BAB I PENGINTEGRALAN KOMPLEKS

dokumen-dokumen yang mirip
KALKULUS LANJUT. Pertemuan ke-4. Reny Rian Marliana, S.Si.,M.Stat.

II. LANDASAN TEORI. Pada bab II ini, akan dibahas pengertian-pengertian (definisi) dan teoremateorema

BAB 5 BARISAN DAN DERET KOMPLEKS. Secara esensi, pembahasan tentang barisan dan deret komlpeks sama dengan barisan dan deret real.

Pertemuan VII IV. Titik Berat dan Momen Inersia

Pertemuan 3 Luas Daerah Bidang Datar, dan Volume Benda Padat dengan Metode Bidang Irisan Sejajar

Integrasi 1. Metode Integral Reimann Metode Integral Trapezoida Metode Integral Simpson. Integrasi 1

II. TINJAUAN PUSTAKA. Dalam proses penelitian untuk menganalisis aproksimasi fungsi dengan metode

MATEMATIKA INTEGRAL RIEMANN

BAB III INTEGRAL RIEMANN-STIELTJES. satu pendekatan untuk membentuk proses titik. Berkaitan dengan masalah

Selesaikan persamaan kuadrat ini dengan bentuk kuadrat lengkap, diperoleh

TUGAS MATA KULIAH TEORI RING LANJUT MODUL NOETHER

BAB IV BATAS ATAS BAGI JARAK MINIMUM KODE SWA- DUAL GENAP

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

II. LANDASAN TEORI. Pada bab II ini, akan dibahas pengertian-pengertian (definisi) dan teorema-teorema

NORM VEKTOR DAN NORM MATRIKS

PRAKTIKUM 7 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Secant Dengan Modifikasi Tabel

PRAKTIKUM 5 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Secant Dengan Modifikasi Tabel

On A Generalized Köthe-Toeplitz Duals

BAB III PERSAMAAN PANAS DIMENSI SATU

I adalah himpunan kotak terbatas dan tertutup yang berisi lebih dari satu

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pengambilan sampel dari suatu populasi, diperlukan suatu

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana merupakan bagian regresi yang mencakup hubungan linier

Ruang Banach. Sumanang Muhtar Gozali UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

* MEMBUAT DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI MENGGUNAKAN ATURAN STURGES

UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK

SIFAT-SIFAT LANJUT FUNGSI TERBATAS

BAB II KAJIAN TEORI. tertentu (Martono, 1999). Sistem bilangan real dinotasikan dengan R. Untuk

IMPLEMENTASI DAN KOMPARASI ATURAN SEGIEMPAT UNTUK PENYELESAIAN INTEGRAL DENGAN BATAS MENGGUNAKAN MATLAB

POLIGON TERBUKA TERIKAT SEMPURNA

Notasi Sigma. Fadjar Shadiq, M.App.Sc &

PERTEMUAN III PERSAMAAN REGRESI TUJUAN PRAKTIKUM

BAB III REVIEW SIFAT- SIFAT STATISTIK PENDUGAAN TIPE KERNEL BAGI FUNGSI INTENSITAS PROSES POISSON PERIODIK DENGAN PERIODE GANDA

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana yang variabel bebasnya ( X ) berpangkat paling tinggi satu.

BAB 1 STATISTIKA RINGKASAN MATERI

Penarikan Contoh Acak Sederhana (Simple Random Sampling)

BAB 6 PRINSIP INKLUSI DAN EKSKLUSI

Regresi Linier Sederhana Definisi Pengaruh

BAB II LANDASAN TEORI

( ) ( ) ( ) ( ) ( ) III MODEL. , θ Ω. 1 Pendugaan parameter dengan metode maximum lkelihood estimation dapat diperoleh dari:

PELABELAN HARMONIS GANJIL PADA GRAF KINCIR ANGIN BELANDA DAN GABUNGAN GRAF KINCIR ANGIN BELANDA

INTEGRAL LEBESGUE PADA FUNGSI TERBATAS SKRIPSI

PENAKSIR RASIO YANG EFISIEN UNTUK RATA-RATA POPULASI DENGAN MENGGUNAKAN DUA VARIABEL TAMBAHAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial. 1.2 Populasi dan Sampel

NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN MATRIKS TERREDUKSI REGULER DALAM ALJABAR MAX-PLUS INTERVAL

SOLUSI TUGAS I HIMPUNAN

Mean untuk Data Tunggal. Definisi. Jika suatu sampel berukuran n dengan anggota x1, x2, x3,, xn, maka mean sampel didefinisiskan : n Xi.

2.2.3 Ukuran Dispersi

STATISTIK. Ukuran Gejala Pusat Ukuran Letak Ukuran Simpangan, Dispersi dan Variasi Momen, Kemiringan, dan Kurtosis

PENDAHULUAN Metode numerik merupakan suatu teknik atau cara untuk menganalisa dan menyelesaikan masalah masalah di dalam bidang rekayasa teknik dan

4/1/2013. Bila X 1, X 2, X 3,,X n adalah pengamatan dari sampel, maka rata-rata hitung dirumuskan sebagai berikut. Dengan: n = banyak data

BAB 2 LANDASAN TEORI. perkiraan (prediction). Dengan demikian, analisis regresi sering disebut sebagai

BAB III MENYELESAIKAN MASALAH REGRESI INVERS DENGAN METODE GRAYBILL. Masalah regresi invers dengan bentuk linear dapat dijumpai dalam

; θ ) dengan parameter θ,

Penelitian Operasional II Teori Permainan TEORI PERMAINAN

Di dunia ini kita tidak dapat hidup sendiri, tetapi memerlukan hubungan dengan orang lain. Hubungan itu pada umumnya dilakukan dengan maksud tertentu

UKURAN GEJALA PUSAT (UGP)

UKURAN PEMUSATAN & PENYEBARAN

BAB 5. ANALISIS REGRESI DAN KORELASI

3/19/2012. Bila X 1, X 2, X 3,,X n adalah pengamatan dari sampel, maka rata-rata hitung dirumuskan sebagai berikut

LANGKAH-LANGKAH UJI HIPOTESIS DENGAN 2 (Untuk Data Nominal)

BAB 1 ERROR PERHITUNGAN NUMERIK

Extra 4 Pengantar Teori Modul

TAKSIRAN UMUR SISTEM DENGAN UMUR KOMPONEN BERDISTRIBUSI SERAGAM. Sudarno Jurusan Matematika FMIPA UNDIP

Orbit Fraktal Himpunan Julia

ANALISIS ALGORITMA REKURSIF DAN NONREKURSIF

PENAKSIR RASIO REGRESI LINEAR YANG EFISIEN UNTUK RATA-RATA POPULASI DENGAN MENGGUNAKAN DUA VARIABEL TAMBAHAN

BAB III ISI. x 2. 2πσ

Bab 1 BILANGAN KOMPLEK

Ukuran Pemusatan Data. Arum Handini P., M.Sc Ayundyah K., M.Si.

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

Regresi & Korelasi Linier Sederhana

BAB II LANDASAN TEORI. merepresentasikan dan menjelaskan permasalahan pada dunia nyata ke dalam. pernyataan matematis (Widowati & Sutimin, 2007 : 1).

TEOREMA TITIK TETAP BANACH. Skripsi. Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat. Memperoleh Gelar Sarjana Matematika. Program Studi Matematika

IDEAL DALAM ALJABAR LINTASAN LEAVITT

Uji Statistika yangb digunakan dikaitan dengan jenis data

BAB II KONSEP DASAR. adalah koleksi dari peubah acak. Untuk setiap t dalam himpunan indeks T, N ( t)

5/12/2014. Tempat Kedudukan Akar(Root Locus Analysis) ROOT LOCUS ANALYSIS

BAB III UKURAN PEMUSATAN DATA

Sudaryatno Sudirham. Permutasi dan Kombinasi

Penarikan Contoh Gerombol (Cluster Sampling) Departemen Statistika FMIPA IPB

PELABELAN GRACEFUL PADA DIGRAF LINTASAN DAN DIGRAF BIPARTIT LENGKAP

SUM BER BELA JAR Menerap kan aturan konsep statistika dalam pemecah an masalah INDIKATOR MATERI TUGAS

STATISTIKA A. Definisi Umum B. Tabel Distribusi Frekuensi

Pendahuluan. Relasi Antar Variabel. Relasi Antar Variabel. Relasi Antar Variabel 4/6/2015. Oleh : Fauzan Amin

b) Untuk data berfrekuensi fixi Data (Xi)

S2 MP Oleh ; N. Setyaningsih

REGRESI & KORELASI LINIER SEDERHANA

KAJIAN SIFAT KEKOMPAKAN PADA RUANG BANACH. Ariyanto* ABSTRACT

STATISTIKA. A. Tabel Langkah untuk mengelompokkan data ke dalam tabel distribusi frekuensi data berkelompok/berinterval: a. Rentang/Jangkauan (J)

PENDAHULUAN. Di dalam modul ini Anda akan mempelajari teori gangguan bebas waktu yang mencakup:

Penarikan Contoh Acak Berlapis (Stratified Random Sampling) Pertemuan IV

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Aljabar Max-Plus adalah himpunan { } himpunan semua bilangan real yang dilengkapi dengan operasi

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Tilamuta Kabupaten

PRAKTIKUM 20 Interpolasi Polinomial dan Lagrange

Transkripsi:

BAB I PENGINTEGRALAN OMPLES

. Itegral Gars Sebelum membcaraka tegral gars terlebh dahulu aka dbahas kurva kurva mulus ltasa da retas suatu ltasa. Ltasa urva legkuga d bdag datar dapat dataka dalam betuk parameter atu: dega = t da = t a t b da ktu pada [ab]. urva dsebut kurva mulus jka da ktu pada selag tertutup [ab]. DEFINISI..: Fugs : [ab] R dsebut ktu baga dem baga jka terdapat parts P = { } dar selag [ab] sehgga ktu pada selag terbuka - = Berdasarka des tersebut kurva dsebut kurva mulus baga dem baga jka d dalam = t da = t a t b berlaku da ktu baga dem baga pada [ab]. urva mulus baga dem baga dsebut ltasa. Pada kurva dega = t da = t a t b ttk aa dsebut ttk pagkal kurva da bb dsebut ttk ujug kurva.

urva dsebut tertutup sederhaa jka berlaku: tt tt utuk setap t t ab a.a = bb urva tertutup sederhaa urva tertutup tak sederhaa DEFINISI 5..: Suatu ltasa tertutup sederhaa dsebut berretas pst jka dtelusur dar ttk awal ke ttk akhr maka terra terletak d sebelah kr sebalka berretas egat. Berretas pst Berretas egat Itegral Gars Msalka a t b adalah kurva mulus da M permukaa terbatas atu palg sedkt terdes pada kurva. truks tegral gars. Buatlah parts utuk selag [ab] dega ttk pembaga selag baga ke-i dar parts adalah [t-t] da pajag partsa dega = maks t urva terbag atas baga atu PP PP P-P P-P Plh P* = cd P-P =.

4Ddeska jumlah abss P- = M c d = - dmaa abss P da - 5 Tetuka lm M c d Jka lmt ada maka M tertegralka pada. Dalam kasus M tertegralka pada tegral gars dar M pada ddeska dega Secara gemetr tegral gars M d M d lm M c d dperlhatka pada gambar d bawah. Y P aa L=Mcd P bb a = t Y X b = t

arta preks daerah d bawah permukaa = M da d atas kurva pada bdag XOY ag meghaslka daerah d atas sumbu X. DEFINISI 5..: Dberka kurva mulus a t b. Jka = M permukaa terbatas pada maka Apabla ltasa tegral ag dberka buka dalam betuk parameter tetap berbetuk = da = g dega ttk awal ab da ttk akhr cd maka dega substtus dperleh: Sat-sat dar. tetap tegral M dpadag sebaga varabel a Jka M ktu da terbatas maka ada d M j t t t F : dt t t t t M d M a t Mt lm ' * ' * ' Mtttdt t t t M d M b lm * ' * d b c a d g g M d M d M ' c a d b d M d g M d M ' d M d M d M

Nd d M d N M ] [ b. c. M k d km k R. M tetap dpadag sebaga varabel. Msalka mulus a t b maka a. aa ttk pagkal dar da bb ttk ujug dar. Perubaha t dar a ke b meghaslka retas dar. Perubaha t dar b ke a aka dperleh kurva ag sama dega retas ag berlawaa b. Jka a t b da a t b dega b b =bb maka = +. Secara sama ddeska =. d.. j t t t F : bb aa - j t t t F : j t t t F : c d M d M d M d M d M

. Jka M ktu M k utuk setap terbatas da pajag kurva maka th: Tetuka tegral gars terhadap kedua peubah baga ugs = + sepajag kurva = + + dmaa : Busur lgkara + = 4 dega retas egat dar - ke : Ruas gars lurus dar ke -- : Ruas gars lurus dar -- ke - Peelesaa: M d k. Y - X Dalam hal aka dhtug la dar M d sedagaka M d dperslaka utuk ada cba sedr.

M d d d d d dega : + = 4 :. urva dapat dataka dalam betuk parameter atu : F t cst s t j t Sehgga dperleh = cs t da = - s t. Dega demka dperleh : Dperleh: d 8 4 4cst 4s 4 t 4 cs tdt - 8 cst dt - 8 s t ] : : t. cst dt s 8 s tds t s t ] tds t 4 M d d d ]

: = - : - Dperleh M d 4 d 4 ] 5 Jad d 5 4 8 Art dar d = 4 8 adalah preks daerah d bawah = + da d atas pada bdag YOZ ag meghaslka daerah d bawah sumbu Y. LATIHAN 5.. Htuglah d d jka a. adalah busur parabla = dar ke 4 b. adalah ruas gars lurus dar 4 ke c. adalah ruas gars lurus dar ke 4 dlajutka dar 4 ke 4 d. adalah busur parabla + = 5 dar ke 4 Htug la dar d d jka adalah lgkara + = 4 dega retas pst. erjaka pula sal jka lgkara + = dega retas egat. Htug la dar d d jka adalah ellps dega retas pst. erjaka sal 6 9 jka berrtas egat

5. Pegtegrala mpleks Msalka : t = t + t a t b adalah kurva mulus da w = ddeska pada maka pegtegrala kmpleks d dktruks sebaga berkut. Buatlah parts pada [ab] dega ttk pembaga a = t O < t < t < < t - < t < < t = b Selag baga ke-i pada parts adalah [t-t] da pajag partsa adalah dega maks. Stuas tersebut dperlhatka pada gambar berkut tt Z - Z - t- t t - t = b a=t urva terbag atas baga atu... -... - dega = aa da = bb Plh c - t

4 Deska jumlah dmaa 5 Tetuka. Jka lmt ada maka tertegralka pada. 6 Dalam kasus tertegralka pada tegral kmpleks dar pada dtaska dega dmaa = th: Tetukalah tegral berkut a. b. Peelesaa: Msalka = maka c = utuk setap c -. Jad dperleh c c lm d d c lm d d d c c c d. lm lm a. d lm ] lm ]... lm [

c c c d. lm lm b. Msalka = maka c = c. Dambl c = -. Jad dperleh d. lm......... lm. d lm......... lm Dambl c = maka Persamaa + dperleh lm d lm ]... lm [

Jad dperleh bahwa TEOREMA 5.. Eksstes Itegral mpleks: Jka = u +v ktu pada setap ttk d suatu kurva mulus maka tegral sepajag ada da Pada terema d atas terdapat hal ag meark utuk dsmak bahwa jka merupaka suatu uterval pada sumbu real maka pada aka mejad ugs dar saja. Dega demka adaa tegral utuk ugs ag ktu merupaka kasus khusus pada terema d atas. Dalam pegerta tersebut suatu tegral kmpleks dapat dpadag sebaga perluasa dar tegral real. Pegguaa rumus pada Terema 5.. aka dlustraska melalu cth-cth setelah dsampaka beberapa sat dasar tegral kmpleks ag dsajka d bawah. SIFAT-SIFAT d :. tetap dpadag sebaga varabel a Jka ktu da terbatas maka b Jka da g ktu pada maka c Jka da ktu pada maka. Fugs tetap dpadag sebaga varabel a d d b d d ud vd ud vd d d d d ada ] g d d g d d d

. Jka ugs ktu pada terbatas utuk suatu M > berlaku utuk setap pada da pajag maka d M. th: Htuglah d dega : = 4 ; : : 4 : = ; : : = : = ; : = + + Peelesaa: Y M 4 4 d d d d d d d d d 4 d d 4 4 9 9 9 4 X d d d 4 d 4 d

d d d d d d 4 d d d d d d 4 6 4 6 Jad d d d d d d d d. d = -9 + 9 + 5 + 4 + 6 = 5 th: Msalka : Peelesaa = dega retas egat. Htuglah d Y t = / t = t = = X t = / a. d d d d d d d

: : : F t cs t s t j t cst s t Dperleh t d cst st dt d d cst dcst cst st d st s t ] cst cst dt ] cst dt cstdt

d s t s t dt cst dt Jad d LATIHAN 5.. Htuglah d jka a. adalah busur parabla = dar = - ke = b. adalah ruas gars lurus dar = ke = + c. adalah ruas gars lurus dar = ke = - dlajutka dar = ke = + I. Htuglah d jka a. adalah lgkara dega retas pst b. adalah perseg pajag dega ttk sudut = = = 4 + da =4 dega retas egat. Htuglah d jka a. adalah lgkara + = 9 dega retas pst b. adalah bujursagkar dega ttk sudut da dega retas egat

Pegtegrala auch Pada pasal aka dbcaraka pegtegrala dar ugs ag aaltk dega daerah tegras suatu ltasa tertutup sederhaa. Pegtegrala dar ugs aaltk tersebut dsajka dalam terema auch Gursat. Sebelum membcaraka terema auch Gursat ddahulu dega terema auch ag merupakaa dasar lahra terema auch Gursat tersebut. TEOREMA 5.. Terema auch: Dberka daerah terhubug sederhaa D da ltasa tertutup sederhaa d D. Jka aaltk da ktu pada D maka d Bukt: Msalka = u + v da aaltk pada D. Jad ada utuk setap D da = u + v = v u. area ktu pada D maka u v u uv da v semuaa ktu pada D. Dega demka u da v memeuh sarat berlakua terema Gree atu ud vd vd ud v u dd u v dd D D

area u da v memeuh persamaa auch Rema pada D maka tegral lpat dua d ruas kaa mejad l. Sedagka d ruas kr adalah rumus utuk. d Jad d =. Pada Terema auch d atas mecakup hptess tambaha bahwa ktu pada D tetap jka aaltk pada daerah D maka juga aaltk da ktu pada D. karea tu Gursat berpedapat bahwa kektua merupaka suatu hptess ag berlebha. Hal sudah dmplkaska leh keaaltka. TEOREMA 5.. Terema auch-gursat: Oleh Dberka daerah terhubug sederhaa D da ltasa tertutup sederhaa d D. Jka aaltk pada D maka d Bukt terema tersebut cukup pajag leh karea tu dalam pembcaraa d s tdak aka dbuktka. vers dar Terema auch Gursat adalah salah atu Jka sederhaa D maka aaltk d D. d utuk setap ltasa tertutup sederhaa d dalam daerah terhubug

Sebaga cth ag meggambarka keataa dperlhatka leh ugs. Itegral jka ltasa tertutup sederhaa ag tak melalu tetap tak aaltk d. d TEOREMA 5.. Perluasa Terema auch-gursat: Dberka daerah terhubug sederhaa D da ttk tetap dalam D da dua ltasa ag meghubugka da dmaa D. Jka aaltk pada D maka Y Bukt: D Msalka L = + - maka L d d d d d d d d d X

th: Htuglah d dmaa : busur lgkara + = dar ttk - ke : ruas gars dar ttk ke = + Peelesaa: Y X - area = aaltk pada ag memuat = - da =. Meurut terema d atas harus dplh ltasa sebarag dar da. Ltasa ag palg mudah dalam kasus gars lurus dar ke adalah ltasa : = -. Dega demka dperleh d d

TEOREMA 5..4 Terema Dasar Pertama Itegras mpleks: Jka D daerah terhubug sederhaa suatu ttk tetap d D da aaltk pada D maka utuk setap D berlaku A w dw ' A d d w dw Bukt: ' A lm A A lm lm lm lm lm w dw w dw w w w dw dw w dw dw lm dw dw

area dw [w ] dw [ ] maka dperleh lm dw lm. Fugs w aaltk d megakbatka ktu d. Hal berart utuk. setap blaga > terdapat blaga > sehgga jka w < berlaku Oleh karea tu dperleh [ w ] dw. w < [ w ]dw.

Akbata lm [ w ] dw Jad terbukt bahwa A =. Dar terema d atas dapat dperluas mejad suatu terema ag lebh sederhaa terema tersebut dkeal dega ama terema dasar kedua tegral kmpleks. Sebeluma aka ddahulu dega pegerta at turua dar suatu ugs ag dsajka d dalam Des 5..5 da Terema 5..6 berkut. DEFINISI 5..5: Dberka D terbuka da ugs : D. Fugs F : D dsebut at turua pada D jka berlaku F = utuk setap D.

TEOREMA 5..6: Dberka ugs : D aaltk pada D. Jka ugs G : D at turua dar maka terdapat kstata k sehgga H = G + k utuk setap D. Bukt: area G da H at turua ugs pada D dperleh G ==H utuk setap D atau H G = - = utuk setap D. Jka H G = utuk setap D maka terdapat k sehgga berlaku H-G = k utuk setap D. Jad terbukt bahwa H = G + k utuk setap D.

TEOREMA 5..7Terema Dasar edua Itegras mpleks: Dberka D daerah terhubug sederhaa da ttk tetap d D. Jka aaltk pada D da F at turua dar pada D maka ] d w dw F w dw k k w dw k G w dw k G Bukt: adalah suatu at turua dar da G=k+ at turua sebarag dar maka Akbata w dw G G

Jad dperleh w dw d G F k F G F k F Itegral dar suatu ugs ag meeluruh sepajag sebarag ltasa ag meghubugka dua ttk pada bdag datar dapat dhtug secara lagsug asalka at turua ugs tersebut dapat dtemuka. Demka pula tegral dar ugs aaltk asalka ttk awal da ttk akhr ltasa tegrasa seluruha terletak d dalam daerah terhubug sedehaa d maa ugs tu aaltk. th:... d e d e ] ] e s d cs ] cs

LATIHAN 5.. Htuglah tegral berkut. a. b. c. d. e.. d csh d e e e d cs s d s d d. Msalka sebarag ltasa tertutup ag tdak memuat l. arlah. Msalka aaltk pada reg ag memuat. Tujukka bahwa adalah majer mur kektua ag mejam. s ' d d

5.4 Aulus Pada pasal aka dbcaraka pegtegrala dar ugs ag aaltk pada suatu aulus tertutup da bagamaa megkaj pegguaa Terema auch dalam masalah. Sebelum membcaraka masalah tersebut lebh lajut aka dsajka terlebh dahulu des dar aulus. 5.4 Aulus Pada pasal aka dbcaraka pegtegrala dar ugs ag aaltk pada suatu aulus tertutup da bagamaa megkaj pegguaa Terema auch dalam masalah. Sebelum membcaraka masalah tersebut lebh lajut aka dsajka terlebh dahulu des dar aulus. DEFINISI 5.4.: a Dberka ltasa sederhaa da D daerah ag dbatas leh. Iterr ddeska dega It = D da eksterr dega Eks=D c b Dberka da dua ltasa tertutup sederhaa dega It It. Aulus ag dtetuka leh da ddeska dega A = It Eks = Hmpua semua ttk ag terletak d dalam da d luar A c Dberka adalah + ltasa tertutup sederhaa dega It It = da It It j = j.

Aulus ag dtetuka leh da ddeska dega A = It eks = Hmpua semua ttk ag terletak d dalam da d luar TEOREMA 5.4.Terema Aulus: Jka da dua ltasa tertutup sederhaa da aaltk pada A maka d d asalka da djelajah dega retas ag sama. atata: Terema Aulus dguaka jka tak aaltk d suatu ttk pada terr.

Bukt: r r Ltasa = + da ltasa = +. Perhatka dua ltasa tertutup sederhaa + r - r da + r r Meurut Terema auch dperleh r r r r d d area r da r djelajah dalam kedua arah maka dar tegras d atas tdak memeberka art apa-apa sehugga d d d d d d

TEOREMA 5.4. Terema Perluasa Terema Aulus: Dberka adalah + ltasa tertutup sederhaa. Jka aaltk pada maka d d A... th: d Htuglah ltasa tak melalu. Peelesaa: asus : It Y. Msalka D = It da X d maka aaltk pada D da asus : It.

asus : It. Y X Msalka = { : }. area aaltk pada A dega ltasa tertutup sederhaa maka meurut Terema Aulus dperleh d d. Msalka Dar s dperleh t e dega t maka d e t dt d e e t t dt t ] Dega demka d It It dega tak melalu.

TEOREMA 5.4.4: Dberka ltasa tertutup sederhaa d daerah terhubug sederhaa D. Jka aaltk pada A maka d It It dega tak melalu Bukt: Msalka It da lgkara ag pusata d dega jar-jar r dperleh : r sehgga t re t r > re d re t dt t Jad terbukt bahwa d re re t t dt dt

TEOREMA 5.4.5Terema Rumus Itegral auch: Dberka ltasa tertutup sederhaa ag berretas pst da It. Jka aaltk pada It maka d Bukt: d [ ] d d d area aaltk pada It maka ada utuk setap It. area It maka ada sehgga ktu d. Hal berart utuk setap > terdapat > sehgga jka berlaku

L d d } : { L L d L d d L } : { d d d. d Msalka dega L = Dperleh Jad. maka Msalka Dar da dperleh

TEOREMA 5.4.6Terema Perumuma Rumus Itegral auch: Dberka ltasa tertutup sederhaa ag berretas pst It. Jka aaltk pada It maka! d th: Tetuka d 4 dmaa a. : retas pst b. : 4 retas pst Peelesaa: a. 4 4 4 tak aaltk d = = - da =

Y - X d 4 d - 4d g Dambl maka g aaltk pada It. Jad dperleh 4 d 4 g d.g

b. : 4 retas pst Y 4 X Msalka ltasa da adalah : : : Dega = = da =.

Jad dperleh 8 4 8 4-4 - 4 4 4 4 d d d d d d d

LATIHAN 5.4. Htuglah tegral berkut : d a. : 4 dega retas pst e d b. : dega retas pst c. S d d d. 4 : da : 4 dega retas pst : 4 dega retas pst