Analisa Forward dan Inverse Kinematics pada Simulator Arm Robot 5 Derajat Kebebasan

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Analisa Forward dan Inverse Kinematics pada Simulator Arm Robot 5 Derajat Kebebasan"

Transkripsi

1 Jurnal Teknk Mesn S-1, Vol. 1, No. 3, Tahun 2013 Onlne: _ Analsa Forward dan Inverse Knematcs pada Smulator Arm Robot 5 Derajat Kebebasan *Bud Utomo 1, Munad 2 1 Mahasswa Jurusan Teknk Mesn, Fakultas Teknk, Unverstas Dponegoro 2 Dosen Jurusan Teknk Mesn, Fakultas Teknk, Unverstas Dponegoro Jl. Prof. Sudharto, SH., Tembalang-Semarang 50275, Telp *E-mal: [email protected] Abstract An arm robot smulator 5 dof (degree of freedom) whch s equpped wth a two-fnger grpper s desgned to determne the movement of the robot manpulator. To make an arm robot smulator, we used acrylc as a base materal, servomotor as a drver and an Arduno Uno SMD as mcrocontroller. Acrylc was chosen because t s lght, strong and durable. Arduno Uno SMD was chosen because t can nteract wth LabVIEW that wll be able to control the movement angle of servomotor manually. The purpose of ths fnal project s to make an arm robot smulator 5 dof whch equpped a grpper and contnued wth analyss forward and nverse knematcs. An arm robot smulator 5 dof can be used as demonstraton tool n educaton. For makng the lnk of smulator, we use the acrylc laser cuttng machne to be more precson cuttng. Servomotor s movement s controlled by usng a program that was created usng LabVIEW. Servomotor s angle poston error was corrected by usng program functons of numercal multply and numercal dvded on LabVIEW. Analyss forward and nverse knematcs used MATLAB software as a tool for the calculaton and we used verfcaton wth RoboAnalyzer software. For calculaton forward knematcs s requred notaton Denavt-Hartenberg parameters wll result the orentaton and poston of the end-effector. The orentaton and poston obtaned by transformas matrx. Then nverse knematcs obtaned by performng decrease n transformas matrx so that s obtaned the angle at each jont. Keywords: Robot Manpulator, Smulator Arm Robot, Forward and Inverse Knematcs. 1. PENDAHULUAN Perkembangan lmu pengetahuan dan teknolog terutama dalam bdang elektronka berkembang demkan pesatnya. Perkembangan n serng dengan naknya tuntutan masyarakat akan barang yang berkualtas tngg yang dhaslkan ndustr. Untuk menunjang kualtas yang tngg banyak proses ndustr beralh dar sstem manual ke sstem otomatk, dengan peran manusa yang semakn kecl, maka dperlukan suatu alat pendukung knerja d ndustr. Alat tersebut salah satunya adalah robot yang dapat menggantkan tugas manusa yang berhubungan dengan kegatan yang berulang-ulang, yang membutuhkan daya tahan serta konsentras tngg, terutama untuk melakukan pekerjaan fsk yang berat, memndahkan barang, memposskan benda, dan proses-proses lannya. Salah satu jens robot yang dgunakan d duna ndustr adalah arm robot. Dengan semakn pentngnya peran arm robot dalam duna ndustr, banyak mahasswa tertark mempelajar arm robot. Sedangkan untuk membuat arm robot skala duna ndustr tdaklah murah. Untuk tu maka dperlukan smulator arm robot yang dapat mempresentaskan arm robot skala ndustr dengan bayanya relatf murah. Dar smulator arm robot dapat dgunakan untuk menentukan arah dan pergerakan. Untuk mengetahu arah dan pergerakan dar arm robot dperlukan analsa forward dan nverse knematcs. Forward knematcs merupakan proses menghtung orentas dan poss dar end-effector berdasarkan sudut-sudut pada jont. Sedangkan nverse knematcs adalah sebalknya, dberkan poss end-effector, maka yang akan dcar adalah berapa besar sudut yang harus dubah untuk tap jont untuk dapat mencapa poss end-effector tersebut. Jad dalam Tugas Akhr n, penuls akan mendesan dan membuat smulator arm robot 5 dof yang merupakan representas arm robot untuk ndustr yang nantnya dgunakan untuk bdang penddkan. Smulator arm robot n dbuat dengan baya relatf murah. Selanjutnya menganalsa forward dan nverse knematcs akan dlakukan dengan menggunakan MATLAB sebaga alat bantu perhtungannya. Untuk memverfkas hasl analsa akan dgunakan RoboAnalyzer. 2. DASAR TEORI 2.1 Defns Robot Robot berasal dar kata robota yang dalam bahasa Ceko berart budak, pekerja, atau kul. Pertama kal kata robota dperkenalkan oleh Karel Caper dalam sebuah pentas sandwara pada tahun 1921 yang berjudul RUR (Rossum s Unversal Robots) pentas n mengsahkan mesn yang menyerupa manusa yang dapat bekerja tanpa lelah yang kemudan memberontak dan menguasa manusa[1]. Istlah robot kemudan mula terkenal dan dgunakan untuk menggantkan stlah yang dkenal saat n yatu automaton. Selanjutnya banyak defns menjelaskan pengertan robot. Dar berbaga defns JTM (S-1) Vol. 1, No. 3, Januar 2013:

2 Jurnal Teknk Mesn S-1, Vol. 1, No. 3, Tahun 2013 Onlne: yang ada, defns palng dapat dterma adalah dar Robot Insttute of Amerca, yang mendefnskan robot sebaga manpulator yang berfungs jamak yang dapat dprogram ulang dan drancang untuk memndahkan benda kerja, komponen-komponen, peralatan atau perangkat khusus dengan berbaga macam tugas[2]. a) Autonomous Robot Robot autonomous adalah robot yang dapat melakukan tugas-tugas yang dngnkan dalam lngkungan yang tdak terstruktur tanpa bmbngan manusa secara terus menerus. Gambar 4 menunujukkan autonomous robot. 2.2 Klasfkas Umum Robot Klasfkas Robot BerdasarkanPenggunaan Aktuator a) Robot Manpulator Robot n hanya memlk satu tangan sepert tangan manusa yang fungsnya untuk memegang atau memndahkan barang. Robot manpulator merupakan sebuah rangkaan benda kaku (rgd bodes) terbuka yang terdr atas send dan terhubung dengan lnk dmana setap poss send dtentukan dengan varabel tunggal sehngga jumlah send sama dengan nla derajat kebebasan. Untuk lengkapnya, gambar robot manpulator dtunjukkan pada Gambar 1. Gambar 4. Autonomous robot[4] b) TeleoperatedRobot Robot n dalam pengoperasan mesnnya dkendalkan dar kejauhan. Hal n mrp dalam art untuk frase "remote control", dkendalkan oleh operator (manusa) menggunakan remote control. Gambar 5 menunjukkan teleoperated robot. Gambar 1. Robot manpulator[1] b) MobleRobot Moble robot adalah konstruks robot yang cr khasnya adalah mempunya aktuator untuk menggerakkan keseluruhan badan robot tersebut, sehngga robot tersebut dapat melakukan perpndahan poss dar satu ttk ke ttk yang lan. Secara umum robot moble dbag menjad dua yatu robot beroda dan robot berkak. Gambar 2 menunujukkan robot beroda dan Gambar 3 menunujukkan robot berkak. Gambar 5. Teleoperated robot[5] c) Sem Autonomous Robot Robot sem autonomous adalah robot yang pengendalannya secara otomats untuk pengerjaan tertentu dan pengendalan jarak jauh dengan menggunakan remote control. Gambar 6 menunjukkan sem autonomous robot. Gambar 6. Sem autonomous robot[6] Gambar 2. Robot beroda[2] Klasfkas Robot Berdasarkan Kegunaan Industral robot adalah robot yang dgunakan d dalam ndustr. Basanya robot n berupa robot manpulator yang bsa dkendalkan secara otomats maupun manual. Gambar 7 menunjukkan robot manpulator d duna ndustr. Gambar 3. Robot berkak[3] Klasfkas Robot Berdasarkan Kebutuhan akan Operator Robot JTM (S-1) Vol. 1, No. 3, Januar 2013:

3 Jurnal Teknk Mesn S-1, Vol. 1, No. 3, Tahun 2013 Onlne: Gambar 7. Robot manpulator d duna ndustr[7] a) Servce Robot Servce robot dpergunakan untuk melayan kebutuhan manusa sehar har. Robot n dgunakan untuk membantu pekerjaan yang kotor, berbahaya, berulang-ulang dan termasuk pekerjaan rumah tangga. Gambar 8 menunjukkan salah satu jens servce robot. Penjelasan mengena parameter dan varabel pada arm robot dapat dlhat pada Gambar 10. Gambar 10. Notas Denavt-Hartenberg[9] Gambar 8. Servce robot[8] 2.3 Permodelan Knematk Knematka adalah cabang dar mekanka yang membahas gerakan benda tanpa mempersoalkan gaya penyebab gerakan. Sedangkan dnamka atau serng dsebut dengan knetka adalah lmu mekank yang membahas gaya yang menyebabkan gerakan. Terdapat dua topk pembahasan mendasar pada knematka robot. Yang pertama adalah forward knematcs merupakan proses menghtung orentas dan poss dar end-effector berdasarkan sudut-sudut jont, sedangkan nverse knematcs sebalknya dberkan poss end-effector, dmana yang akan dcar adalah besaran sudut yang harus dubah untuk tap jont dalam mencapa poss end-effector tersebut. Gambar 9 menunjukan block dagram sederhana dar pemodelan knematka. Masng-masng notas memlk ketetapan dantaranya adalah: a. adalah lnk ke b. -1 adalah lnk ke -1 c. α adalah sudut antara z dan z +1 pada sumbu x ; d. a adalah jarak antara z menuju z +1 dukur sepanjang x ; e. θ adalah sudut antara x -1 dan x pada sumbu z ; dan f. d adalah jarak antara x -1 menuju x dukur sepanjang z. b) Matrks Transformas Untuk menentukan poss dan orentas maka perlu dlakukan perhtungan transformas. Matrks transformas adalah matrks yang memetakan sebuah vektor atau poss pada satu sstem koordnat ke sstem koordnat yang lan dengan memperhatkan rotas, translas, penskalaan dan perspektf / sudut pandang. Perhtungan matrks transformas dapat dlakukan setelah parameter dan varabel pada lnk arm robot telah dtentukan. sehngga kta dapat menetukan poss T end-effector terhadap base ( 0 T n). Forward knematcs T = 0 T n = 0 T 1 1 T 2 n-1 T n... (1) Pergerakan jont Poss dan orentas dar end-effector Untuk mencar sstem koordnat berdekatan 1 A, yatu sstem koordnat dan sstem koordnat -1 sebaga berkut: Inverse knematcs Gambar 9. Block dagram knematka Forward Knematcs a) Denavt-Hertenberg Parameter Denavt-Hertenberg merupakan tahap berkutnya dalam memodelkan arm robot secara knematka yatu berupa penentuan nla parameter dan varabel yang terdapat pada masng-masng lnk. -1 A = Trans(0, 0, d )Rot(z, θ )Trans(a, 0, 0)Rot(x, α ) cos cos sn sn sn a cos -1 sn cos cos sn cos a sn A 0 sn cos d Inverse Knematcs Inverse knematcs adalah kebalkan forward knematcs, dmana dberkan poss end-effector, dan yang akan dcar adalah berapa besar sudut yang harus dubah untuk tap jont untuk dapat mencapa poss end-effector tersebut. Pada Tugas Akhr n kam JTM (S-1) Vol. 1, No. 3, Januar 2013:

4 Jurnal Teknk Mesn S-1, Vol. 1, No. 3, Tahun 2013 Onlne: menggunakan pendekatan algebrac approach untuk solus nverse knematcs arm robot 5 dof. Hal n dkarenakan sfat penurunan matrks transformas dantara pendekatan yang lan, pendekatan algebrac yang palng efsens waktu. a) Algebrac Approach Pendekatan aljabar, solus dcar dengan cara melakukan penurunan persamaan-persamaan knematk dar matrks transformas homogeneous sehngga ddapatkan sudut-sudut jont yang dbutuhkan. Sebaga contoh, lokas dan frame {3} relatf terhadap base frame {0} adalah: 0 T 3 = 0 T 1 1 T 2 2 T (2) A a. MATLAB Analsa forward knematcs 1. Penempatan Frames 2. Denavt-Hartenberg Parameter 3. Transformas Matrks b. RoboAnalyzer Hasl sesua verfkas dengan Software RoboAnalyzer ya Analsa nverse knematcs Algebrac approach tdak dmana: 0 T 1 = 0 A 1 1 T 2 = 1 A 2 2 T 3 = 2 A 3 Mengubah format desan smulator arm robot 5 dof (dar SoldWorks ke Corel Draw 12) Pembuatan komponen arm robot (dengan mesn laser cuttng acrylc) Untuk mencar besarnya persamaan sudut pada setap jont, bsa dlakukan dengan memndahkan elemen dar bagan kanan ke bagan kr pada persamaan 2, sehngga menjad: ( 0 T 1 ) -1 0 T 3 = 1 T 2 2 T (3) ( 0 T 1 ) -1 0 T 3 = 1 T 3... (4) Dengan menggunakan persamaan datas, maka bsa dcar besarnya sudut-sudut jont yang dbutuhkan untuk mencapa suatu poss. Apabla mash ada sudut jont lan yang belum ddapatkan, maka pndahkan lag elemen dbagan kanan ke kr, sehngga menjad: Assembly dengan hardware lan Pembuatan Front panel d LabVIEW Apakah sudut arm robot sudah berjalan sesua dengan program yang dbuat? ya Kesmpulan Kalbras d LabVIEW (numercal devded) tdak ( 0 T 1 ) -1.( 1 T 2 ) T 3 = 2 T (5) ( 0 T 2 ) T 3 = 2 T (6) Dengan bantuan persamaan datas, maka solus untuk nverse knematcs bsa ddapatkan. 3. METODOLOGI Mula Stud lteratur Selesa Gambar 11. Dagram alr dalam Tugas Akhr 4. DESAIN DAN PEMBUATAN SIMULATOR ARM ROBOT 4.1 Desan Smulator Arm Robot 5 DOF Desan Hardware Desan menggunakan alat bantu software Soldworks. Kemudan hasl desan drubah formatnya ke CorelDraw dengan tujuan agar hasl desan yang dbuat bsa dbaca pada mesn potong akrlk. Gambar 12 menunjukkan hasl desan d SoldWorks. Mendesan smulator arm robot 5 dof (dengan menggunakan SoldWorks) A Gambar 12. Desan arm robot 5 dof d SoldWorks JTM (S-1) Vol. 1, No. 3, Januar 2013:

5 Jurnal Teknk Mesn S-1, Vol. 1, No. 3, Tahun 2013 Onlne: Keterangan Gambar 12 : 1 : Mkrokontroler 8 : Grpper 2 : Jont 1 9 : Base Utama 3 : Jont 2 10 : Penyangga Lnk 2 4 : Baut penghubung 11 : Lnk 1 5 : Jont 3 12 : Lnk 2 6 : Jont 4 13 : Lnk 3 7 : Jont 5 14 : Lnk 4 Untuk spesfkas servomotor tap jont dapat dlhat pada Tabel 1. Tabel 1. Spesfkas servomotor tap jont No Jont Servomotor Spesfkas servomotor 1 1, 3 dan 4 Hobbykng HK-15288A 2 2 Turngy Metal Gear Tegangan : 4,8v- 6v Tors : 8kg.cm@4,8v Berat : 51 gram Kecepatan : 0,21 s / 0,20 s / 60 Tegangan : 4,8v- 6v Tors : Berat : 60 gram Kecepatan : 0,16 s/ 4,8v 0,14s/ 60 6v Arm robot n memerlukan regulator. Regulator adalah rangkaan regulas atau pengatur tegangan keluaran dar sebuah catu daya agar efek dar nak atau turunnya tegangan tdak mempengaruh tegangan catu daya sehngga menjad stabl. Dperlukan penurunan tegangan sebesar 6volt untuk servomotor HK-15288A dan servomotor merek Turngy, 5 volt untuk servomotor HS-81. Untuk menurunkan tegangan ke 6 volt dperlukan perangkat elektronk IC-7806 sedangkan untuk menurunkan tegangan ke 5 volt dperlukan IC Gambar 14 menunjukkan rangkaan regulator. Gambar 14. Rangkaan regulator Keterangan pada Gambar 12 : C1 : Kapastor 1000 µf, 16 volt C2-C7 : Kapastor 100 µf, 16 volt Regulator mappng dapat dlhat pada gambar dan grpper Htec HS-81 Tegangan : 4,8v- 6v Tors : Berat : 51 gram Kecepatan : 0,11 s/ 4,8v 0,09 s / 60 6v Power Supply yang dgunakan yatu batera DC merek Turngy 11,1 volt dengan kapastas mah. Gambar 13 menunjukkan batera turngy. Gambar 15. Regulator mappng Keterangan pada Gambar 13 : 1-7 : Kapastor 8 dan 11 : IC ,10, 12, 13 : IC 7806 : Pn pada servomotor, terdr dar 3 yatu ground (warna htam), postve (warna merah) dan sgnal (warna kunng). : Pn sgnal servomotor yang terhubung pada pn Arduno. Angka yang tertera d dalamnya merupakan pn Arduno Desan Software Menggunakan LabVIEW yang dapat terhubung dengan Arduno yang nantnya bsa menggerakkan servomotor secara manual d front panel LabVIEW. Untuk menghubungkan Arduno dengan LabVIEW dbutuhkan Frmata Arduno. Gambar 16 menunjukkan blok dagram. Gambar 13. Batera Turngy JTM (S-1) Vol. 1, No. 3, Januar 2013:

6 Jurnal Teknk Mesn S-1, Vol. 1, No. 3, Tahun 2013 Onlne: Gambar 17. Front panel LabVIEW Hasl pembuatan smulator arm robot 5 dof dapat dlhat pada gambar 18. Gambar 18. Smulator arm robot 5 dof Gambar 16. Blok dagram LabVIEW 4.2 Analsa Forward dan Inverse Knematcs pada Smulator Arm Robot 5 DOF Penempatan Frames Smulator Arm robot 5 dof memlk 6 buah servomotor dan sebuah grpper sebaga end-effector. Grpper tersebut mempunya jar yang berfungs untuk memegang benda kerja. Arm robot mrp dengan manpulator pada ndustr yang mengambl de berdasarkan prnsp kerja lengan manusa. Jonts tersebut terdr dar beberapa bagan gerakan pnggang, gerakan bahu, gerakan sku, gerakan pergelangan tangan, dan gerakan grpper. Tamplan frame dar semua jonts dtamplkan dalam Gambar 19 Gambar 19. Penempatan Frames dar Arm Robot 5 dof. Agar lebh mudah dalam memaham frame dmasng-masng jont maka dbuatlah Gambar 20 yatu koordnat frames. Koordnat frames untuk arm robot mempunya 5 Jont putar dan pergerakan mencengkeram. Gambar 20. Koordnat Frames untuk Arm Robot 5 dof Devant-Hartenberg Parameter Devant-Hartenberg merupakan representas yang dgunakan sebaga model jont arm robot 5 dof. Semua jont dtetapkan menggunakan prnsp kadah Devant-Hartenberg. Lebh jelasnya dapat dlhat Tabel 2. Tabel 2. D-H parameter untuk arm robot Lnk d a a a Transformas Lnk Setelah D-H parameter dperoleh, maka tahap berkutnya adalah melakukan transformas matrk. Dengan melakukan transformas matrk antar lnk, maka akan dperoleh hasl akhr berupa kedudukan lnk- bergerak relatf terhadap lnk yang menjad JTM (S-1) Vol. 1, No. 3, Januar 2013:

7 Jurnal Teknk Mesn S-1, Vol. 1, No. 3, Tahun 2013 Onlne: referens. Dengan kata lan, matrk transformas antar lnk menunjukkan poss dan orentas poss ujung arm robot (end-effector) bergerak relatf terhadap base. Dalam melakukan perhtungan matrk transformas d bawah n, parameter yang dgunakan mash berupa smbol, dan bukan merupakan angka. Hal n bertujuan untuk memudahkan dalam memasukkan hasl perhtungan ke dalam program pengendalan arm robot. cos sn cos sn sn a cos 1 sn cos cos cos sn a sn T...(7) 0 sn cos d Transformas matrk lnk n terhadap lnk n-1 Untuk memperoleh transforms matrk lnk 6 terhadap lnk 0 yang akan menentukan poss dan orentas end-effector terhadap base, maka dlakukan dengan mengalkan matrk transformas antar lnk dan untuk mempermudah pemahaman smbol sebaga berkut: Hasl transformas lnk 6 terhadap lnk 0 sebaga berkut: nx ox a x p x n y o y a y p y T 6 T5 T.....(8) 6 n z oz a z p z Dmana (p x, p y, p z ) menunjukkan poss dan ({n x, n y, n z }, { o x, o y, o z }, {a x, a y, a z }) menujukkan orentas pada end-effector. Orentas dan poss d end-effector dapat dhtung sebaga berkut Forward Knematcs untuk Arm Robot 5 DOF Berdasarkan pengukuran data untuk masngmasng lnk, ddapat panjang efektf dar pusat rotas jont (d dan a) yang kemudan hasl pengukuran tersebut dtabelkan pada Tabel D-H parameter sepert pada Tabel 3. Tabel 3. D-H parameter setelah nla dmasukkan. Lnk d Untuk mengetahu transformas matrk 0 T 6, yang menggambarkan transformas matrks dar base d arm robot terhadap end-effector dperlukan persamaan 8 yang secara detal dtunjukkan haslnya adalah sebaga berkut: T T. T. T. T. T. T 0 T ,0000 0,0000 1, ,8660 0, ,5 0,8660 0, , , ,8006 1,0000..(9) Transformas 0 T 6 dhtung dengan menggunakkan bantuan software MATLAB yang lengkap pada Lampran. Berdasarkan matrks transformas 0 T 6 pada persamaan 9, maka dapat dperoleh transformas orentas dan poss end-effector. Untuk orentas dapat dperoleh dengan matrks 3x3. Sedangkan untuk poss dtunjukkan pada Tabel 4. Tabel 4. Poss dan orentas arm robot Nla poss Nla 0 T 6 (mm) p x 28 p y -48 p z Verfkas Arm Robot 5 DOF menggunakan RoboAnalyzer RoboAnalyzer n akan dgunakan sebaga verfkas dalam perhtungan yang telah dlakukan dengan MATLAB. Hasl dar matrks transformas dtunjukkan Gambar 21. JTM (S-1) Vol. 1, No. 3, Januar 2013:

8 Jurnal Teknk Mesn S-1, Vol. 1, No. 3, Tahun 2013 Onlne: Selanjutnya berdasarkan hasl perhtungan dan pengujan dperoleh data poss yang dtabelkan pada Tabel 5. Tabel 5. Hasl pengujan Gambar 21. Hasl matrks transformas pada D-H parameter Kemudan kta bandngkan hasl perhtungan forward knematcs antara MATLAB dan RoboAnalyzer : 0,0000 0,8660 0, ,1997 0,0000 0,5000 0, ,8433 T 6 1, , , ,0000 1E 05 0,8660 0, ,1979 1,8 E 05 0,4999 0, ,8419 1, ,1E , ,0000 Terlhat dar hasl perhtungan menunjukkan bahwa nla matrks transformas forward knematcs antara MATLAB dan RoboAnalyzer bernla sama sehngga bsa dnyatakan benar Valdas dengan melakukan percobaan Forward Knematcs pada Smulator Arm Robot 5 DOF. Untuk mengetahu apakah benar atau tdak hasl analsa forward knematcs maka dperlukan percobaan atau pengujan pada smulator arm robot. Tahap awal adalah mengetahu poss awal arm robot pada end-effector, setelah dlakukan pengukuran ddapat data sebaga berkut : p x = 310 mm, p y = 0 mm dan p z = 0 mm sebaga poss awal yang dtunjukkan pada Gambar 22. Error dperoleh berdasarkan perbandngan antara pengujan dan hasl perhtungan MATLAB atau software RoboAnalyzer, dmana mash terjad selsh untuk sumbu y sebesar 4,2% dan sumbu z sebesar 6,6% selsh tersebut dsebabkan servomotor memlk error 1,67% tap jont. Hasl n masuk dalam tolerans bla smulator dgunakan untuk bdang penddkan. Akan tetap jka dpaka untuk ndustr, maka harus dtelt lebh lanjut Inverse Knematcs untuk Arm Robot 5 DOF Solus nverse knematcs untuk mendapatkan nla sudut jont yang dperlukan dalam mencapa poss yang dngnkan dengan menggunakan pendekatan algebrac. Pendekatan algebrac adalah dengan melakukan penurunan persamaan-persamaan knematka yang drepresentaskan oleh matrks transformas yang dtunjukkan pada persamaan (10) Untuk menemukan solus nverse knematcs pada jont pertama θ 1, transformas nverse lnk dkalkan kembal sepert dtunjukkan persamaan (11) dengan memndahkan dar ruas kanan ke kr....(11) Sehngga dhaslkan matrks transformas sebaga berkut persamaan (12). Gambar 22. Poss awal forward knematcs pada smulator arm robot Kemudan dengan memasukan sudut θ pada masngmasng jont pada front panel d LabVIEW, maka: p x = 28 mm, p y = -50 mm dan p z = 220 mm yang dtunjukkan pada Gambar 23. dmana: (12) Gambar 23. Poss akhr forward knematcs pada smulator arm robot JTM (S-1) Vol. 1, No. 3, Januar 2013:

9 Jurnal Teknk Mesn S-1, Vol. 1, No. 3, Tahun 2013 Onlne: Kemudan berdasarkan persamaan (12), maka dapat dgunakan untuk mencar θ 1 (13) yatu dengan menggunakan bars ke-2 dengan kolom ke-4 [2, 4]. Sehngga nla θ 1 = arc tan (s 1, c 1 )... (13) Selanjutnya menghtung θ 1 dengan menggunakan persamaan (12) yatu: Menggunakan bars ke-1 dengan kolom ke-4 [1, 4] Sehngga nla θ 2 = arc tan (s 2, c 2 )....(14) θ 3 dapat dtemukan dengan cara yang sama menggunakan persamaan (12): Menggunakan bars ke-1 dengan kolom ke-4 [1, 4] Kemudan kta uj lag dengan menjadkan poss akhr P x, P y, P z = [28 mm, -50 mm, 210 mm] sebaga poss awal untuk pengujan kedua, dmana poss akhr yang kta kehendak adalah P x, P y, P z = [89 mm, 41 mm, 118 mm] maka dperoleh nla θ sebaga berkut : θ 1 = 65 0, θ 2 = 20 0, θ 3 = 5 0, θ 4 = 30 0, θ 5 = 90 0 dan θ 6 = Lengkapnya dtunjukkan pada Tabel 6. Tabel 6. Perhtungan nverse knematcs Setelah dperoleh s 3 dlanjutkan dengan mencar s 3, menggunakan bars ke-3 dan kolom ke-4 [3, 4]. sehngga nla θ 3 = arc tan (s 3, c 3 )....(15) θ 4 ddapatkan sebaga berkut: Menggunakan bars ke-3 dengan kolom ke-4 [3, 4] Menggunakan bars ke-3 dengan kolom ke-4 [3, 4] sehngga nla θ 4 = arc tan (s 4, c 4 ) (16) Untuk θ 5 sudah dtetapkan sebesar 90 0 dan merupakan frame tambahan pada arm robot 5 dof. sehngga nla θ 5 = 90 0.(17) Mendapatkan θ 6 sebaga berkut: Menggunakan bars ke-3 dengan kolom ke-3 [3, 3] Menggunakan bars ke-3 dengan kolom ke-3 [3, 3] Verfkas dengan melakukan percobaan Inverse Knematcs pada Smulator Arm Robot 5 DOF Verfkas seharusnya dlakukan dengan memasukkan poss awal dan poss akhr pada front panel LABVIEW. Akan tetap pada peneltan n belum berhasl dbuat software untuk nverse knematc, mash sebatas forward knematc yatu dlakukan dengan cara memasukkan masng-masng sudut θ ke tap jont d front panel LABVIEW. Verfkas pertama dengan menentukan poss awal P x, P y, P z = [28 mm, -50 mm, 210 mm] dan memasukkan sudut sebesar θ 1 = 65 0, θ 2 = 20 0, θ 3 = 5 0, θ 4 = 30 0, θ 5 = 90 0 dan θ 6 = 60 0 berdasarkan nla sudut yang dhaslkan bla menggunakan perhtungan analsa nverse knematc dengan MATLAB (Tabel 6) pada front panel. Dan haslnya dperoleh poss akhr P x, P y, P z = [28 mm, -50 mm, 210 mm] yang dukur menggunakan penggars sebaga alat bantu pengukuran poss yang dhaslkan. Hasl poss akhr n tampaknya berbeda dengan poss akhr pada Tabel 7. sehngga nla θ 6 = arc tan (s 6, c 6 )....(18) Tahap selanjutnya adalah melakukan analsa nverse knematcs dengan menentukan poss awal P x, P y, P z = [310 mm, 0 mm, 0 mm] sepert pada Gambar 22 dan poss akhr yang ngn dcapa P x, P y, P z = [28 mm, -50 mm, 210 mm] sepert pada Gambar 23 dengan menggunakan persamaan 13, 14, 15, 16, 17 dan 18 maka dperoleh masng-masng sudutnya adalah: Gambar 23. Poss akhr nverse knematcs pada smulator arm robot Verfkas kedua dlakukan dengan menentukan poss awal P x, P y, P z = [28 mm, -50 mm, 210 mm] dan JTM (S-1) Vol. 1, No. 3, Januar 2013:

10 Jurnal Teknk Mesn S-1, Vol. 1, No. 3, Tahun 2013 Onlne: nla θ secara berturut-turut sebaga berkut : θ 1 = 65 0, θ 2 = 20 0, θ 3 = 5 0, θ 4 = 30 0, θ 5 = 90 0 dan θ 6 = Hasl poss akhr adalah P x, P y, P z = [89 mm, 44 mm, 126 mm] yang secara lengkap terdapat pada Tabel 7. Hasl dar verfkas. Antara perhtungan dengan MATLAB jka dbandngkan dengan hasl pada smulator tampaknya terdapat kesalahan. Hal n dkarenakan belum bsanya kam dalam membuat dan merakt khususnya pada tahap assembly benar-benar antara lnk dan jont benar-benar center antar sumbu. Tabel 7. Pengujan dengan smulator arm robot 5 dof 5. KESIMPULAN Berkenaan dengan rancang bangun smulator arm robot 5 dof, penuls berhasl merancang sebuah smulator arm robot 5 dof dbuat yang dbuat dar bahan akrlk dengan bantuan software SoldWorks dan CorelDraw 12, front Panel berhasl dbuat yang menghubungkan LabVIEW dengan mkrokontroler Arduno dmana servomotor dapat dgerakkan secara manual, mash terdapat kesalahan poss sudut pada front panel dengan sudut servomotor sebesar 1,67 %. Pada pengujan dengan memasukkan nla θ 1 = 60 0, θ 2 = 60 0, θ 3 = 60 0, θ 4 = 60 0, θ 5 = 90 0, dan θ 6 = 60 0, dengan software MATLAB maka dperoleh poss koordnat (x, y, z) end-effector adalah [28 mm, -48 mm, 197 mm]. Kemudan dlanjutkan dengan verfkas software RoboAnalyzer dan haslnya sama. Sedangkan untuk verfkas dengan smulator arm robot terdapat error pada sumbu y sebesar 4,2% dan sumbu z sebesar 6,6 % selsh tersebut dsebabkan servomotor memlk error 1,67% tap jont. Hasl n masuk dalam tolerans bla smulator dgunakan untuk penddkan. Tetap jka dpaka untuk ndustr, maka harus dtelt lebh lanjut. Selanjutnya analsa nverse knematcs merupakan analsa mencar besaran sudut yang harus dubah untuk tap jont dalam mencapa poss endeffector. Analsa n dlakukan dengan bantuan software MATLAB dan verfkas dengan smulator arm robot. Pada pengujan untuk poss awal P x, P y, P z = [310 mm, 0 mm, 0 mm] dan poss akhr yang ngn dcapa P x, P y, P z = [28 mm, -50 mm, 210 mm] menghaslkan sudut dtap jont : θ 1 = 60 0, θ 2 = 60 0, θ 3 = 62 0, θ 4 = 61 0, θ 5 = 90 0, dan θ 6 = Kemudan pengujan kedua dengan poss awal P x, P y, P z = [28 mm, -50 mm, 210 mm] dan poss akhr P x, P y, P z = [89 mm, 44 mm, 126 mm] maka dperoleh nla θ sebaga berkut : θ 1 = 65 0, θ 2 = 20 0, θ 3 = 5 0, θ 4 = 30 0, θ 5 = 90 0 dan θ 6 = Sedangkan proses verfkas menggunakan smulator arm robot terjad perbedaan. Hal n kemungknan besar dsebabkan oleh ketdak centeran antar lnk terhadap jont pada proses assembly. 6. DAFTAR PUSTAKA [1] (dakses: 19 November 2012). [2] (dakses: 24 November 2012). [3] (dakses: 24 November 2012). [4] (dakses: 24 November 2012). [5] Transcend. 11 Februar Robots Become More Autonomous, Lnes Blur Between Mltary & Cvlan Applcatons. (Onlne). ( transcend.ws/?p=2110, dakses: 18 november 2012). [6] (dakses: 24 November 2012). [7] (dakses: 24 November 2012). [8] (dakses: 24 November 2012). [9] Crag, John J Introducton To Robotcs Mechancs And Control 2 nd Edton, Addton- Wesley Publshng Company. USA. [10] Artanto, Dan. (2012). Interaks Arduno dan LabVew, PT Elexmeda Computndo. Jakarta. [11] Koyuncu,B., Guzel,M Software Development for Knematc Analyss of a Lynx 6 Robot Arm. Internasonal Journal of Engneerng and Appled Scences 4:4 JTM (S-1) Vol. 1, No. 3, Januar 2013:

ANALISA FORWARD KINEMATIC PADA SIMULATOR ARM ROBOT 5 DOF YANG MENGINTEGRASIKAN MIKROKONTROLER ARDUINO-UNO DAN LABVIEW

ANALISA FORWARD KINEMATIC PADA SIMULATOR ARM ROBOT 5 DOF YANG MENGINTEGRASIKAN MIKROKONTROLER ARDUINO-UNO DAN LABVIEW Avalable onlne at Webste http://ejournal.undp.ac.d/ndex.php/rotas ANALISA FORWARD KINEMATIC PADA SIMULATOR ARM ROBOT 5 DOF YANG MENGINTEGRASIKAN MIKROKONTROLER ARDUINO-UNO DAN LABVIEW Munad Laboratorum

Lebih terperinci

IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI

IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI Pendahuluan o Ukuran dspers atau ukuran varas, yang menggambarkan derajat bagamana berpencarnya data kuanttatf, dntaranya: rentang, rentang antar kuartl, smpangan

Lebih terperinci

BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN III.1 Hpotess Berdasarkan kerangka pemkran sebelumnya, maka dapat drumuskan hpotess sebaga berkut : H1 : ada beda sgnfkan antara sebelum dan setelah penerbtan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam pembuatan tugas akhr n, penulsan mendapat referens dar pustaka serta lteratur lan yang berhubungan dengan pokok masalah yang penuls ajukan. Langkah-langkah yang akan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Analsa Regres Dalam kehdupan sehar-har, serng kta jumpa hubungan antara satu varabel terhadap satu atau lebh varabel yang lan. Sebaga contoh, besarnya pendapatan seseorang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan dan kestablan ekonom, adalah dua syarat pentng bag kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa. Dengan pertumbuhan yang cukup, negara dapat melanjutkan pembangunan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN MODEL

BAB IV PEMBAHASAN MODEL BAB IV PEMBAHASAN MODEL Pada bab IV n akan dlakukan pembuatan model dengan melakukan analss perhtungan untuk permasalahan proses pengadaan model persedaan mult tem dengan baya produks cekung dan jont setup

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PEELITIA 3.1. Kerangka Pemkran Peneltan BRI Unt Cbnong dan Unt Warung Jambu Uraan Pekerjaan Karyawan Subyek Analss Konds SDM Aktual (KKP) Konds SDM Harapan (KKJ) Kuesoner KKP Kuesoner KKJ la

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Data terdr dar dua data utama, yatu data denyut jantung pada saat kalbras dan denyut jantung pada saat bekerja. Semuanya akan dbahas pada sub bab-sub bab berkut. A. Denyut Jantung

Lebih terperinci

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH BAB VB PERSEPTRON & CONTOH Model JST perseptron dtemukan oleh Rosenblatt (1962) dan Mnsky Papert (1969). Model n merupakan model yang memlk aplkas dan pelathan yang lebh bak pada era tersebut. 5B.1 Arstektur

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Hpotess Peneltan Berkatan dengan manusa masalah d atas maka penuls menyusun hpotess sebaga acuan dalam penulsan hpotess penuls yatu Terdapat hubungan postf antara penddkan

Lebih terperinci

MEREDUKSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR FUZZY PENUH DENGAN BILANGAN FUZZY TRAPESIUM

MEREDUKSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR FUZZY PENUH DENGAN BILANGAN FUZZY TRAPESIUM MEREDUKSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR FUZZY PENUH DENGAN BILANGAN FUZZY TRAPESIUM Tut Susant, Mashad, Sukamto Mahasswa Program S Matematka Dosen Jurusan Matematka Fakultas Matematka dan Ilmu Pengetahuan Alam

Lebih terperinci

BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. 1 Gorontalo pada kelas

BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. 1 Gorontalo pada kelas 9 BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3. Lokas dan Waktu Peneltan Peneltan n d laksanakan d Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. Gorontalo pada kelas VIII. Waktu peneltan dlaksanakan pada semester ganjl, tahun ajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jens dan Sumber Data Jens data yang dgunakan dalam peneltan n adalah data sekunder. Data yang dgunakan melput: (1) PDRB Kota Duma (tahun 2000-2010) dan PDRB kabupaten/kota

Lebih terperinci

Analisis Kecepatan Dan Percepatan Mekanisme Empat Batang (Four Bar Lingkage) Fungsi Sudut Crank

Analisis Kecepatan Dan Percepatan Mekanisme Empat Batang (Four Bar Lingkage) Fungsi Sudut Crank ISSN 907-0500 Analss Kecepatan Dan Percepatan Mekansme Empat Batang (Four Bar ngkage Fungs Sudut Crank Nazaruddn Fak. Teknk Unverstas Rau [email protected] Abstrak Pada umumnya analss knematka dan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi.

BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi. BAB LANDASAN TEORI Pada bab n akan durakan beberapa metode yang dgunakan dalam penyelesaan tugas akhr n. Selan tu penuls juga mengurakan tentang pengertan regres, analss regres berganda, membentuk persamaan

Lebih terperinci

PROPOSAL SKRIPSI JUDUL:

PROPOSAL SKRIPSI JUDUL: PROPOSAL SKRIPSI JUDUL: 1.1. Latar Belakang Masalah SDM kn makn berperan besar bag kesuksesan suatu organsas. Banyak organsas menyadar bahwa unsur manusa dalam suatu organsas dapat memberkan keunggulan

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN DAN ANALISIS

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN DAN ANALISIS 28 BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN DAN ANALISIS 4.1 Kerangka Pemkran dan Hpotess Dalam proses peneltan n, akan duj beberapa varabel software yang telah dsebutkan pada bab sebelumnya. Sesua dengan tahapan-tahapan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sebuah fenomena atau suatu kejadian yang diteliti. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad W (1998:140) adalah

BAB III METODE PENELITIAN. sebuah fenomena atau suatu kejadian yang diteliti. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad W (1998:140) adalah BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peneltan Metode yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode deskrptf. Peneltan deskrptf merupakan peneltan yang dlakukan untuk menggambarkan sebuah fenomena atau suatu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB 1 ENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara umum dapat dkatakan bahwa mengambl atau membuat keputusan berart memlh satu dantara sekan banyak alternatf. erumusan berbaga alternatf sesua dengan yang sedang

Lebih terperinci

BAB II TEORI ALIRAN DAYA

BAB II TEORI ALIRAN DAYA BAB II TEORI ALIRAN DAYA 2.1 UMUM Perhtungan alran daya merupakan suatu alat bantu yang sangat pentng untuk mengetahu konds operas sstem. Perhtungan alran daya pada tegangan, arus dan faktor daya d berbaga

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Fuzzy Set Pada tahun 1965, Zadeh memodfkas teor hmpunan dmana setap anggotanya memlk derajat keanggotaan yang bernla kontnu antara 0 sampa 1. Hmpunan n dsebut dengan hmpunaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode BAB III METODE PENELITIAN Desan Peneltan Metode peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode deskrptf analts dengan jens pendekatan stud kasus yatu dengan melhat fenomena permasalahan yang ada

Lebih terperinci

ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)

ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) Suplemen Respons Pertemuan ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) 7 Departemen Statstka FMIPA IPB Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Referens Waktu Korelas Perngkat (Rank Correlaton) Bag. 1 Koefsen Korelas Perngkat

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2. Teor-teor Dasar Untuk dapat mengert tentang robot dan knematka dalam bdang robotka, beberapa pengetahuan umum dalam robotka dan matematka perlu dketahu. 2.. Defns Robot Istlah robot

Lebih terperinci

Perbaikan Unjuk Kerja Sistem Orde Satu PERBAIKAN UNJUK KERJA SISTEM ORDE SATU DENGAN ALAT KENDALI INTEGRAL MENGGUNAKAN JARINGAN SIMULATOR MATLAB

Perbaikan Unjuk Kerja Sistem Orde Satu PERBAIKAN UNJUK KERJA SISTEM ORDE SATU DENGAN ALAT KENDALI INTEGRAL MENGGUNAKAN JARINGAN SIMULATOR MATLAB Perbakan Unjuk Kerja Sstem Orde Satu PERBAIKAN UNJUK KERJA SISTEM ORDE SATU DENGAN ALAT KENDALI INTEGRAL MENGGUNAKAN JARINGAN SIMULATOR MATLAB Endryansyah Penddkan Teknk Elektro, Jurusan Teknk Elektro,

Lebih terperinci

SEARAH (DC) Rangkaian Arus Searah (DC) 7

SEARAH (DC) Rangkaian Arus Searah (DC) 7 ANGKAAN AUS SEAAH (DC). Arus Searah (DC) Pada rangkaan DC hanya melbatkan arus dan tegangan searah, yatu arus dan tegangan yang tdak berubah terhadap waktu. Elemen pada rangkaan DC melput: ) batera ) hambatan

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4. PENGUJIAN PENGUKURAN KECEPATAN PUTAR BERBASIS REAL TIME LINUX Dalam membuktkan kelayakan dan kehandalan pengukuran kecepatan putar berbass RTLnux n, dlakukan pengujan dalam

Lebih terperinci

RANGKAIAN SERI. 1. Pendahuluan

RANGKAIAN SERI. 1. Pendahuluan . Pendahuluan ANGKAIAN SEI Dua elemen dkatakan terhubung ser jka : a. Kedua elemen hanya mempunya satu termnal bersama. b. Ttk bersama antara elemen tdak terhubung ke elemen yang lan. Pada Gambar resstor

Lebih terperinci

BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER

BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER 5.1 Pembelajaran Dengan Fuzzy Program Lner. Salah satu model program lnear klask, adalah : Maksmumkan : T f ( x) = c x Dengan batasan : Ax b x 0 n m mxn Dengan

Lebih terperinci

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN ANALISIS BENTUK HUBUNGAN Analss Regres dan Korelas Analss regres dgunakan untuk mempelajar dan mengukur hubungan statstk yang terjad antara dua varbel atau lebh varabel. Varabel tersebut adalah varabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desan Peneltan Sebelum dlakukan peneltan, langkah pertama yang harus dlakukan oleh penelt adalah menentukan terlebh dahulu metode apa yang akan dgunakan dalam peneltan. Desan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat BAB LANDASAN TEORI. 1 Analsa Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstk pada tahun 1877 oleh Sr Francs Galton. Galton melakukan stud tentang kecenderungan tngg badan anak. Teor Galton

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi Daftar Is Daftar Is... Kata pengantar... BAB I...1 PENDAHULUAN...1 1.1 Latar Belakang...1 1.2 Rumusan Masalah...2 1.3 Tujuan...2 BAB II...3 TINJAUAN TEORITIS...3 2.1 Landasan Teor...4 BAB III...5 PEMBAHASAN...5

Lebih terperinci

PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI BERDASARKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA (PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS)

PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI BERDASARKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA (PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS) PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI BERDASARKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA (PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS) Wrayant ), Ad Setawan ), Bambang Susanto ) ) Mahasswa Program Stud Matematka FSM UKSW Jl. Dponegoro 5-6 Salatga,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Peneltan Peneltan n merupakan stud ekspermen yang telah dlaksanakan d SMA Neger 3 Bandar Lampung. Peneltan n dlaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.

Lebih terperinci

Bab 2 AKAR-AKAR PERSAMAAN

Bab 2 AKAR-AKAR PERSAMAAN Analsa Numerk Bahan Matrkulas Bab AKAR-AKAR PERSAMAAN Pada kulah n akan dpelajar beberapa metode untuk mencar akar-akar dar suatu persamaan yang kontnu. Untuk persamaan polnomal derajat, persamaannya dapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang dan Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang dan Permasalahan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan Matematka dbag menjad beberapa kelompok bdang lmu, antara lan analss, aljabar, dan statstka. Ruang barsan merupakan salah satu bagan yang ada d bdang

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (1822 1911). Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang

Lebih terperinci

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek dalam penelitian ini adalah kebijakan dividen sebagai variabel

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek dalam penelitian ini adalah kebijakan dividen sebagai variabel 4 BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Peneltan Obyek dalam peneltan n adalah kebjakan dvden sebaga varabel ndependen (X) dan harga saham sebaga varabel dependen (Y). Peneltan n dlakukan untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah siswa MAN Model Gorontalo.

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah siswa MAN Model Gorontalo. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Adapun yang menjad objek peneltan adalah sswa MAN Model Gorontalo. Penetapan lokas n ddasarkan pada beberapa pertmbangan yakn,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Bandar Lampung. Populasi dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Bandar Lampung. Populasi dalam III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SMP Neger 3 Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n yatu seluruh sswa kelas VIII SMP Neger 3 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 0/03 yang

Lebih terperinci

Fisika Dasar I (FI-321)

Fisika Dasar I (FI-321) Fska Dasar I (FI-321) Topk har n Kesetmbangan Statk Syarat Kesetmbangan Pusat Gravtas Kesetmbangan Stabl, Labl dan Netral Kesetmbangan Benda Tegar Kesetmbangan Mekank Benda dkatakan berada dalam kesetmbangan

Lebih terperinci

UJI NORMALITAS X 2. Z p i O i E i (p i x N) Interval SD

UJI NORMALITAS X 2. Z p i O i E i (p i x N) Interval SD UJI F DAN UJI T Uj F dkenal dengan Uj serentak atau uj Model/Uj Anova, yatu uj untuk melhat bagamanakah pengaruh semua varabel bebasnya secara bersama-sama terhadap varabel terkatnya. Atau untuk menguj

Lebih terperinci

BAB X RUANG HASIL KALI DALAM

BAB X RUANG HASIL KALI DALAM BAB X RUANG HASIL KALI DALAM 0. Hasl Kal Dalam Defns. Hasl kal dalam adalah fungs yang mengatkan setap pasangan vektor d ruang vektor V (msalkan pasangan u dan v, dnotaskan dengan u, v ) dengan blangan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak d Jl. Gn. Tanggamus Raya Way Halm, kota Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n adalah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Tibawa pada semester genap

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Tibawa pada semester genap 5 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Lokas Dan Waktu Peneltan Peneltan n dlaksanakan d SMA Neger I Tbawa pada semester genap tahun ajaran 0/03. Peneltan n berlangsung selama ± bulan (Me,Jun) mula dar tahap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Semakin tinggi penerimaan Pajak di Indonesia, semakin tinggi pula kualitas

BAB I PENDAHULUAN. Semakin tinggi penerimaan Pajak di Indonesia, semakin tinggi pula kualitas BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pajak merupakan sumber penermaan terpentng d Indonesa. Oleh karena tu Pemerntah selalu mengupayakan bagamana cara menngkatkan penermaan Pajak. Semakn tngg penermaan

Lebih terperinci

Bab III Analisis Rantai Markov

Bab III Analisis Rantai Markov Bab III Analss Ranta Markov Sstem Markov (atau proses Markov atau ranta Markov) merupakan suatu sstem dengan satu atau beberapa state atau keadaan, dan dapat berpndah dar satu state ke state yang lan pada

Lebih terperinci

Teori Himpunan. Modul 1 PENDAHULUAN. impunan sebagai koleksi (pengelompokan) dari objek-objek yang

Teori Himpunan. Modul 1 PENDAHULUAN. impunan sebagai koleksi (pengelompokan) dari objek-objek yang Modul 1 Teor Hmpunan PENDAHULUAN Prof SM Nababan, PhD Drs Warsto, MPd mpunan sebaga koleks (pengelompokan) dar objek-objek yang H dnyatakan dengan jelas, banyak dgunakan dan djumpa dberbaga bdang bukan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN DINDING GESER SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA BANGUNAN BERTINGKAT 10 LANTAI

PENGGUNAAN DINDING GESER SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA BANGUNAN BERTINGKAT 10 LANTAI PENGGUNAAN DINDING GESER SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA BANGUNAN BERTINGKAT 10 LANTAI Reky Stenly Wndah Dosen Jurusan Teknk Spl Fakultas Teknk Unverstas Sam Ratulang Manado ABSTRAK Pada bangunan tngg,

Lebih terperinci

LAMPIRAN A PENURUNAN PERSAMAAN NAVIER-STOKES

LAMPIRAN A PENURUNAN PERSAMAAN NAVIER-STOKES LAMPIRAN A PENURUNAN PERSAMAAN NAVIER-STOKES Hubungan n akan dawal dar gaya yang beraks pada massa fluda. Gaya-gaya n dapat dbag ke dalam gaya bod, gaya permukaan, dan gaya nersa. a. Gaya Bod Gaya bod

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen 3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desan Peneltan Metode yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode ekspermen karena sesua dengan tujuan peneltan yatu melhat hubungan antara varabelvarabel

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskrps Data Hasl Peneltan Satelah melakukan peneltan, penelt melakukan stud lapangan untuk memperoleh data nla post test dar hasl tes setelah dkena perlakuan.

Lebih terperinci

PERANCANGAN PARAMETER DENGAN PENDEKATAN TAGUCHI UNTUK DATA DISKRIT

PERANCANGAN PARAMETER DENGAN PENDEKATAN TAGUCHI UNTUK DATA DISKRIT BIAStatstcs (05) Vol. 9, No., hal. -7 PERANCANGAN PARAMETER DENGAN PENDEKATAN TAGUCHI UNTUK DATA DISKRIT Faula Arna Jurusan Teknk Industr, Unverstas Sultan Ageng Trtayasa Banten Emal : [email protected]

Lebih terperinci

Pengukuran Laju Temperatur Pemanas Listrik Berbasis Lm-35 Dan Sistem Akuisisi Data Adc-0804

Pengukuran Laju Temperatur Pemanas Listrik Berbasis Lm-35 Dan Sistem Akuisisi Data Adc-0804 Pengukuran Laju Temperatur Pemanas Lstrk Berbass Lm-35 Dan Sstem Akuss Data Adc-0804 Ummu Kalsum Unverstas Sulawes Barat e-mal: [email protected] Abstrak Peneltan n merupakan pengukuran laju temperatur

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dilakukan secara purposive atau sengaja. Pemilihan lokasi penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dilakukan secara purposive atau sengaja. Pemilihan lokasi penelitian BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokas Peneltan Peneltan dlaksanakan d Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang pada bulan Februar hngga Me 2017. Pemlhan lokas peneltan dlakukan secara purposve

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menjawab permasalahan yaitu tentang peranan pelatihan yang dapat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menjawab permasalahan yaitu tentang peranan pelatihan yang dapat BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Peneltan Untuk menjawab permasalahan yatu tentang peranan pelathan yang dapat menngkatkan knerja karyawan, dgunakan metode analss eksplanatf kuanttatf. Pengertan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 7 BAB LANDASAN TEORI.1 Analsa Regres Analsa regres dnterpretaskan sebaga suatu analsa yang berkatan dengan stud ketergantungan (hubungan kausal) dar suatu varabel tak bebas (dependent varable) atu dsebut

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel

BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel BAB LANDASAN TEORI. Analss Regres Regres merupakan suatu alat ukur yang dgunakan untuk mengukur ada atau tdaknya hubungan antar varabel. Dalam analss regres, suatu persamaan regres atau persamaan penduga

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy

ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy ANALISIS REGRESI Regres Lner Sederhana : Contoh Perhtungan Regres Lner Sederhana Menghtung harga a dan b Menyusun Persamaan Regres Korelas Pearson (Product Moment) Koefsen Determnas (KD) Regres Ganda :

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Studi Kasus pada Data Inflasi Indonesia)

PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Studi Kasus pada Data Inflasi Indonesia) PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Stud Kasus pada Data Inflas Indonesa) Putr Noorwan Effendy, Amar Sumarsa, Embay Rohaet Program Stud Matematka Fakultas

Lebih terperinci

Nama : Crishadi Juliantoro NPM :

Nama : Crishadi Juliantoro NPM : ANALISIS INVESTASI PADA PERUSAHAAN YANG MASUK DALAM PERHITUNGAN INDEX LQ-45 MENGGUNAKAN PORTOFOLIO DENGAN METODE SINGLE INDEX MODEL. Nama : Crshad Julantoro NPM : 110630 Latar Belakang Pemlhan saham yang

Lebih terperinci

PERHITUNGAN KINEMATIKA BALIK DENGAN ANALISIS LINTASAN TERPENDEK PADA MESIN PERKAKAS 5 AXIS. Moh. Imam Afandi 1)

PERHITUNGAN KINEMATIKA BALIK DENGAN ANALISIS LINTASAN TERPENDEK PADA MESIN PERKAKAS 5 AXIS. Moh. Imam Afandi 1) ERHIUNGAN KINEMAIKA ALIK DENGAN ANALII LINAAN ERENDEK ADA MEIN ERKAKA 5 AXI Moh. Imam Afand ) ) uslt KIM-LII, Kawasan uspptek erpong, angerang 534 INIARI Mesn perkakas 5 as telah banak dgunakan secara

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PENDAHULUAN. Latar Belakang Dalam kehdupan sehar-har, serngkal dumpa hubungan antara suatu varabel dengan satu atau lebh varabel lan. D dalam bdang pertanan sebaga contoh, doss dan ens pupuk yang dberkan

Lebih terperinci

IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM Perancangan Sstem Sstem yang akan dkembangkan adalah berupa sstem yang dapat membantu keputusan pemodal untuk menentukan portofolo saham yang dperdagangkan d Bursa

Lebih terperinci

Pendeteksian Data Pencilan dan Pengamatan Berpengaruh pada Beberapa Kasus Data Menggunakan Metode Diagnostik

Pendeteksian Data Pencilan dan Pengamatan Berpengaruh pada Beberapa Kasus Data Menggunakan Metode Diagnostik Pendeteksan Data Penclan dan Pengamatan Berpengaruh pada Beberapa Kasus Data Menggunakan Metode Dagnostk Sally Indra 1, Dod Vonanda, Rry Srnngsh 3 1 Student of Mathematcs Department State Unversty of Padang,

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian. variable independen dengan variabel dependen.

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian. variable independen dengan variabel dependen. BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Peneltan Jens peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah peneltan deskrptf dengan analsa kuanttatf, dengan maksud untuk mencar pengaruh antara varable ndependen

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN. Suatu penelitian dapat berhasil dengan baik dan sesuai dengan prosedur ilmiah,

III. METODELOGI PENELITIAN. Suatu penelitian dapat berhasil dengan baik dan sesuai dengan prosedur ilmiah, III. METODELOGI PENELITIAN A. Metode Peneltan Suatu peneltan dapat berhasl dengan bak dan sesua dengan prosedur lmah, apabla peneltan tersebut menggunakan metode atau alat yang tepat. Dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan dalam sektor energi wajib dilaksanakan secara sebaik-baiknya. Jika

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan dalam sektor energi wajib dilaksanakan secara sebaik-baiknya. Jika BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Energ sangat berperan pentng bag masyarakat dalam menjalan kehdupan seharhar dan sangat berperan dalam proses pembangunan. Oleh sebab tu penngkatan serta pembangunan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penggunaan metode eksperimen ini

III. METODE PENELITIAN. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penggunaan metode eksperimen ini III. METODE PENELITIAN A. Metode Peneltan Metode dalam peneltan n adalah metode ekspermen. Penggunaan metode ekspermen n bertujuan untuk mengetahu apakah suatu metode, prosedur, sstem, proses, alat, bahan

Lebih terperinci

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 5.1 Analsa Pemlhan Model Tme Seres Forecastng Pemlhan model forecastng terbak dlakukan secara statstk, dmana alat statstk yang dgunakan adalah MAD, MAPE dan TS. Perbandngan

Lebih terperinci

STUDI PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN ALAT TEODOLIT DIGITAL DAN MANUAL: STUDI KASUS PEMETAAN SITUASI KAMPUS KIJANG

STUDI PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN ALAT TEODOLIT DIGITAL DAN MANUAL: STUDI KASUS PEMETAAN SITUASI KAMPUS KIJANG STUDI PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN ALAT TEODOLIT DIGITAL DAN MANUAL: STUDI KASUS PEMETAAN SITUASI KAMPUS KIJANG Andryan Suhendra Cvl Engneerng Department, Faculty of Engneerng, Bnus Unversty Jl. K.H.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dgunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (18 1911).Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang selanjutnya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tnjauan Pustaka Dar peneltan yang dlakukan Her Sulstyo (2010) telah dbuat suatu sstem perangkat lunak untuk mendukung dalam pengamblan keputusan menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Pada peneltan n, penuls memlh lokas d SMA Neger 1 Bolyohuto khususnya pada sswa kelas X, karena penuls menganggap bahwa lokas

Lebih terperinci

Peramalan Produksi Sayuran Di Kota Pekanbaru Menggunakan Metode Forcasting

Peramalan Produksi Sayuran Di Kota Pekanbaru Menggunakan Metode Forcasting Peramalan Produks Sayuran D Kota Pekanbaru Menggunakan Metode Forcastng Esrska 1 dan M. M. Nzam 2 1,2 Jurusan Matematka, Fakultas Sans dan Teknolog, UIN Sultan Syarf Kasm Rau Jl. HR. Soebrantas No. 155

Lebih terperinci

BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISIS

BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISIS BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISIS 4.1 Survey Parameter Survey parameter n dlakukan dengan mengubah satu jens parameter dengan membuat parameter lannya tetap. Pengamatan terhadap berbaga nla untuk satu parameter

Lebih terperinci

.. Kekakuan Rangka batang Bdang (Plane Truss) BAB ANAISIS STRUKTUR RANGKA BATANG BIANG Struktur plane truss merupakan suatu sstem struktur ang merupakan gabungan dar seumlah elemen (batang) d mana pada

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. bersifat statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

III. METODE PENELITIAN. bersifat statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. 3 III. METDE PENELITIAN A. Metode Peneltan Metode peneltan merupakan langkah atau aturan yang dgunakan dalam melaksanakan peneltan. Metode pada peneltan n bersfat kuanttatf yatu metode peneltan yang dgunakan

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE LINIEAR DISCRIMINANT ANALYSIS PADA PENGENALAN WAJAH BERBASIS KAMERA

PENERAPAN METODE LINIEAR DISCRIMINANT ANALYSIS PADA PENGENALAN WAJAH BERBASIS KAMERA PENERAPAN MEODE LINIEAR DISCRIMINAN ANALYSIS PADA PENGENALAN AJAH ERASIS KAMERA Asep Sholahuddn 1, Rustam E. Sregar 2,Ipng Suprana 3,Setawan Had 4 1 Mahasswa S3 FMIPA Unverstas Padjadjaran e-mal: [email protected]

Lebih terperinci

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c 6 A PEMAHASA Pada bab sebelumnya telah dbahas teor-teor yang akan dgunakan untuk menyelesakan masalah program lner parametrk. Pada bab n akan dperlhatkan suatu prosedur yang lengkap untuk menyelesakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berjumlah empat kelas terdiri dari 131 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas yang diambil dengan

BAB III METODE PENELITIAN. berjumlah empat kelas terdiri dari 131 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas yang diambil dengan 7 BAB III METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel 1. Populas Populas dalam peneltan n adalah seluruh sswa kelas XI SMA Yadka Bandar Lampung semester genap tahun pelajaran 014/ 015 yang berjumlah empat

Lebih terperinci

BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL

BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL Analss sumbangan sektor-sektor ekonom d Bal terhadap pembangunan ekonom nasonal bertujuan untuk mengetahu bagamana pertumbuhan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Matematka sebaga bahasa smbol yang bersfat unversal memegang peranan pentng dalam perkembangan suatu teknolog. Matematka sangat erat hubungannya dengan kehdupan nyata.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. SMK Negeri I Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada

BAB III METODE PENELITIAN. SMK Negeri I Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada 3 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Peneltan yang dlakukan oleh penelt berlokas d Kelas Ak 6, SMK Neger I Gorontalo. Penetapan lokas tersebut berdasarkan pada

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi Game Theory

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi Game Theory BAB II DASAR TEORI Perkembangan zaman telah membuat hubungan manusa semakn kompleks. Interaks antar kelompok-kelompok yang mempunya kepentngan berbeda kemudan melahrkan konflk untuk mempertahankan kepentngan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel X (celebrity

METODE PENELITIAN. digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel X (celebrity 37 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jens dan Sumber Data Jens peneltan yang dgunakan adalah peneltan deskrptf, yang mana dgunakan untuk mengetahu bagamana pengaruh varabel X (celebrty endorser) terhadap varabel

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. penelitian, hal ini dilakukan untuk kepentingan perolehan dan analisis data.

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. penelitian, hal ini dilakukan untuk kepentingan perolehan dan analisis data. BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Peneltan Metode peneltan harus dsesuakan dengan masalah dan tujuan peneltan, hal n dlakukan untuk kepentngan perolehan dan analss data. Mengena pengertan metode peneltan,

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 6 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Newton Raphson Dengan Modifikasi Tabel

PRAKTIKUM 6 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Newton Raphson Dengan Modifikasi Tabel PRAKTIKUM 6 Penyelesaan Persamaan Non Lner Metode Newton Raphson Dengan Modfkas Tabel Tujuan : Mempelajar metode Newton Raphson dengan modfkas tabel untuk penyelesaan persamaan non lner Dasar Teor : Permasalahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan BAB III METODE PENELITIAN A. Jens Peneltan Peneltan n merupakan peneltan yang bertujuan untuk mendeskrpskan langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran matematka berbass teor varas berupa Rencana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Manova atau Multvarate of Varance merupakan pengujan dalam multvarate yang bertujuan untuk mengetahu pengaruh varabel respon dengan terhadap beberapa varabel predktor

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. penerapan Customer Relationship Management pada tanggal 30 Juni 2011.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. penerapan Customer Relationship Management pada tanggal 30 Juni 2011. 44 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1 Penyajan Data Peneltan Untuk memperoleh data dar responden yang ada, maka dgunakan kuesoner yang telah dsebar pada para pelanggan (orang tua sswa) d Kumon

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai Analisis Pengaruh Kupedes Terhadap Performance

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai Analisis Pengaruh Kupedes Terhadap Performance BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokas dan Waktu Peneltan Peneltan mengena Analss Pengaruh Kupedes Terhadap Performance Busness Debtur dalam Sektor Perdagangan, Industr dan Pertanan dlaksanakan d Bank Rakyat

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA DAN PEMILIHAN MITRA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KABUPATEN GUNUNGKIDUL MENGGUNAKAN METODE SAW BERBASIS WEB

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA DAN PEMILIHAN MITRA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KABUPATEN GUNUNGKIDUL MENGGUNAKAN METODE SAW BERBASIS WEB SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA DAN PEMILIHAN MITRA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KABUPATEN GUNUNGKIDUL MENGGUNAKAN METODE SAW BERBASIS WEB Putr Har Ikhtarn ), Bety Nurltasar 2), Hafdz Alda

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan strategi pembelajaran mind mapping dalam pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan strategi pembelajaran mind mapping dalam pendekatan 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Jens dan Desan Peneltan Jens peneltan n adalah kuas ekspermen. Pada peneltan n terdapat dua kelompok subjek peneltan yatu kelompok ekspermen yang dberkan suatu perlakuan

Lebih terperinci