Dr. Ir. Bib Paruhum Silalahi, M.Kom

dokumen-dokumen yang mirip
OPTIMASI FUNGSI MULTIVARIABLE TANPA KENDALA DENGAN METODE NEWTON

OPTIMASI FUNGSI MULTI VARIABEL DENGAN METODE UNIVARIATE. Dwi Suraningsih (M ), Marifatun (M ), Nisa Karunia (M )

BAB 2 PROGRAM LINIER DAN TAK LINIER. Program linier (Linear programming) adalah suatu masalah matematika

METODE STEEPEST DESCENT

Konvergensi Global Metode Spectral Conjugate Descent yang Baru Menggunakan Pencarian Garis Armijo yang Termodifikasi

Kata Pengantar. Medan, 11 April Penulis

Kalkulus Variasi. Masalah Kalkulus Variasi, Fungsional Objektif, Variasi, Syarat Perlu Optimalitas. Toni Bakhtiar. Departemen Matematika IPB

Masalah Kalkulus Variasi, Fungsional Objektif, Variasi, Syarat Perlu Optimalitas

BAB 2 LANDASAN TEORI

Variabel Banyak Bernilai Real 1 / 1

METODE NUMERIK ARAH KONJUGASI

ANALISIS KEKONVERGENAN GLOBAL METODE ITERASI CHEBYSHEV ABSTRACT

METODE STEEPEST DESCENT DENGAN UKURAN LANGKAH BARU UNTUK PENGOPTIMUMAN NIRKENDALA DJIHAD WUNGGULI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. ini sehingga dapat dijadikan sebagai landasan berpikir dan akan mempermudah. dalam hal pembahasan hasil utama berikutnya.

SYARAT FRITZ JOHN PADA MASALAH OPTIMASI BERKENDALA KETAKSAMAAN. Caturiyati 1 Himmawati Puji Lestari 2. Abstrak

UJI KONVERGENSI. Januari Tim Dosen Kalkulus 2 TPB ITK

METODE NUMERIK STEEPEST DESCENT

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

METODE STEEPEST DESCENT

FUNGSI. A. Relasi dan Fungsi Contoh: Manakah yang merupakan fungsi/pemetaan dan manakah yang bukan fungsi? (i) (ii) (iii)

2.1 Soal Matematika Dasar UM UGM c. 1 d d. 3a + b. e. 3a + b. e. b + a b a

PERBANDINGAN WAKTU EKSEKUSI METODE STEEPEST DESCENT DAN METODE BARZILAI-BORWEIN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK MATLAB KIKI SEPTIANI

G. Minimum Lokal dan Global Berikut diberikan definisi minimum local (relatif) dan minimum global (mutlak) dari fungsi dua variabel.

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA. Menurut Asghar (2000), secara garis besar masalah optimisasi terbagi dalam beberapa tipe berikut:

METODE PSEUDO ARC-LENGTH DAN PENERAPANNYA PADA PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN NONLINIER TERPARAMETERISASI

BEBERAPA FUNGSI KHUSUS

PENURUNAN FUNGSI SECARA NUMERIK

Syarat Fritz John pada Masalah Optimasi Berkendala Ketaksamaan. Caturiyati 1 Himmawati Puji Lestari 2. Abstrak

INTISARI KALKULUS 2. Penyusun: Drs. Warsoma Djohan M.Si. Open Source. Not For Commercial Use

Deret Binomial. Ayundyah Kesumawati. June 25, Prodi Statistika FMIPA-UII. Ayundyah (UII) Deret Binomial June 25, / 14

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diberikan landasan teori tentang optimasi, fungsi, turunan,

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pemrograman nonlinear, fungsi konveks dan konkaf, pengali lagrange, dan

METODE ORDE-TINGGI UNTUK MENENTUKAN AKAR DARI PERSAMAAN NONLINEAR ABSTRACT

DIKTAT KULIAH KALKULUS PEUBAH BANYAK (IE-308)

SPMB 2004 Matematika Dasar Kode Soal

CNH2B4 / KOMPUTASI NUMERIK

ASPEK STABILITAS DAN KONSISTENSI METODA DALAM PENYELESAIAN NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA DENGAN MENGGUNAKAN METODA PREDIKTOR- KOREKTOR ORDE 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

MOTIVASI. Secara umum permasalahan dalam sains dan teknologi digambarkan dalam persamaan matematika Solusi persamaan : 1. analitis 2.

Oleh: Dimas Avian Maulana Dosen Pembimbing: Subchan, Ph.D

ARAH KONJUGAT. dibuat guna memenuhi tugas UAS Mata Kuliah Metode Numerik Dosen: Rukmono Budi Utomo M.Sc. 4 juni Dadang Supriadi A2

OPTIMISASI KONVEKS: Konsep-konsep

(b) M merupakan nilai minimum (mutlak) f apabila M f(x) x I..

METODE TWO-POINT STEPSIZE GRADIENT DAN METODE MODIFIKASI TWO-POINT STEPSIZE GRADIENT UNTUK MENYELESAIKAN OPTIMALISASI TANPA KENDALA RIZKI OKTAVIANI

BAB II LANDASAN TEORI

Perhitungan Nilai Golden Ratio dengan Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar

OPTIMASI FUNGSI TANPA KENDALA DENGAN ALGORITMA GENETIKA

Kalkulus Multivariabel I

SOAL-SOAL dan PEMBAHASAN UN MATEMATIKA SMA/MA IPA TAHUN PELAJARAN 2011/2012

a b c d e nol di belakang pada representasi desimalnya adalah... a b c d e. 40.

Modul 5. METODE BIDANG-PARUH (BISECTION) untuk Solusi Akar PERSAMAAN ALJABAR NON-LINIER TUNGGAL

MODIFIKASI METODE NEWTON DENGAN KEKONVERGENAN ORDE EMPAT. Yenni May Sovia 1, Agusni 2 ABSTRACT

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Catatan Kuliah MA1123 Kalkulus Elementer I

f(-1) = = -7 f (4) = = 3 Dari ketiga fungsi yang didapat ternyata yang terkecil -7 dan terbesar 11. Rf = {y -7 y 11, y R}

Ringkasan Kalkulus 2, Untuk dipakai di ITB 1

PERBANDINGAN SOLUSI SISTEM PERSAMAAN NONLINEAR MENGGUNAKAN METODE NEWTON- RAPHSON DAN METODE JACOBIAN

Antiremed Kelas 12 Matematika

II. LANDASAN TEORI. sєs (S ruang sampel) dengan sebuah bilangan real. Salah satu peubah acak adalah

Sistem Koordinat dalam 2 Dimensi Ruang Mengingat kembali sebelum belajar kalkulus

METODE STEEPEST DESCENT DALAM PENGOPTIMUMAN FUNGSI DAN PENERAPANNYA MENGGUNAKAN APLIKASI ANDROID ALFI AINI

Modifikasi Kontrol untuk Sistem Tak Linier Input Tunggal-Output Tunggal

SOAL&PEMBAHASAN MATEMATIKATKDSAINTEK SBMPTN. yos3prens.wordpres.com

Ilustrasi Persoalan Matematika

Bab 16. Model Pemangsa-Mangsa

PENGGUNAAN METODE DEKOMPOSISI ADOMIAN UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PADA KALKULUS VARIASI ABSTRACT

Metode Elemen Batas (MEB) untuk Model Konduksi-Konveksi dalam Media Anisotropik

Lecture Notes: Discrete Dynamical System and Chaos. Johan Matheus Tuwankotta

LEMBAR AKTIVITAS SISWA BENTUK PANGKAT (EKSPONEN)

Matriks biasanya dituliskan menggunakan kurung dan terdiri dari baris dan kolom: A =

TRY OUT MATEMATIKA PAKET 2A TAHUN 2010

PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFFERENSIAL ORDE 2 - II

Soal-Soal dan Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2012 Tanggal Ujian: 13 Juni 2012

Catatan Kuliah KALKULUS II BAB V. INTEGRAL

Pertemuan I Mencari Akar dari Fungsi Transendental

BAB I PENDAHULUAN. analitik, misalnya persamaan berikut sin x 7. = 0, akan tetapi dapat

PAM 252 Metode Numerik Bab 5 Turunan Numerik

BAB III PEMBAHASAN. digunakan untuk membentuk fungsi tujuan dari masalah pemrograman nonlinear

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Matematika

MODIFIKASI METODE RUNGE-KUTTA ORDE-4 KUTTA BERDASARKAN RATA-RATA HARMONIK TUGAS AKHIR. Oleh : EKA PUTRI ARDIANTI

Modul Praktikum Analisis Numerik

MODIFIKASI METODE CAUCHY DENGAN ORDE KONVERGENSI EMPAT. Masnida Esra Elisabet ABSTRACT

, ω, L dan C adalah riil, tunjukkanlah

Karena v merupakan vektor bukan nol, maka A Iλ = 0. Dengan kata lain, Persamaan (2.2) dapat dipenuhi jika dan hanya jika,

Kuliah 3: TURUNAN. Indah Yanti

Pertemuan Minggu ke Bidang Singgung, Hampiran 2. Maksimum dan Minimum 3. Metode Lagrange

BAB II LANDASAN TEORI. dalam penulisan skripsi ini. Teori-teori yang digunakan berupa definisi-definisi serta

Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Matematika Tahun Ajaran 2017/2018

Open Source. Not For Commercial Use

MA3231 Analisis Real

Bab 2. Landasan Teori. 2.1 Persamaan Air Dangkal (SWE)

y

TKS 4003 Matematika II. Nilai Ekstrim. (Extreme Values) Dr. AZ Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Outline Vektor dan Garis Koordinat Norma Vektor Hasil Kali Titik dan Proyeksi Hasil Kali Silang. Geometri Vektor. Kusbudiono. Jurusan Matematika

Transkripsi:

Metode Descent Oleh : Andaikan fungsi tujuan kita adalah minf(x);x R n. Secara umum f(x) dapat berupa fungsi nonlinear. Metode-metode descent adalah metode iteratif untuk memperoleh solusi pendekatan dari problem awal. Misalkan diberikan suatu titik awal x maka kita mencari x 2, sehingga f(x 2 ) < f(x ). Pergerakan x k pada setiap iterasi haruslah memenuhi f(x k+ ) < f(x k ), k =,2,..., dimana pergerakan dari x k ke x k+ dapat dituliskan sebagai berikut: x k+ = x k +λ k s k, k =,2,..., dengan λ k menyatakan langkah (step) pada setiap iterasi dan s k adalah arah (direction). Kita bermaksud membuat x k konvergen ke solusi optimal x. Pencarian arah adalah hal yang penting dalam metode-metode descent, dan pencarian ini yang membedakan antara algoritma descent yang satu dengan lainnya. Begitu pencarian arah telah ditentukan maka tahap selanjutnya adalah melakukan pencarian langkah (line search, step search), yaitu λ k = argmin λ>0 f(xk +λ k s k ). Bila pencarian arah ditentukan berdasarkan gradient f, maka metode descent ini disebut metode descent berbasis gradient (gradient based descent methods). Misalkan x R n dan f suatu fungsi R n R yang terturunkan dari peubah bebas x, gradient dari fungsi f(x) adalah: f(x) = [ δx δx 2... δx n ] T Agar fungsi menuju arah menurun persyaratan berikut harus dipenuhi df(x k +λs k ) λ=0 < 0. () dλ

Dari () diperoleh f(x k ) T.s k = f(x k ) s k cosθ < 0, (2) dimana θ adalah sudut antara f(x k ) dan s k, dan agar negatif π/2 < θ < 3π/2. Lihat Gambar Berikut ini kita menggunakan pendekatan lain yaitu dengan pendekatan deret Taylor untuk menunjukkan (2). Deret Taylor dari fungsi real f(x) : R R yang terturunkan untuk semua tingkatan di sekitar x = a adalah: f(x) = f(a)+ f (a)! atau dengan menggunakan notasi sigma: (x a)+ f (a) (x a) 2 + f(3) (a) (x a) 3 +..., 2! 3! f(x) = n=0 f (n) n! (x a)n Latihan 0. Tentukan deret Taylor dari fungsi kuadrat f(x) = ax 2 +bx+c disekitar x = Deret taylor dapat dikembangkan untuk fungsi multi variabel ( (x a ) n (x d a d ) n d n + +n df f(x,...,x d ) =... n! n d! x n x n d d n =0 n 2 =0 n d =0 ) (a,...,a d ). Berikut adalah deret Taylor fungsi f dengan dua variabel bebas: x dan y, sampai orde ke-2 disekitar titik (a,b) f(x,y) f(a,b)+(x a)f x (a,b)+(y b)f y (a,b) + 2! [(x a)2 f xx (a,b)+2(x a)(y b)f xy (a,b)+(y b) 2 f yy (a,b)]. Ekspansi deret Taylor orde ke-2 dari fungsi f : R n R dapat ditulis dalam bentuk yang lebih kompak sbb: f(x) = f(a)+ f(a) T (x a)+ 2! (x a)t { 2 f(a)}(x a)+, dimana f(a) adalah gradient f pada x = a dan 2 f(a) adalah matriks Hessian. Oleh karena itu deret Taylor f(x+λs) adalah sbb: f(x+λs) = f(x)+ f(x) T (λs)+λ 2 O(). 2

Dengan demikian f(x+λs) f(x) = f(x) T (λs)+λ 2 O(). Untuk λ 0, term kedua pada formula sebelah kanan tidak significant. Ini berarti untuk memeperoleh nilai f(x + λs ) yang lebih kecil dari f(x) dapat dilakukan dengan mengambil nilai f(x) T s < 0, sehingga kita memperoleh (2) Secara teori untuk mendapatkan nilai optimal kita ingin mendapatkan nilai x k+ sehingga: (x k +λs k ) = x x=x k +λs k = 0. Tetapi hasil diatas secara analitis pada banyak kasus sulit diperoleh. Oleh karena itu langkah pendekatan numerik dilakukan dengan kriteria selesai diperoleh bila: λx k+ < ǫ x k+ x k < ǫ jumlah iterasi telah terlewati, dimana ǫ adalah suatu bilangan positif. Dengan demikian algoritma dari metode descent adalah sbb: Mulai dari suatu titik x For k =,2,... do Langkah : Tentukan arah pencarian s k ; arah ini haruslah arah yang menurun. Langka 2: Jika tidak ditemukan arah yang menurun, berhenti, nilai optimal diperoleh. Langkah 3: Line search : Tentukan λ k = argmin λ>0 f(x k +λ k s k ). Langkah 4: x k+ = x k +λ k s k, k = k +; Langkah 5: Berhenti jika kriteria pemberhentian telah terpenuhi. Metode Steepest Descent Metode steepest descent, yang dikenal juga dengan nama metode gradient adalah metode descent yang mencari penurunan tercepat dari: f(x) T s = f(x) s cosθ, yang terjadi pada θ = 2π dan s = f(x). 3

2.5 0.5 0 0.5.5 2 2.5 0.5 0 0.5.5 2 x Jadi dengan metode steepest descent : x 4 x 2 x3 x x 0 x k+ = x k λ f(x). Metode ini dapat digunakan untuk optimasi tanpa kendala maupun optimasi dengan kendala. Untuk beberapa kasus kekonvergenan dari metode steepest descent ke solusi optimal lambat, hal ini terjadi karena jalur zig-zag dalam menuju solusi optimal. Secera intuitif arah f(x) adalah arah dengan penurunan yang tercepat, tetapi secara global tidak berarti menuju titik minimum lokal yang tercepat. Bila kita mencari minimum dari φ(λ) = f(x k λ f(x)), kita peroleh φ (λ) = df(xk λ f(x)) dλ = T f(x k λ f(x)) f(x) x 2 = T f(x k+ ) f(x) = 0, Ini berarti gradient dari titik saat ini dan gradient dari titik selanjutnya saling tegak lurus (orthogonal) pada metode steepest descent. Latihan. Misal f : R n R adalah fungsi yang kontinu dan terturunkan dan diberikan ˆx R n. Buktikan bahwa gradient dan kurva contour (ketinggian) dari fungsi kontinu f(x) adalah ortogonal pada ˆx. 4

Latihan.2 Dengan metode steepest descent, tentukan nilai minimum dari f(x) = (x 2) 2, dengan dimulai dari titik x = 3. Latihan.3 Dengan metode steepest descent, lakukan 4 kali iterasi metode steepest descent untuk mencari minimum f(x) = 9x 2 +2x x 2 +x 2 2 dimulai dari (0,-). Latihan.4 Tentukan steepest descent direction untuk fungsi kuadratik f(x) = 2 xt Qx+q T x c, dimana Q adalah matriks positif definit. Hitung juga step length (λ) dalam proses line search. 5