MAT. 10. Irisan Kerucut
|
|
|
- Dewi Yanti Tan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MAT. 0. Irisan Kerucut i
2 Kode MAT.0 Irisan Kerucut BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 004 MAT. 0. Irisan Kerucut ii
3 Kode MAT.0 Irisan Kerucut Penyusun: Drs. Mega Teguh B., M.Pd. Editor: Dr. Manuharawati, MSi. Dra. Kusrini, M.Pd. BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 004 MAT. 0. Irisan Kerucut iii
4 Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan hidayah-nya, kami dapat menyusun bahan ajar modul manual untuk SMK Bidang Adaptif, yakni mata-pelajaran Fisika, Kimia dan Matematika. Modul yang disusun ini menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan kompetensi, sebagai konsekuensi logis dari Kurikulum SMK Edisi 004 yang menggunakan pendekatan kompetensi (CBT: Competency Based Training). Sumber dan bahan ajar pokok Kurikulum SMK Edisi 004 adalah modul, baik modul manual maupun interaktif dengan mengacu pada St andar Kompetensi Nasional (SKN) atau st andarisasi pada dunia kerja dan industri. Dengan modul ini, diharapkan digunakan sebagai sumber belajar pokok oleh peserta diklat untuk mencapai kompetensi kerja st andar yang diharapkan dunia kerja dan industri. Modul ini disusun melalui beberapa tahapan proses, yakni mulai dari penyiapan materi modul, penyusunan naskah secara tertulis, kemudian disetting dengan bantuan alat-alat komputer, serta divalidasi dan diujicobakan empirik secara terbatas. Validasi dilakukan dengan teknik telaah ahli (expert-judgment), sementara ujicoba empirik dilakukan pada beberapa peserta diklat SMK. Harapannya, modul yang telah disusun ini merupakan bahan dan sumber belajar yang berbobot untuk membekali peserta diklat kompetensi kerja yang diharapkan. Namun demikian, karena dinamika perubahan sain dan teknologi di industri begitu cepat terjadi, maka modul ini masih akan selalu dimintakan masukan untuk bahan perbaikan atau direvisi agar supaya selalu relevan dengan kondisi lapangan. Pekerjaan berat ini dapat terselesaikan, tentu dengan banyaknya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang perlu diberikan penghargaan dan ucapan terima kasih. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini tidak MAT. 0. Irisan Kerucut iv
5 berlebihan bilamana disampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak, terutama tim penyusun modul (penulis, editor, tenaga komputerisasi modul, tenaga ahli desain grafis) atas dedikasi, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menyelesaikan penyusunan modul ini. Kami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi, praktisi dunia usaha dan industri, dan pakar akademik sebagai bahan untuk melakukan peningkatan kualitas modul. Diharapkan para pemakai berpegang pada azas keterlaksanaan, kesesuaian dan fleksibilitas, dengan mengacu pada perkembangan IPTEK pada dunia usaha dan industri dan potensi SMK dan dukungan dunia usaha industri dalam rangka membekali kompetensi yang terst andar pada peserta diklat. Demikian, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya peserta diklat SMK Bidang Adaptif untuk mata-pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, atau praktisi yang sedang mengembangkan modul pembelajaran untuk SMK. Jakarta, Desember 004 a. n. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan, Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto, M. Sc. NIP MAT. 0. Irisan Kerucut v
6 DAFTAR ISI Halaman Sampul... i Halaman Francis... ii Kata Pengantar... iii Daftar Isi... v Peta Kedudukan Modul... vii Daftar Judul Modul... viii Glosary... ix I. PENDAHULUAN A. Deskripsi... B. Prasyarat... C. Petunjuk Penggunaan Modul... D. Tujuan Akhir... E. Kompetensi... 3 F. Cek Kemampuan... 5 II. PEMBELAJARAN A. Rencana Belajar Peserta Diklat... 6 B. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar... 7 a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran... 7 b. Uraian Materi... 7 c. Rangkuman... 0 d. Tugas... e. Kunci Jawaban Tugas... f. Tes Formatif... 3 g. Kunci Jawaban Formatif Kegiatan Belajar... 5 a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran... 5 b. Uraian Materi... 5 c. Rangkuman d. Tugas e. Kunci Jawaban Tugas f. Tes Formatif g. Kunci Jawaban Formatif MAT. 0. Irisan Kerucut vi
7 3. Kegiatan Belajar a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran... 4 b. Uraian Materi... 4 c. Rangkuman... 5 d. Tugas... 5 e. Kunci Jawaban Tugas... 5 f. Tes Formatif g. Kunci Jawaban Formatif Kegiatan Belajar a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran b. Uraian Materi c. Rangkuman... 6 d. Tugas... 6 e. Kunci Jawaban Tugas... 6 f. Tes Formatif g. Kunci Jawaban Formatif III. EVALUASI KUNCI EVALUASI IV. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA MAT. 0. Irisan Kerucut vii
8 PETA KEDUDUKAN MODUL MAT.0 MAT.0 MAT.03 MAT.04 MAT.05 MAT.06 MAT.07 MAT.08 MAT.09 MAT.0 MAT. MAT. MAT.4 MAT.5 MAT.3 MAT.6 MAT. 0. Irisan Kerucut viii
9 Daftar Judul Modul No. Kode Modul Judul Modul MAT.0 Matrik MAT.0 Logika Matematika 3 MAT.03 Persamaan dan Pertidaksamaan 4 MAT.04 Geometri Dimensi Dua 5 MAT.05 Relasi Dan Fungsi 6 MAT.06 Geometri Dimensi Tiga 7 MAT.07 Peluang 8 MAT.08 Bilangan Real 9 MAT.09 Trigonometri 0 MAT.0 Irisan Kerucut MAT. Statistika MAT. Barisan 3 MAT.3 Aproksimasi Kesalahan 4 MAT.4 ProgramLinier 5 MAT.5 Vektor 6 MAT.6 Matematika Keuangan MAT. 0. Irisan Kerucut ix
10 Glossary ISTILAH Lingkaran Jari-jari lingkaran Ellips Parabola Hiperbola KETERANGAN Himpunan titik-titik (pada bidang datar) yang memiliki jarak tetap terhadap suatu titik tertentu. Selanjutnya titik itu disebut pusat lingkaran. Ruas garis yang menghubungkan tiap-tiap titik pada lingkaran dan titik pusat lingkaran. Himpunan titik-titik (pada bidang datar) yang jumlah jaraknya terhadap dua titik tertentu tetap besarnya. Hmpunan titik-titik (pada bidang datar) yang memiliki jarak tetap terhadap suatu titik tertentu dan suatu garis tertentu pula. Titik itu disebut fokus parabola, sedangkan garis itu disebut garis arah atau direktriks. Parabola dapat dilukis jika diketahui garis arah dan titik fokus yang terletak pada suatu garis. Himpunan titik-titik (pada bidang datar) yang selisih jaraknya terhadap dua titik tertentu tetap besarnya. Selanjutnya dua titik itu disebut Titik Fokus Hiperbola. MAT. 0. Irisan Kerucut x
11 BAB I. PENDAHULUAN A. Deskripsi Dalam modul ini anda akan mempelajari 4 Kegiatan Belajar. Kegiatan Belajar adalah Lingkaran, Kegiatan Belajar adalah Ellips, Kegiatan Belajar 3 Parabola, dan Kegiatan Belajar 4 adalah Hiperbola. Dalam Kegiatan Belajar, yaitu Lingkaran, akan diuraikan mengenai unsur-unsur lingkaran beserta deskripsinya, persamaan lingkaran baik pusat di (0,0) maupun di (a,b). Juga dibahas persamaan garis singgung lingkaran, garis singgung persekutuan luar maupun dalam. Dalam Kegiatan Belajar, yaitu ellips akan diuraikan mengenai ellips beserta unsur-unsurnya serta deskripsinya, persamaan ellips, persamaan garis singgung serta aplikasinya. Dalam kegiatan belajar 3 yaitu parabola akan dibicarakan unsur-unsurnya serta deskripsinya, persamaan parabola, persamaan garis singgung pada parabola serta aplikasinya. Dalam kegiatan belajar 4 yaitu hiperbola akan dibicarakan unsur-unsurnya serta deskripsinya, persamaan hiperbola. B. Prasyarat Prasyarat untuk mempelajari modul ini adalah kesebangunan, jarak, kesejajaran, ketegaklurusan dan fungsi. Semua materi prasyarat tersebut terdapat dalam modul relasi dan fungsi dan geometri datar dan ruang. C. Petunjuk Penggunaan Modul Untuk mempelajari modul ini, hal-hal yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut.. Pelajari daftar isi serta skema modul dengan cermat, karena daftar isi dan skema akan menuntun anda dalam mempelajari modul ini dan kaitannya dengan modul-modul yang lain. MAT. 0. Irisan Kerucut
12 . Untuk mempelajari modul ini haruslah berurutan, karena materi yang mendahului merupakan prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya. 3. Pahamilah contoh-contoh soal yang ada, dan kerjakanlah semua soal latihan yang ada. Jika dalam mengerjakan soal anda menemui kesulitan, kembalilah mempelajari materi yang terkait. 4. Kerjakanlah soal evaluasi dengan cermat. Jika anda menemui kesulitan dalam mengerjakan soal evaluasi, kembalilah mempelajari materi yang terkait. 5. Jika anda mempunyai kesulitan yang tidak dapat anda pecahkan, catatlah, kemudian tanyakan kepada guru pada saat kegiatan tatap muka atau bacalah referensi lain yang berhubungan dengan materi modul ini. Dengan membaca referensi lain, anda juga akan mendapatkan pengetahuan tambahan. D. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan anda dapat:. Menemukan persamaan lingkaran beserta unsur-unsurnya,. Menggunakan rumus garis singgung untuk memecahkan masalah, 3. Menggunakan panjang garis singgung persekutuan luar untuk memecahkan masalah, 4. Menemukan persamaan ellips beserta unsur-unsurnya, 5. Menggunakan persamaan ellips untuk memecahkan masalah, 6. Menemukan persamaan parabola beserta unsur-unsurnya, 7. Menggunakan persamaan parabola untuk memecahkan masalah menentukan frekuensi harapan suatu kejadian, 8. Menemukan persamaan hiperbola beserta unsur-unsurnya, 9. Menggunakan persamaan hiperbola untuk memecahkan masalah. MAT. 0. Irisan Kerucut
13 E. Kompetensi Kompetensi Program Keahlian Mata Diklat-Kode Durasi Pembelajaran : IRISAN KERUCUT : Program Adaptif : MATEMATIKA/MAT0 : menit SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR. Menerapkan konsep Lingkaran. Menerapkan konsep parabola Unsur-unsur lingkaran dideskripsikan sesuai ciricirinya Persamaan lingkaran ditentukan berdasarkan unsur-unsur yang diketahui Garis singgung sekutu luar dan dalam dilukis dari dua lingkaran yang diketahui Panjang garis singgung sekutu luar dan dalam dihitung sesuai jari-jari dan jarak pusat kedua lingkaran Konsep lingkaran diterapkan dalam penyelesaian masalah kejuruan. Unsur-unsur parabola dides-kripsikan sesuai ciricirinya Persamaan parabola ditentukan berdasarkan unsur-unsur yang diketahui Konsep parabola diterapkan dalam penyelesaian masalah kejuruan Unsur-unsur lingkaran Persamaan lingkaran Garis singgung sekutu luar Unsur-unsur parabola Persamaan parabola dan grafiknya MATERI POKOK PEMBELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Teliti dan cermat dalam menyelesaikan masalah irisan kerucut Teliti dan cermat dalam menyelesaikan masalah irisan kerucut Pengertian unsur-unsur lingkaran Penentuan persamaan lingkaran Pengertian garis singgung sekutu Penentuan panjang garis singgung sekutu Penerapan konsep lingkaran dalam menyelesai-kan masalah kejuruan Unsur-unsur parabola - Direktriks - Koordinat titik puncak - Koordinat titik fokus - Persamaan sumbu Grafik persamaan parabola Penerapan konsep para-bola dalam menyelesai-kan masalah kejuruan Menggambar irisan kerucut. Menggunakan persamaan lingkaran, parabola, elips, hiperbola dalam menyelesaikan masalah irisan kerucut. MAT. 0. Irisan Kerucut 3
14 SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR 3. Menerapkan konsep elips 4. Menerapkan konsep hiperbola Unsur-unsur elips dideskripsikan sesuai ciri-cirinya Persamaan elips ditentukan berdasarkan unsur-unsur yang diketahui Konsep elips diterapkan dalam penyelesaian masalah kejuruan. Unsur-unsur hiperbola dideskripsikan sesuai ciricirinya Persamaan hiperbola ditentukan berdasarkan unsur-unsur yang diketahui Konsep hiperbola diterapkan dalam penyelesaian masalah kejuruan Unsur-unsur Elips Persamaan Elips dan grafiknya Unsur-unsur hiperbola Persamaan hiperbola dan sketsanya. MATERI POKOK PEMBELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Teliti dan cermat dalam menyelesaikan masalah irisan kerucut Teliti dan cermat dalam menyelesaikan masalah irisan kerucut Pengertian Elips Persamaan Elips Unsur-unsur elips - Koordinat titik puncak - Koordinat titik pusat - Koordinat fokus - Sumbu mayor dan sumbu minor Sketsa elips Penerapan konsep elips dalam menyelesaikan masalah kejuruan. Pengertian hiperbola dan unsur-unsurnya: - Titik Pusat - Titik puncak - Titik fokus - Asimtot - Sumbu mayor - Sumbu minor Sketsa parabola Penerapan konsep hiperbola dalam menyelesaikan masalah kejuruan. MAT. 0. Irisan Kerucut 4
15 F. Cek kemampuan Kerjakanlah soal-soal berikut ini, jika anda dapat mengerjakan sebagian atau semua soal berikut ini, maka anda dapat meminta langsung kepada instruktur atau guru untuk mengerjakan soal-soal evaluasi untuk materi yang telah anda kuasai pada BAB III.. Tentukan persamaan lingkaran yang pusatnya O(0,0) dengan jari-jari 4.. Tentukan persamaan lingkaran yang pusatnya A(a,b) dengan jari-jari Tentukan persamaan ellips yang pusatnya O(0,0) dengan panjang sumbu panjang 8 dan sumbu pendek Tentukan persamaan ellips yang pusatnya P(-,5) dengan panjang sumbu panjang 8 dan sumbu pendek 4. x 5. Tentukan koordinat titik-titik api dari ellips y Tentukan persamaan ellips yang eksentrisitas numeriknya e = 3 salah satu titik apinya F(6,0). 7. Tentukan tititk api dan persamaan garis arah parabola y =4x. 8. Carilah persamaan garis yang menghubungkan titik M dan titik api parabola y =0x, jika absis titik M adalah Tentukan nilai k sehingga persamaan y=kx+ menyinggung parabola y =4x. 0. Tentukan persamaan hiperbola yang pusatnya di (0,0) dan panjang sumbu hiperbola masing-masing 6 dan. Tentukan pula jarak antara dua fokus, persamaan direktrik, dan asimtot.. Tentukan persamaan hiperbola yang pusatnya di (0,0) jika eksentrisitas 3 nya sedangkan jarak antara kedua fokus 0. MAT. 0. Irisan Kerucut 5
16 BAB II. PEMBELAJARAN A. Rencana Belajar SiSWA Kompetensi Sub Kompetensi : Menerapkan konsep irisan kerucut : - Menerapkan konsep lingkaran - Menerapkan konsep ellips - Menerapkan konsep parabola - Menerapkan konsep hiperbola Tulislah semua jenis kegiatan yang Siswa lakukan di dalam tabel kegiatan di bawah ini. Jika ada perubahan dari rencana semula, berilah alasannya kemudian mintalah tsiswa tangan kepada guru atau instruktur Siswa. Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan perubahan Tanda Tangan Guru MAT. 0. Irisan Kerucut 6
17 B. Kegiatan Belajar. Kegiatan Belajar : Lingkaran a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, diharapkan anda dapat mendeskripsikan irisan kerucut yaitu lingkaran beserta pusat dan jari-jarinya. Memahami unsur-unsur lingkaran. Menentukan persamaan lingkaran jika pusat dan jari-jarinya diketahaui. Menghitung panjang garis sekutu luar dan dalam dari dua lingkaran. Dapat melukis garis singgung sekutu luar dan dalam dari dua lingkaran. Dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan lingkaran. b. Uraian Materi Kurva lengkung sederhana dan teratur yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah lingkaran. Buatlah kerucut dari kertas manila, kemudian potong sejajar bidang alas. Berbentuk apakah permukaan kerucut yang dipotong tadi Permukaan kerucut yang dipotong tadi berbentuk lingkaran. Dalam matematika, lingkaran didefinisikan sebagai himpunan titik-titik (pada bidang datar) yang memiliki jarak tetap terhadap suatu titik tertentu. Selanjutnya titik itu disebut pusat lingkaran. Sedangkan ruas garis yang menghubungkan tiap-tiap titik pada lingkaran dan titik pusat lingkaran disebut jari-jari lingkaran. Jadi lingkaran dapat dilukis jika titik pusat dan jari-jari lingkaran diketahui. MAT. 0. Irisan Kerucut 7
18 MENENTUKAN PERSAMAAN LINGKARAN Ambil sebarang titik pada lingkaran misal T(x,y ) dan titik O sebagai pusat lingkaran. Tarik garis melalui T tegak lurus T(x,y ) sumbu x misal di T. r Pandang O T T O T T merupakan segitiga siku-siku, dimana membentuk sudut siku-siku di titik T. Sehingga berlaku teorema pytagoras: O T + T T = OT x + y = r O T Karena berlaku untuk semua titik pada lingkaran maka x + y = r x + y = r merupakan persamaan lingkaran yang pusatnya O(0,0) dan jari-jari r Contoh a. Persamaan lingkaran pusatnya O(0,0) dan jari-jari 3 adalah x + y = 9 b. Persamaan lingkaran pusatnya O(0,0) dan jari-jari 5 adalah x + y = 5 c. Persamaan lingkaran pusatnya O(0,0) dan jari-jari adalah x + y = Contoh a. x + y = 6 adalah lingkaran dengan pusat O(0,0) dan jari-jari 4 b. x + y = 4 adalah lingkaran dengan pusat O(0,0) dan jari-jari MAT. 0. Irisan Kerucut 8
19 PERSAMAAN LINGKARAN PUSAT TIDAK PADA (0,0) Ambil sebarang titik pada lingkaran misal T(x,y ) dan titik P(a,b) sebagai pusat lingkaran. O r P Q T(x,y ) Tarik garis melalui T tegak lurus sumbu x misal di T. Buat garis yang melalui titik P sejajar sumbu x, sehingga memotong TT di T titik Q. Pandang PQT. PQT merupakan segitiga siku-siku di titik Q, TQ = (y b) dan PQ = (x a). Sehingga berlaku teorema pytagoras: PQ + QT = OT (x a) + (y b) = r Karena berlaku untuk setiap titik T(x,y ) pada lingkaran, maka berlaku (x a) + (y b) = r (x a) + (y b) = r merupakan persamaan lingkaran pusat (a,b) dengan jari-jari r Contoh 3 Tentukan persamaan lingkaran dengan a. pusat (, 3) dan jari-jari 5 b. pusat (-3,) dan jari-jari c. pusat (, -) dan jari-jari Penyelesaian a. Persamaan lingkaran dengan pusat (, 3) dan jari-jari 5 adalah (x ) + (y - 3) = 5 b. Persamaan lingkaran dengan pusat (-3, ) dan jari-jari adalah (x + 3) + (y - ) = 4. MAT. 0. Irisan Kerucut 9
20 c. Persamaan lingkaran dengan pusat (, -) dan jari-jari adalah (x ) + (y + ) = Contoh 4 Tentukan koordinat pusat dan jari jari lingkaran dengan persamaan 4x + 4y -4x + 6y -9 = 0 Penyelesaian 4x + 4y -4x + 6y -9 = 0, kedua ruas dibagi 4 didapat x + y 9 -x + 4y - = 0 4 x -x + y 9 + 4y - = 0, dijadikan kuadrat sempurna didapat 4 x -x + + y 9 + 4y +4 = (x ) + (y + ) = 9 Jadi Koordinat pusat lingkaran adalah (, -) dan jari-jarinya 3 Contoh 5 Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di titik P(, 3) dan melalui titik Q(-,5) Penyelesaian Jari-jari lingkaran adalah panjang r = PQ = r = PQ = ( x P xq ) ( yp yq ( ) (3 5) ) r = PQ = 3 Jadi persamaan lingkarannya adalah (x ) + (y - 3) = 3 BENTUK UMUM PERSAMAAN LINGKARAN Bentuk umum persamaan lingkaran didapat dengan menurunkan persamaan lingkaran yang berpusat tidak pada (0,0) berikut ini: MAT. 0. Irisan Kerucut 0
21 (x a) + (y b) = r x ax+ a + y by + b = r x + x ax by + a + b = r x + y ax by + a + b - r = 0 x + y + Ax + By + C = 0, dengan A = -a, B = -b dan C = a + b - r atau a = - A, b = - B dan r = ( A ) ( B) C Bentuk umum persamaan ingkaran adalah x + y + Ax + By + C = 0 dengan pusat di ( A, B) dan jari-jari r = ( A ) ( B) C Contoh 6 Tentukan koordinat pusat dan jari jari lingkaran dengan persamaan 4x + 4y -4x + 6y -9 = 0 Penyelesaian 4x + 4y -4x + 6y -9 = 0, kedua ruas dibagi 4 didapat x + y 9 -x + 4y - = A = -, B = 4 dan C = -, maka pusat lingkaran ( A, B ) = (, -) dan 4 jari-jarinya r = ( A ) ( B) C = ( ) 9 ( ) + 4 r = 9 =3 Jadi koordinat pusat lingkaran adalah (, -) dan jari-jarinya 3 Bandingkan jawaban ini dengan contoh 4. Lebih mudah mana Contoh 7 Tentukan persamaan lingkaran yang melalui tiga titik P(,0), Q(0,) dan R(,). Penyelesaian Misal persamaan lingkaranya adalah x + y + Ax + By + C = 0 MAT. 0. Irisan Kerucut
22 Titik P (,0) pada lingkaran berarti A. + B.0 + C = 0 A + C = - atau A = - C...() Titik Q (0,) pada lingkaran berarti A.0 + B. + C = 0 B + C = - atau B = - - C...() Titik R (,) pada lingkaran berarti + + A. + B. + C = 0 A + B + C = -8...(3) Substitusi () dan () pada (3) didapat (- C ) + (--C) + C = C C + C = 0-3C =- 4 4 C = 3 7 Dari () didapat A = Dari () didapat B = - 3 Jadi persamaan lingkarannya adalah x + y x y = 0 PERSAMAAN GARIS SINGGUNG LINGKARAN Garis singgung lingkaran adalah suatu garis yang memotong lingkaran tepat pada satu titik. a. Gradien garis singgung diketahui dan lingkaran berpusat di (0,0) Misal persamaan garis singgung: y = mx + k Sehingga ada satu titik pada lingkaran: x + y = r yang memenuhi persamaan garis singgung di atas. Akibatnya: x + (mx + k ) = r x + m x + mkx+ k = r (+m )x + mkx+ k - r = 0; merupakan persamaan kuadrat dalam variabel x. Agar persamaan kuadrat itu mempunyai satu r O Y = mx + k r X +Y = r MAT. 0. Irisan Kerucut
23 harga x, maka harus terpenuhi syarat diskriminan dari persamaan itu sama dengan nol, yaitu: D = 0. (mk) 4. (+m ). (k - r ) = 0 4 m k - 4 (k + m k - r - m r ) = 0-4 (k - r - m r ) = 0 k - r (+m ) = 0 k = r m Jadi persamaan garis singgungnya adalah y = mx r m Persamaan garis singgung pada lingkaran x + y = r dengan gradien m adalah y = mx r m Contoh 8 Tentukan garis singgung pada lingkaran x + y = 6 dengan gradien 3 Penyelesaian Persamaan garis singgung pada lingkaran x + y = r dengan gradien m adalah y = mx r y = 3 x 4 m 3 y = 3 x 4 0 b. Gradien garis singgung diketahui dan lingkaran berpusat di (a, b) Anda dapat menurunkan rumusnya dengan cara yang serupa dengan di atas. Anda dapat menemukan persamaan garis singgung lingkaran yang berpusat di (a,b) yaitu y-b = m(x-a) r m Persamaan garis singgung pada lingkaran (x a) + (y b) = r dengan gradien m adalah y - b = m(x a) r m MAT. 0. Irisan Kerucut 3
24 Contoh 9 Tentukan garis singgung pada lingkaran (x + 3) + (y - ) = 4 dengan gradien - Penyelesaian Persamaan garis singgung pada lingkaran x + y = r dengan gradien m adalah y - b = m(x - a) r y - = 3 (x + 3) m ( ) y = 3 x c. Persamaan garis singgung jika titik singgungnya diketahui pada lingkaran berpusat di (0,0) Misal titik singgungnya di T (x,y ) Persamaan garis: y y = m ( x x ) r Dengan m = tg = y x - y - x P(x,y ) O Sehingga persamaan garis yang X +Y = r melalui PQ adalah Y - y = m (X-x ) Q(x,y ) r y y = y x - y - x ( x x )...() P pada lingkaran sehingga berlaku : x + y = r Q pada lingkaran sehingga berlaku : x + y = r x + y = x + y atau x - x = y - y (x - x ) (x + x ) = (y - y ) (y + y ) y y x x y x x y y y x x y y x x MAT. 0. Irisan Kerucut 4
25 Sehingga y- y = x ( x x ) y x y Jika Q mendekati P sehingga hampir x = x dan y = y, dimana PQ = 0. y- y = x ( x x ) y y y y = - x x + x x x + y y = x + y x x + y y = r Persamaan garis singgung dengan titik singgung (x,y ) pada lingkaran x + y = r adalah x x + y y = r Contoh 0 Tentukan persamaan garis singgung pada lingkaran x + y = 5 di titik (3,-4) Penyelesaian Persamaan garis singgung dengan titik singgung (3,-4) pada lingkaran x + y = 5 adalah 3x - 4y = 5 d. Titik singgungnya diketahui pada lingkaran berpusat di (a, b) Persamaan lingkaran yang berpusat di (a,b) adalah (x a) + (y b) = r, dapat diubah menjadi (x - a)(x - a) + (y - b)(y - b) = r. Analogi dengan yang anda pelajari di atas, maka persamaan garis singgungnya adalah (x - a)(x - a) + (y - b)(y - b) = r. Persamaan garis singgung dengan titik singgung (x,y ) pada lingkaran (x a) + (y b) = r adalah (x - a)(x - a) + (y - b)(y - b) = r atau x x + y y - a( x + x ) b(y + y ) + a + b = r x x + y y - a( x + x ) b(y + y ) + a + b - r = 0 MAT. 0. Irisan Kerucut 5
26 x x + y y - (- A)( x + x ) (- B )(y + y ) + a + b - r = 0 karena a = - A, b = - B dan r = x x + y y + A( x + x ) + B (y + y ) + C = 0 ( A ) ( B) C, maka Persamaan garis singgung dengan titik singgung (x,y ) pada lingkaran x + y + Ax + By + C = 0, adalah x x + y y + A( x + x ) + B (y + y ) + C = 0 Contoh Tentukan persamaan garis singgung pada lingkaran x + y + 6x 4 y -4 =0 di titik (,) Penyelesaian Dari persamaan lingkaran x + y + 6x 4 y -4 =0 diperoleh A = 6, B = -4 dan C = -3. Jadi persamaan garis singgung di titik (,) adalah: x x + y y + A( x + x ) + B (y + y ) + C = 0 x + y +3(x + ) + -(y + ) 4 = 0 x + y + 3x + 3 y 4 = 0 4x - y 3 = 0 Contoh Tentukan persamaan garis singgung pada lingkaran (x 6) + (y + ) = 6 di titik (,). Penyelesaian Persamaan garis singgung di titik (,) adalah: (x - a)(x - a) + (y - b)(y - b) = r. ( - 6)(x - 6) + ( + )(y + )) = 6-4(x - 6) + 4(y + )) = 6 atau -4x y + 8 = 6 MAT. 0. Irisan Kerucut 6
27 -4x + 4y = -6, jika kedua ruas dikalikan 4 didapat: x - y = 4 merupakan persamaan garis singgung yang diminta. PERSAMAAN GARIS SINGGUNG SEKUTU LUAR DAN DALAM Perhatikan gambar di samping. Diketahui dua buah lingkaran masing-masing r P T Q d Penyelesaian: Perhatikan T T Q siku-siku di T T Q = P P = d dan T Q = r r r P T Keterangan: d = jarak kedua pusat P = pusat lingkaran P = pusat lingkaran K L dan L dengan jari-jari berurutan adalah r dan r dengan r > r, sedangkan jarak antara titik pusat lingkaran itu adalah d. T T disebut ruas garis singgung sekutu luar. Berapakah panjang ruas garis singgung sekutu luar yang menghubungkan kedua lingkaran tersebut Dengan teorema Pythagoras didapat T T = T T = ( T Q Q) ( T ) ( d ) ( r r ) Panjang garis singgung sekutu luar antara dua lingkaran yang jarijarinya r dan r dengan r > r, serta jarak antara kedua pusat = d adalah ( d ) ( r r ) Contoh 3 Tentukan panjang garis singgung sekutu luar antara lingkaran dengan persamaan x + y + 4x + 6y -4= 0 dan x + y + 0x + 4y 0 =0. MAT. 0. Irisan Kerucut 7
28 Penyelesaian Lingkaran x + y + x -0y += 0 pusatnya di (,-5) dan jari-jarinya 5 Lingkaran x + y + x + 4y -5= 0 pusatnya di (6,7) dan jari-jarinya 0 Jarak kedua pusat lengkaran = d = d = ( 6) ( 5 ( 5) ( ) 7) d = 3 Panjang garis singgung sekutu luar adalah ( d ) ( r r ) = ( 3) (0 5) = 5 69 = 44 = Perhatikan gambar di samping. Diketahui dua buah lingkaran masing-masing L dan L dengan jari-jari berurutan adalah r dan r, sedangkan jarak antara titik pusat lingkaran itu adalah d. T T disebut garis singgung sekutu dalam. Berapakah panjang ruas garis singgung sekutu dalam yang menghubungkan kedua lingkaran tersebut r P T d K Keterangan: d = jarak kedua pusat P = pusat lingkaran P = pusat lingkaran r T P Penyelesaian: Buat garis melalui titik P sejajar T T yaitu P R Buat garis melalui titik P sejajar T T yaitu P Q Pandang segi-4 P QP R; T T P Q dan T T P R maka P Q // P R..() T T // P R dan T T // P Q maka P R // P Q...() besar P QP = besar P QP = 90 0 (sehadap) (3) Dari (),(), dan (3) dapat disimpulkan bahwa segi-4 P QP R adalah persegi panjang. MAT. 0. Irisan Kerucut 8
29 Pandang P Q P siku-siku di Q. maka berlaku teorema phytagoras (P P ) = (P Q) + (QP ) (P P ) = (T T ) + (r + r ) (d) = (T T ) + (r + r ) T T = ( d ) ( r r ) R T r P r T P Q Panjang garis singgung sekutu dalam antara dua lingkaran yang jarijarinya r dan r, serta jarak antara kedua pusat d adalah ( d ) ( r r ) Contoh 4 Tentukan panjang garis singgung sekutu luar antara lingkaran dengan persamaan x + y + x + 4y + 4= 0 dan x + y - x - 0y + 3 =0. Penyelesaian Lingkaran pusatnya x + y + x + 4y + 4= 0 di (,-) dan jari-jarinya Lingkaran x + y + x + 4y -5= 0 pusatnya di (6,0) dan jari-jarinya Jarak kedua pusat lengkaran = d = d = ( 6) ( ( 0) 5) ( ) = 3 Panjang garis singgung sekutu dalam adalah ( d ) ( r r ) = ( 3) ( ) = 69 9 = 60 MAT. 0. Irisan Kerucut 9
30 c. Rangkuman Kegiatan a. x + y = r merupakan persamaan lingkaran yang pusatnya O(0,0) dan jari-jari r b. (x a) + (y b) = r merupakan persamaan lingkaran pusat (a,b) dengan jari-jari r c. Bentuk umum persamaan ingkaran adalah x + y + Ax + By + C = 0 dengan pusat di ( A, B) dan jari-jari r = ( A ) ( B) C d. Persamaan garis singgung pada lingkaran x + y = r dengan gradien m adalah y = mx r m e. Persamaan garis singgung pada lingkaran (x a) + (y b) = r dengan gradien m adalah y - b = m(x a) r m f. Persamaan garis singgung dengan titik singgung (x,y ) pada lingkaran x + y = r adalah x x + y y = r g. Persamaan garis singgung dengan titik singgung (x,y ) pada lingkaran (x a) + (y b) = r adalah (x - a)(x - a)+ (y - b)(y - b) = r h. Persamaan garis singgung dengan titik singgung (x,y ) pada lingkaran x + y + Ax + By + C = 0, adalah x x + y y + A( x + x ) + B (y + y ) + C =0 i. Panjang garis singgung sekutu luar antara dua lingkaran yang jari-jarinya r dan r dengan r > r, serta jarak antara kedua pusat = d adalah ( d ) ( r r ) j. Panjang garis singgung sekutu dalam antara dua lingkaran yang jari-jarinya r dan r, serta jarak antara kedua pusat d adalah ( d ) ( r r ) MAT. 0. Irisan Kerucut 0
31 d. Tugas Agar anda memahami materi-materi dalam kegiatan belajar ini, kerjakan soal-soal latihan berikut ini.. Tentukan persamaan lingkaran dengan syarat: a) bertitik pusat di P(3,-4) dan melalui O(0,0) b) melalui titik titk K(3,) dan L(-,3) dan titik pusatnya terletak pada garis 3x-y-=0.. Tentukan titik pusat dan jari-jari dari lingkaran dengan persamaan x + y + 8x + 4y + 4= Tentukan persamaan lingkaran melalui titik K(,), L(,-) dan M(,0) 4. Tentukan harga k, agar garis y = kx dan lingkaran x + y -0x + 6= 0 a) berpotongan di dua titik b) bersinggungan c) tidak berpotongan 5. Tentukan persamaan garis singgung yang melalui titik O(0,0) pada lingkaran x + y 6x - y + 8= 0 6. Diketahui dua buah roda yang jarak kedua As adalah 78 cm, roda pertama jari-jarinya 50 cm dan roda kedua 0 cm. Pada kedua roda dipasang rantai. Tentukan panjang rantai yang tidak menempel di roda. d. Kunci Jawaban Tugas Apabila anda menemui kesulitan dalam menyelesaikan soal latihan, anda dapat mengikuti petunjuk berikut ini. Jika anda bisa menjawabnya, cocokanlah jawaban anda dengan kunci berikut ini.. a) Persamaan lingkaran dengan pusat P(3,-4) dan melalui O(0,0) adalah (x 3) + (y + 4) = 5. Jarak OP sebagai jari-jari b) Misalkan persamaan lingkarannya adalah x + y + Ax By +C = 0, dimana pusat lingkaran P ( A, B). Koordinat-koordinat titik K dan L disubstitusikan pada persamaan lingkaran dan koordinat P MAT. 0. Irisan Kerucut
32 disubstitusikan pada garis 3x y =0. Sehingga diperoleh sistem persamaan linier yang terdiri atas 3 persamaan dan 3 variabel yaitu A, B, dan C. Selesaikan sistem persamaan itu dengan substitusi dan/atau eliminasi didapat A = -4, B = -8 dan C = 0. Jadi persamaan lingkarannya adalah x + y - 4x - 8y +0 = 0.. Persamaan lingkaran tersebut dapat diubah menjadi (x + 5 ) + (y + 4) =, jadi pusatnya (-,-) dan jari-jarinya 4 3. Misalkan persamaan lingkarannya adalah x + y + Ax By +C = 0. Substitusikan koordinat titik P, Q, dan R pada persamaan lingkaran, sehingga diperoleh sistem persamaan linier yang terdiri atas 3 persamaan dan 3 variabel yaitu A, B, dan C. Selesaikan sistem persamaan itu dengan substitusi dan/atau eliminasi didapat A = -, B = 0 dan C = 0. Jadi persamaan lingkarannya adalah x + y - x = 0 4. Misalkan garis dan lingkaran berpotonganmaka didapat persamaan kuadrat dalam x, yaitu x + k x - 0x +6= 0 ( + k ) x 0x + 6 = 0, diskriminan dari persamaan ini adalah D = (6-8k) (6 + 8k). Garis dan lingkaran akan: a) berpotongan, jika D>0, didapat < k < 4 3 b) bersinggungan, jika D = 0, didapat k = atau k = 4 3 c) tidak berpotongan, jika D<0, didapat k <- 4 3 atau k > Perhatikan titik O(0,0) terletak diluar lingkaran. Mengapa Misalkan garis singgung yang dicari menyinggung lingkaran di titik S(a,b), maka persamaan garis singgungnya adalah ax + by - 3(x + a) - (y + b) +8 = 0 (a - 3)x + (b - )y 3a b +8=0 MAT. 0. Irisan Kerucut
33 Garis singgung ini melalui (0,0), maka 3a b +8=0 b= 8 3a... () S (a,b) pada lingkaran, maka a + b 6a b + 8= 0... () Substitusi () pada () didapat a + (8 3a ) 6a (8 3a ) + 8= 0 a a + 9a 6a 6+ 6a + 8= 0 0a -48a + 56 = 0 (a - 4 )(5a - 4) = 0 4 a = atau a =, akibatnya b = atau b = Jadi persamaan garis singgungnya adalah y = x atau x + 7 y = 0 6. Panjang rantai yang tidak menempel di roda merupakan panjang garis singgung luar. Panjang rantai = = ( d ) ( r r ( 78) (30) ) = 60 cm e. Tes Formatif. Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik (3,4), (5,0) dan (0,5).. Tentukan persamaan garis singgung pada lingkaran x + y = 00 yang melalui titik (6,8) 3. Tentukan pusat dan jari-jari lingkaran x + y +8x 6y = 0 dan apa keistimewaan dari lingkaran ini 4. Tentukan panjang garis singgung persekutuan luar antara lingkaran x + y = 4 dan x + y - 0x + 36 = 0 MAT. 0. Irisan Kerucut 3
34 f. Kunci Jawaban Tes Formatif. Misal persamaan lingkaran yang melalui titik (3,4), (5,0) dan (-5,0), adalah x + y +Ax + By + C= 0 Titik (3,4) pada lingkaran: A + 4B + C= 0 atau 3A + 4B + C=-5 Titik (5,0) pada lingkaran: A C= 0 atau 5A + C= -5 Titik (0,5) pada lingkaran: 5+0 5A C= 0 atau 5A + C= -5. Dari tiga persamaan di atas didapat A = 0, B= 0 dan C = -5 Jadi persamaan lingkarannya adalah x + y - 5 = 0. Titik (6,8) pada lingkaran x + y = 0 Persamaan garis singgung pada lingkaran x + y = 00 yang melalui titik (6,8) adalah 6x + 8y = 00 atau 3x + 4y = Persamaan x + y +8x 6y = 0 dapat diubah menjadi x + 8x + y 6y = 0 x + 8x y 6y + 9= (x + 4) + (y - 4) = 5 Jadi pusat (-4, 3 ) dan jari-jari = 5 Anda dapat juga menggunakan cara lain. 4. Lingkaran x + y = 4 pusatnya (0,0) dan jari-jarinya x + y - 0x + 36 = 0 pusatnya (0, 0) dan jari-jarinya 8 Jarak kedua pusat = 0 Panjang garis singgung luar = = ( d ) ( r r ( 0) (8 ) ) = 8 MAT. 0. Irisan Kerucut 4
35 . Kegiatan Belajar : Ellips a. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, diharapkan anda dapat: Memahami unsur-unsur ellips Menentukan persamaan ellips jika pusat dan jari-jarinya diketahaui. Dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan ellips. b. Uraian Materi Kegiatan Belajar Kurva lengkung sederhana dan teratur yang mempunyai dua sumbu simetri adalah Ellips. Buatlah model kerucut dari kertas manila, kemudian potong menurut bidang tidak sejajar bidang alas tetapi tidak memotong bidang alas kerucut. Berbentuk apakah permukaan kerucut yang terpotong Permukaan kerucut yang terpotong berbentuk ellips. Dalam matematika ellips didefinisikan sebagai himpunan titik-titik (pada bidang datar) yang jumlah jaraknya terhadap dua titik tertentu tetap besarnya. Selanjutnya dua titik itu disebut Titik Fokus Ellips. UNSUR-UNSUR ELLIPS Perhatikan gambar ellips berikut ini: Keterangan: Titik O disebut koordinat titik pusat ellips F C T O F A Titik A, B, C dan D disebut koordinat titiktitik puncak ellips Titik F dan F disebut koordinat titik-titik fokus ellips AB dan CD berturut-turut disebut D sumbu mayor (sumbu panjang) dan sumbu minor (sumbu pendek) AB = TF +TF MAT. 0. Irisan Kerucut 5
36 PERSAMAAN ELLIPS DENGAN PUSAT DI O(0,0) Misalkan F F = c, merupakan jarak antara dua titik fokus. Maka F (c,0) dan F (-c,0). Misalkan jumlah jarak yang tetap itu adalah a. Ambil sebarang titik pada ellips misal T(x,y ) dan titik O sebagai pusat ellips. Berdasarkan definisi ellips, yaitu: TF + TF = a F T(x,y ) O F ( x y + c) ( x y = a c) ( x y = a - c) ( x y, jika kedua ruas dikuadratkan didapat c) (x -c) + y = 4a + (x + c) + y 4a ( x y c) (x x c + c ) + y = 4a + (x + x c + c) + c 4a ( x y c) -4x c - 4a = 4a ( x y, jika kedua ruas dibagi -4 didapat c) (x c + a ) = a {(x + c) + y }, jika kedua ruas dikuadratkan didapat x c + a 4 + x ca = a (x + x c + c ) + a y a (a c ) = (a c )x + a y Karena a > c maka a c > 0 sehingga kita dapat memisalkan a c = b sehingga persamaan di atas menjadi b x + a y = a b x y b a Karena T(x,y ) adalah titik yang diambil, maka setiap titik itu memenuhi: x a b y c dan disebut eksentrisitas numerik dan ditulis e. Karena a a>c maka 0 < e <. MAT. 0. Irisan Kerucut 6
37 x y Persamaan ellips dengan pusat di O(0,0) adalah a b Contoh Tentukan persamaan ellips yang berpusat di O(0,0) dengan sumbu panjang dan sumbu pendek berturut-turut: a. 8 dan 6 b. 4 dan Penyelesaian a. Sumbu panjang = 8, berarti a = 4. Sumbu pendek = 6, berarti b = 3 Jadi persamaan ellipsnya adalah x y 4 3 atau x y 6 9 b. Sumbu panjang = 4, berarti a =. Sumbu pendek =, berarti b = Jadi persamaan ellipsnya adalah x y atau x y 4 Contoh Tentukan persamaan ellips yang titik apinya terletak pada sumbu x, simetri 3 terhadap titik O, sumbu panjangnya 0 dan eksentrisitas numerik e =. 5 Penyelesaian Sumbu panjang a = 0, berarti a = 0 3 c 3 e =, berarti =. Karena a = 0, dengan demikian c =6 5 a 5 a c = b b = atau b = 64 b = 8, mengapa 8 tidak digunakan Jadi persamaan ellips adalah y MAT. 0. Irisan Kerucut 7
38 PERSAMAAN ELLIPS DENGAN PUSAT TIDAK PADA (0,0) Y T(x,y ) Dengan cara yang sama, ambil sebarang titik pada lingkaran misal T(x,y ) dan titik P(, ) sebagai pusat ellips, maka akan didapat persamaan ellips yaitu: O X ( x ) ( y a b ) Coba anda turunkan asal rumus ini. Contoh 3 Tentukan persamaan ellips yang berpusat di (3, -) dengan sumbu panjang dan sumbu pendek berturut-turut 6 dan 4. Penyelesaian Sumbu panjang = 6, berarti a = 3 Sumbu pendek = 4, berarti b = Jadi persamaan ellipsnya adalah ( x ) ( y ) a b ( x 3) ( y ) 3 ( x 3) ( y ) 9 4 MAT. 0. Irisan Kerucut 8
39 SKETSA ELLIPS Dapatkah anda membuat gambar a ellips Buatlah dengan langkah-langkah sebagai berikut: C T i. Gambarlah di bukumu titik F, F dan panjang a > F F. Tentukan titik A dan B B F F A pada perpanjangan garis F F sedemikian hingga F B = F A dan AB = a D. F B= F A = (a - F F ) 3. Titik T i diperoleh sebagai berikut: a) Buat lingkaran dengan pusat F dan jari-jari r i > F A b) Dari B busurkan lingkaran dengan jari-jari a - r i c) Perpotongan lingkaran pada langkah (a) dan (b) adalah titik T i. d) Lakukan langkah yang sama dengan mengganti peran F dengan F dan sebaliknya. Akan didapat titik-titik C dan D yang memenuhi definisi ellips. Hubungkan titik-titik itu dengan kurva mulus akan didapat sketsa ellips Bermain Sediakan paku pines, kapur tulis atau spidol papan dan tali secukupnya. Tancapkan paku pines pada papan. Gunting tali dengan panjang lebih dari jarak kedua pines. Ikat ujung tali pada masing-masing pines (tali pada posisi kendor). Ambil kapur tulis atau spidol papan dan letakkan menempel tali pada posisi bagian dalam tali dan pines. Gerakan kapur atau spidol menelusuri tali maka akan tergambar ellips. Silahkan mencoba! MAT. 0. Irisan Kerucut 9
40 PERSAMAAN GARIS SINGGUNG ELLIPS Garis singgung ellips adalah suatu garis yang memotong ellips tepat pada satu titik. a. Gradien diketahui Misal persamaan garis singgung: y = mx + k x y Sehingga ada satu titik pada ellips: a b persamaan garis singgung di atas. Akibatnya: yang memenuhi x a ( mx k) b b x + a (mx + k) = a b ; jika kedua ruas dikalikan a b didapat b x + a (m x + k + mkx) = a b (b + a m )x + a k + a mkx - a b = 0 (b + a m )x + a mkx + a (k - b ) = 0 Garis akan menyinggung ellips, jika titik-titik potong berimpit atau memotong di satu titik. Hal ini terjadi apabila persamaan kuadrat di atas mempunyai dua akar yang sama atau apabila diskriminannya sama dengan nol. D = 0 (a mk) 4. (b + a m ). a (k - b ) = 0 (4a 4 m k ) 4a.( b k b 4 + a m k - a m b ) = 0 b k - (b + a m )b = 0 Y = mx + k C(0,b) k - (b + a m ) = 0 k = b a m B(-a,0) O A(a,0) Jadi persamaan garis singgungnya D(0,-b) X a b Y adalah y = mx b a m MAT. 0. Irisan Kerucut 30
41 Contoh 4 Tentukan persamaan garis singgung pada ellips y 6 9, jika garis singgung itu membentuk sudut 45 o dengan sumbu x positip. Penyelesaian Garis singgung itu membentuk sudut 45 o dengan sumbu x positip berarti gradien m = tg 45 o =. Persamaan garis singgungnya y = mx y =. x y = x 5 b 3 a 4 m. Jadi persamaan garis singgungnya adalah y = x + 5 atau y = x 5 Contoh 5 Carilah persamaan garis singgung pada ellips x + 4y = 0 yang tegak lurus ke garis x y 3 = 0. Penyelesaian x y 3 = 0 y = (x 3)/ 3 y = x - Jadi gradien garis x y 3 = 0 adalah m =. Karena garis singgung tegak lurus garis x y 3 = 0, maka gradien garis singgung: m = - m = -. Persamaan ellips x + 4y = 0 dapat diubah menjadi x y 0 5 dengan membagi kedua ruas dengan 0. Persamaan garis singgungnya adalah y = mx b a m y = -. x 5 0 y = - x 5 MAT. 0. Irisan Kerucut 3
42 Jadi persamaan garis singgungnya adalah y + x - 5= 0 atau y + x + 5= 0 GARIS SINGGUNG UNTUK LINGKARAN YANG TIDAK BERPUSAT DI (0,0) Dengan cara yang serupa dengan di atas dapat ditemukan persamaan garis singgung lingkaran yang tidak berpusat di (0,0) misal di (, ) yaitu y- = m(x- ) b a m Contoh 6 Tentukan persmaan garis singgung pada ellips ( x 3) ( y ) 6 9, jika garis singgung itu membentuk sudut 35 o dengan sumbu x positip. Penyelesaian Garis singgung itu membentuk sudut 35 o dengan sumbu x positip berarti gradien m = tg 35 o = -. Persamaan garis singgungnya y- = m(x- ) b a m y + = -(x 3) 3 4 ( ) y + = -x Jadi persamaan garis singgungnya adalah y + x = 6 atau y + x + 4 = 0 b. Titik singgungnya diketahui Misal titik singgungnya di T (x,y ) dan P (x,y ) suatu titik pada ellips, sedangkan persamaan ellips: x a b y y b x a maka berlaku:...() dan T(x,y ) C(0,b) B(-a,0) O D(0,-b) X a P(x,y ) A(a,0) b Y x y b a.() MAT. 0. Irisan Kerucut 3
43 Dari persamaan () dan () didapat: b x + a y = b x + a y b (x - x ) = -a (y - y ) b (x + x ) (x - x ) = -a (y + y ) (y - y ) b ( x x) a ( y y ) y x y x... (3) Karena persamaan garis yang melalui titik Tdan P adalah: y- y = y x x y ( x x ), substitusi (3) pada persamaan ini didapat y- y = b ( x x ) a ( y y ) ( x x ) ; Jika P mendekati T sedemikian P sangat dekat dengan T, maka hampir x = x dan y = y, dimana TP = 0. y- y = b (x ) a (y ) ( x x ) a y y a y + b x x b x = 0 ; kedua ruas dikalikan a a y y + b x x (a y + b x ) = 0 a y y + b x x a b = 0 a y y + b x x = a b x X y Y b a ; kedua ruas dibagi a b Jadi persamaan garis singgung di titik singgung (x,y ) adalah: x x a y y b Contoh 7 x Carilah persamaan garis singgung pada ellips y 30 4 di titik yang absisnya 5. Penyelesaian Titik-titik pada ellips yang absisnya 5, ordinatnya diperoleh dari MAT. 0. Irisan Kerucut 33
44 5 30 y = 4 y 4 y = Jadi titik singgungnya P(5,) dan Q(5, -) Persamaan garis singgung di P adalah 5x y 30 4 Persamaan garis singgung di Q adalah 5x y 30 4 Garis singgung ellips yang tidak berpusat di (, ) Dengan cara yang sama seperti di atas, untuk ellips ( x ) ( y ) a b singgung (x,y ) adalah:, maka persamaan garis singgung di titik ( x )( x ) ( y )( y a b ) Contoh 8 Carilah persamaan garis singgung pada ellips ( x ) ( y 3) 0 5 di titik yang ordinatnya. Penyelesaian Titik-titik pada ellips yang ordinatnya, diperoleh absis ( x ) 0 ( 3) 5 ( x ) 0 5 (x ) + 4 = 0 x 4x = 0 x 4x = 0, kedua ruas dikalikan 0 didapat MAT. 0. Irisan Kerucut 34
45 (x 6)(x + ) = 0 x = 6 atau x = - Jadi titik singgungnya A(6, -) dan B (-,-) (6 )( x ) ( 3)( y 3) Persamaan garis singgung di A = 0 5 4( x ) ( y 3) 0 5, jika kedua ruas dikalikan 0 didapat 4(x ) + 4(y + 3) = 0 4x + 4y = 6 x + y = 4 Persamaan garis singgung di A= (6 )( x ) ( 3)( y 3) 0 5 4( x ) ( y 3) 0 5, jika kedua ruas dikalikan 0 didapat 4(x ) + 4(y + 3) = 0 4x + 4y = 6 x + y = 4 Persamaan garis singgung di B adalah ( )( x ) ( 3)( y 3) 0 5 4( x ) ( y 3), jika kedua ruas dikalikan 0 didapat 0 5-4(x ) + 4(y + 3) = 0-4x + 4y = 0 x + y = 0 MAT. 0. Irisan Kerucut 35
46 C. Rankuman Kegiatan x y Persamaan ellips dengan pusat di O(0,0) adalah a b Parsamaan ellips melalui titik T(x,y ) dan pusatnya di titik P(, ) adalah ( x ) ( y a b ) x y c. Persamaan garis singgungnya m pada ellips adalah a b adalah y = mx b a m d. persamaan garis singgung lingkaran yang tidak berpusat di (0,0) misal di (, ) yaitu y- = m(x- ) b a m e. persamaan garis singgung di titik singgung x x yy (x,y ) pada ellips adalah a b f. Persamaan garis singgung di titik (x,y ) pada ellips ( x ) ( y ) a b, adalah ( x )( x ) ( y )( y ) a b MAT. 0. Irisan Kerucut 36
47 d. Tugas Agar anda memahami materi ellips ini, kerjakan soal-soal berikut secara mandiri.. Tentukan persamaan ellips yang titik apinya terletak pada sumbu x dan simetris terhadap O yang memenuhi syarat jarak kedua titik apinya adalah 4 dan jarak kedua garis arah arahnya adalah 5. x. Tentukan koordinat titik-titik api dari ellips y Tentukan persamaan ellips yang eksentrisitas numeriknya e = salah 3 satu titik apinya F(6,0). 4. Tentukan nilai m sehingga garis y = -x +m menyinggung ellips x y 0 5. d. Kunci Jawaban Tugas Apabila anda menemui kesulitan untuk menyelesaikan soal-soal di atas, petunjuk dapat mengikuti petunjuk penyelesaian.. Jarak kedua titik api adalah c = 4, berarti c=. karena jarak kedua garis arahnya adalah 5 = 5 a =5 maka a = c Pada ellips berlaku b = a c, maka b = 5 4= 5 c dan karena c= maka a Karena titik-titik api ellips terletak pada sumbu x dan simetris terhadap O x y maka persamaan ellips berbentuk a b ditanyakan adalah x y 5 jadi persamaan ellips yang. Persamaan ellips x y berarti a = 0 dan b=6 Pada ellips berlaku b = a c, dengan demikian c = 8, ini berarti koordinat titik api F (8,0) dan F (-8,0) MAT. 0. Irisan Kerucut 37
48 c 3. Eksentrisitas numeriknya e = =. Karena c = 6, maka a = 9 3 a a c = b b = 8 36 atau b = 45 b = 45, mengapa 45 tidak digunakan Jadi persamaan ellips adalah x y Gradien garis y = -x + p adalah - Persamaan garis singgung dengan gradien adalah y = -x 5. Jadi p = 5 MAT. 0. Irisan Kerucut 38
49 e. Tes Formatif. Tentukan garis arah dari ellips x y Tentukan persamaan ellips dengan pusat (,) dan eksentrisitasnya, 5 sedangkan direktriknya 4x = 5 3. Tentukan panjang garis mayor, minor dan persamaan garis singgung x pada ellips y 50 3 melalui titik (5, 4) 4. Buatlah sketsa ellips 9x + 5y - 36x + 50y 64 =0. Tentukan koordinatkordinat titik fokus dan keempat puncaknya. f. Kunci Tes Formatif. Dari ellips x y didapat a= 0, b = 6 dan c = 8 Persamaan garis arah x = = dan x = - = Eksentrisitasnya 5 4 = a c atau c = 5 4 a Direktriknya 4x = 5 atau x = 5 a, sedangkan x =, dengan 4 c a 5 demikian didapat = atau a 5 = c c 4 4 a 5 4 =. a atau a = 5 dan c = 4, akibatnya b = ( x ) ( y ) Jadi persamaan ellipsnya adalah Panjang garis mayor = 50 = 0 Panjang minor = 3 = 8 MAT. 0. Irisan Kerucut 39
50 Persamaan garis singgung pada ellips 5x 4 y adalah 50 3 x y 50 3 melalui titik (5, 4) 4. Ellips 9x + 5y - 36x + 50y 64 =0 dapat diubah menjadi: 9x - 36x + 5y + 50y 64 = 0 9(x 4x )+ 5(y + y) 64 = 0 9(x 4x + 4 )+ 5(y + y +) 64 = (x ) + 5(y + ) = 5, kedua ruas dibagi dengan 5 didapat ( x ) 5 + ( y ) 9 =. Dari persamaan ini a = 5, b = 3 dan c = 4 Koordinat-kordinat titik fokus adalah (6, -) dan (-, -) dan koordinat keempat puncaknya adalah (7, -), (-3,-),, ) dan (, -4). Anda dapat membuat sketsa dari hasil jawaban ini. MAT. 0. Irisan Kerucut 40
51 3. Kegiatan Belajar 3 : Parabola a. Tujuan Kegiatan Belajar 3 Setelah mempelajari kegiatan belajar 3 ini, diharapkan anda dapat: Memahami unsur-unsur parabola Menentukan persamaan parabola dan dapat menggambar grafiknya Dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan hiperbola. b. Uraian Materi Kegiatan Belajar 3 Kurva lengkung sederhana dan teratur yang mempunyai satu sumbu simetri adalah Parabola. Buatlah model kerucut dari kertas manila. Atau plastisin (sering disebut malam). Iris dengan bidang yang tegak lurus alas kerucut. Berbentuk apakah permukaan kerucut yang teriris Permukaan kerucut yang teriris benbentuk parabola. Parabola diperoleh dengan mengiris bangun kerucut sejajar garis pelukisnya. Dalam matematika parabola didefinisikan sebagai himpunan titik-titik (pada bidang datar) yang memiliki jarak tetap terhadap suatu titik tertentu dan suatu garis tertentu pula. Selanjutnya titik itu disebut fokus parabola, sedangkan garis itu disebut garis arah atau direktriks. Parabola dapat dilukis jika diketahui garis arah dan titik fokus yang terletak pada suatu garis, di mana garis itu tegak lurus garis arah. MENENTUKAN PERSAMAAN PARABOLA Ambil sebarang titik pada parabola misal T(x,y ) dan titik O sebagai puncak parabola. Tarik garis melalui T tegak lurus garis arah yang diketahui misal di P. Hubungkan garis melalui titik T dan F. Berdasarkan definisi parabola: TF = TP. Pandang TQF. TQF merupakan segitiga siku-siku, MAT. 0. Irisan Kerucut 4
52 dimana membentuk sudut siku-siku di titik Q. Sehingga berlaku teorema phytagoras: QT + QF = TF Garis arah P T(x,y ) QT QF = TF = TP x P QT QF = A O Q F ( QT QF ) = x P QT + QF = (x + P ) y + (x - p y + x px + y = px ) = (x + P ) p = x + px + 4 p 4 Keterangan: Titik F disebut titik api, koordinatnya F( p, 0 ) Titik O disebut puncak parabola Garis x = - p disebut garis arah atau Direktriks Sumbu x; sumbu simetri dari parabola. Persamaan parabola yang puncaknya O(0,0) dan sumbu simetrinya sumbu x adalah y = px Contoh Tentukan persamaan parabola yang puncaknya di O, sumbu simetrinya berimpit dengan sumbu x dan parabola terletak di kanan sumbu y dan melalui titik (,) Penyelesaian Misal persamaan parabolanya y = px (karena terletak di setengah bidang bagian kiri). Titik ((,) pada parabola berarti 4 = p atau p = Jadi persamaan parabolanya adalah y = 4x MAT. 0. Irisan Kerucut 4
53 Contoh Tentukan persamaan parabola puncaknya di (0,0) dan koordinat titik apinya F(4,0). Penyelesaian Misal persamaan parabolanya y = px Koordinat titik apinya F(4,0), berarti p = 4 atau p = 8 Jadi persamaan parabolanya adalah y = 6x Contoh 3 Tentukan persamaan parabola yang puncaknya di (0,0), sumbu simetrinya sumbu x dan persamaan garis arahnya x + 5 = 0 Penyelesaian Misal persamaan parabolanya y = px Persamaan garis arahnya x + 5 = 0 berarti p = 5 atau p = 0 Jadi persamaan parabolanya adalah y = 0x MAT. 0. Irisan Kerucut 43
54 PERSAMAAN PARABOLA PUSATNYA PADA (a,b) Garis arah K A O K(a,b) Q T(x,y ) Keterangan: Titik F disebut titik api, kordinatnya F( p, b) Titik P (a,b) disebut puncak parabola Garis x = - p + a disebut garis arah atau Direktriks F Ambil sebarang titik pada parabola misal T(x,y ) dan titik P(a,b) sebagai puncak parabola. Tarik garis melalui T tegak lurus garis arah yang diketahui misal di K. Hubungkan garis melalui titik T dan F. Berdasarkan definisi parabola: TF = TK. Dengan menggunakan cara yang sama seperti di atas, anda dapat menjabarkan bahwa persamaan parabola yang puncaknya P(a,b) dan sumbu simetrinya sejajar sumbu x adalah: (y-b) = p(x-a) Persamaan parabola yang puncaknya P(a,b) dan sumbu simetrinya sejajar sumbu x adalah: (y-b) = p(x-a) Contoh 4 Tentukan persamaan parabola yang puncaknya di ( 3, 4) dan dan garis arahnya x = MAT. 0. Irisan Kerucut 44
55 Penyelesaian Garis arahnya x = berarti - p + 3 = atau p = atau p = 4 Jadi persamaan parabolanya adalah (y-4) = 8(x-3) PERSAMAAN GARIS SINGGUNG PARABOLA Garis singgung parabola adalah suatu garis yang memotong parabola tepat pada satu titik. a. Gradien diketahui Misal persamaan garis singgung: y = mx + k Sehingga ada satu titik pada parabola: y = px yang memenuhi persamaan garis singgung di atas. Akibatnya: (mx + k ) = px m x + mkx+ k = px m x + (mk-p)x+ k = 0 ; merupakan persamaan kuadrat dalam variabel x. Agar persamaan kuadrat itu mempunyai satu harga x, maka harus terpenuhi syarat diskriminan dari persamaan itu sama dengan nol, yaitu: D = 0 (mk-p) - 4.m k = 0 y = mx + k 4.(mk-p) 4. m k = 0 (m k mkp + p ) 4m k = 0 O - 8 mkp + 4 p = 0 y = px - mkp + p = 0 p ( p mk) = 0 p = 0 atau p = mk, didapat k = p m Jadi persamaan garis singgungnya adalah y = mx + p m MAT. 0. Irisan Kerucut 45
56 Persamaan garis singgung dengan gradien m pada parabola y = px adalah y = mx + p m Contoh 5 Tentukan persamaan garis singgung dengan gradien pada parabola y = 8x Penyelesaian y = 8x berarti p = 4 Persamaan garis singgung dengan gradien pada parabola y = 8x adalah y = mx + p m y = x + Garis singgung untuk parabola yang berpuncak di (a,b) Dengan cara yang serupa dengan di atas, anda dapat menemukan persamaan garis singgung parabola yang berpuncak di (a,b) yaitu y-b = m(x-a) + p m Contoh 6 Tentukan persamaan garis singgung yang gradiennya membentuk sudut 45 o dengan sumbu x dan menyinggung parabola (y-4) = 8(x-3) Penyelesaian (y-4) = 8(x-3) berarti p = 4 dan koordinat puncaknya (3,4) Gradiennya membentuk sudut 45 o dengan sumbu x berarti m = (masih ingat dari mana asalnya) Jadi persamaan garis singgungnya adalah y - b = m(x - a) + p m y 4= (x 3) + atau y = x + 3 MAT. 0. Irisan Kerucut 46
57 b. Jika titik singgungnya diketahui Misal titik singgungnya di P (x,y ) Persamaan garis: y = m x + k Karena garis singgung memotong parabola yaitu di tepat satu titik, maka berlaku: (m x + k) = px y + m ( x x ) + m y ( x x ) = px m x + (mk-p)x+ k = 0 ; merupakan persamaan kuadrat dalam variabel x. Karena ada satu titik potong dengan parabola maka absisnya adalah: x = - b a (mk p) = - m.() p mk p y = m + k =..() m m p p p y = atau m =. Jadi gradien garis singgung adalah m =. m y y Karena P (x,y ) pada parabola maka berlaku: y = px setelah kita subtitusikan persamaan () dan (), maka akan diperoleh nilai k, yaitu: y k = O P(x,y ) y = m x + k Jadi y = p y x +, jika kedua ruas dikalikan y maka didapat y y y = px + y y y = px + px, karena y = px atau y y = p(x + x ) y = px Jadi persamaan garis singgung melalui titik (x,y ) pada parabola y = px adalah y y = p(x + x ) MAT. 0. Irisan Kerucut 47
58 Contoh 7 Tentukan persamaan garis singgung melalui titik P(-,4) pada parabola y = -8x Penyelesaian Dari y = -8x didapat p = - 4 Titik P(-,4) terletak pada parabola y = -8x Persamaan garis singgungmelalui titik P adalah: y y = p(x + x ) 4y = -4(x ) y = -x + Contoh 8 Tentukan persamaan garis singgung melalui titik P(-,-3) pada parabola y = 8x Penyelesaian Dari y = 8x didapat p = 4 Titik P(-,3) tidak terletak pada parabola y = 8x Misal titik singgungnya S(x o, y o ). Maka persamaan garis singgung melalui s adalah y o y = 4(x + x o ). Titik P(-, -3) terletak pada garis singgung maka: -3y o = 4(- + x o ) atau 4x o + 3y o - 8 = 0...() S pada parabola, maka y o = -8x o atau x o = yo... () 8 Substitusi () pada () didapat 4( 8 yo ) + 3y o - 8 = 0 ( yo ) + 3y o - 8 = 0 y o + 6y o - 6 = 0 (y o + 8)(y o ) = 0 y o = - 8 atau y o = Untuk y o = -8 didapat x o = 8 dan untuk y o = didapat x o = Jadi: MAT. 0. Irisan Kerucut 48
59 Persamaan garis singgung melalui (8,-8) adalah 8y = 4(x + 8) x + y + 8 = 0. Persamaan garis singgung melalui (, ) adalah y = 4(x + ) x - y + = 0. Garis singgung untuk parabola yang berpuncak di (a,b) Dengan cara yang serupa dengan di atas, anda dapat mneemukan persamaan garis singgung parabola di titik T (x,y ) yang tidak berpuncak di di (a,b) yaitu: (y b) (y b) = p (x + x a) Contoh 9 Tentukan persamaan garis singgung melalui titik P(5, -8) pada parabola (y - 4) = 8(x - 3) Penyelesaian Dari parabola (y - 4) = 8(x - 3) didapat p = 4 dan puncaknya (3,4) Titik (5, -8) terletak pada parabola (y - 4) = 8(x - 3) Jadi persamaan garis singgungnya adalah (y b) (y b) = p (x + x a) (-8 4) (y 4) = 4 (x + 5 6) -(y 4) = 4 (x -) -y + 48 = 4x 4 4x + y = 5 MAT. 0. Irisan Kerucut 49
60 GRAFIK PERSAMAAN PARABOLA a. Grafik parabola yang berpuncak di (0,0) F x = py Garis arah 0 Garis arah X Garis arah y = px F 0 X x = -py Garis arah y = -px 0 F X F 0 X b. Grafik parabola yang berpuncak di (a,b) F (X-a) = p(y-b) Garis arah 0 (a,b) Garis arah X 0 (a,b) F X (X-a) = -p(y-b) Garis arah (Y-b) = p(x a) (Y-b) = -p(x-a) Garis arah F F (a,b) 0 X 0 X MAT. 0. Irisan Kerucut 50
61 c. Rankuman Kegiatan 3 x y Persamaan ellips dengan pusat di O(0,0) adalah a b Persamaan ellips melalui titik T(x,y ) dan pusatnya di titik P(, ) adalah ( x ) ( y a b ) x y Persamaan garis singgungnya m pada ellips adalah a b adalah y = mx b a m Persamaan garis singgung lingkaran yang tidak berpusat di (0,0) misal di (, ) yaitu y- = m(x- ) b a m Persamaan garis singgung di titik singgung (x,y ) pada ellips adalah x x yy b a Persamaan garis singgung di titik (x,y ) pada ellips ( x ) ( y ) a b, adalah ( x )( x ) ( y )( y ) a b d. Tugas 3 Untuk memantapkan pemahaman anda, kerjakan tugas-tugas berikut. Tentukan tititk api dan persamaan garis arah parabola y =4x. Carilah persamaan garis yang menghubungkan titik M dan titik api parabola y =0x, jika absis titik M adalah Tentukan nilai k sehingga persamaan y=kx+ menyinggung parabola y =4x. MAT. 0. Irisan Kerucut 5
62 4. Diketahui puncak parabola adalah A(6,-3) dan persamaan garis arahnya 3x-5y+=0, tentukan titik api dari parabola. e. Kunci Jawaban Tugas Jika anda menemui kesulitan, anda dapat mengikuti penyelesaian berikut ini.. Persamaan parabola y =4x. berarti p= jadi koordinat titik apinya F(6,0) dan persamaan garis arah parabola x= -6. Persamaan parabola y =x. berarti p= dan F(,0) karena titik M pada parabola dan absisnya 8 maka ordinat titik M adalah y= 4 berarti M (7,4) dan M (7, -4) y x Persamaan garis M F adalah = 4 7 atau 3y= 8x - 4 y x Dan persamaan garis M F adalah = atau 3y= 8x Misalkan S(x,y ) titik singgung pada parabola. x Maka persamaan garis singgung di S adalah y y=(x+x ) atau y= y x y Agar garis y = kx+ menyinggung parabola maka harus dipenuhi y k x dan y berarti x =y Karena S pada parabola dan x =y maka y = 4. Jadi k= 4. Titik api parabola terletak pada garis yang melalui puncak parabola tegak lurus garis arah dan jarak puncak ke titik api sama dengan jarak puncak ke garis arah. MAT. 0. Irisan Kerucut 5
63 8 5 Jarak A ke garis arah adalah d= = 34 (Gunakan jarak titik ke 9 5 garis) Persamaan garis melalui A dan tegak lurus garis arah adalah: 5 5 Y+3= - (x-6) atau y= - x Misalkan F (x,y ) titik api parabola Maka y = x +7 dan AF = ( x = 34 6) ( y 3) 5 Berarti {( x 6) ( x 7 3) } = 3 Setelah kedua ruas dikuadratkan dan dijabarkan kita memperoleh x x 7 0 jadi x 9atau x 3 untuk x 9 diperoleh y 8 jadi C(9, -8) untuk x 3 diperoleh y jadi C(3,) Karena titik D(3,) terletak pada garis arah 3x-5y+=0, maka titik apinya F(9,-8). f. Tes Formatif. Buatlah sketsa grafik parabola y = 4x dan x = -4y. Tentukan persamaan parabola yang berpuncak di titik pangkal O dan melalui (6,-6) serta menyinngung sumbu y 3. Tentukan persamaan garis singgung yang melalui (-, -3) pada parabola y = 8x 4. Tentukan puncak, sumbu simetri, fokus dan direktrik dari parabola dengan persamaan y = - 6x MAT. 0. Irisan Kerucut 53
64 g. Kunci Tes Formatif. a) Parabola y = 4x puncaknya (0,0), dan melalui titik (,), (,4), (-, ), (-, 4) yang dicari dengan menggunakan tabel berikut. Anda dapat membuat sketsa sendiri! x - - y 4 4 b) Parabola x = -4y puncaknya (0,0), dan melalui titik (,-4), (,-8), (-, 4), (-, 8) yang dicari dengan menggunakan tabel berikut. Anda dapat membuat sketsa sendiri! y - - x Parabola yang berpuncak di titik pangkal O dan menyingung sumbu y, bentuk umumnya adalah x = py Melalui (6,-6), maka 36 = - p, didapat p = -3 Jadi persamaan parabola yang diminta adalah x = -6y 3. Titik (-, -3) tidak pada parabola y = 8x. Dari y = 8x didapat p = 4 Misal titik singgungnya (a,b), maka persamaan garis singgungnya adalah by = 4(x + a). Garis singgung ini melalui titik (-, -3) maka -b = 4(-3 + a) atau 4a + b =...() Sedangkan (a, b) pada parabola y = 8x maka berlaku b = 8a...() Eliminasi dari () dan () didapat a = dan b = 4 atau a = 4,5 dan b=-6 Jadi persamaan garis singgungnya adalah : 4y = 4( x + ) atau y = x +, atau -6y = 4( x + 4,5) atau 4x + 6y + 8 = 0 4. Persamaan parabola y = - 8x Puncak di (0,0) Persamaan sumbu simetri adalah y = 0 atau sumbu x Koordinat fokus adalah (-, 0); Persamaan direktrik adalah x = MAT. 0. Irisan Kerucut 54
65 4. Kegiatan Belajar 4: Hiperbola a. Tujuan Kegiatan Belajar 4 Setelah mempelajari Kegiatan Belajar 4 ini, diharapkan anda dapat mendeskripsikan hiperbola sesuai dengan ciri-cirinya. Memahami unsur-unsur hiperbola. Menentukan persamaan hiperbola dan dapat menggambar grafiknya. Dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan hiperbola. b. Uraian Materi Kegiatan Belajar 4 Kurva lengkung sederhana dan teratur yang mempunyai dua sumbu simetri adalah Hiperbola. Hiperbola merupakan bangun datar yang diperoleh dengan mengiris bangun ruang kerucut yang saling bertolak belakang memotong tegak lurus bangun kerucut tersebut tetapi tidak memotong puncak kerucut. Dalam matematika hiperbola didefinisikan sebagai himpunan titik-titik (pada bidang datar) yang selisih jaraknya terhadap dua titik tertentu tetap besarnya. Selanjutnya dua titik itu disebut Titik Fokus Hiperbola. Jadi hiperbola dapat dilukis jika diketahui dua titik fokus hiperbola dan suatu ruas garis yang panjangnya kurang dari dari jarak kedua titik fokus itu diketahui. MAT. 0. Irisan Kerucut 55
66 UNSUR-UNSUR HIPERBOLA Perhatikan gambar hiperbola berikut ini: F l l C O A T F D m Keterangan: Titik O disebut koordinat titik pusat Hiperbola Titik A dan B disebut koordinat titiktitik puncak hiperbola Titik F dan F disebut koordinat titiktitik fokus hiperbola. AB dan CD berturut-turut disebut sumbu mayor (sumbu panjang) dan sumbu minor (sumbu pendek) AB = TF TF = TF TF Garis l dan m merupakan Asimtot hiperbola MENENTUKAN PERSAMAAN HIPERBOLA Misalkan F F = c, merupakan jarak antara dua titik fokus. Maka F (c,0) dan F (-c,0). Misalkan selisih jarak yang tetap itu adalah a. Ambil sebarang titik pada hiperbola misal T(x,y ) dan titik O sebagai pusat hiperbola. Berdasarkan definisi hiperbola, yaitu: TF - TF = a F T(x,y ) O F ( x y + c) ( x y = a c) ( x y = a - c) ( x y c) (x +c) + y dikuadratkan = 4a + (x - c) + y 4a ( x y ; kedua ruas c) MAT. 0. Irisan Kerucut 56
67 (x +x c + c ) + y = 4a + (x - x c + c) + c 4a ( x y c) 4x c - 4a = 4a ( x y c) (x c - a ) = a {(x - c) + y }; kedua ruas dikuadratkan x c + a 4 - x ca = a (x - x c + c ) + a y (c - a )x - a y = a (c - a ) Karena c > a maka c - a > 0 sehingga kita dapat memisalkan c - a = b sehingga persamaan di atas menjadi b x - a y = a b y b x a Karena T(x,y ) sebarang titik yang diambil, maka setiap titik yang diambil x y memenuhi: b a Garis asimtot hiperbola adalah suatu garis yang melalui pusat hiperbola dan menyinggung hiperbola di jauh tak berhingga titik. Misal persamaan garis yang melalui pusat hiperbola dan memotong hiperbola: y = mx Sehingga minimal ada satu titik pada hiperbola: x y b a memenuhi persamaan garis di atas. Akibatnya: yang x a ( mx) b b x - a (mx) = a b ; kedua ruas dikalikan a b b x - a m x = a b (b - a m )x = a b Maka x = + b ab a m sehingga y = + Jadi koordinat-koordinat titik potongnya adalah ( b ab a m, b mab a m ) dan ( b ab a m, b mab a b m mab a Jika b -a m > 0 maka ada dua titik potong yang berlainan m ) MAT. 0. Irisan Kerucut 57
68 Jika b -a m < 0 maka tidak ada titik potong atau titik potongnya hayal. Jika b -a m = 0 maka titik potongnya di jauh tak berhingga. Hal yang terakhir menyatakan bahwa b -a m b = 0 jika m = + maka garis a y= mx menyinggung hiperbola di jauh tak berhingga. Jadi garis-garis y = + a b x disebut asimtot-asimtot hiperbola. Persamaan asimtot juga dapat dinyatakan dengan: x a b y x y 0 dan 0 ; dengan membagi kedua ruas dengan b. a b x y sehingga persamaan susunan asimtotnya adalah 0 a b x y Persamaan hiperbola b a Pusatnya di (0,0) ; Fokus di F (c,0) dan F (-c,0); Puncak di A(a,0) dan B(-a,0); Persamaan asimtotnya y = + a b x Eksentrisitas numeriknya e = a c > Persamaan garis arah x = + c a Contoh Diketahui persamaan parabola y 6 9 Tentukan Koordinat puncak, fokus, puat, persamaan asimtot dan eksentrisitas numerik. Juga buat skertsa hiperbolanya. MAT. 0. Irisan Kerucut 58
69 Penyelesaian Dari parabola x y 6 9 didapat a = 4, b= 3 dan c - a = b c - 6 = 9 atau c = 5, didapat c = 5 (kenapa 5 tidak digunakan) Koordinat pusat adalah O(0,0); Koordinat puncak adalah B (-4,0) dan A(4,0); Koordinat Fokus F (5,0) dan F (-5,0) 3 3 Persamaan asimtot adalah y = x dan y = - x Eksentrisitas numeriknya adalah e = 4 y = x y = 4 3 x F O A F PERSAMAAN HIPERBOLA DENGAN PUSAT PADA (a,b) Dengan cara yang sama, ambil sebarang Y titik pada lingkaran misal T(x,y ) dan T(x,y ) titik P(, ) sebagai pusat hiperbola, maka akan didapat persamaan hiperbola yaitu: ( x ) ( y a b ) O X Pusatnya di (, ), fokus di F ( +c, ) dan F ( - c, ); Puncak di A( + a, ) dan B( - a, ) ; Persamaan asimtotnya y - = + a b (x - ) ; Eksentrisitas numeriknya e = a c > MAT. 0. Irisan Kerucut 59
70 Contoh ( x ) ( y 8) Diketahui hiperbola dengan persamaan 6 9 Tentukan Koordinat puncak, fokus, puat, persamaan asimtot dan eksentrisitas numerik. Juga buat skertsa hiperbolanya. Penyelesaian ( x ) ( y 8) Dari 3 Y F B A F didapat a = 3, b =, =, = 8 dan c = Pusatnya di(, 8) Fokus di F (4, 8) dan F (0, 8); Puncak di A( + 3, 8) dan B( - 3, 8) Persamaan asimtotnya y - 8 = + (x 3 -) Eksentrisitas numeriknya e = > 3 MAT. 0. Irisan Kerucut 60
71 MEMBUAT SKETSA HIPERBOLA Langkah-langkah:. Tetapkan titik F, F dan panjang a < O F X F. Tentukan titik A dan B pada perpanjangan garis F F sedemikian hingga F B = F A. 3. F B = F A = ½ ( FF - a). 4. Titik T i diperoleh sebagai berikut: C a T i 5. Buat lingkaran dengan pusat F dan jari-jari r i > A F 6. Dari B busurkan lingkaran dengan jari-jari r i - a 7. Perpotongan lingkaran pada langkah (a) dan (b) adalah titik T i. 8. Lakukan langkah yang sama dengan mengganti peran F dengan F dan sebaliknya. Selamat mencoba F B D A F c. Rangkuman Kegiatan 4 Persamaan parabola yang puncaknya O(0,0) dan sumbu simetrinya sumbu x adalah y = px Persamaan parabola yang puncaknya P(a,b) dan sumbu simetrinya sejajar sumbu x adalah: (y-b) = p(x-a) c. Persamaan garis singgung dengan gradien m pada parabola y = px adalah y = mx + p m Persamaan garis singgung pada parabola yang berpuncak di (a,b) yaitu y-b = m(x-a) + p m Jadi persamaan garis singgung melalui titik (x,y ) pada parabola y = px adalah y y = p(x + x ) MAT. 0. Irisan Kerucut 6
72 Persamaan garis singgung parabola di titik T (x,y ) yang tidak berpuncak di di (a,b) yaitu (y b) (y b) = p (x + x a) d. Tugas 4 Untuk lebih memahami apa yang anda pelajari, kerjakan latihan berikut secara mandiri.. Tentukan persamaan hiperbola yang pusatnya di (0,0) dan panjang sumbu hiperbola masing-masing 6 dan. Tentukan pula jarak antara dua fokus, persamaan direktrik, dan asimtot.. Tentukan persamaan hiperbola yang pusatnya di (0,0) jika eksentrisitas 3 nya sedangkan jarak antara kedua fokus Diketahui hiprbola 9x 6y = 44. Tentukan direktrik (garis arah), fokus, dan puncaknya. Gambar sketsa grafiknya 4. Diketahui hiperbola 9x 6y 36x 3y - 4 = 0. Tentukan direktrik (garis arah), fokus, dan puncaknya. Gambar sketsa grafiknya 5. Temukan persamaan hiperbola yang titk-titik apinya terletak pada sumbu x, simetris terhadap O dan melalui titik M(-5,3)dan eksentrisitas numeriknya e=. e. Kunci Jawaban Tugas 4 Apabila anda menemui kesulitan dalam megerjakan soal latihan, anda dapat mengikuti penyelesaian berikut.. Panjang sumbu hiperbola masing-masing dan 8, berarti a = 6 dan b =. Jadi a = 8 dan b = 6, dengan demikian c = 0. Koordinat fokus (0,0) dan ( 0,0) 64 Persamaan direktriknya x = + 0 Persamaan asimtotnya y = 4 3 x MAT. 0. Irisan Kerucut 6
73 Jarak kedua fokus = 0 c 3. Jarak antara kedua fokus 5 berarti c = 6. Eksentrisitasnya = a maka a = 4 dan b = 0. Persamaan hiperbolanya x y x 6y = 44, kedua ruas dibagi dengan 44 didapat x y 6 9, berarti a = 4, b = 3 dan didapat c = 5 6 Direktrik x =, fokus (5,0) dan (-5,0) dan puncak (4,0) dan (-4,0) x 6y 36x 3y - 4 = 0 9x 36x -6y 3y - 4 = 0 9(x 4x) -6(y + y) - 4 = 0 9(x 4x + 4) -6(y + y + ) = 0 9(x 4x + 4) -6(y + y + ) = 44 9 (x ) 6(y + ) = 44, kedua ruas dibagi 44 didapat ( x ) 6 - ( y ) 9 anda dapat mencarinya. =, dengan demikian a = 4, b = 3 dan c = 5. Yang lain x y 5. Persamaan hiperbola yang ditanyakan berbentuk a b 5 9 titik M(-5,3) pada hiperbola, berarti atau 5b =a b +9a. a b Karena e= a c = maka c =a. Pada hiperbola berlaku c =a +b, maka a.=a +b atau a =b Akibatnya 5b =b 4 +9b atau b =6 sehingga a =6 Jadi persamaan hiperbola yang ditanyakan adalah x y 6 6 MAT. 0. Irisan Kerucut 63
74 g. Tes Formatif 3. Diketahui hiperbola pusatnya di (0,0), eksentrisitasnya dan jarak kedua fokus adalah 39. Tentukan persamaan hiperbola tersebut. Diketahui hiperbola x - 6 y 4 x 3y 8 =0. Tentukan koordinat fokus dan puncak hiperbola 3. Tentukan persamaan garis singgung y y + =0 yang sejajar garis x 4. Tentukan persamaan garis singgung y 4 8 yang melalui titik (6, ). h. Kunci Tes Formatif c 3. Jarak antara kedua fokus 6 berarti c = 3. Eksentrisitasnya = a maka a = dan b = 5. Persamaan hiperbolanya x y x - 6 y 4 x 3y 8 =0 x 4 x - 6 y 3y 8 =0 x 4 x - 6 (y ) 8 =0 (x 4 x + 4) - 6 (y y +) ) 8 =4-6 (x ) - 6(y ) = 6, kedua rus dibagi 6 didapat ( x ) 6 - ( y ) = dari bentuk terakhir didapat a = 4, b = maka c = 7. Jadi koordinat fokus adalah ( 7, 0) dan (- 7, 0) dan koordinat puncak parabola adalah (-4, 0) dan ( 4, 0) MAT. 0. Irisan Kerucut 64
75 3. Gradien x +y + =0 adalah - Garis singgung sejajar garis x +y + =0, maka gradiennya sama yaitu Dari x y didapat a = 8, b=6 Seperti halnya pada ellips, persamaan garis singgung yang gradiennya m x y pada hiperbola a b adalah y = mx a m b y = mx a m b y = -x y + x = 8 4. Titik (6, ). pada x y 4 8 Seperti halnya pada ellips, persamaan garis singgung melalui titik (x, y ) adalah x x a y y - b 6x y Jadi persamaan garis singgungnya - = 4 8 MAT. 0. Irisan Kerucut 65
76 BAB III. EVALUASI A. Evaluasi Tes Tertulis. Tentukan persamaan lingkaran dengan syarat: b) bertitik pusat di P(3,-4) dan melalui O(0,0) c) melalui titik titk K(3,) dan L(-,3) dan titik pusatnya terletak pada garis 3x-y-=0. tentukan titik pusat dan jari-jari dari lingkaran dengan persamaan x + y + 8x + 4y + 4= 0. x 3. Tentukan koordinat titik-titik api dari ellips y Tentukan persamaan ellips yang eksentrisitas numeriknya e = salah 3 satu titik apinya F(6,0). 5. Tentukan tititk api dan persamaan garis arah parabola y =4x 6. Diketahui hiperbola 9x 6y 36x 3y - 4 = 0. Tentukan direktrik (garis arah), fokus, dan puncaknya. MAT. 0. Irisan Kerucut 66
77 B. Kunci Jawaban Tes Tertulis. a) Persamaan lingkaran dengan pusat P(3,-4) dan melelui O(0,0) adalah (x -3) + (y + 4) = 5. Jarak OP sebagai jari-jari b) Misalkan persamaan lingkarannya adalah x + y + Ax By +C = 0, dimana pusat lingkaran P ( A, B). Koordinat-kordinat titik K dan L disubstitusikan pada persamaan lingkaran dan koordinat P disubstitusikan pada garis 3x y =0. Sehingga diperoleh sistem persamaan linier yang terdiri atas 3 persamaan dan 3 variabel yaitu A, B, dan C. Selesaikan sistem persamaan itu dengan substitusi dan/atau eliminasi didapat A = -4, B = -8 dan C = 0. Jadi persamaan lingkarannya adalah x + y - 4x - 8y +0 = 0 d) Persamaan lingkaran tersebut dapat diubah menjadi (x + 5 ) + (y + 4) 5 5 =, jadi pusatnya (-,-) dan jari-jarinya Persamaan ellips x y berarti a = 0 dan b=6 Pada ellips berlaku b = a c, dengan demikian c = 8, ini berarti koordinat titik api F (8,0) dan F (-8,0) 4. Eksentrisitas numeriknya e = 3 = a c. Karena c = 6, maka a = 9 a c = b b = 8 36 atau b = 45 b = 45, mengapa 45 tidak digunakan Jadi persamaan ellips adalah x y Persamaan parabola y =4x. berarti p= jadi koordinat titik apinya F(6,0) dan persamaan garis arah parabola x= -6 MAT. 0. Irisan Kerucut 67
78 6. x 6y 36x 3y - 4 = 0 9x 36x -6y 3y - 4 = 0 9(x 4x) -6(y + y) - 4 = 0 9(x 4x + 4) -6(y + y + ) = 0 9(x 4x + 4) -6(y + y + ) = 44 9 (x ) 6(y + ) = 44, kedua ruas dibagi 44 didapat ( x ) 6 - ( y ) 9 anda dapat mencarinya. =, dengan demikian a = 4, b = 3 dan c = 5. Yang lain MAT. 0. Irisan Kerucut 68
79 BAB IV. PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini, anda berhak untuk mengikuti tes praktek untuk menguji kompetensi yang telah anda pelajari. Apabila anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evaluasi dalam modul ini, maka anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. Mintalah pada guru untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaian yang dilakukan langsung oleh pihak industri atau asosiasi yang berkompeten apabila anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul, maka hasil yang berupa nilai dari guru atau berupa portofolio dapat dijadikan bahan verifikasi oleh pihak industri atau asosiasi profesi. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standar pemenuhan kompetensi dan bila memenuhi syarat anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi. MAT. 0. Irisan Kerucut 69
80 DAFTAR PUSTAKA Rawuh Dkk, 975. Ilmu Ukur Analitis, Teori dan Soal-Soal. Bandung: Terate Thomas, George B. dan Finney, Ross L., 978. Calculus and Analytic Geometry, Fifth Edition. Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company MAT. 0. Irisan Kerucut 70
MAT. 13. Aproksimasi Kesalahan
MAT. 13. Aproksimasi Kesalahan i Kode MAT.13 Aproksimasi Kesalahan BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN
Modul Statistika Kelas XII SMKN 1 Stabat. Lingkaran. Elips
IR Lingkaran Elips 1 Smk n 1 stabat IRISAN KERUCUT Disusun Oleh : Dian Septiana 07144110049 Dalam PPL-T Unimed SMK N 1 Stabat SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 STABAT LANGKAT 010 KATA PENGANTAR Puji syukur
Bab 1. Irisan Kerucut
Tahun Ajaran 01 01-013/Genap Bab 1. Irisan Kerucut e=0 e 1 A. Lingkaran Persamaan Lingkaran yang berpusat di titik (0,0) Pada segitiga siku-siku, siku, menurut dalil phytagoras berlaku : c =
MAT. 05. Relasi dan Fungsi
MAT. 05. Relasi dan Fungsi i Kode MAT. 05 Relasi dan fungsi BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN
Kelas XI MIA Peminatan
Kelas Disusun : Markus Yuniarto, S.Si Tahun Pelajaran 017 018 Peta Konsep Glosarium Istilah Keterangan Lingkaran Himpunan titik-titik (pada bidang datar) yang memiliki jarak tetap terhadap suatu titik
RINGKASAN IRISAN KERUCUT (PARABOLA, ELIPS, DAN HIPERBOLA)
NAMA: KELAS: PENGERTIAN IRISAN KERUCUT Bangun Ruang Kerucut yang dipotong oleh sebuah bidang datar. RINGKASAN IRISAN KERUCUT (PARABOLA, ELIPS, DAN HIPERBOLA) Macam-macam Irisan Kerucut: 1. Parabola 2.
MAT. 16. Matematika Keuangan
MAT. 16. Matematika Keuangan i Kode MAT.16 Matematika Keuangan BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN
MAT. 04. Geometri Dimensi Dua
MAT. 04. Geometri Dimensi Dua i Kode MAT.14 Program Linear BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN
RINGKASAN IRISAN KERUCUT (PARABOLA, ELIPS, DAN HIPERBOLA)
RINGKASAN IRISAN KERUCUT (PARABOLA, ELIPS, DAN HIPERBOLA) Matematika15.wordpress.com NAMA: KELAS: RINGKASAN IRISAN KERUCUT (PARABOLA, ELIPS, DAN HIPERBOLA) PENGERTIAN IRISAN KERUCUT Bangun Ruang Kerucut
Fungsi Linear dan Fungsi Kuadrat
Modul 1 Fungsi Linear dan Fungsi Kuadrat Drs. Susiswo, M.Si. K PENDAHULUAN ompetensi umum yang diharapkan, setelah mempelajari modul ini, adalah Anda dapat memahami konsep tentang persamaan linear dan
LINGKARAN. Lingkaran. pusat lingkaran diskriminan posisi titik posisi garis garis kutub gradien. sejajar tegak lurus persamaan lingkaran
LINGKARAN Persamaan Persamaan garis singgung lingkaran Persamaan lingkaran berpusat di (0, 0) dan (a, b) Kedudukan titik dan garis terhadap lingkaran Merumuskan persamaan garis singgung yang melalui suatu
Lingkaran. A. Persamaan Lingkaran B. Persamaan Garis Singgung Lingkaran
Bab Sumber: www.panebiancod.com Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu merumuskan persamaan lingkaran dan menggunakannya dalam pemecahan masalah; menentukan persamaan garis singgung pada lingkaran
Modul ini berisi teori tentang Hiperbola dan praktek menggambarnya dengan bantuan lingkaran maupun dengan bantuan persegi panjang.
BAB. I PENDAHULUAN A. Deskripsi Modul ini berisi teori tentang Hiperbola dan praktek menggambarnya dengan bantuan lingkaran maupun dengan bantuan persegi panjang. B. Prasyarat Dalam melaksanakan modul
Modul Matematika 2012
Modul Matematika MINGGU V Pokok Bahasan : Fungsi Non Linier Sub Pokok Bahasan :. Pendahuluan. Fungsi kuadrat 3. Fungsi pangkat tiga. Fungsi Rasional 5. Lingkaran 6. Ellips Tujuan Instruksional Umum : Agar
PENDAHULUAN. Gambar potongan kerucut berbentuk lingkaran, ellips, parabola dan hiperbola
1 PENDAHULUAN A. Deskripsi Dalam modul ini kita akan mempelajari lengkungan yang dihasilkan dari potongan kerucut dengan bidang datar. Jika suatu kerucut dipotong oleh sebuah bidang, maka garis potong
Matematika Ekonomi KUADRAT DAN FUNGSI RASIONAL (FUNGSI PECAH) GRAFIK FUNGSI KUADRAT BERUPA PARABOLA GRAFIK FUNGSI RASIONAL BERUPA HIPERBOLA
Fungsi Non Linier Diskripsi materi: -Harga ekstrim pada fungsi kuadrat 1 Fungsi non linier FUNGSI LINIER DAPT BERUPA FUNGSI KUADRAT DAN FUNGSI RASIONAL (FUNGSI PECAH) GRAFIK FUNGSI KUADRAT BERUPA PARABOLA
MAT. 03 Persamaan dan Ketidaksamaan
MAT. 0 Persamaan dan Ketidaksamaan i Kode MAT. 0 Persamaan dan Ketidaksamaan + = - 5 6 - - + = BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN
DESKRIPSI PEMELAJARAN - MATEMATIKA
DESKRIPSI PEMELAJARAN MATA DIKLAT : MATEMATIKA TUJUAN : Melatih berfikir dan bernalar secara logis dan kritis serta mengembangkan aktifitas kreatif dalam memecahkan masalah dan mengkomunikasikan ide/gagasan
IRISAN KERUCUT (CONICS SECTIONS)
IRISAN KERUCUT (CONICS SECTIONS) Irisan kerucut merupakan kurva yang terbentuk ketika sebuah bidang memotong permukaan kerucut tegak. Kurva dari irisan kerucut berupa lingkaran, parabola, ellips dan hiperbola.
MAT. 09. Trigonometri 1
MAT. 09. Trigonometri Kode MAT.09 Trigonometri SUDUT SIN COS TAN 0 0 0 0 0 0 45 0 60 0 90 0 0 BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN
Bilangan Real. Modul 1 PENDAHULUAN
Modul 1 Bilangan Real S PENDAHULUAN Drs. Soemoenar emesta pembicaraan Kalkulus adalah himpunan bilangan real. Jadi jika akan belajar kalkulus harus paham terlebih dahulu tentang bilangan real. Bagaimanakah
Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik pada bidang yang berjarak
4 Lingkaran 4.1. Persamaan Lingkaran Bentuk Baku. Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik pada bidang yang berjarak tetap dari suatu titik tetap. Titik tetap dari lingkaran disebut pusat lingkaran,
http://meetabied.wordpress.com SMAN 1 Bone-Bone, Luwu Utara, Sul-Sel Kebahagiaan tertinggi dalam kehidupan adalah kepastian bahwa Anda dicintai apa adanya, atau lebih tepatnya dicintai walaupun Anda seperti
Sistem Koordinat Kartesian Tegak Lurus dan Persamaan Garis Lurus
Modul 1 Sistem Koordinat Kartesian Tegak Lurus dan Persamaan Garis Lurus Drs. Sukirman, M.Pd. D alam Modul Pertama ini, kita akan membahas tentang Sistem Koordinat Kartesian Tegak Lurus dan Persamaan Garis
LINGKARAN. A. PERSAMAAN LINGKARAN B. PERSAMAAN GARIS SINGGUNG LINGKARAN
LINGKARAN. A. PERSAMAAN LINGKARAN B. PERSAMAAN GARIS SINGGUNG LINGKARAN 4 ia nc o3 D.c om Bab r: w be Su m. pa ww ne b Lingkaran Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu merumuskan persamaan lingkaran
Persamaan Garis singgung Melalui titik (x 1, y 1 ) diluar lingkaran. Pusat Lingkaran (a, b) Persamaan Garis singgung. Jari Jari r.
PERSAMAAN LINGKARAN Pusat Lingkaran (0, 0) Melalui titik (x, y ) pada lingkaran Jika diketahui gradient m xx y mx r yy r m x y r Persamaan Garis singgung Melalui titik (x, y ) diluar lingkaran Jari Jari
MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS. Nuryanto.ST.,MT
MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS Fungsi Non Linear Fungsi non-linier merupakan bagian yang penting dalam matematika untuk ekonomi, karena pada umumnya fungsi-fungsi yang menghubungkan variabel-variabel ekonomi
MODUL 8 FUNGSI LINGKARAN & ELLIPS
MODUL 8 FUNGSI LINGKARAN & ELLIPS 8.1. LINGKARAN A. PERSAMAAN LINGKARAN DENGAN PUSAT PADA TITIK ASAL DAN JARI-JARI R Persamaan lingkaran dengan pusat (0,0) dan jari jari R adalah : x 2 + y 2 = R 2 B. PERSAMAAN
BAB II PERSAMAAN KUADRAT DAN FUNGSI KUADRAT
BAB II PERSAMAAN KUADRAT DAN FUNGSI KUADRAT 1. Menentukan koefisien persamaan kuadrat 2. Jenis-jenis akar persamaan kuadrat 3. Menyusun persamaan kuadrat yang akarnya diketahui 4. Fungsi kuadrat dan grafiknya
fungsi Dan Grafik fungsi
fungsi Dan Grafik fungsi Suatu fungsi adalah pemadanan dua himpunan tidak kosong dengan pasangan terurut (x, y) dimana tidak terdapat elemen kedua yang berbeda. Fungsi (pemetaan) himpunan A ke himpunan
BAB. I PENDAHULUAN. A. Deskripsi. B. Prasyarat. C. Petunjuk Penggunaan Modul
BAB. I PENDAHULUAN A. Deskripsi Modul ini berisi teori tentang Parabola dan praktek menggambarnya dengan bantuan persegi panjang. B. Prasyarat Dalam melaksanakan modul ini diperlukan prasarat telah menguasai
Relasi, Fungsi, dan Transformasi
Modul 1 Relasi, Fungsi, dan Transformasi Drs. Ame Rasmedi S. Dr. Darhim, M.Si. M PENDAHULUAN odul ini merupakan modul pertama pada mata kuliah Geometri Transformasi. Modul ini akan membahas pengertian
Parabola didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik P(x, y) pada
Parabola 6.1. Persamaan Parabola Bentuk Baku Parabola didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik P(x, y) pada bidang sedemikian hingga titik itu berjarak sama dari suatu titik tertentu yang disebut
MODUL 4 LINGKARAN DAN BOLA
1 MODUL 4 LINGKARAN DAN BOLA Sumber: www.google.co.id Gambar 6. 6 Benda berbentuk lingkaran dan bola Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menjumpai benda-benda yang berbentuk bola maupun lingkaran.
Modul ini berisi teori tentang ELIPS dan praktek menggambarnya dengan bantuan lingkaran maupun dengan bantuan persegi panjang.
BAB. I PENDAHULUAN A. Deskripsi Modul ini berisi teori tentang ELIPS dan praktek menggambarnya dengan bantuan lingkaran maupun dengan bantuan persegi panjang. B. Prasyarat Dalam melaksanakan modul ini
FUNGSI. A. Relasi dan Fungsi Contoh: Manakah yang merupakan fungsi/pemetaan dan manakah yang bukan fungsi? (i) (ii) (iii)
FUNGSI A. Relasi dan Fungsi Manakah yang merupakan fungsi/pemetaan dan manakah yang bukan fungsi? (i) (ii) (iii) Relasi himpunan A ke himpunan B adalah relasi yang memasangkan/mengkawankan/mengkorepodensikan
PERSAMAAN GARIS BAHAN BELAJAR MANDIRI 4
BAHAN BELAJAR MANDIRI 4 PERSAMAAN GARIS PENDAHULUAN Secara umum bahan belajar mandiri ini menjelaskan tentang konsep garis, dan persamaan garis lurus yang dinyatakan ke dalam bentuk implisit maupun bentuk
Matematika Proyek Perintis I Tahun 1979
Matematika Proyek Perintis I Tahun 979 MA-79-0 Irisan himpunan : A = { x x < } dan himpunan B = { x < x < 8 } ialah himpunan A. { x x < 8 } { x x < } { x < x < 8 } { x < x < } { x < x } MA-79-0 Apabila
KEGIATAN BELAJAR SISWA
KEGIATAN BELAJAR SISWA Bidang studi : Matematika Satuan Pendidikan: SLTP Kelas: 3 (tiga) Caturwulan: 1 (satu) Pokok Bahasan: Transformasi Subpokok Bahasan: Refleksi Waktu: 150 Menit Endang Mulyana 2003
GEOMETRI ANALITIK BIDANG & RUANG
HANDOUT (BAHAN AJAR) GEOMETRI ANALITIK BIDANG & RUANG Sofyan Mahfudy IAIN Mataram KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur kepada Alloh Ta ala yang dengan rahmat dan karunia-nya penulis dapat menyelesaikan
6 FUNGSI LINEAR DAN FUNGSI
6 FUNGSI LINEAR DAN FUNGSI KUADRAT 5.1. Fungsi Linear Pada Bab 5 telah dijelaskan bahwa fungsi linear merupakan fungsi yang variabel bebasnya paling tinggi berpangkat satu. Bentuk umum fungsi linear adalah
Matematika Semester IV
F U N G S I KOMPETENSI DASAR Mendeskripsikan perbedaan konsep relasi dan fungsi Menerapkan konsep fungsi linear Menggambar fungsi kuadrat Menerapkan konsep fungsi kuadrat Menerapkan konsep fungsi trigonometri
DURASI PEMELAJARAN KURIKULUM SMK EDISI 2004
DESKRIPSI PEMELAJARAN MATA DIKLAT TUJUAN : MATEMATIKA : Melatih berfikir dan bernalar secara logis dan kritis serta mengembangkan aktifitas kreatif dalam memecahkan masalah dan mengkomunikasikan ide/gagasan
Pembelajaran Lingkaran SMA dengan Geometri Analitik
PAKET FASILITASI PEMBERDAYAAN KKG/MGMP MATEMATIKA Pembelajaran Lingkaran SMA dengan Geometri Analitik Penulis Drs. M. Danuri, M.Pd. Penilai Drs. Sukardjono, M.Pd. Editor Titik Sutanti, S.Pd.Si. Ilustrator
PERSAMAAN BAKU PARABOLA DAN PERSAMAAN GARIS SINGGUNG PARABOLA MAKALAH
PERSAMAAN BAKU PARABOLA DAN PERSAMAAN GARIS SINGGUNG PARABOLA MAKALAH Dibuat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Geometri Analitik Ruang yang diampu oleh M. Khoridatul Huda, S. Pd., M. Si. Oleh: TMT 5E Kelompok
PEMBELAJARAN IRISAN KERUCUT: LINGKARAN DI SMA
PAKET PEMBINAAN PENATARAN Drs. M. Danuri, M.Pd. PEMBELAJARAN IRISAN KERUCUT: LINGKARAN DI SMA 45 O 1 3 4 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PUSAT PENGEMBANGAN
Dari gambar jaring-jaring kubus di atas bujur sangkar nomor 6 sebagai alas, yang menjadi tutup kubus adalah bujur sangkar... A. 1
1. Diketahui : A = { m, a, d, i, u, n } dan B = { m, e, n, a, d, o } Diagram Venn dari kedua himpunan di atas adalah... D. A B = {m, n, a, d} 2. Jika P = bilangan prima yang kurang dari Q = bilangan ganjil
PERSAMAAN DAN FUNGSI KUADRAT
Materi W2e PERSAMAAN DAN FUNGSI KUADRAT Kelas X, Semester 1 E. Grafik Fungsi Kuadrat www.yudarwi.com E. Grafik Fungsi Kuadrat Grafik fungsi kuadrat f(x) = ax 2 + bx + c dapat dilukis dengan langkah-langkah
IKIP BUDI UTOMO MALANG. Analytic Geometry TEXT BOOK. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd
IKIP BUDI UTOMO MALANG Analytic Geometry TEXT BOOK Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd 2012 DAFTAR ISI 1 VEKTOR 1.1 Vektor Pada Bidang... 4 1.2 Vektor Pada Ruang... 6 1.3 Operasi Vektor.. 8 1.4 Perkalian
Fungsi Non-Linear. Modul 5 PENDAHULUAN
Modul 5 Fungsi Non-Linear F PENDAHULUAN Drs. Wahyu Widayat, M.Ec ungsi non-linier merupakan bagian yang penting dalam matematika untuk ekonomi, karena pada umumnya fungsi-fungsi yang menghubungkan variabel-variabel
5.1 KONSTRUKSI-KONSTRUKSI DASAR
KONSTRUKSI GEOMETRI Unsur-unsur geometri sering digunakan seorang juru gambar atau ahli gambar teknik untuk menggambar konstruksi mesin. Unsurunsur goemetri yang dimaksudkan ini adalah busur-busur, lingkaran,
MAT. 04. Geometri Dimensi Dua
MAT. 04. Geometri Dimensi Dua i Kode MAT. 04 Geometri Dimensi Dua BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN
Tabel 1. Rata-rata Nilai Ujian Nasional Secara Nasional
Rekap Nilai Ujian Nasional tahun 2011 Pada tahun 2011 rata-rata nilai matematika 7.31, nilai terendah 0.25, nilai tertinggi 10, dengan standar deviasi sebesar 1.57. Secara rinci perolehan nilai Ujian Nasional
FUNGSI. Riri Irawati, M.Kom 3 sks
FUNGSI Riri Irawati, M.Kom 3 sks Agenda 1. Sistem Koordinat Kartesius. Garis Lurus 3. Grafik persamaan Tujuan Agar mahasiswa dapat : Menggunakan sistem koordinat untuk menentukan titik-titik dan kurva-kurva.
Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm. C. 26 cm B. 52 cm. D. 13 cm Kunci : C Penyelesaian :
1. Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm C. 26 cm B. 52 cm D. 13 cm 2. Gambar disamping adalah persegi panjang. Salah satu sifat persegi panjang adalah
MODUL 2 GARIS LURUS. Mesin Antrian Bank
1 MODUL 2 GARIS LURUS Gambar 4. 4 Mesin Antrian Bank Persamaan garis lurus sangat berperan penting terhadap kemajuan teknologi sekarang ini. Bagi programmer handal, banyak aplikasi yang membutuhkan persamaan
PREDIKSI UN 2012 MATEMATIKA SMP
Dibuat untuk persiapan menghadapi UN 2012 PREDIKSI UN 2012 MATEMATIKA SMP Lengkap dengan kisi-kisi dan pembahasan Mungkin (tidak) JITU 12 1. Menghitung hasil operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada
Mata Pelajaran Wajib. Disusun Oleh: Ngapiningsih
Mata Pelajaran Wajib Disusun Oleh: Ngapiningsih Disklaimer Daftar isi Disklaimer Powerpoint pembelajaran ini dibuat sebagai alternatif guna membantu Bapak/Ibu Guru melaksanakan pembelajaran. Materi powerpoint
D. GEOMETRI 2. URAIAN MATERI
D. GEOMETRI 1. TUJUAN Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta diklat memahami dan dapat menjelaskan unsur-unsur geometri, hubungan titik, garis dan bidang; sudut; melukis bangun geometri; segibanyak;
MAT. 11. Statistika i
MAT. 11. Statistika i Kode MAT.11 Statistika Daftar Pendapatan PT.Jualan Pendapatan 8000000 7000000 6000000 5000000 4000000 3000000 2000000 1000000 0 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus
Persamaan Parabola KEGIATAN BELAJAR 10
1 KEGIATAN BELAJAR 10 Persamaan Parabola Setelah mempelajari kegiatan belajar 10 ini, mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menentukan persamaan Parabola 2. Melukis Persamaan Parabola Anda tentu sangat mengenal
DALIL PYTHAGORAS DAN PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI
DALIL PYTHAGORAS DAN PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI Segitiga 1. Beberapa sifat yang berlaku pada segitiga adalah : Jumlah sudut-sudut sembarang segitiga adalah 180 0 Pada segitiga ABC berlaku AC = BC B = A
MBS - DTA. Sucipto UNTUK KALANGAN SENDIRI. SMK Muhammadiyah 3 Singosari
MBS - DTA Sucipto UNTUK KALANGAN SENDIRI SMK Muhammadiyah Singosari SERI : MBS-DTA FUNGSI STANDAR KOMPETENSI Siswa mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi, persamaan fungsi linear dan fungsi
1. Akar-akar persamaan kuadrat 5x 2 3x + 1 = 0 adalah
1. Akar-akar persamaan kuadrat 5x 3x + 1 0 adalah A. imajiner B. kompleks C. nyata, rasional dan sama D. nyata dan rasional E. nyata, rasional dan berlainan. NOTE : D > 0, memiliki akar-akar riil dan berbeda
BAB 4 PERSAMAAN LINGKARAN
STANDAR KOMPETENSI: BAB 4 PERSAMAAN LINGKARAN Menusun persamaan lingkaran dan garis singgungna. KOMPETENSI DASAR Menusun persamaan lingkaran ang memenuhi persaratan ang ditentukan Menentukan persamaan
MODUL 5 PROGRAM LINEAR
MODUL 5 PROGRAM LINEAR 1 KATA PENGANTAR Modul pembelajaran ini dirancang untuk mengarahkan bagaimana siswa belajar menguasai kompetensi Menerapkan Konsep Program Linear secara mandiri, tanpa mengesampingkan
MODUL 1 SISTEM KOORDINAT KARTESIUS
1 MODUL 1 SISTEM KOORDINAT KARTESIUS Dalam matematika, sistem koordinat kartesius digunakan untuk menentukan tiap titik dalam bidang dengan menggunakan dua bilangan yang biasa disebut koordinat x (absis)
Hand-Out Geometri Transformasi. Bab I. Pendahuluan
Hand-Out Geometri Transformasi Bab I. Pendahuluan 1.1 Vektor dalam R 2 Misalkan u = (x 1,y 1 ), v = (x 2,y 2 ) dan w = (x 3,y 3 ) serta k skalar (bilangan real) Definisi 1. : Penjumlahan vektor u + v =
PERSAMAAN GARIS LURUS
1 KEGIATAN BELAJAR 3 PERSAMAAN GARIS LURUS Setelah mempelajari kegiatan belajar 3 ini, mahasiswa diharapkan mampu: 1. menentukan persamaan gradien garis lurus, 2. menentukan persamaan vektoris dan persamaan
SILABUS ALOKASI WAKTU TM PS PI SUMBER BELAJAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN
SILABUS KELAS / SEMESTER : X / 1 STANDAR : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan riil KODE : D.20 : 40 x 45 menit 1. Menerapkan operasi pada bilangan riil PEMAN KEGIATAN PEMAN Mengoperasikan
Pembahasan Soal SIMAK UI 2012 SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS. Matematika IPA
Pembahasan Soal SIMAK UI 0 SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Matematika IPA Disusun Oleh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Pembahasan
Sistem PERSAMAAN dan PERTIDAKSAMAAN linier
Materi W4a Sistem PERSAMAAN dan PERTIDAKSAMAAN linier Kelas X, Semester 1 A. Sistem Persamaan Linier dengan Dua Variabel www.yudarwi.com A. Sistem Persamaan Linier dengan dua Variabel Bentuk umum : ax
MATEMATIKA DASAR TAHUN 1987
MATEMATIKA DASAR TAHUN 987 MD-87-0 Garis singgung pada kurva y di titik potong nya dengan sumbu yang absisnya positif mempunyai gradien 0 MD-87-0 Titik potong garis y + dengan parabola y + ialah P (5,
PERSAMAAN GARIS SINGGUNG ELLIPS
1 KEGIATAN BELAJAR 13 PERSAMAAN GARIS SINGGUNG ELLIPS Setelah mempelajari kegiatan belajar 13 ini, mahasiswa diharapkan mampu Menentukan Persamaan Garis Singgung Elips, Titik Singung dan Garis Pada kegiatan
PENERAPAN FAKTOR PRIMA DALAM MENYELESAIKAN BENTUK ALJABAR (Andi Syamsuddin*)
PENERAPAN FAKTOR PRIMA DALAM MENYELESAIKAN BENTUK ALJABAR (Andi Syamsuddin*) A. Faktor Prima Dalam tulisan ini yang dimaksud dengan faktor prima sebuah bilangan adalah pembagi habis dari sebuah bilangan
PEMBAHASAN SOAL UN MATEMATIKA SMK Kelompok Pariwisata, Seni, dan Kerajinan, Teknologi Kerumahtanggaan, Pekerjaan Sosial, dan Administrasi Perkantoran
PEMBAHASAN SOAL UN MATEMATIKA SMK Kelompok Pariwisata, Seni, dan Kerajinan, Teknologi Kerumahtanggaan, Pekerjaan Sosial, dan Administrasi Perkantoran TAHUN PELAJARAN 9/ MATEMATIKA PEMBAHAS: UJIAN NASIONAL
D. 90 meter E. 95 meter
1. Persamaan kuadrat yang akar-akarnya 5 dan -2 adalah... A. x² + 7x + 10 = 0 B. x² - 7x + 10 = 0 C. x² + 3x + 10 = 0 Kunci : E Rumus : (x - x 1 ) (x - x 2 ) = 0 dimana x 1 = 5, dan x 2 = -2 (x - 5) (x
Persamaan dan Pertidaksamaan
I TU URI HANDAY AN TW DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA SMK JENJANG DASAR TAHUN 009 Persamaan dan Pertidaksamaan GY A Y O M AT E M A T AK A R Markaban, M.Si. DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL
Matematika EBTANAS Tahun 1991
Matematika EBTANAS Tahun 99 EBT-SMA-9-0 Persamaan sumbu simetri dari parabola y = 8 x x x = 4 x = x = x = x = EBT-SMA-9-0 Salah satu akar persamaan kuadrat mx 3x + = 0 dua kali akar yang lain, maka nilai
SILABUS INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN KHARAKTER
SILABUS NAMA SEKOLAH : SMK Negeri 1 Surabaya MATA PELAJARAN : MATEMATIKA (Kelompok Teknologi Informasi) KELAS / SEMESTER : X / 1 STANDAR : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan riil
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tegak, perlu diketahui tentang materi-materi sebagai berikut.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sebelum pembahasan mengenai irisan bidang datar dengan tabung lingkaran tegak, perlu diketahui tentang materi-materi sebagai berikut. A. Matriks Matriks adalah himpunan skalar (bilangan
PERSAMAAN GARIS SINGGUNG PARABOLA
1 KEGIATAN BELAJAR 11 PERSAMAAN GARIS SINGGUNG PARABOLA Setelah mempelajari kegiatan belajar 11 ini, mahasiswa diharapkan mampu Menentukan Persamaan Garis Singgung Parabola, Titik dan Garis Polar Pada
Catatan Kuliah MA1123 Kalkulus Elementer I
Catatan Kuliah MA1123 Kalkulus Elementer I Oleh Hendra Gunawan, Ph.D. Departemen Matematika ITB Sasaran Belajar Setelah mempelajari materi Kalkulus Elementer I, mahasiswa diharapkan memiliki (terutama):
VII III II VIII HAND OUT PERKULIAHAN GEOMETRI ANALITIK
HAND OUT PERKULIAHAN GEOMETRI ANALITIK A. Sistem Koordinat Tegak Lurus Suatu sistem koordinat tegak lurus disebut juga dengan sistem koordinat cartesian. Di dalam ruang, terdapat tiga buah garis lurus
KISI-KISI UJIAN SEKOLAH
KISI-KISI UJIAN SEKOLAH Matematika SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAERAH KHUSUS IBUKOTA (DKI) JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012-2013 KISI KISI PENULISAN SOAL UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2012-2013 Jenjang : SMP
SOAL&PEMBAHASAN MATEMATIKATKDSAINTEK SBMPTN. yos3prens.wordpres.com
SOAL&PEMBAHASAN MATEMATIKATKDSAINTEK SBMPTN 05 yosprens.wordpres.com SOAL DAN PEMBAHASAN MATA UJI MATEMATIKA TKD SAINTEK SBMPTN 05 Berikut ini 5 soal mata uji matematika beserta pembahasannya yang diujikan
MATERI PRASYARAT. ke y= f(x) =ax2 + bx +c
1 MATERI PRASYARAT A. Fungsi Kuadrat Bentuk umum : y= f(x) = ax 2 + bx +c dengan a 0. Langkah-langkah dalam menggambar grafik fungsi kuadrat y= f(x) = ax 2 + bx +c 1. Tentukan titik potong dengan sumbu
King s Learning Be Smart Without Limits
Nama Siswa : LEMBAR AKTIVITAS SISWA PERSAMAAN LINGKARAN Jadi dapat disimpulkan bahwa persamaan lingkaran dengan pusat O(0,0) dan jari-jari = r adalah Kelas : Persamaan lingkaran: Kompetensi Dasar (KURIKULUM
Bab 3. Persamaan Garis Lurus. Standar Kompetensi. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus.
Bab 3 Persamaan Garis Lurus Standar Kompetensi Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus. Kompetensi Dasar 1.4 Menentukan gradien, persamaan dan grafik garis lurus 3.1 Pengertian
5 F U N G S I. 1 Matematika Ekonomi
5 F U N G S I Pemahaman tentang konsep fungsi sangat penting dalam mempelajari ilmu ekonomi, mengingat kajian ekonomi banyak bekerja dengan fungsi. Fungsi dalam matematika menyatakan suatu hubungan formal
Materi Olimpiade Matematika Vektor Nasional 2016 Jenjang SD:
Materi Olimpiade Matematika Vektor Nasional 2016 Jenjang SD: 1. Bilangan dan Operasinya 2. Kelipatan dan Faktor 3. Angka Romawi, Pecahan dan Skala 4. Perpangkatan dan Akar 5. Waktu, Kecepatan, dan Debit
PERSAMAAN, FUNGSI DAN PERTIDAKSAMAAN KUADRAT
LA - WB (Lembar Aktivitas Warga Belajar) PERSAMAAN, FUNGSI DAN PERTIDAKSAMAAN KUADRAT Oleh: Hj. ITA YULIANA, S.Pd, M.Pd MATEMATIKA PAKET C TINGKAT V DERAJAT MAHIR 1 SETARA KELAS X Created By Ita Yuliana
1. Akar-akar persamaan 2x² + px - q² = 0 adalah p dan q, p - q = 6. Nilai pq =... A. 6 B. -2 C. -4 Kunci : E Penyelesaian : D. -6 E.
1. Akar-akar persamaan 2x² + px - q² = 0 adalah p dan q, p - q = 6. Nilai pq =... A. 6-2 -4 Kunci : E -6-8 2. Himpunan penyelesaian sistem persamaan Nilai 6x 0.y 0 =... A. 1 Kunci : C 6 36 3. Absis titik
KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN MATEMATIKA PEMINATAN TP 2015 / 2016
KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN MATEMATIKA PEMINATAN TP 2015 / 2016 Nama Sekolah : SMA NEGERI 56 JAKARTA Mata Pelajaran : MATEMATIKA PEMINATAN Kurikulum : KUR 2013 MATERI KELAS X P1 P2 P3 mor 1. Menganalisis
PERSAMAAN HIPERBOLA KEGIATAN BELAJAR 14
1 KEGIATAN BELAJAR 14 PERSAMAAN HIPERBOLA Setelah mempelajari kegiatan belajar 14 ini, mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menentukan Persamaan Hiperbola 2. Melukis Persamaan Hiperbola Sebelumnya anda telah
SUSUNAN KOORDINAT BAGIAN-1. Oleh: Fitria Khasanah, M. Pd
SUSUNAN KOORDINAT BAGIAN-1 Oleh: Fitria Khasanah, M. Pd Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta 2010 Letak Suatu Titik pada Garis Lurus O g
Masukan pengertian dan di setiap topik dan buat daftar pustaka.. latar dan tujuan ambil dari silabus online book,,, ingat ok!!!!
Masukan pengertian dan di setiap topik dan buat daftar pustaka.. latar dan tujuan ambil dari silabus online book,,, ingat ok!!!! LINGKARAN Lingkaran adalah kurva tertutup sederhana yang merupakan tempat
Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral
Sudaratno Sudirham Studi Mandiri Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral ii Darpublic BAB 5 Bangun Geometris 5.1. Persamaan Kurva Persamaan suatu kurva secara umum dapat kita tuliskan sebagai F (, )
MATEMATIKA EBTANAS TAHUN 1992
MATEMATIKA EBTANAS TAHUN 99 EBT-SMP-9-0 Diketahui: A = {m, a, d, i, u, n} dan B = {m, a, n, a, d, o} Diagram Venn dari kedua himpunan di atas A. m a d o a m o i e e I d u a a u n e m i d o m i d a u n
UJIAN NASIONAL TAHUN 2009/2010 MATEMATIKA (E-4.2) SMK
UJIAN NASIONAL TAHUN 009/00 MATEMATIKA (E-.) SMK Kelompok Pariwisata, Seni, dan Kerajinan, Teknologi Kerumahtanggaan, Pekerjaan Sosial, dan Administrasi Perkantoran (P UTAMA). Konveksi milik Bu Nina mengerjakan
