Bab II Konsep Dasar Metode Elemen Batas

dokumen-dokumen yang mirip
Bab IV Persamaan Integral Batas

Ringkasan Kalkulus 2, Untuk dipakai di ITB 1. Integral Lipat Dua Atas Daerah Persegipanjang

Metode Elemen Batas (MEB) untuk Model Konduksi-Konveksi dalam Media Anisotropik

ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan. October 3, Dosen FMIPA - ITB

Model Perpindahan dan Penyebaran Pollutan

KALKULUS MULTIVARIABEL II

FUNGSI dan LIMIT. 1.1 Fungsi dan Grafiknya

Ringkasan Kalkulus 2, Untuk dipakai di ITB 1. Integral Lipat Dua Atas Daerah Persegipanjang

Catatan Kuliah MA1123 Kalkulus Elementer I

BAB II PENGANTAR SOLUSI PERSOALAN FISIKA MENURUT PENDEKATAN ANALITIK DAN NUMERIK

Bab 2 Fungsi Analitik

Soal-Soal dan Pembahasan SNMPTN Matematika IPA Tahun Pelajaran 2010/2011 Tanggal Ujian: 01 Juni 2011

Soal-Soal dan Pembahasan SNMPTN Matematika IPA Tahun Pelajaran 2010/2011

Keep running VEKTOR. 3/8/2007 Fisika I 1

METODE ELEMEN BATAS UNTUK MASALAH TRANSPORT

Kalkulus Multivariabel I

Fourier Analysis & Its Applications in PDEs - Part II

11. FUNGSI MONOTON (DAN FUNGSI KONVEKS)

ANALISIS VEKTOR. Aljabar Vektor. Operasi vektor

Metode Elemen Batas (MEB) untuk Model Perambatan Gelombang

ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan. October 10, Dosen FMIPA - ITB

Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Matematika Tahun Ajaran 2017/2018

Kuliah 2: FUNGSI MULTIVARIABEL. Indah Yanti

Bagian 2 Matriks dan Determinan

MA3231 Analisis Real

MA3231 Analisis Real

KALKULUS MULTIVARIABEL II

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Bab III. Integral Fungsi Kompleks

Matematika Ujian Akhir Nasional Tahun 2004

10. TEOREMA NILAI RATA-RATA

KALKULUS BAB II FUNGSI, LIMIT, DAN KEKONTINUAN. DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA Universitas Indonesia

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

Teorema Divergensi, Teorema Stokes, dan Teorema Green

Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Matematika Tahun Ajaran 2017/2018

SISTEM BILANGAN RIIL DAN FUNGSI

BAB III PEMODELAN PERSAMAAN INTEGRAL PADA ALIRAN FLUIDA

6 FUNGSI LINEAR DAN FUNGSI

PDP linear orde 2 Agus Yodi Gunawan

Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2012 Kode 132

SILABUS PENGALAMAN BELAJAR ALOKASI WAKTU

BAB II VEKTOR DAN GERAK DALAM RUANG

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Pertemuan 9 : Interpolasi 1 (P9) Interpolasi. Metode Newton Metode Spline

MA5031 Analisis Real Lanjut Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

SOAL&PEMBAHASAN MATEMATIKATKDSAINTEK SBMPTN. yos3prens.wordpres.com

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

III. FUNGSI POLINOMIAL

Persamaan Diferensial Biasa

Soal-Soal dan Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2012 Tanggal Ujian: 13 Juni 2012

Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2012 Kode 483

MA5031 Analisis Real Lanjut Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

Memahami definisi barisan tak hingga dan deret tak hingga, dan juga dapat menentukan

METODE GARIS SINGGUNG DALAM MENENTUKAN HAMPIRAN INTEGRAL TENTU SUATU FUNGSI PADA SELANG TERTUTUP [, ]

Bab II Fungsi Kompleks

Pertemuan Minggu ke Keterdiferensialan 2. Derivatif berarah dan gradien 3. Aturan rantai

8. Nilai x yang memenuhi 2 log 2 (4x -

SOAL-SOAL dan PEMBAHASAN UN MATEMATIKA SMA/MA IPA TAHUN PELAJARAN 2011/2012

7 Sisi dan Titik Sudut Bangun Datar

Pembahasan Soal SIMAK UI 2012 SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS. Matematika IPA

Fungsi Analitik (Bagian Pertama)

matematika PEMINATAN Kelas X SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DAN KUADRAT K13 A. Pertidaksamaan Linear B. Daerah Pertidaksamaan Linear

FT UNIVERSITAS SURABAYA VARIABEL KOMPLEKS SUGATA PIKATAN. Bab V Aplikasi

BAGIAN KEDUA. Fungsi, Limit dan Kekontinuan, Turunan

KALKULUS 1 HADI SUTRISNO. Pendidikan Matematika STKIP PGRI Bangkalan. Hadi Sutrisno/P.Matematika/STKIP PGRI Bangkalan

MA5032 ANALISIS REAL

9. Teori Aproksimasi

13. Aplikasi Transformasi Fourier

1. Agar F(x) = (p - 2) x² - 2 (2p - 3) x + 5p - 6 bernilai positif untuk semua x, maka batas-batas nilai p adalah... A. p > l B. 2 < p < 3 C.

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015

: D C adalah fungsi kompleks dengan domain riil

Pembahasan SNMPTN 2011 Matematika IPA Kode 576

2.1 Soal Matematika Dasar UM UGM c. 1 d d. 3a + b. e. 3a + b. e. b + a b a

TEOREMA FUNDAMENTAL PADA KALKULUS VEKTOR

Pembahasan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Bidang Matematika. Kode Paket 634. Oleh : Fendi Alfi Fauzi 1. x 0 x 2.

Catatan Kuliah MA1123 KALKULUS ELEMENTER I BAB III. TURUNAN

I. PENDAHULUAN. dan kotoran manusia atau kotoran binatang. Semua polutan tersebut masuk. ke dalam sungai dan langsung tercampur dengan air sungai.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

11. Konvolusi. Misalkan f dan g fungsi yang terdefinisi pada R. Konvolusi dari f dan g adalah fungsi f g yang didefinisikan sebagai.

Soal dan Pembahasan UN Matematika Program IPA 2008

APLIKASI TURUNAN ALJABAR. Tujuan Pembelajaran. ) kemudian menyentuh bukit kedua pada titik B(x 2

Modul 6 berisi pengertian integral garis (kurva), sifat-sifat dan penerapannya. Pengintegralan sepanjang kurva, kita harus memperhatikan arah kurva,

Kelompok Mata Kuliah : MKU Program Studi/Program : Teknik Tenaga Elektrik/S1 Status Mata Kuliah : Wajib Prasyarat : - : Aip Saripudin, M.T.

Persamaan Poisson. Fisika Komputasi. Irwan Ary Dharmawan

SRI REDJEKI KALKULUS I

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS. Nuryanto.ST.,MT

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Persamaan Kontinuitas dan Persamaan Gerak

UJI KONVERGENSI. Januari Tim Dosen Kalkulus 2 TPB ITK

Definisi 4.1 Fungsi f dikatakan kontinu di titik a (continuous at a) jika dan hanya jika ketiga syarat berikut dipenuhi: (1) f(a) ada,

Karena hanya mempelajari gerak saja dan pergerakannya hanya dalam satu koordinat (sumbu x saja atau sumbu y saja), maka disebut sebagai gerak

Aplikasi Turunan. Diadaptasi dengan tambahan dari slide Bu Puji Andayani, S.Si, M.Si, M.Sc

Matematika I: APLIKASI TURUNAN. Dadang Amir Hamzah. Dadang Amir Hamzah Matematika I Semester I / 70

SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS XII - IA SEMESTER 1 (SATU) Oleh TIM MATEMATIKA SMA NEGERI 3 MEDAN

Bab II Teori Pendukung

Pertemuan : 9 Materi : Teorema Green Bab IV. Teorema Green, Teorema Divergensi Gauss, dan Teorema Stokes

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN. analitik dengan metode variabel terpisah. Selanjutnya penyelesaian analitik dari

Matematika I: Turunan. Dadang Amir Hamzah. Dadang Amir Hamzah Matematika I Semester I / 61

Transkripsi:

Bab II Konsep Dasar Metode Elemen Batas II.1 II.1.1 Kalkulus Dasar Teorema Gradien Misal menyatakan domain pada ruang dimensi dua dan menyatakan batas i x + j 2 2 x 2 + 2 2 elanjutnya, penentuan integral domain F d = atau nf d i F ) x + j F d = in x + jn y ) F d II.1.2 Teorema Divergensi Misal menyatakan domain pada ruang dimensi dua dan menyatakan batas Gd = G nd atau juga atau Gx x + G ) y d F Gd = F Gd + FG nd ) F G x x + G F y d = + Gx F x + G ) y d F G x n x + G y n y ) d yang mana n menyatakan unit vektor normal pada batas di domain

7 II.1.3 Teorema Green Teorema Green Pertama u 2 v + u v ) d = Teorema Green Kedua u 2 v v 2 u ) d = u v nd u v ) v u d II.1.4 Turunan Berarah umbu Detivatif D u fx, y) dari fungsi fx, y) pada sumbu unit vektor u D u fx, y) = fx, y) u II.2 Fungsi Interpolasi Proses transformasi dari sistem koordinat global x ke sistem koordinat lokal ξ dinyatakan dengan ξ = 1 untuk node di sebelah kiri dan ξ = 1 untuk node di sebelah kanan. ξ = 2x x i + x i+1 ) h i 2.1) dengan h i = x i+1 x i. Koordinat ξ dinamakan koordinat normal. Persamaan 1.2) memenuhi transformasi antara titik xx i x x i+1 ) dan titik ξ 1 x 1). Fungsi interpolasi untuk elemen linear pada sistem koordinat normal. φ 1 = 1 1 ξ) 2 φ 2 = 1 1 + ξ) 2 II.3 Elemen Batas Diberikan suatu domain di ruang dimensi dua dengan batas. Batas didiskritisasi menjadi Nb segmen j, j = 1, 2,..., Nb. Garis lurus yang menghubungkan dua titik partisi dinamakan elemen batas. Titik-titik partisi dinamakan titik ekstrim. Domain dihampiri oleh batas = Nb j=1 j.

8 Pada masing-masing titik ekstrim dilengkapi dengan nilai u yang belum diketahui dan q nilai yang telah diketahui. Titik-titik ini dinamakan dengan nodes. Tiga tipe nodes,yakni: Konstan elemen memiliki mid-nodes, yang mana pada setiap elemen memiliki mid-point. Linear elemen memiliki nodes ekstrim Quadratic elemen memiliki mid nodes dan ekstrim nodes II.4 Dasar Persamaan Integral Batas Definisi 1 [olusi Fundamental] Misal u adalah fungsi skalar dengan daerah domain, sedangkan x 0 suatu titik di. Fungsi u disebut solusi fundamental dari persamaan Poisson, jika u memenuhi u = δx x 0 ) pada {x 0 } 2.2) dengan δ ξ δx x 0 ) adalah fungsi Delta Dirac yang terkonsentrasi di titik x 0. olusi fundamental untuk persamaan Poisson ini diberikan dan diperoleh solusi fundamental 0; x x 0 δx, x 0 ) =, x = x 0 D 0; x x 0 δx, x 0 ) = 1; x = x 0 u x, x 0 ) = 1 2π log x x 0 2.3) elanjutnya, kita menuliskan u sebagai solusi fundamental dari persamaan di atas.

9 Melalui Identitas green kedua u 2 u u 2 u ) d = u u ) u u d 2.4) Melalui persamaan Poisson dan solusi fundamentalnya, diperoleh uδx x 0 )d = u u d u u d bu d 2.5) Dari persamaan integral 2.6) dan syarat batas 2.2)-2.4) diperoleh persamaan integral batas c i u i x 0 ) u x; x 0 )qd + ux; x 0 )q d + bu x; x 0 )d = 0 2.6) Integral garis di atas hanya dilakukan pada variabel x. Persamaan 2.6) di atas adalah persamaan integral batas untuk persamaan Poisson di R 2. Berdasarkan persamaan integral batas di atas nilai u di domain dapat diketahui melalui u di batas dan solusi fundamental u di domain melalui data u, u ) di batas. II.5 Persamaan Integral Batas Teorema [Persamaan Integral Batas] Misal u adalah solusi untuk persamaan Poisson dan u 1 ). Jika x maka persamaan integral batas berikut terpenuhi cx)ux) = [ u y; x) u ] y) uy) u y; x) d y + bu d 2.7) dengan 1, x ; cx)ux) = 1/2, x dan mulus di x; θ/2π, x dan patah di x dengan sudut θ.

10 Bukti Misal x. Pertama, kita membuat lingkaran kecil Bx 0, ɛ) yang berpusat pada titik x 0 dan berjari-jari ɛ. Tulis = Bx 0, ɛ). Jelas bahwa jika ɛ 0 maka =. Melalui pendefinisian seperti di atas, kita mendapatkan x menjadi titik dalam dari. Akibatnya, kita dapat menuliskan ux) = [ u y; x) u ] x) ux) u y; x) elanjutnya, akan diselidiki nilai Cauchy integral ini untuk ɛ 0. d 2.8) Tulis = Bx, ɛ) dan = Bx, ɛ) = 1 2 dengan 1 = Bx 0, ɛ). Perhatikan integral pertama persamaan 2.8) di atas. Integral tersebut dapat ditulis sebagai u y; x) u y) d = uku pertama dari integral ini u y; x) u y) d + u x; x 0 ) u x) d untuk ɛ 0, sedangkan suku keduanya menjadi lim u x; x 0 ) u x) d = 0 ɛ 0 2 2 u y; x) u x) u x; x 0 ) u x) d ekarang, perhatikan kembali integral kedua persamaan 2.8) di atas. Integral kedua ini dapat ditulis sebagai ux) u x; x 0) d = ux) u x; x 0) d + ux) 2 u x; x 0) d uku pertama dari integral di atas ux) u x; x 0) d ux) u x; x 0) d

11 untuk ɛ 0, sedangkan suku keduanya menjadi jika kurva yang mulus di titik x. lim ux) u ɛ 0 2 x; x 0) d = ux 0) 2 Namun jika terjadi patahan pada titik x 0 diperoleh dengan besar patahan sebesar θ lim ux) u ɛ 0 2 x; x 2π θ) 0) d = ux 0 ) 2π elanjutnya dengan memindahkanya ke ruas kiri, memberikan [ θ 2π ux 0) = u x; x 0 ) u ] x) ux) u x; x 0) d II.6 Integral Domain Melalui persamaan integral batas 2.9) terdapat integral domain bu d Pada masalah yang lebih sederhana, fungsi b dipandang sebagai fungsi konstan, fungsi linear atau fungsi harmonik. Dengan demikian bu d = 0 Misal v x, x 0 ) menyatakan fungsi type Galerkin sedemikian sehingga 2 v = u. Melalui teorema Green kedua, diperoleh b 2 v v 2 b ) d = b v ) b v d 2.9) yang mana B i = b v ) b v d 2.10) Telah diketahui solusi fundamental u = 1 2π ) 2 v = 1 r r r v r log r, akibatnya = 1 2π log r

12 Dengan demikian v = r2 8π 1 log r) Jika kita asumsikan sumber dari panjang Q i dipusatkan pada titik interior i, maka b = Q i δi) Untuk tak berhingga titik sumber pada domain berlaku persamaan integral batas c i u i + uq d + B i + Q i u i = u qd yang mana B i menyatakan persaman integral garis dan berfungsi sebagai titik pusat.