BAB 2 LANDASAN TEORI
|
|
|
- Inge Hardja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Produksi Akivias produksi sebagai suau bagian dari fungsi organisasi perusahaan yang beranggung jawab erhadap pengolahan bahan baku menjadi produksi jadi yang dapa dijual. Terdapa iga fungsi uama dari kegiaan produksi yang dapa kia idenifikasi, yaiu (Nasuion, 2003): a. Proses produksi, yaiu meode dan eknik yang digunakan dalam mengolah bahan baku menjadi produk. b. Perencanaan produksi, yaiu merupakan indakan anisipasi di masa mendaang sesuai dengan periode waku yang direncanakan. c. Pengendalian produksi, yaiu indakan yang menjamin bahwa semua kegiaan yang dilaksanakan dalam perencanaan elah dilakukan dengan arge yang elah dieapkan. Perencanaan produksi sanga pening bagi perusahaan manufakur seperi PT. KHI Pipe Indusries. Perencanaan produksi yang baik akan mengurangi erjadinya dead sock karena produksi dilaksanakan sesuai dengan kebuuhan pasar Sisem Produksi Menuru Tujuan Operasi Terdapa empa jenis sisem produksi, yaiu (Nasuion, 2003): a. Engineering o Order (ETO), yaiu bila pemesan memina produsen unuk membua produk yang dimulai dari proses perancangannya (rekayasa). b. Assembly o Order (ATO), yaiu bila produsen membua desain sandar, modul-modul opsinya sandar yang sebelumnya dan meraki suau kombinasi erenu dari modul-modul ersebu bisa diraki unuk berbagai ipe produk. c. Make o Order (MTO), yaiu bila produsen menyelesaikan iem akhirnya jika dan hanya jika elah menerima pesanan kondumen unuk iem ersebu. Bila iem ersebu bersifa unik dan mempunyai desain yang dibua menuru pesanan, maka konsumen mungkin bersedia menunggu hingga produsen dapa menyelesaikannya. d. Make o Sock (MTS), yaiu bila produsen membua iem-iem yang diselesaikan dan diempakan sebagai persediaan sebelum pesanan konsumen dierima. Iem akhir ersebu baru akan dikirim dari sisem persediaannya seelah pesanan konsumen dierima. 2.2 Sisem Analisis dan Desain Sisem informasi adalah komponen kompuer yang saling berhubungan yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyediakan informasi yang dibuuhkan unuk menyelesaikan pekerjaan. Dalam mencipakan sisem informasi ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaiu (Sazinger, Jackson, & Burd, 2012): 5
2 6 a. Sisem Analisis Sisem analisis merupakan akivias-akivias yang dilakukan unuk mengeri apa yang harus dapa dicapai oleh sisem baru. b. Sisem Desain Sisem desain adalah rancangan sisem secara deail agar dapa menyelesaikan permasalahan yang diperlukan Unified Modeling Language (UML) Merupakan salah sau cara dalam menggambarkan desain sisem dengan berbasiskan objek. UML adalah kumpulan model dan noasi sandar yang didefinisikan oleh Objec Managemen Group (OMG). Dengan menggunakan UML analys dan end user () dapa mengeri diagram yang digunakan dalam pengembangan sisem. Terdapa beberapa diagram dalam UML, yaiu (Sazinger, Jackson, & Burd, 2012): a. Use Case Diagram Use Case Diagram adalah model grafis yang merangkum informasi enang akor dan use case. Use case erdiri dari empa noasi, yaiu akor, use case, connecing line dan auomaion boundary. b. Aciviy Diagram Gambar 2.1 Conoh Use Case Diagram Sumber: Sazinger, Jackson, & Burd, 2012: 17 Aciviy diagram mendeskripsikan berbagai akivias user, siapa yang melakukan akivias dan uruan dari akivias ersebu.
3 7 Gambar 2.2 Conoh Aciviy Diagram Sumber: Sazinger, Jackson, & Burd, 2012: 18 c. Use Case Descripion Use case descripion adalah deskripsi mengenai proses secara deail dalam use case diagram. Terdapa iga ingka dalam use case descripion, yaiu brief descripion, inermediae descripion dan fully developed descripion. 1. Brief descripion digunakan unuk use case yang sanga mudah. 2. Inermediae-level use case descripion menjelaskan lebih deail brief descripion, ermasuk alur inernal akivias pada use case. 3. Fully developed descripion merupakan meode paling formal dalam mendokumenasikan use case. Pada ingkaan ini semua komponen dijelaskan secara erperinci. Gambar 2.3 Conoh Use Case Descripion Sumber: Sazinger, Jackson, & Burd, 2012: 123
4 8 d. Domain Class Diagram Domain class diagram digunakan unuk menggambarkan kelas objek pada sebuah sisem dan bagaimana hubungan anar seiap kelas objek. Gambar 2.4 Conoh Domain Class Diagram Sumber: Sazinger, Jackson, & Burd, 2012: 16 e. Sequence Diagram Sysem sequence diagram merupakan diagram yang digunakan unuk menggambarkan uruan dari pesan anara akor eksernal dengan sisem selama use case aau skenario. Gambar 2.5 Conoh Sequence Diagram Sumber: Sazinger, Jackson, & Burd, 2012: Decision Suppor Sysem (DSS) DSS adalah sisem informasi berbasis kompuer yang menyediakan informasi yang informaif unuk mendukung manager dalam proses pembuaan kepuusan (O'Brien & Marakas, 2010). Dengan menggunakan DSS, maka dapa membanu PT KHI Pipe Indusries dalam menenukan berapa jumlah produksi
5 yang opimal agar seluruh perminaan dapa erpenuhi. Decision Suppor Sysem erdiri dari empa bagian, yaiu: 1. Model Analiik (Model Maemaik) 2. Daabase 3. Knowledge Managemen 4. User Inerface 2.4 Forecasing Seiap perusahaan yang akan melakukan produksi, pada dasarnya harus dilakukan peramalan, unuk mengeahui jumlah perminaan di masa yang akan daang. Dengan mengeahui jumlah perminaan yang akan daang, maka dapa melakukan penjadwalan proses produksi dan penjadwalan pemesanan barang bagi PT KHI Pipe Indusries, sehingga dapa mengurangi kemungkinan erjadinya kelebihan produksi. Beriku definisi peramalan menuru para ahli: 1. Menuru Arman Hakin Nasuion (2003), Peramalan adalah proses unuk memperkirakan beberapa kebuuhan di masa mendaang yang melipui kebuuhan dalam ukuran kuanias, kualias, waku dan lokasi yang dibuuhkan dalam rangka memenuhi perminaan barang aaupun jasa. Peramalan idak erlalu dibuuhkan dalam kondisi perminaan pasar yang sabil, karena perubahan perminaannya relaif kecil. Teapi peramalan akan sanga dibuuhkan bila kondisi perminaan pasar bersifa komplek dan dinamis. 2. Menuru Teguh Baroo (2002), peramalan digunakan sebagai dasar unuk menenukan kebijakan pengendalian dari sisem persediaan (invenory), membua perencanaan produksi, pembebanan mesin, menenukan kebuuhan mesin, peralaan, bahan, sera unuk menenukan ingka enaga kerja selama periode produksi. 3. Menuru Nahmias (2009), peramalan memainkan peran senral dalam fungsi operasi dari suau perusahaan. Penjualan produk baru dan yang sudah ada, kebuuhan bahan baku, keersediaan bahan baku dan kapasias persyaraan hanya beberapa fakor yang mempengaruhi keberhasilan di masa depan bagi perusahaan Peramalan Perminaan Menuru Arman Hakim Nasuion, peramalan perminaan menjadi masukan yang sanga pening dalam kepuusan perencanaan dan pengendalian perusahaan (Nasuion, 2003). Karena bagian operasional produksi beranggung jawab erhadap pembuaan produk yang dibuuhkan konsumen, maka kepuusan-kepuusan operasi produksi sanga dipengaruhi hasil dari peramalan perminaan. 9
6 Pola Perminaan Seiap jenis perusahaan memiliki jenis pola perminaan yang berbeda pula. Menuru Teguh Baroo, pola perminaan dapa dikeahui dengan membua Scaer Diagram, yaiu pemploan daa hisoris secara inerval waku erenu (Baroo, 2002). Dalam Time Series erdapa empa jenis pola perminaan, yaiu (Baroo, 2002): 1. Pola Trend Bila daa perminaan menunjukkan pola kecenderungan gerakan penurunan aau kenaikan jangka panjang. Daa yang kelihaannya berflukuasi, apabila diliha pada renang waku yang panjang akan dapa diarik suau garis maya. Meode peramalan yang sesuai adalah meode regresi linear, exponenial smoohing, aau double exponenial smoohing. Gambar 2.6 Flukuasi Perminaan Berpola Trend Sumber: Baroo, 2012: Pola Musiman Bila daa yang kelihaannya berflukuasi, namun flukuasi ersebu akan erliha berulang dalam suau inerval waku erenu, maka daa ersebu berpola musiman. Disebu pola musiman karena perminaan ini biasanya dipengaruhi oleh musim, sehingga biasanya inerval pengulangan daa ini adalah sau ahun. Meode peramalan yang sesuai dengan pola musiman adalah meode winer (sanga sesuai), aau moving average aau weigh moving average. Gambar 2.7 Flukuasi Perminaan Berpola Musiman Sumber: Baroo, 2012: 33
7 3. Pola Siklikal Bila flukuasi perminaan secara jangka panjang membenuk pola sinusoid gelombang aau siklus. Pola siklikal mirip dengan pola musiman, pola musiman idak harus berbenuk gelombang, benuknya dapa bervariasi namun wakunya akan berulang seiap ahun, pola siklikal benuknya selalu mirip gelombang sinusoid. Meode yang sesuai bila daa berpola siklikal adalah meode moving average, weigh moving average dan exponenial smoohing. 11 Gambar 2.8 Flukuasi Perminaan Berpola Siklis Sumber : Baroo, 2012: Pola Acak Bila flukuasi daa perminaan dalam jangka panjang idak dapa digambarkan oleh keiga pola lainnya. Flukuasi perminaan bersifa acak aau idak jelas. Tidak ada meode peramalan yang direkomendasikan unuk pola ini. Hanya saja, ingka kemampuan seorang analis peramalan sanga menenukan dalam pengambilan kesimpulan mengenai pola daa, seorang analisis unuk sama mungkin menyimpulkan berpola random dan analisis lainnya menyimpulkan musiman. Jika pola daa acak, maka perlu secara subjekif dalam melakukan peramalan. Gambar 2.9 Flukuasi Perminaan Berpola Acak Sumber: Baroo, 2012: 35 Dengan mengeahui jenis pola perminaan apa yang erdapa pada PT KHI Pipe Indusries, maka dapa dikeahui meode perhiungan forecas yang sesuai unuk PT KHI Pipe Indusries.
8 Meode Forcasing Menuru Baroo, Unuk membua peramalan perminaan harus menggunakan suau meode erenu. Pada dasarnya semua meode peramalan memiliki ide sama, yaiu menggunakan daa masa lalu unuk memperkirakan aau memproyeksikan daa di masa yang akan daang. Meode yang digunakan dalam peneliian ini adalah menggunakan meode Hol, Brown dan Winer. 1. Meode Hol (Double Exponenial Smoohing Double Parameer) S αd + 1 α S G G = ( )( ) =β( S S 1) + ( 1 β) G 1 F = S +, + τ τg Dimana: S = Inercep of period G α β F τ = Slope of period = Smoohing consan of inercep = Smoohing consan for slope = Forecas amoun period = Range of forecas period 2. Meode Brown (Double Exponenial Smoohing Single Parameer) S' = αd + 1 α S' S' ' = αs' + a b = 2S' S' ' α = 1 α ( ) 1 ( 1 α) S' ' 1 ( S' S' ' ) F = a + 1 b 1N Dimana : S' = Single Exponenial Smoohing period ' S' = Double Exponenial Smoohing period α = Smoohing Consan b = Slope a F = Inercep = Forecas amoun period 3. Meode Winer (Exponenial Smoohing Triple Parameer) D S = α + ( 1 α)( S 1 + G 1 ) C N G β S S ) + (1 β G = ( 1 ) 1
9 13 D C = γ + ( 1 γ) C N S F, + τ = ( S -1 + τg -1 ) C τ N Dimana: S G C α β γ F τ N = Series of period = Trend of period = Seasonal of period = Smoohing consan for series = Smoohing Consan for rend = Smoohing Consan for seasonal = Forecas a period = Range of forecas period = Number of he ime series Ukuran Akurasi Hasil Peramalan Besarnya kesalahan peramalan dapa dihiung dengan beberapa cara, seperi (Nahmias, 2009): 1. MSE (Mean Square Error) 2. MAPE (Mean Absolue Percenage Error) Dimana: D = order pada periode F = forecas pada periode n = jumlah periode Dengan menggunakan ukuran-ukuran di aas, maka dapa dikeahui apakah hasil dari perhiungan meode forecasing mendekai dengan kenyaaan yang erjadi di PT KHI Pipe Indusries aau idak. Apabila mendekai dengan kenyaaan, maka meode forecasing ersebu dapa digunakan unuk forecasing pada periode berikunya Karakerisik Peramalan Terdapa beberapa karakerisik peramalan yaiu (Nahmias, 2009): 1. Tidak selalu benar. 2. Semakin banyak perbandingan daa, semakin baik. 3. Agrega forecas lebih akura. 4. Semakin pendek forecas horizon, semakin akura. 5. Perhaikan informasi ambahan.
10 Invenory Menuru Arman Hakim Nasuion, invenory aau persediaan adalah sumberdaya menganggur (idle resources) yang menunggu proses lebih lanju (Nasuion, 2003). Yang dimaksud proses lebih lanju ersebu adalah berupa kegiaan produksi pada sisem manufakur, kegiaan pemasaran pada sisem disribusi aaupun kegiaan konsumsi pangan pada sisem rumah angga. Secara fisik, iem persediaan dapa dikelompokkan dalam lima kaegori menuru Teguh Baroo, yaiu (Baroo, 2002): 1. Bahan Menah (Raw Maerial) 2. Komponen 3. Barang Seengah Jadi (Work in Process) 4. Barang Jadi 5. Bahan Pembanu Invenory Conrol Invenory Conrol adalah pengawasan persediaan, penyimpanan dan akses erhadap produk unuk memasikan pasokan yang cukup anpa berlebihan. Hal ini juga dapa disebu sebagai konrol inernal - prosedur akunansi aau sisem yang dirancang unuk meningkakan efisiensi aau menjamin pelaksanaan kebijakan aau menjaga ase aau menghindari penipuan dan kesalahan. Fungsi invenory conrol adalah menghiung lo size dan mencari alernaif dengan biaya erkecil. Ada lima cara unuk mencari pengeluaran dalam invenory conrol, yaiu (Nahmias, 2009): 1. EOQ Lo Sizing EOQ lo sizing merupakan meode yang ermudah dan mendasar dalam invenory model. Pada EOQ lo sizing jumlah pemesanan yang dilakukan dienukan oleh biaya yang paling murah, baik biaya pengiriman maupun biaya pengiriman. Dimana: K = biaya seup λ = laju perminaan h = biaya penyimpan per uni 2. The Silver-Meal Heurisic Silver-Meal Heurisic merupakan meode yang membuuhkan penenuan biaya raa-raa unuk seiap periode sebagai fungsi unuk angka dari periode pada order yang sekarang sampai dengan periode berikunya dan berheni menghiung keika fungsi ersebu angkanya berambah. K (m) = 1/m (A + hd 2 + 2hD (m-1) hd m ) Dimana: K (m)= biaya oal A = biaya pemesanan h = biaya penyimpanan per uni = kebuuhan pada periode m D m
11 3. Leas Uni Cos Leas uni cos serupa dengan silver-meal heurisic, perbedaannya adalah keika pembagian. Pada silver-meal heurisic dibagi dengan periode, sedangkan pada leas uni cos dibagi dengan perminaan. 15 C j = ( k + hr hr ( j 1) hr j ) /( r1 + r Dimana: C j = biaya raa-raa penyimpanan dan seup k = biaya seup h = biaya penimpanan r = perminaan 4. Par Periode Balancing Pada meode ini order horizon yang dilakukan sama dengan jumlah periode yang paling mendekai anara jumlah biaya penyimpanan dengan seup cos pada periode ersebu. PP m = D 2 + 2D 3 + 3D (m-1)d m A/h Dimana: PPm = par period unuk periode m Dm = kebuuhan pada periode m A = biaya pemesanan H = biaya penyimpanan per uni 5. Wagner-Whiin Mehod r ) j Dimana : K,l = jumlah biaya pada kolom dan baris l D j = jumlah dari perminaan pada periode j A H = biaya pemesanan = biaya penyimpanan per uni per periode perencanaan, where l = 1,2,,N
12 Fuzzy Logic Konsep fuzzy ses perama kali diperkenalkan oleh Zadeh pada ahun Tujuan dari fuzzy ses adalah unuk menggeneralisasi pengerian sau se dan proposisi unuk mengakomodasi jenis keidakjelasan dalam pengambilan kepuusan. Fuzzy logic elah diaplikasikan dalam berbagai jenis bidang, dari bidang indusri hingga manajemen invesasi. Secara garis besar, erdapa empa langkah dalam melakukan fuzzy logic, yaiu (Badiru & Cheung, 2002): 1. Pembenukan himpunan fuzzy (Fuzzifikasi) 2. Aplikasi fungsi implikasi 3. Komposisi auran 4. Defuzzifikasi Fuzzy Logic dalam Penenuan Order Quaniy dan Reorder Poin Fakor yang mempengaruhi jumlah order quaniy dan reorder poin adalah jumlah demand dan supply. Di bawah ini merupakan model fuzzy logic yang digunakan dalam menenukan order quaniy dan reorder poin (Tanhaemee & Phruksaphanra, 2012). Gambar 2.10 Membership Funcion Demand Sumber: Tanhaemee & Phruksaphanra, 2002: 3 Gambar 2.11 Membership Funcion Supply Sumber: Tanhaemee & Phruksaphanra, 2002: 3
13 17 Gambar 2.12 Membership Funcion Order Quaniy Sumber: Tanhaemee & Phruksaphanra, 2002: 3 Gambar 2.13 Membership Funcion Reorder Poins Sumber: Tanhaemee & Phruksaphanra, 2002: 3
14 18
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LADASA TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan (forecasing) adalah suau kegiaan yang memperkirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang. Meode peramalan merupakan cara unuk memperkirakan
BAB II TINJAUAN TEORITIS
BAB II TIJAUA TEORITIS 2.1 Peramalan (Forecasing) 2.1.1 Pengerian Peramalan Peramalan dapa diarikan sebagai beriku: a. Perkiraan aau dugaan mengenai erjadinya suau kejadian aau perisiwa di waku yang akan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Produksi Produksi padi merupakan suau hasil bercocok anam yang dilakukan dengan penanaman bibi padi dan perawaan sera pemupukan secara eraur sehingga menghasilkan suau produksi
BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan
BAB 2 URAIAN EORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan aau memprediksi apa yang erjadi pada waku yang akan daang, sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian dan Manfaa Peramalan Kegiaan unuk mempeirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang disebu peramalan (forecasing). Sedangkan ramalan adalah suau kondisi yang
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Tahapan Pemecahan Masalah Tahapan pemecahan masalah berfungsi unuk memudahkan dalam mencari jawaban dalam proses peneliian yang dilakukan agar sesuai dengan arah
BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan
BAB II LADASA TEORI 2.1 Pengerian peramalan (Forecasing) Peramalan (Forecasing) adalah suau kegiaan yang mengesimasi apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang dengan waku yang relaif lama (Assauri,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah persediaan merupakan masalah yang sanga pening dalam perusahaan. Persediaan mempunyai pengaruh besar erhadap kegiaan produksi. Masalah persediaan dapa diaasi
BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun
43 BAB METODE PEMUUAN EKPONENA TRPE DAR WNTER Meode pemulusan eksponensial elah digunakan selama beberapa ahun sebagai suau meode yang sanga berguna pada begiu banyak siuasi peramalan Pada ahun 957 C C
BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. Sedangkan ramalan adalah suau aau kondisi yang diperkirakan akan erjadi
BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Statistika. Salah satu metode
20 BAB 2 LADASA TEORI 2.1. Pengerian Peramalan Meode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Saisika. Salah sau meode peramalan adalah dere waku. Meode ini disebu sebagai meode peramalan dere waku karena
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Defenisi Persediaan Persediaan adalah barang yang disimpan unuk pemakaian lebih lanju aau dijual. Persediaan dapa berupa bahan baku, barang seengah jadi aau barang jadi maupun
APLIKASI PEMULUSAN EKSPONENSIAL DARI BROWN DAN DARI HOLT UNTUK DATA YANG MEMUAT TREND
APLIKASI PEMULUSAN EKSPONENSIAL DARI BROWN DAN DARI HOLT UNTUK DATA YANG MEMUAT TREND Noeryani 1, Ely Okafiani 2, Fera Andriyani 3 1,2,3) Jurusan maemaika, Fakulas Sains Terapan, Insiu Sains & Teknologi
BAB II LANDASAN TEORI. Persediaan dapat diartikan sebagai barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Persediaan Persediaan dapa diarikan sebagai barang-barang yang disimpan unuk digunakan aau dijual pada masa aau periode yang akan daang. Persediaan erdiri dari bahan
IV METODE PENELITIAN
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian yang dilakukan mengenai analisis perencanaan pengadaan una berdasarkan ramalan ime series volume ekspor una loin beku di PT Tridaya Eramina
Perbandingan Metode Winter Eksponensial Smoothing dan Metode Event Based untuk Menentukan Penjualan Produk Terbaik di Perusahaan X
JURAL SAIS DA SEI ITS Vol. 6, o.1, (2017) 2337-3520 (2301-928X Prin) A 1 Perbandingan Meode Winer Eksponensial Smoohing dan Meode Even Based unuk Menenukan Penjualan Produk Terbaik di Perusahaan X Elisa
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN. Disini tujuan akhir yang ingin dicapai penulis adalah pembuatan suatu aplikasi
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN Disini ujuan akhir yang ingin dicapai penulis adalah pembuaan suau aplikasi program yang digunakan unuk membanu perusahaan dalam menenukan jumlah produksi demand. Disini ada
BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu
BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II 3.1 Pendahuluan Daa dere waku adalah daa yang dikumpulkan dari waku ke waku unuk menggambarkan perkembangan suau kegiaan (perkembangan produksi, harga, hasil penjualan,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. yang akan datang. Peramalan menjadi sangat penting karena penyusunan suatu
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan apa yang erjadi pada waku yang akan daang sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan pada waku yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Pada dasarnya peramalan adalah merupakan suau dugaan aau perkiraan enang erjadinya suau keadaan di masa depan. Akan eapi dengan menggunakan meodemeode erenu peramalan
Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember ABSTRAK
PERBANDINGAN METODE DES (DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING) DENGAN TES (TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING) PADA PERAMALAN PENJUALAN ROKOK (STUDI KASUS TOKO UTAMA LUMAJANG) 1 Fajar Riska Perdana (1110651142) 2 Daryano,
Pengantar Teknik Industri
Sisem Produksi/Operasi Penganar Teknik Indusri Perencanaan & Peengendalian Produksi/Operasi Sisem produksi/operasi adalah suau akivias unuk mengolah aau mengaur penggunaan sumber daya yang ada dalam proses
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN EORI 2. injauan Pusaka 2.. Peramalan Peramalan (forecasing) merupakan ala banu yang pening dalam perencanaan yang efekif dan efisien khususnya dalam bidang ekonomi. Dalam organisasi modern
III. METODE PENELITIAN
26 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian perkembangan kinerja keuangan PT. Goodyear Indonesia Tbk dilakukan dengan maksud unuk mengeahui sejauh mana perkembangan usaha perusahan yang
Analisis Model dan Contoh Numerik
Bab V Analisis Model dan Conoh Numerik Bab V ini membahas analisis model dan conoh numerik. Sub bab V.1 menyajikan analisis model yang erdiri dari analisis model kerusakan produk dan model ongkos garansi.
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUSAHAAN MEBEL SINAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK.
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL MOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUAHAAN MEBEL INAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK. ii Rukayah*), Achmad yaichu**) ABTRAK Peneliian ini berujuan unuk
RANCANG BANGUN OPTIMASI PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU DENGAN ALGORITMA SILVER-MEAL
RANCANG BANGUN OPTIMASI PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU DENGAN ALGORITMA SILVER-MEAL Aulia Bahar, Sarwosri Jurusan Teknik Informaika, Fakulas Teknologi Informasi, Insiu Teknologi Sepuluh Nopember Kampus
BAB 2 TINJAUAN TEORI
7 BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. Sedangkan ramalan adalah suau siuasi aau kondisi yang diperkirakan
Jurnal Edik Informatika. Peramalan Kebutuhan Manajemen Logistik Pada Usaha Depot Air Minum Isi Ulang Al-Fitrah
Jurnal Edik Informaika Peneliian Bidang Kompuer Sains dan Pendidikan Informaika V.i(5-4) Peramalan Kebuuhan Manajemen Logisik Pada Usaha Depo Air Minum Isi Ulang Al-Firah Henny Yulius, Islami Yei Universias
BAB 2 LANDASAN TEORI. Pengangguran atau tuna karya merupakan istilah untuk orang yang tidak mau bekerja
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Pengangguran Pengangguran aau una karya merupakan isilah unuk orang yang idak mau bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu,
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa
BAB 2 TINJAUAN TEORITI 2.1. Pengerian-pengerian Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. edangkan ramalan adalah suau siuasi aau kondisi yang diperkirakan
BAB 3 LANDASAN TEORI
BAB 3 LANDASAN TEORI 3.1. Deskripsi Teori 3.1.1. Pengerian Peramalan Unuk membanu ercapainya suau kepuusan yang efisien unuk penjualan produknya, perusahaan memerlukan suau cara yang epa, sisemais dan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Manajemen Perminaan 2.1.1. Konsep Dasar Manajemen Perminaan Pada dasarnya manajemen perminaan (demand managemen) didefinisikan sebagai suau fungsi pengelolaan dari semua perminaan
Perancangan Sistem Peramalan Penjualan Barang Pada UD Achmad Jaya Dengan Metode Triple Exponential Smoothing
Jurnal Ilmiah Teknologi dan Informaika ASIA (JITIKA) Vol.10, No.2, Agusus 2016 ISSN: 0852-730X Perancangan Sisem Peramalan Penjualan Barang Pada UD Achmad Jaya Dengan Meode Triple Exponenial Smoohing Tria
BAB 2 LANDASAN TEORI
35 BAB LANDASAN TEORI Meode Dekomposisi biasanya mencoba memisahkan iga komponen erpisah dari pola dasar yang cenderung mencirikan dere daa ekonomi dan bisnis. Komponen ersebu adalah fakor rend (kecendrungan),
BAB III ANALISIS INTERVENSI. Analisis intervensi dimaksudkan untuk penentuan jenis respons variabel
BAB III ANALISIS INTERVENSI 3.1. Pendahuluan Analisis inervensi dimaksudkan unuk penenuan jenis respons variabel ak bebas yang akan muncul akiba perubahan pada variabel bebas. Box dan Tiao (1975) elah
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Air merupakan kebuuhan pokok bagi seiap makhluk hidup di dunia ini ermasuk manusia. Air juga merupakan komponen lingkungan hidup yang pening bagi kelangsungan hidup
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
11 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Salah sau masalah analisis persediaan adalah kesulian dalam menenukan reorder poin (iik pemesanan kembali). Reorder poin diperlukan unuk mencegah erjadinya kehabisan
Jurnal EKSPONENSIAL Volume 5, Nomor 2, Nopember 2014 ISSN
Peramalan Dengan Meode Smoohing dan Verifikasi Meode Peramalan Dengan Grafik Pengendali Moving Range () (Sudi Kasus: Produksi Air Bersih di PDAM Tira Kencana Samarinda) Forecasing wih Smoohing and Verificaion
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengerian Persediaan (Invenory) Persediaan didefinisikan sebagai barang jadi yang disimpan aau digunakan unuk dijual pada periode mendaang, yang dapa berbenuk bahan baku yang
SISTEM PREDIKSI PENJUALAN GAMIS TOKO QITAZ MENGGUNAKAN METODE SINGLE EXPONENTIAL SMOOTHING. Oleh: Salman Alfarisi
S. Alfarisi / Journal of Applied Business and Economics Vol. 4 No. 1 (Sep 2017) 80-95 SISTEM PREDIKSI PENJUALAN GAMIS TOKO QITAZ MENGGUNAKAN METODE SINGLE EXPONENTIAL SMOOTHING Oleh: Salman Alfarisi Program
BAB 2 LANDASAN TEORI
23 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perencanaan dan Pengendalian Produksi Perencanaan dan pengendalian produksi adalah hal pening yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan manufakur. Perencanaan dan pengendalian
SISTEM INFORMASI PERAMALAN STOK BARANG DI CV. ANNORA ASIA MENGGUNAKAN METODE DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING
Jurnal Informaika Polinema ISSN: 2407-070X SISTEM INFORMASI PERAMALAN STOK BARANG DI CV. ANNORA ASIA MENGGUNAKAN METODE DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING Mansyur, Erfan Rohadi Program Sudi Teknik Informaika,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah Dalam sisem perekonomian suau perusahaan, ingka perumbuhan ekonomi sanga mempengaruhi kemajuan perusahaan pada masa yang akan daang. Pendapaan dan invesasi merupakan
BAB II LANDASAN TEORI. bahasa Yunani Sustema yang berarti satu kesatuan yang atas komponen atau
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sisem Aplikasi Menuru Jogiano (2004), sisem berasal dari bahasa lain Sysema dan bahasa Yunani Susema yang berari sau kesauan yang aas komponen aau elemen-elemen yang dihubungkan
APLIKASI METODE DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING BROWN DAN HOLT UNTUK MERAMALKAN TOTAL PENDAPATAN BEA DAN CUKAI
Prosiding Seminar Nasional Maemaika dan Terapannya 2016 p-issn : 2550-0384; e-issn : 2550-0392 APLIKASI METODE DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING BROWN DAN HOLT UNTUK MERAMALKAN TOTAL PENDAPATAN BEA DAN CUKAI
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Perumbuhan ekonomi merupakan salah sau ukuran dari hasil pembangunan yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Perumbuhan ersebu merupakan rangkuman laju-laju
Jurnal Edik Informatika Penelitian Bidang Komputer Sains dan Pendidikan Informatika V1.i1(64-69)
Jurnal Edik Informaika Peneliian Bidang Kompuer Sains dan Pendidikan Informaika Peramalan Penjualan Pada Usaha Kecil Menengah (UKM) Roi Sania Dengan Menggunakan Program POM QM Henny Yulius 1, Yadi Prawinaa
BAB 1 PENDAHULUAN. tahun 1990-an, jumlah produksi pangan terutama beras, cenderung mengalami
11 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Laar Belakang Keahanan pangan (food securiy) di negara kia ampaknya cukup rapuh. Sejak awal ahun 1990-an, jumlah produksi pangan eruama beras, cenderung mengalami penurunan sehingga
III. PEMODELAN HARGA PENGGUNAAN INTERNET
8 III EMODELAN HARGA ENGGUNAAN INTERNET 3 Asumsi dan Model ada peneliian ini diperhaikan beberapa asumsi yaiu sebagai beriku: Waku anarkedaangan menyebar eksponensial dengan raaan λ - (laju kedaangan adalah
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang. Ramalan adalah sesuau kegiaan siuasi aau kondisi yang diperkirakan akan erjadi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kapasias Produksi Kapasias adalah kemampuan pembaas dari uni produksi (enaga kerja, mesin, uni sasiun kerja, proses produksi, perencanaan produksi, dan organisasi produksi) unuk
BAB I PENDAHULUAN. tepat rencana pembangunan itu dibuat. Untuk dapat memahami keadaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Dalam perencanaan pembangunan, daa kependudukan memegang peran yang pening. Makin lengkap dan akura daa kependudukan yang esedia makin mudah dan epa rencana pembangunan
MONOGRAF EVALUASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU INDUSTRI MANUFAKTUR DENGAN PENDEKATAN HEURISTIC SILVER MEAL IRIANI UPN VETERAN JAWA TIMUR
i MONOGRAF EVALUASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU INDUSTRI MANUFAKR DENGAN PENDEKATAN HEURISTIC SILVER MEAL IRIANI UPN VETERAN JAWA TIMUR ii Judul: EVALUASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU INDUSTRI
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LADASA TEORI 2.1 Persediaan Persediaan merupakan salah sau asse ermahal bagi banyak perusahaan, dan berjumlah sekiar 50 persen dari oal modal yang dianamkan (Render dan Heizer, 2005, p60). Menuru
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perawaan (Mainenance) Mainenance adalah akivias agar komponen aau sisem yang rusak akan dikembalikan aau diperbaiki dalam suau kondisi erenu pada periode waku erenu (Ebeling,
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Poensi sumberdaya perikanan, salah saunya dapa dimanfaakan melalui usaha budidaya ikan mas. Budidaya ikan mas yang erus berkembang di masyaraka, kegiaan budidaya
IDENTIFIKASI POLA DATA TIME SERIES
IDENTIFIKASI POLA DATA TIME SERIES Daa merupakan bagian pening dalam peramalan. Beriku adalah empa krieria yang dapa digunakan sebagai acuan agar daa dapa digunakan dalam peramalan.. Daa harus dapa dipercaya
Sekilas Pandang. Modul 1 PENDAHULUAN
Modul 1 Sekilas Pandang Drs. Irlan Soelaeman, M.Ed. S PENDAHULUAN uau hari, saya dan keluarga berencana membawa mobil pergi ke Surabaya unuk mengunjungi salah seorang saudara. Sau hari sebelum keberangkaan,
BAB IX TEKNIK PERAMALAN
Peramalan 93 BAB IX TEKNIK PERAMALAN Kepuusan persediaan yang dihasilkan dari pembelian cenderung bersifa jangka pendek dan hanya unuk produk yang khas. Peramalan yang mengarah pada kepuusan ini harus
BAB 2 LANDASAN TEORI
21 BAB 2 LANDAAN TEORI 2.1 Perencanaan Proses Perencanaan proses merupakan suau perencanaan erhadap proses pembuaan produk, bagaimana produk ersebu akan dibua ( hal ini menenukan apakah suau komponen akan
USULAN UKURAN PEMESANAN OPTIMAL SUKU CADANGMESIN GRINDING BERDASARKAN LAJU KERUSAKAN MENGGUNAKAN METODE Q (di Bengkel Pembuatan dan Service Turbin)
ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Indusri Ienas No.01 Vol.04 Jurnal Online Insiu Teknologi Nasional Januari 2016 USULAN UKURAN PEMESANAN OPTIMAL SUKU CADANGMESIN GRINDING BERDASARKAN LAJU KERUSAKAN MENGGUNAKAN
SKRIPSI IMELDA YULI YANTI FRANSISKA
INVENTORY CONTROL DAN PERENCANAAN BAHAN BAKU DI INDUSTRI MANUFAKTURING PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR - MEDAN SKRIPSI IMELDA YULI YANTI FRANSISKA 050803021 DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilakukan di Dafarm, yaiu uni usaha peernakan Darul Fallah yang erleak di Kecamaan Ciampea, Kabupaen Bogor, Jawa Bara. Pemilihan lokasi
BAB 2 DASAR TEORI. Studi mengenai aspek teknis dan produksi ini sifatnya sangat strategis, sebab
13 BAB 2 DASAR TEORI 2.1 Aspek Teknis Sudi mengenai aspek eknis dan produksi ini sifanya sanga sraegis, sebab berkaian dengan kapasias proyek, lokasi, aa leak ala produksi, kajian aas bahan dan sumbernya,
IMPLEMENTASI METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING ADDITIVE UNTUK PREDIKSI PENJUALAN ALAT TULIS KANTOR (ATK) PADA X STATIONERY
IMPLEMENTASI METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING ADDITIVE UNTUK PREDIKSI PENJUALAN ALAT TULIS KANTOR (ATK) PADA X STATIONERY Ruli Uami 1, Suryo Amojo 2 1, Universias Wijaya Pura 2 e-mail: [email protected],
BAB 3 LANDASAN TEORI. 3.1 Pengertian dan Kegunaan Peramalan (Forecasting)
BAB 3 LANDAAN TEORI 3.1 Pengerian dan Kegunaan Peramalan (Forecasing) Dalam melakukan analisis dibidang ekonomi, sosial dan sebagainya, kia memerlukan suau perkiraan apa yang akan erjadi aau gambaran enang
BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Perumbuhan ekonomi merupakan salah sau ukuran dari hasil pembangunan yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Perumbuhan ersebu merupakan rangkuman laju perumbuhan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Dalam perencanaan suau proses produksi dapa menggunakan meode perencanaan aggrega. Yaiu proses perencanaan suau sisem produksi mencakup beberapa aspek-aspek yang erliba dalam kegiaan
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Teoriis 3.1.1 Daya Dukung Lingkungan Carrying capaciy aau daya dukung lingkungan mengandung pengerian kemampuan suau empa dalam menunjang kehidupan mahluk hidup secara
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Terapannya 2016 p-issn : ; e-issn :
Prosiding Seminar Nasional Maemaika dan Terapannya 2016 p-issn : 2550-0384; e-issn : 2550-0392 PERAMALAN VOLUME PENGGUNAAN AIR BERSIH DENGAN METODE WINTERS EPONENTIAL SMOOTHING UNTUK MENENTUKAN VOLUME
III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk yang
III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengerian dan peunjuk yang digunakan unuk menggambarkan kejadian, keadaan, kelompok, aau
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING GUNA MENURUNKAN BIAYA PENGADAAN BAHAN BAKU
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING GUNA MENURUNKAN BIAYA PENGADAAN BAHAN BAKU Kukuh Zulfah 2, Saufik, Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakulas
PENERAPAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM SISTEM INFORMASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDI KASUS TOKO TIRTA HARUM)
Jurnal SIMETRIS, Vol 3 No 1 April 013 ISSN: 5-4983 PENERAPAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM SISTEM INFORMASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDI KASUS TOKO TIRTA HARUM) Muchamad Sahli Fakulas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Persediaan Menuru pendapa Indraji dan Djokopranoo (2005:4), manajemen persediaan (invenory conrol) aau disebu juga invenory managemen aau pengendalian ingka persediaan
BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Sumber Daya Alam (SDA) yang ersedia merupakan salah sau pelengkap ala kebuuhan manusia, misalnya anah, air, energi lisrik, energi panas. Energi Lisrik merupakan Sumber
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. dari bahasa Yunani yang berarti Demos adalah rakyat atau penduduk,dan Grafein
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian Demografi Keadaan penduduk sanga era kaiannya dengan demografi. Kaa demografi berasal dari bahasa Yunani yang berari Demos adalah rakya aau penduduk,dan Grafein adalah
Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi
Bab II Dasar Teori Kelayakan Invesasi 2.1 Prinsip Analisis Biaya dan Manfaa (os and Benefi Analysis) Invesasi adalah penanaman modal yang digunakan dalam proses produksi unuk keunungan suau perusahaan.
APLIKASI PERAMALAN PENENTUAN JUMLAH PERMINTAAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK BORDIR PADA KOTA TASIKMALAYA
APLIKASI PERAMALAN PENENTUAN JUMLAH PERMINTAAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK BORDIR PADA KOTA TASIKMALAYA Lies Sunarminyasui 1, Salman Alfarisi 2, Firia Sari Hasanusi 3 1,2,3 Program Sudi Teknik Informaika,
Minggu 4 RATA-RATA BERGERAK DAN EXPONENTIAL SMOOTHING. Peramalan Data Time Series
Minggu 4 RATA-RATA BERGERAK DAN EXPONENTIAL SMOOTHING Bab ini memperkenalkan model berlaku unuk daa ime series dengan musiman, ren, aau keduana komponen musiman dan ren dan daa sasioner. Meode peramalan
BAB 2 LANDASAN TEORI
15 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Ruang Sampel dan Kejadian 2.1.1 Definisi Ruang Sampel Himpunan semua hasil semua hasil (oucome) yang mungkin muncul pada suau percobaan disebu ruang sampel dan dinoasikan dengan
