TUGAS #1 STK731 MODEL LINIER TERAMPAT

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "TUGAS #1 STK731 MODEL LINIER TERAMPAT"

Transkripsi

1 TUGAS #1 STK731 MODEL LINIER TERAMPAT Tugas n mengolah data Beetle Mortalty sepert yang tercantum pada contoh pada buku Dobson (2001) sebaga berkut: Dose, x Number of Number (log10cs2mgl 1 ) beetles, n klled, y Model Fttng and Lnk Functon Pada kasus n ngn delaskan hubungan antara propors kematan kumbang (P =Y /n ) setelah lma am dber gas carbon dsulphde pada beberapa doss (x ), sehngga E(P )=π dan model peluang π adalah g(π ) = x T β yang dapat dsederhanakan menad π = x T β = β 1 + β 2 x, dmana π[0,1] Terdapat empat lnk functon yang mungkn dapat dgunakan, yatu: 1. Logt functon (LINK=LOGIT) g ( ) log 1 yang merupakan nvers dar fungs sebaran logstc kumulatf 1 F( x) 1 e x x e 1 e x 2. Probt (normt) functon (LINK=PROBIT) g ( ) 1 ( ) 1 Tugas #1 STK731

2 yang merupakan nvers dar fungs sebaran normal baku kumulatf. 3. Complementary log-log functon (LINK=CLOGLOG) g ( ) log( log(1 )) 4. Log functon (LINK=LOG) g ( ) log( ) Plot data antara p =y /n dengan x dapat dtunukkan sepert gambar d bawah n. 2 Tugas #1 STK731

3 Untuk melhat hasl masng-masng lnk functon, data dolah dengan PROC GENMOD pada SAS sebaga berkut: data mortalty; nput x n y; datalnes; ; proc genmod data=mortalty; model y/n=x / dst=bnomal lnk=logt; ttle 'Model wth LOGIT'; proc genmod data=mortalty; model y/n=x / dst=bnomal lnk=probt; ttle 'Model wth PROBIT'; proc genmod data=mortalty; model y/n=x / dst=bnomal lnk=log; ttle 'Model wth LOG'; proc genmod data=mortalty; model y/n=x / dst=bnomal lnk=cloglog; ttle 'Model wth COMPLEMENTARY LOG-LOG'; 3 Tugas #1 STK731

4 Penduga dan standard error untuk model dengan masng-masng lnk functon adalah: Lnk Std Wald 95% Conf. Ch- Functon Parameter DF Estmate Error Lmts Square Pr>ChSq Logt Intercept <.0001 x <.0001 Probt Intercept <.0001 x <.0001 Log Intercept x CLog Intercept <.0001 x <.0001 Untuk memlh model "terbak", dlakukan dengan melhat nla devance dan hasl nla dugaan dar setap observas ( Yˆ ) sepert tercantum pada tabel berkut: Y Ŷ Logt Probt Log Cloglog Devance Berdasarkan nla devance dan nla dugaan Y, maka model yang sesua adalah model yang menggunakan lnk functon complementary log-log (CLOGLOG). Hal n uga dapat dlhat dar hasl plot antara X dengan Y dan Ŷ sebaga berkut: 4 Tugas #1 STK731

5 Y Y-Logt Y Y-Probt Y Y-Log Y Y-Clog Tugas #1 STK731

6 Overdsperson Overdsperson adalah munculnya keragaman yang lebh besar pada sekumpulan data dbandngkan dengan ragam yang dharapkan berdasarkan model. Overdsperson serng terad ketka melakukan model fttng berdasarkan sebaran Bnomal atau Posson. Implkasnya, untuk model yang benar, nla statstc Ch-square Pearson dbag dengan deraat bebasnya akan bernla sama dengan 1. Overdsperson terad ka nla tersebut melebh dar 1, dan underdsperson terad ka nla tersebut kurang dar 1. Dalam regres logstk bner, peubah respon yang damat dasumskan hanya memlk dua macam keadan, msalnya "sukses" dan "gagal". Peubah respon sepert n serng dnamakan sebaga peubah bner. Dalam pemodelan, dasumskan bahwa peubah bner n salng bebas satu dengan yang lannya, sehngga umlah dar peubah bner akan memlk sebaran bnom. Akan tetap dalam beberapa kasus, serngkal asums n tdak terpenuh. Secara teor permasalahan n tdak akan mengubah nla harapan dar sebaran bnom, tetap akan mempengaruh keragaman dar peubah respon tersebut. Oleh karena tu, asums sebaran bnom terhadap peubah respon mungkn tdak akan terpenuh. Jka peubah bner tersebut berkorelas postf, maka keragamannya akan menngkat sebesar covy, y. Masalah n serng dsebut sebaga overdspers dalam data bnom. Overdspers dapat dsebabkan oleh keragaman peluang respon d dalam suatu kelompok atau korelas antara peubah bner. Dalam prakteknya dua keadan n terad secara smultan, artnya ka terdapat korelas antara peubah bner, maka hal n akan membawa pada keragaman peluang respon, begtu uga sebalknya. Overdspers dapat terad dalam dua kemungknan, yatu pengelompokkan d dalam populas dan pengukuran atau percobaan secara berulang pada obek yang sama. Ada dua statstk yang dgunakan untuk mengu kelayakkan model yatu kh-kuadrat Pearson dan devans. Kedua statstk n merupakan fungs dar ssaan, yatu selsh dar nla aktual dengan nla dugaan. Untuk suatu peubah bebas tertentu, nla ssaan Pearson untuk amatan ke- ddefnskan sebaga berkut: ry, p = sehngga kh-kuadart Pearson dapat dnyatakan sebaga berkut: X = ry, p selanutnya, nla ssaan devans untuk amatan ke- dnyatakan sebaga berkut: dy, p = ± 2 y ln y n + n y ln n y n 1 n p sehngga devans dapat dnyatakan sebaga berkut: D = dy, p / 6 Tugas #1 STK731

7 Kh-kuadart Pearson dan devans akan mengkut sebaran χ dengan deraat bebas (n-p), dengan p adalah banyaknya parameter dalam model yang dduga. Jka model regres logstkyang dgunakan terhadap data layak,maka nla kh-kuadrat Pearson dan devans akan mendekat nla deraat bebasnya. Hal n dapat delaskan karena nla harapan dar sebaran χ sama dengan deraat bebasnya. Jka nla kh-kuadrat Pearson dan devans auh lebh besar dar deraat bebasnya, maka asums dar keragaman bnom tdak terpenuh dan data menunukkan overdspers. Salah satu cara untuk mengatas overdsperson adalah mengalkan matrk covarance dengan parameter dspers. Statstk Ch-suare Pearson 2 p dan smpangannya 2 D adalah 2 P m k1 1 1 r n ˆ n ˆ 2 2 D 2 m k1 1 1 r r log nˆ dmana m adalah banyaknya profl subpopulas, k+1 adalah banyaknya level respon, r adalah umlah hasl kal frekuens dan bobot yang terkat dengan level respon ke- pada profl ke-, k 1 n r 1 dan ˆ adalah penduga peluang level ke- pada profl ke-. Deraat bebas statstc tersebut adalah mk-p, dmana p adalah banyaknya parameter yang dduga. Sedangkan parameter dspers dduga dengan: ˆ 2 2 P /( mk p) 2 D /( mk p) 2 ( const) SCALE PEARSON SCALE DEVIANCE SCALE const Msalkan data terdr dar n pengamatan bnomal, dmana y /n adalah propors pengamatan ke-, dan x adalah varabel penelas. Msalkan P adalah peluang untuk pengamatan ke- dengan nla tengah dan ragam sebaga E(P )=π dan V(P )= π (1- π ) Wllams (1982) menduga parameter skala yang tdak dketahu dengan nla persamaan dar statstc Ch-square Pearson untuk model penuh. Msalkan w * adalah bobot pengamatan ke-, maka statstc Chsquare Pearson adalah 7 Tugas #1 STK731

8 2 * ˆ ( r n ) n ˆ (1 ˆ ) 2 Nla harapan dar 2 adalah n * * E 2 (1 v d )[1 ( n 1 1)] 2 dmana v n /( (1 )[ g'( )] ) dan d adalah ragam dar penduga ˆ x ' ˆ. Parameter skala dduga dengan prosedur teras. Pada hasl analss data, kemunculan overdsperson terlhat pada nla statstk dalam Crtera For Assessng Goodness Of Ft untuk masng-masng lnk functon sebaga berkut: Lnk Crteron DF Value Value/DF Logt Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood Probt Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood Log Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood E308 Cloglog Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood Tugas #1 STK731

9 Pada lnk functon Logt dan Probt terad overdsperson (nla devance dan Pearson Ch-Square lebh dar 1), sedangkan pada lnk functon Cloglog terad underdsperson. Overdsperson akan menyebabkan press statstk u terlalu tngg sehngga cenderung sgnfkan padahal sebenarnya tdak. Sebalknya underdsperson menyebabkan press statstk u sangat rendah sehngga cenderung tdak sgnfkan padahal sebenarnya sgnfkan. Untuk mengatas overdsperson maupun underdsperson, dgunakan pendugaan parameter skala. Oleh karena tu, analss data dlakukan dengan memberkan plhan SCALE pada PROC GENMOD sebaga berkut: proc genmod data=mortalty; model y/n=x / dst=bnomal lnk=logt scale=deviance scale=pearson; ttle 'Model wth LOGIT'; proc genmod data=mortalty; model y/n=x / dst=bnomal lnk=probt scale=deviance scale=pearson; ttle 'Model wth PROBIT'; proc genmod data=mortalty; model y/n=x / dst=bnomal lnk=log scale=deviance scale=pearson; ttle 'Model wth LOG'; proc genmod data=mortalty; model y/n=x / dst=bnomal lnk=cloglog scale=deviance scale=pearson; ttle 'Model wth COMPLEMENTARY LOG-LOG'; 9 Tugas #1 STK731

10 Overdsperson dapat datas dengan menggunakan nla skala tersebut d atas, yatu nla Scaled Devance dan Scaled Pearson X2 yang mendekat 1 kecual pada lnk functon Log yang memang model menad tdak konvergen, sepert terlhat pada output dalam Crtera For Assessng Goodness Of Ft untuk masng-masng lnk functon sebaga berkut: Lnk Crteron DF Value Value/DF Logt Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood Probt Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood Log Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood E308 Cloglog Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood Tugas #1 STK731

11 Penduga dan standard error untuk model dengan masng-masng lnk functon setelah dlakukan pendugaan parameter skala adalah: Lnk Std Wald 95% Conf. Ch- Functon Parameter DF Estmate Error Lmts Square Pr>ChSq Logt Interce <.0001 x <.0001 Scale Probt Intercept <.0001 x <.0001 Scale Log Intercept x Scale Cloglog Intercept <.0001 x <.0001 Scale Algortme untuk Ft Model Algortme maxmum lkelhood antara lan adalah menggunakan metode Fsher-scorng dan Newton- Raphson. Keduanya menduga parameter yang sama, tetap metode Fsher-scorng berdasarkan matrk nla harapan, sedangkan metode Newton-Raphson berdasarkan matrk pengamatan atau observas. Namun demkan, pada kasus model bnary logt, kedua matrk tersebut dentk sehngga menghaslkan matrk covarance penduga yang dentk pula. Fsher-scorng Msalkan terdapat varabel ganda Z = (Z 1,...,Z k )' sedemkan sehngga 1 Y Z 0 selannya Jka π melambangkan peluang bahwa observas ke- mempunya nla respon ke-, maka 11 Tugas #1 STK731 1,..., k )' ( k 1) 1 E( Z ) ( dan Msalkan matrk covarance Z = V, dan =( 1,, k,β ), serta D adalah turunan bagan dar π terhadap, maka penduga parameter adalah D ' W ( Z ) 0 k 1

12 dmana W = w f V -, w dan f adalah nla bobot dan frekuens dar observas ke-. Dengan nla awal 0 penduga maksmum lkelhood bag dperoleh melalu proses teras, yatu 2 m1 m D ' W D D ' W ( Z ) dmana D, W, dan π dhtung pada nla m, sedangkan ekspres setelah tanda plus (+) merupakan ukuran step pada proses teras. Proses teras dlakukan hngga nla m+1 yang dperoleh konvergen ke m. Penduga maksmum lkelhood bag adalah ˆ m dan matrk covarance dar ˆ dduga dengan cov( ˆ) ˆ D ' ˆ ˆ W D 1 Newton-Raphson Msalkan vektor parameter untuk model kumulatf adalah =( 1,, k,β ), dan untuk model logt terampat dlambangkan dengan =( 1,, k,β 1,, β k ). Dberkan vektor gradent (g) dan matrk Hessan (H) sebaga berkut: g w f l 2 l H w f 2 dmana l = log L adalah log lkelhood dar observas ke-. Dengan nla awal 0 penduga maksmum lkelhood bag dperoleh melalu proses teras hngga konvergen, yatu m1 H m 1 g dan matrk covarance dar ˆ dduga dengan cov( ˆ) Hˆ 1 12 Tugas #1 STK731

13 Untuk mengaplkaskan kedua algortme tersebut pada data, maka dlakukan pengolahan dengan program SAS sebaga berkut: proc logstc data=mortalty; model y/n=x / lnk=logt ITPRINT LACKFIT TECH=NEWTON; ttle 'Model LOGIT wth Newton Raphson Tecnque'; proc logstc data=mortalty; model y/n=x / lnk=logt ITPRINT LACKFIT TECH=FISHER; ttle 'Model LOGIT wth Fsher Scorng'; proc logstc data=mortalty; model y/n=x / lnk=probt ITPRINT LACKFIT TECH=NEWTON; ttle 'Model PROBIT wth Newton Raphson Tecnque'; proc logstc data=mortalty; model y/n=x / lnk=probt ITPRINT LACKFIT TECH=FISHER; ttle 'Model PROBIT wth Fsher Scorng'; proc logstc data=mortalty; model y/n=x / lnk=cloglog ITPRINT LACKFIT TECH=NEWTON; ttle 'Model CLOGLOG wth Newton Raphson Tecnque'; proc logstc data=mortalty; model y/n=x / lnk=cloglog ITPRINT LACKFIT TECH=FISHER; ttle 'Model CLOGLOG wth Fsher Scorng'; 13 Tugas #1 STK731

14 dan proses teras Maxmum Lkelhood yang dhaslkan adalah sebaga berkut: METODE NEWTON RAPHSON DENGAN LINK=LOGIT Iter Rdge -2 Log L Intercept x Last Change n -2 Log L Last Evaluaton of Gradent Intercept x Convergence crteron (GCONV=1E-8) satsfed. METODE FISHER SCORING DENGAN LINK=LOGIT Iter Rdge -2 Log L Intercept x Last Change n -2 Log L Last Evaluaton of Gradent Intercept x Convergence crteron (GCONV=1E-8) satsfed. 14 Tugas #1 STK731

15 METODE NEWTON RAPHSON DENGAN LINK=PROBIT Iter Rdge -2 Log L Intercept x Last Change n -2 Log L Last Evaluaton of Gradent Intercept x Convergence crteron (GCONV=1E-8) satsfed. METODE FISHER SCORING DENGAN LINK=PROBIT Iter Rdge -2 Log L Intercept x Last Change n -2 Log L Last Evaluaton of Gradent Intercept x Convergence crteron (GCONV=1E-8) satsfed. 15 Tugas #1 STK731

16 METODE NEWTON RAPHSON DENGAN LINK=CLOGLOG Iter Rdge -2 Log L Intercept x Last Change n -2 Log L Last Evaluaton of Gradent Intercept x Convergence crteron (GCONV=1E-8) satsfed. METODE FISHER SCORING DENGAN LINK=CLOGLOG Iter Rdge -2 Log L Intercept x Last Change n -2 Log L Last Evaluaton of Gradent Intercept x Convergence crteron (GCONV=1E-8) satsfed. 16 Tugas #1 STK731

17 L A M P I R A N OUTPUT HASIL ANALISIS LINK FUNCTIONS 17 Tugas #1 STK731

18 The GENMOD Procedure Model Informaton Data Set Dstrbuton Lnk Functon Response Varable (Events) Response Varable (Trals) WORK.MORTALITY Bnomal Logt y n Number of Observatons Read 8 Number of Observatons Used 8 Number of Events 291 Number of Trals 481 Crtera For Assessng Goodness Of Ft Crteron DF Value Value/DF Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood Algorthm converged. Analyss Of Parameter Estmates Standard Wald 95% Confdence Ch- Parameter DF Estmate Error Lmts Square Pr > ChSq Intercept <.0001 x <.0001 Scale The scale parameter was held fxed. The GENMOD Procedure Model Informaton Data Set Dstrbuton Lnk Functon Response Varable (Events) Response Varable (Trals) WORK.MORTALITY Bnomal Probt y n Number of Observatons Read 8 Number of Observatons Used 8 Number of Events 291 Number of Trals Tugas #1 STK731

19 Crtera For Assessng Goodness Of Ft Crteron DF Value Value/DF Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood Algorthm converged. Analyss Of Parameter Estmates Standard Wald 95% Confdence Ch- Parameter DF Estmate Error Lmts Square Pr > ChSq Intercept <.0001 x <.0001 Scale The scale parameter was held fxed. The GENMOD Procedure Model Informaton Data Set Dstrbuton Lnk Functon Response Varable (Events) Response Varable (Trals) WORK.MORTALITY Bnomal Log y n Number of Observatons Read 8 Number of Observatons Used 8 Number of Events 291 Number of Trals 481 Crtera For Assessng Goodness Of Ft Crteron DF Value Value/DF Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood E308 ERROR: The mean parameter s ether nvald or at a lmt of ts range for some observatons. 19 Tugas #1 STK731

20 Analyss Of Parameter Estmates Standard Wald 95% Confdence Ch- Parameter DF Estmate Error Lmts Square Pr > ChSq Intercept x Scale The scale parameter was held fxed. The GENMOD Procedure Model Informaton Data Set Dstrbuton Lnk Functon Response Varable (Events) Response Varable (Trals) WORK.MORTALITY Bnomal CLL y n Number of Observatons Read 8 Number of Observatons Used 8 Number of Events 291 Number of Trals 481 Crtera For Assessng Goodness Of Ft Crteron DF Value Value/DF Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood Algorthm converged. Analyss Of Parameter Estmates Standard Wald 95% Confdence Ch- Parameter DF Estmate Error Lmts Square Pr > ChSq Intercept <.0001 x <.0001 Scale The scale parameter was held fxed. 20 Tugas #1 STK731

21 L A M P I R A N OUTPUT HASIL ANALISIS OVERDISPERSION DAN ITERASI MLE 21 Tugas #1 STK731

22 The GENMOD Procedure Model Informaton Data Set Dstrbuton Lnk Functon Response Varable (Events) Response Varable (Trals) WORK.MORTALITY Bnomal Logt y n Number of Observatons Read 8 Number of Observatons Used 8 Number of Events 291 Number of Trals 481 Parameter Informaton Parameter Prm1 Prm2 Effect Intercept x Iteraton Hstory For Parameter Estmates Log Iter Rdge Lkelhood Prm1 Prm Crtera For Assessng Goodness Of Ft Crteron DF Value Value/DF Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood The GENMOD Procedure Last Evaluaton Of The Negatve Of The Gradent and Hessan Prm1 Prm2 Gradent E E-8 Prm Prm Algorthm converged. 22 Tugas #1 STK731

23 Analyss Of Parameter Estmates Standard Wald 95% Confdence Ch- Parameter DF Estmate Error Lmts Square Pr > ChSq Intercept <.0001 x <.0001 Scale The scale parameter was estmated by the square root of DEVIANCE/DOF. The GENMOD Procedure Model Informaton Data Set Dstrbuton Lnk Functon Response Varable (Events) Response Varable (Trals) WORK.MORTALITY Bnomal Probt y n Number of Observatons Read 8 Number of Observatons Used 8 Number of Events 291 Number of Trals 481 Parameter Informaton Parameter Prm1 Prm2 Effect Intercept x Iteraton Hstory For Parameter Estmates Log Iter Rdge Lkelhood Prm1 Prm Crtera For Assessng Goodness Of Ft Crteron DF Value Value/DF Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood Tugas #1 STK731

24 The GENMOD Procedure Last Evaluaton Of The Negatve Of The Gradent and Hessan Prm1 Prm2 Gradent E E-7 Prm Prm Algorthm converged. Analyss Of Parameter Estmates Standard Wald 95% Confdence Ch- Parameter DF Estmate Error Lmts Square Pr > ChSq Intercept <.0001 x <.0001 Scale The scale parameter was estmated by the square root of DEVIANCE/DOF. The GENMOD Procedure Model Informaton Data Set Dstrbuton Lnk Functon Response Varable (Events) Response Varable (Trals) WORK.MORTALITY Bnomal Log y n Number of Observatons Read 8 Number of Observatons Used 8 Number of Events 291 Number of Trals 481 Parameter Informaton Parameter Prm1 Prm2 Effect Intercept x Iteraton Hstory For Parameter Estmates Log Iter Rdge Lkelhood Prm1 Prm E E Tugas #1 STK731

25 Crtera For Assessng Goodness Of Ft Crteron DF Value Value/DF Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood E308 Last Evaluaton Of The Negatve Of The Gradent and Hessan Prm1 Prm2 Gradent 0 0 Prm1 0 0 Prm2 0 0 The GENMOD Procedure ERROR: The mean parameter s ether nvald or at a lmt of ts range for some observatons. Analyss Of Parameter Estmates Standard Wald 95% Confdence Ch- Parameter DF Estmate Error Lmts Square Pr > ChSq Intercept x Scale The scale parameter was held fxed. The GENMOD Procedure Model Informaton Data Set Dstrbuton Lnk Functon Response Varable (Events) Response Varable (Trals) WORK.MORTALITY Bnomal CLL y n Number of Observatons Read 8 Number of Observatons Used 8 Number of Events 291 Number of Trals 481 Parameter Informaton Parameter Prm1 Prm2 Effect Intercept x 25 Tugas #1 STK731

26 Iteraton Hstory For Parameter Estmates Log Iter Rdge Lkelhood Prm1 Prm Crtera For Assessng Goodness Of Ft Crteron DF Value Value/DF Devance Scaled Devance Pearson Ch-Square Scaled Pearson X Log Lkelhood The GENMOD Procedure Last Evaluaton Of The Negatve Of The Gradent and Hessan Prm1 Prm2 Gradent Prm Prm Algorthm converged. Analyss Of Parameter Estmates Standard Wald 95% Confdence Ch- Parameter DF Estmate Error Lmts Square Pr > ChSq Intercept <.0001 x <.0001 Scale The scale parameter was estmated by the square root of DEVIANCE/DOF. 26 Tugas #1 STK731

MODEL REGRESI LINEAR DALAM PRESPEKTIF MODEL LINEAR TERAMPAT 1. Setiawan 2

MODEL REGRESI LINEAR DALAM PRESPEKTIF MODEL LINEAR TERAMPAT 1. Setiawan 2 Semnar Nasonal Statstka IX Insttut Teknolog Sepuluh Nopember, 7 November 009 MODEL REGRESI LINEAR DALAM PRESPEKTIF MODEL LINEAR TERAMPAT Setawan Jurusan Statstka FMIPA Insttut Teknolog Sepuluh Nopember,

Lebih terperinci

BAB IV CONTOH PENGGUNAAN MODEL REGRESI GENERALIZED POISSON I. Kesulitan ekonomi yang tengah terjadi akhir-akhir ini, memaksa

BAB IV CONTOH PENGGUNAAN MODEL REGRESI GENERALIZED POISSON I. Kesulitan ekonomi yang tengah terjadi akhir-akhir ini, memaksa BAB IV CONTOH PENGGUNAAN MODEL REGRESI GENERALIZED POISSON I 4. LATAR BELAKANG Kesultan ekonom yang tengah terjad akhr-akhr n, memaksa masyarakat memutar otak untuk mencar uang guna memenuh kebutuhan hdup

Lebih terperinci

ANALISIS PEUBAH RESPON BINER

ANALISIS PEUBAH RESPON BINER Analss Peubah Respon Bner... (Ksmantn) ANALISIS PEUBAH RESPON BINER Ksmantn Jurusan Penddkan Matematka FMIPA Unverstas Neger Yogyakarta Abstrak Pada regres lner klask, peubah respon dasumskan merupakan

Lebih terperinci

Rahmadeni 1, Zulya Desmita 2 ABSTRAK. Kata Kunci: Overdispersi, Regresi Binomial Negatif, Regresi Generalized Poisson, Regresi Poisson.

Rahmadeni 1, Zulya Desmita 2 ABSTRAK. Kata Kunci: Overdispersi, Regresi Binomial Negatif, Regresi Generalized Poisson, Regresi Poisson. Jurnal Sans Matematka dan Statstka, Vol. No. Jul 16 ISSN 46-454 Perbandngan Model Regres Generalzed Posson Dan Bnomal Negatf Untuk Mengatas Overdspers Pada Regres Posson (Stud Kasus: Penderta Flarass d

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi.

BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi. BAB LANDASAN TEORI Pada bab n akan durakan beberapa metode yang dgunakan dalam penyelesaan tugas akhr n. Selan tu penuls juga mengurakan tentang pengertan regres, analss regres berganda, membentuk persamaan

Lebih terperinci

ANALISIS PEUBAH RESPONS KONTINU NON NEGATIF DENGAN REGRESI GAMMA DAN REGRESI INVERSE GAUSSIAN 1

ANALISIS PEUBAH RESPONS KONTINU NON NEGATIF DENGAN REGRESI GAMMA DAN REGRESI INVERSE GAUSSIAN 1 ANALISIS PEUBAH RESPONS KONTINU NON NEGATIF DENGAN REGRESI GAMMA DAN REGRESI INVERSE GAUSSIAN Ksmantn Jurusan Penddkan Matematka, FMIPA Unverstas Neger Yogyakarta Emal : [email protected] Abstrak Peubah respons

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (1822 1911). Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. diteliti. Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populasi disebut ukuran populasi,

BAB 2 LANDASAN TEORI. diteliti. Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populasi disebut ukuran populasi, BAB LANDASAN TEORI.1 Populas dan Sampel Populas adalah keseluruhan unt atau ndvdu dalam ruang lngkup yang ngn dtelt. Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populas dsebut ukuran populas, sedangkan suatu

Lebih terperinci

Bab III Analisis Rantai Markov

Bab III Analisis Rantai Markov Bab III Analss Ranta Markov Sstem Markov (atau proses Markov atau ranta Markov) merupakan suatu sstem dengan satu atau beberapa state atau keadaan, dan dapat berpndah dar satu state ke state yang lan pada

Lebih terperinci

ANALISIS PEUBAH RESPONS KONTINU NON NEGATIF DENGAN REGRESI GAMMA DAN REGRESI INVERSE GAUSSIAN 1. Kismiantini

ANALISIS PEUBAH RESPONS KONTINU NON NEGATIF DENGAN REGRESI GAMMA DAN REGRESI INVERSE GAUSSIAN 1. Kismiantini Prosdng Semnar Nasonal Peneltan, Penddkan dan Penerapan MIPA Fakultas MIPA, Unverstas Neger Yogyakarta, 6 Me 9 ANALISIS PEUBAH RESPONS KONTINU NON NEGATIF DENGAN REGRESI GAMMA DAN REGRESI INVERSE GAUSSIAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Pada peneltan n, penuls memlh lokas d SMA Neger 1 Bolyohuto khususnya pada sswa kelas X, karena penuls menganggap bahwa lokas

Lebih terperinci

OVERDISPERSI PADA REGRESI LOGISTIK BINER MENGGUNAKAN METODE BETA BINOMIAL

OVERDISPERSI PADA REGRESI LOGISTIK BINER MENGGUNAKAN METODE BETA BINOMIAL OVERDISPERSI PADA REGRESI LOGISTIK BINER MENGGUNAKAN METODE BETA BINOMIAL Heru Wbowo, Suyono, Wdyant Rahayu Program Stud Matematka, Fakultas Matematka dan Ilmu Pengetahuan Alam, Unverstas Neger Jakarta

Lebih terperinci

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c 6 A PEMAHASA Pada bab sebelumnya telah dbahas teor-teor yang akan dgunakan untuk menyelesakan masalah program lner parametrk. Pada bab n akan dperlhatkan suatu prosedur yang lengkap untuk menyelesakan

Lebih terperinci

Pendugaan Parameter Regresi. Itasia & Y Angraini, Dep Statistika FMIPA - IPB

Pendugaan Parameter Regresi. Itasia & Y Angraini, Dep Statistika FMIPA - IPB Pendugaan Parameter Regres Menduga gars regres Menduga gars regres lner sederhana = menduga parameter-parameter regres β 0 dan β 1 : Penduga parameter yang dhaslkan harus merupakan penduga yang bak Software

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 7 BAB LANDASAN TEORI.1 Analsa Regres Analsa regres dnterpretaskan sebaga suatu analsa yang berkatan dengan stud ketergantungan (hubungan kausal) dar suatu varabel tak bebas (dependent varable) atu dsebut

Lebih terperinci

ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)

ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) Suplemen Respons Pertemuan ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) 7 Departemen Statstka FMIPA IPB Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Referens Waktu Korelas Perngkat (Rank Correlaton) Bag. 1 Koefsen Korelas Perngkat

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Analsa Regres Dalam kehdupan sehar-har, serng kta jumpa hubungan antara satu varabel terhadap satu atau lebh varabel yang lan. Sebaga contoh, besarnya pendapatan seseorang

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI REGRESI NONLINEAR REGRESI LINEAR REGRESI KUADRATIK REGRESI LINEAR SEDERHANA REGRESI LINEAR BERGANDA REGRESI KUBIK

ANALISIS REGRESI REGRESI NONLINEAR REGRESI LINEAR REGRESI KUADRATIK REGRESI LINEAR SEDERHANA REGRESI LINEAR BERGANDA REGRESI KUBIK REGRESI NON LINIER ANALISIS REGRESI REGRESI LINEAR REGRESI NONLINEAR REGRESI LINEAR SEDERHANA REGRESI LINEAR BERGANDA REGRESI KUADRATIK REGRESI KUBIK Membentuk gars lurus Membentuk Gars Lengkung Regres

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PENDAHULUAN. Latar Belakang Dalam kehdupan sehar-har, serngkal dumpa hubungan antara suatu varabel dengan satu atau lebh varabel lan. D dalam bdang pertanan sebaga contoh, doss dan ens pupuk yang dberkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. SMK Negeri I Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada

BAB III METODE PENELITIAN. SMK Negeri I Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada 3 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Peneltan yang dlakukan oleh penelt berlokas d Kelas Ak 6, SMK Neger I Gorontalo. Penetapan lokas tersebut berdasarkan pada

Lebih terperinci

DISTRIBUSI HASIL PENGUKURAN DAN NILAI RATA-RATA

DISTRIBUSI HASIL PENGUKURAN DAN NILAI RATA-RATA DISTRIBUSI HASIL PENGUKURAN DAN NILAI RATA-RATA Dstrbus Bnomal Msalkan dalam melakukan percobaan Bernoull (Bernoull trals) berulang-ulang sebanyak n kal, dengan kebolehjadan sukses p pada tap percobaan,

Lebih terperinci

PERBANDINGAN MODEL REGRESI POISSON DAN MODEL REGRESI BINOMIAL NEGATIF 1. Kismiantini Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta

PERBANDINGAN MODEL REGRESI POISSON DAN MODEL REGRESI BINOMIAL NEGATIF 1. Kismiantini Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta PERBANDINGAN MODEL REGRESI POISSON DAN MODEL REGRESI BINOMIAL NEGATIF 1 Ksmantn Jurusan Penddkan Matematka FMIPA Unverstas Neger Yogyakarta Abstrak Dalam menganalss hubungan antara beberapa peubah, terdapat

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PRESTASI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMASTER PERTAMA DENGAN MOTODE REGRESI LOGISTIK BINER

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PRESTASI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMASTER PERTAMA DENGAN MOTODE REGRESI LOGISTIK BINER UNIVERSITAS DIPONEGORO 013 ISBN: 978-60-14387-0-1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PRESTASI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMASTER PERTAMA DENGAN MOTODE REGRESI LOGISTIK BINER Saftr Daruyan

Lebih terperinci

BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN III.1 Hpotess Berdasarkan kerangka pemkran sebelumnya, maka dapat drumuskan hpotess sebaga berkut : H1 : ada beda sgnfkan antara sebelum dan setelah penerbtan

Lebih terperinci

STATISTICAL STUDENT OF IST AKPRIND

STATISTICAL STUDENT OF IST AKPRIND E-mal : [email protected] Blog : Analss Regres SederhanaMenggunakan MS Excel 2007 Lsens Dokumen: Copyrght 2010 sssta.wordpress.com Seluruh dokumen d sssta.wordpress.com dapat dgunakan dan dsebarkan

Lebih terperinci

BINOMIAL NEGATIF VS GENERALIZED POISSON REGRESSION DALAM MENGATASI OVERDISPERSION PADA REGRESI POISSON

BINOMIAL NEGATIF VS GENERALIZED POISSON REGRESSION DALAM MENGATASI OVERDISPERSION PADA REGRESI POISSON Semnar Nasonal Statstka IX Insttut Teknolog Sepuluh Nopember, 7 November 2009 BINOMIAL NEGATIF VS GENERALIZED POISSON REGRESSION DALAM MENGATASI OVERDISPERSION PADA REGRESI POISSON Oleh : A yunn Sofro

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel

BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel BAB LANDASAN TEORI. Analss Regres Regres merupakan suatu alat ukur yang dgunakan untuk mengukur ada atau tdaknya hubungan antar varabel. Dalam analss regres, suatu persamaan regres atau persamaan penduga

Lebih terperinci

BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN. Pada prinsipnya model ini merupakan hasil transformasi dari suatu model

BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN. Pada prinsipnya model ini merupakan hasil transformasi dari suatu model BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN A. Regres Model Log-Log Pada prnspnya model n merupakan hasl transformas dar suatu model tdak lner dengan membuat model dalam bentuk

Lebih terperinci

PEMODELAN REGRESI POISSON MEMPENGARUHI ANGKA KEMATIAN BAYI DI JAWA TIMUR TAHUN Yayuk Listiani NRP Dr. Purhadi, M. Sc.

PEMODELAN REGRESI POISSON MEMPENGARUHI ANGKA KEMATIAN BAYI DI JAWA TIMUR TAHUN Yayuk Listiani NRP Dr. Purhadi, M. Sc. PEMODELAN REGRESI POISSON PADA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA KEMATIAN BAYI DI JAWA TIMUR TAHUN 007 Yayuk Lstan NRP 06 00 068 DOSEN PEMBIMBING Dr. Purhad, M. Sc. JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

PERBANDINGAN MODEL DATA RESPON BERGANDA BERULANG DARI SEBARAN NORMAL BAKU, LOGNORMAL, DAN GAMMA

PERBANDINGAN MODEL DATA RESPON BERGANDA BERULANG DARI SEBARAN NORMAL BAKU, LOGNORMAL, DAN GAMMA Prosdng Semnar Nasonal Sans dan Penddkan Sans IX, Fakultas Sans dan Matematka, UKSW Salatga, 21 Jun 2014, Vol 5, No.1, ISSN :2087-0922 PERBANDINGAN MODEL DATA RESPON BERGANDA BERULANG DARI SEBARAN NORMAL

Lebih terperinci

Independent Var. Dependent Var. Test. Nominal Interval Independent t-test, ANOVA. Nominal Nominal Cross Tabs, Chi Square, dan Koefisien Kontingensi

Independent Var. Dependent Var. Test. Nominal Interval Independent t-test, ANOVA. Nominal Nominal Cross Tabs, Chi Square, dan Koefisien Kontingensi Independent Var. Dependent Var. Test Nomnal Interval Independent t-test, ANOVA Nomnal Nomnal Cross Tabs, Ch Square, dan Koefsen Kontngens Nomnal Ordnal Mann Whtney, Kolmogorov- Smrnow, Kruskall Walls Ordnal

Lebih terperinci

PEMODELAN KARAKTERISTIK TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN LOG LINEAR

PEMODELAN KARAKTERISTIK TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN LOG LINEAR PEMODELAN KARAKTERISTIK TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN LOG LINEAR Resa Septan Pontoh 1), Neneng Sunengsh 2) 1),2) Departemen Statstka Unverstas Padjadjaran 1) [email protected],

Lebih terperinci

IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI

IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI Pendahuluan o Ukuran dspers atau ukuran varas, yang menggambarkan derajat bagamana berpencarnya data kuanttatf, dntaranya: rentang, rentang antar kuartl, smpangan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menghadap era globalsas yang penuh tantangan, aparatur negara dtuntut untuk dapat memberkan pelayanan yang berorentas pada kebutuhan masyarakat dalam pemberan pelayanan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat BAB LANDASAN TEORI. 1 Analsa Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstk pada tahun 1877 oleh Sr Francs Galton. Galton melakukan stud tentang kecenderungan tngg badan anak. Teor Galton

Lebih terperinci

Analisis Regresi 1. Diagnosa Model Melalui Pemeriksaan Sisaan dan Identifikasi Pengamatan Berpengaruh. Pokok Bahasan :

Analisis Regresi 1. Diagnosa Model Melalui Pemeriksaan Sisaan dan Identifikasi Pengamatan Berpengaruh. Pokok Bahasan : Analss Regres Pokok Bahasan : Dagnosa Model Melalu Pemerksaan Ssaan dan Identfkas Pengamatan Berpengaruh Itasa & Y Angran Dep. Statstka FMIPA-IPB Ssaan Ssaan adalah menympangnya nla amatan y terhadap dugaan

Lebih terperinci

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA 2010 ANALISIS DISKRIMINAN DISKRIT UNTUK MENGELOMPOKKAN KOMPONEN

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA 2010 ANALISIS DISKRIMINAN DISKRIT UNTUK MENGELOMPOKKAN KOMPONEN AALISIS DISKRIMIA DISKRIT UTUK MEGELOMPOKKA KOMPOE Bernk Maskun Jurusan Statstka FMIPA UPAD [email protected] Abstrak Untuk mengelompokkan hasl pengukuran yang dukur dengan p buah varabel dmana penlaan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Node. Edge. Gambar 1 Directed Acyclic Graph

TINJAUAN PUSTAKA. Node. Edge. Gambar 1 Directed Acyclic Graph TINJAUAN PUSTAKA Bayesan Networks BNs dapat memberkan nformas yang sederhana dan padat mengena nformas peluang. Berdasarkan komponennya BNs terdr dar Bayesan Structure (Bs) dan Bayesan Parameter (Bp) (Cooper

Lebih terperinci

UJI NORMALITAS X 2. Z p i O i E i (p i x N) Interval SD

UJI NORMALITAS X 2. Z p i O i E i (p i x N) Interval SD UJI F DAN UJI T Uj F dkenal dengan Uj serentak atau uj Model/Uj Anova, yatu uj untuk melhat bagamanakah pengaruh semua varabel bebasnya secara bersama-sama terhadap varabel terkatnya. Atau untuk menguj

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan dan kestablan ekonom, adalah dua syarat pentng bag kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa. Dengan pertumbuhan yang cukup, negara dapat melanjutkan pembangunan

Lebih terperinci

Pendeteksian Data Pencilan dan Pengamatan Berpengaruh pada Beberapa Kasus Data Menggunakan Metode Diagnostik

Pendeteksian Data Pencilan dan Pengamatan Berpengaruh pada Beberapa Kasus Data Menggunakan Metode Diagnostik Pendeteksan Data Penclan dan Pengamatan Berpengaruh pada Beberapa Kasus Data Menggunakan Metode Dagnostk Sally Indra 1, Dod Vonanda, Rry Srnngsh 3 1 Student of Mathematcs Department State Unversty of Padang,

Lebih terperinci

Penerapan Prosedur Firth untuk Mengatasi Pemisahan (Separation) pada Model Regresi Probit Biner

Penerapan Prosedur Firth untuk Mengatasi Pemisahan (Separation) pada Model Regresi Probit Biner Prosdng SI MaNIs (Semnar Nasonal Integras Matematka dan Nla Islam) Vol.1, No.1, Jul 017, Hal. 18-134 p-issn: 580-4596; e-issn: 580-460X Halaman 18 Penerapan Prosedur Frth untuk Mengatas Pemsahan (Separaton)

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak d Jl. Gn. Tanggamus Raya Way Halm, kota Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n adalah

Lebih terperinci

PEMODELAN GENERALIZED REGRESI POISSON PADA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA KEMATIAN BAYI DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2007

PEMODELAN GENERALIZED REGRESI POISSON PADA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA KEMATIAN BAYI DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2007 PEMODELAN GENERALIZED REGRESI POISSON PADA FAKOR-FAKOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA KEMAIAN BAYI DI PROVINSI JAWA IMUR AHUN 007 Yayuk Lstan 1 dan Purhad 1 Mahasswa S1 Statstka IS, Dosen statstka IS 1 [email protected],

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Analisis regresi merupakan metode statistika yang digunakan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Analisis regresi merupakan metode statistika yang digunakan untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Analss regres merupakan metode statstka ang dgunakan untuk meramalkan sebuah varabel respon Y dar satu atau lebh varabel bebas X, selan tu juga dgunakan untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan. 0. Uji fungsi distribusi empiris yang populer, yaitu uji. distribusi nol

BAB I PENDAHULUAN. dan. 0. Uji fungsi distribusi empiris yang populer, yaitu uji. distribusi nol BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagan besar peneltan-peneltan bdang statstka berhubungan dengan pengujan asums dstrbus, bak secara teor maupun praktk d lapangan. Salah satu uj yang serng dgunakan

Lebih terperinci

Matematika dan Statistika

Matematika dan Statistika ISSN 4-6669 Volume, Jun MAJALAH ILMIAH Matematka dan Statstka DITERBITKAN OLEH: JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS JEMBER Maalah Ilmah Matematka dan Statstka Volume, Jun MODEL UNTUK DATA BERDISTRIBUSI

Lebih terperinci

KORELASI DAN REGRESI LINIER. Debrina Puspita Andriani /

KORELASI DAN REGRESI LINIER. Debrina Puspita Andriani    / KORELASI DAN REGRESI LINIER 9 Debrna Puspta Andran www. E-mal : [email protected] / [email protected] 2 Outlne 3 Perbedaan mendasar antara korelas dan regres? KORELASI Korelas hanya menunjukkan sekedar hubungan.

Lebih terperinci

Oleh : Deri Akhmad (9738) Johan Arifin (9834) Muhammad Alawido (10830) esi Hapsari (10832) Windu Pramana Putra (10835) Tya Hermoza (10849) Gempur

Oleh : Deri Akhmad (9738) Johan Arifin (9834) Muhammad Alawido (10830) esi Hapsari (10832) Windu Pramana Putra (10835) Tya Hermoza (10849) Gempur Oleh : Der Akhmad (9738) Johan Arfn (9834) Muhammad Alawdo (83) es Hapsar (83) Wndu Pramana Putra (835) Tya Hermoza (849) Gempur Safar (877) Febra Aryan (97) Asr Wdyasar (978) Nur Inayah (4) Adharsa Rakhman

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel X (celebrity

METODE PENELITIAN. digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel X (celebrity 37 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jens dan Sumber Data Jens peneltan yang dgunakan adalah peneltan deskrptf, yang mana dgunakan untuk mengetahu bagamana pengaruh varabel X (celebrty endorser) terhadap varabel

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung dengan populasi siswa

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung dengan populasi siswa III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlakukan d MTs Neger Bandar Lampung dengan populas sswa kelas VII yang terdr dar 0 kelas yatu kelas unggulan, unggulan, dan kelas A sampa dengan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. penerapan Customer Relationship Management pada tanggal 30 Juni 2011.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. penerapan Customer Relationship Management pada tanggal 30 Juni 2011. 44 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1 Penyajan Data Peneltan Untuk memperoleh data dar responden yang ada, maka dgunakan kuesoner yang telah dsebar pada para pelanggan (orang tua sswa) d Kumon

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Manova atau Multvarate of Varance merupakan pengujan dalam multvarate yang bertujuan untuk mengetahu pengaruh varabel respon dengan terhadap beberapa varabel predktor

Lebih terperinci

REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear

REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA Regres Lnear Tujuan Pembelajaran Menjelaskan regres dan korelas Menghtung dar persamaan regres dan standard error dar estmas-estmas untuk analss regres lner sederhana

Lebih terperinci

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN ANALISIS BENTUK HUBUNGAN Analss Regres dan Korelas Analss regres dgunakan untuk mempelajar dan mengukur hubungan statstk yang terjad antara dua varbel atau lebh varabel. Varabel tersebut adalah varabel

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Peneltan Peneltan n merupakan stud ekspermen yang telah dlaksanakan d SMA Neger 3 Bandar Lampung. Peneltan n dlaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.

Lebih terperinci

MULTIVARIATE ANALYSIS OF VARIANCE (MANOVA) MAKALAH Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Multivariat yang dibimbing oleh Ibu Trianingsih Eni Lestari

MULTIVARIATE ANALYSIS OF VARIANCE (MANOVA) MAKALAH Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Multivariat yang dibimbing oleh Ibu Trianingsih Eni Lestari MULTIVARIATE ANALYSIS OF VARIANCE (MANOVA) MAKALAH Untuk Memenuh Tugas Matakulah Multvarat yang dbmbng oleh Ibu Tranngsh En Lestar oleh Sherly Dw Kharsma 34839 Slva Indrayan 34844 Vvn Octana 34633 UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH BAB VB PERSEPTRON & CONTOH Model JST perseptron dtemukan oleh Rosenblatt (1962) dan Mnsky Papert (1969). Model n merupakan model yang memlk aplkas dan pelathan yang lebh bak pada era tersebut. 5B.1 Arstektur

Lebih terperinci

BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE

BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE 6B.1 Pelathan ADALINE Model ADALINE (Adaptve Lnear Neuron) dtemukan oleh Wdrow & Hoff (1960) Arstekturnya mrp dengan perseptron Perbedaan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dgunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (18 1911).Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang selanjutnya

Lebih terperinci

PEMODELAN REGRESI ZERO INFLATED NEGATIVE BINOMIAL (ZINB) PADA KASUS TETANUS NEONATORUMDI PROVINSIJAWA TIMUR

PEMODELAN REGRESI ZERO INFLATED NEGATIVE BINOMIAL (ZINB) PADA KASUS TETANUS NEONATORUMDI PROVINSIJAWA TIMUR ISBN : 978.602.36.002.0 PEMODELAN REGRESI ZERO INFLAED NEGAIVE BINOMIAL (ZINB) PADA KASUS EANUS NEONAORUMDI PROVINSIJAWA IMUR Cndy Cahyanng Asut, Isman Zan 2 Mahasswa Jurusan Statstka Insttut eknolog Sepuluh

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian. variable independen dengan variabel dependen.

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian. variable independen dengan variabel dependen. BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Peneltan Jens peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah peneltan deskrptf dengan analsa kuanttatf, dengan maksud untuk mencar pengaruh antara varable ndependen

Lebih terperinci

BAB V Model Bayes Pendugaan Area Kecil untuk Respon Binomial dan Multinomial Berbasis Penarikan Contoh Berpeluang Tidak Sama

BAB V Model Bayes Pendugaan Area Kecil untuk Respon Binomial dan Multinomial Berbasis Penarikan Contoh Berpeluang Tidak Sama BAB V Model Bayes Pendugaan Area Kecl untuk Respon Bnomal dan Multnomal Berbass Penarkan Contoh Berpeluang Tdak Sama 5.1. Pendahuluan Pada umumnya pengembangan model SAE dan pendugaannya dlakukan dengan

Lebih terperinci

SELANG KEPERCAYAAN UNTUK KOEFISIEN GARIS REGRESI LINEAR DENGAN METODE LEAST MEDIAN SQUARES 1 ABSTRAK

SELANG KEPERCAYAAN UNTUK KOEFISIEN GARIS REGRESI LINEAR DENGAN METODE LEAST MEDIAN SQUARES 1 ABSTRAK SELANG KEPERCAYAAN UNTUK KOEFISIEN GARIS REGRESI LINEAR DENGAN METODE LEAST MEDIAN SQUARES Harm Sugart Jurusan Statstka FMIPA Unverstas Terbuka emal: [email protected] ABSTRAK Adanya penympangan terhadap asums

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN ALGORITMA EXPECTATION MAXIMIZATION (EM) PADA METODE PENDUGAAN RANDOM DAN FIXED EFFECT PADA MODEL GLMMs

PENGEMBANGAN ALGORITMA EXPECTATION MAXIMIZATION (EM) PADA METODE PENDUGAAN RANDOM DAN FIXED EFFECT PADA MODEL GLMMs PENGEMBANGAN ALGORIMA EXPECAION MAXIMIZAION (EM PADA MEODE PENDUGAAN RANDOM DAN FIXED EFFEC PADA MODEL GLMMs A. A. R. Fernandes dan W. H. Nugroho Staf Pengaar Program Stud Statstka Jurusan Matematka FMIPA

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berjumlah empat kelas terdiri dari 131 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas yang diambil dengan

BAB III METODE PENELITIAN. berjumlah empat kelas terdiri dari 131 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas yang diambil dengan 7 BAB III METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel 1. Populas Populas dalam peneltan n adalah seluruh sswa kelas XI SMA Yadka Bandar Lampung semester genap tahun pelajaran 014/ 015 yang berjumlah empat

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK BAB IV PEMBAASAN ASIL PENELITIAN PENGARU PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK TERADAP ASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS MATERI POKOK KERAGAMAN SUKU BANGSA DAN BUDAYA DI INDONESIA A. Deskrps Data asl Peneltan.

Lebih terperinci

BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. 1 Gorontalo pada kelas

BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. 1 Gorontalo pada kelas 9 BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3. Lokas dan Waktu Peneltan Peneltan n d laksanakan d Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. Gorontalo pada kelas VIII. Waktu peneltan dlaksanakan pada semester ganjl, tahun ajaran

Lebih terperinci

IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM Perancangan Sstem Sstem yang akan dkembangkan adalah berupa sstem yang dapat membantu keputusan pemodal untuk menentukan portofolo saham yang dperdagangkan d Bursa

Lebih terperinci

Pertemuan ke-4 Analisa Terapan: Metode Numerik. 4 Oktober 2012

Pertemuan ke-4 Analisa Terapan: Metode Numerik. 4 Oktober 2012 Pertemuan ke-4 Analsa Terapan: Metode Numerk 4 Oktober Persamaan Non Non--Lner: Metode NewtonNewton-Raphson Dr.Eng. Agus S. Muntohar Metode Newton Newton--Raphson f( f( f( + [, f(] + = α + + f( f ( Gambar

Lebih terperinci

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman Online di:

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman Online di: ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 193-204 Onlne d: http://ejournal-s1.undp.ac.d/ndex.php/gaussan PEMODELAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED LOGISTIC REGRESSION (GWLR) DENGAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desan Peneltan Sebelum dlakukan peneltan, langkah pertama yang harus dlakukan oleh penelt adalah menentukan terlebh dahulu metode apa yang akan dgunakan dalam peneltan. Desan

Lebih terperinci

BAB III MODEL LINEAR TERGENERALISASI. Perkembangan pemodelan stokastik, terutama model linier, dapat dikatakan

BAB III MODEL LINEAR TERGENERALISASI. Perkembangan pemodelan stokastik, terutama model linier, dapat dikatakan BAB III MODEL LINEAR TERGENERALISASI 3.1 Moel Lnear Perkembangan pemoelan stokastk, terutama moel lner, apat katakan mula paa aba ke 19 yang asar oleh teor matematka yang elaskan antaranya oleh Gauss,

Lebih terperinci

LECTURE NOTES LIMITED DEPENDENT VARIABLE (LDV) MODEL

LECTURE NOTES LIMITED DEPENDENT VARIABLE (LDV) MODEL LECTURE NOTES LIMITED DEPENDENT VARIABLE (LDV) MODEL Pendahuluan Pada bahasan sebelumnya telah dbahas model regres lner dmana varabel dependen (respons) bertpe numerk dan dasumskan dapat mengambl nla berapapun

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI BINOMIAL NEGATIF UNTUK MENGATASI OVERDISPERSION REGRESI POISSON PADA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE

ANALISIS REGRESI BINOMIAL NEGATIF UNTUK MENGATASI OVERDISPERSION REGRESI POISSON PADA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE Statstka, Vol., No., November ANALISIS REGRESI BINOMIAL NEGATIF UNTUK MENGATASI OVERDISPERSION REGRESI POISSON PADA KASUS DEMAM BERDARA DENGUE Tan Wahyu Utam Program Stud Statstka, Fakultas Matematka dan

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN DAN ANALISIS

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN DAN ANALISIS 28 BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN DAN ANALISIS 4.1 Kerangka Pemkran dan Hpotess Dalam proses peneltan n, akan duj beberapa varabel software yang telah dsebutkan pada bab sebelumnya. Sesua dengan tahapan-tahapan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskrps Data Hasl Peneltan Satelah melakukan peneltan, penelt melakukan stud lapangan untuk memperoleh data nla post test dar hasl tes setelah dkena perlakuan.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PEDAHULUA. Latar Belakang Rsko ddentfkaskan dengan ketdakpastan. Dalam mengambl keputusan nvestas para nvestor mengharapkan hasl yang maksmal dengan rsko tertentu atau hasl tertentu dengan rsko yang

Lebih terperinci

METODE REGRESI RIDGE UNTUK MENGATASI KASUS MULTIKOLINEAR

METODE REGRESI RIDGE UNTUK MENGATASI KASUS MULTIKOLINEAR METODE REGRESI RIDGE UNTUK MENGATASI KASUS MULTIKOLINEAR Margaretha Ohyver Jurusan Matematka, Fakultas Sans dan Teknolog, Bnus Unversty Jl. Kh.Syahdan No.9, Palmerah, Jakarta 480 [email protected],

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Fuzzy Set Pada tahun 1965, Zadeh memodfkas teor hmpunan dmana setap anggotanya memlk derajat keanggotaan yang bernla kontnu antara 0 sampa 1. Hmpunan n dsebut dengan hmpunaan

Lebih terperinci

Metode Estimasi Kemungkinan Maksimum dan Kuadrat Terkecil Tergeneralisasi pada Analisis Pemodelan Persamaan Struktural

Metode Estimasi Kemungkinan Maksimum dan Kuadrat Terkecil Tergeneralisasi pada Analisis Pemodelan Persamaan Struktural Jurnal Graden Vol. 11 No. 1 Januar 015 : 1035-1039 Metode Estmas Kemungknan Maksmum dan Kuadrat Terkecl Tergeneralsas pada Analss Pemodelan Persamaan Struktural Dan Agustna Jurusan Matematka, Fakultas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Hpotess Peneltan Berkatan dengan manusa masalah d atas maka penuls menyusun hpotess sebaga acuan dalam penulsan hpotess penuls yatu Terdapat hubungan postf antara penddkan

Lebih terperinci

Analisis Faktor Risiko Kematian Ibu dan Kematian Bayi dengan Pendekatan Regresi Poisson Bivariat di Provinsi Jawa Timur Tahun 2013

Analisis Faktor Risiko Kematian Ibu dan Kematian Bayi dengan Pendekatan Regresi Poisson Bivariat di Provinsi Jawa Timur Tahun 2013 JURNAL SAINS DAN SENI IS Vol. 4, No., (05) 337-350 (30-98X Prnt) Analss Faktor Rsko Kematan Ibu dan Kematan Bay dengan Pendekatan Regres Posson Bvarat d Provns Jawa mur ahun 03 D39 Ind Arkand dan Wwek

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dalam memlh sesuatu, mula yang memlh yang sederhana sampa ke hal yang sangat rumt yang dbutuhkan bukanlah berpkr yang rumt, tetap bagaman berpkr secara sederhana. AHP

Lebih terperinci

Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 11 Bab 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perbankan adalah ndustr yang syarat dengan rsko. Mula dar pengumpulan dana sebaga sumber labltas, hngga penyaluran dana pada aktva produktf. Berbaga kegatan jasa

Lebih terperinci

berasal dari pembawa muatan hasil generasi termal, sehingga secara kuat

berasal dari pembawa muatan hasil generasi termal, sehingga secara kuat 10 KARAKTRISTIK TRANSISTOR 10.1 Dasar Pengoperasan JT Pada bab sebelumnya telah dbahas dasar pengoperasan JT, utamannya untuk kasus saat sambungan kolektor-bass berpanjar mundur dan sambungan emtor-bass

Lebih terperinci

Analisis Regresi Linear Sederhana

Analisis Regresi Linear Sederhana Analss Regres Lnear Sederhana Al Muhson Pendahuluan Menggunakan metode statstk berdasarkan data yang lalu untuk mempredks konds yang akan datang Menggunakan pengalaman, pernyataan ahl dan surve untuk mempredks

Lebih terperinci

Pendahuluan. 0 Dengan kata lain jika fungsi tersebut diplotkan, grafik yang dihasilkan akan mendekati pasanganpasangan

Pendahuluan. 0 Dengan kata lain jika fungsi tersebut diplotkan, grafik yang dihasilkan akan mendekati pasanganpasangan Pendahuluan 0 Data-data ang bersfat dskrt dapat dbuat contnuum melalu proses curve-fttng. 0 Curve-fttng merupakan proses data-smoothng, akn proses pendekatan terhadap kecenderungan data-data dalam bentuk

Lebih terperinci

PROPOSAL SKRIPSI JUDUL:

PROPOSAL SKRIPSI JUDUL: PROPOSAL SKRIPSI JUDUL: 1.1. Latar Belakang Masalah SDM kn makn berperan besar bag kesuksesan suatu organsas. Banyak organsas menyadar bahwa unsur manusa dalam suatu organsas dapat memberkan keunggulan

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pengujian pada

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pengujian pada BAB 5 ASIL DAN PEMBAASAN 5. asl Peneltan asl peneltan akan membahas secara lebh lengkap mengena penyajan data peneltan dan analss data. 5.. Penyajan Data Peneltan Sampel yang dgunakan dalam peneltan n

Lebih terperinci