Ruang Hasil Kali Dalam



dokumen-dokumen yang mirip
Ruang Hasil Kali Dalam

Variabel Banyak Bernilai Real 1 / 1

1 Mengapa Perlu Belajar Geometri Daftar Pustaka... 1

Permukaan. Persamaan Codazzi dan Persamaan Gauss. Wono Setya Budhi Februari, 2014 KK Analisis Geometri, FMIPA-ITB.

1. Dengan merasionalkan penyebut, bentuk sederhana dari adalah... D E

18. VEKTOR. 2. Sudut antara dua vektor adalah. a = a 1 i + a 2 j + a 3 k; a = 2. Penjumlahan, pengurangan, dan perkalian vektor dengan bilangan real:

Jika titik O bertindak sebagai titik pangkal, maka ruas-ruas garis searah mewakili

BAB III PEMBAHASAN. Bab III terbagi menjadi tiga sub-bab, yaitu sub-bab A, sub-bab B, dan subbab

TRY OUT MATEMATIKA PAKET 3B TAHUN 2010

UN SMA IPA 2014 Pre Matematika

Geometri di Bidang Euclid

Sistem Bilangan Kompleks (Bagian Kedua)

1. Akar-akar persamaan 2x² + px - q² = 0 adalah p dan q, p - q = 6. Nilai pq =... A. 6 B. -2 C. -4 Kunci : E Penyelesaian : D. -6 E.

PENGANTAR KALKULUS PEUBAH BANYAK. 1. Pengertian Vektor pada Bidang Datar

19. VEKTOR. 2. Sudut antara dua vektor adalah θ. = a 1 i + a 2 j + a 3 k; a. a =

x y xy x y 2 E. 9 8 C. m > 1 8 D. m > 3 E. m < x : MATEMATIKA Mata Pelajaran

PR ONLINE MATA UJIAN : MATEMATIKA XII IPA (KODE: A01) 5b Dengan merasionalkan penyebut, bentuk sederhana dari 5 2

Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2012 Kode 483

VEKTOR. maka a c a c b d b d. , maka panjang (besar/nilai) vector u ditentukan dengan rumus. maka panjang vector

SOLUSI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DINAS PENDIDIKAN KOTA BEKASI TAHUN PELAJARAN 2013/ a 16. definit positif adalah...

Vektor di ruang dimensi 2 dan ruang dimensi 3

MATEMATIKA. Sesi VEKTOR 2 CONTOH SOAL A. DEFINISI PERKALIAN TITIK

5. TRIGONOMETRI II. A. Jumlah dan Selisih Dua Sudut 1) sin (A B) = sin A cos B cos A sin B 2) cos (A B) = cos A cos B sin A sin B.

Vektor di Bidang dan di Ruang

DINAS PENDIDIKAN KOTA BEKASI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 LEMBAR SOAL

D. (1 + 2 ) 27 E. (1 + 2 ) 27

PEMERINTAH KOTA MAKASSAR DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 11 MAKASSAR

VEKTOR 2 SMA SANTA ANGELA. A. Pengertian Vektor Vektor adalah besaran yang memiliki besar dan arah. Dilambangkan dengan :

PAKET 4 LATIHAN UJIAN NASIONAL SMA/MA TAHUN 2009 MATA PELAJARAN MATEMATIKA

Matematika EBTANAS Tahun 1991

Soal-Soal dan Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2012 Tanggal Ujian: 13 Juni 2012

Hasil Kali Titik. Dua Operasi Vektor. Sifat-sifat Hasil Kali Titik. oki neswan (fmipa-itb)

PREDIKSI UAN MATEMATIKA SESUAI KISI-KISI PEMERINTAH

b c a b a c 1. Bentuk sederhanaa dari

ISTIYANTO.COM. memenuhi persamaan itu adalah B. 4 4 C. 4 1 PERBANDINGAN KISI-KISI UN 2009 DAN 2010 SMA IPA

f(-1) = = -7 f (4) = = 3 Dari ketiga fungsi yang didapat ternyata yang terkecil -7 dan terbesar 11. Rf = {y -7 y 11, y R}

Prestasi itu diraih bukan didapat!!! SOLUSI SOAL

Pembahasan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Bidang Matematika. Kode Paket 634. Oleh : Fendi Alfi Fauzi 1. x 0 x 2.

SKL 1 Soal logika matematika dalam pemecahan masalah Menentukan ingkaran atau kesetaraan dari pernyataan majemuk

Soal UN 2009 Materi KISI UN 2010 Prediksi UN 2010

LINGKARAN. Lingkaran. pusat lingkaran diskriminan posisi titik posisi garis garis kutub gradien. sejajar tegak lurus persamaan lingkaran

KALKULUS BAB I. PENDAHULUAN DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA

UN SMA IPA 2011 Matematika

Antiremed Kelas 12 Matematika

KALKULUS MULTIVARIABEL II

CHAPTER 6. Ruang Hasil Kali Dalam

Catatan Kuliah MA1123 Kalkulus Elementer I

SOAL PREDIKSI UJIAN NASIONAL MATEMATIKA IPA 2015

TRY OUT MATEMATIKA PAKET 2A TAHUN 2010

Soal-Soal dan Pembahasan Ujian Nasional Matematika Tahun Pelajaran 2010/2011 Program Studi IPA

Kalkulus Multivariabel I

( )( ) ISTIYANTO.COM. Pembahasan: Nomor 2 Bentuk sederhana dari A. B. C. D. E. 5 a b. Pembahasan: Nomor 3. Bentuk sederhana dari

b = dan a b= 22. Jika sudut antara a dan b adalah a, maka

Vektor. Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang dinyatakan dengan vektor seperti : perpindahan, kecepatan dan percepatan.

UNIVERSITAS GUNADARMA

C. Ø D. S. Gambar di atas adalah kubus ABCD.EFGH dan salah satu jaring-jaringnya, maka titik E menempati nomor... A.(I) C.(III) B.

UJIAN NASIONAL SMA/MA

Latihan 5: Inner Product Space

A. 3 B. 1 C. 1 D. 2 E. 5 B. 320 C. 240 D. 200 E x Fungsi invers dari f x ( 1. adalah.

BAB 3 TRIGONOMETRI. Gambar 3.1

m, selalu di atas sumbu x, batas batas nilai m yang memenuhi grafik fungsi tersebut adalah.

1. Agar F(x) = (p - 2) x² - 2 (2p - 3) x + 5p - 6 bernilai positif untuk semua x, maka batas-batas nilai p adalah... A. p > l B. 2 < p < 3 C.

BAB III RUANG VEKTOR R 2 DAN R 3. Bab ini membahas pengertian dan operasi vektor-vektor. Selain

TEOREMA TITIK TETAP PADA RUANG NORM-n STANDAR. Shelvi Ekariani KK Analisis dan Geometri FMIPA ITB

Pengantar Vektor. Besaran. Vektor (Mempunyai Arah) Skalar (Tidak mempunyai arah)

PREDIKSI UAN MATEMATIKA 2008 Oleh: Heribertus Heri Istiyanto, S.Si Blog:

Kalkulus Multivariabel I

Soal-Soal dan Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2012 Tanggal Ujian: 13 Juni 2012

MATA PELAJARAN PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM

MA5032 ANALISIS REAL

Matematika EBTANAS Tahun 2003

Jikax (2 x) = 57, maka jumlah semua bilangan bulat x yang memenuhi adalah A. -5 B. -1 C. 0 D. 1 E. 5

Pembahasan SNMPTN 2011 Matematika IPA Kode 576

Sistem Bilangan Kompleks

Indikator : Menentukan penarikan kesimpulan dari beberapa premis. Modus Ponens Modus Tollens Silogisme

Persamaan Di erensial Orde-2

1, x E R} d. { x/x , x E R} 1, x E R} 1, x E R} e. { x/x Nilai dari 2 log 16 3 log log 1 adalah. a. -1 d. 2 b. 0 e. 3 c.

Solusi: [Jawaban E] Solusi: [Jawaban D]

Ujian Nasional. Tahun Pelajaran 2010/2011 IPA MATEMATIKA (D10) UTAMA. SMA / MA Program Studi

Interpretasi Geometri Dari Sebuah Determinan

Soal-Soal dan Pembahasan SNMPTN Matematika IPA Tahun Pelajaran 2010/2011 Tanggal Ujian: 01 Juni 2011

DASAR-DASAR ANALISIS MATEMATIKA

Soal dan Pembahasan UN Matematika SMA IPA Tahun 2013

SISTEM KOORDINAT VEKTOR. Tri Rahajoeningroem, MT T. Elektro - UNIKOM

Buku Pendalaman Konsep. Trigonometri. Tingkat SMA Doddy Feryanto

Fungsi Analitik (Bagian Ketiga)

Soal-Soal dan Pembahasan SNMPTN Matematika IPA Tahun Pelajaran 2010/2011

OSN Guru Matematika SMA (Olimpiade Sains Nasional)

SOLUSI PREDIKSI UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SMA/MA IPA, KELOMPOK 2, TEBO

SOAL UTN MATEMATIKA PPG SM-3T 2013

BAB 6 RUANG HASIL KALI DALAM. Dr. Ir. Abdul Wahid Surhim, MT.

2009 ACADEMY QU IDMATHCIREBON

SOAL PM MATEMATIKA SMA NEGERI 29 JAKARTA

FUNGSI dan LIMIT. 1.1 Fungsi dan Grafiknya

INDIKATOR 10 : Menyelesaikan masalah program linear 1. Pertidaksamaan yang memenuhi pada gambar di bawah ini adalah... Y

PAKET TRY OUT UN MATEMATIKA IPA

MUH1G3/ MATRIKS DAN RUANG VEKTOR

TRYOUT UN SMA/MA 2014/2015 MATEMATIKA IPA

KALKULUS BAB II FUNGSI, LIMIT, DAN KEKONTINUAN. DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA Universitas Indonesia

Transkripsi:

Ruang Hasil Kali Dalam Hasil Kali Dalam dan Norm Wono Setya Budhi KKAG FMIPA ITB v 0.1 Maret 2015 Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 1 / 12

Pada bab ini kita akan mempelajari geometri dari ruang vektor, yaitu melibatkan sudut dan panjang vektor. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 2 / 12

Pada bab ini kita akan mempelajari geometri dari ruang vektor, yaitu melibatkan sudut dan panjang vektor. Misalkan kita mempunyai titik x = (x 1, x 2 ) dan y = (y 1, y 2 ) Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 2 / 12

Pada bab ini kita akan mempelajari geometri dari ruang vektor, yaitu melibatkan sudut dan panjang vektor. Misalkan kita mempunyai titik x = (x 1, x 2 ) dan y = (y 1, y 2 ) B(y 1, y 2 ) v A(x 1, x 2 ) Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 2 / 12

v B(y 1, y 2 ) A(x 1, x 2 ) Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 3 / 12

v B(y 1, y 2 ) A(x 1, x 2 ) Dengan menggunakan rumus kosinus AB 2 = OA 2 + OB 2 2OA OB cos (AOB) Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 3 / 12

v B(y 1, y 2 ) A(x 1, x 2 ) Dengan menggunakan rumus kosinus AB 2 = OA 2 + OB 2 2OA OB cos (AOB) (x 1 y 1 ) 2 + (x 2 y 2 ) 2 = x1 2 + x2 2 + y 1 2 + y 2 2 2 x y cos α Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 3 / 12

v B(y 1, y 2 ) A(x 1, x 2 ) Dengan menggunakan rumus kosinus AB 2 = OA 2 + OB 2 2OA OB cos (AOB) (x 1 y 1 ) 2 + (x 2 y 2 ) 2 = x1 2 + x2 2 + y 1 2 + y 2 2 2 x y cos α 2 x y cos α = x 1 y 1 + x 2 y 2 = x, y Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 3 / 12

Misalkan V ruang vektor atas C. Suatu hasil kali dalam pada V adalah V V C (x, y) x, y sehingga Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 4 / 12

Misalkan V ruang vektor atas C. Suatu hasil kali dalam pada V adalah V V C (x, y) x, y sehingga 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x + z, y = x, y + z, y. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 4 / 12

Misalkan V ruang vektor atas C. Suatu hasil kali dalam pada V adalah sehingga V V C (x, y) x, y 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x + z, y = x, y + z, y. 2 Untuk setiap x, y V dan c C berlaku cx, y = c x, y. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 4 / 12

Misalkan V ruang vektor atas C. Suatu hasil kali dalam pada V adalah sehingga V V C (x, y) x, y 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x + z, y = x, y + z, y. 2 Untuk setiap x, y V dan c C berlaku cx, y = c x, y. 3 Untuk setiap x, y V berlaku x, y = y, x. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 4 / 12

Misalkan V ruang vektor atas C. Suatu hasil kali dalam pada V adalah sehingga V V C (x, y) x, y 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x + z, y = x, y + z, y. 2 Untuk setiap x, y V dan c C berlaku cx, y = c x, y. 3 Untuk setiap x, y V berlaku x, y = y, x. 4 Untuk setiap x V berlaku x, x > 0 untuk x = 0. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 4 / 12

Misalkan V ruang vektor atas C. Suatu hasil kali dalam pada V adalah sehingga V V C (x, y) x, y 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x + z, y = x, y + z, y. 2 Untuk setiap x, y V dan c C berlaku cx, y = c x, y. 3 Untuk setiap x, y V berlaku x, y = y, x. 4 Untuk setiap x V berlaku x, x > 0 untuk x = 0. Perhatikan bahwa 0, y = 0 + 0, y = 0, y + 0, y = 2 0, y. Jadi... Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 4 / 12

Misalkan V ruang vektor atas C. Suatu hasil kali dalam pada V adalah sehingga V V C (x, y) x, y 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x + z, y = x, y + z, y. 2 Untuk setiap x, y V dan c C berlaku cx, y = c x, y. 3 Untuk setiap x, y V berlaku x, y = y, x. 4 Untuk setiap x V berlaku x, x > 0 untuk x = 0. Perhatikan bahwa 0, y = 0 + 0, y = 0, y + 0, y = 2 0, y. Jadi... Untuk R, sifat (3) menjadi x, y = y, x. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 4 / 12

Example 1 Misalkan x = (a 1,..., a n ) dan y = (b 1,..., b n ) F n, maka x, y = n a i b i i=1 Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 5 / 12

Example 1 Misalkan x = (a 1,..., a n ) dan y = (b 1,..., b n ) F n, maka x, y = n a i b i i=1 2 Misalkan V = C ([0, 1]) ruang vektor yang memuat semua fungsi kontinu di [0, 1], maka 1 f, g = f (t) g (t) dt 0 Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 5 / 12

Example 1 Misalkan x = (a 1,..., a n ) dan y = (b 1,..., b n ) F n, maka x, y = n a i b i i=1 2 Misalkan V = C ([0, 1]) ruang vektor yang memuat semua fungsi kontinu di [0, 1], maka 1 f, g = f (t) g (t) dt 0 3 Misalkan V = M n n (F) dan definisikan dengan B transpose konjuget. A, B = trace (B A) Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 5 / 12

Theorem Misalkan V ruang hasil kali dalam, yaitu ruang vektor yang dilengkapai dengan hasil kali dalam. 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x, y + z = x, y + x, z. Proof. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 6 / 12

Theorem Misalkan V ruang hasil kali dalam, yaitu ruang vektor yang dilengkapai dengan hasil kali dalam. 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x, y + z = x, y + x, z. 2 Untuk setiap x, y V dan c F berlaku x, cy = c x, y. Proof. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 6 / 12

Theorem Misalkan V ruang hasil kali dalam, yaitu ruang vektor yang dilengkapai dengan hasil kali dalam. 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x, y + z = x, y + x, z. 2 Untuk setiap x, y V dan c F berlaku x, cy = c x, y. 3 Untuk setiap x V berlaku x, 0 = 0, x = 0. Proof. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 6 / 12

Theorem Misalkan V ruang hasil kali dalam, yaitu ruang vektor yang dilengkapai dengan hasil kali dalam. 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x, y + z = x, y + x, z. 2 Untuk setiap x, y V dan c F berlaku x, cy = c x, y. 3 Untuk setiap x V berlaku x, 0 = 0, x = 0. 4 Untuk setiap x V berlaku x, x = 0 jika dan hanya jika x = 0. Proof. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 6 / 12

Theorem Misalkan V ruang hasil kali dalam, yaitu ruang vektor yang dilengkapai dengan hasil kali dalam. 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x, y + z = x, y + x, z. 2 Untuk setiap x, y V dan c F berlaku x, cy = c x, y. 3 Untuk setiap x V berlaku x, 0 = 0, x = 0. 4 Untuk setiap x V berlaku x, x = 0 jika dan hanya jika x = 0. 5 Jika x, z = 0 untuk setiap z V, maka x = 0. Proof. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 6 / 12

Theorem Misalkan V ruang hasil kali dalam, yaitu ruang vektor yang dilengkapai dengan hasil kali dalam. 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x, y + z = x, y + x, z. 2 Untuk setiap x, y V dan c F berlaku x, cy = c x, y. 3 Untuk setiap x V berlaku x, 0 = 0, x = 0. 4 Untuk setiap x V berlaku x, x = 0 jika dan hanya jika x = 0. 5 Jika x, z = 0 untuk setiap z V, maka x = 0. Proof. Kita hanya akan membuktikan no (5). Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 6 / 12

Theorem Misalkan V ruang hasil kali dalam, yaitu ruang vektor yang dilengkapai dengan hasil kali dalam. 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x, y + z = x, y + x, z. 2 Untuk setiap x, y V dan c F berlaku x, cy = c x, y. 3 Untuk setiap x V berlaku x, 0 = 0, x = 0. 4 Untuk setiap x V berlaku x, x = 0 jika dan hanya jika x = 0. 5 Jika x, z = 0 untuk setiap z V, maka x = 0. Proof. Kita hanya akan membuktikan no (5). Karena x, z = 0 untuk setiap z V, maka khususnya jika berlaku bagi z = x, atau x, x = 0 Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 6 / 12

Theorem Misalkan V ruang hasil kali dalam, yaitu ruang vektor yang dilengkapai dengan hasil kali dalam. 1 Untuk setiap x, y, z V berlaku x, y + z = x, y + x, z. 2 Untuk setiap x, y V dan c F berlaku x, cy = c x, y. 3 Untuk setiap x V berlaku x, 0 = 0, x = 0. 4 Untuk setiap x V berlaku x, x = 0 jika dan hanya jika x = 0. 5 Jika x, z = 0 untuk setiap z V, maka x = 0. Proof. Kita hanya akan membuktikan no (5). Karena x, z = 0 untuk setiap z V, maka khususnya jika berlaku bagi z = x, atau x, x = 0 Berdasarkan sifat (4), maka x = 0. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 6 / 12

Karena x, x 0, maka kita dapat mendefinisikan hal berikut Theorem Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 7 / 12

Karena x, x 0, maka kita dapat mendefinisikan hal berikut Misalkan V ruang hkd, definisikan norm atau panjang vektor x V sebagai x = x, x Theorem Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 7 / 12

Karena x, x 0, maka kita dapat mendefinisikan hal berikut Misalkan V ruang hkd, definisikan norm atau panjang vektor x V sebagai x = x, x Theorem Misalkan V ruang hkd Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 7 / 12

Karena x, x 0, maka kita dapat mendefinisikan hal berikut Misalkan V ruang hkd, definisikan norm atau panjang vektor x V sebagai x = x, x Theorem Misalkan V ruang hkd 1 Untuk setiap x V dan c F, maka berlaku cx = c x. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 7 / 12

Karena x, x 0, maka kita dapat mendefinisikan hal berikut Misalkan V ruang hkd, definisikan norm atau panjang vektor x V sebagai x = x, x Theorem Misalkan V ruang hkd 1 Untuk setiap x V dan c F, maka berlaku cx = c x. 2 x = 0 jika hanya jika x = 0. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 7 / 12

Karena x, x 0, maka kita dapat mendefinisikan hal berikut Misalkan V ruang hkd, definisikan norm atau panjang vektor x V sebagai x = x, x Theorem Misalkan V ruang hkd 1 Untuk setiap x V dan c F, maka berlaku cx = c x. 2 x = 0 jika hanya jika x = 0. 3 Pertaksamaan Cauchy-Schwarz x, y x y. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 7 / 12

Karena x, x 0, maka kita dapat mendefinisikan hal berikut Misalkan V ruang hkd, definisikan norm atau panjang vektor x V sebagai x = x, x Theorem Misalkan V ruang hkd 1 Untuk setiap x V dan c F, maka berlaku cx = c x. 2 x = 0 jika hanya jika x = 0. 3 Pertaksamaan Cauchy-Schwarz x, y x y. 4 Pertaksamaan segitiga. Untuk setiap x, y V berlaku x + y x + y. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 7 / 12

Proof. Bukti Pertaksamaan Cauchy-Schwarz x, y x y. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 8 / 12

Bukti Pertaksamaan Cauchy-Schwarz x, y x y. Proof. Misalkan x, y V dan α F definisika p (α) = x αy 2 0, maka Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 8 / 12

Bukti Pertaksamaan Cauchy-Schwarz x, y x y. Proof. Misalkan x, y V dan α F definisika p (α) = x αy 2 0, maka untuk setiap α. x αy 2 = x αy, x αy = x, x ᾱ x, y α y, x + α 2 y, y 0 Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 8 / 12

Bukti Pertaksamaan Cauchy-Schwarz x, y x y. Proof. Misalkan x, y V dan α F definisika p (α) = x αy 2 0, maka untuk setiap α. x αy 2 = x αy, x αy Khususnya jika α = x,y x,x, maka dan CS berlaku = x, x ᾱ x, y α y, x + α 2 y, y 0 0 x, x x, y 2 y, y Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 8 / 12

Proof. Bukti Pertaksamaan segitiga Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 9 / 12

Proof. Bukti Pertaksamaan segitiga Misalkan x, y V, maka x + y 2 = x + y, x + y = x, x + y, x + x, y + y, y Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 9 / 12

Proof. Bukti Pertaksamaan segitiga Misalkan x, y V, maka Selanjutnya x + y 2 = x + y, x + y = x, x + y, x + x, y + y, y x + y 2 = x 2 + 2 Re x, y + y 2 x 2 + 2 x y + y 2 = ( x + y ) 2 Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 9 / 12

Proof. Bukti Pertaksamaan segitiga Misalkan x, y V, maka Selanjutnya x + y 2 = x + y, x + y = x, x + y, x + x, y + y, y x + y 2 = x 2 + 2 Re x, y + y 2 Jadi pertaksamaan segitiga berlaku. x 2 + 2 x y + y 2 = ( x + y ) 2 Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 9 / 12

Di F n, untuk x = (a 1,..., a n ) dan y = (b 1,..., b n ) Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 10 / 12

Di F n, untuk x = (a 1,..., a n ) dan y = (b 1,..., b n ) Pertaksamaan CS x, y x y mempunyai bentuk n a i b i i=1 [ n ] 1/2 [ n a i 2 i=1 i=1 b i 2 ] 1/2 Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 10 / 12

Di F n, untuk x = (a 1,..., a n ) dan y = (b 1,..., b n ) Pertaksamaan CS x, y x y mempunyai bentuk n a i b i i=1 [ n ] 1/2 [ n a i 2 i=1 i=1 b i 2 ] 1/2 Pertaksamaan segitiga x + y x + y mempunyai bentuk [ n ] 1/2 a i + b i 2 i=1 [ n ] 1/2 [ n a i 2 i=1 i=1 b i 2 ] 1/2 Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 10 / 12

Misalkan V ruang hasil kali dalam. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 11 / 12

Misalkan V ruang hasil kali dalam. Dua vektor x, y disebut orthogonal jika x, y = 0. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 11 / 12

Misalkan V ruang hasil kali dalam. Dua vektor x, y disebut orthogonal jika x, y = 0. Himpunan S disebut himpunan orthonormal jika x, y S dengan x = y dua vektor tersebut saling orthogonal. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 11 / 12

Misalkan V ruang hasil kali dalam. Dua vektor x, y disebut orthogonal jika x, y = 0. Himpunan S disebut himpunan orthonormal jika x, y S dengan x = y dua vektor tersebut saling orthogonal. Misalkan V ruang hasil kali dalam. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 11 / 12

Misalkan V ruang hasil kali dalam. Dua vektor x, y disebut orthogonal jika x, y = 0. Himpunan S disebut himpunan orthonormal jika x, y S dengan x = y dua vektor tersebut saling orthogonal. Misalkan V ruang hasil kali dalam. Vektor x disebut unit jika x = 1 Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 11 / 12

Misalkan V ruang hasil kali dalam. Dua vektor x, y disebut orthogonal jika x, y = 0. Himpunan S disebut himpunan orthonormal jika x, y S dengan x = y dua vektor tersebut saling orthogonal. Misalkan V ruang hasil kali dalam. Vektor x disebut unit jika x = 1 Himpunan S disebut orthonormal jika S himpunan orthogonal dan setiap anggota di S merupakan vektor unit. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 11 / 12

Himpunan S = { 1 2 (1, 1, 0), 1 3 (1, 1, 1), } 1 ( 1, 1, 2) 6 merupakan himpunan orthonormal! Ujilah! Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 12 / 12

Himpunan S = { 1 2 (1, 1, 0), 1 3 (1, 1, 1), } 1 ( 1, 1, 2) 6 merupakan himpunan orthonormal! Ujilah! H kumpulan semua fungsi kontinu di [0, 2π]. Perhatikan bahwa {sin nx : x [0, 2π]} memenuhi 2π 2π ( 1 sin nx sin mxdx = 0 0 2 cos (mx nx) 1 ) cos (mx + nx) 2 = 0 jika m = n dx Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 12 / 12

Himpunan S = { 1 2 (1, 1, 0), 1 3 (1, 1, 1), } 1 ( 1, 1, 2) 6 merupakan himpunan orthonormal! Ujilah! H kumpulan semua fungsi kontinu di [0, 2π]. Perhatikan bahwa {sin nx : x [0, 2π]} memenuhi 2π 2π ( 1 sin nx sin mxdx = 0 0 2 cos (mx nx) 1 ) cos (mx + nx) 2 = 0 jika m = n dan 2π 0 sin 2 nxdx = π dx Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 12 / 12

Himpunan S = { 1 2 (1, 1, 0), 1 3 (1, 1, 1), } 1 ( 1, 1, 2) 6 merupakan himpunan orthonormal! Ujilah! H kumpulan semua fungsi kontinu di [0, 2π]. Perhatikan bahwa {sin nx : x [0, 2π]} memenuhi 2π 2π ( 1 sin nx sin mxdx = 0 0 2 cos (mx nx) 1 ) cos (mx + nx) 2 = 0 jika m = n dan 2π { } Himpunan S = π 1 sin nx : n N 0 sin 2 nxdx = π dx merupakan himpunan orthonormal. Wono Setya Budhi (KKAG FMIPA ITB) Ruang Hasil Kali Dalam v 0.1 Maret 2015 12 / 12