BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Liani Kurniawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perawaan (Mainenance) Mainenance adalah akivias agar komponen aau sisem yang rusak akan dikembalikan aau diperbaiki dalam suau kondisi erenu pada periode waku erenu (Ebeling, 1997). Pada umumnya perawaan yang dilakukan dalam suau perusahaan dapa dibedakan menjadi dua (Blischke, 2003) : 1. Correcive mainenance Perawaan yang dilakukan erhadap mesin jika mesin ersebu sudah mengalami kerusakan, aau lebih sering disebu sebagai perbaikan (reparasi) 2. Prevenive mainenance Mainenance jenis ini sering disebu ime based mainenance. Merupakan suau kegiaan perawaan yang dilakukan pada selang waku yang elah dienukan sebelumnya unuk mencegah imbulnya kerusakan-kerusakan yang idak erduga dan kondisi yang dapa menyebabkan fasilias produksi mengalami kerusakan pada saa beroperasi. 2.2 Hubungan Reliabilias Dengan Perawaan Suau sisem aau komponen jika dioperasikan secara erus menerus akan mengalami penurunan ingka keandalannya sesuai dengan fungsi waku. Unuk menanggulangi aau menunda erjadinya kerusakan ersebu, perlu dilakukan perawaan secara eraur dan berkala. 5
2 2.3 Konsep Keandalan (Reliabiliy) Keandalan (reliabiliy) dapa didefinisikan sebagai probabilias sisem akan memiliki kinerja sesuai fungsi yang dibuuhkan dalam periode waku erenu (Ebeling, 1997). Definisi lain keandalan (reliabiliy) adalah probabilias suau sisem akan berfungsi secara normal keika digunakan unuk periode waku yang diinginkan dalam kondisi operasi spesifik (Dhillon, 1997) Fungsi Keandalan Keandalan didefinisikan sebagai peluang sebuah sisem (komponen) akan berfungsi sampai dengan periode waku. Unuk meliha hubungan ini, secara maemaik dieapkan variabel acak koninu T adalah waku hingga suau komponen aau sisem mengalami kerusakan. Fungsi kendalan bisa dinyaakan sebagai beriku : R( ) PrT (2.1) dimana R( ) 0, R(0) 1, dan lim R ( ) 0. Jika didefinisikan bahwa : F( ) 1 R( ) PrT (2.2) dengan F(0) 0 dan lim F( ) 1 ~ Dengan : f() : peluang kerusakan sisem sebelum waku R() : Fungsi keandalan 6
3 F() : Fungsi peluang kumulaif dari disribusi kerusakan Benuk disribusi kegagalan digambarkan oleh fungsi densias f() yang didefinisikan sebagai: df( ) dr( ) f() d d (2.3) Waku Raa-raa Hingga Rusak (Mean Time o Failure) Mean Time To Failure (MTTF) adalah raa-raa waku suau sisem aau komponen akan beroperasi sampai erjadi kerusakan aau kegagalan unuk perama kali. Maka persamaan Mean Time To Failure (MTTF) adalah MTTF R d (2.5) Fungsi Hazard Fungsi hazard aau laju kerusakan adalah banyaknya kerusakan komponen per sauan waku. Dinoasikan dengan h () aau (). Keisimewaan Fungsi hazard adalah secara unik dapa menenukan fungsi keandalan, jika: dr( ) 1 f ( ) ( ). (2.6) d R( ) R( ) aau dr() () d R () kemudian persamaan diaas diinegralkan menjadi : 0 R () ( ') d ' dr( ') R ( ') 7
4 dengan R(0) 1maka : ( ') d ' ln R( ) 0 aau R( ) exp ( ') d ' (2.7) Bahub Curve Salah sau benuk pening dari fungsi Hazard erliha pada Gambar 2.1. Model bahub curve merupakan dasar unuk melakukan perhiungan keandalan suau komponen aau sisem. Gambar 2.1 Bahub curve Burn-in period Periode ini menggambarkan laju kerusakan pada waku 0-1 menurun seiring dengan berambahnya waku operasi komponen aau sisem. Useful life period Periode ini menggambarkan laju kerusakan pada waku 1-2 cenderung konsan seiring dengan penambahan waku operasi komponen aau sisem. 8
5 Wear ou period Periode ini menggunakan laju kerusakan pada waku 2 - meningka seiring dengan penambahan waku operasi komponen aau sisem. 2.4 Disribusi Peluang dalam Reliabilias Disribusi peluang yang sering digunakan dalam menganalisis benuk kerusakan aau kegagalan dalam reliabilias adalah disribusi Weibull dan disribusi Eksponensial Disribusi Weibull Disribusi peluang yang paling sering digunakan dalam keandalan adalah disribusi weibull. Model bahub curve merupakan dasar unuk melakukan perhiungan keandalan suau produk aau sisem. Jika variabel acak koninu T berdisribusi Weibull yang memiliki parameer benuk, parameer skala dan parameer lokasi γ. Hanya saja parameer keiga yaiu parameer lokasi (γ) biasanya idak digunakan, dan nilai unuk parameer ini dapa diaur ke nol. Sehingga disribusi weibull 3-parameer dapa di ransformasikan kedalam disribusi weibull 2-parameer dengan cara. Maka unuk fungsi densias dari disribusi Weibull 2-parameer adalah, 1 f( ) exp 0, 0, 0 (2.8) Fungsi reliabilias dari disribusi Weibull 2-parameer adalah 9
6 1 ' R( ) exp d ' 0 e (2.9) Fungsi hazard dari disribusi Weibull 2-parameer adalah () 1 0, 0, 0 (2.10) Penurunan fungsi keandalan dan fungsi hazard disribusi Weibull 2-parameer dapa diliha pada Lampiran 2. Bea (β) merupakan parameer benuk yang mempengaruhi disribusi unuk beberapa nilai yang berbeda. Hubungan anara Weibull dengan beberapa disribusi dapa digambarkan melalui perbedaan nilai β. Nilai paremeer benuk β menunjukkan perilaku perisiwa kegagalan sisem, seperi yang diunjukkan pada Tabel 2.1. Tabel 2.1. Parameer Benuk Weibull Nilai 0<<1 = 1 1<<2 Sifa Penurunan ingka kegagalan (Decreasing Failure Rae, DFR) Disribusi Eksponen (Consan Failure Rae, CFR) Peningkaan ingka kegagalan (Increasing Failure Rae, IFR) kurva berbenuk cekung = 2 > 2 34 Disribusi Rayleigh IFR, kurva berbenuk cembung IFR, mendekai disribusi normal, kurva berbenuk simeris Thea (θ) merupakan parameer skala yang mempengaruhi iik pusa maupun penyebaran disribusinya. Jika nilai θ meningka, maka akan berdampak pada reliabiliasnya yang akan iku berambah. 10
7 2.4.2 Disribusi Eksponensial Disribusi Eksponensial merupakan disribusi daa waku kerusakan yang memiliki laju kerusakan yang konsan. Jika waku masa hidup berdisribusi Eksponensial dengan parameer maka fungsi densiasnya adalah 0, 0 (2.11) Fungsi reliabilias adalah (2.12) dan fungsi hazard disribusi Eksponensial adalah (2.13) Penurunan fungsi keandalan dan fungsi hazard disribusi Eksponensial dapa diliha pada Lampiran Sochasic Poin Process Poin Process merupakan proses sokasik yang mempunyai realisasi berupa proses menghiung (couning process). Sochasic poin process digunakan unuk mempelajari hubungan yang dinamis dari suau rununan perisiwa aau proses yang kejadiannya bersifa idak pasi (Ebeling, 1997) Renewal Process Proses renewal dapa didefinisikan bahwa sisem aau komponen yang dikembalikan kepada kondisi seperi sysem aau komponen yang baru ( good as new condiion) seelah mengalami perbaikan. 11
8 2.5.2 Proses Perbaikan Minimal Proses perbaikan biasanya dilakukan hanya pada bagian kecil dari sisem yaiu hanya pada komponen aau pada bagian-bagian yang membenuk sisem. Hal ini akan mengkondisikan sisem sama seperi sebelum sisem mengalami kerusakan. Oleh karena iu, sebagai efek dari perbaikan minimal, waku anar kerusakannya idak selamanya berdisribusi idenik dan independen. Sisem mungkin akan erus menerus dalam kondisi memburuk. 2.6 Proses Poisson Jika sebuah komponen memiliki ingka kerusakan konsan yang secara langsung diperbaiki aau digani keika mengalami kerusakan maka banyaknya kerusakan yang melebihi periode waku memiliki disribusi Poisson. e P() n ( ) n! n, n = 0, 1, 2, (2.14) Raa-raa jumlah kerusakan yang melebihi waku adalah dan varians juga. Proses Poisson dibagi menjadi dua, yaiu proses poisson homogen dan proses poisson nonhomogen Proses Poisson Homogen Jika disribusi waku anar kerusakan adalah eksponensial dengan parameer λ, disribusi dari T k adalah gamma dengan parameer k dan λ. Homogen Poisson Process (HPP) adalah sebuah proses Poisson dengan fungsi inensias konsan. Unuk menenukan probabilias unuk jumlah kegagalan oleh waku, digunakan : () j e { ( )} P[ N( ) j] unuk j 0 (2.15) j! 12
9 2.6.2 Proses Poisson Non Homogen Non Homogen Poisson Process (NHPP) adalah sebuah proses Poisson dengan fungsi inensias yang idak konsan. Model NHPP digunakan unuk menggambarkan proses kerusakan yang memiliki pola erenu dimana jumlah kumulaif hingga waku adalah N(). Suau proses dikaakan memiliki proses Poisson non homogen jika memenuhi : i. N( 0) 0 ii. N( ), 0 dikaakan inkremen independen iii. Jumlah kerusakan pada inerval 1, 2 berdisribusi Poisson dengan raa-raa 2 () d, unuk semua 2 > P[ N( ) N( ) j] j () d 2 1 e () d 1 j!, j0 (2.16) mengikui syara erakhir bahwa E N( ) N( ) ( ) d Power Law Process Model Proses Weibull aau disebu juga Power Law Process (PLP) merupakan salah sau model yang digunakan unuk mengecek daa yang mengikui proses Poisson Non Homogen (Ringdon, 2000). PLP mempunyai fungsi inensias sebagai beriku : () 1 (2.17) 13
10 2.8 Exponenial Law Jika PLP bukan merupakan model proses kegagalan yang sesuai, maka akan gunakan model Exponenial Law. Model ini dapa disebu juga model Log-Linear aau model Cox- Lewis. Menuru Thomson (2005), Exponenial Law mempunyai fungsi inensias sebagai beriku: e (2.18) Jika <0, maka keadaan dikaakan meningka. Jika >0, maka keadaan dikaakan memburuk. Jika =0, maka Exponenial Law akan mengikui model Homogeneous Poisson Process. 2.9 Penaksiran Parameer Unuk menaksir parameer dapa digunakan meode Maksimum Likelihood. Misalkan Y 1, Y 2,, Y n merupakan variabel acak berukuran N dengan fungsi densias f y y, y,..., 2 y 1 N ;, dimana merupakan parameer yang idak dikeahui. Fungsi likelihood dari sampel acak ini adalah densias gabungan dari N variabel acak dan merupakan sebuah fungsi dari parameer yang idak dikeahui. Jadi fungsi likelihood adalah : y,..., y ; f y, y,..., y L ) L ; (2.19) ( 1 N 1 2 N Taksiran Maksimum Likelihood (MLE) dari, kaakan ˆ merupakan nilai yang memaksimumkan L ( ). MLE dari adalah hasil dari : dl d 0 (2.20) 14
11 2.9.1 Penaksiran unuk Daa Terpancung Kegagalan Jika pengujian dari sisem repairable berheni seelah sejumlah kegagalan erenu maka daa dikaakan erpancung kegagalan. Unuk daa erpancung kegagalan, fungsi likelihoodnya adalah fungsi densias gabungan dari waku kegagalan T 1, T 2, T 3,, T n dimana fungsi densias gabungan dari waku kegagalan adalah dari proses poisson nonhomogen yang mempunyai fungsi inensias λ() adalah : n n f ( 1, 2,..., n) iexp ( x) dx i1 (2.21) Proacive Mainenance Proacive mainenance adalah pemeliharaan yang dilakukan secara eraur dan erencana anpa menunggu erjadinya mesin rusak erlebih dahulu, sehingga dapa meminimasi kemungkinan erjadinya breakdown akiba kerusakan mesin yang erjadi secara iba-iba. Yang ermasuk dalam proacive mainenance adalah predicive mainenance dan prevenive mainenance Predicive Mainenance Predicive mainenance adalah pemeliharaan yang dilakukan melalui analisa secara fisik erhadap peralaan aau komponen dengan banuan pengukuran insrumen erenu seperi ala pengukur gearan, emperaur, pengukur suara dan lain-lain unuk mendeeksi kerusakan sedini mungkin. 15
12 Prevenive Mainenance Prevenive mainenance adalah kegiaan perawaan yang dilakukan unuk mencegah imbulnya kerusakan dan menemukan kondisi yang dapa menyebabkan fasilias aau mesin produksi mengalami kerusakan pada waku melakukan kegiaan produksi. Dengan demikian semua fasilias aau mesin yang mendapa indakan prevenif akan erjamin kelancaran kerjanya dan selalu dalam keadaan opimal unuk melakukan kegiaan proses produksi. Dalam pelaksanaannya prevenive mainenance dapa dibedakan aas rouine mainenance dan periodic mainenance. Rouine mainenance adalah kegiaan perawaan yang dilakukan secara ruin. Conohnya yaiu pelumasan, pengecekan isi bahan bakar. Periodic mainenance adalah kegiaan perawaan yang dilakukan secara periodic aau dalam jangka waku erenu. Meneapkan ingka pemeliharaan prevenif dapa menjadi perimbangan ekonomi yang pening. Biasanya biaya yang signifikan pada bidang manufakur adalah biaya perbaikan mesin diambah dengan biaya akiba kehilangan produksi. Biaya ersebu dapa dihindari dengan prevenive mainenance. Prevenive mainenance juga dapa meningkakan kualias produk dengan memasikan bahwa mesin yang memproduksi komponen bekerja sesuai dengan spesifikasi. Model beriku menenukan waku yang eap anara uruan prevenive mainenance yang akan meminimalkan biaya pemeliharaan sisem operasi. Diasumsikan bahwa prevenive mainenance mengembalikan sisem unuk sebagus kondisi baru, eapi perbaikan uni yang gagal mengembalikan ke kondisinya pada saa kegagalan erjadi. Dengan asumsi bahwa komponen memiliki fungsi inensias meningka (Proses Poisson Nonhomogen). Misalkan : C r = biaya pengganian aau perbaikan C s = biaya akifias perawaan erjadwal (prevenif) T = waku dalam jam anara perawaan prevenif 16
13 λ() = fungsi inensias dari NHPP dan biaya per uni waku adalah : T C r C TC () d s T (2.22) T 0 (Ebeling:1997) Unuk meminimumkan biaya per uni waku, maka persamaan diaas diurunkan erhadap dan kemudian disamadengankan nol unuk memenuhi syara perlu, yaiu dtc dt =0 maka akan diperoleh solusi yang opimum, yaiu waku perawaan yang opimum. Peggunaan prevenive mainenance dengan menggunakan penjadwalan yang berkala maka lebih bermanfaa dibandingkan dengan predicive mainenance, dimana perawaan dilakukan menggunakan perkiraan fisik yang diduga melalui keadaan fisik anpa memperhiungkan aspek maemaika di dalamnya. Maka dengan prevenive mainenance yang menggunakan penjadwalan dengan perhiungan maemaika yang mendukungnya, sehingga akan lebih baik dibandingkan dengan menggunakan perkiraan fisik secara predicive mainenance. Dari beberapa peneliian sebelumnya membahas mengenai pengaplikasian dari meode-meode analisis dengan pendekaan keandalan yang berhubungan dengan prevenive mainenance suau komponen mesin dengan menggunakan replacemen model. Seperi dalam peneliian yang dilakukan oleh Felix, dkk. (2009) dalam skripsi yang berjudul, Usulan Tindakan Prevenive Mainenance dan Peramalan Perminaan Dalam Rangka Memaksimalkan Laba Berdasarkan Meode Linear Programmig Pada Deparemen Injecion PT. OMNI KEMAS INDUSTRY. Tujuan dari peneliian ini adalah unuk meneapkan waku perawaan pencegahan suau mesin yang memperoleh hasil jadwal pengganian komponen. 17
14 Pada peneliian ini dilakukan unuk menenukan model kerusakan dari sisem Axis mesin CINCINNATI MILACRON Double Ganry Tipe-F dengan oal frekuensi kerusakan eringgi yang disebabkan oleh kerusakan komponen yang mendukung sisem. Unuk memperoleh penjadwalan perawaan sisem dengan menggunakan model prevenive mainenance, karena pada sisem Axis idak membuuhkan pengganian sisem eapi pengecekan erhadap kinerja sisem Axis ersebu. 18
PENGGUNAAN DISTRIBUSI PELUANG JOHNSON SB UNTUK OPTIMASI PEMELIHARAAN MESIN
M-6 PENGGUNAAN DISTRIBUSI PELUANG JOHNSON SB UNTUK OPTIMASI PEMELIHARAAN MESIN Enny Suparini 1) Soemarini 2) 1) & 2) Deparemen Saisika FMIPA UNPAD [email protected] 1) [email protected] 2) Absrak
KARAKTERISTIK UMUR PRODUK PADA MODEL WEIBULL. Sudarno Staf Pengajar Program Studi Statistika FMIPA UNDIP
Karakerisik Umur Produk (Sudarno) KARAKTERISTIK UMUR PRODUK PADA MODEL WEIBULL Sudarno Saf Pengajar Program Sudi Saisika FMIPA UNDIP Absrac Long life of produc can reflec is qualiy. Generally, good producs
BAB 2 LANDASAN TEORI
15 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Ruang Sampel dan Kejadian 2.1.1 Definisi Ruang Sampel Himpunan semua hasil semua hasil (oucome) yang mungkin muncul pada suau percobaan disebu ruang sampel dan dinoasikan dengan
Analisis Model dan Contoh Numerik
Bab V Analisis Model dan Conoh Numerik Bab V ini membahas analisis model dan conoh numerik. Sub bab V.1 menyajikan analisis model yang erdiri dari analisis model kerusakan produk dan model ongkos garansi.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Pada dasarnya peramalan adalah merupakan suau dugaan aau perkiraan enang erjadinya suau keadaan di masa depan. Akan eapi dengan menggunakan meodemeode erenu peramalan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah persediaan merupakan masalah yang sanga pening dalam perusahaan. Persediaan mempunyai pengaruh besar erhadap kegiaan produksi. Masalah persediaan dapa diaasi
BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Produksi Produksi padi merupakan suau hasil bercocok anam yang dilakukan dengan penanaman bibi padi dan perawaan sera pemupukan secara eraur sehingga menghasilkan suau produksi
JTM, Volume 01 Nomor 02 Tahun 2013,
JTM, Volume 01 Nomor 02 Tahun 2013, 124-131 PENENTUAN INTERVAL WAKTU OPTIMUM KOMPONEN SLOT SCREEN PADA MESIN PUSHER CENTRIFUGE 0106M301B DI PT PETROKIMIA GRESIK Nicco Dimas Ari Nugroho S1 Pend Teknik Mesin,
BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun
43 BAB METODE PEMUUAN EKPONENA TRPE DAR WNTER Meode pemulusan eksponensial elah digunakan selama beberapa ahun sebagai suau meode yang sanga berguna pada begiu banyak siuasi peramalan Pada ahun 957 C C
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LADASA TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan (forecasing) adalah suau kegiaan yang memperkirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang. Meode peramalan merupakan cara unuk memperkirakan
1.1 Konsep Distribusi
BAB DISTRIBUSI PELUANG DALAM EVALUASI KEANDALAN SISTEM. Konsep Disribusi P ada bab sebelumnya elah beberapa konsep enang disribusi peluang (probabiliy disribuion) seperi probabiliy mass funcion, probabiliy
USULAN UKURAN PEMESANAN OPTIMAL SUKU CADANGMESIN GRINDING BERDASARKAN LAJU KERUSAKAN MENGGUNAKAN METODE Q (di Bengkel Pembuatan dan Service Turbin)
ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Indusri Ienas No.01 Vol.04 Jurnal Online Insiu Teknologi Nasional Januari 2016 USULAN UKURAN PEMESANAN OPTIMAL SUKU CADANGMESIN GRINDING BERDASARKAN LAJU KERUSAKAN MENGGUNAKAN
MENENTUKAN INTERVAL PERAWATAN PENCEGAHAN PADA MESIN STRIPPING DI PT. ADITAMA RAYA FARMINDO DENGAN METODE AGE REPLACEMENT
MENENTUKAN INTERVAL PERAWATAN PENCEGAHAN PADA MESIN STRIPPING DI PT. ADITAMA RAYA FARMINDO DENGAN METODE AGE REPLACEMENT Iksan 1 1 adalah Dosen Fakulas Teknik Indusri Insiu Teknologi Adhi Tama Surabaya
Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi
Bab II Dasar Teori Kelayakan Invesasi 2.1 Prinsip Analisis Biaya dan Manfaa (os and Benefi Analysis) Invesasi adalah penanaman modal yang digunakan dalam proses produksi unuk keunungan suau perusahaan.
x 4 x 3 x 2 x 5 O x 1 1 Posisi, perpindahan, jarak x 1 t 5 t 4 t 3 t 2 t 1 FI1101 Fisika Dasar IA Pekan #1: Kinematika Satu Dimensi Dr.
Pekan #1: Kinemaika Sau Dimensi 1 Posisi, perpindahan, jarak Tinjau suau benda yang bergerak lurus pada suau arah erenu. Misalnya, ada sebuah mobil yang dapa bergerak maju aau mundur pada suau jalan lurus.
ANALISIS KEHANDDALAN DAN LAJU KERUSAKAN PADA MESIN CONTINUES FRYING (STUDI KASUS : PT XYZ)
hp://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/opsi OPSI Jurnal Opimasi Sisem Indusri ANALISIS KEHANDDALAN DAN LAJU KERUSAKAN PADA MESIN CONTINUES FRYING (STUDI KASUS : PT XYZ) Ahmad Muhsin, Ichsan Syarafi Jurusan
BAB III RUNTUN WAKTU MUSIMAN MULTIPLIKATIF
BAB III RUNTUN WAKTU MUSIMAN MULTIPLIKATIF Pada bab ini akan dibahas mengenai sifa-sifa dari model runun waku musiman muliplikaif dan pemakaian model ersebu menggunakan meode Box- Jenkins beberapa ahap
BAB 2 LANDASAN TEORI
35 BAB LANDASAN TEORI Meode Dekomposisi biasanya mencoba memisahkan iga komponen erpisah dari pola dasar yang cenderung mencirikan dere daa ekonomi dan bisnis. Komponen ersebu adalah fakor rend (kecendrungan),
APLIKASI PEMULUSAN EKSPONENSIAL DARI BROWN DAN DARI HOLT UNTUK DATA YANG MEMUAT TREND
APLIKASI PEMULUSAN EKSPONENSIAL DARI BROWN DAN DARI HOLT UNTUK DATA YANG MEMUAT TREND Noeryani 1, Ely Okafiani 2, Fera Andriyani 3 1,2,3) Jurusan maemaika, Fakulas Sains Terapan, Insiu Sains & Teknologi
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian dan Manfaa Peramalan Kegiaan unuk mempeirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang disebu peramalan (forecasing). Sedangkan ramalan adalah suau kondisi yang
BAB 2 KINEMATIKA. A. Posisi, Jarak, dan Perpindahan
BAB 2 KINEMATIKA Tujuan Pembelajaran 1. Menjelaskan perbedaan jarak dengan perpindahan, dan kelajuan dengan kecepaan 2. Menyelidiki hubungan posisi, kecepaan, dan percepaan erhadap waku pada gerak lurus
BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu
BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II 3.1 Pendahuluan Daa dere waku adalah daa yang dikumpulkan dari waku ke waku unuk menggambarkan perkembangan suau kegiaan (perkembangan produksi, harga, hasil penjualan,
BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan
BAB 2 URAIAN EORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan aau memprediksi apa yang erjadi pada waku yang akan daang, sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Defenisi Persediaan Persediaan adalah barang yang disimpan unuk pemakaian lebih lanju aau dijual. Persediaan dapa berupa bahan baku, barang seengah jadi aau barang jadi maupun
Peramalan Penjualan Sepeda Motor di Jawa Timur dengan Menggunakan Model Dinamis
JURNAL SAINS DAN NI POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Prin) D-224 Peramalan Penjualan Sepeda Moor di Jawa Timur dengan Menggunakan Model Dinamis Desy Musika dan Seiawan Jurusan Saisika,
PEMODELAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP $US MENGGUNAKAN DERET WAKTU HIDDEN MARKOV SATU WAKTU SEBELUMNYA 1. PENDAHULUAN
PEMODELAN NILAI UKAR RUPIAH ERHADAP $US MENGGUNAKAN DERE WAKU HIDDEN MARKOV SAU WAKU SEBELUMNYA BERLIAN SEIAWAY, DIMAS HARI SANOSO, N. K. KUHA ARDANA Deparemen Maemaika Fakulas Maemaika dan Ilmu Pengeahuan
SIMULASI PERGERAKAN TINGKAT BUNGA BERDASARKAN MODEL VASICEK
Jurnal Maemaika Murni dan Terapan εpsilon Vol.9 No.2 (215) Hal. 15-24 SIMULASI PEGEAKAN TINGKAT BUNGA BEDASAKAN MODEL VASICEK Shanika Marha, Dadan Kusnandar, Naomi N. Debaaraja Fakulas MIPA Universias
Integral dan Persamaan Diferensial
Sudaryano Sudirham Sudi Mandiri Inegral dan Persamaan Diferensial ii Darpublic 4.1. Pengerian BAB 4 Persamaan Diferensial (Orde Sau) Persamaan diferensial adalah suau persamaan di mana erdapa sau aau lebih
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
11 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Salah sau masalah analisis persediaan adalah kesulian dalam menenukan reorder poin (iik pemesanan kembali). Reorder poin diperlukan unuk mencegah erjadinya kehabisan
BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan
BAB II LADASA TEORI 2.1 Pengerian peramalan (Forecasing) Peramalan (Forecasing) adalah suau kegiaan yang mengesimasi apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang dengan waku yang relaif lama (Assauri,
PENGGUNAAN ORDER STATISTICS DALAM MENENTUKAN SAMPEL PADA EKSPERIMEN LIFE-TESTING
BIASaisics (2016) Vol. 10, No. 1, hal. 1-7 PENGGUNAAN ORDER STATISTICS DALAM MENENTUKAN SAMPEL PADA EKSPERIMEN LIFE-TESTING Yeny Krisa Frany 1, Budhi Handoko 2 1,2 Deparemen Saisika FMIPA Universias Padjadjaran
B a b 1 I s y a r a t
TKE 305 ISYARAT DAN SISTEM B a b I s y a r a Indah Susilawai, S.T., M.Eng. Program Sudi Teknik Elekro Fakulas Teknik dan Ilmu Kompuer Universias Mercu Buana Yogyakara 009 BAB I I S Y A R A T Tujuan Insruksional.
BAB III ARFIMA-FIGARCH. pendek (short memory) karena fungsi autokorelasi antara dan turun
BAB III ARFIMA-FIGARCH 3. Time Series Memori Jangka Panjang Proses ARMA sering dinyaakan sebagai proses memori jangka pendek (shor memory) karena fungsi auokorelasi anara dan urun cepa secara eksponensial
BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Statistika. Salah satu metode
20 BAB 2 LADASA TEORI 2.1. Pengerian Peramalan Meode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Saisika. Salah sau meode peramalan adalah dere waku. Meode ini disebu sebagai meode peramalan dere waku karena
1.4 Persamaan Schrodinger Bergantung Waktu
.4 Persamaan Schrodinger Berganung Waku Mekanika klasik aau mekanika Newon sanga sukses dalam mendeskripsi gerak makroskopis, eapi gagal dalam mendeskripsi gerak mikroskopis. Gerak mikroskopis membuuhkan
PENGUJIAN HIPOTESIS. pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi.
PENGUJIAN HIPOTESIS 1. PENDAHULUAN Hipoesis Saisik : pernyaaan aau dugaan mengenai sau aau lebih populasi. Pengujian hipoesis berhubungan dengan penerimaan aau penolakan suau hipoesis. Kebenaran (benar
FISIKA. Kelas X GLB DAN GLBB K13 A. GERAK LURUS BERATURAN (GLB)
K3 Kelas X FISIKA GLB DAN GLBB TUJUAN PEMBELAJARAN Seelah mempelajari maeri ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan beriku.. Memahami konsep gerak lurus berauran dan gerak lurus berubah berauran.. Menganalisis
FIsika KTSP & K-13 KINEMATIKA. K e l a s A. VEKTOR POSISI
KTSP & K-13 FIsika K e l a s XI KINEMATIKA Tujuan Pembelajaran Seelah mempelajari maeri ini, kamu diharapkan mampu menjelaskan hubungan anara vekor posisi, vekor kecepaan, dan vekor percepaan unuk gerak
BAB III ANALISIS INTERVENSI. Analisis intervensi dimaksudkan untuk penentuan jenis respons variabel
BAB III ANALISIS INTERVENSI 3.1. Pendahuluan Analisis inervensi dimaksudkan unuk penenuan jenis respons variabel ak bebas yang akan muncul akiba perubahan pada variabel bebas. Box dan Tiao (1975) elah
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUSAHAAN MEBEL SINAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK.
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL MOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUAHAAN MEBEL INAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK. ii Rukayah*), Achmad yaichu**) ABTRAK Peneliian ini berujuan unuk
BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. Sedangkan ramalan adalah suau aau kondisi yang diperkirakan akan erjadi
PERSAMAAN GERAK VEKTOR SATUAN. / i / = / j / = / k / = 1
PERSAMAAN GERAK Posisi iik maeri dapa dinyaakan dengan sebuah VEKTOR, baik pada suau bidang daar maupun dalam bidang ruang. Vekor yang dipergunakan unuk menenukan posisi disebu VEKTOR POSISI yang diulis
III. PEMODELAN HARGA PENGGUNAAN INTERNET
8 III EMODELAN HARGA ENGGUNAAN INTERNET 3 Asumsi dan Model ada peneliian ini diperhaikan beberapa asumsi yaiu sebagai beriku: Waku anarkedaangan menyebar eksponensial dengan raaan λ - (laju kedaangan adalah
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilaksanakan di PT Panafil Essenial Oil. Lokasi dipilih dengan perimbangan bahwa perusahaan ini berencana unuk melakukan usaha dibidang
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa
BAB 2 TINJAUAN TEORITI 2.1. Pengerian-pengerian Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. edangkan ramalan adalah suau siuasi aau kondisi yang diperkirakan
PELATIHAN STOCK ASSESSMENT
PELATIHA STOCK ASSESSMET Modul 5 PERTUMBUHA Mennofaria Boer Kiagus Abdul Aziz Maeri Pelaihan Sock Assessmen Donggala, 1-14 Sepember 27 DIAS PERIKAA DA KELAUTA KABUPATE DOGGALA bekerjasama dengan PKSPL
PEMODELAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP $US MENGGUNAKAN DERET WAKTU HIDDEN MARKOV HAMILTON*
PEMODELAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP $US MENGGUNAKAN DERET WAKTU HIDDEN MARKOV HAMILTON* BERLIAN SETIAWATY DAN HIRASAWA Deparemen Maemaika Fakulas Maemaika dan Ilmu Pengeahuan Alam Insiu Peranian Bogor
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengerian Persediaan (Invenory) Persediaan didefinisikan sebagai barang jadi yang disimpan aau digunakan unuk dijual pada periode mendaang, yang dapa berbenuk bahan baku yang
BAB II PERTIDAKSAMAAN CHERNOFF
BAB II PERTIDAKSAMAAN CHERNOFF.1 Pendahuluan Di lapangan, yang menjadi perhaian umumnya adalah besar peluang dari peubah acak pada beberapa nilai aau suau selang, misalkan P(a
PENGGUNAAN KONSEP FUNGSI CONVEX UNTUK MENENTUKAN SENSITIVITAS HARGA OBLIGASI
PENGGUNAAN ONSEP FUNGSI CONVEX UNU MENENUAN SENSIIVIAS HARGA OBLIGASI 1 Zelmi Widyanuara, 2 Ei urniai, Dra., M.Si., 3 Icih Sukarsih, S.Si., M.Si. Maemaika, Universias Islam Bandung, Jl. amansari No.1 Bandung
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Poensi sumberdaya perikanan, salah saunya dapa dimanfaakan melalui usaha budidaya ikan mas. Budidaya ikan mas yang erus berkembang di masyaraka, kegiaan budidaya
MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN (2 sks)
Polieknik Negeri Banjarmasin 4 MODUL PERTEMUAN KE 3 MATA KULIAH : ( sks) MATERI KULIAH: Jarak, Kecepaan dan Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Gerak Lurus Berubah Berauran
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilaksanakan pada kasus pengolahan ikan asap IACHI Peikan Cia Halus (PCH) yang erleak di Desa Raga Jaya Kecamaan Ciayam, Kabupaen Bogor,
3. Kinematika satu dimensi. x 2. x 1. t 1 t 2. Gambar 3.1 : Kurva posisi terhadap waktu
daisipayung.com 3. Kinemaika sau dimensi Gerak benda sepanjang garis lurus disebu gerak sau dimensi. Kinemaika sau dimensi memiliki asumsi benda dipandang sebagai parikel aau benda iik arinya benuk dan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Perumbuhan ekonomi merupakan salah sau ukuran dari hasil pembangunan yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Perumbuhan ersebu merupakan rangkuman laju-laju
SISTEM PERSEDIAAN KOMPONEN PADA MESIN CETAK BERDASARKAN LAJU KERUSAKAN DI PT KARYA KITA
Reka Inegra ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Indusri Ienas No.03 Vol.03 Jurnal Online Insiu Teknologi Nasional Juli 2015 SISTEM PERSEDIAAN KOMPONEN PADA MESIN CETAK BERDASARKAN LAJU KERUSAKAN DI PT KARYA
PENDUGAAN PARAMETER DERET WAKTU HIDDEN MARKOV SATU WAKTU SEBELUMNYA
PENDUGAAN PARAMEER DERE WAKU HIDDEN MARKOV SAU WAKU SEBELUMNYA BERLIAN SEIAWAY DAN DIMAS HARI SANOSO Deparemen Maemaika Fakulas Maemaika dan Ilmu Pengeahuan Alam Insiu Peranian Bogor Jl Merani, Kampus
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Peneliian Jenis peneliian kuaniaif ini dengan pendekaan eksperimen, yaiu peneliian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi erhadap objek peneliian sera adanya konrol.
ANALISIS ANTRIAN ANGKUTAN UMUM BUS ANTAR KOTA REGULER DI TERMINAL ARJOSARI
Achmadi, Analisis Anrian Angkuan Umum Bus Anar Koa Reguler di Terminal ANALISIS ANTRIAN ANGKUTAN UMUM BUS ANTAR KOTA REGULER DI TERMINAL ARJOSARI Seno Achmadi Absrak : Seiring dengan berkembangnya aku,
BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Perumbuhan ekonomi merupakan salah sau ukuran dari hasil pembangunan yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Perumbuhan ersebu merupakan rangkuman laju perumbuhan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah Dalam sisem perekonomian suau perusahaan, ingka perumbuhan ekonomi sanga mempengaruhi kemajuan perusahaan pada masa yang akan daang. Pendapaan dan invesasi merupakan
BAB I PENDAHULUAN. tepat rencana pembangunan itu dibuat. Untuk dapat memahami keadaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Dalam perencanaan pembangunan, daa kependudukan memegang peran yang pening. Makin lengkap dan akura daa kependudukan yang esedia makin mudah dan epa rencana pembangunan
SEBARAN STASIONER PADA SISTEM BONUS-MALUS SWISS SERTA MODIFIKASINYA (Cherry Galatia Ballangan)
SEBARAN STASIONER PADA SISTEM BONUS-MALUS SWISS SERTA MODIFIKASINYA (Cherry Galaia Ballangan) SEBARAN STASIONER PADA SISTEM BONUS-MALUS SWISS SERTA MODIFIKASINYA (Saionary Disribuion of Swiss Bonus-Malus
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilakukan di Dafarm, yaiu uni usaha peernakan Darul Fallah yang erleak di Kecamaan Ciampea, Kabupaen Bogor, Jawa Bara. Pemilihan lokasi
PEMODELAN PRODUKSI SEKTOR PERTANIAN
Seminar Nasional Saisika IX Insiu Teknologi Sepuluh Nopember, 7 November 2009 PEMODELAN PRODUKSI SEKTOR PERTANIAN Brodjol Suijo Jurusan Saisika ITS Surabaya ABSTRAK Pada umumnya daa ekonomi bersifa ime
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Permasalahan Nyata Penyebaran Penyakit Tuberculosis
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. Permasalahan Nyaa Penyebaran Penyaki Tuberculosis Tuberculosis merupakan salah sau penyaki menular yang disebabkan oleh bakeri Mycobacerium Tuberculosis. Penularan penyaki
IV METODE PENELITIAN
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian yang dilakukan mengenai analisis perencanaan pengadaan una berdasarkan ramalan ime series volume ekspor una loin beku di PT Tridaya Eramina
KINEMATIKA GERAK DALAM SATU DIMENSI
KINEMATIKA GERAK DALAM SATU DIMENSI PENDAHULUAN Kinemaika adalah bagian dari mekanika ang membahas enang gerak anpa memperhaikan penebab benda iu bergerak. Arina pembahasanna idak meninjau aau idak menghubungkan
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks)
MODUL PERTEMUAN KE 3 MATA KULIAH : (4 sks) MATERI KULIAH: Jarak, Kecepaan dan Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Gerak Lurus Berubah Berauran POKOK BAHASAN: GERAK LURUS 3-1
BAB II MATERI PENUNJANG. 2.1 Keuangan Opsi
Bab II Maeri Penunjang BAB II MATERI PENUNJANG.1 Keuangan.1.1 Opsi Sebuah opsi keuangan memberikan hak (bukan kewajiban) unuk membeli aau menjual sebuah asse di waku yang akan daang dengan harga yang disepakai.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental Design dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Desain Peneliian Peneliian ini adalah peneliian Quasi Eksperimenal Design dengan kelas eksperimen dan kelas conrol dengan desain Prees -Poses Conrol Group Design
BAB II TINJAUAN TEORITIS
BAB II TIJAUA TEORITIS 2.1 Peramalan (Forecasing) 2.1.1 Pengerian Peramalan Peramalan dapa diarikan sebagai beriku: a. Perkiraan aau dugaan mengenai erjadinya suau kejadian aau perisiwa di waku yang akan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. yang akan datang. Peramalan menjadi sangat penting karena penyusunan suatu
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan apa yang erjadi pada waku yang akan daang sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan pada waku yang
Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember ABSTRAK
PERBANDINGAN METODE DES (DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING) DENGAN TES (TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING) PADA PERAMALAN PENJUALAN ROKOK (STUDI KASUS TOKO UTAMA LUMAJANG) 1 Fajar Riska Perdana (1110651142) 2 Daryano,
Faradina GERAK LURUS BERATURAN
GERAK LURUS BERATURAN Dalam kehidupan sehari-hari, sering kia jumpai perisiwa yang berkaian dengan gerak lurus berauran, misalnya orang yang berjalan kaki dengan langkah yang relaif konsan, mobil yang
RANK DARI MATRIKS ATAS RING
Dela-Pi: Jurnal Maemaika dan Pendidikan Maemaika ISSN 089-855X ANK DAI MATIKS ATAS ING Ida Kurnia Waliyani Program Sudi Pendidikan Maemaika Jurusan Pendidikan Maemaika dan Ilmu Pengeahuan Alam FKIP Universias
Analisis Survival dengan Model Accelerated Failure Time Berdistribusi Log-normal
Analisis Survival dengan Model Acceleraed Failure Time Berdisribusi Log-normal Rachmaniyah *, Erna, Saleh 3 ABSTRAK Diabees melius (DM) adalah penyaki yang diandai dengan peningkaan kadar gula darah yang
Bab 5 Penaksiran Fungsi Permintaan. Ekonomi Manajerial Manajemen
Bab 5 Penaksiran Fungsi Perminaan 1 Ekonomi Manajerial Manajemen Peranyaan Umum Tenang Perminaan Seberapa besar penerimaan perusahaan akan berubah seelah adanya peningkaan harga? Berapa banyak produk yang
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Peneliian Keinginan Kelompok Tani Duma Lori yang erdapa di Desa Konda Maloba dan masyaraka sekiar akan berdirinya penggilingan gabah di daerahnya, elah
BAB IV PERHITUNGAN NUMERIK
BAB IV PERHITUNGAN NUMERIK Dengan memperhaikan fungsi sebaran peluang berahan dari masingmasing sebaran klaim, sebagai mana diulis pada persamaan (3.45), (3.70) dan (3.90), perhiungan numerik idak mudah
III KERANGKA PEMIKIRAN
III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Teori Risiko Produksi Dalam eori risiko produksi erlebih dahulu dijelaskan mengenai dasar eori produksi. Menuru Lipsey e al. (1995) produksi adalah suau kegiaan yang mengubah
BAB KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR
BAB KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR Karakerisik gerak pada bidang melibakan analisis vekor dua dimensi, dimana vekor posisi, perpindahan, kecepaan, dan percepaan dinyaakan dalam suau vekor sauan i (sumbu
BAB I PENDAHULUAN. universal, disemua negara tanpa memandang ukuran dan tingkat. kompleks karena pendekatan pembangunan sangat menekankan pada
BAB I PENDAHULUAN A. Laar Belakang Disparias pembangunan ekonomi anar daerah merupakan fenomena universal, disemua negara anpa memandang ukuran dan ingka pembangunannya. Disparias pembangunan merupakan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Produksi Akivias produksi sebagai suau bagian dari fungsi organisasi perusahaan yang beranggung jawab erhadap pengolahan bahan baku menjadi produksi jadi yang dapa dijual. Terdapa
Darpublic Nopember 2013
Darpublic Nopember 01 www.darpublic.com 4.1. Pengerian 4. Persamaan Diferensial (Orde Sau) Sudarano Sudirham Persamaan diferensial adalah suau persamaan di mana erdapa sau aau lebih urunan fungsi. Persamaan
BAB 2 TINJAUAN TEORI
7 BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. Sedangkan ramalan adalah suau siuasi aau kondisi yang diperkirakan
BAB II LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dibahas dasar-dasar teori yang akan digunakan
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas dasar-dasar eori yang akan digunakan dalam penulisan skripsi ini, yaiu model regresi dua level, meode penaksiran maximum likelihood, mariks parisi, kronecker
Sekilas Pandang. Modul 1 PENDAHULUAN
Modul 1 Sekilas Pandang Drs. Irlan Soelaeman, M.Ed. S PENDAHULUAN uau hari, saya dan keluarga berencana membawa mobil pergi ke Surabaya unuk mengunjungi salah seorang saudara. Sau hari sebelum keberangkaan,
BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Sumber Daya Alam (SDA) yang ersedia merupakan salah sau pelengkap ala kebuuhan manusia, misalnya anah, air, energi lisrik, energi panas. Energi Lisrik merupakan Sumber
