. 3. Menghitung Return n Investment Setiap Aktiva Pada prses ini, direktur memberikan aliran data berupa lama investasi serta menerima aliran data dari penyimpanan data yang terdiri dari nilai aktiva lancar dan nilai buku. Data tersebut diprses dengan cara membagi nilai dari setiap aktiva lancar maupun aktiva tetap dengan jangka waktu berapa lama nilai dari setiap aktiva dapat mengembalikan mdal. Nilai aktiva tetap yang digunakan untuk menghitung ROI adalah nilai buku yang diperleh dari prses sebelumnya. Hasil nilai ROI setiap aktiva disimpan pada penyimpanan data untuk digunakan dalam prses selanjutnya.

43 63 4. Menghitung Return n Investment Jam Mesin Pada prses ini, aplikasi penentuan harga pkk prduksi memberikan aliran data jam pemakaian mesin setiap bulan serta menerima aliran data dari penyimpanan data yang terdiri dari ttal ROI aktiva. Data tersebut diprses dengan cara membagi ttal ROI dari aktiva dengan jam pemakaian mesin selama satu bulan. Hasil nilai ROI jam mesin disimpan pada penyimpanan data untuk digunakan dalam prses selanjutnya. 5. Menghitung Return n Investment Prduk Pada prses ini, aplikasi penentuan harga pkk prduksi memberikan aliran data lama prduksi untuk setiap prduk serta menerima aliran data dari penyimpanan data yang terdiri dari nilai ROI jam mesin. Data tersebut diprses dengan cara mengkalikan nilai ROI jam mesin dengan lama prduksi untuk setiap prduk. Hasil dari perhitungan ROI prduk diberikan kepada direktur dan disimpan pada penyimpanan data.

44 64 B. Data Flw Diagram (DFD) Level 1 Menghitung Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Gambar 3.8 Data Flw Diagram (DFD) Level 1 Menghitung Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Berdasarkan gambar 3.8, diberikan penjelasan mengenai setiap prses yang terdapat pada Data Flw Diagram (DFD) level 1 menghitung Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi: 1. Menghitung Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Tetap Prses ini digunakan untuk menghitung ttal biaya nn prduksi tetap yang dibebankan kepada setiap prduk berdasarkan prprsi jam pemakaian mesin. Oleh karena itu, aplikasi penentuan harga pkk prduksi dan bagian penjualan memberikan aliran data jam pemakaian mesin dan data biaya nn prduksi. Selain itu, prses ini menerima aliran data dari penyimpanan data yang terdiri dari nama dan nilai biaya nn prduksi tetap. Data tersebut diprses dengan cara mengkalikan nilai biaya nn prduksi tetap dengan lama pemakaian mesin

45 65 yang digunakan leh setiap prduk. Hasil dari perkalian tersebut dibagi dengan lama pemakaian untuk seluruh prduk. Setelah itu, prses ini menghasilkan data distribusi pembebanan biaya nn prduksi tetap yang disimpan pada penyimpanan data serta diberikan kepada bagian penjualan. 2. Menghitung Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Variabel Prses ini digunakan untuk menghitung ttal biaya nn prduksi variabel yang dibebankan kepada setiap prduk. Oleh karena itu, aplikasi penentuan harga pkk prduksi memberikan aliran data jumlah prduksi. Selain itu, prses ini menerima aliran data dari penyimpanan data yang terdiri dari nama dan nilai biaya nn prduksi variabel. Data tersebut diprses dengan cara mengkalikan nilai biaya nn prduksi variabel dengan jumlah prduk. Hasil dari perkalian tersebut dibagi dengan ttal prduksi untuk seluruh prduk. Hasil pembebanan biaya nn prduksi variabel tersebut disimpan pada penyimpanan data serta diberikan kepada bagian penjualan Cnceptual Data Mdel (CDM) Tahapan pertama dalam perancangan database adalah melakukan analisis kebutuhan data dari sistem yang dibuat. Dimana, analisis kebutuhan data terlihat dari penyimpanan data yang terdapat pada Data Flw Diagram (DFD) Level 0. Setelah itu, melakukan perancangan database secara knseptual dengan membuat Cnceptual Data Mdel (CDM). CDM merupakan gambaran dari knsep data yang berhubungan dengan kebutuhan pengguna sistem terhadap data yang disimpan ke dalam database. CDM dibuat dalam bentuk beberapa tabel yang saling terelasi sehingga dapat diimplementasikan ke dalam database.

46 66 Aplikasi Penentuan Harga Jual pada UD Eka memiliki tujuh tabel dari penyimpanan data yang terdapat pada Data Flw Diagram (DFD) Level 0 serta sepuluh tabel yang diperleh dari penelitian yang berjudul Rancang Bangun Aplikasi Penentuan Harga Pkk Prduksi. Gambaran dari Cnceptual Data Mdel (CDM) tersebut, dapat dilihat pada gambar 3.9. # kd_roi ROI tt_roi_aktiva tt_roi_jam_mesin ROI_prduk tgl_hitung_roi Characters (10) Mney (9) Mney (9) Mney (9) Date hitung menggunakan mark_up # kd_markup Characters (10) tt_pembebanan_bynnprd Mney (9) nilai_markup Decimal (6,2) tgl_hitung_markup Date menentukan detil_biaya_nnprduksi # kd_aktiva nama_aktiva jenis_aktiva lkasi_aktiva tgl_perlehan umur_manfaat status_aktiva harga_perlehan nilai_sisa biaiya_penyusutan detil_ri aktiva Characters (11) Variable characters (50) Variable characters (30) Variable characters (30) Date Integer Variable characters (20) Mney (9) Mney (9) Mney (9) mengandung terdapat Prduk # kd_prduk Characters (5) nama_prduk Variable characters (25) satuan Variable characters (5) # menghitung hpp_peride kd_peride bbup btklp bp_var bp_tetap hpp_ttal hpp_unit jmlh_brng_jadi tgl_hitung jam_mesin_tt jam_mesin_prduk Characters (6) Mney (9) Mney (9) Mney (9) Mney (9) Mney (9) Mney (9) Integer Date Variable characters (50) Variable characters (50) memiliki pel_penyelesaian # kde_hj ttal_hj tgl_hitung_hj hj_setiap_kdi lama_prduksi unit_yg_dipakai HPP_var HPP_tetap HPP_tt_pakai tt_jm_pakai perhitungan_harga_jual Characters (11) Mney (9) Date Mney (9) Integer Integer Mney (9) Mney (9) Mney (9) Variable characters (50) jenis # kd_jenis Characters (5) nama_jenis Variable characters (25) pencatatan_biaya_nnprd terdiri # kd_kegiatan nama_kegiatan Waktu jumlah_tk List_f_Operatin Characters (5) Variable characters (25) Integer Integer detil l dilaksanakan pel_hasil # kd_hasil Variable characters (10) jadwal_mulai Date jumlah Integer tersedia # kde_nilai_biaya tgl_hitung nilai_biaya status_biaya Characters (11) Date Mney (9) Variable characters (20) bernilai # kd_mesin spesifikasi kapasitas daya_perjam mesin Characters (10) Variable characters (50) Integer Integer melakukan melaksanakan # aktivitas_mesin jam_mesin Integer pelaksanaan_prduksi kd_pelaksanaan tgl_mulai tgl_selesai status target_penyelesaian Characters (10) Date Date Variable characters (15) Date # aktual kd_karyawan nama_karyawan alamat telp_karyawan passwrd karyawan menghasilkan Characters (7) Variable characters (50) Text (100) Number (16) Characters (6) kategri_prduk # kd_kategri Characters (5) nama_kategri Variable characters (50) dipunyai # akun_biaya_nnprduksi # kd_akun Characters (5) nama_akun Variable characters (50) jenis_biaya Variable characters (20) kd_jabatan nama_jabatan departemen gaji jam_kerja kategri lvl_user jabatan Characters (5) Variable characters (50) Variable characters (30) Mney (9) Integer Variable characters (30) Integer Gambar 3.9 Cnceptual Data Mdel (CDM) Aplikasi Penentuan Harga Jual

47 Physical Data Mdel (PDM) Hasil dari perancangan database secara knseptual dalam bentuk Cnceptual Data Mdel (CDM), digunakan untuk melakukan perancangan database secara fisik menggunakan Physical Data Mdel (PDM). PDM merupakan mdel relasinal yang memakai beberapa tabel untuk menggambarkan beberapa data yang saling terelasi. Setiap tabel memiliki nama klm yang unik serta merupakan bentuk secara fisik dalam perancangan database sehingga langsung diimplementasikan sebagai database yang digunakan leh sistem. Gambaran dari Physical Data Mdel (PDM) tersebut, dapat dilihat pada gambar kd_roi = kd_roi kd_aktiva = kd_aktiva aktiva kd_aktiva = kd_aktiva mesin ROI kd_roi kd_prduk tt_roi_aktiva char(10) char(5) mney <pk> <fk> tt_roi_jam_mesin mney ROI_prduk tgl_hitung_roi mney datetime detil_ri kd_roi char(10) <pk,fk1> kd_aktiva char(11) <pk,fk2> nilai_buku mney lama_investasi int ROI_tiap_aktiva mney kd_aktiva nama_aktiva jenis_aktiva lkasi_aktiva tgl_perlehan umur_manfaat status_aktiva harga_perlehan nilai_sisa char(11) varchar(50) varchar(30) varchar(30) datetime int varchar(20) mney mney <pk> biaiya_penyusutan mney kd_mesin kd_aktiva spesifikasi kapasitas char(10) char(11) varchar(50) int <pk> <fk> daya_perjam int kd_kegiatan = kd_kegiatan kd_mesin = kd_mesin kd_prduk = kd_prduk kd_kegiatan = kd_kegiatan kd_kegiatan nama_kegiatan Waktu jumlah_tk kd_mesin kd_hasil kd_kegiatan jam_mesin detil l kd_prduk char(5) <pk,fk1> kd_kegiatan char(5) <pk,fk2> List_f_Operatin aktivitas_mesin char(10) varchar(10) char(5) int kd_roi = kd_roi kd_prduk = kd_prduk Prduk kd_prduk kd_jenis char(5) char(5) <pk> <fk> nama_prduk varchar(25) satuan varchar(5) char(5) <pk> varchar(25) int int kd_prduk = kd_prduk <pk,fk3> <pk,fk2> <fk1> kd_jenis = kd_jenis kd_hasil = kd_hasil kd_prduk = kd_prduk kd_prduk = kd_prduk jenis kd_jenis kd_kategri char(5) char(5) <pk> <fk> nama_jenis varchar(25) kd_kategri = kd_kategri pelaksanaan_prduksi kd_hasil kd_pelaksanaan jadwal_mulai jumlah kd_prduk = kd_prduk kd_peride = kd_peride kd_pelaksanaan = kd_pelaksanaan pel_hasil varchar(10) char(10) datetime int mark_up kd_markup kd_prduk kd_peride kd_roi tt_pembebanan_bynnprd nilai_markup tgl_hitung_markup kd_pelaksanaan kd_prduk tgl_mulai tgl_selesai status char(10) char(5) datetime datetime varchar(15) <pk> <fk> target_penyelesaian datetime kd_markup kde_hj kd_prduk ttal_hj tgl_hitung_hj hj_setiap_kdi lama_prduksi unit_yg_dipakai HPP_var HPP_tetap HPP_tt_pakai tt_jm_pakai <pk> <fk> char(10) char(5) char(6) char(10) mney decimal(6,2) datetime hpp_peride <pk> <fk2> <fk2> <fk1> kd_prduk kd_peride bbup btklp bp_var bp_tetap hpp_ttal hpp_unit jmlh_brng_jadi tgl_hitung jam_mesin_tt char(5) char(6) mney mney mney mney mney mney int datetime varchar(50) <pk,fk> <pk> jam_mesin_prduk varchar(50) perhitungan_harga_jual char(10) char(11) char(5) mney datetime mney int int mney mney mney varchar(50) kd_hasil = kd_hasil kd_markup = kd_markup kd_markup = kd_markup <pk,fk1> <pk> <fk2> kategri_prduk kd_kategri char(5) <pk> nama_kategri varchar(50) kd_prduk kd_peride kd_hasil persen_knversi persen_bahan jenis_bdp jumlah_bdp status_prduksi bb_bdp btkl_bdp bp_var_bdp bp_tetap_bdp nilai_bdp kde_nilai_biaya = kde_nilai_biaya kd_prduk = kd_prduk kd_peride = kd_peride pel_penyelesaian char(5) char(6) varchar(10) decimal(18) decimal(18) varchar(50) int varchar(50) mney mney mney mney mney detil_biaya_nnprduksi kd_markup char(10) <pk,fk1> kde_nilai_biaya char(11) <pk,fk2> biaya_setiap_prduk mney pencatatan_biaya_nnprd kde_nilai_biaya kd_akun tgl_hitung nilai_biaya status_biaya char(11) <pk> char(5) <fk> datetime mney varchar(20) kd_akun = kd_akun akun_biaya_nnprduksi kd_akun char(5) <pk> nama_akun varchar(50) jenis_biaya varchar(20) jabatan kd_jabatan char(5) <pk> nama_jabatan varchar(50) departemen gaji jam_kerja kategri lvl_user varchar(30) mney int varchar(30) int <pk,fk1> <pk,fk1> <pk,fk2> kd_jabatan = kd_jabatan karyawan kd_karyawan kd_jabatan char(7) char(5) <pk> <fk> nama_karyawan varchar(50) alamat telp_karyawan passwrd text numeric(16) char(6) Gambar 3.10 Physical Data Mdel (PDM) Aplikasi Penentuan Harga Jual

48 Kamus Data Seluruh data yang terdapat pada Aplikasi Penentuan Harga Jual Pada UD Eka, tersimpan pada sebuah database yang terdiri dari 21 tabel. Dimana, antara satu tabel dengan tabel lain saling terintegrasi serta terdapat beberapa tabel yang terintegrasi dengan tabel yang terdapat pada databease Aplikasi Penentuan Harga Pkk Prduksi Pada UD Eka. Dari tabel tabel tersebut, terdapat sekumpulan data yang dapat memberikan infrmasi terkait prses penentuan harga jual sehingga penulis sebagai perancang sistem lebih mudah memahami sistem yang dibuat serta bagi pengguna lebih mudah memahami sistem yang akan digunakan. Berikut penjelasan dari setiap tabel: 1. Nama Tabel : Aktiva Primary Key : Kd_aktiva Freign Key : - Fungsi : Menyimpan data aktiva yang terdapat pada perusahaan Tabel 3.18 Tabel Aktiva N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_aktiva Char 11 Primary Key 2. Nama_aktiva Varchar 50 Nt Null 3. Jenis_aktiva Varchar 30 Nt Null 4. Lkasi_aktiva Varchar 30 Nt Null 5. Tgl_perlehan Datetime Nt Null 6. Umur_manfaat Integer Nt Null 7. Status_aktiva Varchar 20 Nt Null 8. Harga_perlehan Mney Nt Null 9. Nilai_sisa Mney Nt Null 10. Biaya_penyusutan Mney Nt Null

49 69 2. Nama Tabel : Mesin Primary Key Freign Key Fungsi : Kd_mesin : Kd_aktiva : Menyimpan data mesin yang dimiliki leh perusahaan Tabel 3.19 Tabel Mesin N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_mesin Char 10 Primary Key 2. Kd_aktiva Char 11 Freign Key 3. Spesifikasi Varchar 50 Nt Null 4. Kapasitas Integer Nt Null 5. Daya_perjam Integer Nt Null 3. Nama Tabel : Akun biaya nn prduksi Primary Key : Kd_ akun Freign Key : - Fungsi : Menyimpan data akun biaya nn prduksi Tabel 3.20 Tabel Akun Biaya Nn Prduksi N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_ akun Char 5 Primary Key 2. Nama_ akun Varchar 50 Nt Null 3. Jenis_biaya Varchar 20 Nt Null 4. Nama Tabel : Pencatatan biaya nn prduksi Primary Key Freign Key Fungsi : Kde_nilai_biaya : Kd_akun : Menyimpan data yang berisi nilai dari biaya-biaya nn prduksi

50 70 Tabel 3.21 Tabel Pencatatan Biaya Nn Prduksi N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kde_nilai_biaya Char 11 Primary Key 2. Kd_akun Char 5 Freign Key 3. Tgl_hitung Datetime Nt Null 4. Nilai_biaya Mney Nt Null 5. Status_biaya Varchar 20 Nt Null 5. Nama Tabel : Karyawan Primary Key Freign Key Fungsi : Kd_karyawan : Kd_jabatan : Menyimpan data karyawan Tabel 3.22 Tabel Karyawan N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_karyawan Char 7 Primary Key 2. Kd_jabatan Char 5 Freign Key 3. Passwrd Char 6 Nt Null 4. Nama_karyawan Varchar 50 Nt Null 5. Alamat Text Nt Null 6. Telp_karyawan Numeric 16 Nt Null 6. Nama Tabel : Jabatan Primary Key : Kd_jabatan Freign Key : - Fungsi : Menyimpan data jabatan karyawan

51 71 Tabel 3.23 Tabel Jabatan N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_jabatan Char 5 Primary Key 2. Nama_jabatan Varchar 50 Nt Null 3. Departemen Varchar 30 Nt Null 4. Gaji Mney Nt Null 5. Jam_kerja Integer Nt Null 6. Kategri Varchar 30 Nt Null 7. Level_user Integer Nt Null 7. Nama Tabel : Kategri prduk Primary Key : Kd_kategri Freign Key : - Fungsi : Menyimpan data kategri prduk Tabel 3.24 Tabel Kategri Prduk N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_kategri Char 5 Primary Key 2. Nama_kategri Varchar 50 Nt Null 8. Nama Tabel : Jenis prduk Primary Key Freign Key Fungsi : Kd_jenis : Kd_kategri : Menyimpan data jenis prduk Tabel 3.25 Tabel Jenis Prduk N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_jenis Char 5 Primary Key 2. Kd_kategri Char 5 Freign Key 3. Nama_jenis Varchar 25 Nt Null

52 72 9. Nama Tabel : Prduk Primary Key Freign Key Fungsi : Kd_prduk : Kd_jenis : Menyimpan data prduk Tabel 3.26 Tabel Prduk N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_prduk Char 5 Primary Key 2. Kd_jenis Char 5 Freign Key 3. Nama_prduk Varchar 25 Nt Null 4. Satuan Varchar 5 Nt Null 10. Nama Tabel : Pelapran hasil prduksi Primary Key Freign Key Fungsi : Kd_hasil : Kd_pelaksanaan : Menyimpan data hasil prduksi Tabel 3.27 Tabel Pencatatan Hasil Prduksi N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_hasil Varchar 10 Primary Key 2. Kd_pelaksanaan Char 10 Freign Key 3. Jadwal_mulai Datetime Nt Null 4. Jumlah Integer Nt Null 11. Nama Tabel : Pelaksanaan prduksi Primary Key Freign Key Fungsi : Kd_pelaksanaan : Kd_prduk : Menyimpan data pelaksanaan prduksi

53 73 Tabel 3.28 Tabel Pelaksanaan Prduksi N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_pelaksanaan Char 10 Primary Key 2. Kd_prduk Char 5 Freign Key 3. Tgl_mulai Datetime Nt Null 4. Tgl_selesai Datetime Nt Null 5. Status Varchar 15 Nt Null 6. Target_penyelesaian Datetime Nt Null 12. Nama Tabel : HPP peride Primary Key Freign Key Fungsi : Kd_peride, kd_prduk : Kd_prduk : Menyimpan data harga pkk prduksi berdasarkan peride Tabel 3.29 Tabel HPP Peride N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_peride Char 6 Primary Key 2. Kd_prduk Char 5 Primary Key, Freign Key 3. BBU_peride Mney Nt Null 4. BTKL_ peride Mney Nt Null 5. BOP_variabel Mney Nt Null 6. BOP_tetap Mney Nt Null 7. HPP_ttal Mney Nt Null 8. HPP_unit Mney Nt Null 9. Jumlah_barang_jadi Integer Nt Null 10. Tgl_hitung Datetime Nt Null 11. Jam_mesin_tt Varchar 50 Nt Null 12. Jam_mesin_prduk Varchar 50 Nt Null

54 Nama Tabel : Aktivitas mesin Primary Key Freign Key Fungsi : Kd_mesin, kd_hasil : Kd_mesin, kd_hasil, kd_kegiatan : Menyimpan data detil aktivitas mesin Tabel 3.30 Tabel Aktivitas Mesin N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_mesin Char 10 Primary Key, Freign Key 2. Kd_hasil Varchar 10 Primary Key, Freign Key 3. Kd_kegiatan Char 5 Freign Key 4. Jam_mesin Integer Nt Null 14. Nama Tabel : Detil biaya nn prduksi Primary Key Freign Key Fungsi : Kde_nilai_biaya, kd_markup : Kde_nilai_biaya, kd_markup : Menyimpan data hasil distribusi pembebanan biaya nn prduksi pada setiap prduk Tabel 3.31 Tabel Pembebanan Biaya nn Prduksi N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kde_nilai_biaya Char 11 Primary Key, Freign Key 2. Kd_markup Char 10 Primary Key, Freign Key 3. Biaya_setiap_prd Mney Nt Null 15. Nama Tabel : Return n Investment (ROI) Primary Key Freign Key Fungsi : Kd_ROI : Kd_prduk : Menyimpan data target pengembalian mdal investasi (Return n Investment) untuk ttal keseluruhan aktiva

55 75 Tabel 3.32 Tabel Return n Investment (ROI) N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_ROI Char 10 Primary Key 2. Kd_prduk Char 5 Freign Key 3. Tt_ROI_aktiva Mney Nt Null 4. Tt_ROI_jam_mesin Mney Nt Null 5. ROI_prduk Mney Nt Null 6. Tgl_hitung_ROI Datetime Nt Null 16. Nama Tabel : Detil ROI Primary Key Freign Key Fungsi : Kd_ROI, kd_aktiva : Kd_ROI, kd_aktiva : Menyimpan data detil target pengembalian mdal investasi (Return n Investment) dari setiap aktiva Tabel 3.33 Tabel Detil ROI N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_ROI Char 10 Primary Key, Freign Key 2. Kd_aktiva Char 11 Primary Key, Freign Key 3. Nilai_buku Mney Nt Null 4. Lama_investasi Integer Nt Null 5. ROI_tiap_aktiva Mney Nt Null 17. Nama Tabel : Laba yang diharapkan (markup) Primary Key Freign Key Fungsi : Kd_markup : Kd_ROI, kd_peride, kd_prduk : Menyimpan data laba yang diharapkan (markup)

56 76 Tabel 3.34 Tabel Laba yang Diharapkan (Markup) N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_markup Char 10 Primary Key 2. Kd_prduk Char 5 Freign Key 3. Kd_peride Char 6 Freign Key 4. Kd_ROI Char 10 Freign Key 5. Tt_pembebanan_bynnprd Mney Nt Null 6. Nilai_markup Decimal (6,2) Nt Null 7. Tgl_hitung_markup Datetime Nt Null 18. Nama Tabel : Perhitungan harga jual Primary Key Freign Key Fungsi : Kd_hj, kd_markup : Kd _markup, kd_prduk : Menyimpan data harga jual prduk Tabel 3.35 Tabel Perhitungan Harga Jual N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_hj Char 11 Primary Key 2. Kd_prduk Char 5 Freign Key 3. Kd_markup Char 10 Primary Key, Freign Key 4. Tt_hj Mney Nt Null 5. Hj_setiap_kdi Mney Nt Null 6. Lama_prduksi Integer Nt Null 7. Unit_yang_dipakai Integer Nt Null 8. Tgl_hitung_hj Datetime Nt Null 9. HPP_var Mney Nt Null 10. HPP_tetap Mney Nt Null 11. HPP_tt_pakai Mney Nt Null 12. Tt_jm_pakai Varchar 50 Nt Null

57 Nama Tabel : Pelapran penyelesaian Primary Key Freign Key Fungsi : Kd _hasil, kd_prduk, kd_peride : Kd _hasil, kd_peride, kd_prduk : Menyimpan data pelapran penyelesaian prduksi Tabel 3.36 Tabel Pelapran Penyelesaian N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_hasil Varchar 10 Primary Key, Freign Key 2. Kd_prduk Char 5 Primary Key, Freign Key 3. Kd_peride Char 6 Primary Key, Freign Key 4. Persen_knversi Decimal 18 Nt Null 5. Persen_bahan Decimal 18 Nt Null 6. Jenis_BDP Varchar 50 Nt Null 7. Jumlah_BDP Integer Nt Null 8. Status_prduksi Varchar 50 Nt Null 9. BB_BDP Mney Nt Null 10. BTKL_BDP Mney Nt Null 11. BOP_var_BDP Mney Nt Null 12. BOP_tetap_BDP Mney Nt Null 13. Nilai_BDP Mney Nt Null 20. Nama Tabel : List f Operatin Primary Key : Kd_kegiatan Freign Key : - Fungsi : Menyimpan data daftar kegiatan prduksi

58 78 Tabel 3.37 Tabel List f Operatin N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_kegiatan Char 5 Primary Key 2. Nama_kegiatan Varchar 25 Nt Null 3. Waktu Integer Nt Null 4. Jumlah_tenagakerja Integer Nt Null 21. Nama Tabel : Detil LO (List f Operatin) Primary Key Freign Key Fungsi : Kd_kegiatan, kd_prduk : Kd_kegiatan, kd_prduk : Menyimpan data detil LO Tabel 3.38 Tabel Detil LO N Nama Klm Tipe Panjang Keterangan 1. Kd_kegiatan Char 5 Primary Key, Freign Key 2. Kd_prduk Char 5 Primary Key, Freign Key User Interface Aplikasi User interface merupakan desain antar pengguna aplikasi yang menggambarkan cara sistem berinteraksi dengan pengguna. Selain itu, user interface terkadang dapat berinteraksi dengan sistem lain. Salah satu cnth, pada aplikasi penentuan harga jual pada UD Eka adalah user interface pada halaman perhitungan harga jual terintegrasi dengan sistem lain yaitu aplikasi penentuan harga pkk prduksi pada UD Eka untuk memperleh data hasil pelaksanaan prduksi dan harga pkk prduksi. User interface terbagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari:

59 79 A. Desain Navigasi Desain navigasi merupakan desain dari struktur menu yang terdapat pada sebuah sistem. Dimana, pembuatan desain navigasi tersebut dibuat secara berurutan sehingga pengguna lebih mudah memahami dalam menjalankan aplikasi yang dibuat dan memberikan instruksi kepada aplikasi. Selain itu, garis yang terhubung diantara interface atau ktak yang terdapat pada gambar 3.11 menunjukkan kepada pengguna perpindahan dari satu interface ke interface selanjutnya. Setiap ktak atau interface yang terdapat pada desain navigasi menunjukkan prses yang terdapat pada Data Flw Diagram (DFD). Dalam kndisi tertentu, terdapat lebih dari satu interface untuk setiap prses. Terkadang, untuk melakukan beberapa prses hanya membutuhkan satu interface yang dapat mewakili beberapa prses. Gambaran desain navigasi pada aplikasi penentuan harga jual pada UD Eka dilihat pada gambar 3.11.

60 80 0 Halaman Lg in 1 Halaman Utama 1.1 Menu Master 1.2 Menu Transkaksi 1.3 Menu Lapran Halaman Master Aktiva Tetap Halaman Perhitungan Penyusutan Aktiva Tetap Halaman Pencatatan Biaya Nn Prduksi Halaman Lapran ROI Halaman Master Aktiva Lancar Halaman Master Mesin Halaman Master Akun Biaya Nn Prduksi Halaman Perhitunga Nilai Buku Aktiva Tetap Halaman Perhitungan Kapasitas Prduksi Maksimal Halaman Perhitungan Return n Investment (ROI) Halaman Perhitungan Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Halaman Perhitungan Laba yang Diharapkan (Mark Up) Halaman Perhitungan ROI Aktiva Halaman Perhitungan ROI Jam Mesin Halaman Perhitungan ROI Prduk Halaman Pembebanan Biaya Nn Prduksi Tetap Halaman Pembebanan Biaya Nn Prduksi Variabel Halaman Lapran Markup Halaman Lapran Harga Jual Halaman Pelrhitungan Harga Jual Gambar 3.11 Desain Navigasi Aplikasi Penentuan Harga Jual Pada UD Eka Saat pengguna mulai menjalankan Aplikasi Penentuan Harga Jual Pada UD Eka, pengguna diarahkan pada halaman lg in terlebih dahulu untuk memasukkan username dan passwrd sehingga pengguna dapat menjalankan aplikasi tersebut

61 81 sesuai dengan tingkatan jabatan dan tugas masing-masing pengguna. Pengguna yang dapat menjalankan aplikasi ini adalah bagian penjualan dan manajer penjualan. Setelah berhasil melakukan lg in, pengguna diarahkan pada halaman utama. Halaman utama terbagi menjadi tiga bagian menu yang terdiri dari: 1. Menu Master Menu master dapat diakses leh bagian penjualan untuk mengella data-data yang mendukung manajer penjualan untuk menjalankan prses transaksi penentuan harga jual yang terdapat pada aplikasi. Pengellaan data tersebut dilakukan dengan cara memasukkan data baru. Selain itu, dapat juga dilakukan perubahan data yang telah tersedia dengan data yang baru. Apabila pengguna memilih menu master, maka diarahkan pada empat halaman untuk mengella setiap data master yang terdapat pada aplikasi. Dimana, halaman tersebut terdiri dari halaman master aktiva tetap, halaman master aktiva lancar, halaman master mesin, dan halaman master akun biaya nn prduksi. Untuk halaman master aktiva tetap, pengguna diarahkan untuk melakukan prses perhitungan biaya penyusutan dan nilai buku dari setiap aktiva tetap pada bagian yang telah tersedia pada halaman master aktiva tetap. Dimana, prses tersebut telah disesuaikan pada prses yang terdapat pada Data Flw Diagram (DFD). Infrmasi yang dihasilkan dari prses tersebut digunakan untuk melakukan perhitungan Return n Investment (ROI). 2. Menu Transaksi Menu transaksi dapat diakses leh manajer penjualan untuk melakukan prses penentuan harga jual. Untuk melakukan prses tersebut, pengguna akan

62 82 diarahkan pada beberapa halaman untuk melakukan beberapa tahapan yang harus dilakukan. Dimana, Halaman tersebut terdiri dari: a. Halaman Pencatatan Biaya Nn Prduksi Halaman pencatatan biaya nn prduksi dapat diakses leh bagian penjualan untuk memasukkan nilai dari masing-masing biaya nn prduksi. Dimana, biaya tersebut akan dibebankan pada setiap prduk yang berguna untuk melakukan prses perhitungan persentase laba yang diaharapkan. b. Halaman Perhitungan Kapasitas Prduksi Maksimal Pengguna yang dapat menggunakan halaman ini adalah manajer penjualan. Halaman perhitungan kapasitas prduksi maksimal digunakan untuk meningkatkan kapasitas prduksi apabila terdapat peningkatan hasil penjualan. Untuk meningkatkan kapasitas prduksi, pengguna harus mengetahui kapasitas prduksi maksimal. Dengan mengetahui jumlah prduk maksimal, pengguna dapat menentukan harga jual yang dapat ditawarkan kepada pelanggan. Oleh karena itu, saat pengguna akan menghitung harga jual, aplikasi akan menampilkan kapasitas prduk maksimal dan hasil prduksi sesungguhnya sehingga halaman untuk menghitung kapasitas prduksi maksimal digabung dengan halaman untuk menghitung harga jual. c. Halaman Perhitungan Return n Investment (ROI) Pengguna yang dapat menggunakan halaman ini adalah manajer penjualan. Halaman perhitungan ROI digunakan untuk menghitung target pengembalian mdal dari investasi yang dimiliki leh perusahaan. Untuk melakukan perhitungan tersebut, terdapat beberapa tahapan yang terdiri dari perhitungan ROI setiap aktiva, perhitungan ROI jam mesin, dan perhitungan ROI prduk.

63 83 Dimana, tahapan tersebut telah disesuaikan pada prses yang terdapat pada Data Flw Diagram (DFD). Oleh karena itu, halaman untuk menampilkan hasil ROI setiap aktiva, ROI jam mesin, dan ROI prduk digabung pada halaman perhitungan ROI. Infrmasi yang dihasilkan dari perhitungan ROI akan digunakan untuk melakukan perhitungan persentase laba yang diharapkan dan harga jual sehingga hasil akhir dari perhitungan ROI akan ditampilkan pada halaman perhitungan harga jual. d. Halaman Perhitungan Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Pengguna yang dapat menggunakan halaman ini adalah manajer penjualan. Halaman perhitungan distribusi pembebanan biaya nn prduksi digunakan untuk melakukan distribusi pembebanan biaya nn prduksi yang dibebankan kepada setiap prduk. Berdasarakan prses yang terdapat pada Data Flw Diagram (DFD), biaya nn prduksi yang dibebankan pada setiap prduk dikelmpkkan menjadi biaya nn prduksi tetap dan biaya nn prduksi variabel. Oleh karena itu, perhitungan pembebanan biaya nn prduksi tetap dan biaya nn prduksi variabel digabung pada halaman perhitungan biaya nn prduksi. Hasil akhir dari pembebanan biaya nn prduksi tetap dan biaya nn prduksi variabel ditampilkan pada halaman perhitungan harga jual. e. Halaman Perhitungan Laba yang Diharapkan (Mark Up) Pengguna yang dapat menggunakan halaman ini adalah manajer penjualan. Halaman perhitungan mark up dapat digunakan untuk menghitung persentase laba yang diharapkan leh perusahaan sehingga dapat menutupi biaya-biaya dan target pengembalian investasi. Infrmasi yang dihasilkan dari perhitungan mark up akan digunakan untuk melakukan perhitungan harga jual sehingga

64 84 hasil dari perhitungan mark up ditampilkan pada halaman perhitungan harga jual. Oleh karena itu, halaman perhitungan mark up digabung pada halaman perhitungan harga jual. f. Halaman Perhitungan Harga Jual Halaman perhitungan harga jual dapat digunakan untuk melakukan perhitungan harga jual. Setelah melakukan perhitungan dari setiap tahapan di atas, maka hasil harga jual secara tmatis ditampilkan pada halaman perhitungan harga jual. 3. Menu Lapran Pengguna yang dapat menggunakan menu lapran adalah manajer penjualan. Menu lapran digunakan untuk melihat utput yang dihasilkan leh aplikasi penentuan harga jual pada UD Eka. Output yang dihasilkan berupa lapran yang digunakan leh pengguna untuk mengambil keputusan. Pada menu lapran ini pengguna diarahkan untuk mencetak lapran yang berkaitan dengan penentuan harga jual dengan memilih jenis lapran serta jenis prduk yang ingin ditampilkan berdasarkan tanggal perhitungan yang diinginkan sehingga masingmasing lapran tersebut akan ditampilkan pada halaman lapran sesuai dengan pilihan pengguna. Dimana, lapran tersebut terdiri dari lapran Return n Investment (ROI), lapran laba yang diharapkan (mark up), dan lapran harga jual. B. Desain Input Desain input merupakan desain dari tampilan aplikasi yang memudahkan pengguna untuk memasukkan data ataupun infrmasi ke dalam aplikasi. Tujuan dari pembuatan desain input adalah aplikasi dapat menangkap infrmasi ataupun

65 85 data dengan mudah dan akurat. Berikut ini dijelaskan gambaran dari desain input yang digunakan pada aplikasi penentuan harga jual pada UD Eka. 1. Desain Halaman Lg In Desain halaman lg in yang terdapat pada gambar 3.12 merupakan halaman yang tampil pertama kali saat aplikasi dijalankan. Halaman ini digunakan untuk meverifikasi pengguna aplikasi. Hal ini digunakan untuk menjaga keamanan data. Oleh karena itu, pada halaman ini pengguna harus melakukan lg in terlebih dahulu dengan memasukkan Nmer Induk Karyawan (NIK) sebagai username dan memasukkan passwrd. Setelah itu, menekan tmbl Masuk untuk menggunakan aplikasi tersebut. Pada aplikasi ini, terdapat dua pengguna yang dapat mengakses aplikasi ini yaitu: 1. Bagian penjualan hanya mengakses menu master yang digunakan untuk mengella data-data yang mendukung serang manajer penjualan untuk menjalankan prses transaksi penentuan harga jual yang terdapat pada aplikasi. 2. Manajer penjualan dapat mengakses seluruh menu transaksi dan menu lapran dari aplikasi penentuan harga jual. Gambar 3.12 Desain Halaman Lg In

66 86 2. Desain Halaman Utama Setelah pengguna berhasil melakukan lg in, maka sistem menampilkan halaman utama. Halaman utama merupakan halaman yang terdapat berbagai macam menu dan sub menu yang dapat diakses sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pada halaman utama ini terdapat beberapa menu antara lain menu file master, menu transaksi, menu lapran, dan menu accunt. Gambaran dari desain halaman utama dapat dilihat pada gambar Gambar 3.13 Desain Halaman Utama 3. Desain Halaman Maintenance Data Aktiva Lancar Desain halaman maintenance data aktiva lancar merupakan halaman yang digunakan leh bagian penjualan untuk mengella data aktiva lancar yang dimiliki leh pemilik perusahaan. Pengellaan data tersebut dilakukan dengan cara memasukkan maupun mengubah isi dari field yang terdapat pada data aktiva lancar. Dimana, field tersebut terdiri dari kde, nama, nilai, tanggal pelehan, lkasi, dan status dari aktiva lancar. Untuk kde, akan ditampilkan secara tmatis leh sistem. Setelah semua field terisi, menekan tmbl Simpan

67 87 untuk menyimpan data ke dalam database dan menampilkannya pada tabel yang terdapat pada menu tab Pencarian. Gambaran dari desain halaman maintenance aktiva lancar dapat dilihat pada gambar Gambar 3.14 Desain Halaman Maintenance Data Aktiva Lancar 4. Desain Halaman Pencarian Data Aktiva Lancar Desain halaman pencarian data aktiva lancar merupakan halaman yang digunakan leh bagian penjualan untuk melakukan pencarian data aktiva lancar yang diinginkan dengan memasukkan kata kunci dari data aktiva lancar pada klm pencarian. Dari hasil pencarian data tersebut, pengguna dapat melihat maupun melakukan perubahan isi data dengan menekan tmbl Ubah Data. Dari halaman ini, juga dapat menambah data aktiva lancar baru dengan menekan tmbl Tambah Data. Setelah itu, pengguna akan diarahkan pada halaman maintenance aktiva lancar. Gambaran dari desain halaman pencarian data aktiva lancar dapat dilihat pada gambar 3.15.

68 88 Gambar 3.15 Desain Halaman Pencarian Data Aktiva Lancar 5. Desain Halaman Maintenance Data Aktiva Tetap Desain halaman maintenance data aktiva tetap merupakan halaman yang digunakan leh bagian penjualan untuk mengella data aktiva tetap yang dimiliki leh pemilik perusahaan. Pengellaan data tersebut dilakukan dengan cara memasukkan maupun mengubah isi dari field yang terdapat pada data aktiva tetap. Dimana, field tersebut terdiri dari kde, nama, harga perlehan, tanggal pelehan, lkasi, status, nilai sisa, umur manfaat, dan biaya penyusutan dari aktiva tetap. Untuk kde dan biaya penyusutan, akan ditampilkan secara tmatis leh sistem. Setelah semua field terisi, menekan tmbl Simpan untuk menyimpan data ke dalam database dan menampilkannya pada tabel yang terdapat pada menu tab Pencarian. Gambaran dari desain halaman maintenance aktiva tetap dapat dilihat pada gambar 3.16.

69 89 Gambar 3.16 Desain Halaman Maintenance Data Aktiva Tetap 6. Desain Halaman Pencarian Data Aktiva Tetap Desain halaman pencarian data aktiva tetap merupakan halaman yang digunakan leh bagian penjualan untuk melakukan pencarian data aktiva tetap yang diinginkan dengan memasukkan kata kunci dari data aktiva tetap pada klm pencarian. Dari hasil pencarian data tersebut, pengguna dapat melihat maupun melakukan perubahan isi data dengan menekan tmbl Ubah Data. Dari halaman ini juga dapat menambah data aktiva tetap baru dengan menekan tmbl Tambah Data. Setelah itu, pengguna akan diarahkan pada halaman maintenance aktiva tetap. Gambaran dari desain halaman pencarian data aktiva tetap dapat dilihat pada gambar 3.17.

70 90 Gambar 3.17 Desain Halaman Pencarian Data Aktiva Tetap 7. Desain Halaman Maintenance Data Mesin Desain halaman maintenance data mesin merupakan halaman yang digunakan leh bagian penjualan untuk mengella data mesin yang dimiliki leh perusahaan. Pengellaan data tersebut dilakukan dengan cara memasukkan maupun mengubah isi dari field yang terdapat pada data mesin. Dimana, field tersebut terdiri dari kde, nama, daya listrik, dan spesifikasi dari mesin. Untuk kde serta daya listrik (kwh), akan ditampilkan secara tmatis leh sistem. Setelah semua field terisi, menekan tmbl Simpan untuk menyimpan data ke dalam database dan menampilkannya pada tabel yang terdapat pada menu tab Pencarian. Gambaran dari desain halaman maintenance mesin dapat dilihat pada gambar 3.18.

71 91 Gambar 3.18 Desain Halaman Maintenance Data Mesin 8. Desain Halaman Pencarian Data Mesin Desain halaman pencarian data mesin merupakan halaman yang digunakan leh bagian penjualan untuk melakukan pencarian data mesin yang diinginkan dengan memasukkan kata kunci dari data mesin pada klm pencarian. Dari hasil pencarian data tersebut, pengguna dapat melihat maupun melakukan perubahan isi data dengan menekan tmbl Ubah Data. Dari halaman ini juga dapat menambah data mesin baru dengan menekan tmbl Tambah Data. Setelah itu, pengguna akan diarahkan pada halaman maintenance mesin. Gambaran dari desain halaman pencarian data mesin dapat dilihat pada gambar 3.19.

72 92 Gambar 3.19 Desain Halaman Pencarian Data Mesin 9. Desain Halaman Maintenance Akun Biaya Nn Prduksi Desain halaman maintenance data akun biaya nn prduksi merupakan halaman yang digunakan leh bagian penjualan untuk mengella data akun biaya nn prduksi yang dikeluarkan leh perusahaan. Pengellaan data tersebut dilakukan dengan cara memasukkan maupun mengubah isi dari field yang terdapat pada data akun biaya nn prduksi. Dimana, field tersebut terdiri dari kde, nama, dan jenis biaya dari akun biaya nn prduksi. Untuk kde, akan ditampilkan secara tmatis leh sistem. Setelah semua field terisi, menekan tmbl Simpan untuk menyimpan data ke dalam database dan menampilkannya pada tabel yang terdapat pada menu tab Pencarian. Gambaran dari desain halaman maintenance akun biaya nn prduksi dapat dilihat pada gambar 3.20.

73 93 Gambar 3.20 Desain Halaman Maintenance Akun Biaya Nn Prduksi 10. Desain Halaman Pencarian Akun Biaya Nn Prduksi Desain halaman pencarian data akun biaya nn prduksi merupakan halaman yang digunakan leh bagian penjualan untuk melakukan pencarian data akun biaya nn prduksi yang diinginkan dengan memasukkan kata kunci dari data akun biaya nn prduksi pada klm pencarian. Dari hasil pencarian data tersebut, pengguna dapat melihat maupun melakukan perubahan isi data dengan menekan tmbl Ubah Data. Dari halaman ini juga dapat menambah data akun biaya nn prduksi baru dengan menekan tmbl Tambah Data. Setelah itu, pengguna akan diarahkan pada halaman maintenance akun biaya nn prduksi. Gambaran dari desain halaman pencarian data akun biaya nn prduksi dapat dilihat pada gambar 3.21.

74 94 Gambar 3.21 Desain Halaman Pencarian Akun Biaya Nn Prduksi 11. Desain Halaman Pencatatan Data Biaya Nn Prduksi Desain halaman pencatatan biaya nn prduksi merupakan halaman yang digunakan leh bagian penjualan untuk mencatat data biaya nn prduksi yang dikeluarkan leh perusahaan. Dimana, biaya yang dicatat terdiri dari kde, nama, tanggal pencatatan, dan nilai dari biaya nn prduksi. Untuk kde dan tanggal pencatatan, akan ditampilkan secara tmatis leh sistem. Setelah semua terisi, menekan tmbl Simpan untuk menyimpan data ke dalam database dan menampilkannya pada tabel yang terdapat pada menu tab Pencarian. Gambaran dari desain halaman pencatatan biaya nn prduksi dapat dilihat pada gambar 3.22.

75 95 Gambar 3.22 Desain Halaman Pencatatan Data Biaya Nn Prduksi 12. Desain Halaman Pencarian Data Biaya Nn Prduksi Desain halaman pencarian data biaya nn prduksi merupakan halaman yang digunakan leh bagian penjualan untuk melakukan pencarian data biaya nn prduksi yang diinginkan dengan memasukkan kata kunci dari data biaya nn prduksi pada klm pencarian. Dari hasil pencarian data tersebut, pengguna dapat melihat data pancatatan biaya nn prduksi. Dari halaman ini juga dapat melakukan pencatatan biaya nn prduksi baru dengan menekan tmbl Tambah Data. Setelah itu, pengguna akan diarahkan pada halaman pencatatan biaya nn prduksi. Gambaran dari desain halaman pencarian data biaya nn prduksi dapat dilihat pada gambar 3.23.

76 96 Gambar 3.23 Desain Halaman Pencarian Data Biaya Nn Prduksi 13. Desain Halaman Perhitungan Harga Jual Gambar 3.24 Desain Halaman Perhitungan Harga Jual Pengguna yang dapat menggunakan halaman perhitungan harga jual adalah manajer penjualan. Halaman ini digunakan untuk melakukan perhitungan harga jual setiap prduk yang menjadi acuan manajer menawarkan prduk kepada

77 97 pelanggan. Pada halaman perhitungan harga jual, kde harga jual, dan tanggal perhitungan akan muncul secara tmatis. Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan pencarian prduk yang akan ditentukan harga jualnya pada bagian Data Prduk dengan memasukkan nama prduk, bulan, dan tahun. Setelah semua data terisi, dapat menekan tmbl Cari Prduk. Setelah itu, data prduk, harga pkk prduksi secara ttal, harga pkk prduksi variabel maupun tetap, estimasi hasil prduksi maksimal, dan hasil prduksi aktual akan muncul secara tmatis. Selanjutnya, pengguna harus memilih perhitungan harga jual prduk berdasarkan estimasi hasil prduksi maksimal atau hasil prduksi aktual. Apabila memilih menghitung harga jual menggunakan estimasi hasil prduksi maksimal dapat memberikan tanda pada klm yang sudah tersedia. Pemilihan perhitungan harga jual berdasarkan estimasi hasil prduksi maksimal dilakukan apabila hasil penjualan prduk meningkat. Setelah melakukan pemilihan perhitungan harga jual berdasarkan estimasi hasil prduksi maksimal atau hasil prduksi aktual, ada beberapa tahapan prses yang harus dilakukan untuk menghitung harga jual antara lain melakukan perhitungan Return n Investment (ROI) dan melakukan pembebanan biaya nn prduksi. Apabila semua tahapan tersebut telah dilakukan maka hasil ROI, ttal biaya nn prduksi, biaya nn prduksi tetap maupun variabel muncul secara tmatis pada halaman harga jual. Setelah itu, pada halaman tersebut pengguna dapat menekan tmbl Hitung Harga Jual maka nilai mark up dan harga jual setiap kdi ditampilkan secara tmatis pada halaman tersebut serta pengguna dapat

78 98 menekan tmbl Simpan untuk menyimpan data harga jual ke dalam database. Tahapan prses yang harus dilakukan terlebih dahulu antara lain: a. Perhitungan Return n Investment (ROI) Pengguna yang dapat melakukan perhitungan ROI adalah manajer penjualan. Perhitungan ROI dilakukan untuk menghitung target pengembalian investasi yang dimiliki leh pemilik perusahaan. Pada halaman perhitungan ROI, kde ROI, dan tanggal perhitungan akan muncul secara tmatis. Langkah pertama melakukan perhitungan ROI dilakukan adalah menekan klm pada bagian ROI Prduk yang terdapat pada halaman perhitungan harga jual. Setelah itu, pengguna diarahkan pada halaman Pemilihan Cara Hitung ROI Aktiva. Pada halaman tersebut, pengguna diarahkan untuk melakukan pemilihan perhitungan ROI aktiva dengan memasukkan lama pengembalian investasi berdasarkan jenis aktiva atau memasukkan lama pengembalian setiap aktiva seperti pada gambar Gambar 3.25 Desain Halaman Pemilihan Cara Menghitung ROI Aktiva Apabila pengguna memilih cara perhitungan ROI dengan memasukkan lama pengembalian investasi berdasarkan jenis aktiva maka pengguna dapat memasukkan lama pengembalian aktiva tetap dan memasukkan lama pengembalian aktiva lancar pada halaman yang terdapat pada gambar 3.26.

79 99 Gambar 3.26 Desain Halaman Lama Pengembalian Investasi Setelah itu, menekan tmbl Hitung ROI maka detil ROI dari setiap aktiva ditampilkan pada tabel yang berada pada halaman perhitungan ROI seperti gambar Selain itu, hasil dari ttal ROI aktiva, ROI jam mesin, dan ROI prduk ditampilkan pada halaman tersebut. Gambar 3.27 Desain Halaman Perhitungan ROI Apabila pengguna memilih cara perhitungan ROI dengan memasukkan lama pengembalian investasi berdasarkan setiap aktiva maka pengguna langsung diarahkan pada halaman perhitungan ROI serta pengguna dapat memasukkan lama investasi setiap aktiva pada klm yang tersedia pada tabel.

80 100 Setelah itu, menekan tmbl Hitung ROI maka hasil dari ttal ROI aktiva, ROI jam mesin, dan ROI prduk ditampilkan pada halaman perhitungan ROI. Setelah semua data ROI ditampilkan pada halaman di atas, pengguna menekan tmbl Simpan ROI untuk menampilkan hasil ROI prduk pada halaman perhitungan harga jual dan menyimpan data ROI pada database. b. Perhitungan Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Pengguna yang dapat melakukan perhitungan distribusi pembebanan biaya nn prduksi adalah manajer penjualan. Perhitungan ini dilakukan untuk menghitung pembebanan biaya nn prduksi yang dibebankan kepada setiap prduk. Biaya nn prduksi yang dibebankan pada setiap prduk dikelmpkkan menjadi biaya nn prduksi tetap dan biaya nn prduksi variabel. Untuk pembebanan biaya nn prduksi tetap, berdasarkan persentase jam pemakaian mesin sedangkan pembebanan biaya nn prduksi variabel berdasarkan persentase jumlah hasil prduksi yang akan dijual. Pada halaman perhitungan pembebanan biaya nn prduksi, kde pembebanan, dan tanggal perhitungan akan muncul secara tmatis. Langkah pertama melakukan perhitungan ini adalah menekan klm pada bagian Biaya Nn Prduksi yang terdapat pada halaman perhitungan harga jual. Setelah itu, pengguna diarahkan pada halaman perhitungan biaya nn prduksi seperti pada gambar 3.28.

81 101 Gambar 3.28 Desain Halaman Perhitungan Distribusi Pembebanan Biaya Nn Prduksi Pada halaman tersebut, data prduksi, detil pembebanan biaya nn prduksi, ttal biaya nn prduksi tetap maupun variabel, serta ttal biaya nn prduksi ditampilkan secara tmatis. Setelah semua data pembebanan biaya nn prduksi ditampilkan pada halaman di atas, pengguna dapat menekan tmbl Simpan untuk menampilkan ttal biaya nn prduksi tetap maupun variabel, serta ttal biaya nn prduksi pada halaman perhitungan harga jual dan menyimpan data pembebanan biaya nn prduksi pada database. 14. Desain Halaman Pencetakan Lapran Halaman pencetakan lapran digunakan leh manajer penjualan untuk melihat utput yang dihasilkan dari aplikasi penentuan harga jual pada UD Eka. Output yang dihasilkan berupa lapran yang digunakan leh manajer penjualan untuk mengambil keputusan dalam penentuan harga jual. Dimana, lapran tersebut terdiri dari lapran lapran Return n Investment (ROI), lapran laba

82 102 yang diharapkan (mark up), dan lapran harga jual. Untuk melihat lapranlapran tersebut, manajer penjualan dapat melihatnya pada halaman pencetakan lapran dengan cara memilih jenis lapran serta nama prduk yang ingin ditampilkan berdasarkan tanggal perhitungan yang diinginkan sehingga masingmasing lapran tersebut akan ditampilkan pada halaman lapran sesuai dengan pilihan manajer penjualan. Gambaran lebih detil dari desain halaman pencetakan lapran dapat dilihat pada gambar Gambar 3.29 Desain Halaman Pencetakan Lapran C. Desain Output Desain utput merupakan desain lapran yang dihasilkan leh sistem dari prses yang telah dilakukan. Desain utput merupakan bagian yang paling diutamakan dari sistem yang digunakan leh pengguna karena tujuan utama dalam penggunaan sistem adalah untuk memperleh infrmasi yang dibutuhkan dengan mudah dan akurat. Berikut ini dijelaskan gambaran dari desain utput yang dihasilkan leh aplikasi penentuan harga jual pada UD Eka.

83 Desain Lapran Return n Investment (ROI) Lapran ROI merupakan lapran yang digunakan leh manajer penjualan untuk mengetahui target laba yang digunakan untuk pengembalian mdal dari investasi yang dimiliki. Oleh karena itu, pada lapran ini berisi infrmasi mengenai target pengembalian mdal (ROI) dari setiap aktiva serta ROI yang dibebankan pada setiap prduk. Dari lapran ini, digunakan leh manajer penjualan sebagai dasar menentukan persentase laba yang diharapkan. Gambaran lebih detil dari lapran ROI dapat dilihat pada gambar Gambar 3.30 Desain Lapran Return n Investment (ROI)

84 Desain Lapran Laba yang Diharapkan (Mark Up) Lapran mark up merupakan lapran yang berisi infrmasi mengenai laba yang diharapkan leh perusahaan sehingga dapat menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan serta target pengembalian mdal dari investasi yang dimiliki perusahaan. Oleh karena itu, pada lapran ini terdapat infrmasi harga pkk prduksi, biaya nn prduksi tetap maupun variabel yang dibebankan pada setiap prduk, serta ttal ROI prduk. Gambaran lebih detil dari lapran mark up dapat dilihat pada gambar Gambar 3.31 Desain Lapran Laba yang Diharapkan (Markup)

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Development Life Cycle (SDLC) model waterfall. Berdasarkan SDLC model

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Development Life Cycle (SDLC) model waterfall. Berdasarkan SDLC model BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pembuatan aplikasi dalam penelitian ini menggunakan konsep System Development Life Cycle (SDLC) model waterfall. Berdasarkan SDLC model waterfall yang digunakan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantoro KM 1.5 Tropodo, Krian. Perusahaan tersebut

BAB I PENDAHULUAN. berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantoro KM 1.5 Tropodo, Krian. Perusahaan tersebut BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang UD Eka merupakan perusahaan manufaktur yang berdiri tahun 1990 dan berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantoro KM 1.5 Tropodo, Krian. Perusahaan tersebut memproduksi sepatu,

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. menggunakan model waterfall. Pada model waterfall terdapat tahapan analisis

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. menggunakan model waterfall. Pada model waterfall terdapat tahapan analisis BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Pada tahapan ini dilakukan beberapa prses yang berhubungan dengan tahapan awal metde penelitian. Pada metde penelitian yang diambil menggunakan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. Identifikasi permasalahan merupakan langkah awal yang harus dilakukan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. Identifikasi permasalahan merupakan langkah awal yang harus dilakukan BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Identifikasi Permasalahan Identifikasi permasalahan merupakan langkah awal yang harus dilakukan dalam membuat suatu sistem yang baru. Langkah awal yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Identifikasi Masalah, Peluang dan Tujuan Tahap pertama yaitu melakukan identifikasi masalah dan melakukan pengumpulan data dengan cara wawancara pemilik perusahaan

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengelolaan Kas Fakultas Teknik Universitas 45 Surabaya memiliki

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengelolaan Kas Fakultas Teknik Universitas 45 Surabaya memiliki BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Pengellaan Kas Fakultas Teknik Universitas 45 Surabaya memiliki prsedur sistem yang sedikit berbeda dengan beberapa Fakultas. Hal ini diakibatkan karena sistem yang dijalankan

Lebih terperinci

BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN. pesanan barang oleh distributor. Saat ini, kegiatan pemesanan barang dimulai dari

BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN. pesanan barang oleh distributor. Saat ini, kegiatan pemesanan barang dimulai dari BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Analisis Sistem Aplikasi yang akan dibangun, digunakan leh bagian pemasaran tentang pesanan barang leh distributr. Saat ini, kegiatan pemesanan barang dimulai dari distributr

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_APLIKASI. kontrak kru yaitu menggunakan metode System Development Lyfe Cycle (SDLC)

BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_APLIKASI. kontrak kru yaitu menggunakan metode System Development Lyfe Cycle (SDLC) BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_APLIKASI 3.1 Analisis Metde yang digunakan dalam pembutan Aplikasi pengendalian dkumen kntrak kru yaitu menggunakan metde System Develpment Lyfe Cycle (SDLC) mdel waterfall

Lebih terperinci

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN ALAT MESIN PERTANIAN

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN ALAT MESIN PERTANIAN SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN ALAT MESIN PERTANIAN BAB IX PERENCANAAN, PENGELOLAAN, DAN EVALUASI USAHA JASA ALAT MESIN PERTANIAN Drs. Kadirman, MS. KEMENTERIAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN. cara langsung menemui bagian PPQC (Production Planning and Quality Control)

BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN. cara langsung menemui bagian PPQC (Production Planning and Quality Control) BAB IV DISKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Analisis Sistem Menganalisa adalah langkah awal dalam merandang dan membuat sistem baru. Langkah pertama yang dilakukan penulis yaitu melakukan bservasi ke lapangan secara

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini terlebih dahulu akan dibahas tentang identifikasi permasalahan, analisis permasalahan, slusi permasalahan dan perancangan sistem dalam rancang bangun

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak CV. Bintang Anggara Jaya

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak CV. Bintang Anggara Jaya BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 4.1 Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak CV. Bintang Anggara Jaya pada saat kerja praktek, maka dapat diketahui aplikasi pendukung yang dapat mengatasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. aplikasi penjualan perangkat komputer pada CV. Data Baru. Berdasarkan tahaptahap

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. aplikasi penjualan perangkat komputer pada CV. Data Baru. Berdasarkan tahaptahap BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil analisis dan perancangan aplikasi penjualan perangkat kmputer pada CV. Data Baru. Berdasarkan tahaptahap analisis dan perancangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sepatu dan sandal, serta bahan baku alas kaki seperti sole dan heels. UD Eka berdiri

BAB I PENDAHULUAN. sepatu dan sandal, serta bahan baku alas kaki seperti sole dan heels. UD Eka berdiri BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang UD Eka merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi sepatu dan sandal, serta bahan baku alas kaki seperti sole dan heels. UD Eka berdiri pada tahun 1990

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. agar pekerjaan jauh lebih efisien serta meminimalisir terjadinya human eror. Untuk

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. agar pekerjaan jauh lebih efisien serta meminimalisir terjadinya human eror. Untuk BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Berdasarkan hasil analisis sistem yang sedang berjalan pada CV. Sinergi Design, prses perhitungan gaji masih menggunakan rumus sendiri sehingga dalam prses pembuatan lapran

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. praktek ini, baik di dalam memperoleh data, menyelesaikan, dan memecahkan

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. praktek ini, baik di dalam memperoleh data, menyelesaikan, dan memecahkan BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1. Prsedur Kerja Praktek Cara pengumpulan data yang akan digunakan untuk menyelesaikan kerja praktek ini, baik di dalam memperleh data, menyelesaikan, dan memecahkan permasalahan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1. Analisis Kebutuhan Aplikasi Analisis kebutuhan sistem adalah tahap awal dalam membuat aplikasi baru. Langkah awalnya dengan melakukan wawancara dan pengamatan. Wawancara

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. Fortuna Badja Inti, menemukan permasalahan seperti pencatatan permintaan dari

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. Fortuna Badja Inti, menemukan permasalahan seperti pencatatan permintaan dari BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada saat kerja praktek di PT. Frtuna Badja Inti, menemukan permasalahan seperti pencatatan dari custmer, ke pabrik dan pencatatan penawaran

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem aplikasi penjualan dan pembelian pada UD. Tirta Samudra ini

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem aplikasi penjualan dan pembelian pada UD. Tirta Samudra ini BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan analisis dan perancangan sistem aplikasi penjualan dan pembelian pada UD. Tirta Samudra ini menggunakan metde System Develpment

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTIK. tersebut, diperlukan langkah-langkah sebagai berikut. di harapkan akan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTIK. tersebut, diperlukan langkah-langkah sebagai berikut. di harapkan akan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTIK 4.1 Prsedur Kerja Berdasarkan hasil pengamatan dan survey yang dilakukan pada saat kerja praktik di PT. Karana Line, terdapat permasalahan tentang prses penggajian yang menggunakan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. adalah melakukan identifikasi permasalahn dan analisis permasalahan.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. adalah melakukan identifikasi permasalahn dan analisis permasalahan. BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas tentang identifikasi permasalahan, analisis permasalahan, slusi permasalahan dan perencanaan sistem dalam Rancang Bangun Aplikasi Penjualan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. kerja praktek di CV. Sinergi Design adalah melakukan pengenalan terhadap

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. kerja praktek di CV. Sinergi Design adalah melakukan pengenalan terhadap BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Identifikasi Masalah Sebelum melakukan prses analisa, tahapan pertama ketika melakukan kerja praktek di CV. Sinergi Design adalah melakukan pengenalan terhadap perusahaan

Lebih terperinci

Dalam menentukan harga setiap usaha mungkin memiliki strategi yang berbeda-beda. Namun

Dalam menentukan harga setiap usaha mungkin memiliki strategi yang berbeda-beda. Namun CHAPTER V Harga menurut Philip Ktler (2001 : 439) ialah sebagai berikut, charged fr a prduct r service. Mre bradly, price is the sum f all the value that cnsumer exchange fr the benefits f having r using.

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Semua rganisasi membutuhkan aliran infrmasi yang membantu manajer untuk mengambil bermacam keputusan yang dibutuhkan. Aliran infrmasi ini diatur dan diarahkan dalam suatu sistem

Lebih terperinci

sering dihadapi oleh petugas perpustakaan SD Muhammadiyah 4 Surabaya.

sering dihadapi oleh petugas perpustakaan SD Muhammadiyah 4 Surabaya. 24 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Metde Penelitian Pada bab ini menjelaskan mengenai tahapan-tahapan dalam merancang bangun Sistem Infrmasi Perpustakaan berbasis web pada SD Muhammadiyah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan harus dapat meningkatkan kinerja dan perfomansinya agar dapat unggul

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan harus dapat meningkatkan kinerja dan perfomansinya agar dapat unggul BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknlgi yang semakin maju dan semakin pesat membuat perusahaan harus dapat meningkatkan kinerja dan perfmansinya agar dapat unggul dalam persaingan sekarang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perancangan Menurut (Jogiyanto, 2005) desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa element yang terpisah

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Aplikasi Menurut Jogiyanto (2005), aplikasi adalah penggunaan dalam suatu komputer, instruksi atau pernyataan (statement) yang disusun sedemikian rupa sehingga komputer dapat

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. menginginkan adanya pelaporan yang dapat dilakukan secara berkala tiap periode.

BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. menginginkan adanya pelaporan yang dapat dilakukan secara berkala tiap periode. BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM Berasarkan hasil survey yang penulis lakukan pada saat kerja praktek di PT Semen Gresik, secara garis besar saat ini pada divisi diklat khususnya seksi perencanaan telah

Lebih terperinci

BAB 4. ANALISIS dan PEMBAHASAN

BAB 4. ANALISIS dan PEMBAHASAN BAB 4 ANALISIS dan PEMBAHASAN 4.1 Prfil Perusahaan PT. Megah Lestar Packind adalah perusahaan yang bergerak di bidang Percetakan kardus yang mulai berdiri sejak 9 Maret 1988 dengan lkasi yang bertempat

Lebih terperinci

BAB III TEORI PENUNJANG

BAB III TEORI PENUNJANG 8 BAB III TEORI PENUNJANG 3.1 Bimbingan dan Penyuluhan Prayitn dan Erman Amti (2004:99) mengemukakan bahwa bimbingan adalah prses pemberian bantuan yang dilakukan leh rang yang ahli kepada serang atau

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTIK. sistem yang ada saat ini pada CV. Rahayu Sentosa. Hasil yang ditemukan dalam

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTIK. sistem yang ada saat ini pada CV. Rahayu Sentosa. Hasil yang ditemukan dalam BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTIK 1.1 Analisis Sistem Dalam pengembangan teknlgi dibutuhkan analisis dan perancangan sistem yang ada saat ini pada CV. Rahayu Sentsa. Hasil yang ditemukan dalam analisa sistem

Lebih terperinci

INSPEKTORAT. Laporan Keuangan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2013

INSPEKTORAT. Laporan Keuangan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2013 INSPEKTORAT Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Lapran Keuangan Untuk Peride Yang Berakhir 31 Desember 2013 Jalan Pramuka N. 33 Jakarta 13120 KATA PENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. tahun meningkat di seluruh dunia khususnya Indonesia. Internet berfungsi

BAB 1 PENDAHULUAN. tahun meningkat di seluruh dunia khususnya Indonesia. Internet berfungsi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan teknlgi infrmasi khususnya jaringan internet sudah banyak dikenal leh masyarakat secara luas. Penggunaan internet dari tahun ke tahun meningkat di seluruh

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. memarkirkan mobilnya di tempat-tempat perparkiran yang cukup sibuk seperti

BAB 1 PENDAHULUAN. memarkirkan mobilnya di tempat-tempat perparkiran yang cukup sibuk seperti BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dengan semakin banyaknya pemilik mbil di kta besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya akan menimbulkan masalah bagi pemilik mbil untuk memarkirkan mbilnya di tempat-tempat

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. Kerja praktik yang kami laksanakan di PT. Indoberka Investama pada

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. Kerja praktik yang kami laksanakan di PT. Indoberka Investama pada BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Kerja praktik yang kami laksanakan di PT. Indberka Investama pada tanggal 11 Juli 2016 s.d 11 Agustus 2016. PT. Indberka Investama merupakan perusahaan nasinal yang bergerak

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. meninjau SMA Wahid Hasyim Krian, didapatkan informasi bahwa proses

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. meninjau SMA Wahid Hasyim Krian, didapatkan informasi bahwa proses BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Berdasarkan survey dan wawancara yang penulis lakukan saat pertama kali meninjau SMA Wahid Hasyim Krian, didapatkan infrmasi bahwa prses penerimaan siswa baru masih dilakukan

Lebih terperinci

Bab IV. Deskripsi Kerja Praktek. UPADAYA PT.PLN (Persero) Surabaya, maka didapatkan proses-proses yang terjadi

Bab IV. Deskripsi Kerja Praktek. UPADAYA PT.PLN (Persero) Surabaya, maka didapatkan proses-proses yang terjadi Bab IV. Deskripsi Kerja Praktek 4.1 Analisa Sistem Berdasarkan hasil survey dan pengamatan yang dilakukan di Bagian KOPEG UPADAYA PT.PLN (Perser) Surabaya, maka didapatkan prses-prses yang terjadi dalam

Lebih terperinci

ANALISIS KELEMAHAN SISTEM LAMA Hanif Al Fatta M.Kom

ANALISIS KELEMAHAN SISTEM LAMA Hanif Al Fatta M.Kom ANALISIS KELEMAHAN SISTEM LAMA Hanif Al Fatta M.Km Abstraks Dalam teri rekayasa perangkat lunak ada 2 jenis prduk perangkat lunak. Prduk generik, yaitu prduk yang dibuat dan ditentukan fungsinalitasnya

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_SISTEM. berjalan pada CV. Azaria Abadi Permai saat ini, meliputi proses penjualan

BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_SISTEM. berjalan pada CV. Azaria Abadi Permai saat ini, meliputi proses penjualan BAB III ANALISIS_DAN_PERANCANGAN_SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem bertujuan untuk menganalisis sistem yang ada atau yang berjalan pada CV. Azaria Abadi Permai saat ini, meliputi prses penjualan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Pada bab ini akan dijelaskan tentang analisis dan perancangan sistem. Berdasarkan System Development Life Cycle

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. adalah sebuah istilah yang secara kolektif mendeskripsikan fase-fase awal

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. adalah sebuah istilah yang secara kolektif mendeskripsikan fase-fase awal BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Analisis Sistem Analisis sistem merupakan sebuah tahapan untuk menganalisis kebutuhan dari sebuah sistem. Al Fatta (2007:44), mengemukakan bahwa analisis sistem adalah sebuah

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Pada tahap analisis sistem terdapat prses mengidentifikasi serta menganalisis masalah sehingga dapat merencanakan suatu rancangan untuk menyelesaikan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Metode Single Exponential Smoothing pada CV Lintas Nusa Surabaya.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Metode Single Exponential Smoothing pada CV Lintas Nusa Surabaya. BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini dijelaskan mengenai analisis permasalahan dari sistem yang diambil pada CV Lintas Nusa Surabaya. Selain itu, bab ini merancang Perancangan sistem dari

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... vii. DAFTAR GAMBAR... xii. DAFTAR TABEL...xvii BAB I PENDAHULUAN Tujuan...

DAFTAR ISI. ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... vii. DAFTAR GAMBAR... xii. DAFTAR TABEL...xvii BAB I PENDAHULUAN Tujuan... DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR TABEL...xvii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Perumusan Masalah... 4 1.3 Pembatasan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENJADWALAN DAN PENILAIAN SEKOLAH BERDASAR KURIKULUM 2013 (STUDI KASUS : SMA PGRI SUMBERREJO)

SISTEM INFORMASI PENJADWALAN DAN PENILAIAN SEKOLAH BERDASAR KURIKULUM 2013 (STUDI KASUS : SMA PGRI SUMBERREJO) SISTEM INFORMASI PENJADWALAN DAN PENILAIAN SEKOLAH BERDASAR KURIKULUM 2013 (STUDI KASUS : SMA PGRI SUMBERREJO) Friesta Isyateen S 1, Rangsang Purnama 2, Latifah Rifani 3 1,2,3 Prgram Studi Sistem Infrmasi,

Lebih terperinci

METODE PENYUSUTAN AKTIVA TETAP

METODE PENYUSUTAN AKTIVA TETAP Nama : Ahmad Dhilli Nasrullh DOSEN NPM : 080006 METODE PENYUSUTAN AKTIVA TETAP Jumlah yang dapat disusutkan dialkasikan ke setiap peride akuntansi selama masa manfaat aktiva dengan berbagai metde yang

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. 4 Berdasarkan hasil wawancara dengan Supervisor TI PT Kimia Farma

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. 4 Berdasarkan hasil wawancara dengan Supervisor TI PT Kimia Farma BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4 Berdasarkan hasil wawancara dengan Supervisr TI PT Kimia Farma Aptek Surabaya dapat diketahui slusi aplikasi yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Analisis

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Bangun Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pengendalian DBD pada

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Bangun Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pengendalian DBD pada BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas tentang identifikasi permasalahan, analisis permasalahan, slusi permasalahan dan perancangan sistem dalam Rancang Bangun Sistem Infrmasi

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. sistem informasi agar dapat mengorganisir permasalahan dengan baik dan jelas.

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK. sistem informasi agar dapat mengorganisir permasalahan dengan baik dan jelas. BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Analisis merupakan cara untuk mengetahui permasalahan berdasarkan data yang telah diperleh dari hasil studi lapangan selama beberapa waktu. Sedangkan desain sistem merupakan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN BANK SAMPAH MALANG

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN BANK SAMPAH MALANG SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN BANK SAMPAH MALANG Haryati Wattimena Danang Aditya Nugraha 1 Manajemen Infrmatika,Universitas Kanjuruhan Malang, haryati.watimena@gmail.cm 2 Teknik Infrmatika, Universitas Kanjuruhan

Lebih terperinci

BAB IV 4. DESKRIPSI KERJA PRAKTIK

BAB IV 4. DESKRIPSI KERJA PRAKTIK BAB IV 4. DESKRIPSI KERJA PRAKTIK 4.1. Analisa Sistem Pada pengembangan teknlgi infrmasi pada era ini dibutuhkan analisisa dan perancangan sistem penglahan data yang baik. Sistem penglahan data tersebut

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii. DAFTAR GAMBAR... xiv. DAFTAR TABEL... xxiii BAB I PENDAHULUAN... 1

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii. DAFTAR GAMBAR... xiv. DAFTAR TABEL... xxiii BAB I PENDAHULUAN... 1 DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... x DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR TABEL... xxiii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Perumusan Masalah... 4 1.3

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. informasi agar dapat terorganisir dengan baik dan jelas.

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. informasi agar dapat terorganisir dengan baik dan jelas. BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Analisis merupakan cara untuk menganalisa permasalahan berdasarkan data yang telah diperleh dari hasil studi lapangan. Sedangkan desain sistem merupakan langkah yang harus ditempuh

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Analisa Sistem Pelaksanaan kerja praktik dilakukan pada Rumah Sakit Ibu dan Anak Putri yang berlkasi Jl. Arief Rachman Hakim N.122 Keputih Suklil Surabaya. Berdasarkan hasil

Lebih terperinci

A. IDENTITAS B. DESKRIPSI MATAKULIAH C. TUJUAN MATAKULIAH

A. IDENTITAS B. DESKRIPSI MATAKULIAH C. TUJUAN MATAKULIAH A. IDENTITAS Nama Mata Kuliah : Sistem Infrmasi Akuntansi Kde Mata Kuliah : AKT 207 Tipe : Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) Bbt SKS : 3 SKS / 3 JP Prasyarat : Aplikasi Kmputer Pengantar B. DESKRIPSI

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Setiap usaha yang didirikan dengan orientasi laba (keuntungan) mempunyai

BAB 1 PENDAHULUAN. Setiap usaha yang didirikan dengan orientasi laba (keuntungan) mempunyai BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Setiap usaha yang didirikan dengan rientasi laba (keuntungan) mempunyai tujuan untuk mencapai laba (keuntungan) yang ptimal, sehingga kelangsungan hidup badan usaha

Lebih terperinci

JURNAL SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN SEPATU DENGAN METODE PROMETHEE DI TOKO SEPATU STARS

JURNAL SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN SEPATU DENGAN METODE PROMETHEE DI TOKO SEPATU STARS JURNAL SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN SEPATU DENGAN METODE PROMETHEE DI TOKO SEPATU STARS DECISION SUPPORT SYSTEM OF SHOES SELECTION WITH PROMETHEE METHOD OF STARS SHOES STORE Oleh: PRASETYO AJI

Lebih terperinci

Pertemuan 1 PENGERTIAN MANAJEMEN KONSTRUKSI

Pertemuan 1 PENGERTIAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Pertemuan 1 PENGERTIAN MANAJEMEN KONSTRUKSI Halaman 1 dari Pertemuan 1 1.1 Pengertian Manajemen Pengertian Manajemen menurut Kntz, H. adalah: prses merencanakan, mengrganisir, memimpin dan mengendalikan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Berdasarkan hasil pengamatan dan bservasi yang dilakukan saat kerja praktek di CV. Bintang Anggara Jaya. Penulis mendapati suatu permasalahan di dalam perusahaan yang selama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam produksi alat alat berat (Engineering). Perusahaan ini berdiri tahun 1980

BAB I PENDAHULUAN. dalam produksi alat alat berat (Engineering). Perusahaan ini berdiri tahun 1980 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PT. Sinar Baja Hutama merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi alat alat berat (Engineering). Perusahaan ini berdiri tahun 1980 pada awalnya memproduksi

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. jalan, alat alat pertanian dan perkebunan, Stone / Coal Crusher Plant & Mobile,

PENDAHULUAN. jalan, alat alat pertanian dan perkebunan, Stone / Coal Crusher Plant & Mobile, BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PT. Sinar Baja Hutama merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi alat alat berat, seperti peralatan kereta api, peralatan perawatan

Lebih terperinci

PSAK NO. 30 AKUNTANSI SEWA GUNA USAHA BAB I : PENDAHULUAN. Latar Belakang

PSAK NO. 30 AKUNTANSI SEWA GUNA USAHA BAB I : PENDAHULUAN. Latar Belakang PSAK NO. 30 AKUNTANSI SEWA GUNA USAHA BAB I : PENDAHULUAN Latar Belakang Kegiatan sewa guna usaha (leasing) diperkenalkan untuk pertama kalinya di Indnesia pada tahun 1974 dengan dikeluarkannya Surat Keputusan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Kontraktor atau Penyedia Jasa Pelaksana Konstruksi (PJPK) adalah suatu badan hukum atau perorangan yang dipercaya untuk melaksanakan pekerjaan proyek sesuai dengan keahlian

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini perlu diterapkan di segala bidang kehidupan termasuk dalam proses bisnis perusahaan. Semakin tinggi tingkat

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Data dan Informasi. Sistem Informasi. Komponen sistem informasi. Basis data

PENDAHULUAN. Data dan Informasi. Sistem Informasi. Komponen sistem informasi. Basis data UNIVERSITAS UNIVERSAL BATAM 2016 PENDAHULUAN Data dan Infrmasi Data merupakan nilai (value) yang turut merepresentasikan deskripsi dari suatu bjek atau kejadian (event) Infrmasi merupakan hasil dari penglahan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik

BAB II LANDASAN TEORI. dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Harga Pokok Produksi Menurut Mulyadi (2007:18) yang dimaksud dengan harga pokok produksi adalah harga pokok produksi memperhitungkan semua unsur biaya yang terdiri dari biaya

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Harga Jual Menurut Mulyadi (1993), Pada prinsipnya harga jual harus dapat menutupi biaya penuh ditambah dengan laba wajar. Harga jual sama dengan biaya produksi ditambah Mark-up.

Lebih terperinci

PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN a. Penilaian Praktikum: 1. Penilaian praktikum terdiri dari 2 kelmpk nilai: tugas kelmpk dinilai leh pembimbing asistensi yang bersangkutan

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 5, No. 9, Tahun 2016 ISSN X

JSIKA Vol. 5, No. 9, Tahun 2016 ISSN X JSIKA Vl. 5, N. 9, Tahun 2016 ISSN 2338-137X Rancang Bangun Aplikasi dan Pada UD. TIRTA SAMUDRA Muhammad Muzamil Indra Cahya 1) Haryant Tanuwijaya 2) Endra Rahmawati 3) Fakultas Teknik Infrmatika Prgram

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang CV Gantar Buana Selaras (GBS) adalah unit usaha yang dijalankan oleh Bheben Oscar,S.MB sejak tahun 2010. CV ini beralamat di Jalan Alamanda Raya No. 11 RT.01 RW.13

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Piutang merupakan kebiasaan bagi perusahaan untuk memberikan kelonggaran kepada para pelanggan pada waktu melakukan penjualan. Piutang adalah semua tuntutan atau tagihan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas tentang tahapan analisis dan perancangan sistem informasi Bank Mini pada SMK Negeri 1 Sumenep. Tahap-tahap tersebut terdiri dari tahap analisis sistem,

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 2. DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Analisis Sistem Berdasarkan hasil survei dan pengamatan yang dilakukan di labratrium kmputer, maka didapatkan prses-prses yang terjadi dalam transaksi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sangat membutuhkan alat pengukur kemiringan kendaraan terhadap media yang

BAB I PENDAHULUAN. sangat membutuhkan alat pengukur kemiringan kendaraan terhadap media yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kendaraan bermtr ataupun tak bermtr, khususnya kendaraan rda dua sangat membutuhkan alat pengukur kemiringan kendaraan terhadap media yang dilaluinya. Karena

Lebih terperinci

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 64 BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Kriteria ptimasi yang digunakan dalam menganalisis kelayakan usaha adalah dengan studi kelayakan bisnis yang berdasarkan beberapa aspek,

Lebih terperinci

BAB IV. Deskripsi Kerja Praktek. perancangan sistem pengoahan data yang baik dengan analisa yang matang, maka

BAB IV. Deskripsi Kerja Praktek. perancangan sistem pengoahan data yang baik dengan analisa yang matang, maka BAB IV Deskripsi Kerja Praktek 1.1. Analisis Sistem Menurut Kendall (2006:7), Analisa dan Perancangan Sistem dipergunakan untuk menganalisis, merancang, dan mengimplementasikan peningkatanpeningkatan fungsi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang CV Rengganis adalah sebuah perusahan jasa percetakan yang melakukan usaha pada bidang percetakan, dengan cakupan bisnis jasa untuk memberikan pelayanan bagi pelanggan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berdasarkan dari hasil survey pada UD Chandra Group yang bertujuan untuk

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berdasarkan dari hasil survey pada UD Chandra Group yang bertujuan untuk BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Pada tahap ini dijelaskan mengenai kndisi saat ini perusahaan. Berdasarkan dari hasil survey pada UD Chandra Grup yang bertujuan untuk mengindentifikasi

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 5, No. 10, Tahun 2016 ISSN X

JSIKA Vol. 5, No. 10, Tahun 2016 ISSN X JSIKA Vl. 5, N. 10, Tahun 2016 ISSN 2338-137X Rancang Bangun Aplikasi Berdasarkan Sasaran Kerja Negeri Sipil Pada Kantr Pertanahan Kabupaten Lamngan Fransiscus Xaverius Yudha G. C. H 1) Henry Bambang Setyawan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAKSI... vii. KATA PENGANTAR... viii. DAFTAR ISI... x. DAFTAR TABEL... xiv. DAFTAR GAMBAR... xvi. DAFTAR LAMPIRAN...

DAFTAR ISI. ABSTRAKSI... vii. KATA PENGANTAR... viii. DAFTAR ISI... x. DAFTAR TABEL... xiv. DAFTAR GAMBAR... xvi. DAFTAR LAMPIRAN... DAFTAR ISI Halaman ABSTRAKSI... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... x DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR GAMBAR... xvi DAFTAR LAMPIRAN... xxii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Perumusan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. proses transaksi pada Rasyid English Course Denpasar.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. proses transaksi pada Rasyid English Course Denpasar. BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Identifikasi Permasalahan Sebelum prses analisa, tahapan yang terlebih dahulu dilakukan adalah identifikasi permasalahan yang terdiri dari survei, wawancara

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. barang dari supplier. Pembelian adalah suatu usaha yang dilakukan untuk

BAB II LANDASAN TEORI. barang dari supplier. Pembelian adalah suatu usaha yang dilakukan untuk BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pembelian Menurut Hatta (2008), pembelian merupakan kegiatan untuk memperoleh barang dari supplier. Pembelian adalah suatu usaha yang dilakukan untuk pengadaan barang yang diperlukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. PLN, di ganti menjadi kwh meter digital yang dapat memberikan nilai lebih

BAB I PENDAHULUAN. PLN, di ganti menjadi kwh meter digital yang dapat memberikan nilai lebih BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknlgi selalu berkembang setiap saat, ada saja yang dilakukan manusia untuk memberikan kemudahan pada kehidupan sehari-hari. Salah satu cnth kemudahan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Akuntansi Menurut (Soemarso, 2009) akuntansi didefinisikan sebagai proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii. DAFTAR ISI... x. DAFTAR GAMBAR... xiv. DAFTAR TABEL... xix. DAFTAR LAMPIRAN...

DAFTAR ISI. Halaman ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii. DAFTAR ISI... x. DAFTAR GAMBAR... xiv. DAFTAR TABEL... xix. DAFTAR LAMPIRAN... DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... x DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR TABEL... xix DAFTAR LAMPIRAN... xxii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Perumusan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. Bangun Aplikasi Kelayakan Pemberian Kredit Koperasi Sejahtera Tani Nusantara

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. Bangun Aplikasi Kelayakan Pemberian Kredit Koperasi Sejahtera Tani Nusantara BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini dibahas tentang identifikasi permasalahan, analisis permasalahan, slusi permasalahan, dan perancangan sistem dalam Rancang Bangun Aplikasi Kelayakan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI... ix. DAFTAR TABEL... xii. DAFTAR GAMBAR... xvi BAB I PENDAHULUAN...

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI... ix. DAFTAR TABEL... xii. DAFTAR GAMBAR... xvi BAB I PENDAHULUAN... DAFTAR ISI ABSTRAK... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xvi BAB I PENDAHULUAN...1 1.1 Latar Belakang...1 1.2 Rumusan Masalah...4 1.3 Batasan Masalah...4 1.4

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB IV ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB IV ANALISA DAN DESAIN SISTEM 4.1. Identifikasi Masalah Merujuk pada latar belakang masalah dapat diidentifikasi munculnya beberapa masalah pada Kperasi Wanita Anugerah Bersama yaitu sebagai berikut:

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Pengembangan Sistem (Systems Development Life Cycle) yang berfungsi untuk

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Pengembangan Sistem (Systems Development Life Cycle) yang berfungsi untuk BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Dalam pembuatan aplikasi ini menerapkan knsep Siklus Hidup Pengembangan Sistem (Systems Develpment Life Cycle) yang berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan

Lebih terperinci

JURNAL MANAJEMEN OPERASIONAL. Yang dibimbing oleh Roro Arinda Reswanti Julian Pratama, S.E.

JURNAL MANAJEMEN OPERASIONAL. Yang dibimbing oleh Roro Arinda Reswanti Julian Pratama, S.E. JURNAL MANAJEMEN OPERASIONAL Disusun dan diajukkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manajemen Operasinal (Praktikum) Yang dibimbing leh Rr Arinda Reswanti Julian Pratama, S.E. Disusun Oleh :

Lebih terperinci

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK N. 2 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Lapran Arus Kas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) N. 2 tentang Lapran Arus Kas disetujui dalam Rapat Kmite Prinsip Akuntansi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Pengertian Dasar Penjadwalan Prduksi Lading dan Scheduling merupakan salah satu pin dalan fungsi dan kegiatan pengawasan prduksi. Pemuatan (Lading) mempunyai

Lebih terperinci

Rancangan Sistem Informasi Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Job Order Costing

Rancangan Sistem Informasi Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Job Order Costing Simpsium asinal Ilmu Pengetahuan dan Teknlgi (SIMASIPTEK) 2013 ISB: 978-602-61268-3-2 Rancangan Sistem Infrmasi Perhitungan Hga Pkk Prduksi Dengan Metde Jb Order Csting Sah Apriliani 1, Lis Saumi Ramdhani

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 30 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metde Penilaian Investasi Metde Penilaian Investasi yang digunakan untuk menganalisis kelayakan penambahan gudang pada PT. Prima Lintas Express dapat dikatakan layak

Lebih terperinci

Fungsi Program Pos & Inventori Klinik, Salon & Spa Sistem GATRASoft

Fungsi Program Pos & Inventori Klinik, Salon & Spa Sistem GATRASoft Fungsi Prgram Ps & Inventri Klinik, Saln & Spa Sistem GATRASft - 081315511936 Pencatatan penjualan pelayanan/jasa & barang. Pencatatan penjualan pelayanan/jasa per visit dan paket. Pencatatan inventri

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan manufaktur adalah salah satu perusahaan yang berperan penting di kehidupan masyarakat untuk melengkapi kebutuhan sehari hari yang ada. Salah satu ciri perusahaan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii. DAFTAR ISI... x. DAFTAR TABEL... xiii. DAFTAR GAMBAR... xv. DAFTAR LAMPIRAN...

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii. DAFTAR ISI... x. DAFTAR TABEL... xiii. DAFTAR GAMBAR... xv. DAFTAR LAMPIRAN... DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... x DAFTAR TABEL... xiii DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR LAMPIRAN... xx BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Perumusan Masalah...

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/219/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Perancangan Menurut (Mulyadi, 2007) perancangan adalah suatu fase yang diawali dengan evaluasi atas alternative rancangan system yang diikuti dengan penyiapan spesifikasi rancangan

Lebih terperinci