PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN"

Transkripsi

1 PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM ANALISIS DAN PERANCANGAN PERUSAHAAN a. Penilaian Praktikum: 1. Penilaian praktikum terdiri dari 2 kelmpk nilai: tugas kelmpk dinilai leh pembimbing asistensi yang bersangkutan dengan bbt 80%. Terdiri dari: a. kedisiplinan 10% b. Test pendahuluan 20% c. Mdul sebelum revisi 35% d. Mdul setelah revisi 35% presentasi tugas kelmpk dinilai leh dsen mata kuliah dengan bbt 20%. 2. Kriteria penilaian tugas praktikum secara umum adalah: Disiplin mahasiswa (keterlambatan dan kehadiran) Kelengkapan tugas-tugas Kesesuaian, kebenaran dan kerapian tugas Pengetahuan mahasiswa akan teri dan tugas yang dibuatnya (test pendahuluan dan nilai mdul sebelum revisi) Perhitungan nilai mdul sebelum revisi akan berbeda per mahasiswa dilihat dari % penguasaan mahasiswa tersebut akan tugas yang diberikan.

2 Cnth: Nilai mdul sebelum revisi adalah 65, Mahasiswa % penguasaan Nilai mdul sebelum revisi A 10% 7 B 90% 59 C 50% Jika terjadi keterlambatan dalam penyerahan tugas, maka nilai tugas tersebut akan dikurangi 20% per minggu keterlambatan. 4. Kriteria khusus: sesuai tugas di setiap mdul 5. Bila ditemui ada lebih dari 1 kelmpk yang hasil laprannya sama, maka kelmpk-kelmpk tersebut dinyatakan GUGUR (nilai akhir F). b. Ketentuan Pembagian Tugas Berkelmpk: Pembagian tugas sesuai dengan mdul praktikum. 1 kelmpk terdiri dari 3 rang mahasiswa yang memiliki kelas yang sama Setiap Mdul wajib diasistensikan dengan pembimbing (pengalkasian kelmpk terhadap pembimbing diumumkan pada papan pengumuman Tata Usaha Teknik Industri) c. Ketentuan Pemeriksaan Tugas: Pemeriksaan tugas dilaksanakan leh pembimbing asistensi. Setiap peserta wajib hadir pada saat pemeriksaan tugas. Waktu asistensi ditentukan sesuai dengan perjanjian dengan pembimbing asistensi.

3 Jadwal asistensi disesuaikan dengan jadwal pembimbing asistensi dengan patkan yang telah diberikan (jadwal asistensi mdul). Pada saat asistensi, peserta diwajibkan berpakaian span, rapi dan bersepatu. Bila peserta tidak hadir pada saat asistensi lebih dari 2 kali (yaitu tidak hadir 3 kali ke atas) berdasarkan jadwal yang telah ditentukan leh pembimbingnya, maka peserta tersebut akan dinyatakan GUGUR, dengan nilai akhir praktikum F. Pada saat pemeriksaan tugas, peserta harus datang tepat pada waktunya, setiap keterlambatan atau tidak hadir akan menjadi resik peserta. d. Ketentuan Pengumpulan Tugas: Setelah Mdul 10 selesai, tugas kelmpk dijilid rapih dengan sftcver (ketentuan cver menyusul) Pengumpulan tugas kelmpk dilakukan di Tata Usaha Teknik Industri (Bpk. Ajat) paling lambat tanggal 02 DESEMBER 2016 Tugas kelmpk hasil praktikum akan dipresentasikan pada kuliah dan respnsi Analisis Perancangan Perusahaan pertemuan ke Inti Praktikum APP: i. Membuat suatu lapran studi kelayakan suatu pryek bisnis / perusahaan

4 ii. Studi terdiri dari segi: a. Analisis pasar b. Analisis teknik c. Analisis finansial d. Analisis scial prfitability (SPA) Jadwal Pemeriksaan Tugas: Mdul awal : Prefeasibility study Pertemuan ke-1 : Kuesiner Riset Pemasaran Pertemuan ke-2 : Pemasaran 1 Pertemuan ke-3 : Pemasaran 2 Pertemuan ke-4 : Analisa Teknik Pertemuan ke-5 : Analisa Finansial 1 Pertemuan ke-6 : Analisa Finansial 2 Pertemuan ke-7 : Analisa Finansial 3 Pertemuan ke-8 : Legal dan SPA Pengumpulan Lapran dan Presentasi Diperiksa leh dsen mata kuliah Diasistensikan dengan pembimbing Daftar Referensi: a. Cliftn, David S & David E. Fyffe, Prject Feasibility Analysis, Jhn Wiley & Sns, New Yrk b. Husnan, Suad & Suwarsn, Studi Kelayakan Pryek, UPP AMP YKPN, Ygyakarta, c. Dr. Ir. Ali Basyah Siregar, Analysis Kelayakan Pabrik, Studi Teknik Industri, ITB, Bandung, 1991.

5 MODUL 1 PREFEASIBILITY STUDY 1.1 Pendahuluan Dalam mdul ini, peserta melakukan studi kelayakan awal atas pryek usaha atau bisnis yang telah ditentukan, untuk melihat secara cepat apakah layak untuk dibuat feasibility study secara detail. Dalam mdul ini juga, peserta dibantu dsen mata kuliahnya merancang pryek usaha atau bisnis yang akan dibuat feasibility study detailnya. 1.2 Tujuan Agar mahasiswa: a. Mengerti dan dapat membuat prefeasibility study b. Dapat menilai pryek usaha / bisnis yang layak menurut prefeasibility study c. Dapat memilih pryek usaha / bisnis untuk dilakukan feasibility study detail d. Mengetahui hubungan prefeasibility study dan feasibility study 1.3 Literatur Cliftn, Bab 1 dan 2, Siregar Bab 2

6 1.4 Tugas Sebelum melakukan Prefeasibility study, peserta harus mengidentifikasikan terlebih dahulu: a. Lkasi perusahaan (lkasi prduksi, lkasi penjualan) b. Jenis pryek usaha / bisnis c. Besarnya usaha (skala usaha), berikut kapasitas prduksi atau pelayanan d. Pesaing-pesaing (cmpetitrs) Setelah menentukan pryek yang akan dianalisis, dilakukan prefeasiblity study untuk pryek tersebut, berupa: Isi prefeasibility study secara umum: 1. Deskripsi pasar Estimasi jumlah knsumen secara kasar Estimasi knsumsi (peramalan) Trend prduk atau jasa saat ini Pesaing saat ini dan kelebihan mereka Harga yang ditawarkan leh pesaing 2. Garis besar prses dan infrmasi manufaktur dan ketersediaan faktr prduksi Kebutuhan bahan baku Kebutuhan tenaga kerja Teknlgi (mesin manual, semi-tmatis, tmatis) Mesin-mesin, dan lain-lain

7 3. Estimasi kebutuhan dana dan biaya perasi Berapa besarnya (berapa besar investasi, mdal kerja, biaya awal bisnis) yang dibutuhkan Berapa besar biaya perasi per bulannya Dari mana (perhitungannya) 4. Estimasi keuntungan (rugi laba) 5. Pernyataan masalah utama, resik yang mungkin terjadi 6. Alternatif penanggulangan masalah yang dapat dilakukan

8 MODUL 2 KUESIONER RISET PEMASARAN 2.1 Pendahuluan Pada mdul ini, peserta selain membuat kuesiner untuk riset pemasaran, juga mulai melakukan studi tentang deskripsi pasar. 2.2 Tujuan Agar mahasiswa dapat: a. Menyusun kuesiner untuk melakukan riset pemasaran b. Mencari / meneliti deskripsi pasar 2.3 Literatur Buku Pemasaran, terutama Ktler Manajemen Pemasaran 2.4 Tugas a. Susun rencana penelitian: Buat tujuan riset pasar Tentukan data apa saja yang diperlukan Tentukan cara pengambilan data (data primer/sekunder) Tentukan teknik pengambilan data (wawancara/kuesiner/bservasi) Tentukan unit sampling Tentukan sample size Tentukan sampling technique

9 b. Buat kuesiner untuk riset pemasaran Ketentuan: Tentukan tujuan pembuatan kuesiner Tentukan faktr-faktr yang akan dikembangkan dalam item pertanyaan di kuesiner Tentukan metde yang akan digunakan untuk penglahan data nantinya Tentukan skala jawaban dalam kuesiner Susun pertanyaan untuk kuesiner

10 MODUL 3 ANALISIS PEMASARAN Pendahuluan Pada mdul ini, peserta menganalisis kekuatan dan kelemahan dari pryek usaha / bisnis yang akan dilakukan, persaingan dan knsumen. 3.2 Tujuan Agar mahasiswa dapat: a. Menglah data hasil pengumpulan riset dan hasil kuesiner b. Menginterpretasikan hasil riset pemasaran c. Menganalisa keadaan pasar sekarang d. Membuat peramalan permintaan e. Menganalisa kmpetitr f. Menganalisa knsumen 3.3 Literatur Literatur Pemasaran, terutama Ktler, Siregar Bab 3, Cliftn Bab 3, Behrens Bab 3, Husnan Bab 3,4 3.4 Tugas a. Penyebaran kuesiner 1. Sebarkan kuesiner 2. Olah data (Reliability dan Validity) 3. Interpretasikan

11 b. Buat analisa knsumen 1. Siapa knsumen 2. Berapa banyak 3. Dimana 4. Alasan kebutuhan c. Buat analisa kmpetitr 1. Siapa saja kmpetitrnya 2. Bagaimana skala usaha kmpetitr 3. Apa saja yang menjadi keunikan kmpetitr d. Buat analisa pasar (keadaan pasar sekarang). Pasar ptensial dan ptensi pasarnya Target pangsa pasar Peramalan penjualan (dalam satuan Rupiah)

12 MODUL 4 ANALISIS PEMASARAN Pendahuluan Pada mdul ini, dilakukan segmentasi, targeting dan psitining yang menjadi dasar untuk menyusun strategi pemasaran. Dalam mdul ini peserta mengevaluasi kelayakan pryek usaha / bisnis dari segi pemasaran. 4.2 Tujuan Agar mahasiswa dapat: a. Melakukan segmentasi b. Melakukan targeting c. Melakukan psitining d. Menyusun strategi bauran pemasaran e. Menilai kelayakan suatu pryek dari segi pasar 4.3 Literatur Literatur Pemasaran, terutama Ktler, Siregar Bab 3, Cliftn Bab 3, Behrens Bab 3, Husnan Bab 5,6

13 4.4 Tugas a. Dari hasil riset knsumen dijelaskan segmentasi pasarnya bagaimana b. Tentukan target pasar yang akan dibidik c. Tentukan strategi diferensiasinya agar mampu bersaing d. Tentukan strategi psitiningnya e. Marketing mix ( knsep 4P: Price, Prduct, Place and Prmtin ) f. Jelaskan Prduct life cycle dari prduk/jasa yang dijual g. Jelaskan apakah dari analisis pemasaran, pryek / bisnis nya layak untuk dilakukan

14 MODUL 5 ANALISIS TEKNIK Pendahuluan Pada mdul ini, peserta menilai kelayakan pryek usaha / bisnis dari segi teknik. Pada mdul ini, disusun tentang prses prduksi dan layut pabrik / kantr yang akan didirikan. 5.2 Tujuan Agar mahasiswa dapat: a. Merancang prses prduksi suatu prduk b. Menentukan peralatan yang dibutuhkan untuk prses prduksi c. Menyusun layut pabrik yang sesuai dengan prses prduksi dan peralatan yang diperlukan 5.3 Literatur Literatur Prses Prduksi Cliftn Bab 4, Siregar, Bab 4 Literatur Sistem Prduksi Husnan Bab 7,8 Literatur PTLF Behrens Bab 4,5,6 5.4 Tugas a. Tentukan spesifikasi prduk yang akan diprduksi (lengkap dengan bahan, ukuran, mdel dan lain-lain) b. Tentukan alat-alat yang dibutuhkan untuk prses prduksi c. Susun layut pabrik, dengan memperhatikan dasar teri-teri yang ada (ARC atau Frm T Chart)

15 MODUL 6 ANALISIS TEKNIK Pendahuluan Pada mdul ini, peserta akan melanjutkan mdul sebelumnya yaitu: menentukan spesifikasi pembuatan prduk, sumber daya, sumber daya manusia (SDM), dan pelaksanaan pryek. 6.2 Tujuan Agar mahasiswa dapat: a. Menentukan spesifikasi pembuatan pryek yang sesuai dengan peralatan dan layut yang sudah ditentukan. b. Menentukan sumber daya yang dibutuhkan, seperti: bahan baku, bahan pembantu, energi dan lain-lain. c. Menentukan dan merencanakan SDM yang terlibat dalam pryek, termasuk merencanakan Struktur Organisasi (SO). d. Merancang jadwal pelaksanaan pryek 6.3 Literatur Literatur MSDM Husnan Bab 9,10 Literatur Organisasi Bahrens Bab 7,8 Literatur Manajemen Pryek Siregar Bab Tugas a. Tentukan spesifikasi pembuatan pryek yang meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan pryek, misalnya: luas tanah, luas bangunan, banyaknya ruangan, material bangunan, material pintu, material atap, mesin, alat-alat yang ditanam, dan lain-lain. b. Menentukan sumber daya yang dibutuhkan dan dimana, bagaimana cara mendapatkannya. c. Menentukan jumlah SDM yang dibutuhkan dan keahliannya d. Merancang SO dan jumlah departemen e. Menyusun jadwal pelaksanaan pryek

16 MODUL 7 ANALISIS FINANSIAL Pendahuluan Pada mdul ini, peserta akan mengadakan analisis finansial yang kemudian digunakan untuk mengevaluasi kelayakan pryek usaha / bisnis dari aspek finansial. Pada mdul ini pula, akan disusun rencana lapran keuangan perusahaan. 7.2 Tujuan Agar mahasiswa dapat: a. Membuat rencana penjualan b. Membuat rencana manufaktur c. Membuat rencana umum d. Menyusun struktur permdalan e. Menghitung prject cst summary 7.3. Literatur Literatur Akuntansi dan Biaya Cliftn Bab 5, Siregar Bab 7, Husnan Bab 11, 12,15, Behrens Bab Tugas a. Membuat rencana penjualan b. Membuat rencana manufaktur c. Membuat rencana umum d. Membuat struktur permdalan (Pinjaman bank minimal 20% dari ttal investasi) e. Membuat tabel depresiasi f. Membuat tabel cicilan pinjaman g. Membuat prject cst summary

17 MODUL 8 ANALISIS FINANSIAL Pendahuluan Pada mdul ini, peserta membuat lapran keuangan dan pryeksi lapran keuangan. 8.2 Tujuan Agar mahasiswa dapat: a. Menyusun lapran keuangan b. Membuat asumsi-asumsi pryeksi lapran keuangan c. Menyusun pryeksi lapran keuangan 8.3 Literatur Literatur Akuntansi dan Biaya, Manajemen Keuangan, Cliftn Bab Tugas a. Menyusun asumsi-asumsi untuk pryeksi lapran keuangan b. Membuat pryeksi lapran keuangan 1. Neraca 2. Lapran Rugi-Laba 3. Lapran Arus kas Catatan: a. Pryeksi lapran keuangan dibuat minimum 3 tahun b. Lapran keuangan dibuat per bulan untuk tahun pertama c. Untuk tahun ke dua dan ketiga, dibuat per 3 bulan

18 MODUL 9 ANALISIS FINANSIAL Pendahuluan Pada mdul ini, peserta akan membuat analisis rasi keuangan dan analisis sensitivitas yang akan digunakan untuk menentukan kelayakan pryek usaha / bisnis secara finansial. 9.2 Tujuan Agar mahasiswa dapat: a. Menghitung dan menganalisis rasi keuangan b. Menghitung dan menganalisis sensitivitas c. Mendeskripsikan dan mencari pemecahan resik yang ada d. Menentukan kelayakan pryek secara finansial 9.3 Literatur Literatur Manajemen Keuangan, Husnan Bab 13,14,15, Siregar Bab 8, Cliftn Bab 5, Behrens Bab Tugas a. Menghitung rasi keuangan dan menganalisis b. Menghitung sensitivitas dan menganalisis c. Deskripsikan resik yang ada dan deskripsikan pula alternatif-alternatif pemecahannya d. Tentukan kelayakan pryek secara finansial

19 MODUL 10 LEGAL & SPA 10.1 Pendahuluan Pada mdul ini ditinjau dan dirancang aspek hukum perusahaan. Selain itu juga ditinjau tentang analisa scial prfitability. Pada akhir mdul, sebagai penutup dibuat kesimpulan tentang kelayakan pryek usaha / bisnis secara keseluruhan 10.2 Tujuan Agar mahasiswa dapat: a. Merancang dan menentukan aspek legal perusahaan b. Menganalisis aspek scial prfitability c. Menarik kesimpulan keseluruhan dari feasibility study 10.3 Literatur Literatur AMDAL Cliftn Bab 7, Siregar Bab 6 Literatur Hukum Husnan Bab Tugas 1. Merancang dan menentukan aspek legal perusahaan yang akan dibentuk: a. Bentuk badan hukum b. Syarat-syaratnya c. Pemilik dan permdalan (pembagian) d. Perizinan 2. Membuat SPA: a. Mendeskripsikan dampak psitif dan negatif. b. Menentukan alternatif penanggulangan dampak negatif. c. Menghitung % dampak psitif dan negatif. d. Menghitung % dampak negatif yang bisa ditanggulangi 3. Membuat deskripsi singkat kesimpulan umum dari ke-empat aspek analisis

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN ALAT MESIN PERTANIAN

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN ALAT MESIN PERTANIAN SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN ALAT MESIN PERTANIAN BAB IX PERENCANAAN, PENGELOLAAN, DAN EVALUASI USAHA JASA ALAT MESIN PERTANIAN Drs. Kadirman, MS. KEMENTERIAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 64 BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Kriteria ptimasi yang digunakan dalam menganalisis kelayakan usaha adalah dengan studi kelayakan bisnis yang berdasarkan beberapa aspek,

Lebih terperinci

Dalam menentukan harga setiap usaha mungkin memiliki strategi yang berbeda-beda. Namun

Dalam menentukan harga setiap usaha mungkin memiliki strategi yang berbeda-beda. Namun CHAPTER V Harga menurut Philip Ktler (2001 : 439) ialah sebagai berikut, charged fr a prduct r service. Mre bradly, price is the sum f all the value that cnsumer exchange fr the benefits f having r using.

Lebih terperinci

AKURASI DAN MACAM ANGGARAN

AKURASI DAN MACAM ANGGARAN Pertemuan 6 AKURASI DAN MACAM ANGGARAN Halaman 1 dari Pertemuan 6 6.1 Ciri ciri dan Penyebab Perkiraan Biaya yang Kurang Akurat Anggaran pryek dihasilkan dari perkiraan biaya kmpnen-kmpnennya dengan memperhatikan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 30 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metde Penilaian Investasi Metde Penilaian Investasi yang digunakan untuk menganalisis kelayakan penambahan gudang pada PT. Prima Lintas Express dapat dikatakan layak

Lebih terperinci

BAB 4. ANALISIS dan PEMBAHASAN

BAB 4. ANALISIS dan PEMBAHASAN BAB 4 ANALISIS dan PEMBAHASAN 4.1 Prfil Perusahaan PT. Megah Lestar Packind adalah perusahaan yang bergerak di bidang Percetakan kardus yang mulai berdiri sejak 9 Maret 1988 dengan lkasi yang bertempat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. manufaktur bersaing dengan ketat dalam memproduksi barang, konsumen menjadi

BAB 1 PENDAHULUAN. manufaktur bersaing dengan ketat dalam memproduksi barang, konsumen menjadi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam masa persaingan bebas pada era Glbalisasi ini, dimana perusahaan manufaktur bersaing dengan ketat dalam memprduksi barang, knsumen menjadi sangat menyadari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. PLN, di ganti menjadi kwh meter digital yang dapat memberikan nilai lebih

BAB I PENDAHULUAN. PLN, di ganti menjadi kwh meter digital yang dapat memberikan nilai lebih BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknlgi selalu berkembang setiap saat, ada saja yang dilakukan manusia untuk memberikan kemudahan pada kehidupan sehari-hari. Salah satu cnth kemudahan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berdasarkan System Development Life Cycle (SDLC) metode waterfall yang

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Berdasarkan System Development Life Cycle (SDLC) metode waterfall yang BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Berdasarkan System Develpment Life Cycle (SDLC) metde waterfall yang digunakan dalam pembuatan aplikasi penentuan harga jual, terdapat beberapa tahapan yang terdiri

Lebih terperinci

Manajemen Proyek. Manajemen

Manajemen Proyek. Manajemen Manajemen Pryek Manajemen Aktivitas yang meliputi perencanaan, pengrganisasian, pelaksanaan dan kepemimpinan, serta pengawasan terhadap pengellaan sumber daya yang dimiliki suatu rganisasi untuk mencapai

Lebih terperinci

BAB III PROFIL RESPONDEN DAN LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB III PROFIL RESPONDEN DAN LANGKAH PEMECAHAN MASALAH BAB III PROFIL RESPONDEN DAN LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Prfil Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT.Tiara Utffar Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang industri pertambangan mineral

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 76 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Analisa-analisa yang penulis telah lakukan pada bab sebelumnya memiliki tujuan untuk dapat memberikan kesimpulan pada bab ini mengenai masalah-masalah yang

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA TERSTRUKTUR MODEL LIMA KEKUATAN PORTER

LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA TERSTRUKTUR MODEL LIMA KEKUATAN PORTER L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA TERSTRUKTUR MODEL LIMA KEKUATAN PORTER Gambaran Umum Situasi Perusahaan dan Industri A. Gambaran Umum Situasi Perusahaan dan Industri 1. Pada lingkup industri

Lebih terperinci

JURNAL MANAJEMEN OPERASIONAL. Yang dibimbing oleh Roro Arinda Reswanti Julian Pratama, S.E.

JURNAL MANAJEMEN OPERASIONAL. Yang dibimbing oleh Roro Arinda Reswanti Julian Pratama, S.E. JURNAL MANAJEMEN OPERASIONAL Disusun dan diajukkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manajemen Operasinal (Praktikum) Yang dibimbing leh Rr Arinda Reswanti Julian Pratama, S.E. Disusun Oleh :

Lebih terperinci

Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat 1 *

Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat 1 * Fitur Pemeringkatan ICRA Indnesia Maret 2014 Metdlgi Pemeringkatan untuk Perusahaan Real Estat 1 * Tinjauan sekilas Industri real estate memiliki tingkat vlatilitas dan siklus yang tinggi dan kinerjanya

Lebih terperinci

SILABUS MATA KULIAH. 11. Evaluasi Hasil Belajar dan Kelulusan Mahasiswa

SILABUS MATA KULIAH. 11. Evaluasi Hasil Belajar dan Kelulusan Mahasiswa SILABUS MATA KULIAH 1. Mata Kuliah : AKUNTANSI KEUANGAN DASAR 2 2. K d e : PA201 3. Bbt SKS : 3 SKS 4. Semester : 2 5. Status : Akunt. Keu Dasar 1 6. Dsen Pengampu : Drs. Yayat Supriyatna, MM Leni Yulianti,

Lebih terperinci

Metodologi Pemeringkatan untuk Lembaga Pembiayaan bukan Bank

Metodologi Pemeringkatan untuk Lembaga Pembiayaan bukan Bank ICRA Indnesia Rating Feature January 2011 Metdlgi Pemeringkatan untuk Lembaga Pembiayaan bukan Bank Lembaga pembiayaan bukan bank (Lembaga Pembiayaan) memainkan peran yang penting dalam pasar keuangan

Lebih terperinci

Target dan Rencana Kerja, pasangan yang tidak bisa di pisahkan

Target dan Rencana Kerja, pasangan yang tidak bisa di pisahkan Target dan Rencana Kerja, pasangan yang tidak bisa di pisahkan Dalam beberapa kesempatan training, saya sering menanyakan, apa yang lebih penting: target atau activity plan? Hampir 90% peserta training

Lebih terperinci

SUPPLY CHAIN MANAJEMENT ( SCM )

SUPPLY CHAIN MANAJEMENT ( SCM ) SUPPLY CHAIN MANAJEMENT ( SCM ) (TUGAS UJIAN TENGAH SEMETER) Disusun leh : Abdillah A.G 08.11.1935 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA JENJANG STRATA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan 1) Atribut-atribut yang dianggap penting leh knsumen dari sebuah Kedai Kpi yaitu : Kematangan makanan yang tepat Penyajian makanan menarik Penyajian kpi menarik

Lebih terperinci

SILABUS. Sifat: Pendukung

SILABUS. Sifat: Pendukung SILABUS Prgram Studi : Sistem Infrmasi Kde Mata Kuliah : Nama Mata Kuliah : Pryek Sistem Infrmasi (MPSI) Kelmpk Mata Kuliah : Kde / SKS : RIS1/3 Nama Dsen : Ir. Riswan, MMSI Jam/Minggu 2 Jam Kde MataKuliah

Lebih terperinci

DASAR-DASAR WEB TIF-1203 TUGAS BESAR T.A

DASAR-DASAR WEB TIF-1203 TUGAS BESAR T.A DASAR-DASAR WEB TIF-1203 TUGAS BESAR T.A. 2012-2013 UMUM Tugas ini dikerjakan masing-masing mahasiswa (pribadi). Tugas ini akan dikumpulkan pada Week XIV (2 dan 3 Januari 2012), di ruang kelas pada saat

Lebih terperinci

Sampaikan pertanyaan dan masukan Anda di Forum TI, di bagian Kerja Praktik I.

Sampaikan pertanyaan dan masukan Anda di Forum TI, di bagian Kerja Praktik I. PENGUMUMAN Sampaikan pertanyaan dan masukan Anda di Forum TI, di bagian Kerja Praktik I. PANDUAN KERJA PRAKTIK I (63B075) 1. PENDAHULUAN Kerja Praktik I merupakan kegiatan pendidikan aplikasi integral

Lebih terperinci

ANALISIS KELEMAHAN SISTEM LAMA Hanif Al Fatta M.Kom

ANALISIS KELEMAHAN SISTEM LAMA Hanif Al Fatta M.Kom ANALISIS KELEMAHAN SISTEM LAMA Hanif Al Fatta M.Km Abstraks Dalam teri rekayasa perangkat lunak ada 2 jenis prduk perangkat lunak. Prduk generik, yaitu prduk yang dibuat dan ditentukan fungsinalitasnya

Lebih terperinci

Modul MM (Material Management)

Modul MM (Material Management) KAMPUS IBI KWIK KIAN GIE JAKARTA, MEI 2017 KISI-KISI UAS dan QUIZ SAP SAP Materials Management (SAP-MM) adalah salah satu mdul di SAP ERP yang mendukung prses manajemen/pengellaan material di perusahaan,

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS N. Dk: 00.01.12.01 Revisi : 00 Page 1 f 5 Fakultas Keperawatan Prgram Studi S1 Keperawatan Gugus Kendali Mutu Prgram Studi S1 Keperawatan DAFTAR DISTRIBUSI Bir Adm. Akademik dan Kemahasiswaan Bir Adm.

Lebih terperinci

BAB IV KERANGKA PEMIKIRAN

BAB IV KERANGKA PEMIKIRAN 23 BAB IV KERANGKA PEMIKIRAN 4.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 4.1.1 Studi Kelayakan Usaha Proyek atau usaha merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan manfaat (benefit) dengan menggunakan sumberdaya

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI D3 KOMPUTERISASI AKUNTANSI FAKULTAS ILMU TERAPAN TELKOM UNIVERSITY

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI D3 KOMPUTERISASI AKUNTANSI FAKULTAS ILMU TERAPAN TELKOM UNIVERSITY RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI D3 KOMPUTERISASI AKUNTANSI FAKULTAS ILMU TERAPAN TELKOM UNIVERSITY MATA KULIAH KODE RUMPUN MK BOBOT (SKS) SEMESTER DIREVISI P = 1 Analisis dan Perancangan Sistem

Lebih terperinci

PRAKTIKUM TERINTEGRASI 1 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PRAKTIKUM TERINTEGRASI 1 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA TATA TERTIB PRAKTIKUM 1. Praktikan diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan praktikum. 2. Praktikan diwajibkan hadir 15 menit sebelum pelaksanaan praktikum. 3. Praktikan diwajibkan mengikuti segala

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan harus dapat meningkatkan kinerja dan perfomansinya agar dapat unggul

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan harus dapat meningkatkan kinerja dan perfomansinya agar dapat unggul BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknlgi yang semakin maju dan semakin pesat membuat perusahaan harus dapat meningkatkan kinerja dan perfmansinya agar dapat unggul dalam persaingan sekarang

Lebih terperinci

A. IDENTITAS B. DESKRIPSI MATAKULIAH C. TUJUAN MATAKULIAH

A. IDENTITAS B. DESKRIPSI MATAKULIAH C. TUJUAN MATAKULIAH A. IDENTITAS Nama Mata Kuliah : Sistem Infrmasi Akuntansi Kde Mata Kuliah : AKT 207 Tipe : Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) Bbt SKS : 3 SKS / 3 JP Prasyarat : Aplikasi Kmputer Pengantar B. DESKRIPSI

Lebih terperinci

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK N. 3 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Lapran Keuangan Interim Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) N.3 tentang Lapran Keuangan Interim disetujui dalam Rapat Kmite

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran : SMK Negeri Makassar : KKPI Kelas/Semester : X / 2 Pertemuan : 10 & 11 Alkasi Waktu : 6 x 45 Menit I.Standar Kmpetensi : Mengperasikan

Lebih terperinci

RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER MATA KULIAH PENGINDERAAN JAUH. Diampu Oleh: Purwanto, S.Pd., M.Si

RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER MATA KULIAH PENGINDERAAN JAUH. Diampu Oleh: Purwanto, S.Pd., M.Si RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER MATA KULIAH PENGINDERAAN JAUH Diampu Oleh: Purwant, S.Pd., M.Si RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER (RPS) JURUSAN GEOGRAFI-PROGRAM STUDI Pendidikan GEOGRAFI - FAKULTAS ILMU SOSIAL

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang. Jakarta dengan luas 661,52 km 2 dan jumlah populasi jiwa serta kepadatan

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang. Jakarta dengan luas 661,52 km 2 dan jumlah populasi jiwa serta kepadatan BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Jakarta dengan luas 661,52 km 2 dan jumlah ppulasi 8.389.443 jiwa serta kepadatan penduduk sebesar 12.682,1/ 2 km, diperkirakan akan terus bertambah. Pertumbuhan penduduk

Lebih terperinci

DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMA KASIH

DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMA KASIH ABSTRAK Karaoke merupakan salah satu sarana hiburan yang sedang berkembang dan diminati masyarakat saat ini, untuk mendirikan sarana hiburan karaoke keluarga di Galeri Ciumbuleuit Apartemen, penulis melakukan

Lebih terperinci

SILABUS MATA KULIAH STUDI KELAYAKAN BISNIS

SILABUS MATA KULIAH STUDI KELAYAKAN BISNIS A. IDENTITAS MATA KULIAH Program Studi : Ekonomi Akuntansi Mata Kuliah Kode Bobot Kelas Semester Prasyarat Deskripsi singkat Standar Kompetensi : Studi Kelayakan Bisnis : AK304 : 3 (tiga) sks : AK-4 :

Lebih terperinci

BAB 4. ANALISIS dan PEMBAHASAN. CV. Mum Indonesia berdiri pada tahun 2009 dan terdiri dari 4 pemegang modal

BAB 4. ANALISIS dan PEMBAHASAN. CV. Mum Indonesia berdiri pada tahun 2009 dan terdiri dari 4 pemegang modal BAB 4 ANALISIS dan PEMBAHASAN 4.1 Prfil Perusahaan CV. Mum Indnesia berdiri pada tahun 2009 dan terdiri dari 4 pemegang mdal utama. CV. Mum Indnesia merupakan perusahaan yang menjual dan memasarkan franchise

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. KERANGKA PEMIKIRAN KONSEPTUAL Gambir merupakan salah satu produk ekspor Indonesia yang prospektif, namun hingga saat ini Indonesia baru mengekspor gambir dalam bentuk gambir asalan.

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Di era globalisasi ini, banyak sekali bangunan-bangunan bertingkat seperti mall, hotel, apartemen dan sebagainya. Seiring dengan meningkatnya proyekproyek pembangunan tersebut maka kebutuhan akan

Lebih terperinci

Jenis Informasi yang Terbuka dan Dikecualikan

Jenis Informasi yang Terbuka dan Dikecualikan Jenis Infrmasi yang Terbuka dan Dikecualikan Kelmpk Infrmasi Publik yang diatur dalam UU KIP mencakup Infrmasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala; Infrmasi Publik yang wajib diumumkan

Lebih terperinci

PENDEKATAN ATAS STUDI KELAYAKAN INVESTASI

PENDEKATAN ATAS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PENDEKATAN ATAS STUDI KELAYAKAN INVESTASI Primsa Bangun Fakultas Eknmi Universitas Kristen Krida Wacana Abstrct After crlsls, gvernment snd privte campny are strting t rebuild r expand their business and

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat CV. KARDUS COMMUNICATION Cirebn Semua bidang usaha membutuhkan sarana periklanan untuk mempublikasikan uasaha yang dijalankan sehingga para knsumen mengetahui

Lebih terperinci

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN PENDEKATAN MODEL SQC (STATISTICAL QUALITY CONTROL) (APLIKASI MODEL PADA PERUSAHAAN FURNITURE)

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN PENDEKATAN MODEL SQC (STATISTICAL QUALITY CONTROL) (APLIKASI MODEL PADA PERUSAHAAN FURNITURE) PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN PENDEKATAN MODEL SQC (STATISTICAL QUALITY CONTROL) (APLIKASI MODEL PADA PERUSAHAAN FURNITURE) Sutrisn Badri, Rmadhn Prgram Studi Manajemen Fakultas Eknmi-Universitas

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. dan keberlanjutan usaha pada usaha yang berhasil perlu dilakukan untuk

III. METODE PENELITIAN. dan keberlanjutan usaha pada usaha yang berhasil perlu dilakukan untuk III. METODE PENELITIAN A. Kerangka Pemikiran Knseptual Identifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap keuntungan dan keberlanjutan usaha pada usaha yang berhasil perlu dilakukan untuk dipahami

Lebih terperinci

MANAJEMEN PROYEK SISTEM INFORMASI

MANAJEMEN PROYEK SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PROYEK SISTEM INFORMASI APA ITU PROYEK? ADALAH SUATU RANGKAIAN PEKERJAAN YANG DIADA-KAN DALAM SELANG WAKTU TERTENTU & MEMPUNYAI TUJUAN KHUSUS. YANG MEMBEDAKAN PROYEK DENGAN PEKERJAAN LAIN ADALAH

Lebih terperinci

PETUNJUK DAN TATA TERTIB PELAKSANAAN ASISTENSI LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN SEMESTER GANJIL 2016 / 2017

PETUNJUK DAN TATA TERTIB PELAKSANAAN ASISTENSI LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN SEMESTER GANJIL 2016 / 2017 PETUNJUK DAN TATA TERTIB PELAKSANAAN ASISTENSI LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN SEMESTER GANJIL 2016 / 2017 1. Kegiatan praktikum FDM diselenggarakan Setelah diadakannya Introduction. Jika tidak mengikuti

Lebih terperinci

III. METODOLOGI. 3.1 Kerangka Pemikiran. 3.2 Metode Penelitian

III. METODOLOGI. 3.1 Kerangka Pemikiran. 3.2 Metode Penelitian III. METODOLOGI 3.1 Kerangka Pemikiran Ketersediaan bahan baku ikan hasil tangkap sampingan yang melimpah merupakan potensi yang besar untuk dijadikan surimi. Akan tetapi, belum banyak industri di Indonesia

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 E-Learning E-learning merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknlgi telekmunikasi dan infrmasi serta media elektrnik, misalnya internet, vide/audibradcasting,

Lebih terperinci

UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM SARJANA DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI SEMESTER GENAP 2004/2005

UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM SARJANA DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI SEMESTER GENAP 2004/2005 UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM SARJANA DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI SEMESTER GENAP 2004/2005 SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH BOBOT SKS STATUS MK PENGAJAR : EVALUASI

Lebih terperinci

Menggunakan P-Chart dan Diagram Ishikawa pada PT. Ungaran Multi. Engineering, Ungaran". Penelitian tersebut dilakukan di PT.

Menggunakan P-Chart dan Diagram Ishikawa pada PT. Ungaran Multi. Engineering, Ungaran. Penelitian tersebut dilakukan di PT. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu Penelitian Almunir Yudha Putra Raharja, mahasiswa Universitas Islam Indnesia pada tahun 2004 dengan judul "Evaluasi Pengendalian Kualitas Prduk Menggunakan

Lebih terperinci

2.2.6 Positioning Strategi Pemasaran Marketing Mix Aspek Teknik Penjadwalan

2.2.6 Positioning Strategi Pemasaran Marketing Mix Aspek Teknik Penjadwalan ABSTRAK Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha ingin membuka perkuliahan kelas malam jurusan teknik industri, untuk itu perlu dilakukan studi kelayakannya yang meliputi aspek pemasaran,

Lebih terperinci

Program Studi Teknik Mesin S1

Program Studi Teknik Mesin S1 SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : KEWIRAUSAHAAN KODE / SKS : AK042246 / 2 SKS Pokok Bahasan Pertemuan dan TIU 1 Pendahuluan secara umum dasar-dasar kewirausahaan Sub Pokok Bahasan dan TIK 1. Dasar-dasar

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Perkembangan Perusahaan PT Elda Mitra berdiri pada tanggal 9 Desember 1989. Pada masa itu prduk penglahan daging sapi, ayam, maupun ikan yang berbentuk baks, burger,

Lebih terperinci

TPL 203 TEKNOLOGI PENGEMBANGAN APLIKASI WEB TUGAS BESAR T.A

TPL 203 TEKNOLOGI PENGEMBANGAN APLIKASI WEB TUGAS BESAR T.A TPL 203 TEKNOLOGI PENGEMBANGAN APLIKASI WEB TUGAS BESAR T.A. 2011-2012 UMUM Tugas besar ini terdiri dari dua jenis, yaitu tugas besar versi utama dan tugas besar versi standard. Tugas ini dikerjakan satu

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Langkah Langkah Penelitian Keterangan Gambar

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Langkah Langkah Penelitian Keterangan Gambar ABSTRAK Dewasa ini banyak dibuka bisnis bisnis pencucian, seperti laundry ataupun dry & clean. Selain jasa pencucian laundry dan dry & clean, terdapat juga jenis jasa pencucian yang biasa disebut washing.

Lebih terperinci

Perancangan Teknik Industri 3

Perancangan Teknik Industri 3 Nama : NPM : Kelas : Kelompok : PANDUAN PRAKTIKUM Perancangan Teknik Industri 3 Disusun Guna Menunjang Praktikum Perancangan Teknik Industri 3 (Untuk Praktikan) Oleh: Asisten Laboratorium Perancangan Teknik

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 45 BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Perkembangan PT. Cahaya Ragam Sakti 3.1.1 Sejarah Berdirinya PT. Cahaya Ragam Sakti PT. Cahaya Ragam Sakti pada awalnya merupakan perusahaan yang didasari leh ide

Lebih terperinci

Pengelolaan Usaha dan Strategi Kewirausahaan. Muhlisin, S.E., M.Si.

Pengelolaan Usaha dan Strategi Kewirausahaan. Muhlisin, S.E., M.Si. Pengelolaan Usaha dan Strategi Kewirausahaan Muhlisin, S.E., M.Si. Pengelolaan Usaha Perencanaan Usaha Suatu hal yang tertulis berisikan misi usaha, usulan usaha, operasional usaha, rincian strategi dan

Lebih terperinci

license dan franchise, perusahaan ini juga membuka gerai atau outlet Roti Mum. Hingga saat

license dan franchise, perusahaan ini juga membuka gerai atau outlet Roti Mum. Hingga saat BAB 1 PENDAHULUA N 1.1 Latar Belakang Pada masa dewasa ini, persaingan di dunia industri semakin ketat. Terlebih di dalam persaingan industri makanan. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya prdusen

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. tahun meningkat di seluruh dunia khususnya Indonesia. Internet berfungsi

BAB 1 PENDAHULUAN. tahun meningkat di seluruh dunia khususnya Indonesia. Internet berfungsi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan teknlgi infrmasi khususnya jaringan internet sudah banyak dikenal leh masyarakat secara luas. Penggunaan internet dari tahun ke tahun meningkat di seluruh

Lebih terperinci

W.10 PEMANFAATAN PELAKU PARIWISATA DI PROPINSI NTB SEBAGAI SUMBER DAYA CYBER DEFENCE GUNA MENGHADAPI PERANG ASIMETRI

W.10 PEMANFAATAN PELAKU PARIWISATA DI PROPINSI NTB SEBAGAI SUMBER DAYA CYBER DEFENCE GUNA MENGHADAPI PERANG ASIMETRI W.10 PEMANFAATAN PELAKU PARIWISATA DI PROPINSI NTB SEBAGAI SUMBER DAYA CYBER DEFENCE GUNA MENGHADAPI PERANG ASIMETRI Nama Peneliti : Ir. Achmad Farid Wadjdi, MM Dra. Aries Setyani, M.Si Santi Andriany,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Konseptual III. METODE PENELITIAN Nilai tambah yang tinggi yang diperoleh melalui pengolahan cokelat menjadi berbagai produk cokelat, seperti cokelat batangan merupakan suatu peluang

Lebih terperinci

Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Baja

Metodologi Pemeringkatan untuk Perusahaan Baja ICRA Indnesia Rating Feature May 2013 ICRA Indnesia Metdlgi Pemeringkatan untuk Perusahaan Baja Industri baja memainkan peran yang penting dalam pertumbuhan eknmi. Baja merupakan kmpnen umum pada beberapa

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Suatu investasi baik dalam bidang industri atau bidang lainnya bertujuan untuk memperoleh standar yang cukup layak di kemudian hari. Manfaat ini bisa berupa keuangan, non keuangan

Lebih terperinci

KONTRAK PEMBELAJARAN EKONOMI TEKNIK

KONTRAK PEMBELAJARAN EKONOMI TEKNIK KONTRAK PEMBELAJARAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN EKONOMI TEKNIK Prf. Dr. Rni Kastaman, Ir., M.T. Dr. Dwi Purnm, S.T.P., M.T. n Eknmi Teknik n Dr Dwi Purnm, STP.,MT. n dwighy@gmail.cm n @dwiindrapurnm

Lebih terperinci

MODUL 1 PERANCANGAN PRODUK PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL PRAKTIKUM MANUFAKTUR TERINTEGRASI I

MODUL 1 PERANCANGAN PRODUK PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL PRAKTIKUM MANUFAKTUR TERINTEGRASI I MODUL 1 PERANCANGAN PRODUK PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL PRAKTIKUM MANUFAKTUR TERINTEGRASI I 1. KETENTUAN Ketentuan Umum: 1. Praktikan adalah mahasiswa/i Teknik Industri Universitas Dian Nuswantoro yang

Lebih terperinci

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Yang menjadi dasar evaluasi untuk menjadikan sistem ptimal di prduksi tekstil pada PT. ISTEM adalah dengan menggunakan metde DMAIC. Define

Lebih terperinci

Kabupaten :. Kelompok Hutan :.

Kabupaten :. Kelompok Hutan :. Lampiran : Peraturan Direktur Jenderal Bina Prduksi Kehutanan Nmr : P.05/VI-SET/2005 Tanggal : 3 Agustus 2005 FORMAT PROPOSAL TEKNIS PENAWARAN DALAM PELELANGAN IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU DENGAN

Lebih terperinci

BBP4BKP. Bubuk Kalsium dari Tulang Ikan. Unit Eselon I Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan

BBP4BKP. Bubuk Kalsium dari Tulang Ikan. Unit Eselon I Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan BBP4BKP Bubuk Kalsium dari Tulang Ikan Unit Eseln I Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Satuan Kerja Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Penglahan Prduk dan Biteknlgi Kelautan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 5 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Prduk Prduk adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar dan dapat memenuhi kebutuhan knsumen. (http://kpisusu.wrdpress.cm/). Ada tiga aspek prduk : Bertujuan

Lebih terperinci

SISTEMATIKA BUSINESS PLAN (RENCANA BISNIS) Dr. FX. Suharto, M. Kes

SISTEMATIKA BUSINESS PLAN (RENCANA BISNIS) Dr. FX. Suharto, M. Kes SISTEMATIKA BUSINESS PLAN (RENCANA BISNIS) Dr. FX. Suharto, M. Kes Hasil yg diharapkan Setiap Kelompok terdiri dari 5-6 orang Setiap Kelompok membuat 1 (satu) Rencana Bisnis Bidang usaha yang dipilih harus

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Spa adalah salah satu alternatif pilihan masyarakat Bandung untuk melepaskan lelah. Melihat hal ini, pengusaha Delta Spa di Jakarta berminat mengembangkan usaha spa pria di Bandung, karena belum

Lebih terperinci

Projek Akhir Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika - Universitas Nasional Pasim Penelitian dan Penulisan SKRIPSI

Projek Akhir Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika - Universitas Nasional Pasim Penelitian dan Penulisan SKRIPSI Prjek Akhir Mahasiswa Prgram Studi Teknik Infrmatika - Universitas Nasinal Pasim Penelitian dan Penulisan SKRIPSI Iim Abdurrhim, S.Km., M.T Senin, 08 Agustus 2016 Agenda Waktu/ Jadwal Penyusunan SKRIPSI

Lebih terperinci

PSAK NO. 30 AKUNTANSI SEWA GUNA USAHA BAB I : PENDAHULUAN. Latar Belakang

PSAK NO. 30 AKUNTANSI SEWA GUNA USAHA BAB I : PENDAHULUAN. Latar Belakang PSAK NO. 30 AKUNTANSI SEWA GUNA USAHA BAB I : PENDAHULUAN Latar Belakang Kegiatan sewa guna usaha (leasing) diperkenalkan untuk pertama kalinya di Indnesia pada tahun 1974 dengan dikeluarkannya Surat Keputusan

Lebih terperinci

SKEMA SERTIFIKASI BAJA LEMBARAN, PELAT DAN GULUNGAN CANAI PANAS NO FUNGSI PENILAIAN KESESUAIAN PERSYARATAN

SKEMA SERTIFIKASI BAJA LEMBARAN, PELAT DAN GULUNGAN CANAI PANAS NO FUNGSI PENILAIAN KESESUAIAN PERSYARATAN Kde Dkumen : SS-34 Halaman : 1 dari 5 NO FUNGSI PENILAIAN KESESUAIAN PERSYARATAN I. SELEKSI 1. Permhnan Sesuai Persyaratan Permhnan yang tercantum dalam Prsedur Penanganan Permhnan Sertifikasi (PrM-7.1).

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. Fortuna Badja Inti, menemukan permasalahan seperti pencatatan permintaan dari

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN. Fortuna Badja Inti, menemukan permasalahan seperti pencatatan permintaan dari BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada saat kerja praktek di PT. Frtuna Badja Inti, menemukan permasalahan seperti pencatatan dari custmer, ke pabrik dan pencatatan penawaran

Lebih terperinci

BAB 2. LANDASAN TEORI dan KERANGKA PEMIKIRAN

BAB 2. LANDASAN TEORI dan KERANGKA PEMIKIRAN BAB 2 LANDASAN TEORI dan KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Layanan Purna Jual Menurut Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indnesia N. 634/MPP/Kep/9/2002 tentang ketentuan dan tata cara pengawasan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN A. Latar Belakang Saat ini dunia yang kita tempati berada dalam genggaman revlusi teknlgi dan revlusi infrmasi, mulai dari internet, peningkatan kemampuan micrprcessr, kmputer

Lebih terperinci

2. Genesis Proyek Konsep kerja manajemen proyek

2. Genesis Proyek Konsep kerja manajemen proyek 2. Genesis Pryek 2.1. Knsep kerja manajemen pryek Di dalam manajemen pryek terdapat bagian-bagian penyusun knsep kerja (framewrks) yang digunakan untuk memahami knsep manajemen pryek secara keseluruhan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PERHITUNGAN BIAYA ANGKUTAN PADA PERUSAHAAN JASA PENGIRIMAN PT MAHAKAM PRIMA LINTAS

SISTEM INFORMASI PERHITUNGAN BIAYA ANGKUTAN PADA PERUSAHAAN JASA PENGIRIMAN PT MAHAKAM PRIMA LINTAS SISTEM INFORMASI PERHITUNGAN BIAYA ANGKUTAN PADA PERUSAHAAN JASA PENGIRIMAN PT MAHAKAM PRIMA LINTAS Thirafi Firly Ghufran Binus University, Jl Kebn Jeruk Raya N. 27, (021)53696969 Dr. Lim Sanny, S.T.,

Lebih terperinci

Bab I. project sinopsis. JudulProyek. Media Penelitian dan Pengembangan Potensi Air ( Preseden Air+Arsitektur) Lokasi. Timur. Peta Lokasi. gambar 1.

Bab I. project sinopsis. JudulProyek. Media Penelitian dan Pengembangan Potensi Air ( Preseden Air+Arsitektur) Lokasi. Timur. Peta Lokasi. gambar 1. Bab I prject sinpsis JudulPryek Media Penelitian dan Pengembangan Ptensi Air ( Preseden Air+Arsitektur) Lkasi Kawasan Waduk Selrej, Ngantang, Pujn, Batu, Kabupaten Malang Jawa Timur. Peta Lkasi gambar

Lebih terperinci

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoretis Kerangka pemikiran teoretis merupakan suatu penalaran peneliti yang didasarkan pada pengetahuan, teori, dalil, dan proposisi untuk menjawab suatu

Lebih terperinci

KETENTUAN PENULISAN LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PTA 2015/2016 LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT

KETENTUAN PENULISAN LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PTA 2015/2016 LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT KETENTUAN PENULISAN LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PTA 2015/2016 LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT 1. Laporan Akhir dibuat oleh masing-masing kelompok dalam bentuk HARDCOPY

Lebih terperinci

APLIKASI SOFTWARE PERPUSTAKAAN DIGITAL

APLIKASI SOFTWARE PERPUSTAKAAN DIGITAL APLIKASI SOFTWARE PERPUSTAKAAN DIGITAL Prpsal Sftware PERPUSTAKAAN DIGITAL Sistem Infrmasi Perpustakaan adalah sebuah sftware perpustakaan praktis yang telah teruji keandalannya serta telah digunakan leh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indnesia merupakan negara penghasil rtan terbesar di dunia, diperkirakan 80% bahan baku rtan di seluruh dunia dihasilkan leh Indnesia, sisanya dihasilkan leh Negara

Lebih terperinci

BAB 7 Proposal Corporate Event

BAB 7 Proposal Corporate Event BAB 7 Prpsal Crprate Event 7.1 Learning Outcmes Setelah menyelesaikan tpik ini, Mahasiswa dapat menyusun prpsal CE berdasarkan rencana glbal dan rencana detail, secara kelmpk 3 rang. 7.2 Menyusun Prpsal

Lebih terperinci

BAB V PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI

BAB V PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI BAB V PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI 5.1 Kerangka Identitas MEDIOR 1. Dasar Pemikiran Kelmpk Media Olahraga (MEDIOR) merupakan anggta KKG (Kelmpk Kmpas Gramedia) yang bertujuan untuk ikut

Lebih terperinci

PELUANG USAHA PEMBESARAN IKAN GURAMEH. Oleh : Riesky Febrian NIM : Kelas : S1.SI.2A

PELUANG USAHA PEMBESARAN IKAN GURAMEH. Oleh : Riesky Febrian NIM : Kelas : S1.SI.2A PELUANG USAHA PEMBESARAN IKAN GURAMEH Oleh : Riesky Febrian NIM : 10.12.4366 Kelas : S1.SI.2A STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 1. Pendahuluan Ikan gurami merupakan ikan asli perairan Indnesia yang sudah menyebar

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK PT Karya Tama Bakti Mulia merupakan salah satu perusahaan dengan kompetensi pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang sedang melakukan pengembangan bisnis dengan perencanaan pembangunan pabrik kelapa

Lebih terperinci

Perancangan Teknik Industri 3

Perancangan Teknik Industri 3 Nama : NPM : Kelas : Kelompok : PANDUAN PRAKTIKUM Perancangan Teknik Industri 3 Disusun Guna Menunjang Praktikum Perancangan Teknik Industri 3 (Untuk Praktikan) Oleh: Asisten Laboratorium Perancangan Teknik

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PIKIRAN

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PIKIRAN BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PIKIRAN 2.1 Landasan Teri 2.1.1 Pemasaran Pemasaran menurut Stantn (Umar, 2005, p.31) Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. saat ini, menunjukkan bahwa industri ini memiliki potensi yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat

BAB 1 PENDAHULUAN. saat ini, menunjukkan bahwa industri ini memiliki potensi yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin berkembang pesat dan semakin kuat nya persaingan bisnis di bidang tmtif saat ini, menunjukkan bahwa industri ini memiliki ptensi yang menjanjikan. Hal ini dapat

Lebih terperinci

47. Kriteria Kelayakan Investasi Kompos & Listrik Akibat Penurunan

47. Kriteria Kelayakan Investasi Kompos & Listrik Akibat Penurunan DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Karakteristik Air Limbah Pabrik Kelapa Sawit... 10 2. Baku Mutu Air Limbah Industri Minyak Kelapa Sawit... 11 3. Konversi Energi Biogas... 15 4. Produksi Kelapa Sawit Indonesia

Lebih terperinci

PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AGRIBISNIS PERDESAAN (PNPM AP)

PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AGRIBISNIS PERDESAAN (PNPM AP) PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AGRIBISNIS PERDESAAN (PNPM AP) PETUNJUK OPERASIONAL MONITORING & EVALUASI KEGIATAN PELATIHAN BDSP LEMBAGA/INDIVIDU Pelaksanaan kegiatan PNPM Agribisnis Perdesaan

Lebih terperinci

SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN AKHIR (BENDEL) PRAKTIKUM PTLF PTA LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT

SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN AKHIR (BENDEL) PRAKTIKUM PTLF PTA LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN AKHIR (BENDEL) PRAKTIKUM PTLF PTA 2013-2014 LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT KETENTUAN PENULISAN LAPORAN AKHIR (BENDEL) 1. BENDEL dibuat oleh masing-masing kelompok dalam

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN

BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN 3.1 Prfile Respnden 3.1.1 Sejarah Singkat Banyaknya anak-anak usia seklah dan anak-anak putus seklah pada awal pemerintahan Orde Baru pada tahun 1966, dan pengalaman selama

Lebih terperinci

KETENTUAN PENULISAN LAPORAN AKHIR (BENDEL) PRAKTIKUM PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS

KETENTUAN PENULISAN LAPORAN AKHIR (BENDEL) PRAKTIKUM PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS KETENTUAN PENULISAN LAPORAN AKHIR (BENDEL) PRAKTIKUM PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS 1. BENDEL dibuat oleh masing-masing kelompok dalam bentuk HARDCOVER dan masing-masing kelompok menyerahkan SOFTCOPY

Lebih terperinci

III. METODOLOGI. A. Kerangka Pemikiran. B. Pendekatan Studi Kelayakan

III. METODOLOGI. A. Kerangka Pemikiran. B. Pendekatan Studi Kelayakan III. METODOLOGI A. Kerangka Pemikiran Pengembangan industri tepung dan biskuit dari tepung kepala ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) harus mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu analisis pasar dan pemasaran,

Lebih terperinci

Silabus SM 40 - STUDI KELAYAKAN BISNIS. Program Studi : Strata 1 (S-1) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Silabus SM 40 - STUDI KELAYAKAN BISNIS. Program Studi : Strata 1 (S-1) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Silabus SM 40 - STUDI KELAYAKAN BISNIS Program Studi : Strata (S-) Manajemen Telp. 62-2-5252533, 522250-04, 5704376, 5704408, 5278788 - Fax. 62-2-5228460, 5222645 2 S I L A B U S I. KODE MATA KULIAH /

Lebih terperinci