Persamaan Differensial

dokumen-dokumen yang mirip
Slide : Tri Harsono Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) - ITS

Integral dan Persamaan Diferensial

BAB 2 RESPONS FUNGSI STEP PADA RANGKAIAN RL DAN RC. Adapun bentuk yang sederhana dari suatu persamaan diferensial orde satu adalah: di dt

Arus Listrik. Arus dan Gerak Muatan. Q t. Surya Darma, M.Sc Departemen Fisika Universitas Indonesia. Satuan SI untuk arus: 1 A = 1 C/s.

Darpublic Nopember 2013

MODUL 1 RANGKAIAN THEVENIN, PEMBEBANAN DAN ARUS TRANSIEN

Gambar 1, Efek transien pada rangkaian RC

1.4 Persamaan Schrodinger Bergantung Waktu

ARUS,HAMBATAN DAN TEGANGAN GERAK ELEKTRIK

Oleh : Danny Kurnianto; Risa Farrid Christianti Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto

3. Kinematika satu dimensi. x 2. x 1. t 1 t 2. Gambar 3.1 : Kurva posisi terhadap waktu

Arus Bolak-Balik. Tegangan dan arus bolak balik dapat dinyatakan dalam bentuk

BAB 4 PENGANALISAAN RANGKAIAN DENGAN PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE DUA ATAU LEBIH TINGGI

PERSAMAAN GERAK VEKTOR SATUAN. / i / = / j / = / k / = 1

BAB KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR

Pekan #3. Osilasi. F = ma mẍ + kx = 0. (2)

Soal-Jawab Fisika OSN 2015

KUAT ARUS DAN BEDA POTENSIAL Kuat arus adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui suatu penghantar tiap detik.

Analisis Rangkaian Listrik

MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN (2 sks)

1 dz =... Materi XII. Tinjaulah integral

Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Waktu

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

BAB 2 KINEMATIKA. A. Posisi, Jarak, dan Perpindahan

Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi

FORMAT JAWABAN INQUIRY CAPASITOR

Analisis Rangkaian Listrik Jilid 2

FORMAT JAWABAN INQUIRY CAPASITOR

LIMIT FUNGSI. 0,9 2,9 0,95 2,95 0,99 2,99 1 Tidak terdefinisi 1,01 3,01 1,05 3,05 1,1 3,1 Gambar 1

Percobaan PENYEARAH GELOMBANG. (Oleh : Sumarna, Lab-Elins, Jurdik Fisika FMIPA UNY)

PERSAMAAN DIFERENSIAL. metode euler metode runge-kutta

& RANGKAIAN RC M. Ishaq

x 4 x 3 x 2 x 5 O x 1 1 Posisi, perpindahan, jarak x 1 t 5 t 4 t 3 t 2 t 1 FI1101 Fisika Dasar IA Pekan #1: Kinematika Satu Dimensi Dr.

Fisika Dasar. Gerak Jatuh Bebas 14:12:55. dipengaruhi gaya. berubah sesuai dengan ketinggian. gerak jatuh bebas? nilai percepatan gravitasiyang

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks)

=====O0O===== Gerak Vertikal Gerak vertikal dibagi menjadi 2 : 1. GJB 2. GVA. A. GERAK Gerak Lurus

Relasi LOGIK FUNGSI AND, FUNGSI OR, DAN FUNGSI NOT

LATIHAN SOAL-SOAL RANGKAIAN LISTRIK 2

ENERGI LISTRIK Tujuan : Menentukan faktor faktor yang mempengaruhi besar energi listrik

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang

FIsika KTSP & K-13 KINEMATIKA. K e l a s A. VEKTOR POSISI

KINEMATIKA. gerak lurus berubah beraturan(glbb) gerak lurus berubah tidak beraturan

Faradina GERAK LURUS BERATURAN

RANK DARI MATRIKS ATAS RING

PELATIHAN STOCK ASSESSMENT

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. SAINTEK Fisika Kode:

FISIKA. Kelas X GLB DAN GLBB K13 A. GERAK LURUS BERATURAN (GLB)

Jawaban Soal Latihan

SOLUSI-SOLUSI PERIODIK PADA PERLUASAN FRACTIONAL VAN-DER POL TAK LINEAR

B a b 1 I s y a r a t

B a b 1 I s y a r a t

TURUNAN, INTEGRAL, PERSAMAAN DIFERENSIAL DAN TRANSFORMASI LAPLACE DALAM PENERAPANNYA DI BIDANG TEKNIK ELEKTRO

Fungsi Bernilai Vektor

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang

Aljabar Linear Elementer

Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan s

BAB 2 LANDASAN TEORI

Analisis Gerak Osilator Harmonik Dengan Gaya pemaksa Bebas Menggunakan Metode Elemen Hingga Dewi Sartika junaid 1,*, Tasrief Surungan 1, Eko Juarlin 1

PEMODELAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP $US MENGGUNAKAN DERET WAKTU HIDDEN MARKOV SATU WAKTU SEBELUMNYA 1. PENDAHULUAN

2014 LABORATORIUM FISIKA MATERIAL IHFADNI NAZWA EFEK HALL. Ihfadni Nazwa, Darmawan, Diana, Hanu Lutvia, Imroatul Maghfiroh, Ratna Dewi Kumalasari

GERAK LURUS BESARAN-BESARAN FISIKA PADA GERAK KECEPATAN DAN KELAJUAN PERCEPATAN GLB DAN GLBB GERAK VERTIKAL

BAB III POWER MESIN TEKUK YANG DIBUTUHKAN UNTUK PROSES PENEKUKAN ACRYLIC

Abstak. Kata Kunci: Op-amp, Integrator, Differensiator,Inverter dan Non inverter.

MUH1G3/ MATRIKS DAN RUANG VEKTOR

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa

BAB X GERAK LURUS. Gerak dan Gaya. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas VII 131

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan

PEMODELAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP $US MENGGUNAKAN DERET WAKTU HIDDEN MARKOV HAMILTON*

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan

RINGKASAN MATERI KALOR, PERUBAHN WUJUD DAN PERPINDAHAN KALOR

SINYAL TEAM DOSEN. Signal&System Prodi Telekomunikasi Polsri 1

PENDUGAAN PARAMETER DERET WAKTU HIDDEN MARKOV SATU WAKTU SEBELUMNYA

Analisis Rangkaian Listrik

Penyearah Setengah Gelombang Dan Gelombang Penuh

Fisika EBTANAS Tahun 1995

Hitung penurunan pada akhir konsolidasi

BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun

PERTEMUAN 2 KINEMATIKA SATU DIMENSI

1. Pengertian Digital

Sudaryatno Sudirham. AnalisisRangkaian. RangkaianListrik di KawasanWaktu #1

BAB 7 NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN. Dr. Ir. Abdul Wahid Surhim, MT.

ARUS DAN TEGANGAN BOLAK BALIK

ANALISIS DIRECT SELLING COST DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN Studi kasus pada CV Cita Nasional.

BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan

BAB II TINJAUAN TEORITIS

BAB III ANALISIS INTERVENSI. Analisis intervensi dimaksudkan untuk penentuan jenis respons variabel

0,9 2,9 0,95 2,95 0,99 2,99 1 Tidak terdefinisi 1,01 3,01 1,05 3,05 1,1 3,1 Gambar 7.1

IR. STEVANUS ARIANTO 1

KARAKTERISTIK UMUR PRODUK PADA MODEL WEIBULL. Sudarno Staf Pengajar Program Studi Statistika FMIPA UNDIP

PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL LINEAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRANSFORMASI ARTION-FUNDO. Naufal Helmi, Mariatul Kiftiah, Bayu Prihandono

PERHITUNGAN PARAMETER DYNAMIC ABSORBER

Analisis Model dan Contoh Numerik

BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Statistika. Salah satu metode

III. METODE PENELITIAN

5. Kumparan tipis terdiri dari 4 lilitan diletakkan horisontal kemudian diberi arus listrik 5A. Jika jari-jari lingkaran 4cm,

PENGUJIAN HIPOTESIS. pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi.

B a b. Aplikasi Dioda

Transkripsi:

Persamaan Differensial Slide : Tri Harsono April, 2005 Polieknik Elekronika Negeri Surabaya ITS 1

Jenis PD Berdasarkan ruas kanannya: PD Homogin PD Non Homogin Berdasarkan independen variable-nya: PD Biasa PD Parsial Berdasarkan deraja differensialnya: PD Linier PD Non Linier 2

Isilah-Isilah dalam PD Derajad PD: pangka eringgi pada PD, Orde PD: urunan eringgi pada PD PUPD(: Penyelesaian Umum PD) adl: penyel. yg masih mengandung konsana esensiel, PKPD(: Penyelesaian Khusus PD) adl: penyel. yg idak mengandung konsana esensiel. Konsana esensiel (konsana dasar): konsana yang idak dapa disederhanakan lagi. 3

Benuk-Benuk PD Biasa Orde 1 PD Variabel Terpisah, PD Variabel yg dapa dipisah, PD Eksak, Inegraing Facors, Linear Firs-Order Differenial Equaion, Variaion of Paramaers, Picard s Ieraion Mehod 4

Soal : Newon s law of cooling A copper ball is heaed o a emperaure of 100 o C. Then a ime =0 i is placed in waer which is mainained a a emperaure of 30 o C. A he end of 3 minues he emperaure of he ball is reduced o 70 o C. Find he ime a which he emperaure of he ball is reduced o 31 o C. 5 Model maemaik dari hukum pendingin Newon: dt d = kt ( 30) Termasuk PD Variabel yang dapa dipisah Orde1 Tenukan PUPD-nya Carilah PKPD-nya

Iniial Value Problem Masalah Nilai Awal (Iniial Value Problem) digunakan unuk mencari nilai konsana dasar (= c), Dengan adanya iniial value problem maka PUPD akan menjadi PKPD. 6

Tugas: 1. Selesaikan Pers Diff beriku: dy 2 a. = (1 + x)(1 + y ) dx dy b. sin2x = ycos2x dx dy 2 cy. = 0.5sin ωx dx 2. Iniial Value Problem. Selesaikan PD di bwh ini. di al. + i = 0; i(0) = i0 d π bdr. sinθ = 2rcos θdθ; r( ) = 2 2 dr c. = r; r(0) = r0 d dv d. v = k ; k = kons an v( x ) = v dx 0 0 7

PD yang dapa dirubah ke Benuk PD Var Terpisah PD orde 1 erenu erkadang variabelnya idak dapa dipisah, Teapi dapa dibua erpisah dengan suau cara yg mudah, yaiu: Dengan merubah variabelnya menjadi dy dx y = g x..(1) Dimana g adalah fungsi y/x yang elah diberikan, Conoh:(y/x) 3, sin(y/x), dsb 8

PD yang dapa dirubah ke Benuk PD Var Terpisah - Seing y/x = u, - Bisa dinyaakan bahwa y dan u adalah fungsi dari x, - Maka dapa dibenuk fungsi y = ux, - Differensiasi dari y didapakan: dy = u+ ux..(2) dx - Subsiusi 2 ke dalam 1 dan g(y/x)=g(u), didapakan: u+ ux = g( u) 9

PD yang dapa dirubah ke Benuk PD Var Terpisah Akhirnya dapa dipisahkan var x dan u, sehingga : du dx = gu ( ) u x Dengan menginegralkan dan menggani u dengan y/x, didapakan PUPD-nya. 10

PD yang dapa dirubah ke Benuk PD Var Terpisah Conoh: 1. Selesaikan PD orde 1 beriku: a. 2xyy y 2 + x 2 = 0 b. (2x 4y + 5)y + x - 2y + 3 =0 2. Carilah PUPD dari PD orde 1 beriku: a. xy = x + y b. xy = (y - x) 3 + y c. x 2 y = y 2 + xy + x 2 d. y = (y - x)/(y + x) 11

PD yang dapa dirubah ke Benuk PD Var Terpisah 3. Selesaikan masalah nilai awal beriku: a. 2x 2 yy = g(x 2 y 2 ) 2xy 2 ; y(1)= (п/2) b. y = (y - x)/(y - x - 1) ; y(-5) = -5 12

PD Orde 1 Linier Benuk Umum : dy f( x) y r( x) dx + = Ciri linier PD iu ada pada y dan dy/dx f dan r erkadang fungsi dari x PUPD nya: h h y( x) = e e rdx+ c dimana h = f( x) dx 13

PD Orde 1 Linier Conoh: 1. Selesaikan PD Orde 1 beriku: a. y y = e 2x b. xy + y + 4 = 0 c. xy + y = sinx 2. Selesaikan masalah nilai awal beriku: a. y + y g(x) = sin(2x); y(0) = 1 b. x 2 y + 2xy x + 1 = 0; y(1) = 0 14

PD Orde 1 Linier 3. Hukum Pendingin Newon. dt d = kt ( T) 1 T = emperaur sebuah bola logam, dileakkan pada suau medium yang dijaga emperaurnya konsan T 1. Carilah penyelesaian umum dari emperaur bola bila emperaur awal bola T(0) = T o 15

PD Orde 1 Linier 4. Selesaikan PD Orde 1 beriku: a. y + y = sin(x) b. y + 2y = 6e x c. y + ky = e -kx, dimana k adalah koefisien d. xy 2y = x 3 e x e. y + y = (x + 1) 2 ; y(0) = 0 f. xy 3y = x 4 (e x + cos x) 2x 2 ; y(п)= п 3 e п +2п 2 16

Tugas2 Selesaikan Pers. Diff. beriku ini : 1. xy = 2x + 2y 2. y = (y+x)/(y-x) 3. xyy = 2y 2 + 4x 2 ; y(2) = 4 4. y y = e x ; y(1) = 0 5. An exended objec falling downward is known o experience a resisive force of he air (called drag). We assume he magniude of his force o be proporional o he speed v. Using Newon s second law, show ha : mv ' = kv mg g = 9.80 m/sec 2 Selesaikan model PD iu dengan meode: a. PD Orde1 Linier b. PD Var Terpisah 17

Aplikasi pada angkaian Lisrik (PD Linier Orde 1) PD orde 1 linier mempunyai banyak aplikasi dalam bidang fisika dan eknik Unuk conoh adalah aplikasi pada rangkaian lisrik Tujuan: bagaimana kia memodelkan, yaiu menyaakan kondisi fisik menjadi relasi maemaik Transisi dari sisem fisik ke suau model maemaik yang bersesuaian selalu menjadi langkah perama dalam maemaika eknik Langkah perama ini pening, membuuhkan pangalaman dan laihan yang hanya dapa diperoleh dengan mencoba memodelkan conoh-conoh khusus dari berbagai plan (obyek fisik). 18

Aplikasi pada angkaian Lisrik (PD Linier Orde 1) angkaian lisrik yang paling sederhana adalah sebuah rangkaian seri, Dimana kia mempunyai sebuah sumber energi lisrik (elecromoive force) misal sebuah generaor aau sebuah baerai dan sebuah resisor yang menggunakan energi. Sebagai conoh: sebuah lampu pijar elekrik pada gambar di bawah ini. source + - i resisor swich 19

Aplikasi pada angkaian Lisrik (PD Linier Orde 1) Bila swich diuup sebuah arus i akan mengalir melalui resisor dan menyebabkan egangan urun, yaiu: poensial elekrik pada kedua ujung resisor akan berbeda, Perbedaan poensial/egangan urun adi dapa diukur dengan menggunakan volmeer. Eksperimen menunjukkan bahwa penurunan egangan E yg melewai sebuah resisor proporsional erhadap arus i pada saa iu, dan diulis: E = i Hukum OHM = konsana proporsional disebu sebagai resisansi dari resisor 20

Dua elemen pening lainnya adalah indukor dan kapasior Sebuah indukor melawan suau perubahan dalam arus, Mempunyai efek inersia dalam elecriciy yang sama dengan masa dalam bidang mekanik (analogi bid lisrik dengan mekanik) Eksperimen menghasilkan hukum beriku: Penurunan egangan E L yg melewai sebuah indukor proporsional hd nilai perubahan arus i pada saa iu, dan diulis : E Aplikasi pada angkaian Lisrik L = di L d (PD Linier Orde 1) L = konsana proporsional disebu sebagai indukansi dari indukor 21

Aplikasi pada angkaian Lisrik (PD Linier Orde 1) Kapasior adalah suau elemen yg menyimpan energi, Eksperimen menghasilkan hukum beriku: Penurunan egangan E C yang melinasi sebuah kapasior proporsional erhadap muaan lisrik (elecric charge) Q pada kapasior, diulis : EC 1 = Q C C = kapasiansi (farad) dan muaan Q diukur dalam coulomb Sejak dq i = d 1 EC = i(*) d * C 0 22

Aplikasi pada angkaian Lisrik (PD Linier Orde 1) Unuk arus i() dalam suau rangkaian dapa dicari dari persamaan-persamaan yang didapakan dari hukum fisik beriku: Jumlah penurunan egangan pada suau loop eruup sama dengan NOL (KVL) Conoh 1: Perhaikan rangkaian L seri beriku E() + - i L Hiung arus yang mengalir, bila: a. E() = E 0 = Konsan b. E() = E 0 sinω Ke.: gunakan cara PD linier orde 1 23

Aplikasi pada angkaian Lisrik (PD Linier Orde 1) Jawab 1a. L seri : E()=E 0 =konsan (Consan Elecromoive Force) Dari KVL, E dan E L didapakan model maemaika dari L seri : di( ) L + i( ) = d E( ) 24 Dengan menggunakan PD linier orde 1, didapakan PUPDnya: i( ) i( ) = E L 0 = e e E 0 + ce L L d + c unuk yang lama maka i() konsankee 0 /

Aplikasi pada angkaian Lisrik (PD Linier Orde 1) Jadi dari persamaan arus lisrik i() yg didapakan di aas (baris erakhir) erliha bhw arus idak berganung dari konsana dasar c, arinya berapapun besar c, arus eap konsan ke E 0 /. Unuk Penyelesaian parikulir (penyelesaian khusus/pkpd) pada kondisi awal i(0)=0, didapakan persamaan arus: i( ) i( ) = = E 0 E 0 1 e 1 e L τ L τ L = L/ dinamakan konsana waku indukif dari rangkaian 25

Aplikasi pada angkaian Lisrik (PD Linier Orde 1) Skesa grafik kua arus i() persamaan erakhir: E 0 i() 26

27 Jawab 1b. L seri : E()= E 0 sinω (Periodic Elecromoive Force) Dengan menggunakan PD linier orde 1, didapakan PUPDnya: ( ) L L E ce i L L E ce i c d e L E e i L L L L ω δ δ ω ω ω ω ω ω ω arcan ) sin( ) ( cos sin ) ( sin ) ( 2 2 2 0 2 2 2 0 0 = + + = + + = + = Pada suku perama, unuk yang besar (infiniy) nilainya menuju NOL, sehingga i() akhirnya mengalami gearan harmonisa. Aplikasi pada angkaian Lisrik (PD Linier Orde 1)

Aplikasi pada angkaian Lisrik (PD Linier Orde 1) Skesa grafik dari fungsi arus yg didapakan: i() suku eksponensial L ce ω Seady sae 28

Aplikasi pada angkaian Lisrik (PD Linier Orde 1) Pengerian fisis dari soal L seri di aas adalah: Sebuah sisem elekrik aau dinamik dikaakan dalam kondisi seimbang (seady sae) pada saa variabel-variabelnya (misal arus) merupakan fungsi periodik aau konsan Sisem iu dikaakan dalam kondisi ransien (ransien sae) pada saa idak dalam kondisi seady sae (unseady sae) Variabel-variabel yg bersesuaian dinamakan : fungsi seady sae dan fungsi ransien Pada conoh 1 di aas: Fungsi seady sae uk soal 1a. adl: E 0 / Fungsi seady sae uk soal 1b. adl: E0 sin( ω δ ) 2 2 2 + ω L 29

Aplikasi pada angkaian Lisrik (PD Linier Orde 1) Pengerian fisis dari soal L seri di aas adalah: Sebelum arus mencapai sedy sae, pasi melalui kondisi ransien lebih dahulu Kondisi ransien ini erjadi karena indukor dan kapasior menyimpan energi, dan arus indukor sera egangan kapasior yg bersesuaian idak dapa diubah dengan iba-iba Secara prakis, kondisi/masa ransien ini erjadi dalam waku yang singka 30

Aplikasi pada angkaian Lisrik (PD Linier Orde 1) Conoh 2: Perhaikan rangkaian C seri beriku E() + - i C Hiung arus yang mengalir, bila: a. E() = E 0 = Konsan b. E() = E 0 sinω Ke.: gunakan cara PD linier orde 1 31

SOAL 1. Dapakan penyelesaian conoh 1a. yg memenuhi kondisi awal i(0)=0.5e 0 / dan gambarkan skesa grafiknya. 2. Dalam conoh 1a., bila =20 ohm, L=0.03 milihenry, dan i(0)=0, hiung waku pada saa arus i mencapai 99.9% dari nilai akhir. 3. Dalam conoh 1a., bila E 0 =100 vol, =1000 ohm, dan L=4 henry. Hiung τ L, gambarkan skesa grafik i(), hiung E dan E L. 4. Berapa nilai L yang dipilih, dalam sebuah L seri dengan =100 ohm unuk arus yang mencapai 99.9% dari nilai akhir saa =0.01 deik? 5. Sebuah C seri dengan =200 ohm dan C=0.1 farad diberi muaan (dari sumber E()=E 0 =12 vol).hiung egangan pada kapasior E C dengan anggapan bahwa saa =0 kapasior belum diberi muaan. 6. Tenukan arus i() dalam rangkaian C seri dengan asumsi E=100 vol, C=0.25 farad, dan adalah variabel yg mengikui persamaan =(100-) ohm unuk 0 100 de, dan =0 unuk >100 de. Kondisi awal i(0)=1 ampere. 32

SOAL 7. Tunjukkan bahwa persamaan differensial C seri (dalam arus i()) dapa dirubah menjadi persamaan dalam muaan Q(): C(dQ/d) + (1/C)Q = E() Selesaikan persamaan sb uk E()=0 dengan asumsi Q(0)=Q 0. 8. Dari persamaan muaan pada C seri, bila =20 ohm, C=0.01 farad dan E()=60e-2 vol, dengan asumsi Q(0)=0, hiung Q() dan ampilkan skesa grafiknya. Tenukan juga waku yg dibuuhkan unuk Q() yang maksimum. 9. Hiunglah arus i() dari rangkaian L seri, dengan =1ohm, L=100 henry, kondisi awal i(0)=0, dan sumber egangan E() seperi pada gambar di bawah ini E() 1 33 0 100 200 300

SOAL 10.Tenukan oupu dari L seri bila nilai awal i(0) = 0 34

Tugas 3 Kerjakan soal-soal di aas 4 nomer dari 9 nomer (pilih sembarang). Kumpulkan 2 mingg. Lagi. 35

36