PERSAMAAN BIDANG RATA

dokumen-dokumen yang mirip
MODUL 3 BIDANG RATA. [Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat]

SUDUT DAN JARAK ANTARA DUA BIDANG RATA

KEDUDUKAN DUA GARIS LURUS, SUDUT DAN JARAK

PERSAMAAN GARIS LURUS

MODUL 2 GARIS LURUS. Mesin Antrian Bank

Bola dan bidang Rata

PERSAMAAN BIDANG RATA DAN VEKTOR NORMAL. (,, ) dan (,, ). Dan misalkan

MODUL 4 LINGKARAN DAN BOLA

VII III II VIII HAND OUT PERKULIAHAN GEOMETRI ANALITIK

PERSAMAAN GARIS SINGGUNG PARABOLA

Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR

Selain besaran pokok dan turunan, besaran fisika masih dapat dibagi atas dua kelompok lain yaitu besaran skalar dan besaran vektor

B.1. Menjumlah Beberapa Gaya Sebidang Dengan Cara Grafis

Pertemuan ke 8. GRAFIK FUNGSI Diketahui fungsi f. Himpunan {(x,y): y = f(x), x D f } disebut grafik fungsi f.

SISTEM KOORDINAT. Berikut ini kita akan mempelajari bagaimana menentukan sistem koordinat dibidang dan diruang.

GEOMETRI ANALITIK PERTEMUAN2: GARIS LURUS PADA BIDANG KOORDINAT. sofyan mahfudy-iain Mataram 1

BAB II VEKTOR DAN GERAK DALAM RUANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tegak, perlu diketahui tentang materi-materi sebagai berikut.

Diferensial Vektor. (Pertemuan II) Dr. AZ Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Soal No. 1 Perhatikan gambar berikut, PQ adalah sebuah vektor dengan titik pangkal P dan titik ujung Q

Aljabar Linier Elementer. Kuliah ke-9

Perkalian Titik dan Silang

BESARAN VEKTOR. Gb. 1.1 Vektor dan vektor

2. Memahami dan mampu menyelesaikan Permasalahan yang berkaitan dengan vektor di Ruang Tiga, yaitu Persamaan Bidang

VEKTOR. Notasi Vektor. Panjang Vektor. Penjumlahan dan Pengurangan Vektor (,, ) (,, ) di atas dapat dinyatakan dengan: Matriks = Maka = =

PERSAMAAN ELLIPS. Setelah mempelajari kegiatan belajar 12 ini, mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menentukan persamaan elips. 2. Melukis persamaan elips

FUNGSI DAN PERSAMAAN LINEAR. EvanRamdan

BAB 1 BESARAN VEKTOR. A. Representasi Besaran Vektor

PanGKas HaBis FISIKA. Vektor

Vektor. Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang dinyatakan dengan vektor seperti : perpindahan, kecepatan dan percepatan.

A. PERSAMAAN GARIS LURUS

PERSAMAAN GARIS SINGGUNG ELLIPS

Materi Aljabar Linear Lanjut

BESARAN VEKTOR B A B B A B

Outline Vektor dan Garis Koordinat Norma Vektor Hasil Kali Titik dan Proyeksi Hasil Kali Silang. Geometri Vektor. Kusbudiono. Jurusan Matematika

VEKTOR A. Vektor Vektor B. Penjumlahan Vektor R = A + B

PERSAMAAN GARIS SINGGUNG HIPERBOLA

Geometri pada Bidang, Vektor

Aljabar Linier & Matriks

Matematika Teknik Dasar-2 5 Perkalian Antar Vektor. Sebrian Mirdeklis Beselly Putra Teknik Pengairan Universitas Brawijaya

BAB XI PERSAMAAN GARIS LURUS

Jika titik O bertindak sebagai titik pangkal, maka ruas-ruas garis searah mewakili

Fungsi Linear dan Fungsi Kuadrat

VEKTOR 2 SMA SANTA ANGELA. A. Pengertian Vektor Vektor adalah besaran yang memiliki besar dan arah. Dilambangkan dengan :

VEKTOR II. Tujuan Pembelajaran

Analisis Vektor. Ramadoni Syahputra Jurusan Teknik Elektro FT UMY

PERSAMAAN HIPERBOLA KEGIATAN BELAJAR 14

6 FUNGSI LINEAR DAN FUNGSI

BAB I VEKTOR DALAM BIDANG

PERSAMAAN GARIS LURUS

1 Mengapa Perlu Belajar Geometri Daftar Pustaka... 1

Hasil Kali Titik, Hasil Kali Silang, dan Hasil Kali Tripel

Definisi Jumlah Vektor Jumlah dua buah vektor u dan v diperoleh dari aturan jajaran genjang atau aturan segitiga;

PERSAMAAN GARIS BAHAN BELAJAR MANDIRI 4

BAB II V E K T O R. Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd. FISIKA KELAS X Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd. Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd. 52

Ruang Vektor Euclid R 2 dan R 3

1. Fungsi Objektif z = ax + by

B a b 2. Vektor. Sumber:

Pertemuan Ke 2 SISTEM PERSAMAAN LINEAR (SPL) By SUTOYO,ST.,MT

GEOMETRI ANALIT DI R3

MATEMATIKA DASAR TAHUN 1987

Garis Singgung Lingkaran

Penyelesaian : Latihan : Tentukan persamaan garis a. Melalui (3, 0) dan (0, 6) b. Melalui (0, 1) dan (4, 0) c. 3 x

Aljabar Vektor. Sesi XI Vektor 12/4/2015

Bab 1 Vektor. A. Pendahuluan

MODUL 1 SISTEM KOORDINAT KARTESIUS

Matematika Ekonomi KUADRAT DAN FUNGSI RASIONAL (FUNGSI PECAH) GRAFIK FUNGSI KUADRAT BERUPA PARABOLA GRAFIK FUNGSI RASIONAL BERUPA HIPERBOLA

KEGIATAN BELAJAR SISWA

F U N G S I A. PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR FUNGSI

VEKTOR GAYA. Gambar 1. Perkalian dan pembagian vektor

MAKALAH GEOMETRI ANALITIK RUANG PERSAMAAN GARIS LURUS

PEMBAHASAN TRANSFORMASI KEBALIKAN

Kalkulus Multivariabel I

Modul. Geometri Analitik Ruang. Jero Budi Darmayasa

Buku Pendalaman Konsep. Trigonometri. Tingkat SMA Doddy Feryanto

BAB XIV V E K T O R Pengertian Vektor adalah besaran yang mempunyai arah. Tafsiran geometri sebuah vektor dilukiskan sebagai panah.

IKIP BUDI UTOMO MALANG GEOMETRI HAND OUT 2

KONSTRUKSI PERSAMAAN GARIS LURUS MELALUI ANALISIS VEKTORIS DALAM RUANG BERDIMENSI DUA

DIKTAT MATEMATIKA II

BAB 6 PERCEPATAN RELATIF

Operasi Eliminasi Gauss. Eliminasi Gauss adalah suatu cara mengoperasikan nilai-nilai di dalam

MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS. Nuryanto.ST.,MT

BAB II V E K T O R. Untuk menyatakan arah vektor diperlukan sistem koordinat.

Pertemuan 3 & 4 INTERPRETASI GEOMETRI DAN GENERALISASI VARIANS. Interpretasi Geometri pada Sampel. Generalisasi varians

Matematika II : Vektor. Dadang Amir Hamzah

Dr. Ramadoni Syahputra Jurusan Teknik Elektro FT UMY

LINGKARAN. Lingkaran. pusat lingkaran diskriminan posisi titik posisi garis garis kutub gradien. sejajar tegak lurus persamaan lingkaran

Modul Matematika 2012

DIKTAT MATEMATIKA II

Matematik Ekonom Fungsi nonlinear

Matematika Semester IV

SISTEM KOORDINAT SISTEM TRANSFORMASI KOORDINAT RG091521

Diferensial Vektor. (Pertemuan III) Dr. AZ Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Arahnya diwakili oleh sudut yang dibentuk oleh A dengan ketigas umbu koordinat,

Institut Manajemen Telkom

MATEMATIKA BISNIS FUNGSI LINIER

PERSAMAAN GARIS LURUS

2. Tentukan persamaan garis yang melalui titik P (x 1,y 1,z 1 ) dan R (x 2,y 2,z 2 ) seperti yang ditunjukkan pada gambar. Z P Q R

Sistem Koordinat Kartesian Tegak Lurus dan Persamaan Garis Lurus

Transkripsi:

1 KEGIATAN BELAJAR 5 PERSAMAAN BIDANG RATA Setelah mempelajari kegiatan belajar 5 ini, mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menentukan persamaan vektoris bidang rata 2. Menentukan persamaan linier bidang rata 3. Vektor normal dari bidang rata +++=0 4. Persamaan normal bidang rata Suatu bidang rata akan tertentu bila diketahui tiga buah titik (yang tidak segaris) yang terletak pada bidang rata tersebut. Misalkan diketahui tiga buah titik pada bidang rata V. Untuk menentukan Persamaan Vektoris Bidang Rata V, Persamaan Linear Bidang Rata, Vektor Normal dari Bidang Rata ++ +=0 dan Persamaan Normal Bidang Rata, maka lakukanlah kegiatankegiatan berikut ini. Kegiatan 5.1. Persamaan Vektoris Bidang Rata V Untuk menentukan persamaan vektoris bidang rata, pahami dan lakukan langkah-langkah berikut. 1. Misalkan diketahui tiga buah titik pada bidang rata yaitu titik,,,,, dan,,. 2. Ambil sebarang titik,, yang berada pada bidang rata V, berarti titik,,. 3. Perhatikan Gambar 5.1 di bawah ini.

2 4. Tentukan panjang,,,. 5. Untuk setiap titik sebarang,, pada bidang rata maka berlaku = + dimana dan merupakan parameter bidang rata dengan dan. 6. Terlihat jelas pada Gambar 5.1 bahwa = + 7. Apa kesimpulan yang dapat anda peroleh berdasarkan langkah 6 tersebut. Berdasarkan kegiatan 5.1 di atas, jika kita menemukan panjang =,,, =,,, =,, dan =,,. Pada langkah 6 kita menemukan suatu persamaan = +, jika disubsitusikan persamaan = + ke dalam persamaan = + + sehingga diperoleh suatu persamaan vektoris bidang rata yang melalui tiga buah titik adalah,,=,, +,, (1) +,, Kedua vektor dan di sebut vektor-vektor arah bidang ( setiap dua vektor yang tidak segaris pada bidang merupakan vektor-vektor arah bidang tersebut). Secara umum: Jika =,, dan =,, adalah vektor-vektor arah bidang rata, maka persamaan bidang rata melalui titik,, adalah:,,=,, + +,,=,, +,, +,, Dengan + dan + (2)

3 Berdasarkan persamaan (2) diperoleh suatu persamaan parameter bidang rata adalah = + + = + + = + + Kegiatan 5.2. Persamaan Linier Bidang Rata Untuk menentukan persamaan linier bidang rata, lakukan langkah-langkah berikut. 1. Eliminasikan nilai dan nilai dari persamaan (3) dan persamaan (4) yang telah kita temukan pada kegiatan 1. 2. Setelah di eliminasi nilai dan nilai, kita akan memperoleh nilai = = 3. Kemudian nilai dan nilai pada langkah 1, kita subsitusikan ke persamaan (5). 4. Dari prosedur di atas kita akan mendapatkan nilai dan nilai serta nilai. 5. Apa yang dapat anda simpulkan dari prosedur tersebut. (3) (4) (5) Berdasarkan kegiatan 5.2 di atas, jika kita mengeliminasikan persamaan (3) dan (4) diperoleh: = = dimana 0 = Kita subsitusikan nilai dan ke persamaan (5) diperoleh: + + = 0 + + = 0 + + { }=0 + =0 + +{ } =0 + +{ } =0 = =

4 = = = = Sehingga dapat kita peroleh suatu persamaan bidang rata yang melalui titik,, adalah + + = (6) Persamaan (6) di atas dapat kita tulis menjadi: + + =0 ++ =0 =, dimana = konstanta Sehingga diperolehlah suatu persamaan linier (umum) dari suatu bidang rata adalah +++= (7) Kegiatan 5.3 Vektor Normal Bidang Rata Kita sudah menemukan persamaan umum bidang rata adalah +++= Untuk membuktikan kebenaran bahwa persamaan tersebut merupakan persamaan bidang rata, maka perhatikan langkah-langkah berikut: 1. kita tentukan sebarang titik, misalkan titiknya,, yang terletak pada bidang tersebut. Sehingga diperoleh bahwa +++=0, maka =. 2. Subsitusikan nilai ke persamaan umum bidang rata yaitu: +++= 0 + + = 0 3. Perhatikan bahwa + + = 0 Jika hanya jika ++.++ = 0 Hal ini berarti bahwa ++ merupakan suatu vektor yang sudah tertentu besar dan arahnya, sedangkan ++ adalah vektor yang berpangkal pada,, dan selalu tegak lurus vektor ++ serta berubah arah tergantung posisi,,. 4. Jadi dapat disimpulkan bahwa,, adalah koordinat titik-titik yang terletak pada bidang yang melalui titik,, dan tegak lurus ++, yang selanjutnya disebut dengan normal bidang rata yang disimbolkan dengan.

5 Perhatikan Gambar 5.2 di bawah ini. Gambar 5.2 Kesimpulan yang dapat kita peroleh dari proses di atas adalah jika sebuah bidang rata melalui,, dan mempunyai normal ++ maka persamaan bidang rata tersebut adalah + + = 5. Terbukti bahwa persamaan umum bidang rata adalah +++= dengan vektor normalnya adalah =,, Masalah 5.1 Tentukan persamaan linier bidang rata yang melalui titik 3,2,1,4,1,5 dan 2,4,3! Penyelesaian Diskusikan dengan teman kelompok anda hasil temuan di bawah ini. Coba anda perhatikan dan pahami, serta adakah anda punya temuan lain terhadap masalah tersebut? Jika ada tuliskan dalam lembar kegiatan kelompok anda. Pertama kita cari persamaan vektoris bidang rata yaitu:,,=,, +,, +,,,,= 3,2,1+1,1,5+1,2,2 Persamaan linier bidang rata adalah +++=0 = = = 1 5 = 210= 12 2 2 = = = 5 1 = 52= 7 2 1 = = = 1 1 = 21=1 1 2 =

6 = 123 7211 = 36+141= 23 Jadi, persamaan linier bidang rata adalah 127+23=0 atau 12+7+23=0. Kedudukan Istimewa Hal-hal khusus dari bidang rata +++=0. 1. Bila =0 maka bidang rata ++=0 maka bidang rata tersebut melalui pusat koordinat 0,0,0. Atau setiap bidang rata + ++=0 yang melalui titik 0,0,0 akan berbentuk ++ =0. Masalah 5.2 Untuk Bidang Rata +++=0 yang melalui titik 2,3,1, 1,2,1 dan 0,0,0. Lukislah persamaan bidang rata tersebut kedalam sistem koordinat kartesius. Penyelesaian: Diskusikan dengan teman kelompok anda hasil temuan di bawah ini. Coba anda perhatikan dan pahami, serta adakah anda punya temuan lain terhadap masalah tersebut? Jika ada tuliskan dalam lembar kegiatan kelompok anda. Untuk menyelesaikan permasalahan di atas, perhatikan langkah-langkah sebagai berikut. (1) Pertama kita cari dulu persaman bidang rata yang melalui tiga titik tersebut dengan menggunakan persamaan 7 sehingga diperoleh persamaan bidang ratanya adalah 53=0. (2) Kemudian kita buat gambar garis di bidang, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. Gambar 5.3. Persamaan Garis lurus di Bidang

7 (3) Setelah kita melukis garis lurus di bidang baru kita memindahkan ke tiga garis tersebut ke ruang, seperti yang terlihat pada gambar 5.4. Gambar 5.4. Bidang Rata yang melalui titik asal 2. Apabila 0 persamaan +++=0 dapat ditulis menjadi + + =1 + + =1 Misalkan =,= dan =, sehingga didapat sebuah persamaan yaitu: + + =1 Yang mana memotong sumbu di,0,0, sumbu di 0,,0, sumbu di 0,0,. Masalah 5.3 Gambarkanlah Bidang rata 3+4+212=0. Penyelesaian Diskusikan dengan teman kelompok anda hasil temuan di bawah ini. Coba anda perhatikan dan pahami, serta adakah anda punya temuan lain terhadap masalah tersebut? Jika ada tuliskan dalam lembar kegiatan kelompok anda. Secara grafis bidang dapat disajikan yaitu dengan memotongkan bidang tersebut dengan sumbu-sumbu koordinat, setiap dipotongkan dengan sebarang sumbu dianggap sumbu yang lain sama dengan nol (0). a. Titik potong dengan sumbu, jika ==0 adalah 3=12 maka =4 Berarti titiknya 4,0,0 b. Titik potong dengan sumbu, jika ==0 adalah 4=12 maka =3

8 Berarti titiknya 0,3,0 c. Titik potong dengan sumbu, jika ==0 dalah 2=12 maka =6 Berarti titiknya 0,0,6 Sehingga Gambar bidang rata tersebut adalah: Gambar 5.5. Gambar Bidang Rata jika 3. Apabila =0 berarti bidang rata +=0 sejajar dengan sumbu. Hal itu dapat dilihat pada Gambar 5.6. Gambar 5.6. Bidang Rata sejajar dengan sumbu Apabila =0, berarti bidang rata ++=0 sejajar dengan sumbu. Hal itu dapat dilihat pada Gambar 5.7.

9 Gambar 5.7. Bidang Rata sejajar dengan sumbu Apabila =0, berarti bidang rata ++=0 sejajar dengan sumbu. Hal itu dapat di lihat pada Gambar 5.8. Gambar 5.8. Bidang Rata sejajar dengan sumbu 4. Apabila ==0, berarti bidang rata +=0 sejajar dengan bidang. Hal itu dapat dilihat pada Gambar 5.9. Gambar 5.9. Bidang Rata sejajar dengan Bidang

10 Apabila ==0, berarti bidang rata +=0 sejajar dengan bidang. Hal itu dapat dilihat pada Gambar 5.10. Gambar 5.10. Bidang Rata sejajar dengan Bidang Apabila = =0, berarti bidang rata +=0 sejajar dengan bidang. Hal itu dapat dilihat pada Gambar 5.11. Gambar 5.11. Bidang Rata sejajar dengan bidang Berdasarkan persamaan (6) yang telah di peroleh kita dapat menentukan persamaan bidang rata yang melalui titik,,. Untuk menentukan persamaan bidang rata yang melalui titik,,, perhatikan langkahlangkah di bawah ini: 1. Buatlah persamaan bidang rata yang melalui titik,, yaitu: + + = dengan = = = =

11 = = + + =0,,.,, =0.,,=0. =0 2. Dengan adalah vektor posisi pada sebarang titik,, di =0 diperoleh,. =0 dengan =..,,,, =0,,.,,,, =0 =0 3. Sehingga dapat di simpulkan bahwa persamaan bidang rata secara determinan yang melalui titik,, dan vektor arahnya =,, dan =,, adalah = (10) 4. Dari persamaan di atas kita juga bisa menentukan persamaan bidang rata yang melalui tiga titik yaitu: Jika =,, =,, dan =,, =,, maka =0 secara determinan di peroleh suatu persamaan: = 5. Sehingga dapat disimpulkan Persamaan Bidang Rata =0 yang melalui tiga titik yaitu,,,,, dan,, adalah: = (11) Sedangkan Jika empat buah titik,,,,,,,, dan,, akan sebidang (rata) jika dan hanya jika = (12) Selanjutnya, perhatikan dan pahamilah masalah 5.4 berikut ini.

12 Masalah 5.4 a. Tentukan persamaan =0 melalui titik 1,1,2, 2,4,5, dan 1,2,1 b. Selidiki apakah titik 0,0,0 terletak pada bidang rata tersebut. Penyelesaian Diskusikan dengan teman kelompok anda hasil temuan di bawah ini. Coba anda perhatikan dan pahami, serta adakah anda punya temuan lain terhadap masalah tersebut? Jika ada tuliskan dalam lembar kegiatan kelompok anda. a. Untuk menentukan persamaan bidang rata =0 yang melalui tiga titik, kita menggunakan persamaan (11) yaitu: =0 1 1 2 21 41 52=0 11 21 12 1 1 2 1 3 3 =0 2 3 1 316132+1+91+62=0 3+36+63+6+1+99+612=0 65+37=0 Jadi, persamaan bidang rata 65+39=0 b. Untuk menyelidiki apakah titik (0, 0, 0) terletak pada bidang rata tersebut atau tidak, dengan cara mensubsitusikan titik tersebut kedalam bidang rata 65+39=0 sehingga di peroleh suatu kesimpulan bahwa titik 0,0,0 tidak berada pada bidang rata tersebut. kegiatan 5.4. Persamaan Normal Bidang Rata Untuk menentukan persamaan normal bidang rata, pahami langkahlangkah berikut ini. 1. Misalkan vektor normal bidang rata +++=0 adalah =,,. Sudut antara vektor normal dengan sumbu-sumbu koordinat (yang arahnya ditentukan dengan vektor, dan ) adalah, dan, sedangkan cos, cos dan cos disebut dengan cosinus-cosinus arah dari, seperti yang terlihat pada Gambar 5.12 di bawah ini.

13 Gambar 5.12. sudut-sudut pada bidang rata 2. Berdasarkan Gambar 5.12 di atas, dapat terlihat jelas bahwa: cos=. =, karena = 1,0,0 dan =1 cos=. =, karena =0,1,0 dan =1 cos γ=. =, karena =0,0,1 dan =1 + + = + + = (13) Maka vektor cos,cos,cos adalah satuan searah. Persamaan (13) = dapat juga kita namakan dengan vektor normal yang panjangnya satu. 3. Misalkan adalah jarak dari titik 0,0,0 ke bidang rata, sedangkan,, adalah sudut-sudut arah yang tegak lurus terhadap bidang rata. Seperti yang terlihat pada Gambar 5.13. Gambar 5.13. Titik ke bidang rata

14 Kita ambil = cos,cos,cos yang panjangnya = + + =1, sebagai vektor normal satuan dari bidang rata. 4. Perhatikan =,,. Proyeksi pada adalah. =,,.cos,cos,cos = cos+cos+cos = (harus positif atau >0). Sehingga diperoleh suatu Persamaan Normal HESSE dari duatu Bidang Rata adalah ++= Catatan : Bila bidang rata melalui 0,0,0 maka =0 Dapat disimpulkan bahwa persamaan normal bidang rata adalah ++= (14) 5. Untuk mengubah persamaan umum Bidang Rata +++=0 ke bentuk normal adalah sebagai berikut: Hubungan antara bilangan arah,, dan cosinus arah adalah: cos =cos = = misalkan= Sehingga diperoleh suatu persamaan: cos=,cos=,cos= dan = sedangkan + + = + + =1 maka di peroleh nilai, 1 = cos= cos= ± + +, ± + +, ± + + cos= dan = ± + + ± + + Tanda ± dipilih salah satu sehingga nilai bertanda positif. Masalah 5.5 Carilah persamaan normal dari bidang rata +2+2+9=0. Penyelesaian Diskusikan dengan teman kelompok anda hasil temuan di bawah ini. Coba anda perhatikan dan pahami, serta adakah anda punya temuan lain terhadap masalah tersebut? Jika ada tuliskan dalam lembar kegiatan kelompok anda. Persamaan normal bidang rata adalah cos+cos+cos=. Pertama kita cari dulu nilai dari masing-masing persamaan di atas, yaitu: 9 9 = ± 1 +2 +2= 5 1 cos= 5, cos= 2 5, cos= 2 5 Jadi, diperoleh persamaan normal bidang rata adalah

15 5 + 2 5 + 2 5 = 9 5. Rangkuman 1. Persamaan umum Bidang Rata adalah +++= 2. Persamaan bidang Rata yang melalui titik,, adalah + + = 3. Persamaan Bidang Rata secara determinan yang melalui titik,, dan vektor arahnya =,, dan =,, adalah = 4. Persamaan Bidang Rata =0 yang melalui tiga titik yaitu,,,,, dan,, adalah: = 5. Empat buah titik,,,,,,,, dan,, akan sebidang (rata) jika dan hanya jika = 6. Bentuk normal bidang rata adalah =,, 7. Persamaan normal bidang rata adalah ++=