PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG SUPERVISI PIMPINAN RUANG DENGAN PELAKSANAAN SOP PEMBERIAN OBAT PARENTERAL INTRAVENA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG SUPERVISI PIMPINAN RUANG DENGAN PELAKSANAAN SOP PEMBERIAN OBAT PARENTERAL INTRAVENA"

Transkripsi

1 PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG SUPERVISI PIMPINAN RUANG DENGAN PELAKSANAAN SOP PEMBERIAN OBAT PARENTERAL INTRAVENA Duwi Basuki STIKES PPNI MOJOKERTO, Jl. Raya Jabo Km 06 Mojoayar- Mojokerto. ABSTRAK Pedahulua : Agka kematia da kecacata semaki meigkat akibat kesalaha dalam pemberia obat, dapat dicegah dega supervisi secara optimal. Tujua peelitia utuk megetahui hubuga persepsi perawat pelaksaa tetag supervisi pimpia ruag dega pelaksaaa SOP pemberia obat. Metode : Desai peelitia megguaka racaga cross sectioal. Jumlah sampel peelitia 73 perawat pelaksaa da 12 pimpia ruag. Hasil : Hasil observasi pelaksaaa kegiata supervisi pimpia ruag (58,33%) tidak baik da pelaksaaa sop pemberia obat (3,7%) tidak baik. Hasil peelitia didapatka tidak ada hubuga bermaka supervisi pimpia ruag terhadap pelaksaaa SOP pemberia obat ( p= 0,566). Diskusi : Upaya utuk meigkatka pelaksaaa SOP pemberia obat dega meigkatka supervisi pimpia ruag secara terecaa da terjadwal, peambaha fasilitas alat da pedidika o formal melalui pelatiha berkesiambuga. Kata kuci : persepsi, perawat pelaksaa, supervisi pimpia ruag, stadar operasioal prosedur pemberia obat, PENDAHULUAN Mutu pelayaa rumah sakit merupaka salah satu maget yag mampu mearik kosume utuk datag ke rumah sakit tersebut. Utuk mempertahaka kosume atau pelagga rumah sakit, maka rumah sakit harus mampu memberika kualitas pelayaa yag baik. Pelayaa yag berkualitas meurut Poha (200) adalah pelayaa yag dibutuhka, ditetuka oleh profesi kesehata da diigika oleh klie atau masyarakat serta terjagkau oleh daya beli masyarakat. Salah satu idikator kualitas pelayaa yag baik adalah mampu memberika pelayaa keperawata yag ama bagi klie, bagi pemberi pelayaa maupu bagi masyarakat sekitarya. Layaa kesehata yag bermutu harus ama dari cidera, ifeksi, efek sampig atau bahaya lai yag mugki timbul. Utuk mejami keamaa kedua belah pihak maka harus disusu suatu stadar layaa kesehata yag diartika sebagai protokol, stadar operasioal prosedur da petujuk pelaksaaa (Poha, 200). Kematia da agka kecacata semaki meigkat akibat kesalaha dalam pemberia obat, khususya pada kasus yag tidak meyebabka kematia. Kesalaha dalam pemberia obat serig terjadi pada pasie yag disebabka bayak faktor, atara lai beba kerja perawat meigkat, kelelaha da kesalahpahama komuikasi. Meurut Istitute of Medicie (IOM) tahu 2000, sekitar orag diperkiraka meiggal setiap tahu dari kesalaha pegobata (Carrol, 2003). Kesalaha pemberia obat diperkiraka satu dari 10 pasie di seluruh duia (Hughes, 2010). Agka kematia akibat kesalaha medis seperti yag diugkapka Istitute of Medicie (IOM), (2003) di rumah sakit AS setiap tahuya hampir orag da agka cedera orag. Kesalaha medis selai meyebabka kematia da cedera juga meyebabka kerugia bagi rumah sakit karea harus meaggug biaya kesalaha utuk perawata klie. Biaya kesalaha yag terkait dega pemberia obat pada klie yag dirawat mecapai 2 milliar dolar Amerika pertahu (Potter, 2010).

2 Perawat dalam melaksaaka pekerjaaya harus berpedoma pada SOP yag telah ditetapka. Pelaksaaa pekerjaa sesuai SOP telah diatur dega Peratura Meteri Kesehata RI No.81/Mekes/SK/I/2004 yag mejelaska bahwa pelayaa kesehata di rumah sakit bersifat idividu, spesifik da uik sesuai karakteristik pasie, di sampig itu harus megacu pada Stadar Operasioal Prosedur serta pegguaa tekologi. Pelayaa keperawata agar dapat megikuti perkembaga ilmu da tekologi maka harus mejaga kualitas sumber daya mausia. Salah satu cara utuk meigkatka kualitas sumber daya mausia dega memberika pelatiha da melakuka supervisi (Depkes RI, 2004). Stadar operasioal prosedur telah dilaksaaka di pelayaa rumah sakit da pelayaa keperawata, tetapi belum optimal sehigga diperluka supervisi pimpia ruag utuk megetahui pelaksaaa SOP khususya pemberia obat pareteral itravea itravea. tim atau pimpia ruag. Hal ii beresiko meyebabka terjadiya kesalaha dalam pemberia obat karea pemberia obat merupaka rutiitas haria yag selalu dilakuka perawat pada saat merawat pasie sehigga membahayaka keselamata klie. METODE PENELITIAN Desai dalam peelitia ii megguaka racaga cross sectioal. Jumlah sampel dalam peelitia ii 73 perawatpelaksaa. HASIL PENELITIAN Karakteristik perawat pelaksaa Karakteristik perawat pelaksaa meliputi umur, pedidika, lama kerja da pelatiha. Tabel 1 Karakteristik usia da lama kerja perawat pelaksaa Jui 2012 Variabel Masa kerja Mi Ma k Mea SD 5% CI ,7 3, 3,56-5,37 Tabel 2 Karakteristik pedidika da pelatiha perawat pelaksaa Jui 2012 Tabel 3 pelaksaa terhadap pelaksaaa SOP pemberia obat pareteral itravea Jui 2012 Pelaksaaa SOP Frekue Prosetas pemberia obat si e Baik 44 60,3 Tidak baik 2 3,7 Jumlah Gambar 1 Pelaksaaa supervisi pimpia ruag meurut observasi pada pelaksaaa SOP pemberia obat pareteral itravea Jui 2012 Karakteristik perawat pelaksaa Pedidika a. D3 b. Ners Pelatiha 1 tahu terakhir a. Tidak perah b. Perah Usia a. Muda b. Tua Jumla h Prosetas e ,8 45,2 5 41

3 Tabel 4 Hubuga karakteristik perawat pelaksaa meurut usia, masa kerja, pedidika da pelatiha dega pelaksaaa stadar operasioal pemberia obat pareteral itravea Jui 2012 Variabel Pedidika D3 S1 Pelatiha Tidak perah Usia Muda Tua Masa kerja <4,47 tahu >4,47 tahu Pelaksaaa SOP pemberia obat Tidak Baik Baik N % N % 2 44, , , , , 25 58, ,7 1 63,3 1 41, , OR/C I 1,248 0,305-5,0 p 0,01 0,43 0,83 0,56 3 Tabel 5 Hubuga persepsi perawat pelaksaa tetag supervisi pimpia ruag dega pelaksaaa SOP pemberia obat pareteral itravea Jui 2012 Persepsi perawat pelaksaa Pelaksaaa SOP pemberia obat pareteral itravea Baik Tidak Baik N % N % Baik 27 64, ,7 Tidak baik 17 54, ,2 p 0,566 Jumlah 44 60,3 2 3,7 Tabel 5 meujuka hipotesa kerja peelitia di tolak, tidak ada hubuga persepsi perawat pelaksaa tetag supervisi pimpia ruag dega pelaksaaa SOP pemberia obat pareteral itravea itravea. PEMBAHASAN Pelaksaaa stadar operasioal prosedur pemberia obat pareteral itravea oleh perawat pelaksaa Hasil peelitia meujukka bahwa pelaksaaa stadar operasioal prosedur pemberia obat pareteral itravea oleh perawat pelaksaa ratarata tidak baik. Hasil observasi pelaksaaa SOP pemberia obat pareteral itravea oleh perawat pelaksaa, pada tahap persiapa alat, spuit yag diguaka utuk peyutika tidak sekali pakai tetapi dipakai secara berulag-ulag. Tahap pelaksaaa peyutika rata-rata perawat tidak memberika pejelasa yag cukup pada klie sebelum tidaka peyutika. Perawat haya meyampaika bahwa klie aka di sutik. Keterbatasa peralata aka meyebabka perawat tidak mampu melaksaaka prosedur pemberia obat dega baik. Peralata yag dibutuhka dalam prosedur ijeksi seperti spuit da jarum itravea serig tidak terpeuhi dari uit perawata sehigga meyebabka perawat tidak bekerja sesuai prosedur yag telah ditetapka. Perawat pelaksaa dalam mejalaka tugasya harus megikuti stadar yag ada da utuk megetahui apakah perawat bekerja sesuai stadar yag ditetuka atau tidak maka harus dilakuka pegawasa oleh pimpia ruag. Pegawasa pimpia ruag diarahka pada proses peigkata pegetahua da kompetesi perawat pelaksaa. Hal ii sejala dega peelitia Idayati (2008) bahwa pelaksaaa SOP pemberia obat ijeksi dipegaruhi oleh pegetahua perawat. Stadar Operasioal Prosedur merupaka kompetesi tekis yag harus dimiliki perawat berhubuga dega

4 kepatuha, ketepata, kosistesi da kebeara pemberi layaa kesehata dalam megikuti stadar layaa kesehata yag telah ditetapka. Apabila pada dimesi ii tidak terpeuhi maka dapat megakibatka peyimpaga kecil terhadap stadar layaa (Poha, 200). Upaya utuk meigkatka pecapaia keberhasila pelaksaaa Hubuga persepsi perawat pelaksaa tetag supervisi pimpia ruag dega pelaksaaa SOP pemberia obat pareteral itravea Hipotesa kerja pada peelitia ii ditolak, meujukka bahwa tidak ada hubuga yag sigifika atara persepsi perawat pelaksaa tetag supervisi pimpia ruag dega pelaksaaa stadar operasioal prosedur pemberia obat pareteral itravea Meskipu uji statistik tidak meujukka hubuga, tetapi bila diamati dari persetase pelaksaaa SOP pemberia obat pareteral itravea terjadi perbedaa. Perawat dega persepsi yag tidak baik melaksaaka SOP pemberia obat pareteral itravea juga tidak baik. Sedagka perawat yag persepsi baik cederug melakuka SOP pemberia obat pareteral itravea secara baik. Hal ii tidak sejala dega peelitia Liestiyaigrum (2006) megataka ada hubuga persepsi perawat pelaksaa tetag pegawasa dega kierja. Sedagka pelaksaaa kegiata supervisi pimpia ruag yag diobservasi oleh peeliti meujukka bahwa pelaksaaa supervisi pimpia ruag sebagia besar dalam kategori tidak baik. Kegiata pelaksaaa supervisi pimpia ruag yag tidak dilakuka atara lai membuat daftar masalah yag belum diselesaika, membuat daftar pekerjaa utuk besok da membawa pulag pekerjaa utuk dipelajari di rumah. SIMPULAN DAN SARAN Simpula Hasil peelitia meujukka bahwa tidak ada hubuga persepsi SOP pemberia obat pareteral itravea mecapai 100% maka diperluka supervisi atau pegawasa dari pimpia ruag secara terus meerus, terecaa, da peambaha fasilitas alat sehigga perawat dapat bekerja sesuai SOP yag telah ditetapka. Supervisi dapat k meigkatka kualitas perawata (Hyrkas, 2002). perawat pelaksaa tetag supervisi pimpia ruag dega pelaksaaa stadar operasioal prosedur pemberia obat pareteral itravea. Hasil observasi pelaksaaa supervisi pimpia ruag tidak baik. Pelaksaaa stadar operasioal prosedur pemberia obat pareteral itravea meurut hasil observasi juga tidak baik. Sara Perlu melakuka program pelatiha bagi perawat pelaksaa utuk meigkatka pegetahua da ketrampila perawat, pimpia ruag perlu meyusu jadwal supervisi pemberia obat da meambah fasilitas alat pemberia obat. DAFTAR PUSTAKA Carrol. (2003). Medicatio Error: More basic ad tha a system Issue. Joural of Nursig Educatio, 42,10, Depkes RI. (2005). Istrume Evaluasi Peerapa Stadar Asuha Keperawata di Rumah Sakit. Jakarta: Depkes. Hyrkas, K. (2002).Cliical supervisio ad quality care. February 13, 2012: Faculty of Medicie of The Uiversity of Tampere. Academic Desertatio Idayati. (2008). Hubuga pegetahua da sikap perawat dega peerapa SOP tekik meyutik dalam mecegah ifeksi di RSUD Achmad Arifi Pekabaru. Uiversitas Sumatera Utara. Tesis tidak dipublikasika IOM. (1). To err is huma buildig a safer health system. http.//www.ap.edu/opebook.php

5 ?isb= diperoleh taggal 15 maret 2012 Liestiyaigrum.Z.(2006).Hubuga persepsi perawat pelaksaa tetag pegawasa kepala ruaga dega kierja di rawat iap RSAL Mitoharjo;http://www.digilib.ui.a c.id/opac/themes/libriz/detailjsp Marquis, Bessie L. (2010). Leadership roles ad maagemet fuctio i ursig: Theory & applicatio.7th editio. Philadelphia: Lippicot William & Wilkis NHS (2010). Stadar operatig prosedures (SOP) for cotrollig drugs. February 22,2012. Lodo. Potter &Perry (2010). Fudametal of ursig cocepts, process ad practise. 6 Th editio.usa: Elsever Mosby..

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Maajeme risiko merupaka salah satu eleme petig dalam mejalaka bisis perusahaa karea semaki berkembagya duia perusahaa serta meigkatya kompleksitas aktivitas perusahaa

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi da Waktu peelitia Peelitia dilakuka pada budidaya jamur tiram putih yag dimiliki oleh usaha Yayasa Paguyuba Ikhlas yag berada di Jl. Thamri No 1 Desa Cibeig, Kecamata Pamijaha,

Lebih terperinci

Pambudi, et al, Pengaruh TAKS Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Lansia dengan Kesepian

Pambudi, et al, Pengaruh TAKS Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Lansia dengan Kesepian Pegaruh Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) terhadap Kemampua Iteraksi Sosial pada Lasia dega Kesepia di Pelayaa Sosial Lajut Usia (PSLU) Jember (The Effects of Socializatio Group Activity Therapy

Lebih terperinci

Bab 3 Kerangka Pemecahan Masalah

Bab 3 Kerangka Pemecahan Masalah Bab 3 Keragka Pemecaha Masalah 3.1. Metode Pemecaha Masalah Peelitia ii disajika dalam lagkah-lagkah seperti ag terdapat pada gambar dibawah ii. Peajia secara sistematis dibuat agar masalah ag dikaji dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Dalam hal ini peneliti akan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Dalam hal ini peneliti akan BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Berdasarka pertayaa peelitia yag peeliti ajuka maka jeis peelitia ii adalah peelitia diskriptif kuatitatif. Dalam hal ii peeliti aka mediskripsika kemampua relatig,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 69 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Dalam peelitia ii peeliti megguaka jeis Peelitia Tidaka Kelas (Classroom Actio Research) dega megguaka metode Diskriptif Kuatitatif. Peelitia Tidaka Kelas

Lebih terperinci

TARGET Minimal. Satuan. Paket 0 paket 3 paket 5 Paket 6 Paket 6 Paket. Orang. Orang. Orang 0 orang 0 orang 10 orang 10 orang 10 orang

TARGET Minimal. Satuan. Paket 0 paket 3 paket 5 Paket 6 Paket 6 Paket. Orang. Orang. Orang 0 orang 0 orang 10 orang 10 orang 10 orang Lampira 4 Tabel Target Idikator Kierja OUTPUT: A. Peigkata Mutu da Relevasi Pedidika Politekik. Peyediaa fasilitas da peralata pada 3 Politekik Negeri Rujuka/Peugasa (Perwujuda dari Pusat Uggula Tekologi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Dalam duia iformatika, assigmet Problem yag biasa dibetuk dega matriks berbobot merupaka salah satu masalah terbesar, dimaa masalah ii merupaka masalah yag metode peyelesaiaya

Lebih terperinci

Model Pertumbuhan BenefitAsuransi Jiwa Berjangka Menggunakan Deret Matematika

Model Pertumbuhan BenefitAsuransi Jiwa Berjangka Menggunakan Deret Matematika Prosidig Semirata FMIPA Uiversitas Lampug, 0 Model Pertumbuha BeefitAsurasi Jiwa Berjagka Megguaka Deret Matematika Edag Sri Kresawati Jurusa Matematika FMIPA Uiversitas Sriwijaya edagsrikresawati@yahoocoid

Lebih terperinci

PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI

PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI Halama Tulisa Jural (Judul da Abstraksi) Jural Paradigma Ekoomika Vol.1, No.5 April 2012 PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI Oleh : Imelia.,SE.MSi Dose Jurusa Ilmu Ekoomi da Studi Pembagua,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah: BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Variabel da Defiisi Operasioal Variabel-variabel yag diguaka pada peelitia ii adalah: a. Teaga kerja, yaitu kotribusi terhadap aktivitas produksi yag diberika oleh para

Lebih terperinci

BAB 6: ESTIMASI PARAMETER (2)

BAB 6: ESTIMASI PARAMETER (2) Bab 6: Estimasi Parameter () BAB 6: ESTIMASI PARAMETER (). ESTIMASI PROPORSI POPULASI Proporsi merupaka perbadiga atara terjadiya suatu peristiwa dega semua kemugkiaa peritiwa yag bisa terjadi. Besara

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan 47 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metodelogi Peelitia Keberhasila dalam suatu peelitia sagat ditetuka oleh ketepata pegguaa metode peelitia. Oleh karea itu, metode yag aka diguaka haruslah sesuai dega data

Lebih terperinci

PEMODELAN MINIMIZE TOTAL BIAYA PENGENDALIAN KUALITAS TERHADAP PROSES MANUFAKTURING PRODUK FURNITURE

PEMODELAN MINIMIZE TOTAL BIAYA PENGENDALIAN KUALITAS TERHADAP PROSES MANUFAKTURING PRODUK FURNITURE PEMODELAN MINIMIZE TOTAL BIAYA PENGENDALIAN KUALITAS TERHADAP PROSES MANUFAKTURING PRODUK FURNITURE Sutriso B., Abd. Haris, Romadho Jurusa Maajeme - Fakultas Ekoomi, Uiversitas Widya Dharma Klate Jl. Ki

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Limba B terutama masyarakat

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Limba B terutama masyarakat 38 3.1 Lokasi da Waktu Peelitia 3.1.1 Lokasi Peelitia BAB III METODE PENELITIAN Lokasi peelitia ii dilakuka di Puskesmas Limba B terutama masyarakat yag berada di keluraha limba B Kecamata Kota Selata

Lebih terperinci

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan BAB III METODE PENELITAN. Tempat Da Waktu Peelitia Peelitia dilakuka di SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo dega subject Peelitia adalah siswa kelas VIII. Pemiliha SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo. Adapu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah tahun pelajaran 2011/2012, dengan jumlah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah tahun pelajaran 2011/2012, dengan jumlah BAB III METODOLOGI PEELITIA A. Subjek Peelitia Subjek yag diteliti adalah siswa kelas VII B SMP egeri 2 Mrebet Kabupate Purbaligga, Jawa Tegah tahu pelajara 2011/2012, dega jumlah 31 aak. B. Settig Peelitia

Lebih terperinci

Statistika Inferensial

Statistika Inferensial Cofidece Iterval Ara Fariza Statistika Iferesial Populasi Sampel Simpulka (estimasi) tetag parameter Medapatka statistik Estimasi: estimasi titik, estimasi iterval, uji hipotesa 2 1 Proses Estimasi Populasi

Lebih terperinci

FORECASTING (Peramalan)

FORECASTING (Peramalan) FORECASTING (Peramala) PENDAHULUAN Forecastig adalah ramala tetag apa yag aka terjadi dimasa yag aka datag. Forecast Demad atau peramala permitaa mejadi dasar yag sagat petig dalam perecaaa suatu keputusa

Lebih terperinci

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN KALTIM POS SAMARINDA

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN KALTIM POS SAMARINDA http://www.karyailmiah.poles.ac.id PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN KALTIM POS SAMARINDA M. Kiswato (Staf Pegajar Jurusa Admiistrasi Bisis Politekik Negeri Samarida) Abstrak

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) UNIVERSITAS DIPONEGORO

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) UNIVERSITAS DIPONEGORO SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI- UNDIP GBPP 1.9.4./235 235 Revisi ke Taggal Oktober 212 Dikaji Ulag Oleh Dikedalika Oleh Disetujui Oleh Ketua Program Studi Fisika GPM Program

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia harus disesuaika dega masalah da tujua peelitia, hal ii dilakuka utuk kepetiga peroleha da aalisis data. Megeai pegertia metode peelitia,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PENDAHULUAN. Latar Belakag Permasalaha peugasa atau assigmet problem adalah suatu persoala dimaa harus melakuka peugasa terhadap sekumpula orag yag kepada sekumpula job yag ada, sehigga tepat satu

Lebih terperinci

= Keterkaitan langsung ke belakang sektor j = Unsur matriks koefisien teknik

= Keterkaitan langsung ke belakang sektor j = Unsur matriks koefisien teknik Aalisis Sektor Kuci Dimaa : KLBj aij = Keterkaita lagsug ke belakag sektor j = Usur matriks koefisie tekik (b). Keterkaita Ke Depa (Forward Ligkage) Forward ligkage meujukka peraa suatu sektor tertetu

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTB, BPS pusat, dan instansi lain

III. METODE PENELITIAN. Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTB, BPS pusat, dan instansi lain III. METODE PENELITIAN 3.1 Jeis da Sumber Data Data yag diguaka pada peelitia ii merupaka data sekuder yag diperoleh dari Bada Pusat Statistik (BPS) Provisi NTB, Bada Perecaaa Pembagua Daerah (BAPPEDA)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis peelitia Peelitia ii merupaka jeis peelitia eksperime. Karea adaya pemberia perlakua pada sampel (siswa yag memiliki self efficacy redah da sagat redah) yaitu berupa layaa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Racaga Peelitia Jeis peelitia yag diguaka oleh peeliti adalah jeis peelitia komparatif. Peeliti komparatif adalah sejeis peelitia deskriptif yag igi mecari jawaba

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Langkah Langkah Dalam Pengolahan Data

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Langkah Langkah Dalam Pengolahan Data BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Metode Pegolaha Data Lagkah Lagkah Dalam Pegolaha Data Dalam melakuka pegolaha data yag diperoleh, maka diguaka alat batu statistik yag terdapat pada Statistical

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : / Revisi ke : 0 Satua Kredit Semester : 3 SKS Tgl revisi : 24 Februari 2015 Jml Jam kuliah dalam semiggu : 100 meit Tgl mulai

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MODEL ANALISIS SENSITIVITAS PETA KENDALI TRIPLE SAMPLING MENGGUNAKAN UTILITY FUNCTION METHOD

PENGEMBANGAN MODEL ANALISIS SENSITIVITAS PETA KENDALI TRIPLE SAMPLING MENGGUNAKAN UTILITY FUNCTION METHOD Semiar Nasioal Iformatika 5 (semasif 5) ISSN: 979-8 UPN Vetera Yogyakarta, 4 November 5 PENGEMBANGAN MODE ANAISIS SENSITIVITAS PETA KENDAI TRIPE SAMPING MENGGUNAKAN UTIITY FUNCTION METHOD Juwairiah ),

Lebih terperinci

Karakteristik Dinamik Elemen Sistem Pengukuran

Karakteristik Dinamik Elemen Sistem Pengukuran Karakteristik Diamik Eleme Sistem Pegukura Kompetesi, RP, Materi Kompetesi yag diharapka: Mahasiswa mampu merumuskaka karakteristik diamik eleme sistem pegukura Racaga Pembelajara: Miggu ke Kemampua Akhir

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. orang. Dan diperlukan pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan

BAB I PENDAHULUAN. orang. Dan diperlukan pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Masalah Saat ii Idoesia merupaka egara yag berpeduduk lebih dari 200 juta orag. Da diperluka pembagua asioal utuk meigkatka kesejahteraa rakyat, sehigga pemeritah

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF DALAM PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI p-chart

PENGGUNAAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF DALAM PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI p-chart Prosidig Semiar Nasioal Peelitia, Pedidika da Peerapa MIPA, Fakultas MIPA, Uiversitas Negeri Yogyakarta, 2 Jui 2012 PENGGUNAAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF DALAM PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI p-chart Adi Setiawa

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Pengumpulan Data

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Pengumpulan Data IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi da waktu Peelitia ii dilakuka di PD Pacet Segar milik Alm Bapak H. Mastur Fuad yag beralamat di Jala Raya Ciherag o 48 Kecamata Cipaas, Kabupate Ciajur, Propisi Jawa Barat.

Lebih terperinci

Distribusi Sampling (Distribusi Penarikan Sampel)

Distribusi Sampling (Distribusi Penarikan Sampel) Distribusi Samplig (Distribusi Pearika Sampel) 1. Pedahulua Bidag Iferesia Statistik membahas geeralisasi/pearika kesimpula da prediksi/ peramala. Geeralisasi da prediksi tersebut melibatka sampel/cotoh,

Lebih terperinci

Range atau jangkauan suatu kelompok data didefinisikan sebagai selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil, yaitu

Range atau jangkauan suatu kelompok data didefinisikan sebagai selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil, yaitu BAB 4 UKURAN PENYEBARAN DATA Pada Bab sebelumya kita telah mempelajari beberapa ukura pemusata data, yaitu ukura yag memberika iformasi tetag bagaimaa data-data ii megumpul atau memusat Pada bagia Bab

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Peelitia Metodologi peelitia ii merupaka cara yag diguaka utuk memecahka masalah dega lagkah-lagkah yag aka ditempuh harus releva dega masalah yag telah dirumuska.

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN Disusu Oleh : Naik Susati, S.Kom PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN AJARAN 2012-2013

Lebih terperinci

e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 4 Nomor 2, Juli 2016

e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 4 Nomor 2, Juli 2016 HUBUNGAN PERILAKU DENGAN KEMAMPUAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY) DI RUANG AKUT INSTALASI GAWAT DARURAT RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Agelita Lombogia Julia Rottie

Lebih terperinci

Hubungan Antara Panjang Antrian Kendaraan dengan Aktifitas Samping Jalan

Hubungan Antara Panjang Antrian Kendaraan dengan Aktifitas Samping Jalan Hubuga Atara Pajag Atria Kedaraa dega Aktifitas Sampig Jala Frasiscus Mitar Ferry Sihotag Jurusa Tekik Sipil Fakultas Desai da Tekik Perecaaa Uiversitas Pelita Harapa. fmitarfs@yahoo.com, fmitarfs@uph.edu

Lebih terperinci

Hubungan Antara Panjang Antrian Kendaraan dengan Aktifitas Samping Jalan

Hubungan Antara Panjang Antrian Kendaraan dengan Aktifitas Samping Jalan Hubuga Atara Pajag Atria Kedaraa dega Aktifitas Sampig Jala Frasiscus Mitar Ferry Sihotag Jurusa Tekik Sipil Fakultas Desai da Tekik Perecaaa Uiversitas Pelita Harapa. fmitarfs@yahoo.com, fmitarfs@uph.edu

Lebih terperinci

Program Pasca Sarjana Terapan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS. Probability and Random Process. Topik 10. Regresi

Program Pasca Sarjana Terapan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS. Probability and Random Process. Topik 10. Regresi Program Pasca Sarjaa Terapa Politekik Elektroika Negeri Surabaya Probability ad Radom Process Topik 10. Regresi Prima Kristalia Jui 015 1 Outlie 1. Kosep Regresi Sederhaa. Persamaa Regresi Sederhaa 3.

Lebih terperinci

Tabel 5.1 Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif

Tabel 5.1 Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Pembagua peyeleggaraa Musrebag Racaga RPJMD Peetapa RPJMD Tabel 5.1 Recaa da, Idikator Kierja, Kelompok Sasara da Pedaaa Idikatif Tujua Sasara Idikator Kode da Idikator Data Target Kierja da Keragka Pedaaa

Lebih terperinci

REGRESI LINIER GANDA

REGRESI LINIER GANDA REGRESI LINIER GANDA Secara umum, data hasil pegamata Y bisa terjadi karea akibat variabelvariabel bebas,,, k. Aka ditetuka hubuga atara Y da,,, k sehigga didapat regresi Y atas,,, k amu masih meujukka

Lebih terperinci

ANALISIS TENTANG GRAF PERFECT

ANALISIS TENTANG GRAF PERFECT Aalisis Tetag Graf Perfect ANALISIS TENTANG GRAF PERFET Nurul Imamah AH Fakultas Matematika da Ilmu Pegetahua Alam Uiversitas Pesatre Tiggi Darul Ulum Jombag urul.imamah86@gmail.com Abstrak Seirig perkembaga

Lebih terperinci

STATISTIKA NON PARAMETRIK

STATISTIKA NON PARAMETRIK . PENDAHULUAN STATISTIKA NON PARAMETRIK Kelebiha Uji No Parametrik: - Perhituga sederhaa da cepat - Data dapat berupa data kualitatif (Nomial atau Ordial) - Distribusi data tidak harus Normal Kelemaha

Lebih terperinci

PENGARUH ASUHAN SAYANG IBU TERHADAP KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN DI BPM CH MALA PALEMBANG

PENGARUH ASUHAN SAYANG IBU TERHADAP KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN DI BPM CH MALA PALEMBANG PENGARUH ASUHAN SAYANG IBU TERHADAP KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN DI BPM CH MALA PALEMBANG Mia Damayati 1, Meta Rosdiaa 2 1,2 Program Studi DIII Kebidaa, STIK Siti Khadijah Palembag

Lebih terperinci

ABSTRAK. Irvan Hadi Purnomo Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif FT UNY

ABSTRAK. Irvan Hadi Purnomo Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif FT UNY PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN DEMONTRAI TERHADAP MINAT DAN PRETAI BELAJAR IWA PADA KOMPETENI ITEM LITRIK OTOMOTIF KELA XI PADA JURUAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI MK PIRI YOGYAKARTA Irva Hadi Puromo

Lebih terperinci

Masih ingat beda antara Statistik Sampel Vs Parameter Populasi? Perhatikan tabel berikut: Ukuran/Ciri Statistik Sampel Parameter Populasi

Masih ingat beda antara Statistik Sampel Vs Parameter Populasi? Perhatikan tabel berikut: Ukuran/Ciri Statistik Sampel Parameter Populasi Distribusi Samplig (Distribusi Pearika Sampel) 1. Pedahulua Bidag Iferesia Statistik membahas geeralisasi/pearika kesimpula da prediksi/ peramala. Geeralisasi da prediksi tersebut melibatka sampel/cotoh,

Lebih terperinci

TERAPI BERMAIN LEGO DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH

TERAPI BERMAIN LEGO DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH TERAPI BERMAIN LEGO DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH Zulfa Tesaigrum 1), Mariyam 2) 1,2 Fakultas Ilmu Keperawata da Kesehata, Uiversitas Muhammadiyah Semarag email: mariyam@uimus.ac.id

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PERUMAHAN (Studi Kasus Perumahan Misfalah Rasaindo, Graha Fitrah Mandiri, dan Tirta Kencana)

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PERUMAHAN (Studi Kasus Perumahan Misfalah Rasaindo, Graha Fitrah Mandiri, dan Tirta Kencana) ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PERUMAHAN (Studi Kasus Perumaha Misfalah Rasaido, Graha Fitrah Madiri, da Tirta Kecaa) Faradiba Muchsi 1), Mohammad Yusuf Tuloli ), Arfa Utiarahma ). 1 Fakultas Tekik, Uiversitas

Lebih terperinci

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto. Statistika

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto. Statistika Wed 6/0/3 ETIMAI (PENDUGAAN TATITIK) Ir. Tito Adi Dewato tatistika Deskriptif Iferesi Estimasi Uji Hipotesis Titik Retag Estimasi da Uji Hipotesis Dilakuka setelah peelitia dalam tahap pegambila suatu

Lebih terperinci

,n N. Jelas barisan ini terbatas pada dengan batas M =: 1, dan. barisan ini kovergen ke 0.

,n N. Jelas barisan ini terbatas pada dengan batas M =: 1, dan. barisan ini kovergen ke 0. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNMUH PONOROGO SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP TA 03/04 Mata Ujia : Aalisis Real Tipe Soal : REGULER Dose : Dr. Jula HERNADI Waktu : 90 meit Hari, Taggal : Selasa,

Lebih terperinci

ANALISIS SISTEM ANTRIAN PELAYANAN NASABAH DI PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK KANTOR CABANG UTAMA USU

ANALISIS SISTEM ANTRIAN PELAYANAN NASABAH DI PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK KANTOR CABANG UTAMA USU Saitia Matematika ISSN: 2337-9197 Vol. 02, No. 03 (2014), pp. 277 287. ANALISIS SISTEM ANTRIAN PELAYANAN NASABAH DI PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK KANTOR CABANG UTAMA USU Siti Aria R. Harahap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian ditentukan guna menjawab

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian ditentukan guna menjawab BAB III METODE PENELITIAN Metode peelitia merupaka suatu cara atau prosedur utuk megetahui da medapatka data dega tujua tertetu yag megguaka teori da kosep yag bersifat empiris, rasioal da sistematis.

Lebih terperinci

DISTRIBUSI SAMPLING (Distribusi Penarikan Sampel)

DISTRIBUSI SAMPLING (Distribusi Penarikan Sampel) DISTRIBUSI SAMPLING (Distribusi Pearika Sampel) I. PENDAHULUAN Bidag Iferesia Statistik membahas geeralisasi/pearika kesimpula da prediksi/ peramala. Geeralisasi da prediksi tersebut melibatka sampel/cotoh,

Lebih terperinci

Evaluasi Pelaksanaan Quality Control Terhadap Produk Akhir

Evaluasi Pelaksanaan Quality Control Terhadap Produk Akhir Evaluasi Pelaksaaa Quality Cotrol Wiato Nawarcoo, SE, MM Evaluasi Pelaksaaa Quality Cotrol Terhadap Produk Akhir Studi Kasus Pada Perusahaa Batako UD Lestari Yogyakarta Wiato Nawarcoo *) Abstract The purpose

Lebih terperinci

Cara Pengisian Pada File Excel

Cara Pengisian Pada File Excel Cara Pegisia Pada ile Excel Pada tabel realisasi da keuaga ias Pekerjaa Umum Bia Marga Propisi Jawa Timur ii terdiri dari beberapa kolom seperti dibawah ii: atker Tahu Bula Adapu cara pegisia dari masig-masig

Lebih terperinci

PENGUJIAN HIPOTESA BAB 7

PENGUJIAN HIPOTESA BAB 7 PENGUJIAN IPOTESA BAB 7 Pedahulua ipotesis ( upo : lemah, Thesis : peryataa ) Diartika :. Peryataa yag masih lemah kebearaya da perlu dibuktika. Dugaa yag sifatya masih semetara ipotesis ii perlu utuk

Lebih terperinci

ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL PASAR TRADISIONAL MODERN PLAJU PALEMBANG

ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL PASAR TRADISIONAL MODERN PLAJU PALEMBANG ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL PASAR TRADISIONAL MODERN PLAJU PALEMBANG Hei Fitriai Jurusa Tekik Sipil Fakultas Tekik Uiversitas Sriwijaya Jala Raya Prabumulih Km. 32 Ideralaya Oga Ilir Sumatra Selata E-mail:

Lebih terperinci

Barisan Aritmetika dan deret aritmetika

Barisan Aritmetika dan deret aritmetika BARISAN DAN DERET BILANGAN Peyusu: Atmii Dhoruri, MS Kode: Jejag: SMP T/P: / A. Kompetesi yag diharapka. Meetuka suku ke- barisa aritmatika da barisa geometri. Meetuka jumlah suku pertama deret aritmatika

Lebih terperinci

Chapter 7 Student Lecture Notes 7-1

Chapter 7 Student Lecture Notes 7-1 Chapter 7 Studet Lecture Notes 7-1 DASAR-DASAR UJI Hipotesis: Hipo (di bawah) da Tesis (peryataa yag telah diuji) Hipotesis Statistik:suatu proposisi atau aggapa megeai parameter populasi yag dapat diuji

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Desai Peelitia Desai peelitia bertujua utuk memberi pertaggugjawaba atas semua lagkah yag aka dilakuka. Meurut Nasutio (2009, hlm. 23) Desai peelitia merupaka recaa tetag

Lebih terperinci

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK PEKERJAAN BEBAS UNTUK MEMBAYAR PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA ILIR TIMUR PALEMBANG

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK PEKERJAAN BEBAS UNTUK MEMBAYAR PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA ILIR TIMUR PALEMBANG FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK PEKERJAAN BEBAS UNTUK MEMBAYAR PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA ILIR TIMUR PALEMBANG Abstrak Mawadda Warohmah (Mwd_16@yahoo.com) Rika Lidyah

Lebih terperinci

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK NATASHA SKIN CARE Oleh: Wilda Khairin Najwah ( ) -B

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK NATASHA SKIN CARE Oleh: Wilda Khairin Najwah ( ) -B PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK NATASHA SKIN CARE Oleh: Wilda Khairi Najwah (071015084) -B Email: wildakhairiajwa@gmail.com ABSTRAK Fokus peelitia ii terletak pada proses pegambila

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. Sampling adalah proses pengambilan atau memilih n buah elemen dari populasi yang

II. LANDASAN TEORI. Sampling adalah proses pengambilan atau memilih n buah elemen dari populasi yang II. LANDASAN TEORI Defiisi 2.1 Samplig Samplig adalah proses pegambila atau memilih buah eleme dari populasi yag berukura N (Lohr, 1999). Dalam melakuka samplig, terdapat teori dasar yag disebut teori

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Peran suatu perusahaan di dalam dunia bisnis diidentifikasikan melalui

BAB I PENDAHULUAN. Peran suatu perusahaan di dalam dunia bisnis diidentifikasikan melalui BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Peelitia Pera suatu perusahaa di dalam duia bisis diidetifikasika melalui barag yag diproduksi da dijualya atau melalui jasa yag diberika perusahaa kepada masyarakat.

Lebih terperinci

ESTIMASI TITIK DAN INTERVAL KEPERCAYAAN

ESTIMASI TITIK DAN INTERVAL KEPERCAYAAN 8/8/0 IE 305 tatistika Idustri LOGO ETIMAI TITIK DAN INTERVAL KEPERCAYAAN Elty arvia, T.,MT. Fakultas Tekik Jurusa Tekik Idustri Uiversitas Kriste Maraatha Badug LT arvia/esi Tujua 3 4 5 6 Medefiisika

Lebih terperinci

Hazmira Yozza Izzati Rahmi HG Jurusan Matematika FMIPA Unand

Hazmira Yozza Izzati Rahmi HG Jurusan Matematika FMIPA Unand TEKIK SAMPLIG PCA SEDERHAA Hazmira Yozza Izzati Rahmi HG Jurusa Matematika FMIPA Uad Defiisi : Jika suatu cotoh berukura diambil dari suatu populasi berukura sedemikia rupa sehigga setiap kemugkia cotoh

Lebih terperinci

BAB IV PEMECAHAN MASALAH

BAB IV PEMECAHAN MASALAH BAB IV PEMECAHAN MASALAH 4.1 Metodologi Pemecaha Masalah Dalam ragka peigkata keakurata rekomedasi yag aka diberika kepada ivestor, maka dicoba diguaka Movig Average Mometum Oscillator (MAMO). MAMO ii

Lebih terperinci

mempunyai sebaran yang mendekati sebaran normal. Dalam hal ini adalah PKM (penduga kemungkinan maksimum) bagi, ˆ ˆ adalah simpangan baku dari.

mempunyai sebaran yang mendekati sebaran normal. Dalam hal ini adalah PKM (penduga kemungkinan maksimum) bagi, ˆ ˆ adalah simpangan baku dari. Selag Kepercayaa Cotoh Besar Jika ukura cotoh (sample size) besar, maka meurut Teorema Limit Pusat, bayak statistik megikuti/mempuyai sebara yag medekati ormal (dapat diaggap ormal). Artiya jika adalah

Lebih terperinci

BAB 9. PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH

BAB 9. PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH BAB 9. PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH Peetapa idikator kierja daerah bertujua utuk memberi gambara tetag ukura keberhasila pecapaia visi misi kepala daerah dari sisi peyeleggaraa pemeritaha daerah.

Lebih terperinci

PROSIDING ISBN:

PROSIDING ISBN: S-6 Perlukah Cross Validatio dilakuka? Perbadiga atara Mea Square Predictio Error da Mea Square Error sebagai Peaksir Harapa Kuadrat Kekelirua Model Yusep Suparma (yusep.suparma@ upad.ac.id) Uiversitas

Lebih terperinci

Bab 6 PENAKSIRAN PARAMETER

Bab 6 PENAKSIRAN PARAMETER Bab 6 PENAKSIRAN PARAMETER Stadar Kompetesi : Setelah megikuti kuliah ii, mahasiswa dapat memahami hubuga ilai sampel da populasi da meetuka distribusi samplig yag tepat utuk diguaka Kompetesi Dasar :

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. atau biasa disebut Quasi Eksperimen. Karena pada penelitian ini, peneliti

BAB III METODE PENELITIAN. atau biasa disebut Quasi Eksperimen. Karena pada penelitian ini, peneliti 44 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia pada peelitia ii adalah peelitia eksperime semu atau biasa disebut Quasi Eksperime. Karea pada peelitia ii, peeliti haya megguaka kelas eksperime

Lebih terperinci

PERBANDINGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ANTARA REMAJA PUTRA DAN REMAJA PUTRI TENTANG TINDAKAN PENCEGAHAN HIV/AIDS

PERBANDINGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ANTARA REMAJA PUTRA DAN REMAJA PUTRI TENTANG TINDAKAN PENCEGAHAN HIV/AIDS PERBANDINGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ANTARA REMAJA PUTRA DAN REMAJA PUTRI TENTANG TINDAKAN PENCEGAHAN HIV/AIDS Lybella Meyrisa Sofi 1, Yulia Irvai Dewi 2, Riri Novayelida 3 Program Studi Ilmu Keperawata

Lebih terperinci

GAMBARAN FUNGSI INTELEKTUAL LANJUT USIA DI POSYANDU FLAMBOYAN DESA BANDUNG KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG

GAMBARAN FUNGSI INTELEKTUAL LANJUT USIA DI POSYANDU FLAMBOYAN DESA BANDUNG KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG GAMBARAN FUNGSI INTELEKTUAL LANJUT USIA DI POSYANDU FLAMBOYAN DESA BANDUNG KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG Dwi Ery Retai, Riri Probowati, Mamik Ratawati Program Studi D III Keperawata, STIKES Pemkab

Lebih terperinci

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Model Sistem dalam Persamaan Keadaan

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Model Sistem dalam Persamaan Keadaan Istitut Tekologi Sepuluh Nopember Surabaya Model Sistem dalam Persamaa Keadaa Pegatar Materi Cotoh Soal Rigkasa Latiha Pegatar Materi Cotoh Soal Rigkasa Istilah-istilah Dalam Persamaa Keadaa Aalisis Sistem

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. hanya menggunakan kelas eksperimen tanpa adanya kelas kontrol.

BAB III METODE PENELITIAN. hanya menggunakan kelas eksperimen tanpa adanya kelas kontrol. BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia pada peelitia ii adalah peelitia eksperime semu atau biasa disebut Quasi Eksperime. Karea pada peeletia ii, peeliti haya megguaka kelas eksperime

Lebih terperinci

3. METODE PENELITIAN

3. METODE PENELITIAN 3. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu da Lokasi Peelitia Peelitia ii megguaka data primer da sekuder. Data primer diambil dari kegiata peelitia skala laboratorium. Peelitia dilakuka pada bula Februari-Jui 2011.

Lebih terperinci

APLIKASI GOODNESS OF-FIT TEST KOLMOGOROV- SMIRNOV (K-S) UNTUK PENGUJIAN WAKTU TUNGGU KECELAKAAN PESAWAT TERBANG

APLIKASI GOODNESS OF-FIT TEST KOLMOGOROV- SMIRNOV (K-S) UNTUK PENGUJIAN WAKTU TUNGGU KECELAKAAN PESAWAT TERBANG APLIKASI GOODNESS OF-FIT TEST KOLMOGOROV- SMIRNOV (K-S) UNTUK PENGUJIAN WAKTU TUNGGU KECELAKAAN PESAWAT TERBANG Jurusa Matematika, Fakultas Matematika da Ilmu Pegetahua Alam, Uiversitas Negeri Semarag

Lebih terperinci

JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 6. No. 2, 77-85, Agustus 2003, ISSN : DISTRIBUSI WAKTU BERHENTI PADA PROSES PEMBAHARUAN

JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 6. No. 2, 77-85, Agustus 2003, ISSN : DISTRIBUSI WAKTU BERHENTI PADA PROSES PEMBAHARUAN JURAL MATEMATKA DA KOMPUTER Vol. 6. o., 77-85, Agustus 003, SS : 40-858 DSTRBUS WAKTU BERHET PADA PROSES PEMBAHARUA Sudaro Jurusa Matematika FMPA UDP Abstrak Dalam proses stokhastik yag maa kejadia dapat

Lebih terperinci

SB/P/BF/14 PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN NILA BEST PADA BERBAGAI MEDIA ph

SB/P/BF/14 PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN NILA BEST PADA BERBAGAI MEDIA ph SB/P/BF/14 PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN NILA BEST PADA BERBAGAI MEDIA ph M.H. Fariduddi Ath-thar, Vitas Atmadi Prakoso, Otog Zeal Arifi, da Rudhy Gustiao Balai Riset Perikaa Budidaya Air Tawar, Jl. Sempur

Lebih terperinci

Perbandingan Beberapa Metode Pendugaan Parameter AR(1)

Perbandingan Beberapa Metode Pendugaan Parameter AR(1) Jural Vokasi 0, Vol.7. No. 5-3 Perbadiga Beberapa Metode Pedugaa Parameter AR() MUHLASAH NOVITASARI M, NANI SETIANINGSIH & DADAN K Program Studi Matematika Fakultas MIPA Uiversitas Tajugpura Jl. Ahmad

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN 36 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Pedekata Peelitia Peelitia ii dilakuka dega Pedekata Kuatitatif. Pedekata Kuatitatif diguaka utuk mejawab pertayaa peelitia yag pertama yaitu bagaimaa kualitas pelayaa kesehata

Lebih terperinci

ANALISIS STABILITAS TRANSIENT SISTEM TENAGA LISTRIK PADA PT. KEBON AGUNG MALANG

ANALISIS STABILITAS TRANSIENT SISTEM TENAGA LISTRIK PADA PT. KEBON AGUNG MALANG ANALISIS STABILITAS TRANSIENT SISTEM TENAGA LISTRIK PADA PT. KEBON AGUNG MALANG Agam Rido Priawa¹, Ir. Mahfudz Shidiq, M.T. ², Hadi Suyoo, S.T., M.T., Ph.D.³ ¹Mahasiswa Jurusa Tekik Elektro, ² ³Dose Jurusa

Lebih terperinci

PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Kasus pada PD. Niaga Redja Abadi Tasikmalaya)

PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Kasus pada PD. Niaga Redja Abadi Tasikmalaya) PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Kasus Tasikmalaya) ARIS PRATAMA NUGRAHA 083403055 Jurusa Akutasi Fakultas Ekoomi Uiversitas Siliwagi ABSTRAK

Lebih terperinci

Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies

Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies IJCETS 1 (1) (2012) Idoesia Joural of Curriculum ad Educatioal Techology Studies http://joural.ues.ac.id/sju/idex.php/jktp PENERAPAN MIND MAPPING SEBAGAI MEDIA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR IPA

Lebih terperinci

Peningkatan kesehatan merupakan suatu

Peningkatan kesehatan merupakan suatu Artikel Asli Tegah Lilis Heri Mis Cicih Program S3 IKM Fakultas Kesehata Masyarakat Uiversitas Idoesia Latar belakag. Kesehata merupaka hak dasar aak yag harus dipeuhi. Aak yag sehat mejadi ivestasi bagi

Lebih terperinci

Modul Kuliah statistika

Modul Kuliah statistika Modul Kuliah statistika Dose: Abdul Jamil, S.Kom., MM SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER MUHAMMADIYAH JAKARTA Bab 2 Populasi da Sampel 2.1 Populasi Populasi merupaka keseluruha pegamata

Lebih terperinci

OUTLINE EXECUTIVE SUMMARY HIBAH DOSEN PEMULA (PEMBINAAN)

OUTLINE EXECUTIVE SUMMARY HIBAH DOSEN PEMULA (PEMBINAAN) Bidag Ilmu : Pedidika OUTLINE EXECUTIVE SUMMARY HIBAH DOSEN PEMULA (PEMBINAAN) PENGINTEGRASIAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA KELAS 7 MELALUI PENGEMBANGAN MATH EXEMPLARS BERORIENTASI KURIKULUM 2013

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1. Istalasi Software da Hardware Dalam pembuata program ii, peulis megguaka Microsoft Visual Studio 2008, utuk implemetasiya megguaka program Crystal Report 8 utuk membuat

Lebih terperinci

1 n MODUL 5. Peubah Acak Diskret Khusus

1 n MODUL 5. Peubah Acak Diskret Khusus ODUL 5 Peubah Acak Diskret Khusus Terdapat beberapa peubah acak diskret khusus yag serig mucul dalam aplikasi. Peubah Acak Seragam ( Uiform) Bila X suatu peubah acak diskret dimaa setiap eleme dari X mempuyai

Lebih terperinci

Oleh: Lasri Susilawati, Gani Haryana, Hardisem Syabrus. Pendidikan Ekonomi FKIP-Universitas Riau Jalan Binawidya Km.

Oleh: Lasri Susilawati, Gani Haryana, Hardisem Syabrus. Pendidikan Ekonomi FKIP-Universitas Riau Jalan Binawidya Km. PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH (MENCARI PASANGAN) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)-EKONOMI DI SMP NEGERI 4 DUMAI BARAT

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBERIAN TABLET Fe TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI PUSKESMAS TAMAMAUNG TAHUN 2011 ABSTRACT

PENGARUH PEMBERIAN TABLET Fe TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI PUSKESMAS TAMAMAUNG TAHUN 2011 ABSTRACT Media Gizi Paga, Vol.XIII, Edisi 1, 01 PENGARUH PEMBERIAN TABLET Fe TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI PUSKESMAS TAMAMAUNG TAHUN 011 Lydia Fay 1 ), H. Mustami 1 ), Thresia Dewi KB1), Hj. St. Kartii

Lebih terperinci

ANALISIS PENGELOLAAN MODAL KERJA UNTUK MENINGKATKAN LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS (studi pada PT. Pegadaian Cabang Kediri)

ANALISIS PENGELOLAAN MODAL KERJA UNTUK MENINGKATKAN LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS (studi pada PT. Pegadaian Cabang Kediri) ANALISIS PENGELOLAAN MODAL KERJA UNTUK MENINGKATKAN LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS (studi pada PT. Pegadaia Cabag Kediri) Ady Ramadha Irawa MG. Wi. Edag NP Zahroh ZA Fakultas Ilmu Admiistrasi Uiversitas

Lebih terperinci

BAPPEDA KAB. LAMONGAN

BAPPEDA KAB. LAMONGAN 1.1 Latar Belakag BAB I PENDAHULUAN Peyusua RPJMD Kabupate Lamoga diladasi oleh semagat otoomi daerah dimaa pemeritah daerah berweag utuk megatur da megurus sediri urusa pemeritaha meurut azas otoomi da

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di 4 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia ii adalah siswa kelas VIII (delapa) semester gajil di SMP Xaverius 4 Badar Lampug tahu ajara 0/0 yag berjumlah siswa terdiri dari

Lebih terperinci

ACTIVITY BASED COSTING (ABC) SYSTEM DALAM MENENTUKAN TARIF LAYANAN RAWAT INAP (Studi Kasus Pada Rsud Dr. Harjono S. Kabupaten Ponorogo)

ACTIVITY BASED COSTING (ABC) SYSTEM DALAM MENENTUKAN TARIF LAYANAN RAWAT INAP (Studi Kasus Pada Rsud Dr. Harjono S. Kabupaten Ponorogo) ACTIVITY BASED COSTING (ABC) SYSTEM DALAM MENENTUKAN TARIF LAYANAN RAWAT INAP (Studi Kasus Pada Rsud Dr. Harjoo S. Kabupate Poorogo) Bey Idrasurya Moch. Dzulkirom AR. Muhammad Saifi Fakultas Ilmu Admiistrasi

Lebih terperinci

Aditya Wahyu Pradana Heru Susilo Riyadi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

Aditya Wahyu Pradana Heru Susilo Riyadi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN, KEMANFAATAN, DAN SIKAP PENGGUNAAN TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN IFS SOFTWARE (Studi Pada Departeme Pegadaa Barag da Jasa PT. Petrokimia Gresik) Aditya Wahyu Pradaa Heru Susilo

Lebih terperinci