0 D (Pratama Rahardja, Mandala Manurnung,2004)

dokumen-dokumen yang mirip
CONTOH SOAL UAN INTEGRAL

BAB II LANDASAN TEORI

Kalkulus II. Institut Teknologi Kalimantan

16. INTEGRAL. A. Integral Tak Tentu 1. dx = x + c 2. a dx = a dx = ax + c. 3. x n dx = + c. cos ax + c. 4. sin ax dx = 1 a. 5.

Lampiran 2 LEMBAR KERJA KELOMPOK MAHASISWA 1

Integral yang berhubungan dengan kepentingan fisika

SIFAT-SIFAT INTEGRAL LIPAT

= F (x)= f(x)untuk semua x dalam I. Misalnya F(x) =

Aplikasi Matematika Dalam Dunia Teknik Sipil

INTEGRAL (ANTI DIFERENSIAL) Tito Adi Dewanto S.TP

Bentuk Volumetric Irisan Kerucut (Persiapan Modul Cara Menghitung Volume Irisan Kerucut)

AB = c, AC = b dan BC = a, maka PQ =. 1

: Pramitha Surya Noerdyah NIM : A. Integral. ʃ f(x) dx =F(x) + c

Hendra Gunawan. 5 Maret 2014

APLIKASI INTEGRAL 1. LUAS DAERAH BIDANG

A. 3 x 3 + 2x + C B. 2x 3 + 2x + C. C. 2 x 3 + 2x + C. D. 3 x 3 + 2x + C. E. 3 x 3 + 2x 2 + C A. 10 B. 20 C. 40 D. 80 E. 160

TERAPAN INTEGRAL. Bogor, Departemen Matematika FMIPA IPB. (Departemen Matematika FMIPA IPB) Kalkulus I Bogor, / 22

ULANGAN TENGAH SEMESTER 1 KELAS XII PROGRAM IPA TAHUN PELAJARAN 2011/ = a b c d e b. 5 c.

7. APLIKASI INTEGRAL 1

TAHUN PELAJARAN 2003/2004 UJIAN NASIONAL. Matematika (D10) PROGRAM STUDI IPA PAKET 2 (UTAMA) SELASA, 11 MEI 2004 Pukul

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional Tahun 1985 Matematika

INTEGRAL. disebut integral tak tentu dan f(x) disebut integran. = X n+1 + C, a = konstanta

UN MATEMATIKA IPA PAKET

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

1. Dengan merasionalkan penyebut, bentuk sederhana dari adalah... D E

Matematika Ujian Akhir Nasional Tahun 2004

BAB II PENGANTAR SOLUSI PERSOALAN FISIKA MENURUT PENDEKATAN ANALITIK DAN NUMERIK

7. Himpunan penyelesaian. 8. Jika log 2 = 0,301 dan log 3 = 10. Himpunan penyelesaian

BAB II LANDASAN TEORI

Matematika EBTANAS Tahun 1991

Jurusan Matematika FMIPA-IPB

integral = 2 . Setiap fungsi ini memiliki turunan ( ) = adalah ( ) = 6 2.

8. Nilai x yang memenuhi 2 log 2 (4x -

04-05 P23-P UJIAN NASIONAL SMA/MA Tahun Pelajaran 2004/2005 MATEMATIKA (D10) PROGRAM STUDI IPA ( U T A M A )

RESUME MATERI MATEMATIKA INDUSTRI I APLIKASI INTEGRAL DALAM BIDANG EKONOMI KETEKNIKAN

Kelompok : SMK Tingkat : XII ( Duabelas ) Bidang Keahlian : Ti, Kes, Sos Hari/Tanggal : Prog. Keahlian : Ti, Kes, Sos W a k t u : 0

Antiremed Kelas 12 Matematika

PREDIKSI UJIAN NASIONAL MATEMATIKA TAHUN 2009

TUGAS MATEMATIKA INDUSTRI APLIKASI INTEGRAL DI BIDANG EKONOMI DAN KETEKNIKAN

BAB VI. PENGGUNAAN INTEGRAL. Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia

MATEMATIKA INDUSTRI 1 RESUME INTEGRAL DAN APLIKASI

Integral lipat dua BAB V INTEGRAL LIPAT 5.1. DEFINISI INTEGRAL LIPAT DUA. gambar 5.1 Luasan di bawah permukaan

BAB VI INTEGRAL LIPAT

Luas daerah yang dibatasi oleh beberapa kurva dapat ditentukan dengan menghitung integral tertentu.

SOAL DAN PEMBAHASAN UJIAN NASIONAL SMA/MA IPA TAHUN PELAJARAN 2004/2005

Nughthoh Arfawi Kurdhi, M.Sc Department of Mathematics FMIPA UNS

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 KANDANGAN JL. Hayam Wuruk No. 96 telp Kandangan

2. Untuk interval 0 < x < 360, nilai x yang nantinya akan memenuhi persamaan trigonometri cos x 2 sin x = 2 3 cos adalah

Keep running VEKTOR. 3/8/2007 Fisika I 1

PUSAT MASSA DAN TITIK BERAT

Pembahasan SNMPTN 2011 Matematika IPA Kode 576

Senin, 18 JUNI 2001 Waktu : 2,5 jam

Soal Ujian Nasional Tahun 2007 Bidang Matematika

12. Diketahui segitiga ABC dengan AC = 5 cm, AB = 7 cm, dan BCA = 120. Keliling segitiga ABC =...

Hendra Gunawan. 8 November 2013

I N T E G R A L (Anti Turunan)

SOAL-SOAL LATIHAN. 2. UN A35 dan E Nilai dari 1 37 D C B E. 3. UN A Hasil dari. x 4x. 4. UN A35 dan D

MATEMATIKA TEKNIK (E3-1)

D. 90 meter E. 95 meter

SOAL DAN PEMBAHASAN UN MATEMATIKA SMK TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN PERTANIAN TAHUN 2013 (Paket 13)

GAMBARAN UMUM SMA/MA. Hak Cipta pada Pusat Penilaian Pendidikan BALITBANG DEPDIKNAS 1

FUNGSI. Riri Irawati, M.Kom 3 sks

DEFFERNSIAL atau TURUNAN FUNGSI ALJABAR

SOAL UN DAN PENYELESAIANNYA 2007

B. y = 1 x 2 1 UN-SMK-TEK Jika A = 2 0

PREDIKSI UJIAN NASIONAL

MEDAN LISTRIK. Oleh Muatan Kontinu. (Kawat Lurus, Cincin, Pelat)

TAHUN PELAJARAN 2003/2004 SMK. Matematika Teknik Industri (E3-1) PAKET 1 (UTAMA) SELASA, 11 MEI 2004 Pukul

SOAL UN DAN PENYELESAIANNYA 2009

SOAL UN DAN PENYELESAIANNYA 2005

MODUL MATEMATIKA SMA IPA Kelas 11

Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Matematika Tahun Ajaran 2017/2018

Matematika I: Turunan. Dadang Amir Hamzah. Dadang Amir Hamzah Matematika I Semester I / 61

Pertemuan 4: Referensi utama: Modern Industrial Organization Carlton and Pertloff 4 th ed Chapter 3, # 69-73

Keliling segitiga ABC pada gambar adalah 8 cm. Panjang sisi AB =... A. 4

KESEIMBANGAN PASAR (MARKET EQUILIBRIUM) Ratna Intanningrum Pendidikan Fisika NR 2007

Laboratorium Manajemen Dasar. Nama NPM/Kelas Fakultas/Jurusan : : : Matematika Ekonomi 2 i Litbang ATA 13/14

SOAL PREDIKSI XI. 2. Jika x = 4, y = 16, dan z = 27, nilai adalah. a. b. c. d. e.

INTEGRAL RANGKAP DUA. diberikan daerah di bidang XOY yang berbentuk persegi panjang, {( )

1. Agar F(x) = (p - 2) x² - 2 (2p - 3) x + 5p - 6 bernilai positif untuk semua x, maka batas-batas nilai p adalah... A. p > l B. 2 < p < 3 C.

Uji Coba Ujian Nasional tahun 2009 Satuan pendidikan

2 sama dengan... 5, x R adalah.

SMK MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA NEGERI DAN SWASTA MATEMATIKA KELOMPOK TEKNOLOGI PAKET II A KOTA SURABAYA

Matematika SMA/MA IPA. : Ximple Education. No. Peserta : Nilai dari. A. x 4 B. x 3 C. 3 4 D. 3 3 E Bentuk sederhana 5 2 3

MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS. Nuryanto.ST.,MT

Matematika EBTANAS Tahun 1999

1. Akar-akar persamaan 2x² + px - q² = 0 adalah p dan q, p - q = 6. Nilai pq =... A. 6 B. -2 C. -4 Kunci : E Penyelesaian : D. -6 E.

Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 2002/2003

2009 ACADEMY QU IDMATHCIREBON

b c a b a c 1. Bentuk sederhanaa dari

Read more:

Soal Babak Penyisihan OMITS 2008

4. Nilai dari 18x 3x. 12. Hitung = 13. Hitung. c. 8 ( x ) -2 + c d. 8 ( x ) 2 + c e. ( x ) -2 + c

LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR MODUL MATEMATIKA EKONOMI 2 ATA 2014/2015

PR ONLINE MATA UJIAN: MATEMATIKA IPA (KODE: A05) Petunjuk A digunakan untuk menjawab soal nomor 1 sampai dengan nomor 40.

Geometri pada Bidang, Vektor

B. 30 X + 10 Y 300; 20 X + 20 Y 400; X 0, Y 0 C. 10 X + 30 Y 300; 20 X + 20 Y 400, X 0, Y 0 D. 10 X + 30 Y 300, 20 X + 20 Y 400, X 0, Y 0

Penerapan Fungsi Linier

asimtot.wordpress.com Page 1

PAKET 4 LATIHAN UJIAN NASIONAL SMA/MA TAHUN 2009 MATA PELAJARAN MATEMATIKA

Transkripsi:

NAMA : TITIK ASIATUN NIM : 125100301111054 TUGAS : MATEMATIKA INDUSTRI APLIKASI INTEGRAL DI BIDANG EKONOMI DAN KETEKNIKAN 1. Aplikasi di Bidang Ekonomi Contoh penggunan integral dalam dunia ekonomi salah satunya yaitu untuk menghitung surplus produsen dan surplus konsumen. Dasar pendekatan yang digunakan untuk analisis pasar adalah marjinalis (marjinal approach), yang mengatakan bahwa keputusan dalam memproduksi atau mengkonsumsi ditentukan oleh berapa besar tambahan pendapataan atau manfaat dari unit terakhir barang yang diproduksi atau dikonsumsi. Konsekuensi dar pemikiran ini bagi produsen adalah dia tidak menetapkanharga yang sama untuk setiap jumlah penjualan. Contoh kasus pasar mobil, satu unit mobil pertama di jual dengan harga Rp 82 juta, sedangkan unit ke dua baru akan dijual dengan harga Rp 84 juta dan seterusnya. Sebaliknya untuk konsumen untuk 1 unit pertama bersedia membeli dengan harga Rp 199 juta. Tetapi untuk unit selanjutnya, sebut saja unit kedua, konsumen hanya mau membeli dengan harga Rp 198 juta. Alasannya tambahan manfaat dari tambahan pemakaian mobil telah menurun (Pratama Rahardja, Mandala, 2004). Pada saat keseimbangan, konsumen membayar mobil yang dibeli jauh lebih sedikit dibanding kesediaan membayar. Sebaliknya produsen menerima uang lebih banyak daripada yang sebenarnya mereka harapkan (Pratama Rahardja, Mandala, 2004). Dalam kasus tersebut apa yang dialami oleh produsen disebut surplus produsen. Yaitu selisih antara jumlah yang diterima dengan yang mereka harapkan. Karena koonsumen bersedia membayar lebih dari harga yang diharapkan oleh produsen. Dalam kasus tersebut, surplus konsumen jumlahnya seluas segitiga ABE, yang merupakan selisih luas trapesium 0BEC (jumlah yang konsumen sedia membayar). Jumlah surplus produsen seluas segitiga FAE yang merupakan selisih antara luas segi empat 0AEC (jumlah yang konsumen bayarkan) dengan 0FEC (jumlah yang produsen sedia di bayar) (Pratama Rahardja, Mandala Manurnung,2004). harga B S A E F 0 D (Pratama Rahardja, Mandala Manurnung,2004)

Surplus konsumen menytakan jumlah uang yang dihemat oleh konsumen ketika membeli barang pada harga P, yang berkaitan dengan jumlah X yang diminta. Gambar 3 memperlihatkan interprestasi surplus konsumen sebagai luas daerah dibawah kurva permintaan dan di atas garis p = P. (James stewart, 2001) P P = p (x) Surplus konsumen (x,p) P = P 0 X x Gambar 3 (James stewart, 2001) Contoh 1 Permintaan untuk suatu produk, dalam dolar, adalah p = 1200 0,2 0,0001 x 2 tentukan surplus konsumen padansaat tingkat penjualan 500. PENYELESAIAN : karena banyaknya produk yang terjual adalah = 500, harga jualnya adalah P = 1200 (0.2)(500) (0.0001)(500) 2 = 1075 Jadi, surplus konsumen adalah dx = = 0,2x 0,0001x 2 1075) dx 2 ) dx = 0 500 = 2 = $ 3.333,33 (James stewart, 2001)

Contoh 2 Gambar 7.9 menunjukkan kurva permintaan D (x) = 2500 / x + 50 dan kurva penawaran S (x) = 0,01 x pngkat 2 untuk produk tunggal. Dengan titik ekuilibrium (x0, p0) = (50,25) Surplus konsumen = = 2500 ln (x + 50) 0 50 1250 = 2500 ln 2 1250 Surplus produsen = (50) (25) - = 1250-0 50 = 1250 - (Berkey, 1994) P 50 surplus konsumen 25 (50,25) = titik equilibrium Surplus produsen 50 x S (x) = 0,1 x 2 Gambar 7.9 kurva permintaan dan penawaran contoh 2 (Berkey, 1994)

2. Aplikasi integral di bidang keteknikan Integral digunakan untuk menghitung : Momen inesia, volume, luas, titik berat yang semuanya digunakan sebagai alat bantu dalam merancang kekuatan/ketahanan suatu bangunan. Selain itu integral juga digunakan dalam fisika. Didalam fisika, integral digunakan untuk menghitung usaha (W) dan tekanan fluida (P). Jika (F(x suatu gaya untuk menggerakkan suatu titik sempanjang sumbu x dan x =a sampai x = b, maka usaha W =. Contoh 1 Tentukan titik berat luasan yang dibatasi oleh parabola kerapatan = 1 = 10x dan garis y = x, dan Titik potong dari grafik tersebut, adalah X = 0 dan X = 10 y 0 10 x M = dx = - x) dx = ( x 3/2 0 10 = 16 = ( - X) dx = 3/2 ) dx = (. X 5/2-0 10 = 66 = dx = 0 10 = 83

dan Jadi titik berat luasan tersebut adalah (Hasyim Baisuni, 1986) Contoh soal 2 Tentukan letak titik berat luasan yang terletak dikuadran pertama b 0 a Persamaan elips tersebut dapat dirubah menjadi : x = a cos dan y = b sin dx = -a sin d ; dy = b cos d batas : x = 0 = x = a luas luasan = S = -ab = -ab = -ab 0 /2 = Grafik dipandang sebagai x = g(y), maka : = dy = = 0 /2 = = =

= 0 /2 = Jadi titik berat luasan adalah (Hasyim Baisuni, 1986) Contoh 3 sebuah per panjangnya 25 cm diregangkan menjadi 30 cm dengan gaya F = 4,5 kg ditanyakan usaha untuk meregangkan per dari panjang 35 cm menjadi 45 cm. F = kt,t = (30-25) cm = 5 cm, maka 4,5 = k.5 k = 0,9 W = k dimana = 35-25 = 10 = 45-25 = 20 Jadi W = 0,9 20 10 = 1,35 m-kg (Hasyim Baisuni, 1986) Contoh 4 Lempeng lingkkaran jari jari 3 ft di masukkan dalam air, sehingga setengah lempeng benda berada di bawah permukaan air. Hitunglah tekanan zat cair yang bekerja pada lempeng tersebut. y = Batas x = 0 W = 62,4 0 P = 2 (62,4) = 2 (62,4) dx 3/2 3 0 = 11232,2 lb (Hasyim Baisuni, 1986)

Contoh 5 Sebuah tabung (cylinder) dengan jari-jari = 3 m dan tinggi = 6 m, diisi penuh air. Hitunglah usaha kenaikan air sampai puncak (tabung penuh), rapatan jenis (density) air = 1. Volume keratan tebal Δy = 9 Δy m 3 dan beratnya = 9.000 Δy kg Usaha W = Dmana = 0 dan = 6 Jadi W = 9000 = 9000 0 6 m-kg = 9000 (18) = 162.000 m-kg

DAFTAR PUSTAKA Baisuni, Hasyim. 1986. Kalkulus Edisi 1 Cetakan 1. Jakarta: Universitas Indonesia (UI press) Berkey. 1994. Applied Calculus Third Edition. America: Saunders Collage Publising Rahardja, Pratama dan Mandala. Teori Ekonomi Mikro Suatu Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta: Universitas Indonesia Stewart, james. 2001. Kalkulus Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga