BAB IV PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI"

Transkripsi

1 BAB IV PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI 4.1 Gambaran Umum Camar Resources Canada, Inc. CRC, Inc pada bulan November 2004 membeli 70% saham Indo- Pacific Resources (Java) Ltd. dan menjadi operator baru atas Bawean PSC yang disetujui oleh BPMIGAS pada bulan Januari Dalam menjalankan usahanya CRC, Inc memiliki satu kantor pusat di Jakarta dengan jumlah karyawan 21 orang dan satu kantor cabang di Surabaya dengan jumlah karyawan 36 orang (4 orang bekerja di kantor cabang dan 32 orang di offshore dengan sistem shift). Bawean PSC terletak di ±120 km Pantai utara Surabaya. Karena lokasi berlokasi di Offshore tidak banyak pengembangan komunitas yang dapat dilakukan oleh Camar Resources Canada, Inc. Pulau terdekat untuk melaksanakan operasional adalah di pulau Bawean yang jaraknya sekitar 50 km dan membutuhkan waktu 4 jam untuk dijangkau. Bawean PSC terdiri dari 2 (dua) blok yaitu Camar (terdiri dari 9 sumur, 5 diantaranya terletak di sebelah utara sedangkan 4 lainnya terletak di sebelah selatan) dan Tuban. Camar Resources Canada, Inc optimis untuk membangun sepenuhnya Bawean PSC dan melakukan eksplorasi secara berkesinambungan untuk menemukan area yang baru dan meraih kesempatan untuk meningkatkan produksi migasnya. 33

2 Kondisi CRC Inc. tanpa Model Kompetensi Pada saat ini CRC Inc. belum memiliki divisi SDM, sehingga seluruh kegiatan operasional yang berhubungan dengan sumber daya manusia dalam performance management, leadership development, succession planning, grading or job evaluation, training and career development, compensation system, recruitment and staffing dan multi rater assessment masih belum terstruktur. Pada tabel berikut akan dibahas hal-hal yang disebutkan di atas. Tabel 4.1 Perbandingan kondisi CRC Inc. Performance Management Sebelum Proyeksi Sesudah CRC Inc. menggunakan data kuantitatif dalam penilaian kinerja karyawan, seperti ketepatan waktu bagi engineer dalam menyelesaikan tugas sesuai jadwal. Dengan adanya model kompetensi, data kuantitatif yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan mengenai kinerja seseorang, didampingi data kualitatif. Seperti dalam periode tertentu, apakah engineer sudah dapat meningkatkan kompetensinya dalam mengatur stress. Leadership Development Sebelum Proyeksi Sesudah Pemberian training bagi Dengan adanya model pimpinan didasarkan pada kompetensi, diharapkan pimpinan minat dan kebutuhannya. mengetahui kekuatan dan kelemahannya, sehingga ia

3 35 mengetahui modul pelatihan apa yang berguna bagi dirinya. Succession Planning Sebelum Proyeksi Sesudah Dalam menentukan orang Dengan adanya model yang akan ditunjuk untuk kompetensi, perusahaan dibantu meneruskan suatu jabatan untuk menentukan siapa saja biasanya dilakukan yang sesuai untuk dijadikan calon berdasarkan lamanya orang penerus & apa yang perlu yang ditunjuk bekerja di CRC Inc. dipersiapkan bagi calon tersebut untuk menjadi bekalnya nanti. Grading or Job Evaluation Sebelum Proyeksi Sesudah Penilaian atau evaluasi kinerja Dengan adanya model karyawan untuk penentuan kompetensi, penentuan penilaian besarnya reward yang akan atau evaluasi akan lebih objektif, diberikan pada karyawan karena tidak hanya berdasarkan CRC Inc. masih belum data kuntitatif, tapi juga diadakan karena belum berdasarkan kompetensi individu berproduki. tersebut. Training & Career Development Sebelum Proyeksi Sesudah CRC Inc. memberikan Dengan adanya model training kepada karyawannya kompetensi, perusahaan akan berdasarkan minat dan lebih mudah untuk menentukan kebutuhan yang bersangkutan. training apa saja yang diperlukan dan berguna bagi para karyawannya sesuai dengan bidang pekerjaannya.

4 36 Compensation System Sebelum Proyeksi Sesudah Pemberian kompensasi bagi Dengan adanya model karyawan CRC, Inc. kompetensi, perusahaan terbantu berdasarkan jabatan. untuk menyusun sistem kompensasi tidak hanya berdasarkan jabatan, tapi juga keahlian dan pengetahuan yang diperlukan dalam menyelesaikan tugasnya. Recruitment & Staffing Sebelum Proyeksi Sesudah Perekrutan karyawan CRC, Dengan adanya model Inc. dilakukan berdasarkan kompetensi, proses perekrutan & latar belakang pendidikan dan pengaturan karyawan lebih pengalaman bekerja. memperhatikan kesesuaian individu tersebut dengan posisi dan tugasnya, sehingga dapat meningkatkan motivasinya. Multi Rater Assessment Sebelum Proyeksi Sesudah Penilaian terhadap karyawan Dengan adanya model CRC, Inc. hanya dilakukan kompetensi, CRC, Inc. oleh atasan. diperkenalkan penilaian tidak hanya dilakukan oleh atasan saja, tapi juga oleh bawahan dan rekan sejawat, sehingga lebih obyektif dan akurat.

5 Kerangka Identitas Camar Resources Canada, Inc VISI Menjadi perusahaan perminyakan terpilih. MISI Mengembangkan potensi sumber energi menjadi investasi yang menguntungkan. STRATEGI PERUSAHAAN Menjadi leader dalam industri perminyakan di Indonesia melalui penerapan tujuh strategi yang berfokus pada eksplorasi dan produksi minyak dan gas. Tujuh strategi tersebut yaitu : Menggantikan atau menambah platform yang telah ada melalui akuisisi dan eksplorasi. Menggantikan dan menambah jumlah produksi melalui pengembangan platform. Mengembangkan market baru untuk uncommitted gas. Menjaga fleksibilitas finansial dan konservasi struktur finansial dan mengontrol biaya. Membangun kerja sama strategis dengan pihak internasional. Memastikan dukungan dari pihak lokal. Berfokus menjaga standar kebijakan yang baik.

6 38 NILAI Profesional Kompeten dibidangnya. Mempunyai keinginan untuk menjadi yang terbaik. Selalu berusaha untuk mengembangkan diri. Memiliki kemampuan profesional dan mengetahui keterbatasan diri. Etika Menjalankan bisnis secara jujur dan berintegritas. Menjalankan standar etika yang baik setiap saat. Mengetahui serta menjalankan etika dan kebijakan perusahaan dengan baik. Keterbukaan Mendukung informalitas dan keterbukaan dalam berkomunikasi di setiap jenjang. Membangun kepercayaan di lingkungan karyawan dan manajemen di perusahaan CRC, Inc. Bersikap terbuka, saling menghormati, dan etos kerja yang baik. Inovatif Menjadi panduan. Selalu mencari solusi yang inovatif untuk mencapai hasil yang lebih baik, aman, efektif dari segi biaya dan cepat.

7 39 Memiliki kompetensi dalam hal intelektual. 4.4 Perancangan Model Kompetensi Adapun tahapan yang dilakukan dalam melakukan desain sistem pada model kompetensi meliputi 3 tahapan utama yang merupakan satu kesatuan dalam model kompetensi, antara lain : 1. Form A (Form Assessment Position Tools) Merupakan form untuk melakukan penilaian uji posisi terhadap posisi yang telah ditentukan oleh CRC, Inc. Pada form ini terdapat 2 kriteria yang penting untuk dikumpulkan, meliputi : Peranan posisi tersebut pada organisasi dan aktifitas kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh karyawan yang menempati posisi tersebut. Pengisian form dilakukan berdasarkan hasil wawancara langsung dengan karyawan yang menduduki posisi tersebut. Langkah-langkah pengerjaan form A : Form A merupakan alat uji penilaian terhadap posisi yang ada di CRC, Inc. Penilaian tersebut didasarkan pada proses pengambilan data yang dilakukan dengan melakukan wawancara pada setiap posisi dan khususnya untuk beberapa posisi dilakukan cek silang dengan rekan sekerja pada posisi yang sama. Dalam melakukan wawancara, data yang diperlukan meliputi peran dari posisi tersebut dalam organisasi dan aktifitas kegiatan sehari-hari dari posisi tersebut yang dilakukan

8 40 dari masuk kerja hingga pulang kerja. Tentunya dalam melakukan pengambilan data dalam wawancara perlu disusun beberapa pertanyaan dasar yang berkaitan dengan sasran yang ingin didapatkan dan pertanyaan yang merupakan pengembangan berdasarkan jawaban yang didapat langsung dari karyawan yang bersangkutan. Kegunaan dari form A : Memberikan gambaran secara umum apa yang menjadi fungsi dan aktifitas kegiatan sehari-hari dari masing-masing posisi yang nantinya menjadi dasar penentuan katalog kompetensi khususnya kompetensi yang harus dimiliki dan penentuan dari tingkat profisiensi

9 41 FORM A - Alat Uji Posisi Posisi : Nama : Fungsi (peran) posisi ini dalam organisasi Daftar kegiatan harian Gambar 4.1 Form A Alat Uji Posisi

10 42 2. Form B (Competency Catalog) Form ini merupakan hasil ringkasan dan analisa yang dilakukan pada form A. Ada 4 hal penting yang terkandung dalam form B, yaitu: penamaan kompetensi, definisi dari kompetensi, perilaku kunci dan tingkat profisiensi dari masing-masing perilaku kunci tersebut Langkah-langkah pengerjaan form B : Form B merupakan kelanjutan dari form A. Pada form B dilakukan ringkasan semua fungsi dan aktifitas kegiatan sehari-hari dari setiap posisi. Hal ini dilakukan pemetaan terhadap semua kompetensi yang perlu dimiliki berdasarkan hasil dari pengambilan data tersebut dan penentuan tingkat profisiensi dari masing-masing posisi. Pemetaan kompetensi didasarkan dari kompetensi keseluruhan posisi yang telah dikumpulkan. Semua kompetensi tersebut merupakan dasar kompetensi yang dimiliki dari posisi tersebut. Penentuan tingkat profisiensi didasarkan pada tingkat penguasaan terhadap kompetensi yang bersangkutan. Kegunaan dari form B : Mendapatkan gambaran umum kompetensi yang dimiliki oleh seluruh karyawan CRC, Inc dan tingkat profisiensi yang cocok berdasarkan posisi yang dimiliki karyawan tersebut. Hal ini menjadi dasar pembuatan form C yang memberikan penilaian terhadap posisi

11 43 tertentu. Penilaian dari profil kompetensi yang seharusnya menjadi pedoman untuk menduduki posisi tersebut. Gambar 4.2 Form B Katalog Kompetensi 3. Form C (Competency Profile) Form ini adalah hasil dari penilaian terhadap kompetensi yang dimiliki oleh setiap posisi yang ada di CRC, Inc. Adapun penilaian dari masing-masing posisi terhadap kompetensi yang dimiliki baik itu kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi atribut pribadi berdasarkan pada kelayakan pada nilai kompetensi yang seharusnya dimiliki setiap posisi CRC, Inc.

12 44 Langkah pengerjaan form C : Berdasarkan form B yang berisikan catalog kompetensi, form C lebih diarahkan pada kompetensi yang harus dimiliki setiap karyawan CRC, Inc untuk menduduki posisi tertentu. Penentuan penilaian terhadap kompetensi yang dimiliki karyawan lebih didasarkan pada kelayakan nilai kompetensi pada posisi tersebut. Dan tentunya juga didasarkan pada penilaian kerja di tempat dan harapan yang diinginkan CRC, Inc. Kegunaan dari form C : Menjadi tolak ukur penilaian dari kompetensi yang dimiliki setiap karyawan untuk menduduki posisi tersebut

13 45 FORM C - Profil Kompetensi Posisi No Nama Kompetensi Profisiensi yang harus dicapai A Kompetensi Teknis B Kompetensi Manajerial C Kompetensi Atribut Pribadi Gambar 4.3 Form C Profil Kompetensi

14 Hasil Perancangan Model Kompetensi Kompetensi Inti Dari definisi kompetensi inti, yaitu perilaku kritis dan keahlian yang dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan bisnis, yang secara umum dapat diterapkan kepada semua karyawan di seluruh lapisan perusahaan. Kompetensi inti terbagi dua, yaitu kompetensi inti perusahaan dan kompetensi inti umum. Masing-masing kompetensi memiliki ruang lingkup yang berbeda, di mana kompetensi inti perusahaan merupakan kompetensi yang memiliki cakupan luas dan menjiwai setiap unit bisnis dan karyawan secara keseluruhan, hanya saja kompetensi tersebut juga dimiliki perusahaan lainnya. Kompetensi inti perusahaan diarahkan untuk mendukung bisnis inti perusahaan tersebut dan kompetensi inti umum merupakan kompetensi yang dimiliki oleh perusahaan sejenisnya.

15 47 Visi Menjadi perusahaan perminyakan terpilih Misi Mengembangkan potensi sumber energi menjadi investasi yang menguntungkan Strategi Menggantikan atau menambah platform yang telah ada melalui akuisisi dan eksplorasi Menggantikan dan menambah jumlah produksi melalui pengembangan platform Mengembangkan market baru untuk uncommitted gas Menjaga fleksibilitas finansial dan konservasi struktur finansial dan mengontrol biaya Membangun kerja sama strategis dengan pihak internasional Memastikan dukungan dari pihak lokal Berfokus menjaga standar kebijakan yang baik Kompetensi Inti yang mungkin : Unggul Terbaik Handal Profesional Berkualitas Continuous Improvement Growth Kreatif Konsistensi Dedikasi Result Oriented Cost Efficiency Effectiveness Communication Kerja Sama Ekspansif Ahli Self Improvement Semangat Jujur Integritas Adil Saling Menguntungkan Komitmen Etis / Beretika Role Model Inovatif Transparansi Komunikatif Respect Intelektual Optimis Leader Kredibilitas Self Positioning Gambar 4.4 Penurunan Visi, Misi, Strategi ke Kompetensi yang mungkin

16 48 Nilai ( Value ) Profesional - Kompeten dibidangnya - Mempunyai keinginan untuk menjadi yang terbaik - Selalu berusaha untuk mengembangkan diri - Memiliki kemampuan professional dan mengetahui keterbatasan diri Etika - Menjalankan bisnis secara jujur dan berintegritas - Menjalankan standar etika yang baik setiap saat - Mengetahui dan menjalankan etika dan kebijakan perusahaan yang baik Keterbukaan - Mendukung informalitas dan keterbukaan dalam berkomunikasi di setiap jenjang - Membangun kepercayaan di lingkungan karyawan dan manajemen di perusahaan CRC, Inc - Bersikap terbuka, saling menghormati, dan etos kerja yang baik Inovatif - Menjadi panduan - Selalu mencari solusi yang inovatif untuk mencapai hasil yang lebih baik, aman, efektif dari segi biaya dan cepat Kompetensi Inti yang mungkin : Unggul Terbaik Handal Profesional Berkualitas Continuous Improvement Growth Kreatif Konsistensi Dedikasi Result Oriented Cost Efficiency Effectiveness Communication Kerja Sama Ekspansif Ahli Self Improvement Semangat Jujur Integritas Adil Saling Menguntungkan Komitmen Etis / Beretika Role Model Inovatif Transparansi Komunikatif Respect Intelektual Optimis Leader Kredibilitas Self Positioning Gambar 4.5 Penurunan Nilai Perusahaan ke komptensi yang mungkin

17 49 Berikut adalah daftar kompetensi sementara yang diperoleh dari visi, misi, strategi dan nilai CRC, Inc. Yaitu : Tabel 4.2 Daftar Kompetensi Sementara dari Hasil Penurunan Visi, Misi, Strategi dan Nilai dari CRC, Inc. Unggul Effectiveness Komitmen Terbaik Communication Etis / Beretika Handal Kerja Sama Role Model Profesional Ekspansif Inovatif Berkualitas Ahli Transparansi Continuous Improvement Self Improvement Komunikatif Growth Self Positioning Respect Kreatif Semangat Intelektual Konsistensi Jujur Optimis Dedikasi Integritas Leader Result Oriented Adil Kredibilitas Cost Efficiency Saling Menguntungkan Lalu dari daftar sementara kompetensi ini, kita kelompokkan terlebih dahulu kompetensi yang serupa atau mempunyai pengertian yang mendekati sama.

18 50 Tabel 4.3 Pengelompokan Daftar Kompetensi Sementara yang Memiliki Pengertian Mirip atau Sama Professional Continuous Improvement Unggul Terbaik Handal Berkualitas Ahli Role Model Intelektual Leader Kredibilitas Growth Ekspansif Self Improvement Innovative Kreatif Integrity Result Oriented Communication Konsistensi Dedikasi Semangat Jujur Adil Komitmen Etis / Beretika Transparansi Respect Optimis Effectiveness Cost Efficiency Self Positioning Kerja Sama Saling Menguntungkan Komunikatif Berikut merupakan kompetensi yang didapatkan dari data yang berhasil dikumpulkan, dianalisa dan dihasilkan dari kompetensi inti yang telah diperoleh dari pengambilan data selama berjalannya proyek lapangan adalah sebagai berikut: 1. Professional 2. Continuous Improvement

19 51 3. Innovative 4. Integrity 5. Result Oriented 6. Communication Secara umum, kompetensi inti perusahaan dapat terbagi 2 jenis, yaitu kompetensi inti CRC, Inc. dan kompetensi inti umum. Kompetensi inti CRC, Inc. merupakan kompetensi yang secara unik yang dimiliki oleh CRC, Inc. dan menjadikan kompetensi yang memiliki nilai jual yang unik dari CRC, Inc. serta yang membedakan CRC, Inc. dari perusahaan-perusahaan sejenis lainnya di Indonesia. Sedangkan kompetensi inti secara umum merupakan kompetensi yang memang dimiliki setiap perusahaan perminyakan di Indonesia dan kompentensi itu menjadi suatu keharusan dimiliki setiap perusahaan perminyakan. Kompetensi inti yang dimiliki oleh CRC, Inc. adalah sebagai berikut : Inovatif dan Integritas. Begitu juga dengan kompetensi inti umum yang harus dimiliki CRC, Inc. antara lain: Profesional, Continuous Improvement, Result Oriented & Communication. Berdasarkan kompetensi inti CRC, Inc. dan Kompetensi inti umum, Berikut adalah uraian definisi dari Kompetensi Inti yang ada di CRC, Inc.: 1. Profesional Menjadi yang terbaik di bidangnya yang melebihi harapan, serta handal dan menjadi leader di bidang perminyakan. 2. Continuous Improvement Keinginan untuk maju kearah yang lebih baik, melakukan perbaikan, berkembang.

20 52 3. Innovative Kreatif dalam pemikiran, penuh dengan ide-ide baru. 4. Integrity Operasional berdasarkan nilai-nilai etika. 5. Result Oriented Efisiensi, dan efektivitas yang optimal dalam hasil kerja dengan mengetahui karakteristik perusahaan. 6. Communication Menjalin interaksi internal maupun eksternal, termasuk komunikasi dan kerjasama tim. Berikut adalah ringkasan semua daftar kompetensi yang telah kami buat ke dalam tabel-tabel berikut : Tabel 4.4. Kompetensi Inti Spesifik dan Kompetensi Inti Umum Kompetensi Inti Spesifik Innovative Integrity Kompetensi Inti Umum Professional Continuous Improvement Result Oriented Communication

21 Kompetensi Pekerjaan Kompetensi pekerjaan merupakan satu kesatuan dengan kompetensi inti baik kompetensi inti perusahaan dan umum. Tentunya dalam melihat kompetensi yang dimiliki oleh CRC, Inc. harus secara keseluruhan organisasi baik dari visi, misi, strategi dan nilai yang mencerminkan CRC, Inc. secara mendalam. Dalam hal ini kompetensi inti yang dimiliki CRC, Inc. mencerminkan kompetensi pekerjaan yang dimiliki setiap karyawan pada posisinya. Kompetensi pekerjaan adalah ketrampilan yang harus dimiliki oleh karyawan agar sukses pada pekerjaan atau fungsional kerja, tapi bukan keseluruhan perusahaan. Secara tipikal melibatkan pengetahuan baik di dalam area teknis, profesional dan area proses lainnya. Kompetensi pekerjaan terbagi atas tiga bagian utama, yaitu: kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi atribut pribadi. Kompetensi teknis merupakan suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh karyawan CRC Inc. khususnya yang berkaitan dengan pekerjaan yang memerlukan kemampuan teknis. Berikut merupakan kompetensi-kompetensi yang ada dalam kompetensi teknis antara lain : Tabel 4.5 Kompetensi Teknis Kemampuan Teknikal Kemampuan Presentasi Pengetahuan Mengenai Industri Kemampuan Berbahasa Inggris Kemampuan Komputer Negosiasi Kemampuan Akuntansi Kemampuan Perpajakan Manajemen Keselamatan Kerja Pemahaman Prosedur Kerja

22 54 Kompetensi manajerial merupakan suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh karyawan CRC, Inc. khususnya yang berkaitan dengan pekerjaan yang memerlukan kemampuan manajerial. Berikut merupakan kompetensi-kompetensi yang ada dalam kompetensi manajerial antara lain : Tabel 4.6 Kompetensi Manajerial Penanganan Masalah / Konflik Team Building Pengawasan Kepemimpinan Keterbukaan Pengorganisasian Perencanaan Pengambilan Keputusan Pengembangan Bawahan Manajemen Resiko Kompetensi atribut pribadi merupakan suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap karyawan CRC, Inc. karena sikap yang dimiliki seorang karyawan menjadi kebutuhan pada pekerjaan yang dilakukannya. Berikut merupakan kompetensi-kompetensi yang ada dalam kompetensi atribut pribadi antara lain : Tabel 4.7 Kompetensi Atribut Pribadi Pengembangan Diri Berpikir Analitis Kemampuan Interpersonal Motivasi Kerja Sama Kelompok Orientasi terhadap detil Ketrampilan berkomunikasi Mampu bekerja di bawah tekanan Inisiatif Persuasif Berikut keseluruhan kompetensi pekerjaan dari kompetensi teknis, manajerial dan atribut pribadi yang ada di CRC, Inc. beserta definisinya :

23 55 1. Pemahaman prosedur kerja Memahami pelaksanaan proses transaksi dan cara kerja operasional perusahaan yang sesuai dengan prosedur serta sistem pengarsipan yang baik untuk menghasilkan kinerja yang diharapkan. 2. Kemampuan Akuntansi Keuangan Memiliki pengetahuan dasar akuntansi keuangan. 3. Pengetahuan Mengenai Industri Kemampuan untuk mengenal dan menganalisa sektor industri 4. Ketrampilan Komputer Memiliki pengetahuan komputer yang memadai dan mampu menggunakan komputer untuk mendukung pekerjaan sehari-hari. 5. Ketrampilan Berbahasa Inggris Kemampuan untuk menggunakan Bahasa Inggris dengan benar dalam percakapan formal maupun dalam menulis dokumen bisnis / laporan. 6. Ketrampilan Presentasi Kemampuan menyusun materi dan menyampaikan informasi di depan sekelompok orang dalam forum formal maupun informal, yang menghasilkan pemahaman yang sama pada pendengar dengan tujuan informasi yang ingin disampaikan oleh presenter. 7. Negosiasi Secara efektif melakukan eksplorasi terhadap alternatif dan posisi untuk mencapai hasil yang memperoleh dukungan dan penerimaan dari semua pihak.

24 56 8. Kemampuan Teknikal Kemampuan yang digunakan untuk mengeksplor lapangan. 9. Kemampuan Perpajakan Memiliki pengetahuan tentang peraturan perpajakan di Indonesia. 10. Manajemen Keselamatan Kerja Kemampuan untuk mengatur keselamatan dalam lingkungan kerja. 11. Perencanaan Kemampuan untuk mengerti sasaran kerja yang direncanakan, untuk selanjutnya diturunkan ke dalam bentuk penyusunan strategi dan program kerja untuk unit kerja yang menjadi wewenangnya. 12. Pengorganisasian Kemampuan membagi tugas dan pelimpahan wewenang kepada anak buah. 13. Pengawasan Kemampuan untuk menetapkan standar kinerja, mengadakan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja bawahannya. 14. Pengambilan Keputusan Kemampuan untuk mengidentifikasi permasalahan, membuat alternatif pemecahan dan menyelesaikan masalah. 15. Pengembangan bawahan Kemampuan untuk mengenali kepribadian bawahan, memberikan bimbingan dan pengerjaan yang baik, serta umpan balik yang konstruktif guna pengembangan diri bawahan.

25 Kepemimpinan Memberi inspirasi, mempengaruhi, dan mendorong orang lain untuk mencapai sesuatu. Konsistensi dalam kata dan tindakan, Orang lain bersedia mengikuti tindakannya. 17. Team Building Menggunakan metode-metode tertentu dan kemampuan interpersonal yang fleksibel untuk membantu membangun tim yang erat; memfasilitasi terpenuhinya tujuan tim. 18. Keterbukaan Kemampuan untuk memberikan perhatian, mendengarkan, memahami, dan menerima pandangan orang lain, serta mencari umpan balik dan mau belajar dari orang lain. 19. Penanganan Konflik Dapat menyelesaikan setiap konflik yang terjadi baik di lingkungan internal maupun eksternal. 20. Manajemen Risiko Kemampuan menganalisa resiko, mengatur serta meminimalkan resiko yang timbul.

26 Ketrampilan Komunikasi Kemampuan menerima informasi secara tepat sesuai dengan apa yang ingin disampaikan oleh orang lain, serta kemampuan untuk menyampaikan informasi secara jelas dan akurat kepada orang lain melalui jalur komunikasi yang efektif. 22. Kemampuan Interpersonal Menunjukkan etika yang baik, sehingga mampu menjalin hubungan dengan lingkungan internal maupun eksternal. 23. Motivasi Semangat dan niat untuk melakukan pekerjaan dengan baik untuk mencapai peak performance. 24. Mampu bekerja dibawah tekanan Kemampuan dalam mengendalikan emosi dan tingkat stres terhadap stressor dari diri sendiri maupun orang lain dalam kondisi di bawah tekanan. 25. Kerjasama Kelompok Kemampuan mengenal peran dan kontribusi masing-masing anggota kelompok, guna membina hubungan kerjasama yang baik dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. 26. Inisiatif Proaktif dalam mencari informasi pendukung dan menangani masalah yang timbul. 27. Orientasi Terhadap Detil Kemampuan untuk memfokuskan diri terhadap hal-hal yang bersikap detil atau rinci, yang berkaitan dengan pekerjaannya.

27 Persuasif Kemampuan mempengaruhi dan mengarahkan orang lain. 29. Pengembangan diri Secara aktif mengidentifikasikan hal baru untuk belajar; secara rutin menciptakan dan memanfaatkan kesempatan belajar; menggunakan pengetahuan dan keahlian yang baru didapat pada pekerjaan dan belajar dalam penerapannya. 30. Berpikir Analitis Kemampuan untuk dapat berpikir secara analitis. Berikut adalah daftar kompetensi yang tercakup dalam kompetensi inti dan kompetensi umum. Tabel 4.8 Daftar Kompetensi Teknis, Manajerial dan Atribut Pribadi Yang Tercakup Dalam Kompetensi Inti dan Kompetensi Umum Professional Pemahaman Prosedur Kerja Kemampuan Akuntansi Keuangan Berpikir Analitis Pengetahuan Mengenai industri Ketrampilan Komputer Ketrampilan Berbahasa Inggris Ketrampilan Presentasi Kemampuan Teknikal Penanganan Konflik Manajemen Resiko Mampu bekerja di bawah tekanan Result Oriented Pengambilan Keputusan Perencanaan Pengawasan Manajemen Keselamatan Kerja Communication Negosiasi Team Building Ketrampilan Komunikasi Kemampuan Interpersonal Kerja Sama Kelompok

28 60 Kemampuan Perpajakan Persuasif Inisiatif Keterbukaan Innovative Integrity Pengorganisasian Kepemimpinan Continuous Improvement Pengembangan Bawahan Orientasi terhadap detil Pengembangan Diri Motivasi Tabel 4.9 Acuan Penentuan Tingkat Profisiensi pada Model Kompetensi Level 1 Operator Level 2 Individual Contributor 1. Terus belajar kompetensi berbeda 2. Masih membutuhkan praktek kerja secara berulang-ulang 3. Mengerti hubungan kompetensi terhadap pekerjaan 4. Melaksanakan tugas dengan bimbingan atasan 1. Memiliki ketrampilan yang lebih banyak 2. Menunjukkan kinerja yang lebih baik pada kompetensi pekerjaannya 3. Mengerti dampak pada kompetensi pekerjaan. 4. Melaksanakan tugas dengan sedikit bimbingan atasan Level 3 Specialist / Manajer Level 4 Role Model / Leader 1. selalu menunjukkan sikap kerja yang terkadang melebihi apa yang diharapkan. 2. Mampu melihat keterkaitan hubungan antar kompetensi dalam aspek kerja 3. Dapat memgembangkan perilaku dalam diri sendiri dan orang lain 4. Memiliki kemampuan untuk menolong, mengembangkan dan mengajar orang lain. 1. Memiliki sikap yang menjadi teladan bagi orang lain 2. Mampu mengintegrasikan semua aspek bisnis 3. Memiliki kapasitas berpikir secara struktural dan strategi 4. Mampu memberikan arahan dan membimbing orang lain.

29 61 Katalog kompetensi dan nilai kompetensi pada masing-masing posisi yang ada di CRC, Inc. terlampir dalam lampiran.

BAB V PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI

BAB V PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI BAB V PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI 5.1 Kerangka Identitas PT Bank Internasional Indonesia Tbk 1. Visi Menjadi bank lokal terbaik yang diakui memiliki kualitas, pelayanan dan inovasi produk

Lebih terperinci

LAMPIRAN ILUSTRASI PENGGUNAAN MODEL KOMPETENSI DALAM BEBERAPA HAL

LAMPIRAN ILUSTRASI PENGGUNAAN MODEL KOMPETENSI DALAM BEBERAPA HAL LAMPIRAN ILUSTRASI PENGGUNAAN MODEL KOMPETENSI DALAM BEBERAPA HAL Posisi yang diambil sebagai bahan perbangdingan antara Kompetensi Jabatan dengan Kompetensi Personel / Orang adalah sebagai berikut : 1.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan yang semakin ketat menjadi tantangan utama bagi. perusahaan dalam mempertahankan keberadaannya dalam dunia bisnis.

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan yang semakin ketat menjadi tantangan utama bagi. perusahaan dalam mempertahankan keberadaannya dalam dunia bisnis. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan yang semakin ketat menjadi tantangan utama bagi perusahaan dalam mempertahankan keberadaannya dalam dunia bisnis. Dalam perkembangan dunia bisnis

Lebih terperinci

DAFTAR KATALOG KOMPETENSI

DAFTAR KATALOG KOMPETENSI BII - Competency Catalog DAFTAR KATALOG KOMPETENSI No. Kompetensi Teknis Kompetensi Manajerial Kompetensi Atribut Pribadi Kompetensi Inti 1 Pemahaman Prosedur Kerja Perencanaan Keterampilan Komunikasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Kompetensi Mark Lancaster mendefinisikan kompetensi sebagai suatu atau sekelompok sikap/perilaku yang menghasilkan performa yang sangat baik dalam melakukan konteks pekerjaan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pembuatan model kompetensi ini merupakan salah satu usaha untuk membantu manajemen Camar Resources Canada Inc. dalam mengelola SDM dengan professional yang diharapkan

Lebih terperinci

BAB IV PERUSAHAAN SEBAGAI OBYEK MODEL KOMPETENSI

BAB IV PERUSAHAAN SEBAGAI OBYEK MODEL KOMPETENSI BAB IV PERUSAHAAN SEBAGAI OBYEK MODEL KOMPETENSI 4.1 Gambaran Umum kondisi PT Bank Internasional Indonesia Tbk Didirikan sebagai bank komersial dengan nama PT Bank Internasional Indonesia pada tahun 1959,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai perancangan model kompetensi ini yang sudah disinggung di bab sebelumnya, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu sekilas mengenai model

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Model Kompetensi Menurut Schoonover Associates, kompetensi adalah perilaku atau sekumpulan perilaku yang mengambarkan kinerja yang bagus dalam pekerjaan. Sedangkan model

Lebih terperinci

BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Kinerja bursa saham secara tidak langsung mempengaruhi kemajuan perekonomian nasional. Pasar modal kini memiliki peranan penting dalam perekonomian suatu negara, baik

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI. sesuai standar ISO 9001 di PT X. dan rekomendasi dari penulis kepada

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI. sesuai standar ISO 9001 di PT X. dan rekomendasi dari penulis kepada BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI Bab ini merupakan penutup yang berisi simpulan untuk menjawab pertanyaan dengan justifikasi hasil penelitian penerapan sistem manajemen mutu sesuai standar ISO 9001 di PT

Lebih terperinci

ID No EQUIS Input Proses Output Predecessors. Membuat Visi. 3 N/A Membuat Misi 2

ID No EQUIS Input Proses Output Predecessors. Membuat Visi. 3 N/A Membuat Misi 2 ID No EQUIS Input Proses Output Predecessors 1 N/A Perencanaan Visi, Misi, Nilai 2 1.d.2 Daftar pemegang kepentingan, deskripsi organisasi induk, situasi industri tenaga kerja, dokumen hasil evaluasi visi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Proyek Konstruksi Menurut Ervianto (2005), suatu proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek.

Lebih terperinci

INTERNAL AUDIT CHARTER 2016 PT ELNUSA TBK

INTERNAL AUDIT CHARTER 2016 PT ELNUSA TBK 2016 PT ELNUSA TBK PIAGAM AUDIT INTERNAL (Internal Audit Charter) Internal Audit 2016 Daftar Isi Bab I PENDAHULUAN Halaman A. Pengertian 1 B. Visi,Misi, dan Strategi 1 C. Maksud dan Tujuan 3 Bab II ORGANISASI

Lebih terperinci

Human Resource Diagnostic

Human Resource Diagnostic Human Resource Diagnostic Latar Belakang Perkembangan bisnis kini tidak hanya bergantung pada strategi bisnis yang baik. Banyak perusahaan dari sektor bisnis yang berbeda-beda terus menerus mengembangkan

Lebih terperinci

Bab 9: PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN. Hak cipta 2005 South-Western. Semua hak dilindungi undangundang.

Bab 9: PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN. Hak cipta 2005 South-Western. Semua hak dilindungi undangundang. Bab 9: PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN Western. Semua hak dilindungi undangundang. Pengembangan dan pelatihan Pengembangan dan pelatihan Mewakili investasi berkelanjutan dalam karyawan & menyadari karyawan

Lebih terperinci

Human Resource Management System

Human Resource Management System Human Resource Management System Latar Belakang Perkembangan bisnis kini tidak hanya bergantung pada strategi bisnis yang baik. Banyak perusahaan dari sektor bisnis yang berbeda-beda terus menerus mengembangkan

Lebih terperinci

Materi 10 Organizing/Pengorganisasian: Manajemen Team

Materi 10 Organizing/Pengorganisasian: Manajemen Team Materi 10 Organizing/Pengorganisasian: Manajemen Team Anda mungkin memiliki banyak pengalaman bekerja dalam kelompok, seperti halnya tugas kelompok, tim olahraga dan lain sebagainya. Kelompok kerja merupakan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN BERBASIS KOMPETENSI

PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN BERBASIS KOMPETENSI PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN BERBASIS KOMPETENSI UU No.4 Tahun 2014 tentang ASN PEMBINAAN KARIR JABATAN DAN JENJANG PANGKAT POLA DASAR KARIR PERPINDAHAN JABATAN POLA KARIR MANAJEMEN KARIR TALENT POOL SDM

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kementerian Kesehatan mulai melaksanakan reformasi birokrasi pada tahun 2011. Tujuan dari reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Kesehatan adalah menciptakan

Lebih terperinci

penting. Keberhasilan suatu proyek pertama-tama sangat dipengaruhi oleh ketepatan

penting. Keberhasilan suatu proyek pertama-tama sangat dipengaruhi oleh ketepatan BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Tinjauan Umum Peranan Manajer Proyek dalam industri jasa konstruksi adalah sangat penting. Keberhasilan suatu proyek pertama-tama sangat dipengaruhi oleh ketepatan pemilihan

Lebih terperinci

LEMBAR KONFIRMASI KOMPETENSI

LEMBAR KONFIRMASI KOMPETENSI LEMBAR KONFIRMASI KOMPETENSI Jabatan/Eselon : Unit Kerja : NO. KOMPETENSI LEVEL KOMPETENSI STANKOM 1 ANALISIS STRATEGI (AS) Mengidentifikasi,menguraikan, 1. Mempelajari informasi yang didapatkan meghubungkan

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA PEMIKIRAN. teoretik. Manajemen strategi didefinisikan sebagai ilmu tentang perumusan

BAB III KERANGKA PEMIKIRAN. teoretik. Manajemen strategi didefinisikan sebagai ilmu tentang perumusan 22 BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Manajemen Strategi Penelitian ini menggunakan perencanaan strategi sebagai kerangka teoretik. Manajemen strategi didefinisikan sebagai

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG PROFIL KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL SANDIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG PROFIL KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL SANDIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG PROFIL KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL SANDIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

2015, No Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2015, No Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.2091, 2015 LEMSANEG. Jabatan Fungsional. Sandiman. Profil. PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG PROFIL KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL SANDIMAN

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Pulau Umang Resort & Spa berada pada kategori kuat, artinya bahwa budaya

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Pulau Umang Resort & Spa berada pada kategori kuat, artinya bahwa budaya 122 122 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan di Pulau Umang Resort & Spa maka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Chevron merupakan salah satu perusahaan energi terintegrasi yang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Chevron merupakan salah satu perusahaan energi terintegrasi yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Chevron merupakan salah satu perusahaan energi terintegrasi yang terbesar di dunia serta perusahaan Amerika terbesar dalam bidang perusahaan energi. Selain

Lebih terperinci

Kerangka Kompetensi Kepemimpinan Klinik

Kerangka Kompetensi Kepemimpinan Klinik Kerangka Kompetensi Kepemimpinan Klinik The Medical Leadership Competency Framework (MLCF) Dibuat atas dasar konsep kepemimpinan bersama di mana kepemimpinan tidak terbatas hanya pada pemimpin saja, dan

Lebih terperinci

Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi

Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi IV.1 Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi dengan Val IT Perencanaan investasi TI yang dilakukan oleh Politeknik Caltex Riau yang dilakukan

Lebih terperinci

company profile Assessment Training Bumi Asri Sengkaling Blok DD 2 Malang Jawa Timur

company profile Assessment Training Bumi Asri Sengkaling Blok DD 2 Malang Jawa Timur company profile CONSULTING Assessment, Training and Psychotherapy OFFICE Bumi Asri Sengkaling Blok DD 2 Malang 65151 Jawa Timur Tlp 0341 463 470 / HP. 085 731 813 615 www.animaconsulting.co.id Bumi Asri

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS. Herfina (2006), Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pengaruhnya

BAB II URAIAN TEORITIS. Herfina (2006), Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pengaruhnya BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Herfina (2006), Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Kinerja di Balai Ternak Embrio Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan

Lebih terperinci

BASIC TALENT MANAGEMENT : MEMAHAMI TALENT SECARA UTUH DAN MENYELURUH OLEH MEI PURWANTO

BASIC TALENT MANAGEMENT : MEMAHAMI TALENT SECARA UTUH DAN MENYELURUH OLEH MEI PURWANTO BASIC TALENT MANAGEMENT : MEMAHAMI TALENT SECARA UTUH DAN MENYELURUH OLEH MEI PURWANTO SELAYANG PANDANG APA ITU TALENT MANAGEMENT? Talent Management/manajemen bakat : suatu proses manajemen/strategi pengelolaan

Lebih terperinci

Kerangka Kerja Sistem Manajemen Kinerja

Kerangka Kerja Sistem Manajemen Kinerja VARIABEL KINERJA Kerangka Kerja Sistem Manajemen Kinerja TAHAP 2: PERANCANGAN KELUARAN ORGANISASI PROSES INTERNAL VARIABEL KINERJA SISTEM MANAJEMEN KINERJA KEMAMPUAN SUMBER DAYA SEBAB AKIBAT KERANGKA KERJA

Lebih terperinci

1.1. Dasar/ Latar Belakang Penyusunan Piagam Audit Internal

1.1. Dasar/ Latar Belakang Penyusunan Piagam Audit Internal Piagam Audit Intern 1.0 PENDAHULUAN 2.0 VISI 3.0 MISI 1.1. Dasar/ Latar Belakang Penyusunan Piagam Audit Internal a. Peraturan Bank Indonesia No.1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan

Lebih terperinci

PENGELOLAAN PROYEK SISTEM INFORMASI

PENGELOLAAN PROYEK SISTEM INFORMASI 9/28/2011 PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI PERTEMUAN - 1 GAMBARAN UMUM MANAJEMEN 1 2 1. Peserta memahami tentang proyek 2. Peserta memahami konsep-konsep manajemen yang diperlukan dalam manajemen proyek Fungsi-fungsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pasal 33 ayat (3) bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh

BAB I PENDAHULUAN. Pasal 33 ayat (3) bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semangat melakukan eksplorasi sumber daya alam di Indonesia adalah UUD 1945 Pasal 33 ayat (3) bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seorang mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi akan mendapatkan bekal berupa teori yang telah diterima selama perkuliahan, yang nantinya setelah lulus dari

Lebih terperinci

FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI

FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI AIR MINUM INDONESIA (LSP AMI) FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI AHLI MANAJEMEN AIR MINUM TINGKAT UTAMA NAMA PESERTA NAMA ASESOR FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI : CLUSTER AHLI MANAJEMEN

Lebih terperinci

MANAJEMEN PROYEK KONTEKS & PROSES PERTEMUAN 2

MANAJEMEN PROYEK KONTEKS & PROSES PERTEMUAN 2 MANAJEMEN PROYEK KONTEKS & PROSES PERTEMUAN 2 DEFINISI PROYEK Proyek adalah serangkaian aktifitas temporer dalam usaha melakukan dan mencapai tujuan tertentu (Schwalbe K, 2002). DEFINISI MANAJEMEN PROYEK

Lebih terperinci

Kualitas kualitas Penting seorang Juara

Kualitas kualitas Penting seorang Juara Kualitas kualitas Penting seorang Juara 1. Kemampuan Komunikasi 4,69 2. Kejujuran/Integritas 4,59 3. Kemampuan bekerjasama 4,54 4. Kemampuan interpersonal 4,5 5. Beretika 4,46 6. Motivasi/Inisiatif 442

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia 2.1.1 Definisi manajemen SDM Manajemen sumber daya manusia merupakan ilmu yang mengatur unsur manusia dalam suatu organisasi agar terwujud suatu

Lebih terperinci

1. Peran individu dalam organisasi olahraga. 2. Menjelaskan tentang perilaku organisasi.

1. Peran individu dalam organisasi olahraga. 2. Menjelaskan tentang perilaku organisasi. mansur@uny.ac.id 1. Peran individu dalam organisasi olahraga. 2. Menjelaskan tentang perilaku organisasi. 3. Membahas sejumlah topik yang terkait dengan individu yang bekerja dalam manajemen olahraga.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1 Kompetensi a. Pengertian Kompetensi Menurut Wibowo (2011:95) kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Manajemen Pada masa sekarang ini, manajemen bukan lagi merupakan istilah yang asing bagi kita. Istilah manajemen telah digunakan sejak dulu, berasal dari bahasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat menghambat pembangunan dan perkembangan ekonomi nasional.

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat menghambat pembangunan dan perkembangan ekonomi nasional. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Rendahnya kualitas sumber daya manusia merupakan masalah mendasar yang dapat menghambat pembangunan dan perkembangan ekonomi nasional. Penataan sumber daya manusia

Lebih terperinci

Fakultas Komunikasi dan Bisnis Inspiring Creative Innovation. Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan

Fakultas Komunikasi dan Bisnis Inspiring Creative Innovation. Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan The secret of business is to know something that nobody else knows -Aristotle Onassis Rahasia dari bisnis adalah mengetahui apa yang tidak diketahui orang lain -Aristotle

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2012 NOMOR 80 SERI E

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2012 NOMOR 80 SERI E BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2012 NOMOR 80 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 80 TAHUN 2012 T E N T A N G STANDAR KOMPETENSI DAN SYARAT JABATAN STRUKTURAL KANTOR LINGKUNGAN HIDUP

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. dengan referensi pada sejumlah standar seperti biaya-biaya masa lalu atau yang

BAB II LANDASAN TEORI. dengan referensi pada sejumlah standar seperti biaya-biaya masa lalu atau yang BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kinerja Kinerja menurut Soetjipto (1997) merupakan suatu istilah secara umum yang digunakan untuk sebagian atau seluruh tindakan atau aktivitas dari suatu organisasi pada suatu

Lebih terperinci

(Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia, Ruang lingkup dan Fungsi MSDM) Fauzie Rahman

(Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia, Ruang lingkup dan Fungsi MSDM) Fauzie Rahman (Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia, Ruang lingkup dan Fungsi MSDM) Fauzie Rahman Latar Belakang Produktivitas karyawan ternyata mempengaruhi daya saing perusahaan : pengelolaan karyawan yang baik

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Management berasal dari kata to manage yang berarti mengatur. Dalam hal mengatur akan timbul masalah, mengapa harus diatur, dan apa tujuan pengaturan tersebut.

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses organisasi yang dimulai dari perencanaan, rekrutmen dan seleksi, orientasi, pelatihan dan pengembangan,

Lebih terperinci

Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta

Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta Sejarah Kurikulum Prodi Teknik Informatika Hingga saat ini, Program Studi Teknik Informatika

Lebih terperinci

MEMBANGUN KINERJA PEGAWAI

MEMBANGUN KINERJA PEGAWAI MEMBANGUN KINERJA PEGAWAI Dwi Heri Sudaryanto, S.Kom. *) ABSTRAK Kinerja yang terpelihara dan berkembang meningkat akan berdampak positif bagi organisasi atau unit kerja yang bersangkutan. Bagi organisasi

Lebih terperinci

Daftar Pertanyaan Penelitian. Berilah tanda (checklist) untuk menjawab pertanyaan berikut ini: KUESIONER VARIABEL INDEPENDEN (Pengendalian Internal)

Daftar Pertanyaan Penelitian. Berilah tanda (checklist) untuk menjawab pertanyaan berikut ini: KUESIONER VARIABEL INDEPENDEN (Pengendalian Internal) Lampiran Daftar Pertanyaan Penelitian Bapak/Ibu yang terhormat, saya ingin mengetahui tentang Peranan Pengendalian Internal Gaji dan Upah dalam Menunjang Pembayaran Gaji dan Upah di PT Cibaligo Indah Untuk

Lebih terperinci

BAB III SOLUSI BISNIS

BAB III SOLUSI BISNIS BAB III SOLUSI BISNIS Peran Sumber Daya Manusia dalam sebuah proses bisnis organisasi atau perusahaan sangatlah penting bahkan bisa dikatakan melebihi unsur unsur yang dipakai dalam perusahaan tersebut.

Lebih terperinci

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN 29 III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Konseptual Setiap perusahaan atau organisasi memiliki visi dan misi tertentu. PD Pasar Jaya memiliki visi untuk memajukan perusahaan. Sebagai pedoman

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. penelitian, serta sistematika dalam hal penulisan penelitian.

BAB 1 PENDAHULUAN. penelitian, serta sistematika dalam hal penulisan penelitian. BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan tentang latar belakang terkait permasalahan yang akan diteliti, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan dan mafaat penelitian, serta sistematika dalam hal penulisan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kimia. Saat ini sedang berkembang seiring berjalannya waktu. Memiliki cabang yang

BAB I PENDAHULUAN. kimia. Saat ini sedang berkembang seiring berjalannya waktu. Memiliki cabang yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT. Kusuma Kemindo Sentosa merupakan perusahaan distributor bahan-bahan kimia. Saat ini sedang berkembang seiring berjalannya waktu. Memiliki cabang yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Ekonomi program diploma III Universitas Andalas dalam mencapai gelar Ahli

BAB I PENDAHULUAN. Ekonomi program diploma III Universitas Andalas dalam mencapai gelar Ahli BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Magang Magang merupakan suatu keharusan bagi setiap mahasiswa Fakultas Ekonomi program diploma III Universitas Andalas dalam mencapai gelar Ahli Madya. Kegiatan magang

Lebih terperinci

1. Visi, Misi dan Tujuan Program Studi Akuntansi - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

1. Visi, Misi dan Tujuan Program Studi Akuntansi - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Visi 1. Visi, Misi dan Tujuan Program Studi Akuntansi - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Menjadi program studi yang unggul dan profesional dalam pengembangan ilmu pengetahuan akuntansi yang secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan pesat dalam segala bidang mendorong perkembangan secara global. Hal tersebut mengakibatkan adanya berbagai keterbukaan disegala bidang kehidupan,sehingga

Lebih terperinci

Makalah Akuntasi Sektor Publik. Akuntansi Manajemen Sektor Publik

Makalah Akuntasi Sektor Publik. Akuntansi Manajemen Sektor Publik Makalah Akuntasi Sektor Publik Akuntansi Manajemen Sektor Publik Disusun oleh: Sinta Okta Irma (14043022) Suci Ardiryanti (14043024) UNIVERSITAS NEGERI PADANG FAKULTAS EKONOMI 2015 BAB I PENDAHULUAN A.

Lebih terperinci

7 Prinsip Manajemen Mutu - ISO (versi lengkap)

7 Prinsip Manajemen Mutu - ISO (versi lengkap) 7 Prinsip Manajemen Mutu - ISO 9001 2015 (versi lengkap) diterjemahkan oleh: Syahu Sugian O Dokumen ini memperkenalkan tujuh Prinsip Manajemen Mutu. ISO 9000, ISO 9001, dan standar manajemen mutu terkait

Lebih terperinci

CV. INFINITE SOLUTIONS

CV. INFINITE SOLUTIONS CV. INFINITE SOLUTIONS The Best Solutions For Your Financial Planning PROFIL PERUSAHAAN CV. INFINITE SOLUTIONS CV. INFINITE SOLUTIONS merupakan salah satu perusahaan jasa terkemuka di Indonesia yang telah

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA. Sumberdaya manusia merupakan investasi yang. sangat penting dalam suatu organisasi.

PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA. Sumberdaya manusia merupakan investasi yang. sangat penting dalam suatu organisasi. PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA Sumberdaya manusia merupakan investasi yang sangat penting dalam suatu organisasi. Oleh karena itu, pengembangan sumberdaya manusia juga penting demi menjaga produktivitasnya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan di bidang ekonomi saat ini menunjukkan perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan di bidang ekonomi saat ini menunjukkan perkembangan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pembangunan di bidang ekonomi saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan muncul dan tumbuhnya berbagai perusahaan yang

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2012 NOMOR 61 SERI E

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2012 NOMOR 61 SERI E BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2012 NOMOR 61 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 61 TAHUN 2012 T E N T A N G STANDAR KOMPETENSI DAN SYARAT JABATAN STRUKTURAL SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS. Menurut Stephen P. Robbins dan Mary Coulter dalam bukunya

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS. Menurut Stephen P. Robbins dan Mary Coulter dalam bukunya BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Manajemen Menurut Stephen P. Robbins dan Mary Coulter dalam bukunya Manajemen (edisi ketujuh, 2004, p6), manajemen adalah

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.955, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Pedoman. PERATURAN KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada kemampuan bangsa itu sendiri dalam meningkatkan kualitas sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. pada kemampuan bangsa itu sendiri dalam meningkatkan kualitas sumber daya 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aspek yang paling utama dalam menghadapi era globalisasi dimana keberhasilan suatu bangsa dalam melaksanakan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia 2.1.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia mulai dikenal sejak abad 20, terutama setelah terjadi revolusi industri,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Pelatihan Sumber Daya Manusia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Pelatihan Sumber Daya Manusia 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pelatihan Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia dalam hal ini karyawan merupakan sumber daya terpenting yang dimiliki oleh organisasi dan merupakan salah satu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan individual (Stephen, Timothy

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan individual (Stephen, Timothy BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Uraian Teoritis 2.1.1. Pengertian Tim Kerja Tim kerja adalah kelompok yang usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan individual (Stephen,

Lebih terperinci

I. PENGANTAR II. DATA RESPONDEN

I. PENGANTAR II. DATA RESPONDEN No:... SURVEY KARYAWAN PT. XXX PERIODE TAHUN YYYY I. PENGANTAR Kami konsultan yang ditunjuk oleh PT. XXX sedang melakukan survey tentang Human Resources Index yang berkaitan dengan kepuasan karyawan. Sehubungan

Lebih terperinci

HP : Bisa diunduh di: teguhfp.wordpress.com

HP : Bisa diunduh di: teguhfp.wordpress.com e-mail : sitisyamsiar@yahoo.com HP : 081-1286833 Bisa diunduh di: teguhfp.wordpress.com Dalam sebuah ayat Allah SWT Menegaskan, bahwasannya: Artinya: (yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan

Lebih terperinci

BUPATI BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN BUPATI BINTAN NOMOR 54 TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN BUPATI BINTAN NOMOR 54 TAHUN 2017 TENTANG BUPATI BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN BUPATI BINTAN NOMOR 54 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR KOMPETENSI MANAJERIAL JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BINTAN DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 26 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR KOMPETENSI MANAJERIAL JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA PROVINSI BANTEN

PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 26 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR KOMPETENSI MANAJERIAL JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA PROVINSI BANTEN PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 26 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR KOMPETENSI MANAJERIAL JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA PROVINSI BANTEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pemberlakuan ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada tahun 2015

BAB I PENDAHULUAN. Pemberlakuan ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada tahun 2015 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pemberlakuan ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada tahun 2015 memberikan tantangan tersendiri terhadap perkembangan bisnis dan persaingan pasar yang bergerak

Lebih terperinci

Materi Minggu 10. Implementasi Strategik, Evaluasi dan Pengawasan

Materi Minggu 10. Implementasi Strategik, Evaluasi dan Pengawasan M a n a j e m e n S t r a t e g i k 77 Materi Minggu 10 Implementasi Strategik, Evaluasi dan Pengawasan 10.1 Implementasi Strategi Implementasi strategi adalah jumlah keseluruhan aktivitas dan pilihan

Lebih terperinci

Wawancara Hubungan Lights- On dan Proyek dengan. Arahan Strategi ( Strategic Intention)

Wawancara Hubungan Lights- On dan Proyek dengan. Arahan Strategi ( Strategic Intention) L1 Wawancara Hubungan Lights- On dan Proyek dengan Arahan Strategi ( Strategic Intention) Untuk menjawab pertanyaan dibawah ini menggunakan format skor dengan skala ( 0-5 ) dan lingkari skor yang akan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 177 UU No. 34 tahun 2004 yang menyebutkan bahwa pemerintah daerah dapat

BAB I PENDAHULUAN. 177 UU No. 34 tahun 2004 yang menyebutkan bahwa pemerintah daerah dapat 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) didasarkan pada Pasal 177 UU No. 34 tahun 2004 yang menyebutkan bahwa pemerintah daerah dapat memiliki BUMD yang pembentukan,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia memiliki arti penting sebagai salah satu fungsi manajemen, dimana manajemen sumber daya manusia meliputi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Obyek Group Field Project Group field project kami melakukan riset di International SOS. Di sini kami berperan sebagai konsultan luar bagi Human Resource Department AEA.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dengan adanya globalisasi pasar dan kompetisi tercipta suatu perubahan yang besar

BAB I PENDAHULUAN. Dengan adanya globalisasi pasar dan kompetisi tercipta suatu perubahan yang besar BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menghadapi era globalisasi yang telah berjalan pada tahun-tahun terakhir ini, perusahaan-perusahaan di Indonesia dituntut untuk mampu bersaing secara

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. khas minang di kota Padang dengan menguji hubungan antara entrepreneurial

BAB V PENUTUP. khas minang di kota Padang dengan menguji hubungan antara entrepreneurial BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang menentukan kinerja pada industri mikro, kecil, dan menengah (IKM) makanan khas minang di kota Padang dengan

Lebih terperinci

BAB 1 OVERVIEW PROGRAM

BAB 1 OVERVIEW PROGRAM PROPOSAL GRADUATE TRAINEE PROGRAM 2017 A. Tujuan Umum BAB 1 OVERVIEW PROGRAM Tujuan umum dari Program Graduate Trainee adalah: Menciptakan Head Operation dan Site Officer yang berkompetensi tinggi, paham

Lebih terperinci

Bab 9 - Project Human Resource Management Sumber: PMBOK 2000, Diterjemahkan oleh Mahasiswa STMIK Mardira Indonesia, Bandung

Bab 9 - Project Human Resource Management Sumber: PMBOK 2000, Diterjemahkan oleh Mahasiswa STMIK Mardira Indonesia, Bandung Bab 9 - Project Human Resource Management Sumber: PMBOK 2000, Diterjemahkan oleh Mahasiswa STMIK Mardira Indonesia, Bandung Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) suatu Proyek termasuk proses yang diperlukan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Internal Marketing Pemasaran internal sangat penting artinya bagi perusahaan jasa. Apa lagi bagi usaha jasa yang terkenal dengan high contact. Apa yang dikatakan dengan high

Lebih terperinci

Lampiran 1 Core Value HIDUP BERKAH LPP Graha Wisata Semarang

Lampiran 1 Core Value HIDUP BERKAH LPP Graha Wisata Semarang Lampiran 1 Core Value HIDUP BERKAH LPP Graha Wisata Semarang 1. High Performance (berkinerja tinggi) Bekerja dan melayani dengan baik saja tidak cukup bagi kami. Kami bekerja dengan predikat yang luar

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Akuntansi dan Sistem Pelaporan Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Akuntansi dan Sistem Pelaporan Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penelitian tentang Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran, Pengendalian Akuntansi dan Sistem Pelaporan Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah (Studi pada DPPKAD

Lebih terperinci

KAMUS KOMPETENSI. 1. Mendengarkan ucapan orang lain Berupaya mendengarkan ucapan atau perkataan orang lain dengan seksama.

KAMUS KOMPETENSI. 1. Mendengarkan ucapan orang lain Berupaya mendengarkan ucapan atau perkataan orang lain dengan seksama. KAMUS KOMPETENSI NO. KOMPETENSI DASAR PENGERTIAN TINGKAT KOMPETENSI 1. Berorientasi pada pelayanan Keinginan untuk membantu atau melayani orang lain guna memenuhi kebutuhan mereka, artinya selalu berusaha

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Berpikir PT. Tawada Graha yang menjadi obyek dari tulisan kami menjalankan bisnis mereka secara tradisional. Tidak ada perencanaan strategis jangka panjang yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompetensi Setiap organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu untuk mencapai keberhasilan, untuk mencapai keberhasilan diperlukan landasan yang kuat berupa Kompetensi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap organisasi memiliki berbagai tujuan. Untuk mencapai tujuannya,

BAB I PENDAHULUAN. Setiap organisasi memiliki berbagai tujuan. Untuk mencapai tujuannya, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap organisasi memiliki berbagai tujuan. Untuk mencapai tujuannya, organisasi biasanya berusaha meningkatkan produktifitas, kemampuan berinovasi, dan kemampuan

Lebih terperinci

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Manajemen dapat diartikan sebagai sistem kerja, maksudnya adalah bahwa di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Manajemen dapat diartikan sebagai sistem kerja, maksudnya adalah bahwa di BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Manajemen dapat diartikan sebagai sistem kerja, maksudnya adalah bahwa di dalam setiap aktifitas suatu organisasi perlu memiliki kerjasama harmonis, melalui

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari

BAB II KAJIAN TEORI. jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Pengertian Kepemimpinan Kepemimpinan secara harfiah berasal dari kata pimpin. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan

Lebih terperinci

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Pada era Reformasi Birokrasi saat ini, setiap organisasi pemerintahan dituntut untuk selalu melaksanakan semua aspek yaitu legitimasi, kewenangan, maupun aktivitas utama

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN 6.1 Kesimpulan

BAB 6 KESIMPULAN 6.1 Kesimpulan BAB 6 KESIMPULAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang telah dilaksanakan pada Bab 5, maka diperoleh kesimpulan : 1. Pada pengolahan data awal, diperoleh total nilai untuk

Lebih terperinci

Manajemen. Pengantar. Manajemen. dan Organisasi. Bab. edisi kesepuluh. Penerbit Erlangga

Manajemen. Pengantar. Manajemen. dan Organisasi. Bab. edisi kesepuluh. Penerbit Erlangga Manajemen edisi kesepuluh Stephen P. Robbins Mary Coulter Bab 1 Pengantar Manajemen dan Organisasi Penerbit Erlangga 1 Kerangka Pembelajaran Ikuti Kerangka Pembelajaran ini ketika membaca dan mempelajari

Lebih terperinci