INFERENSI PARAMETER MEAN POPULASI NORMAL DENGAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF

dokumen-dokumen yang mirip
PENGGUNAAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF DALAM INFERENSI PARAMETER POPULASI SERAGAM

INFERENSI PARAMETER SIMPANGAN BAKU POPULASI NORMAL DENGAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF

PENGUJIAN HIPOTESIS DENGAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF. Adi Setiawan

Studi Simulasi Grafik Pengendali Non Parametrik Berdasarkan Fungsi Distribusi Empirik

Prosiding ISBN :

PENERAPAN MODEL REGRESI LINIER BAYESIAN UNTUK MENGESTIMASI PARAMETER DAN INTERVAL KREDIBEL

Pengantar Statistika Matematika II

RESAMPLING BERDASARKAN ESTIMASI DENSITAS KERNEL BIVARIAT

Adi Setiawan Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro Salatiga 50711

Adi Setiawan Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro Salatiga 50711

Pengantar Statistika Matematika II

MODEL DISTRIBUSI TOTAL KERUGIAN AGGREGAT MANFAAT RAWAT JALAN BERDASARKAN SIMULASI

ESTIMASI PARAMETER DAN INTERVAL KREDIBEL DENGAN MODEL REGRESI LINIER BERGANDA BAYESIAN

MENAKSIR PARAMETER µ DARI N( µ, ) DENGAN METODE BAYES

Pengantar Statistika Matematika II

Pengantar Statistika Matematika II

BAB I PENDAHULUAN. sewajarnya untuk mempelajari cara bagaimana variabel-variabel itu dapat

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

STUDI SIMULASI UJI KOEFISIEN KORELASI SPEARMAN DAN KENDALL DARI SAMPEL YANG DIBANGKITKAN BERDASARKAN ESTIMASI DENSITAS KERNEL MULTIVARIAT

Uji Normalitas Menggunakan Statistik Jarque-BeraBerdasarkan Metode Bootstrap

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KAJIAN PUSTAKA

Yudi Agustius, Adi Setiawan, Bambang Susanto

II. LANDASAN TEORI. sєs (S ruang sampel) dengan sebuah bilangan real. Salah satu peubah acak adalah

S - 28 PEMBENTUKAN SAMPEL BARU YANG MEMENUHI SYARAT VALID DAN RELIABEL DENGAN TEKNIK RESAMPLING PADA DATA KUISIONER TIPE YES/NO QUESTIONS

PENGKONSTRUKSIAN GRAFIK PENGENDALI BERDASAR BOXPLOT

STUDI SIMULASI GRAFIK PENGENDALI BERDASARKAN ESTIMASI FUNGSI DENSITAS KERNEL BIVARIAT

Teorema Newman Pearson

S - 19 UJI NORMALITAS BERDASARKAN METODE ANDERSON- DARLING, CRAMER-VON MISES DAN LILLIEFORS MENGGUNAKAN METODE BOOTSTRAP

ALGORITMA PENENTUAN UKURAN SAMPEL EKSAK UNTUK DISTRIBUSI NORMAL, DISTRIBUSI POISSON DAN DUA DISTRIBUSI BINOMIAL DALAM MODEL KELUARGA EKSPONENSIAL

PERTEMUAN 2 STATISTIKA DASAR MAT 130

Distribusi Diskrit dan Kontinu yang Penting. Oleh Azimmatul Ihwah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. return, mean, standard deviation, skewness, kurtosis, ACF, korelasi, GPD, copula,

S 10 Studi Simulasi Tentang Penerapan Grafik Pengendali Berdasarkan Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis)

PENENTUAN ESTIMASI INTERVAL DARI DISTRIBUSI NORMAL DENGAN METODE BAYES SKRIPSI. Oleh : Pramita Elfa Diana Santi J2E

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI. Definisi 1 Himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan disebut ruang sampel dan dinyatakan dengan S.

Pengantar Statistika Matematika II

UJI RATA-RATA SATU SAMPEL MENGGUNAKAN R UNTUK MENGETAHUI PENGARUH MODEL BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH ANALISIS VEKTOR

KULIAH ANALISIS STATISTIK DATA SIMULASI Tipe-tipe simulasi berdasarkan analisis output:

Algoritma Expectation-Maximization(EM) Untuk Estimasi Distribusi Mixture

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

GRAFIK PENGENDALI NON PARAMETRIK UNIVARIAT PADA DATA ph PRODUK AIR MINUM GALON MERK X BERDASARKAN FUNGSI DISTRIBUSI EMPIRIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (b) Variabel independen yang biasanya dinyatakan dengan simbol

BAB II LANDASAN TEORI

PERBANDINGAN KOEFISIEN VARIASI ANTARA 2 SAMPEL DENGAN METODE BOOTSTRAP

Penggunaan Metode Bootstrap dalam Regresi Cox Proportional Hazards pada Ketahanan Hidup Pasien Diabetes mellitus

Uji Hipotesis dan Aturan Keputusan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ruang sampel S adalah himpunan semua hasil dari suatu percobaan. Kejadian E

Estimasi Titik. (Point Estimation) Minggu ke 1-3. Prof. Dr. Sri Haryatmi, M. Sc. Universitas Gadjah Mada

PERBANDINGAN DISTRIBUSI BINOMIAL DAN DISTRIBUSI POISSON DENGAN PARAMETER YANG BERBEDA

Pengantar Statistika Matematika II

INFERENSI STATISTIK DISTRIBUSI BINOMIAL DENGAN METODE BAYES MENGGUNAKAN PRIOR KONJUGAT. Oleh : ADE CANDRA SISKA NIM: J2E SKRIPSI

Pengantar Statistika Matematika II

ESTIMASI VOLATILITY (σ) DARI MODEL AR(p) MENGGUNAKAN METODE MARKOV CHAIN MONTE CARLO (MCMC)

STATISTIKA UNIPA SURABAYA

6. Teori Estimasi. EL2002-Probabilitas dan Statistik. Dosen: Andriyan B. Suksmono

TINJAUAN PUSTAKA. ruang sampel dan dilambangkan dengan huruf S. Ruang sampel beranggotakan

Bab II Kajian Teori Copula

ESTIMASI TOTAL DAYA LISTRIK YANG HILANG MELALUI PROSES POISSON TERPANCUNG MAJEMUK

MODUL TEORI ESTIMASI ATAU MENAKSIR TEORI ESTIMASI ATAU MENAKSIR

STATISTIKA MATEMATIKA

Penaksiran Mean Stratum pada Sampling Acak Stratifikasi dengan Menggunakan Metode Empirical Bayes

ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI ZERO-INFLATED POISSON (ZIP) MENGGUNAKAN METODE BAYESIAN

PERBANDINGAN UJI KENORMALAN PADA KATEGORI FUNGSI DISTRIBUSI EMPIRIS MENGGUNAKAN METODE SIMULASI MONTE CARLO

Pengantar Statistika Matematika II

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pengantar Statistika Matematika II

UJI VALIDITAS DAN UJI RELIABILITAS MENGGUNAKAN METODE BOOTSTRAP PADA DATA KUISIONER TIPE YES/NO QUESTIONS

LANDASAN TEORI. menyatakan hubungan antara variabel respon Y dengan variabel-variabel

statistika untuk penelitian

KONSEP DASAR STATISTIK

Biostatistika (KUI 611) TOPIK 3: VARIABEL RANDOM & DISTRIBUSI PROBABILITAS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PENERAPAN DAN STUDI SIMULASI GRAFIK PENGENDALI NON PARAMETRIK BERDASARKAN FUNGSI DISTRIBUSI EMPIRIK PADA DATA ph PRODUK AIR MINUM GALON MERK X

BAB 2 LANDASAN TEORI

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015, Halaman Online di:

SILABUS MATA KULIAH. : Dapat menganalisis tentang statistika inferensial secara teoritik beserta komponen dan sifat-sifatnya

PENERAPAN REGRESI ZERO INFLATED POISSON DENGAN METODE BAYESIAN

Estimasi Parameter Copula Dan Aplikasinya Pada Klimatologi

ESTIMASI PARAMETER DALAM MODEL RETURN STOKASTIK DENGAN LOMPATAN MENGGUNAKAN METODE MARKOV CHAIN MONTE CARLO

= = =

MA5283 STATISTIKA Bab 3 Inferensi Untuk Mean

STATISTICS. WEEK 5 Hanung N. Prasetyo TELKOM POLTECH/HANUNG NP

BAB 2 LANDASAN TEORI

KARAKTERISTIK DISTRIBUSI KELUARGA TRANSFORMASI KHI-KUADRAT. Oleh : Entit Puspita. Dosen Jurusan pendidikan Matematika

Statistika (MMS-1403)

BEBERAPA DISTRIBUSI KHUSUS DKINTINU DIKENAL

STATISTIKA. Muhamad Nursalman Pendilkom/Ilkom UPI

Interval Kepercayaan Skewness dan Kurtosis Menggunakan Bootstrap pada Data Kekuatan Gempa Bumi

Deteksi Pencilan dengan Pendekatan Bayesian pada Regresi Linear (Studi Kasus Hubungan Pengeluaran Rumah Tangga dengan PDRB di Jawa Barat Tahun 2013)

Probabilitas dan Statistika Distribusi Peluang Kontinyu 1. Adam Hendra Brata

RENCANA MUTU PEMBELAJARAN

BAB II LANDASAN TEORI

II. LANDASAN TEORI. beberapa konsep dan teori yang berkaitan dengan penduga parameter distribusi GB2

BAB III ANALISIS FAKTOR. berfungsi untuk mereduksi dimensi data dengan cara menyatakan variabel asal

MA3081 STATISTIKA MATEMATIK(A) Bab 2: Distribusi Samp

TINJAUAN PUSTAKA. mengestimasi parameter regresi. Distribusi generalized. digunakan dalam bidang ekonomi dan keuangan.

Transkripsi:

INFERENSI PARAMETER MEAN POPULASI NORMAL DENGAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF Adi Setiawan Program Studi Matematika Industri dan Statistika, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana Jl Diponegoro 5-6 Salatiga 5711, Indonesia adi_setia_3@yahoocom ABSTRAK Dalam statistika, seringkali dilakukan anggapan bahwa sampel diambil dari populasi yang berdistribusi normal Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang bagaimana menggunakan metode Bayesian obyektif untuk mengestimasi mean populasi dalam kasus parameter variansi populasi diketahui atau tidak diketahui Studi simulasi dilakukan untuk memperjelas penggunaan metode tersebut Keywords: prior, posterior, deskrepansi intrinsik, statistik intrinsik PENDAHULUAN Dalam statistika, seringkali dilakukan anggapan bahwa sampel diambil dari populasi yang berdistribusi normal Pada makalah-makalah terdahulu telah dijelaskan bagaimana menggunakan metode Bayesian obyektif dalam melakukan estimasi titik, estimasi interval dan pengujian hipotesis ( Setiawan, 9a; Setiawan, 9b; Setiawan, 1b dan Setiawan, 11) Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang bagaimana menggunakan metode Bayesian obyektif untuk mengestimasi mean populasi dalam kasus parameter variansi populasi diketahui atau tidak diketahui Studi simulasi dilakukan untuk memperjelas penggunaan metode tersebut DASAR TEORI Estimasi Titik Dalam pandangan Bayesian, hasil dari sembarang masalah inferensi yang dinyatakan dalam distribusi posterior merupakan gabungan dari informasi yang disediakan oleh data dan informasi prior relevan yang tersedia Akan tetapi apabila tidak tersedia informasi prior, akan dipilih fungsi prior yang relatif uninformative artinya fungsi prior yang memberikan pengaruh minimum pada inferensi fungsi posterior Secara lebih formal, misalkan bahwa mekanisme probabilitas yang membangkitkan data yang tersedia x dianggap sebagai p(x θ) untuk suatu θ Θ dan kuantitas yang menjadi perhatian adalah fungsi yang bernilai real φ(θ) dari θ Tanpa menghilangkan keumuman, hal itu juga dapat dijelaskan berikut ini Misalkan model probabilitas yang digunakan berbentuk { p ( x θ, λ) } dengan λ adalah parameter nuisance yang dipilih Dalam hal ini diperlukan untuk mengidentifikasi fungsi prior bersama π(φ,λ) yang akan mempunyai pengaruh minimal pada distribusi posterior marginal dengan kuantitas yang menjadi perhatian φ yaitu π ( φ x ) p( x φ, λ) π ( φ, λ) dλ Λ Reference prior digunakan sebagai prior yang dapat memberikan pengaruh minimal pada distribusi posterior Dalam kasus dimensi satu, reference prior merupakan prior Jeffry Dengan menggunakan prior ini maka penyelesaian masalah estimasi hanya tergantung pada model anggapan dan data pengamatan sehingga estimasi titik yang menggunakan metode ini dinamakan sebagai estimasi titik Bayesian obyektif (Bernardo dan Juarez, 3) M-1

Diskrepansi intrinsik (intrínsic discrepancy) δ(p 1, p ) antara dua fungsi densitas p 1 (x) dengan x X 1 dan p (x) dengan x X didefinisikan sebagai δ ( p 1, p) = min { K( p( x) p1( x) ), K( p1( x) p( x) )} dengan p1( x) K( p1 ( x) p( x)) = p1( x) log dx p ( x) X Untuk dua keluarga fungsi densitas M = { p x φ ), Χ ( φ), φ Φ} ( 1 1 x 1 dan M = { ( p x ψ ), x Χ ( ψ ), ψ Ψ } dapat didefinisikan diskrepansi intrinsik δ ( M, M ) = inf δ p ( x φ), p ( x ) ( ) * 1 1 ψ φ Φ, ψ Ψ sx Fungsi kerugian (loss function) dalam kasus ini adalah diskrepansi intrinsik Misalkan bahwa deskripsi yang sesuai dari tingkah laku probabilistik dari kuantitas random x diberikan oleh model { p ( x θ, λ), x Χ, θ Θ, λ Λ} Diskrepansi intrinsik antara p ( x θ, λ) dan keluarga densitas { p ( x θ, λ), λ Λ} adalah δ ( θ, λ; θ ) = inf δ ( θ, λ; θ, λ ) dengan * λ Λ { K( θ, λ θ, λ), K( θ, λ θ, )} δ ( θ, λ; θ, λ) = min λ Misalkan { p ( x θ, λ), x Χ, θ Θ, λ Λ} adalah model parametrik yang dapat digunakan untuk menggambarkan tingkah laku kuantitas random x Didefinisikan intrinsik statistik (intrinsic statistic) sebagai d θ x) = E [ δ* x] = δ *( θ, λ; θ ) π ( θ, λ x) dθ dλ ( π δ * δ * ΛΘ (1) dengan π δ *( θ, λ x) adalah posterior referensi untuk parameter dari model p( x θ, λ) bila δ ( θ, λ; θ ) adalah parameter yang menjadi perhatian * Estimator intrinsik (intrinsic estimator) atau estimasi titik Bayesian obyektif didefinisikan sebagai yaitu parameter θ yang meminimalkan statistik intrinsik Estimasi interval kredibel θ * = θ *( x) = arg min d( θ x) Interval kredibel intrinsik 1q% (q-credible region intrinsic) adalah himpunan bagian R* q = R* q ( x, Θ) Θ dari ruang parameter Θ sehingga memenuhi (i) π ( θ, θ x dθ = q R* q ) ~ θ Θ (ii) Untuk setiap θi R*q, θj R*q dan untuk setiap berlaku d(θ i x) d(θ j x) ~ M-

dengan d(θ i x) adalah harapan fungsi kerugian reference posterior sebagai proxy untuk nilai dari parameter yang diberikan pada persamaan (1) Terlihat bahwa pernyataan pada persamaan (1) mempunyai bentuk yang sulit sehingga perhitungannya tidaklah mudah namun dengan menggunakan integrasi numerik, hal itu dengan mudah dapat dilakukan Pengujian Hipotesis Apabila diinginkan untuk melakukan pengujian hipotesis H { θ = θ } maka statistik intrinsik pada persamaan (1) merupakan ukuran dari kekuatan bukti melawan penggunaan model M dengan M = { p( x θ, λ), λ Λ} Hal itu berarti H akan ditolak jika dan hanya jika d(θ x ) untuk suatu batas d* (Juarez, 4) Bernardo dan Rueda () mengusulkan untuk menggunakan aturan sebagai berikut : jika d* 1 maka tidak ada bukti untuk menolak H, jika d*,5 maka terdapat bukti lemah (mild) untuk menolak dan jika d* > 5 maka terdapat bukti kuat (strong) untuk menolak H Populasi Normal Kasus 1 Misalkan dimiliki sampel x 1, x,, x n sampel dari distribusi normal N( μ, σ ) dengan σ diketahui Misalkan juga x j j = x= 1 n adalah mean dari sampel Reference prior untuk parameter yang menjadi perhatian yaitu μ adalah π( μ ) = σ -1 sehingga reference posterior untuk parameter μ adalah N( μ x, σ / n) Dapat dibuktikan bahwa deskrepansi intrinsik antara distribusi normal N( μ 1, σ ) dan distribusi normal N( μ, σ ) adalah n ( μ1 μ ) 1 μ1 μ δ x{ μ1, μ σ ) = = σ σ / n sehingga diperoleh intrinsik statistik yaitu n 1 μ μ d( μ x1,, xn ) = N( μ x, σ / n) dμ () σ / n Hal itu berarti bahwa estimasi Bayesian obyektif untuk parameter μ adalah μ* yang meminimalkan intrinsik statistik yaitu ~ ( 1 μ * = μ * ( x1,, x ) = arg min d( μ x1,, n x n ~ Ω dengan d μ x,, ) merupakan persamaan () Estimasi interval kredibel untuk μ x n ditentukan sehingga syarat (i) dan (ii) di atas dipenuhi μ ~ ) M-3

Kasus Apabila dimiliki sampel x 1, x,, x n sampel dari distribusi normal N( μ, σ ) dengan σ tidak diketahui Misalkan n ( x j x) j = s = 1 n adalah variansi dari sampel Reference prior untuk parameter yang menjadi perhatian yaitu μ dengan σ sebagai parameter nuisance adalah π( μ, σ ) = π(μ) π(σ μ) = σ -1 sehingga reference posterior yang bersesuaian adalah 1/ π ( μ, σ x1, x,, xn ) = N( μ x, σ / n) Gamma [ σ ( n 1) /, ns / ] ( n+ 1) n σ exp ( s + ( x μ) ) σ Dapat dibuktikan bahwa deskrepansi intrinsik antara distribusi normal N( μ 1, σ ) dan distribusi normal N( μ, σ ) adalah n ( μ 1 μ ) δ x {( μ1, σ ),( μ, σ )} = ln 1 + σ sehingga diperoleh statistik intrinsik yaitu n ( μ μ ) d( μ x1,, xn ) = ln 1 π ( μ, σ x1,, xn ) dμ dσ + σ (3) Fungsi mempunyai sumbu simetri μ = x sehingga estimasi titik dengan menggunakan ^ metode Bayesian obyektif adalah μ = x Posterior referensi dari π μ, σ x, x,, x ) adalah distribusi student t yaitu St( μ μ = x, s/ n 1, n-1) Hal itu berarti ( 1 n τ = n 1( μ x) / s mempunyai distribusi t dengan derajat bebas n-1 Akibatnya interval kredibel (1-q)1% untuk mean μ adalah s s x t1 ( q / ); n 1, x + t1 ( q / ); n 1 n 1 n 1 dengan t 1 ( q / ); n 1 adalah kuantil ke-1-(q/) dari distribusi t dengan derajat bebas n-1 Hipotesis H : μ = μ akan ditolak didasarkan pada statistik intrinsik pada persamaan ( 3 ) mempunyai nilai cukup besar Berdasarkan saran Bernardo dan Rueda () maka statistik intrinsik yang lebih besar dari 5 menunjukkan bahwa terdapat bukti yang kuat untuk menolak H PERHITUNGAN STATISTIK INTRINSIK, STUDI SIMULASI DAN PEMBAHASAN Estimasi titik untuk parameter mean populasi berdasarkan mean sampel ditentukan dengan cara memilih nilai μ yang meminimalkan nilai statistik intrinsik Gambar 1 menunjukan nilai statistik intrinsik bila digunakan nilai μ antara -4 dan 4 dan n =1 Terlihat bahwa nilai statistik intrinsik akan mencapai minimum jika μ = x = sehingga μ = x = merupakan estimasi titik untuk mean populasi μ Estimasi interval kredibel 95 % juga dapat ditentukan berdasarkan nilai statistik intrinsik Batas bawah yaitu -1,96 dan batas atas 1,96 ditentukan sehingga nilai statistik intrinsik lebih kecil dari nilai statistik intrinsik 1971 M-4

4 6 8-4 - 4 mean populasi mu dan mean sampel xbar = Gambar 1 Nilai statistik intrinsik untuk setiap nilai μ yang diberikan dengan menggunakan persamaan (1) Gambar menyatakan nilai-nilai statistik intrinsik jika dimiliki mean sampel berturut-turut yaitu (a) -1, (b) -,5, (c),5 dan (d) 1 Terlihat bahwa nilai statistik akan mencapai minimum pada mean sampelnya Berdasarkan nilai statistik intrinsik ini juga dapat ditentukan interval kredibel untuk parameter μ Interval kredibel 95 % untuk parameter μ bertutut-turut adalah (a) (-1,6, -,38 ) (b) ( -1,1,,1) (c) (-,1, 1,1) dan (d) (, ) M-5

6 1 4 6 8-4 - 4 (a) mean populasi mu dan mean sampel xbar = -1-4 - 4 (b) mean populasi mu dan mean sampel xbar = -5 4 6 8 6 1-4 - 4 (c) mean populasi mu dan mean sampel xbar = 5-4 - 4 (d) mean populasi mu dan mean sampel xbar = 1 Gambar Nilai-nilai statistik intrinsik jika dimiliki mean sampel berturut-turut yaitu (a) -1, (b) -,5, (c),5 dan (d) 1 Misalkan dimiliki sampel x 1, x,, x n ukuran n = 5 dari populasi berdistribusi normal dengan mean μ tidak diketahui dan variansi populasi σ diketahui yaitu dipilih σ = 1 Apabila diambil sampel dari distribusi normal dengan mean maka nilai-nilai statistik intrinsik yang merupakan ukuran kekuatan untuk menolak hipotesis H : μ = dan bila hal tersebut diulang sebanyak B = 1 kali maka hasilnya dinyatakan pada Gambar 3 Terlihat bahwa nilai-nilai statistik intrinsik cenderung kecil dengan rata-rata 1,87 dan hanya,46 % yang mempunyai nilai lebih dari 5 Apabila sampel diambil dari populasi yang mempunyai mean berturut-turut (a) -1 (b) -,5 (c),5 dan (d) 1 maka nilai-nilai statistik intrinsik dinyatakan pada Gambar 4 Terlihat bahwa nilai-nilai statistik intrinsik cenderung makin membesar jika mean populasi yang menjadi asal dari sampel jauh dari M-6

Histogram of 4 6 8 1 1 4 6 8 Gambar 3 Histogram dari nilai-nilai statistik intrinsik jika sampel diambil dari distribusi normal dengan mean dan variansi 1 serta digunakan untuk pengujian hipotesis H : μ = Dalam hal ini digunakan pengulangan B = 1 Histogram of Histogram of 1 3 4 5 6 (a) untuk mu = -1 5 1 15 5 (b) untuk mu = -5 Histogram of Histogram of 5 1 15 5 3 1 3 4 5 6 (c) untuk mu = 5 (d) untuk mu = 1 Gambar 4 Histogram dari nilai-nilai statistik intrinsik jika sampel diambil dari populasi yang mempunyai mean berturut-turut (a) -1 (b) -,5 (c),5 dan (d) 1 Dalam hal ini digunakan pengulangan B = 1 M-7

Kasus Pada kasus σ tidak diketahui, estimasi titik untuk parameter mean populasi μ berdasarkan mean sampel ditentukan dengan cara memilih nilai μ yang meminimalkan nilai statistik intrinsik Gambar 5 menunjukan nilai statistik intrinsik bila digunakan nilai μ antara -4 dan 4 jika diberikan mean sampel x = dan n=1 Terlihat bahwa nilai statistik intrinsik akan mencapai minimum jika μ = x = sehingga μ = x = merupakan estimasi titik untuk mean populasi μ 5 1 15-4 - 4 mean populasi mu Gambar 5 Nilai statistik intrinsik jika diberikan mean μ dan mean sampel x = Gambar 6 menyatakan nilai-nilai statistik intrinsik untuk μ jika diberikan mean sampel berturut-turut yaitu (a) -1, (b) -,5, (c),5 dan (d) 1 Dalam hal ini juga diberikan variansi sampel adalah 1 Terlihat bahwa nilai statistik akan mencapai minimum pada mean sampelnya Berdasarkan nilai statistik intrinsik ini juga dapat ditentukan interval kredibel untuk parameter μ 5 1 15 5 1 15-4 - 4 (a) mean populasi mu dan mean sampel xbar = -1-4 - 4 (b) mean populasi mu dan mean sampel xbar = -5 5 1 15 5 1 15-4 - 4-4 - 4 (c) mean populasi mu dan mean sampel xbar = 5 (d) mean populasi mu dan mean sampel xbar = 1 Gambar 6 Nilai-nilai statistik intrinsik untuk μ jika diberikan variansi sampel 1 dan mean sampel berturut-turut yaitu (a) -1, (b) -,5, (c),5 dan (d) 1 Misalkan dimiliki sampel x 1, x,, x n berukuran n = 5 dari popolasi berdistribusi normal dengan mean μ dan variansi populasi σ tidak diketahui Apabila diambil sampel dari distribusi normal dengan mean dan variansi 1 maka nilai-nilai statistik intrinsik yang merupakan ukuran kekuatan untuk menolak hipotesis nol H : μ = dinyatakan pada Gambar 7 Terlihat bahwa nilai-nilai statistik intrinsik cenderung kecil dengan rata-ratanya,99 dan M-8

hanya,6 % yang mempunyai nilai lebih dari 5 Apabila sampel diambil dari populasi yang mempunyai mean berturut-turut (a) -1 (b) -,5 (c),5 dan (d) 1 maka nilai-nilai statistik intrinsik dinyatakan pada Gambar 8 Terlihat bahwa nilai-nilai statistik intrinsik cenderung makin membesar jika mean populasi yang menjadi asal dari sampel jauh dari Histogram of 4 6 8 1 3 4 5 6 Gambar 7 Histogram dari B = 1 nilai-nilai statistik intrinsik yang merupakan ukuran kekuatan untuk menolak H : μ = jika diberikan sampel yang diambil dari populasi normal dengan mean dan variansi 1 Histogram of Histogram of 5 1 15 5 3 35 5 1 15 5 Histogram of Histogram of 5 1 15 5 1 15 5 3 35 Gambar 8 Histogram dari B = 1 nilai-nilai statistik intrinsik yang merupakan ukuran kekuatan untuk menolak H : μ = jika diberikan sampel yang diambil dari populasi normal dengan variansi 1 dan mean populasi berturut-turut (a) 1 (b) -,5 (c),5 dan (d) 1 KESIMPULAN Dalam makalah di atas telah dijelaskan bagaimana parameter mean populasi diestimasi dan dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan metode Bayesian obyektif jika dianggap sampel diambil dari distribusi normal Metode tersebut dapat juga diperluas penggunaannya untuk parameter variansi populasi M-9

DAFTAR PUSTAKA [1] Bernardo, J dan R Rueda () Bayesian Hypotesis Testing : A Reference Approach, International Statistical Review 7, 351-37 [] Juarez, M A ( 4 ) Objective Bayesian Methods for Estimation and Hypothesis Testing, Valencia : University of Valencia [3] Setiawan, A (9a) Estimasi Titik Bayesian Obyektif, Prosiding Seminar Sains dan Pendidikan Sains IV FSM UKSW, Salatiga [4] Setiawan, A (9b) Credible Interval Bayesian Obyektif, Prosiding Seminar Nasional Matematika, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung [5] Setiawan, A (1b) Pengujian Hipotesis dengan Metode Bayesian Obyektif, disampaikan dalam Konferensi Nasional Matematika XV 3 Juni 3 Juli 1, UNIMA, Tondano [6] Setiawan, A (11) Pengujian Hipotesis tentang Parameter Populasi Berdistribusi Eksponensial dengan Metode Bayesian Obyektif, Prosiding Seminar Nasional Statistika Universitas Diponegoro 11, ISBN : 987-979-97-14-4 M-1