SPESISIFIKASI SISTEM AUTOMATIC VEHICLE CLASSIFICATION MENGGUNAKAN B-METHOD

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SPESISIFIKASI SISTEM AUTOMATIC VEHICLE CLASSIFICATION MENGGUNAKAN B-METHOD"

Transkripsi

1 SPESISIFIKASI SISTEM AUTOMATIC VEHICLE CLASSIFICATION MENGGUNAKAN B-METHOD Studi Mandiri Sftware Engineering Bayu Teny Fakultas Ilmu Kmputer Universitas Indnesia Depk 2011

2 Abstrak Autmatic Vehicle Classificatin merupakan sebuah sistem terpadu yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak, untuk digunakan mengklasifikasikan secara tmatis kendaraan yang melewati sebuah gerbang tl sesuai dengan glngannya. Glngan yang ada telah ditentukan berdasarkan hubungan antara variabel tertentu, misalkan dalam kasus ini melihat jumlah gandar, jumlah rda, apakah bis atau bukan. Lapran studi mandiri ini akan menjelaskan spesifikasi yang diperlukan untuk mengembangkan sistem Autmatic Vehicle Classificatin dengan menggunakan B Methd, sehingga memungkinkan membuktikan kebenaran spesifikasi tersebut dengan lgika matematika, dalam hal ini menggunakan sebuah alat bantu: Atelier B. 1. Pendahuluan Menghasilkan spesifikasi sistem tertanam (embedded system) yang berkualitas dalam arti tidak ambigu dan lengkap merupakan hal yang susah. Kesalahan spesifikasi sering terdeteksi saat dilakukan integrasi terakhir dan sistem testing. Padahal melakukan perbaikan kesalahan pada tahapan sistem testing memerlukan biaya yang 10 sampai 1000 kali dibandingkan melakukan perbaikan tersebut pada tahapan spesifikasi [7]. Sistem Autmatic Vehicle Classificatin merupakan sistem tertanam yang digunakan untuk mengglngkan kendaraan yang masuk dalam sebuah gardu tl sesuai dengan relasi atau aturan antar variabel yang sudah ditentukan. Cnth variabel ini antara lain state dari sensr-sensr yang ada dalam sistem. B merupakan metda untuk menspesifikasikan, mendisain, dan mengembangkan kde prgram dari sebuah sistem. Landasan utamanya adalah teri himpunan dari Zermel-Fraenkel dengan axim f chice, penggunaan knsep subtitusi umum pada mekanisme terstruktur dalam hal ini machine, refinement, dan implementatin [2]. Machine merupakan mekanisme terstruktur digunakan untuk menyatakan spesifikasi, sedangkan refinement dan implementatin merupakan kelanjutan dari spesifikasi yang sudah dibuat dengan hasil akhir kde prgram. Dalam lapran tugas mandiri ini, kita hanya akan menggunakan B untuk menyatakan spesifikasi dan membuktikan spesifikasi tersebut benar dengan alat bantu Atelier B. B-Methd sendiri sudah digunakan untuk berbagai macam slusi, diantaranya adalah: flight cntrl system [7], sebagai embeded verifier untuk java card byte cde [6], autmatic train prtectin [8], autmatic train cntrl tanpa pengemudi [8], fungsinal dari subsistem di mbil seperti: lampu, air bag, mesin, dll [8], pemdelan pintu tmatis untuk jalur kereta api [8]. Atelier B, perangkat lunak yang dikembangkan leh ClearSy System Engineering untuk mendukung B-Methd. Alat ini memungkinkan kita untuk membuktikan kebenaran sebuah mekanisme terstruktur apakah itu machine, refinement, dan implementatin, terhadap sifat-sifat sistem, maupun keterhubungan antara ketiganya. Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 1

3 Lapran akhir ini akan dirganisasikan sebagai berikut, gambaran singkat tentang Sistem Autmatic Vehicle Classificatin pada Bab 2, teri singkat mengenai B-Methd pada Bab 3, spesifikasi Autmatic Vehicle Classificatin pada Bab 4, dan pemakaian Atelier-B pada Bab Sistem Autmatic Vehicle Classificatin Gambar 1. Autmatic Vehicle Classificatin Sensrs Sistem autmatic vehicle classificatin ini diinstal pada gerbang tl tmatis, dalam artian bahwa pengemudi mendapatkan kartu masuk jalan tl bukan dari petugas melainkan dari sebuah dispenser. Dimana kartu yang diterima leh pengemudi sesuai dengan glngan kendaraannya, pengglngan tersebut disimpulkan dari hasil yang dikirim sensr-sensr yang ada pada sistem. Dari Gambar 1 (mengacu pada referensi [9]) bisa dilihat bahwa autmatic vehicle classificatin terdiri dari enam buah sensr dan sebuah cntrller. Sensr tersebut dan kegunaannya sebagai berikut: Optical beam sensr, digunakan untuk mengetahui kendaraan ada atau tidak ada, selain itu sebagai tanda pemisah antara kendaraan yang di depan dengan yang di belakangnya. Lp cil, mendeteksi apakah ada kendaraan diatasnya. Treadle axel cunting, menghitung banyaknya gandar yang dimiliki leh sebuah kendaraan. Ultrasnic sensr, mengetahui apakah kendaraan bis ataukah bukan. Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 2

4 Height sensr, mendeteksi tinggi kendaraan (dalam spesifikasi kali ini hasil dari sensr ini belum digunakan). AVC cntrller, untuk menyimpulkan glngan apakah kendaraan yang melalui gerbang tl ini. Untuk saat ini dikenal 5 glngan kendaraan dimana setiap glngan mempunyai tarif yang berbedabeda. Aturan pengglngan kendaraannya adalah sebagai berikut: Glngan 1 aturan 1 : banyaknya gandar 2, dan tidak duble wheell (mbil). Glngan 1 aturan 2 : banyaknya gandar 2, duble wheel, dan kendaraan adalah bis. Glngan 2: banyaknya gandar 2, duble wheel, bukan bis. Glngan 3: banyaknya gandar 3. Glngan 4: banyaknya gandar 4. Glngan 5: banyaknya gandar B Methd Abstract Machine Untuk menyatakan spesifikasi suatu sistem, dalam B kita bisa menyatakannya dalam sebuah Abstract Machine [1]. Dalam sebuah abstract machine kita tidak menggunakan sequencing dan lping didalamnya, karena kita membuat abstract machine bukan untuk mengembangkan kde prgram tetapi lebih membuat spesifikasi dari sistem. Ntasi yang digunakan sering disebut Abstract Machine Ntatin (AMN). Fitur-fitur yang ada dalam ntasi AMN antara lain: pre-cnditin, multiple assignment, bunded chice, guard, dan unbunded chice. Struktur dari sebuah abstract machine yang akan digunakan dalam lapran studi mandiri ini dapat dilihat sebagai berikut (bentuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada referensi-referensi yang ada [1][5]): nama_mesin CONSTANTS cnstant 1, cnstant 2,..., cnstant m PROPERTIES ppredicate 1 ppredicate 2... ppredicate n DEFINITIONS definitin 1 ; definitin 2 ;...; definitin SETS SET 1 ; SET 2 ;...; SET p VARIABLES Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 3

5 variable 1, variable 2,..., variable q INVARIANT ipredicate 1 ipredicate 2... ipredicate r INITIALISATION init 1 init 2... init s peratin 1 ˆ ;. utvalue peratin t (param1, param2) ˆ Penjelasannya sebagai berikut: nama_mesin : merupakan nama abstract machine yang dispesifikasikan. cnstant 1, cnstant 2,..., cnstant m : merupakan daftar knstanta yang berlaku dalam abstract machine nama_mesin. ppredicate 1 ppredicate 2... ppredicate n : adalah daftar prperti yang berlaku dalam nama_mesin, dinyatakan dalam predikat. Predikat-predikat yang ada menjelaskan batasan yang berlaku untuk knstanta-knstanta yang sudah didefinisikan, dalam nama_mesin. definitin 1 ; definitin 2 ;...; definitin : adalah daftar definisi yang berlaku pada nama_mesin, mirip peran makr pada bahasa C. Sebagai cnth: INDEX_MBL == , dengan adanya definisi tersebut, setiap kemunculan INDEX_MBL pada klausa-klausa yang lain (misalkan pada klausa ) sebenarnya menggantikan SET 1 ; SET 2 ;...; SET p : adalah definisi kumpulan himpunan yang digunakan dalam nama_mesin. variable 1, variable 2,..., variable q : adalah daftar variabel yang digunakan dalam nama_mesin. ipredicate 1 ipredicate 2... ipredicate r : adalah kumpulan predikat yang menjadi batasan variabel-variabel, yang berlaku dalam nama_mesin. init 1 init 2... init s : merupakan pemberian nilai awal dari nilai variabel-variabel yang ada, nilai tersebut berlaku sampai variabel bersangkutan mendapatkan assignment dalam klausa. peratin 1,..., peratin t : merupakan spesifikasi perasi-perasi yang berlaku dalam nama_mesin. Sebuah perasi bisa dibayangkan seperti methd pada paradigma Object Oriented Prgramming, dan sebuah variabel seperti attribute. Variabel-variabel yang Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 4

6 berlaku pada abstract machine hanya bisa dirubah dan diakses nilainya melalui sebuah perasi. utvalue merupakan utput parameter dari peratin t, seperti return value dari sebuah methd. param 1, param 2 merupakan input parameter dari, seperti input parameter dari sebuah methd. 4. Spesifikasi Autmatic Vehicle Classificatin Spesifikasi utama dalam AVC adalah: Kendaraan yang masuk harus masuk dalam glngan yang sudah ditentukan. Kendaraan yang masuk memperleh tiket/kartu yang didalamnya terdapat infrmasi glngannya. Dalam B, spesifikasi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: Nama mesin yang digunakan dalam spesifikasi ini adalah. Daftar knstanta yang ada dalam sistem adalah: maxgandar, merepresentasikan jumlah gandar maksimum yang bisa diterima leh sistem. Dalam abstract machine nilai knkrit dari knstanta tidak harus dinyatakan. maxmbil, merepresentasikan jumlah maximum mbil yang dapat disimpan dalam sistem. CONSTANTS maxgandar, maxmbil Predikat yang harus berlaku atas knstanta-knstanta di atas adalah: maxgandar adalah anggta bilangan natural yang dimulai dari 1, dan maxmbil adalah anggta bilangan 1..MAXINT. CONSTANTS maxgandar, maxmbil Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 5

7 PROPERTIES maxgandar NATURAL1 maxmbil 1..MAXINT-1 Definisi yang ada adalah: INDEXMBL == 1..maxmbil. CONSTANTS maxgandar, maxmbil DEFINITIONS INDEXMBL == 1..maxmbil Himpunan yang ada dalam sistem: GOLONGAN, himpunan yang merepresentasikan glngan-glngan yang ada dalam sistem. STATUS, himpunan yang merepesentasikan lkasi sebuah mbil terhadap daerah A1 (lihat Gambar 1). KARTUSTS, himpunan yang merepesentasikan status kartu untuk sebuah mbil yang sudah memasuki GTO dan sudah. CONSTANTS maxgandar, maxmbil SETS GOLONGAN = {Glngan1, Glngan2, Glngan3, Glngan4, Glngan5}; STATUS = {belumlewat, didalam, keluar}; KARTUSTS={ntavailable, available} Variabel-variabel yang ada dalam sistem: mbildia1, menyimpan status lkasi dari kendaraan dilihat dari area A1, apakah belum lewat, ada di dalam, ataukah di luar dari A1. Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 6

8 benarbis, jika nilainya TRUE kendaraan adalah sebuah bis, FALSE jika bukan. axlenb, menyimpan nilai banyaknya gandar yang terdeteksi dari kendaraan. benarduble, jika nilainya TRUE artinya ada rda ganda untuk satu sisi dari sebuah gandar (empat rda dalam satu gandar), FALSE jika tidak benar. treadledublewpress, menyimpan jumlah gandar yang mempunyai rda ganda. mblgl, menyimpan glngan dari sebuah kendaraan. imblgl, indeks dari sebuah kendaraan, menunjukkan urutan masuknya kendaraan ke dalam gerbang tl bersangkutan. glngansudahdiset, untuk mengetahui apakah glngan untuk sebuah kendaraan sudah ditentukan atau belum. Invarian, atau kndisi yang harus selalu terpenuhi untuk setiap variabel dalam adalah: mbildia1 anggta himpunan STATUS, nilainya adalah anggta dari {belumlewat, didalam, keluar}, dan benarbis anggta himpunan BOOL, nilainya TRUE atau FALSE, dan axlenb anggta himpunan {0,1,..., maxgandar}, dan benarduble anggta himpunan BOOL, dan treadledublewpress anggta himpunan {0,1,...,maxgandar}, dan mblgl anggta himpunan dari ttal fungsi dengan dmain {1,2,...,maxmbil} dan range {Glngan1,Glngan2,Glngan3,Glngan4,Glngan5}, artinya semua kendaraan yang tercatat memasuki gerbang tl akan dipetakan ke dalam glngannya, dan imblgl anggta himpunan {1,2,...,maxmbil+1}, dan glngansudahdiset anggta himpunan BOOL. CONSTANTS maxgandar, maxmbil VARIABLES mbildia1, benarbis, axlenb, benarduble, treadledublewpress, mblgl,mblkrt, imblgl, imblkrt, glngansudahdiset INVARIANT mbildia1 STATUS benarbis BOOL axlenb 0..maxgandar benarduble BOOL treadledublewpress 0..maxgandar mblgl INDEXMBL GOLONGAN mblkrt INDEXMBL KARTUSTS imblgl 1..maxmbil+1 imblkrt 0..maxmbil (imblkrt>0mblkrt(imblkrt)=available) Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 7

9 glngansudahdiset BOOL Inisialisasi dari variabel-variabel dinyatakan sebagai berikut: CONSTANTS maxgandar, maxmbil INITIALISATION mbildia1:=belumlewat benarbis:=false axlenb:=0 treadledublewpress:=0 mblgl:: INDEXMBL GOLONGAN mblkrt:: INDEXMBL KARTUSTS imblgl:=1 imblkrt:=0 glngansudahdiset:=false Berikut ini adalah perasi-perasi yang harus ada dalam sistem: Menandakan sebuah kendaraan itu bis atau bukan, prekndisi yang harus terpenuhi adalah kendaraan ada di area A1 atau sudah keluar dari area A1, dan sensr ultrasnic memberikan tanda bahwa kendaraan yang terdeteksi adalah bis. setbenarbis(frmultrasnic) ˆ (mbildia1=didalam r mbildia1=keluar) benarbis=false frmultrasnic=true benarbis:=true ; Menghitung gandar dari sebuah kendaraan, dengan prekndisi yang harus dipenuhi: kendaraan masih dalam area A1, dan sensr treadle axle cunting memberikan Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 8

10 sinyal bahwa gandar baru terdeteksi, dan jumlah gandar yang terdeteksi tidak melebihi jumlah maksimum gandar yang ditetapkan. setbenarbis(frmultrasnic) ˆ ; inctraxlecunting(treadleaxle) ˆ mbildia1=didalam treadleaxle=true axlenb<maxgandar axlenb:=axlenb+1 ; Menentukan apakah sebuah kendaraan sudah memasuki area A1, ataukah sudah keluar. Infrmasi lkasi kendaran ini digunakan pada perasi-perasi yang lain: sekiranya kendaraan tersebut sudah keluar untuk menandakan bahwa penghitungan gandar terhadap kendaraan tersebut sudah selesai, sekiranya kendaraan tersebut di dalam A1 berarti penghitungan gandar dimulai atau bisa dilanjutkan. Kendaraan di dalam A1 sekiranya salah satu sensr berikut bernilai TRUE : lp cil, ultrasnic, atau ptical beam. Sedangkan kendaraan dianggap keluar dari A1 jika ketiga sensr tersebut menghasilkan nilai FALSE. setbenarbis(frmultrasnic) ˆ ; psisidia1(lpcil,ultrasnic,pticalbeam) lpcil BOOL ultrasnic BOOL pticalbeam BOOL Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 9

11 select lpcil=true ultrasnic=true pticalbeam=true mbildia1:=didalam when lpcil=false ultrasnic=false pticalbeam=false mbildia1=didalam mbildia1:=keluar ; Mendeteksi apakah ada gandar dengan rda ganda. Prekndisi yang harus dipenuhi adalah: kendaraan ada di dalam A1 atau sudah keluar dari A1, treadle duble wheel sensr memberitahu adanya gandar dengan rda ganda, selain itu pengecekan dilakukan jika treadle duble wheel sudah tertekan lebih besar atau sama dengan 2. setbenarbis(frmultrasnic) ˆ ; psisidia2(tdwpress, isduble) ˆ (mbildia1=didalam mbildia1=keluar) tdwpress=true isduble BOOL treadledublewpress 2 if isduble=true benarduble:=true ; Menghitung jumlah gandar yang terdeteksi leh treadle duble wheel sensr. Terlepas apakah itu rda ganda ataukah tidak. Prekndisi yang terpenuhi adalah kendaraan di dalam A1 ataukah sudah keluar di A1 dan sensr treadle duble wheel tertekan. Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 10

12 setbenarbis(frmultrasnic) ˆ ; inctreadledublew(tdwpress) ˆ (mbildia1=didalam mbildia1=keluar) tdwpress=true treadledublewpress<maxgandar treadledublewpress:=treadledublewpress+1 ; Variabel-variabel yang digunakan untuk menglah sebuah kendaraan, harus segera direset, setelah kendaraan tersebut sudah ditentukan glngannya. Sehingga variabel-variabel tersebut bisa digunakan untuk merepresentasikan state dari kendaraan selanjutnya (yang ada dibelakangnya). Prekndisi yang harus terpenuhi adalah kendaraan sudah keluar dari area A1 dan glngan kendaraan sudah ditentukan. setbenarbis(frmultrasnic) ˆ ; resetvariables ˆ mbildia1=keluar glngansudahdiset=true mbildia1:=belumlewat benarbis:=false axlenb:=0 treadledublewpress:=0 glngansudahdiset:=false ; Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 11

13 Menentukan glngan dari kendaraan menggunakan aturan yang ada. Prekndisi yang harus dipenuhi adalah: kendaraan sudah keluar dari A1 dan indeks kendaraan tidak melebihi dari maksimum kendaraan yang dapat dicatat dalam sistem. setbenarbis(frmultrasnic) ˆ ; menentukanmblgl ˆ mbildia1=keluar imblgl < maxmbil select axlenb=2 benarduble=false mblgl <+ {imblgl Glngan1} when axlenb=2 benarduble=true benarbis=true mblgl <+ {imblgl Glngan1} when axlenb=2 benarduble=true benarbis=false mblgl <+ {imblgl Glngan2} when axlenb=3 mblgl <+ {imblgl Glngan3} when axlenb=4 mblgl <+ {imblgl Glngan4} when axlenb>=5 mblgl <+ {imblgl Glngan5} imblgl:=imblgl+1 glngansudahdiset:=true ; Mengembalikan nilai ke nilai inisialisasi dari variabel yang merepresentasikan jumlah kendaraan yang dicatat dalam sistem, sekiranya nilai variabel tersebut sudah melebih batas maksimum. Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 12

14 setbenarbis(frmultrasnic) ˆ ; resetindexmbilgl ˆ imblgl = maxmbil + 1 imblgl:= 1 ; Mengembalikan nilai ke nilai inisialisasi dari variabel yang merepresentasikan jumlah kendaraan yang sudah menerima kartu yang dicatat dalam sistem, sekiranya nilai variabel tersebut sudah melebihi batas maksimum. setbenarbis(frmultrasnic) ˆ ; resetindexmbilkartu ˆ imblkrt = maxmbil imblkrt:= 0 ; Menyediakan glngan untuk kendaraan yang sudah diglngkan dan memberi tanda bahwa kartu untuk kendaraan tersebut sudah bisa diambil. Prekndisi yang harus terpenuhi adalah: kendaraan yang akan mengambil kartu glngannya sudah ditentukan, dan kendaraan sebelumnya sudah mengambil kartu, dan indeks yang Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 13

15 merepresentasikan kendaraan yang sudah mengambil kartu tidak melewati batas maksimum yang sudah ditentukan. setbenarbis(frmultrasnic) ˆ ; valglngan<--ambilkartumbil = glngansudahdiset=true & (imblkrt=0 r (mblkrt(imblkrt)=available & imblkrt>0))& imblkrt+1 <= maxmbil valglngan:=mblgl(imblkrt+1) imblkrt:=imblkrt+1 mblkrt(imblkrt+1):=available ; 5. Atelier B Bantuan yang diberikan leh Atelier B dalam pembuktian spesifikasi sebuah abstrack machine ada dua macam, yaitu: type check dan prf bligatin. Type check dilakukan di awal sebelum kita membuktikan prf bligatin (PO). Dalam tahapan ini Atelier B akan mecari kesalahan sintaks yang mungkin terjadi dalam mekanisme terstruktur kita, apakah abstract machine, ataukah refinement, atau implementatin, dalam hal ini spesifikasi dalam abstrack machine. Setelah spesifikasi terbebas dari kesalahan sintaks, kita bisa melangkah menghasilkan PO, untuk kemudian dibuktikan kebenarannya. Berikut ini adalah sebuah PO yang diambil dari perasi inctraxlecunting: axlenb 0..maxgandar axlenb+1 0..maxgandar Banyaknya PO yang ditemukan leh Atelier B dalam spesifikasi ini adalah sebanyak 30. N Klausa/Operasi Banyaknya PO 1 Initialisatin 3 2 setbenarbis 0 3 inctraxlecunting 1 Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 14

16 N Klausa/Operasi Banyaknya PO 4 psisidia1 0 5 psisidia2 0 6 inctreadledublew 1 7 resetvariables 1 8 menentukanmblgl 18 9 getglmbilke 0 10 resetindexmbilgl 1 11 resetindexmbilkrt 1 12 ambilkartumbil 4 Untuk membuktikan semua PO terkadang kita tidak bisa mengandalkan bantuan Atelier B, untuk itu kita bisa memberikan bantuan atau melakukan pembuktian secara interaktif. Pada kasus ini, spesifikasi yang dibuat berhasil dibuktikan secara tmatis. Berikut screen capture dari hasil pemeriksaan sintaks dan pembuktian PO secara tmatis. Gambar 2. Screen Capture Pembuktian Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 15

17 Daftar Pustaka [1] J.R. Abrial. The B Bk - Assigning Prgrams t Meanings. Cambridge University Press, ISBN [2] Dminique Cansell, Dminique Méry. Fundatins f B Methd. Cmputing and Infrmatics, Vl. 22, 2003, [3] J.R. Abrial. Frmal Methd: Thery Becming Practice. Jurnal f Universal Cmputer Science, vl. 13, n. 5 (2007), [4] Atelier B. User Manual Versin 4. ClearSy System Engineering. [5] B Language Reference Manual Versin ClearSy System Engineering. [6] Ludvic Casset. Develpment f an Embedded Verifier fr Java Card Byte Cde using Frmal Methds. Gemplus Research Labratry. [7] Liu Jiufu, Yang Zhng. UML and B Methd Based Analysis and Refinement fr Flight Cntrl Sftware f Unmanned Aerial Vehicle Internatinal Cnference n Cmputer Science and Sftware Engineering. [8] Industrial Use f B Methd. ClearSy System Engineering. [9]...Lapran studi mandiri Iis... Studi Mandiri Sftware Engineering 2011 Bayu Teny Halaman 16

APLIKASI SOFTWARE PERPUSTAKAAN DIGITAL

APLIKASI SOFTWARE PERPUSTAKAAN DIGITAL APLIKASI SOFTWARE PERPUSTAKAAN DIGITAL Prpsal Sftware PERPUSTAKAAN DIGITAL Sistem Infrmasi Perpustakaan adalah sebuah sftware perpustakaan praktis yang telah teruji keandalannya serta telah digunakan leh

Lebih terperinci

BAB 3. TINJAUAN PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI

BAB 3. TINJAUAN PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI ETIKA PROFESI : Etika dan Prfesinalisme Pekerja di Bidang Teknlgi Infrmasi BAB 3. TINJAUAN PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI K utipan di samping adalah jawaban familiar yang diberikan Sebuah leh I

Lebih terperinci

Apa yang seharusnya dilaporkan dengan menggunakan prosedur Angkat Bicara! ini?

Apa yang seharusnya dilaporkan dengan menggunakan prosedur Angkat Bicara! ini? Tanya jawab tentang pelapran Mengapa AkzNbel mengntrak EthicsPint? Apa peran EthicsPint? Apa yang seharusnya dilaprkan dengan menggunakan prsedur Angkat Bicara! ini? Bagaimana jika hal ini merupakan kndisi

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN WEB 09 JavaScript Lanjut

PEMROGRAMAN WEB 09 JavaScript Lanjut PEMROGRAMAN WEB 09 JavaScript Lanjut Andi WRE JavaScript Objects Object Based Programming language Setiap object dapat memiliki properti dan method Properti the values associated with an object Contoh

Lebih terperinci

Jenis Informasi yang Terbuka dan Dikecualikan

Jenis Informasi yang Terbuka dan Dikecualikan Jenis Infrmasi yang Terbuka dan Dikecualikan Kelmpk Infrmasi Publik yang diatur dalam UU KIP mencakup Infrmasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala; Infrmasi Publik yang wajib diumumkan

Lebih terperinci

INFORMASI REGISTRASI IMPORTIR

INFORMASI REGISTRASI IMPORTIR INFORMASI REGISTRASI IMPORTIR A. UMUM Berdasarkan Pasal 6A Undang-Undang Nmr 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nmr 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, telah ditetapkan bahwa rang yang akan

Lebih terperinci

SEMANTIK Syntax mendefinisikan suatu bentuk program yang benar dari suatu bahasa.

SEMANTIK Syntax mendefinisikan suatu bentuk program yang benar dari suatu bahasa. SEMANTIK Syntax mendefinisikan suatu bentuk program yang benar dari suatu bahasa. Semantik mendefinisikan arti dari program yang benar secara syntax dari bahasa tersebut. Semantik suatu bahasa membutuhkan

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN ALAT TRANSPORTASI SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIC CARD

PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN ALAT TRANSPORTASI SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIC CARD PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN ALAT TRANSPORTASI SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIC CARD Kiki Chentiano / 0122076 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri 65, Bandung 40164,

Lebih terperinci

Model Matematika dari Sistem Dinamis

Model Matematika dari Sistem Dinamis Model Matematika dari Sistem Dinamis September 2012 () Model Matematika dari Sistem Dinamis September 2012 1 / 60 Pendahuluan Untuk analisis dan desain sistem kontrol, sistem sis harus dibuat model sisnya.

Lebih terperinci

Melakukan Operasi Logika

Melakukan Operasi Logika Melakukan Operasi Logika Hampir semua statemen C++ adalah ekspresi. Operator C++ selain +, -, /, * yakni operator logika. Pada dasarnya orang2 menghitung menggunakan operasi AND dan OR Mengapa Menggunakan

Lebih terperinci

Laporan Hasil Audit PROGRAM KERJA & LAPORAN AUDIT. Pendahuluan

Laporan Hasil Audit PROGRAM KERJA & LAPORAN AUDIT. Pendahuluan 1 PROGRAM KERJA & LAPORAN AUDIT Lapran Hasil Audit Pendahuluan Lapran hasil audit adalah merupakan salah satu tahap paling penting dan akhir dari suatu pekerjaan audit. Dalam setiap tahap audit akan selalu

Lebih terperinci

Dasar Pemrograman. Kondisi dan Perulangan. By : Hendri Sopryadi, S.Kom, M.T.I

Dasar Pemrograman. Kondisi dan Perulangan. By : Hendri Sopryadi, S.Kom, M.T.I Dasar Pemrograman Kondisi dan Perulangan By : Hendri Sopryadi, S.Kom, M.T.I Kondisi dan Perulangan Pendahuluan Dalam sebuah proses program, biasanya terdapat kode penyeleksian kondisi, kode pengulangan

Lebih terperinci

UPAH MINIMUM SEBAGAI JARING PENGAMAN, BUKAN SEBAGAI UPAH STANDAR Oleh:

UPAH MINIMUM SEBAGAI JARING PENGAMAN, BUKAN SEBAGAI UPAH STANDAR Oleh: UPAH MINIMUM SEBAGAI JARING PENGAMAN, BUKAN SEBAGAI UPAH STANDAR Oleh: GIBSON SIHOMBING, SE., MMl A. PENDAHULUAN Definisi upah menurut UU N. 13/2003: IJpah adatah hak pekerja/buruh yang dinyatakan dalam

Lebih terperinci

PENGUNAAN FUNGSI IF, COUNT IF, DAN LOOKUP

PENGUNAAN FUNGSI IF, COUNT IF, DAN LOOKUP PENGUNAAN FUNGSI IF, COUNT IF, DAN LOOKUP Dalam melakukan perhitungan, seringkali ditemukan adanya beberapa pilihan yang harus ditentukan. Sebagai contoh, dari nilai mahasiswa akan ditentukan apakah mahasiswa

Lebih terperinci

BLUE PRINT SISTEM APLIKASI E-GOVERNMENT

BLUE PRINT SISTEM APLIKASI E-GOVERNMENT BLUE PRINT SISTEM APLIKASI E-GOVERNMENT DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA JAKARTA 2004 Daftar Isi 1. Pendahuluan... 8 2. Referensi... 9 3. Maksud dan Tujuan... 9 4. Sistem Pemerintahan

Lebih terperinci

TIPE DATA ABSTRAK MENGGUNAKAN BAHASA C

TIPE DATA ABSTRAK MENGGUNAKAN BAHASA C WAHJUDI ULTIMATICS VOL. 1 NO. 1, DESEMBER 2009 TIPE DATA ABSTRAK MENGGUNAKAN BAHASA C Universitas Multimedia Nusantara Tangerang - Banten Januar Wahjudi Abstrak- Tipe data abstrak(abstract data types atau

Lebih terperinci

Pengantar Kecerdasan Buatan (AK045218) Logika Fuzzy

Pengantar Kecerdasan Buatan (AK045218) Logika Fuzzy Logika Fuzzy Pendahuluan Alasan digunakannya Logika Fuzzy Aplikasi Himpunan Fuzzy Fungsi keanggotaan Operator Dasar Zadeh Penalaran Monoton Fungsi Impilkasi Sistem Inferensi Fuzzy Basis Data Fuzzy Referensi

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Pendidikan Diploma III (D3) Disusun Oleh : Clarissa Chita Amalia J0D007024

Lebih terperinci

ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PERANCANGAN KAPAL PATROLI CEPAT BERBASIS DAERAH PERAIRAN STUDY KASUS WILAYAH ARMADA TIMUR

ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PERANCANGAN KAPAL PATROLI CEPAT BERBASIS DAERAH PERAIRAN STUDY KASUS WILAYAH ARMADA TIMUR ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PERANCANGAN KAPAL PATROLI CEPAT BERBASIS DAERAH PERAIRAN STUDY KASUS WILAYAH ARMADA TIMUR Moch Noor Falikhin Program Studi S1 Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Lebih terperinci

DAFTAR PERUBAHAN INDEX - A B C D E F G

DAFTAR PERUBAHAN INDEX - A B C D E F G Revisi A DAFTAR PERUBAHAN Deskripsi B C D E F G TGL INDEX - A B C D E F G Ditulis oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Jurusan Ilmu Komputer IPB DPPL - AKKSES Halaman 2 dari 39 Daftar Halaman Perubahan Halaman

Lebih terperinci

Operator / Administrator Program Studi

Operator / Administrator Program Studi Petunjuk Penggunaan Aplikasi Registrasi Online Uji Kmptensi Tenaga Kesehatan (Jenjang D3 Perawat) http://ukperawat.dikti.g.id/ Operatr / Administratr Prgram Studi Versi 1.1 PANITIA UJI KOMPETENSI NASIONAL

Lebih terperinci

STUDI HARMONISASI LOGISTIK INDONESIA Kuesioner Operasi ekspedisi muatan laut petikemas

STUDI HARMONISASI LOGISTIK INDONESIA Kuesioner Operasi ekspedisi muatan laut petikemas STUDI HARMONISASI LOGISTIK INDONESIA Kuesiner Operasi ekspedisi muatan laut petikemas Terima kasih atas partisipasi Anda dalam survei singkat yang akan membantu kami menemukan rintangan dalam 'Rantai paskan

Lebih terperinci

KONSEP INTERAKSI MANUSIA dan KOMPUTER

KONSEP INTERAKSI MANUSIA dan KOMPUTER PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO KONSEP INTERAKSI MANUSIA dan KOMPUTER Oky Dwi Nurhayati, ST, MT email: okydn@undip.ac.id Pengenalan IMK Pada tahun 1970 mulai dikenal istilah antarmuka

Lebih terperinci

Jika f adalah fungsi dari A ke B kita menuliskan f : A B yang artinya f memetakan A ke B.

Jika f adalah fungsi dari A ke B kita menuliskan f : A B yang artinya f memetakan A ke B. 1 FUNGSI Misalkan A dan B himpunan. Relasi biner f dari A ke B merupakan suatu fungsi jika setiap elemen di dalam A dihubungkan dengan tepat satu elemen di dalam B. Jika f adalah fungsi dari A ke B kita

Lebih terperinci

Keywords : SMS Gateway, job vacancy, information, graduate, career

Keywords : SMS Gateway, job vacancy, information, graduate, career SMS Gateway Sebagai Sarana Informasi Layanan Karier Pada Alumni SMK Teuku Umar Semarang Rizal Adhita A11.2008.04388 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Lebih terperinci

Pertemuan 3 Struktur Kondisi dan Perulangan

Pertemuan 3 Struktur Kondisi dan Perulangan Diktat Kuliah Pemrograman Web Pertemuan Struktur Kondisi dan Perulangan Struktur Kondisi + Struktur Kondisi If + Struktur Kondisi If...Else + Struktur Kondisi Khusus? : + Struktur Kondisi Switch...Case

Lebih terperinci

MEMAHAMI KOMUNIKASI BISNIS

MEMAHAMI KOMUNIKASI BISNIS MEMAHAMI KOMUNIKASI BISNIS Tujuan Pembelajaran: Mampu membedakan kmunikasi verbal & nn verbal Mampu menjelaskan terjadinya prses kmunikasi Mampu mengidentifikasikan sebab-sebab munculnya kesalahpahaman

Lebih terperinci

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Sekarang ini banyak dilakukan pembangunan oleh banyak pihak seperti pembangunan tempat tinggal atau kantor. Proses pembangunan pada lokasi daerah memerlukan denah lokasi daerah yang akurat dan

Lebih terperinci

Tambah Ilmu, Tambah Penghasilan MAU? BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI

Tambah Ilmu, Tambah Penghasilan MAU? BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI Tambah Ilmu, Tambah Penghasilan MAU? BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI Memperluas dan Memperdalam Pengetahuan Psiklgi Sambil Mendapatkan Penghasilan dan THR Tambahan sampai jutaan rupiah. TERBUKA UNTUK UMUM Bukan

Lebih terperinci

APLIKASI MONITORING PERKEMBANGAN GIZI DAN TUMBUH KEMBANG BALITA PADA POSYANDU DAHLIA PUTRI INDIRA ANDRYANTI 41811010031

APLIKASI MONITORING PERKEMBANGAN GIZI DAN TUMBUH KEMBANG BALITA PADA POSYANDU DAHLIA PUTRI INDIRA ANDRYANTI 41811010031 APLIKASI MONITORING PERKEMBANGAN GIZI DAN TUMBUH KEMBANG BALITA PADA POSYANDU DAHLIA PUTRI INDIRA ANDRYANTI 41811010031 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA 2015

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG Dedy Kasraji 1, Soni Fajar Surya G, S.T., MCAS. 2 1,2 Program Studi Sistem Informasi STMIK LPKIA Jln. Soekarno Hatta

Lebih terperinci

Agate Mobile Game Developer Camp

Agate Mobile Game Developer Camp Programmer Handout Day #3 Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari tentang penggunaan Image dan Sprite. Ada berbagai cara untuk memanggil Sprite, yaitu: - Sprite(Image image): Membuat non-animasi

Lebih terperinci

Step by Step Registration Online Reseller Program

Step by Step Registration Online Reseller Program Step by Step Registratin Online Reseller Prgram 1. Klik Link www.kadmikad.cm/nline.reseller Baca manfaat, cara dan ketentuan untuk menjadi nline reseller Kadmikad.cm, bisa didwnlad di http://www.kadmikad.cm/data/orinf.pdf

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat 101 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan : Terdapat hubungan yang mderat antara persepsi tentang perilaku seksual pada tayangan

Lebih terperinci

Sistem Distribusi Data Melalui COM+ Dengan Visual Basic

Sistem Distribusi Data Melalui COM+ Dengan Visual Basic Sistem Distribusi Data Melalui COM+ Dengan Visual Basic Artikel ini telah dipublikasikan pada majalah Mikrodata Vol. 5 Series 17, May 2002. Agus Kurniawan agusk@cs.ui.ac.id http://blog.aguskurniawan.net

Lebih terperinci

Algoritma dan Struktur Data

Algoritma dan Struktur Data Algoritma dan Struktur Data Week 2 : Bahasa C dan Array I Ketut Resika Arthana, S.T., M.Kom NIP. 198412012012121002 resika.arthana@gmail.com 085-737-515-515 http://www.rey1024.com Pendidikan Teknik Informatika

Lebih terperinci

Tipe Data. Definisi Tipe Data

Tipe Data. Definisi Tipe Data Tipe Data Definisi Tipe Data Dalam pemrograman pascal, semua peubah yang akan dipakai harus ditentukan tipe data yang digunakan karena akan berpengaruh terhadap operasi bilangan yang dapat dilaksanakan

Lebih terperinci

SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR

SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR Untuk memenuhi persyaratan mencapai pendidikan Diploma III (D III) Program Studi Instrumentasi dan Elektronika

Lebih terperinci

KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU BILANGAN BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA TINGKAT III SASTRA CHINA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU BILANGAN BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA TINGKAT III SASTRA CHINA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA )and KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU BILANGAN BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA TINGKAT III SASTRA CHINA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Selvi Suviana, Cindy Karlina, Yi Ying Binus University, Jl Kemanggisan Illir

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2003 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 TENTANG KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN

Lebih terperinci

Artikel keperawatan sebagai ilmu

Artikel keperawatan sebagai ilmu Artikel keperawatan sebagai ilmu Artikel ini disusun guna memenuhi tugas Knsep Dasar Keperawatan Dsen pengampu: Ns.Dera Alfiyanti, S.Kep Di susun leh: Nama : Agung Siswy Nim : G0A011002 FIKKES DIII KEPERAWATAN

Lebih terperinci

PANDUAN PENDAFTARAN MAHASISWA BARU 2015 / 2016 UNIVERSITAS KRISTEN PETRA. Bacalah dahulu panduan ini dengan cermat F19-PM01-BAA-UKP

PANDUAN PENDAFTARAN MAHASISWA BARU 2015 / 2016 UNIVERSITAS KRISTEN PETRA. Bacalah dahulu panduan ini dengan cermat F19-PM01-BAA-UKP F19PM01BAAUKP PANDUAN PENDAFTARAN MAHASISWA BARU 2015 / 2016 UNIVERSITAS KRISTEN PETRA Bacalah dahulu panduan ini dengan cermat Ada 3 (tiga) jalur Penerimaan melalui Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di

Lebih terperinci

Berikut merupakan salah satu contoh dari pesan SOAP (SOAP Message):

Berikut merupakan salah satu contoh dari pesan SOAP (SOAP Message): Aplikasi Zodiak Menggunakan PHP Web Service Robertus Lilik Haryanto lilik_haryanto@telkom.net Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas

Lebih terperinci

SURVEI NASIONAL MENJELANG PEMILU TEMUAN UTAMA, INDONESIA

SURVEI NASIONAL MENJELANG PEMILU TEMUAN UTAMA, INDONESIA SURVEI NASIONAL MENJELANG PEMILU TEMUAN UTAMA, INDONESIA March 2014 Semua dana USAID berasal dari dukungan masyarakat Amerika. I F E S 2 5 Y E A R S LECTORAL SYSTEMS EINTERNATIONAL FOUNDATION FOR Indnesia,

Lebih terperinci

PENENTUAN ARUS JENUH DAN WAKTU HILANG DENGAN METODE IRISAN PADA SIMPANG BERSINYAL IR.H.JUANDA-DIPATIUKUR ABSTRAK

PENENTUAN ARUS JENUH DAN WAKTU HILANG DENGAN METODE IRISAN PADA SIMPANG BERSINYAL IR.H.JUANDA-DIPATIUKUR ABSTRAK PENENTUAN ARUS JENUH DAN WAKTU HILANG DENGAN METODE IRISAN PADA SIMPANG BERSINYAL IR.H.JUANDA-DIPATIUKUR Wretifa Rekanada Syifa NRP : 0821025 Pembimbing : Silvia Sukirman, Ir. ABSTRAK Arus jenuh didefinisikan

Lebih terperinci

BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK

BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK 24.1 Sistem EPS (ELEKTRONIK POWER STEERING) Elektronik Power Steering merupakan sistem yang membantu pengoperasian stering waktu dibelokkan dengan menggukan motor

Lebih terperinci

Cara Mudah Membuat Aplikasi Windows dengan Microsoft Visual C++

Cara Mudah Membuat Aplikasi Windows dengan Microsoft Visual C++ Bab DATABASE Mengakses Database dengan ADO Database atau bisa juga disebut sebagai bank data, adalah sebuah sistem yang terdiri dari sebuah atau beberapa file. Database bisa terdiri dari beberapa tabel

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI DOKTER GIGI KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

STANDAR KOMPETENSI DOKTER GIGI KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA STANDAR KOMPETENSI DOKTER GIGI KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA Indnesian Medical Cuncil Jakarta 2006 STANDAR KOMPETENSI DOKTER GIGI Edisi Pertama, 2006 Cetakan Pertama, Npember

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM Perangkat Lunak Aplikasi [Dia]

MODUL PRAKTIKUM Perangkat Lunak Aplikasi [Dia] MODUL PRAKTIKUM Perangkat Lunak Aplikasi [Dia] Versi 3.0 Tahun Penyusunan 2011 Tim Penyusun 1.Dina Anggraini 2. Kemal Ade S 3. Hela Yuda 4. Sri Mulia Laboratorium Sistem Informasi Dasar Jurusan Teknik

Lebih terperinci

PERAMALAN JUMLAH KENDARAAN DI DKI JAKARTA DENGAN JARINGAN BACKPROPAGATION

PERAMALAN JUMLAH KENDARAAN DI DKI JAKARTA DENGAN JARINGAN BACKPROPAGATION PERAMALAN JUMLAH KENDARAAN DI DKI JAKARTA DENGAN JARINGAN BACKPROPAGATION (Forecast The Number of Vehicle in Jakarta Using Backpropagation Neural Net ) Zumrotus Sya diyah Universitas Darussalam Ambon,

Lebih terperinci

PANDUAN OLIMPIADE DAN KISI-KISI SOAL OLIMPIADE SAINS KOMPUTER

PANDUAN OLIMPIADE DAN KISI-KISI SOAL OLIMPIADE SAINS KOMPUTER PANDUAN OLIMPIADE DAN KISI-KISI SOAL OLIMPIADE SAINS KOMPUTER I. Panduan Olimpiade Secara Umum a. Peserta ujian wajib mengenakan seragam sekolah lengkap. b. Peserta ujian hadir di tempat ujian 30 menit

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. 4.1 Proses Bisnis Peminjaman dan Pengembalian Perpustakaan. terkait dengan siswa, guru dan petugas perpustakaan.

BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. 4.1 Proses Bisnis Peminjaman dan Pengembalian Perpustakaan. terkait dengan siswa, guru dan petugas perpustakaan. BAB IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM 4.1 Proses Bisnis Peminjaman dan Pengembalian Perpustakaan 4.1.1Peminjaman Buku Perpustakaan Proses bisnis yang di bahas oleh penulis adalah mengenai peminjaman buku perpustakaan

Lebih terperinci

BAB 6 Array Dua Dimensi

BAB 6 Array Dua Dimensi BAB 6 Array Dua Dimensi Di dalam pascal Array dapat berdimensi lebih dari satu yang disebut dengan array dimensi banyak (Multidimensional array), disini akan dibahas array 2 dimensi saja. Array 2 dimensi

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN ALAT KELAPA PARUTAN KERING (DESICCATED COCONUT) SKRIPSI. Oleh: CARI MALEM KARO KARO

RANCANG BANGUN ALAT KELAPA PARUTAN KERING (DESICCATED COCONUT) SKRIPSI. Oleh: CARI MALEM KARO KARO RANCANG BANGUN ALAT KELAPA PARUTAN KERING (DESICCATED COCONUT) SKRIPSI Oleh: CARI MALEM KARO KARO PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2014 RANCANG BANGUN ALAT

Lebih terperinci

Struktur Kontrol Kondisi Dalam PHP

Struktur Kontrol Kondisi Dalam PHP Struktur Kontrol Kondisi Dalam PHP RiyanSindiSaputra ssaputrariyan@gmail.com Abstrak Struktur kontrol dalam hal ini struktur control kondisi yang dimiliki PHP hampir sama seperti bahasa pemrograman lain.

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN OTOMATISASI PROSES MIXING PADA SISTEM OTOMATISASI PENYAJIAN KOPI SUSU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN OTOMATISASI PROSES MIXING PADA SISTEM OTOMATISASI PENYAJIAN KOPI SUSU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN OTOMATISASI PROSES MIXING PADA SISTEM OTOMATISASI PENYAJIAN KOPI SUSU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR Diajukan guna melengkapi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan tingkat

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2005 PERUBAHAN KEENAM ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 145 TAHUN 2000 KELOMPOK BARANG KENA PAJAK YANG TERGOLONG MEWAH YANG DIKENAKAN PAJAK PENJUALAN

Lebih terperinci

Bab 1. KONSEP DASAR SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

Bab 1. KONSEP DASAR SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI Bab 1. KONSEP DASAR SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI Tipe Sistem Informasi Sistem Temu Kembali Informasi (Information Retrieval System - IRS) merupakan salah satu tipe sistem informasi. Selain Sistem Temu

Lebih terperinci

PEMBUATAN ALAT UKUR KETEBALAN BAHAN SISTEM TAK SENTUH BERBASIS PERSONAL COMPUTER MENGGUNAKAN SENSOR GP2D12-IR

PEMBUATAN ALAT UKUR KETEBALAN BAHAN SISTEM TAK SENTUH BERBASIS PERSONAL COMPUTER MENGGUNAKAN SENSOR GP2D12-IR 200 Prosiding Pertemuan Ilmiah XXIV HFI Jateng & DIY, Semarang 10 April 2010 hal. 200-209 PEMBUATAN ALAT UKUR KETEBALAN BAHAN SISTEM TAK SENTUH BERBASIS PERSONAL COMPUTER MENGGUNAKAN SENSOR GP2D12-IR Mohtar

Lebih terperinci

Sumber: Art & Gallery

Sumber: Art & Gallery Sumber: Art & Gallery Standar Kmpetensi 0. Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi dua Kmpetensi Dasar 0. Mengidentifikasi sudut 0. Menentukan

Lebih terperinci

Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional Persiapan untuk rancang bangun implentasi

Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional Persiapan untuk rancang bangun implentasi Untung Subagyo Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional Persiapan untuk rancang bangun implentasi Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk

Lebih terperinci

DASAR KOMPUTER DAN PEMROGRAMAN

DASAR KOMPUTER DAN PEMROGRAMAN BUKU AJAR DASAR KOMPUTER DAN PEMROGRAMAN oleh : RINTA KRIDALUKMANA, S.Kom, M.T. Program Studi Sistem Komputer Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2009 Kata Pengantar Puji syukur penulis panjatkan kepada

Lebih terperinci

www.konsultasivb.com

www.konsultasivb.com Oleh : Uus Rusmawan Hal - 1 Program Ganti Password User Catatan : Anda harus membuat database dan memiliki tabel kasir terlebih dahulu. Field Type Size Ket Kodeksr Text 5 Primary Key Namaksr Text 30 Passwordksr

Lebih terperinci

Memanfaatkan Wolfram Alpha Free untuk Pembelajaran Matematika Bagian I: Secara Online. Marfuah, M.T marfuah@p4tkmatematika.org

Memanfaatkan Wolfram Alpha Free untuk Pembelajaran Matematika Bagian I: Secara Online. Marfuah, M.T marfuah@p4tkmatematika.org Memanfaatkan Wolfram Alpha Free untuk Pembelajaran Matematika Bagian I: Secara Online Marfuah, M.T marfuah@p4tkmatematika.org Satu lagi aplikasi gratis yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran matematika,

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMINDAHAN TUGAS KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROFIE MATCHING (STUDI KASUS: PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III MEDAN)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMINDAHAN TUGAS KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROFIE MATCHING (STUDI KASUS: PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III MEDAN) elita Infrmatika udi Darma, Vlume : IV, mr:, Agustus ISS : 945 SISEM EDUUG EUUSA EMIDAHA UGAS ARYAWA DEGA MEGGUAA MEODE ROIE MACHIG (SUDI ASUS:. EREUA USAARA III MEDA) Muhammad Ardiansyah Damanik (9775)

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1990

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1990 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1990 Tentang: JALAN TOL Presiden Republik Indonesia, Menimbang: a. bahwa dalam rangka melaksanakan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1980 tentang Jalan,

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA (Studi Eksperimen Di kelas XI IPA SMA Negeri 4 Tasikmalaya)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tangan dijadikan alat untuk menganalisis kepribadian pemiliknya. Sebuah

BAB I PENDAHULUAN. tangan dijadikan alat untuk menganalisis kepribadian pemiliknya. Sebuah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tulisan tangan merupakan salah satu hal unik yang dapat dihasilkan oleh manusia selain tanda tangan. Seperti halnya tanda tangan, tulisan tangan juga dapat digunakan

Lebih terperinci

ANALISA SINYAL DAN SISTEM TE 4230

ANALISA SINYAL DAN SISTEM TE 4230 ANALISA SINYAL DAN SISTEM TE 430 TUJUAN: Sinyal dan Sifat-sifat Sinyal Sistem dan sifat-sifat Sisterm Analisa sinyal dalam domain Waktu Analisa sinyal dalam domain frekuensi menggunakan Tools: Transformasi

Lebih terperinci

APLIKASI PREDIKSI PENJUALAN JERUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINIER SEDERHANA DAN MOVING AVERAGE

APLIKASI PREDIKSI PENJUALAN JERUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINIER SEDERHANA DAN MOVING AVERAGE APLIKASI PREDIKSI PENJUALAN JERUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINIER SEDERHANA DAN MOVING AVERAGE (Studi Kasus UD. Buah Alam, Giwangan, Yogyakarta) ABSTRAK UD. Buah Alam merupakan sebuah usaha dalam

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI MANAJEMEN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN MESIN INDUSTRI

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI MANAJEMEN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN MESIN INDUSTRI PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI MANAJEMEN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN MESIN INDUSTRI (STUDI KASUS: PT UNIBELT INTI PERKASA MALANG) NURUL HUDHA 6907040018 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA INSTITUT

Lebih terperinci

Flash Note. Nusa Raya Cipta. Initial Public Offering. 7 June 2013. Profil Perusahaan. Kegiatan Usaha Perseroan

Flash Note. Nusa Raya Cipta. Initial Public Offering. 7 June 2013. Profil Perusahaan. Kegiatan Usaha Perseroan Flash Nte 7 June 2013 Nusa Raya Cipta Initial Public Offering Prfil Perusahaan PT Nusa Raya Cipta yang biasa dikenal dengan NRC merupakan salah satu diantara kntraktr besar Indnesia yang didirikan pada

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Jumlah Rumah Sakit Di Indonesia Tahun 2014 Sumber : www.sirs.buk.depkes.go.id

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Jumlah Rumah Sakit Di Indonesia Tahun 2014 Sumber : www.sirs.buk.depkes.go.id BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan Rumah Sakit khususnya rumah sakit privat di Indonesia semakin meningkat jumlahnya. Menurut informasi yang didapatkan dari website Kementrian Kesehatan RI

Lebih terperinci

Ahmad Hoirul Basori. Lisensi Dokumen:

Ahmad Hoirul Basori. Lisensi Dokumen: Tutorial Rational Rose Ahmad Hoirul Basori hoirul_basori@yahoo.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

Lebih terperinci

UTILITY (SEBAS) PT.GALAXY INTERAKTIF. www.galaxyinteraktif.com PT. GALAXY INTERAKTIF. Telp. 021. 44760953 68999294. www.galaxyinteraktif.

UTILITY (SEBAS) PT.GALAXY INTERAKTIF. www.galaxyinteraktif.com PT. GALAXY INTERAKTIF. Telp. 021. 44760953 68999294. www.galaxyinteraktif. UTILITY (SEBAS) PT. GALAXY INTERAKTIF Telp. 021. 44760953 68999294. www.galaxyinteraktif.com -Smart Enterprise Business Accounting System Hal : IX - 1 Setup Company Di dalam menu ini berisi informasi mengenai

Lebih terperinci

ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT TIGA FASE PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 13 BUS

ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT TIGA FASE PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 13 BUS NASKAH PUBLIKASI ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT TIGA FASE PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 13 BUS DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ETAP POWER STATION 7.0 Diajukan oleh: FAJAR WIDIANTO D 400 100 060 JURUSAN

Lebih terperinci

Fungsi Library EX-word TextLoader

Fungsi Library EX-word TextLoader EW-ID2000 Kamus Elektronik EX-word Fungsi Library EX-word TextLoader Pedoman Pemakaian Pendahuluan Pedoman Pemakaian ini menjelaskan cara menggunakan software EX-word TextLoader dan fungsi Library Kamus

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Pada bab ini akan dibahas mengenai definisi sistem informasi, namun harus diketahui terlebih dahulu konsep sistem dan informasi. Dari definisi sistem

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 21 Pengertian Regresi Linier Pengertian regresi secara umum adalah sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih

Lebih terperinci

Alat Bantu Ajar Sistem Pencernaan dan Sistem Pernafasan pada Manusia Berbasis Web

Alat Bantu Ajar Sistem Pencernaan dan Sistem Pernafasan pada Manusia Berbasis Web Alat Bantu Ajar Sistem Pencernaan dan Sistem Pernafasan pada Manusia Berbasis Web Wilfridus Bambang Triadi Handaya, Margaretha Yohanna Jurusan S1 Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi, Universitas

Lebih terperinci

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya TUGAS PENGELOLAAN INSTALASI KOMPUTER Disusun Oleh : Nama : Firman Firdaus NIM : 09070303012 Pembimbing: Deris Setiawan.M.T. Program Studi Teknik Komputer Jurusan Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer

Lebih terperinci

TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SILIWANGI

TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SILIWANGI NOMOR : USULAN PENELITIAN TUGAS AKHIR N a m a : Yunita Indrasari N P M : 107006248 Alamat Kontak Lokasi Penelitian Lama Penelitian : 085746214441/ yunita.indrasari@student.unsil.ac.id : CV. CITRA AYU :

Lebih terperinci

Menampilkan List Komputer dan User-nya dalam Jaringan Intranet Dengan Fungsi WNet API

Menampilkan List Komputer dan User-nya dalam Jaringan Intranet Dengan Fungsi WNet API Menampilkan List Komputer dan User-nya dalam Jaringan Intranet Dengan Fungsi WNet API Artikel ini telah dipublikasikan pada majalah Mikrodata Vol. 8 Series 17, Agustus 2002. Agus Kurniawan agusk@cs.ui.ac.id

Lebih terperinci

PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB PADA COMPLETE GRAPH

PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB PADA COMPLETE GRAPH PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB PADA COMPLETE GRAPH SKRIPSI Oleh : Novi Irawati J2A 005 038 PROGRAM STUDI MATEMATIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS DIPONEGORO

Lebih terperinci

PERTEMUAN 1 Membuat Project & Komponen Swing [PBO II JAVA] dosen : SOPINGI, S.Kom

PERTEMUAN 1 Membuat Project & Komponen Swing [PBO II JAVA] dosen : SOPINGI, S.Kom PERTEMUAN 1 Membuat Project & Komponen Swing [PBO II JAVA] dosen : SOPINGI, S.Kom 1. Membuat Project Baru File New Project Browse : Cari folder tempat untuk menyimpan Project. 2. Membuat Form baru menggunakan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Beberapa tahun terakhir ini kurs tukar IDR/USD terus mengalami fluktuasi yang tidak dapat diprediksi. Akibatnya para pelaku pasar sulit untuk menentukan pada saat kapan mereka harus melakukan ekspor

Lebih terperinci

Tanya Jawab tentang Eee Pad TF201

Tanya Jawab tentang Eee Pad TF201 Tanya Jawab tentang Eee Pad TF201 Mengelola file... 2 Bagaimana cara mengakses data yang tersimpan di microsd, kartu SD, dan perangkat USB?... 2 Bagaimana cara memindahkan file yang dipilih ke folder lain?...

Lebih terperinci

FUNGSI TEORI DALAM PENELITIAN

FUNGSI TEORI DALAM PENELITIAN TEORI Teori a set of interrelated constructs (variables), definitions and propositions that present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables, with the purpose of explaining

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 SINYAL DASAR ATAU FUNGSI SINGULARITAS Sinyal dasar atau fungsi singularitas adalah sinyal yang dapat digunakan untuk menyusun atau mempresentasikan sinyal-sinyal yang lain. Sinyal-sinyal

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIMPAN PINJAM KOPERASI BANK SUMSEL BABEL

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIMPAN PINJAM KOPERASI BANK SUMSEL BABEL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIMPAN PINJAM KOPERASI BANK SUMSEL BABEL Juwita Eka Putri Salimin Bahar Jurusan Sistem Informasi STMIK PalComTech Palembang Abstrak Koperasi Cermat Bank Sumsel adalah salah satu

Lebih terperinci

KNOWING HUMAN PERSONALITY FROM THE HEIGHT OF HANDWRITING MIDDLE ZONE USING LINEAR REGRESSION METHOD AND AVERAGE OF INTEGRAL PROJECTION COLUMN METHOD

KNOWING HUMAN PERSONALITY FROM THE HEIGHT OF HANDWRITING MIDDLE ZONE USING LINEAR REGRESSION METHOD AND AVERAGE OF INTEGRAL PROJECTION COLUMN METHOD ABSTRAK MENGETAHUI SIFAT SESEORANG DARI TINGGI MIDDLE ZONE TULISAN TANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINEAR DAN METODE RATA-RATA INTEGRAL PROYEKSI KOLOM Disusun oleh : Livin (1022015) Jurusan Teknik

Lebih terperinci

ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM Hanif Al Fatta M.Kom

ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM Hanif Al Fatta M.Kom ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM Hanif Al Fatta M.Kom Abstraks Hasil dokumentasi dari tahap analisis kelemahan system digunakan untuk rekomendasi fungsionalitas apa saja yang bisa dilakukan sistem baru. Fungsionalitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Yayasan penyantun wiyata guna merupakan yayasan sosial yang bergerak dibidang pemberdayaan tuna netra. Di yayasan ini tunanetra dibimbing dan diajarkan untuk meningkatkan

Lebih terperinci

Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen Sistem Informasi Manajemen 410102048 / 2 SKS Oleh : Tri Sagirani tris@stikom.edu Konsep Dasar Sistem Informasi Materi : Pengertian sistem informasi Konsep sistem informasi Komponen sistem informasi Aktivitas

Lebih terperinci