BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat"

Transkripsi

1 101 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan : Terdapat hubungan yang mderat antara persepsi tentang perilaku seksual pada tayangan sinetrn Kawin Gantung dengan perilaku seksual Hubungan yang terjadi bersifat psitif artinya semakin negatif persepsi remaja tentang perilaku seksual pada tayangan sinetrn Kawin Gantung maka menampilkan perilaku seksual yang buruk yaitu perilaku seksual yang tidak berdasarkan mral dan nilai-nilai keagamaan yang berlaku. Tidak terdapat hubungan antara persepsi tentang perilaku seksual pada tayangan sinetrn Kawin Gantung dengan relasi lawan jenis Terdapat hubungan yang mderat antara persepsi tentang perilaku seksual pada tayangan sinetrn Kawin Gantung dengan jelajah prngrafi Terdapat hubungan yang mderat antara persepsi tentang perilaku seksual pada tayangan sinetrn Kawin Gantung dengan fantasi seksual

2 102 Terdapat hubungan yang mderat antara persepsi tentang perilaku seksual pada tayangan sinetrn Kawin Gantung dengan masturbasi Terdapat hubungan yang mderat antara persepsi tentang perilaku seksual pada tayangan sinetrn Kawin Gantung dengan kissing Terdapat hubungan yang mderat antara persepsi tentang perilaku seksual pada tayangan sinetrn Kawin Gantung dengan petting Terdapat hubungan yang mderat antara persepsi tentang perilaku seksual pada tayangan sinetrn Kawin Gantung dengan hubungan seksual Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan televisi yang menayangkan perilaku seksual merupakan sumber infrmasi mengenai pacaran dan seksualitas yang banyak dipilih leh remaja SMU X Saran Berdasarkan hasil penglahan data dan kesimpulan, faktr persepsi cukup berperan pada perilaku seksual. Dengan adanya persepsi yang negatif tentang perilaku seksual pada tayangan sinetrn Kawin Gantung, maka perilaku seksual semakin tidak sesuai dengan nrma-nrma yang berlaku. Untuk itu disarankan beberapa hal yaitu: 1. Pihak Seklah Seklah dapat mengadakan kegiatan pendidikan untuk kesehatan reprduksi atau talkshw. Hal ini dapat menambah wawasan

3 103 remaja mengenai akibat-akibat negatif dari seks pranikah yang dilakukan, baik dari sudut pandang agama ataupun secara medis dan psiklgis. 2. Orang tua Hasil penelitian didapat bahwa faktr pengaruh agama dan penanaman mral, mempengaruhi perilaku seksual remaja. Oleh karena itu disarankan kepada rang tua untuk lebih memperkuat pedalaman agama terhadap anak-anaknya dan memberikan pendidikan seksual serta terbuka terhadap permasalahan seksual yang dihadapi leh anak-anaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak kurang mendapatkan infrmasi tentang seks dari rang tuannya. Untuk itu perlu di adakan Reeducatin f Parent yaitu mendidik kembali para rang tua agar menambah wawasan rang tua tentang perkembangan remaja saat ini, sehingga rang tua dapat lebih bijaksana dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi anak-anaknya 3. Masyarakat Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya remaja yang mendapatkan infrmasi seksual dari teman-teman, tayangan televisi yang menayangkan perilaku seksual, buku-buku bacaan dan film yang kurang memberikan infrmasi yang tepat mengenai permasalah seksual. Penelitian ini kiranya dapat memberikan gambaran bagi yayasan atau instansi yang bergerak di bidang pendidikan dan masalah seksual remaja, terutama di kta Bandung, sehingga dapat dijadikan salah satu pedman untuk

4 104 merancang metde pemberian infrmasi yang tepat bagi kelmpk-kelmpk remaja yang berkaitan dengan masalah seksual. 4. Stasiun Televisi Bagi stasiun-stasiun televisi, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian yang memadai dalam memilih sinetrn atau film yang cck yang akan disajikan kepada pemirsanya, dan semaksimal mungkin dapat memberikan manfaat yang psitif kepada pemirsa dalam rangka menanamkan nilai-nilai mral yang knstruktif bagi remaja bangsa Indnesia. Bagi panitia sensr film diharapkan dapat memperketat sensr film ataupun sinetrn-sinetrn yang akan ditayangkan agar dapat memberikan manfaat yang psitif bagi pemirsa khususnya remaja. 5. Remaja Hasil penelitian yang diperleh menunjukkan bahwa kebanyakan remaja kurang dapat mengntrl drngan seksualnya. Oleh karena itu disarankan agar mereka memanfaatkan waktu luangnya dengan kegiatan yang prduktif misalnya aktif dalam kegiatan lah raga, pramuka, OSIS di seklah, kesenian atau kegiatan ekstrakurikuler yang berada di luar dan di dalam seklah. Dengan demikian drngan seksualnya tersalurkan kepada hal-hal yang psitif.

5 Peneliti Lain Penelitian ini masih memerlukan perbaikan dan pengembangan, sehingga bila peneliti lain tertarik pada bidang bahasan yang sama, perlu diadakan penelitian lanjut dengan memperhatikan faktr-faktr lain yang mempengaruhi perilaku seksual pada remaja seperti dukungan kelmpk (peer grup), pla asuh, penanaman mral, dan teknlgi. Memperluas ppulasi penelitian, misalnya Universitas atau SMU- SMU yang berada di Bandung dan daerah-daerah yang berbedabeda kelas eknmi, budaya, ssialnya agar diperleh hasil yang representatif. Kebanyakan sampel pada penelitian ini tinggal bersama dengan rang tua. Oleh karena itu kepada peneliti lain yang memiliki minat yang sama terhadap tema ini dapat melakukan penelitian dengan membandingkan sampel remaja yang tinggal bersama rang tua dan yang tinggal sendiri (kst, mengntrak rumah).

BAB I PENDAHULUAN. Abad ini disebut abad komunikasi massa. mencapai suatu tingkat di mana orang mampu berkomunikasi dengan

BAB I PENDAHULUAN. Abad ini disebut abad komunikasi massa. mencapai suatu tingkat di mana orang mampu berkomunikasi dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Abad ini disebut abad komunikasi massa. Komunikasi sudah mencapai suatu tingkat di mana orang mampu berkomunikasi dengan jutaan manusia secara serempak. Komunikasi

Lebih terperinci

KODE ETIK KONTEN MULTIMEDIA INDONESIA

KODE ETIK KONTEN MULTIMEDIA INDONESIA Kde Etik Knten Multimedia Indnesia Departemen Kmunikasi dan Infrmatika, RI KODE ETIK KONTEN MULTIMEDIA INDONESIA (Dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Kmunikasi dan Infrmatika, Republika Indnesia - Draft

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. semakin majunya teknologi. Hal tersebut mendorong para produsen dalam

BAB I PENDAHULUAN. semakin majunya teknologi. Hal tersebut mendorong para produsen dalam BAB I PENDAHULUAN 1.5 Latar Belakang Pada saat ini masyarakat semakin berkembang, yang disebabkan leh semakin majunya teknlgi. Hal tersebut mendrng para prdusen dalam menciptakan barang dan jasa, untuk

Lebih terperinci

RSUD Ratu Zalecha, Jl. Menteri Empat, Martapura, Kalimantan Selatan

RSUD Ratu Zalecha, Jl. Menteri Empat, Martapura, Kalimantan Selatan Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Faktr Risik Kehamilan di Puskesmas Jambu Burung Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Tahun 2010 Descriptin f Pregnant Mther s Knwledge Abut

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN MASA KANAK-KANAK (USIA 2 12 / 13 TAHUN)

PERKEMBANGAN MASA KANAK-KANAK (USIA 2 12 / 13 TAHUN) PERKEMBANGAN MASA KANAK-KANAK (USIA 2 12 / 13 TAHUN) Masa kanak-kanak dimulai saat anak dapat berdiri sampai dengan mencapai kematangan. Masa ini terbagi menjadi 2 peride : (Hurlck, 1990) 1. Masa Kanak-Kanak

Lebih terperinci

LKPJ AKHIR MASA JABATAN BUPATI JOMBANG I BAB

LKPJ AKHIR MASA JABATAN BUPATI JOMBANG I BAB LKPJ AKHIR MASA JABATAN BUPATI JOMBANG 009-013 I BAB I LKPJ AKHIR MASA JABATAN BUPATI JOMBANG 009-013 A. VISI DAN MISI DAERAH V isi merupakan gambaran bersama mengenai masa depan, berupa kmitmen murni,

Lebih terperinci

BAB I P E N D A H U L U A N

BAB I P E N D A H U L U A N BAB I P E N D A H U L U A N A. Dasar Pemikiran Bahwa sebagai salah satu upaya untuk memajukan kebudayaan daerah, Perpustakaan, Kearsipan, dan Dkumentasi merupakan wahana pelestarian kekayaan budaya, serta

Lebih terperinci

Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat 1 *

Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat 1 * Fitur Pemeringkatan ICRA Indnesia Maret 2014 Metdlgi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat 1 * Tinjauan sekilas Industri real estate memiliki tingkat vlatilitas dan siklus yang tinggi dan kinerjanya

Lebih terperinci

Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat *

Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat * Fitur Pemeringkatan ICRA Indnesia Maret 2015 Metdlgi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat * Tinjauan sekilas Industri real estat memiliki tingkat vlatilitas dan siklus yang tinggi dan kinerjanya berkrelasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian dalam surevey internasional yang dilakukan oleh Bayer Healthcare Pharmaceutical terhadap 6000 remaja di 26 negara mengenai perilaku seks para remaja, didapatkan

Lebih terperinci

PENERAPAN SANKSI DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X (PERSERO) KLATEN

PENERAPAN SANKSI DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X (PERSERO) KLATEN PENERAPAN SANKSI DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X (PERSERO) KLATEN TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Memperleh Sebutan Vkatin Ahli Madya ( A. Md. ) dalam

Lebih terperinci

ANALISA KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN PADA RUAS JALAN WOLTER MONGINSIDI KOTA MANADO

ANALISA KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN PADA RUAS JALAN WOLTER MONGINSIDI KOTA MANADO Jurnal Sipil Statik Vl.1 N.9, Agustus (623-629) ISSN: 2337-6732 ANALISA KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN PADA RUAS JALAN WOLTER MONGINSIDI KOTA MANADO Ardi Palin A. L. E. Rumayar, Lintng E. Fakultas Teknik,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang. Jakarta dengan luas 661,52 km 2 dan jumlah populasi jiwa serta kepadatan

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang. Jakarta dengan luas 661,52 km 2 dan jumlah populasi jiwa serta kepadatan BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Jakarta dengan luas 661,52 km 2 dan jumlah ppulasi 8.389.443 jiwa serta kepadatan penduduk sebesar 12.682,1/ 2 km, diperkirakan akan terus bertambah. Pertumbuhan penduduk

Lebih terperinci

RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013

RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013 Lampiran 1 RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013 PENDAHULUAN Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) merupakan dkumen pembangunan yang disusun untuk kurun waktu

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. Kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, serta

BAB II KAJIAN TEORI. Kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, serta BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Pengertian Kinerja Kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, serta kemampuan kerja yang didasari leh pengetahuan, sikap, keterampilan dan mtivasi dalam menghasilkan

Lebih terperinci

BABI PENDAHULUAN. Manusia sebagai makhluk sosial secara kodrat mempunyai berbagai

BABI PENDAHULUAN. Manusia sebagai makhluk sosial secara kodrat mempunyai berbagai BABI PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia sebagai makhluk sosial secara kodrat mempunyai berbagai macam keinginan dalam dirinya. Menurut Freud ( dalam Suryabrata, 2001: 132)

Lebih terperinci

BUKU INDIKASI KAWASAN HUTAN & LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI TAHUN 2003

BUKU INDIKASI KAWASAN HUTAN & LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI TAHUN 2003 BUKU INDIKASI KAWASAN HUTAN & LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI TAHUN 2003 A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Hutan merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki nilai eknmi, eklgi dan ssial

Lebih terperinci

D.Persepsi Kedalaman ( Depth Perception )

D.Persepsi Kedalaman ( Depth Perception ) D.Persepsi Kedalaman ( Depth Perceptin ) Persepsi kedalaman merupakan kemampuan indera penglihatan untuk mengindera ruang. Akan tetapi ruang berdimensi tiga, sedang kan penginderaan visual kita hanya berdimensi

Lebih terperinci

Jenis Informasi yang Terbuka dan Dikecualikan

Jenis Informasi yang Terbuka dan Dikecualikan Jenis Infrmasi yang Terbuka dan Dikecualikan Kelmpk Infrmasi Publik yang diatur dalam UU KIP mencakup Infrmasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala; Infrmasi Publik yang wajib diumumkan

Lebih terperinci

Kabupaten :. Kelompok Hutan :.

Kabupaten :. Kelompok Hutan :. Lampiran : Peraturan Direktur Jenderal Bina Prduksi Kehutanan Nmr : P.05/VI-SET/2005 Tanggal : 3 Agustus 2005 FORMAT PROPOSAL TEKNIS PENAWARAN DALAM PELELANGAN IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU DENGAN

Lebih terperinci

A. Latar Belakang MAKALAH INTERVENSI SOSIAL TERHADAP TAWURAN PELAJAR SMU. Oleh Ahmad Nawawi Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP UPI Bandung

A. Latar Belakang MAKALAH INTERVENSI SOSIAL TERHADAP TAWURAN PELAJAR SMU. Oleh Ahmad Nawawi Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP UPI Bandung MAKALAH INTERVENSI SOSIAL TERHADAP TAWURAN PELAJAR SMU Oleh Ahmad Nawawi Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP UPI Bandung A. Latar Belakang Sebagaimana kita saksikan di mass media cetak maupun elektrnik,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Remaja adalah suatu fase tumbuh kembang yang dinamis dalam

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Remaja adalah suatu fase tumbuh kembang yang dinamis dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Remaja adalah suatu fase tumbuh kembang yang dinamis dalam kehidupan, merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai percepatan perkembangan

Lebih terperinci

Artikel keperawatan sebagai ilmu

Artikel keperawatan sebagai ilmu Artikel keperawatan sebagai ilmu Artikel ini disusun guna memenuhi tugas Knsep Dasar Keperawatan Dsen pengampu: Ns.Dera Alfiyanti, S.Kep Di susun leh: Nama : Agung Siswy Nim : G0A011002 FIKKES DIII KEPERAWATAN

Lebih terperinci

TOR (TERM OF REFERENCE) GELORACOUSTIC GELORA AKSI 2016

TOR (TERM OF REFERENCE) GELORACOUSTIC GELORA AKSI 2016 TOR (TERM OF REFERENCE) GELORACOUSTIC 2016 I. LATAR BELAKANG Perkembangan dan kemajuan dalam teklgi memungkinkan segala infrmasi untuk diakses secara cepat leh siapapun, tentunya hal ini tidak luput dari

Lebih terperinci

Masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak (S

Masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak (S HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS MENONTON FILM DRAMA ROMANTIS DENGAN KECENDERUNGAN SEKS PRANIKAH PADA REMAJA Ardhi Pratama Putra Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma ABSTRAK Media masa mempunyai pengaruh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Belajar merupakan suatu kegiatan yang kompleks dan juga dapat dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. Belajar merupakan suatu kegiatan yang kompleks dan juga dapat dilakukan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar merupakan suatu kegiatan yang kompleks dan juga dapat dilakukan dimana dan kapan saja. Skinner (Dimyati dan Mudjiono, 2006: 9) berpandangan bahwa belajar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Era Kebebasan Berpikir

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Era Kebebasan Berpikir BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang 1.1.1. Era Kebebasan Berpikir Tingkah laku dan perbuatan remaja zaman sekarang dipengaruhi oleh tayangan televisi, film, radio dan internet. Tren berpakaian, gaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Santrock,2003). Pada masa inilah remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar

BAB I PENDAHULUAN. (Santrock,2003). Pada masa inilah remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masa remaja adalah jembatan dari masa kanak kanak ke masa dewasa (Santrock,2003). Pada masa inilah remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar mengenai masalah

Lebih terperinci

PANDUAN PERENCANAAN KOLABORATIF PSABM

PANDUAN PERENCANAAN KOLABORATIF PSABM PANDUAN PERENCANAAN KOLABORATIF PSABM Perencanaan secara klabratif Pengellaan Sumberdaya Alam Berbasis Masyarakat (PSABM) dilakukan untuk menyusun acuan dan prgram bersama di antara pemangku kepentingan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Remaja sebagai generasi muda harapan bangsa merupakan salah satu

BAB I PENDAHULUAN. Remaja sebagai generasi muda harapan bangsa merupakan salah satu BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Remaja sebagai generasi muda harapan bangsa merupakan salah satu modal dasar pembangunan bangsa dan negara dalam menghadapi persaingan di masa yang akan datang.

Lebih terperinci

Teknik Analisis Informasi dengan Metode/Teknik PRA

Teknik Analisis Informasi dengan Metode/Teknik PRA 7 Teknik Analisis Infrmasi dengan Metde/Teknik PRA TEKNIK ANALISA MASING-MASING METODE/TEKNIK PRA Seperti yang telah dijelaskan pada tulisan Gambaran Umum Metde/Teknik PRA, sebenarnya tidak ada suatu bentuk

Lebih terperinci

Kajian Moral dan Kewarganegaraan. Volume 02 Nomor 03 Tahun 2015,

Kajian Moral dan Kewarganegaraan. Volume 02 Nomor 03 Tahun 2015, Kajian Mral dan Kewarganegaraan. Vlume 02 mr 03 Tahun 2015, 636-650 IMPLEMETASI KURIKULUM 2013 PADA KELOMPOK MATA PELAJARA ORMATIF DI SEKOLAH MEEGAH KEJURUA EGERI 2 GAWI Aris Sants 11040254049 (PPKn, FIS,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dirasakan seperti yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Terbukanya saluran

BAB I PENDAHULUAN. dirasakan seperti yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Terbukanya saluran BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu krisis maturitas yang dapat menimbulkan rasa stres, panik, dan sebagainya, namun demikian kehamilan bagi seorang wanita merupakan sesuatu yang

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Seklah :... Mata Pelajaran : Bahasa Indnesia Kelas/Semester : VIII (Delapan) /1 (Satu) Standar : Mendengarkan 1. Memahami wacana lisan berbentuk lapran Kegiatan Indikatr Pencapaian

Lebih terperinci

MEMBANGUN KAPASITAS DAERAH DAN NASIONAL DALAM PRAKIRAAN AWAL MUSIM HUJAN DAN MUSIM KEMARAU BERBASIS DATA SATELIT

MEMBANGUN KAPASITAS DAERAH DAN NASIONAL DALAM PRAKIRAAN AWAL MUSIM HUJAN DAN MUSIM KEMARAU BERBASIS DATA SATELIT H-1 MEMBANGUN KAPASITAS DAERAH DAN NASIONAL DALAM PRAKIRAAN AWAL MUSIM HUJAN DAN MUSIM KEMARAU BERBASIS DATA SATELIT Lely Qdrita Avia LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) 2012 Kndisi yang

Lebih terperinci

PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRA NIKAH PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA

PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRA NIKAH PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA GASTER Vol. 10 No. 1 Februari 2013 PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRA NIKAH PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA Maryatun Sekolah TinggiIlmu Kesehatan (STIKES) Aisyiyah Surakarta ABSTRAK

Lebih terperinci

Bab XII. Kesehatan Seksual. Seks dan peranan berdasarkan gender. Bagaimanakah gender mempengaruhi kesehatan seksual?

Bab XII. Kesehatan Seksual. Seks dan peranan berdasarkan gender. Bagaimanakah gender mempengaruhi kesehatan seksual? Bab XII Kesehatan Seksual Seks dan peranan berdasarkan gender Bagaimanakah gender mempengaruhi kesehatan seksual? Bagaimana memperbaiki kesehatan seksual? Berjuang untuk perubahan 247 Bab ini akan memberikan

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KERJA PENAYANGAN IKLAN SENSUS EKONOMI 2016 (SE2016) DI MEDIA CETAK

KERANGKA ACUAN KERJA PENAYANGAN IKLAN SENSUS EKONOMI 2016 (SE2016) DI MEDIA CETAK KERANGKA ACUAN KERJA PENAYANGAN IKLAN SENSUS EKONOMI 2016 (SE2016) DI MEDIA CETAK BADAN PUSAT STATISTIK 2016 1 PENAYANGAN IKLAN SENSUS EKONOMI 2016 (SE2016) DI MEDIA CETAK BADAN PUSAT STATISTIK I. Latar

Lebih terperinci

bab i Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka disusun rumusan

bab i Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka disusun rumusan bab i Pendahuluan A. Latar Belakang Penyelenggaraan pembelajaran merupakan salah satu tugas utama guru, dimana pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Untuk

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Pendidikan Kewargaan Kelas : XII Semester : 1 Prgram Studi : Ilmu Alam, Ilmu Ssial dan Bahasa Standar Kmpetensi : 1. Menampilkan sikap psitif terhadap Alkasi waktu

Lebih terperinci

1.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Televisi sebagai media massa memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan media lain di dalam penyampaian pesannya. Salah satu kelebihan televisi yaitu paling

Lebih terperinci

Rina Indah Agustina ABSTRAK

Rina Indah Agustina ABSTRAK HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERSEPSI PERILAKU SEKSUAL MAHASISWASEMESTER II PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA Rina Indah Agustina ABSTRAK Remaja merupakan

Lebih terperinci

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaranserta Strategi Pencapaian 1.1.1 Jelaskan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran Prgram

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. hanya sesuatu yang bersifat biologis dan fisik, tetapi semata juga merupakan suatu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. hanya sesuatu yang bersifat biologis dan fisik, tetapi semata juga merupakan suatu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perilaku seksual memiliki nilai simbolik yang sangat besar sehingga dapat menjadi barometer masyarakat. Dari dahulu sampai sekarang, seksualitas bukan hanya

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKEM SLEMAN TAHUN 2015

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKEM SLEMAN TAHUN 2015 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKEM SLEMAN TAHUN 15 NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh : Novi Erlina Setyawati 1411417 PROGRAM

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA MANUAL REGISTRASI REGISTRASI REGISTRASI

KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA MANUAL REGISTRASI REGISTRASI REGISTRASI KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA MANUAL REGISTRASI NASION REGISTRASI NAL PMKM REGISTRASI SEKAPUR SIRIH i DAFTAR ISI SEKAPUR SIRIH... I DAFTAR ISI...II DAFTAR GAMBAR...III

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat CV. KARDUS COMMUNICATION Cirebn Semua bidang usaha membutuhkan sarana periklanan untuk mempublikasikan uasaha yang dijalankan sehingga para knsumen mengetahui

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. karena kehidupan manusia sendiri tidak terlepas dari masalah ini. Remaja bisa dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. karena kehidupan manusia sendiri tidak terlepas dari masalah ini. Remaja bisa dengan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian A. 1 Perilaku Seks Sebelum Menikah Masalah seksual mungkin sama panjangnya dengan perjalanan hidup manusia, karena kehidupan manusia sendiri tidak

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara. dua orang yang berlainan jenis kelamin (Dariyo, 2004).

BAB 1 PENDAHULUAN. alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara. dua orang yang berlainan jenis kelamin (Dariyo, 2004). BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara hubungan intim antara laki-laki

Lebih terperinci

Analisis Dilema Dengan Drama Theory Sebagai Alat Bantu Pengambilan Keputusan dalam Sebuah Konflik

Analisis Dilema Dengan Drama Theory Sebagai Alat Bantu Pengambilan Keputusan dalam Sebuah Konflik Jurnal Pembangunan dan Kebujakan Publik Fakultas Ilmu Ssial dan Ilmu Plitik Universitas Garut ISSN: 2087-1511 Analisis Dilema Dengan Drama Thery Sebagai Alat Bantu Pengambilan Keputusan dalam Sebuah Knflik

Lebih terperinci

PROSPEK PENGEMBANGAN INDUSTRI BORDIR/SULAMAN DI KOTA PEKANBARU

PROSPEK PENGEMBANGAN INDUSTRI BORDIR/SULAMAN DI KOTA PEKANBARU PROSPEK PENGEMBANGAN INDUSTRI BORDIR/SULAMAN DI KOTA PEKANBARU Oleh : Rezzy Andriani Pembimbing : Mardiana dan Deny Setiawan Faculty f Ecnmics Riau Univesity, Pekanbaru, Indnesia Email :rezzyandriani@yah.cm

Lebih terperinci

EVALUASI DIRI PADA REMAJA PELAKU SEKS PRANIKAH

EVALUASI DIRI PADA REMAJA PELAKU SEKS PRANIKAH EVALUASI DIRI PADA REMAJA PELAKU SEKS PRANIKAH SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Mencapai Derajat Sarjana-S1 Bidang Psikologi dan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Oleh

Lebih terperinci

SILABUS MATAKULIAH. Kompetensi Dasar Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan. Pengertian dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaran

SILABUS MATAKULIAH. Kompetensi Dasar Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan. Pengertian dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaran SILABUS MATAKULIAH Revisi : 2 Tanggal Berlaku : 1 September 2013 A. Identitas 1. Nama Matakuliah : A22.53201/ Pendidikan Kewarganegaraan 2. Prgram Studi : Teknik Infrmatika-D3 3. Fakultas : Ilmu Kmputer

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Nama Seklah :...... Mata Pelajaran : IPA Kelas/Prgram : IV / SD-MI Semester : 2 (dua) Standar Kmpetensi : 7. Memahami gaya dapat mengubah gerak /atau bentuk suatu benda Kmpetensi Dasar

Lebih terperinci

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaranserta Strategi Pencapaian 1.1.1 Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran Prgram Studi,

Lebih terperinci

FENOMENA VIDEO PORNO : DAMPAK BAGI PERILAKU SEKSUAL PELAJAR SMA DI KABUPATEN KUDUS

FENOMENA VIDEO PORNO : DAMPAK BAGI PERILAKU SEKSUAL PELAJAR SMA DI KABUPATEN KUDUS FENOMENA VIDEO PORNO : DAMPAK BAGI PERILAKU SEKSUAL PELAJAR SMA Trubus Raharjo 1 Latifah Nur Ahyani 2 ABSTRACT This time, perss information and information of technology develop very fast, information

Lebih terperinci

Lahan 3.1. Kondisi Peruntukan. Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman. Tabel 3.1. Kondisi Peruntukan Lahan Kawasan Prioritas Kelurahan Tenilo

Lahan 3.1. Kondisi Peruntukan. Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman. Tabel 3.1. Kondisi Peruntukan Lahan Kawasan Prioritas Kelurahan Tenilo Tabel 3.1. Kndisi Peruntukan Lahan Kawasan Priritas Kelurahan Tenil 3.1. Kndisi Peruntukan Lahan Peruntukan lahan di Kelurahan Tenil sebagian besar masih di dminasi leh semak/belukar yaitu sekitar 136,91

Lebih terperinci

DANA BANTUAN LANGSUNG - DBL

DANA BANTUAN LANGSUNG - DBL DANA BANTUAN LANGSUNG - DBL Sebagai alternatif pengellaan subsidi bantuan untuk peningkatan mutu pendidikan Oleh : Danny Meirawan Bahan News Letter Kantr Dinas Pendidikan Jawa Barat A. LATAR BELAKANG Wajib

Lebih terperinci

PERANGKAT PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN

PERANGKAT PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) (4) Semester 2 UNTUK SEKOLAH DASAR (SD)/MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) 183 184 SILABUS PEMBELAJARAN Nama Seklah :......

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BROADCASTING

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BROADCASTING STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BROADCASTING DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 1. KAMERAWAN

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Teknik Elektro, Busono Soerowirdjo, Ph.D

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Teknik Elektro, Busono Soerowirdjo, Ph.D KATA PENGANTAR Dalam era infrmasi ini, tantangan yang dihadapi Prgram Studi Teknik Elektr Fakultas Teknlgi Industri Universitas Gunadarma dirasakan semakin menuntut langkah-langkah strategis agar Studi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. muatan ilmu pengetahuan, tetapi secara negatif juga bermuatan materi pornografi

BAB I PENDAHULUAN. muatan ilmu pengetahuan, tetapi secara negatif juga bermuatan materi pornografi BAB I PENDAHULUAN I.I. Latar Belakang Indonesia sebagai suatu negara yang menjadi bagian dari globalisasi teknologi internet yang tentunya tidak terlepas dari berbagai akibat yang ditimbulkan oleh maraknya

Lebih terperinci

PERSEPSI ORANGTUA TERHADAP PENDIDIKAN SEKS BAGI REMAJA DI LINGKUNGAN XVII KELURAHAN TANJUNG REJO, MEDAN

PERSEPSI ORANGTUA TERHADAP PENDIDIKAN SEKS BAGI REMAJA DI LINGKUNGAN XVII KELURAHAN TANJUNG REJO, MEDAN LAPORAN PENELITIAN PERSEPSI ORANGTUA TERHADAP PENDIDIKAN SEKS BAGI REMAJA DI LINGKUNGAN XVII KELURAHAN TANJUNG REJO, MEDAN Evi Karota-Bukit*, Yesi Ariani.** ABSTRAK Penelitian ini adalah deskriptif yang

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETANI MENYADAP PINUS DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) GOMBONG

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETANI MENYADAP PINUS DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) GOMBONG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETANI MENYADAP PINUS DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) GOMBONG Factrs that Influence Farmers t Tap Pine in KHDTK Gmbng S. Andy Cahyn 1) Balai Penelitian Kehutanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Media massa memiliki peranan yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Media massa memiliki peranan yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media massa memiliki peranan yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memberikan berbagai informasi dan hiburan. Media massa yang memiliki ciri

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Setelah melakukan analisis terhadap film Air Terjun Pengantin

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Setelah melakukan analisis terhadap film Air Terjun Pengantin BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Setelah melakukan analisis terhadap film Air Terjun Pengantin yang diproduksi oleh Maxima Pictures dengan menggunakan pendekatan signifikansi dua tahap dari Roland

Lebih terperinci

E. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Pertemuan Ke-1 ( 3 x 40 menit ) Waktu Pendahuluan/Kegiatan Awal

E. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Pertemuan Ke-1 ( 3 x 40 menit ) Waktu Pendahuluan/Kegiatan Awal RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Seklah Mata Pelajaran Kelas/Semester Tema Alkasi Waktu : SMP NEGERI : Agama Buddha dan Budi Pekerti : VII/Ganjil : Pascapenerangan Sempurna Buddha Gtama : 5 x Menit

Lebih terperinci

Metodologi Pemeringkatan untuk Lembaga Pembiayaan bukan Bank

Metodologi Pemeringkatan untuk Lembaga Pembiayaan bukan Bank ICRA Indnesia Rating Feature January 2011 Metdlgi Pemeringkatan untuk Lembaga Pembiayaan bukan Bank Lembaga pembiayaan bukan bank (Lembaga Pembiayaan) memainkan peran yang penting dalam pasar keuangan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Psikologi, Retnaningsih, SPsi., MPsi.

KATA PENGANTAR. Jakarta, Januari 2007 Ketua Program Studi Psikologi, Retnaningsih, SPsi., MPsi. KATA PENGANTAR Dalam era infrmasi ini, tantangan yang dihadapi Prgram Studi Psiklgi Fakultas Psiklgi Universitas Gunadarma dirasakan semakin menuntut langkah-langkah strategis agar Studi Psiklgi tetap

Lebih terperinci

PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN a. Penilaian Praktikum: 1. Penilaian praktikum terdiri dari 2 kelmpk nilai: tugas kelmpk dinilai leh pembimbing asistensi yang bersangkutan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. survey BKKBN tahun 2010 terdapat 52 % remaja kota medan sudah tidak

BAB I PENDAHULUAN. survey BKKBN tahun 2010 terdapat 52 % remaja kota medan sudah tidak 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perilaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja khususnya remaja yang belum menikah cenderung meningkat. Hal ini terbukti dari hasil survey BKKBN tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman modern saat ini semua informasi tidak tertutup oleh ruang dan waktu, karena saat ini telah terjadi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga memudahkan

Lebih terperinci

UPAH MINIMUM SEBAGAI JARING PENGAMAN, BUKAN SEBAGAI UPAH STANDAR Oleh:

UPAH MINIMUM SEBAGAI JARING PENGAMAN, BUKAN SEBAGAI UPAH STANDAR Oleh: UPAH MINIMUM SEBAGAI JARING PENGAMAN, BUKAN SEBAGAI UPAH STANDAR Oleh: GIBSON SIHOMBING, SE., MMl A. PENDAHULUAN Definisi upah menurut UU N. 13/2003: IJpah adatah hak pekerja/buruh yang dinyatakan dalam

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA

RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA 2007 2011 DIREKTORAT DIPLOMA TIGA TEKNOLOGI INFORMASI PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA UNIVERSITAS GUNADARMA 2007 Rencana Strategis Prgram Studi

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH PRATURAN DARAH KABUPATN LOMBOK TNGAH NOMOR 3 TAHUN 2008 TNTANG ORGANISASI DAN TATA KRJA ORGANISASI PRANGKAT DARAH KABUPATN LOMBOK TNGAH DNGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA SA BUPATI LOMBOK TNGAH, Menimbang :

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari masyarakat perlu memahami

BAB I PENDAHULUAN. anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari masyarakat perlu memahami BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak hanya pada aspek akademik dalam hal ini membaca, menulis, dan berhitung. Pendidikan non akademik seperti

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit HIV/AIDS dan penularannya di dunia meningkat dengan cepat, sekitar 60 juta orang di dunia telah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit HIV/AIDS dan penularannya di dunia meningkat dengan cepat, sekitar 60 juta orang di dunia telah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit HIV/AIDS dan penularannya di dunia meningkat dengan cepat, sekitar 60 juta orang di dunia telah terinfeksi HIV. Penyebaran dan penularan HIV/AIDS dominan terjadi

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. Internet berasal dari dua kata, Interconnected dan Network. Interconnected

BAB II KAJIAN TEORI. Internet berasal dari dua kata, Interconnected dan Network. Interconnected BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Pengertian Internet Internet berasal dari dua kata, Intercnnected dan Netwrk. Intercnnected berarti memiliki keterhubungan yang luas (dalam hal ini kmputer) dan Netwrk yang berarti

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merupakan istilah atau masalah baru. Manajemen berasal dari kata to manage

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merupakan istilah atau masalah baru. Manajemen berasal dari kata to manage BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia 2.1.1 Pengertian Manajemen Istilah manajemen dalam kehidupan masyarakat dewasa ini bukanlah merupakan istilah atau masalah baru. Manajemen berasal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. bahkan sampai merinding serta menggetarkan bahu ketika mendengarkan kata

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. bahkan sampai merinding serta menggetarkan bahu ketika mendengarkan kata 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekarang ini tidak sedikit kaum wanita yang mengerutkan kening, terkejut, bahkan sampai merinding serta menggetarkan bahu ketika mendengarkan kata poligami.

Lebih terperinci

KUESIONER PENELITIAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA

KUESIONER PENELITIAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA KUESIONER PENELITIAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA HUBUNGAN ANTARA PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU PACARAN PADA REMAJA DI SMA PATRIOT BEKASI TAHUN 2008 (SANGAT RAHASIA)

Lebih terperinci

MONITORING DAN EVALUASI PROSES PENGADAAN DAN KETERSEDIAAN BUKU KURIKULUM 2013

MONITORING DAN EVALUASI PROSES PENGADAAN DAN KETERSEDIAAN BUKU KURIKULUM 2013 KEPALA SEKOLAH Tanggal : - -2014 A. DATA RESPODE (KEPALA SEKOLAH) 1 ama MOITORIG DA EVALUASI PROSES PEGADAA DA KETERSEDIAA BUKU KURIKULUM 2013 2 Usia tahun tanggallahir: bulan: Tahun: 3 JenisKelamin L/P

Lebih terperinci

Dindin Nugraha. I. Otomatiskan Semuanya. Lisensi Dokumen:

Dindin Nugraha. I. Otomatiskan Semuanya. Lisensi Dokumen: Kuliah Umum IlmuKmputer.Cm Cpyright 2003 IlmuKmputer.Cm Pengantar Pengellaan Sistem Dindin Nugraha dinesea@lycs.cm Lisensi Dkumen: Cpyright 2003 IlmuKmputer.Cm Seluruh dkumen di IlmuKmputer.Cm dapat digunakan,

Lebih terperinci

PEMILIHAN PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PENGEMBANGAN MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PENDEKATAN SISTEM

PEMILIHAN PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PENGEMBANGAN MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PENDEKATAN SISTEM Jurnal Eknmi Pembangunan Vlume 11, Nmr 1, Juni 2010, hlm.135-147 PEMILIHAN PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PENGEMBANGAN MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PENDEKATAN SISTEM Sutikn 1, Eddy Setiadi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sangat membutuhkan alat pengukur kemiringan kendaraan terhadap media yang

BAB I PENDAHULUAN. sangat membutuhkan alat pengukur kemiringan kendaraan terhadap media yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kendaraan bermtr ataupun tak bermtr, khususnya kendaraan rda dua sangat membutuhkan alat pengukur kemiringan kendaraan terhadap media yang dilaluinya. Karena

Lebih terperinci

TripBarometer. Tren Wisata 2016

TripBarometer. Tren Wisata 2016 TripBarmeter Tren Wisata 2016 Dua pertiga wisatawan memesan liburan mereka melalui platfrm nline: 74% wisatawan Irlandia melakukan cara tersebut, nilai tertinggi secara glbal. Satu dari lima Generasi Ringkasan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diteliti antara lain

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diteliti antara lain 70 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diteliti antara lain variabel X yaitu penerapan standar ISO 9001 sebagai variabel independen dan variabel

Lebih terperinci

FORMULIR SEKOLAH. o Tidak Pernah o Jarang o Sering o Selalu. o Tidak Pernah o Jarang o Selalu o Sering. o Jarang o Sering o Tidak Pernah o Selalu

FORMULIR SEKOLAH. o Tidak Pernah o Jarang o Sering o Selalu. o Tidak Pernah o Jarang o Selalu o Sering. o Jarang o Sering o Tidak Pernah o Selalu FORMULIR SEKOLAH Petunjuk pengisian : "check bx" dapat memilih lebih dari 1 jawaban "radi buttn" hanya memilih 1 jawaban KODE Frmulir ini Diisi leh Guru Di verifikasi dan validasi leh Pengawas seklah IDENTITAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dewasa dalam berbagai hal, termasuk dalam urusan seks. Bandung sebagai

BAB I PENDAHULUAN. dewasa dalam berbagai hal, termasuk dalam urusan seks. Bandung sebagai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kota Bandung merupakan salah satu kota yang menjadi daya tarik para pelajar untuk menempuh pendidikan perguruan tinggi, hal ini di dukung juga oleh banyaknya

Lebih terperinci

Konsep Seksualitas 1. Definisi Seks adalah perbedaan badani atau biologis perempuan dan laki-laki, yang sering disebut jenis kelamin yaitu penis

Konsep Seksualitas 1. Definisi Seks adalah perbedaan badani atau biologis perempuan dan laki-laki, yang sering disebut jenis kelamin yaitu penis Konsep Seksualitas 1. Definisi Seks adalah perbedaan badani atau biologis perempuan dan laki-laki, yang sering disebut jenis kelamin yaitu penis untuk laki-laki dan vagina untuk perempuan. Seksualitas

Lebih terperinci

Analisis faktor -faktor yang mempengaruhi simpanan mudharabah pada Bank Mandiri Syariah cabang kota Pekanbaru

Analisis faktor -faktor yang mempengaruhi simpanan mudharabah pada Bank Mandiri Syariah cabang kota Pekanbaru Analisis faktr -faktr yang mempengaruhi simpanan mudharabah pada Bank Mandiri Syariah cabang kta Pekanbaru By: Devi Yulianti Anthny Mayes,SE,M.Si Drs. H. Syafril Basri,M.Si Faculty f Ecnmic Riau University,

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA IMPMNTASI MOD PMBAJARAN MAK A MATH SBAGAI UPAYA MNINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASI BAJAR SISWA PADA MATA PAJARAN KOMPTNSI KJURUAN MUTIMDIA DI KAS X MUTIMDIA SMK NGRI 6 PURWORJO TUGAS AKHIR SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 42 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Uji Asumsi Dari data yang telah terkumpul dilaksanakan uji asumsi. Tujuan uji asumsi tersebut adalah untuk mengetahui apakah data yang terkumpul memenuhi syarat untuk dianalisis

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. anggota keluarga merasa bahagia yang ditandai oleh berkurangnya ketegangan,

BAB II LANDASAN TEORI. anggota keluarga merasa bahagia yang ditandai oleh berkurangnya ketegangan, BAB II LANDASAN TEORI II.A. Keharmonisan Keluarga II.A.1. Definisi Keharmonisan Keluarga Menurut Gunarsa (2000) keluarga harmonis adalah bilamana seluruh anggota keluarga merasa bahagia yang ditandai oleh

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Nama Seklah : Mata Pelajaran : Pendidikan Kelas : XII Semester : 2 Prgram Studi : Ilmu Alam, Ilmu Ssial Bahasa Standar Kmpetensi : 3. Mengevaluasi peranan pers demkrasi Alkasi waktu

Lebih terperinci

MEMAHAMI KOMUNIKASI BISNIS

MEMAHAMI KOMUNIKASI BISNIS MEMAHAMI KOMUNIKASI BISNIS Tujuan Pembelajaran: Mampu membedakan kmunikasi verbal & nn verbal Mampu menjelaskan terjadinya prses kmunikasi Mampu mengidentifikasikan sebab-sebab munculnya kesalahpahaman

Lebih terperinci

Unnes Journal of Public Health

Unnes Journal of Public Health UJPH 4 (3) (2015) Unnes Journal of Public Health http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph PERILAKU SEKSUAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEBUTUHAN LAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI LINGKUNGAN KAMPUS

Lebih terperinci

SURVEI NASIONAL MENJELANG PEMILU TEMUAN UTAMA, INDONESIA

SURVEI NASIONAL MENJELANG PEMILU TEMUAN UTAMA, INDONESIA SURVEI NASIONAL MENJELANG PEMILU TEMUAN UTAMA, INDONESIA March 2014 Semua dana USAID berasal dari dukungan masyarakat Amerika. I F E S 2 5 Y E A R S LECTORAL SYSTEMS EINTERNATIONAL FOUNDATION FOR Indnesia,

Lebih terperinci

Dalam Mengembangkan Infrastruktur dan Menyediakan Pelayanan Sumber Daya Air

Dalam Mengembangkan Infrastruktur dan Menyediakan Pelayanan Sumber Daya Air Lisensi/izin untuk BUMN dan Swasta Dalam Mengembangkan Infrastruktur dan Menyediakan Pelayanan Sumber Daya Air IWLW 2014 Jakarta, 24-26 Nvember 2014 Disajikan leh: Tjek Waluj Subijant Frmer President Directr,

Lebih terperinci