Hendra Gunawan. 16 Oktober 2013

dokumen-dokumen yang mirip
Catatan Kuliah KALKULUS II BAB V. INTEGRAL

Integral Tak Tentu. Modul 1 PENDAHULUAN

Hendra Gunawan. 25 September 2013

Hendra Gunawan. 11 Oktober 2013

MA2111 PENGANTAR MATEMATIKA Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

Hendra Gunawan. 2 Oktober 2013

Hendra Gunawan. 25 April 2014

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

Persamaan Diferensial

Catatan Kuliah MA1123 Kalkulus Elementer I

Integral yang berhubungan dengan kepentingan fisika

KALKULUS BAB II FUNGSI, LIMIT, DAN KEKONTINUAN. DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA Universitas Indonesia

Hendra Gunawan. 18 September 2013

Gambar 1. Gradien garis singgung grafik f

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I INTEGRAL TAK TENTU

Persamaan Diferensial Biasa

KALKULUS MULTIVARIABEL II

: Pramitha Surya Noerdyah NIM : A. Integral. ʃ f(x) dx =F(x) + c

Hendra Gunawan. 5 Maret 2014

MA1201 KALKULUS 2A Do maths and you see the world

BAB II PENGANTAR SOLUSI PERSOALAN FISIKA MENURUT PENDEKATAN ANALITIK DAN NUMERIK

Kuliah PD. Gaya yang bekerj a pada suatu massa sama dengan laju perubahan momentum terhadap waktu.

Catatan Kuliah MA1123 KALKULUS ELEMENTER I BAB III. TURUNAN

= F (x)= f(x)untuk semua x dalam I. Misalnya F(x) =

INTEGRAL. disebut integral tak tentu dan f(x) disebut integran. = X n+1 + C, a = konstanta

MA3231 Analisis Real

MA5031 Analisis Real Lanjut Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

BAB I PENDAHULUAN. Kompetensi

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

AB = c, AC = b dan BC = a, maka PQ =. 1

MA3231 Analisis Real

BAB I PENDAHULUAN. Kompetensi

INTEGRAL (ANTI DIFERENSIAL) Tito Adi Dewanto S.TP

Matematika I: APLIKASI TURUNAN. Dadang Amir Hamzah. Dadang Amir Hamzah Matematika I Semester I / 70

Hendra Gunawan. 26 Februari 2014

Hendra Gunawan. 13 September 2013

log2 PEMBAHASAN SOAL TRY OUT = = 2 1 = 27 8 = 19 Jawaban : C = = = 2( 15 10) Jawaban : B . 4. log3 1 2 (1) .

Matematika I: Turunan. Dadang Amir Hamzah. Dadang Amir Hamzah Matematika I Semester I / 61

= + atau = - 2. TURUNAN 2.1 Definisi Turunan fungsi f adalah fungsi yang nilainya di setiap bilangan sebarang c di dalam D f diberikan oleh

BAB III APLIKASI METODE EULER PADA KAJIAN TENTANG GERAK Tujuan Instruksional Setelah mempelajari bab ini pembaca diharapkan dapat: 1.

Keep running VEKTOR. 3/8/2007 Fisika I 1

Hendra Gunawan. 23 April 2014

BAB III OPERATOR 3.1 Pengertian Operator Dan Sifat-sifatnya

Persamaan dan Pertidaksamaan Linear

MA3231 Analisis Real

16. INTEGRAL. A. Integral Tak Tentu 1. dx = x + c 2. a dx = a dx = ax + c. 3. x n dx = + c. cos ax + c. 4. sin ax dx = 1 a. 5.

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

DASAR-DASAR ANALISIS MATEMATIKA

Antiremed Kelas 12 Matematika

Hendra Gunawan. 4 September 2013

DERIVATIVE Arum Handini primandari

BAB II LANDASAN TEORI

INTEGRAL. Bab. Di unduh dari : Bukupaket.com. Integral tak tentu Fungsi aljabar Derivatif Antiderivatif A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR

Hendra Gunawan. 8 November 2013

KALKULUS (IT 131) Fakultas Teknologi Informasi - Universitas Kristen Satya Wacana. Bagian 4. Derivatif ALZ DANNY WOWOR

Matematika

Hendra Gunawan. 27 November 2013

FUNGSI-FUNGSI INVERS

BAB IV. PENGGUNAAN TURUNAN. Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia

Jurusan Matematika FMIPA-IPB

BAB II PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA

integral = 2 . Setiap fungsi ini memiliki turunan ( ) = adalah ( ) = 6 2.

Hendra Gunawan. 13 November 2013

MEKANIKA NEWTONIAN. Persamaan gerak Newton. Hukum 1 Newton. System acuan inersia (diam)

Hendra Gunawan. 4 Oktober 2013

PEMBAHASAN SOAL UJIAN NASIONAL SMA MATA PELAJARAN FISIKA TAHUN 2016/2017

MATEMATIKA TURUNAN FUNGSI

11. FUNGSI MONOTON (DAN FUNGSI KONVEKS)

TERAPAN INTEGRAL. Bogor, Departemen Matematika FMIPA IPB. (Departemen Matematika FMIPA IPB) Kalkulus I Bogor, / 22

Matematika

GERAK HARMONIK. Pembahasan Persamaan Gerak. untuk Osilator Harmonik Sederhana

MA3231 Analisis Real

DERET FOURIER. n = bilangan asli (1,2,3,4,5,.) L = pertemuan titik. Bilangan-bilangan untuk,,,, disebut koefisien fourier dari f(x) dalam (-L,L)

Soal-Jawab Fisika Teori OSN 2013 Bandung, 4 September 2013

Matematika I: Turunan. Dadang Amir Hamzah. Dadang Amir Hamzah Matematika I Semester I / 75

MA5031 Analisis Real Lanjut Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

bila limitnya ada. Dengan penggantian x = c+ h, jika x c h 0 dan x c h turunan fungsi f di c dapat dituliskan dalam bentuk: x c

Fakultas Teknik UNY Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif INTEGRASI FUNGSI. 0 a b X A. b A = f (X) dx a. Penyusun : Martubi, M.Pd., M.T.

DERIVATIVE (continued)

HUBUNGAN ANTARA DIFFERENSIAL DAN INTEGRAL

BAB III Diferensial. Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia

TURUNAN. Ide awal turunan: Garis singgung. Kemiringan garis singgung di titik P: lim. Definisi

TURUNAN. Bogor, Departemen Matematika FMIPA-IPB. (Departemen Matematika FMIPA-IPB) Kalkulus: Turunan Bogor, / 50

KINEMATIKA. Fisika. Tim Dosen Fisika 1, ganjil 2016/2017 Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Fakultas Teknik Elektro - Universitas Telkom

Kalkulus Multivariabel I

MA3231 Analisis Real

Kalkulus 2. Teknik Pengintegralan ke - 1. Tim Pengajar Kalkulus ITK. Institut Teknologi Kalimantan. Januari 2018

BAGIAN KEDUA. Fungsi, Limit dan Kekontinuan, Turunan

MA2111 PENGANTAR MATEMATIKA Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

Kinematika Sebuah Partikel

INTEGRAL TAK TENTU (subtitusi parsial) Agustina Pradjaningsih, M.Si. Jurusan Matematika FMIPA UNEJ

Fungsi F disebut anti turunan (integral tak tentu) dari fungsi f pada himpunan D jika. F (x) = f(x) dx dan f (x) dinamakan integran.

MA1201 KALKULUS 2A (Kelas 10) Bab 7: Teknik Pengintegral

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

MA1201 KALKULUS 2A (Kelas 10) Bab 8: Bentuk Tak Tentu d

Bab 16. LIMIT dan TURUNAN. Motivasi. Limit Fungsi. Fungsi Turunan. Matematika SMK, Bab 16: Limit dan Turunan 1/35

PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFFERENSIAL ORDE 1 - I

Karakteristik Gerak Harmonik Sederhana

INTEGRAL TAK TENTU 1

Transkripsi:

MA1101 MATEMATIKA 1A Hendra Gunawan Semester I, 2013/2014 16 Oktober 2013

Latihan (Kuliah yang Lalu) 1. Diketahui g(x) = x 3 /3, x є [ 2,2]. Hitung nilai rata rata g pada [ 2,2] dan tentukan c є ( 2,2) sedemikian sehingga g (c) samadengan nilai rata rata g pada [ 2,2]. 2. Buktikan jika f (x) () = 0 untuk setiap x є (a,b), maka f(x) bernilai konstan pada selang (a,b). 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 2

Sasaran Kuliah Hari Ini 3.8 Anti Turunan dan Integral Tak Tentu Menentukan anti turunanatauintegral tak tentu dari suatu fungsi yang diberikan. 3.9 Pengantar Persamaan Diferensial Menyelesaikan persamaan diferensial sederhana, dengan atau tanpasyarat tambahan. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 3

MA1101 MATEMATIKA 1A 3.8 ANTI TURUNAN DAN INTEGRAL TAK TENTU Menentukan anti turunanatauintegral tak tentu dari suatu fungsi yang diberikan. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 4

Anti Turunan Fungsi F disebut anti turunan turunan f pada I apabila F (x) = f(x) untuk setiap x є I. Sebagai contoh, F 1 (x) = x 4 + 1 merupakan anti turunan f(x) = 4x 3 pada R. Demikian juga F = 4 2 (x) x + 5 merupakan anti turunan f(x) = 4x 3 pada R. Secara umum, keluarga fungsi F(x) = x 4 + C (dengan C konstanta) merupakan anti turunan f(x) = 4x 3 pada R, karena F (x) () = 4x 3 = f(x) ) untuk setiap x є R. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 5

Integral Tak Tentu Keluarga fungsi anti turunan turunan dari f(x) disebut integral tak tentu dari f(x), dan dilambangkan dengan f(x) dx. Jadi, sebagai contoh, 4x 3 dx= x 4 + C, dengan C menyatakan konstanta sembarang. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 6

Ilustrasi: Integral Tak Tentu Secara grafik, bila kita mengetahui sebuah antiturunan dari f(x), maka integral tak tentu darif( f(x) ) adalah keluarga fungsi yang anggotanya merupakan pergeseran ke atas atau ke bawah dari anti turunan tsb. Semua anggota keluarga fungsi tsb mempunyai turunan yang sama, yaitu f(x). Keluarga fungsi yang turunannya sama 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 7

Aturan Integral Tak Tentu (1) Terkait dengan aturan turunan yang telah kita pelajari sebelumnya, kita mempunyai teoremateorema berikut tentang integral tak tentu. Teorema 1 (Aturan Pangkat). Jika r є Q, r 1, maka x r dx = x r+1 /(r+1) + C. Contoh 1 (a) x 2 dx = x 3 /3 + C. (b) x 2 dx = x 1 + C. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 8

Aturan Integral Tak Tentu (2) Teorema 2 (Integral Tak Tentu sin x dan cos x) sin x dx = cos x + C; cos x dx = sin x + C. Catatan. Jangan tertukar: turunan dari sin x adalah cos x, sedangkan anti turunant nan dari sin x adalah cos x + C. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 9

Aturan Integral Tak Tentu (3) Teorema 3 (Kelinearan Integral Tak Tentu) Jika f dan g fungsi dan k adalah konstanta, maka dan k.f(x) )dx= k. f(x) )dx [f(x) + g(x)] ()]dx= f(x) )dx+ g(x) ()dx. Contoh3. (6x 2 + sin x) dx= 2 3x 2 dx+ sin x dx = 2x 3 cosx + C. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 10

Aturan Integral Tak Tentu (4) Teorema 4 (Aturan Pangkat yang Diperumum) Jika r є Q, r 1 dan g adalah fungsi yang mempunyai turunan, maka [g(x)] r.g (x) dx = [g(x)] r+1 /(r+1) + C. Bukti. Dengan Aturan Rantai, turunan fungsi di ruas kanan adalah [g(x)] r.g (x). Terbukti. Contoh 4. Tentukan (x 2 + 1) 5.2x dx. Misal u = g(x) = x 2 + 1, du = 2x dx. Maka (x 2 + 1) 5.2x dx = u 5 du = u 6 /6 + C = (x 2 + 1) 6 /6 + C. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 11

Contoh 5. Jika g(x) ) = sin x, maka g (x) () = cos x. Jadi, menurut Aturan Pangkat yang Diperumum, kita peroleh sin x.cos x dx = g(x) g (x) dx = [g(x)] 2 /2 + C = (sin x) 2 /2 + C. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 12

Latihan Tentukan integral tak tentu di bawah ini. 1. (x 2 + x 2 ) dx. 2. (x 3 + 1).x 2 dx. 3. sin 2 x.sin 2x dx. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 13

MA1101 MATEMATIKA 1A 3.9 PENGANTAR PERSAMAAN DIFERENSIAL Menyelesaikan persamaan diferensial sederhana, dengan atau tanpa syarat tambahan. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 14

Persamaan Diferensial Jika F (x) () = f(x), maka f(x) ) dx = F(x) () + C. Dalam bahasa diferensial: Jika F (x) = f(x), maka (*) () df(x) () = F (x) () dx = f(x) ) dx sehingga df(x) () = f(x) ) dx = F(x) () + C. Persamaan (*) merupakan contoh persamaan diferensial yang (paling) sederhana. Persamaan diferensial banyak dijumpai dalam matematika, fisika, danbidangilmulainnya ilmu lainnya. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 15

Contoh 1 Tentukan persamaan kurva yang melalui titik (1,2) dan mempunyai turunan 2x di setiap titik (x,y) yang dilaluinya. Jawab. Misalkan persamaan kurva tersebut adalah y = f(x). Maka, dalam bahasa diferensial, informasi di atas mengatakan bahwa dy= 2x dx. Integralkan kedua ruas, dy = 2x dx. sehingga kita peroleh y + C 1 = x 2 + C 2 atau y = x 2 + C, dengan C = C 2 C 1. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 16

Persamaan y = x 2 + C menyatakan keluarga kurva yang mempunyai turunan 2x di titik (x,y). Sekarang kita akan mencari anggota keluarga kurva tersebut (1,2) yang melaluititik (1,2). Dalam hal ini kita mempunyai persamaan 2 = 1 2 + C, sehingga mestilah C = 1. Jadi persamaan kurva yang kita cari adalah y = x 2 + 1. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 17

Contoh 2 Sebuah benda jatuh dari ketinggian 100 m dengan kecepatan awal 0 m/s. Karena gravitasi, benda tsb mengalami percepatan 9,8 m/s 2. Tentukan ketinggian benda tsb pada saat t. Jawab. Misal v = v(t) = kecepatan benda dan h = h(t) = ketinggian benda pada saat t. Maka dv = 9,8 dt, sehingga v = 9,8t + C. Karena v(0) = 0, maka C = 0. Selanjutnya dh = 9,8t dt, sehingga h = 4,9t 2 + D. Diketahui h(0) = 100, maka D = 100. Jadi h = 100 4,9t 2. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 18

Catatan Persamaan ketinggian h = 100 49t 4,9t 2 tentu saja berlaku ketika benda ber ada di atas permukaan tanah. Karena itu daerah asal fungsi ini adalah himpunan bilangan t 0 yang membuat h 0, yaitu 0 t 4,517. Dalam hal ini, benda tsb mencapai permukaan tanah dalam 4,517 detik. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 19

Contoh 3: Kecepatan Meninggalkan Bumi Gaya gravitasi Bumi pada benda bermassa m dan berjarak s dari pusat Bumi adalah dlhf = mgr 2 /s 2, dengan g = 9,8 m/s 2 dan R 6.400 km. Dapat di buktikan bahwa benda yang diluncurkan ke atas dengan kecepatan awal v 0 2gR 11 km/s takkan jatuh kembali ke Bumi (bila gesekan dengan udara diabaikan). Menurut Hukum II Newton, F = ma m.a, shg F = m.dv/dt = m.dv/ds.ds/dt = mv.dv/ds. Akibatnya, vdv= v.dv mgr 2 s 2.ds, dan dari sini diperoleh v 2 = 2gR 2 s 1 + v 02 2gR. Untuk s besar, suku pertama di ruas kanan dapat diabaikan. Jadi, v akan tetap positif bila v 0 2gR. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 20

Latihan 1. Tentukan fungsi y = f(x) ) sedemikian sehingga f (x) = 3x 2 + 1 dan f(1) = 4. 2. Diketahui suatu persamaan kurva melalui titik (0,3) dan mempunyai turunan x/y di setiap titik (x,y) yang dilaluinya. Tentukan persamaan kurva tersebut. 3. Sebuah benda jatuh dari ketinggian 80 m dengan kecepatan awal 5 m/s. Tentukan ke cepatan dan ketinggiannya pada saat t = 1 s. 10/16/2013 (c) Hendra Gunawan 21