PENGEMBANGAN ALGORITMA EXPECTATION MAXIMIZATION (EM) PADA METODE PENDUGAAN RANDOM DAN FIXED EFFECT PADA MODEL GLMMs
|
|
|
- Yandi Budiaman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGEMBANGAN ALGORIMA EXPECAION MAXIMIZAION (EM PADA MEODE PENDUGAAN RANDOM DAN FIXED EFFEC PADA MODEL GLMMs A. A. R. Fernandes dan W. H. Nugroho Staf Pengaar Program Stud Statstka Jurusan Matematka FMIPA UB ABSRAK Beberapa varabel respon berkategor yang hanya memlk dua kelompok atau golongan dalam pengamatan pada setap subyeknya dklasfkaskan menad sukses atau gagal. Konds sepert n cenderung berdstrbus bnomal. Keadan berdstrbus bnomal serngkal dtemukan pada varabel respon yang salng berkorelas untuk data longtudnal. Data longtudnal dengan varabel respon berdstrbus bnomal dapat dmodelkan dalam Generalzed Lnear Med Models (GLMMs. GLMMs basa dgunakan untuk memodelkan data longtudnal pada peneltan klnk maupun stud epdemolog sepert penyakt kanker dan lannya. uuan dar peneltan n adalah ngn mengu apakah algortma Epecaton Mamzaton (EM untuk menduga parameter model GLMMs lebh bak darpada algortma yang basa dgunakan yatu algortma Newton Rhapson (NR. Peneltan n menggunakan smulas empat data peneltan d bdang kesehatan. Berdasarkan atas data peneltan, dapat dsmpulkan bahwa algortma EM lebh bak untuk menduga parameter model GLMMs dbandngkan dengan algortma NR. Kata kunc: GLMMs, algortma EM, dan algortma NR ABSRAC Some uncategorzed response varables havng only two groups or classes n the observatons on each subect should be classfed as successful or faled. Condtons such as these tend to the bnomal dstrbuton. Geness bnomal dstrbuton s often found n the response varables correlated to longtudnal data. Longtudnal data wth bnomal dstrbuted response varables can be modeled n Generalzed Lnear Med Models (GLMMs. GLMMs are a popular way to model longtudnal data arsng n clncal trals and epdemologcal studes of cancer and other dseases. he purpose of ths research s to consder the use of the Epecaton Mamzaton (EM algorthm for parameter estmaton of GLMMs model, and comparng the result wth classcal algorthm, called Newton Rhapson (NR. he approach s llustrated by applcaton to four datasets whch appled n medcal research for smulaton study. Based from the four datasets, we can conclude that the EM algorthm s the best soluton to estmate the parameter n GLMMs rather than NR algorthm. Keywords: GLMMs, NR algorthms, and EM algorthms
2 PENDAHULUAN Dalam duna nyata serng dtemu keadan yang memlk dua kemungknan, msalkan sehat atau sakt, huan atau tdak, dan lan sebaganya, d mana tpe data tersebut dsebut data bner. Secara umum data bner n dasumskan menyebar bnomal, yang dnotaskan dalam bentuk sukses (angka, atau gagal (angka. Data longtudnal adalah data yang dperoleh dar pengukuran berulang (repeated measures pada beberapa ndvdu (unt cross-sectonal dalam waktu berturutturut (unt waktu. Verbekke dan Molenberghs [] memperkenalkan metode analss Generalzed Lnear Med Model (GLMMs yang dgunakan pada data longtudnal dengan respon bnom. Pada model GLMMs, terdapat dua efek yang dduga, yatu pertama, efek tetap (fed effect adalah efek dar adanya perlakuan (treatment dan efek dar adanya concomttant varables (varabel penyerta, dan kedua, efek acak (random effect yatu efek dar adanya perbedaan antar ndvdu (subect specfc. Kedua metode tersebut secara smultan dduga dengan pendekatan Mamum Lkelhood (ML untuk pendugaan efek tetap, dan Restrcted Mamum Lkelhood (REML untuk pendugaan efek acak, dengan bantuan pendekatan teras Newton Rhapson (NR. Belakangan n, muncul beberapa kelemahan yang terad dalam algortma Newton Rhapson (NR sepert hasl yang muncul dalam algortma tersebut adalah ragam yang negatf, yang menmbulkan nadmssble soluton yatu solus yang tdak dapat dterma. Meng dan Dyk [] telah mengembangkan algortma Epectaton Mamzaton yang menggunakan dua langkah (penduga, dan maksmsas, pada model med effect dengan kasus respon kuanttatf (data berskala nterval dan raso. Oleh karena tu, pada peneltan n mengangkat pengembangan algortma Epectaton Mamzaton (EM pada metode pendugaan efek tetap (fed effect dengan menggunakan ML, dan pada metode pendugaan efek acak (random effect dengan menggunakan REML pada model GLMMs, yang merupakan keberlanutan dar peneltan yang dlakukan oleh Meng dan Dyk [], d mana perbedaannya, pada peneltan n melbatkan varabel respon bnom. Pada peneltan n ngn sekalgus membandngkan apakah algortma EM lebh bak dbandngkan algortma NR, dengan melhat nla goodness of ft yatu Akake Informaton Crteron (AIC dar kedua algortma tersebut. uuan dan Manfaat Peneltan Adapun tuuan peneltan yang akan dperoleh adalah melakukan pendugaan parameter pada model GLMMs menggunakan algortma EM, sekalgus, mengu kebakan algortma EM dengan NR, menggunakan nla AIC yang terkecl. Sedangkan manfaat peneltan adalah sebaga alternatf penyelesaan masalah pada analss data longtudnal dengan respon bnom, dan pengembangan algortma EM pada model longtudnal dharapkan agar dapat dgunakan sebaga alternatf terbak untuk pendugaan parameter model, sehngga tdak akan terad lag n admssble soluton. INJAUAN EORI Generalzed Lnear Med Model (GLMMs Generalzed Lnear Med Model (GLMMs adalah pengembangan dar Generalzed Lnear Model (GLMs. Model GLMs untuk respon bnom dkenal dengan regres logstk. Agrest [3] menyatakan, ka terdapat varabel respon Y dan adalah peluang sukses bag varabel Y, maka:, P(Y Y, P(Y Jka banyaknya percobaan yang dnotaskan dengan n sebanyak maka Y mengkut sebaran Bernoull, dan ka n maka Y mengkut sebaran Bnomal (n,. Sehngga dperoleh model logstk sebaga berkut (Fahrmer, dan Gerhard, [4]: ln X... px p ep( o... p p ep(... g( = o ln g( adalah lnk functon logt dar sebaran bnom Generalzed Lnear Med Models (GLMMs merupakan perluasan dar Generalzed Lnear Models (GLMs untuk data berkorelas sepert pada data longtudnal dengan menambahkan efek acak pada persamaannya. Varabel respon dalam GLMMs dasumskan salng bebas dengan penambahan efek acak pada masng-masng subyek. Secara umum model dalam GLMMs adalah : g( = X β + Z b + e b N (,D, dan e N (,R d mana : S : subyek pengamatan, =,,3,,N W : pengamatan masng-masng subyek, =,,3,,n g( : fungs lnk (logt X Z b : nla tengah untuk subyek ke-, pengamatan ke- : vektor kovarat untuk efek tetap subyek ke, pengamatan ke- : penduga efek tetap : vektor kovarat efek acak untuk subyek ke, pengamatan ke- : penduga efek acak untuk subyek ke- p p
3 e : galat model D : ragam efek acak R : ragam galat Menurut Saavedra [5], asums dalam GLMMs adalah :. Nla ekspektas dar varabel respon berhubungan dengan kovarat dan efek acak sepert : g( = g E( Y b = X β + Z b. Pemberan b untuk masng-masng subyek sehngga y,..., y n dasumskan salng bebas, dan mengkut GLMs d mana y memlk fungs kepekatan keluarga eksponensal f( y β,d,σ d mana D merupakan matrks peragam. 3. Efek acak b salng bebas dengan mengkut dstrbus normal, b ~ N (, D GLMMs dapat dgunakan untuk menganalss data longtudnal dskrt, termasuk untuk respon bnom (Hardn dan Hlbe, [6]. Hubungan antara varabel respon dengan parameter efek tetap dan efek acak sepert pada persamaan berkut : Y b ~ Bernoull( ln = X β + Z b Perbedaan antara persamaan d atas dengan persamaan sebelumnya adalah pada penyertaan efek acak b d dalam model, fungs efek acak dalam persamaan d atas adalah untuk mengatas korelas antar masng-masng pengamatan yang mungkn tmbul dalam data longtudnal. Efek acak merupakan komponen varas yang tdak delaskan dalam varabel predktor. Sedangkan efek tetap merupakan pengaruh yang dtmbulkan oleh varabel predktor. Menurut Molenberghs dan Verbekke [] efek acak dapat dduga dengan metode Mamum Lkelhood (ML, yatu ddapatkan dengan mengntegralkan efek acak. Menurut Jang [7], persamaan lkelhood untuk masng-masng subyek adalah : N N n, D f y, D f y b, f b D L( Algortma Newton Rhapson (NR Untuk menyelesakan persamaan dalam model GLMMs tdaklah mudah karena β yang akan dduga bersfat nonlner, untuk tu dperlukan metode teras. Menurut Khur [8], teras perlu dlakukan ka nla optmum tdak dapat dperoleh secara langsung. Metode teras yang dgunakan adalah algortma Newton Raphson (NR. Pendekatan NR secara umum ddefnskan sebaga berkut: Suatu ttk pada suatu fungs f( yang nonlner ddekat dengan menggunakan metode Newton Raphson adalah (Verbekke dan Molenberghs, [] : db ( t ( f ''( f '( ( t ( t t d mana : (t+ : ttk hasl teras ke-t+ (t : ttk awal atau ttk hasl teras ke-t f ( : turunan pertama dar f( f (: turunan kedua dar fungs f( Analog dengan persamaan d atas, maka persamaan pendekatan untuk parameter β adalah : ( t d mana ( t ( H k ( t ( H ( t ( k g N ( k ( t k N ep( = X V - X V - adalah matrks dagonal dengan elemen N ( ep( H - adalah matrks ragam koragam yang merupakan nvers dar H ( ( t g y N ( ( y N = X (Y - maka penduga efek tetap β(r+ = β(r + (X V - X - (X (Y - dengan cara yang sama, penduga efek tetap dperoleh: b(r+ = b (r + DZ V - (Y - Persamaan n harus dselesakan secara teras (r adalah ndeks untuk tap teras, dengan r =,,,, proses n dulang sampa dperoleh β dan b yang konvergen atau ( t ( t. β danggap konvergen ka nla δ kurang dar -6. Adanya keterkatan antara kedua persamaan d atas menyebabkan kemungknan algortma NR memberkan hasl yang tdak konvergen, dan bahkan mencptakan ragam yang negatf karena adanya dua ragam yang dgunakan untuk kedua persamaan, yatu ragam galat model dan ragam efek acak. Algortma Epectaton Mamzaton (EM Algortma EM pada hakekatnya sepert yang telah dtelt oleh Meng [] adalah perbakan dar algortma NR untuk pendekatan model longtudnal pada respon kontnyu. Pada persamaan sebelumnya, R adalah ragam galat, dengan menggunakan pendekatan berkut: R = I n, untuk =,,, n d mana b dan e dbawah asums normaltas yatu b N (,D, dan e N (,R, maka metode Mamum Lkelhood untuk mengestmas dan D menad: 3
4 ˆ N Dˆ n e b b e Persamaan d atas adalah M-step (Mamzaton Step pada EM-Algortma, karena e dan b adalah tdak dketahu. Langkah algortma EM adalah menggant dan D dengan: = E( ˆ y, =ˆ = = N e e n tr(v D = E( Dˆ y, =ˆ D = n b b D DZ V ZD Bagan kanan persamaan d atas, ragam dan D belum dketahu, sehngga dgant dengan ˆ dan Dˆ pada persamaan d atas sebaga nla awal. Dengan teras, nla ˆ dan Dˆ akan d update menggunakan persamaan d atas dengan menggunakan pendekatan algortma EM, sehngga skema algortma EM adalah sebaga berkut: etapkan r =,,,... adalah urutan teras, dan ˆ (r dan bˆ adalah nla duga parameter efek tetap dan (r efek acak pada teras ke r. Langkah-langkah pendugaan parameter dengan algortma EM adalah sebaga berkut: Langkah : Menetapkan r =, ˆ (r = dan Dˆ = I (r n Langkah : Menetapkan r = r +, update persamaan ˆ dan (r bˆ menggunakan: (r ˆ X Vˆ X X Vˆ ( r (r (r y bˆ D Z Vˆ (y X ˆ ( r (r (r d mana Vˆ Z Dˆ Z ˆ (r I (r (r Langkah : Memperbaharu nla ˆ (r dan Dˆ (r Dˆ = n b b Dˆ Dˆ Z Vˆ Z Dˆ ˆ (r = N e(r e ˆ r (r n ˆ (r tr(v ~ (r (r d mana (r r ˆ - Z bˆ n (r (r (r (r (r e (r = y - X (r (r Langkah 3: Mengulang langkah dan hngga konvergen yatu 6 (r (r Indkator Pembandng Algortma NR dan EM Pemlhan algortma terbak dengan menggunakan AIC (Akake Informaton Crtera, yang ddefnskan pada persamaan berkut: AIC = -loglkelhood + p p adalah banyaknya parameter yang destmas. Menurut Agrest (, algortma terbak adalah algortma yang menghaslkan nla AIC terkecl. MEODE PENELIIAN Data yang dperoleh adalah dua data prmer dar pasen penderta demam berdarah, dan pasen penderta decubtus wound, dan dua data sekunder dar pasen Age Related Macular Degeneraton (ARMD, dan percobaan pada tkus haml. Metode yang dgunakan dalam peneltan n adalah terngkas pada langkah-langkah berkut:. Pembentukan model regres logstk sebaga nsalsas efek tetap dalam GLMMs. Eksploras data : a. Mean profle, untuk mengetahu pengaruh efek tetap b. Varance profle, untuk mengetahu pengaruh efek acak c. Concomtant varable, untuk mengetahu pengaruh varabel penyerta. 3. Pembentukan model tentatf dengan penentuan umlah efek tetap awal dan efek acak sementara. Efek tetap dan efek acak sementara dperoleh dar eksploras data, ka mean profle dan varance profle berpengaruh maka perlu adanya penyertaan efek acak dan efek tetap dalam model. 4. Pendugaan parameter efek tetap dan acak menggunakan metode Mamum Lkelhood (ML dan Restrcted Mamum Lkelhood (REML dengan algortma NR dan EM. Apabla dperoleh nla yang sgnfkan maka beranak ke tahap selanutnya, namun bla konds n tdak dpenuh kembal ke tahap pembentukan model awal (tahap Pemerksaan sgnfkans penduga parameter efek tetap pada model awal, bla terdapat efek tetap (selan efek tetap waktu yang tdak sgnfkan maka kembal ke tahap 3 dan membentuk kembal model awal tanpa mengkutsertakan efek tetap selan waktu yang tdak sgnfkan tersebut ke dalam model. 6. Menghtung nla loglkelhood semua model efek acak. Nla loglkelhood dbandngkan dengan menggunakan lkelhood rato test, model efek acak ddapat dar nla lkelhood rato test yang sgnfkan dengan nla -loglkelhood terkecl. 7. Pemlhan efek tetap berdasarkan efek acak yang telah dtentukan pada tahap 5. Model efek tetap dperoleh dar nla AIC model secara keseluruhan dengan menyertakan efek acak yang telah dketahu. 8. Pemerksaan sgnfkans kembal terhadap efek tetap setelah penyertaan efek acak ke dalam model. 9. Membandngkan hasl pendekatan pendugaan parameter dengan metode ML menggunakan algortma NR dan EM menggunakan nla AIC. 4
5 Pembentukan model longtudnal Generalzed Lnear Med Model (GLMMs menggunakan bantuan software SAS 9..3 dan Splus 3. Penggunaan Splus 3 untuk membentuk macro Algortma NR, sedangkan penggunaan SAS 9..3 untuk menalankan GLMMs dengan algortma EM. Prpors Kesembuhan HASIL DAN PEMBAHASAN Eksploras Data Eksploras data yang melput mean profle, varance profle dan concomntant structure merupakan tahap awal pembentukan model data longtudnal menggunakan Generalzed Lnear Med Model (GLMMs yang berguna untuk membentuk model awal Eksploras mean profle menggambarkan perubahan perubahan propors keadan sukses untuk keseluruhan subyek setap unt waktu. Eksploras varance profle bertuuan untuk mengetahu adanya pengaruh efek acak. Efek acak perlu dtambahkan pada model ka dalam grafk varance profle terdapat fluktuas nla resdual setap unt waktu. Eksploras terhadap concomtant varable perlu uga untuk dlakukan. Pengaruh varabel pengrng tdak dapat dabakan karena varabel pengrng dapat mempengaruh respon. Berkut dsakan eksploras data pertama tentang pasen penderta demam berdarah (data pertama, sebaga berkut: Propors Kesembuhan Resdual Propors Kesembuhan Waktu (Har Kontrol Gambar. Mean profle Waktu (Har Keragaman Gambar. Varance profle Jens Kelamn = Pra = Wanta Gambar 3. Concomtant: Jens Kelamn Umur (tahun Gambar 4. Concomtant: Usa Berdasarkan Gambar d atas menunukkan adanya kecenderungan penngkatan propors kesembuhan pasen yang menunukkan adanya penambahan efek tetap dalam model GLMMs yang akan dbentuk. Gambar menunukkan adanya perubahan keragaman respon mengndkaskan perlu menyertakan efek acak selan efek tetap ke dalam model tentatf. Dar Gambar 3 dan 4 dapat dketahu bahwa masng-masng varabel yatu ens kelamn (se memlk pengaruh yang relatf sama antara pra dan wanta, sehngga perlu dpertmbangkan penyertaan varabel se. Sedangkan pada varabel usa (age, grafk yang terbentuk relatf berbeda untuk masng-masng umur, sehngga varabel usa tetap dsertakan dalam model. Pembentukan Model GLMMs Dar hasl eksploras memperlhatkan bahwa keempat data layak untuk dlakukan pemodelan. Hasl pendugaan model Generalzed Lnear Med Model (GLMMs untuk data pertama yatu data mengena pasen penderta demam berdarah, dsakan sebaga berkut: abel Pendugaan Parameter GLMMs Model dengan Algortma NR data pertama Intersep Waktu Perlakuan J. Kelamn abel Pendugaan Parameter GLMMs Model dengan Algortma EM data pertama Intersep Waktu Perlakuan J. Kelamn Dar tabel d atas dapat kta lhat bahwa varabel tme sgnfkan pada α sebesar 5% untuk kedua algortma. Nla penduga bertanda postf mengndkaskan adanya penngkatan kesembuhan pasen penderta demam berdarah sepanang waktu 5
6 hngga 4 har. Sedangkan untuk varabel penyerta usa, terlhat adanya pengaruh yang sgnfkan dan postf pada kedua algortma. Artnya, semakn muda pasen, tngkat kesembuhan semakn tngg. erlhat pula pada kedua algortma untuk varabel penyerta ens kelamn terlhat pengaruh yang sgnfkan terhadap penngkatan kesembuhan pasen penderta demam berdarah. Mengngat ens kelamn adalah varabel dummy (: pra, dan : wanta, mengndkaskan wanta memlk tngkat kesembuhan yang lebh cepat ka dbandngkan pra. Secara keseluruhan, dua penduga parameter, dengan menggunakan metode Newton Rhapson maupun Epectaton Mamzaton tdak menunukkan perbedaan yang berart. Hasl pendugaan model Generalzed Lnear Med Model (GLMMs untuk data kedua tentang pasen penderta decubtus wound sebaga berkut: abel 3 Pendugaan Parameter GLMMs Model dengan Algortma NR data kedua Intersep Waktu Perlakuan Usa J. Kelamn abel 4 Pendugaan Parameter GLMMs Model dengan Algortma EM data kedua Intersep Waktu Perlakuan Usa J. Kelamn Dar abel 3 dan 4 memperlhatkan bahwa kedua algortma pendugaan parameter menunukkan perbedaan yang cukup besar, bak tu dlhat dar sgnfkans nla pendugaan, maupun besarnya nla dugaan tu. Pada pendugaan parameter dengan algortma NR memperlhatkan adanya pengaruh waktu, usa, dan ens kelamn pasen terhadap respon penderta decubtus wound. Sedangkan pada pendugaan parameter dengan algortma EM memperlhatkan hanya pengaruh waktu dan ens kelamn pasen saa yang berpengaruh terhadap respon penderta decubtus wound. Hasl pendugaan GLMMs untuk data ketga tentang pasen penderta Age Related Macular Degeneraton (ARMD sebaga berkut: abel 5 Pendugaan Parameter GLMMs Model dengan Algortma NR data ketga Intersep Waktu Usa abel 6 Pendugaan Parameter GLMMs Model dengan Algortma EM data ketga Intersep Waktu Usa Dar tabel d atas terlhat kedua metode pendugaan parameter pada model GLMMs memperlhatkan hasl yang serupa pada sgnfkans nla pendugaan, akan tetap menunukkan hasl yang berbeda pada nla duganya. erlhat adanya evolus (perubahan pada tap waktu dar respon pasen penderta Age Related Macular Degeneraton (ARMD. Untuk pendugaan dengan menggunakan algortma NR, terlhat bahwa dar mnggu ke mnggu, pasen penderta ARMD dapat sembuh sebesar ep(.44 atau.495 kal lebh bak dar mnggu sebelumnya. Sedangkan untuk pendugaan dengan menggunakan algortma EM, terlhat bahwa dar mnggu ke mnggu, pasen penderta ARMD dapat sembuh sebesar ep(.54 atau.89 kal lebh bak dar mnggu sebelumnya. Hasl pendugaan GLMMs untuk data keempat tentang pemberan daun srh dan hdrogen peroksda pada tkus haml sebaga berkut: abel 7 Pendugaan Parameter GLMMs Model dengan Algortma NR data keempat Intersep me Perlakuan Bobot abel 8 Pendugaan Parameter GLMMs Model dengan Algortma EM data keempat Intersep me Perlakuan Bobot Pada tabel d atas memperlhatkan bahwa kedua algortma pendugaan parameter menunukkan perbedaan yang cukup besar, bak tu dlhat dar 6
7 sgnfkans nla pendugaan, maupun besarnya nla dugaan tu. Pada pendugaan parameter dengan algortma NR memperlhatkan adanya pengaruh waktu dan efek perlakukan pemberan daun srh dan hdrogen peroksda dengan penngkatan arngan nekrotk pada tkus haml. Sedangkan pada pendugaan parameter dengan algortma EM memperlhatkan hanya pengaruh waktu saa yang berpengaruh terhadap penngkatan arngan nekrotk pada tkus haml. Perbandngan Algortma NR dan EM pada Model GLMMs Berdasarkan hasl pendugaan parameter model GLMMs, bak tu dar sgnfkans nla pendugaan, maupun besarnya nla duga cenderung memberkan perbedaan pada kedua algortma yatu Algortma NR dan Algortma EM. Untuk mengu algortma mana yang terbak, menggunakan krtera Akake Informaton Crteron (AIC, d mana algortma terbak adalah algortma yang menghaslkan nla AIC terkecl. abel berkut merangkum nla AIC maupun umlah teras pada masng-masng algortma, dan persen keefektfan. abel 9 Hasl Perbandngan Algortma NR dan EM Jumlah Iteras AIC Data ke- NR EM NR EM Data Data Data Data Dar tabel d atas dapat dlhat bahwa nla AIC terendah pada keempat data peneltan dhaslkan oleh algortma Epectaton Mamzaton (EM. erlhat pula umlah teras yang dperlukan algortma EM untuk mencapa ttk konvergen dalam pendugaan parameter lebh sedkt ka dbandngkan umlah teras dengan algortma NR pada data yang sama. Dengan demkan dapat dsmpulkan bahwa pendugaan parameter model Generalzed Lnear Med Model (GLMMs dengan algortma Epectaton Mamzaton (EM memberkan hasl yang lebh bak dbandngkan dengan algortma Newton Rhapson (NR. KESIMPULAN DAN SARAN Kesmpulan Dar hasl peneltan yang dlakukan dapat dambl kesmpulan sebaga berkut:. Algortma Epectaton Mamzaton (EM dapat dgunakan untuk menduga parameter pada model Generalzed Lnear Med Model (GLMMs. Hal n terlhat dengan terbentuknya model pada keempat data peneltan dengan menggunakan algortma EM.. Algortma Epectaton Mamzaton (EM lebh bak dbandngkan algortma Newton Rhapson (NR yang saat n kerapkal dgunakan dalam menduga parameter model GLMMs. Hal n terlhat dar keempat data peneltan, nla AIC algortma EM lebh kecl darpada nla AIC algortma NR. Saran Dar hasl peneltan n dsarankan beberapa hal sebaga berkut:. Algortma EM dapat dgunakan sebaga penyelesaan masalah pada analss data longtudnal dengan respon bnom, dan cenderung dapat menngkatkan akuras model yang lebh bak, ka dbandngkan algortma NR yang saat n lebh serng dgunakan. Sehngga dapat dsarankan bahaw pengembangan EM n adalah alternatf terbak pendugaan parameter model GLMMs.. Pada peneltan selanutnya dsarankan untuk menggunakan krtera p-value yang kut menetapkan pemlhan algortma terbak. Dsarankan pula untuk mempelaar pengembangan algortma EM pada analss data longtudnal dengan respon ordnal maupun respon poson. DAFAR PUSAKA [] Molenbergs.G., dan Verbekke, G., 5. Model for Dscrete Longtudnal Data. Sprnger Seres n statstcs. New York:Sprnger Verlag. [] Meng, X, dan Dyk, D. 8. Fast EM ype Implementatons for Med Effect Models. Journal of the Royal Statstcal Socety. Seres B. Vol. 6, No. 3. Pp [3] Agrest, A.. An Introducton to Categorcal Data Analyss. John Wley & Sons. New York. [4] Fahrmer, L. dan. Gerhard Multvarate Statstcal Modellng Based on Generalzed Lner Models. John Wlley dan Sons, New York. [5] Saavedra, P.A.. 6. Percentle Curves In Bnary Longtudnal Data. anggal akses : 8 Oktober. [6] Hardn, J. W. dan J. Hlbe. 7. Generalzed Lnear Models and Etensons. Stata Press. eas [7] Jang, J. 7. Lnear and Generalzed Lnear Med Models and her Applcaton. Sprnger Seres n Statstcs. New York. [8] Khur, A. 3. Advanced Calculus wth Applcaton In Statstcs. John Wley and Son. New Jersey. 7
PERBANDINGAN MODEL DATA RESPON BERGANDA BERULANG DARI SEBARAN NORMAL BAKU, LOGNORMAL, DAN GAMMA
Prosdng Semnar Nasonal Sans dan Penddkan Sans IX, Fakultas Sans dan Matematka, UKSW Salatga, 21 Jun 2014, Vol 5, No.1, ISSN :2087-0922 PERBANDINGAN MODEL DATA RESPON BERGANDA BERULANG DARI SEBARAN NORMAL
BAB IV CONTOH PENGGUNAAN MODEL REGRESI GENERALIZED POISSON I. Kesulitan ekonomi yang tengah terjadi akhir-akhir ini, memaksa
BAB IV CONTOH PENGGUNAAN MODEL REGRESI GENERALIZED POISSON I 4. LATAR BELAKANG Kesultan ekonom yang tengah terjad akhr-akhr n, memaksa masyarakat memutar otak untuk mencar uang guna memenuh kebutuhan hdup
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (1822 1911). Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang
BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c
6 A PEMAHASA Pada bab sebelumnya telah dbahas teor-teor yang akan dgunakan untuk menyelesakan masalah program lner parametrk. Pada bab n akan dperlhatkan suatu prosedur yang lengkap untuk menyelesakan
BAB I PENDAHULUAN. Analisis regresi merupakan metode statistika yang digunakan untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Analss regres merupakan metode statstka ang dgunakan untuk meramalkan sebuah varabel respon Y dar satu atau lebh varabel bebas X, selan tu juga dgunakan untuk
BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN
BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN III.1 Hpotess Berdasarkan kerangka pemkran sebelumnya, maka dapat drumuskan hpotess sebaga berkut : H1 : ada beda sgnfkan antara sebelum dan setelah penerbtan
Rahmadeni 1, Zulya Desmita 2 ABSTRAK. Kata Kunci: Overdispersi, Regresi Binomial Negatif, Regresi Generalized Poisson, Regresi Poisson.
Jurnal Sans Matematka dan Statstka, Vol. No. Jul 16 ISSN 46-454 Perbandngan Model Regres Generalzed Posson Dan Bnomal Negatf Untuk Mengatas Overdspers Pada Regres Posson (Stud Kasus: Penderta Flarass d
ANALISIS PEUBAH RESPON BINER
Analss Peubah Respon Bner... (Ksmantn) ANALISIS PEUBAH RESPON BINER Ksmantn Jurusan Penddkan Matematka FMIPA Unverstas Neger Yogyakarta Abstrak Pada regres lner klask, peubah respon dasumskan merupakan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PRESTASI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMASTER PERTAMA DENGAN MOTODE REGRESI LOGISTIK BINER
UNIVERSITAS DIPONEGORO 013 ISBN: 978-60-14387-0-1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PRESTASI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMASTER PERTAMA DENGAN MOTODE REGRESI LOGISTIK BINER Saftr Daruyan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Analsa Regres Dalam kehdupan sehar-har, serng kta jumpa hubungan antara satu varabel terhadap satu atau lebh varabel yang lan. Sebaga contoh, besarnya pendapatan seseorang
Configural Frequency Analysis untuk Melihat Penyimpangan pada Model Log Linear
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 Confgural Frequency Analyss untuk Melhat Penympangan pada Model Log Lnear Resa Septan Pontoh 1, Def Y. Fadah 2 1,2 Departemen Statstka FMIPA
2. ANALISIS DATA LONGITUDINAL
. ANALISIS DATA LONGITUDINAL Data longtudnal merupakan salah satu bentuk data berkorelas. Pada data longtudnal, peubah respon dukur pada beberapa ttk waktu untuk setap subyek. Dalam stud longtudnal dmungknkan
PEMODELAN KARAKTERISTIK TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN LOG LINEAR
PEMODELAN KARAKTERISTIK TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN LOG LINEAR Resa Septan Pontoh 1), Neneng Sunengsh 2) 1),2) Departemen Statstka Unverstas Padjadjaran 1) [email protected],
Bab III Analisis Rantai Markov
Bab III Analss Ranta Markov Sstem Markov (atau proses Markov atau ranta Markov) merupakan suatu sstem dengan satu atau beberapa state atau keadaan, dan dapat berpndah dar satu state ke state yang lan pada
Matematika dan Statistika
ISSN 4-6669 Volume, Jun MAJALAH ILMIAH Matematka dan Statstka DITERBITKAN OLEH: JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS JEMBER Maalah Ilmah Matematka dan Statstka Volume, Jun MODEL UNTUK DATA BERDISTRIBUSI
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB PENDAHULUAN. Latar Belakang Dalam kehdupan sehar-har, serngkal dumpa hubungan antara suatu varabel dengan satu atau lebh varabel lan. D dalam bdang pertanan sebaga contoh, doss dan ens pupuk yang dberkan
OVERDISPERSI PADA REGRESI LOGISTIK BINER MENGGUNAKAN METODE BETA BINOMIAL
OVERDISPERSI PADA REGRESI LOGISTIK BINER MENGGUNAKAN METODE BETA BINOMIAL Heru Wbowo, Suyono, Wdyant Rahayu Program Stud Matematka, Fakultas Matematka dan Ilmu Pengetahuan Alam, Unverstas Neger Jakarta
Penerapan Prosedur Firth untuk Mengatasi Pemisahan (Separation) pada Model Regresi Probit Biner
Prosdng SI MaNIs (Semnar Nasonal Integras Matematka dan Nla Islam) Vol.1, No.1, Jul 017, Hal. 18-134 p-issn: 580-4596; e-issn: 580-460X Halaman 18 Penerapan Prosedur Frth untuk Mengatas Pemsahan (Separaton)
BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi.
BAB LANDASAN TEORI Pada bab n akan durakan beberapa metode yang dgunakan dalam penyelesaan tugas akhr n. Selan tu penuls juga mengurakan tentang pengertan regres, analss regres berganda, membentuk persamaan
ANALISIS REGRESI REGRESI NONLINEAR REGRESI LINEAR REGRESI KUADRATIK REGRESI LINEAR SEDERHANA REGRESI LINEAR BERGANDA REGRESI KUBIK
REGRESI NON LINIER ANALISIS REGRESI REGRESI LINEAR REGRESI NONLINEAR REGRESI LINEAR SEDERHANA REGRESI LINEAR BERGANDA REGRESI KUADRATIK REGRESI KUBIK Membentuk gars lurus Membentuk Gars Lengkung Regres
Pendeteksian Data Pencilan dan Pengamatan Berpengaruh pada Beberapa Kasus Data Menggunakan Metode Diagnostik
Pendeteksan Data Penclan dan Pengamatan Berpengaruh pada Beberapa Kasus Data Menggunakan Metode Dagnostk Sally Indra 1, Dod Vonanda, Rry Srnngsh 3 1 Student of Mathematcs Department State Unversty of Padang,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. penerapan Customer Relationship Management pada tanggal 30 Juni 2011.
44 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1 Penyajan Data Peneltan Untuk memperoleh data dar responden yang ada, maka dgunakan kuesoner yang telah dsebar pada para pelanggan (orang tua sswa) d Kumon
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dalam memlh sesuatu, mula yang memlh yang sederhana sampa ke hal yang sangat rumt yang dbutuhkan bukanlah berpkr yang rumt, tetap bagaman berpkr secara sederhana. AHP
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB PEDAHULUA. Latar Belakang Rsko ddentfkaskan dengan ketdakpastan. Dalam mengambl keputusan nvestas para nvestor mengharapkan hasl yang maksmal dengan rsko tertentu atau hasl tertentu dengan rsko yang
BAB VB PERSEPTRON & CONTOH
BAB VB PERSEPTRON & CONTOH Model JST perseptron dtemukan oleh Rosenblatt (1962) dan Mnsky Papert (1969). Model n merupakan model yang memlk aplkas dan pelathan yang lebh bak pada era tersebut. 5B.1 Arstektur
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dgunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (18 1911).Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang selanjutnya
Analisis Regresi 1. Diagnosa Model Melalui Pemeriksaan Sisaan dan Identifikasi Pengamatan Berpengaruh. Pokok Bahasan :
Analss Regres Pokok Bahasan : Dagnosa Model Melalu Pemerksaan Ssaan dan Identfkas Pengamatan Berpengaruh Itasa & Y Angran Dep. Statstka FMIPA-IPB Ssaan Ssaan adalah menympangnya nla amatan y terhadap dugaan
EVALUASI TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN FIRST ORDER CONFIGURAL FREQUENCY ANALYSIS
EVALUASI TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN FIRST ORDER CONFIGURAL FREQUENCY ANALYSIS Resa Septan Pontoh Departemen Statstka Unverstas Padjadjaran [email protected] ABSTRAK.
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Peneltan Peneltan n merupakan stud ekspermen yang telah dlaksanakan d SMA Neger 3 Bandar Lampung. Peneltan n dlaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.
BINOMIAL NEGATIF VS GENERALIZED POISSON REGRESSION DALAM MENGATASI OVERDISPERSION PADA REGRESI POISSON
Semnar Nasonal Statstka IX Insttut Teknolog Sepuluh Nopember, 7 November 2009 BINOMIAL NEGATIF VS GENERALIZED POISSON REGRESSION DALAM MENGATASI OVERDISPERSION PADA REGRESI POISSON Oleh : A yunn Sofro
Analysis of Covariance (ANACOVA)
Analss of Covarance ANACOVA Bett Kash Paramtha Ihda Ihsana Gempur Safar Oleh: La Ftran Muhammad Alawdo Erma Aprlana Eka Setanngsh Prof Dr Sr Haratm Kartko Program Stud Statstka FMIPA Unverstas Gadah Mada
METODE REGRESI RIDGE UNTUK MENGATASI KASUS MULTIKOLINEAR
METODE REGRESI RIDGE UNTUK MENGATASI KASUS MULTIKOLINEAR Margaretha Ohyver Jurusan Matematka, Fakultas Sans dan Teknolog, Bnus Unversty Jl. Kh.Syahdan No.9, Palmerah, Jakarta 480 [email protected],
UJI NORMALITAS X 2. Z p i O i E i (p i x N) Interval SD
UJI F DAN UJI T Uj F dkenal dengan Uj serentak atau uj Model/Uj Anova, yatu uj untuk melhat bagamanakah pengaruh semua varabel bebasnya secara bersama-sama terhadap varabel terkatnya. Atau untuk menguj
Kecocokan Distribusi Normal Menggunakan Plot Persentil-Persentil yang Distandarisasi
Statstka, Vol. 9 No., 4 47 Me 009 Kecocokan Dstrbus Normal Menggunakan Plot Persentl-Persentl yang Dstandarsas Lsnur Wachdah Program Stud Statstka Fakultas MIPA Unsba e-mal : [email protected] ABSTRAK
PENELUSURAN KERAGAMAN DALAM BLOK PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK DENGAN INTERGRADIEN. Rita Rahmawati Program Studi Statistika FMIPA UNDIP
PENELUSURAN KERAGAMAN DALAM BLOK PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK DENGAN INTERGRADIEN Rta Rahmawat Program Stud Statstka FMIPA UNDIP Abstrak Dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), asums terpentng adalah
ANALISIS KOVARIANSI part 2
ANALISIS KOVARIANSI part Analss Kovarans merupakan suatu analss statstka untuk mengetahu pengaruh satu atau lebh varabel bebas terhadap varable terkat dengan memperhatkan satu atau lebh varable konkomtan
REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear
REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA Regres Lnear Tujuan Pembelajaran Menjelaskan regres dan korelas Menghtung dar persamaan regres dan standard error dar estmas-estmas untuk analss regres lner sederhana
TIN309 - Desain Eksperimen Materi #13 Genap 2016/2017 TIN309 DESAIN EKSPERIMEN
Mater #13 Genap 016/017 6 6 3 - T a u f q u r R a c h m a n 6 6 3 - T a u f q u r R a c h m a n Mater #13 TIN309 DESAIN EKSPERIMEN Prnsp Dasar ANCOVA merupakan teknk analss yang berguna untuk menngkatkan
ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)
Suplemen Respons Pertemuan ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) 7 Departemen Statstka FMIPA IPB Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Referens Waktu Korelas Perngkat (Rank Correlaton) Bag. 1 Koefsen Korelas Perngkat
EFISIENSI DAN AKURASI GABUNGAN METODE FUNGSI WALSH DAN MULTIGRID UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN INTEGRAL FREDHOLM LINEAR
EFISIENSI DAN AKURASI GABUNGAN METODE FUNGSI WALSH DAN MULTIGRID UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN INTEGRAL FREDHOLM LINEAR Masduk Jurusan Penddkan Matematka FKIP UMS Abstrak. Penyelesaan persamaan ntegral
BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan dan kestablan ekonom, adalah dua syarat pentng bag kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa. Dengan pertumbuhan yang cukup, negara dapat melanjutkan pembangunan
BAB III METODE PENELITIAN. berjumlah empat kelas terdiri dari 131 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas yang diambil dengan
7 BAB III METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel 1. Populas Populas dalam peneltan n adalah seluruh sswa kelas XI SMA Yadka Bandar Lampung semester genap tahun pelajaran 014/ 015 yang berjumlah empat
BAB 2 LANDASAN TEORI. diteliti. Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populasi disebut ukuran populasi,
BAB LANDASAN TEORI.1 Populas dan Sampel Populas adalah keseluruhan unt atau ndvdu dalam ruang lngkup yang ngn dtelt. Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populas dsebut ukuran populas, sedangkan suatu
ANALISIS PENGARUH IKLIM TERHADAP DEMAM BERDARAH (DBD) DI KABUPATEN SLEMAN MENGGUNAKAN REGRESI POISSON DAN REGRESI BINOMIAL NEGATIF
Template Artkel Prosdng Sendka 017 ANALISIS PENGARUH IKLIM TERHADAP DEMAM BERDARAH (DBD) DI KABUPATEN SLEMAN MENGGUNAKAN REGRESI POISSON DAN REGRESI BINOMIAL NEGATIF Ummu Ftryan 1), Jaka Nugraha ) 1 Departemen
MULTIVARIATE ANALYSIS OF VARIANCE (MANOVA) MAKALAH Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Multivariat yang dibimbing oleh Ibu Trianingsih Eni Lestari
MULTIVARIATE ANALYSIS OF VARIANCE (MANOVA) MAKALAH Untuk Memenuh Tugas Matakulah Multvarat yang dbmbng oleh Ibu Tranngsh En Lestar oleh Sherly Dw Kharsma 34839 Slva Indrayan 34844 Vvn Octana 34633 UNIVERSITAS
IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM
IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM Perancangan Sstem Sstem yang akan dkembangkan adalah berupa sstem yang dapat membantu keputusan pemodal untuk menentukan portofolo saham yang dperdagangkan d Bursa
PROPOSAL SKRIPSI JUDUL:
PROPOSAL SKRIPSI JUDUL: 1.1. Latar Belakang Masalah SDM kn makn berperan besar bag kesuksesan suatu organsas. Banyak organsas menyadar bahwa unsur manusa dalam suatu organsas dapat memberkan keunggulan
BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desan Peneltan Sebelum dlakukan peneltan, langkah pertama yang harus dlakukan oleh penelt adalah menentukan terlebh dahulu metode apa yang akan dgunakan dalam peneltan. Desan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Hpotess Peneltan Berkatan dengan manusa masalah d atas maka penuls menyusun hpotess sebaga acuan dalam penulsan hpotess penuls yatu Terdapat hubungan postf antara penddkan
(1.1) maka matriks pembayaran tersebut dikatakan mempunyai titik pelana pada (r,s) dan elemen a
Lecture 2: Pure Strategy A. Strategy Optmum Hal pokok yang sesungguhnya menad nt dar teor permanan adalah menentukan solus optmum bag kedua phak yang salng bersang tersebut yang bersesuaan dengan strateg
BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel
BAB LANDASAN TEORI. Analss Regres Regres merupakan suatu alat ukur yang dgunakan untuk mengukur ada atau tdaknya hubungan antar varabel. Dalam analss regres, suatu persamaan regres atau persamaan penduga
INFERENSI FUNGSI KETAHANAN DENGAN METODE KAPLAN-MEIER
Tatk Wdharh dan Naschah ska Andran (Inferens Fungs Ketahanan dengan Metode Kaplan-Meer INFERENI FUNGI KETAHANAN DENGAN METODE KAPLAN-MEIER Tatk Wdharh dan Naschah ska Andran Jurusan Matematka FMIPA UNDIP
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
BAB III METODE PENELITIAN Desan Peneltan Metode peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode deskrptf analts dengan jens pendekatan stud kasus yatu dengan melhat fenomena permasalahan yang ada
BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian. variable independen dengan variabel dependen.
BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Peneltan Jens peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah peneltan deskrptf dengan analsa kuanttatf, dengan maksud untuk mencar pengaruh antara varable ndependen
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Manova atau Multvarate of Varance merupakan pengujan dalam multvarate yang bertujuan untuk mengetahu pengaruh varabel respon dengan terhadap beberapa varabel predktor
PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI BERDASARKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA (PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS)
PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI BERDASARKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA (PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS) Wrayant ), Ad Setawan ), Bambang Susanto ) ) Mahasswa Program Stud Matematka FSM UKSW Jl. Dponegoro 5-6 Salatga,
BAB 1 PENDAHULUAN. dependen (y) untuk n pengamatan berpasangan i i i. x : variabel prediktor; f x ) ). Bentuk kurva regresi f( x i
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Analss regres merupakan analss statstk yang dgunakan untuk memodelkan hubungan antara varabel ndependen (x) dengan varabel ( x, y ) n dependen (y) untuk n pengamatan
EVALUASI METODE PENELUSURAN KERAGAMAN DALAM BLOK DENGAN ANALISIS INTERBLOK
Prosdng SPMIPA. pp. 147-15. 006 ISBN : 979.704.47.0 EVALUASI METODE PENELUSURAN KERAGAMAN DALAM BLOK DENGAN ANALISIS INTERBLOK Rta Rahmawat, I Made Sumertajaya Program Stud Statstka Jurusan Matematka FMIPA
KORELASI DAN REGRESI LINIER. Debrina Puspita Andriani /
KORELASI DAN REGRESI LINIER 9 Debrna Puspta Andran www. E-mal : [email protected] / [email protected] 2 Outlne 3 Perbedaan mendasar antara korelas dan regres? KORELASI Korelas hanya menunjukkan sekedar hubungan.
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB LANDASAN TEORI.1 Analsa Regres Analsa regres dnterpretaskan sebaga suatu analsa yang berkatan dengan stud ketergantungan (hubungan kausal) dar suatu varabel tak bebas (dependent varable) atu dsebut
Catatan Kuliah 12 Memahami dan Menganalisa Optimisasi dengan Kendala Ketidaksamaan
Catatan Kulah Memaham dan Menganalsa Optmsas dengan Kendala Ketdaksamaan. Non Lnear Programmng Msalkan dhadapkan pada lustras berkut n : () Ma U = U ( ) :,,..., n st p B.: ; =,,..., n () Mn : C = pk K
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA 2010 ANALISIS DISKRIMINAN DISKRIT UNTUK MENGELOMPOKKAN KOMPONEN
AALISIS DISKRIMIA DISKRIT UTUK MEGELOMPOKKA KOMPOE Bernk Maskun Jurusan Statstka FMIPA UPAD [email protected] Abstrak Untuk mengelompokkan hasl pengukuran yang dukur dengan p buah varabel dmana penlaan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskrps Data Hasl Peneltan Satelah melakukan peneltan, penelt melakukan stud lapangan untuk memperoleh data nla post test dar hasl tes setelah dkena perlakuan.
ANALISIS REGRESI BINOMIAL NEGATIF UNTUK MENGATASI OVERDISPERSION REGRESI POISSON PADA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE
Statstka, Vol., No., November ANALISIS REGRESI BINOMIAL NEGATIF UNTUK MENGATASI OVERDISPERSION REGRESI POISSON PADA KASUS DEMAM BERDARA DENGUE Tan Wahyu Utam Program Stud Statstka, Fakultas Matematka dan
DISTRIBUSI HASIL PENGUKURAN DAN NILAI RATA-RATA
DISTRIBUSI HASIL PENGUKURAN DAN NILAI RATA-RATA Dstrbus Bnomal Msalkan dalam melakukan percobaan Bernoull (Bernoull trals) berulang-ulang sebanyak n kal, dengan kebolehjadan sukses p pada tap percobaan,
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian yaitu
4 III. METODE PENELITIAN A. Populas Peneltan Peneltan n merupakan stud ekspermen dengan populas peneltan yatu seluruh sswa kelas VIII C SMP Neger Bukt Kemunng pada semester genap tahun pelajaran 01/013
ANALISIS PEUBAH RESPONS KONTINU NON NEGATIF DENGAN REGRESI GAMMA DAN REGRESI INVERSE GAUSSIAN 1
ANALISIS PEUBAH RESPONS KONTINU NON NEGATIF DENGAN REGRESI GAMMA DAN REGRESI INVERSE GAUSSIAN Ksmantn Jurusan Penddkan Matematka, FMIPA Unverstas Neger Yogyakarta Emal : [email protected] Abstrak Peubah respons
SELANG KEPERCAYAAN UNTUK KOEFISIEN GARIS REGRESI LINEAR DENGAN METODE LEAST MEDIAN SQUARES 1 ABSTRAK
SELANG KEPERCAYAAN UNTUK KOEFISIEN GARIS REGRESI LINEAR DENGAN METODE LEAST MEDIAN SQUARES Harm Sugart Jurusan Statstka FMIPA Unverstas Terbuka emal: [email protected] ABSTRAK Adanya penympangan terhadap asums
Taksiran Kurva Regresi Spline pada Data Longitudinal dengan Kuadrat Terkecil
Vol. 11, No. 1, 77-83, Jul 2014 Taksran Kurva Regres Slne ada Data Longtudnal dengan Kuadrat Terkecl * Abstrak Makalah n mengka tentang estmas regres slne khususnya enggunaan ada data longtudnal. Data
Seemingly Unrelated Regression (SUR) Penderita Penyakit DBD RS. Wahidin Sudirohusodo Dan RS. Stella Maris Makassar
Vol. 3, o., -5, Jul 6 Seemngl Unrelated Regresson Penderta Penakt DBD RS. Wahdn Sudrohusodo Dan RS. Stella ars akassar A n s a Abstrak Hubungan antar varabel adalah salah satu hal ang selalu menark dalam
Pemodelan Pengaruh Iklim Terhadap Angka Kejadian Demam Berdarah Dengue di Surabaya
JURNAL SAINS DAN SENI IS Vol., (Sept, 0 ISSN: 30-98X D-9 Pemodelan Pengaruh Iklm erhadap Angka Kejadan Demam Berdarah Dengue d Surabaya Dan Rahayu K., Wwek Setya Wnahju, Adatul Mukarromah Jurusan Statstka,
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di
III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak d Jl. Gn. Tanggamus Raya Way Halm, kota Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n adalah
PENERAPAN MODEL REGRESI LINEAR ROBUST DENGAN ESTIMASI M PADA DATA NILAI KALKULUS II MAHASISWA UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN
PENERAPAN MODEL REGRESI LINEAR ROBUST DENGAN ESTIMASI M PADA DATA NILAI KALKULUS II MAHASISWA UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Yulana Abstrak:Model persamaan regres lnear dapat dnyatakan dalam bentuk matrks
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menghadap era globalsas yang penuh tantangan, aparatur negara dtuntut untuk dapat memberkan pelayanan yang berorentas pada kebutuhan masyarakat dalam pemberan pelayanan
BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. 1 Gorontalo pada kelas
9 BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3. Lokas dan Waktu Peneltan Peneltan n d laksanakan d Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. Gorontalo pada kelas VIII. Waktu peneltan dlaksanakan pada semester ganjl, tahun ajaran
Metode Estimasi Kemungkinan Maksimum dan Kuadrat Terkecil Tergeneralisasi pada Analisis Pemodelan Persamaan Struktural
Jurnal Graden Vol. 11 No. 1 Januar 015 : 1035-1039 Metode Estmas Kemungknan Maksmum dan Kuadrat Terkecl Tergeneralsas pada Analss Pemodelan Persamaan Struktural Dan Agustna Jurusan Matematka, Fakultas
ANALISIS PEUBAH RESPONS KONTINU NON NEGATIF DENGAN REGRESI GAMMA DAN REGRESI INVERSE GAUSSIAN 1. Kismiantini
Prosdng Semnar Nasonal Peneltan, Penddkan dan Penerapan MIPA Fakultas MIPA, Unverstas Neger Yogyakarta, 6 Me 9 ANALISIS PEUBAH RESPONS KONTINU NON NEGATIF DENGAN REGRESI GAMMA DAN REGRESI INVERSE GAUSSIAN
Oleh : Deri Akhmad (9738) Johan Arifin (9834) Muhammad Alawido (10830) esi Hapsari (10832) Windu Pramana Putra (10835) Tya Hermoza (10849) Gempur
Oleh : Der Akhmad (9738) Johan Arfn (9834) Muhammad Alawdo (83) es Hapsar (83) Wndu Pramana Putra (835) Tya Hermoza (849) Gempur Safar (877) Febra Aryan (97) Asr Wdyasar (978) Nur Inayah (4) Adharsa Rakhman
ε adalah error random yang diasumsikan independen, m X ) adalah fungsi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Analss regres merupakan suatu metode yang dgunakan untuk menganalss hubungan antara dua atau lebh varabel. Pada analss regres terdapat dua jens varabel yatu
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 5.1 Analsa Pemlhan Model Tme Seres Forecastng Pemlhan model forecastng terbak dlakukan secara statstk, dmana alat statstk yang dgunakan adalah MAD, MAPE dan TS. Perbandngan
PEMODELAN REGRESI POISSON MEMPENGARUHI ANGKA KEMATIAN BAYI DI JAWA TIMUR TAHUN Yayuk Listiani NRP Dr. Purhadi, M. Sc.
PEMODELAN REGRESI POISSON PADA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA KEMATIAN BAYI DI JAWA TIMUR TAHUN 007 Yayuk Lstan NRP 06 00 068 DOSEN PEMBIMBING Dr. Purhad, M. Sc. JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA
BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Pada peneltan n, penuls memlh lokas d SMA Neger 1 Bolyohuto khususnya pada sswa kelas X, karena penuls menganggap bahwa lokas
BAB I PENDAHULUAN. dan. 0. Uji fungsi distribusi empiris yang populer, yaitu uji. distribusi nol
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagan besar peneltan-peneltan bdang statstka berhubungan dengan pengujan asums dstrbus, bak secara teor maupun praktk d lapangan. Salah satu uj yang serng dgunakan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat
BAB LANDASAN TEORI. 1 Analsa Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstk pada tahun 1877 oleh Sr Francs Galton. Galton melakukan stud tentang kecenderungan tngg badan anak. Teor Galton
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISIS
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISIS 4.1 Survey Parameter Survey parameter n dlakukan dengan mengubah satu jens parameter dengan membuat parameter lannya tetap. Pengamatan terhadap berbaga nla untuk satu parameter
BAB 4 PERHITUNGAN NUMERIK
Mata kulah KOMPUTASI ELEKTRO BAB PERHITUNGAN NUMERIK. Kesalahan error Pada Penelesaan Numerk Penelesaan secara numers dar suatu persamaan matemats kadang-kadang hana memberkan nla perkraan ang mendekat
PEMODELAN REGRESI ZERO INFLATED NEGATIVE BINOMIAL (ZINB) PADA KASUS TETANUS NEONATORUMDI PROVINSIJAWA TIMUR
ISBN : 978.602.36.002.0 PEMODELAN REGRESI ZERO INFLAED NEGAIVE BINOMIAL (ZINB) PADA KASUS EANUS NEONAORUMDI PROVINSIJAWA IMUR Cndy Cahyanng Asut, Isman Zan 2 Mahasswa Jurusan Statstka Insttut eknolog Sepuluh
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Matematka sebaga bahasa smbol yang bersfat unversal memegang peranan pentng dalam perkembangan suatu teknolog. Matematka sangat erat hubungannya dengan kehdupan nyata.
Bab 4. ANACOVA Analysis Of Covariance
Bab 4 ANACOVA Analss Of Covarance ANAVA vs ANREG ANAVA?? dgunakan untuk mengu perbandngan varabel tergantung () dtnau dar varabel bebas ANREG?? Dgunakan untuk mempredks varabel tergantung () melalu varabel
TUGAS #1 STK731 MODEL LINIER TERAMPAT
TUGAS #1 STK731 MODEL LINIER TERAMPAT Tugas n mengolah data Beetle Mortalty sepert yang tercantum pada contoh 7.3.1 pada buku Dobson (2001) sebaga berkut: Dose, x Number of Number (log10cs2mgl 1 ) beetles,
Bab IV Pemodelan dan Perhitungan Sumberdaya Batubara
Bab IV Pemodelan dan Perhtungan Sumberdaa Batubara IV1 Pemodelan Endapan Batubara Pemodelan endapan batubara merupakan tahapan kegatan dalam evaluas sumberdaa batubara ang bertuuan menggambarkan atau menatakan
