PENERAPAN STRATEGI FIRING LINE
|
|
|
- Deddy Atmadjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENERAPAN STRATEGI FIRING LINE YANG DIMODIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN KIMIA DI KELAS X TPMI SMKN 2 KOTA BENGKULU (Classroom Action Research) SKRIPSI Oleh: RESI OKTIANI A1F PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BENGKULU 2013 i
2 PENERAPAN STRATEGI FIRING LINE YANG DIMODIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN KIMIA DI KELAS X TPMI SMKN 2 KOTA BENGKULU (Classroom Action Research) SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata I Pada Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu Oleh: RESI OKTIANI A1F PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BENGKULU 2013 ii
3
4
5
6 MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto: Allah akan meninggikan orang- oranng yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (Q.s. Al Mujadalah: 11) Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orang nya kepada kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat (H.R Ar- Rabii ). Barang siapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga (H.R Muslim). Kadang masalah adalah sahabat terbaikmu. Mereka membuatmu jadi lebih kuat, dan buatmu menempatkan Tuhan di sisimu yang paling dekat. Sadarilah, mengeluh tidak menyelesaikan apapun. Mengeluh hanya akan menambah beban dihati. Berhentilah mengeluh, segera bertindak! Persembahan Alhamdulillahirobbil alaminn segala puji hanya bagimu atas segala nikmat kesempatan yang telah dianugerahkan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Dengan segala kerendahan hati, saya persembahkan skripsi ini kepada: Orang tuaku terkasih, bapak (Wadis bin Amatsi in) dan emakku (Robaini binti Aryad), yang tiada henti-hentinya mencurahkan kasih sayang, pengorbanan dan doa yang tak pernah terputus meski sedetikpun. Maafkan anakmu yang mungkin mengecawakanmu. Tak ada hal yang terindah kecuali melihat senyum diwajahmu, mak, bapak.. Ini adalah bingkisan kecil dari anakmu.. Saudaraku, adek ndut (mari kita saling memotivasi untuk lebih baik lagi), inga, kak sunan dan dua malaikat kecilku (iam dan rara), bunda sayang adek n ayuk. Wo su, kak rudi, nanda n Kevin, cik jugo sayang dang n adek. Keluarga besarku, nenek2 (alm), datuk, wak, wan,bakwo mak wo, bakcik,makcik,mamang,bibik, yang telah memberi motivasi dalam menempuh pendidikan ini. Bang lin (sirlin susanto) dan keluarga terutama mak n bapak terima kasih atas kasih sayang dan nasehat yang tercurah untukku).terima kasih telah menemaniku dalm menyelesaikan studi ini, terima kasih sudah mengerti aku, sudah menjadi motivator dalam hidupku. Sahabat-sahabatku, marisda, nesti, ayuk kembar, fitruk, okty, prita, dan anak2 chems 08 (bang ady, ayuk amel, mbak heny, ummi, ete, mey, one, udo jemi, fansuri, pak de tirta, itta sol, ita, grasi, bella,anggi,mimi, ade, hendra, arif, BBC, dll) vi
7 Sahabat2 KKN 2011 Pal 100 (doyok, SE, arto. ST, Wasti S.Sos, Oshin, S.Si, Mocha SP, Diviah S.Pd) beserta masyrakat yang telah menerima dan berbagi pengalaman. Sahabat2 PPL 2 SMKN 2 Kota Bengkulu, ibu Fitriati, guru dan siswa. Terima kasis atas pengalamannya. Bapak M. Dais dan siswa kelas XTPMI 2013, terimasih atas kerja samanya. Almamaterku tercinta. vii
8 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi ini dengan judul Penerapan Strategi Firing Line Yang Dimodifikasi Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Dalam Pelajaran Kimia Di Kelas X TPMI SMKN 2 Kota Bengkulu. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pada program studi pendidikan kimia jurusan pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan alam (PMIPA), fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP), Universitas Bengkulu. Selama menyelesaikan skripsi ini, penulis telah banyak menerima bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, untuk itu dengan segala hormat dan kerendahan hati penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada: 1. Bapak Prof.Dr.Rambat Nur Sasongko, M.Pd selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu. 2. Dra. Diah Aryulina,M.A.,Ph.D selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu 3. Ibu Dewi Handayani,M.Si. selaku ketua Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Bengkulu dan pembimbing pendamping yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan saran, arahan dan koreksi selama penyusunan skripsi ini. 4. Bapak Drs. Hermansyah Amir selaku pembimbing akademik yang telah memberikan bimbingan dan nasehat selama penulis menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Kimia. 5. Bapak Dr. Sumpono,M.Si. selaku pembimbing utama yang telah memberikan bimbingan dan petunjuk selama penelitian dan penyusunan skripsi ini. 6. Bapak Drs. Amrul Bahar, M.Pd selaku dosen penguji yang telah memberikan kritik dan saran sebagai perbaikan demi kesempurnaan skripsi ini. 7. Bapak I Nyoman Chandra, M.Sc selaku dosen penguji yang telah memberikan kritik dan saran sebagai perbaikan demi kesempurnaan skripsi ini. viii
9 8. Bapak dan ibu Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu, yang telah membekali penulis dengan ilmu serta telah membimbing dan memberi arahan selama perkuliahan. 9. Bapak Awaludin,S.Pd selaku kepala sekolah SMKN 2 Kota Bengkulu yang telah memberikan kesempatan bagi peneliti untuk mengadakan penelitian yang bapak pimpin. 10. Bapak Muhammad Dais, S.Pd, selaku guru mata pelajaran Kimia kelas X TPMI SMKN 2 Kota Bengkulu dan siswa kelas XTPMI yang telah berpartisipasi secara langsung sehingga penelitian berjalan dengan lancar. 11. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Mungkin dalam penulisan dan penyusunan skripsi ini masih terdapat kesalahan, oleh sebab itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan di masa yang akan datang. Akhirnya penulis juga berharap semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi pembaca. Bengkulu, November 2013 Penulis ix
10 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii HALAMAN PERSETUJUAN... iii LEMBAR PERNYATAAN... iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN... v KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABE L... xi DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR LAMPIRAN... xiii ABSTRAK... xiv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Rumusan masalah Batasan masalah Tujuan penelitian Manfaat penelitian Definisi operasional... 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Belajar Mengajar Hasil Belajar Aktivitas Belajar Strategi Pembelajaran Aktif Strategi Firing Line Strategi Firing Line yang Dimodifikasi Konsep Mol Penelitian yang Relevan Kerangka Berpikir BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian Subjek penelitian Prosedur Penelitian Instrumen Penelitian Teknik Pengumpulan Data Teknik analisis data Indikator Keberhasilan Penelitian BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil penelitian Refleksi Awal Siklus I Siklus II x
11 4.1.4 Sikus III Pembahasan Hasil Belajar Hasil Observasi Aktivitas Guru dan Siswa BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN xi
12 DAFTAR TABEL Tabel 1. Nilai Rata-rata Ujian Blok Mata Pelajaran Kimia... 1 Tabel 2. Interval Kategori Penilaian Observasi Aktivitas Guru Tabel 3. Interval Kategori Penilaian Observasi Aktivitas Siswa Tabel 4. Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I Tabel 5. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Tabel 6. Hasil Belajar Siklus I Tabel 7. Hasil Refleksi Siklus I Tabel 8. Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II Tabel 9. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Tabel 10. Hasil Belajar Siklus II Tabel 11. Hasil Refleksi Siklus II Tabel 12. Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus III Tabel 13. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus III Tabel 14. Hasil Belajar Siklus III xii
13 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Kerangka Berpikir Penelitian Gambar 2. Siklus Penelitian Gambar 3. Grafik Hasil Belajar Siswa Gambar 4. Grafik Aktivitas Guru dan Siswa xiii
14 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus Lampiran 2 RPP Siklus I Lampiran 3 RPP Siklus II Lampiran 4 RPP Siklus III Lampiran 5 Skenario Pembelajaran Siklus I Lampiran 6 Skenario Pembelajaran Siklus II Lampiran 7 Skenario Pembelajaran Siklus III Lampiran 8 Soal Post Tes Siklus I Lampiran 9 Soal Post Tes Siklus II Lampiran 10 Soal Post Tes Siklus III Lampiran 11 Jawaban Soal Post Tes Siklus I Lampiran 12 Jawaban Soal Post Tes Siklus I Lampiran 13 Jawaban Soal Post Tes Siklus III Lampiran 14 Lembar Observasi Aktivitas Guru Lampiran 15 Kriteria Penilaian Lembar Observasi Aktivitas Guru Lampiran 16 Analisis Data Observasi Aktivitas Guru Siklus I,II,III Lampiran 17 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Lampiran 18 Kriteria Penilaian Lembar Observasi Aktivitas Siswa Lampiran 19 Analisis Data Observasi Aktivitas Siswa Siklus I,II,III Lampiran 20 Daftar Nama Siswa Kelas X TPMI Lampiran 21 Daftar Nama Kelompok Lampiran 22 Gambar Pelaksanaan Penelitian Lampiran 23 Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus I Lampiran 24 Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus II Lampiran 25 Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus III Lampiran 26 Analisis Data Hasil Tes Siklus I Lampiran 27 Analisis Data Hasil Tes Siklus II Lampiran 28 Analisis Data Hasil Tes Siklus III Lampiran 29 Surat Izin Penelitian Lampiran 30 Surat Keterangan Selesai Penelitian Lampiran 31 Riwayat Hidup xiv
15 PENERAPAN STRATEGI FIRING LINE YANG DIMODIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN KIMIA DI KELAS X TPMI SMKN 2 KOTA BENGKULU ( Penelitian Tindakan Kelas) Resi Oktiani, Dewi Handayani, Sumpono ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X TPMI SMKN 2 Kota Bengkulu pada pokok bahasan Konsep Mol dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe firing line. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus, yang terdiri atas 4 tahap yaitu: (1) pereencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X TPMI. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan non tes, yang terdiri dari posttest dan lembar observasi siswa dan guru. Data diolah dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif yaitu nilai total setiap siswa, nilai rata-rata, persentase daya serap ketuntasan belajar dan rata-rata skor pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kimia dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe firing line dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa. Untuk hasil belajar dapat dilihat pada siklus I: nilai rata-rata sebesar 68,75, persentase daya serap klasikal 68,75%, dan ketuntasan belajar klasikal 70 %. Pada siklus II nilai rata-rata sebesar 70,5, persentase daya serap klasikal 70,5%, dan ketuntasan belajar klasikal 75%. Pada siklus III nilai rata-rata sebesar 73,5, persentase daya serap klasikal 73,5%, dan ketuntasan belajar klasikal 85%. Untuk aktivitas siswa hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I skor rata-rata sebesar 21 kategori cukup, siklus II sebersar 27 dengan kategori baik dan siklus III sebesar 33 dengan kategori baik. Kata kunci: Strategi Firing Line, Hasil Belajar, Aktivitas Belajar xv
16 IMPLEMENTATION MODIFIED FIRING LINE STRATEGY FOR INCREASING STUDENT ACTIVITIES AND LEARNING ACHIEVEMENT IN CHEMISTRY LEARNING AT CLASS OF X TPMI SMKN 2 BENGKULU CITY (Clasroom action research) Resi Oktiani, Dewi Handayani, Sumpono ABSTRACT This study aims to improve learning achievement and student learning activities at class of X TPMI SMKN 2 Bengkulu city on chemical subject of Mol Concept using active learning with modified firing line strategy. This research was a classroom action research that implemented by three cycles consist of 4 stages such planning, action, observation, reflection. Data was collected by test used post-test for cognitive learning and by non-test used teacher and student activities observation sheet. According to analysis results data research, can be conclude that implementation active learning with modified firing line strategy can improve chemical learning achievement and student activities. In cycle I, average value is 68,75 with classical absorption is 68,75 and classical learning completeness is 70%. In cycle II, average value is 70,5, classical absorption is 70,5 and classical learning completeness 75%. In cycle III average value is 73,5, classical absorption 73,5 and classical learning completeness 85%. Average score of activities students was increased in every cycle. Average core activities students in cycle I is 21 with enaugh category, in cycle II is 27 with good category and in cycle III is 33 with good category. Keywords : Strategi Firing Line, Learning Achievement, Learning Activities xvi
17 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang SMK Negeri 2 Kota Bengkulu adalah salah satu sekolah menengah kejuruan di kota Bengkulu dengan jurusan teknologi dan industri yang dibagi lagi menjadi beberapa bidang keahlian yaitu mesin, elektro dan bangunan. Sebagai sekolah kejuruan tentunya perhatian pihak sekolah maupun siswa lebih cenderung ke mata pelajaran kejuruan. Hal ini sejalan dengan visi SMK yaitu sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan kejuruan teknologi yang mempersiapkan tenaga terampil tingkat menengah (profesional) di bidangnya. Namun sebagai pengetahuan pendukung di SMK juga mempelajari beberapa mata pelajaran diluar mata pelajaran kejuruan, salah satunya adalah pelajaran kimia. Jika dalam mata pelajaran jurusan siswa secara umum menunjukkan minat yang besar lain halnya dengan pelajaran kimia. Berikut ini di sajikan data hasil belajar siswa untuk mata pelajaran kimia: Tabel 1. Nilai Rata-rata Ujian Blok Mata Pelajaran Kimia SMK N 2 Kota Bengkulu tahun ajaran 2011/2012 Kelas No Pokok bahasan X TLAS X TFL X TPMI X TP 1 X TP 2 1 Konsep materi dan 65,33 67,45 68,41 76,7 75 perubahan 2 Konsep penulisan 60,47 65,53 67,17 73,3 74,6 lambang unsur, senyawa dan bentuk molekul, persamaan reaksi dan hukum-hukum dasar kimia 3 Konsep mol dan 40,23 55,32 45,5 60,3 67,5 Stoikiometri 4 Struktur atom dan sifatsifat periodik 67,37 65, ,3 74,2 Berdasarkan hasil observasi awal dan ditunjang data hasil belajar siswa pada pelajaran kimia di peroleh informasi bahwa aktivitas belajar siswa terhadap pelajaran kimia sangat rendah dikarenakan kurangnya variasi kegiatan pembelajaran dan aktivitas belajar di kelas yang masih berpusat kepada guru 1
18 sehingga siswa kurang aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa yang juga masih rendah. Salah satu strategi belajar mengajar yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan adalah strategi pembelajaran aktif. Strategi pembelajaran aktif adalah salah satu strategi belajar mengajar yang menuntut keaktifan serta partisipasi siswa dalam setiap kegiatan belajar seoptimal mungkin sehingga siswa mampu mengubah tingkah lakunya secara efektif dan efisien (Hamdani,2011) Terdapat banyak tipe strategi pembelajaran aktif salah satunya adalah strategi firing line. Silberman (2012) dalam bukunya yang berjudul Pembelajaran aktif: 101 cara belajar siswa aktif menyatakan bahwa strategi firing line adalah strategi belajar berpasangan dengan format gerakan cepat yang dapat digunakan untuk tujuan mengetahui kemampuan siswa dalam pemahaman materi. Peserta didik mendapat kesempatan untuk merespon secara cepat. Strategi ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar tanggapan (feedback) siswa terhadap materi yang telah diajarkan oleh guru pada saat pemberian materi. Selain itu strategi Firing line oleh Hamruni (2009) didefinisikan sebagai strategi yang diformat menggunakan pergerakan cepat yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti testing dan bermain peran yang menghendaki pergantian secara terus menerus dari kelompok. Peserta didik mendapat kesempatan untuk merespons secara cepat pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan/ tipe tantangan yang dimunculkan. Kelebihan dari metode firing line ini adalah Metode ini dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran karena siswa bergerak untuk menyelesaikan suatu soal. Metode ini akan lebih meningkatkan pemahaman siswa karena siswa dituntut untuk menyelesaikan soal-soal yang berbeda. Metode ini dapat meningkatkan kerjasama dan rasa menghargai ketika mereka berdiskusi atas jawaban dari teman kelompoknya. Selain kelebihan metode ini juga mempunyai kelemahan yakni jika siswa yang kurang bergairah dalam belajar, maka ia tidak akan dapat mengikuti prosedur metode ini dengan baik, karena metode ini menuntut siswa untuk bergerak dan merespon pertanyaan yang diajukan. Metode 2
19 ini menuntut guru bisa membagi waktu dengan baik karena dalam menyajikan materi dan pelaksaan dibutuhkan pengaturan waktu yang baik. Strategi ini juga dapat diterapkan untuk meningkatkan aktivitas siswa karena dalam proses firing line siswa dituntut untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran. Namun kekurangan dalam strategi ini adalah terdapat sedikit kevakuman pada sebagian siswa dalam pelaksanaannya sehingga di perlukan modifikasi untuk hasil yang lebih optimal. Berdasarkan latar belakang di atas peneliti melakukan penelitian dengan menerapkan strategi firing line yang dimodifikasi untuk bisa meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pelajaran kimia yang berjudul Penerapan Strategi Firing Line yang dimodifikasi untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa dalam Pelajaran Kimia di Kelas X TPMI SMKN 2 Kota Bengkulu. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini, yaitu : 1. Bagaimana peningkatan hasil belajar kimia siswa di kelas X TPMI SMK Negeri 2 Kota Bengkulu dengan penerapan strategi firing line yang dimodifikasi pada pokok bahasan konsep mol? 2. Bagaimana peningkatan aktivitas siswa kelas X TPMI SMK Negeri 2 Kota Bengkulu pada proses pembelajaran dengan penerapan strategi firing line yang dimodifikasi pada pokok bahasan konsep mol? 1.3 Batasan Masalah Pembatasan masalah diperlukan agar penelitian ini lebih efektif, efisien dan terarah. Adapun hal-hal yang membatasi penelitian ini, yaitu : 1. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X TPMI SMK Negeri 2 Kota Bengkulu tahun ajaran 2012/ Mata pelajaran yang diteliti adalah kimia pada pokok bahasan konsep mol. 3. Ruang lingkup yang dinilai adalah aktivitas dan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil belajar kognitif berupa nilai post tes. 3
20 4. Aktivitas siswa dapat dilihat pada proses belajar mengajar dengan menerapkan strategi firing line yang dimodifikasi. 1.4 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk meningkatkan hasil belajar kimia kelas X TPMI SMK Negeri 2 Kota Bengkulu melalui penerapan strategi firing line yang dimodifikasi pada pokok bahasan Konsep Mol. 2. Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X TPMI SMK Negeri 2 Kota Bengkulu melalui penerapan strategi firing line yang dimodifikasi pada pokok bahasan Konsep Mol. 1.5 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat pada pembelajaran kimia, yaitu: 1. Bagi guru a) Guru diharapkan dapat menerapkan strategi firing line yang dimodifikasi dikelas untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih interaktif. b) Sebagai salah satu alternatif upaya peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar disekolah. 2. Bagi siswa a) Dapat meningkatan hasil belajar kimia siswa b) Dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran kimia. 3. Bagi sekolah Memberikan sumbangan pemikiran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran disekolah dengan strategi pembelajaran aktif. 4. Bagi peneliti Dapat memperoleh pengalaman langsung dalam melakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan strategi firing line yang dimodifikasi. 4
21 1.6 Definisi Operasional 1. Strategi pembelajaran aktif (active learning) adalah suatu proses pembelajaran dengan maksud untuk memberdayakan peserta didik agar belajar dengan menggunakan berbagai cara atau strategi secara aktif. Pembelajaran didominasi oleh peserta didik. 2. Strategi firing line merupakan format yang cepat dan dinamis yang bisa digunakan untuk berbagai macam tujuan, misalnya menguji dan memerankan suatu lakon. Formasi ini menampilkan pasangan secara bergilir. Siswa mendapat peluang untuk merespon dengan cepat terhadap pertanyaanpertanyaan yang diajukan secara bertubi-tubi atau jenis tantangan lain ( Silberman, 2012) 3. Aktivitas belajar didefinisikan berbagai aktivitas yang diberikan pada pembelajaran dalam situasi belajar mengajar (Hamalik, 2007). 4. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar (Sudjana, 2006). 5
22 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Belajar Mengajar Pengertian belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Daryanto,2010). Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan, dan sikap. Belajar dimulai dari manusia lahir sampai hayat (Baharuddin, 2007). Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2010). Belajar pada dasarnya bertumpu pada kegiatan memberi kemungkinan pada peserta didik agar terjadi proses yang lebih efektif, untuk dapat mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan. Adapun peningkatan suatu prestasi peserta didik dapat ditafsirkan sebagai kualitas ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan dari pembelajaran yang meliputi tiga aspek, yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Menurut Umar, mengajar diartikan sebagai aktivitas mengarahkan, memberikan kemudahan bagaimana cara menemukan sesuatu (bukan memberi sesuatu) berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh pelajar (Rahmadania, 2008). Menurut Sudjana, mengajar juga dapat diartikan sebagai proses memberikan bimbingan atau bantuan kepada siswa dalam melakukan proses belajar (Zain, 2002). Mengajar pada hakikatnya merupakan suatu proses mengatur dan mengorganisasikan lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar. Proses belajar itu terjadi secara internal dan bersifat pribadi dalam diri siswa, agar proses belajar tersebut mengarah pada tercapainya tujuan dalam kurikulum maka guru harus merencanakan dengan seksama dan sistematis berbagai pengalaman belajar yang memungkinkan perubahan tingkah laku siswa sesuai dengan apa yang diharapkan. 6
23 Agar proses belajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien maka untuk mendukung proses belajar ini digunakan salah satu strategi pembelajaran aktif (active learning) yaitu strategi firing line yang dimodifikasi. 2.2 Hasil Belajar Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006), hasil belajar adalah hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan mengajar. Perubahan sebagai hasil proses belajar mengajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti, pengetahuan, pemahaman, dan sikap. Sudjana (2006) mengemukakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah memperoleh pengalaman belajarnya. Dalam proses belajar diharapkan terjadi perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar yang ditunjukkan oleh prestasi belajar siswa sebagai orang yang berproses. Menurut Bajar dalam Rahmadaniah (2008) hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang diharapkan sebagaimana telah dirumuskan dalam tujuan instruksional umum dan khusus. Hasil belajar menjadi tolak ukur untuk menentukan keberhasilan siswa dalam memahami suatu materi pelajaran, dimana hasil belajar ini dapat berupa keterampilan, nilai dan sikap setelah siswa mengalami proses belajar. Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Faktor dari dalam terutama kemampuan yang dimilikinya. Kemampuan siswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Sedangkan faktor lingkungan juga sangat menentukan keberhasilan siswa, salah satu faktor lingkungan yang sangat dominan adalah kualitas pengajaran di kelas. Yang dimaksud dengan kualitas pengajaran adalah tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses belajar mengajar yang berlangsung. Oleh karena itu, hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan kualitas pengajaran (Sudjana, 1995). Ada beberapa petunjuk yang menyatakan bahwa suatu proses belajar mengajar berhasil, yaitu : 7
24 1. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun secara kelompok. 2. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran instruksional khusus (TIK) telah dicapai oleh siswa, baik secara individual maupun kelompok. Dalam proses belajar mengajar perlu dilakukan evaluasi untuk menilai keberhasilan proses belajar mengajar, sehingga dapat dikatakan belum atau sudah berhasil. Evaluasi yang menjadi tolak ukur keberhasilan belajar adalah hasil belajar siswa. Hasil belajar merupakan suatu kemampuan internal yang telah menjadi pribadi seseorang dan memungkinkan orang itu melakukan sesuatu atau memberikan prestasi tertentu. 2.3 Aktivitas belajar Aktivitas merupakan segala tingkah laku siswa pada saat mengikuti belajar mengajar. Aktivitas merupakan hal yang penting dalam interaksi belajar. Tanpa adanya aktivitas, proses belajar mengajar tidak akan berlangsung dengan baik, karena pada prinsipnya belajar adalah berbuat, learning by doing sehingga setiap orang yang belajar dituntut untuk aktif. Tidak ada belajar tanpa aktivitas. Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip atau asa yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar (Sardiman, 2006). Belajar menurut Hamalik (2010), adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Aspek tingkah laku tersebut adalah pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, etis atau budi pekerti dan sikap. Jika seseorang telah belajar maka akan terlihat terjadinya perubahan pada salah satu atau beberapa aspek tingkah laku tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar adalah segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar. Aktivitas yang dimaksudkan di sini penekanannya adalah pada siswa, sebab dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terciptalah situasi belajar aktif. 2.4 Strategi pembelajaran Aktif (pembelajaran aktif) Secara umum strategi dapat diartikan sebagai rencana tindakan yang terdiri atas seperangkat langkah untuk memecahkan masalah atau untuk mencapai tujuan 8
25 tertentu. Dalam konteks pengajaran strategi dapat diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan (Djamarah,dkk, 2006). Menurut Kemp, strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Sanjaya, 2008). Menurut Zaini (2008), pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif. Pembelajaran aktif dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itu pembelajaran aktif juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/anak didik agar tetap tertuju pada proses pembelajaran. Dalam pembelajaran aktif, siswa harus mengerjakan banyak tugas. Mereka harus menggunakan otak, mengkaji gagasan, memecahkan masalah, dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajar aktif harus gesit, menyenangkan, bersemangat dan penuh gairah. Strategi pembelajaran aktif dimaksudkan untuk mengoptimalkan semua potensi anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Pembelajaran ini pada dasarnya berusaha untuk memperkuat dan memperlancar stimulus dan respon anak didik dalam pembelajaran sehingga proses pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan dan tidak menjadi hal yang membosankan bagi mereka. 2.5 Strategi Firing Line Strategi firing line merupakan salah satu strategi dengan format yang cepat dan dinamis yang bisa digunakan untuk berbagai macam tujuan, misalnya menguji dan memerankan suatu lakon. Formasi ini menampilkan pasangan secara bergilir. Siswa mendapat peluang untuk merespon dengan cepat terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara bertubi-tubi atau jenis tantangan lain. Pada buku Pembelajaran aktif 101 cara belajar siswa aktif karya Melvin L. 9
26 Silberman (2012). Di jelaskan langkah-langkah sederhana pembelajaran aktif tipe firing line yaitu : 1. Menentukan tujuan dengan garis lingkaran, diantaranya : Siswa dapat menguji atau melatih satu sama lain. Siswa mampu memerankan peran situasi yang di tugaskan kepadanya. Siswa dapat mengajar satu sama lain. Siswa dapat mewawancarai yang lain untuk memperoleh pandangan dan opini. 2. Memisahkan kursi-kursi itu ke dalam kelompok-kelompok tiga sampai lima pada setiap baris. 3. Membagi kepada setiap X sebuah kartu yang berisi tugas di mana dia akan mengintruksikan kepada siswa Y di hadapannya untuk merespons. 4. Memberi kartu yang berbeda kepada setiap anggota X dari satu kelompok. 5. Memulai tugas pertama setelah periode waktu yang singkat umumkan bahwa waktu untuk semua peserta Y untuk memindahkan satu kursi ke kiri atau ke kanan dalam kelompok. Jangan pindahkan kursi X. Perintahkan teman X atau ke kanan dalam kelompok. Jangan pindahkan Y dihadapannya. Teruskan untuk sebanyak mungkin tugas yang berbeda yang telah tersedia. Suatu strategi pembelajaran tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. Adapun kelebihan strategi firing line adalah sebagai berikut: 1. Dalam belajar siswa melibatkan lebih dari satu inderanya. Proses pembelajaran setidaknya melibatkan indera penglihatan dan pendengaran. Memerlukan vokal atau berbicara. Karena dalam hal ini siswa dituntut aktif dan seimbang. 2. Keterpaduan antara olah pikir, olah fisik dan olah rasa. Siswa diarahkan untuk mampu bertanya dan menjawab untuk melaksanakan siswa perlu berpikir dan berusaha menyiapkannya. Olah fisik dilakukan dengan berpindah dari kelompok yang lain untuk memberi dan mendapatkan informasi. Siswa lebih semangat, merasa belajarnya bebas tapi pasti dan terarah. Selain itu terdapat olah rasa. Siswa akan mendapatkan makna dalam hatinya, perasaan nyaman atau tidak ketika berada dalam kelompok yang berbeda-beda. Keterpaduan ini akan menjadi belajar lebih bermakna. 3. Kerjasama yang baik dan kebermaknaan belajar. Dalam belajar yang dilaksanakan berkelompok pastilah memerlukan kerjasama. Hal ini dilakukan dengan tujuan kelompok tersebut akan menjadi yang terbaik. Sehingga kesan 10
27 pembelajaran semakin bermakna yang diperoleh dalam proses kerjasama dalam kelompok. 4. Merangsang siswa untuk selalu bersaing sehat dalam belajar. Tidak dapat di pungkiri dalam kelas pastilah terdapat kompetisi atau persaingan. Dengan pembelajaran nyaman, aktif menyenangkan, terarah dan pasti peserta didik akan merasakan telah mendapat sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya sehingga kebutuhannya akan belajar merasa dipenuhi. Dengan demikian mereka terangsang untuk mendapatkan kepuasan hati tersebut. Disamping memiliki kelebihan firing line juga memiliki kelemahan, diantaranya : 1. Memerlukan waktu yang lebih. 2. Bagi siswa yang pemalu, kurang vokal dan kurang aktif (fisik) tipe ini kurang sesuai. Sebagaimana ketentuan-ketentuan di atas yang harus dipenuhi. 3. Terdapat sedikit kevakuman bagi siswa yang memberikan pertanyaan sehingga memerlukan variasi dalam pelaksanaannya. 2.6 Strategi Firing line yang dimodifikasi Berdasarkan pemaparan diatas yang menyebutkkan bahwa terdapat kevakuman pada sebagian siswa (pemberi soal) dalam kegiatan firing line sehingga untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal maka diperlukan modifikasi dalam pelaksanaanya yaitu sebagai berikut: Langkah-langkah pelaksanaan firing line yang dimodifikasi: 1. Menentukan tujuan yaitu agar siswa bisa saling memberi dan merespon pertanyaan yang diberikan kepadanya dan bertukar pendapat dalam kelompoknya. 2. Siswa dibagi dalam kelompok yang berjumlah 4 orang pada tiap kelompoknya secara heterogen dengan formasi duduk berhadapan. 3. Masing-masing siswa di instruksikan untuk membuat sebuah pertanyaan beserta penyelesaiannya tentang materi yang baru saja di pelajari dalam waktu 5 menit. 11
28 4. Menginstruksikan kepada siswa untuk saling bertukar pertanyaan dengan siswa yang duduk dihadapannnya dan menyelesaikan pertanyaan dalam waktu 5 menit. 5. Menginstruksikan kepada siswa untuk saling bertukar pertanyaan dengan siswa yang duduk di sebelah siswa di hadapannnya dan menyelesaikan pertanyaan dalam waktu 5 menit. 6. Menginstruksikan kepada siswa untuk saling bertukar pertanyaan dengan siswa yang duduk sebelahnya dan menyelesaikan pertanyaan dalam waktu 5 menit. 7. Siswa mendiskusikan jawaban dari semua soal yang telah dibuat dan membuat laporan kelompok berdasarkan pertanyaan dan jawaban yang telah dikerjakan. 8. Semua kelompok mempresentasikan laporan didepan kelas. 2.7 Konsep Mol 1. Mol Mol menyatakan jumlah partikel (atom, molekul, atau ion) dalam zat, yang dinyatakan dalam mol. Satu mol mengandung jumlah partikel yang sama dengan jumlah partikel dalam 12,0 g C-12, yakni 6,02 x partikel. Nilai ini dikenal sebagai Bilangan Avogadro (NA). Oleh karena partikel zat dapat berupa atom, ion atau molekul, maka jumlah partikel dalam suatu zat tergantung dari jenis zat. a. 1 mol unsur karbon (C) mengandung 6,02 x atom C. b. 1 mol senyawa molekul air (H 2 O) mengandung 6,02 x molekul H 2 O. Hubungan antara jumlah mol (n) dan jumlah partikel (X) dalam zat dapat dirumuskan sebagai berikut : n = X 23 6,02 x 10 partikel / mol Contoh : 1. Suatu sampel gas Cl 2 mengandung 1,505 x partikel. Hitung jumlah mol sampel Cl 2 tersebut. Jawab : 12
29 Mol gas Cl 2 : n = n = X 23 6,02 x 10 partikel / mol 1,505x10 6,02 x partikel partikel / mol = 0,25 mol 2. Massa molar (m m ) Pada atom atau molekul meski jumlah molnya sama, massanya tentu berbeda, bergantung pada jenisnya. Berapakah massa 1 mol zat? Untuk memahami penentuan massa satu mol zat, perlu perhatikan kembali dua konsep berikut. 1. Standar molar adalah 12 gram C-12. Artinya, massa 1 mol C-12 = 12 gram. 2. Massa atom relatif (A r ) atau massa molekul relatif (M r ) merupakan perbandingan massa antara partikel zat itu dengan atom C-12. Dengan perkataan lain, A r atau M r zat menyatakan massa (gram) dari 1 mol zat itu. Massa molar (m m ) menyatakan massa 1 mol zat, yang dinyatakan dalam g/mol. m m = A r atau M r dalam g/mol Dengan demikian, hubungan jumlah mol (n) dengan massa zat (m) dapat ditulis sebagai berikut: m = n x m m Keterangan : m n m m = massa = jumlah mol = massa molar Contoh : 1. Massa atom relatif (A r ) besi = 56, berarti massa 1 atom Fe : massa 1 atom C-12 = 56 : 12. Oleh karena massa 1 mol C-12 = 12 gram, maka massa 1 mol Fe = 56 x 12 gram = 56 gram Berapa jumlah atom besi (Fe) terdapat dalam 28 gram besi? 13
30 Jawab : a. Jumlah mol dari 28 gram besi : n = m 28g = 1 56gmol m m = 0,5 mol b. Jumlah atom dalam 0,5 mol besi : x = n x L = 0,5 mol x (6,02 x atom mol -1 ) = 3,01 x atom 3. Massa atom relatif (Ar) Perbandingan massa satu atom dengan massa atom standar disebut massa atom relatif (Ar). Karena atom sangat ringan, maka tidak dapat digunakan satuan g dan kg untuk massa atom, maka digunakan satuan massa atom (s.m.a) (Simbol SI adalah u). Salah satu syarat massa standar adalah stabil dan murni. Tetapi karena beberapa atom yang terdapat di alam merupakan campuran dari beberapa isotop dengan kelimpahannya masing-masing, akhirnya pada tahun 1960 berdasarkan kesepakatan internasional ditetapkan karbon-12 atau 12 C sebagai standar dan mempunyai massa atom 12 s.m.a. Karena setiap unsur terdiri dari beberapa isotop, maka definisi massa atom relatif (Ar) diubah menjadi perbandingan massa rata-rata satu atom unsur terhadap massa atom 12 C. Dan 12 C ditetapkan mempunyai massa 12 s. m. a. Setelah diteliti dengan cermat, 1 s. m. a = 1,66 x g dan massa isotop 12 C= 1,99 x g. Jadi massa atom relatif suatu unsur adalah perbandingan massa rata-rata satu atom unsur tersebut terhadap massa satu atom isotop karbon-12 ( 12 C). Karena massa atom relatif (Ar) merupakan perbandingan massa, sehingga tidak mempunyai satuan. 4. Massa molekul relatif (Mr) Massa molekul relative adalah perbandingan massa satu molekul unsur atau senyawa terhadap x massa satu atom karbon-12 14
31 Berdasarkan pengertian bahwa molekul merupakan gabungan atom-atom maka Mr merupakan penjumlahan Ar atom-atom penyusunnya. Mr = Ar contoh: Hitunglah Mr dari NaOH (diketahui Ar Na=23, Ar O=16, Ar H=1) Jawab: Mr NaOH = Ar Na + Ar O + Ar H = = 40 A r atau M r zat menyatakan massa (gram) dari 1 mol zat itu. Massa molar (m m ) menyatakan massa 1 mol zat, yang dinyatakan dalam g/mol. m m = A r atau M r dalam g/mol Dengan demikian, hubungan jumlah mol (n) dengan massa zat (m) dapat ditulis sebagai berikut. n = Keterangan : n = jumlah mol (mol) m = massa (gram) m m = massa molar (g/mol atau g.mol -1 ) 5. Hubungan Mol dengan Volum Molar Gas (V m ) pada Keadaan Standar Hukum Avogadro yang menyatakan bahwa gas-gas bervolum sama mengandung jumlah molekul yang sama pula, saat diukur pada suhu dan tekanan yang sama. Hal ini berarti bahwa gas-gas dengan jumlah molekul sama akan mempunyai volum yang sama pula, asal di ukur pada suhu dan tekanan yang sama. Jadi, volum gas tidak bergantung pada jenisnya, tetapi hanya pada jumlah mol serta suhu dan tekanan pengukuran. Jika diukur pada suhu dan tekanan yang 15
32 sama, volum 1 mol oksigen (O 2 ) sama dengan volum 1 mol karbon dioksida (CO 2 ). Keterangan : V = volum gas n = jumlah mol V m = volum molar Yang perlu diperhatikan : Keadaan Standar yaitu keadaan yang ditentukan pada suhu 0 o C dan tekanan 1 atm. Rumus tang digunakan sebagai berikut: Maka V = n x V m Pada keadaan STP : V m = 22,4 liter mol -1 n = Contoh : 1. Berapakah volum dari 0,2 mol karbon dioksida jika diukur pada keadaan standar (STP)? Jawab : Volum dari 0,2 mol CO 2 pada keadaan standar yaitu: V = n x V m = 0,2 mol x 22,4 liter mol -1 = 4,48 liter 6. Volum Molar Gas (V m ) pada Keadaan Bukan Standar Hukum Avogadro yang menyatakan bahwa gas-gas bervolum sama mengandung jumlah molekul yang sama pula, saat diukur pada suhu dan tekanan yang sama. Hal ini berarti bahwa gas-gas dengan jumlah molekul sama akan mempunyai volum yang sama pula, asal diukur pada suhu dan tekanan yang sama. Jadi, volum gas tidak bergantung pada jenisnya, tetapi hanya pada jumlah mol serta suhu dan tekanan pengukuran. Jika diukur pada suhu dan tekanan yang 16
33 sama, volum 1 mol oksigen (O 2 ) sama dengan volum 1 mol karbon dioksida (CO 2 ). Keterangan : V = volum gas n = jumlah mol V m V = n x V m = volum molar Ada beberapa keadaan yang bukan stantar yang perlu diperhatikan : a. Keadaan Kamar (25 o C, 1 atm) Pada keadaan RTP : V m = 24 liter mol -1 maka n = b. Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan Tertentu Lainnya Persamaan gas ideal :PV = nrt V = nrt P Keterangan : P = tekanan gas (dalam atm) V = volum gas (dalam liter) n = jumlah mol gas R = tetapan gas (0,082 L atm mol -1 K -1 ) T = suhu mutlak gas (dalam Kelvin = 273+suhu Celcius) c. Membandingkan Dua Jenis Gas ( V n ) gas A = ( V n ) gas B 17
34 keterangan : n = jumlah mol V = volum Contoh : 1. Berapakah volum dari 0,2 mol karbon dioksida jika diukur pada : 1. Keadaan kamar (RTP)? o C, 1 atm? 3. T,P tertentu di mana 1 mol oksigen = 25 liter? Jawab : a. Volum dari 0,2 mol CO 2, V = n x V m = 0,2 mol x 24 liter mol -1 = 4,8 liter b. Volum gas pada 27 o C, 1 atm dihitung dengan rumus : PV = nrt atau V = T = = 300 K V = = nrt P nrt P 0,2molx0,082literatmmol 1atm = 3,075 liter K 1 1 x300k c. Jika 1 mol oksigen = 25 liter, berarti pada T,P tersebut V m = 25 L mol -1 Volum 0,2 mol CO 2 (T,P) = n x Vm 2.8 Penelitian relevan = 0,2 mol x 25 L mol -1 = 5 L Penelitian yang relevan yaitu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh: 1. Asrie Widya Sapitri, dengan judul Efektivitas penerapan metode pembelajaran aktif tipe firing line dalam pembelajaran Dokkai yang menyatakan bahwa penerapan strategi firing line dapat meningkatkan hasil belajar siswa hal ini dilihat dari rata-rata kemampuan siswa sebelum belajar dengan strategi firing line yaitu 65,5 sedangkan nilai rata-rata setelah 18
35 diterapkan strategi firing line menjadi 90,5. Selain meningkatkan hasil belajar strategi firing line juga meningkatkan aktivitas siswa karena siswa dituntut untuk senantiasa berpikir dan bergerak selama pelaksanaan strategi firing line. 2. Nur aini, dengan judul Efektivitas penggunaan metode firing line dengan pendekatan pembelajaran aktif pada materi penamaan senyawa kimia ( suatu eksperimen di MA An-nidham Demak kelas X tahun ajaran 2011/2012) Berdasarkan penelitian diperoleh hasil perhitungan pada kemampuan akhir kelas eksperimen setelah mendapat perlakuan dengan menggunakan metode pembelajaran firing line diperoleh rata-rata 72,00 dan (SD) adalah 11,81, sedangkan untuk kelas kontrol dengan setelah mendapat perlakuan dengan menggunakan pembelajaran konvensional diperoleh rata-rata 64,25 dan (SD) adalah 11,91 dan t hitung = 2,923 dikonsultasikan dengan t tabel pada α = 5 % ( 2) dk = n 1 + n 2 2 = 78 diperoleh t tabel = 1,991. Hal ini menunjukkan bahwa t hitung > t tabel sehingga Ho di tolak dan Ha diterima. Artinya rata-rata hasil belajar yang diajar dengan metode pembelajaran Firing Line lebih baik dari pada rata-rata hasil belajar kimia yang diajar dengan pembelajaran langsung dengan metode ceramah. 19
36 2.9 Kerangka Berpikir INPUT (SISWA) Proses KBM dengan Menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Firing line OUTPUT (HASIL BELAJAR) 1. Pembentukan kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 4 orang. 2. Dalam kelompok siswa duduk berhadapan seperti berikut ini. X X Y Y 3. Guru memulai pelajaran dan menyampaikan materi selama 20 menit. 4. Masing-masing siswa membuat sebuah pertanyaan beserta penyelesaiannya dalam waktu 5 menit. 5. siswa saling bertukar pertanyaan dengan siswa yang duduk dihadapan, disebelah dan disebelah siswa yang duduk dihadapannya kemudian menyelesaikan pertanyaan tersebut dalam waktu masing-masing 5 menit. 6. Siswa pada tiap kelompok mendiskusikan soal beserta jawaban yang dibuat dan disusun dalam bentuk laporan kelompok. 7. Semua kelompok mempresentasikan laporan didepan kelas. 8. penyimpulan materi Guru membimbing siswa melakukan pemantapan konsep dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari, serta guru memberikan penguatan tentang kesimpulan tersebut. 9. Post test Pada akhir pelajaran dilakukan post test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. 10. Penugasan dan persiapan pada materi berikutnya Pembelajaran diakhiri dengan penugasan dan pemberian informasi tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya 1. Siswa mampu memahami konsep materi yang diajarkan. 2. Terjadi pertukaran ide atau informasi di antara anggota kelompok. 3. Siswa dapat belajar memecahkan masalah secara sistematis. 4. Suasana belajar menjadi lebih dinamis sehingga siswa mnejadi lebih aktif. Gambar 1. Kerangka Berpikir Penelitian 20
37 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Suhardjono dalam Arikunto (2009) berpendapat bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru, bekerja sama dengan peneliti atau dilakukan oleh guru sendiri yang juga bertindak sebagai peneliti di kelas atau di sekolah tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktis pembelajaran. Menurut Mulyasa (2010) tahapan-tahapan dalam PTK disetiap siklus terdiri dari: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan tindakan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi. Jenis penelitian ini dipilih dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan penelitian tindakan kelas guru dapat memperbaiki pembelajaran menjadi lebih efektif dan dapat belajar dari pengalamannya sendiri, tidak menggangu kelancaran pembelajaran di kelas karena peneliti sebagai guru melakukan kegiatan belajar mengajar dan pada saat bersamaan peneliti juga melaksanakan kegiatan penelitian. 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas X TPMI SMK Negeri 2 Kota Bengkulu yang berlokasi di Jalan Batang Hari No. 2 Padang Harapan Kota Bengkulu pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 14 Januari- 4 Februari Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TPMI SMK Negeri 2 Kota Bengkulu tahun ajaran 2012/2013. Siswa kelas X TPMI berjumlah 20 orang siswa laki-laki. 3.4 Prosedur Penelitian Penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Reasearch ) terdiri dari tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari 21
38 empat tahap, yaitu 1) Tahap perencanaan (planning), 2) Tahap pelaksanaan tindakan (action), 3) Tahap pengamatan (observation), dan 4) Tahap Refleksi (reflection). Empat tahapan tersebut digambarkan pada bagan berikut: PERENCANAAN REFLEKSI PELAKSANAAN OBSERVASI Gambar 2. Siklus Penelitian Prosedur Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari tiga siklus. Jika indikator keberhasilan yang di tetapkan dalam penelitian ini tercapai, maka penelitian ini di hentikan. Tiap siklus di laksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin di capai, seperti apa yang telah dalam faktor yang diteliti. Adapun uraian kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Refleksi Awal Refleksi awal dilakukan dengan mengadakan obsevasi awal di kelas X TPMI di SMK Negeri 2 Kota Bengkulu. Observasi awal tersebut berupa pengamatan secara langsung dan wawancara terhadap guru mata pelajaran kimia mengenai proses belajar mengajar di dalam kelas selama proses belajar khusus mata pelajaran kimia Siklus I 1. Perencanan Tindakan I a. Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran kimia b. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk pokok bahasan konsep mol. c. Mempersiapkan alat observasi. 22
39 d. Mempersiapkan soal tes akhir (post test) setiap siklus dan kunci jawabannya. 2. Pelaksanaan Tindakan I a) Persiapan guru dan siswa dalam memulai pembelajaran Untuk memulai pembelajaran siswa maupun guru mempersiapkan media/alat yang akan digunakan dalam pembelajaran, kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Sebelum memulai materi pokok guru melakukan apersepsi, untuk mengingatkan kembali tentang materi yang dasar untuk mempelajari materi pokok tersebut. b) Pengelompokkan Siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, pengelompokkan disusun heterogen. Di kelas X TPMI jumlah siswa sebanyak 20 orang. Dalam satu kelompok terdiri dari 4 siswa, sehingga terdapat 5 kelompok. Dalam kelompok siswa disusun saling berhadapan. c) Pembahasan materi oleh guru Strategi firing line yang telah dipelajari dimana soal dan penyelesaian berasal dari siswa sendiri. Pada tahap ini guru menyajikan materi dan kemudian dilanjutkan dengan penerapan strategi firing line yang dimodifikasi. d) Pelaksanaan strategi firing line yang di modifikasi 1. Masing-masing siswa diperintahkan untuk membuat sebuah pertanyaan dan penyelesaiannya dalam waktu 5 menit. 2. siswa saling bertukar pertanyaan dengan siswa yang duduk dihadapannnya dan menyelesaikan pertanyaan dalam waktu 5 menit. 3. siswa saling bertukar pertanyaan dengan siswa yang duduk di sebelah siswa dihadapannnya dan menyelesaikan pertanyaan dalam waktu 5 menit. 4. siswa saling bertukar pertanyaan dengan siswa yang duduk sebelahnya dan menyelesaikan pertanyaan dalam waktu 5 menit. 5. Siswa pada tiap kelompok mendiskusikan soal beserta jawaban yang dibuat dan disusun dalam bentuk laporan kelompok. 6. Semua kelompok mempresentasikan laporan didepan kelas. 23
40 e) Penyimpulan materi Pada akhir pembelajaran, guru membimbing siswa melakukan pemantapan konsep dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari, serta guru memberikan penguatan tentang kesimpulan tersebut. f) Post test Pada akhir pelajaran dilakukan post test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. g) Penugasan dan persiapan pada materi berikutnya Pembelajaran diakhiri dengan penugasan dan pemberian informasi tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya 3. Observasi I a. Melakukan pengamatan terhadap penerapan strategi firing line dimodifikasi yang dilakukan oleh guru dikelas b. Mencatat setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi saat penerapan strategi firing line dimodifikasi 4. Refleksi I a. Menganalisis hasil pengamatan saat melakukan observasi b. Melakukan diskusi dengan guru untuk membahas tentang kelemahankelemahan, serta memberikan saran perbaikan untuk pembelajaran berikutnya c. Menganalisis kelemahan dan keberhasilan saat menerapkan strategi firing line yang dimodifikasi d. Melakukan refleksi terhadap kreativitas peserta didik dalam pembelajaran kimia dengan menerapkan strategi firing line yang dimodifikasi serta melakukan refleksi terhadap hasil belajar peserta didik Siklus II Pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus dua berdasarkan hasil refleksi siklus sebelumnya. Tahapan dalam siklus dua sama dengan siklus satu dan apabila permasalahan belum terselesaikan dilanjutkan ke siklus III. 24
41 3.5 Instrumen Penelitian a) Instrumen test Test merupakan cara atau prosedur yang digunakan dalam rangka pengukuran dan penelitian dibidang pendidikan (Sudijono, 2009). Test yang dilakukan berupa test materi prasyarat ( Pre-test ) dan test Akhir (Pos-test) pada setiap siklus. Pre-test dilaksanakan untuk mengetahui sejauh manakah materi yang akan diajarkan telah dapat dikuasai siswa. Test yang dilakukan dalam penelitian ini berupa test akhir siklus. Test akhir siklus dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa terhadap proses belajar mengajar. Selain itu, test yang dilakukan dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang telah disusun berdasarkan indikator dalam setiap pelaksanaan proses pembelajaran. b) Instrumen non test Terdiri dari lembar observasi pengajaran guru dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. 3.6 Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar test dan lembar observasi. 1. Wawancara Wawancara dilakukan sebelum penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dan kendala apa saja yang dihadapi untuk refleksi awal penelitian. 2. Observasi Lembar observasi yang digunakan adalah lembar pengajaran guru dan lembar observasi aktivitas belajar siswa selama kegiatan pembelajaran. a) Lembar observasi pengajaran guru Lembar observasi pengajaran guru digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan rencana pelaksanaan yang telah dirancang sebelumnya. Lembar observasi ini juga digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar pada siklus selanjutnya. 25
42 b) Lembar observasi kegiatan siswa Lembar obsevasi aktivitas siswa digunakan untuk mengamati aktivitas siswa selama proses kegiatan belajar mengajar. Pengamatan terhadap siswa dilakukan bersamaan sejak kegiatan pembelajaran. 3. Lembar Test Hasil Belajar Lembar test hasil belajar digunakan untuk mengetahui prestasi dari hasil belajar siswa setelah penerapan strategi firing line dimodifikasi. Test yang dilakukan dalam penelitian ini berupa test akhir siklus. 4. Dokumentasi Dokumentasi dalam penelitian ini diambil di SMK Negeri 2 Kota Bengkulu. Teknik dokumentasi yang dilakukan adalah dengan mengambil data nilai ratarata ujian blok mata pelajaran kimia kelas X pada semester II tahun ajaran 2011/ Teknik Analisis Data Data observasi Data observasi digunakan untuk merefleksikan pelaksanaan ketiga siklus. Data di olah secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata skor, skor tertinggi dan kisaran nilai untuk setiap kriteria. Lembar observasi di olah menggunakan persamaan rumus berikut ini : a. rata-rata skor = JumlahSkor JumlahPengamat b. skor tertinggi = jumlah butir observasi x skor tertinggi butir soal c. kisaran nilai untuk tiap kriteria = Keterangan : B (baik), skor nilai = 3 C (cukup), skor nilai = 2 K (kurang), skor nilai = 1 1) Lembar observasi aktivitas guru SkorTertinggiKeseluruhan SkorTertinggiTiapButir Pada lembar observasi aktivitas guru jumlah butir observasi adalah 12, skor tertinggi tiap butir soal adalah 3, maka jumlah skor tertinggi adalah
43 Kisaran nilai untuk setiap kriteria pengamatan : = SkorTertinggiKeseluruhan SkorTertinggiTiapButirObservasi = 36/3 = 12 Tabel 2. Interval Kategori Penilaian Observasi Aktivitas Guru No Nilai rentang Presentasi nilai Kurang Cukup Baik Lembar observasi yang digunakan adalah lembar observasi pengajaran guru dengan menggunakan strategi firing line yang dimodifikasi selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi pengajaran dilakukan bersamaan sejak dimulai kegiatan pembelajaran. Selain itu, lembar observasi ini juga dapat digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar pada siklus selanjutnya. 2) Lembar observasi aktivitas belajar siswa Pada lembar observasi aktivitas siswa jumlah observasi 12, skor tertinggi setiap butir 3, maka jumah skor tertinggi adalah 36. Kisaran nilai untuk setiap kriteria pengamatan : = SkorTertinggiKeseluruhan SkorTertinggiTiapButirObservasi = 36/3 = 12 Tabel 3. Interval Kategori Penilaian Observasi Aktivitas Siswa No Nilai rentang Presentasi nilai Kurang Cukup Baik Lembar observasi yang digunakan adalah lembar obsevasi pengajaran siswa dengan menggunakan strategi firing line yang dimodifikasi selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi pengajaran dilakukan bersamaan sejak dimulai kegiatan pembelajaran. Selain itu, lembar observasi ini juga dapat 27
44 digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar pada siklus selanjutnya Hasil tes Test dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : 1. Nilai rata-rata kelas X = Keterangan : 2. Daya serap klasikal NS Ds = x100% SxNi Keterangan = = jumlah dari skor-skor yang ada = number of cases (banyaknya skor-skor itu sendiri) Ds = daya serap klasikal NS = nilai rata-rata siswa Ni = nilai ideal S = jumlah peserta test 3. Persentasi ketuntasan belajar secara klasikal 1 n KB = x100% N Keterangan = KB = ketuntasan belajar n 1 = jumlah siswa yang mendapat nilai 65 N=jumlah peserta tes (Sudjana, 1995) 3.8 Indikator Keberhasilan Penelitian Indikator keberhasilan penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Tindakan akan di hentikan bila kriteria keberhasilan tindakan telah tercapai. Kriteria keberhasilan tindakan ditetapkan berdasarkan ketuntasan belajar yang ditetapkan oleh sekolah dan berdasarkan pertimbangan penelitian. 28
45 Adapun kriteria keberhasilan tindakan tersebut adalah : 1. Daya serap dikatakan meningkat bila daya serap siswa pada siklus II lebih baik daripada siklus I (DS 1 < DS II < DS III) 2. Aktivitas guru berada pada kriteria baik jika dari hasil observasi aktivitas guru berada pada kisaran skor Aktivitas siswa berada pada kriteria baik jika dari hasil observasi aktivitas siswa berada pada kisaran skor Presentase belajar mengajar dikatakan tuntas apabila 85% siswa memperoleh nilai 65 29
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2013 di kelas X TPMI SMK Negeri 2 Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2012/2013 dengan pokok bahasan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) DISERTAI DISKUSI DAN MEDIA HYPERCHEM UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PADA MATERI IKATAN KIMIA KELAS X 1 SMA ISLAM 1 SURAKARTA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DISERTAI HANDOUT
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DISERTAI HANDOUT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI, KEAKTIFAN, DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI MODEL
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SOMATIC AUDITORY VISUALIZATION INTELLECTUALY (SAVI) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI MANGKUYUDAN NO.2 TAHUN AJARAN 2015/2016 SKRIPSI Oleh:
UPAYA PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION
UPAYA PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) BERBANTUAN MODUL PADA MATERI STOIKIOMETRI SISWA KELAS X-2 SMA ISLAM AHMAD YANI BATANG
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMPULKAN MELALUI
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMPULKAN MELALUI PENERAPAN SCIENTIFIC APPROACH PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS 5 SDN KARANGASEM IV NO. 204 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 SKRIPSI OLEH: SETYARI HERLIA
PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING PERMAINAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 05 METRO SELATAN
PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING PERMAINAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 05 METRO SELATAN Muncarno FKIP Universitas Lampung Email: [email protected]
PENERAPAN METODE VISUAL, AUDITORY, KINESTETHIC (VAK) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 02 TEGALGEDE TAHUN 2015/2016
PENERAPAN METODE VISUAL, AUDITORY, KINESTETHIC (VAK) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 02 TEGALGEDE TAHUN 2015/2016 Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
PENERAPAN METODE MIND MAPPING
PENERAPAN METODE MIND MAPPING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PENGANTAR EKONOMI BISNIS DI SMK N 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI Oleh: DWI SAFRUDIN
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI MEMERANKAN TOKOH DRAMA MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI KELAS V SD NEGERI 1 KEJAWAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari
TESIS SAKAT S.A. NIM
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI MEDIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS 3 SDN SALERO 1 KOTA TERNATE MALUKU UTARA TESIS SAKAT S.A. NIM. 10712251016
XI MIA 2 SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) DENGAN METODE PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA SISWA PADA MATERI POKOK KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN
PENERAPAN READING WORKSHOP
PENERAPAN READING WORKSHOP UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN CERITA ANAK PADA SISWA KELAS V SDN TUNGGULSARI I NO. 72 LAWEYAN SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 SKRIPSI OLEH : FAIQOH DAMAYANTI
IMPLEMENTASI METODE MIND MAP
IMPLEMENTASI METODE MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP LEMBAGA PEMERINTAHAN PUSAT (Penelitian Tindakan Kelas pada Peserta Didik Kelas IV SD Negeri 01 Plosorejo, Matesih, Karanganyar Tahun Ajaran
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN STRATEGI STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN STRATEGI STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA (PTK Pada Siswa Kelas VIII C Semester
Skripsi Oleh : Ahmad Hidayat Fauzi K
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KOGNITIF FISIKA SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN AJARAN 2015/2016 Skripsi Oleh : Ahmad Hidayat Fauzi
SKRIPSI. Oleh : Donny Youngki Rangkuti NIM
` PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW II UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SUB POKOK BAHASAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT SISWA KELAS VII SMP NEGERI DARSONO JEMBER
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI DENGAN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI DENGAN MEDIA ANIMASI POWTOON UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN SISWA KELAS XI AK 2 SMK NEGERI I SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015
THE APPLICATION OF ACTIVE LEARNING STRATEGY INSTANT ASSESSMENT
1 THE APPLICATION OF ACTIVE LEARNING STRATEGY INSTANT ASSESSMENT TYPE TO IMPROVE STUDENT S ACTIVITY AND ACHIEVEMENT ON SUBJECT OF COLLOID CLASS XI IPA 1 SMA Negeri 15 PEKANBARU Nurhayati Fardilla *, Rasmiwetti
PENGGUNAAN MEDIA WAYANG KARTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MENDONGENG PADA SISWA KELAS III SDN TIRTOYOSO NO. 111 SURAKARTA TAHUN AJARAN
PENGGUNAAN MEDIA WAYANG KARTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MENDONGENG PADA SISWA KELAS III SDN TIRTOYOSO NO. 111 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 SKRIPSI Oleh: NANDA SETYANTO K7112157 FAKULTAS
PENERAPAN STRATEGI SNOWBALLING PADA MATERI ATOM, ION, MOLEKUL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 19 SURABAYA
Vol. 3, No. 3, pp. 81-86, September. 2014 PENERAPAN STRATEGI SNOWBALLING PADA MATERI ATOM, ION, MOLEKUL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 19 SURABAYA IMPLEMENTATION OF SNOWBALLING
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN ANALISIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATON
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN ANALISIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATON (GI) PADA MATERI HIDROLISIS KELAS XI MIA 1 SEMESTER GENAP SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN
PENERAPAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY
PENERAPAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY DENGAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI-IIS 6 SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI
SKRIPSI. Oleh: Manan Andrianto NIM
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DUA DIMENSI DALAM PEMBELAJARAN PKN POKOK BAHASAN SISTEM PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IVB SDN KEBONSARI 04 JEMBER SKRIPSI
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X TGB.B SMK NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016
Hannaning dkk : Penerapan pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan
1 PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SUB POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK SISWA KELAS VIII-7 SMP NEGERI 1 KREMBUNG SIDOARJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN STRATEGI TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT)
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN STRATEGI TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 PURWOKERTO SKRIPSI
SKRIPSI. Oleh: Amy Mukaromatun L K
PENERAPAN MODEL KREATIF-PRODUKTIF DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MATERI SUHU, KALOR DAN PERPINDAHAN KALOR UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA KELAS X MIA 2 SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN 2015/2016 SKRIPSI Oleh:
RATIH RAHMAWATI K
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW GUNA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IS 2 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI Oleh: RATIH RAHMAWATI K8412067
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI MEMBILANG BENDA 1-10 MELALUI MEDIA GRAFIS PADA SISWA TUNAGRAHITA KELAS DASAR II SEMESTER I DI SLB BC BINADSIH KARANGANOM KLATEN TAHUN PELAJARAN 2014/2015
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI MODEL INKUIRI DI MA
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI MODEL INKUIRI DI MA Meri Yuniarsih Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bengkulu, Jl. Bandara Fatmawati e-mail: [email protected] Abstract: his study aims to determine
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS III SD NEGERI BALEHARJO 3, SUKODONO, SRAGEN TAHUN AJARAN 2012/2013
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS III SD NEGERI BALEHARJO 3, SUKODONO, SRAGEN TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Oleh: SEMI X7111525 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN MELALUI PERMAINAN BALON ANGKA PADA ANAK KELOMPOK A TK SIWI PENI XI TEGALMULYO TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN MELALUI PERMAINAN BALON ANGKA PADA ANAK KELOMPOK A TK SIWI PENI XI TEGALMULYO TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Oleh: UMI NUSRAH X8110546 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXPLICIT INTSRUCTION DENGAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN PKK SISWA KELAS XI TKK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXPLICIT INTSRUCTION DENGAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN PKK SISWA KELAS XI TKK SMK N 5 SURAKARTA 2014/2015 SKRIPSI Oleh: ERLITHA OKTAVIE K1511012
Riwa Giyantra *) Armis, Putri Yuanita **) Kampus UR Jl. Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru, Pekanbaru
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PENDEKATAN STRUKTURAL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA 6 SMA NEGERI 5 PEKANBARU Riwa Giyantra *) Armis,
JURNAL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika di FKIP Universitas Mataram.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI GARIS DAN SUDUT KELAS VII.F SMP NEGERI 14 MATARAM TAHUN PELAJARAN
SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Setara Satu (S.1) oleh: Efa Kurniasih
1 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS ULASAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) PADA SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 2 PURWOKERTO TAHUN PELAJARAN 2014-2015 SKRIPSI
Dio Roka Pratama Rahayu, Nur Ngazizah, Ashari
Penggunaan Metode Pembelajaran Aktif Type Firing Line untuk Peningkatan Kemampuan Analisis pada Pembelajaran Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Purworejo Tahun Pelajaran 213/214 Dio Roka Pratama Rahayu,
: GARNIS AYU AMALIA K
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON-EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR INTERIOR DAN EKSTERIOR BANGUNAN GEDUNG KELAS XI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BUZZ GROUP
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BUZZ GROUP DENGAN AUTHENTIC ASSESSMENT TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI (Siswa kelas X semester genap SMA Negeri 5 Jember tahun ajaran 2011/2012) SKRIPSI Oleh:
SKRIPSI. Oleh: RIAS ANJANI K
PENGGUNAAN METODE SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMAHAMI ISI CERITA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PESANTREN BANYUMAS TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Oleh: RIAS ANJANI K7110138 FAKULTAS KEGURUAN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING TOGETHER
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING TOGETHER (LT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI POKOK LEMBAGA SOSIAL KELAS XII IPS 2 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SKRIPSI
PENERAPAN MEDIA POP UP BOOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA SISWA KELAS II SDN 1 WONOHARJO KEMUSU BOYOLALI TAHUN AJARAN 2013/2014
PENERAPAN MEDIA POP UP BOOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA SISWA KELAS II SDN 1 WONOHARJO KEMUSU BOYOLALI TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Oleh : DESTA SETYAWAN K7110037 FAKULTAS KEGURUAN
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES SISWA KELAS II B
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES SISWA KELAS II B Hermansyah Trimantara 1 STKIP PGRI Metro Lampung [email protected] ABSTRACT This
PENERAPAN METODE TWO STAY TWO STRAY
i PENERAPAN METODE TWO STAY TWO STRAY SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GLOBALISASI PADA SISWA KELAS IV SDN 01 KLODRAN COLOMADU KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SKRIPSI Oleh: ISNANI AF IDATUNNISA
*
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN IKATAN KIMIA DI KELAS X SMA NEGERI 10 PEKANBARU Sulastri Sibarani
IMPLEMENTASI PEMBERIAN PENGUATAN DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER
IMPLEMENTASI PEMBERIAN PENGUATAN DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB POKOK BAHASAN OPERASI HITUNGBENTUK ALJABAR
SKRIPSI. Oleh: EVY NURYANI K FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
PENERAPAN MIND MAPPING BERBASIS PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SUMBER DAYA ALAM (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV SD N Setono No. 95 Kecamatan Laweyan Tahun Pelajaran
SKRIPSI. Oleh: Wardah Rahmawati
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SPICS (STUDENT CENTERED, PROBLEM BASED, INTEREST, CONFIDENT AND SATISFACTION) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA (KELAS X D SMA NEGERI 2 TANGGUL JEMBER) SKRIPSI
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SD N SOMOITAN TURI SLEMAN TAHUN PELAJARAN
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SD N SOMOITAN TURI SLEMAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI Oleh Ainun Rochmah NPM 09144620041 PROGRAM
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKN SISWA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKN SISWA ARTIKEL Oleh : NI NYOMAN GUNIATI 0914041089 JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGRAAAN FAKULTAS ILMU
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) BERBANTUAN HANDOUT DAN EKSPERIMEN PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN KELAS
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN DKKTGB SISWA X TGB SMK NEGERI 4 SUKOHARJO
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN DKKTGB SISWA X TGB SMK NEGERI 4 SUKOHARJO Dewi Septyarini, Waluyo*), dan Aryanti Nurhidayati*) Program
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG Widya Danu Fadilah 1, Edrizon 1, Hendra Hidayat 1 1
PENINGKATAN KETERAMPILAN BEREKSPERIMEN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA SISWA KELAS IV SDIT NUR HIDAYAH SURAKARTA TAHUN 2015/2016
PENINGKATAN KETERAMPILAN BEREKSPERIMEN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA SISWA KELAS IV SDIT NUR HIDAYAH SURAKARTA TAHUN 2015/2016 SKRIPSI Oleh: LUPITA SUNDARI K7112137 FAKULTAS KEGURUAN
SKRIPSI. Oleh : JUMAKIR NIM : X
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI MEDIA FLASH CARD BAGI SISWA KELAS V C 1 SDLB KALIWUNGU KABUPATEN KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013 SKRIPSI Oleh : JUMAKIR
Akhmad Suyono *) Dosen FKIP Universitas Islam Riau
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X1 PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA YLPI P-MARPOYAN PEKANBARU (Applied
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI DAUR AIR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS V DI SEKOLAH DASAR
i UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI DAUR AIR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS V DI SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat untuk Memperoleh
SKRIPSI. Oleh: Ida Rahmawati NIM
PENERAPAN METODE ACCELERATED LEARNING PADA POKOK BAHASAN PROGRAM LINIER KELAS X JURUSAN AKUNTANSI SMK NEGERI 4 JEMBER SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Oleh: Ida Rahmawati NIM. 110210181007
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 4 SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SKRIPSI Oleh : HURIL
PENINGKATAN KEMAMPUAN
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) (penelitian tindakan kelas pada siswa kelas II SD Negeri Carangan NO. 22 Surakarta tahun
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CONCEPT SENTENCE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA KEMBALI
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CONCEPT SENTENCE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA KEMBALI (PTK pada Peserta Didik Kelas IV SD Negeri Gumpang 3 Sukoharjo Tahun Ajaran 2015/2016)
PENERAPAN PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION
PENERAPAN PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION BERBANTUAN MEDIA PRESENTASI POWER POINT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA TUNAGRAHITA KELAS IV SDLB BINA PUTRA SALATIGA SEMESTER II TAHUN
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI Oleh : ESTY SETYARSIH
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI HIDROKARBON KELAS X SMA NEGERI GONDANGREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHEKS
1 UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHEKS KELAS VIII C SMP NEGERI 2 CILONGOK SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi sebagai
SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Syarat. Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh : AJENG DEWI WULANDARI ( )
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE THE POWER OF TWO PADA SISWA KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI PATIKRAJA SKRIPSI Diajukan Untuk
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERCERITA PENDEK PADA SISWA KELAS III SD NEGERI SEPAT 3, MASARAN, SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SKRIPSI Oleh: SODRI X7111527 FAKULTAS KEGURUAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI PADA SISWA KELAS III SDN 1 KROBOKAN JUWANGI BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Oleh: Antonius Hari Suharto X7109126 FAKULTAS
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA MENULIS PERMULAAN MELALUI MEDIA REALIA SISWA KELAS II SD NEGERI KARANGWARU 1, PLUPUH, SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2012/2013
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA MENULIS PERMULAAN MELALUI MEDIA REALIA SISWA KELAS II SD NEGERI KARANGWARU 1, PLUPUH, SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SKRIPSI Oleh: MULYANI X7111517 FAKULTAS KEGURUAN DAN
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA SISWA KELAS I SD NEGERI KEMASAN I KECAMATAN SERENGAN KOTA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SKRIPSI Oleh : SITI RASYIDAH
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 2 BABADAN TAHUN PELAJARAN
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 2 BABADAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SUMPAH PEMUDA
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SUMPAH PEMUDA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE PADA SISWA KELAS V SD NEGERI NGUTER 01 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI Oleh: I IF ZURAIFAH
PENERAPAN MODEL PBL MELALUI METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA SUHU DAN KALOR KELAS X-5 SMAN GONDANGREJO
PENERAPAN MODEL PBL MELALUI METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA SUHU DAN KALOR KELAS X-5 SMAN GONDANGREJO SKRIPSI Oleh : NIKEN TRI WIDAYATI K 2312049 FAKULTAS KEGURUAN DAN
LILIS DWI RETNANINGTIYAS A
PENGGUNAAN METODE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DEVISION DENGAN ALAT BANTU KARTU SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA KELAS X AKUNTANSI SEMESTER
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI METODE EXAMPLES NON EXAMPLES PADA SISWA KELAS V SDN TAWANG 02 TAHUN 2013 SKRIPSI
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI METODE EXAMPLES NON EXAMPLES PADA SISWA KELAS V SDN TAWANG 02 TAHUN 2013 SKRIPSI Disusun oleh: INDAH WAHYU NINGRUM K7109103 FAKULTAS KEGURUAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA JULI
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS X7 SMA NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 o l e h: MIKE DEVY PERMATASARI K8409039
MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN MOLE CONCEPT APPLICATION (MCA)
MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN MOLE CONCEPT APPLICATION (MCA) Disusun oleh: Afifah Nur Aini Ainun Laras Sati Anggun Yusnia Sari Apriantika Khoirun Ni mah Briliana Hepta Starry S. H. (K3315002) (K3315004) (K3315006)
Konsep Mol. 1. Jumlah Partikel Dalam 1 Mol Zat
Konsep Mol Setiap zat yang ada di alam tersusun atas partikel-partikel bentuk atom, molekul, dan ion. Ukuran dan massa partikel-partikel zat tersebut sangat kecil sehingga kita kesulitan untuk mengukurnya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA SKRIPSI. Oleh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA SKRIPSI diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN HEE (HYPOTHESIS - EXPLORATION - EXPLANATION) UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP GAYA
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN HEE (HYPOTHESIS - EXPLORATION - EXPLANATION) UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP GAYA MATA PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SDN 2 REJOSARI TAHUN AJARAN 2012/2013 Oleh:
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI IMPLEMENTASI
Peningkatan Aktivitas dan... (Dwi Wahyuningsih& Singgih Murwani) 65 PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI IMPLEMENTASI MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SISWA
SKRIPSI. Oleh : Frandika Feri Budianto NIM
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION PADA MATA PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN IDENTITAS BENUA DI KELAS VI SDN JARIT 02 CANDIPURO
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI PERAN TUTOR SEBAYA SISWA KELAS X.A SMA
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI PERAN TUTOR SEBAYA SISWA KELAS X.A SMA PENDAHULUAN Marhamah Saumi, Sanjaya, K. Anom W. FKIP Universitas Sriwijaya, Jalan Raya Palembang-Prabumulih Indralaya Ogan
PENERAPAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN METODE POLYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS VII SMPN 2 KAUMAN
PENERAPAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN METODE POLYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS VII SMPN 2 KAUMAN Oleh : JUNITA SARI NIM 12321583 Skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagian
HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL PENELITIAN
HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL KEPALA BERNOMOR STRUKTUR DI SDN 03 BATUNG Disusun Oleh: RENI FIRMASARI
SKRIPSI. Oleh: KUKUH FAJAR TRAWOCO (K ) FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2016 commit to user
PENINGKATAN SIKAP DAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI MELALUI PENERAPAN MODEL EXAMPLE NON-EXAMPLE PADA SISWA KELAS XI KP SMK MURNI 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 SKRIPSI Oleh: KUKUH FAJAR TRAWOCO
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN INTERAKTIF JURNAL. Oleh NYOMAN TRI YULIANTI MUNCARNO NELLY ASTUTI
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN INTERAKTIF JURNAL Oleh NYOMAN TRI YULIANTI MUNCARNO NELLY ASTUTI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG
UPIK MA RIFATUR RIZQI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
i UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VIIIA SMP DIPONEGORO 7 GUMELAR MELALUI PEMBELAJARAN STAD DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN
PENINGKATAN PEMAHAMAN PENGGOLONGAN BENDA MELALUI
PENINGKATAN PEMAHAMAN PENGGOLONGAN BENDA MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBANTUAN VIDEO INTERAKTIF PADA ANAK KELOMPOK A TK EKA PURI MANDIRI SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Oleh: NOVITA EKA NURJANAH
SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mencapai Derajat Sarjana Strata 1 (S-1) Oleh MAYA KHARISMA
1 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS LAPORAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN PADA SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 2 SUMPIUH BANYUMAS TAHUN AJARAN 2015-2016 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA Susilawati SD Negeri 054931 Batu Melenggang, kab. Langkat Abstract: This classroom action
Diajukan oleh: Dyah Novitasari A
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI STRATEGI MODELING THE WAY DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN 3 CANDISARI TAHUN AJARAN 2015/2016 Skripsi Diajukan untuk
Amalia Karella Pilihan, K. Anom W., Rodi Edi (Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sriwijaya)
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI PENERAPAN MODEL FORMULATE, SHARE, LISTEN, AND CREATE (FSLC) DI KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 9 PALEMBANG Amalia Karella Pilihan, K. Anom W.,
Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) Volume 3, Nomor 3, Juli 2014 ISSN
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick Dengan Diskusi Kelompok Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar TIK Siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Sawan Semester Ganjil Tahun Ajaran 2012/2013 I Gusti
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL PENGEMBANGAN ADVANCE ORGANIZER
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL PENGEMBANGAN ADVANCE ORGANIZER PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 1 BANYUGLUGUR TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI Oleh Siska Rianita
Fefti Asnia, Jejem Mujamil, M. Hadeli, L (Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sriwijaya)
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI IPA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN TIPE ACTIVE KNOWLEDGE SHARING DI SMA NEGERI 2 TANJUNG RAJA Fefti Asnia, Jejem Mujamil, M. Hadeli, L (Program
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus Siswa Kelas XI IPS 2 di SMA Negeri Arjasa Semester Genap
